R P J P D
Oleh :
Marlupi Julianingrum
Perencana Muda, Bappeda Prov. Jawa Tengah
Dalam acara
Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah
Semarang, 9 Mei 2017
RPJPD penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan,
dan sasaran pokok pembangunan Daerah jangka
panjang untuk 20 (dua puluh) tahun yang disusun
dengan berpedoman pada RPJPN dan rencana
tata ruang wilayah;
RPJPD memuat visi, misi, arah kebijakan, dan
sasaran pokok pembangunan Daerah jangka
panjang
(UU 25/2004, UU 23/2014, PP 8/2008, dan Permendagri 54/2010)
Apa RPJPD ?
2
Tahapan RPJPD ?
1
• PERSIAPAN PENYUSUNAN
2
• PENYUSUNAN RANC AWAL
3
4
• MUSRENBANG RPJPD
5
• PERUMUSAN RANC AKHIR
3
• PENETAPAN RPJPD
Musrenbang
RPJMD
Rancangan
Akhir RPJMD
Pembahasan
Raperda RPJPD
Persiapan
Penyusunan
RPJMD
Tahapan RPJPD ?
4
Evaluasi Raperda
RPJPD
Penetapan
RPJPDPaling lambat 6 bulan
setelah RPJPD berakhir
SISTEMATIKA DOKUMEN RPJPD
PP 8/2008, Permendagri 54/2010
1. Pendahuluan: Latar Belakang, Dasar Hukum Penyusunan, Hubungan RPJPD dengan
Dokumen Perencanaan Lainnya, Sistematika Penulisan, Maksud dan Tujuan
2. Gambaran umum kondisi daerah
 Aspek Geografi dan Demografi
 Aspek Kesejahteraan Masyarakat
 Aspek Pelayanan Umum
 Aspek Daya Saing
3. Analisis isu-isu strategis
 Permasalahan Pembangunan
 Isu Strategis
4. Visi dan Misi Daerah
 Visi
 Misi
5. Sasaran dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Daerah
 Sasaran Pembangunan Jangka Panjang
 Arah Pembangunan Daerah
 Sasaran Pokok
6. Kaidah Pelaksanaan
5
Bab I - PENDAHULUAN
Latar Belakang  Apa RPJPD?
 Proses penyusunan RPJPD ?
 Alasan mengapa menyusun RPJPD?
 Pendekatan yang digunakan dalam menyusun RPJPD?
Dasar Hukum
Penyusunan
 Regulasi terkait renbang, baik pusat maupun daerah  tuliskan
yg terkait langsung dg RPJPD
Maksud & Tuj  Maksud & tuj susun RPJPD
Sistematika
Penulisan
 Deskripsi substansi pokok tiap bab
6
Hubungan RPJPD
dengan dokren lain
 menjelaskan hubungan RPJPD dengan dokumen lain yang
relevan beserta penjelasannya. Keterhubungan dengan
dokumen lain, seperti: RPJPN, RPJPD provinsi, RTRW
nasional, RTRW provinsi, dan RTRW kabupaten/kota
BAB II – GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
Aspek Geografi dan
Demografi
 Aspek Geografi  luas wilayah, iklim, topografi, geologi,
hidrologi, penggunaan lahan, dll
 Aspek Demografi  jumlah pddk, struktur, distribusi, dll
Aspek Kesejahteraan
Masy
 Ekonomi
 Sosial
 Budaya dll
Aspek Pelayanan
Umum
 Urusan wajib yandas
 Urusan wajib non yandas
 Urusan pilihan
 Fungsi Penunjang  perencanaan, pengawasan, keuangan,
kepegawaian dan diklat, litbang
 Fungsi lainnya
Aspek Daya Saing  Ekonomi
 Infrastruktur
 Data indikator sesuaikan dengan Lampiran I Permendagri dan atau sesuai dengan data
yang tersedia  dianalisis ketercapaiannya
 Data nanti akan digunakan sebagai dasar merumuskan masalah dan isu strategis
8
HASIL ANALISIS GAMBARAN UMUM
BAB III – ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
Permasalahan
Pembangunan Daerah
 Adanya “gap expectation” dari kinerja dengan kondisi ideal
 Identifikasi Masalah sesuai hasil analisis gambaran umum
 Dibuat dalam tabel berbasis tabel hasil analisis gambaran umum
 Bisa diperkuat dengan FGD bersama stakeholder
9
BAB III – ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS
Isu Strategis • kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan
dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang
signifikan bagi entitas pemerintahan daerah dan masyarakat
dimasa datang
• Suatu kondisi/kejadian penting adalah keadaan yang apabila
tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar
atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan maka
menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat dalam jangka panjang
• Karakteristik suatu isu strategis adalah kondisi atau hal yang
bersifat penting, mendasar, berjangka panjang, mendesak,
bersifat kelembagaan/keorganisasian dan menentukan tujuan
organisasi/institusi dimasa yang akan datang
Kriteria yang dapat digunakan dalam menentukan isu strategis:
 Memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran
pembangunan;
 Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah;
 Luasnya dampak yang ditimbulkannya terhadap daerah dan masyarakat;
 Memiliki daya ungkit yang signifikan terhadap pembangunan;
 Kemungkinan atau kemudahannya untuk dikelola; dan
 Kriteria lain yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan/dinamika. 10
Metode:
 FGD
 Pembobotan
Contoh
BAB IV – VISI DAN MISI DAERAH
VISI suatu pernyataan tentang tujuan, impian, cita-cita, rencana,
harapan sebuah organisasi atau daerah yang ingin dicapai di masa
mendatang
Kriteria rumusan VISI:
 Menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi masa depan yang ingin dicapai
dalam jangka waktu mendatang (clarity of direction);
 Menjawab permasalahan pembangunan daerah dan/atau isu strategis yang perlu
diselesaikan;
 Disertai dengan penjelasan yang lebih operasional sehingga mudah dijadikan acuan
dalam perumusan kebijakan, strategi, dan program (articulative);
 Disertai penjelasan mengapa visi tersebut dibutuhkan, dan relevansinya dengan
permasalahan dan potensi pembangunan
Syarat visi yang baik:
 Dapat dibayangkan oleh semua pelaku (imaginable);
 Memiliki nilai yang memang diinginkan dan dicata-citakan (desirable);
 Memungkinkan, wajar, layak untuk dicapai dengan situasi, kondisi dan kapasitas yang ada
(feasible);
 Memusatkan perhatian kepada isu dan permasalahan utama (focussed);
 Dapat mengantisipasi dan disesuaikan dengan perubahan jaman (flexible);
 Dapat dikomunikasikan dan mudah dimengerti semua pelaku (communicable);
 Dapat dirumuskan dan ditulis dengan suatu pernyataan yang singkat, jelas, dan padat. 11
VISI harus diuraikan
penjelasannya
BAB IV – VISI DAN MISI DAERAH
MISI  kalimat yang berisi tujuan dan alasan keberadaan suatu
organisasi atau daerah untuk masyarakat, dan dapat menjadi
arah bagi sebuah organisasi atau daerah untuk melangkah
 rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan
untuk mewujudkan visi
 rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka
bagi tujuan dan sasaran serta arah kebijakan yang ingin dicapai
dan menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi
 pernyataan misi sebaiknya menggunakan bahasa yang
sederhana, ringkas dan mudah dipahami tanpa mengurangi
maksud yang ingin dijelaskan
12
BAB V – SASARAN DAN ARAH KEBIJAKAN
MISI
13
VISI
SASARAN 20 TH
ARAH KEBIJAKAN
TAHUN I
ARAH KEBIJAKAN
TAHUN II
ARAH KEBIJAKAN
TAHUN III
ARAH KEBIJAKAN
TAHUN IV
SASARAN POKOK SASARAN POKOK SASARAN POKOK SASARAN POKOK
Indikator & Target
Indikator & Target Indikator & Target Indikator & Target Indikator & Target
Penjabaran Sasaran Pokok 20 tahun
14
Perumusan Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan 20 Tahun
Tahapan dan Sasaran Pokok Pembangunan
#mjpic @mj_zapa

Penyusunan RPJPD

  • 1.
