Praktikum Otomasi



PLC OMRON
Posted by iswanto

PLC adalah Programmable Logic Controller, artinya pengontrol atau pengendali yang dapat di
program ulang kembali. PLC merupakan suatu unit yang secara khusus dirancang untuk
menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi
lainnya.

lebih lengkapnya klik disini




                                                                                             1
Praktikum Otomasi




1. Apa itu PLC ?

   PLC adalah Programmable Logic Controller, artinya pengontrol atau pengendali yang
   dapat di program ulang kembali. PLC merupakan suatu unit yang secara khusus
   dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri
   ataupun aplikasi lainnya.




2. Kelebihan PLC dibanding dengan Kendali Konvensional

 Dapat diprogram untuk aplikasi baru
 Pemrograman sederhana
 Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan instalasi di
     dalamnya)
 Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah
 Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol
 Sederhana, biaya perawatan murah
 Fleksibel dan Kehandalan



                                                       Elemen Input :

                   S1        S2      K1         K1      S1, S2, S3, S4
      E le m e n
      In p u t


                        S3

                                          E le m e n
                                                       Elemen Proses     :
                        S4                O utp ut
                                                        Relai K1
      E le m e n        K1                    H1
      P ro s e s



                                                       Elemen Output :

                                                           Lampu H1

                                                       Sambungan antara elemen-elemen
                                                       tersebut melalui pengawatan.

                                  Gambar 1.1 Pengendali Dengan Pengawatan




                                                                                                2
Praktikum Otomasi


                                                      Elemen Input :

                                                      S1, S2, S3, S4



      E le m e n                                     Elemen Proses :
      In p u t     S1        S2   S3    S4

                                                      PLC

      E le m e n
      P ro s e s

                                                     Elemen Output :
      E le m e n
                        H1
      O utp ut                                       Lampu H1

                                                     Sambungan antara elemen-elemen

                                                     input dan output tidak melalui

                                                     pengawatan,tetapi melalui program.

                                       Gambar 1.2 Pengendali Dengan PLC
 3. Bagian-Bagian PLC




   Di dalam CPU PLC dapat dibayangkan seperti kumpulan ribuan relay. tetapi bukan berarti
di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil melainkan di dalam PLC
berisi rangkaian elektronika digital yang dapat difungsikan seperti contact NO dan contact
NC relay.           Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (NO/NC) dapat
digunakan berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi OUTPUT.               Jadi dapat
dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output
dengan contact yang sama.
                                                                                                     3
Praktikum Otomasi




               4
Praktikum Otomasi




Consule dengan PLC




  PC dengan PLC




                                    5
Praktikum Otomasi




Peralatan Input PLC




Peralatan Output PLC




                                      6
Praktikum Otomasi



4. Konsep Perancangan Sistem Kendali dengan PLC

 Dalam merancang suatu sistem kendali dibutuhkan pendekatan-pendekatan sistematis
 dengan prosedure sebagai berikut :

 A. Rancangan Sistem Kendali
    Dalam tahapan ini si perancang harus menentukan terlebih dahulu sistem apa yang
    akan dikendalikan dan proses bagaimana yang akan ditempuh. Sistem yang
    dikendalikan dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang
    sering secara umum disebut dengan controlled system.

 B. Penentuan I/O
    Pada tahap ini semua piranti masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan
    PLC harus ditentukan. Piranti masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain
    sedangkan piranti keluaran dapat berupa solenoid katup elektromagnetik dan lain-lain.

 C. Perancangan Program (Program Design)
    Setelah ditentukan input dan output maka dilanjutkan       dengan proses merancang
    program dalam bentuk ladder diagram dengan mengikuti aturan dan urutan operasi
    sistem kendali.

 D. Pemrograman (Programming)
 E. Menjalankan Sistem (Run The System)
    Pada tahapan ini perlu dideteksi adanya kesalahan-kesalahan satu persatu (debug), dan
    menguji secara cermat sampai kita memastikan bahwa sistem aman untuk dijalankan.




5. Diagram pengawatan




                                                                                            7
Praktikum Otomasi




                             Diagram pengawatan PLC Omron

 6. Pemrograman

   6.1. Pengalamatan Pada PLC

      Pada PLC untuk masukan dan keluaran diberikan alamat sesuai dengan tipe dan jenis
dari PLC tersebut. Pengalamatan pada PLC OMRON dengan PLC Mitsubhisi tidaklah sama.

