SlideShare a Scribd company logo
1 of 6
Peran dan Tantangan Internal Auditor
menyongsong Era Revolusi Industri 4.0.
Oleh:
Sujatmiko Wibowo
Auditor Ahli Muda Itjen Kemenristekdikti
Revolusi industri merupakan suatu perubahan secara cepat di bidang ekonomi yaitu dari
kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah
bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh
Friedrich dan Louis Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke 18. (Latucosina MA, 2017).
Menurut Latucosina MA, 2017, Revolusi Industri yang pertama terjadi di Inggris sekitar
tahun 1760, ditandai dengan masih dipergunakannya teknik kuno, yaitu penggunaan uap untuk
menggerakkan mesin yang berbahan bakar kayu atau batu bara. Revolusi Industri kedua terjadi
di Amerika Serikat dan Uni Soviet pada abad ke-20. ditandai dengan penggunaan teknik baru
berupa mesin bermotor yang berbahan bakar listrik atau bensin. Revolusi tahap kedua ini
terjadi di Amerika Serikat dan Jerman pada abad ke-19. Revolusi Industri III ditandai dengan
penggunaan teknik kimia-hayati berbahan bakar atom atau nuklir. yang juga dikenal sebagai
Revolusi Digital, yang ditandai oleh proliferasi komputer dan otomatisasi pencatatan di semua
bidang. Otomatisasi di semua bidang dan konektivitas adalah tanda-tanda yang nyata.
Salah satu petanda unik dan khusus dari Revolusi Industri keempat adalah terjadinya
aplikasi Artificial Intelligence (AI). Transformasi pada Revolusi Industri keempat ini berbeda
dari pendahulunya dalam beberapa aspek. Pertama, inovasi dapat dikembangkan dan
disebarkan lebih cepat dari sebelumnya. Kedua, adanya penurunan biaya produksi marginal
secara signifikan dan munculnya platform yang menggabungkan beberapa aktivitas
konsentrasi di beberapa sektor dan meningkatkan agregat hasil. Ketiga, revolusi ini terjadi pada
tingkat global dan akan mempengaruhi, serta dibentuk oleh, hampir semua negara. Akibatnya,
revolusi industri keempat ini akan berdampak sangat sistemik di banyak tempat.
(https://www.researchgate.net/publication/293695551)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam paparannya pada Dies Natalis
Universitas Indonesia ke-68 menegaskan pentingnya respons aktif perguruan tinggi dalam
menghadapi revolusi industri 4.0. dalam kesempatan tersebut juga menyatakan bahwa
Indonesia masih banyak membutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk
memenangkan kompetisi global. Melalui perguruan tinggi (PT), sumber daya manusia
progresif dihasilkan yang diharapkan mampu memberikan terobosan dan antisipatif dalam
merespons revolusi industri 4.0. Menurut Presiden, kemajuan Indonesia tidak mungkin dicapai
dengan upaya yang biasa saja. Bahkan standar keilmuan pun, diakuinya terus berevolusi
mengejar perkembangan zaman dan Indonesia harus terbuka pada hal tersebut. (Kabar24.com
edisi 2 Februari 2018).
Hal senada disampaikan pada lokakarya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Vietnam
(setingkat Inspektorat Jenderal Kementerian di Indonesia) pada tanggal 15 November 2017,
diantaranya bahwa pengetahuan tentang revolusi industri 4.0 dan mengidentifikasikan
tantangan-tantangan untuk berinisitatif mengajar kecenderungan zaman dan melakukan
integrasi dengan dunia yang berbudaya dan sedang melangkah maju dengan kuat ke era
revolusi industri 4.0, hal yang penting yaitu harus melakukan pembaruan menurut arah
modernisasi dari pendidikan untuk menciptakan barisan pekerja yang cukup pengetahuan dan
ketrampilan untuk menghadapi zaman baru. Pada masa depan, semua unit BPK negera
Vietnam dari berbagai kementerian, instansi dan daerah akan memperkuat penerapan teknologi
digital ke dalam aktivitasnya, dari aktivitas pengelolaan sampai keuangan dan audit.
(http://vovworld.vn/Industrial revolution 4.0 and challenges to the State Finance Audit-
594783.vov)
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyiapkan 5
elemen yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi untuk menghadapi revolusi industri 4.0.
Revolusi industri 4.0 akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk bidang
pengetahuan di pendidikan tinggi. Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 Kemenristekdikti
harus berupaya untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih inovatif, rekonstruksi
kebijakan kelembagaan, peningkatan kualitas dosen, dan terobosan hasil riset. Disrupsi
teknologi membawa segala hal menjadi tanpa batas. Pasalnya, perkembangan internet dan
teknologi digital sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin
semakin masif dan revolusi industri 4.0 harus direspons secara cepat dan tepat oleh seluruh
pemangku kepentingan. (www.pikiranrakyat.com edisi 17 Januari 2018)
Menristekdikti Mohammad Nasir pada kesempatan Rapat Kerja Nasional (rekernas)
Kemenristekdikti Tahun 2018 menyampaikan persiapan kemenristekdikti dalam menyongsong
era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Pertama, perguruan tinggi dituntut mempersiapkan sistem
distance/online learning yg merujuk pada Peraturan Menteri tentang Standar Pendidikan
Tinggi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kedua, Kemenristekdikti dan perguruan tinggi harus
melakukan penyediaan infrastruktur yang mendukung gaya pendidikan di era revolusi industri
4.0, serta melaksanakan rekrutmen dan manajemen dosen yang relevan dengan perkembangan
zaman guna menyediakan sumber daya manusia (SDM) masa depan Indonesia yang
berkualitas. Selain itu, Menristekdikti juga menyamaikan perlunya penyelarasan paradigma
tridarma perguruan tinggi dengan era industri 4.0 dan perguruan tinggi dan lembaga litbang
diwajibkan melakukan harmonisasi hasil-hasil riset pengembangan dan penerapan teknologi
melalui Lembaga Manajemen Inovasi, serta perguruan tinggi diwajibkan melaksanakan proses
inovasi produk melalui inkubasi dan pembelajaran berbasis industri.
(http://www.republika.co.id edisi 17 Januari 2018)
Pada kesempatan Rakernas tersebut, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan
(Belmawa), Intan Ahmad menyampaikan bahwa kebijakan Pendidikan Tinggi menyongsong
era revolusi industri 4.0 diantaranya adalah : a. Reorientasi kurikulum; b. Hybrid/Blended
Learning, Online; c. Unit Khusus Lifelong Learning; d. Hibah dan Bimtek dari Belmawa untuk
