SEJARAH
UANG
Arman Hadi.S.M.,M.M
SEJARAH TIMBULNYA
UANG
1. Sistem barter
Kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan cara
menukarkan barang dengan barang lain yang
dibutuhkan dengan nilai tukar tertentu. Sistem
barter tidak bisa digunakan lagi karena kesulitan
untuk mencari kesesuaian antara orang yang
membutuhkan dan orang yang memiliki barang yang
dibutuhkan atau double coincidence of want.
SEJARAH TIMBULNYA UANG
2. Uang barang (Commodity money)
Dengan keterbatasan sistem barter
orang membutuhkan alat pertukaran
yang sah dan disepakati bersama. Uang
barang dibuat dari komoditi tertentu
seperti emas, perak maupun kulit kayu
Kelemahan
uang
Nilainya tidak
stabil
Kesulitan
untuk
membaginya
Keamanannya
tidak terjamin
Tidak
fleksibel
Meskipun uang barang lebih baik dari sistem barter tetapi terdapat
kelemahan sebagai berikut Nilai yang terkandung pada komoditi yang dijadikan
sebagai uang tidak stabil berkaitan dengan junlah
persediaan komoditi yang digunakan sebagai bahan
dasar pembuatan uang itu dalam masyarakat
Uang yang terbuat dari komoditi tertentu
, sulit untuk melaksanakan perdagangan
dlam jumlah yang besar maupun sangat
kecil. Hal ini dikarenakan uang barang
sulit untuk dipecah atau dibagi menjaadi
satuan-satuan hitung yang lebih kecil.
Karena uang terbuat dari barang
ukurannya biasanya terlalu besar atau
kadang terlalu kecil, maka akan
mengakibatkan keamanannya tidak
terjamin
Uang barang tidal fleksibel karena
uang barang sulit untuk dibawa.
Kesulitan ini karena ukurannya yang
terlalu besar apabila satuan unitnya
besar
3. Uang kartal
Jenis uang yang dikeluarkan oleh bank Indonesia yang terdiri dari uang kertas
dan uang logam.
Meskipun uang kartal lebih baik dari pada uang barang tetapi terdapat
kelemahan sebagai berikut :
a. Keamanannya tidak terjamin
Apabila seseorang memiliki uang dan uang tersebut hilang, maka orang
tersebut tidak dapat mengkalim bahwa uang tersebut miliknya apabila
ditemukan orang lain.
b. Rentan terhadap pemalsuan
Uang kertas , nilai bahan pembuat uang biasanya lebih murah dari pada
nilai uang tersebut, maka uang kertas rentan terhadap pemalsuan.
Kemajuan tehnologi memungkinkan orang untuk membuat tiruan uang
kertas
c. Mudah rusak
Perputaran uang yang selalu berpindah kepemilikannya antar pemegang uang,
tereutama uang kertas, mengakibatkan uang tersebut mudah rusak dan robek
d. Uang giral
Sebagai pelengkap dari uang kartal dalam kegiatan ekonomi dan pertukaran
terdapat uang giral dalam bentuk time deposit (Deposito berjangka), cek,
rekening giro dan kartu kredit. Adapun kelemahan dari uang giral adalah
likuiditasnya rendah atau tidak semua transakasi dapat menggunakan uang giral.
4. Uang NON TUNAI
Kartu Debet atau Kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
Kartu debet atau ATM adalah alat pembayaran menggunakan kartu
yang dapat digunakan untuk melakukan penarikan tunai dan/atau pemindahan dana, serta kartu
yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas
kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, seperti transaksi pembelanjaan. Kartu debet
atau ATM ini diterbitkan oleh bank atau lembaga
keuangan selain bank, kartu ini mengacu pada saldo tabungan pemilik yang terdapat pada bank
atau lembaga penerbit. Contohnya adalah kartu ATM
BNI, kartu ATM BCA, dan lain – lain
4. Uang NON TUNAI
Kartu Kredit
Kartu kredit juga diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan
selain bank, pemilik kartu kredit tidak harus memiliki rekening tabungan di
bank atau lembaga penerbit. Kartu kredit adalah kartu yang dapat digunakan
untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan
ekonomi, seperti transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan
tunai, dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih
dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk
melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan
secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran.
Contohnya adalah kartu kredit CIMB Niaga, kartu kredit Mandiri, kartu
kredit AEON, dan lain sebagainya
4.
Uang
Elektronik
4. Uang Kripto
Secara umum, crypto adalah mata uang virtual yang keamanannya dijamin dengan
kriptografi. Kriptografi membuat uang kripto tidak mungkin dipalsukan atau dibelanjakan
secara ganda. Jadi, meskipun digunakan secara virtual, tidak mungkin ada pemalsuan yang
merugikan pemiliknya.
Mengapa uang kripto menjadi populer belakangan ini? Alasannya adalah karena aset digital
ini tidak terikat oleh otoritas pusat, seperti bank. Dengan menggunakan jaringan
terdesentralisasi dari teknologi Blockchain, sistem pendistribusiannya bisa melalui berbagai
komputer.
