1
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR |BAB 5
KEGIATAN | BELAJAR | 3 |
Keterampilan Mengadakan Variasi
PENDAHULUAN
Keterampilan mengadakan variasi ini dalam pelaksanaanya bisa di kaitkan
dengan penggunaan ketrampilan lainnya, seperti variasi dalam membuka
dan menutup pelajaran, menjelaskan, bertanya , bertanya, dan variasi
dalam memberi penguatan. Dengan demikian dapat dikatakan ketrampilan
mengadakan variasi ini merupakan akumulasi dari semua ketrampilan
mengajar guru.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah mempelajari keterampilan membuka pelajaran mahasiswa semester 6
dapat menguasai konsep dan mempraktekkan keterampilan bertanya dasar dan
lanjut
Sub Capaian Pembelajaran
1. Menjelaskan pengertian Keterampilan
Mengadakan Variasi
2. Mengemukakan Manfaat Keterampilan
Mengadakan Variasi
3. Mensimulasikan Keterampilan
Mengadakan Variasi
Pokok Materi
1. Pengertian Keterampilan
Mengadakan Variasi
2. Manfaat Keterampilan
Mengadakan Variasi
3. Komponen Keterampilan
Mengadakan Variasi
PENGERTIAN: Keterampilan mengadakan variasi dalam
pembelajaran berkenaan dengan berubahnya suatu keadaan
yang bisa menyebabkan keadaan tersebut menjadi tidak
monoton dan membosankan. Sehingga dalam situasi belajar
mengajar, murid senantiasa menunjukkan ketekunan,
antusiasme serta penuh partisipasi. Seorang guru yang baik
harus mampu menciptakan suatu proses pembelajaran yang
bervariasi sehingga belajar itu sendiri dirasakan oleh siswa
menjadi lebih menarik dan lebih hidup. Apabila seorang
guru dapat melakukan variasi mengajar dengan hati-hati,
akan sangat berguna dalam usaha menarik dan
mempertahankan minat serta membangkitkan semangat
siswa dalam belajar. Mengadakan variasi bukanlah dengan
gaya“sembarangan”, seperti mengadakan lelucon atau
sandiwara, tetapi perlu disesuaikan dengan situasi dan
kondisi pembelajaran secara tepat. Dengan kata lain,
dilakukan secara wajar tidak berlebih-lebihan dan tidak
terkesan terlalu mengada-ngada.Keterampilan mengadakan
variasi dapat dilakukan melalui variasi gaya mengajar,variasi
penggunaan media,dan variasi interaksi guru dan murid.
3
MANFAAT: Keterampilan mengadakan variasi dapat
memberikan manfaat diantanya:
1. Menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dan perhatian
siswa terhadap materi yang dibahas dan keterkaitan yang
ada dalam materi tersebut.
2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengembangkan rasa ingin tahu tentang sesuatu yang baru
di dalam materi tersebut.
3. Memupuk dan membentuk tingkah laku yang positif
terhadap guru dan sekolah dengan berbagai gaya mengajar
yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang baik.
4. Menghindarkan siswa dari proses pembelajaran yang
membosankan dan monoton.
5. Meningkatkan kadar keaktifan dan keterlibatan siswa dalam
berbagai pengalaman yang menarik dan terarah.
6. Mengakomodir gaya belajar siswa
Dengan dikuasasinya keterampilan memberikan variasi oleh guru
maka siswa akan menjadi lebih bersemangat dan antusias serta
aktif dalam belajar.
4
KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBERIKAN
VARIASI: pertanyaan perlu lebih sering dimunculkan
dalam pembelajaran untuk merangsang kegiatan siswa
yang berkadar aktifitas tinggi. Keterampilan mengadakan
variasi dalam pelaksanaan pembelajaran menyangkuttiga
hal, yaitu variasi dalam gaya mengajar,pola interaksi
pembelajaran dan variasi penggunaan media
pembelajaran:
Variasi dalam gaya mengajar guru. Guru adalah penentu keberhasilan
proses pembelajaran. Oleh karenanya, kemampuan guru mendesai
sedemikian rupa strategi untuk menstimulasi siswa agar senantiasa
termotivasi dan berminat belajar sangatlah diperlukan. Hal-hal yang perlu
divariasikan terkait gaya mengajar guru adalah :
1. Penggunaan variasi suara (teacher voice): Seorang guru dalam
mengajar dapat mengubah nada suara yang keras menjadi lembut, dari
tinggi menjadi rendah, dari cepat diubah menjadi lambat, dari suara
gembira diubah menjadi sedih atau pada suatu saat memberikan
tekanan pada kata-kata tertentu yang dipandang sesuai dengan
kondisi siswa pada saat tertentu. Suara adalah modal utama guru untuk
menyampaikan materi,oleh karena itu perlu dilatih secara teratur.