reorientasi kurikulum bagi 400 Perguruan Tinggi. Reorientasi kurikulum diwujudkan dengan
pengembangan literasi baru dalam pengajaran (data, teknologi, humanities), kegiatan ekstra
kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim agar terus
dikembangkan, serta kewajiban pembelajaran entrepreneurship dan internship. Penerapkan
Hybrid/Blended Learning Online diantaranya adalah dengan sisem pengajaran secara online
melalui Sistem Pembelajaran Daring Indonesia dan Video Conference, Online Learning,
Resource Sharing (SPADA-IdREN). Perguruan tinggi ke depan juga diharapkan membentuk
Unit Khusus Lifelong Learning, yaitu sebagai fasilitator semua kalangan masyarakat dengan
konsep belajar sepanjang hayat. Program ini disediakan untuk pembelajar lanjut yang ingin
memperoleh pengetahuan/ keterampilan atau kompetensi baru yang sesuai dengan perubahan
teknologi/pekerjaan. Dirjen Belmawa akan memberikan Bimbingan Teknis dan Hibah untuk
reorientasi kurikulum untuk 400 perguruan tinggi sesuai dengan milestone SPADA 2018 –
2020. Disamping itu, Dirjen Belamwa juga menyampaikan bahwa literasi manusia menjadi
penting untuk bertahan di era ini, tujuannya adalah agar manusia bisa berfungsi dengan baik
dilingkungan manusia dan dapat memahami interaksi dengan sesama manusia. Oleh karena itu
universitas perlu mencari metoda untuk mengembangkan kapasitas kognitif mahasiswa: higher
order mental skills, berpikir kritis & sistemik, amat penting untuk bertahan di era revolusi
industri 4.0. (http://belmawa.ristekdikti.go.id)
Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 15
Tahun 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan
Tinggi, Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan intern di
lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Diantaranya
menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; b. pelaksanaan pengawasan intern di
lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi terhadap kinerja dan
keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya; c.
pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan menteri; d. penyusunan laporan
hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; e.
pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal; dan f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan
Menteri.
Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti dibentuk pada tahun 2015 berdasarkan
penggabungan Inspektorat Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penggabungan ini dimaksudkan
untuk menanggulangi banyaknya permasalahan pada perguruan tinggi baik negeri maupun
swasta. Penggabungan ini memerlukan dukungan seperti anggaran, sumber daya manusia serta
sarana dan prasarana. Permasalahan yang dihadapi oleh Itjen Kemenristekdikti saat ini
diantaranya adalah kurangnya sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana dan
ruang kantor yang kurang memadai serta peningkatan kualitas. (Laporam Kinerja Itjen
Kemenristekdikti Tahun 2016)
Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
Nomor 16 Tahun 2015 tentang Pedoman Teknis Peningkatan Kapabilitas APIP menyebutkan
bahwa salah satu alat yang dipakai untuk mengukur efektifitas peran audit intern di sektor
publik adalah model penilaian yang disebut Internal Audit Capability Model (IA-CM). Pada
IA-CM terdapat lima tingkat kapabilitas (capability levels) pengawasan internal, dari yang
terendah sampai tertinggi yaitu (1) initial; (2) Infrastructure; (3) Integrated; (4) Managed; dan
(5) Optimizing. Hasil penilaian BPKP (2016) terhadap kinerja Aparat Pengawasan Intern
Pemerintah (APIP) dengan menggunakan pendekatan IA-CM, Inspektorat Jenderal
Kemenristekdikti berada pada level 2 (infrastructure). Hal ini berarti bahwa Itjen
Kemenristekdikti dinilai belum dapat berperan baik menyelesaikan permasalahan stratejik,
memberikan assurance atas efisien dan efektifitas, serta belum dapat berperan sebagai early
warning system dalam pencegahan korupsi. Dengan kondisi Itjen Kemenristekdikti yang
dianggap belum mampu berperan sebagai early warning system dalam pencegahan korupsi
tersebut, maka peran manajemen dalam hal ini pengendalian internal pada setiap unit satuan
kerja sangat berperan dalam pencegahan adanya perilaku fraud dan korupsi pada organisasi.
(Laporan Hasil Validasi atas Penilaian Mandiri Kapabilitas Itjen Kemenristekdikti).
Berdasarkan Laporan Hasil Penilaian tingkat Maturitas Penyelenggaraan SPIP
Kemenristekdikti tahun 2016, masih berada di level “berkembang”, dengan nilai rata-rata
maturitas sebesar 2,499. Dengan maturitas “berkembang”, maka terdapat sub unsur yang masih
memerlukan perbaikan, diantaranya : peran APIP yang efektif, identifikasi dan analisis risiko,
pengendalian fisik atas aset dan pemantauan yang berkelanjutan. Dalam laporan tersebut juga
disebutkan beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan, diantaranya penguatan peran
Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti, mendorong disusunnya ketentuan tentang penerapan
manajemen risiko, melakukan penilaian risiko secara lebih komprehensif, peningkatan
akuntabilitas pengeloaan keuangan negara, serta menjalankan fungsi pemantauan secara
berkelanjutan.
Menurut Hery (2018), audit internal (Inspektorat Jenderal) dibentuk untuk
mengembangkan dan menjaga efektifivitas sistem pengendalian internal, menjamin
terlaksananya good governance untuk menghindari terjadinya keterpurukan serta kegagalan
dalam organisasi. Agar peran dari pengawas internal ini dapat berjalan dengan efektif, ada lima
hal yang dapat dijadikan sebagai benchmark dalam menilai kualitas dari dilakukannya sebuah
audit internal dalam organisasi. Kelima indikator tersebut adalah watchdog, kinerja auditan,
preventif, konsultan internal, dan pengetahuan.
1. Watchdog
Orientasi pelaksanaan audit internal seyogyanya tidak terbatas pada pengawasan ketaatan
atau kepatuhan terhadap segala prosedur, ketetapan dan kebijakan manajemen semata.
Dalam era globalisasi, sifat pekerjaan audit internal yang hanya sebatas pada compliance
audit ini sudah tidak lagi memenuhi harapan manajemen. Auditor internal tidak hanya
sekedar menjadi penjaga yang menunggu hingga proses pemeriksaan dilakukan di tahap