                 CPM 1A (Omron)             CQM1/CQM1H (Omron)           Mitsubhisi
   Input         0000 – 00NN (4 digit)      00000 – 000NN (5 digit)      X000 – X00N
   Output        1000 – 10NN (4 digit)      10000 – 100NN (5 digit)      Y000 – Y00N



   6.2. Organisasi Program


      LADDER                       PLC OMRON

                                   LD         A
                                   OUT        X



                                   LD NOT     A
                                   OUT        X




                                                                                        8
Praktikum Otomasi



LD        A
AND       B
OUT       X



LD        A
AND NOT   B
OUT       X



LD        A
OR NOT    B
AND       C
OUT       X



LD        A
LD        B
OR        C
AND LD
OUT       X




                             9
Praktikum Otomasi



                                    PLC Omron
Operasi AND-LD
    00002        00004                          Kode mnemonik
                                                 Alamat    Instruksi         Operan
                                01000
                                                             LD                  00002
                                                             OR                  00003
                                                      001    LD                  00004
                                                             OR-NOT              00005
    00003        00005
                                                             AND-LD
                                                             OUT                 01000
Operasi OR-LD
      00002      00003
                                                Kode mnemonik
                            01001
                                                Alamat   Instruksi          Operan
                                                         LD                 00002
                                                         AND-NOT            00003
                                                001      LD                 00004
                                                         AND                00005
      00004      00005                                   OR-LD
                                                         OUT                01001

   Operasi ANB
        X000         X002
                                                Kode mnemonik
                                                Alamat   Instruksi        Operan
                                    Y000
                                                         LD               000
                                                         OR               001
                                                001      LD               002
                                                         OR NOT           003
        X001         X003                                AND LD
                                                         OUT              1000
Operasi ORB
      X000       X002


                             Y001               Kode mnemonic
                                                Alamat   Instruksi        Operan

                                                            LD            000

                                                            AND NOT       002
                                                001
       X001      X003                                       LD            001

                                                            AND           003

                                                            OR LD


                                                                                    10
Praktikum Otomasi



                                                                   OUT              1001




    6.3. Menggunakan Instruksi TR (PLC Omron)

Teori Pendukung
       Pada pemrograman PLC yang relatif kompleks, sering dijumpai Ladder Diagram dengan
beberapa titik percabangan. Dalam hal ini diperlukan tambahan instruksi untuk pemrograman
dengan titik percabangan tersebut, yaitu dengan menggunakan TR bit. TR bit untuk PLC
OMRON hanyalah sebanyak 8 buah, yaitu TR 0 sampai dengan TR 7. Instruksi ini diperlukan
sebab untuk Ladder diagram yang bercabang logikanya berubah lain dari pada umumnya.
Logika bitnya (ON/OFF nya) telah dipindahkan secara semu ke bagian kanan dari titik
percabangan.

      Jika terdapat titik percabangan yang lebih dari 8 titik, sebaiknya sedapat mungkin diubah
menjadi Ladder diagram yang tidak bercabang, sehingga lebih mudah dipahami dan lebih
mudah dalam memasukkan programnya dengan Programming console.



   Contoh :

       Contoh Ladder Diagram dibawah ini adalah benar dan perhatikan cara penulisan Kode
         Mnemonicnya.




                             TR 0




                                                                                             11
Praktikum Otomasi



Kode Mnemonic:



                 Alamat   Instruksi   Data operand
                 00000    LD           000.00
                 00001    OR           010.00
                 00002    AND NOT      000.01
                 00003    OUT          TR 0
                 00004    LD           TR 0
                 00005    AND          000.02
                 00006    OUT          010.00
                 00007    LD           TR 0
                 00008    AND          000.03
                 00009    OUT          010.01
                 00010    END          01




                                                                  12
Praktikum Otomasi




             13
Praktikum Otomasi



    Programming Console PLC OMRON

    Programming consolu adalah alat yang berfungsi untuk memprogram PLC tanpa bantuan

komputer. Pada saat kita akan memulai memrogram PLC dengan programming consolu,

sebaiknya kita mempelajari bagian bagian keyboard pada programming consule.


