Open Ended Learning
Pengertian
Pengertian Model Belajar Open Ended
Pendekatan open-ended prinsipnya yaitu pendekatan pembelajaran yang dalam prosesnya
dimulai dengan memberi suatu masalah kepada siswa
Bedanya Problem yang disajikan memiliki jawaban benar lebih dari satu. Problem yang
memiliki jawaban benar lebih dari satu problem open-ended atau problem terbuka.
Contoh penerapan problem open-ended adalah ketika siswa diminta mengembangkan
metode, cara, atau pendekatan yang bukan berorientasi pada jawaban akhir.
Kegiatan pembelajaran membawa siswa dalam menjawab pertanyaan dengan banyak cara
dan mungkin juga dengan banyak jawaban sehingga mengundang potensi intelektual dan
pengalaman siswa dalam menemukan sesuatu yang baru.
3
Pendekatan Open Ended
4
Biasanya dimulai dengan memberikan
problem terbuka kepada siswa.
Kegiatan pembelajaran harus membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara
dan mungkin juga banyak jawaban yang benar. Open Ended: jawabannya terbuka, prosesnya yang
terbuka, pertanyaan terbuka
Penemu Open Ended
Penemu Model Belajar Open Ended
6
Melakukan penelitian dua puluh tahun yang lalu dengan menghasilkan
penelitian pendekatan open ended. Open-ended merupakan salah satu upaya
inovasi pendidikan matematika yang pertama kali dilakukan oleh para ahli
pendidikan matematika Jepang. Munculnya pendekatan ini sebagai reaksi
atas pendidikan matematika sekolah saat itu yang aktifitas kelasnya disebut
dengan “issei jugyow” (frontal teaching), guru menjelaskan konsep baru di
depan kelas kepada para siswa, kemudian memberikan contoh untuk
penyelesaian beberapa soal.
Shigeru Shimada, Toshio Sawada, Yoshiko Yashimoto, dan Kenichi
Shibuya
Tujuan Pembelajaran
9
Tujuan pembelajaran (Nohda dalam Erman Suherman dkk, 2003) adalah untuk membantu
mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving yang
simultan.
Pada dasarnya model pembelajaran open-ended bertujuan untuk mengangkat kegiatan kreatif siswa dan
berpikir matematika secara simultan. Oleh karena itu hal yang paling perlu diperhatikan adalah
kebebasan siswa untuk berfikir dalam membuat progress pemecahan sesuai dengan kemampuan, sikap,
dan minatnya sehingga pada akhirnya akan membentuk intelegensi matematika siswa.
Tujuan Pembelajaran dengan
Model Pembelajaran Open
Ended
3 Aspek yang Menyebutkan Kegiatan Matematika dan Kegiatan
Siswa Terbuka
9
Kegiatan matematik adalah kegiatan yang
didalamnya terjadi proses pengabstraksian
dari pengalaman nyata dalam kegihudan
sehari-hari ke dalam dunia matematika
atau sebaliknya.
Kegiatan Matematika Harus
Ragam Berfikir
Dalam pembelajaran matematika, guru
diharapkan dapat mengangkat pemahaman
siswa bagaimana memecahkan
permasalahan dan perluasan serta
pendalaman berfikir matematika sesuai
dengan kemampuan individu.
Kegiatan Siswa dan Kegiatan
Matematika Merupakan Satu
Kesatuan
Kegiatan pembelajaran harus
mengakomodasikan kesempatan siswa untuk
melakukan segala sesuatu secara bebas sesuai
kehendak mereka.
Kegiatan Siswa Harus Terbuka
Beberapa Acuan Dalam Mengkreasi
Problem pada Open Ended
10
Berikan beberapa latihan serupa
sehingga siswa dapat menggeneralisasi
dari pekerjaannya.
Pertama
Sajikan urutan bilangan atau tabel
sehingga siswa dapat menemukan aturan
matematika.
Kedua
Berikan beberapa-beberapa masalah konkrit
dalam beberapa katagori sehingga siswa
dapat mengkolaborasi sifat-sifat dari contoh
itu untuk menemukan sifat-sifat umum.
Ketiga
Soal-soal pembuktian dapat diubah sedemikian rupa
sehingga siswa dapat menemukan hubunga dan sifat-
sifat dari variabel dalam persoalan itu.
Keempat
Sajikan bentuk-bentuk atau bangun-
bangun (geometri) sehingga siswa dapat
membentuk konjektur.
Kelima
Sajikan permasalahan melalui situasi
fisik yang nyata sehingga konsep-konsep
matematika dapat diamati.
