OLEH :
NAMA
A. LATAR BELAKANG
PENDAHULUANPENDAHULUANBAB IBAB I
B. IDENTIFIKASI MASALAH
D. RUMUSAN MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH
F. MANFAAT PEMBAHASAN
E. TUJUAN PEMBAHASAN
PEMBAHASANPEMBAHASAN
BAB II
BAB II
PENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASAPENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASASTRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA
METODE PEMBELAJARAN BAHASAMETODE PEMBELAJARAN BAHASA
TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASATEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA
EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASAEVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA
METODE PEMBELAJARAN BAHASA
Metode adalah rencana penyajian bahan secara menyeluruh dengan
urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan atau approach tertentu.
Metode adalah rencana penyajian bahan secara menyeluruh dengan
urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan atau approach tertentu.
Secara ringkas metode merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan
dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode adalah prosedur
pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.
Secara ringkas metode merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan
dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode adalah prosedur
pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.
Metode meliputi, pemilihan bahan, penentuan urutan bahan, pengembangan
bahan, rancangan evaluasi dan remedial.
Metode meliputi, pemilihan bahan, penentuan urutan bahan, pengembangan
bahan, rancangan evaluasi dan remedial.
Dikaitkan dengan Kurikulum 2004, maka langkah metode ditetapkan
setelah guru menetapkan kompetensi dasar beserta indikator- indikatornya.
Dikaitkan dengan Kurikulum 2004, maka langkah metode ditetapkan
setelah guru menetapkan kompetensi dasar beserta indikator- indikatornya.
Dewasa ini ada beberapa metode pembelajaran bahasa yang
masih dipergunakan, baik secara terpisah-pisah maupun
digabungkan beberapa metode dalam pelaksanaannya.
Metode LangsungMetode Langsung
Metode SASMetode SAS
Metode LinguistikMetode Linguistik
Metode AlamiahMetode Alamiah
Metode Tata BahasaMetode Tata Bahasa
Metode TerjemahanMetode Terjemahan
Metode
Pembatasan Bahasa
Metode
Pembatasan Bahasa
Metode UnitMetode Unit
Metode BibahasaMetode Bibahasa
• Metode Langsung
Metode ini menerapkan secara langsung semua aspek bahasa dalam
bahasa yang diajarkan.
• Metode Alamiah
Metode ini banyak memiliki nama, yaitu metode murni, metode natural
atau “customary method”. Metode ini memiliki prinsip bahwa mengajar
bahasa baru (seperti bahasa kedua) harus sesuai dengan kebiasaan
belajar berbahasa yang sesungguhnya sebagaimana yang dilalui oleh
anak-anak ketika belajar bahasa ibunya.
• Metode Tatabahasa
Metode ini dipusatkan pada pembelajaran vokabuler (kosakata) dan
tatabahasa. Isi pelajaran terutama ditujukan untuk mempelajari kata-kata
dan tatabahasa.
• Metode Terjemahan
Metode terjemahan (the translation method) adalah metode yang lazim
digunakan untuk pengajaran bahasa asing, termasuk dalam hal ini Bahasa
Indonesia yang pada umumnya merupakan bahasa kedua setelah
penggunaan bahasa ibu yakni bahasa daerah.
• Metode Pembatasan Bahasa
Metode ini menekankan pada pembatasan dan penggradasian kosakata dan
struktur bahasa yang akan diajarkan.
• Metode Linguistik
Nama lain dari metode ini adalah metode “oral aural”. Prinsip yang menjadi
landasan metode ini adalah pendekatan ilmiah sebab yang menjadi landasan
pembelajarannya senantiasa hasil penelitian para linguis (ahli-ahli bahasa).
•Metode SAS
Metode SAS (struktural analitik sintetik) bersumber pada ilmu jiwa gestalt yang
berpandangan bahwa pengamatan/penglihatan pertama setiap manusia adalah
global atau bersifat menyeluruh.
