PENDEKATAN MANAJEMEN KELAS
    PERUBAHAN PERILAKU
  (BEHAVIOR MODIFICATION)

                        Oleh




              1.   Nastiti Rahajeng
              2.   Dwi Mitasari
              3.   Kurnia Lilin PA
TEORI – TEORI
BELAJAR PERILAKU
Pengertian Perilaku

• Perilaku adalah semua yang
  kita lakukan (Joko Yuwono,
  2009:50).
• perilaku (behavior)
  didefinisikan sebagai suatu
  yang dikatakan atau dilakukan
  oleh seseorang (Marthin dan
KESIMPULAN
perilaku ialah semua
  tindakan seseorang yang
  dapat dilihat, didengar, atau
  dirasakan oleh orang lain
  atau diri sendiri.
• Perilaku itu ada yang dapat
  diamati dan ada yang tidak
Ivan Pavlov (Classical Conditioning)
• seorang behavioristik terkenal dengan teori
  pengkondisian asosiatif stimulus-respons.
• Ia menemukan bahwa ia dapat menggunakan
  stimulus netral, seperti sebuah nada atau sinar
  untuk membentuk perilaku (respons). Dalam hal
  ini, eksperimen yang dilakukan oleh pavlov
  menggunakan anjing sebagai subyek penelitian.
E.L. Thorndike (Hukum
          Pengaruh)
•
B.F. Skinner (Operant
          Conditioning)


• Operant Conditioning ialah
 Penggunaan konsekuensi
 yang menyenangkan dan
 tak menyenangkan untuk
 mengubah perilaku
2. Pendekatan Manajemen Kelas
    Pengubahan Perilaku (Behavior
           Modification)
•

•
Ahli dari pendekatan ini berpendapat bahwa
  seorang peserta didik yang berperilaku
  menyimpang disebabkan oleh salah satu dari
  dua alasan yaitu
• Peserta didik telah belajar berperilaku yang
  tidak sesuai
• Peserta didik tidak belajar berperilaku yang
  sesuai
Prinsip – Prinsip Behavior Modification


              Pengaruh    Empat
              kejadian-   prinsip
               kejadian    dasar
             lingkungan   belajar




            Pendekatan pengubahan
                   perilaku
Empat prinsip dasar belajar
                                                                 1
                               Penguatan             Makanan, air, udara segar
Tindakan penguatan               primer
      positif

                                                     Pujian, nilai angka,
                               Penguatan             rangking, atau permainan
                                sekunder             yang disenangi siswa



      Waktu pemberian penguatan positif
      1. Terus menerus pada setiap kali terjadi perbuatan
         baik
      2. Tenggang waktu atau berkala
          Penjadwalan interval (setiap jangka waktu
            tertentu)
         Penjadwalan rasio (penampilan tingkah laku )
Empat prinsip dasar belajar
               2                            3
• Tindakan penghukuman          • Tindakan penghilangan
  yaitu perangsang yang tidak     atau penghentian yaitu
  diinginkan atau tidak           tidak memberikan ganjaran
  disukai,                        yang diharapkan seperti
                                  yang lalu (menahan
 Tujuan :                         pemberian penguatan
 Menurunkan frekuensi
 pemunculan tingkah laku yang
                                  positif)
 tidak dikehendaki.
Empat prinsip dasar belajar            4
• Tindakan penguatan negatif
  yaitu meniadakan perangsang yang tidak
  menyenangkan atau tidak disukai
  (menghilangkan hukuman).
Strategi Pendekatan Behavior
               Modification

                     1. Model
                     2. Pembentukan perilaku
                     3. Sistem hadiah
Mempergunakan        4. Kontrak perilaku
                     5. Jatah kelompok
                     6. Penguatan alternatif yang
                        tidak serasi
                     7. Penyuluhan perilaku
                     8. Pemantauan sendiri
                     9. Isyarat
Hasil observasi di SDN Semen 5
           1                                      2




                                    (Gambar suasana ramai kelas)

                             •   Perilaku menyimpang
                                 Ramai,bertengkar, main PS
                                 berlebihan, tidak membawa
 (Gambar kalimat motivasi)       peralatan, merokok, dll.
3                                   4


