Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




             EKONOMI MONETER




                  Disusun oleh:
              Yusmar Ardhi Hiadayat




       POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
       JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS INTERNASIONAL
                     2011

                        1
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                          BAB I PENDAHULUAN



Sub kompetensi yang diraih:
1. Mahasiswa dapat menjelaskan peranan, fungsi, jenis uang, jumlah uang beredar
dan perkembangan uang.


1.1 Ruang Lingkup
     Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari
tentang sifat fungsi serta pengaruh uang terhadap perekonomian.
Mengapa Mempelajari Ekonomi Moneter ?
a.   Menganalisis penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan
     kebijaksanaan moneter, dan pembayaran internasional.
b.   Menganalisis fenomena moneter yang berkaitan dengan kebijaksanaan moneter
     (Nophirin, 2000).
c.   Mengaplikasikan dan menyesuaikan kondisi moneter sebagai pertimbangan
     dalam aspek manajemen dan bisnis internasional.
Hal yang akan dibahas pertama mengenai uang sebagai alat pembayaran fungsi, jenis
uang, jumlah uang beredar dan perkembangan uang. Bahasan secara lengkap sebagai
berikut.


1.2 Peranan dan Fungsi Uang
     Definisi Uang
     Uang didefiniskan sebagai segala sesuatu yang dapat diterima secara umum
dalam pembayaran untuk barang dan jasa atau pembayaran hutang (Mishkin, 2007).
Uang juga didefinisikan sebagai banda atau segala sesuatu yang secara umum dapat
diterima masyarakat sebagai alat tukar menukar dan pembayaran utang piutang
(Hasibuan, 2005). Uang dikaitkan dengan perubahan dalam variabel ekonomi yang
mempengaruhi semua kegiatan dan penting untuk menyehatkan perekonomian.




                                         2
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    Uang dan Siklus Bisnis. Produksi output meningkat, masyarakat mudah
mendapatkan pekerjaan dan pendapatan meningkat sehingga jumlah uang beredar
bertambah. Produksi menurun, masyarakat akan kesulitan mendapatkan pekerjaan
dan pendapatan menurun, jumlah uang menurun.
    Uang dan Inflasi. Jumlah uang yang beredar meningkat berlebihan (pada kondisi
: penciptaan uang baru, peningkatan ekspor dan penurunan tingkat suku bunga) akan
menyebabkan inflasi.
    Uang dan Tingkat Bunga. Tingkat Bunga Bank berpengaruh negatif terhadap
Jumlah Uang Beredar. Jika suku bunga tinggi maka JUB akan rendah, sebaliknya jika
suku bunga rendah maka JUB akan meningkat. Karena uang dapat mempengaruhi
perekonomian, maka Pemerintah dan Pembuat Kebijakan harus berhati-hati
menerapkan kebijakan moneter (Mishkin, 2007).
    Fungsi uang dapat dijelaskan sebagai berikut (Nophirin, 2000 dan Mishkin,
2007) :
a. Alat Pertukaran. Uang dapat menjembatani dan menghilangkan keharusan
  adanya kesamaan keinginan pertukaran antara pembeli dan penjual. Proses jual
  beli, barang ditukar dengan uang dan dengan uang dapat membeli atau
  menukarkan dengan barang lain.
b. Satuan Penghitung. Nilai suatu barang dapat diukur dan dibandingkan dengan
  uang. Seseorang dapat mengukur dan membandingkan nilai tanah, emas, rumah,
  dan mobil dengan uang.
c. Penyimpan Nilai Kekayaan. Kekayaan seseorang dapat berupa uang dan barang.
  Seseorang dapat menyimpan kekayaannya dalam bentuk uang likuid.


1.3 Jenis Uang
    Uang dibedakan menjadi tiga jenis yaitu uang kartal, giral dan kuasi.
    a. Uang Kartal.

    Uang kartal merupakan alat penukar yang sah, legal, dan berlaku mutlak di
    negara bersangkutan. Berlaku mutlak artinya pembayaran dengan uang kartal
    harus diterima. Jika ditolak dapat dikenakan sanksi hukum yang berlaku.


                                          3
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                   http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Menurut UU No. 23 Tahun 1999, Bank Indonesia mempunyai otoritas tunggal
untuk mencetak dan mengedarkan uang kartal. Ciri-cirinya yaitu :
 Dikeluarkan oleh Bank Sentral.

 Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral.

 Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan.

 Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.

Uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia berupa uang logam dan uang kertas.
Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak
memenuhi syarat-syarat uang yang efisien. Karena harga emas dan perak yang
cenderung tinggi dan stabil, uang logam tidak lagi berbahan emas dan perak.
Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu
dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun
1999, Uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan
kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).
Nilai Uang Kartal
Uang logam dan kertas memiliki nilai yaitu :
1. Nilai Nominal yaitu nilai angka dan huruf satuan uang yang tertera di setiap
  uang pecahan.
2. Nilai Intrinsik adalah nilai atau harga bahan baku pembuatan uang kartal
  tersebut. Token money, jika nilai intrinsik uang lebih kecil dari nilai
  nominalnya. Full bodied money, jika nilai intrinsik uang lebih besar atau sama
  dengan nilai nominalnya.
3. Nilai Tukar adalah jumlah barang atau jasa yang dapat ditukar atau dibeli
  dengan nilai satuan pecahan uang. Nilai tukar sering tidak stabil karena
  terjadinya inflasi.
b. Uang Giral
  Uang giral merupakan simpanan di Bank Umum yang dapat diambil setiap
saat dan dapat dipindahkan kepada orang lain untuk melakukan pembayaran.
Fungsi uang giral adalah untuk menarik dan atau pemindahbukuan tabungan dari



                                     4
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    rekening giro nasabah dan alat lalu lintas pembayaran modern. Bentuk uang giral
    antara lain cek, giro, promes, payment order (wesel), draft L/C, dan bank garansi.
    Uang giral memiliki keunggulan praktis sebagai alat pembayaran karena mudah
    dipindahtangankan, tidak diperlukan uang kembali, dan jika hilang dapat dilacak
    sehingga orang yang menemukan tidak bisa menguangkan.
    c. Uang Kuasi
       Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat
    pembayaran. Uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta
    rekening valuta asing milik swasta domestik (Nophirin,2000).



1.4 Jumlah Uang Beredar
    Definisi uang beredar adalah kewajiban sistem moneter (otoritas moneter, bank
umum dan BPR) kepada sektor swasta yang meliputi uang kartal, uang giral, uang
kuasi dan surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan dengan sisa jangka waktu
sampai dengan satu tahun (BI, 2007).
    Uang Primer (M0), adalah kewajiban Otoritas Moneter (Bank Indonesia) kepada
bank umum dalam bentuk kas bank (cash in vault-CIV) dan giro pada Bank
Indonesia, serta kewajiban Bank Indonesia kepada pihak ketiga bukan bank dalam
bentuk uang kartal di luar bank umum (currency outside bank-COB) dan giro sektor
swasta pada Bank Indonesia.
    Uang Beredar (M1 dan M2), adalah kewajiban Sistem Moneter (Bank Indonesia
dan Bank Umum) kepada pihak ketiga bukan bank dalam bentuk uang kartal di luar
bank umum (COB), giro (D), dan uang kuasi berupa tabungan (S) dan simpanan
berjangka (T).
    M1 = COB + D
    M2 = M1 + S + T
    Uang beredar dalam arti sempit (M1) terdiri uang kartal di luar sistem moneter
(masyarakat, swasta, dan pemerintah) ditambah uang giral . Adapun uang beredar
dalam arti luas (M2) terdiri atas penjumlahan M1 ditambah uang kuasi dan surat



                                          5
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




berharga selain saham yang dapat diperjualbelikan dengan sisa jangka waktu sampai
dengan satu tahun (BI, 2007)


1.5 Standar Moneter
   Bank Sentral mengeluarkan uang maka memerlukan dasar nilai berdasarkan
   komoditas emas atau perak. Emas dan perak digunakan karena memiliki nilai
   yang stabil. Ketika bank Sentral mengeluarkan nominal mata uang baru, Bank
   Sentral harus memiliki simpanan emas dan perak sebagai dasar nilai mata uang
   dikeluarkan. Standar moneter terdiri atas 4 jenis sebagai berikut :
   a. Standar Kembar (Bimetallism) adalah sistem moneter suatu negara yang
       menggunakan emas dan perak sebagai dasar nilai mata uang, bebas
       memperjualbelikan emas dan perak dengan harga yang pasti, mengizinkan
       untuk mengimpor dan mengekspor emas dan perak tanpa batas.
   b. Standar Emas adalah suatu sistem moneter dimana negara mendasarkan nilai
       mata uang berdasarkan nilai seberat emas tertentu. Masyarakat dapat
       memperjualbelikan emas dengan harga yang pasti.
   c. Standar Perak adalah suatu sistem moneter diaman negara mendasarkan
       nialai mata uang berdasarkan nilai perak.
   d. Standar Barang (Commodity Standard Full Bodied Money) adalah sistem
       moneter yang terdiri dari standar emas, standar perak, dan standar logam
       kembar.


1.6 Evolusi dan Sistem Pembayaran
    Instrumen pembayaran merupakan media yang digunakan dalam pembayaran.
Instrumen pembayaran saat ini dapat diklasifikasikan atas tunai dan non-tunai.
Instrumen pembayaran tunai adalah uang kartal yang terdiri dari uang kertas dan uang
logam. Instrumen pembayaran non-tunai, dapat dibagi dalam media media kertas atau
lazim disebut paper-based dan card-based instrument.
    Instrument seperti, cek, bilyet giro, dan wesel merupakan contoh paper based,
sedangakan kartu kredit dan kartu debet termasuk card based instrument. Dengan


                                          6
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




semakin berkembangnya teknologi, saat ini mulai dikembangkan pula berbagai alat
pembayaran yang menggunakan teknologi micro-chips yang dikenal dengan
electronic money.
  1. Uang Kertas dan Logam.
     Uang kartal ini dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan merupakan alat
     pembayaran sah digunakan di Indonesia. Uang kartal terdiri atas uang kertas
     dan uang logam. Uang kartal seringkali digunakan untuk traksaksi pembayaran.
     Uang memiliki nilai nominal dan nilai riil. Nilai nominal uang tercantum di
     uang mulai dari pecahan Rp. 100, Rp. 200, Rp. 500, Rp. 1.000, Rp. 2.000, Rp.
     5.000, Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000, Rp. 100.000. Nilai riil uang adalah
     nilai uang ditukarkan dengan sejumlah unit barang dan jasa.
                            GAMBAR UANG RUPIAH

 Bahan Kertas




  Pecahan Rp.1000 Kertas     Pecahan Rp.2000 Kertas      Pecahan Rp.5000 Kertas




                             Pecahan Rp.10.000 Kertas
 Pecahan Rp.10.000 Kertas                               Pecahan Rp.20.000 Kertas
                                     upgrade




    Pecahan Rp.20.000                                      Pecahan Rp.50.000
                             Pecahan Rp.50.000 Kertas
    Kertas(Desain Baru)                                    Kertas(Desain Baru)




    Pecahan Rp.100.000         Pecahan Rp.100.000
          Kertas               Kertas(Desain Baru)

 Bahan Logam




    Pecahan Rp.1 Koin          Pecahan Rp.50 Koin         Pecahan Rp.100 Koin




   Pecahan Rp.200 Koin         Pecahan Rp.500 Koin        Pecahan Rp.500 Koin


    Sumber : Bank Indonesia, 2011.


                                        7
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




2.   Cek
     Cek adalah surat yang berisi perintah tidak bersyarat oleh penerbit kepada bank
     yang memelihara rekening giro penerbit untuk membayarkan suatu jumlah uang
     tertentu kepada pemegang atau pembawa.
3.   Giro
     Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening
     giro nasabah (bank tertarik) untuk memindahbukukan sejumlah uang dari
     rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya
     pada bank yang sama atau bank lain.
4.   Kartu Kredit
     Kartu Kredit (credit card) adalah alat pembayaran yang pembayarannya
     dilakukan kemudian. Bank penerbit kartu memberikan kredit kepada nasabah
     pemegang kartu kredit dengan batas waktu dan tambahan bunga yang telah
     disepakati antara bank dan nasabah.
5.   Kartu Debet
     Transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu debet akan mengurangi
     langsung saldo rekening pemegang kartu yang ada di bank. Tetapi tidak ada
     fasilitas kredit yang diberikan oleh penerbit kepada pemegang kartu. Mekanisme
     pembayaran dengan kartu debit juga memerlukan proses otorisasi serta ditambah
     dengan penggunaan PIN (Personal Identification Number) oleh pemegang kartu.
6.   E-Money
     E-Money menurut Bank for International Settlement adalah “stored-value or
     prepaid products in which a record of the funds or value available to a consumer
     is stored on an electronic device in the consumer’s possession” (produk
     penyimpan nilai uang atau prabayar dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam
     suatu media elektronis yang dimiliki seseorang).
     E-money, yang di Indonesia dikenal sebagai kartu prabayar mulai diatur oleh
     Bank Indonesia dengan Peraturan Bank Indonesia No.6/30/PBI/2004 tanggal 28
     Desember 2004 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan
     Menggunakan Kartu. Selanjutnya, pengaturan e-money tersebut diperkuat lagi


                                           8
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                    http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




dalam Peraturan Bank Indonesia No.7/52/PBI/2005 tanggal 28 Desember 2005
tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan
Kartu (PBI APMK) dan berbagai peraturan pelaksanaannya. PBI APMK ini
sekaligus mencabut PBI No.6/30/PBI/2004.
Berdasarkan PBI APMK, yang dimaksud dengan kartu prabayar adalah “alat
pembayaran dengan menggunakan kartu yang diperoleh dengan menyetorkan
sejumlah uang kepada penerbit, baik secara langsung maupun melalui agen-
agen penerbit, dan nilai uang tersebut dimasukkan menjadi nilai uang dalam
kartu, yang dinyatakan dalam satuan Rupiah atau dikonversikan dalam satuan
lain seperti pulsa, yang digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran
dengan cara mengurangi secara langsung nilai uang pada kartu tersebut”.
E-money digunakan sebagai pembayaran multi fungsi. Berdasarkan media yang
digunakan, produk e-money dibagi dua jenis yaitu :
a. Prepaid Card, sering disebut juga electronic purses, dengan karakteristik
‘Nilai elektronis’ disimpan dalam suatu chip (integrated circuit) yang tertanam
pada kartu. Mekanisme pemindahan dana dilakukan dengan meng-insert kartu ke
suatu alat tertentu (card reader). Contoh : Flash, BRIZZI, Visa Cash, Mondex.
b. Prepaid software, sering disebut juga digital cash, dengan ciri :
‘Nilai elektronis’ disimpan dalam suatu hard disk yang terdapat dalam Personal
Computer (PC). Mekanisme pemindahan dana dilakukan melalui suatu jaringan
komunikasi dan saat melakukan pembayaran. Contoh ; T-Cash, Pulsa. (Bank
Indonesia, 2011)




                                      9
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Rangkuman
Uang berfungsi sebagai alat pembayaran, penghitung nilai, dan penyimpan kekayaan.
Uang terdiri atas uang kartal, giral, dan uang kuasi. Uang telah mengalami
perkembangan dan evolusi dari jenisnya sebagai alat pembayaran yaitu uang kertas
dan uang logam, cek, giro, karru kredit, kartu debet dan e-money.


Soal.
   1. Jelaskan fungsi uang dalam perekonomian dan bisnis internasional!
   2. Jelaskan perbedaan uang kartal, giral, dan uang kuasi?
   3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jumlah uang beredar dalam arti sempit
        (narrow money) dan arti luas (broad money)?
   4. Jelaskan sistem moneter mencetak dan mengeluarkan uang?
   5. Jelaskan bentuk-bentuk alat pembayaran yang sering digunakan alam aktivitas
        bisnis?
   6. Jelaskan fungsi dan peranan e-money dalam transaksi perdagangan?


Tugas dan Praktikum
   1. Carilah data mengenai Jumlah Uang Beredar di Indonesia Tahun selama
        kurun waktu 1970-1979, 1980-1989, 1990-1999, 2000-20011! Kemudian
        buatlah dalam bentuk grafik!
   2. Carilah data Gross Domestic Product (GDP) selama kurun waktu 1970-1979,
        1980-1989, 1990-1999, 2000-20011! Kemudian buatlah dalam bentuk grafik!




                                         10
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                       BAB II SISTEM KEUANGAN



Sub Kompetensi yang diraih adalah :
    1. Menjelaskan sistem dan komponen keuangan di Indonesia
    2. Menjelaskan peranan komponen keuangan.


2.1 Sistem Keuangan
    Sistem keuangan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian.
Sebagai   bagian    dari   sistem    perekonomian,    sistem   keuangan     berfungsi
mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami surplus kepada yang mengalami
defisit. Sistem keuangan adalah sistem keuangan yang terdiri atas pihak perbankan,
lembaga keuangan non bank, pasar uang, infrastruktur, dan regulasi hukum yang
dikelola Bank Sentral yang mampu melakukan fungsi intermediasi, melaksanakan
pembayaran dan menyebar risiko secara baik.
Sistem keuangan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian.
Sebagai   bagian    dari   sistem    perekonomian,    sistem   keuangan     berfungsi
mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami surplus kepada yang mengalami
defisit. Peranan penting tersebut jika sistem keuangan stabil mampu mengalokasikan
sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah
gangguan terhadap kegiatan sektor riil dan sistem keuangan (Bank Indonesia, 2011).
Sistem keuangan yang tidak stabil dapat mengganggu perekonomian. Ketidakstabilan
sistem keuangan dapat mengakibatkan dampak negatif :
   Transmisi kebijakan moneter tidak berfungsi secara normal sehingga kebijakan
    moneter menjadi tidak efektif.
   Fungsi intermediasi tidak dapat berjalan sehingga menghambat pertumbuhan
    ekonomi.
   Ketidakpercayaan publik terhadap sistem keuangan yang umumnya akan diikuti
    dengan perilaku panik para investor untuk menarik dana dari perbankan sehingga
    mendorong terjadinya kesulitan likuiditas.


                                         11
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                         http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




   Biaya penyelamatan tinggi untuk menyelamatkan sistem keuangan krisis dan
    bersifat sistemik.
Stabilitas sistem keuangan sangat mendukung kesabilan makroekonomi melalui
stabilitas moneter dapat dilihat sebagai berikut :




       Sumber : Bank Indonesia, 2011.
Stabilitas sistem keuangan yang baik akan mendorong pelaku ekonomi (Rumah
Tangga dan perusahaan) untuk menyimpan surplus dana ke Perbankan dan Lembaga
Keuangan Non Bank (LKNB). Perbankan dan LKNB memerlukan pasar keuangan
yang didukung infrastruktur sistem keuangan yang baik. Stabilitas sistem keuangan
dapat meningkatkan fungsi intermediasi yang mendukung sektor riil guna
meningkatkan konsumsi, investasi, dan produksi. Komponen konsumsi, investasi, dan
produksi dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto.




                                           12
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




2.2 Komponen Sistem Keuangan
    Sistem Keuangan ini terdiri atas Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
(LKBB). Perbankan terdiri atas Bank Sentral dan Bank Umum, sedangkan LKBB
terdiri atas perusahaan jasa kredit, asuransi, leasing, modal ventura, dana pensiun dan
pegadaian. Perbankan saling berinteraksi dalam Pasar Uang Antar Bank yang
didukung infrastruktur sistem yang baik. Bank Sentral bertugas untuk menjaga
stabilitas sistem moneter dan sistem keuangan (perbankan dan pembayaran).
Gambaran pelaku sistem keuangan di Indonesia dilihat berikut ini :
          Gambar 2. Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank
                                               Bank Sentral
                          Sistem
                          Perbankan
                                                                Bank Umum
                                               Perbankan
                                                                BPR
Sistem Keuangan
                                               Asuransi
UU No.7 1992
                                               Leasing
                          Lembaga
                          Keuangan
                                               Modal Ventura
                          Bukan Bank
                                               Jasa Kredit

                                               Pialang

                                               Dana Pensiun


    Otoritas utama sistem keuangan di Indonesia adalah Bank Indonesia. BI memiliki
lima peranan utama untuk menjaga stabilitas sistem keuangan yaitu :
Pertama, Bank Indonesia bertugas menjaga stabilitas moneter melalui instrumen suku
bunga dalam operasi pasar terbuka.
Kedua, Bank Indonesia berperan penting menciptakan kinerja Perbankan dan LKBB
yang sehat. Penciptaan kinerja sehat Perbankan dilakukan melalui mekanisme
pengawasan dan regulasi.      Bank Indonesia telah menyusun regulasi Arsitektur
Perbankan Indonesia dan implementasi Basel II.




                                          13
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Ketiga, Bank Indonesia berwenang penuh untuk mengatur dan menjaga kelancaran
sistem pembayaran real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time
Gross Settlement). RTGS dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem
pembayaran.
Keempat, Bank Indonesia melakukan riset dan pemantauan. BI dapat mengakses
informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Pemantauan
macroprudential digunakan untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan.
Kelima, Bank Indonesia berfungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan sebagai
lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran BI mengelola krisis
guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR
mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis.
Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (PLKBB) berperan melancarkan
siklus aliran pendapatan dan pengeluaran perekonomian. PLKBB berperan
menampung surplus pendapatan dari pelaku ekonomi untuk disalurkan kepada pelaku
ekonomi yang memiliki defisit pendapatan. Peranan ini dinamakan sebagai fungsi
intermediasi.   Peranan   PLKBB    sangat    membantu      pelaku   ekonomi    untuk
memperlancar kegiatan konsumsi, produksi, dan investasi.
Masyarakat yang berencana membeli rumah tetapi belum memiliki pendapatan cukup
dapat meminjam dana dari orang kaya. Pengusaha bengkel motor dapat memperoleh
pinjaman guna membeli mesin-mesin baru dari perusahaan otomotif besar. Hal
tersebut tentu tidak dapat dilakukan tanpa peranan penting Lembaga Keuangan dan
Perbankan.


2.3 Peranan Lembaga Keuangan
    Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya.
     Perbankan menjalankan fungsinya berasaskan demokrasi ekonomi dan
menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan adalah sebagai
penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang


                                        14
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan
pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, ke
arah peningkatan taraf hidup rakyat banyak.
    Perbankan memiliki kedudukan yang strategis, yakni sebagai penunjang
kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian
stabilitas sistem keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan
dapat dipertanggungjawabkan.
    Peranan Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank memberikan berbagai
jenis pelayanan perbankan dan keuangan bagi pelaku ekonomi yaitu :
a. Menghimpun surplus pendapatan dari masyarakat dalam bentuk jasa simpanan
  perbankan yang ditawarkan seperti : Tabungan, Giro, dan Deposito.
b. Memberikan fasilitas pinjaman guna mendukung kegiatan konsumsi, produksi, dan
  investasi bagi pelaku ekonomi
c. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menghimpun dana tabungan dan
  meningkatkan investasi bagi pelaku ekonomi.
d. Tempat menabung efektif dan produktif bagi masyarakat.
e. Memperlancar lalu lintas pembayaran dengan aman, praktis, dan ekonomis.




                                        15
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                           http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    Rangkuman
    Sistem keuangan adalah sistem keuangan yang terdiri atas pihak perbankan,
    lembaga keuangan non bank, pasar uang, infrastruktur, dan regulasi hukum yang
    dikelola      Bank   Sentral    yang   mampu     melakukan     fungsi   intermediasi,
    melaksanakan pembayaran dan menyebar risiko secara baik. Sistem keuangan
    memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Bank Sentral
    memegang otoritas sitem keuangan. Perbankan terbagi atas dua jenis Bank dan
    Lembaga Keuangan Bukan Bank. Perbankan dan LKBB berfungsi intermediasi
    surplus dana ke defisit dana.



Soal.
   1. Jelaskan kenapa perekonomian harus didukung sistem keuangan yang stabil?
   2. Jelaskan fungsi dan peranan Perbankan dalam memperkuat perekonomian
        negara!
   3. Sebutkan pembagian sistem keuangan di Indonesia!
   4. Jelaskan peranan Bank Sentral dalam mengatur perekonomian?
   5. Sebutkan dan Jelaskan jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank yang
        beroperasi di Indonesia?




                                            16
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                              BAB III BANK SENTRAL


Sub Kompetensi dicapai adalah :
1. Menjelaskan fungsi dan peranan Bank Sentral


3.1 Fungsi Bank Sentral
     Bank Indonesia sebagai Badan Hukum
     Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) adalah lembaga negara
yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur
tangan Pemerintah dan atau pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas
diatur dalam undang-undang (Pasal 4). Bank Indonesia sebagai Badan Hukum Publik
dan Perdata. Badan hukum publik maka BI berwenang menetapkan peraturan-
peraturan yang mengikat masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya.
Sedangkan sebagai badan hukum perdata, BI dapat bertindak untuk dan atas nama
sendiri.
     Tujuan dan Tugas Bank Indonesia
     Tujuan dan tugas BI berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank
Indonesia dan UU Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun
1999. Tujuan utama BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah
(pasal 7). Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah
terhadap barang dan jasa tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan
terhadap mata uang negara lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut, BI mempunyai tiga tugas utama yaitu :
1.   Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter (pasal 8).
     Dalam rangka menentapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, BI
     berwenang:
     a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter moneter dengan memperhatikan
           sasaran laju inflasi.




                                        17
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang
          termasuk tetapi tidak terbatas pada :
           Operasi Pasar Terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing,
           Penetapan tingkat diskonto,
           Penetapan cadangan wajib minimum,
           Pengaturan kredit atas pembiayaan (pasal 10).
     c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada
          Bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek (pasal 11).
     d. Dalam suatu hal suatu Bank mengalami kesulitan keuangan yang berdampak
          sistemik dan berpotensi krisis yang membahayakan sistem keuangan, BI
          dapat memberikan fasilitas pembiayaan darurat yang pendanaannya menjadi
          bebab Pemerintah (pasal 11).
     e. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah
          ditetapkan (pasal 12).
     f. Mengelola cadangan devisa (pasal 13).
2.   Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran (pasal 15).
     Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI
     berwenang untuk :
     a.   Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan
          jasa sistem pembayaran (pasal 15 ayat 1).
     b.   Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan
          laporan kegiatannya (pasal 15 ayat 1).
     c.   Menagatur sistem kliring antarbank dalam mata uang rupiah dan atau valuta
          asing (pasal 16).
     d.   Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antarbank
          dalam mata uang rupiah dan atau valas (pasal 17).
     e.   Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang
          digunakan, dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah
          (pasal 19).




                                            18
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     f.   Mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik, dan
          memusnahkan uang dimaksud dari peredaran (pasal 20).
3.   Mengatur dan mengawasi bank.
     Dalam rangka mengatur Bank, BI berwenang untuk menetapkan ketentuan-
     ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian.
     Berkaitan dengan kewenangan di bidang perizinan, BI (pasal 26) :
     a. Memberikan dan mencabut izin usaha Bank,
     b. Memberikan izin pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor Bank,
     c. Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan Bank,
     d. Memberikan izin kepada Bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha
          tertentu.
     e. Pengawasan Bank oleh BI dilakukan secara langsung dan tidak langsung
          (27).
     Organisasi Bank Indonesia
     BI dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri dari seorang Gubernur, seorang
     Deputi Gubernur Senior dan sekurang-kurangnya 4 orang atau sebanyak-
     banyaknya 7 orang Deputi Gubernur yang diusulkan dan diangkat oleh Presiden
     dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Tugas BI dilaksanakan melalui 4
     sektor (sektor moneter, sektor perbankan, sektor sistem pembayaran dan sektor
     manajemen intern), Kantor BI (KBI) dan Kantor Perwakilan (KPw) yang
     kesemuanya bertanggung jawab kepada Dewan Gubernur.
                          Gambar 3. Organisasi Bank Indonesia




Sumber : Bank Indonesia, 2011


                                         19
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Rangkuman
Bank Sentral merupakan otoritas moneter independen yang mengatur, mengelola,
menjaga kestabilan ekonomi moneter tanpa ada campur tangan pemerintah atau pihak
lain. Tujuan utama Bank Indonesia adalah mengelola kestabilan Rupiah dengan
menjaga kestabilan inflasi melalui kebijakan moneter.


Soal.
   1. Jelaskan visi dan misi pokok Bank Indonesia ?
   2. Jelaskan tujuan Bank Indonesia?
   3. Sebutkan tugas-tugas Bank Indonesia?




                                         20
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                           BAB IV BANK UMUM


Sub Kompetensi yang diperoleh :
   1. Menjelaskan fungsi dan peranan Bank.
   2. Mengidentifikasi dan menjelaskan jasa Bank dalam mendukung aktivitas
       Bisnis dan Perdagangan Internasional.


4.1 Perbankan
    Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup
kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan
usahanya.
    Perbankan berperan penting sebagai media intermediasi surplus dana kepada
defisit dana. Fungsi intermediasi ini berperan pentinga untuk memperlancar sirkulasi
aliran pendapatan pelaku ekonomi. Perbankan meningkatkan konsumsi, investasi dan
produksi yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Perbankan terdiri atas Bank
Umum Konvensional dan Syariah.
    Bank berasal dari kata Italia Blanco yang berarti bangku. Bangku inilah yang
dipergunakan oleh bangkir untuk melayani kegiatan operasional kepada nasabah.
Bank merupakan industri jasa karena produknya hanya memberikan pelayanan jasa
kepada masyarakat (Hasibuan, 2005).
    Pengertian Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk
kredit. Bank adalah badan usaha yang memuaskan keperluan masyarakat dengan
jalan memberikan kredit berupa uang yang diterima dari masyarakat surplus dana
(Stuart dalam Hasibuan, 2005).
    Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau
bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (Bank
Indonesia, 2010).



                                        21
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                     http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    Bank terdiri atas dua jenis yaitu Bank Umum Konvensional dan Syariah. Bank
Konvensional adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional
dan berdasarkan jenisnya terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Bank
Perkreditan Rakyat.
    Bank Konvensional adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara
konvensional dan berdasarkan jenisnya terdiri atas Bank Umum Konvensional dan
Bank Perkreditan Rakyat.
    Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan
Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank
Pembiayaan Rakyat Syariah.
    Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan
berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam
penetapan fatwa di bidang syariah.


4.2 Fungsi Bank
    Perbankan dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan
menggunakan prinsip kehati-hatian.
    Fungsi utama perbankan adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana
masyarakat. Fungsi ini dinamakan fungsi intermediasi. Perbankan bertujuan untuk
menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan
pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan
kesejahteraan rakyat.
    Secara ekonomi fungsi bank, untuk menyimpan surplus dana dan menyediakan
pinjaman dana dan modal untuk pelaku ekonomi. Masyarakat yang memiliki surplus
dana dapat menyimpan di Bank. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi
lebih awal dengan meminjam dana dari Bank. Perusahaan berinvestasi, dan membeli
mesin dengan pembiayaan dari Bank.