2. Pemusatan perhatian siswa (focusing): Dalam suatu materi pelajaran
terdapat hal-hal khusus yang dianggap sangat penting untuk
diperhatikan melebihi yang lainnya. Dalam kondisi seperti itu maka guru
bisa menggunakan ungkapan-ungkapan verbat untuk memusatkan
perhatian siswa.Memusatkan perhatian siswa pada hal yang dianggap
penting oleh guru dapat dilakukan dengan perkataan seperti: “ Ini
penting untuk diingat”, Perhatikan ini baik-baik, ini agak sukar
dipahami”, Dengarkan dengan baik!” ini penting untuk kehidupanmu!,
dan ungkapan-ungkapan sejenisnya. Biasanya cara pemusatan dengan
lisan ini diikuti lagi dengan isyarat menunjuk gambar atau media lain
yang telah disediakan.
3. Kesenyapan (teacher silence); Mengadakan variasi dengan kesenyapan
dalam pelaksanaan pembelajaran dimaksudkan untuk menarik
perhatian siswa dari kondisi suasana kelas yang agak gaduh menjadi
tenang atau senyap. Seorang guru yang menerangkan sesuatu tiba-tiba
ada kesenyapan atau diam sejenak, merupakan cara yang baik untuk
menarik perhatian. Perubahan stimulus dari adanya suara ke keadaan
tenang (senyap) atau dari keadaan adanya kegiatan lalu dihentikan
akan dapat menarik perhatian. Siswa tentu ingin tahu apa yang terjadi.
5
4. Mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement);
Penggunaan variasi kontak pandang dalam proses pembelajaran
dimaksudkan untuk lebih meningkatkan intensitas dari interaksi antara
guru dan siswa. Ketika guru berbicara atau berinteraksi dengan
siswanya sebaiknya pandangannya menjelajahi seluruh kelas dan
melihat kepada mata siswa untuk menunjukkan hubungan yang akrab
dengan mereka. Kontak pandang dapat digunakan untuk
menyampaikan informasi atau untuk mengetahui perhatian dan
pemahaman siswa.
5. Gerakan badan atau mimik (teacher movement); Pada saat melakukan
proses pembelajaran , keluwesan guru dalam bergerak disertai
mimikmukayang penuh experesi dapat merupakan alat komunikasi
yang efektif. Variasi dalam ekspresi wajah guru dapat ditunjukkan
dengan gerakan kepala, gerakan badan. Selain berguna untuk menarik
perhatian juga untuk menyampaikan arti pesan lisan yang
dimaksudkan. Ekspresi wajah dapat dilakoni dalam bentuk tersenyum,
mengerutkan dahi, cemberut, menaikan alis dan sebagainya. gerakan
kepala dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengangguk,
menggeleng, mengangkat atau merendahkan kepala untuk
menunjukan setuju atau sebaliknya. Jari dapat digunakan untuk
menunjukan ukuran, jarak, arah, ataupun menjentik untuk menarik
perhatian.
6. Pergantian posisi guru dalam kelas (teacher inovoment), variasi posisi
guru dalam kelas dapat dilakukan untuk mempertahankan perhatian
siswa. pergantian posisi guru di sini dimaksudkan ke arah depan atau
ke belakang, ke samping kiri atau kanan siswa, kadang-kadang berdiri
dan kadang dudukPemberian acuan. Pemberian acuan dapat dilakukan
dengan memberikan pertanyaan yang berisi informasi yang relevan
dengan jawaban yang diharapkan dari siswa. Dengan memberikan
acuan memungkinkan siswa memakai serta mengolah informasi untuk
menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Para guru sangat
penting memperhatikan dan mempraktikkan hal-hal berikut :
1) Biasanya bergerak bebas di dalam kelas (tidak “kikuk” atau
“kaku”) untuk menciptakan kedekatan dengan siswa dan sambil
mengontrol tingkah laku mereka.
2) Jangan membiasakan menerangkan sambil menghadap ke papan
tulis.