Cryptocurrency didukung oleh teknologi bernama blockchain. Teknologi inilah yang
menjamin keamanan transaksi secara online meskipun tanpa menggunakan campur tangan
pihak ketiga. Uang kripto dilindungi berbagai algoritma dan enkripsi dan kriptografi yang
mengacu pada teknologi blockchain.
II. PERANAN UANG DALAM PEREKONOMIAN
Uang diciptakan oleh pemerintah melalui otoritas moneter
(Bank Sentral atau Bank Indonesia berperanan sebagai berikut :
1. Uang sebagai alat tukar
Dengan adanya uang sebagai alat tukar kebutuhan
barang dan jasa manusia dapat dipenuhi dengan membeli
dari pedagang barang atau jasa tersebut dengan menggunakan
uang
2. Uang sebagai satuan nilai
Uang dapat digunakan sebagai ukuran yang
menentukan seberapa besar nilai suatu barang dan jasa.
Dengan adanya uang nilai suatu barang atau jasa dapat
ditentukan yaitu seberapa banyak uang yang harus dibayarkan
untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut.
3. Uang sebagai strandar pembayaran yang tertunda
Penundaan pembayaran bagi pedagang tidak menjadi
masalah karena pembayaran pada waktu yang akan datang
dapat diukur dengan satuan uang.
4. Uang sebagai penyimpan nilai
Kekayaan seseorang dapat disimpan dalam bentuk uang
atau barang. Apabila harga relatif stabil menyimpan
kekayaan dalam bentuk uang tunai di bank akan
menguntungkan karena selain aman dan terjamin juga akan
mendapatkan bunga dalam jumlah tertentu. Sebaliknya
apabila inflasi cukup tinggi maka menyimpan kekayaan
dalam bentuk barang lebih menguntungkan.
III. KONSEP UANG BEREDAR DI INDONESIA
Konsep uang yang beredar dapat dibedakan dalam dua
bentuk :
1. Uang beredar dalam arti sempit
Jumlah uang beredar yang terdiri dari uang kartal dan
uang giral yang digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan
ekonomi dengan persamaan sebagai berikut :
M₁ = C + D
Dimana :
M₁ = Uang beredar dalam arti sempit
C = Uang kartal
D = Uang giral
2. Uang beredar dalam arti luas
Jumlah uang beredar yang terdiri dari uang kartal, uang
giral dan uang kuasi dengan persamaan sebagai berikut :
M2 = C + D + T
Dimana :
M2 = Uang beredar dalam arti luas
T = Deposito berjangka
Pengertian uang kuasi adalah suatu bentuk aset yang mempunyai
fungsi sebagai uang tunai karena dapat digunakan untuk melakukan
transaksi dalam kegiatan ekonomi, tetapi tidak memiliki tingkat
likuiditas seperti uang tunai yaitu deposito berjangka dan tabungan.
Giro atau rekening koran yang dikeluarkan oleh bank umum
dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Tabungan giral utama
Bank umum akan menciptakan tabungan giral utama
pada saat bank umum menerima setoran dari nasabahnya
baik dalam bentuk uang tunai atau cek yang dikliring dari bank
umum lain.
b. Tabungan giral derivatif
Bank umum menciptakan tabungan giral derivatif pada
saat bank umum memberikan pinjaman kepada debitur.
Pinjaman tersebut akan dibukukan simpanan giral atas
nama debitur sejumlah pinjamannya dan dapat diambil oleh
debitur dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk cek.
IV. TEORI PERMINTAAN UANG
Teori permintaan uang Keynesian
Permintaan uang dalam masyarakat didasari oleh tiga macam motif
yaitu :
1. Motif untuk transaksi
Dalam motif transaksi orang membutuhkan uang tunai untuk
melakukan transaksi pembelian barang dan jasa dimanajumlahnya
tergantung pada jumlah pendapatan orang tersebut, dengan
persamaan sebagai berikut :
MDT = f (Y)
Hubungan antara permintaan uang untuk transaksi dengan
pendapatan adalah positif yang artinya apabila pendapatan
mengalami kenaikan maka kebutuhan uang untuk transaksi
mengalami kenaikan dan sebaliknya.
Y
MDT
Y 2 B
Y 1 A
0 MD MD MD
2. Motif untuk spekulasi
Dalam motif spekulasi permintaan uang dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu : pendapatan, tingkat bunga, jumlah kekayaan dan
keuntungan. Tujuan utama motif spekulasi adalah untuk mencari
keuntungan dari dengan tingkat bunga dapat dituliskan dalam persamaan
sebagai berikut :
MDS = f ( r )
r ( % )
r A A
B
r B MDS
3. Motif untuk berjaga-jaga
Dalam motif berjaga-jaga permintaan uang untuk berjaga-
jaga berhubungan erat dengan tingkat pendapatan. Semakin
besar pendapatan maka semakin besar
permintaan uang untuk berjaga-jaga dan sebaliknya dengan
persamaan sebagai berikut :
MDP = f ( Y )
V. ANALISIS IS dan LM
1. Pasar barang dan kurva IS
Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh
suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu. Permintaan dalam pasar barang
merupakan jumlah dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri,
sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi
dalam negeri.