•Metode Bibahasa
Metode ini hampir sama dengan metode lingustik seperti yang telah diuraikan di
muka. Dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing, bahan pembelajaran
dididasarkan pada persamaan dan perbedaan antara bahasa ibu dengan bahasa
yang akan diajarkan tersebut.
•Metode Unit
Metode ini berdasarkan 5 tahapan pembelajaran, yaitu: mempersiapkan murid
untuk menerima pelajaran, penyajian bahan, bimbingan melalui proses induksi,
generalisasi dan penggunaannya.
• Metode yang Sesuai dengan Materi Pembelajaran Mendengarkan di SD
Belajar berbahasa dimulai dengan mendengarkan, coba perhatikan bagaimana anak kecil belajar bahasa ibunya.
Mula-mula yang bersangkutan banyak mendengar rangkaian bunyi bahasa. Bunyi bahasa itu dikaitkan dengan
makna.
Metode pengajaran mendengarkan yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain:
a. Metode Audiolingual;
b. Metode Komunikatif;
c. Metode Integratif.
• Metode yang Sesuai dengan Materi Pembelajaran Membaca di SD
Pengembangan keterampilan membaca pertama-tama dibebankan kepada guru bahasa Indonesia SD. Melalui
pengajaran bahasa Indonesia, guru harus mengarahkan siswanya agar dapat:
membaca atau melek huruf
memahami pengertian dan peranan membaca
memahami teori dasar membaca
memiliki minat baca
memiliki keterampilan membaca
• Metode yang Sesuai dengan Materi Pembelajaran Menulis di SD
Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menulis paling kecil bila dibandingkan dengan
kegiatan menyimak, berbicara, atau membaca. Urutan anak-anak yang belajar berbahasa selalu mulai menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis.
Selain metode pembelajaran Bahasa Indonesia di atas, ada pula metode
yang dikategorikan sesuai dengan kegiatan yang terdapat dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia yang langsung dikaitkan dengan
tekniknya.
TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA
Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang
metode/prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran
berlangsung. Dengan kata lain, strategi pembelajaran mempunyai arti
yang lebih luas dari pada metode dan teknik. Artinya, metode/prosedur dan
teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Dari
metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis
di kelas saat pembelajaran berlangsung.
Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang
metode/prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran
berlangsung. Dengan kata lain, strategi pembelajaran mempunyai arti
yang lebih luas dari pada metode dan teknik. Artinya, metode/prosedur dan
teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Dari
metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis
di kelas saat pembelajaran berlangsung.
Teknik pembelajaran merupakan
cara guru menyampaikan bahan
ajar yang telah disusun
berdasarkan metode dan
pendekatan yang dipilih guru.
Teknik pembelajaran merupakan
cara guru menyampaikan bahan
ajar yang telah disusun
berdasarkan metode dan
pendekatan yang dipilih guru.
1. Teknik Ceramah
Teknik ini digunakan untuk menyampaikan informasi. Bagi
siswa sekolah dasar kelas rendah, teknik ini diperlukan sebagai
latihan keterampilan menyimak. Pelaksanaan teknik dongeng
atau informasi tentang ilmu pengetahuan. Selesai ceramah,
dapat diikuti dengan teknik tanya jawab.
2. Teknik Tanya Jawab
Penggunaan teknik tanya jawab ini dapat diterapkan pada
latihan keterampilan menyimak,berbicara,membaca dan
menulis. Selain guru yang bertanya pada siswa, juga dapat
dilakukan siswa yang bertanya pada guru, setelah guru
ceramah atau bercerita. Di samping itu,guru dapat pula pada
awal pelajaran sebagai pretest dan pada akhir pembelajaran
yang disebut posttest.
3. Teknik Diskusi Kelompok
Teknik ini dapat dilakukan di SD kelas rendah dengan
bimbingan guru. Peran guru terutama dalam pemilihan bahan
diskusi, pemilihan ketua kelompok dan memotivasi siswa
lainnya agar mau berbicara atau bertanya.
4. Teknik Pemberian Tugas
Teknik ini biasanya diberikan secara individual atau kelompok. Teknik ini bertujuan
agar siswa lebih aktif dalam mendalami pelajaran dan memiliki keterampilan tertentu.