    R P JP D Oleh : Marlupi Julianingrum Perencana Muda, Bappeda Prov. Jawa Tengah Dalam acara Diklat Perencanaan Pembangunan Daerah Semarang, 9 Mei 2017
  • 2.
    RPJPD penjabaran darivisi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan Daerah jangka panjang untuk 20 (dua puluh) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPN dan rencana tata ruang wilayah; RPJPD memuat visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan Daerah jangka panjang (UU 25/2004, UU 23/2014, PP 8/2008, dan Permendagri 54/2010) Apa RPJPD ? 2
  • 3.
    Tahapan RPJPD ? 1 •PERSIAPAN PENYUSUNAN 2 • PENYUSUNAN RANC AWAL 3 4 • MUSRENBANG RPJPD 5 • PERUMUSAN RANC AKHIR 3 • PENETAPAN RPJPD
  • 4.
    Musrenbang RPJMD Rancangan Akhir RPJMD Pembahasan Raperda RPJPD Persiapan Penyusunan RPJMD TahapanRPJPD ? 4 Evaluasi Raperda RPJPD Penetapan RPJPDPaling lambat 6 bulan setelah RPJPD berakhir
  • 5.
    SISTEMATIKA DOKUMEN RPJPD PP8/2008, Permendagri 54/2010 1. Pendahuluan: Latar Belakang, Dasar Hukum Penyusunan, Hubungan RPJPD dengan Dokumen Perencanaan Lainnya, Sistematika Penulisan, Maksud dan Tujuan 2. Gambaran umum kondisi daerah  Aspek Geografi dan Demografi  Aspek Kesejahteraan Masyarakat  Aspek Pelayanan Umum  Aspek Daya Saing 3. Analisis isu-isu strategis  Permasalahan Pembangunan  Isu Strategis 4. Visi dan Misi Daerah  Visi  Misi 5. Sasaran dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Daerah  Sasaran Pembangunan Jangka Panjang  Arah Pembangunan Daerah  Sasaran Pokok 6. Kaidah Pelaksanaan 5
  • 6.
    Bab I -PENDAHULUAN Latar Belakang  Apa RPJPD?  Proses penyusunan RPJPD ?  Alasan mengapa menyusun RPJPD?  Pendekatan yang digunakan dalam menyusun RPJPD? Dasar Hukum Penyusunan  Regulasi terkait renbang, baik pusat maupun daerah  tuliskan yg terkait langsung dg RPJPD Maksud & Tuj  Maksud & tuj susun RPJPD Sistematika Penulisan  Deskripsi substansi pokok tiap bab 6 Hubungan RPJPD dengan dokren lain  menjelaskan hubungan RPJPD dengan dokumen lain yang relevan beserta penjelasannya. Keterhubungan dengan dokumen lain, seperti: RPJPN, RPJPD provinsi, RTRW nasional, RTRW provinsi, dan RTRW kabupaten/kota
  • 7.
    BAB II –GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Aspek Geografi dan Demografi  Aspek Geografi  luas wilayah, iklim, topografi, geologi, hidrologi, penggunaan lahan, dll  Aspek Demografi  jumlah pddk, struktur, distribusi, dll Aspek Kesejahteraan Masy  Ekonomi  Sosial  Budaya dll Aspek Pelayanan Umum  Urusan wajib yandas  Urusan wajib non yandas  Urusan pilihan  Fungsi Penunjang  perencanaan, pengawasan, keuangan, kepegawaian dan diklat, litbang  Fungsi lainnya Aspek Daya Saing  Ekonomi  Infrastruktur  Data indikator sesuaikan dengan Lampiran I Permendagri dan atau sesuai dengan data yang tersedia  dianalisis ketercapaiannya  Data nanti akan digunakan sebagai dasar merumuskan masalah dan isu strategis
  • 8.
  • 9.