Variabel yang diperhitungkan dalam pasar barang ditentukan oleh
perekonomian suatu negara yaitu perekonomian tertutup sederhana, perekonomian
tertutup dan perekonomian terbuka.
Permintaan agregat terdiri dari konsumsi, investasi dan belanja pemerintah atas
barang dan jasa, tetapi pengeluaran investasi tergantung pada suku bunga.
Dalam anlisis IS-LM variabel investasi diperlakukan
sebagai variabel endogen yaitu variabel yang nilainya ditentukan
oleh variabel diluar variabel tersebut, dengan persamaan sebagai
berikut :
I = f ( r ) dimana I = I0 - k r
Dimana :
I = Besarnya investasi
I0 = Besarnya investasi saat tingkat bunga nol
k = Nilai konstanta
r = Tingkat bunga
Kurva IS adalah suatu kurva yang menghubungkan besarnya
pendapatan nasional ( Y ) pada berbagai tingkat bunga ( r )
dimana pasar barang pada posisi keseimbangan.
Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan
permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke
kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang
mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser
kurva IS ke kiri.
Pengertian kebijakan fiskal (fiskal policy) adalah implementasi dari
bentuk operasional kebijakan anggaran yang dilakukan
pemerintah dalam mengatur keuangan negara.
Kurva IS memiliki kemiringan negative karena tingkat suku
yang lebih tinggi menurunkan pengeluaran investasi, yang
gilirannya menurunkan permintaan agregat serta tingkat
pendapatan keseimbangan, dan sebaliknya
Dalam perekonomian sederhana, perekonomian dalam keadaan
keseimbangan adalah :
Y = C + I
Y = ( C0 + cY ) + ( I + r )
Y = C0 + cY + I + r
Y - cY = C0 + I + r
Contoh : Menentukan fungsi IS
Diketahui : C = 200 + 0,50 Y dan I = 50 - 10 r
Ditanya : a. Tentukan keseimbangan dipasar barang
b. Gambarkan kurvanya serta penjelasannya
Jawab :
Keseimbangan di pasar barang :
Y = C + I
Y = 200 + 0,50 Y + 50 - 10 r
Y - 0,5Y = 200 + 50 - 10 r
0,5Y = 250 - 10 r
Y = 500 - 20 r
Kurva dan keseimbangan di pasar barang
r (%)
10
5
0 300 400 Y
2. Pasar uang dan kurva LM
Keseimbangan di pasar uang terjadi pada saat jumlah uang yang diminta
oleh masyarakat untuk berbagai motif sama dengan jumlah uang yang
beredar. Jumlah uang yang diminta meningkat seiring dengan
menurunnya tingkat bunga. Dalam jangka pendek jumlah uang yang
beredar diasumsikan tetap.
Permintaan uang adalah jumlah uang yang diminta tergantung pada
tingkat bunga. Tingkat bunga adalah biaya dari memegang uang,
sehingga semakin tinggi tingkat bunga semakin rendah jumlah
keseimbangan uang riil yang diminta.
Kurva LM miring secara positif. Karena penawaran uang adalah tetap,
kenaikan tingkat pendapatan, yang menaikkan jumlah uang yang
diminta, haruslah disertai dengan kenaikan suku bunga.
Jika tingkat pendapatan naik, maka tingkat bunga juga naik. Pendapatan
yang naik, akan menaikkan permintaan uang dan kemudian menaikkan
tingkat bunga keseimbangan.
Keseimbangan di pasar uang terjadi pada saat jumlah uang yang diminta
oleh masyarakat untuk berbagai motif sama dengan jumlah uang yang
beredar. Jumlah uang yang diminta meningkat seiring dengan
menurunnya tingkat bunga. Dalam jangka pendek jumlah uang yang
beredar diasumsikan tetap.
Tingkat Bunga ( % )
MS
E
9
7 E
LM
Permintaan di pasar uang secara keseluruhan adalah :
M1 = MDT + MDP
M2 = MDS
Md = M1 + M2 atau Md = f ( Y ) + f ( r )
Kurva LM adalah kurva yang menghubungkan besarnya tingkat pendapatan
nasional ( Y ) pada berbagai tingkat bunga ( r ), dimana pasar uang berada
pada posisi keseimbangan.
Contoh : Menentukan kurva LM
Diketahui :
Jumlah uang yang beredar adalah 650.
Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga adalah M1 =
0,25 Y.