akhir, akan tetapi sudah sejak dari awal seharusnya auditor internal dapat membantu
memberi keyakinan dan masukan konsultatif kepada manajemen secara independen untuk
memastikan bahwa keseluruhan proses telah berada pada jalur yang benar.
2. Kinerja Auditan
Audit internal yang dilakukan secara efektif dalam sebuah organisasi akan dapat
memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja satuan kerja/auditan. Dalam
melakukan auditnya, auditor internal harus dapat menilai, mengevaluasi, termasuk
memberikan rekomendasi kepada satuan kerja mengenai seberapa jauh tingkat efisiensi dari
penggunaan sumber daya yang ada dalam suatu organisasi. Sebuah audit internal yang
berkualitas tentu saja harus dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dan secara
langsung akan berdampak terhadap peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.
3. Preventif
Audit internal terhadap kegiatan operasional satuan kerja seyogyanya dilaksanakan secara
teratur, baik sebelum dirasakan adanya suatu masalah maupun sesudah terlanjur terjadi
masalah. Audit internal yang dilakukan secara teratur dapat mencegah terjadinya suatu
masalah, karena auditor internal akan dapat dengan segera mengetahui dan mengatasi
masalah serta mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasinya sebelum masalah
tersebut menjadi berkelanjutan. Suatu audit internal dapat dikatakan berkualitas jika mampu
melaksanakan tugas-tugas pencegahan terjadinya masalah dan memberikan dukungan
kepada manajemen dalam mengevaluasi pengendalian intenal yang digunakan untuk
menemukan atau memperkecil risiko tindakan kecurangan (fraud), mengevaluasi risiko
fraud, dan juga ikut terlibat dalam melakukan investigasi fraud.
4. Konsutan Internal
Auditor internal harus dapat menjadi konsultan internal yang profesional bagi satuan kerja.
Peran ini akan membantu manajemen dalam hal pemberian informasi strategis sebagai
bentuk pelayanan prima nya terhadap organisasi. Peran internal audit sebagai konsutan
internal merupakan ekspresi tertinggi dalam peran sebagai pengawas internal.
Peran konsultan internal ini dapat berupa pemberi informasi strategis kepada satuan kerja
dalam hal pemberian alternatif dan solusi pemecahan suatu masalah, selain itu juga dapat
berperan sebagai pemberi informasi terkait evaluasi pelaksanaan pengendalian internal yang
dapat mencegah timbulnya suatu masalah.
5. Pengetahuan
Tuntutan dan tantangan peran auditor internal pada era globaliasi seperti yang sudah
disebutkan di atas, mewajibkan tim audit internal untuk tidak hanya memiliki keahlian
dalam bidang tertentu saja seperti auditing, keuangan, sumber daya manusia, dan
sebagainya, tetapi juga diperlukan pengetahuan teknologi dan informasi mengikuti era
revolusi industri yang suka tidak suka akan dihadapi. Kualitas/kinerja auditor internal sangat
dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan.keahlian yang merupakan unsur profesionalisme yang
dimilikinya.
Kemajuan teknologi dan informasi membawa perubahan lingkungan yang sangat
fenomenal ditandai dengan bergesernya masyarakat industrial menuju masyarakat informasi.
Dalam dunia pendidikan tinggi akan berdampak pada tuntutan lulusan perguruan tinggi yang
tidak hanya punya skill pengetahuan sesuai background masing-masing, namun juga dituntut
menguasai kemampuan teknologi digital agar mudah terserap di dunia kerja. Tantangan
revolusi industri 4.0 harus direspons cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di
lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sehingga, mampu
meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global.
Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti yang mempunyai tugas menyelenggarakan
pengawasan intern di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi harus
ikut ambil bagian dalam upaya mengawal kebijakan riset dan pendidikan tinggi menghadapi
era revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata. Dengan segala keterbatasan sumber daya
yang ada Itjen Kemenristekdikti diharapkan segera berbenah diri, terutama dalam upaya
peningkatan efektifitas peran audit intern menuju level 3 Internal Audit Capability Model (IA-
CM).
Di samping itu Itjen Kemenristekdikti juga harus segera mengembangkan sumber daya
yang ada, baik dari terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana pendukung maupun
pengembangan kapabilitas pegawai terutama para auditornya yang akan bersinggungan
langsung dengan satuan kerja. Para auditor internal ini diharapkan akan berperan sebagai
konsultan internal yang akan membawa perubahan pada peningkatan kinerja satuan kerja dan
lebih luas lagi dapat ikut mengawal semua kebijakan Kemenristekdikti menyongsong era
revolusi industri 4.0.
Daftar pustaka
Hery, 2018, Modern Internal Auditing, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta, 2018.
Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 15
Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi.
Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nomor 16 Tahun
2015 tentang Pedoman Teknis Peningkatan Kapabilitas APIP
Latucosina MA, 2017. Sistem Informasi dan Pengendalian Internal pada Revolusi Industri Ke-
4. Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Malang.
Laporan Hasil Validasi atas Penilaian Mandiri Itjen Kemenristekdikti, BPKP, 2016
Lapran hasil Penilaian Tingkat Maturitas Penyelengaraan SPIP Kemenristekdikti, BPKP, 2016.
http://vovworld.vn/Industrial revolution 4.0 and challenges to the State Finance Audit-
594783.vov
http://belmawa.ristekdikti.go.id/2018/01/17/era-revolusi-industri-4-0-perlu-persiapkan-
literasi-data-teknologi-dan-sumber-daya-manusia/
https://www.researchgate.net/publication/293695551_Industri_40_revolusi_industri_abad_ini
dan_pengaruhnya_pada_bidang_kesehatan_dan_bioteknologi [accessed February,7 2017].
http://visiuniversal.blogspot.co.id/2015/03/sejarah-revolusi-industri-di-inggris.html. [accessed
February,7 2017]
http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/01/17/ini-5-elemen-untuk-hadapi-revolusi-
industri-40-418079
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/01/18/p2qhdr368-ristekdikti-hasilkan-
rekomendasi-hadapi-revolusi-industri