    BAB III –ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS Permasalahan Pembangunan Daerah  Adanya “gap expectation” dari kinerja dengan kondisi ideal  Identifikasi Masalah sesuai hasil analisis gambaran umum  Dibuat dalam tabel berbasis tabel hasil analisis gambaran umum  Bisa diperkuat dengan FGD bersama stakeholder 9
  • 10.
    BAB III –ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS Isu Strategis • kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi entitas pemerintahan daerah dan masyarakat dimasa datang • Suatu kondisi/kejadian penting adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau sebaliknya, dalam hal tidak dimanfaatkan maka menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang • Karakteristik suatu isu strategis adalah kondisi atau hal yang bersifat penting, mendasar, berjangka panjang, mendesak, bersifat kelembagaan/keorganisasian dan menentukan tujuan organisasi/institusi dimasa yang akan datang Kriteria yang dapat digunakan dalam menentukan isu strategis:  Memiliki pengaruh yang besar/signifikan terhadap pencapaian sasaran pembangunan;  Merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah;  Luasnya dampak yang ditimbulkannya terhadap daerah dan masyarakat;  Memiliki daya ungkit yang signifikan terhadap pembangunan;  Kemungkinan atau kemudahannya untuk dikelola; dan  Kriteria lain yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan/dinamika. 10 Metode:  FGD  Pembobotan Contoh
  • 11.
    BAB IV –VISI DAN MISI DAERAH VISI suatu pernyataan tentang tujuan, impian, cita-cita, rencana, harapan sebuah organisasi atau daerah yang ingin dicapai di masa mendatang Kriteria rumusan VISI:  Menggambarkan arah yang jelas tentang kondisi masa depan yang ingin dicapai dalam jangka waktu mendatang (clarity of direction);  Menjawab permasalahan pembangunan daerah dan/atau isu strategis yang perlu diselesaikan;  Disertai dengan penjelasan yang lebih operasional sehingga mudah dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan, strategi, dan program (articulative);  Disertai penjelasan mengapa visi tersebut dibutuhkan, dan relevansinya dengan permasalahan dan potensi pembangunan Syarat visi yang baik:  Dapat dibayangkan oleh semua pelaku (imaginable);  Memiliki nilai yang memang diinginkan dan dicata-citakan (desirable);  Memungkinkan, wajar, layak untuk dicapai dengan situasi, kondisi dan kapasitas yang ada (feasible);  Memusatkan perhatian kepada isu dan permasalahan utama (focussed);  Dapat mengantisipasi dan disesuaikan dengan perubahan jaman (flexible);  Dapat dikomunikasikan dan mudah dimengerti semua pelaku (communicable);  Dapat dirumuskan dan ditulis dengan suatu pernyataan yang singkat, jelas, dan padat. 11 VISI harus diuraikan penjelasannya
  • 12.
    BAB IV –VISI DAN MISI DAERAH MISI  kalimat yang berisi tujuan dan alasan keberadaan suatu organisasi atau daerah untuk masyarakat, dan dapat menjadi arah bagi sebuah organisasi atau daerah untuk melangkah  rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi  rumusan misi menjadi penting untuk memberikan kerangka bagi tujuan dan sasaran serta arah kebijakan yang ingin dicapai dan menentukan jalan yang akan ditempuh untuk mencapai visi  pernyataan misi sebaiknya menggunakan bahasa yang sederhana, ringkas dan mudah dipahami tanpa mengurangi maksud yang ingin dijelaskan 12
  • 13.
    BAB V –SASARAN DAN ARAH KEBIJAKAN MISI 13 VISI SASARAN 20 TH ARAH KEBIJAKAN TAHUN I ARAH KEBIJAKAN TAHUN II ARAH KEBIJAKAN TAHUN III ARAH KEBIJAKAN TAHUN IV SASARAN POKOK SASARAN POKOK SASARAN POKOK SASARAN POKOK Indikator & Target Indikator & Target Indikator & Target Indikator & Target Indikator & Target Penjabaran Sasaran Pokok 20 tahun
  • 14.
    14 Perumusan Sasaran Pokokdan Arah Kebijakan 20 Tahun
  • 15.
    Tahapan dan SasaranPokok Pembangunan
  • 16.