3) Jangan membiasakan menerangkan dengan arah pandang ke
langit-langit, ke arah lantai, atau ke luar, tetapi arahkan
pandangan menjelajahi seluruh kelas.
6
4) Untuk mengobservasi seluruh kelas, bergeraklah berlahan-lahan
dari arah depan ke belakang untuk mengetahui tingkah laku
siswa.
5) Jangan biasakan menerangkan sambil berjalan mondar-mandir,
tetapi jangan pula hanya duduk saja.
6) Pada waktu seorang siswa mengajukan pertanyaan usahakan
bergerak menjauhi siswa yang bertanya, agar siswa yang
bertanya mengeraskan suaranya supaya siswa lain
memperhatikan persoalan yang diajukan.
Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan
siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat beraneka ragam coraknya.
Interaksi pembelajaran dapat divariasikan dengan metode dan strategi yang
digunakan. Penggunaan variasi pola interaksi harus mempertimbangkan
efektivitas dan efisiensi pencapai tujuan pengajaran. Dalam variasi stimulus
dituntut adanya pola hubungan tertentu dengan semua pihak yang terlibat
dalam setting pembelajaran. Pola hubungan tersebut dikenal dengan pola
atau gaya interaksi. Ada tiga macam gaya interaksi, yaitu: pola guru dengan
kelompok siswa; pola guru dengan siswa secara individu; dan pola siswa
dengan siswa. Hal-hal yang berkaitan dengan pola interaksi pada
pelaksanaan pembelajaran adalah;
1. Pola interaksi satu arah. Pola guru-murid (komunikasi sebagai aksi/satu
arah). Pola ini sering ditemui pada saat guru menjelaskan materi tema
tertentu kepada seluruh siswa.siswa mendengarkan dan menyimak apa-
apa yang disampaikan oleh guru.
2. Pola Interaksi Dua Arah. Pola guru-murid-guru ada balikan (feedback)
bagi guru, tidak ada interaksi antara siswa (komunikasi sebagai
interaksi). Pola ini merupakan pengembangan dari pola pertama yang di
variasikan dengan metode Tanya jawab.
3. Pola guru-murid-murid : Ada balikan bagi guru siwa saling belajar satu
sama lain. Pola ini menuntut aktivitas siswa yang lebih tinggi di banding
kedua pola di atas,dimana interaksi yang terjadi tidak hanya guru dengan
siswa, tetapi juga interaksi antar siswa dengan siswa-siswa. Pada akhir
kegiatan pembelajaran biasanya dilakukan laporan hasil diskusi atau hasil
kerja masing-masing kelompok.
4. Melingkar: setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan
sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali apabila
setiap siswa belum mendapat giliran.
7
Variasi dalam penggunan media dan alat pengajaran: Siswa memiliki
keterbatasan memusatkan perhatian atau konstentrasi penuh teradap materi
pembelajaran dalam waktu yang lama. Untuk itu, guru perlu mengadakan
variasi dalam penggunaan media dan alat serta bahan pembelajaran,
sehingga dapat menstimulasi indera penglihatan, pendengaran, dan peraba
serta penciuman siswa. Ditinjau dari indera yang digunakan, media dan alat
pengajaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu yang dapat didengar, yang
dapat dilihat, dan yang dapat diraba, dicium, atau dimanipulasikan.
Pergantian penggunaan jenis media yang satu kepada jenis yang lain
mengharuskan siswa menyesuaikan alat inderanya, sehingga dapat
mempertinggi tingkat perhatian siswa. Pendekatan multiindera akan dapat
memenuhi selera atau kesenangan siswa yang memiliki tipe belajar yang
berbeda-beda. Bahan dan alat yang baru juga akan dapat menambah rasa
ingin tahu siswa. Penggunaan multiindera yang relavan dengan tujuan
pembelajaran dapat merangsang pikiran siswa, sehingga hasil belajar
mereka lebih bermakna dan tahan lama. Variasi penggunaan media atau
alat, biasanya digolongkan sebagai berikut:
i. Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids). Alat atau media
yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi benda atau objek sederhana,
sketsa, grafik, gambar di papan tulis, video, film, poster, televisi, peta,
slide, dan semacamnya.
ii. Variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids). Suara guru
termasuk kedalam media komunikasi yang utama didalam kelas.