                                      22
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




4.3 Jasa-Jasa Perbankan
   Usaha dan kegiatan jasa-jasa usaha bank umum yaitu :
   a.   Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa
        tabungan, giro, deposito berjangka dan sertifikat deposito;
   b.   Memberika kredit;
   c.   Menerbitkan surat pengakuan utang;
   d.   Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk
        kepentingan dan atas perintah nasabahnya. Contohnya : surat wesel, surat
        pengakuan utang, Sertifikat bank Indonesia (SBI), kertas perbendaharaan
        negara, obligasi, surat dagang, dan instrumen surat berharga;
   e.   Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri maupun nasabah;
   f.   Menempatkan dana, meminjam dana dari atau meminjamkan dana kepada
        bank lain dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi, wesel unjuk,
        cek atau sarana lainnya;
   g.   Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan
        perhitungan dengan atau antar pihak ketiga;
   h.   Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga;
   i.   Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan
        suatu kontrak;
   j.   Melakukan penenpatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam
        bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek.
   k.   Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit, dan kegiatan wali
        amanat;
   l.   Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain berdasarkan
        Prinsip Syariah; dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
   m. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang
        ditetapkan oleh BI;
   n.   Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di
        bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek,




                                         23
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




         asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan
         memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BI;
    o.   Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat
         kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah,
         dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi
         ketentuan yang ditetapkan oleh BI;
    p.   Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai
         dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dana pensiun yang
         berlaku.
Adapun kegiatan dan jasa usaha Bank Umum Syariah adalah :
    a.   Menghimpun dana dalam bentuk Simpanan berupa Giro, Tabungan, atau
         bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad wadi’ah
         atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
    b.   Menghimpun dana dalam bentuk investasi berupa Deposito, Tabungan, atau
         bentuk     lainnya   yang   dipersamakan   dengan    itu   berdasarkan      akad
         mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
    c.   Menyalurkan pembiayaan bagi hasil berdasarkan akad mudharabah, akad
         musyarakah, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
    d.   Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad salam, akad
         istishna’, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
    e.   Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad qardh atau akad lain yang tidak
         bertentangan dengan prinsip syariah;
    f.   Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak
         kepada nasabah berdasarkan akad ijarah dan/atau sewa beli dalam bentuk
         ijarah muntahiya bittamlik atau akad lain yang tidak bertentangan dengan
         prinsip syariah;
    g.   Melakukan pengambilalihan utang berdasarkan akad hawalah atau akad lain
         yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah;
    h.   Melakukan usaha kartu debit dan/atau kartu pembiayaan berdasarkan prinsip
         syariah;


                                          24
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                    http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




i.   Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri surat berharga pihak
     ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata berdasarkan prinsip
     syariah, antara lain, seperti akad       ijarah, musyarakah, mudharabah,
     murabahah, kafalah, atau hawalah;
j.   Membeli surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh
     pemerintah dan/atau BI;
k.   Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan
     perhitungan dengan pihak ketiga atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip
     syariah;
l.   Melakukan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu akad
     yang berdasarkan pinsip syariah;
m. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga
     berdasarkan prinsip syariah;
n.   Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk
     kepentingan nasabah berdasarkan prinsip syariah;
o.   Melakukan fungsi sebagai wali amanat berdasarkan akad wakalah;
p.   Memberikan fasilitas letter of credit atau bank garansi berdasarkan prinsip
     syariah; dan
q.   Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan di bidang perbankan dan di
     bidang sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sesuai
     dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
r.   Melakukan kegiatan valuta asing berdasarkan prinsip syariah;
s.   Melakukan kegiatan penyertaan modal pada Bank Umum Syariah atau
     lembaga keuangan yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip
     syariah;
t.   Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat
     kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, dengan syarat harus
     menarik kembali penyertaannya;
u.   Bertindak sebagai pendiri dan pengurus dana pensiun berdasarkan prinsip
     syariah;


                                        25
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    v.    Melakukan kegiatan dalam pasar modal sepanjang tidak bertentangan
          dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan di
          bidang pasar modal;
    w. Menyelenggarakan kegiatan atau produk bank yang berdasarkan prinsip
          syariah dengan menggunakan sarana elektronik;
    x.    Menerbitkan, menawarkan, dan memperdagangkan surat berharga jangka
          pendek berdasarkan prinsip syariah, baik secara langsung maupun tidak
          langsung melalui pasar uang;
    y.    Menerbitkan, menawarkan, dan memperdagangkan surat berharga jangka
          panjang berdasarkan prinsip syariah, baik secara langsung maupun tidak
          langsung melalui pasar modal;
    z.    Menyediakan produk atau melakukan kegiatan usaha bank umum syariah
          lainnya yang berdasarkan prinsip syariah.


Rangkuman
Bank terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Syariah. Jasa perbankan umum dan
syariah berbeda dalam pengenaan bunga dan prisip syariah. Jasa-jasa yang ditawrkan
perbankan dapat digunakan mendukung aktivitas bisnis.


Soal.
   1. Jelaskan perbedaan Bank Umum Konvensional dan Syariah?
   2. Jelaskan fungsi Bank dalam membantu aktivitas bisnis dan perdagangan
         internasional?
   3. Sebutkan jasa-jasa perbankan yang dapat membantu kelancaran aktivitas
         bisnis dan perdagangan internasional?
Tugas
Carilah contoh-contoh jasa-jasa perbankan di Bank Umum dan Syariah!




                                           26
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                          BAB V TEORI MONETER


Sub Kompetensi yang diperoleh yaitu :
      1. Menjelaskan perkembangan teori moneter Klasik, Keynes, dan Modern.
      2. Menganalisis keseimbangan pasar uang.


Bab ini akan membahas tentang teori penawaran dan permintaan uang. Pembahasan
pertama dimulai dari teori penawaran uang dialnjutkan teori permintaan uang klasik,
keynes, dan monetaris.


6.1    Teori Penawaran Uang
       Secara umum, penawaran uang ditentukan sepenuhnya oleh otoritas moneter
Bank Sentral. Bank Sentral dapat mengendalikan Jumlah Uang Beredar (Monetary
Base) dengan mengontrol cadangan wajib minimum bank, yang membuat pengaruh
untuk menghubungkan penawaran uang (M) pada Jumlah Uang Beredar (MB) lewat
sebuah hubungan berikut ini :
M = m x MB
M adalah penawaran uang; m adalah multiplier; dan MB merupakan Jumlah uang
beredar. Memperoleh angka multiplier
c = C/D
e = ER/D
R = RR + ER, jika RR = r x D, maka substitusi
R = (r x D) + ER
Karena MB = C + R, maka
MB = C + R = C + (r x D) + ER,
MB = (c x D) + (r x D) + (e x D) = (r + e + c) x D

D =                  ; dengan definisi Penawaran uang adalah jumlah uang beredar

ditambah tabungan.



                                          27
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




M = D + C = D + (C x D) = (1+c) x D ; substitusi D =                   diperoleh;

M=


m=

Keterangan :
m = multiplier uang; c = rasio jumlah uang beredar; e = rasio sisa cadangan minimum; r =
rasio cadangan minimum; D = jumlah tabungan; C = jumlah uang beredar di masyarakat; ER
= cadangan likuiditas; RR = cadangan minimum;

      Berdasarkan rumus diatas, kita dapat menyatakan hasil berikut;
      a. Multiplier uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan
         rasio cadangan minimun.
      b. Mulitipler uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan
         rasio jumlah uang beredar.
      c. Mulitipler uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan
         rasio cadangan likuiditas.
      d. Mulitipler uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan
         rasio jumlah uang beredar.
      e. Rasio cadangan likuiditas secara negatif berhubungan dengan tingkat bunga
         pasar.
      f. Rasio cadangan likuiditas secara positif berhubungan dengan aliran keluar
         tabungan diharapkan.
      Faktor-faktor   tambahan     yang    menentukan      penawaran     uang.   Asumsi
      sebelumnya bahwa Bank Sentral secara tepat mengontrol sepenuhnya Jumlah
      Uang Beredar (MB). Kemudian, JUB ini dibagi menjadi dua komponen yaitu
      Bank Sentral secara penuh dapat mengontrol JUB secara ketat dan kurang ketat.
      Komponen JUB bukan pinjaman (MBn) dibawah kontrol Bank Sentral, karena
      menghasilkan secara umum dari operasi pasar terbuka. Komponen MBn
      diperoleh dari jumlah uang beredar (MB) dikurangi pinjaman bank dari Bank
      Sentral (discount loans atau Borrowed Reserve (BR)).
      MBn = MB – BR → MB = MBn + BR


                                           28
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




      M      = m x (MBn + BR)Sehingga ;
      g. Penawaran uang secara positif berhubungan dengan jumlah uang beredar
           bukan pinjaman dari Bank Sentral (MBn).
      h. Penawaran uang secara positif berhubungan pada tingkat pinjaman bank
           dari Bank Sentral.
      Kesimpulan diperoleh dari analisis penawaran uang dari data periode 1980 –
      2005 (Mishkin, 2007) bahwa selama periode jangka panjang, penentu utama
      dari penawaran uang adalah jumlah uang beredar (M1) bukan pinjaman yang
      dikontrol sepenuhnya Bank Sentral dengan operasi pasar terbuka.


6.2   Teori Klasik Kuantitas Uang
      Teori kuantitas uang dibangun oleh Ekonom Klasik, teori kuantitas uang adalah
teori bagaimana jumlah nilai dari pendapatan agregat ditentukan. Karena teori ini
menggambarkan kepada kita bagaimana uang dipegang dalam sejumlah tertentu dari
pendapatan agregat maka disebut teori permintaan uang. Bagian penting dari teori
menyatakan bahwa tingkat bunga tidak memiliki pengaruh pada permintaan uang
(Mishkin, 2007).
      Kecepatan Perputaran Uang dan Persamaan Transaksi
      Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Irving Fisher dalam buku The
Purchasing Power of Money tahun 1911 (Mishkin, 2007). Fisher menguji hubungan
antara jumlah kuantitas uang M (Penawaran Uang) dan total pengeluaran pada barang
dan jasa dihasilkan dalam perekonomian (P x Y). P adalah tingkat harga dan Y
merupakan total output (pendapatan). P x Y juga disebut sebagai jumlah pendapatan
agregat perekonomian atau GDP). Gambaran konsep yang menghubungkan antara
kuantitas uang dan pendapatan disebut kecepatan perputaran uang (velocity of
money). Persamaan teori kuantitas uang dinotasikan berikut :
                                          ∙    =   ∙
Dimana :
M adalah jumlah uang beredar; V adalah kecepatan perputaran uang; P ∙ Y
merupakan GDP.


                                          29
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     Persamaan pertukaran menjelaskan bahwa jumlah kuantitas uang akan
dilipatkan angka tertentu oleh jumlah berapa kali uang dibelanjakan dalam tahun
tertentu harus sama dengan jumlah total pendapatan.
     Persamaan diatas merupakan persamaan identitas, untuk menerjemahkan
persamaan dari pertukaran (dari sebuah identitas) ke dalam teori dari bagaimana
jumlah pendapatan ditentukan memerlukan sebuah pemahaman dari faktor-faktor
yang menentukan kecepatan perputaran uang.
     Irving Fisher berpendapat bahwa kecepatan perputaran uang ditentukan oleh
otritas moneter/lembaga keuangan yang mempengaruhi masyarakat melakukan
transaksi. Jika masyarakat lebih suka menggunakan kartu kredit dan debit dalam
berbelanja maka uang diperlukan lebih sedikit dalam mempengaruhi pendapatan
nasional (M turun relatif dengan GDP dan v akan meningkat). Sebaliknya, jika
masyarakat lebih suka menggunakan uang tunai dan cek, M akan naik relatif dengan
GDP dan v akan turun.
     Teori Kuantitas
     Fisher menyatkan bahwa velocity tidak berubah dalam jangka pendek merubah
persamaan dari pertukaran dalam teori kuantitas uang, dimana jumlah pendapatan
nominak ditentukan nyata pergerakan jumlah uang. Ketika kuatitas uang berlipat
ganda maka nilai GDP juga berlipat dua kali. Karena klasik berpendapat bahwa upah
dan harga fleksibel berubah, tingkat agregat output Y dalam perekonomian full
employment sehingga Y dalam persamaan dianggap konstan. Teori kuantitas uang
memberikan penjelasan perubahan pada tingkat harga : perubahan tingkat harga
akan mempengaruhi secara nyata perubahan kuantitas uang.
     Teori Kuantitas Permintaan Uang
     Berdasarkan rumus Fisher
                                             1
                                         =           ∙

                                         =       ∙       ∙
     Persamaan diatas menyatakan bahwa k adalah tetap, tingkat transaksi
dihasilkan pada tingkat pendapatan tertentu akan menentukan kuantitas permintaan



                                        30
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




uang masyarakat. Maka teori permintaan uang Fisher menyatakan bahwa Permintaan
uang sepenuhnya ditentukan tingkat pendapatan, dan tingkat bunga tidak berpengaruh
pada permintaan uang. Fisher sampai pada kesimpulan karena masyarakat memegang
uang hanya pada saat transaksi dan tidak memiliki kebebasan dalam kegiatan ini.
Permintaan uang ditentukan oleh (1) tingkat transaksi dihasilkan oleh tingkat jumlah
pendapatan (GDP) dan (2) institusi perekonomian yang mempengaruhi cara
masyarakat melakukan transaksi dan kemudian menentukan kecepatan perputaran
uang.


6.3     Teori Permintaan uang Keynes
        JM Keynes menyanggah teori klasik permintaan uang yang menyakini velocity
konstan dan mengembangkan teori permintaan uang yang menekankan pentingnya
tingkat bunga. Keynes menjelaskannya dalam buku The General Theory of
Employment, Interest, and Money tahun 1936. Teori permintaan uang Keynes
dikenal sebagai Liquidity Preference Theory (teori preferensi likuiditas). Keynes
mempostulat teori motif masyarakat memegang uang adalah motif transaksi
(transaction), berjaga-jaga (precautionary), dan spekulasi (speculative).
        Motif Transaksi
        Permintaan uang transaksi ditentukan oleh tingkat pendapatan, teori ini sama
dengan teori klasik. Masyarakat memegang uang karena sebagai media pertukatan
yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Sesuai dengan pemikiran klasik, Keynes
menekankan permintaan uang ditentukan tingkat transaksi yang proporsional dengan
tingkat pendapatan.
        Motif Berjaga-jaga
        Keynes sejalan dengan analisis klasik dengan menekankan adanya motif
tambahan untuk memegang uang selain transaksi yaitu masyarakat memegang uang
sebagai upaya untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga. Keynes
menyatakan bahwa permintaan uang berjaga-jaga ditentukan tingkat transaksi yang
diharapkan di masa mendatang dan transaksi tersebut proporsional dengan tingkat
pendapatan.


                                          31
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     Motif Spekulasi
     Permintaan uang ditentukan oleh motif dan transaksi, Keynes juga berpendapat
bahwa masyarakat juga memegang uang sebagai media penyimpan kekayaan sebagai
alasan memegang uang untuk motif spekulasi. Keynes juga melihat secara hati-hati
faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan berdasarkan berapa banyak uang
dipegang sebagai penyimpan kekayaan, utamanya adalah tingkat bunga.
     Keynes membagi aset yang dapat menyimpan kekayaan dalam dua jenis yaitu
uang dan obligasi. Pertanyaan kemudian muncul : Mengapa masyarakat menentukan
untuk memegang kekayaan dalam bentuk uang daripada obligasi?
     Keynes berasumsi bahwa harapan hasil keuntungan uang adalah nol, sedangkan
harapan hasil keuntungan obligasi adalah pembayaran bunga dan tingkat harapan
keuntungan diperoleh. Keynes berpendapat bahwa masyarakat percaya bahwa tingkat
bunga menarik nilai normal. Jika tingkat bunga dibawah nilai normal, masyarakat
beranggapan suku bunga obligasi akan naik di masa datang dan beranggapan akan
memeproleh kerugian modal. Hasilnya, masyarakat akan lebih suka memegang uang
daripada membeli obligasi. Permintaan uang spekulasi secara negatif berhubungan
dengaan tingkat suku bunga.
     Menempatkan Tiga Motif Bersamaan
     Keynes membedakan antara kuantitas nominal dan kuantitas riil permintaan
uang dengan motif transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi. Uang dinilai dari kegunaan
dari apa yang dapat dibeli. Jika harga meningkat dua kali maka uang akan dapat
membeli sebagian jumlah barang. Keynes berpendapat bahwa masyarakat memegang
uang karena keseimbangan uang riil (M/P) yang berhubungan dengan tingkat
pendapatan (Y) dan tingkat suku bunga (i). Keynes menyatakan permintaan uang
yang dikenal dengan fungsi preferensi likuiditas berikut :

                                          = ( ,      )

Kesimpulan Keynes bahwa permintaan uang berhubungan tidak hanya dengan
pendapatan tetapi juga dengan tingkat suku bunga. Dengan cara menderivasi fungsi
likuiditas preferen untuk PY/M diperoleh bahwa kecepatan perputaran uang tidak



                                          32
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                         http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




konstan, tetapi seringkali berubah sesuai dengan perubahan tingkat suku bunga.
Preferensi likuiditas ditulis persamaan berikut :
                                                     1
                                             =
                                                    (, )
Mengalikan kedua sisinya dengan Y dan Md dapat diganti dengan M karena harus
sama di dalam keseimbangan pasar uang maka rumus kecepatan perputaran ditulis
berikut :

                                        =        =
                                                     (, )
Permintaan uang dipengaruhi negatif oleh tingkat suku bunga, ketika tingkat suku
bunga naik, f (i,Y) akan turun, dan kecepatan perputaran uang akan naik. Jika tingkat
suku bunga naik, maka masyarakat akan terdorong memegang lebih sedikit
keseimbangan uang riil pada tingkat pendapatan tertentu, kemudian tingkat kecepatan
perputaran uang menjadi lebih tinggi. Implikasi dari teori likuiditas preference adalah
tingkat suku bunga yang selalu mengalami fluktuasi yang menyebabkan kecepatan
perputaran uang juga berfluktuasi.
Model Keynesian permintaan uang spekulasi memberikan alasan kecepatan
perputaran uang tidak tetap.
Jika masyarakat berharap suku bunga di masa mendatang lebih tinggi dibandingkan
saat ini maka masyarakat akan berekspektasi harga obligasi turun dan akan
mengantisipasi kerugian modal. Harapan pendapatan dari memiliki obligasi akan
turun, dan uang kas lebih menarik dibandingkan obligasi. Hasilnya, permintaan uang
akan meningkat, nilai riil uang kan turun dan kecepatan perputaran uang akan turun.


6.4   Pendekatan Keynesian
      Transaksi Permintaan
      Perkembangan teori Keynes dikembangkan oleh William Baumol dan James
Tobin. Mereka mengembangkan model permintaan uang yang digambarkan
seringnya uang dan keseimbangan memegang uang untuk melakukan transaksi sangat
dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Baumol dan Tobin berdasarkan                sebuah



                                            33
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




hipotesis individu   yang menerima pembayaran selama satu                periode dan
membelanjakan untuk transaksi dalam periode tersebut.
                              Gambar Transaksi Belanja
Pendapatan


10 Juta


                                          5 Juta




                      1             2                   1        2      3         4
Sumber : Miskin (2007) Gambar a.                    Gambar b.
     Gambaran awal dari Keseimbangan Kas dalam Model Baumol-Tobin dilihat di
gambar (a). Fulan memiliki pendapatan Rp. 10.000.000/bulan. Setiap bulan
membelanjakan semua uang dalam dua kali transaksi, awal bulan dia mengambil Rp.
5.000.000,- setelah uangnya habis pada pertengahan bulan maka dia mengambil lagi
Rp. 5.000.000,-. Setiap akhir bulan, pendapatannya habis. Smith mengambil uang di
Bank sebanyak 24 kali dalam setahun.
     Hal ini berbeda jika Fulan mengambil Rp. 5.000.000 dan menginvestasikan
obligasi Rp. 5.000.000. Saat pertengahan bulan uang kas sudah habis dibelanjakan,
maka Smith akan menjual obligasi senilai Rp. 5.000.000 untuk mendapatkan uang
kas. Rata-rata pengambilan uang berlipat ganda, di Bank 24 kali dan aktivitas
menjual obligasi menjadi uang kas 24 kali sehingga total 48 (Gambar b).
     Kesimpulan Baumol-Tobin permintaan uang transaksi adalah bagian utama
transaksi permintaan uang dipengaruhi secara negatif oleh tingkat suku bunga.
     Berjaga-jaga
     Permintaan uang berjaga-jaga sejalan dengan transaksi dilakukan. Permintaan
     uang berjaga-jaga secara negatif berhubngan dengan tingkat bunga.




                                         34
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




      Spekulasi
      Tobin mengembangkan model permintaan uang spekulasi yang berusaha untuk
      melengkapi analisis Keynes. Pemikiran dasar bahwa tidak hanya masyarakat
      yang memperhatikan hasil pengembalian investasi pada satu aset dengan
      mempertimbangkan jenis portofolio dimiliki dan resiko masing-masing. Tobin
      mengasumsikan masyarakat akan memilih aset dengan. Masyarakat akan
      memegang obligasi jika bunga yang diberikan lebih besar daripada return uang
      dipegang. Analisis Tobin juga menunjukkan masyarakat dapat mengurangi
      resiko investasi aset dengan melakukan diversifikasi portofolio.


6.5   Teori Modern Permintaan Uang Friedman
      Milton Friedman mengembangkan sebuah teori permintaan uang modern dalam
artikel “The Quantity Theory of Money : A Restatement”. Meskipun Friedman sering
merujuk Irving Fisher, tetapi analisis permintaan uang lebih dekat dengan Keynes.
Friedman menyatakan model permintaan uang berikut ini,

                            =       ,   −      ,   −    ,   −

          = Permintaan uang riil
      Yp = Pendapatan permanen atau jangka panjang
      rm = return uang
      rb = return obligasi
      re = return ekuitas (saham)
      πe = tingkat inflasi
      Permintaan uang dipengaruhi secara positif oleh tingkat pendapatan permanen.
Pendapatan permanen memiliki pergerakan perubahan yang lebih stabil karena
beberapa perubahan pendapatan relatif tetap. Implikasi konsep pendapatan permanen
sebagai penentu permintaan uang adalah permintaan uang tidak akan berfluktuasi
dengan perubahan siklus bisnis.
      Masyarakat dapat memegang kekayaan dalam beberapa bentuk disamping
uang. Friedman membagi dalam tiga tipe aset yaitu obligasi, saham, dan barang.




                                          35
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Dorongan memiliki aset daripada uang ditentukan return setiap aset dibandingkan
dengan uang kas.
      Selisih ekspektasi return obligasi dengan uang meningkat maka permintaan
uang akan menurun. Begitu juga selisih ekspektasi return sahan dengan memegang
uang kas meningkat maka permintaan uang akan menurun. Jika inflasi lebih tinggi
dibandingkan return uang maka masyarakat akan menurunkan memegang uang.


6.6   Pasar Uang dan Tingkat Bunga
      Keseimbangan Pasar Uang Keynes
      Keseimbangan pasar uang dikembangkan oleh John Maynard Keynes yaitu
Kerangka Kerja Preferensi Likuiditas, yang menentukan keseimbangan tingkat bunga
dalam permintaan dan penawaran uang.
      Titik poin analisis Keynes asumsi dari dua kategori aset utama dimana
masyarakat menyimpan kekayaan dalam bentuk uang dan obligasi. Kuantitas jumlah
permintaan obligasi dan uang ditentukan :
      Bs + M s = B d + M d
      Bs - Bd = M d - M s
      Jika terjadi keseimbangan di pasar obligasi Bs = Bd dan juga di pasar uang Md =
Ms. Keseimbangan pasar uang terjadi saat jumlah permintaan uang sama dengan
jumlah penawaran uang pada tingkat bunga equilibrium.
      Kuantitas permintaan uang ditentukan oleh tingkat suku bunga dengan asumsi
pendapatan dan tingkat harga tetap. Saat suku bunga 25% permintaan uang 100 Juta
$, suku bunga turun menjadi 20% permintaan uang naik 200 Juta $, dan semakin
rendah tingkat bunga maka jumlah permintaan uang akan semakin bertambah. Suku
bunga 15% maka permintaan uang 300 Juta $, saat 10% maka permintaan uang 400
Juta $, dan 5 % maka permintaan uang 500 Juta $. Penawaran uang ditentukan
sepenuhnya oleh Bank Sentral sejumlah 300 Juta $, sehingga keseimbangan pasar
uang Md = Ms = 300 Juta $ dengan keseimbangan tingkat bunga 15%.




                                         36
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                         http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                            Gambar Keseimbangan Pasar Uang
 i 7.
                              Ms




0,15




                                               Md
                              300                         $


        Keseimbangan Tingkat Bunga dalam Likuiditas Preferensi Keynes
        Pergeseran Permintaan Uang (Md)
        Menurut Keynes dalam analisis Likuiditas Preferensi, dua faktor yang
        menyebabkan pergerakan permintaan uang yaitu pendapatan dan tingkat harga.
        Efek Pendapatan. Peningkatan pendapatan menyebabkan permintaan uang akan
        meningkat sebaliknya jika pendapatan menurun akan menurunkan permintaan
        uang. Pendapatan berpengaruh positif terhadap permintaan uang.
        Efek Tingkat Harga. Peningkatan inflasi akan meyebabkan permintaan uang
        bertambah dan sebaliknya. Inflasi berpengaruh positif terhadap permintaan
        uang.
        Perubahan Penawaran Uang (Ms)
        Penawaran uang sepenuhnya dikontrol oleh Bank Sentral, sehingga jumlah
        uang beredar Autonomous.
        Guna melihat kerangka likuiditas preferensi dapat digunakan analisis perubahan
        tingkat bunga. Kita dapat melihat beberapa perubahan aplikasi yang dapat
        berguna dalam melihat pengaruh kebijakan moneter pada tingkat bunga.
        Perubahan Pendapatan.
        Ketika pendapatan meningkat maka permintaan uang meningkat dan
        menyebabkan tingkat bunga meningkat.


                                          37
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                     http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Perubahan Tingkat Harga (Inflasi)
Tingkat harga meningkat maka permintaan uang meningkat dan akan
menyebabkan tingkat bunga naik.
Perubahan Penawaran Uang
Perubahan jumlah uang beredar bertambah akan menyebabkan suku bunga
menurun dan jumlah permintaan uang bertambah.


Keseimbangan Pasar Uang Friedman
Analisis   Likuiditas   Preferensi     memberikan     kesimpulan     akhir   bahwa
penambahan jumlah uang beredar akan menyebabkan penurunan tingkat suku
bunga. Kritikan likuiditas preferensi dikemukan oleh Friedman yang
menyatakan bahwa kondisi saat peningkatan jumlah uang beredar meningkat
akan menyebabkan tingkat suku bunga menurun (asumsi kondisi lain sama)
dinamakan efek likuiditas. Friedman melihat efek likuiditas sebagai bagian
dari kondisi riil saja : Peningkatan JUB tidak bisa mengasumsikan kondisi lain
tetap dan kan memiliki pengaruh ekonomi yang membuat tingkat bunga justru
meningkat.
Penjelasan Friedman secara rinci dijelaskan berikut :
Efek    Pendapatan. Peningkatan JUB mempengaruhi ekspansi peningkatan
pendapatan dan kekayaan. Kedua likuiditas preferensi dan penawaran dan
permintaan obligasi mengindikasikan tingkat suku bunga naik. Efek
peningkatan JUB akan menyebabkan peningkatan kekayaan dan pendapatan
sehingga tingkat suku bunga justru naik.
Efek Peningkatan Harga. Peningkatan JUB akan menyebabkan inflasi, sebagai
respon peningkatan inflasi makatingkat suku bunga justru akan meningkat.
Efek Ekspektasi Inflasi. Peningkatan JUB akan menyebabkan peningkatan
ekspektasi inflasi.




                                      38
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                         http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Rangkuman
Permintaan uang klasik ditentukan oleh tingkat pendapatan dengan tingkat perputaran
uang tetap. Keynes mengemukakan teori preferensi likuiditas yang mendukung
permintaan uang klasik, tetapi bebeda pendapat tingkat perputaran uang tidak konstan
dan beranggapan tingkat bunga berperan penting pada permintaan uang. Keynes
menjelaskan permintaan uang dipengaruhi motif transaksi, berjaga-jaga dan
spekulasi. Tobin melengkapi teori Keynes dengan menjelaskan permintaan uang
dipengaruhi oleh jenis portofolio dan resikonya. Friedmann melengkapi teori Keynes
dengan menjelaskan permintaan uang riil ditentukan oleh tingkat pendapatan
permanen, selisih return aset return uang, dan selisih retur dengan inflasi.


Soal.
   1. Jelaskan permintaan uang berdasarkan pandangan Klasik!
   2. Jelaskan kritikan Keynes terhadap Teori Klasik!
   3. Sebutkan dan jelaskan masyarakat memegang uang berdasarkan Teori keynes!
   4. Jelaskan permintaan uang berdasarkan James Tobin?
   5. Jelaskan kritikan Friedmann terhadap Teori Keynes?
   6. Jelaskan dengan gambar Keseimbangan Pasar uang Keynes?
   7. Jelaskan dengan gambar Keseimbangan Pasar uang Friedmann?


Tugas
Berdasarkan data jumlah uang beredar dan GDP di Indonesia 1970-2011,
Gambarkanlah grafik JUB dan GDP, carilah nilai velosity, dan hubungan korelasi
antara JUB dan GDP!




                                           39
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                      BAB VI KEBIJAKAN MONETER



Sub kompetensi yang dicapai yaitu :
      1. Menjelaskan instrumen dan trnsmisi kebijakan moneter.
      2. Menjelaskan efek dan pengaruh kebijakan moneter dari aspek bisnis dan
         perdagangan internasional.


        Tujuan kebijakan makroekonomi adalah mengendalikan tingkat harga,
mengendalikan kurs Rupiah/$, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi
kemiskinan, dan menciptakan lapangan pekerjaaan.
        Otoritas moneter BI bertugas adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai
rupiah (pasal 7). Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah
terhadap barang dan jasa tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan
terhadap mata uang negara lain.
        Secara teoritis, pencapaian keseimbangan internal dan eksternal makroekonomi
ditunjukkan oleh keseimbangan di pasar barang, pasar uang, dan neraca pembayaran.
Pembahasan kebijakan moneter ini akan mempengaruhi keseimbangan pasar uang,
penawaran uang, permintaan uang dan suku bunga.
6.1     Kebijakan Moneter
        Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas
moneter/BI utnuk mempengaruhi jumlah uang beredar            dan tingkat bunga yang
bersifat ekspansif dan kontraktif. Definis lain, kebijakan moneter digunakan untuk
mengatur perekonomian makro menstabilkan nilai rupiah dan inflasi dengan cara
mempengaruhi sisi permintaan uang, penawaran uang, dan tingkat suku bunga.
        Secara tegas dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan UU
Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 1999,                     BI
mempunyai tiga tugas utama yaitu 1). Menetapkan dan melaksanakan kebijakan
moneter, 2). Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, DAN 3).
Mengatur dan mengawasi bank.


                                          40
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




       Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank
Indonesia berwenang:
       a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter moneter dengan memperhatikan
          sasaran laju inflasi.
       b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang
         termasuk tetapi tidak terbatas pada :
           Operasi Pasar Terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing,
           Penetapan tingkat diskonto,
           Penetapan cadangan wajib minimum,
           Pengaturan kredit atas pembiayaan (pasal 10).
      c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada
         Bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek (pasal 11).
      d. Dalam suatu hal suatu Bank mengalami kesulitan keuangan yang berdampak
         sistemik dan berpotensi krisis yang membahayakan sistem keuangan, BI
         dapat memberikan fasilitas pembiayaan darurat yang pendanaannya menjadi
         bebab Pemerintah (pasal 11).
      e. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah
         ditetapkan (pasal 12).
      f. Mengelola cadangan devisa (pasal 13).