More Related Content

What's hot

Hubungan antara materialitas, risiko audit dan bukti audit
Hubungan antara  materialitas, risiko audit dan  bukti auditHubungan antara  materialitas, risiko audit dan  bukti audit
Hubungan antara materialitas, risiko audit dan bukti audit
Syafdinal Ncap
 
Rekonsiliasi Laporan Keuangan Fiskal
Rekonsiliasi Laporan Keuangan FiskalRekonsiliasi Laporan Keuangan Fiskal
Rekonsiliasi Laporan Keuangan Fiskal
guest841855
 
Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)
Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)
Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)
Jiantari Marthen
 
Tanggung jawab auditor
Tanggung jawab auditorTanggung jawab auditor
Tanggung jawab auditor
resa_putra
 
Pengungkapan laporan keuangan
Pengungkapan laporan keuanganPengungkapan laporan keuangan
Pengungkapan laporan keuangan
yogieardhensa
 

What's hot (20)

Bab 21 Management Letter
Bab 21 Management LetterBab 21 Management Letter
Bab 21 Management Letter
 
Audit investasi
Audit investasiAudit investasi
Audit investasi
 
Audit siklus pendapatan
Audit siklus pendapatanAudit siklus pendapatan
Audit siklus pendapatan
 
Hubungan antara materialitas, risiko audit dan bukti audit
Hubungan antara  materialitas, risiko audit dan  bukti auditHubungan antara  materialitas, risiko audit dan  bukti audit
Hubungan antara materialitas, risiko audit dan bukti audit
 
Rekonsiliasi Laporan Keuangan Fiskal
Rekonsiliasi Laporan Keuangan FiskalRekonsiliasi Laporan Keuangan Fiskal
Rekonsiliasi Laporan Keuangan Fiskal
 
Makalah audit terhadap siklus pengeluaran, pengujian pengendalian
Makalah audit terhadap siklus pengeluaran, pengujian pengendalianMakalah audit terhadap siklus pengeluaran, pengujian pengendalian
Makalah audit terhadap siklus pengeluaran, pengujian pengendalian
 
sistem penerimaan kas
sistem penerimaan kassistem penerimaan kas
sistem penerimaan kas
 
Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)
Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)
Makalah auditing ii kelompok 8 tahap penyelesaian audit (jiantari c 301 09 013)
 
Laporan Keuangan Publik
Laporan Keuangan PublikLaporan Keuangan Publik
Laporan Keuangan Publik
 
Teori Akuntansi Pendapatan
Teori Akuntansi PendapatanTeori Akuntansi Pendapatan
Teori Akuntansi Pendapatan
 
Makalah audit terhadap siklus produksi, pengujian substantif terhadap saldo s...
Makalah audit terhadap siklus produksi, pengujian substantif terhadap saldo s...Makalah audit terhadap siklus produksi, pengujian substantif terhadap saldo s...
Makalah audit terhadap siklus produksi, pengujian substantif terhadap saldo s...
 
Audit Responbilities and Objectives
Audit Responbilities and ObjectivesAudit Responbilities and Objectives
Audit Responbilities and Objectives
 
Contoh Surat tugas
Contoh Surat tugasContoh Surat tugas
Contoh Surat tugas
 
Tanggung jawab auditor
Tanggung jawab auditorTanggung jawab auditor
Tanggung jawab auditor
 
7. audit atas laporan keuangan pendapat auditor atas laporan keuangan dan lap...
7. audit atas laporan keuangan pendapat auditor atas laporan keuangan dan lap...7. audit atas laporan keuangan pendapat auditor atas laporan keuangan dan lap...
7. audit atas laporan keuangan pendapat auditor atas laporan keuangan dan lap...
 
Makalah audit terhadap siklus pengeluaran pengujian substantif terhadap saldo...
Makalah audit terhadap siklus pengeluaran pengujian substantif terhadap saldo...Makalah audit terhadap siklus pengeluaran pengujian substantif terhadap saldo...
Makalah audit terhadap siklus pengeluaran pengujian substantif terhadap saldo...
 
(Pert 4) bab 14 siklus penjualan dan penagihan test of control & substa...
(Pert 4) bab 14 siklus penjualan dan penagihan   test of control & substa...(Pert 4) bab 14 siklus penjualan dan penagihan   test of control & substa...
(Pert 4) bab 14 siklus penjualan dan penagihan test of control & substa...
 
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
Kerangka Konseptual Akuntansi PemerintahanKerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
Kerangka Konseptual Akuntansi Pemerintahan
 
Pengungkapan laporan keuangan
Pengungkapan laporan keuanganPengungkapan laporan keuangan
Pengungkapan laporan keuangan
 
Perubahan dalam kepemilikan
Perubahan dalam kepemilikanPerubahan dalam kepemilikan
Perubahan dalam kepemilikan
 

Similar to Peran dan tantangan internal auditor di era revolusi industri 4.0

urgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptx
urgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptxurgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptx
urgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptx
RobiHendra
 
editorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdf
editorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdfeditorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdf
editorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdf
FadhilPradana4
 
Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...
Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...
Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...
SubmissionResearchpa
 

Similar to Peran dan tantangan internal auditor di era revolusi industri 4.0 (20)

DIGITALEDU.pdf
DIGITALEDU.pdfDIGITALEDU.pdf
DIGITALEDU.pdf
 
1C_UTS_Gabriella Jessica_Teknologi Informasi dan Komunikasi
1C_UTS_Gabriella Jessica_Teknologi Informasi dan Komunikasi1C_UTS_Gabriella Jessica_Teknologi Informasi dan Komunikasi
1C_UTS_Gabriella Jessica_Teknologi Informasi dan Komunikasi
 
urgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptx
urgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptxurgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptx
urgensi teknologi digital (Upaya transfromasi DIGITAL Pendidikan.pptx
 
Pengembangan pendidikan tinggi indonesia di era teknologi 4.0
Pengembangan pendidikan tinggi indonesia di era teknologi 4.0Pengembangan pendidikan tinggi indonesia di era teknologi 4.0
Pengembangan pendidikan tinggi indonesia di era teknologi 4.0
 
Tajuk 6 EDUP2072
Tajuk 6 EDUP2072Tajuk 6 EDUP2072
Tajuk 6 EDUP2072
 
Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0
Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0
Pendidikan Tinggi di Era Industri 4.0
 
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0PROBLEMATIKA PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0
PROBLEMATIKA PENDIDIKAN KEJURUAN DALAM REVOLUSI INDUSTRI 4.0
 
PPT Kab. Aceh Tengah (Saiful).pptx
PPT Kab. Aceh Tengah (Saiful).pptxPPT Kab. Aceh Tengah (Saiful).pptx
PPT Kab. Aceh Tengah (Saiful).pptx
 
UTS TIK SITI NURLITA 1C
UTS TIK SITI NURLITA 1CUTS TIK SITI NURLITA 1C
UTS TIK SITI NURLITA 1C
 
UTS TIK SITI NURLITA 1C
UTS TIK SITI NURLITA 1CUTS TIK SITI NURLITA 1C
UTS TIK SITI NURLITA 1C
 
UTS TIK SITI NURLITA 1C NPM:2186206090
UTS TIK SITI NURLITA 1C NPM:2186206090UTS TIK SITI NURLITA 1C NPM:2186206090
UTS TIK SITI NURLITA 1C NPM:2186206090
 
Panduan gemastik 8 revisi
Panduan gemastik 8   revisiPanduan gemastik 8   revisi
Panduan gemastik 8 revisi
 