Keenam
Prinsip-Prinsip
Pembelajaran
Matematika
01 02 03
Prisip-Prinsip Pembelajaran Matematika dengan
Model Pembelajaran Open-Ended
12
Berkaitan dengan prinsip
ekonomi kegiatan siswa.
Berkaitan dengan hakikat
terpadu dan evolusioner dari
pengetahuan matematika,
sifatnya teoritis dan sistematis.
Berkaitan dengan keputusan
yang diambil guru di dalam kelas.
Contoh :
Misalkan siswa diberi masalah sebagai berikut : Tiga tim A, B dan C mengikuti perlobaan
marathon. Setiap tim terdiri dari 10 pelari. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Coba kalian pikirkan manakah tim yang menjadi juara pada perlombaan tersebut! Tentukan
berbagai cara untuk menentukan pemenangnya! Untuk menyelesaikan masalah tersebut banyak
kategori yang dapat diajadikan patokan untuk menyatakan sebuah tim menjadi pemenang
perlombaan tersebut.
1. Urutan ditentukan dari banyaknya pelari
pada setiap tim yang berada pada sepuluh
besar
2. Rangking ditentukan dari jumlah skor
total setiap tim yang masuk 10 pelari
pertama
3. Rangking ditentukan dari rata-rata
rangking tim yang masuk 10 pelari
pertama. Hasilnya sama dengan no 2.
4. Rangking ditentukan dengan urutan
pelari terbaik dari tiap tim
- Pelari terbaik tim A urutan pertama
urutan pertama
- Pelari terbaik timB urutan kedua urutan
kedua
- Pelari terbaik tim C urutan keempat
urutan ketiga
5. Rangking ditentukan dengan urutan pelari terakhir dari tim
- Pelari terakhir tim A urutan ke-28 urutan pertama
- Pelari terakhir tim B urutan k-30 urutan ketiga
- Pelari terakhir tim C urutan ke-29 urutan kedua
6. Rangkin ditentukan dengan skor total urutan lima pelari terbaik pertama dari tiap tim
- Tim A : 1 + 3 + 8 + 13 + 14 = 39 urutan pertama
- Tim B : 2 + 5 + 6 + 12 + 15 = 40 urutan kedua
- Tim C : 4 + 7 + 9 + 10 + 11 = 41 urutan ketiga
7. Rangking ditentukan dari jumlah total rangking semua pelari pada setiap tim
- Tim A : 1 + 3 + 8 + ... + 28 = 162 urutan ketiga
- Tim B : 2 + 5 + 6 + ... + 30 = 151 urutan pertama
- Tim C : 4 + 7 + 10 + ... + 29 = 152 urutan kedua
Terlihat bahwa melalui pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir secara optimal.
Siswa akan berusaha menemukan jawaban dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya siswa terdorong
potensinya untuk melakukan kegiatan matematik pada tingkatan berfikir yang lebih tinggi
Kelebihan Kekurangan
01
02
03
04
05
5 Kelebihan
17
Siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran dan
sering mengekspresikan idenya.
Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam
memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan
matematika secara komprehensif.
Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan
bukti atau penjelasan.
Siswa dengan kemapuan matematika rendah dapat
merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri.
Siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan
sesuatu dalam menjawab permasalahan.
Kelebihan Model
Pembelajaran
Open Ended
01
02
03
04
Kelemahan Pembelajaran Open Ended
18
Membuat dan
menyiapkan masalah
matematika yang
bermakna bagi siswa
bukanlah pekerjaan
mudah.
Mungkin ada sebagaian
siswa yang merasa
bahwa kegiatan belajar
mereka mereka tidak
menyenangkan karena
kesulitan yang mereka
hadapi.
Siswa dengan
kemampuan tinggi
bisa merasa ragu atau
mencemaskan
jawaban mereka.
Mengemukakan masalah yang langsung dapat
dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak
siswa yang mengalami kesulitan bagaimana
merespon permasalahan yang diberikan.
Langkah-langkah
model pembelajaran
Open-Ended
Langkah-langkah Model Pembelajaran Open-Ended
The Power of PowerPoint | thepopp.com 20
• Guru melakukan tanya
jawab untuk mengecek
pengetahuan prasyarat dan
keterampilan yang dimiliki
siswa.
• Guru menginformasikan
kepada siswa materi yang
akan mereka pelajari dan
kegunaan materi tersebut.
Kegiatan Awal
1. Memberi Masalah
2. Mengeksplorasi Masalah
3. Merekam Respon Siswa
4. Pembahasan Respon Siswa (diskusi kelas)
5. Meringkas apa yang dipelajari
Kegiatan Inti
• Guru memberikan soal-soal untuk
dikerjakan di rumah.
• Guru memberikan informasi tentang
materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya.