6.2    Instrumen Kebijakan Moneter
       Secara    operasional,     pengendalian    sasaran-sasaran    moneter     tersebut
menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang
baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan
wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat
melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.
      Instrumen kebijakan moneter dibagi dalam dua jenis (Hady, 2000) :
      1. Instrumen Kuantitatif
          a. Jumlah uang Beredar (Base Money).
          b. Operasi pasar terbuka (open market operation)


                                           41
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                   http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




       Operasi pasar terbuka adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang
       beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik
       pemerintah (government securities). Jika ingin mengurangi jumlah
       uang beredar,      maka pemerintah menjual surat-surat berharga (open
       market selling). Dengan demikian uang yang ada dalam masyarakat
       mengalir ke otoritas moneter, sehingga jumlah uang beredar berkurang.
       Sebaliknya,    jika   ingin menambah        jumlah uang beredar, maka
       pemerintah    menjual kembali surat-surat berharga tersebut (open
       market buying). Guna mengefektifkan operasi pasar terbuka ini,
       Bank Indonesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut
       dengan   menambahkan      fasilitas   repurchase agreement (repo)       ke
       masing-masing instrumen sehingga saat ini dikenal SBI Repo atau
       SBPU repo.
   c. Fasilitas diskonto (discount rate)
       Tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan
       pemerintah    atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral.
       Dalam kondisi tertentu, bank-bank        mengalami    kekurangan     uang,
       sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. Kebutuhan
       ini dapat dimanfaatkan       oleh     pemerintah   untuk mengurangi atau
       menambah jumlah uang beredar.
   d. Rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio)
       Penetapan rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang
       beredar. Jika rasio cadangan diperbesar, maka kemampuan bank
       memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya.
   e. Batas maksimum pemberian kredit (BMPK) atau Legal Lending Limit
       (LLL).
2. Instrumen Kualitatif
   a. Seleksi fasilitas kredit (KLBI, KUT, KUK, KMKP)
   b. Moral Suasion, imbauan moral dari otoritas moneter.




                                     42
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




6.3   Analisis Kebijaksanaan
      Jumlah uang beredar merupakan salah satu indikator kebijakan moneter yang
sangat penting dan memiliki peranan yang besar karena dampak langsungnya pada
perekonomian Indonesia. Dampak tersebut terjadi melalui beberapa jalur, seperti
dijelaskan berikut ini.
a. Jalur Biaya Modal
Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur biaya modal
dapat digambarkan sebagai berikut :




b. Jalur Kekayaan
Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur kekayaan
dapat digambarkan sebagai berikut :




c. Jalur Harga Relatif
Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur harga relatif
dapat digambarkan sebagai berikut :




                                       43
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




d. Jalur Langsung
Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur langsung
dapat digambarkan sebagai berikut :




Tenggang waktu (lag) Efek dari Kebijakan Moneter
Dampak kebijakan moneter terhadap kestabilan dan pertumbuhan ekonomi akan
tergantung pada :
   Kuat tidaknya hubungan antara perubahan kebijakan moneter yang dilakukan
    dengan kegiatan ekonomi.
   Jangka waktu antara terjadinya perubahan kebijakan moneter sampai terjadinya
    efek terhadap kegiatan ekonomi (lag)
   Jangka waktu atau lag yang dimaksud terdiri dari bebepa komponen/unsur, yakni




        Dimana :
        t0 : Periode awal adanya kebijakan moneter
        t1 : Kurun waktu pertama sejak adanya kebijakan moneter
        t2 : Kurun waktu kedua sejak adanya kebijakan moneter
        t3 : Kurun waktu ketiga sejak adanya kebijakan moneter




                                           44
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     Periode t0 s.d. t1 merupakan Recognition lag, yakni waktu yang diperlukan
oleh Bank Indonesia untuk mengumpulkan data ekonomi dan menganalisis
perubahan aktivitas ekonomi yang diinginkan dengan melaksanakan kebijakan
moneter tersebut. Misalnya pada periode t0 telah terjadi perubahan aktivitas ekonomi,
misalnya kenaikan jumlah pengangguran. Dengan fenomena itu, sebelum mengambil
dan menentukan kebijakan moneter untuk mengatasi pengangguran tersebut, Bank
Indonesia memerlukan waktu terlebih dahulu untuk mengumpulkan data yang
berkaitan dengan masalah pengangguran tersebut.
     Administrative lag (t1 – t2 ) merupakan periode antara diketahuinya (oleh BI)
berbagai informasi yang akan diperkirakan untuk merubah kebijakan moneter,
dengan waktu dimana BI benar-benar merubah satu atau beberapa instrumen
kebijakan moneter (t2 ).
     Keseluruhan antara Recognition lag dan Adminitrative lag ini disebut dengan
Inside lag, yakni kurun waktu antara perubahan/kejadia ekonomi yang memerlukan
perubahan kebijakan moneter dengan perubahan satu atau beberapa instrumen
kebijakan moneter.
     Selanjutnya, kurun waktu antara telah berubahnya satu atau beberapa instrumen
kebijakan moneter untuk mengatasi suatu masalah ekonomi sampai dengan efek atau
dampak nyata kebijakan moneter tersebut pada kegiatan ekonomi, disebut dengan
Outside/Impact lag. Dengan kata lain, Outside lag mengukur seberapa lama waktu
yang dibutuhkan dari perubahan instrumen kebijakan moneter, dapat memberi efek
pada penyelesaian masalah ekonomi yang dipecahkan/diselesaikan.
     Lag inilah yang kemudian dijadikan salah satu alat ukur efektifitas kebijakan
moneter Bank Indonesia. Logikanya, semakin cepat atau pendek lag/waktu yang
dibutuhkan untuk menghasilkan efek, semakin baik kebijakan moneter tersebut.
Jangan sampai efek yang terjadi sudah terlambat dan bahkan justru memperparah
keadaan atau masalah yang sedang terjadi dalam perekonomian.




                                         45
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Paling tidak, implementasi kebijkan moneter melibatkan beberapa elemen, yakni :
o Penguasa moneter (Pemerintah /BI)
o Sistem moneter (Perbankan)
o Instrumen moneter (jenis-jenis kebijakan moneter)
o Target dan Indikator moneter
o Sasaran kebijakan moneter (Perekonomian Indonesia)
Secara sederhana, implementasi kebijakan moneter dapat dijelaskan dengan
menggunakan gambar analogi sebagai berikut :




       Sumber : Nophirin, 2000.




                                        46
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




6.4    Efektivitas Kebijaksanaan Moneter dan Fiskal
       Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi: Analisis IS-LM Pengaruh
kebijakan moneter terhadap keseimbangan ekonomi
             Gambar Dampak Kebijakan Moneter terhadap Perekonomian




               Sumber: Rahardja dan Manurung, (2003)
         Kurva IS menggambarkan kondisi keseimbangan pasar barang dan jasa,
sedangkan kurva LM menggambarkan kondisi keseimbangan di pasar uang.
Kebijakan pemerintah untuk mengubah jumlah uang beredar dalam masyarakat
akan     menggeser kurva LM dan berpengaruh terhadap perekonomian, karena
mengubah titik potong kurva IS-LM yang berarti mengubah titik keseimbangan
ekonomi. Pada gambar 2.1 kondisi keseimbangan awal ditunjukkan oleh titik E0
dimana     tingkat pendapatan sebesar Y0 dan tingkat      bunga    adalah r0.    Jika
pemerintah menambah jumlah uang beredar, kurva LM bergeser ke kanan (dari
LM0 ke LM1), sehingga titik keseimbangan juga bergeser dari Eo ke E1. Pada titik
keseimbangan yang baru (E1), output keseimbangan adalah Y1 yang lebih besar dari
Y0 sedangkan tingkat bunga adalah r1 yang lebih rendah dari r0. Artinya, kebijakan
moneter ekspansif dalam konteks gambar 2.1 dapat memacu pertumbuhan
ekonomi dan menurunkan tingkat bunga. Dalam perekonomian pasar, kenaikan



                                       47
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




tingkat bunga mengindikasikan telah terjadinya kelebihan permintaan investasi,
yang akibatnya dapat dilihat pada dua sisi:
1) sisi output. kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana
investasi   yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi
menjadi lebih kecil
2) sisi biaya kenaikan tingkat bunga akan menaikkan biaya produksi dikarenakan
naiknya biaya modal.
Dari kedua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kenaikan tingkat bunga akan
memicu terjadinya inflasi.


Rangkuman
Kebijakan moneter bertujuan akhir mengedalikan inflasi melalui instrumen jumlah
uang beredar dan kurs. Instrumen yang digunakan Bank Indonesia dalam kebijakan
moneter adalah jumlah uang beredar, operasi pasar terbuka, reserve requirement, dan
discount rate. Jalur transmisi yang digunakan terdiri empat jenis yaitu jalur biay
modal, kekayaan, relatif dan langsung. Kebijakan moneter dianalisis dengan kurva
IS-LM yang akan menjelaskan keseimbangan tingakat bunga dan pendapatan.

Soal.
   1. Jelaskan intrumen yang dipakai dalam kebijakan moneter!
   2. Sebutkan dan kelaskan jalur teansmisi kebijakan moneter?
   3. Jelaskan pengaruh kebijakan moneter karena adanya time lag?
   4. Jelaskan pengaruh kebijakan moneter dengan kurva IS-LM!
   5. Jelaskan pengaruh kebijakan moneter terhadap perekonomian yang dapat
       mendorong aktivitas bisnis ekspor-impor!




                                          48
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                         http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                                BAB VII INFLASI



Sub kompetensi yang dicapai :
   1. Menjelaskan tentang inflasi, jenis-jenisnya, faktor-faktor penentu, efek
       pengaruh inflasi dan kebijakan mengendalikan inflasi dari sisi moneter.
   2. Menjelaskan efek inflasi terhadap aktivitas Bisnis dan Perdagangan
       Internasional


7.1 Inflasi
      Inflasi diartikan suatu kondisi meningkatnya harga-harga secara umum dan
terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut
inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada
barang lainnya. Kondisi menurunnya harga-harga secara umum dan terus menerus
disebut deflasi.
      Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga
Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan
harga dari barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Survei Biaya Hidup (SBH)
dijadikan sebagai acuan IHK oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS akan memonitor
perkembangan harga barang dan jasa tersebut secara bulanan di pasar tradisional dan
modern setiap Kota/Kabupaten seluruh Indonesia.
      Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain:
      1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar
          komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar
          pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar
          pada pasar pertama atas suatu komoditas.
      2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran
          level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam




                                           49
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                           http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




          suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB
          atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan.

7.2 Jenis Inflasi
      Jenis inflasi akan dibagi berdasarkan nilai dan sumbernya. Adapun, inflasi
berdasarkan nilai terdiri dari tiga jenis yaitu :
    a. Inflasi Moderat (Moderat Inflation)
        Jenis inflasi ditandai dengan harga-harga yang meningkat secara lambat, laju
        inflasi sebesar satu digit per tahun. Nilai inflasi 1 - 9% per tahun. Cirinya
        ditandai adanya kenaikan harga-harga yang relatif stabil, nilai riil uang cukup
        stabil.
    b. Inflasi Ganas (Galloping Inflation)
        Inflasi yang ditandai dengan laju inflasi senilai dua digit per tahun. Nilai
        inflasi 10 – 99% per tahun.         Jika inflasi ganas timbul, maka timbullah
        gangguan-gangguan serius terhadap perekonomian. Umumnya sebagian besar
        kontrak disusun dalam indeks harga atau mata uang asing, seperti dollar. Nilai
        riil uang menurun sangat cepat. Pasar keuangan menjadi tidak bergairah,
        bursa saham lesu, dan dana-dana pada umumnya dialokasikan berdasarkan
        rasio dari pada berdasarkan tingkat bunga. Masyarakat lenih memeilih aset
        yang memiliki return pendapatan lebih tinggi daripada nilai inflasi. Aset yang
        dipilih emas, lahan, properti.
    c. Hiperinflasi
        Inflasi yang bernilai tiga digit per tahun, nilai inflasi lebih dari 100%.
        Meskipun perekonomian tampaknya dapat bertahan dari inflasi ganas, jenis
        inflasi ketiga ini sangat mematikan Tidak ada segi baik perekonomian pasar,
        apabila harga-harga meningkat jutaan atau bahkan triliunan persen per tahun.


    Inflasi berdasarkan pemisahan sumber penyebabnya dibagi menjadi inflasi inti
    dan non inti. Pembagian tersebut dinamakan disagregasi inflasi. Disagegasi inflasi
    dijelaskan berikut ini:



                                             50
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    1. Inflasi Inti, yaitu Komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten
       (persistent component) dalam pergerakan perubahan laju inflasi dan
       dipengaruhi faktor fundamental, seperti:
       o Interaksi permintaan-penawaran

       o Lingkungan eksternal: nilai tukar kurs mata uang asing, harga komoditi

            internasional, dan inflasi mitra dagang dari negara lain.
       o Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen

   2. Inflasi non Inti, yaitu Komponen inflasi yang cenderung tinggi volatilitasnya
       karena dipengaruhi oleh selain faktor fundamental. Komponen inflasi non inti
       terdiri dari :
       o Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food)

            Inflasi yang dominan dipengaruhi shocks (kejutan) yang mempengaruhi
            sisi jumlah penawaran (supply side) dalam kelompok bahan makanan.
            Kejutan ini berupa gagal panen, gangguan alam, dan kenaikan harga
            komoditas pangan domestik, dan internasional.
       o Inflasi Komponen Harga yang diatur Pemerintah (Administered Prices)

            Inflasi yang dominan dipengaruhi shocks (kejutan) akibat kebijakan harga
            Pemerintah seperti kenaikan harga BBM bersubsidi, pengurangan subsidi,
            kenaikan tarif listrik, tarif angkutan, kenaikan gaji pegawai, dan
            sebagainya.


7.3 Faktor Determinan Inflasi
      Inflasi dipengaruhi oleh faktor sisi supply (cost push inflation), sisi permintaan
(demand pull inflation), dan ekspektasi inflasi. Penjelasan determinan inflasi sebagai
berikut :
    1. Cost Push Inflation disebabkan depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar
        negeri terutama harga barang impor, peningkatan harga-harga komoditi yang
        diatur pemerintah (administered price), terjadi negative supply shocks akibat
        bencana alam dan terganggunya distribusi.




                                            51
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                     http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




       Jika harga bahan baku impor naik akibat kurs USD/IDR terapresiasi maka
       biaya produksi bertambah dan harga produk akan meningkat. Jika sebagian
       besar industri di Indonesia tergantung bahan baku impor maka harga-harga
       akan naik (inflasi).
    2. Demand Pull Inflation dipengaruhi kenaikan permintaan barang dan jasa
       lebih besar dibandingkan jumlah produksi/pasokan persediaan. Permintaan
       emas, minyak bumi, rumah meningkat dibandingkan ketersediaan pasokan
       produksi akan menyebabkan kenaikan harga-harga komoditas tersebut.
    3. Ekspektasi inflasi dipengaruhi perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi
       dalam menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan
       bisnis. Ekspektasi inflasi ini tercermin dari pembentukan harga di tingkat
       produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar
       keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru), kenaikan gaji pegawai negeri,
       dan upah minimum regional         (UMR). Meskipun ketersediaan barang
       mencukupi untuk mendukung kenaikan permintaan, namun harga barang dan
       jasa pada saat-saat hari raya keagamaan meningkat lebih tinggi dari komdisi
       supply-demand tersebut. Demikian halnya pada saat kenaikan gaji pegawai
       dan penentuan UMR, pedagang ikut pula meningkatkan harga barang meski
       kenaikan upah tersebut tidak terlalu signifikan dalam mendorong peningkatan
       permintaan.


7.4 Dampak Inflasi
     Kestabilan inflasi merupakan hal penting bagi masyarakat, pertumbuhan
ekonomi, manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang tinggi
dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi
masyarakat.
Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan
terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan
semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin.




                                       52
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi
pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan
bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam
melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan
pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di
negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif
sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah.


7.5 Kebijakan Moneter dan Inflasi
     Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan
nilai rupiah. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah
kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi.
     Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai
sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut
sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Bank Indonesia melakukan
kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar
atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan
oleh Pemerintah.
     Dalam melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia menganut sebuah
kerangka kerja yang dinamakan Inflation Targeting Framework (ITF). Kerangka
kerja ini diterapkan secara formal sejak Juli 2005, setelah sebelumnya menggunakan
kebijakan moneter yang menerapkan uang primer (base money) sebagai sasaran
kebijakan moneter.
     Dengan kerangka ITF, Bank Indonesia mengumumkan sasaran inflasi kepada
publik dan kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang
ditetapkan oleh Pemerintah tersebut.
     Kebijakan moneter dilakukan mencapai sasaran inflasi di masa datang.
Perubahan tinjauan dan pantauan kebijakan moneter dilakukan terus menerus dan




                                         53
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




dievaluasi melihat perkembangan inflasi mendatang sesuai dengan sasaran inflasi
yang telah dicanangkan.
     Kebijakan moneter diliakukan secara transparan dan akuntabel kebijakan
kepada publik.    Secara operasional, perubahan kebijakan moneter dilakukan
penetapan suku bunga kebijakan (BI Rate) yang diharapkan akan memengaruhi suku
bunga pasar uang dan suku bunga deposito dan suku bunga kredit perbankan.
Perubahan suku bunga ini pada akhirnya akan memengaruhi output dan inflasi.
     Dengan telah dilepaskannya sistem nilai tukar dengan band intervensi nilai
tukar (crawling band) di tahun 1997, Bank Indonesia memerlukan jangkar nominal
(nominal anchor) baru dalam rangka menjalankan kebijakan moneter. Jangkar
nominal adalah variabel nominal (seperti indeks harga, nilai tukar, atau uang beredar)
yang ditargetkan secara eksplisit oleh bank sentral sebagai dasar/patokan bagi
pembentukan harga lainnya.
     Kebijakan moneter memerlukan jangkar nominal untuk menentukan adanya
kejelasan arah kebijakan moneter sehingga masyarakat memiliki pedoman ekspektasi
inflasi. Selain itu juga, Bank Indonesia secara konsisten dapat mencapainya akan
meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter.


7.6 Bank Indonesia dan Inflasi
     Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga
yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap
kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan
inflasi faktor bersifat kejutan yang bersifat sementara dan akan hilang dengan
sendirinya.
     Hal tersebut karena keterbatasan Bank Indonesia mengendalikan inflasi
dipengaruhi kejutan (shocks). Maka BI memerlukan kerjasama dan koordinasi dengan
Pemerintah melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan
fiskal, moneter maupun sektoral. Koordinasi antara pemerintah dan BI dengan
membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian
Inflasi (TPI) tahun 2005.


                                         54
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                     http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     Dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah dan Bank Indonesia, sasaran
inflasi ditetapkan tiga tahun ke depan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK).
Berdasarkan   PMK No.143/PMK.011/2010, sasaran           inflasi yang    ditetapkan
Pemerintah periode 2010–2012 adalah 5,0%, 5,0%, dan 4,5% dengan deviasi ±1%.


              Tabel Perbandingan Target Inflasi dan Aktual Inflasi
              Tahun Target Inflasi Inflasi Aktual (%, yoy)
              2001     4% - 6%      12,55
              2002     9% - 10%     10,03
              2003     9 +1%        5,06
              2004     5,5 +1%      6,40
              2005     6 +1%        17,11
              2006     8 +1%        6,60
              2007     6 +1%        6,59
              2008     5 +1%        11,06
              2009     4,5 +1%      2,78
              2010*    5+1%         -
              2011*    5+1%         -
              2012*    4.5+1%       -
      *) berdasarkan PMK No.143/PMK.011/2010 tanggal 24 Agustus 2010




                                      55
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Rangkuman
Inflasi merupakan masalah perekonomian yang ditandai dengan kenaikan harga
barnag- dan jasa secara umum dan         bersamaan. Inflasi dibagi tiga berdasarkan
nilainya yaitu moderat, ganas, dan hiperinflasi. Inflasi diagregasi menjadi inflasi inti
dan non inti. Inflasi disebabkan dari sisi biaya produksi, kenaikan permintaan, dan
ekspekstasi pelaku ekonomi. Dampak inflasi adalah menurunnya pendapatan riil
masyarakat, ketidakstabilan harga, dan tekanan pada nilai kurs rupiah. Bank
Indonesia mengendalikan inflasi dengan kerangka Inflation Target Frremwork (ITF)
bekerjasama dengan Kementereian Keuangan, Perindustrian dan Perdagangan. Target
inflasi ditetapkan Menteri Keuangan sebagai acuan target inflasi.

Soal
   1. Apa yang dimaksud inflasi?
   2. Jelaskan perbedaan inflasi berdasarkan nilainya?
   3. Jelaskan sumber-sumber penentu inflasi inti dan non inti?
   4. Jelaskan sumber penyebab inflasi karena harga bahan baku impor naik akibat
       kurs?
   5. Jelaskan dampak inflasi bagi aktivitas produksi dan penentuan harga
       komoditas ekspor?




                                          56
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                  BAB VIII TEORI TINGKAT BUNGA



Sub Kompetensi yang dicapai adalah :
   1. Menjelaskan konsep bunga dan nilai uang.
   2. Menghitung nilai waktu uang present value.
   3. Memilih investasi berdasarkan tingkat bunga dan return pendapatan.


8.1 Pengertian Dasar
     Ekonomi konvensional menerapkan konsep bunga sebagai balas jasa return
kegiatan bisnis. Bunga dibebankan dalam peminjaman uang. Sehingga, uang yang
diterima sekarang nilainya lebih besar dibandingkan saat diterima di tahun depan.
     Konsep bunga telah berkembang dari pemikiran bahwa bunga adalah bentuk
kompensasi atau risiko atas uang pinjaman. Selanjutnya, teori abstinance interest
menjelaskan bunga adalah harga yang dibayarkan sebagai tindakan menahan
keinginan (abstinence) pemilik uang untuk tidak membelanjakan uangnya, sehingga
ada kemungkinan bagi dirinya untuk bisa berhemat dan menabung. Sedangkan
Marshall berpendapat bahwa bunga adalah bentuk produktivitas dari modal.
Produktivitas tersebut dipengaruhi tingkat suku bunga, sedangkan suku bunga
merupakan balas jasa atas pengorbanan tabungan atau pengorbanan 'menunggu'.
     Bank memberikan pinjaman dengan membebankan bunga sebagai jasa
pemberian kredit. Pemungutan bunga didasarkan atas :
     a. Teori Nilai
     Nilai uang sekarang lebih besar daripada nilai yang akan datang. Perbedaan
     nilai ini harus mendapat penggantian bunga.
     b. Teori Pengorbanan
     Pengorbanan meminjamkan uang akan mendapatkan balas jasa berupa
     pembayaran bunga. Alasan pembayaran bunga adalah pemilik uang




                                         57
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                         http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




        meminjamkan uang kepada debitur, selama uangnya belum dikembalikan tidak
        dapat mempergunakan uang tersebut.
        c. Teori keuntungan
        Bunga dibebankan karena motif laba yang ingin dicapai. Bank dan pelaku
        ekonomi mau dan bersedia membayar bunga didasarkan atas laba yang akan
        diperoleh. Laba merupakan pendorong munculnya bunga bagi pengusaha dan
        masyarakat untuk menabung.
8.2 Nilai Waktu Dari Uang
        Nilai uang sekarang tidak sama dengan nilai di masa depan. Nilai uang yang
dimiliki sekarang (present value) nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai
uang di masa mendatang (future value).
        Konsep Present Value didasarkan pada nilai uang sekarang lebih tinggi
dibandingkan nilai uang di masa mendatang. Formula untuk mencari nilai sekarang:

                                       =
                                           (1 + )
         CF = Cash flow dalam tahun ke-n
         i = tingkat bunga tahunan
         n = jumlah tahun

        Konsep present value berguna digunakan, karena menggambarkan nilai dari
pinjaman dengan tingkat bunga simpel ditambahkan pada nilai sekarang saat
pembayaran dilakukan di masa mendatang. Perbedaan nilai sekarang dan masa
mendatang tergantung dari perbedaan waktu lamanya pembayaran.
Konsep Future Value dicari dengan rumus
                                   FV = CF (1 + i)n
Contoh :
A menabung 1.000.000 IDR dengan bunga 10% maka setelah satu tahun A akan
mendapat :
FV = 1.000.000 (1 + 0,1)1
FV = 1.100.000 IDR

(   )
        disebut juga sebagai discount factor.


                                           58
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     Konsep nilai waktu dari uang (time value of money) mengilhami lahirnya
model-model teori investasi.
     Nilai uang masa mendatang jika didiamkan saja akan semakin turun.
Penurunan ini disebabkan naiknya harga barang atau inflasi. Karena itu, agar future
value dari uang tetap bertahan atau bahkan bertambah maka uang itu harus
diinvestasikan pada instrumen investasi tertentu.


8.3 Ukuran Tingkat Bunga
     Ada beberapa pilihan sistem bunga dipilih untuk menginvestasikan uang yaitu :
     1. Bunga Sederhana (simple interest)
     Mari kita ambil contoh, misalkan A memiliki dana sejumlah 1.000.000 IDR dan
     akan mendepositokan uang dengan suku bunga sebesar 12 persen per tahun.
     Maka A akan menerima 120.000 IDR per tahun. Setelah sepuluh tahun, A akan
     mendapatkan total bunga sebesar 1.200.000 IDR. Saldo investasi A menjadi:
     1.000.000 IDR (dana awal) + 1.200.000 IDR (jumlah total bunga) = 2.200.000
     IDR.
     Rumus bunga sederhana

                                        =
                                            100
       I       = Bunga yang dibayar
       P       = modal
       R       = tariff bunga
       T       = jangka waktu

       2. Bunga Berbunga (compound interest).
       Konsep bunga berbunga adalah suatu konsep di mana bunga yang didapatkan
       akan ditambahkan ke uang pokok, sehingga bunga yang dihasilkan pada tahun
       berikutnya akan lebih besar.
       Bunga berbunga dibagi yaitu :
       * Bunga Berbunga Tahunan (yearly compound interest)
       * Bunga Berbunga Bulanan (monthly compound interest)
       * Bunga Berbunga Harian (daily compound interest)


                                          59
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




      Rumus yang digunakan :
      A = P (1+i)n
      Dimana :
      A     = investasi selama periode transaksi
      P     = modal
      i     = tariff bunga per periode (dlm decimal)
      n     = jumlah periode bunga
      Perbedaan penggunaan sistem bunga menghasilkan perbedaan saldo investasi
      pada akhir tahun, walaupun sama-sama menjanjikan bunga 12 persen per
      tahun. Penyebabnya adalah tingkat suku bunga yang berbeda. Perbedaan
      tingkat bunga itulah yang memunculkan istilah "suku bunga efektif" (effective
      rate). Suku bunga efektif adalah perbandingan jumlah bunga diperoleh dengan
      jumlah uang awal diinvestasikan. Cara menghitung bunga efektif sangat
      mudah: bunga yang terima pada akhir tahun dibagi dengan nilai nominal uang
      pada awal tahun.
      Bunga riil diperoleh dengan menghitung selisih bunga nominal dengan tingkat
      inflasi. Berdasarkan konsep bunga riil, ekspektasi return, dan tingkat inflasi,
      uang dapat diinvestasikan membeli aset.


8.3   Pilihan Aset Melakukan Investasi
      Investasi Aset
      Sebelum menganalisis penawaran dan permintaan dari pasar obligasi dan
      pasar uang, harus memahami lebih dulu penentu jumlah permintaan aset. Aset
      adalah bagian dari properti yang merupakan penyimpan nilai seperti uang,
      oligasi, saham, tanah, rumah, peralatan pertanian dan mesin industri. Faktor-
      faktor yang mempengaruhi pembelian dan memegang aset adalah :
      1. Kekayaan, adalah total aset dan sumberdaya dimiliki oleh individu.
         Dengan      asumsi   faktor   lain   tetap,   peningkatan   kekayaan    akan
         meningkatkan jumlah permintaan aset.
      2. Ekspektasi hasil/pendapatan yang akan diperoleh di masa mendatang pada
         satu aset dibanding dengan aset lain. Asumsi faktor lain tetap, peningkatan



                                         60
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                 http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




   ekspektasi pendapatan aset satu dibandingkan aset lain akan meningkatkan
   jumlah permintaan asset.
3. Tingkat resiko berhubungan dengan hasil yang diperoleh pada aset satu
   dibanding aset lain. Asumsi faktor lain tidak berubah, jika tingkat resiko
   aset naik dibandingkan aset lain, maka jumlah permintaan aset akan turun.
4. Likuiditas. Kemudahan dan kecepatan aset dapat dijual dalam bentuk uang
   kas dibanding aset lain. Semakin aset lebih likuid dibanding aset lain,
   maka jumlah permintaan aset akan naik.
Teori Permintaan Aset, asumsi faktor-faktor lain tetap :
1. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara positif oleh kekayaan.
2. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara positif oleh harapan hasil
   pendapatan aset.
3. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara negatif oleh tingkat resiko aset
   dibanding aset lain.
4. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara positif oleh likuiditas aset.
Investasi Obligasi
Keseimbangan pasar obligasi terjadi ketika jumlah permintaan dan penawaran
sama akan membentuk harga dan jumlah diperjualbelikan.
Perubahan Permintaan Obligasi ditentukan oleh :
1. Kekayaan. Peningkatan kekayaan berpengaruh positif terhadap pergeseran
   obligasi.
2. Ekspektasi tingkat bunga obligasi. Tingginya ekspektasi tingkat bunga
   obligasi masa datang lebih rendah dibandingkan harapan keuntungan akan
   menurunkan permintaan.
Rendahnya tingkat bunga di masa depan akan meningkatkan permintaan
obligasi. Peningkatan tingkat inflasi akan menurunkan permintaan obligasi
3. Resiko      Obligasi.   Peningkatan   resiko   obligasi   akan   menurunkan
   permintaan obligasi.
4. Likuiditas Obligasi. Penigkatan likuiditas obligasi akan meningkatkan
   permintaan obligasi.


                                   61
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                           http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




        Perubahan Penawaran Obligasi.
        Faktor-faktor yang memepengaruhi penawaran yaitu :
   1. Ekspektasi profitabilitas dari kesempatan investasi. Ekspektasi profit obligasi
        meningkat maka akan meningkatkan jumlah penawaran obligasi.
   2. Ekspektasi         inflasi.   Peningkatan   ekspektasi   tingginya   inflasi   akan
        menyebabkan peningkatan jumlah penawaran obligasi.
   3. Pengeluaran pemerintah. Peningkatan defisit pengeluaran pemerintah akan
        meningkatkan penawaran jumlah obligasi.