Permintaan uang untuk spekulasi adalah M2 = 400 - 50 r
Ditanyakan :
a. Tentukan keseimbangan di pasar uang
b. Gambarkan kurvanya serta penjelasannya
Jawab :
a. Keseimbangan di pasar uang
MS = 650
Md = M1 + M2
= 0,25 Y + 400 - 50 r
Kondisi keseimbangan terjadi apabila :
MS = Md
650 = 0,25 Y + 400 + 50 r
650 - 400 + 50 r = 0,25 Y
250 + 50 r = 0,25 Y
0,25 Y = 250 + 50 r
Y = 1000 + 200 r
Kurva keseimbangan di pasar uang
r ( % )
10 Kurva LM
5
0 2000 3000 Y
Kenaikan tingkat suku bunga ( r ) akan mengakibatkan kenaikan
tingkat pendapatan nasional ( Y ). Dengan tingkat bunga
sebesar 5 % pendapatan nasional sebesar 2000, kenaikan
tingkat suku bunga sebesar 10% akan mengakibatkan
pendapatan nasional meningkat sebesar 3000.
3. Keseimbangan di pasar barang dan pasar uang
Keseimbangan umum terjadi pada saat besarnya pendapatan
nasional (Y) dan tingkat suku bunga ( r ) mencerminkan
tingkat pendapatan nasional dan tingkat suku bunga
keseimbangan, baik di pasar barang dan pasar uang.
Keseimbangan umum terjadi pada saat perpotongan antara
kurva IS dan kurva LM.
Contoh : Menentukan keseimbangan umum
Diketahui :
Keseimbangan dipasar barang dan di pasar uang adalah :
Persamaan kurva IS : Y = 1.750 - 20 r
Persamaan kurva LM : Y = 1.100 + 2000 r
Ditanya :
a. Tentukan keseimbangan umum di pasar barang dan pasar uang
b. Gambarkan kurvanya
Jawab :
Y = 1.750 - 20 r
Y = 1.100 + 2.000 r _
0 = 650 - 2.020 r
2.020 r = 650
Dengan mensubtitusikan ke salah satu persamaan IS atau LM maka tingkat
pendapatan nasional keseimbangan adalah sebagai berikut :
Y = 1.100 + 2.000 r
Y = 1.100 + 2.000 ( 0,3217 )
Y = 1.100 + 643,4
Y = 1.743,4
r ( % )
LM
E
0,321
VI. BANK SENTRAL
Bank Indonesiasebagai bank sentral merupakan lembaga Negara yang
independent didasarkan pada undang-undang UU No. 23/1999 tentang
Bank Indonesia, yang dinyatakan berlaaku pda tanggal 17 Mei 1999. UU
ini memberikan status dan kedudukan kepada Bank Indonesia sebagai
suatu lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan ,
baik dari pemerintah maupun pihak lainnya.
Tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah :
a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
b. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran
c. Mengatur dan mengawasi perbankan di indonesia
Kebijakan moneter untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar
dalam masyarakat dalam rangka mengatasi inflasi antara lain:
a. Politik diskonto (Discount Policy), adalah kebijakan bank yang
berhubungan dengan perubahan tingkat suku bunga.
b. Politik pasar terbuka (Open market policy), adalah kebijakan yang
berhubungan dengan pembelian dan penjualan surat berharga.
c. Politik pembatasan kredit (Plafon credit policy), adalah membatasi
pemberian pinjaman atau kredit kepada masyarakat.
d. Politik uang ketat (Tight money policy), artinya kebijakan untuk
mengurangi banyaknya jumlah uang yang beredar.
e. Politik cadangan kas (cash ratio policy), adalah kebijakan yang
berhubungan dengan perbandingan antara kas dengan kredit yang diberikan
kepada masyarakat.
Dalam kapasitasnya sebagai bank sentral bank indonesia
mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan
memelihara kestabilan nilai rupiah yang mengandung
dua aspek yaitu :
a. Kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan
jasa
Aspek pertama ini tercermin dalam
perkembangan laju inflasi
b. Perkembangan nilai mata rupiah terhadap mata
uang negara lain.a
Aspek kedua ini tercermin dalam perkembangan
nilai vluta asing.
Bank sentral akan menetapkan target yang ingin dicapainya untuk mengendalikan
kondisi perekonomian yang dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. Target pokok yang terdiri dari berbagai variabel misalnya laju inflasi dan
pengangguran ataupun output riil dimana variabel tersebut berdampak
langsung terhadap perekonomian.
2. Target antara terdiri dari tingkat suku bunga dan
pertumbuhan jumlah uang yang beredar dimana variabel ini hanya
digunakan oleh bank sentral untuk alat pencapaian tujuan pokok secara lebih
akurat.
3. Instrumen yang digunakan oleh bank sentral untuk mencapai target
antara dan target pokok biasanya adalah instrumen kebijakan moneter misalnya
penetapan cadangan wajib, tingkat suku bunga dan kebijakan pemberian kredit.
materi Sejarah Uang.ppt

materi Sejarah Uang.ppt

  • 1.