Rekaman suara, suara radio, musik, deklamasi puisi, sosiodrama,
telepon dapat divariasikan untuk indera lain.
iii. Media audio-visual. Media ini merupakan kombinasi dari media audio
dan media visual atau disebut media pandang-dengar. Dengan
menggunakan media audio – visual ini maka penyajian isi materi akan
semakin lengkap. Contoh dari media audio visual adalah program
televisi/video pendidikan,program slide suara dan sebagainya.
iv. Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan
(motorik). Penggunaan alat yang termasuk kedalam jenis ini akan dapat
menarik perhatian siswa dan dapat melibatkan siswa dalam membentuk
dan memperagakan kegiatannya, baik secara perseorangan atau secara
kelompok, yang termasuk kedalam jenis ini seperti spesimen (contoh),
model, patung, alat mainan, binatang hidup yang kecil, dan sebagainya
dapat diberikan kepada siswa untuk diraba, diperagakan atau
dimanupulasikan.
Perlu divariasikan juga: Pengalihan dari saluran indera pendengar ke saluran
indera penglihat disambung ke indera pendengar lagi. Semula kegiatan
8
siswa berpusat pada keterangan guru tentang sesuatu masalah kemudian
dilanjutkan memperhatikan gambar di slide yang sehubungan dengan
masalah tersebut setelah itu mendengarkan keterangan lebih lanjut tentang
masalah yang sedang ditampilkan. Pengalihan dari indera pendengar ke
saluran psikomotor, misalnya dari kegiatan mendengarkan petunjuk guru
lalu dilanjutkan dengan kegiatan/pekerjaan yang bersifat
manual/keterampilan.
RANGKUMAN: 1. Keterampilan mengadakan
variasi dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu
menyangkut tiga hal, yaitu variasi dalam gaya mengajar
(teaching style), pola interaksi pembelajaran, dan variasi
dalam penggunaan media pembelajaran. Variasi dalam
gaya mengajar berkaitan dengan gaya mengajar yang
dapat divariasikan oleh seorang guru seperti (1)
Penggunaan variasi suara, (2) Variasi dengan
pemusatan perhatian, (3) Variasi dengan kesenyapan,
(4) Variasi dengan kontak pandang, (5) Variasi dengan
gerakan badan dan mimik, (6) Variasi dengan
perubahan posisi guru. Variasi Dalam Pola Interaksi
Pembelajaran terdiri atas: (1) pola interaksi satu arah
(one-way traffic), (2) pola interaksi dua arah (two-way
traffic), dan (3) pola interaksi banyak arah (multi-way
traffic). Variasi dalam Penggunaan Media dapat
dikelompokkan menjadi (1) media visual, (2) media
audio, dan (3) media audio-visual, (4) Variasi alat atau
bahan yang dapat diraba.
Scan Disini
LATIHAN: Untuk memperdalam pemahaman anda
mengenai materi diatas, kerjakanlah latihan berikut:
1) Lakukan diskusi dengan teman-teman untuk
mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan lainnya
dalam keterampilan mengadakan variasi sehingga
ada memiliki kegiatan yang bervariasi dan cocok
dengan situasi dan kondisi yang ada dilingkungan
Anda!.
2) Rancanglah suatu skenario kegiatan mengadakan
variasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan
9
perbendahaaran kegiatan yang telah Anda dan
teman-teman Anda hasilkan pada diskusi diatas.
Tetapkan tema yang akan dibahas berserta
langkah-langkah kegiatannya.
3) Minta salah satu teman untuk mensimulasikan
kegiatan mengadakan variasi berdasarkan
skenario kegiatan yang sudah disusun. Coba amati
dengan seksama dan catatlah kekurangan dan
kelebihannya kemudian akhiri dengan diskusi
mengenai langkah-langkah kegiatan mengadakan
variasi yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran
di Sekolah.
10
DAFTAR PUSTAKA:
Asep Herry Hernawan, dkk. (2014). Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta :
Universitas Terbuka.
Cepi Riyana, dkk. (2009). Media Pembelajaran, Hakikat, Pengembangan,
Pemanfaatan dan Penilaian. Jakarta : CV Wahana Prima.
Barnawi & Arifin, M. 2015. Micro Teacing Teori & Praktik Pengajaran Yang
Efektif dan Kreatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Barnawi dan Arifin. 2015. Micro Teaching. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Eldarni & Zuliarni. 2017. Micro Teaching. Jogjakarta: Media Akademi
Khakiim, U., Degeng., Widiati, U. 2016. Pelaksanaan Membuka dan Menutup
Pelajaran Oleh Guru Kelas 1 SD. Jurnal Pendidikan Teori Penelitian dan
Pengembangan. 1(9). 1730

Modul KB 5 Mendakan Variasi

  • 1.