Untuk siswa kelas rendah tugas individual, seperti membuat catatan kegiatan harian
atau disuruh menghapal puisi atau lagu.
5. Teknik Bermain Peran
Teknik ini bertujuan agar siswa menghayati kejadian atau peran seseorang dalam
hubungan sosialnya. Dalam bermain peran siswa dapat mencoba menempatkan diri
sebagai tokoh atau pribadi tertentu, misal: sebagai guru, sopir, dokter, pedagang,
tukang becak dsb. Tokoh-tokoh dari benda-benda sekitar, misal: gunung, pohon,
binatang, awan,angin, matahari dsb. Dengan menghayati peran-peran
tersebut, diharapkan siswa terlatih untuk menghargai jasa dan peranan orang lain
dalam kehidupannya, juga berlatih kerja sama dengan orang lain.
6. Teknik Karyawisata
Teknik ini dilaksanakan dengan cara membawa langsung siswa kepada obyek yang
ada kaitannya dengan materi pembelajaran. Untuk kelas rendah, guru dapat membawa
siswa untuk berjalan-jalan di sekitar lingkungan sekolah, kemudian secara bergiliran
siswa disuruh menceritakan benda-benda atau peristiwa yang ditemuinya. Untuk siswa
kelas tinggi, siswa dapat mengarang atau mendeskripsikan tempat-tempat yang telah
mereka kunjungi, misal: museum, kebun binatang, tempat pameran atau tempat
karyawisata lainnya.
7. Teknik Sinektik
Teknik pengajaran sinektik merupakan suatu teknik untuk
menciptakan kelas menjadi suatu masyarakat intelektual , yang
menyediakan berbagai kesempatan bagi siswa untuk bertindak
kreatif dan menjelajahi gagasan- gagasan baru dalam bidang-
bidang ilmu pengetahuan alam, teknologi,bahasa dan seni. Pada
dasarnya, kreativitas seseorang dapat dideskripsikan, didorong
dan dapat ditingkatkan dengan sengaja karena kreativitas
pada dasarnya adalah proses emosional. Kreativitas pada diri
seseorang atau pada kelompok dapat ditingkatkan dengan cara
menyadari proses kreatif dan memberikan bantuan secara
sadar ke arah terjadinya kreativitas. Contoh dalam bahasa
dengan meminta murid menggunakan gaya bahasa analogi atau
metapora.
EVALUASI PEMBELAJARAN
Evaluasi dalam pengertian luas dapat diartikan sebagai suatu proses
merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi atau data
yang diperlukan sebagai dasar untuk membuat alternatif keputusan.
Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai suatu proses
sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan tentang ketercapaian
tujuan pengajaran. Wrighstone (dalam Purwanto, 1992) mengemukakan
bahwa evaluasi ialah penafsiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa
ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
Tujuan pengajaran Bahasa Indonesia meliputi ranah pengetahuan, sikap,
dan keterampilan. Oleh sebab itu, model evaluasi yang diterapkan juga
mengacu pada ketiga ranah tersebut. Bila tidak demikian, pengetahuan, sikap,
dan keterampilan yang diharapkan dari pembelajar tidak dapat diketahui
dengan pasti. Padahal, kepastian hasil evaluasi inilah yang dijadikan titik tolak
untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
Bentuk alat ukur evaluasi dapat berupa tes dan nontes.
Bentuk alat ukur yang berupa tes dapat digunakan
untuk menguji kompetensi (1) struktur dan ekspresi
tulis, (2) kosakata dan membaca, serta (3) menyimak.
Ujian menyimak biasanya merupakan ujian yang berat
bagi pembelajar. Mereka sering cemas dan tegang
sebelum atau pada waktu ujian dilaksanakan. Non Tes
digunakan untuk menguji kompetensi (1) berbicara dan
(2) menulis dengan bentuk penugasan. Melalui
pengamatan, pengukuran kompetensi berbicara dan
menulis dilakukan. Untuk melakukan penskoran
digunakan lembar pengamatan yang dilengkapi skala
berjenjang.