Rangkuman
Bunga dikenakan karena adanya selisih nilai uang sekarang dan dimasa mendatang,
opportunity penggunaan uang, dan laba yang diperoleh. Nilai waktu uang dihitung
dengan bunga dan discount factor. Nilai waktu uang dibagi menjadi present value dan
future value. Bunga yang sering digunakan sebagai pertimbangan investasi adalah
bunga sederhana, dan majemuk. Nilai uang masa mendatang karena menurun maka
perlu melakukan investasi yang tepat guna memperoleh return uang yang dimiliki.
Faktor yang mempengaruhi permintaan aset adalah kekayaan, return pendapatan,
likuiditas dan resiko.
Soal.
1. Jelaskan kenapa bunga dikenakan sebagai balas jasa pengembalian uang?
2. Menurut saudara, apakah pengenaan bunga berdasarkan selisih uang sekarang dan
   mendatang betul? Jelaskan!
3. Jelaskan perbedaan pengenaan bunga dan bagi hasil laba-rugi!
4. Jelaskan hubungan uang dipegang, nilai uang, pengembalian investasi, dan
   pemilihan aset investasi!
5. PT ABC menginvestasikan modal 100.000.000 IDR dengan pilihan bunga 12%
   selama 5 tahun dan tingkat inflasi 10%. Carilah return yang diterima dengan
   future value dan present value!
6. Sebutkan aset-aset yang bisa digunakan untuk investasi!
7. Jelaskan faktor-faktor yang menentukan permintaan aset!


                                             62
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                     BAB IX PASAR VALUTA ASING



Sub Kompetensi diperoleh yaitu :
   1. Menjelaskan kurs valas, pasar valas, sistem penetapan kurs.
   2. Menganalisis faktor-faktor mempengaruhi kurs.
   3. Menghitung kurs berdasarkan teori IRP dan PPP
9.1 Valuta Asing
    Perekonomian terbuka mendorong perdagangan internasional ekspor dan impor
di Indonesia. Perkembangan ekspor dan impor mendorong pelaku ekonomi
menggunakan mata uang asing untuk melakukan transaksi pembayaran. Hal tersebut
sesuai dengan teori likuiditas preferensi Keynes, permintaan uang asing dipengaruhi
oleh motif transaksi pembayaran, berjaga-jaga, dan spekulasi. Valuta asing
dibutuhkan pelaku ekonomi untuk membayar transaksi perdagangan ekspor dan
impor. Permintaan valuta asing diperlukan untuk mengantisipasi pembayaran masa
mendatang. Fluktuasi kurs valas diperjualbelikan di pasar valas dimanfaatkan
spekulan dan arbitraser untuk mendapatkan keuntungan.
    Kurs didefinisikan sebagai nilai tukar mata uang domestik ditukar dengan nilai
mata uang asing. Valas bisa juga diartikan perbandingan nilai mata uang dalam negeri
dengan luar negeri. Valas merupakan nilai mata uang dalam negeri untuk
mendapatkan mata uang asing. Contoh : Kurs Rp/$ yang berarti nilai tukar Rupiah
(IDR) terhadap Dollar ($). Mata uang asing yang sering digunakan dalam transaksi
eksim yaitu Dollar ($), Euro (€), Poundsterling (£), Yen (¥), Yuan (Y), dan Franc.
    Mata uang asing yang nilainya digunakan sebagai alat pembayaran perdagangan
global dinamakan Hard Currency, seperti USD, EUR, Y, GBP, dan YUAN.
Sedangkan valuta asing yang nilainya tidak stabil dan hanya digunakan dalam
pembayaran perdagangan domestik disebut Soft Currency. Contoh adalah IDR, Bhat,
Peso, Rupee, Ringgit, dan sebagainya.




                                         63
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                               http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




9.2 Pasar Valuta Asing
     Valuta asing diperdagangkan di pasar valas dimana penawaran dan permintaan
bertemu. Bursa valas merupakan suatu tempat atau media atau sistem dimana
masyarakat, perusahaan, bank dapat melakukan transaksi keuangan internasional
melakukan pembelian dan penjualan foreign exchange (forex).
     Gambaran mekanisme pasar valas dijelaskan pada gambar berikut ini.
                                 Batik
         Importir                                                Eksportir
       (Singapura)               USD 10.000                        (IND)
Kurs Beli           Kurs Jual

                          USD                        USD
             Bank          IDR        Bank           IDR           Bank
                                     Sentral

                                                           Kurs Jual   Kurs Beli


            Importir
                                 Mesin
                                                                   Ekspor
            (Jakarta)            10.000 JPY                       (Jepang)


     Sumber : Hady (2000).
      Importir di Jakarta membeli mesin dari eksportir dari Jepang seharga 10.000
Yen, maka importir akan menukar IDR dengan untuk membeli JPY di Bank. Kurs
Jual yang digunakan karena Bank menjual JPY kepada importir.
      Eksportir batik menjual kain batik kepada pembeli dari Singapura seharga
10.000 dollar, maka eksportir batik akan memperoleh USD dari importir. Eksportir
batik akan menukar USD menjadi IDR di Bank maka digunakan kurs beli, karena
Bank membeli USD dari eksportir.
      Kurs Jual lebih tinggi dibandingkan kurs beli, selisih nilai kurs jual dan beli
dinamakan spread. Kurs tengah atau rata-rata merupakan nilai kurs tengah jual dan
beli. Bank yang memerlukan jumlah valas banyak untuk memenuhi permintaan
nasabah, maka bank akan menghubungi bank devisa lain atau Bank Indonesia untuk
membeli valas.



                                                64
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Pasar valas bermanfaat bagi pelaku bisnis yaitu ;
1. Mempermudah transaksi perdagangan dan pembayaran internasional.
2. Menyediakan fasilitas kredit untuk pembayaran internasional.
3. Menyediakan fasilitas hedging, yaitu tindakan pengusaha valas menghhindari
   resiko kerugian atas fluktuasi valas.


Jenis Pasar Valas
1. Spot Market.
   Spor Market adalah bursa valas dimana transaksi jual beli valas yang terjadi
   hari tesebut (t) akan diselesaikan dalam jangka waktu t + 2 hari saat jam
   kerja. Spot market merupakan pasar valas yang menghasilkan spot rate. Kurs
   spot terjadi hari ini 1 $ = IDR 10.000, JPY = 2500 IDR. Maka dapat dicari
   Kurs $ terhadap JPY berikut :
   Kurs USD = 1 USD/ 10.000 IDR x 2500 IDR/1 JPY = 0,25 JPY.
2. Forward Market
   Forward market adalah bursa valas saat transaksi kesepakatan hari tertentu
   maka transaksi penjualan dan pembelian akan digunakan atau diberlakukan
   untuk waktu yang akan datang lebih dari 2 x 24 jam hingga 12 bulan.
   Perusahaan memerlukan dana untuk membayar kontrak pembelian bahan
   baku 1.000.000 USD dalan jangka waktu 90 hari. Spot rate saat tanggal 1
   Nopember 2011 adalah 1 USD = 8.500 IDR. Karena fluktuasi kurs, maka
   perusahaan memilih kurs forward 90 hari 1 USD = 9.000 IDR. Perhitungan
   forward dengan rumus ;

   Forward Premium/Discount =                      100
   Keterangan ; FR = Forward rate; SR = Spot Rate; n=hari

   FR premium/discount =                        100 = 0,058 x 4 x 100 = 23,53%.
   Kesimpulan diperoleh :
   FR > SR atau valas forward mengalami apresiasi, sebaiknya forward
   contract dilakukan dengan forward premium (FP).



                                        65
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




       FR < SR atau valas forward mengalami depresiasi, sebaiknya forward
       contract dilakukan dengan forward discount (FD).
   3. Future Market
       Future market merupakan salah satu bentuk bursa valas, kontrak valas
       dilakukan untuk melindungi posisi fluktuasi kurs. Future market merupakan
       bursa valas yang dapat digunakan dengan hak untuk membeli (call option)
       atau hak untuk menjual (put option) yang dapat dibatalkan atas sejumlah unit
       valas pada harga dan jangka waktu tertentu.


9.3 Sistem Penetapan Kurs
   Sistem penetapan kurs dibagi yaitu :
   1. Fixed Exchange Rate.
       Nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya
       ditetapkan oleh pemerintah pada nilai tukar tetap. Meskipun nilai tukar
       ditetapkan pemerintah, namun perubahan permintaan dan penawaran mata
       uang di pasar valuta asing menyebabkan fluktuasi naik turunnya kurs.
       Contoh kasus. Pemerintah menetapkan nilai tukar 1 USD = 8000 IDR, tetapi
       di pasar valas 1 USD = 9000 IDR maka kurs ditetapkan pemerintah dianggap
       over valued. Maka Bank Sentral akan menjual cadangan devisa USD ke pasar
       (lose reserve) agar kurs valas di pasar kembali lagi ke nilai tukar 1 USD =
       8000 IDR.
       Pemerintah menetapkan nilai tukar 1 USD = 8000 IDR, tetapi di pasar valas 1
       USD = 7000 IDR maka kurs ditetapkan pemerintah dianggap under valued.
       Maka Bank Sentral akan membeli USD sehingga cadangan devisa bertambah
       agar nilai tukar kembali sesuai ketetapan Pemerintah.
       Kebaikan penetapan sistem kurs tetap adalah mampu memberikan kepastian
       nilai tukar. Kelemahannya adalah Pemerintah harus memiliki cadangan
       devisa yang besar untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan untuk melakukan
       intervensi pasar.
   2. Managed Floating Exchange Rate


                                          66
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




        Sistem kurs mengambang terkendali menentukan kurs valas di bursa valas
        terjadi dengan campur tangan pemerintah yang mempengaruhi permintaan
        dan penawaran melalui kebijakan moneter.
        Kurs yang ingin dipertahankan Pemerintah 1 USD = 8000 IDR. Capital
        inflow yang masuk ke Indonesia akan meningkatkan penawaran USD,
        sehingga akan menyebabkan kurs IDR/USD akan apresiasi 1 USD = 7000
        IDR. Jika pemerintah ingin mempertahankan 1 USD = 8000 IDR, maka
        pemerintah     akan   melakukan   intervensi   melalui   kebijakan   moneter
        meningkatkan permintaan USD dengan harapan kembali ke kurs awal.
   3. Floating Exchange Rate
        Sistem penetapan kurs valas yang menyerahkan sepenuhnya perubahan
        fluktuasi kurs apresiasi atau depresiasi kepada kekuatan permintaan dan
        penawaran valas tanpa campur tangan dari Pemerintah dan Bamk Sentral.
        Indonesia menganut sistem kurs mengambang bebas sejak tahun 1997 hingga
        sekarang. Dengan menganut sistem ini, kurs valas USD terhadap IDR
        sepenuhnya berfluktuasi apresiasi atau depresiasi tergantung dari permintaan
        dan penawaran valas di bursa valas. Sistem penetapan kurs memiliki
        kelebihan bahwa bank Sentral tidak lagi mengeluarkan cadangan devisa guna
        mempengaruhi kurs USD/IDR.


9.4 Faktor Mempengaruhi Valas
   Faktor yang mempengaruhi fluktuasi Valas dipengaruhi oleh faktor :
   a.   Transaksi Pembayaran Ekspor-Impor. Pembayaran impor memerlukan
        sejumlah USD guna membayar komoditas impor sehingga permintaan USD
        akan meningkat. Eksportir menerima pembayaran USD dari importir luar
        negeri akan menyebabkan penawaran USD bertambah.
        Jika neraca perdagangan surplus (X > M) maka cadangan devisa meningkat.
        Surplus akan menyebabkan penawaran USD bertambah akibatnya Kurs
        USD/IDR akan melemah (depresiasi) atau Kurs IDR/USD menguat
        (apresiasi).


                                          67
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                    http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     Jika neraca perdagangan defisit (M > X) maka cadangan devisa berkurang.
     Defisit akan menyebabkan permintaan USD bertambah akibatnya Kurs
     USD/IDR akan menguat (apresiasi) atau Kurs IDR/USD melemah
     (apresiasi).
     Kesimpulan surplus neraca perdagangan berpengaruh positif terhadap Kurs
     IDR/USD.
b.   Tingkat Pendapatan (Produk Domestik Bruto). Tingkat pendapatan
     meningkat akan menyebabkan permintaan USD, maka Kurs IDR/USD akan
     melemah (depresiasi). Tingkat pendapatan berpengaruh negatig terhadap
     Kurs IDR/USD.
c.   Tingkat Suku Bunga. Perbedaan tingkat suku bunga di antara dua negara
     akan menyebabkan fluktuasi kurs valas. Jika tingkat suku bunga di Indonesia
     lebih   tinggi dibandingkan    di Amerika, investor dari USA akan
     mennginvestasikan uang ke Indonesia. Aliran modal masuk (Capital Inflow)
     masuk ke Indonesia meningkat dan menyebabkan penawaran USD
     bertambah, permintaan IDR meningkat. Sehingga kurs spot IDR/USD
     menguat (apresiasi) tetapi kurs forward saat jatuh tempo pembayaran akan
     menyebabkan kurs IDR/USD melemah (depresiasi).
     Begitu juga sebaliknya jika tingkat suku bunga di luar negeri (USA) lebih
     tinggi dibandingkan di Indonesia maka aliran modal keluar (capital outflow)
     bertambah. Akibatnya, kurs spot IDR/USD akan melemah (depresiasi) tetapi
     kurs forward saat jatuh tempo akan menyebabkan kurs IDR/USD menguat
     (apresiasi).
     Tingkat suku bunga berpengaruh negatif terhadap kurs IDR/USD.
d.   Tingkat Inflasi. Tingkat inflasi di dalam negeri lebih (Indonesia) tinggi
     dibandingkan di luar negeri (USA) maka kurs forward IDR/USD akan
     melemah (depresiasi). Begitu sebaliknya, jika tingkat inflasi di USA lebih
     tinggi dibandingkan di Indonesia maka kurs forward IDR/USD akan
     menguat (apresiasi).
     Tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap dalam negeri/luar negeri.


                                     68
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                      http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




    e.   Ekspektasi, Spekulasi, dan Rumor.
         Ekspektasi, spekulasi, dan Rumor bisa berpengaruh positif atau negatif
         terhadap kurs IDR/USD. Pemilihan Presiden RI 2009 dengan calon yang
         disukai negara luar negeri akan menyebabkan kurs IDR/USD akan menguat.


9.5 Hubungan Kurs Valas dan Ekspor-Impor
     Valas dan Ekspor Impor. Kurs IDR/USD menguat (apresiasi) maka harga
komoditas ekspor Indonesia menjadi lebih mahal di luar negeri, akibatnya ekspor
akan menurun. Kondisi yang berbeda, Kurs IDR/USD apresiasi maka harga
komoditas impor menjadi lebih murah akibatnya jumlah komoditas impor masuk
lebih banyak.
     Sebaliknya, jika Kurs IDR/USD melemah (depresiasi) maka harga komoditas
ekspor menjadi lebih murah di pasar luar negeri akibatnya ekspor akan meningkat.
Tetapi, harga komoditas impor lebih mahal sehingga jumlah impor berkurang.
     Valas dan Hutang. Jika kurs IDR/USD melemah (depresiasi) maka hutang luar
negeri akan semakin membengkak.
     Valas dan Inflasi. Kurs dapat menyumbang tingkat inflasi di dalam negeri. Kurs
IDR/USD menurun (depresiasi) akan menyebabkan harga bahan baku diimpor
bertambah sehingga biaya produksi meningkat. Jika biaya produksi meningkat maka
harga jual produk akan meningkat. Jika valas depresiasi maka biaya produksi
meningkat, harga jual produk akan meningkat, dan menyebabkan inflasi.


9.6 Teori Interest Rate Parity
     Teori ini menjelaskan perbedaan tingkat suku bunga antar negara sama dengan
perubahan kurs. Teori IRP menyatakan bahwa perbedaan tingkat bunga (sekuritas)
pada pasar uang internasional akan cenderung sama dengan forward rate premium
atau diskon (Hady, 2000).
     Konsep dasar teori ini sebenarnya bersumber dari Teori Likuiditas Preferensi
Keynes. Masyarakat yang memiliki uang akan memilih memegang uang atau
membelikan obligasi. Investor memilih membeli obligasi jika return pendapatan


                                        69
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                            http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




diperoleh lebih tinggi dibandingkan memegang uang tunai. Pemilik modal akan
memilih membeli obligasi dengan membandingkan perbedaan tingkat bunga di setiap
negara.
     Tingkat suku bunga obligasi Indonesia lebih tinggi dibandingkan di Amerika,
maka investor Amerika akan memilih menginvestasikan di Indonesia dengan harapan
mendapatkan return pendapatan yang tinggi. Investor Amerika membawa USD untuk
ditukar dengan IDR guna membeli obligasi. Masuknya aliran dana (capital inflow)
akan mengakibatkan kurs spot IDR/USD menguat (apresiasi) karena USD dijual dan
permintaan IDR meningkat. Tetapi saat jangka waktu pembayaran jatuh tempo dan
bunga obligasi, kurs forward IDR/USD akan melemah (depresiasi). Aliran dana
investasi akan keluar dari Indonesia menuju Amerika, pendapatan dan return yang
diperoleh dalam bentuk IDR akan ditukar dengan USD sehingga kurs IDR/USD
depresiasi atau kurs USD/IDR menguat (apresiasi).
     Perbedaan tingkat bunga akan menyebabkan perubahan kurs valas :
     a. Jika tingkat suku bunga di luar (LN) lebih tinggi dibandingkan di dalam
            negeri (DN) maka kurs forward DN/LN akan menguat (apresiasi).
     b. Jika tingkat suku bunga di dalam negeri (DN) lebih tinggi dibandingkan di
            luar negeri (LN) maka kurs forward DN/LN akan melemah (depresiasi)
     Penghitungan dengan rumus :
                                            (1 + ℎ)
                                        =           −1
                                            (1 + )
          p = Prosentase kurs forward
          ih = tingkat bunga dalam negeri
          if = tingkat bunga luar negeri.
          Tingkat bunga per tahun IDR (ih) = 15% sedangkan tingkat bunga USD (if) =
          6%. Spot rate 1 USD = 8000 IDR. Jika IDR sebagai valas dalam negeri maka:
                 ,
          p=     ,
                     − 1 = 0,085 = 8,49%

          FR = 8000 (1+8,49%) = 8.679,2 berarti forward rate melemah (depresiasi).




                                              70
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




9.7 Teori Purchasing Power Parity
     Teori ini akan menjelaskan perbandingan antara tingkat harga dan inflasi antara
dua negara akan menentukan tingkat kurs valas. Teori ini diperkenalkan oleh Gustav
Cassel. Teori PPP dibagi atas dua jenis yaitu absolute dan relative PPP.
    Absolute Purchasing Power Parity
    Teori ini menjelaskan bahwa kurs valuta asing dinilai dari perbandingan harga
    produk atau jasa yang sama di kedua negara.
    Misalnya, harga 1 buah burger restoran cepat saji di USA senilai 3 USD
    sedangkan harga 1 buah burger di Indonesia seharga 22.000 IDR. Maka kurs
    USD/IDR dicari yaitu :
    Harga 1 burger di USA = Harga 1 burger di Indonesia
    3 USD = 22.000 IDR
    1 USD = 7333 IDR
   Akan tetapi teori ini memiliki kelemahan yaitu :
   a. Kualitas dan standar produk dan jasa di setiap negara berbeda.
   b. Data tentang komoditas produk dan jasa di setiap negara sulit diperoleh.
   c. Tidak memperhitungkan biaya transportasi dan tarif.
   d. Tidak memperhitungkan daya beli uang.
   Sehingga muncul teori relative Purchasing Power Parity yang memasukkan
   tingkat inflasi untuk mengakomodasi perubahan fluktuasi harga komoditas dan
   daya beli mata uang di setiap negara.
   Relative Purchasing Power Parity
    Teori ini menjelaskan pengaruh inflasi si setiap negara terhadap perbandingan
   kurs nilai mata uang asing dan domestik. Pedoman perbandingan inflasi yaitu :
   a. Jika tingkat inflasi di dalam negeri > inflasi di luar negeri maka kurs valas
       DN/LN akan melemah (depresiasi).
   b. Jika tingkat inflasi di luar negeri > inflasi di dalam negeri maka kurs valas
       DN/LN akan menguat (apresiasi).




                                           71
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Rangkuman
Kurs merupakan perbandingan nilai mata uang domestik dengan asing. Permintaan
valuta asing disebabkan transaksi pembayaran ekspor-impor. Valas diperdagangkan
di pasar uang. Jenis pasar uang valas yaitu spot market, forward market, dan future.
Valas diperdagangkan sehingga kurs valas berfluktuasi naik turun. Fluktuasi inilah
yang digunakan spekulan dan arbritrager untuk mengambil keuntungan dan resiko
kerugian. Valas ditetapkan berdasarkan sistem fixed, managed, dan floating. Faktor-
faktor yang mempengaruhi fluktuasi kurs adalah transaksi ekspor-impor, tingkat
pendapatan (GDP), tingkat suku bunga, tingkat inflasi, dan ekspektasi atau rumor.
Kurs domestik/asing meningkat akan menurunkan potensi ekspor dan meningkatkan
jumlah impor. Teori yang menjelaskan perubahan kurs valuta asing adalah Teori
Interest Rate Parity dan Purchasing Power Parity.


Soal
   1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kurs?
   2. Jelaskan apa yang dimaksud Kurs Jual dan Beli?
   3. Apa yang dimaksud dengan kurs spot, forward, dan future?
   4. Sistem penetapan kurs tetap dapat mengakibatkan kurs over valued dan under
       valued, jelaskan hal tersebut?
   5. Jelaskan kebaikan dan keburukan sistem penetapan kurs fixed dan floating?
   6. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kurs?
   7. Jelaskan pengaruh apresiasi kurs terhadap ekspor dan impor?
   8. Jelaskan manfaat pasar valas terhadap bisnis internasional?
   9. Jelaskan perbedaan tingkat suku bunga mempengaruhi apresiasi kurs?
   10. Jelaskan kurs dinilai dari perbandingan harga komoditas dan tingkat inflasi
       antara kedua negara!




                                         72
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                BAB X PEMBAYARAN INTERNASIONAL


Sub Kompetensi dicapai :
1. Mahasiswa mampu          menjelaskan dan membedakan bentuk pembayaran
internasional
10.1 Definisi
      Pembayaran Internasional adalah mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan
pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan
perdagangan ekspor dan impor.
      Komponen yang terlibat adalah alat pembayaran, mekanisme pembayaran,
waktu penyelesaian, dokumen dibutuhkan, regulasi, pihak perbankan, eksportir, dan
importir.
      Pemilihan pembayaran internasional dipengaruhi alasan :
      a. Ekportir dan importir belum saling mengenal dan kurang percaya.
      b. Perbedaan dan resiko nilai mata uang digunakan.
      c. Resiko gagal bayar dihadapi eksportir.
      d. Keterlambatan pengiriman komoditas.
      e. Kredibilitas bank yang dipilih


10.2 Bentuk Pembayaran Internasional
      Pelaksanaan pembayaran internasional terdiri atas jenis :
      a. Cash in Advance Payment
      Suatu cara pembayaran yang dilakukan importir kepada eksportir sebelum
      barang dikapalkan. Pembayaran dilakukan secara tunai baik secara keseluruhan
      (full payment) atau sebagian (partial payment).
      b. Open account
      Cara pembayaran yang dilakukan kemudian setelah produk dikirim dan laku
      terjual atau setelah jangka waktu tertentu. Pembayaran ini dilakukan karenna




                                           73
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                   http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




 pembeli dan penjual sudah saling kenal dan percaya sepenuhnya. Perusahaan
 tersebut merupakan perusahaan afiliasi dan intra perusahaan multinasional.
 c. Private Compensation
 Suatu metode pembayaran internasional yang dilakukan antara pembeli dan
 penjual dengan jalan melakukan kompensasi penuh atau sebagian hutang
 piutang baik secara langsung atau tidak langsung.
 d. Letter of Credit
 Letter of credit (L/C) adalah Suatu surat pernyataan yang dikeluarkan oleh
 issuing    bank    atas   permintaan     importir      yang   ditujukan   kepada
 eksportir/beneficiary melalui advising/confirming bank dengan menyatakan
 bahwa issuing bank akan membayar sejumlah uang tertentu apabila syarat-
 syarat dokumen dalam L/C terpenuhi.
 Pembayaran yang sering dipakai dalam transaksi ekspor-impor menggunakan
 L/C karena memiliki kelebihan :
      Jaminan kepastian pembayaran bagi eksportir karena L/C tidak dapat
       dibatalkan kedua pihak eksportir dan importir (irrevocable L/C).
      Jaminan penerimaan barang bagi importir melalui perbankan yang akan
       menyerahkan pembayaran sesuai dengan syarat-syarat ditetapkan L/C.
      Fasilitas kredit dengan jaminan L/C.
e. Draft or Commercial Bill of Exchange
   Suatu surat perintah tertulis dari seorang eksportir (drawer) yang ditujukan
   kepada importir (drawee) atau agen untuk melakukan pembayaran sejumlah
   tertentu dan pada jangka waktu atau tanggal tertentu kepada pihak yang
   ditunjuk atau pemegang atau pembawa draft tersebut. Draft dibagi menjadi
   dua jenis yaitu clean draft dan documentary draft.
 f. Cosigment
   Cara pembayarann internasional yang dilakukan importir kepada eksportir
   setelah barangnya laku terjual kepada pihak ketiga.




                                     74
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




10.3 Mekanisme Pembayaran Internasional
     Mekanisme pembayaran yang akan dibahas berikut ini menggunakan L/C.
Secara umum mekanisme pembayaran transaksi internasional melibatkan eksportir,
importir, issuing bank, dan correspondent bank. Gambaran umum mekanisme
pembayaran dilihat di bawah ini.
                           Gambar 10. 1 Mekanisme Pembayaran


                                        (1)
            Importir                                            Eksportir
                                        (6)


                                                        (4)      (7) (8)
     (2)      (10)        (11)
           Issuing Bank                               (3)     Advising Bank
                            (9)


                     Sumber : Hady (2000), Amir MS (1996), Arbi (2004)
Keterangan :
   1. Pembuatan sales contract antara importir dan eksportir.
   2. Importir mengajukan aplikasi pembukaan L/C kepada issuing bank.
   3. Issuing bank akan mengirimkan L/C kepada eksportir melalui confirming
       bank.
   4. Advising/confirming bank akan memberikan advise atau pemberitahuan
       kepada eksportir tentang kedatangan L/C dan meminta eksportir untuk
       menunjukkan bukti pengiriman barang (Bill of Lading/BL) untuk dapat
       dibayar.
   5. Eksportir mengirim barang kepada importir melalui perusahaan pelayaran
       dengan mendapat BL dan dokumen-dokumen dari Bea Cukai dan Surveyor.
   6. Perusahaan pelayaran menyerahkan BL kepada eksportir.
   7. Eksportir menyerahkan BL dan dokumen pendukung ke Advising Bank untuk
       mendapatkan pembayaran.


                                              75
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




     8. Advising Bank menyelesaikan pembayaran kepada eksportir atas dasar
        penyerahan BL.
     9. Advising Bank akan meneruskan BL dan dokumen pendukung kepada Issuing
        Bank untuk diteruskan kepada importir.
     10. Issuing Bank akan menyampaikan BL kepada importir untuk penyelesaian
        pengeluaran barang di pelabuhan.
     11. Importir menyelesaikan pelunasan pembayaran dengan Issuing Bank.


10.4 Pihak-Pihak Terkait
       Berdasarkan mekanisme pembayaran diatas, pihak-pihak yang terlibat
pembayaran internasional yaitu :
a.   Eksportir (Beneficiary) sebagai Penyedia barang dan jasa (supplier) di luar negeri
     yang menerima L/C dari Issuing Bank melalui Advising Bank.
b.   Importir adalah pihak pembeli barang dan jasa
c.   Bank Penegosiasi (Negotiating Bank) adalah Bank yang melakukan pembelian
     wesel dan atau dokumen berdasarkan L/C.
d.   Bank Penerbit (Issuing Bank) merupakan Bank yang menerbitkan L/C.
e.   Bank Penerus (Advising Bank) adalah Bank yang meneruskan L/C kepada
     Beneficiary.


Rangkuman
Pembayaran internasional dapat dilakukan dengan metode Advance Payment, Open
Account, Private Compensation, Letter of Credit, Commercial Bill of Exchange, dan
Consignment. Pihak-pihak yang terkait dalam proses pembayaran adalah eksportir,
importir, issuing bank, advising bank dan negotiating bank.
Soal
     1. Sebutkan pembayaran internasional yang memiliki resiko kecil dalam
        perdagangan internasional?
     2. Jelaskan mekanisme pembayaran internasional dengan adanya ekspor dan
        impor!


                                           76
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




                             DAFTAR PUSTAKA


Amir M.S., 1996. Letter of Credit dalam Bisnis Ekspor Impor. Jakarta : PT. Pustaka
           Binaman Presindo.
Arbi, M. Syarif. 2004. Petunjuk Praktis Perdagangan Luar Negeri Seri Impor.
           Yogyakarta : BPFE.
Arbi, M. Syarif. 2004. Petunjuk Praktis Perdagangan Luar Negeri Seri Ekspor.
           Yogyakarta : BPFE.
Bank Indonesia, 2011. Inflasi. http : www.bi.go.id
Bank Indonesia, 2011. Instrumen Pembayaran. http : www.bi.go.id
Bank indonesia, 2011. Moneter. http : www.bi.go.id
Bank Indonesia, 2011. Perbankan. http : www.bi.go.id
Bank Indonesia, 2011. Sistem Keuangan. http : www.bi.go.id
Hady, Hamdy. 2000. Ekonomi Internasional Buku 1. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Hady, Hamdy. 2000. Ekonomi Internasional Buku 2. Jakarta : Ghalia Indonesia
Mishkin, Frederic S. 2007. The Economics of Money, Banking, and Financial
           Markets. Eighth Edition. United State of America : Pearson Education,
           Inc.
Nopirin, 2000. Ekonomi Moneter Buku I. Yogyakarta : BPFE.
Nopirin, 2000. Ekonomi Moneter Buku II. Yogyakarta : BPFE.




                                         77
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                        http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Sistem Keuangan
Fungsi Pasar Keuangan. Pasar keuangan menghasilkan fungsi utama untuk
menghubungkan dana dari RT, Perusahaan, dan Pemerintah yang menabung dana
surplus untuk meminjamkan kepada pihak yang memiliki defisit dan dana terbatas
pendapatan. Aliran dana melalui sistem keuangan bisa secara langsung dan tidak
langsung. Aliran pembiayaan secara langsung bisa melalui pasar keuangan dengan
jalan menjual surat berharga. Jika tidak langsung, pihak investor bisa melalui
perantara perusahaan keuangan.
Fungsi pasar keuangan untuk menjembatani pihak surplus dana kepada pihak defisit
dana dan akan mempermudah transfer dana investasi, dan meningkatkan efisiensi
ekonomi.
Struktur Pasar Keuangan terdiri atas : a). Pasar Saham dan Obligasi, b). Pasar Utama
dan Sekunder, c). Pasar Valuta Asing.
Instrumen Pasar Keuangan.