• Cara guru untuk               • Bentuk penguatan
  mengubah perilaku               kepada siswa
  siswa yang kurang             1.    Kata-kata motivasi,
  sesuai                        2.    Kata-kata pujian,
1. Guru berperan sebagai        3.    Pemberian hadiah
   model yang baik bagi         4.    Ranking
   siswa
2. Memberikan hukuman
   kepada siswa berdasarkan
   tingkat kesalahannya


                              (Gambar guru saat memberi pujian)
4                                          5



• Bentuk hukuman                   • Peraturan
1.   Kata-kata menggertak          1. Kesepakatan kelas
2.   Cubitan                       2. Peraturan sekolah
3.   Jewer
4.   Jalan jongkok
5.   Lari keliling lapangan,dll.




                                       (Gambar peraturan dipasang disetiap
                                                     kelas)
6
• Kebiasaan baik




    (gambar kebiasaan berjabat tangan)




                                             (gambar siswa tertib mengisi angket)
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA
Pertanyaan:
Stefani: apa ada perbedaan cara mengatasi
  perilaku tidak baik sesuai alasan yang
  dijelaskan
Tergantung kesalahan.
Pernyataan pertama peserta didik sudah tau
  bahwa tindakan itu jelek, tetapi sengaja
  dilakukan, penghentiannya dengan
Pemberian model
Menggunakan pembentukan
•   Dwika: penghilangan pujian, apakah setelah penghilangan pujian apakah siswa
    masih melakukan dengan baik seperti saat diberi pujian
Relatif:
Sesuai karakteristik anak,
Kenyataan di SD:
Pak sunarji kelas 5: pujian tidak dihentikan,
Anak: kadang dipuji, kadang tidak
Guru kelas 6 menggunakan prinsip penghilangan siswa tetap baik, guru berhasil
Desi: bagaimana guru menyikapi anak yang down
Memberikan motivasi, dibiasakan lagi,
Ganjar: tindakan penguatan negatif, tujuan?
Tujuan agar siswa tidak selalu diberikan tindakan yang tidak disukainya, sehingga
    terbiasa.
Agar siswa tidak merasa terintimidasi, tidak tertekan dalam belajar
Ganjar:Tidak tau intensitas siswa
Guru sd merupakan guru kelas, guru pasti sudah memahami karakteristik siswanya.
Kiki: tingkatan penghentian hukuman, contoh dalam tata tertip, bagaimana anak jika
    tidak sadar?
Dengan menkonseling anak, mengetahui faktornya dahulu.
Sebisa mungkin hukuman tidak mengganggu proses belajar, sesuai dengan tingkat
    kesalahan. Kalau anak tidak berubah, tingkat hukuman ditingkatkan
Kalau tingkat kesalahan fatal, pemberian hukuman dilanjutkan bekerja sama dengan
    orang tua.
• Zaky: tata tertip bahwa guru tidak boleh menghukum di
   depan anak, bagaimana bentuk yang efektif?
Kalau bisa seperti itu
Pada kenyataan pada sdn semen 5 menghukum di depan
   teman lain itu biasa, guru sudah tau sikap siswa
Siswa terbuka, walaupun ada guru di situ
Yang paling efektif: dengan mengetahui karakteristik
   siswa, perilaku anak
Zaky: tujuan guru agar tidak menghukum di depan siswa
   mengakibatkan anak lebih mandiri dalam
   penghukuman, tetapi jika dihukum bersamaan anak akan
   tertekan. Mana yang efektif?
Menghukum dengan memberi pengertian, pengarahan
   kepada siswa.
Deni: cara menghukum agar anak tidak trauma dengan buku
   penghubung, sehingga tidak terjadi
   kesalahpahaman.jangan membiasakan menghukum anak di
   depan teman, memanggil anak yang salah tersebut
Dian: hukuman fisik, apakah ada pengaguan dari
  orang tua?
Tidak ada pengaduan, hukuman masih wajar,
  niatnya menghukum perilaku, tergantung
  dalam
Kiki:Jangan melihat hukuman fisik yang berat,
  guru mengetahui kemampuan siswa,
  hukuman hanya gertakan.
• Puri: pembentukan dan penyuluhan apa
  bedanya? Ciri ditekankan pada?
Penyuluhan perilaku proses pertemuan secara
  pribadi antara guru dan siswa, diadakan cara
  perubahan perilaku dalam penyuluhan tsb.
Penyuluhan: siswa sudah melakukan perilaku
Pembentukan: siswa belum melakukan perilaku
Bella: penyuluhan sesuai dengan kebutuhan
Pembentukan membutuhkan waktu lama
  sampai terbentuk.