PENUTUP
BAB III
BAB III
A.KESIMPULAN
B.SARAN
Terima Kasih

Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Dan Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SD

  • 1.
  • 2.
    A. LATAR BELAKANG PENDAHULUANPENDAHULUANBABIBAB I B. IDENTIFIKASI MASALAH D. RUMUSAN MASALAH C. PEMBATASAN MASALAH F. MANFAAT PEMBAHASAN E. TUJUAN PEMBAHASAN
  • 3.
    PEMBAHASANPEMBAHASAN BAB II BAB II PENDEKATANPEMBELAJARAN BAHASAPENDEKATAN PEMBELAJARAN BAHASA STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASASTRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA METODE PEMBELAJARAN BAHASAMETODE PEMBELAJARAN BAHASA TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASATEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASAEVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA
  • 4.
    METODE PEMBELAJARAN BAHASA Metodeadalah rencana penyajian bahan secara menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan atau approach tertentu. Metode adalah rencana penyajian bahan secara menyeluruh dengan urutan yang sistematis berdasarkan pendekatan atau approach tertentu. Secara ringkas metode merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Secara ringkas metode merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode. Metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan. Metode meliputi, pemilihan bahan, penentuan urutan bahan, pengembangan bahan, rancangan evaluasi dan remedial. Metode meliputi, pemilihan bahan, penentuan urutan bahan, pengembangan bahan, rancangan evaluasi dan remedial. Dikaitkan dengan Kurikulum 2004, maka langkah metode ditetapkan setelah guru menetapkan kompetensi dasar beserta indikator- indikatornya. Dikaitkan dengan Kurikulum 2004, maka langkah metode ditetapkan setelah guru menetapkan kompetensi dasar beserta indikator- indikatornya.
  • 5.
    Dewasa ini adabeberapa metode pembelajaran bahasa yang masih dipergunakan, baik secara terpisah-pisah maupun digabungkan beberapa metode dalam pelaksanaannya. Metode LangsungMetode Langsung Metode SASMetode SAS Metode LinguistikMetode Linguistik Metode AlamiahMetode Alamiah Metode Tata BahasaMetode Tata Bahasa Metode TerjemahanMetode Terjemahan Metode Pembatasan Bahasa Metode Pembatasan Bahasa Metode UnitMetode Unit Metode BibahasaMetode Bibahasa
  • 6.
    • Metode Langsung Metodeini menerapkan secara langsung semua aspek bahasa dalam bahasa yang diajarkan. • Metode Alamiah Metode ini banyak memiliki nama, yaitu metode murni, metode natural atau “customary method”. Metode ini memiliki prinsip bahwa mengajar bahasa baru (seperti bahasa kedua) harus sesuai dengan kebiasaan belajar berbahasa yang sesungguhnya sebagaimana yang dilalui oleh anak-anak ketika belajar bahasa ibunya. • Metode Tatabahasa Metode ini dipusatkan pada pembelajaran vokabuler (kosakata) dan tatabahasa. Isi pelajaran terutama ditujukan untuk mempelajari kata-kata dan tatabahasa. • Metode Terjemahan Metode terjemahan (the translation method) adalah metode yang lazim digunakan untuk pengajaran bahasa asing, termasuk dalam hal ini Bahasa Indonesia yang pada umumnya merupakan bahasa kedua setelah penggunaan bahasa ibu yakni bahasa daerah.
  • 7.
    • Metode PembatasanBahasa Metode ini menekankan pada pembatasan dan penggradasian kosakata dan struktur bahasa yang akan diajarkan. • Metode Linguistik Nama lain dari metode ini adalah metode “oral aural”. Prinsip yang menjadi landasan metode ini adalah pendekatan ilmiah sebab yang menjadi landasan pembelajarannya senantiasa hasil penelitian para linguis (ahli-ahli bahasa). •Metode SAS Metode SAS (struktural analitik sintetik) bersumber pada ilmu jiwa gestalt yang berpandangan bahwa pengamatan/penglihatan pertama setiap manusia adalah global atau bersifat menyeluruh. •Metode Bibahasa Metode ini hampir sama dengan metode lingustik seperti yang telah diuraikan di muka. Dalam pembelajaran bahasa kedua atau bahasa asing, bahan pembelajaran dididasarkan pada persamaan dan perbedaan antara bahasa ibu dengan bahasa yang akan diajarkan tersebut. •Metode Unit Metode ini berdasarkan 5 tahapan pembelajaran, yaitu: mempersiapkan murid untuk menerima pelajaran, penyajian bahan, bimbingan melalui proses induksi, generalisasi dan penggunaannya.