                                         78
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                          http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




Instrumen Pasar Uang terdiri dari : a). Obligasi Pemerintah, b). Negotiable Bank
Certificates of Deposit, c). Commercial Paper/Obligasi Swasta, d). Banker’s
Acceptance, d). Rephurchase Agreements, e). SBI.
Instrumen Pasar Modal terdiri dari : a). Saham, b). Hipotik, c). Obligasi
Pasar    keuangan   berperan    penting     menghasilkan     efisiensi   ekonomi    yang
menghubungkan dana dari masyarakat memiliki surplus keuangan kepada yang
defisit. Pasar keuangan juga sebagai faktor kunci untuk meningkatkan pertumbuhan
ekonomi. Aktivitas dalam pasar keuangan memiliki dampak langsung pada
kesejahteraan pribadi, lingkungan bisnis, konsumen dan kemampuan siklus
perekonomian.
Pasar Obligasi dan Tingkat Bunga
Obligasi adalah sebuah pernyataan hutang yang berjanji untuk membayar hutang dan
bunga pinjaman secara periodik. Tingkat bunga adalah biaya peminjaman atau harga
sewa dibayarkan untuk pinjaman dana. Pasar obligasi berperan penting dalam
kegiatan perekonomian karena       memudahkan perusahaan dan pemerintah untuk
meminjam dana guna membiayai kegiatannya dimana tingkat bunga sudah
ditentukan.
Pasar Saham
Saham menunjukkan bagian kepemilikan perusahaan. Saham merupakan sebuah
keamanan klaim pada pendapatan dan aset. Mengeluarkan saham dan menjual ke
publik   merupakan cara perusahaan           meningkatkan     dana untuk     membiayai
aktivitasnya. Pasar saham merupakan media perdagangan saham yang sering diikuti
pasar keuangan di setiap negara. Pasar saham merupakan faktor penting dalam
keputusan investasi bisnis, karena harga dari sebagian saham mempengaruhi
sejumlah dana yang dapat dinaikkan dengan menjual saham baru untuk membiayai
pengeluaran investasi.
Pasar Valuta Asing (Foreing Excahange/Forex)
Dana ditransfer dari satu negara ke negara lain harus dikonversikan ke dalam kurs
yaitu dari nilai mata uang dalam negeri (Rp) ke nilai mata uang asing ($). Pasar valas
adalah tempat dimana konversi nilai mata uang dilakukan. Pasar valas adalah media


                                           79
Generated by Foxit PDF Creator © Foxit Software
                                       http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.




memindahkan dana antar negara. Pasar valas sangat penting juga karena nilai antara
mata uang ditentukan.
Mengapa Mempelajari Perbankan dan Institusi Keuangan?
Sistem keuangan sangat kompleks, terdiri dari berbagai tipe berbeda dari institusi
keuangan swasta meliputi bank umum, perusahaan asuransi, dana mutual, perusahaan
pembiayaan dan bank investasi yang diatur sangat ketat oleh Bank Sentral Indonesia.
Pengusaha mau meminjam dana dari Perusahaan Besar (General Motors, Honda, dll)
maka dia dapat meminjamnya secara tidak langsung melalui Bank (Lembaga
Intermediasi Keuangan).
Bank adalah institusi keuangan yang menerima tabungan dana pihak ketiga dan
memberikan pinjaman. Bank umum memberikan jasa tabungan dan pinjaman guna
mendukung aktivitas masyarakat konsumsi, pinjaman pembiayaan, dan aktivitas
bsinis internasional. Selain bank, institusi lain yang berperan sebagai intermediasi
keuangan antara lain, perusahaan asuransi, dana pensiun, dana mutual, dan bank
investasi. Sehingga perlu mempelajari peranan Bank dan Institusi Keuangan.