              PRO01E


                                                                   Layar LCD

                 MONITOR
             RUN        PROGRAM
                                                                   Saklar pilih
                                                                   Mode Operasi




                  FUN     SFT     NOT                     SHI FT


                  AND     OR
                                                                   Tombol
                                  CNT     TR      LR       HR
                                                                   Instruksi
                   LD     OUT
                                                  CH      CONT
                                  TI M    DM
                                                   «        #



                   7       8       9      EXT     CHG     SRCH



                                         PLAY
                   4       5       6      SET
                                                  DEL     MONTR
    Tombol                                                         Tombol
    Angka                                                          Operasi
                                          REC
                   1       2       3     RESET
                                                  I NS     

                   0              CLR    VER     WRI TE    

                  EAR     MI C




   Berdasarkan dari gambar dapat dijelaskan jenis dan fungsi dari masing masing tombol yang

terdapat di consule yang meliputi:


   1. FUN

   2. LD

   3. AND

   4. OR

   5. OUT

   6. TIM

   7. CNT

   8. NOT

   9. HR


                                                                                               14
Praktikum Otomasi



   10. TR

   11. SFT

   12. SHIFT




   Dalam programming console me-miliki 3 macam mode pengoperasian-nya yaitu:


PROGRAM : untuk membuat pro-gram atau membuat modifikasi atau perbaikan ke program

yang sudah ada.


MONITOR : digunakan ketika me-monitoring ketika PLC sedang beroperasi.


RUN : digunakan untuk meng-operasikan program tanpa dapat mengubah nilai setting yang

dapat diubah pada posisi monitor.




   INPUT PASSWORD

       PLC mempunyai sebuah sandi masukan kontrol untuk mencegah akses yang tidak

dikehendaki ke programnya. PLC selalu memberikan perintah untuk memasukkan sandi ketika

daya pertama kali dihubungkan atau setelah Programming Console dipasang saat PLC

beroperasi.



                                      <PROGRAM>

                                      PASSWORD!




       Untuk memasukkan sandi dengan cara menekan tombol CLR dan MONTR.


                     MONTR
              CLR                   CLR            <PROGRAM>
                                                                                      15
Praktikum Otomasi




   Setelah instruksi diatas maka PLC dapat dimasukkan program.

Cara menghapus instruksi

  1). Tempatkan alamat pada layar monitor console pada instruksi yang akan dihapus.

     Kemudian lakukan perintah sebagai berikut:



                  DEL                      00002       DELETED END

                                           Program yang semula dibawah



  2). Jika tampilan sudah seperti pada layar monitor diatas berarti instruksi yang tadi

     ditampilkan sudah terhapus.

Cara menyisipkan instruksi

  1) Tempatkan layar monitor pada instruksi yang akan ditempatkan dibawah instruksi

      yang akan disisipkan. Kemudian lakukan perintah sebagai berikut:


           INS                     00002           INSERT END

                                   Program yang disisipkan




  2) Setelah layar tertampil seperti diatas maka penyisipan program sudah selesai.




4.3. Cara penulisan program dan penjalanannya

1. Set switch selector mode menggunakan kunci ke posisi PROGRAM . Tekan CLEAR bila

   perlu sampai alamat 00000 tampil pada layar.




                                                                                            16
Praktikum Otomasi



  2. Tulis Mnemonic dari program yang kita buat. Setiap penulisan mnemonic diakhiri dengan

     menekan tombol WRITE/ENTER.

  3. Pada akhir program jangan lupa memasukkan instruksi END yang menandakan akhir

     dari program. Untuk memasukkan instruksi END adalah dengan memilih FUN kemudian

     isikan data 01.

  4. Untuk mengeksekusi program, pindahkan mode dari PROGRAM ke MONITOR atau

     RUN.

  5. Untuk memonitor keadaan kontak saat program dijalankan tekan CLEAR saat mode

     RUN tekan panah kebawah, maka alamat mnemonic akan dapat termonitor.

Menuliskan instruksi dan peralatan


      Untuk menuliskan instruksi dan peralatan, kita perlu menuliskan istruksi tersebut lalu

   menuliskan simbol dan nomornya dan diakhiri dengan tombol eksekusi (GO).


   Contoh: menuliskan program mnemonic sebagai berikut


      LD     X         000


      OUT    Y         000


   Maka urutan penekanan tombolnya adalah:


            WR               LD            X             000            GO



            OUT               Y            000            GO




   Gambar 2.10. Menuliskan instruksi dan peralatan



                                                                                           17
Praktikum Otomasi




Menghapus semua program


     Ada kalanya kita harus menuliskan program baru yang benar-benar berbeda dari

  program yang telah di tuliskan ke dalam PLC sebelumnya. dengan metoda ini, program

  yang telah tertulis di dalam PLC akan terhapus seluruhnya.