380 article text-883-2-10-20190721
380 article text-883-2-10-20190721380 article text-883-2-10-20190721
380 article text-883-2-10-20190721
 
13086710321320826500.makalah
13086710321320826500.makalah13086710321320826500.makalah
13086710321320826500.makalah
 
Skill yang harus dimiliki Lulusan Perguruan Tinggi di era industri 4.0
Skill yang harus dimiliki Lulusan Perguruan Tinggi di era industri 4.0Skill yang harus dimiliki Lulusan Perguruan Tinggi di era industri 4.0
Skill yang harus dimiliki Lulusan Perguruan Tinggi di era industri 4.0
 
Laporan penelitian dosen pemula (PDP) 2019
Laporan penelitian dosen pemula (PDP) 2019 Laporan penelitian dosen pemula (PDP) 2019
Laporan penelitian dosen pemula (PDP) 2019
 
editorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdf
editorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdfeditorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdf
editorsnpasca,+5.+cahya+fajar+budi+hartanto.pdf
 
Industry revolution 4.0
Industry revolution 4.0 Industry revolution 4.0
Industry revolution 4.0
 
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MENYONGSONG REVOLUSI 4.pptx
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MENYONGSONG REVOLUSI 4.pptxLEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MENYONGSONG REVOLUSI 4.pptx
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MENYONGSONG REVOLUSI 4.pptx
 
Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...
Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...
Implementasi Sistem Informasi Pendidikan Muhammadiyah (Sidikmu) Dalam Layanan...
 

More from Sujatmiko Wibowo

More from Sujatmiko Wibowo (20)

Pengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi
Pengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan TinggiPengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi
Pengelolaan Penelitian & Pengabdian Masyarakat pada Perguruan Tinggi
 
Evaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdf
Evaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdfEvaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdf
Evaluasi ZI WBK WBBM 2023.pdf
 
Akuntabilitas Dana APBN
Akuntabilitas Dana APBNAkuntabilitas Dana APBN
Akuntabilitas Dana APBN
 
Mekanisme Penyelesaian KN.pdf
Mekanisme Penyelesaian KN.pdfMekanisme Penyelesaian KN.pdf
Mekanisme Penyelesaian KN.pdf
 
Fraud In The Provision of Health Services In Hospitals During The Covid-1...
Fraud In The Provision  of Health  Services In Hospitals  During  The Covid-1...Fraud In The Provision  of Health  Services In Hospitals  During  The Covid-1...
Fraud In The Provision of Health Services In Hospitals During The Covid-1...
 
Bimtek Reviu LK Polindra.pdf
Bimtek Reviu LK Polindra.pdfBimtek Reviu LK Polindra.pdf
Bimtek Reviu LK Polindra.pdf
 
Tata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi Negeri
Tata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi NegeriTata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi Negeri
Tata Kelola BLU pada Perguruan Tinggi Negeri
 
Pengawasan dan Pengendalian BMN.pdf
Pengawasan dan Pengendalian BMN.pdfPengawasan dan Pengendalian BMN.pdf
Pengawasan dan Pengendalian BMN.pdf
 
Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022
Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022
Evaluasi ZI WBK WBBM Tahun 2022
 
Tata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan Pemerintah
Tata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan PemerintahTata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan Pemerintah
Tata Kelola dan Akuntabilitas Bantuan Pemerintah
 
Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...
Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...
Penilaian Maturitas Penyelenggaraan SPIP Terintegrasi (New SPIP) pada Perguru...
 
Program PKKM 2022.pdf
Program PKKM 2022.pdfProgram PKKM 2022.pdf
Program PKKM 2022.pdf
 
Audit SPI atas Pengelolaan BMN.pdf
Audit  SPI  atas Pengelolaan BMN.pdfAudit  SPI  atas Pengelolaan BMN.pdf
Audit SPI atas Pengelolaan BMN.pdf
 
Reviu Laporan Keuangan PTN
Reviu Laporan Keuangan PTNReviu Laporan Keuangan PTN
Reviu Laporan Keuangan PTN
 
Tata Kelola Anggaran pada Perguruan Tinggi Negeri
Tata Kelola Anggaran pada Perguruan Tinggi NegeriTata Kelola Anggaran pada Perguruan Tinggi Negeri
Tata Kelola Anggaran pada Perguruan Tinggi Negeri
 
Peran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New Normal
Peran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New NormalPeran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New Normal
Peran dan Tantangan Sarjana Ekonomi di Era New Normal
 
Fasilitasi dan Implementasi Manajemen Risiko
Fasilitasi dan Implementasi Manajemen RisikoFasilitasi dan Implementasi Manajemen Risiko
Fasilitasi dan Implementasi Manajemen Risiko
 
SPIP di era pandemi Covid 19
SPIP di era pandemi Covid 19SPIP di era pandemi Covid 19
SPIP di era pandemi Covid 19
 
Penatausahaan Keuangan Desa
Penatausahaan Keuangan DesaPenatausahaan Keuangan Desa
Penatausahaan Keuangan Desa
 
Pengelolaan Keuangan Daerah
Pengelolaan Keuangan DaerahPengelolaan Keuangan Daerah
Pengelolaan Keuangan Daerah
 

Recently uploaded

02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...
02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...
02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...
gulieglue
 
Dashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptx
Dashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptxDashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptx
Dashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptx
PututJokoWibowo
 
Bahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggi
Bahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggiBahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggi
Bahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggi
290165
 

Recently uploaded (10)

Masterplan IAD-PSDA Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Masterplan IAD-PSDA Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan BaratMasterplan IAD-PSDA Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
Masterplan IAD-PSDA Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat
 
Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa PemerintahPerencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
 
Kebijakan dan Strategi Pengembangan Korporasi Petani
Kebijakan dan Strategi Pengembangan Korporasi PetaniKebijakan dan Strategi Pengembangan Korporasi Petani
Kebijakan dan Strategi Pengembangan Korporasi Petani
 
02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...
02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...
02 PPT Peran Masyarakat dalam Peningkatan Budaya Integritas di Lingkungan Kem...
 
Dashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptx
Dashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptxDashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptx
Dashboard UPT 4.0 kolaborasi dengan pemda.pptx
 
permendag-no-7-tahun-2024, terkait pembatasan impor barang
permendag-no-7-tahun-2024, terkait pembatasan impor barangpermendag-no-7-tahun-2024, terkait pembatasan impor barang
permendag-no-7-tahun-2024, terkait pembatasan impor barang
 
Bahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggi
Bahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggiBahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggi
Bahan Materi Kebijakan Publik untuk pendidikan tinggi
 
Perbandingan Pemerintahan - Sistem Pemerintahan Trias Politica di Indonesia
Perbandingan Pemerintahan - Sistem Pemerintahan Trias Politica di IndonesiaPerbandingan Pemerintahan - Sistem Pemerintahan Trias Politica di Indonesia
Perbandingan Pemerintahan - Sistem Pemerintahan Trias Politica di Indonesia
 
Materi Pengelolaan Keuangan desa dan aset
Materi Pengelolaan Keuangan desa dan asetMateri Pengelolaan Keuangan desa dan aset
Materi Pengelolaan Keuangan desa dan aset
 
Inovasi Kebijakan dalam Administrasi Publik
Inovasi Kebijakan dalam Administrasi PublikInovasi Kebijakan dalam Administrasi Publik
Inovasi Kebijakan dalam Administrasi Publik
 