  • 8.
    • Metode yangSesuai dengan Materi Pembelajaran Mendengarkan di SD Belajar berbahasa dimulai dengan mendengarkan, coba perhatikan bagaimana anak kecil belajar bahasa ibunya. Mula-mula yang bersangkutan banyak mendengar rangkaian bunyi bahasa. Bunyi bahasa itu dikaitkan dengan makna. Metode pengajaran mendengarkan yang dapat diterapkan untuk pembelajaran bahasa Indonesia di SD antara lain: a. Metode Audiolingual; b. Metode Komunikatif; c. Metode Integratif. • Metode yang Sesuai dengan Materi Pembelajaran Membaca di SD Pengembangan keterampilan membaca pertama-tama dibebankan kepada guru bahasa Indonesia SD. Melalui pengajaran bahasa Indonesia, guru harus mengarahkan siswanya agar dapat: membaca atau melek huruf memahami pengertian dan peranan membaca memahami teori dasar membaca memiliki minat baca memiliki keterampilan membaca • Metode yang Sesuai dengan Materi Pembelajaran Menulis di SD Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menulis paling kecil bila dibandingkan dengan kegiatan menyimak, berbicara, atau membaca. Urutan anak-anak yang belajar berbahasa selalu mulai menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Selain metode pembelajaran Bahasa Indonesia di atas, ada pula metode yang dikategorikan sesuai dengan kegiatan yang terdapat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang langsung dikaitkan dengan tekniknya.
  • 9.
    TEKNIK PEMBELAJARAN BAHASA Strategipembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode/prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, strategi pembelajaran mempunyai arti yang lebih luas dari pada metode dan teknik. Artinya, metode/prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Strategi pembelajaran harus mengandung penjelasan tentang metode/prosedur dan teknik yang digunakan selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan kata lain, strategi pembelajaran mempunyai arti yang lebih luas dari pada metode dan teknik. Artinya, metode/prosedur dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran. Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung. Teknik pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan bahan ajar yang telah disusun berdasarkan metode dan pendekatan yang dipilih guru. Teknik pembelajaran merupakan cara guru menyampaikan bahan ajar yang telah disusun berdasarkan metode dan pendekatan yang dipilih guru.
  • 10.
    1. Teknik Ceramah Teknikini digunakan untuk menyampaikan informasi. Bagi siswa sekolah dasar kelas rendah, teknik ini diperlukan sebagai latihan keterampilan menyimak. Pelaksanaan teknik dongeng atau informasi tentang ilmu pengetahuan. Selesai ceramah, dapat diikuti dengan teknik tanya jawab. 2. Teknik Tanya Jawab Penggunaan teknik tanya jawab ini dapat diterapkan pada latihan keterampilan menyimak,berbicara,membaca dan menulis. Selain guru yang bertanya pada siswa, juga dapat dilakukan siswa yang bertanya pada guru, setelah guru ceramah atau bercerita. Di samping itu,guru dapat pula pada awal pelajaran sebagai pretest dan pada akhir pembelajaran yang disebut posttest. 3. Teknik Diskusi Kelompok Teknik ini dapat dilakukan di SD kelas rendah dengan bimbingan guru. Peran guru terutama dalam pemilihan bahan diskusi, pemilihan ketua kelompok dan memotivasi siswa lainnya agar mau berbicara atau bertanya.
  • 11.