  • 3.
    SEJARAH TIMBULNYA UANG 1. Sistembarter Kegiatan ekonomi yang dilakukan dengan cara menukarkan barang dengan barang lain yang dibutuhkan dengan nilai tukar tertentu. Sistem barter tidak bisa digunakan lagi karena kesulitan untuk mencari kesesuaian antara orang yang membutuhkan dan orang yang memiliki barang yang dibutuhkan atau double coincidence of want.
  • 4.
    SEJARAH TIMBULNYA UANG 2.Uang barang (Commodity money) Dengan keterbatasan sistem barter orang membutuhkan alat pertukaran yang sah dan disepakati bersama. Uang barang dibuat dari komoditi tertentu seperti emas, perak maupun kulit kayu
  • 5.
    Kelemahan uang Nilainya tidak stabil Kesulitan untuk membaginya Keamanannya tidak terjamin Tidak fleksibel Meskipunuang barang lebih baik dari sistem barter tetapi terdapat kelemahan sebagai berikut Nilai yang terkandung pada komoditi yang dijadikan sebagai uang tidak stabil berkaitan dengan junlah persediaan komoditi yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan uang itu dalam masyarakat Uang yang terbuat dari komoditi tertentu , sulit untuk melaksanakan perdagangan dlam jumlah yang besar maupun sangat kecil. Hal ini dikarenakan uang barang sulit untuk dipecah atau dibagi menjaadi satuan-satuan hitung yang lebih kecil. Karena uang terbuat dari barang ukurannya biasanya terlalu besar atau kadang terlalu kecil, maka akan mengakibatkan keamanannya tidak terjamin Uang barang tidal fleksibel karena uang barang sulit untuk dibawa. Kesulitan ini karena ukurannya yang terlalu besar apabila satuan unitnya besar
  • 6.
    3. Uang kartal Jenisuang yang dikeluarkan oleh bank Indonesia yang terdiri dari uang kertas dan uang logam.
  • 7.
    Meskipun uang kartallebih baik dari pada uang barang tetapi terdapat kelemahan sebagai berikut : a. Keamanannya tidak terjamin Apabila seseorang memiliki uang dan uang tersebut hilang, maka orang tersebut tidak dapat mengkalim bahwa uang tersebut miliknya apabila ditemukan orang lain. b. Rentan terhadap pemalsuan Uang kertas , nilai bahan pembuat uang biasanya lebih murah dari pada nilai uang tersebut, maka uang kertas rentan terhadap pemalsuan. Kemajuan tehnologi memungkinkan orang untuk membuat tiruan uang kertas
  • 8.
    c. Mudah rusak Perputaranuang yang selalu berpindah kepemilikannya antar pemegang uang, tereutama uang kertas, mengakibatkan uang tersebut mudah rusak dan robek d. Uang giral Sebagai pelengkap dari uang kartal dalam kegiatan ekonomi dan pertukaran terdapat uang giral dalam bentuk time deposit (Deposito berjangka), cek, rekening giro dan kartu kredit. Adapun kelemahan dari uang giral adalah likuiditasnya rendah atau tidak semua transakasi dapat menggunakan uang giral.
  • 9.
    4. Uang NONTUNAI Kartu Debet atau Kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) Kartu debet atau ATM adalah alat pembayaran menggunakan kartu yang dapat digunakan untuk melakukan penarikan tunai dan/atau pemindahan dana, serta kartu yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, seperti transaksi pembelanjaan. Kartu debet atau ATM ini diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan selain bank, kartu ini mengacu pada saldo tabungan pemilik yang terdapat pada bank atau lembaga penerbit. Contohnya adalah kartu ATM BNI, kartu ATM BCA, dan lain – lain
  • 10.
    4. Uang NONTUNAI Kartu Kredit Kartu kredit juga diterbitkan oleh bank atau lembaga keuangan selain bank, pemilik kartu kredit tidak harus memiliki rekening tabungan di bank atau lembaga penerbit. Kartu kredit adalah kartu yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, seperti transaksi pembelanjaan dan/atau untuk melakukan penarikan tunai, dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu dipenuhi terlebih dahulu oleh acquirer atau penerbit, dan pemegang kartu berkewajiban untuk melakukan pembayaran pada waktu yang disepakati baik dengan pelunasan secara sekaligus (charge card) ataupun dengan pembayaran secara angsuran. Contohnya adalah kartu kredit CIMB Niaga, kartu kredit Mandiri, kartu kredit AEON, dan lain sebagainya
  • 11.
  • 12.