  Untuk menggunakan prosedur ini , tombol yang harus kita tekan adalah:



         WR             NOP              A             GO             GO




  Gambar 2.14. Menghapus semua program




Membaca program


     Prosedur ini biasa digunakan saat semua program telah kita masukkan dan kita ingin

  membaca atau mungkin memeriksanya lagi. Bila kita menggunakan prosedur ini, PLC akan

  memberi tanda khusus pada semua instruksi inverse. Pemberian tanda dimaksudkan agar

  programmer tidak salah membaca instruksi antara yang kontak dan yang tidak kontak

  (inverse).


  Untuk menggunakan prosedur ini , tombol yang harus kita tekan adalah:



                           Tampilkan Instruksi
           RD                                                  STEP
                           Program



                Nomor
                STEP              GO


                                                                                        18
Praktikum Otomasi




  Gambar 2.16. Membaca program




INSTRUKSI INSTRUKSI DASAR PLC

    Didalam pemrograman PLC terdapat beberapa instruksi –
instruksi dasar yang sering digunakan. berikut beberapa contoh
dari instruksi - instruksi dasar yang menggunakan software CX -
Programmer.

a. Instruksi Counter

Instruksi Counter digunakan untuk menghitung input yang
masuk ke dalam counter tersebut.




Gambar 7.1 contoh program instruksi Counter




                                                                  19
Praktikum Otomasi



Cara kerja instruksi counter adalah, Ketika counter (CNT 0000)
Mendapat input sebanyak dari set value maka akan
mengaktifkan contact C0000 sehingga output (1.00) akan aktif.
Sedangkan untuk mereset counter bisa menggunakan input
0.01.



b. Instuksi Timer

Pada sebagian besar aplikasi kontrol terdapat peralatan untuk
beberapa aspek kontrol pewaktuan ( timing ). PLC mempunyai
fasilitas pewaktuan untuk program yang dapat digunakan.
Metode umum dari pemrograman sebuah rangkaian timer
adalah untuk menentukan interval yang dihitung dari suatu
kondisi atau keadaan



Cara kerja dari instruksi Timer adalah, ketika Timer (TIM 0000)
mendapatkan input selama set value akan mengaktifkan
contact-contactnya (T0000). Lebih jelasnya bisa dilihat pada
gambar 7.2.

                                                                   20
Praktikum Otomasi




Catatan: dalam satu program alamat nomer Counter dan Timer
tidak boleh sama. Misal, jika alamat nomer counter 0000 maka
alamat Timer tidak boleh menggunakan alamat 0000. Set value
timer adalah set x 10. Sehingga misal set value yang diinginkan
10 detik maka penulisan set valuenya adalah 10 detik x 10 =
#100




Gambar 7.2 contoh program instruksi Timer



c. Instruksi IL dan ILC

    IL adalah singkatan dari Inter Lock sedangkan ILC adalah
singkatan dari Interlock Clear berfungsi untuk mengunci
program.Biasanya IL dan ILC digunakan untuk tombol
Emergency.

                                                                   21
Praktikum Otomasi




Gambar 7.3 contoh program instruksi IL dan ILC



Cara kerja dari instruksi IL dan ILC adalah, apabila tombol
emergency (input 0.02) ditekan maka semua diantara instruksi
IL dan ILC tidak akan aktif.



d. Instruksi DIFU/DIFD

Aplikasi kontrol ini berfungsi untuk mengaktifkan output
selama satu scan.




Gambar 7.4 Time chart DIFU / DIFD




                                                                    22
Praktikum Otomasi



Untuk mengaktifkan output selama satu scan selain
menggunakan instruksi DIFU / DIFD juga bisa menggunakan
contact dengan differentiation up/down. Untuk membuat
instruksi contact dengan differentiation up/down yaitu, klik
New Contact – Detail>> – Differentiation up / down. Seperti
gambar 7.5.




Gambar 7.5 cara membuat instruksi contact dengan
differentiation up



e.   Instruksi Holding Relay

Holding Relay adalah relay internal yang bisa di pakai untuk
menahan system yang sedang bekerja walau aliran supply
power off, misalnya jika Sumber Power/ PLN mati, apabila di

                                                                   23
Praktikum Otomasi



pasang holding Relay maka proses bisa tetap lanjut tidak mulai
dari awal lagi.




Gambar 7.6 contoh program instruksi Holding Relay



f. Instruksi Compare

Instuksi ini digunakan untuk membandingkan dua buah data .