    1 KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR|BAB 5 KEGIATAN | BELAJAR | 3 | Keterampilan Mengadakan Variasi PENDAHULUAN Keterampilan mengadakan variasi ini dalam pelaksanaanya bisa di kaitkan dengan penggunaan ketrampilan lainnya, seperti variasi dalam membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, bertanya , bertanya, dan variasi dalam memberi penguatan. Dengan demikian dapat dikatakan ketrampilan mengadakan variasi ini merupakan akumulasi dari semua ketrampilan mengajar guru.
  • 2.
    CAPAIAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajariketerampilan membuka pelajaran mahasiswa semester 6 dapat menguasai konsep dan mempraktekkan keterampilan bertanya dasar dan lanjut Sub Capaian Pembelajaran 1. Menjelaskan pengertian Keterampilan Mengadakan Variasi 2. Mengemukakan Manfaat Keterampilan Mengadakan Variasi 3. Mensimulasikan Keterampilan Mengadakan Variasi Pokok Materi 1. Pengertian Keterampilan Mengadakan Variasi 2. Manfaat Keterampilan Mengadakan Variasi 3. Komponen Keterampilan Mengadakan Variasi PENGERTIAN: Keterampilan mengadakan variasi dalam pembelajaran berkenaan dengan berubahnya suatu keadaan yang bisa menyebabkan keadaan tersebut menjadi tidak monoton dan membosankan. Sehingga dalam situasi belajar mengajar, murid senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme serta penuh partisipasi. Seorang guru yang baik harus mampu menciptakan suatu proses pembelajaran yang bervariasi sehingga belajar itu sendiri dirasakan oleh siswa menjadi lebih menarik dan lebih hidup. Apabila seorang guru dapat melakukan variasi mengajar dengan hati-hati, akan sangat berguna dalam usaha menarik dan mempertahankan minat serta membangkitkan semangat siswa dalam belajar. Mengadakan variasi bukanlah dengan gaya“sembarangan”, seperti mengadakan lelucon atau sandiwara, tetapi perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi pembelajaran secara tepat. Dengan kata lain, dilakukan secara wajar tidak berlebih-lebihan dan tidak terkesan terlalu mengada-ngada.Keterampilan mengadakan variasi dapat dilakukan melalui variasi gaya mengajar,variasi penggunaan media,dan variasi interaksi guru dan murid.
  • 3.
    3 MANFAAT: Keterampilan mengadakanvariasi dapat memberikan manfaat diantanya: 1. Menumbuhkan dan meningkatkan motivasi dan perhatian siswa terhadap materi yang dibahas dan keterkaitan yang ada dalam materi tersebut. 2. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu tentang sesuatu yang baru di dalam materi tersebut. 3. Memupuk dan membentuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai gaya mengajar yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang baik. 4. Menghindarkan siswa dari proses pembelajaran yang membosankan dan monoton. 5. Meningkatkan kadar keaktifan dan keterlibatan siswa dalam berbagai pengalaman yang menarik dan terarah. 6. Mengakomodir gaya belajar siswa Dengan dikuasasinya keterampilan memberikan variasi oleh guru maka siswa akan menjadi lebih bersemangat dan antusias serta aktif dalam belajar.
  • 4.