    4. Teknik PemberianTugas Teknik ini biasanya diberikan secara individual atau kelompok. Teknik ini bertujuan agar siswa lebih aktif dalam mendalami pelajaran dan memiliki keterampilan tertentu. Untuk siswa kelas rendah tugas individual, seperti membuat catatan kegiatan harian atau disuruh menghapal puisi atau lagu. 5. Teknik Bermain Peran Teknik ini bertujuan agar siswa menghayati kejadian atau peran seseorang dalam hubungan sosialnya. Dalam bermain peran siswa dapat mencoba menempatkan diri sebagai tokoh atau pribadi tertentu, misal: sebagai guru, sopir, dokter, pedagang, tukang becak dsb. Tokoh-tokoh dari benda-benda sekitar, misal: gunung, pohon, binatang, awan,angin, matahari dsb. Dengan menghayati peran-peran tersebut, diharapkan siswa terlatih untuk menghargai jasa dan peranan orang lain dalam kehidupannya, juga berlatih kerja sama dengan orang lain. 6. Teknik Karyawisata Teknik ini dilaksanakan dengan cara membawa langsung siswa kepada obyek yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran. Untuk kelas rendah, guru dapat membawa siswa untuk berjalan-jalan di sekitar lingkungan sekolah, kemudian secara bergiliran siswa disuruh menceritakan benda-benda atau peristiwa yang ditemuinya. Untuk siswa kelas tinggi, siswa dapat mengarang atau mendeskripsikan tempat-tempat yang telah mereka kunjungi, misal: museum, kebun binatang, tempat pameran atau tempat karyawisata lainnya.
  • 12.
    7. Teknik Sinektik Teknikpengajaran sinektik merupakan suatu teknik untuk menciptakan kelas menjadi suatu masyarakat intelektual , yang menyediakan berbagai kesempatan bagi siswa untuk bertindak kreatif dan menjelajahi gagasan- gagasan baru dalam bidang- bidang ilmu pengetahuan alam, teknologi,bahasa dan seni. Pada dasarnya, kreativitas seseorang dapat dideskripsikan, didorong dan dapat ditingkatkan dengan sengaja karena kreativitas pada dasarnya adalah proses emosional. Kreativitas pada diri seseorang atau pada kelompok dapat ditingkatkan dengan cara menyadari proses kreatif dan memberikan bantuan secara sadar ke arah terjadinya kreativitas. Contoh dalam bahasa dengan meminta murid menggunakan gaya bahasa analogi atau metapora.
  • 13.
    EVALUASI PEMBELAJARAN Evaluasi dalampengertian luas dapat diartikan sebagai suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi atau data yang diperlukan sebagai dasar untuk membuat alternatif keputusan. Gronlund (1976) merumuskan pengertian evaluasi sebagai suatu proses sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan tentang ketercapaian tujuan pengajaran. Wrighstone (dalam Purwanto, 1992) mengemukakan bahwa evaluasi ialah penafsiran terhadap pertumbuhan dan kemajuan siswa ke arah tujuan-tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Tujuan pengajaran Bahasa Indonesia meliputi ranah pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Oleh sebab itu, model evaluasi yang diterapkan juga mengacu pada ketiga ranah tersebut. Bila tidak demikian, pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dari pembelajar tidak dapat diketahui dengan pasti. Padahal, kepastian hasil evaluasi inilah yang dijadikan titik tolak untuk menentukan kebijakan selanjutnya.
  • 14.
    Bentuk alat ukurevaluasi dapat berupa tes dan nontes. Bentuk alat ukur yang berupa tes dapat digunakan untuk menguji kompetensi (1) struktur dan ekspresi tulis, (2) kosakata dan membaca, serta (3) menyimak. Ujian menyimak biasanya merupakan ujian yang berat bagi pembelajar. Mereka sering cemas dan tegang sebelum atau pada waktu ujian dilaksanakan. Non Tes digunakan untuk menguji kompetensi (1) berbicara dan (2) menulis dengan bentuk penugasan. Melalui pengamatan, pengukuran kompetensi berbicara dan menulis dilakukan. Untuk melakukan penskoran digunakan lembar pengamatan yang dilengkapi skala berjenjang.
  • 15.
  • 16.