Gambar 7.7 contoh program instruksi Compare



Cara kerja instruksi Compare adalah apabila data D100 < D200
maka output (1.02) akan aktif, jika D100 = D200 maka output
(1.03) akan aktif, dan apabila D100 > D200 maka output (1.03)
yang akan aktif.

                                                                  24
Praktikum Otomasi




g. Instruksi MOV

Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data



h. Instruksi Scaling/SCL

Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit
data hexadecimal menjadi 4 digit BCD.




                                                                   25
Praktikum Otomasi




g. Instruksi MOV

Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data



h. Instruksi Scaling/SCL

Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit
data hexadecimal menjadi 4 digit BCD.




                                                                   25
Praktikum Otomasi




g. Instruksi MOV

Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data



h. Instruksi Scaling/SCL

Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit
data hexadecimal menjadi 4 digit BCD.




                                                                   25

Plc omron

  • 1.
    Praktikum Otomasi PLC OMRON Postedby iswanto PLC adalah Programmable Logic Controller, artinya pengontrol atau pengendali yang dapat di program ulang kembali. PLC merupakan suatu unit yang secara khusus dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi lainnya. lebih lengkapnya klik disini 1
  • 2.
    Praktikum Otomasi 1. Apaitu PLC ? PLC adalah Programmable Logic Controller, artinya pengontrol atau pengendali yang dapat di program ulang kembali. PLC merupakan suatu unit yang secara khusus dirancang untuk menangani suatu sistem kontrol otomatis pada mesin-mesin industri ataupun aplikasi lainnya. 2. Kelebihan PLC dibanding dengan Kendali Konvensional Dapat diprogram untuk aplikasi baru Pemrograman sederhana Perubahan program tanpa harus merubah sistem (tidak ada perubahan instalasi di dalamnya) Perubahan dan pengkoreksian kesalahan sistem lebih mudah Menyederhanakan komponen-komponen sistem kontrol Sederhana, biaya perawatan murah Fleksibel dan Kehandalan Elemen Input : S1 S2 K1 K1 S1, S2, S3, S4 E le m e n In p u t S3 E le m e n Elemen Proses : S4 O utp ut Relai K1 E le m e n K1 H1 P ro s e s Elemen Output : Lampu H1 Sambungan antara elemen-elemen tersebut melalui pengawatan. Gambar 1.1 Pengendali Dengan Pengawatan 2
  • 3.
    Praktikum Otomasi Elemen Input : S1, S2, S3, S4 E le m e n Elemen Proses : In p u t S1 S2 S3 S4 PLC E le m e n P ro s e s Elemen Output : E le m e n H1 O utp ut Lampu H1 Sambungan antara elemen-elemen input dan output tidak melalui pengawatan,tetapi melalui program. Gambar 1.2 Pengendali Dengan PLC 3. Bagian-Bagian PLC Di dalam CPU PLC dapat dibayangkan seperti kumpulan ribuan relay. tetapi bukan berarti di dalamnya terdapat banyak relay dalam ukuran yang sangat kecil melainkan di dalam PLC berisi rangkaian elektronika digital yang dapat difungsikan seperti contact NO dan contact NC relay. Bedanya dengan relay bahwa satu nomor contact relay (NO/NC) dapat digunakan berkali-kali untuk semua instruksi dasar selain instruksi OUTPUT. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam suatu pemrograman PLC tidak diijinkan menggunakan output dengan contact yang sama. 3
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Praktikum Otomasi Peralatan InputPLC Peralatan Output PLC 6
  • 7.