    4 KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBERIKAN VARIASI:pertanyaan perlu lebih sering dimunculkan dalam pembelajaran untuk merangsang kegiatan siswa yang berkadar aktifitas tinggi. Keterampilan mengadakan variasi dalam pelaksanaan pembelajaran menyangkuttiga hal, yaitu variasi dalam gaya mengajar,pola interaksi pembelajaran dan variasi penggunaan media pembelajaran: Variasi dalam gaya mengajar guru. Guru adalah penentu keberhasilan proses pembelajaran. Oleh karenanya, kemampuan guru mendesai sedemikian rupa strategi untuk menstimulasi siswa agar senantiasa termotivasi dan berminat belajar sangatlah diperlukan. Hal-hal yang perlu divariasikan terkait gaya mengajar guru adalah : 1. Penggunaan variasi suara (teacher voice): Seorang guru dalam mengajar dapat mengubah nada suara yang keras menjadi lembut, dari tinggi menjadi rendah, dari cepat diubah menjadi lambat, dari suara gembira diubah menjadi sedih atau pada suatu saat memberikan tekanan pada kata-kata tertentu yang dipandang sesuai dengan kondisi siswa pada saat tertentu. Suara adalah modal utama guru untuk menyampaikan materi,oleh karena itu perlu dilatih secara teratur. 2. Pemusatan perhatian siswa (focusing): Dalam suatu materi pelajaran terdapat hal-hal khusus yang dianggap sangat penting untuk diperhatikan melebihi yang lainnya. Dalam kondisi seperti itu maka guru bisa menggunakan ungkapan-ungkapan verbat untuk memusatkan perhatian siswa.Memusatkan perhatian siswa pada hal yang dianggap penting oleh guru dapat dilakukan dengan perkataan seperti: “ Ini penting untuk diingat”, Perhatikan ini baik-baik, ini agak sukar dipahami”, Dengarkan dengan baik!” ini penting untuk kehidupanmu!, dan ungkapan-ungkapan sejenisnya. Biasanya cara pemusatan dengan lisan ini diikuti lagi dengan isyarat menunjuk gambar atau media lain yang telah disediakan. 3. Kesenyapan (teacher silence); Mengadakan variasi dengan kesenyapan dalam pelaksanaan pembelajaran dimaksudkan untuk menarik perhatian siswa dari kondisi suasana kelas yang agak gaduh menjadi tenang atau senyap. Seorang guru yang menerangkan sesuatu tiba-tiba ada kesenyapan atau diam sejenak, merupakan cara yang baik untuk menarik perhatian. Perubahan stimulus dari adanya suara ke keadaan tenang (senyap) atau dari keadaan adanya kegiatan lalu dihentikan akan dapat menarik perhatian. Siswa tentu ingin tahu apa yang terjadi.
  • 5.
    5 4. Mengadakan kontakpandang dan gerak (eye contact and movement); Penggunaan variasi kontak pandang dalam proses pembelajaran dimaksudkan untuk lebih meningkatkan intensitas dari interaksi antara guru dan siswa. Ketika guru berbicara atau berinteraksi dengan siswanya sebaiknya pandangannya menjelajahi seluruh kelas dan melihat kepada mata siswa untuk menunjukkan hubungan yang akrab dengan mereka. Kontak pandang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi atau untuk mengetahui perhatian dan pemahaman siswa. 5. Gerakan badan atau mimik (teacher movement); Pada saat melakukan proses pembelajaran , keluwesan guru dalam bergerak disertai mimikmukayang penuh experesi dapat merupakan alat komunikasi yang efektif. Variasi dalam ekspresi wajah guru dapat ditunjukkan dengan gerakan kepala, gerakan badan. Selain berguna untuk menarik perhatian juga untuk menyampaikan arti pesan lisan yang dimaksudkan. Ekspresi wajah dapat dilakoni dalam bentuk tersenyum, mengerutkan dahi, cemberut, menaikan alis dan sebagainya. gerakan kepala dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya mengangguk, menggeleng, mengangkat atau merendahkan kepala untuk menunjukan setuju atau sebaliknya. Jari dapat digunakan untuk menunjukan ukuran, jarak, arah, ataupun menjentik untuk menarik perhatian. 6. Pergantian posisi guru dalam kelas (teacher inovoment), variasi posisi guru dalam kelas dapat dilakukan untuk mempertahankan perhatian siswa. pergantian posisi guru di sini dimaksudkan ke arah depan atau ke belakang, ke samping kiri atau kanan siswa, kadang-kadang berdiri dan kadang dudukPemberian acuan. Pemberian acuan dapat dilakukan dengan memberikan pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa. Dengan memberikan acuan memungkinkan siswa memakai serta mengolah informasi untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Para guru sangat penting memperhatikan dan mempraktikkan hal-hal berikut : 1) Biasanya bergerak bebas di dalam kelas (tidak “kikuk” atau “kaku”) untuk menciptakan kedekatan dengan siswa dan sambil mengontrol tingkah laku mereka. 2) Jangan membiasakan menerangkan sambil menghadap ke papan tulis. 3) Jangan membiasakan menerangkan dengan arah pandang ke langit-langit, ke arah lantai, atau ke luar, tetapi arahkan pandangan menjelajahi seluruh kelas.
  • 6.