                                        80

Modul ekonomi moneter

  • 1.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. EKONOMI MONETER Disusun oleh: Yusmar Ardhi Hiadayat POLITEKNIK NEGERI SEMARANG JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS INTERNASIONAL 2011 1
  • 2.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB I PENDAHULUAN Sub kompetensi yang diraih: 1. Mahasiswa dapat menjelaskan peranan, fungsi, jenis uang, jumlah uang beredar dan perkembangan uang. 1.1 Ruang Lingkup Ekonomi moneter merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari tentang sifat fungsi serta pengaruh uang terhadap perekonomian. Mengapa Mempelajari Ekonomi Moneter ? a. Menganalisis penciptaan uang, tingkat bunga, pasar uang, sistem dan kebijaksanaan moneter, dan pembayaran internasional. b. Menganalisis fenomena moneter yang berkaitan dengan kebijaksanaan moneter (Nophirin, 2000). c. Mengaplikasikan dan menyesuaikan kondisi moneter sebagai pertimbangan dalam aspek manajemen dan bisnis internasional. Hal yang akan dibahas pertama mengenai uang sebagai alat pembayaran fungsi, jenis uang, jumlah uang beredar dan perkembangan uang. Bahasan secara lengkap sebagai berikut. 1.2 Peranan dan Fungsi Uang Definisi Uang Uang didefiniskan sebagai segala sesuatu yang dapat diterima secara umum dalam pembayaran untuk barang dan jasa atau pembayaran hutang (Mishkin, 2007). Uang juga didefinisikan sebagai banda atau segala sesuatu yang secara umum dapat diterima masyarakat sebagai alat tukar menukar dan pembayaran utang piutang (Hasibuan, 2005). Uang dikaitkan dengan perubahan dalam variabel ekonomi yang mempengaruhi semua kegiatan dan penting untuk menyehatkan perekonomian. 2
  • 3.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Uang dan Siklus Bisnis. Produksi output meningkat, masyarakat mudah mendapatkan pekerjaan dan pendapatan meningkat sehingga jumlah uang beredar bertambah. Produksi menurun, masyarakat akan kesulitan mendapatkan pekerjaan dan pendapatan menurun, jumlah uang menurun. Uang dan Inflasi. Jumlah uang yang beredar meningkat berlebihan (pada kondisi : penciptaan uang baru, peningkatan ekspor dan penurunan tingkat suku bunga) akan menyebabkan inflasi. Uang dan Tingkat Bunga. Tingkat Bunga Bank berpengaruh negatif terhadap Jumlah Uang Beredar. Jika suku bunga tinggi maka JUB akan rendah, sebaliknya jika suku bunga rendah maka JUB akan meningkat. Karena uang dapat mempengaruhi perekonomian, maka Pemerintah dan Pembuat Kebijakan harus berhati-hati menerapkan kebijakan moneter (Mishkin, 2007). Fungsi uang dapat dijelaskan sebagai berikut (Nophirin, 2000 dan Mishkin, 2007) : a. Alat Pertukaran. Uang dapat menjembatani dan menghilangkan keharusan adanya kesamaan keinginan pertukaran antara pembeli dan penjual. Proses jual beli, barang ditukar dengan uang dan dengan uang dapat membeli atau menukarkan dengan barang lain. b. Satuan Penghitung. Nilai suatu barang dapat diukur dan dibandingkan dengan uang. Seseorang dapat mengukur dan membandingkan nilai tanah, emas, rumah, dan mobil dengan uang. c. Penyimpan Nilai Kekayaan. Kekayaan seseorang dapat berupa uang dan barang. Seseorang dapat menyimpan kekayaannya dalam bentuk uang likuid. 1.3 Jenis Uang Uang dibedakan menjadi tiga jenis yaitu uang kartal, giral dan kuasi. a. Uang Kartal. Uang kartal merupakan alat penukar yang sah, legal, dan berlaku mutlak di negara bersangkutan. Berlaku mutlak artinya pembayaran dengan uang kartal harus diterima. Jika ditolak dapat dikenakan sanksi hukum yang berlaku. 3
  • 4.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Menurut UU No. 23 Tahun 1999, Bank Indonesia mempunyai otoritas tunggal untuk mencetak dan mengedarkan uang kartal. Ciri-cirinya yaitu :  Dikeluarkan oleh Bank Sentral.  Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral.  Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan.  Ditandatangani oleh gubernur bank sentral. Uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia berupa uang logam dan uang kertas. Uang logam biasanya terbuat dari emas atau perak karena emas dan perak memenuhi syarat-syarat uang yang efisien. Karena harga emas dan perak yang cenderung tinggi dan stabil, uang logam tidak lagi berbahan emas dan perak. Uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999, Uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas). Nilai Uang Kartal Uang logam dan kertas memiliki nilai yaitu : 1. Nilai Nominal yaitu nilai angka dan huruf satuan uang yang tertera di setiap uang pecahan. 2. Nilai Intrinsik adalah nilai atau harga bahan baku pembuatan uang kartal tersebut. Token money, jika nilai intrinsik uang lebih kecil dari nilai nominalnya. Full bodied money, jika nilai intrinsik uang lebih besar atau sama dengan nilai nominalnya. 3. Nilai Tukar adalah jumlah barang atau jasa yang dapat ditukar atau dibeli dengan nilai satuan pecahan uang. Nilai tukar sering tidak stabil karena terjadinya inflasi. b. Uang Giral Uang giral merupakan simpanan di Bank Umum yang dapat diambil setiap saat dan dapat dipindahkan kepada orang lain untuk melakukan pembayaran. Fungsi uang giral adalah untuk menarik dan atau pemindahbukuan tabungan dari 4
  • 5.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. rekening giro nasabah dan alat lalu lintas pembayaran modern. Bentuk uang giral antara lain cek, giro, promes, payment order (wesel), draft L/C, dan bank garansi. Uang giral memiliki keunggulan praktis sebagai alat pembayaran karena mudah dipindahtangankan, tidak diperlukan uang kembali, dan jika hilang dapat dilacak sehingga orang yang menemukan tidak bisa menguangkan. c. Uang Kuasi Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik (Nophirin,2000). 1.4 Jumlah Uang Beredar Definisi uang beredar adalah kewajiban sistem moneter (otoritas moneter, bank umum dan BPR) kepada sektor swasta yang meliputi uang kartal, uang giral, uang kuasi dan surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun (BI, 2007). Uang Primer (M0), adalah kewajiban Otoritas Moneter (Bank Indonesia) kepada bank umum dalam bentuk kas bank (cash in vault-CIV) dan giro pada Bank Indonesia, serta kewajiban Bank Indonesia kepada pihak ketiga bukan bank dalam bentuk uang kartal di luar bank umum (currency outside bank-COB) dan giro sektor swasta pada Bank Indonesia. Uang Beredar (M1 dan M2), adalah kewajiban Sistem Moneter (Bank Indonesia dan Bank Umum) kepada pihak ketiga bukan bank dalam bentuk uang kartal di luar bank umum (COB), giro (D), dan uang kuasi berupa tabungan (S) dan simpanan berjangka (T). M1 = COB + D M2 = M1 + S + T Uang beredar dalam arti sempit (M1) terdiri uang kartal di luar sistem moneter (masyarakat, swasta, dan pemerintah) ditambah uang giral . Adapun uang beredar dalam arti luas (M2) terdiri atas penjumlahan M1 ditambah uang kuasi dan surat 5
  • 6.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. berharga selain saham yang dapat diperjualbelikan dengan sisa jangka waktu sampai dengan satu tahun (BI, 2007) 1.5 Standar Moneter Bank Sentral mengeluarkan uang maka memerlukan dasar nilai berdasarkan komoditas emas atau perak. Emas dan perak digunakan karena memiliki nilai yang stabil. Ketika bank Sentral mengeluarkan nominal mata uang baru, Bank Sentral harus memiliki simpanan emas dan perak sebagai dasar nilai mata uang dikeluarkan. Standar moneter terdiri atas 4 jenis sebagai berikut : a. Standar Kembar (Bimetallism) adalah sistem moneter suatu negara yang menggunakan emas dan perak sebagai dasar nilai mata uang, bebas memperjualbelikan emas dan perak dengan harga yang pasti, mengizinkan untuk mengimpor dan mengekspor emas dan perak tanpa batas. b. Standar Emas adalah suatu sistem moneter dimana negara mendasarkan nilai mata uang berdasarkan nilai seberat emas tertentu. Masyarakat dapat memperjualbelikan emas dengan harga yang pasti. c. Standar Perak adalah suatu sistem moneter diaman negara mendasarkan nialai mata uang berdasarkan nilai perak. d. Standar Barang (Commodity Standard Full Bodied Money) adalah sistem moneter yang terdiri dari standar emas, standar perak, dan standar logam kembar. 1.6 Evolusi dan Sistem Pembayaran Instrumen pembayaran merupakan media yang digunakan dalam pembayaran. Instrumen pembayaran saat ini dapat diklasifikasikan atas tunai dan non-tunai. Instrumen pembayaran tunai adalah uang kartal yang terdiri dari uang kertas dan uang logam. Instrumen pembayaran non-tunai, dapat dibagi dalam media media kertas atau lazim disebut paper-based dan card-based instrument. Instrument seperti, cek, bilyet giro, dan wesel merupakan contoh paper based, sedangakan kartu kredit dan kartu debet termasuk card based instrument. Dengan 6
  • 7.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. semakin berkembangnya teknologi, saat ini mulai dikembangkan pula berbagai alat pembayaran yang menggunakan teknologi micro-chips yang dikenal dengan electronic money. 1. Uang Kertas dan Logam. Uang kartal ini dikeluarkan oleh Bank Indonesia dan merupakan alat pembayaran sah digunakan di Indonesia. Uang kartal terdiri atas uang kertas dan uang logam. Uang kartal seringkali digunakan untuk traksaksi pembayaran. Uang memiliki nilai nominal dan nilai riil. Nilai nominal uang tercantum di uang mulai dari pecahan Rp. 100, Rp. 200, Rp. 500, Rp. 1.000, Rp. 2.000, Rp. 5.000, Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000, Rp. 100.000. Nilai riil uang adalah nilai uang ditukarkan dengan sejumlah unit barang dan jasa. GAMBAR UANG RUPIAH Bahan Kertas Pecahan Rp.1000 Kertas Pecahan Rp.2000 Kertas Pecahan Rp.5000 Kertas Pecahan Rp.10.000 Kertas Pecahan Rp.10.000 Kertas Pecahan Rp.20.000 Kertas upgrade Pecahan Rp.20.000 Pecahan Rp.50.000 Pecahan Rp.50.000 Kertas Kertas(Desain Baru) Kertas(Desain Baru) Pecahan Rp.100.000 Pecahan Rp.100.000 Kertas Kertas(Desain Baru) Bahan Logam Pecahan Rp.1 Koin Pecahan Rp.50 Koin Pecahan Rp.100 Koin Pecahan Rp.200 Koin Pecahan Rp.500 Koin Pecahan Rp.500 Koin Sumber : Bank Indonesia, 2011. 7
  • 8.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 2. Cek Cek adalah surat yang berisi perintah tidak bersyarat oleh penerbit kepada bank yang memelihara rekening giro penerbit untuk membayarkan suatu jumlah uang tertentu kepada pemegang atau pembawa. 3. Giro Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah (bank tertarik) untuk memindahbukukan sejumlah uang dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau bank lain. 4. Kartu Kredit Kartu Kredit (credit card) adalah alat pembayaran yang pembayarannya dilakukan kemudian. Bank penerbit kartu memberikan kredit kepada nasabah pemegang kartu kredit dengan batas waktu dan tambahan bunga yang telah disepakati antara bank dan nasabah. 5. Kartu Debet Transaksi pembayaran dengan menggunakan kartu debet akan mengurangi langsung saldo rekening pemegang kartu yang ada di bank. Tetapi tidak ada fasilitas kredit yang diberikan oleh penerbit kepada pemegang kartu. Mekanisme pembayaran dengan kartu debit juga memerlukan proses otorisasi serta ditambah dengan penggunaan PIN (Personal Identification Number) oleh pemegang kartu. 6. E-Money E-Money menurut Bank for International Settlement adalah “stored-value or prepaid products in which a record of the funds or value available to a consumer is stored on an electronic device in the consumer’s possession” (produk penyimpan nilai uang atau prabayar dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang). E-money, yang di Indonesia dikenal sebagai kartu prabayar mulai diatur oleh Bank Indonesia dengan Peraturan Bank Indonesia No.6/30/PBI/2004 tanggal 28 Desember 2004 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu. Selanjutnya, pengaturan e-money tersebut diperkuat lagi 8
  • 9.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. dalam Peraturan Bank Indonesia No.7/52/PBI/2005 tanggal 28 Desember 2005 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Dengan Menggunakan Kartu (PBI APMK) dan berbagai peraturan pelaksanaannya. PBI APMK ini sekaligus mencabut PBI No.6/30/PBI/2004. Berdasarkan PBI APMK, yang dimaksud dengan kartu prabayar adalah “alat pembayaran dengan menggunakan kartu yang diperoleh dengan menyetorkan sejumlah uang kepada penerbit, baik secara langsung maupun melalui agen- agen penerbit, dan nilai uang tersebut dimasukkan menjadi nilai uang dalam kartu, yang dinyatakan dalam satuan Rupiah atau dikonversikan dalam satuan lain seperti pulsa, yang digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran dengan cara mengurangi secara langsung nilai uang pada kartu tersebut”. E-money digunakan sebagai pembayaran multi fungsi. Berdasarkan media yang digunakan, produk e-money dibagi dua jenis yaitu : a. Prepaid Card, sering disebut juga electronic purses, dengan karakteristik ‘Nilai elektronis’ disimpan dalam suatu chip (integrated circuit) yang tertanam pada kartu. Mekanisme pemindahan dana dilakukan dengan meng-insert kartu ke suatu alat tertentu (card reader). Contoh : Flash, BRIZZI, Visa Cash, Mondex. b. Prepaid software, sering disebut juga digital cash, dengan ciri : ‘Nilai elektronis’ disimpan dalam suatu hard disk yang terdapat dalam Personal Computer (PC). Mekanisme pemindahan dana dilakukan melalui suatu jaringan komunikasi dan saat melakukan pembayaran. Contoh ; T-Cash, Pulsa. (Bank Indonesia, 2011) 9
  • 10.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rangkuman Uang berfungsi sebagai alat pembayaran, penghitung nilai, dan penyimpan kekayaan. Uang terdiri atas uang kartal, giral, dan uang kuasi. Uang telah mengalami perkembangan dan evolusi dari jenisnya sebagai alat pembayaran yaitu uang kertas dan uang logam, cek, giro, karru kredit, kartu debet dan e-money. Soal. 1. Jelaskan fungsi uang dalam perekonomian dan bisnis internasional! 2. Jelaskan perbedaan uang kartal, giral, dan uang kuasi? 3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan jumlah uang beredar dalam arti sempit (narrow money) dan arti luas (broad money)? 4. Jelaskan sistem moneter mencetak dan mengeluarkan uang? 5. Jelaskan bentuk-bentuk alat pembayaran yang sering digunakan alam aktivitas bisnis? 6. Jelaskan fungsi dan peranan e-money dalam transaksi perdagangan? Tugas dan Praktikum 1. Carilah data mengenai Jumlah Uang Beredar di Indonesia Tahun selama kurun waktu 1970-1979, 1980-1989, 1990-1999, 2000-20011! Kemudian buatlah dalam bentuk grafik! 2. Carilah data Gross Domestic Product (GDP) selama kurun waktu 1970-1979, 1980-1989, 1990-1999, 2000-20011! Kemudian buatlah dalam bentuk grafik! 10
  • 11.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB II SISTEM KEUANGAN Sub Kompetensi yang diraih adalah : 1. Menjelaskan sistem dan komponen keuangan di Indonesia 2. Menjelaskan peranan komponen keuangan. 2.1 Sistem Keuangan Sistem keuangan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Sebagai bagian dari sistem perekonomian, sistem keuangan berfungsi mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami surplus kepada yang mengalami defisit. Sistem keuangan adalah sistem keuangan yang terdiri atas pihak perbankan, lembaga keuangan non bank, pasar uang, infrastruktur, dan regulasi hukum yang dikelola Bank Sentral yang mampu melakukan fungsi intermediasi, melaksanakan pembayaran dan menyebar risiko secara baik. Sistem keuangan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Sebagai bagian dari sistem perekonomian, sistem keuangan berfungsi mengalokasikan dana dari pihak yang mengalami surplus kepada yang mengalami defisit. Peranan penting tersebut jika sistem keuangan stabil mampu mengalokasikan sumber dana dan menyerap kejutan (shock) yang terjadi sehingga dapat mencegah gangguan terhadap kegiatan sektor riil dan sistem keuangan (Bank Indonesia, 2011). Sistem keuangan yang tidak stabil dapat mengganggu perekonomian. Ketidakstabilan sistem keuangan dapat mengakibatkan dampak negatif :  Transmisi kebijakan moneter tidak berfungsi secara normal sehingga kebijakan moneter menjadi tidak efektif.  Fungsi intermediasi tidak dapat berjalan sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi.  Ketidakpercayaan publik terhadap sistem keuangan yang umumnya akan diikuti dengan perilaku panik para investor untuk menarik dana dari perbankan sehingga mendorong terjadinya kesulitan likuiditas. 11
  • 12.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only.  Biaya penyelamatan tinggi untuk menyelamatkan sistem keuangan krisis dan bersifat sistemik. Stabilitas sistem keuangan sangat mendukung kesabilan makroekonomi melalui stabilitas moneter dapat dilihat sebagai berikut : Sumber : Bank Indonesia, 2011. Stabilitas sistem keuangan yang baik akan mendorong pelaku ekonomi (Rumah Tangga dan perusahaan) untuk menyimpan surplus dana ke Perbankan dan Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB). Perbankan dan LKNB memerlukan pasar keuangan yang didukung infrastruktur sistem keuangan yang baik. Stabilitas sistem keuangan dapat meningkatkan fungsi intermediasi yang mendukung sektor riil guna meningkatkan konsumsi, investasi, dan produksi. Komponen konsumsi, investasi, dan produksi dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto. 12
  • 13.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 2.2 Komponen Sistem Keuangan Sistem Keuangan ini terdiri atas Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Perbankan terdiri atas Bank Sentral dan Bank Umum, sedangkan LKBB terdiri atas perusahaan jasa kredit, asuransi, leasing, modal ventura, dana pensiun dan pegadaian. Perbankan saling berinteraksi dalam Pasar Uang Antar Bank yang didukung infrastruktur sistem yang baik. Bank Sentral bertugas untuk menjaga stabilitas sistem moneter dan sistem keuangan (perbankan dan pembayaran). Gambaran pelaku sistem keuangan di Indonesia dilihat berikut ini : Gambar 2. Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank Bank Sentral Sistem Perbankan Bank Umum Perbankan BPR Sistem Keuangan Asuransi UU No.7 1992 Leasing Lembaga Keuangan Modal Ventura Bukan Bank Jasa Kredit Pialang Dana Pensiun Otoritas utama sistem keuangan di Indonesia adalah Bank Indonesia. BI memiliki lima peranan utama untuk menjaga stabilitas sistem keuangan yaitu : Pertama, Bank Indonesia bertugas menjaga stabilitas moneter melalui instrumen suku bunga dalam operasi pasar terbuka. Kedua, Bank Indonesia berperan penting menciptakan kinerja Perbankan dan LKBB yang sehat. Penciptaan kinerja sehat Perbankan dilakukan melalui mekanisme pengawasan dan regulasi. Bank Indonesia telah menyusun regulasi Arsitektur Perbankan Indonesia dan implementasi Basel II. 13
  • 14.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Ketiga, Bank Indonesia berwenang penuh untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran real time atau dikenal dengan nama sistem RTGS (Real Time Gross Settlement). RTGS dapat lebih meningkatkan keamanan dan kecepatan sistem pembayaran. Keempat, Bank Indonesia melakukan riset dan pemantauan. BI dapat mengakses informasi-informasi yang dinilai mengancam stabilitas keuangan. Pemantauan macroprudential digunakan untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Kelima, Bank Indonesia berfungsi sebagai jaring pengaman sistim keuangan sebagai lender of the last resort (LoLR). Fungsi LoLR merupakan peran BI mengelola krisis guna menghindari terjadinya ketidakstabilan sistem keuangan. Fungsi sebagai LoLR mencakup penyediaan likuiditas pada kondisi normal maupun krisis. Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (PLKBB) berperan melancarkan siklus aliran pendapatan dan pengeluaran perekonomian. PLKBB berperan menampung surplus pendapatan dari pelaku ekonomi untuk disalurkan kepada pelaku ekonomi yang memiliki defisit pendapatan. Peranan ini dinamakan sebagai fungsi intermediasi. Peranan PLKBB sangat membantu pelaku ekonomi untuk memperlancar kegiatan konsumsi, produksi, dan investasi. Masyarakat yang berencana membeli rumah tetapi belum memiliki pendapatan cukup dapat meminjam dana dari orang kaya. Pengusaha bengkel motor dapat memperoleh pinjaman guna membeli mesin-mesin baru dari perusahaan otomotif besar. Hal tersebut tentu tidak dapat dilakukan tanpa peranan penting Lembaga Keuangan dan Perbankan. 2.3 Peranan Lembaga Keuangan Perbankan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Perbankan menjalankan fungsinya berasaskan demokrasi ekonomi dan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang 14
  • 15.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, ke arah peningkatan taraf hidup rakyat banyak. Perbankan memiliki kedudukan yang strategis, yakni sebagai penunjang kelancaran sistem pembayaran, pelaksanaan kebijakan moneter dan pencapaian stabilitas sistem keuangan, sehingga diperlukan perbankan yang sehat, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Peranan Perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank memberikan berbagai jenis pelayanan perbankan dan keuangan bagi pelaku ekonomi yaitu : a. Menghimpun surplus pendapatan dari masyarakat dalam bentuk jasa simpanan perbankan yang ditawarkan seperti : Tabungan, Giro, dan Deposito. b. Memberikan fasilitas pinjaman guna mendukung kegiatan konsumsi, produksi, dan investasi bagi pelaku ekonomi c. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan menghimpun dana tabungan dan meningkatkan investasi bagi pelaku ekonomi. d. Tempat menabung efektif dan produktif bagi masyarakat. e. Memperlancar lalu lintas pembayaran dengan aman, praktis, dan ekonomis. 15
  • 16.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rangkuman Sistem keuangan adalah sistem keuangan yang terdiri atas pihak perbankan, lembaga keuangan non bank, pasar uang, infrastruktur, dan regulasi hukum yang dikelola Bank Sentral yang mampu melakukan fungsi intermediasi, melaksanakan pembayaran dan menyebar risiko secara baik. Sistem keuangan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian. Bank Sentral memegang otoritas sitem keuangan. Perbankan terbagi atas dua jenis Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank. Perbankan dan LKBB berfungsi intermediasi surplus dana ke defisit dana. Soal. 1. Jelaskan kenapa perekonomian harus didukung sistem keuangan yang stabil? 2. Jelaskan fungsi dan peranan Perbankan dalam memperkuat perekonomian negara! 3. Sebutkan pembagian sistem keuangan di Indonesia! 4. Jelaskan peranan Bank Sentral dalam mengatur perekonomian? 5. Sebutkan dan Jelaskan jenis-jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank yang beroperasi di Indonesia? 16
  • 17.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB III BANK SENTRAL Sub Kompetensi dicapai adalah : 1. Menjelaskan fungsi dan peranan Bank Sentral 3.1 Fungsi Bank Sentral Bank Indonesia sebagai Badan Hukum Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan Pemerintah dan atau pihak-pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang (Pasal 4). Bank Indonesia sebagai Badan Hukum Publik dan Perdata. Badan hukum publik maka BI berwenang menetapkan peraturan- peraturan yang mengikat masyarakat luas sesuai dengan tugas dan wewenangnya. Sedangkan sebagai badan hukum perdata, BI dapat bertindak untuk dan atas nama sendiri. Tujuan dan Tugas Bank Indonesia Tujuan dan tugas BI berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan UU Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 1999. Tujuan utama BI adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (pasal 7). Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Untuk mencapai tujuan tersebut, BI mempunyai tiga tugas utama yaitu : 1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter (pasal 8). Dalam rangka menentapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, BI berwenang: a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi. 17
  • 18.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada :  Operasi Pasar Terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing,  Penetapan tingkat diskonto,  Penetapan cadangan wajib minimum,  Pengaturan kredit atas pembiayaan (pasal 10). c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada Bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek (pasal 11). d. Dalam suatu hal suatu Bank mengalami kesulitan keuangan yang berdampak sistemik dan berpotensi krisis yang membahayakan sistem keuangan, BI dapat memberikan fasilitas pembiayaan darurat yang pendanaannya menjadi bebab Pemerintah (pasal 11). e. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan (pasal 12). f. Mengelola cadangan devisa (pasal 13). 2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran (pasal 15). Dalam rangka mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, BI berwenang untuk : a. Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran (pasal 15 ayat 1). b. Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya (pasal 15 ayat 1). c. Menagatur sistem kliring antarbank dalam mata uang rupiah dan atau valuta asing (pasal 16). d. Menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antarbank dalam mata uang rupiah dan atau valas (pasal 17). e. Menetapkan macam, harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan, dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah (pasal 19). 18
  • 19.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. f. Mengeluarkan dan mengedarkan uang rupiah serta mencabut, menarik, dan memusnahkan uang dimaksud dari peredaran (pasal 20). 3. Mengatur dan mengawasi bank. Dalam rangka mengatur Bank, BI berwenang untuk menetapkan ketentuan- ketentuan perbankan yang memuat prinsip kehati-hatian. Berkaitan dengan kewenangan di bidang perizinan, BI (pasal 26) : a. Memberikan dan mencabut izin usaha Bank, b. Memberikan izin pembukaan, penutupan, dan pemindahan kantor Bank, c. Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan Bank, d. Memberikan izin kepada Bank untuk menjalankan kegiatan-kegiatan usaha tertentu. e. Pengawasan Bank oleh BI dilakukan secara langsung dan tidak langsung (27). Organisasi Bank Indonesia BI dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri dari seorang Gubernur, seorang Deputi Gubernur Senior dan sekurang-kurangnya 4 orang atau sebanyak- banyaknya 7 orang Deputi Gubernur yang diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat. Tugas BI dilaksanakan melalui 4 sektor (sektor moneter, sektor perbankan, sektor sistem pembayaran dan sektor manajemen intern), Kantor BI (KBI) dan Kantor Perwakilan (KPw) yang kesemuanya bertanggung jawab kepada Dewan Gubernur. Gambar 3. Organisasi Bank Indonesia Sumber : Bank Indonesia, 2011 19
  • 20.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rangkuman Bank Sentral merupakan otoritas moneter independen yang mengatur, mengelola, menjaga kestabilan ekonomi moneter tanpa ada campur tangan pemerintah atau pihak lain. Tujuan utama Bank Indonesia adalah mengelola kestabilan Rupiah dengan menjaga kestabilan inflasi melalui kebijakan moneter. Soal. 1. Jelaskan visi dan misi pokok Bank Indonesia ? 2. Jelaskan tujuan Bank Indonesia? 3. Sebutkan tugas-tugas Bank Indonesia? 20
  • 21.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB IV BANK UMUM Sub Kompetensi yang diperoleh : 1. Menjelaskan fungsi dan peranan Bank. 2. Mengidentifikasi dan menjelaskan jasa Bank dalam mendukung aktivitas Bisnis dan Perdagangan Internasional. 4.1 Perbankan Perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya. Perbankan berperan penting sebagai media intermediasi surplus dana kepada defisit dana. Fungsi intermediasi ini berperan pentinga untuk memperlancar sirkulasi aliran pendapatan pelaku ekonomi. Perbankan meningkatkan konsumsi, investasi dan produksi yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Perbankan terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Syariah. Bank berasal dari kata Italia Blanco yang berarti bangku. Bangku inilah yang dipergunakan oleh bangkir untuk melayani kegiatan operasional kepada nasabah. Bank merupakan industri jasa karena produknya hanya memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat (Hasibuan, 2005). Pengertian Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit. Bank adalah badan usaha yang memuaskan keperluan masyarakat dengan jalan memberikan kredit berupa uang yang diterima dari masyarakat surplus dana (Stuart dalam Hasibuan, 2005). Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup orang banyak (Bank Indonesia, 2010). 21
  • 22.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Bank terdiri atas dua jenis yaitu Bank Umum Konvensional dan Syariah. Bank Konvensional adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional dan berdasarkan jenisnya terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Konvensional adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya secara konvensional dan berdasarkan jenisnya terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Bank Perkreditan Rakyat. Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. Prinsip Syariah adalah prinsip hukum Islam dalam kegiatan perbankan berdasarkan fatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan fatwa di bidang syariah. 4.2 Fungsi Bank Perbankan dalam melakukan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan menggunakan prinsip kehati-hatian. Fungsi utama perbankan adalah menghimpun dana dan menyalurkan dana masyarakat. Fungsi ini dinamakan fungsi intermediasi. Perbankan bertujuan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat. Secara ekonomi fungsi bank, untuk menyimpan surplus dana dan menyediakan pinjaman dana dan modal untuk pelaku ekonomi. Masyarakat yang memiliki surplus dana dapat menyimpan di Bank. Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi lebih awal dengan meminjam dana dari Bank. Perusahaan berinvestasi, dan membeli mesin dengan pembiayaan dari Bank. 22
  • 23.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 4.3 Jasa-Jasa Perbankan Usaha dan kegiatan jasa-jasa usaha bank umum yaitu : a. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa tabungan, giro, deposito berjangka dan sertifikat deposito; b. Memberika kredit; c. Menerbitkan surat pengakuan utang; d. Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya. Contohnya : surat wesel, surat pengakuan utang, Sertifikat bank Indonesia (SBI), kertas perbendaharaan negara, obligasi, surat dagang, dan instrumen surat berharga; e. Memindahkan uang untuk kepentingan sendiri maupun nasabah; f. Menempatkan dana, meminjam dana dari atau meminjamkan dana kepada bank lain dengan menggunakan surat, sarana telekomunikasi, wesel unjuk, cek atau sarana lainnya; g. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga; h. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga; i. Melakukan kegiatan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak; j. Melakukan penenpatan dana dari nasabah kepada nasabah lainnya dalam bentuk surat berharga yang tidak tercatat di bursa efek. k. Melakukan kegiatan anjak piutang, usaha kartu kredit, dan kegiatan wali amanat; l. Menyediakan pembiayaan dan/atau melakukan kegiatan lain berdasarkan Prinsip Syariah; dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. m. Melakukan kegiatan dalam valuta asing dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BI; n. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain di bidang keuangan, seperti sewa guna usaha, modal ventura, perusahaan efek, 23
  • 24.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. asuransi, serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BI; o. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan kredit atau kegagalan pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya, dengan memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh BI; p. Bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundang-undangan dana pensiun yang berlaku. Adapun kegiatan dan jasa usaha Bank Umum Syariah adalah : a. Menghimpun dana dalam bentuk Simpanan berupa Giro, Tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad wadi’ah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; b. Menghimpun dana dalam bentuk investasi berupa Deposito, Tabungan, atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu berdasarkan akad mudharabah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; c. Menyalurkan pembiayaan bagi hasil berdasarkan akad mudharabah, akad musyarakah, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; d. Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad murabahah, akad salam, akad istishna’, atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; e. Menyalurkan pembiayaan berdasarkan akad qardh atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; f. Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak kepada nasabah berdasarkan akad ijarah dan/atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; g. Melakukan pengambilalihan utang berdasarkan akad hawalah atau akad lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah; h. Melakukan usaha kartu debit dan/atau kartu pembiayaan berdasarkan prinsip syariah; 24
  • 25.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. i. Membeli, menjual, atau menjamin atas risiko sendiri surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata berdasarkan prinsip syariah, antara lain, seperti akad ijarah, musyarakah, mudharabah, murabahah, kafalah, atau hawalah; j. Membeli surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh pemerintah dan/atau BI; k. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah; l. Melakukan penitipan untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu akad yang berdasarkan pinsip syariah; m. Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga berdasarkan prinsip syariah; n. Memindahkan uang, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah berdasarkan prinsip syariah; o. Melakukan fungsi sebagai wali amanat berdasarkan akad wakalah; p. Memberikan fasilitas letter of credit atau bank garansi berdasarkan prinsip syariah; dan q. Melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan di bidang perbankan dan di bidang sosial sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; r. Melakukan kegiatan valuta asing berdasarkan prinsip syariah; s. Melakukan kegiatan penyertaan modal pada Bank Umum Syariah atau lembaga keuangan yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah; t. Melakukan kegiatan penyertaan modal sementara untuk mengatasi akibat kegagalan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya; u. Bertindak sebagai pendiri dan pengurus dana pensiun berdasarkan prinsip syariah; 25
  • 26.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. v. Melakukan kegiatan dalam pasar modal sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal; w. Menyelenggarakan kegiatan atau produk bank yang berdasarkan prinsip syariah dengan menggunakan sarana elektronik; x. Menerbitkan, menawarkan, dan memperdagangkan surat berharga jangka pendek berdasarkan prinsip syariah, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pasar uang; y. Menerbitkan, menawarkan, dan memperdagangkan surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pasar modal; z. Menyediakan produk atau melakukan kegiatan usaha bank umum syariah lainnya yang berdasarkan prinsip syariah. Rangkuman Bank terdiri atas Bank Umum Konvensional dan Syariah. Jasa perbankan umum dan syariah berbeda dalam pengenaan bunga dan prisip syariah. Jasa-jasa yang ditawrkan perbankan dapat digunakan mendukung aktivitas bisnis. Soal. 1. Jelaskan perbedaan Bank Umum Konvensional dan Syariah? 2. Jelaskan fungsi Bank dalam membantu aktivitas bisnis dan perdagangan internasional? 3. Sebutkan jasa-jasa perbankan yang dapat membantu kelancaran aktivitas bisnis dan perdagangan internasional? Tugas Carilah contoh-contoh jasa-jasa perbankan di Bank Umum dan Syariah! 26
  • 27.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB V TEORI MONETER Sub Kompetensi yang diperoleh yaitu : 1. Menjelaskan perkembangan teori moneter Klasik, Keynes, dan Modern. 2. Menganalisis keseimbangan pasar uang. Bab ini akan membahas tentang teori penawaran dan permintaan uang. Pembahasan pertama dimulai dari teori penawaran uang dialnjutkan teori permintaan uang klasik, keynes, dan monetaris. 6.1 Teori Penawaran Uang Secara umum, penawaran uang ditentukan sepenuhnya oleh otoritas moneter Bank Sentral. Bank Sentral dapat mengendalikan Jumlah Uang Beredar (Monetary Base) dengan mengontrol cadangan wajib minimum bank, yang membuat pengaruh untuk menghubungkan penawaran uang (M) pada Jumlah Uang Beredar (MB) lewat sebuah hubungan berikut ini : M = m x MB M adalah penawaran uang; m adalah multiplier; dan MB merupakan Jumlah uang beredar. Memperoleh angka multiplier c = C/D e = ER/D R = RR + ER, jika RR = r x D, maka substitusi R = (r x D) + ER Karena MB = C + R, maka MB = C + R = C + (r x D) + ER, MB = (c x D) + (r x D) + (e x D) = (r + e + c) x D D = ; dengan definisi Penawaran uang adalah jumlah uang beredar ditambah tabungan. 27
  • 28.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. M = D + C = D + (C x D) = (1+c) x D ; substitusi D = diperoleh; M= m= Keterangan : m = multiplier uang; c = rasio jumlah uang beredar; e = rasio sisa cadangan minimum; r = rasio cadangan minimum; D = jumlah tabungan; C = jumlah uang beredar di masyarakat; ER = cadangan likuiditas; RR = cadangan minimum; Berdasarkan rumus diatas, kita dapat menyatakan hasil berikut; a. Multiplier uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan rasio cadangan minimun. b. Mulitipler uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan rasio jumlah uang beredar. c. Mulitipler uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan rasio cadangan likuiditas. d. Mulitipler uang dan penawaran uang secara negatif berhubungan dengan rasio jumlah uang beredar. e. Rasio cadangan likuiditas secara negatif berhubungan dengan tingkat bunga pasar. f. Rasio cadangan likuiditas secara positif berhubungan dengan aliran keluar tabungan diharapkan. Faktor-faktor tambahan yang menentukan penawaran uang. Asumsi sebelumnya bahwa Bank Sentral secara tepat mengontrol sepenuhnya Jumlah Uang Beredar (MB). Kemudian, JUB ini dibagi menjadi dua komponen yaitu Bank Sentral secara penuh dapat mengontrol JUB secara ketat dan kurang ketat. Komponen JUB bukan pinjaman (MBn) dibawah kontrol Bank Sentral, karena menghasilkan secara umum dari operasi pasar terbuka. Komponen MBn diperoleh dari jumlah uang beredar (MB) dikurangi pinjaman bank dari Bank Sentral (discount loans atau Borrowed Reserve (BR)). MBn = MB – BR → MB = MBn + BR 28