    Praktikum Otomasi 4. KonsepPerancangan Sistem Kendali dengan PLC Dalam merancang suatu sistem kendali dibutuhkan pendekatan-pendekatan sistematis dengan prosedure sebagai berikut : A. Rancangan Sistem Kendali Dalam tahapan ini si perancang harus menentukan terlebih dahulu sistem apa yang akan dikendalikan dan proses bagaimana yang akan ditempuh. Sistem yang dikendalikan dapat berupa peralatan mesin ataupun proses yang terintegrasi yang sering secara umum disebut dengan controlled system. B. Penentuan I/O Pada tahap ini semua piranti masukan dan keluaran eksternal yang akan dihubungkan PLC harus ditentukan. Piranti masukan dapat berupa saklar, sensor, valve dan lain-lain sedangkan piranti keluaran dapat berupa solenoid katup elektromagnetik dan lain-lain. C. Perancangan Program (Program Design) Setelah ditentukan input dan output maka dilanjutkan dengan proses merancang program dalam bentuk ladder diagram dengan mengikuti aturan dan urutan operasi sistem kendali. D. Pemrograman (Programming) E. Menjalankan Sistem (Run The System) Pada tahapan ini perlu dideteksi adanya kesalahan-kesalahan satu persatu (debug), dan menguji secara cermat sampai kita memastikan bahwa sistem aman untuk dijalankan. 5. Diagram pengawatan 7
  • 8.
    Praktikum Otomasi Diagram pengawatan PLC Omron 6. Pemrograman 6.1. Pengalamatan Pada PLC Pada PLC untuk masukan dan keluaran diberikan alamat sesuai dengan tipe dan jenis dari PLC tersebut. Pengalamatan pada PLC OMRON dengan PLC Mitsubhisi tidaklah sama. CPM 1A (Omron) CQM1/CQM1H (Omron) Mitsubhisi Input 0000 – 00NN (4 digit) 00000 – 000NN (5 digit) X000 – X00N Output 1000 – 10NN (4 digit) 10000 – 100NN (5 digit) Y000 – Y00N 6.2. Organisasi Program LADDER PLC OMRON LD A OUT X LD NOT A OUT X 8
  • 9.
    Praktikum Otomasi LD A AND B OUT X LD A AND NOT B OUT X LD A OR NOT B AND C OUT X LD A LD B OR C AND LD OUT X 9
  • 10.
    Praktikum Otomasi PLC Omron Operasi AND-LD 00002 00004 Kode mnemonik Alamat Instruksi Operan 01000 LD 00002 OR 00003 001 LD 00004 OR-NOT 00005 00003 00005 AND-LD OUT 01000 Operasi OR-LD 00002 00003 Kode mnemonik 01001 Alamat Instruksi Operan LD 00002 AND-NOT 00003 001 LD 00004 AND 00005 00004 00005 OR-LD OUT 01001 Operasi ANB X000 X002 Kode mnemonik Alamat Instruksi Operan Y000 LD 000 OR 001 001 LD 002 OR NOT 003 X001 X003 AND LD OUT 1000 Operasi ORB X000 X002 Y001 Kode mnemonic Alamat Instruksi Operan LD 000 AND NOT 002 001 X001 X003 LD 001 AND 003 OR LD 10
  • 11.
    Praktikum Otomasi OUT 1001 6.3. Menggunakan Instruksi TR (PLC Omron) Teori Pendukung Pada pemrograman PLC yang relatif kompleks, sering dijumpai Ladder Diagram dengan beberapa titik percabangan. Dalam hal ini diperlukan tambahan instruksi untuk pemrograman dengan titik percabangan tersebut, yaitu dengan menggunakan TR bit. TR bit untuk PLC OMRON hanyalah sebanyak 8 buah, yaitu TR 0 sampai dengan TR 7. Instruksi ini diperlukan sebab untuk Ladder diagram yang bercabang logikanya berubah lain dari pada umumnya. Logika bitnya (ON/OFF nya) telah dipindahkan secara semu ke bagian kanan dari titik percabangan. Jika terdapat titik percabangan yang lebih dari 8 titik, sebaiknya sedapat mungkin diubah menjadi Ladder diagram yang tidak bercabang, sehingga lebih mudah dipahami dan lebih mudah dalam memasukkan programnya dengan Programming console. Contoh : Contoh Ladder Diagram dibawah ini adalah benar dan perhatikan cara penulisan Kode Mnemonicnya. TR 0 11
  • 12.
    Praktikum Otomasi Kode Mnemonic: Alamat Instruksi Data operand 00000 LD 000.00 00001 OR 010.00 00002 AND NOT 000.01 00003 OUT TR 0 00004 LD TR 0 00005 AND 000.02 00006 OUT 010.00 00007 LD TR 0 00008 AND 000.03 00009 OUT 010.01 00010 END 01 12
  • 13.
  • 14.
    Praktikum Otomasi Programming Console PLC OMRON Programming consolu adalah alat yang berfungsi untuk memprogram PLC tanpa bantuan komputer. Pada saat kita akan memulai memrogram PLC dengan programming consolu, sebaiknya kita mempelajari bagian bagian keyboard pada programming consule. PRO01E Layar LCD MONITOR RUN PROGRAM Saklar pilih Mode Operasi FUN SFT NOT SHI FT AND OR Tombol CNT TR LR HR Instruksi LD OUT CH CONT TI M DM « # 7 8 9 EXT CHG SRCH PLAY 4 5 6 SET DEL MONTR Tombol Tombol Angka Operasi REC 1 2 3 RESET I NS  0 CLR VER WRI TE  EAR MI C Berdasarkan dari gambar dapat dijelaskan jenis dan fungsi dari masing masing tombol yang terdapat di consule yang meliputi: 1. FUN 2. LD 3. AND 4. OR 5. OUT 6. TIM 7. CNT 8. NOT 9. HR 14