Pendekatan manajemen kelas behavior modification (KELOMPOK 7)

  • 1.
    PENDEKATAN MANAJEMEN KELAS PERUBAHAN PERILAKU (BEHAVIOR MODIFICATION) Oleh 1. Nastiti Rahajeng 2. Dwi Mitasari 3. Kurnia Lilin PA
  • 2.
  • 3.
    Pengertian Perilaku • Perilakuadalah semua yang kita lakukan (Joko Yuwono, 2009:50). • perilaku (behavior) didefinisikan sebagai suatu yang dikatakan atau dilakukan oleh seseorang (Marthin dan
  • 4.
    KESIMPULAN perilaku ialah semua tindakan seseorang yang dapat dilihat, didengar, atau dirasakan oleh orang lain atau diri sendiri. • Perilaku itu ada yang dapat diamati dan ada yang tidak
  • 5.
    Ivan Pavlov (ClassicalConditioning) • seorang behavioristik terkenal dengan teori pengkondisian asosiatif stimulus-respons. • Ia menemukan bahwa ia dapat menggunakan stimulus netral, seperti sebuah nada atau sinar untuk membentuk perilaku (respons). Dalam hal ini, eksperimen yang dilakukan oleh pavlov menggunakan anjing sebagai subyek penelitian.
  • 6.
  • 7.
    B.F. Skinner (Operant Conditioning) • Operant Conditioning ialah Penggunaan konsekuensi yang menyenangkan dan tak menyenangkan untuk mengubah perilaku
  • 8.
    2. Pendekatan ManajemenKelas Pengubahan Perilaku (Behavior Modification) • •
  • 9.
    Ahli dari pendekatanini berpendapat bahwa seorang peserta didik yang berperilaku menyimpang disebabkan oleh salah satu dari dua alasan yaitu • Peserta didik telah belajar berperilaku yang tidak sesuai • Peserta didik tidak belajar berperilaku yang sesuai
  • 10.
    Prinsip – PrinsipBehavior Modification Pengaruh Empat kejadian- prinsip kejadian dasar lingkungan belajar Pendekatan pengubahan perilaku
  • 11.
    Empat prinsip dasarbelajar 1 Penguatan Makanan, air, udara segar Tindakan penguatan primer positif Pujian, nilai angka, Penguatan rangking, atau permainan sekunder yang disenangi siswa Waktu pemberian penguatan positif 1. Terus menerus pada setiap kali terjadi perbuatan baik 2. Tenggang waktu atau berkala  Penjadwalan interval (setiap jangka waktu tertentu) Penjadwalan rasio (penampilan tingkah laku )
  • 12.
    Empat prinsip dasarbelajar 2 3 • Tindakan penghukuman • Tindakan penghilangan yaitu perangsang yang tidak atau penghentian yaitu diinginkan atau tidak tidak memberikan ganjaran disukai, yang diharapkan seperti yang lalu (menahan Tujuan : pemberian penguatan Menurunkan frekuensi pemunculan tingkah laku yang positif) tidak dikehendaki.
  • 13.
    Empat prinsip dasarbelajar 4 • Tindakan penguatan negatif yaitu meniadakan perangsang yang tidak menyenangkan atau tidak disukai (menghilangkan hukuman).
  • 15.
    Strategi Pendekatan Behavior Modification 1. Model 2. Pembentukan perilaku 3. Sistem hadiah Mempergunakan 4. Kontrak perilaku 5. Jatah kelompok 6. Penguatan alternatif yang tidak serasi 7. Penyuluhan perilaku 8. Pemantauan sendiri 9. Isyarat
  • 16.
    Hasil observasi diSDN Semen 5 1 2 (Gambar suasana ramai kelas) • Perilaku menyimpang Ramai,bertengkar, main PS berlebihan, tidak membawa (Gambar kalimat motivasi) peralatan, merokok, dll.
  • 17.
    3 4 • Cara guru untuk • Bentuk penguatan mengubah perilaku kepada siswa siswa yang kurang 1. Kata-kata motivasi, sesuai 2. Kata-kata pujian, 1. Guru berperan sebagai 3. Pemberian hadiah model yang baik bagi 4. Ranking siswa 2. Memberikan hukuman kepada siswa berdasarkan tingkat kesalahannya (Gambar guru saat memberi pujian)