    4. Uang Kripto Secaraumum, crypto adalah mata uang virtual yang keamanannya dijamin dengan kriptografi. Kriptografi membuat uang kripto tidak mungkin dipalsukan atau dibelanjakan secara ganda. Jadi, meskipun digunakan secara virtual, tidak mungkin ada pemalsuan yang merugikan pemiliknya. Mengapa uang kripto menjadi populer belakangan ini? Alasannya adalah karena aset digital ini tidak terikat oleh otoritas pusat, seperti bank. Dengan menggunakan jaringan terdesentralisasi dari teknologi Blockchain, sistem pendistribusiannya bisa melalui berbagai komputer. Cryptocurrency didukung oleh teknologi bernama blockchain. Teknologi inilah yang menjamin keamanan transaksi secara online meskipun tanpa menggunakan campur tangan pihak ketiga. Uang kripto dilindungi berbagai algoritma dan enkripsi dan kriptografi yang mengacu pada teknologi blockchain.
  • 13.
    II. PERANAN UANGDALAM PEREKONOMIAN Uang diciptakan oleh pemerintah melalui otoritas moneter (Bank Sentral atau Bank Indonesia berperanan sebagai berikut : 1. Uang sebagai alat tukar Dengan adanya uang sebagai alat tukar kebutuhan barang dan jasa manusia dapat dipenuhi dengan membeli dari pedagang barang atau jasa tersebut dengan menggunakan uang 2. Uang sebagai satuan nilai Uang dapat digunakan sebagai ukuran yang menentukan seberapa besar nilai suatu barang dan jasa. Dengan adanya uang nilai suatu barang atau jasa dapat ditentukan yaitu seberapa banyak uang yang harus dibayarkan untuk mendapatkan barang atau jasa tersebut.
  • 14.
    3. Uang sebagaistrandar pembayaran yang tertunda Penundaan pembayaran bagi pedagang tidak menjadi masalah karena pembayaran pada waktu yang akan datang dapat diukur dengan satuan uang. 4. Uang sebagai penyimpan nilai Kekayaan seseorang dapat disimpan dalam bentuk uang atau barang. Apabila harga relatif stabil menyimpan kekayaan dalam bentuk uang tunai di bank akan menguntungkan karena selain aman dan terjamin juga akan mendapatkan bunga dalam jumlah tertentu. Sebaliknya apabila inflasi cukup tinggi maka menyimpan kekayaan dalam bentuk barang lebih menguntungkan.
  • 15.
    III. KONSEP UANGBEREDAR DI INDONESIA Konsep uang yang beredar dapat dibedakan dalam dua bentuk : 1. Uang beredar dalam arti sempit Jumlah uang beredar yang terdiri dari uang kartal dan uang giral yang digunakan oleh masyarakat dalam kegiatan ekonomi dengan persamaan sebagai berikut : M₁ = C + D Dimana : M₁ = Uang beredar dalam arti sempit C = Uang kartal D = Uang giral
  • 16.
    2. Uang beredardalam arti luas Jumlah uang beredar yang terdiri dari uang kartal, uang giral dan uang kuasi dengan persamaan sebagai berikut : M2 = C + D + T Dimana : M2 = Uang beredar dalam arti luas T = Deposito berjangka Pengertian uang kuasi adalah suatu bentuk aset yang mempunyai fungsi sebagai uang tunai karena dapat digunakan untuk melakukan transaksi dalam kegiatan ekonomi, tetapi tidak memiliki tingkat likuiditas seperti uang tunai yaitu deposito berjangka dan tabungan.
  • 17.
    Giro atau rekeningkoran yang dikeluarkan oleh bank umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu : a. Tabungan giral utama Bank umum akan menciptakan tabungan giral utama pada saat bank umum menerima setoran dari nasabahnya baik dalam bentuk uang tunai atau cek yang dikliring dari bank umum lain. b. Tabungan giral derivatif Bank umum menciptakan tabungan giral derivatif pada saat bank umum memberikan pinjaman kepada debitur. Pinjaman tersebut akan dibukukan simpanan giral atas nama debitur sejumlah pinjamannya dan dapat diambil oleh debitur dalam bentuk tunai maupun dalam bentuk cek.
  • 18.
    IV. TEORI PERMINTAANUANG Teori permintaan uang Keynesian Permintaan uang dalam masyarakat didasari oleh tiga macam motif yaitu : 1. Motif untuk transaksi Dalam motif transaksi orang membutuhkan uang tunai untuk melakukan transaksi pembelian barang dan jasa dimanajumlahnya tergantung pada jumlah pendapatan orang tersebut, dengan persamaan sebagai berikut : MDT = f (Y)
  • 19.
    Hubungan antara permintaanuang untuk transaksi dengan pendapatan adalah positif yang artinya apabila pendapatan mengalami kenaikan maka kebutuhan uang untuk transaksi mengalami kenaikan dan sebaliknya. Y MDT Y 2 B Y 1 A 0 MD MD MD
  • 20.
    2. Motif untukspekulasi Dalam motif spekulasi permintaan uang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : pendapatan, tingkat bunga, jumlah kekayaan dan keuntungan. Tujuan utama motif spekulasi adalah untuk mencari keuntungan dari dengan tingkat bunga dapat dituliskan dalam persamaan sebagai berikut : MDS = f ( r ) r ( % ) r A A B r B MDS
  • 21.