  • 15.
    Praktikum Otomasi 10. TR 11. SFT 12. SHIFT Dalam programming console me-miliki 3 macam mode pengoperasian-nya yaitu: PROGRAM : untuk membuat pro-gram atau membuat modifikasi atau perbaikan ke program yang sudah ada. MONITOR : digunakan ketika me-monitoring ketika PLC sedang beroperasi. RUN : digunakan untuk meng-operasikan program tanpa dapat mengubah nilai setting yang dapat diubah pada posisi monitor. INPUT PASSWORD PLC mempunyai sebuah sandi masukan kontrol untuk mencegah akses yang tidak dikehendaki ke programnya. PLC selalu memberikan perintah untuk memasukkan sandi ketika daya pertama kali dihubungkan atau setelah Programming Console dipasang saat PLC beroperasi. <PROGRAM> PASSWORD! Untuk memasukkan sandi dengan cara menekan tombol CLR dan MONTR. MONTR CLR CLR <PROGRAM> 15
  • 16.
    Praktikum Otomasi Setelah instruksi diatas maka PLC dapat dimasukkan program. Cara menghapus instruksi 1). Tempatkan alamat pada layar monitor console pada instruksi yang akan dihapus. Kemudian lakukan perintah sebagai berikut: DEL 00002 DELETED END Program yang semula dibawah 2). Jika tampilan sudah seperti pada layar monitor diatas berarti instruksi yang tadi ditampilkan sudah terhapus. Cara menyisipkan instruksi 1) Tempatkan layar monitor pada instruksi yang akan ditempatkan dibawah instruksi yang akan disisipkan. Kemudian lakukan perintah sebagai berikut: INS 00002 INSERT END Program yang disisipkan 2) Setelah layar tertampil seperti diatas maka penyisipan program sudah selesai. 4.3. Cara penulisan program dan penjalanannya 1. Set switch selector mode menggunakan kunci ke posisi PROGRAM . Tekan CLEAR bila perlu sampai alamat 00000 tampil pada layar. 16
  • 17.
    Praktikum Otomasi 2. Tulis Mnemonic dari program yang kita buat. Setiap penulisan mnemonic diakhiri dengan menekan tombol WRITE/ENTER. 3. Pada akhir program jangan lupa memasukkan instruksi END yang menandakan akhir dari program. Untuk memasukkan instruksi END adalah dengan memilih FUN kemudian isikan data 01. 4. Untuk mengeksekusi program, pindahkan mode dari PROGRAM ke MONITOR atau RUN. 5. Untuk memonitor keadaan kontak saat program dijalankan tekan CLEAR saat mode RUN tekan panah kebawah, maka alamat mnemonic akan dapat termonitor. Menuliskan instruksi dan peralatan Untuk menuliskan instruksi dan peralatan, kita perlu menuliskan istruksi tersebut lalu menuliskan simbol dan nomornya dan diakhiri dengan tombol eksekusi (GO). Contoh: menuliskan program mnemonic sebagai berikut LD X 000 OUT Y 000 Maka urutan penekanan tombolnya adalah: WR LD X 000 GO OUT Y 000 GO Gambar 2.10. Menuliskan instruksi dan peralatan 17
  • 18.
    Praktikum Otomasi Menghapus semuaprogram Ada kalanya kita harus menuliskan program baru yang benar-benar berbeda dari program yang telah di tuliskan ke dalam PLC sebelumnya. dengan metoda ini, program yang telah tertulis di dalam PLC akan terhapus seluruhnya. Untuk menggunakan prosedur ini , tombol yang harus kita tekan adalah: WR NOP A GO GO Gambar 2.14. Menghapus semua program Membaca program Prosedur ini biasa digunakan saat semua program telah kita masukkan dan kita ingin membaca atau mungkin memeriksanya lagi. Bila kita menggunakan prosedur ini, PLC akan memberi tanda khusus pada semua instruksi inverse. Pemberian tanda dimaksudkan agar programmer tidak salah membaca instruksi antara yang kontak dan yang tidak kontak (inverse). Untuk menggunakan prosedur ini , tombol yang harus kita tekan adalah: Tampilkan Instruksi RD STEP Program Nomor STEP GO 18
  • 19.