  • 29.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. M = m x (MBn + BR)Sehingga ; g. Penawaran uang secara positif berhubungan dengan jumlah uang beredar bukan pinjaman dari Bank Sentral (MBn). h. Penawaran uang secara positif berhubungan pada tingkat pinjaman bank dari Bank Sentral. Kesimpulan diperoleh dari analisis penawaran uang dari data periode 1980 – 2005 (Mishkin, 2007) bahwa selama periode jangka panjang, penentu utama dari penawaran uang adalah jumlah uang beredar (M1) bukan pinjaman yang dikontrol sepenuhnya Bank Sentral dengan operasi pasar terbuka. 6.2 Teori Klasik Kuantitas Uang Teori kuantitas uang dibangun oleh Ekonom Klasik, teori kuantitas uang adalah teori bagaimana jumlah nilai dari pendapatan agregat ditentukan. Karena teori ini menggambarkan kepada kita bagaimana uang dipegang dalam sejumlah tertentu dari pendapatan agregat maka disebut teori permintaan uang. Bagian penting dari teori menyatakan bahwa tingkat bunga tidak memiliki pengaruh pada permintaan uang (Mishkin, 2007). Kecepatan Perputaran Uang dan Persamaan Transaksi Teori ini dikemukakan pertama kali oleh Irving Fisher dalam buku The Purchasing Power of Money tahun 1911 (Mishkin, 2007). Fisher menguji hubungan antara jumlah kuantitas uang M (Penawaran Uang) dan total pengeluaran pada barang dan jasa dihasilkan dalam perekonomian (P x Y). P adalah tingkat harga dan Y merupakan total output (pendapatan). P x Y juga disebut sebagai jumlah pendapatan agregat perekonomian atau GDP). Gambaran konsep yang menghubungkan antara kuantitas uang dan pendapatan disebut kecepatan perputaran uang (velocity of money). Persamaan teori kuantitas uang dinotasikan berikut : ∙ = ∙ Dimana : M adalah jumlah uang beredar; V adalah kecepatan perputaran uang; P ∙ Y merupakan GDP. 29
  • 30.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Persamaan pertukaran menjelaskan bahwa jumlah kuantitas uang akan dilipatkan angka tertentu oleh jumlah berapa kali uang dibelanjakan dalam tahun tertentu harus sama dengan jumlah total pendapatan. Persamaan diatas merupakan persamaan identitas, untuk menerjemahkan persamaan dari pertukaran (dari sebuah identitas) ke dalam teori dari bagaimana jumlah pendapatan ditentukan memerlukan sebuah pemahaman dari faktor-faktor yang menentukan kecepatan perputaran uang. Irving Fisher berpendapat bahwa kecepatan perputaran uang ditentukan oleh otritas moneter/lembaga keuangan yang mempengaruhi masyarakat melakukan transaksi. Jika masyarakat lebih suka menggunakan kartu kredit dan debit dalam berbelanja maka uang diperlukan lebih sedikit dalam mempengaruhi pendapatan nasional (M turun relatif dengan GDP dan v akan meningkat). Sebaliknya, jika masyarakat lebih suka menggunakan uang tunai dan cek, M akan naik relatif dengan GDP dan v akan turun. Teori Kuantitas Fisher menyatkan bahwa velocity tidak berubah dalam jangka pendek merubah persamaan dari pertukaran dalam teori kuantitas uang, dimana jumlah pendapatan nominak ditentukan nyata pergerakan jumlah uang. Ketika kuatitas uang berlipat ganda maka nilai GDP juga berlipat dua kali. Karena klasik berpendapat bahwa upah dan harga fleksibel berubah, tingkat agregat output Y dalam perekonomian full employment sehingga Y dalam persamaan dianggap konstan. Teori kuantitas uang memberikan penjelasan perubahan pada tingkat harga : perubahan tingkat harga akan mempengaruhi secara nyata perubahan kuantitas uang. Teori Kuantitas Permintaan Uang Berdasarkan rumus Fisher 1 = ∙ = ∙ ∙ Persamaan diatas menyatakan bahwa k adalah tetap, tingkat transaksi dihasilkan pada tingkat pendapatan tertentu akan menentukan kuantitas permintaan 30
  • 31.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. uang masyarakat. Maka teori permintaan uang Fisher menyatakan bahwa Permintaan uang sepenuhnya ditentukan tingkat pendapatan, dan tingkat bunga tidak berpengaruh pada permintaan uang. Fisher sampai pada kesimpulan karena masyarakat memegang uang hanya pada saat transaksi dan tidak memiliki kebebasan dalam kegiatan ini. Permintaan uang ditentukan oleh (1) tingkat transaksi dihasilkan oleh tingkat jumlah pendapatan (GDP) dan (2) institusi perekonomian yang mempengaruhi cara masyarakat melakukan transaksi dan kemudian menentukan kecepatan perputaran uang. 6.3 Teori Permintaan uang Keynes JM Keynes menyanggah teori klasik permintaan uang yang menyakini velocity konstan dan mengembangkan teori permintaan uang yang menekankan pentingnya tingkat bunga. Keynes menjelaskannya dalam buku The General Theory of Employment, Interest, and Money tahun 1936. Teori permintaan uang Keynes dikenal sebagai Liquidity Preference Theory (teori preferensi likuiditas). Keynes mempostulat teori motif masyarakat memegang uang adalah motif transaksi (transaction), berjaga-jaga (precautionary), dan spekulasi (speculative). Motif Transaksi Permintaan uang transaksi ditentukan oleh tingkat pendapatan, teori ini sama dengan teori klasik. Masyarakat memegang uang karena sebagai media pertukatan yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Sesuai dengan pemikiran klasik, Keynes menekankan permintaan uang ditentukan tingkat transaksi yang proporsional dengan tingkat pendapatan. Motif Berjaga-jaga Keynes sejalan dengan analisis klasik dengan menekankan adanya motif tambahan untuk memegang uang selain transaksi yaitu masyarakat memegang uang sebagai upaya untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga. Keynes menyatakan bahwa permintaan uang berjaga-jaga ditentukan tingkat transaksi yang diharapkan di masa mendatang dan transaksi tersebut proporsional dengan tingkat pendapatan. 31
  • 32.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Motif Spekulasi Permintaan uang ditentukan oleh motif dan transaksi, Keynes juga berpendapat bahwa masyarakat juga memegang uang sebagai media penyimpan kekayaan sebagai alasan memegang uang untuk motif spekulasi. Keynes juga melihat secara hati-hati faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan berdasarkan berapa banyak uang dipegang sebagai penyimpan kekayaan, utamanya adalah tingkat bunga. Keynes membagi aset yang dapat menyimpan kekayaan dalam dua jenis yaitu uang dan obligasi. Pertanyaan kemudian muncul : Mengapa masyarakat menentukan untuk memegang kekayaan dalam bentuk uang daripada obligasi? Keynes berasumsi bahwa harapan hasil keuntungan uang adalah nol, sedangkan harapan hasil keuntungan obligasi adalah pembayaran bunga dan tingkat harapan keuntungan diperoleh. Keynes berpendapat bahwa masyarakat percaya bahwa tingkat bunga menarik nilai normal. Jika tingkat bunga dibawah nilai normal, masyarakat beranggapan suku bunga obligasi akan naik di masa datang dan beranggapan akan memeproleh kerugian modal. Hasilnya, masyarakat akan lebih suka memegang uang daripada membeli obligasi. Permintaan uang spekulasi secara negatif berhubungan dengaan tingkat suku bunga. Menempatkan Tiga Motif Bersamaan Keynes membedakan antara kuantitas nominal dan kuantitas riil permintaan uang dengan motif transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi. Uang dinilai dari kegunaan dari apa yang dapat dibeli. Jika harga meningkat dua kali maka uang akan dapat membeli sebagian jumlah barang. Keynes berpendapat bahwa masyarakat memegang uang karena keseimbangan uang riil (M/P) yang berhubungan dengan tingkat pendapatan (Y) dan tingkat suku bunga (i). Keynes menyatakan permintaan uang yang dikenal dengan fungsi preferensi likuiditas berikut : = ( , ) Kesimpulan Keynes bahwa permintaan uang berhubungan tidak hanya dengan pendapatan tetapi juga dengan tingkat suku bunga. Dengan cara menderivasi fungsi likuiditas preferen untuk PY/M diperoleh bahwa kecepatan perputaran uang tidak 32
  • 33.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. konstan, tetapi seringkali berubah sesuai dengan perubahan tingkat suku bunga. Preferensi likuiditas ditulis persamaan berikut : 1 = (, ) Mengalikan kedua sisinya dengan Y dan Md dapat diganti dengan M karena harus sama di dalam keseimbangan pasar uang maka rumus kecepatan perputaran ditulis berikut : = = (, ) Permintaan uang dipengaruhi negatif oleh tingkat suku bunga, ketika tingkat suku bunga naik, f (i,Y) akan turun, dan kecepatan perputaran uang akan naik. Jika tingkat suku bunga naik, maka masyarakat akan terdorong memegang lebih sedikit keseimbangan uang riil pada tingkat pendapatan tertentu, kemudian tingkat kecepatan perputaran uang menjadi lebih tinggi. Implikasi dari teori likuiditas preference adalah tingkat suku bunga yang selalu mengalami fluktuasi yang menyebabkan kecepatan perputaran uang juga berfluktuasi. Model Keynesian permintaan uang spekulasi memberikan alasan kecepatan perputaran uang tidak tetap. Jika masyarakat berharap suku bunga di masa mendatang lebih tinggi dibandingkan saat ini maka masyarakat akan berekspektasi harga obligasi turun dan akan mengantisipasi kerugian modal. Harapan pendapatan dari memiliki obligasi akan turun, dan uang kas lebih menarik dibandingkan obligasi. Hasilnya, permintaan uang akan meningkat, nilai riil uang kan turun dan kecepatan perputaran uang akan turun. 6.4 Pendekatan Keynesian Transaksi Permintaan Perkembangan teori Keynes dikembangkan oleh William Baumol dan James Tobin. Mereka mengembangkan model permintaan uang yang digambarkan seringnya uang dan keseimbangan memegang uang untuk melakukan transaksi sangat dipengaruhi oleh tingkat suku bunga. Baumol dan Tobin berdasarkan sebuah 33
  • 34.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. hipotesis individu yang menerima pembayaran selama satu periode dan membelanjakan untuk transaksi dalam periode tersebut. Gambar Transaksi Belanja Pendapatan 10 Juta 5 Juta 1 2 1 2 3 4 Sumber : Miskin (2007) Gambar a. Gambar b. Gambaran awal dari Keseimbangan Kas dalam Model Baumol-Tobin dilihat di gambar (a). Fulan memiliki pendapatan Rp. 10.000.000/bulan. Setiap bulan membelanjakan semua uang dalam dua kali transaksi, awal bulan dia mengambil Rp. 5.000.000,- setelah uangnya habis pada pertengahan bulan maka dia mengambil lagi Rp. 5.000.000,-. Setiap akhir bulan, pendapatannya habis. Smith mengambil uang di Bank sebanyak 24 kali dalam setahun. Hal ini berbeda jika Fulan mengambil Rp. 5.000.000 dan menginvestasikan obligasi Rp. 5.000.000. Saat pertengahan bulan uang kas sudah habis dibelanjakan, maka Smith akan menjual obligasi senilai Rp. 5.000.000 untuk mendapatkan uang kas. Rata-rata pengambilan uang berlipat ganda, di Bank 24 kali dan aktivitas menjual obligasi menjadi uang kas 24 kali sehingga total 48 (Gambar b). Kesimpulan Baumol-Tobin permintaan uang transaksi adalah bagian utama transaksi permintaan uang dipengaruhi secara negatif oleh tingkat suku bunga. Berjaga-jaga Permintaan uang berjaga-jaga sejalan dengan transaksi dilakukan. Permintaan uang berjaga-jaga secara negatif berhubngan dengan tingkat bunga. 34
  • 35.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Spekulasi Tobin mengembangkan model permintaan uang spekulasi yang berusaha untuk melengkapi analisis Keynes. Pemikiran dasar bahwa tidak hanya masyarakat yang memperhatikan hasil pengembalian investasi pada satu aset dengan mempertimbangkan jenis portofolio dimiliki dan resiko masing-masing. Tobin mengasumsikan masyarakat akan memilih aset dengan. Masyarakat akan memegang obligasi jika bunga yang diberikan lebih besar daripada return uang dipegang. Analisis Tobin juga menunjukkan masyarakat dapat mengurangi resiko investasi aset dengan melakukan diversifikasi portofolio. 6.5 Teori Modern Permintaan Uang Friedman Milton Friedman mengembangkan sebuah teori permintaan uang modern dalam artikel “The Quantity Theory of Money : A Restatement”. Meskipun Friedman sering merujuk Irving Fisher, tetapi analisis permintaan uang lebih dekat dengan Keynes. Friedman menyatakan model permintaan uang berikut ini, = , − , − , − = Permintaan uang riil Yp = Pendapatan permanen atau jangka panjang rm = return uang rb = return obligasi re = return ekuitas (saham) πe = tingkat inflasi Permintaan uang dipengaruhi secara positif oleh tingkat pendapatan permanen. Pendapatan permanen memiliki pergerakan perubahan yang lebih stabil karena beberapa perubahan pendapatan relatif tetap. Implikasi konsep pendapatan permanen sebagai penentu permintaan uang adalah permintaan uang tidak akan berfluktuasi dengan perubahan siklus bisnis. Masyarakat dapat memegang kekayaan dalam beberapa bentuk disamping uang. Friedman membagi dalam tiga tipe aset yaitu obligasi, saham, dan barang. 35
  • 36.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Dorongan memiliki aset daripada uang ditentukan return setiap aset dibandingkan dengan uang kas. Selisih ekspektasi return obligasi dengan uang meningkat maka permintaan uang akan menurun. Begitu juga selisih ekspektasi return sahan dengan memegang uang kas meningkat maka permintaan uang akan menurun. Jika inflasi lebih tinggi dibandingkan return uang maka masyarakat akan menurunkan memegang uang. 6.6 Pasar Uang dan Tingkat Bunga Keseimbangan Pasar Uang Keynes Keseimbangan pasar uang dikembangkan oleh John Maynard Keynes yaitu Kerangka Kerja Preferensi Likuiditas, yang menentukan keseimbangan tingkat bunga dalam permintaan dan penawaran uang. Titik poin analisis Keynes asumsi dari dua kategori aset utama dimana masyarakat menyimpan kekayaan dalam bentuk uang dan obligasi. Kuantitas jumlah permintaan obligasi dan uang ditentukan : Bs + M s = B d + M d Bs - Bd = M d - M s Jika terjadi keseimbangan di pasar obligasi Bs = Bd dan juga di pasar uang Md = Ms. Keseimbangan pasar uang terjadi saat jumlah permintaan uang sama dengan jumlah penawaran uang pada tingkat bunga equilibrium. Kuantitas permintaan uang ditentukan oleh tingkat suku bunga dengan asumsi pendapatan dan tingkat harga tetap. Saat suku bunga 25% permintaan uang 100 Juta $, suku bunga turun menjadi 20% permintaan uang naik 200 Juta $, dan semakin rendah tingkat bunga maka jumlah permintaan uang akan semakin bertambah. Suku bunga 15% maka permintaan uang 300 Juta $, saat 10% maka permintaan uang 400 Juta $, dan 5 % maka permintaan uang 500 Juta $. Penawaran uang ditentukan sepenuhnya oleh Bank Sentral sejumlah 300 Juta $, sehingga keseimbangan pasar uang Md = Ms = 300 Juta $ dengan keseimbangan tingkat bunga 15%. 36
  • 37.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Gambar Keseimbangan Pasar Uang i 7. Ms 0,15 Md 300 $ Keseimbangan Tingkat Bunga dalam Likuiditas Preferensi Keynes Pergeseran Permintaan Uang (Md) Menurut Keynes dalam analisis Likuiditas Preferensi, dua faktor yang menyebabkan pergerakan permintaan uang yaitu pendapatan dan tingkat harga. Efek Pendapatan. Peningkatan pendapatan menyebabkan permintaan uang akan meningkat sebaliknya jika pendapatan menurun akan menurunkan permintaan uang. Pendapatan berpengaruh positif terhadap permintaan uang. Efek Tingkat Harga. Peningkatan inflasi akan meyebabkan permintaan uang bertambah dan sebaliknya. Inflasi berpengaruh positif terhadap permintaan uang. Perubahan Penawaran Uang (Ms) Penawaran uang sepenuhnya dikontrol oleh Bank Sentral, sehingga jumlah uang beredar Autonomous. Guna melihat kerangka likuiditas preferensi dapat digunakan analisis perubahan tingkat bunga. Kita dapat melihat beberapa perubahan aplikasi yang dapat berguna dalam melihat pengaruh kebijakan moneter pada tingkat bunga. Perubahan Pendapatan. Ketika pendapatan meningkat maka permintaan uang meningkat dan menyebabkan tingkat bunga meningkat. 37
  • 38.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Perubahan Tingkat Harga (Inflasi) Tingkat harga meningkat maka permintaan uang meningkat dan akan menyebabkan tingkat bunga naik. Perubahan Penawaran Uang Perubahan jumlah uang beredar bertambah akan menyebabkan suku bunga menurun dan jumlah permintaan uang bertambah. Keseimbangan Pasar Uang Friedman Analisis Likuiditas Preferensi memberikan kesimpulan akhir bahwa penambahan jumlah uang beredar akan menyebabkan penurunan tingkat suku bunga. Kritikan likuiditas preferensi dikemukan oleh Friedman yang menyatakan bahwa kondisi saat peningkatan jumlah uang beredar meningkat akan menyebabkan tingkat suku bunga menurun (asumsi kondisi lain sama) dinamakan efek likuiditas. Friedman melihat efek likuiditas sebagai bagian dari kondisi riil saja : Peningkatan JUB tidak bisa mengasumsikan kondisi lain tetap dan kan memiliki pengaruh ekonomi yang membuat tingkat bunga justru meningkat. Penjelasan Friedman secara rinci dijelaskan berikut : Efek Pendapatan. Peningkatan JUB mempengaruhi ekspansi peningkatan pendapatan dan kekayaan. Kedua likuiditas preferensi dan penawaran dan permintaan obligasi mengindikasikan tingkat suku bunga naik. Efek peningkatan JUB akan menyebabkan peningkatan kekayaan dan pendapatan sehingga tingkat suku bunga justru naik. Efek Peningkatan Harga. Peningkatan JUB akan menyebabkan inflasi, sebagai respon peningkatan inflasi makatingkat suku bunga justru akan meningkat. Efek Ekspektasi Inflasi. Peningkatan JUB akan menyebabkan peningkatan ekspektasi inflasi. 38
  • 39.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rangkuman Permintaan uang klasik ditentukan oleh tingkat pendapatan dengan tingkat perputaran uang tetap. Keynes mengemukakan teori preferensi likuiditas yang mendukung permintaan uang klasik, tetapi bebeda pendapat tingkat perputaran uang tidak konstan dan beranggapan tingkat bunga berperan penting pada permintaan uang. Keynes menjelaskan permintaan uang dipengaruhi motif transaksi, berjaga-jaga dan spekulasi. Tobin melengkapi teori Keynes dengan menjelaskan permintaan uang dipengaruhi oleh jenis portofolio dan resikonya. Friedmann melengkapi teori Keynes dengan menjelaskan permintaan uang riil ditentukan oleh tingkat pendapatan permanen, selisih return aset return uang, dan selisih retur dengan inflasi. Soal. 1. Jelaskan permintaan uang berdasarkan pandangan Klasik! 2. Jelaskan kritikan Keynes terhadap Teori Klasik! 3. Sebutkan dan jelaskan masyarakat memegang uang berdasarkan Teori keynes! 4. Jelaskan permintaan uang berdasarkan James Tobin? 5. Jelaskan kritikan Friedmann terhadap Teori Keynes? 6. Jelaskan dengan gambar Keseimbangan Pasar uang Keynes? 7. Jelaskan dengan gambar Keseimbangan Pasar uang Friedmann? Tugas Berdasarkan data jumlah uang beredar dan GDP di Indonesia 1970-2011, Gambarkanlah grafik JUB dan GDP, carilah nilai velosity, dan hubungan korelasi antara JUB dan GDP! 39
  • 40.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB VI KEBIJAKAN MONETER Sub kompetensi yang dicapai yaitu : 1. Menjelaskan instrumen dan trnsmisi kebijakan moneter. 2. Menjelaskan efek dan pengaruh kebijakan moneter dari aspek bisnis dan perdagangan internasional. Tujuan kebijakan makroekonomi adalah mengendalikan tingkat harga, mengendalikan kurs Rupiah/$, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan menciptakan lapangan pekerjaaan. Otoritas moneter BI bertugas adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah (pasal 7). Kestabilan nilai rupiah yang dimaksud adalah kestabilan nilai rupiah terhadap barang dan jasa tercermin dari perkembangan laju inflasi serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Secara teoritis, pencapaian keseimbangan internal dan eksternal makroekonomi ditunjukkan oleh keseimbangan di pasar barang, pasar uang, dan neraca pembayaran. Pembahasan kebijakan moneter ini akan mempengaruhi keseimbangan pasar uang, penawaran uang, permintaan uang dan suku bunga. 6.1 Kebijakan Moneter Kebijakan moneter adalah suatu kebijakan yang diambil oleh otoritas moneter/BI utnuk mempengaruhi jumlah uang beredar dan tingkat bunga yang bersifat ekspansif dan kontraktif. Definis lain, kebijakan moneter digunakan untuk mengatur perekonomian makro menstabilkan nilai rupiah dan inflasi dengan cara mempengaruhi sisi permintaan uang, penawaran uang, dan tingkat suku bunga. Secara tegas dalam UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia dan UU Nomor 3 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 1999, BI mempunyai tiga tugas utama yaitu 1). Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, 2). Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, DAN 3). Mengatur dan mengawasi bank. 40
  • 41.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia berwenang: a. Menetapkan sasaran-sasaran moneter moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi. b. Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk tetapi tidak terbatas pada :  Operasi Pasar Terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing,  Penetapan tingkat diskonto,  Penetapan cadangan wajib minimum,  Pengaturan kredit atas pembiayaan (pasal 10). c. Memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada Bank untuk mengatasi kesulitan pendanaan jangka pendek (pasal 11). d. Dalam suatu hal suatu Bank mengalami kesulitan keuangan yang berdampak sistemik dan berpotensi krisis yang membahayakan sistem keuangan, BI dapat memberikan fasilitas pembiayaan darurat yang pendanaannya menjadi bebab Pemerintah (pasal 11). e. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan (pasal 12). f. Mengelola cadangan devisa (pasal 13). 6.2 Instrumen Kebijakan Moneter Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah. Instrumen kebijakan moneter dibagi dalam dua jenis (Hady, 2000) : 1. Instrumen Kuantitatif a. Jumlah uang Beredar (Base Money). b. Operasi pasar terbuka (open market operation) 41
  • 42.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Operasi pasar terbuka adalah pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual atau membeli surat-surat berharga milik pemerintah (government securities). Jika ingin mengurangi jumlah uang beredar, maka pemerintah menjual surat-surat berharga (open market selling). Dengan demikian uang yang ada dalam masyarakat mengalir ke otoritas moneter, sehingga jumlah uang beredar berkurang. Sebaliknya, jika ingin menambah jumlah uang beredar, maka pemerintah menjual kembali surat-surat berharga tersebut (open market buying). Guna mengefektifkan operasi pasar terbuka ini, Bank Indonesia telah mengembangkan kedua instrumen tersebut dengan menambahkan fasilitas repurchase agreement (repo) ke masing-masing instrumen sehingga saat ini dikenal SBI Repo atau SBPU repo. c. Fasilitas diskonto (discount rate) Tingkat bunga diskonto adalah tingkat bunga yang ditetapkan pemerintah atas bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral. Dalam kondisi tertentu, bank-bank mengalami kekurangan uang, sehingga mereka harus meminjam kepada bank sentral. Kebutuhan ini dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. d. Rasio cadangan wajib (reserve requirement ratio) Penetapan rasio cadangan wajib juga dapat mengubah jumlah uang beredar. Jika rasio cadangan diperbesar, maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil dibanding sebelumnya. e. Batas maksimum pemberian kredit (BMPK) atau Legal Lending Limit (LLL). 2. Instrumen Kualitatif a. Seleksi fasilitas kredit (KLBI, KUT, KUK, KMKP) b. Moral Suasion, imbauan moral dari otoritas moneter. 42
  • 43.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 6.3 Analisis Kebijaksanaan Jumlah uang beredar merupakan salah satu indikator kebijakan moneter yang sangat penting dan memiliki peranan yang besar karena dampak langsungnya pada perekonomian Indonesia. Dampak tersebut terjadi melalui beberapa jalur, seperti dijelaskan berikut ini. a. Jalur Biaya Modal Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur biaya modal dapat digambarkan sebagai berikut : b. Jalur Kekayaan Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur kekayaan dapat digambarkan sebagai berikut : c. Jalur Harga Relatif Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur harga relatif dapat digambarkan sebagai berikut : 43
  • 44.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. d. Jalur Langsung Secara garis besar, pengaruh JUB terhadap perekonomian melalui jalur langsung dapat digambarkan sebagai berikut : Tenggang waktu (lag) Efek dari Kebijakan Moneter Dampak kebijakan moneter terhadap kestabilan dan pertumbuhan ekonomi akan tergantung pada :  Kuat tidaknya hubungan antara perubahan kebijakan moneter yang dilakukan dengan kegiatan ekonomi.  Jangka waktu antara terjadinya perubahan kebijakan moneter sampai terjadinya efek terhadap kegiatan ekonomi (lag)  Jangka waktu atau lag yang dimaksud terdiri dari bebepa komponen/unsur, yakni Dimana : t0 : Periode awal adanya kebijakan moneter t1 : Kurun waktu pertama sejak adanya kebijakan moneter t2 : Kurun waktu kedua sejak adanya kebijakan moneter t3 : Kurun waktu ketiga sejak adanya kebijakan moneter 44
  • 45.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Periode t0 s.d. t1 merupakan Recognition lag, yakni waktu yang diperlukan oleh Bank Indonesia untuk mengumpulkan data ekonomi dan menganalisis perubahan aktivitas ekonomi yang diinginkan dengan melaksanakan kebijakan moneter tersebut. Misalnya pada periode t0 telah terjadi perubahan aktivitas ekonomi, misalnya kenaikan jumlah pengangguran. Dengan fenomena itu, sebelum mengambil dan menentukan kebijakan moneter untuk mengatasi pengangguran tersebut, Bank Indonesia memerlukan waktu terlebih dahulu untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan masalah pengangguran tersebut. Administrative lag (t1 – t2 ) merupakan periode antara diketahuinya (oleh BI) berbagai informasi yang akan diperkirakan untuk merubah kebijakan moneter, dengan waktu dimana BI benar-benar merubah satu atau beberapa instrumen kebijakan moneter (t2 ). Keseluruhan antara Recognition lag dan Adminitrative lag ini disebut dengan Inside lag, yakni kurun waktu antara perubahan/kejadia ekonomi yang memerlukan perubahan kebijakan moneter dengan perubahan satu atau beberapa instrumen kebijakan moneter. Selanjutnya, kurun waktu antara telah berubahnya satu atau beberapa instrumen kebijakan moneter untuk mengatasi suatu masalah ekonomi sampai dengan efek atau dampak nyata kebijakan moneter tersebut pada kegiatan ekonomi, disebut dengan Outside/Impact lag. Dengan kata lain, Outside lag mengukur seberapa lama waktu yang dibutuhkan dari perubahan instrumen kebijakan moneter, dapat memberi efek pada penyelesaian masalah ekonomi yang dipecahkan/diselesaikan. Lag inilah yang kemudian dijadikan salah satu alat ukur efektifitas kebijakan moneter Bank Indonesia. Logikanya, semakin cepat atau pendek lag/waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek, semakin baik kebijakan moneter tersebut. Jangan sampai efek yang terjadi sudah terlambat dan bahkan justru memperparah keadaan atau masalah yang sedang terjadi dalam perekonomian. 45
  • 46.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Paling tidak, implementasi kebijkan moneter melibatkan beberapa elemen, yakni : o Penguasa moneter (Pemerintah /BI) o Sistem moneter (Perbankan) o Instrumen moneter (jenis-jenis kebijakan moneter) o Target dan Indikator moneter o Sasaran kebijakan moneter (Perekonomian Indonesia) Secara sederhana, implementasi kebijakan moneter dapat dijelaskan dengan menggunakan gambar analogi sebagai berikut : Sumber : Nophirin, 2000. 46
  • 47.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 6.4 Efektivitas Kebijaksanaan Moneter dan Fiskal Kebijakan Moneter dan Keseimbangan Ekonomi: Analisis IS-LM Pengaruh kebijakan moneter terhadap keseimbangan ekonomi Gambar Dampak Kebijakan Moneter terhadap Perekonomian Sumber: Rahardja dan Manurung, (2003) Kurva IS menggambarkan kondisi keseimbangan pasar barang dan jasa, sedangkan kurva LM menggambarkan kondisi keseimbangan di pasar uang. Kebijakan pemerintah untuk mengubah jumlah uang beredar dalam masyarakat akan menggeser kurva LM dan berpengaruh terhadap perekonomian, karena mengubah titik potong kurva IS-LM yang berarti mengubah titik keseimbangan ekonomi. Pada gambar 2.1 kondisi keseimbangan awal ditunjukkan oleh titik E0 dimana tingkat pendapatan sebesar Y0 dan tingkat bunga adalah r0. Jika pemerintah menambah jumlah uang beredar, kurva LM bergeser ke kanan (dari LM0 ke LM1), sehingga titik keseimbangan juga bergeser dari Eo ke E1. Pada titik keseimbangan yang baru (E1), output keseimbangan adalah Y1 yang lebih besar dari Y0 sedangkan tingkat bunga adalah r1 yang lebih rendah dari r0. Artinya, kebijakan moneter ekspansif dalam konteks gambar 2.1 dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat bunga. Dalam perekonomian pasar, kenaikan 47
  • 48.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. tingkat bunga mengindikasikan telah terjadinya kelebihan permintaan investasi, yang akibatnya dapat dilihat pada dua sisi: 1) sisi output. kenaikan tingkat bunga akan menyebabkan ada beberapa rencana investasi yang dibatalkan, sebagai akibatnya pertambahan kapasitas produksi menjadi lebih kecil 2) sisi biaya kenaikan tingkat bunga akan menaikkan biaya produksi dikarenakan naiknya biaya modal. Dari kedua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa kenaikan tingkat bunga akan memicu terjadinya inflasi. Rangkuman Kebijakan moneter bertujuan akhir mengedalikan inflasi melalui instrumen jumlah uang beredar dan kurs. Instrumen yang digunakan Bank Indonesia dalam kebijakan moneter adalah jumlah uang beredar, operasi pasar terbuka, reserve requirement, dan discount rate. Jalur transmisi yang digunakan terdiri empat jenis yaitu jalur biay modal, kekayaan, relatif dan langsung. Kebijakan moneter dianalisis dengan kurva IS-LM yang akan menjelaskan keseimbangan tingakat bunga dan pendapatan. Soal. 1. Jelaskan intrumen yang dipakai dalam kebijakan moneter! 2. Sebutkan dan kelaskan jalur teansmisi kebijakan moneter? 3. Jelaskan pengaruh kebijakan moneter karena adanya time lag? 4. Jelaskan pengaruh kebijakan moneter dengan kurva IS-LM! 5. Jelaskan pengaruh kebijakan moneter terhadap perekonomian yang dapat mendorong aktivitas bisnis ekspor-impor! 48
  • 49.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB VII INFLASI Sub kompetensi yang dicapai : 1. Menjelaskan tentang inflasi, jenis-jenisnya, faktor-faktor penentu, efek pengaruh inflasi dan kebijakan mengendalikan inflasi dari sisi moneter. 2. Menjelaskan efek inflasi terhadap aktivitas Bisnis dan Perdagangan Internasional 7.1 Inflasi Inflasi diartikan suatu kondisi meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas (atau mengakibatkan kenaikan harga) pada barang lainnya. Kondisi menurunnya harga-harga secara umum dan terus menerus disebut deflasi. Indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen (IHK). Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Survei Biaya Hidup (SBH) dijadikan sebagai acuan IHK oleh Badan Pusat Statistik (BPS). BPS akan memonitor perkembangan harga barang dan jasa tersebut secara bulanan di pasar tradisional dan modern setiap Kota/Kabupaten seluruh Indonesia. Indikator inflasi lainnya berdasarkan international best practice antara lain: 1. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB). Harga Perdagangan Besar komoditas ialah harga transaksi yang terjadi antara penjual/pedagang besar pertama dengan pembeli/pedagang besar berikutnya dalam jumlah besar pada pasar pertama atas suatu komoditas. 2. Deflator Produk Domestik Bruto (PDB) menggambarkan pengukuran level harga barang akhir (final goods) dan jasa yang diproduksi di dalam 49
  • 50.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. suatu ekonomi (negeri). Deflator PDB dihasilkan dengan membagi PDB atas dasar harga nominal dengan PDB atas dasar harga konstan. 7.2 Jenis Inflasi Jenis inflasi akan dibagi berdasarkan nilai dan sumbernya. Adapun, inflasi berdasarkan nilai terdiri dari tiga jenis yaitu : a. Inflasi Moderat (Moderat Inflation) Jenis inflasi ditandai dengan harga-harga yang meningkat secara lambat, laju inflasi sebesar satu digit per tahun. Nilai inflasi 1 - 9% per tahun. Cirinya ditandai adanya kenaikan harga-harga yang relatif stabil, nilai riil uang cukup stabil. b. Inflasi Ganas (Galloping Inflation) Inflasi yang ditandai dengan laju inflasi senilai dua digit per tahun. Nilai inflasi 10 – 99% per tahun. Jika inflasi ganas timbul, maka timbullah gangguan-gangguan serius terhadap perekonomian. Umumnya sebagian besar kontrak disusun dalam indeks harga atau mata uang asing, seperti dollar. Nilai riil uang menurun sangat cepat. Pasar keuangan menjadi tidak bergairah, bursa saham lesu, dan dana-dana pada umumnya dialokasikan berdasarkan rasio dari pada berdasarkan tingkat bunga. Masyarakat lenih memeilih aset yang memiliki return pendapatan lebih tinggi daripada nilai inflasi. Aset yang dipilih emas, lahan, properti. c. Hiperinflasi Inflasi yang bernilai tiga digit per tahun, nilai inflasi lebih dari 100%. Meskipun perekonomian tampaknya dapat bertahan dari inflasi ganas, jenis inflasi ketiga ini sangat mematikan Tidak ada segi baik perekonomian pasar, apabila harga-harga meningkat jutaan atau bahkan triliunan persen per tahun. Inflasi berdasarkan pemisahan sumber penyebabnya dibagi menjadi inflasi inti dan non inti. Pembagian tersebut dinamakan disagregasi inflasi. Disagegasi inflasi dijelaskan berikut ini: 50
  • 51.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 1. Inflasi Inti, yaitu Komponen inflasi yang cenderung menetap atau persisten (persistent component) dalam pergerakan perubahan laju inflasi dan dipengaruhi faktor fundamental, seperti: o Interaksi permintaan-penawaran o Lingkungan eksternal: nilai tukar kurs mata uang asing, harga komoditi internasional, dan inflasi mitra dagang dari negara lain. o Ekspektasi Inflasi dari pedagang dan konsumen 2. Inflasi non Inti, yaitu Komponen inflasi yang cenderung tinggi volatilitasnya karena dipengaruhi oleh selain faktor fundamental. Komponen inflasi non inti terdiri dari : o Inflasi Komponen Bergejolak (Volatile Food) Inflasi yang dominan dipengaruhi shocks (kejutan) yang mempengaruhi sisi jumlah penawaran (supply side) dalam kelompok bahan makanan. Kejutan ini berupa gagal panen, gangguan alam, dan kenaikan harga komoditas pangan domestik, dan internasional. o Inflasi Komponen Harga yang diatur Pemerintah (Administered Prices) Inflasi yang dominan dipengaruhi shocks (kejutan) akibat kebijakan harga Pemerintah seperti kenaikan harga BBM bersubsidi, pengurangan subsidi, kenaikan tarif listrik, tarif angkutan, kenaikan gaji pegawai, dan sebagainya. 7.3 Faktor Determinan Inflasi Inflasi dipengaruhi oleh faktor sisi supply (cost push inflation), sisi permintaan (demand pull inflation), dan ekspektasi inflasi. Penjelasan determinan inflasi sebagai berikut : 1. Cost Push Inflation disebabkan depresiasi nilai tukar, dampak inflasi luar negeri terutama harga barang impor, peningkatan harga-harga komoditi yang diatur pemerintah (administered price), terjadi negative supply shocks akibat bencana alam dan terganggunya distribusi. 51
  • 52.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Jika harga bahan baku impor naik akibat kurs USD/IDR terapresiasi maka biaya produksi bertambah dan harga produk akan meningkat. Jika sebagian besar industri di Indonesia tergantung bahan baku impor maka harga-harga akan naik (inflasi). 2. Demand Pull Inflation dipengaruhi kenaikan permintaan barang dan jasa lebih besar dibandingkan jumlah produksi/pasokan persediaan. Permintaan emas, minyak bumi, rumah meningkat dibandingkan ketersediaan pasokan produksi akan menyebabkan kenaikan harga-harga komoditas tersebut. 3. Ekspektasi inflasi dipengaruhi perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi dalam menggunakan ekspektasi angka inflasi dalam keputusan kegiatan bisnis. Ekspektasi inflasi ini tercermin dari pembentukan harga di tingkat produsen dan pedagang terutama pada saat menjelang hari-hari besar keagamaan (lebaran, natal, dan tahun baru), kenaikan gaji pegawai negeri, dan upah minimum regional (UMR). Meskipun ketersediaan barang mencukupi untuk mendukung kenaikan permintaan, namun harga barang dan jasa pada saat-saat hari raya keagamaan meningkat lebih tinggi dari komdisi supply-demand tersebut. Demikian halnya pada saat kenaikan gaji pegawai dan penentuan UMR, pedagang ikut pula meningkatkan harga barang meski kenaikan upah tersebut tidak terlalu signifikan dalam mendorong peningkatan permintaan. 7.4 Dampak Inflasi Kestabilan inflasi merupakan hal penting bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi, manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pertama, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin, bertambah miskin. 52
  • 53.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan. Pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah. 7.5 Kebijakan Moneter dan Inflasi Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Dalam melaksanakan kebijakan moneter, Bank Indonesia menganut sebuah kerangka kerja yang dinamakan Inflation Targeting Framework (ITF). Kerangka kerja ini diterapkan secara formal sejak Juli 2005, setelah sebelumnya menggunakan kebijakan moneter yang menerapkan uang primer (base money) sebagai sasaran kebijakan moneter. Dengan kerangka ITF, Bank Indonesia mengumumkan sasaran inflasi kepada publik dan kebijakan moneter diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah tersebut. Kebijakan moneter dilakukan mencapai sasaran inflasi di masa datang. Perubahan tinjauan dan pantauan kebijakan moneter dilakukan terus menerus dan 53
  • 54.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. dievaluasi melihat perkembangan inflasi mendatang sesuai dengan sasaran inflasi yang telah dicanangkan. Kebijakan moneter diliakukan secara transparan dan akuntabel kebijakan kepada publik. Secara operasional, perubahan kebijakan moneter dilakukan penetapan suku bunga kebijakan (BI Rate) yang diharapkan akan memengaruhi suku bunga pasar uang dan suku bunga deposito dan suku bunga kredit perbankan. Perubahan suku bunga ini pada akhirnya akan memengaruhi output dan inflasi. Dengan telah dilepaskannya sistem nilai tukar dengan band intervensi nilai tukar (crawling band) di tahun 1997, Bank Indonesia memerlukan jangkar nominal (nominal anchor) baru dalam rangka menjalankan kebijakan moneter. Jangkar nominal adalah variabel nominal (seperti indeks harga, nilai tukar, atau uang beredar) yang ditargetkan secara eksplisit oleh bank sentral sebagai dasar/patokan bagi pembentukan harga lainnya. Kebijakan moneter memerlukan jangkar nominal untuk menentukan adanya kejelasan arah kebijakan moneter sehingga masyarakat memiliki pedoman ekspektasi inflasi. Selain itu juga, Bank Indonesia secara konsisten dapat mencapainya akan meningkatkan kredibilitas kebijakan moneter. 7.6 Bank Indonesia dan Inflasi Kebijakan moneter Bank Indonesia ditujukan untuk mengelola tekanan harga yang berasal dari sisi permintaan aggregat (demand management) relatif terhadap kondisi sisi penawaran. Kebijakan moneter tidak ditujukan untuk merespon kenaikan inflasi faktor bersifat kejutan yang bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya. Hal tersebut karena keterbatasan Bank Indonesia mengendalikan inflasi dipengaruhi kejutan (shocks). Maka BI memerlukan kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah melalui kebijakan makroekonomi yang terintegrasi baik dari kebijakan fiskal, moneter maupun sektoral. Koordinasi antara pemerintah dan BI dengan membentuk Tim Koordinasi Penetapan Sasaran, Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) tahun 2005. 54
  • 55.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah dan Bank Indonesia, sasaran inflasi ditetapkan tiga tahun ke depan melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Berdasarkan PMK No.143/PMK.011/2010, sasaran inflasi yang ditetapkan Pemerintah periode 2010–2012 adalah 5,0%, 5,0%, dan 4,5% dengan deviasi ±1%. Tabel Perbandingan Target Inflasi dan Aktual Inflasi Tahun Target Inflasi Inflasi Aktual (%, yoy) 2001 4% - 6% 12,55 2002 9% - 10% 10,03 2003 9 +1% 5,06 2004 5,5 +1% 6,40 2005 6 +1% 17,11 2006 8 +1% 6,60 2007 6 +1% 6,59 2008 5 +1% 11,06 2009 4,5 +1% 2,78 2010* 5+1% - 2011* 5+1% - 2012* 4.5+1% - *) berdasarkan PMK No.143/PMK.011/2010 tanggal 24 Agustus 2010 55