    6 4) Untuk mengobservasiseluruh kelas, bergeraklah berlahan-lahan dari arah depan ke belakang untuk mengetahui tingkah laku siswa. 5) Jangan biasakan menerangkan sambil berjalan mondar-mandir, tetapi jangan pula hanya duduk saja. 6) Pada waktu seorang siswa mengajukan pertanyaan usahakan bergerak menjauhi siswa yang bertanya, agar siswa yang bertanya mengeraskan suaranya supaya siswa lain memperhatikan persoalan yang diajukan. Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan siswa dalam kegiatan pembelajaran sangat beraneka ragam coraknya. Interaksi pembelajaran dapat divariasikan dengan metode dan strategi yang digunakan. Penggunaan variasi pola interaksi harus mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi pencapai tujuan pengajaran. Dalam variasi stimulus dituntut adanya pola hubungan tertentu dengan semua pihak yang terlibat dalam setting pembelajaran. Pola hubungan tersebut dikenal dengan pola atau gaya interaksi. Ada tiga macam gaya interaksi, yaitu: pola guru dengan kelompok siswa; pola guru dengan siswa secara individu; dan pola siswa dengan siswa. Hal-hal yang berkaitan dengan pola interaksi pada pelaksanaan pembelajaran adalah; 1. Pola interaksi satu arah. Pola guru-murid (komunikasi sebagai aksi/satu arah). Pola ini sering ditemui pada saat guru menjelaskan materi tema tertentu kepada seluruh siswa.siswa mendengarkan dan menyimak apa- apa yang disampaikan oleh guru. 2. Pola Interaksi Dua Arah. Pola guru-murid-guru ada balikan (feedback) bagi guru, tidak ada interaksi antara siswa (komunikasi sebagai interaksi). Pola ini merupakan pengembangan dari pola pertama yang di variasikan dengan metode Tanya jawab. 3. Pola guru-murid-murid : Ada balikan bagi guru siwa saling belajar satu sama lain. Pola ini menuntut aktivitas siswa yang lebih tinggi di banding kedua pola di atas,dimana interaksi yang terjadi tidak hanya guru dengan siswa, tetapi juga interaksi antar siswa dengan siswa-siswa. Pada akhir kegiatan pembelajaran biasanya dilakukan laporan hasil diskusi atau hasil kerja masing-masing kelompok. 4. Melingkar: setiap siswa mendapat giliran untuk mengemukakan sambutan atau jawaban, tidak diperkenankan berbicara dua kali apabila setiap siswa belum mendapat giliran.
  • 7.
    7 Variasi dalam penggunanmedia dan alat pengajaran: Siswa memiliki keterbatasan memusatkan perhatian atau konstentrasi penuh teradap materi pembelajaran dalam waktu yang lama. Untuk itu, guru perlu mengadakan variasi dalam penggunaan media dan alat serta bahan pembelajaran, sehingga dapat menstimulasi indera penglihatan, pendengaran, dan peraba serta penciuman siswa. Ditinjau dari indera yang digunakan, media dan alat pengajaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu yang dapat didengar, yang dapat dilihat, dan yang dapat diraba, dicium, atau dimanipulasikan. Pergantian penggunaan jenis media yang satu kepada jenis yang lain mengharuskan siswa menyesuaikan alat inderanya, sehingga dapat mempertinggi tingkat perhatian siswa. Pendekatan multiindera akan dapat memenuhi selera atau kesenangan siswa yang memiliki tipe belajar yang berbeda-beda. Bahan dan alat yang baru juga akan dapat menambah rasa ingin tahu siswa. Penggunaan multiindera yang relavan dengan tujuan pembelajaran dapat merangsang pikiran siswa, sehingga hasil belajar mereka lebih bermakna dan tahan lama. Variasi penggunaan media atau alat, biasanya digolongkan sebagai berikut: i. Variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids). Alat atau media yang termasuk ke dalam jenis ini meliputi benda atau objek sederhana, sketsa, grafik, gambar di papan tulis, video, film, poster, televisi, peta, slide, dan semacamnya. ii. Variasi alat atau bahan yang dapat didengar (auditif aids). Suara guru termasuk kedalam media komunikasi yang utama didalam kelas. Rekaman suara, suara radio, musik, deklamasi puisi, sosiodrama, telepon dapat divariasikan untuk indera lain. iii. Media audio-visual. Media ini merupakan kombinasi dari media audio dan media visual atau disebut media pandang-dengar. Dengan menggunakan media audio – visual ini maka penyajian isi materi akan semakin lengkap. Contoh dari media audio visual adalah program televisi/video pendidikan,program slide suara dan sebagainya. iv. Variasi alat atau bahan yang dapat diraba, dimanipulasi, dan digerakkan (motorik). Penggunaan alat yang termasuk kedalam jenis ini akan dapat menarik perhatian siswa dan dapat melibatkan siswa dalam membentuk dan memperagakan kegiatannya, baik secara perseorangan atau secara kelompok, yang termasuk kedalam jenis ini seperti spesimen (contoh), model, patung, alat mainan, binatang hidup yang kecil, dan sebagainya dapat diberikan kepada siswa untuk diraba, diperagakan atau dimanupulasikan. Perlu divariasikan juga: Pengalihan dari saluran indera pendengar ke saluran indera penglihat disambung ke indera pendengar lagi. Semula kegiatan
  • 8.