    3. Motif untukberjaga-jaga Dalam motif berjaga-jaga permintaan uang untuk berjaga- jaga berhubungan erat dengan tingkat pendapatan. Semakin besar pendapatan maka semakin besar permintaan uang untuk berjaga-jaga dan sebaliknya dengan persamaan sebagai berikut : MDP = f ( Y )
  • 22.
    V. ANALISIS ISdan LM 1. Pasar barang dan kurva IS Pasar barang adalah pasar dimana semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dan dalam jangka waktu tertentu. Permintaan dalam pasar barang merupakan jumlah dari semua permintaan akan barang dan jasa di dalam negeri, sementara yang menjadi penawarannya adalah semua barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri. Variabel yang diperhitungkan dalam pasar barang ditentukan oleh perekonomian suatu negara yaitu perekonomian tertutup sederhana, perekonomian tertutup dan perekonomian terbuka. Permintaan agregat terdiri dari konsumsi, investasi dan belanja pemerintah atas barang dan jasa, tetapi pengeluaran investasi tergantung pada suku bunga.
  • 23.
    Dalam anlisis IS-LMvariabel investasi diperlakukan sebagai variabel endogen yaitu variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel diluar variabel tersebut, dengan persamaan sebagai berikut : I = f ( r ) dimana I = I0 - k r Dimana : I = Besarnya investasi I0 = Besarnya investasi saat tingkat bunga nol k = Nilai konstanta r = Tingkat bunga Kurva IS adalah suatu kurva yang menghubungkan besarnya pendapatan nasional ( Y ) pada berbagai tingkat bunga ( r ) dimana pasar barang pada posisi keseimbangan.
  • 24.
    Perubahan-perubahan dalam kebijakanfiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri. Pengertian kebijakan fiskal (fiskal policy) adalah implementasi dari bentuk operasional kebijakan anggaran yang dilakukan pemerintah dalam mengatur keuangan negara. Kurva IS memiliki kemiringan negative karena tingkat suku yang lebih tinggi menurunkan pengeluaran investasi, yang gilirannya menurunkan permintaan agregat serta tingkat pendapatan keseimbangan, dan sebaliknya
  • 25.
    Dalam perekonomian sederhana,perekonomian dalam keadaan keseimbangan adalah : Y = C + I Y = ( C0 + cY ) + ( I + r ) Y = C0 + cY + I + r Y - cY = C0 + I + r Contoh : Menentukan fungsi IS Diketahui : C = 200 + 0,50 Y dan I = 50 - 10 r Ditanya : a. Tentukan keseimbangan dipasar barang b. Gambarkan kurvanya serta penjelasannya
  • 26.
    Jawab : Keseimbangan dipasar barang : Y = C + I Y = 200 + 0,50 Y + 50 - 10 r Y - 0,5Y = 200 + 50 - 10 r 0,5Y = 250 - 10 r Y = 500 - 20 r Kurva dan keseimbangan di pasar barang r (%) 10 5 0 300 400 Y
  • 27.
    2. Pasar uangdan kurva LM Keseimbangan di pasar uang terjadi pada saat jumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk berbagai motif sama dengan jumlah uang yang beredar. Jumlah uang yang diminta meningkat seiring dengan menurunnya tingkat bunga. Dalam jangka pendek jumlah uang yang beredar diasumsikan tetap. Permintaan uang adalah jumlah uang yang diminta tergantung pada tingkat bunga. Tingkat bunga adalah biaya dari memegang uang, sehingga semakin tinggi tingkat bunga semakin rendah jumlah keseimbangan uang riil yang diminta. Kurva LM miring secara positif. Karena penawaran uang adalah tetap, kenaikan tingkat pendapatan, yang menaikkan jumlah uang yang diminta, haruslah disertai dengan kenaikan suku bunga. Jika tingkat pendapatan naik, maka tingkat bunga juga naik. Pendapatan yang naik, akan menaikkan permintaan uang dan kemudian menaikkan tingkat bunga keseimbangan.
  • 28.
    Keseimbangan di pasaruang terjadi pada saat jumlah uang yang diminta oleh masyarakat untuk berbagai motif sama dengan jumlah uang yang beredar. Jumlah uang yang diminta meningkat seiring dengan menurunnya tingkat bunga. Dalam jangka pendek jumlah uang yang beredar diasumsikan tetap. Tingkat Bunga ( % ) MS E 9 7 E LM
  • 29.
    Permintaan di pasaruang secara keseluruhan adalah : M1 = MDT + MDP M2 = MDS Md = M1 + M2 atau Md = f ( Y ) + f ( r ) Kurva LM adalah kurva yang menghubungkan besarnya tingkat pendapatan nasional ( Y ) pada berbagai tingkat bunga ( r ), dimana pasar uang berada pada posisi keseimbangan. Contoh : Menentukan kurva LM Diketahui : Jumlah uang yang beredar adalah 650. Permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga adalah M1 = 0,25 Y. Permintaan uang untuk spekulasi adalah M2 = 400 - 50 r
  • 30.