Kegiatan Akhir
Thank you!
Any questions?

Open Ended Learning

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Pengertian Model BelajarOpen Ended Pendekatan open-ended prinsipnya yaitu pendekatan pembelajaran yang dalam prosesnya dimulai dengan memberi suatu masalah kepada siswa Bedanya Problem yang disajikan memiliki jawaban benar lebih dari satu. Problem yang memiliki jawaban benar lebih dari satu problem open-ended atau problem terbuka. Contoh penerapan problem open-ended adalah ketika siswa diminta mengembangkan metode, cara, atau pendekatan yang bukan berorientasi pada jawaban akhir. Kegiatan pembelajaran membawa siswa dalam menjawab pertanyaan dengan banyak cara dan mungkin juga dengan banyak jawaban sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman siswa dalam menemukan sesuatu yang baru. 3
  • 4.
    Pendekatan Open Ended 4 Biasanyadimulai dengan memberikan problem terbuka kepada siswa. Kegiatan pembelajaran harus membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin juga banyak jawaban yang benar. Open Ended: jawabannya terbuka, prosesnya yang terbuka, pertanyaan terbuka
  • 5.
  • 6.
    Penemu Model BelajarOpen Ended 6 Melakukan penelitian dua puluh tahun yang lalu dengan menghasilkan penelitian pendekatan open ended. Open-ended merupakan salah satu upaya inovasi pendidikan matematika yang pertama kali dilakukan oleh para ahli pendidikan matematika Jepang. Munculnya pendekatan ini sebagai reaksi atas pendidikan matematika sekolah saat itu yang aktifitas kelasnya disebut dengan “issei jugyow” (frontal teaching), guru menjelaskan konsep baru di depan kelas kepada para siswa, kemudian memberikan contoh untuk penyelesaian beberapa soal. Shigeru Shimada, Toshio Sawada, Yoshiko Yashimoto, dan Kenichi Shibuya
  • 7.
  • 8.
    9 Tujuan pembelajaran (Nohdadalam Erman Suherman dkk, 2003) adalah untuk membantu mengembangkan kegiatan kreatif dan pola pikir matematis siswa melalui problem solving yang simultan. Pada dasarnya model pembelajaran open-ended bertujuan untuk mengangkat kegiatan kreatif siswa dan berpikir matematika secara simultan. Oleh karena itu hal yang paling perlu diperhatikan adalah kebebasan siswa untuk berfikir dalam membuat progress pemecahan sesuai dengan kemampuan, sikap, dan minatnya sehingga pada akhirnya akan membentuk intelegensi matematika siswa. Tujuan Pembelajaran dengan Model Pembelajaran Open Ended
  • 9.
    3 Aspek yangMenyebutkan Kegiatan Matematika dan Kegiatan Siswa Terbuka 9 Kegiatan matematik adalah kegiatan yang didalamnya terjadi proses pengabstraksian dari pengalaman nyata dalam kegihudan sehari-hari ke dalam dunia matematika atau sebaliknya. Kegiatan Matematika Harus Ragam Berfikir Dalam pembelajaran matematika, guru diharapkan dapat mengangkat pemahaman siswa bagaimana memecahkan permasalahan dan perluasan serta pendalaman berfikir matematika sesuai dengan kemampuan individu. Kegiatan Siswa dan Kegiatan Matematika Merupakan Satu Kesatuan Kegiatan pembelajaran harus mengakomodasikan kesempatan siswa untuk melakukan segala sesuatu secara bebas sesuai kehendak mereka. Kegiatan Siswa Harus Terbuka
  • 10.
    Beberapa Acuan DalamMengkreasi Problem pada Open Ended 10 Berikan beberapa latihan serupa sehingga siswa dapat menggeneralisasi dari pekerjaannya. Pertama Sajikan urutan bilangan atau tabel sehingga siswa dapat menemukan aturan matematika. Kedua Berikan beberapa-beberapa masalah konkrit dalam beberapa katagori sehingga siswa dapat mengkolaborasi sifat-sifat dari contoh itu untuk menemukan sifat-sifat umum. Ketiga Soal-soal pembuktian dapat diubah sedemikian rupa sehingga siswa dapat menemukan hubunga dan sifat- sifat dari variabel dalam persoalan itu. Keempat Sajikan bentuk-bentuk atau bangun- bangun (geometri) sehingga siswa dapat membentuk konjektur. Kelima Sajikan permasalahan melalui situasi fisik yang nyata sehingga konsep-konsep matematika dapat diamati. Keenam
  • 11.
  • 12.