    8 siswa berpusat padaketerangan guru tentang sesuatu masalah kemudian dilanjutkan memperhatikan gambar di slide yang sehubungan dengan masalah tersebut setelah itu mendengarkan keterangan lebih lanjut tentang masalah yang sedang ditampilkan. Pengalihan dari indera pendengar ke saluran psikomotor, misalnya dari kegiatan mendengarkan petunjuk guru lalu dilanjutkan dengan kegiatan/pekerjaan yang bersifat manual/keterampilan. RANGKUMAN: 1. Keterampilan mengadakan variasi dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu menyangkut tiga hal, yaitu variasi dalam gaya mengajar (teaching style), pola interaksi pembelajaran, dan variasi dalam penggunaan media pembelajaran. Variasi dalam gaya mengajar berkaitan dengan gaya mengajar yang dapat divariasikan oleh seorang guru seperti (1) Penggunaan variasi suara, (2) Variasi dengan pemusatan perhatian, (3) Variasi dengan kesenyapan, (4) Variasi dengan kontak pandang, (5) Variasi dengan gerakan badan dan mimik, (6) Variasi dengan perubahan posisi guru. Variasi Dalam Pola Interaksi Pembelajaran terdiri atas: (1) pola interaksi satu arah (one-way traffic), (2) pola interaksi dua arah (two-way traffic), dan (3) pola interaksi banyak arah (multi-way traffic). Variasi dalam Penggunaan Media dapat dikelompokkan menjadi (1) media visual, (2) media audio, dan (3) media audio-visual, (4) Variasi alat atau bahan yang dapat diraba. Scan Disini LATIHAN: Untuk memperdalam pemahaman anda mengenai materi diatas, kerjakanlah latihan berikut: 1) Lakukan diskusi dengan teman-teman untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kegiatan lainnya dalam keterampilan mengadakan variasi sehingga ada memiliki kegiatan yang bervariasi dan cocok dengan situasi dan kondisi yang ada dilingkungan Anda!. 2) Rancanglah suatu skenario kegiatan mengadakan variasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan
  • 9.
    9 perbendahaaran kegiatan yangtelah Anda dan teman-teman Anda hasilkan pada diskusi diatas. Tetapkan tema yang akan dibahas berserta langkah-langkah kegiatannya. 3) Minta salah satu teman untuk mensimulasikan kegiatan mengadakan variasi berdasarkan skenario kegiatan yang sudah disusun. Coba amati dengan seksama dan catatlah kekurangan dan kelebihannya kemudian akhiri dengan diskusi mengenai langkah-langkah kegiatan mengadakan variasi yang tepat dalam pelaksanaan pembelajaran di Sekolah.
  • 10.
    10 DAFTAR PUSTAKA: Asep HerryHernawan, dkk. (2014). Pembelajaran Terpadu di SD. Jakarta : Universitas Terbuka. Cepi Riyana, dkk. (2009). Media Pembelajaran, Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Jakarta : CV Wahana Prima. Barnawi & Arifin, M. 2015. Micro Teacing Teori & Praktik Pengajaran Yang Efektif dan Kreatif. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Barnawi dan Arifin. 2015. Micro Teaching. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA. Eldarni & Zuliarni. 2017. Micro Teaching. Jogjakarta: Media Akademi Khakiim, U., Degeng., Widiati, U. 2016. Pelaksanaan Membuka dan Menutup Pelajaran Oleh Guru Kelas 1 SD. Jurnal Pendidikan Teori Penelitian dan Pengembangan. 1(9). 1730