    Ditanyakan : a. Tentukankeseimbangan di pasar uang b. Gambarkan kurvanya serta penjelasannya Jawab : a. Keseimbangan di pasar uang MS = 650 Md = M1 + M2 = 0,25 Y + 400 - 50 r Kondisi keseimbangan terjadi apabila : MS = Md 650 = 0,25 Y + 400 + 50 r 650 - 400 + 50 r = 0,25 Y 250 + 50 r = 0,25 Y 0,25 Y = 250 + 50 r Y = 1000 + 200 r
  • 31.
    Kurva keseimbangan dipasar uang r ( % ) 10 Kurva LM 5 0 2000 3000 Y
  • 32.
    Kenaikan tingkat sukubunga ( r ) akan mengakibatkan kenaikan tingkat pendapatan nasional ( Y ). Dengan tingkat bunga sebesar 5 % pendapatan nasional sebesar 2000, kenaikan tingkat suku bunga sebesar 10% akan mengakibatkan pendapatan nasional meningkat sebesar 3000. 3. Keseimbangan di pasar barang dan pasar uang Keseimbangan umum terjadi pada saat besarnya pendapatan nasional (Y) dan tingkat suku bunga ( r ) mencerminkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat suku bunga keseimbangan, baik di pasar barang dan pasar uang. Keseimbangan umum terjadi pada saat perpotongan antara kurva IS dan kurva LM.
  • 33.
    Contoh : Menentukankeseimbangan umum Diketahui : Keseimbangan dipasar barang dan di pasar uang adalah : Persamaan kurva IS : Y = 1.750 - 20 r Persamaan kurva LM : Y = 1.100 + 2000 r Ditanya : a. Tentukan keseimbangan umum di pasar barang dan pasar uang b. Gambarkan kurvanya Jawab : Y = 1.750 - 20 r Y = 1.100 + 2.000 r _ 0 = 650 - 2.020 r 2.020 r = 650
  • 34.
    Dengan mensubtitusikan kesalah satu persamaan IS atau LM maka tingkat pendapatan nasional keseimbangan adalah sebagai berikut : Y = 1.100 + 2.000 r Y = 1.100 + 2.000 ( 0,3217 ) Y = 1.100 + 643,4 Y = 1.743,4 r ( % ) LM E 0,321
  • 35.
    VI. BANK SENTRAL BankIndonesiasebagai bank sentral merupakan lembaga Negara yang independent didasarkan pada undang-undang UU No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, yang dinyatakan berlaaku pda tanggal 17 Mei 1999. UU ini memberikan status dan kedudukan kepada Bank Indonesia sebagai suatu lembaga negara yang independen dan bebas dari campur tangan , baik dari pemerintah maupun pihak lainnya. Tugas Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah : a. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter b. Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran c. Mengatur dan mengawasi perbankan di indonesia
  • 36.
    Kebijakan moneter untukmengendalikan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat dalam rangka mengatasi inflasi antara lain: a. Politik diskonto (Discount Policy), adalah kebijakan bank yang berhubungan dengan perubahan tingkat suku bunga. b. Politik pasar terbuka (Open market policy), adalah kebijakan yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan surat berharga. c. Politik pembatasan kredit (Plafon credit policy), adalah membatasi pemberian pinjaman atau kredit kepada masyarakat. d. Politik uang ketat (Tight money policy), artinya kebijakan untuk mengurangi banyaknya jumlah uang yang beredar. e. Politik cadangan kas (cash ratio policy), adalah kebijakan yang berhubungan dengan perbandingan antara kas dengan kredit yang diberikan kepada masyarakat.
  • 37.
    Dalam kapasitasnya sebagaibank sentral bank indonesia mempunyai satu tujuan tunggal yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang mengandung dua aspek yaitu : a. Kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa Aspek pertama ini tercermin dalam perkembangan laju inflasi b. Perkembangan nilai mata rupiah terhadap mata uang negara lain.a Aspek kedua ini tercermin dalam perkembangan nilai vluta asing.
  • 38.
    Bank sentral akanmenetapkan target yang ingin dicapainya untuk mengendalikan kondisi perekonomian yang dibedakan menjadi dua macam yaitu : 1. Target pokok yang terdiri dari berbagai variabel misalnya laju inflasi dan pengangguran ataupun output riil dimana variabel tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian. 2. Target antara terdiri dari tingkat suku bunga dan pertumbuhan jumlah uang yang beredar dimana variabel ini hanya digunakan oleh bank sentral untuk alat pencapaian tujuan pokok secara lebih akurat. 3. Instrumen yang digunakan oleh bank sentral untuk mencapai target antara dan target pokok biasanya adalah instrumen kebijakan moneter misalnya penetapan cadangan wajib, tingkat suku bunga dan kebijakan pemberian kredit.