  • 18.
    4 5 • Bentuk hukuman • Peraturan 1. Kata-kata menggertak 1. Kesepakatan kelas 2. Cubitan 2. Peraturan sekolah 3. Jewer 4. Jalan jongkok 5. Lari keliling lapangan,dll. (Gambar peraturan dipasang disetiap kelas)
  • 19.
    6 • Kebiasaan baik (gambar kebiasaan berjabat tangan) (gambar siswa tertib mengisi angket)
  • 20.
  • 21.
    Pertanyaan: Stefani: apa adaperbedaan cara mengatasi perilaku tidak baik sesuai alasan yang dijelaskan Tergantung kesalahan. Pernyataan pertama peserta didik sudah tau bahwa tindakan itu jelek, tetapi sengaja dilakukan, penghentiannya dengan Pemberian model Menggunakan pembentukan
  • 22.
    Dwika: penghilangan pujian, apakah setelah penghilangan pujian apakah siswa masih melakukan dengan baik seperti saat diberi pujian Relatif: Sesuai karakteristik anak, Kenyataan di SD: Pak sunarji kelas 5: pujian tidak dihentikan, Anak: kadang dipuji, kadang tidak Guru kelas 6 menggunakan prinsip penghilangan siswa tetap baik, guru berhasil Desi: bagaimana guru menyikapi anak yang down Memberikan motivasi, dibiasakan lagi, Ganjar: tindakan penguatan negatif, tujuan? Tujuan agar siswa tidak selalu diberikan tindakan yang tidak disukainya, sehingga terbiasa. Agar siswa tidak merasa terintimidasi, tidak tertekan dalam belajar Ganjar:Tidak tau intensitas siswa Guru sd merupakan guru kelas, guru pasti sudah memahami karakteristik siswanya. Kiki: tingkatan penghentian hukuman, contoh dalam tata tertip, bagaimana anak jika tidak sadar? Dengan menkonseling anak, mengetahui faktornya dahulu. Sebisa mungkin hukuman tidak mengganggu proses belajar, sesuai dengan tingkat kesalahan. Kalau anak tidak berubah, tingkat hukuman ditingkatkan Kalau tingkat kesalahan fatal, pemberian hukuman dilanjutkan bekerja sama dengan orang tua.
  • 23.
    • Zaky: tatatertip bahwa guru tidak boleh menghukum di depan anak, bagaimana bentuk yang efektif? Kalau bisa seperti itu Pada kenyataan pada sdn semen 5 menghukum di depan teman lain itu biasa, guru sudah tau sikap siswa Siswa terbuka, walaupun ada guru di situ Yang paling efektif: dengan mengetahui karakteristik siswa, perilaku anak Zaky: tujuan guru agar tidak menghukum di depan siswa mengakibatkan anak lebih mandiri dalam penghukuman, tetapi jika dihukum bersamaan anak akan tertekan. Mana yang efektif? Menghukum dengan memberi pengertian, pengarahan kepada siswa. Deni: cara menghukum agar anak tidak trauma dengan buku penghubung, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman.jangan membiasakan menghukum anak di depan teman, memanggil anak yang salah tersebut
  • 24.
    Dian: hukuman fisik,apakah ada pengaguan dari orang tua? Tidak ada pengaduan, hukuman masih wajar, niatnya menghukum perilaku, tergantung dalam Kiki:Jangan melihat hukuman fisik yang berat, guru mengetahui kemampuan siswa, hukuman hanya gertakan.
  • 25.
    • Puri: pembentukandan penyuluhan apa bedanya? Ciri ditekankan pada? Penyuluhan perilaku proses pertemuan secara pribadi antara guru dan siswa, diadakan cara perubahan perilaku dalam penyuluhan tsb. Penyuluhan: siswa sudah melakukan perilaku Pembentukan: siswa belum melakukan perilaku Bella: penyuluhan sesuai dengan kebutuhan Pembentukan membutuhkan waktu lama sampai terbentuk.