  • 56.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rangkuman Inflasi merupakan masalah perekonomian yang ditandai dengan kenaikan harga barnag- dan jasa secara umum dan bersamaan. Inflasi dibagi tiga berdasarkan nilainya yaitu moderat, ganas, dan hiperinflasi. Inflasi diagregasi menjadi inflasi inti dan non inti. Inflasi disebabkan dari sisi biaya produksi, kenaikan permintaan, dan ekspekstasi pelaku ekonomi. Dampak inflasi adalah menurunnya pendapatan riil masyarakat, ketidakstabilan harga, dan tekanan pada nilai kurs rupiah. Bank Indonesia mengendalikan inflasi dengan kerangka Inflation Target Frremwork (ITF) bekerjasama dengan Kementereian Keuangan, Perindustrian dan Perdagangan. Target inflasi ditetapkan Menteri Keuangan sebagai acuan target inflasi. Soal 1. Apa yang dimaksud inflasi? 2. Jelaskan perbedaan inflasi berdasarkan nilainya? 3. Jelaskan sumber-sumber penentu inflasi inti dan non inti? 4. Jelaskan sumber penyebab inflasi karena harga bahan baku impor naik akibat kurs? 5. Jelaskan dampak inflasi bagi aktivitas produksi dan penentuan harga komoditas ekspor? 56
  • 57.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB VIII TEORI TINGKAT BUNGA Sub Kompetensi yang dicapai adalah : 1. Menjelaskan konsep bunga dan nilai uang. 2. Menghitung nilai waktu uang present value. 3. Memilih investasi berdasarkan tingkat bunga dan return pendapatan. 8.1 Pengertian Dasar Ekonomi konvensional menerapkan konsep bunga sebagai balas jasa return kegiatan bisnis. Bunga dibebankan dalam peminjaman uang. Sehingga, uang yang diterima sekarang nilainya lebih besar dibandingkan saat diterima di tahun depan. Konsep bunga telah berkembang dari pemikiran bahwa bunga adalah bentuk kompensasi atau risiko atas uang pinjaman. Selanjutnya, teori abstinance interest menjelaskan bunga adalah harga yang dibayarkan sebagai tindakan menahan keinginan (abstinence) pemilik uang untuk tidak membelanjakan uangnya, sehingga ada kemungkinan bagi dirinya untuk bisa berhemat dan menabung. Sedangkan Marshall berpendapat bahwa bunga adalah bentuk produktivitas dari modal. Produktivitas tersebut dipengaruhi tingkat suku bunga, sedangkan suku bunga merupakan balas jasa atas pengorbanan tabungan atau pengorbanan 'menunggu'. Bank memberikan pinjaman dengan membebankan bunga sebagai jasa pemberian kredit. Pemungutan bunga didasarkan atas : a. Teori Nilai Nilai uang sekarang lebih besar daripada nilai yang akan datang. Perbedaan nilai ini harus mendapat penggantian bunga. b. Teori Pengorbanan Pengorbanan meminjamkan uang akan mendapatkan balas jasa berupa pembayaran bunga. Alasan pembayaran bunga adalah pemilik uang 57
  • 58.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. meminjamkan uang kepada debitur, selama uangnya belum dikembalikan tidak dapat mempergunakan uang tersebut. c. Teori keuntungan Bunga dibebankan karena motif laba yang ingin dicapai. Bank dan pelaku ekonomi mau dan bersedia membayar bunga didasarkan atas laba yang akan diperoleh. Laba merupakan pendorong munculnya bunga bagi pengusaha dan masyarakat untuk menabung. 8.2 Nilai Waktu Dari Uang Nilai uang sekarang tidak sama dengan nilai di masa depan. Nilai uang yang dimiliki sekarang (present value) nilainya lebih tinggi dibandingkan dengan nilai uang di masa mendatang (future value). Konsep Present Value didasarkan pada nilai uang sekarang lebih tinggi dibandingkan nilai uang di masa mendatang. Formula untuk mencari nilai sekarang: = (1 + ) CF = Cash flow dalam tahun ke-n i = tingkat bunga tahunan n = jumlah tahun Konsep present value berguna digunakan, karena menggambarkan nilai dari pinjaman dengan tingkat bunga simpel ditambahkan pada nilai sekarang saat pembayaran dilakukan di masa mendatang. Perbedaan nilai sekarang dan masa mendatang tergantung dari perbedaan waktu lamanya pembayaran. Konsep Future Value dicari dengan rumus FV = CF (1 + i)n Contoh : A menabung 1.000.000 IDR dengan bunga 10% maka setelah satu tahun A akan mendapat : FV = 1.000.000 (1 + 0,1)1 FV = 1.100.000 IDR ( ) disebut juga sebagai discount factor. 58
  • 59.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Konsep nilai waktu dari uang (time value of money) mengilhami lahirnya model-model teori investasi. Nilai uang masa mendatang jika didiamkan saja akan semakin turun. Penurunan ini disebabkan naiknya harga barang atau inflasi. Karena itu, agar future value dari uang tetap bertahan atau bahkan bertambah maka uang itu harus diinvestasikan pada instrumen investasi tertentu. 8.3 Ukuran Tingkat Bunga Ada beberapa pilihan sistem bunga dipilih untuk menginvestasikan uang yaitu : 1. Bunga Sederhana (simple interest) Mari kita ambil contoh, misalkan A memiliki dana sejumlah 1.000.000 IDR dan akan mendepositokan uang dengan suku bunga sebesar 12 persen per tahun. Maka A akan menerima 120.000 IDR per tahun. Setelah sepuluh tahun, A akan mendapatkan total bunga sebesar 1.200.000 IDR. Saldo investasi A menjadi: 1.000.000 IDR (dana awal) + 1.200.000 IDR (jumlah total bunga) = 2.200.000 IDR. Rumus bunga sederhana = 100 I = Bunga yang dibayar P = modal R = tariff bunga T = jangka waktu 2. Bunga Berbunga (compound interest). Konsep bunga berbunga adalah suatu konsep di mana bunga yang didapatkan akan ditambahkan ke uang pokok, sehingga bunga yang dihasilkan pada tahun berikutnya akan lebih besar. Bunga berbunga dibagi yaitu : * Bunga Berbunga Tahunan (yearly compound interest) * Bunga Berbunga Bulanan (monthly compound interest) * Bunga Berbunga Harian (daily compound interest) 59
  • 60.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rumus yang digunakan : A = P (1+i)n Dimana : A = investasi selama periode transaksi P = modal i = tariff bunga per periode (dlm decimal) n = jumlah periode bunga Perbedaan penggunaan sistem bunga menghasilkan perbedaan saldo investasi pada akhir tahun, walaupun sama-sama menjanjikan bunga 12 persen per tahun. Penyebabnya adalah tingkat suku bunga yang berbeda. Perbedaan tingkat bunga itulah yang memunculkan istilah "suku bunga efektif" (effective rate). Suku bunga efektif adalah perbandingan jumlah bunga diperoleh dengan jumlah uang awal diinvestasikan. Cara menghitung bunga efektif sangat mudah: bunga yang terima pada akhir tahun dibagi dengan nilai nominal uang pada awal tahun. Bunga riil diperoleh dengan menghitung selisih bunga nominal dengan tingkat inflasi. Berdasarkan konsep bunga riil, ekspektasi return, dan tingkat inflasi, uang dapat diinvestasikan membeli aset. 8.3 Pilihan Aset Melakukan Investasi Investasi Aset Sebelum menganalisis penawaran dan permintaan dari pasar obligasi dan pasar uang, harus memahami lebih dulu penentu jumlah permintaan aset. Aset adalah bagian dari properti yang merupakan penyimpan nilai seperti uang, oligasi, saham, tanah, rumah, peralatan pertanian dan mesin industri. Faktor- faktor yang mempengaruhi pembelian dan memegang aset adalah : 1. Kekayaan, adalah total aset dan sumberdaya dimiliki oleh individu. Dengan asumsi faktor lain tetap, peningkatan kekayaan akan meningkatkan jumlah permintaan aset. 2. Ekspektasi hasil/pendapatan yang akan diperoleh di masa mendatang pada satu aset dibanding dengan aset lain. Asumsi faktor lain tetap, peningkatan 60
  • 61.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. ekspektasi pendapatan aset satu dibandingkan aset lain akan meningkatkan jumlah permintaan asset. 3. Tingkat resiko berhubungan dengan hasil yang diperoleh pada aset satu dibanding aset lain. Asumsi faktor lain tidak berubah, jika tingkat resiko aset naik dibandingkan aset lain, maka jumlah permintaan aset akan turun. 4. Likuiditas. Kemudahan dan kecepatan aset dapat dijual dalam bentuk uang kas dibanding aset lain. Semakin aset lebih likuid dibanding aset lain, maka jumlah permintaan aset akan naik. Teori Permintaan Aset, asumsi faktor-faktor lain tetap : 1. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara positif oleh kekayaan. 2. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara positif oleh harapan hasil pendapatan aset. 3. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara negatif oleh tingkat resiko aset dibanding aset lain. 4. Jumlah permintaan aset dipengaruhi secara positif oleh likuiditas aset. Investasi Obligasi Keseimbangan pasar obligasi terjadi ketika jumlah permintaan dan penawaran sama akan membentuk harga dan jumlah diperjualbelikan. Perubahan Permintaan Obligasi ditentukan oleh : 1. Kekayaan. Peningkatan kekayaan berpengaruh positif terhadap pergeseran obligasi. 2. Ekspektasi tingkat bunga obligasi. Tingginya ekspektasi tingkat bunga obligasi masa datang lebih rendah dibandingkan harapan keuntungan akan menurunkan permintaan. Rendahnya tingkat bunga di masa depan akan meningkatkan permintaan obligasi. Peningkatan tingkat inflasi akan menurunkan permintaan obligasi 3. Resiko Obligasi. Peningkatan resiko obligasi akan menurunkan permintaan obligasi. 4. Likuiditas Obligasi. Penigkatan likuiditas obligasi akan meningkatkan permintaan obligasi. 61
  • 62.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Perubahan Penawaran Obligasi. Faktor-faktor yang memepengaruhi penawaran yaitu : 1. Ekspektasi profitabilitas dari kesempatan investasi. Ekspektasi profit obligasi meningkat maka akan meningkatkan jumlah penawaran obligasi. 2. Ekspektasi inflasi. Peningkatan ekspektasi tingginya inflasi akan menyebabkan peningkatan jumlah penawaran obligasi. 3. Pengeluaran pemerintah. Peningkatan defisit pengeluaran pemerintah akan meningkatkan penawaran jumlah obligasi. Rangkuman Bunga dikenakan karena adanya selisih nilai uang sekarang dan dimasa mendatang, opportunity penggunaan uang, dan laba yang diperoleh. Nilai waktu uang dihitung dengan bunga dan discount factor. Nilai waktu uang dibagi menjadi present value dan future value. Bunga yang sering digunakan sebagai pertimbangan investasi adalah bunga sederhana, dan majemuk. Nilai uang masa mendatang karena menurun maka perlu melakukan investasi yang tepat guna memperoleh return uang yang dimiliki. Faktor yang mempengaruhi permintaan aset adalah kekayaan, return pendapatan, likuiditas dan resiko. Soal. 1. Jelaskan kenapa bunga dikenakan sebagai balas jasa pengembalian uang? 2. Menurut saudara, apakah pengenaan bunga berdasarkan selisih uang sekarang dan mendatang betul? Jelaskan! 3. Jelaskan perbedaan pengenaan bunga dan bagi hasil laba-rugi! 4. Jelaskan hubungan uang dipegang, nilai uang, pengembalian investasi, dan pemilihan aset investasi! 5. PT ABC menginvestasikan modal 100.000.000 IDR dengan pilihan bunga 12% selama 5 tahun dan tingkat inflasi 10%. Carilah return yang diterima dengan future value dan present value! 6. Sebutkan aset-aset yang bisa digunakan untuk investasi! 7. Jelaskan faktor-faktor yang menentukan permintaan aset! 62
  • 63.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB IX PASAR VALUTA ASING Sub Kompetensi diperoleh yaitu : 1. Menjelaskan kurs valas, pasar valas, sistem penetapan kurs. 2. Menganalisis faktor-faktor mempengaruhi kurs. 3. Menghitung kurs berdasarkan teori IRP dan PPP 9.1 Valuta Asing Perekonomian terbuka mendorong perdagangan internasional ekspor dan impor di Indonesia. Perkembangan ekspor dan impor mendorong pelaku ekonomi menggunakan mata uang asing untuk melakukan transaksi pembayaran. Hal tersebut sesuai dengan teori likuiditas preferensi Keynes, permintaan uang asing dipengaruhi oleh motif transaksi pembayaran, berjaga-jaga, dan spekulasi. Valuta asing dibutuhkan pelaku ekonomi untuk membayar transaksi perdagangan ekspor dan impor. Permintaan valuta asing diperlukan untuk mengantisipasi pembayaran masa mendatang. Fluktuasi kurs valas diperjualbelikan di pasar valas dimanfaatkan spekulan dan arbitraser untuk mendapatkan keuntungan. Kurs didefinisikan sebagai nilai tukar mata uang domestik ditukar dengan nilai mata uang asing. Valas bisa juga diartikan perbandingan nilai mata uang dalam negeri dengan luar negeri. Valas merupakan nilai mata uang dalam negeri untuk mendapatkan mata uang asing. Contoh : Kurs Rp/$ yang berarti nilai tukar Rupiah (IDR) terhadap Dollar ($). Mata uang asing yang sering digunakan dalam transaksi eksim yaitu Dollar ($), Euro (€), Poundsterling (£), Yen (¥), Yuan (Y), dan Franc. Mata uang asing yang nilainya digunakan sebagai alat pembayaran perdagangan global dinamakan Hard Currency, seperti USD, EUR, Y, GBP, dan YUAN. Sedangkan valuta asing yang nilainya tidak stabil dan hanya digunakan dalam pembayaran perdagangan domestik disebut Soft Currency. Contoh adalah IDR, Bhat, Peso, Rupee, Ringgit, dan sebagainya. 63
  • 64.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 9.2 Pasar Valuta Asing Valuta asing diperdagangkan di pasar valas dimana penawaran dan permintaan bertemu. Bursa valas merupakan suatu tempat atau media atau sistem dimana masyarakat, perusahaan, bank dapat melakukan transaksi keuangan internasional melakukan pembelian dan penjualan foreign exchange (forex). Gambaran mekanisme pasar valas dijelaskan pada gambar berikut ini. Batik Importir Eksportir (Singapura) USD 10.000 (IND) Kurs Beli Kurs Jual USD USD Bank IDR Bank IDR Bank Sentral Kurs Jual Kurs Beli Importir Mesin Ekspor (Jakarta) 10.000 JPY (Jepang) Sumber : Hady (2000). Importir di Jakarta membeli mesin dari eksportir dari Jepang seharga 10.000 Yen, maka importir akan menukar IDR dengan untuk membeli JPY di Bank. Kurs Jual yang digunakan karena Bank menjual JPY kepada importir. Eksportir batik menjual kain batik kepada pembeli dari Singapura seharga 10.000 dollar, maka eksportir batik akan memperoleh USD dari importir. Eksportir batik akan menukar USD menjadi IDR di Bank maka digunakan kurs beli, karena Bank membeli USD dari eksportir. Kurs Jual lebih tinggi dibandingkan kurs beli, selisih nilai kurs jual dan beli dinamakan spread. Kurs tengah atau rata-rata merupakan nilai kurs tengah jual dan beli. Bank yang memerlukan jumlah valas banyak untuk memenuhi permintaan nasabah, maka bank akan menghubungi bank devisa lain atau Bank Indonesia untuk membeli valas. 64
  • 65.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Pasar valas bermanfaat bagi pelaku bisnis yaitu ; 1. Mempermudah transaksi perdagangan dan pembayaran internasional. 2. Menyediakan fasilitas kredit untuk pembayaran internasional. 3. Menyediakan fasilitas hedging, yaitu tindakan pengusaha valas menghhindari resiko kerugian atas fluktuasi valas. Jenis Pasar Valas 1. Spot Market. Spor Market adalah bursa valas dimana transaksi jual beli valas yang terjadi hari tesebut (t) akan diselesaikan dalam jangka waktu t + 2 hari saat jam kerja. Spot market merupakan pasar valas yang menghasilkan spot rate. Kurs spot terjadi hari ini 1 $ = IDR 10.000, JPY = 2500 IDR. Maka dapat dicari Kurs $ terhadap JPY berikut : Kurs USD = 1 USD/ 10.000 IDR x 2500 IDR/1 JPY = 0,25 JPY. 2. Forward Market Forward market adalah bursa valas saat transaksi kesepakatan hari tertentu maka transaksi penjualan dan pembelian akan digunakan atau diberlakukan untuk waktu yang akan datang lebih dari 2 x 24 jam hingga 12 bulan. Perusahaan memerlukan dana untuk membayar kontrak pembelian bahan baku 1.000.000 USD dalan jangka waktu 90 hari. Spot rate saat tanggal 1 Nopember 2011 adalah 1 USD = 8.500 IDR. Karena fluktuasi kurs, maka perusahaan memilih kurs forward 90 hari 1 USD = 9.000 IDR. Perhitungan forward dengan rumus ; Forward Premium/Discount = 100 Keterangan ; FR = Forward rate; SR = Spot Rate; n=hari FR premium/discount = 100 = 0,058 x 4 x 100 = 23,53%. Kesimpulan diperoleh : FR > SR atau valas forward mengalami apresiasi, sebaiknya forward contract dilakukan dengan forward premium (FP). 65
  • 66.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. FR < SR atau valas forward mengalami depresiasi, sebaiknya forward contract dilakukan dengan forward discount (FD). 3. Future Market Future market merupakan salah satu bentuk bursa valas, kontrak valas dilakukan untuk melindungi posisi fluktuasi kurs. Future market merupakan bursa valas yang dapat digunakan dengan hak untuk membeli (call option) atau hak untuk menjual (put option) yang dapat dibatalkan atas sejumlah unit valas pada harga dan jangka waktu tertentu. 9.3 Sistem Penetapan Kurs Sistem penetapan kurs dibagi yaitu : 1. Fixed Exchange Rate. Nilai tukar mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya ditetapkan oleh pemerintah pada nilai tukar tetap. Meskipun nilai tukar ditetapkan pemerintah, namun perubahan permintaan dan penawaran mata uang di pasar valuta asing menyebabkan fluktuasi naik turunnya kurs. Contoh kasus. Pemerintah menetapkan nilai tukar 1 USD = 8000 IDR, tetapi di pasar valas 1 USD = 9000 IDR maka kurs ditetapkan pemerintah dianggap over valued. Maka Bank Sentral akan menjual cadangan devisa USD ke pasar (lose reserve) agar kurs valas di pasar kembali lagi ke nilai tukar 1 USD = 8000 IDR. Pemerintah menetapkan nilai tukar 1 USD = 8000 IDR, tetapi di pasar valas 1 USD = 7000 IDR maka kurs ditetapkan pemerintah dianggap under valued. Maka Bank Sentral akan membeli USD sehingga cadangan devisa bertambah agar nilai tukar kembali sesuai ketetapan Pemerintah. Kebaikan penetapan sistem kurs tetap adalah mampu memberikan kepastian nilai tukar. Kelemahannya adalah Pemerintah harus memiliki cadangan devisa yang besar untuk berjaga-jaga jika dibutuhkan untuk melakukan intervensi pasar. 2. Managed Floating Exchange Rate 66
  • 67.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Sistem kurs mengambang terkendali menentukan kurs valas di bursa valas terjadi dengan campur tangan pemerintah yang mempengaruhi permintaan dan penawaran melalui kebijakan moneter. Kurs yang ingin dipertahankan Pemerintah 1 USD = 8000 IDR. Capital inflow yang masuk ke Indonesia akan meningkatkan penawaran USD, sehingga akan menyebabkan kurs IDR/USD akan apresiasi 1 USD = 7000 IDR. Jika pemerintah ingin mempertahankan 1 USD = 8000 IDR, maka pemerintah akan melakukan intervensi melalui kebijakan moneter meningkatkan permintaan USD dengan harapan kembali ke kurs awal. 3. Floating Exchange Rate Sistem penetapan kurs valas yang menyerahkan sepenuhnya perubahan fluktuasi kurs apresiasi atau depresiasi kepada kekuatan permintaan dan penawaran valas tanpa campur tangan dari Pemerintah dan Bamk Sentral. Indonesia menganut sistem kurs mengambang bebas sejak tahun 1997 hingga sekarang. Dengan menganut sistem ini, kurs valas USD terhadap IDR sepenuhnya berfluktuasi apresiasi atau depresiasi tergantung dari permintaan dan penawaran valas di bursa valas. Sistem penetapan kurs memiliki kelebihan bahwa bank Sentral tidak lagi mengeluarkan cadangan devisa guna mempengaruhi kurs USD/IDR. 9.4 Faktor Mempengaruhi Valas Faktor yang mempengaruhi fluktuasi Valas dipengaruhi oleh faktor : a. Transaksi Pembayaran Ekspor-Impor. Pembayaran impor memerlukan sejumlah USD guna membayar komoditas impor sehingga permintaan USD akan meningkat. Eksportir menerima pembayaran USD dari importir luar negeri akan menyebabkan penawaran USD bertambah. Jika neraca perdagangan surplus (X > M) maka cadangan devisa meningkat. Surplus akan menyebabkan penawaran USD bertambah akibatnya Kurs USD/IDR akan melemah (depresiasi) atau Kurs IDR/USD menguat (apresiasi). 67
  • 68.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Jika neraca perdagangan defisit (M > X) maka cadangan devisa berkurang. Defisit akan menyebabkan permintaan USD bertambah akibatnya Kurs USD/IDR akan menguat (apresiasi) atau Kurs IDR/USD melemah (apresiasi). Kesimpulan surplus neraca perdagangan berpengaruh positif terhadap Kurs IDR/USD. b. Tingkat Pendapatan (Produk Domestik Bruto). Tingkat pendapatan meningkat akan menyebabkan permintaan USD, maka Kurs IDR/USD akan melemah (depresiasi). Tingkat pendapatan berpengaruh negatig terhadap Kurs IDR/USD. c. Tingkat Suku Bunga. Perbedaan tingkat suku bunga di antara dua negara akan menyebabkan fluktuasi kurs valas. Jika tingkat suku bunga di Indonesia lebih tinggi dibandingkan di Amerika, investor dari USA akan mennginvestasikan uang ke Indonesia. Aliran modal masuk (Capital Inflow) masuk ke Indonesia meningkat dan menyebabkan penawaran USD bertambah, permintaan IDR meningkat. Sehingga kurs spot IDR/USD menguat (apresiasi) tetapi kurs forward saat jatuh tempo pembayaran akan menyebabkan kurs IDR/USD melemah (depresiasi). Begitu juga sebaliknya jika tingkat suku bunga di luar negeri (USA) lebih tinggi dibandingkan di Indonesia maka aliran modal keluar (capital outflow) bertambah. Akibatnya, kurs spot IDR/USD akan melemah (depresiasi) tetapi kurs forward saat jatuh tempo akan menyebabkan kurs IDR/USD menguat (apresiasi). Tingkat suku bunga berpengaruh negatif terhadap kurs IDR/USD. d. Tingkat Inflasi. Tingkat inflasi di dalam negeri lebih (Indonesia) tinggi dibandingkan di luar negeri (USA) maka kurs forward IDR/USD akan melemah (depresiasi). Begitu sebaliknya, jika tingkat inflasi di USA lebih tinggi dibandingkan di Indonesia maka kurs forward IDR/USD akan menguat (apresiasi). Tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap dalam negeri/luar negeri. 68
  • 69.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. e. Ekspektasi, Spekulasi, dan Rumor. Ekspektasi, spekulasi, dan Rumor bisa berpengaruh positif atau negatif terhadap kurs IDR/USD. Pemilihan Presiden RI 2009 dengan calon yang disukai negara luar negeri akan menyebabkan kurs IDR/USD akan menguat. 9.5 Hubungan Kurs Valas dan Ekspor-Impor Valas dan Ekspor Impor. Kurs IDR/USD menguat (apresiasi) maka harga komoditas ekspor Indonesia menjadi lebih mahal di luar negeri, akibatnya ekspor akan menurun. Kondisi yang berbeda, Kurs IDR/USD apresiasi maka harga komoditas impor menjadi lebih murah akibatnya jumlah komoditas impor masuk lebih banyak. Sebaliknya, jika Kurs IDR/USD melemah (depresiasi) maka harga komoditas ekspor menjadi lebih murah di pasar luar negeri akibatnya ekspor akan meningkat. Tetapi, harga komoditas impor lebih mahal sehingga jumlah impor berkurang. Valas dan Hutang. Jika kurs IDR/USD melemah (depresiasi) maka hutang luar negeri akan semakin membengkak. Valas dan Inflasi. Kurs dapat menyumbang tingkat inflasi di dalam negeri. Kurs IDR/USD menurun (depresiasi) akan menyebabkan harga bahan baku diimpor bertambah sehingga biaya produksi meningkat. Jika biaya produksi meningkat maka harga jual produk akan meningkat. Jika valas depresiasi maka biaya produksi meningkat, harga jual produk akan meningkat, dan menyebabkan inflasi. 9.6 Teori Interest Rate Parity Teori ini menjelaskan perbedaan tingkat suku bunga antar negara sama dengan perubahan kurs. Teori IRP menyatakan bahwa perbedaan tingkat bunga (sekuritas) pada pasar uang internasional akan cenderung sama dengan forward rate premium atau diskon (Hady, 2000). Konsep dasar teori ini sebenarnya bersumber dari Teori Likuiditas Preferensi Keynes. Masyarakat yang memiliki uang akan memilih memegang uang atau membelikan obligasi. Investor memilih membeli obligasi jika return pendapatan 69
  • 70.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. diperoleh lebih tinggi dibandingkan memegang uang tunai. Pemilik modal akan memilih membeli obligasi dengan membandingkan perbedaan tingkat bunga di setiap negara. Tingkat suku bunga obligasi Indonesia lebih tinggi dibandingkan di Amerika, maka investor Amerika akan memilih menginvestasikan di Indonesia dengan harapan mendapatkan return pendapatan yang tinggi. Investor Amerika membawa USD untuk ditukar dengan IDR guna membeli obligasi. Masuknya aliran dana (capital inflow) akan mengakibatkan kurs spot IDR/USD menguat (apresiasi) karena USD dijual dan permintaan IDR meningkat. Tetapi saat jangka waktu pembayaran jatuh tempo dan bunga obligasi, kurs forward IDR/USD akan melemah (depresiasi). Aliran dana investasi akan keluar dari Indonesia menuju Amerika, pendapatan dan return yang diperoleh dalam bentuk IDR akan ditukar dengan USD sehingga kurs IDR/USD depresiasi atau kurs USD/IDR menguat (apresiasi). Perbedaan tingkat bunga akan menyebabkan perubahan kurs valas : a. Jika tingkat suku bunga di luar (LN) lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri (DN) maka kurs forward DN/LN akan menguat (apresiasi). b. Jika tingkat suku bunga di dalam negeri (DN) lebih tinggi dibandingkan di luar negeri (LN) maka kurs forward DN/LN akan melemah (depresiasi) Penghitungan dengan rumus : (1 + ℎ) = −1 (1 + ) p = Prosentase kurs forward ih = tingkat bunga dalam negeri if = tingkat bunga luar negeri. Tingkat bunga per tahun IDR (ih) = 15% sedangkan tingkat bunga USD (if) = 6%. Spot rate 1 USD = 8000 IDR. Jika IDR sebagai valas dalam negeri maka: , p= , − 1 = 0,085 = 8,49% FR = 8000 (1+8,49%) = 8.679,2 berarti forward rate melemah (depresiasi). 70
  • 71.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 9.7 Teori Purchasing Power Parity Teori ini akan menjelaskan perbandingan antara tingkat harga dan inflasi antara dua negara akan menentukan tingkat kurs valas. Teori ini diperkenalkan oleh Gustav Cassel. Teori PPP dibagi atas dua jenis yaitu absolute dan relative PPP. Absolute Purchasing Power Parity Teori ini menjelaskan bahwa kurs valuta asing dinilai dari perbandingan harga produk atau jasa yang sama di kedua negara. Misalnya, harga 1 buah burger restoran cepat saji di USA senilai 3 USD sedangkan harga 1 buah burger di Indonesia seharga 22.000 IDR. Maka kurs USD/IDR dicari yaitu : Harga 1 burger di USA = Harga 1 burger di Indonesia 3 USD = 22.000 IDR 1 USD = 7333 IDR Akan tetapi teori ini memiliki kelemahan yaitu : a. Kualitas dan standar produk dan jasa di setiap negara berbeda. b. Data tentang komoditas produk dan jasa di setiap negara sulit diperoleh. c. Tidak memperhitungkan biaya transportasi dan tarif. d. Tidak memperhitungkan daya beli uang. Sehingga muncul teori relative Purchasing Power Parity yang memasukkan tingkat inflasi untuk mengakomodasi perubahan fluktuasi harga komoditas dan daya beli mata uang di setiap negara. Relative Purchasing Power Parity Teori ini menjelaskan pengaruh inflasi si setiap negara terhadap perbandingan kurs nilai mata uang asing dan domestik. Pedoman perbandingan inflasi yaitu : a. Jika tingkat inflasi di dalam negeri > inflasi di luar negeri maka kurs valas DN/LN akan melemah (depresiasi). b. Jika tingkat inflasi di luar negeri > inflasi di dalam negeri maka kurs valas DN/LN akan menguat (apresiasi). 71
  • 72.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Rangkuman Kurs merupakan perbandingan nilai mata uang domestik dengan asing. Permintaan valuta asing disebabkan transaksi pembayaran ekspor-impor. Valas diperdagangkan di pasar uang. Jenis pasar uang valas yaitu spot market, forward market, dan future. Valas diperdagangkan sehingga kurs valas berfluktuasi naik turun. Fluktuasi inilah yang digunakan spekulan dan arbritrager untuk mengambil keuntungan dan resiko kerugian. Valas ditetapkan berdasarkan sistem fixed, managed, dan floating. Faktor- faktor yang mempengaruhi fluktuasi kurs adalah transaksi ekspor-impor, tingkat pendapatan (GDP), tingkat suku bunga, tingkat inflasi, dan ekspektasi atau rumor. Kurs domestik/asing meningkat akan menurunkan potensi ekspor dan meningkatkan jumlah impor. Teori yang menjelaskan perubahan kurs valuta asing adalah Teori Interest Rate Parity dan Purchasing Power Parity. Soal 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Kurs? 2. Jelaskan apa yang dimaksud Kurs Jual dan Beli? 3. Apa yang dimaksud dengan kurs spot, forward, dan future? 4. Sistem penetapan kurs tetap dapat mengakibatkan kurs over valued dan under valued, jelaskan hal tersebut? 5. Jelaskan kebaikan dan keburukan sistem penetapan kurs fixed dan floating? 6. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kurs? 7. Jelaskan pengaruh apresiasi kurs terhadap ekspor dan impor? 8. Jelaskan manfaat pasar valas terhadap bisnis internasional? 9. Jelaskan perbedaan tingkat suku bunga mempengaruhi apresiasi kurs? 10. Jelaskan kurs dinilai dari perbandingan harga komoditas dan tingkat inflasi antara kedua negara! 72
  • 73.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. BAB X PEMBAYARAN INTERNASIONAL Sub Kompetensi dicapai : 1. Mahasiswa mampu menjelaskan dan membedakan bentuk pembayaran internasional 10.1 Definisi Pembayaran Internasional adalah mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan perdagangan ekspor dan impor. Komponen yang terlibat adalah alat pembayaran, mekanisme pembayaran, waktu penyelesaian, dokumen dibutuhkan, regulasi, pihak perbankan, eksportir, dan importir. Pemilihan pembayaran internasional dipengaruhi alasan : a. Ekportir dan importir belum saling mengenal dan kurang percaya. b. Perbedaan dan resiko nilai mata uang digunakan. c. Resiko gagal bayar dihadapi eksportir. d. Keterlambatan pengiriman komoditas. e. Kredibilitas bank yang dipilih 10.2 Bentuk Pembayaran Internasional Pelaksanaan pembayaran internasional terdiri atas jenis : a. Cash in Advance Payment Suatu cara pembayaran yang dilakukan importir kepada eksportir sebelum barang dikapalkan. Pembayaran dilakukan secara tunai baik secara keseluruhan (full payment) atau sebagian (partial payment). b. Open account Cara pembayaran yang dilakukan kemudian setelah produk dikirim dan laku terjual atau setelah jangka waktu tertentu. Pembayaran ini dilakukan karenna 73
  • 74.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. pembeli dan penjual sudah saling kenal dan percaya sepenuhnya. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan afiliasi dan intra perusahaan multinasional. c. Private Compensation Suatu metode pembayaran internasional yang dilakukan antara pembeli dan penjual dengan jalan melakukan kompensasi penuh atau sebagian hutang piutang baik secara langsung atau tidak langsung. d. Letter of Credit Letter of credit (L/C) adalah Suatu surat pernyataan yang dikeluarkan oleh issuing bank atas permintaan importir yang ditujukan kepada eksportir/beneficiary melalui advising/confirming bank dengan menyatakan bahwa issuing bank akan membayar sejumlah uang tertentu apabila syarat- syarat dokumen dalam L/C terpenuhi. Pembayaran yang sering dipakai dalam transaksi ekspor-impor menggunakan L/C karena memiliki kelebihan :  Jaminan kepastian pembayaran bagi eksportir karena L/C tidak dapat dibatalkan kedua pihak eksportir dan importir (irrevocable L/C).  Jaminan penerimaan barang bagi importir melalui perbankan yang akan menyerahkan pembayaran sesuai dengan syarat-syarat ditetapkan L/C.  Fasilitas kredit dengan jaminan L/C. e. Draft or Commercial Bill of Exchange Suatu surat perintah tertulis dari seorang eksportir (drawer) yang ditujukan kepada importir (drawee) atau agen untuk melakukan pembayaran sejumlah tertentu dan pada jangka waktu atau tanggal tertentu kepada pihak yang ditunjuk atau pemegang atau pembawa draft tersebut. Draft dibagi menjadi dua jenis yaitu clean draft dan documentary draft. f. Cosigment Cara pembayarann internasional yang dilakukan importir kepada eksportir setelah barangnya laku terjual kepada pihak ketiga. 74
  • 75.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 10.3 Mekanisme Pembayaran Internasional Mekanisme pembayaran yang akan dibahas berikut ini menggunakan L/C. Secara umum mekanisme pembayaran transaksi internasional melibatkan eksportir, importir, issuing bank, dan correspondent bank. Gambaran umum mekanisme pembayaran dilihat di bawah ini. Gambar 10. 1 Mekanisme Pembayaran (1) Importir Eksportir (6) (4) (7) (8) (2) (10) (11) Issuing Bank (3) Advising Bank (9) Sumber : Hady (2000), Amir MS (1996), Arbi (2004) Keterangan : 1. Pembuatan sales contract antara importir dan eksportir. 2. Importir mengajukan aplikasi pembukaan L/C kepada issuing bank. 3. Issuing bank akan mengirimkan L/C kepada eksportir melalui confirming bank. 4. Advising/confirming bank akan memberikan advise atau pemberitahuan kepada eksportir tentang kedatangan L/C dan meminta eksportir untuk menunjukkan bukti pengiriman barang (Bill of Lading/BL) untuk dapat dibayar. 5. Eksportir mengirim barang kepada importir melalui perusahaan pelayaran dengan mendapat BL dan dokumen-dokumen dari Bea Cukai dan Surveyor. 6. Perusahaan pelayaran menyerahkan BL kepada eksportir. 7. Eksportir menyerahkan BL dan dokumen pendukung ke Advising Bank untuk mendapatkan pembayaran. 75
  • 76.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. 8. Advising Bank menyelesaikan pembayaran kepada eksportir atas dasar penyerahan BL. 9. Advising Bank akan meneruskan BL dan dokumen pendukung kepada Issuing Bank untuk diteruskan kepada importir. 10. Issuing Bank akan menyampaikan BL kepada importir untuk penyelesaian pengeluaran barang di pelabuhan. 11. Importir menyelesaikan pelunasan pembayaran dengan Issuing Bank. 10.4 Pihak-Pihak Terkait Berdasarkan mekanisme pembayaran diatas, pihak-pihak yang terlibat pembayaran internasional yaitu : a. Eksportir (Beneficiary) sebagai Penyedia barang dan jasa (supplier) di luar negeri yang menerima L/C dari Issuing Bank melalui Advising Bank. b. Importir adalah pihak pembeli barang dan jasa c. Bank Penegosiasi (Negotiating Bank) adalah Bank yang melakukan pembelian wesel dan atau dokumen berdasarkan L/C. d. Bank Penerbit (Issuing Bank) merupakan Bank yang menerbitkan L/C. e. Bank Penerus (Advising Bank) adalah Bank yang meneruskan L/C kepada Beneficiary. Rangkuman Pembayaran internasional dapat dilakukan dengan metode Advance Payment, Open Account, Private Compensation, Letter of Credit, Commercial Bill of Exchange, dan Consignment. Pihak-pihak yang terkait dalam proses pembayaran adalah eksportir, importir, issuing bank, advising bank dan negotiating bank. Soal 1. Sebutkan pembayaran internasional yang memiliki resiko kecil dalam perdagangan internasional? 2. Jelaskan mekanisme pembayaran internasional dengan adanya ekspor dan impor! 76
  • 77.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. DAFTAR PUSTAKA Amir M.S., 1996. Letter of Credit dalam Bisnis Ekspor Impor. Jakarta : PT. Pustaka Binaman Presindo. Arbi, M. Syarif. 2004. Petunjuk Praktis Perdagangan Luar Negeri Seri Impor. Yogyakarta : BPFE. Arbi, M. Syarif. 2004. Petunjuk Praktis Perdagangan Luar Negeri Seri Ekspor. Yogyakarta : BPFE. Bank Indonesia, 2011. Inflasi. http : www.bi.go.id Bank Indonesia, 2011. Instrumen Pembayaran. http : www.bi.go.id Bank indonesia, 2011. Moneter. http : www.bi.go.id Bank Indonesia, 2011. Perbankan. http : www.bi.go.id Bank Indonesia, 2011. Sistem Keuangan. http : www.bi.go.id Hady, Hamdy. 2000. Ekonomi Internasional Buku 1. Jakarta : Ghalia Indonesia. Hady, Hamdy. 2000. Ekonomi Internasional Buku 2. Jakarta : Ghalia Indonesia Mishkin, Frederic S. 2007. The Economics of Money, Banking, and Financial Markets. Eighth Edition. United State of America : Pearson Education, Inc. Nopirin, 2000. Ekonomi Moneter Buku I. Yogyakarta : BPFE. Nopirin, 2000. Ekonomi Moneter Buku II. Yogyakarta : BPFE. 77
  • 78.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Sistem Keuangan Fungsi Pasar Keuangan. Pasar keuangan menghasilkan fungsi utama untuk menghubungkan dana dari RT, Perusahaan, dan Pemerintah yang menabung dana surplus untuk meminjamkan kepada pihak yang memiliki defisit dan dana terbatas pendapatan. Aliran dana melalui sistem keuangan bisa secara langsung dan tidak langsung. Aliran pembiayaan secara langsung bisa melalui pasar keuangan dengan jalan menjual surat berharga. Jika tidak langsung, pihak investor bisa melalui perantara perusahaan keuangan. Fungsi pasar keuangan untuk menjembatani pihak surplus dana kepada pihak defisit dana dan akan mempermudah transfer dana investasi, dan meningkatkan efisiensi ekonomi. Struktur Pasar Keuangan terdiri atas : a). Pasar Saham dan Obligasi, b). Pasar Utama dan Sekunder, c). Pasar Valuta Asing. Instrumen Pasar Keuangan. 78
  • 79.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. Instrumen Pasar Uang terdiri dari : a). Obligasi Pemerintah, b). Negotiable Bank Certificates of Deposit, c). Commercial Paper/Obligasi Swasta, d). Banker’s Acceptance, d). Rephurchase Agreements, e). SBI. Instrumen Pasar Modal terdiri dari : a). Saham, b). Hipotik, c). Obligasi Pasar keuangan berperan penting menghasilkan efisiensi ekonomi yang menghubungkan dana dari masyarakat memiliki surplus keuangan kepada yang defisit. Pasar keuangan juga sebagai faktor kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Aktivitas dalam pasar keuangan memiliki dampak langsung pada kesejahteraan pribadi, lingkungan bisnis, konsumen dan kemampuan siklus perekonomian. Pasar Obligasi dan Tingkat Bunga Obligasi adalah sebuah pernyataan hutang yang berjanji untuk membayar hutang dan bunga pinjaman secara periodik. Tingkat bunga adalah biaya peminjaman atau harga sewa dibayarkan untuk pinjaman dana. Pasar obligasi berperan penting dalam kegiatan perekonomian karena memudahkan perusahaan dan pemerintah untuk meminjam dana guna membiayai kegiatannya dimana tingkat bunga sudah ditentukan. Pasar Saham Saham menunjukkan bagian kepemilikan perusahaan. Saham merupakan sebuah keamanan klaim pada pendapatan dan aset. Mengeluarkan saham dan menjual ke publik merupakan cara perusahaan meningkatkan dana untuk membiayai aktivitasnya. Pasar saham merupakan media perdagangan saham yang sering diikuti pasar keuangan di setiap negara. Pasar saham merupakan faktor penting dalam keputusan investasi bisnis, karena harga dari sebagian saham mempengaruhi sejumlah dana yang dapat dinaikkan dengan menjual saham baru untuk membiayai pengeluaran investasi. Pasar Valuta Asing (Foreing Excahange/Forex) Dana ditransfer dari satu negara ke negara lain harus dikonversikan ke dalam kurs yaitu dari nilai mata uang dalam negeri (Rp) ke nilai mata uang asing ($). Pasar valas adalah tempat dimana konversi nilai mata uang dilakukan. Pasar valas adalah media 79
  • 80.
    Generated by FoxitPDF Creator © Foxit Software http://www.foxitsoftware.com For evaluation only. memindahkan dana antar negara. Pasar valas sangat penting juga karena nilai antara mata uang ditentukan. Mengapa Mempelajari Perbankan dan Institusi Keuangan? Sistem keuangan sangat kompleks, terdiri dari berbagai tipe berbeda dari institusi keuangan swasta meliputi bank umum, perusahaan asuransi, dana mutual, perusahaan pembiayaan dan bank investasi yang diatur sangat ketat oleh Bank Sentral Indonesia. Pengusaha mau meminjam dana dari Perusahaan Besar (General Motors, Honda, dll) maka dia dapat meminjamnya secara tidak langsung melalui Bank (Lembaga Intermediasi Keuangan). Bank adalah institusi keuangan yang menerima tabungan dana pihak ketiga dan memberikan pinjaman. Bank umum memberikan jasa tabungan dan pinjaman guna mendukung aktivitas masyarakat konsumsi, pinjaman pembiayaan, dan aktivitas bsinis internasional. Selain bank, institusi lain yang berperan sebagai intermediasi keuangan antara lain, perusahaan asuransi, dana pensiun, dana mutual, dan bank investasi. Sehingga perlu mempelajari peranan Bank dan Institusi Keuangan. 80