    Praktikum Otomasi Gambar 2.16. Membaca program INSTRUKSI INSTRUKSI DASAR PLC Didalam pemrograman PLC terdapat beberapa instruksi – instruksi dasar yang sering digunakan. berikut beberapa contoh dari instruksi - instruksi dasar yang menggunakan software CX - Programmer. a. Instruksi Counter Instruksi Counter digunakan untuk menghitung input yang masuk ke dalam counter tersebut. Gambar 7.1 contoh program instruksi Counter 19
  • 20.
    Praktikum Otomasi Cara kerjainstruksi counter adalah, Ketika counter (CNT 0000) Mendapat input sebanyak dari set value maka akan mengaktifkan contact C0000 sehingga output (1.00) akan aktif. Sedangkan untuk mereset counter bisa menggunakan input 0.01. b. Instuksi Timer Pada sebagian besar aplikasi kontrol terdapat peralatan untuk beberapa aspek kontrol pewaktuan ( timing ). PLC mempunyai fasilitas pewaktuan untuk program yang dapat digunakan. Metode umum dari pemrograman sebuah rangkaian timer adalah untuk menentukan interval yang dihitung dari suatu kondisi atau keadaan Cara kerja dari instruksi Timer adalah, ketika Timer (TIM 0000) mendapatkan input selama set value akan mengaktifkan contact-contactnya (T0000). Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 7.2. 20
  • 21.
    Praktikum Otomasi Catatan: dalamsatu program alamat nomer Counter dan Timer tidak boleh sama. Misal, jika alamat nomer counter 0000 maka alamat Timer tidak boleh menggunakan alamat 0000. Set value timer adalah set x 10. Sehingga misal set value yang diinginkan 10 detik maka penulisan set valuenya adalah 10 detik x 10 = #100 Gambar 7.2 contoh program instruksi Timer c. Instruksi IL dan ILC IL adalah singkatan dari Inter Lock sedangkan ILC adalah singkatan dari Interlock Clear berfungsi untuk mengunci program.Biasanya IL dan ILC digunakan untuk tombol Emergency. 21
  • 22.
    Praktikum Otomasi Gambar 7.3contoh program instruksi IL dan ILC Cara kerja dari instruksi IL dan ILC adalah, apabila tombol emergency (input 0.02) ditekan maka semua diantara instruksi IL dan ILC tidak akan aktif. d. Instruksi DIFU/DIFD Aplikasi kontrol ini berfungsi untuk mengaktifkan output selama satu scan. Gambar 7.4 Time chart DIFU / DIFD 22
  • 23.
    Praktikum Otomasi Untuk mengaktifkanoutput selama satu scan selain menggunakan instruksi DIFU / DIFD juga bisa menggunakan contact dengan differentiation up/down. Untuk membuat instruksi contact dengan differentiation up/down yaitu, klik New Contact – Detail>> – Differentiation up / down. Seperti gambar 7.5. Gambar 7.5 cara membuat instruksi contact dengan differentiation up e. Instruksi Holding Relay Holding Relay adalah relay internal yang bisa di pakai untuk menahan system yang sedang bekerja walau aliran supply power off, misalnya jika Sumber Power/ PLN mati, apabila di 23
  • 24.
    Praktikum Otomasi pasang holdingRelay maka proses bisa tetap lanjut tidak mulai dari awal lagi. Gambar 7.6 contoh program instruksi Holding Relay f. Instruksi Compare Instuksi ini digunakan untuk membandingkan dua buah data . Gambar 7.7 contoh program instruksi Compare Cara kerja instruksi Compare adalah apabila data D100 < D200 maka output (1.02) akan aktif, jika D100 = D200 maka output (1.03) akan aktif, dan apabila D100 > D200 maka output (1.03) yang akan aktif. 24
  • 25.
    Praktikum Otomasi g. InstruksiMOV Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data h. Instruksi Scaling/SCL Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit data hexadecimal menjadi 4 digit BCD. 25
  • 26.
    Praktikum Otomasi g. InstruksiMOV Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data h. Instruksi Scaling/SCL Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit data hexadecimal menjadi 4 digit BCD. 25
  • 27.
    Praktikum Otomasi g. InstruksiMOV Instruksi ini digunakan untuk memindahkan data h. Instruksi Scaling/SCL Instruksi ini digunakan untuk mengkonversi secara linier 4 digit data hexadecimal menjadi 4 digit BCD. 25