    01 02 03 Prisip-PrinsipPembelajaran Matematika dengan Model Pembelajaran Open-Ended 12 Berkaitan dengan prinsip ekonomi kegiatan siswa. Berkaitan dengan hakikat terpadu dan evolusioner dari pengetahuan matematika, sifatnya teoritis dan sistematis. Berkaitan dengan keputusan yang diambil guru di dalam kelas.
  • 13.
    Contoh : Misalkan siswadiberi masalah sebagai berikut : Tiga tim A, B dan C mengikuti perlobaan marathon. Setiap tim terdiri dari 10 pelari. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut : Coba kalian pikirkan manakah tim yang menjadi juara pada perlombaan tersebut! Tentukan berbagai cara untuk menentukan pemenangnya! Untuk menyelesaikan masalah tersebut banyak kategori yang dapat diajadikan patokan untuk menyatakan sebuah tim menjadi pemenang perlombaan tersebut.
  • 14.
    1. Urutan ditentukandari banyaknya pelari pada setiap tim yang berada pada sepuluh besar 2. Rangking ditentukan dari jumlah skor total setiap tim yang masuk 10 pelari pertama 3. Rangking ditentukan dari rata-rata rangking tim yang masuk 10 pelari pertama. Hasilnya sama dengan no 2. 4. Rangking ditentukan dengan urutan pelari terbaik dari tiap tim - Pelari terbaik tim A urutan pertama urutan pertama - Pelari terbaik timB urutan kedua urutan kedua - Pelari terbaik tim C urutan keempat urutan ketiga
  • 15.
    5. Rangking ditentukandengan urutan pelari terakhir dari tim - Pelari terakhir tim A urutan ke-28 urutan pertama - Pelari terakhir tim B urutan k-30 urutan ketiga - Pelari terakhir tim C urutan ke-29 urutan kedua 6. Rangkin ditentukan dengan skor total urutan lima pelari terbaik pertama dari tiap tim - Tim A : 1 + 3 + 8 + 13 + 14 = 39 urutan pertama - Tim B : 2 + 5 + 6 + 12 + 15 = 40 urutan kedua - Tim C : 4 + 7 + 9 + 10 + 11 = 41 urutan ketiga 7. Rangking ditentukan dari jumlah total rangking semua pelari pada setiap tim - Tim A : 1 + 3 + 8 + ... + 28 = 162 urutan ketiga - Tim B : 2 + 5 + 6 + ... + 30 = 151 urutan pertama - Tim C : 4 + 7 + 10 + ... + 29 = 152 urutan kedua Terlihat bahwa melalui pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir secara optimal. Siswa akan berusaha menemukan jawaban dari berbagai sudut pandang. Pada akhirnya siswa terdorong potensinya untuk melakukan kegiatan matematik pada tingkatan berfikir yang lebih tinggi
  • 16.
  • 17.
    01 02 03 04 05 5 Kelebihan 17 Siswa berpartisipasilebih aktif dalam pembelajaran dan sering mengekspresikan idenya. Siswa memiliki kesempatan lebih banyak dalam memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif. Siswa secara intrinsik termotivasi untuk memberikan bukti atau penjelasan. Siswa dengan kemapuan matematika rendah dapat merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri. Siswa memiliki pengalaman banyak untuk menemukan sesuatu dalam menjawab permasalahan. Kelebihan Model Pembelajaran Open Ended
  • 18.
    01 02 03 04 Kelemahan Pembelajaran OpenEnded 18 Membuat dan menyiapkan masalah matematika yang bermakna bagi siswa bukanlah pekerjaan mudah. Mungkin ada sebagaian siswa yang merasa bahwa kegiatan belajar mereka mereka tidak menyenangkan karena kesulitan yang mereka hadapi. Siswa dengan kemampuan tinggi bisa merasa ragu atau mencemaskan jawaban mereka. Mengemukakan masalah yang langsung dapat dipahami siswa sangat sulit sehingga banyak siswa yang mengalami kesulitan bagaimana merespon permasalahan yang diberikan.
  • 19.
  • 20.
    Langkah-langkah Model PembelajaranOpen-Ended The Power of PowerPoint | thepopp.com 20 • Guru melakukan tanya jawab untuk mengecek pengetahuan prasyarat dan keterampilan yang dimiliki siswa. • Guru menginformasikan kepada siswa materi yang akan mereka pelajari dan kegunaan materi tersebut. Kegiatan Awal 1. Memberi Masalah 2. Mengeksplorasi Masalah 3. Merekam Respon Siswa 4. Pembahasan Respon Siswa (diskusi kelas) 5. Meringkas apa yang dipelajari Kegiatan Inti • Guru memberikan soal-soal untuk dikerjakan di rumah. • Guru memberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Akhir
  • 21.