Peran dan tantangan internal auditor di era revolusi industri 4.0

  • 1. Peran dan Tantangan Internal Auditor menyongsong Era Revolusi Industri 4.0. Oleh: Sujatmiko Wibowo Auditor Ahli Muda Itjen Kemenristekdikti Revolusi industri merupakan suatu perubahan secara cepat di bidang ekonomi yaitu dari kegiatan ekonomi agraris ke ekonomi industri yang menggunakan mesin dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan siap pakai. Istilah “Revolusi Industri” diperkenalkan oleh Friedrich dan Louis Auguste Blanqui pada pertengahan abad ke 18. (Latucosina MA, 2017). Menurut Latucosina MA, 2017, Revolusi Industri yang pertama terjadi di Inggris sekitar tahun 1760, ditandai dengan masih dipergunakannya teknik kuno, yaitu penggunaan uap untuk menggerakkan mesin yang berbahan bakar kayu atau batu bara. Revolusi Industri kedua terjadi di Amerika Serikat dan Uni Soviet pada abad ke-20. ditandai dengan penggunaan teknik baru berupa mesin bermotor yang berbahan bakar listrik atau bensin. Revolusi tahap kedua ini terjadi di Amerika Serikat dan Jerman pada abad ke-19. Revolusi Industri III ditandai dengan penggunaan teknik kimia-hayati berbahan bakar atom atau nuklir. yang juga dikenal sebagai Revolusi Digital, yang ditandai oleh proliferasi komputer dan otomatisasi pencatatan di semua bidang. Otomatisasi di semua bidang dan konektivitas adalah tanda-tanda yang nyata. Salah satu petanda unik dan khusus dari Revolusi Industri keempat adalah terjadinya aplikasi Artificial Intelligence (AI). Transformasi pada Revolusi Industri keempat ini berbeda dari pendahulunya dalam beberapa aspek. Pertama, inovasi dapat dikembangkan dan disebarkan lebih cepat dari sebelumnya. Kedua, adanya penurunan biaya produksi marginal secara signifikan dan munculnya platform yang menggabungkan beberapa aktivitas konsentrasi di beberapa sektor dan meningkatkan agregat hasil. Ketiga, revolusi ini terjadi pada tingkat global dan akan mempengaruhi, serta dibentuk oleh, hampir semua negara. Akibatnya, revolusi industri keempat ini akan berdampak sangat sistemik di banyak tempat. (https://www.researchgate.net/publication/293695551) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam paparannya pada Dies Natalis Universitas Indonesia ke-68 menegaskan pentingnya respons aktif perguruan tinggi dalam menghadapi revolusi industri 4.0. dalam kesempatan tersebut juga menyatakan bahwa Indonesia masih banyak membutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk memenangkan kompetisi global. Melalui perguruan tinggi (PT), sumber daya manusia progresif dihasilkan yang diharapkan mampu memberikan terobosan dan antisipatif dalam merespons revolusi industri 4.0. Menurut Presiden, kemajuan Indonesia tidak mungkin dicapai dengan upaya yang biasa saja. Bahkan standar keilmuan pun, diakuinya terus berevolusi mengejar perkembangan zaman dan Indonesia harus terbuka pada hal tersebut. (Kabar24.com edisi 2 Februari 2018). Hal senada disampaikan pada lokakarya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Vietnam (setingkat Inspektorat Jenderal Kementerian di Indonesia) pada tanggal 15 November 2017, diantaranya bahwa pengetahuan tentang revolusi industri 4.0 dan mengidentifikasikan tantangan-tantangan untuk berinisitatif mengajar kecenderungan zaman dan melakukan integrasi dengan dunia yang berbudaya dan sedang melangkah maju dengan kuat ke era revolusi industri 4.0, hal yang penting yaitu harus melakukan pembaruan menurut arah
  • 2. modernisasi dari pendidikan untuk menciptakan barisan pekerja yang cukup pengetahuan dan ketrampilan untuk menghadapi zaman baru. Pada masa depan, semua unit BPK negera Vietnam dari berbagai kementerian, instansi dan daerah akan memperkuat penerapan teknologi digital ke dalam aktivitasnya, dari aktivitas pengelolaan sampai keuangan dan audit. (http://vovworld.vn/Industrial revolution 4.0 and challenges to the State Finance Audit- 594783.vov) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyiapkan 5 elemen yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 akan mendisrupsi berbagai aktivitas manusia, termasuk bidang pengetahuan di pendidikan tinggi. Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 Kemenristekdikti harus berupaya untuk membangun sistem pembelajaran yang lebih inovatif, rekonstruksi kebijakan kelembagaan, peningkatan kualitas dosen, dan terobosan hasil riset. Disrupsi teknologi membawa segala hal menjadi tanpa batas. Pasalnya, perkembangan internet dan teknologi digital sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin semakin masif dan revolusi industri 4.0 harus direspons secara cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan. (www.pikiranrakyat.com edisi 17 Januari 2018) Menristekdikti Mohammad Nasir pada kesempatan Rapat Kerja Nasional (rekernas) Kemenristekdikti Tahun 2018 menyampaikan persiapan kemenristekdikti dalam menyongsong era disrupsi dan revolusi industri 4.0. Pertama, perguruan tinggi dituntut mempersiapkan sistem distance/online learning yg merujuk pada Peraturan Menteri tentang Standar Pendidikan Tinggi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kedua, Kemenristekdikti dan perguruan tinggi harus melakukan penyediaan infrastruktur yang mendukung gaya pendidikan di era revolusi industri 4.0, serta melaksanakan rekrutmen dan manajemen dosen yang relevan dengan perkembangan zaman guna menyediakan sumber daya manusia (SDM) masa depan Indonesia yang berkualitas. Selain itu, Menristekdikti juga menyamaikan perlunya penyelarasan paradigma tridarma perguruan tinggi dengan era industri 4.0 dan perguruan tinggi dan lembaga litbang diwajibkan melakukan harmonisasi hasil-hasil riset pengembangan dan penerapan teknologi melalui Lembaga Manajemen Inovasi, serta perguruan tinggi diwajibkan melaksanakan proses inovasi produk melalui inkubasi dan pembelajaran berbasis industri. (http://www.republika.co.id edisi 17 Januari 2018) Pada kesempatan Rakernas tersebut, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Intan Ahmad menyampaikan bahwa kebijakan Pendidikan Tinggi menyongsong era revolusi industri 4.0 diantaranya adalah : a. Reorientasi kurikulum; b. Hybrid/Blended Learning, Online; c. Unit Khusus Lifelong Learning; d. Hibah dan Bimtek dari Belmawa untuk reorientasi kurikulum bagi 400 Perguruan Tinggi. Reorientasi kurikulum diwujudkan dengan pengembangan literasi baru dalam pengajaran (data, teknologi, humanities), kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim agar terus dikembangkan, serta kewajiban pembelajaran entrepreneurship dan internship. Penerapkan Hybrid/Blended Learning Online diantaranya adalah dengan sisem pengajaran secara online melalui Sistem Pembelajaran Daring Indonesia dan Video Conference, Online Learning, Resource Sharing (SPADA-IdREN). Perguruan tinggi ke depan juga diharapkan membentuk Unit Khusus Lifelong Learning, yaitu sebagai fasilitator semua kalangan masyarakat dengan konsep belajar sepanjang hayat. Program ini disediakan untuk pembelajar lanjut yang ingin memperoleh pengetahuan/ keterampilan atau kompetensi baru yang sesuai dengan perubahan teknologi/pekerjaan. Dirjen Belmawa akan memberikan Bimbingan Teknis dan Hibah untuk reorientasi kurikulum untuk 400 perguruan tinggi sesuai dengan milestone SPADA 2018 – 2020. Disamping itu, Dirjen Belamwa juga menyampaikan bahwa literasi manusia menjadi penting untuk bertahan di era ini, tujuannya adalah agar manusia bisa berfungsi dengan baik dilingkungan manusia dan dapat memahami interaksi dengan sesama manusia. Oleh karena itu
  • 3. universitas perlu mencari metoda untuk mengembangkan kapasitas kognitif mahasiswa: higher order mental skills, berpikir kritis & sistemik, amat penting untuk bertahan di era revolusi industri 4.0. (http://belmawa.ristekdikti.go.id) Berdasarkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Diantaranya menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan kebijakan teknis pengawasan intern di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; b. pelaksanaan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan kegiatan pengawasan lainnya; c. pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu atas penugasan menteri; d. penyusunan laporan hasil pengawasan di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; e. pelaksanaan administrasi Inspektorat Jenderal; dan f. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan Menteri. Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti dibentuk pada tahun 2015 berdasarkan penggabungan Inspektorat Kementerian Riset dan Teknologi dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penggabungan ini dimaksudkan untuk menanggulangi banyaknya permasalahan pada perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Penggabungan ini memerlukan dukungan seperti anggaran, sumber daya manusia serta sarana dan prasarana. Permasalahan yang dihadapi oleh Itjen Kemenristekdikti saat ini diantaranya adalah kurangnya sumber daya manusia, keterbatasan sarana dan prasarana dan ruang kantor yang kurang memadai serta peningkatan kualitas. (Laporam Kinerja Itjen Kemenristekdikti Tahun 2016) Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nomor 16 Tahun 2015 tentang Pedoman Teknis Peningkatan Kapabilitas APIP menyebutkan bahwa salah satu alat yang dipakai untuk mengukur efektifitas peran audit intern di sektor publik adalah model penilaian yang disebut Internal Audit Capability Model (IA-CM). Pada IA-CM terdapat lima tingkat kapabilitas (capability levels) pengawasan internal, dari yang terendah sampai tertinggi yaitu (1) initial; (2) Infrastructure; (3) Integrated; (4) Managed; dan (5) Optimizing. Hasil penilaian BPKP (2016) terhadap kinerja Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dengan menggunakan pendekatan IA-CM, Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti berada pada level 2 (infrastructure). Hal ini berarti bahwa Itjen Kemenristekdikti dinilai belum dapat berperan baik menyelesaikan permasalahan stratejik, memberikan assurance atas efisien dan efektifitas, serta belum dapat berperan sebagai early warning system dalam pencegahan korupsi. Dengan kondisi Itjen Kemenristekdikti yang dianggap belum mampu berperan sebagai early warning system dalam pencegahan korupsi tersebut, maka peran manajemen dalam hal ini pengendalian internal pada setiap unit satuan kerja sangat berperan dalam pencegahan adanya perilaku fraud dan korupsi pada organisasi. (Laporan Hasil Validasi atas Penilaian Mandiri Kapabilitas Itjen Kemenristekdikti). Berdasarkan Laporan Hasil Penilaian tingkat Maturitas Penyelenggaraan SPIP Kemenristekdikti tahun 2016, masih berada di level “berkembang”, dengan nilai rata-rata maturitas sebesar 2,499. Dengan maturitas “berkembang”, maka terdapat sub unsur yang masih memerlukan perbaikan, diantaranya : peran APIP yang efektif, identifikasi dan analisis risiko, pengendalian fisik atas aset dan pemantauan yang berkelanjutan. Dalam laporan tersebut juga disebutkan beberapa langkah strategis yang perlu dilakukan, diantaranya penguatan peran Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti, mendorong disusunnya ketentuan tentang penerapan manajemen risiko, melakukan penilaian risiko secara lebih komprehensif, peningkatan
  • 4. akuntabilitas pengeloaan keuangan negara, serta menjalankan fungsi pemantauan secara berkelanjutan. Menurut Hery (2018), audit internal (Inspektorat Jenderal) dibentuk untuk mengembangkan dan menjaga efektifivitas sistem pengendalian internal, menjamin terlaksananya good governance untuk menghindari terjadinya keterpurukan serta kegagalan dalam organisasi. Agar peran dari pengawas internal ini dapat berjalan dengan efektif, ada lima hal yang dapat dijadikan sebagai benchmark dalam menilai kualitas dari dilakukannya sebuah audit internal dalam organisasi. Kelima indikator tersebut adalah watchdog, kinerja auditan, preventif, konsultan internal, dan pengetahuan. 1. Watchdog Orientasi pelaksanaan audit internal seyogyanya tidak terbatas pada pengawasan ketaatan atau kepatuhan terhadap segala prosedur, ketetapan dan kebijakan manajemen semata. Dalam era globalisasi, sifat pekerjaan audit internal yang hanya sebatas pada compliance audit ini sudah tidak lagi memenuhi harapan manajemen. Auditor internal tidak hanya sekedar menjadi penjaga yang menunggu hingga proses pemeriksaan dilakukan di tahap akhir, akan tetapi sudah sejak dari awal seharusnya auditor internal dapat membantu memberi keyakinan dan masukan konsultatif kepada manajemen secara independen untuk memastikan bahwa keseluruhan proses telah berada pada jalur yang benar. 2. Kinerja Auditan Audit internal yang dilakukan secara efektif dalam sebuah organisasi akan dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja satuan kerja/auditan. Dalam melakukan auditnya, auditor internal harus dapat menilai, mengevaluasi, termasuk memberikan rekomendasi kepada satuan kerja mengenai seberapa jauh tingkat efisiensi dari penggunaan sumber daya yang ada dalam suatu organisasi. Sebuah audit internal yang berkualitas tentu saja harus dapat mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dan secara langsung akan berdampak terhadap peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan. 3. Preventif Audit internal terhadap kegiatan operasional satuan kerja seyogyanya dilaksanakan secara teratur, baik sebelum dirasakan adanya suatu masalah maupun sesudah terlanjur terjadi masalah. Audit internal yang dilakukan secara teratur dapat mencegah terjadinya suatu masalah, karena auditor internal akan dapat dengan segera mengetahui dan mengatasi masalah serta mengambil langkah-langkah efektif untuk mengatasinya sebelum masalah tersebut menjadi berkelanjutan. Suatu audit internal dapat dikatakan berkualitas jika mampu melaksanakan tugas-tugas pencegahan terjadinya masalah dan memberikan dukungan kepada manajemen dalam mengevaluasi pengendalian intenal yang digunakan untuk menemukan atau memperkecil risiko tindakan kecurangan (fraud), mengevaluasi risiko fraud, dan juga ikut terlibat dalam melakukan investigasi fraud. 4. Konsutan Internal Auditor internal harus dapat menjadi konsultan internal yang profesional bagi satuan kerja. Peran ini akan membantu manajemen dalam hal pemberian informasi strategis sebagai bentuk pelayanan prima nya terhadap organisasi. Peran internal audit sebagai konsutan internal merupakan ekspresi tertinggi dalam peran sebagai pengawas internal. Peran konsultan internal ini dapat berupa pemberi informasi strategis kepada satuan kerja dalam hal pemberian alternatif dan solusi pemecahan suatu masalah, selain itu juga dapat berperan sebagai pemberi informasi terkait evaluasi pelaksanaan pengendalian internal yang dapat mencegah timbulnya suatu masalah.
  • 5. 5. Pengetahuan Tuntutan dan tantangan peran auditor internal pada era globaliasi seperti yang sudah disebutkan di atas, mewajibkan tim audit internal untuk tidak hanya memiliki keahlian dalam bidang tertentu saja seperti auditing, keuangan, sumber daya manusia, dan sebagainya, tetapi juga diperlukan pengetahuan teknologi dan informasi mengikuti era revolusi industri yang suka tidak suka akan dihadapi. Kualitas/kinerja auditor internal sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan.keahlian yang merupakan unsur profesionalisme yang dimilikinya. Kemajuan teknologi dan informasi membawa perubahan lingkungan yang sangat fenomenal ditandai dengan bergesernya masyarakat industrial menuju masyarakat informasi. Dalam dunia pendidikan tinggi akan berdampak pada tuntutan lulusan perguruan tinggi yang tidak hanya punya skill pengetahuan sesuai background masing-masing, namun juga dituntut menguasai kemampuan teknologi digital agar mudah terserap di dunia kerja. Tantangan revolusi industri 4.0 harus direspons cepat dan tepat oleh seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Sehingga, mampu meningkatkan daya saing bangsa Indonesia di tengah persaingan global. Inspektorat Jenderal Kemenristekdikti yang mempunyai tugas menyelenggarakan pengawasan intern di lingkungan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi harus ikut ambil bagian dalam upaya mengawal kebijakan riset dan pendidikan tinggi menghadapi era revolusi industri 4.0 yang sudah di depan mata. Dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada Itjen Kemenristekdikti diharapkan segera berbenah diri, terutama dalam upaya peningkatan efektifitas peran audit intern menuju level 3 Internal Audit Capability Model (IA- CM). Di samping itu Itjen Kemenristekdikti juga harus segera mengembangkan sumber daya yang ada, baik dari terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana pendukung maupun pengembangan kapabilitas pegawai terutama para auditornya yang akan bersinggungan langsung dengan satuan kerja. Para auditor internal ini diharapkan akan berperan sebagai konsultan internal yang akan membawa perubahan pada peningkatan kinerja satuan kerja dan lebih luas lagi dapat ikut mengawal semua kebijakan Kemenristekdikti menyongsong era revolusi industri 4.0. Daftar pustaka Hery, 2018, Modern Internal Auditing, Penerbit PT. Grasindo, Jakarta, 2018. Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Peraturan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Nomor 16 Tahun 2015 tentang Pedoman Teknis Peningkatan Kapabilitas APIP Latucosina MA, 2017. Sistem Informasi dan Pengendalian Internal pada Revolusi Industri Ke- 4. Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Malang. Laporan Hasil Validasi atas Penilaian Mandiri Itjen Kemenristekdikti, BPKP, 2016 Lapran hasil Penilaian Tingkat Maturitas Penyelengaraan SPIP Kemenristekdikti, BPKP, 2016.
  • 6. http://vovworld.vn/Industrial revolution 4.0 and challenges to the State Finance Audit- 594783.vov http://belmawa.ristekdikti.go.id/2018/01/17/era-revolusi-industri-4-0-perlu-persiapkan- literasi-data-teknologi-dan-sumber-daya-manusia/ https://www.researchgate.net/publication/293695551_Industri_40_revolusi_industri_abad_ini dan_pengaruhnya_pada_bidang_kesehatan_dan_bioteknologi [accessed February,7 2017]. http://visiuniversal.blogspot.co.id/2015/03/sejarah-revolusi-industri-di-inggris.html. [accessed February,7 2017] http://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2018/01/17/ini-5-elemen-untuk-hadapi-revolusi- industri-40-418079 http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/01/18/p2qhdr368-ristekdikti-hasilkan- rekomendasi-hadapi-revolusi-industri