Manajemen risiko 1
BAB 10
RISIKO KREDIT
Manajemen risiko 2
Risiko kredit terjadi jika counterparty (pihak lain
dalam transaksi bisnis kita) tidak bisa memenuhi
kewajibannya (wanprestasi).
Bab ini membicarakan tehnik-tehnik pengukuran
risiko kredit. Pembicaraan dimulai dengan
pengukuran risiko kredit secara kualitatif. Diskusi
kemudian diteruskan dengan membahas tehnik
pengukuran kuantitatif, dan tehnik pengukuran
risiko kredit kuantitatif yang baru seperti
creditmetrics, RAROC, dan lainnya.
Manajemen risiko 3
PENILAIAN KUALITATIF
Kerangka 3R dan 5C
Pedoman 3R bisa dijelaskan sebagai berikut ini.
1. Returns
Returns berkaitan dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan
kredit yang diminta, apakah kredit tersebut bisa menghasilkan
return (pendapatan) yang memadai untuk melunasi hutang dan
bunganya.
2. Repayment capacity
Repayment capacity berkaitan dengan kemampuan perusahaan
mengembalikan pinjaman dan bunganya pada saat pembayaran
tersebut jatuh tempo.
3. Risk-bearing ability
Risk-bearing ability berkaitan dengan kemampuan perusahaan
menanggung risiko kegagalan atau ketidakpastian yang
berkaitan dengan penggunaan kredit tersebut. Jaminan
merupakan hal yang perlu dipertimbangkan oleh kreditor dalam
kaitannya dengan risk-bearing ability.
Manajemen risiko 4
Pedoman 5C berkaitan dengan karakteristik berikut ini.
1. Character menunjukkan kemauan peminjam (debitur) untuk memenuhi
kewajibannya. Kemauan tersebut lebih berkaitan dengan sifat dan watak
peminjam. Seorang yang mempunyai kemampuan mengembalikan
pinjaman, tetapi tidak mau mengembalikan, akan mempunyai character
yang tidak mendukung pemberian kredit. Pemberu pinjaman akan dan
harus memperhatikan karakteristik ini dengan seksama.
2. Capacity adalah kemampuan peminjam untuk melunasi kewajiban
hutangnya, melalui pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan
efisien. Jika peminjam bisa mengelola perusahaannya dengan baik,
perusahaan bisa memperoleh keuntungan, maka kemungkinan bisa
mengembalikan pinjaman akan semakin tinggi. Capacity bisa dilihat
melalui masa lalu (prestasi masa lalu atau track of record masa lalu).
3. Capital adalah posisi keuangan perusahaan (peminjam) secara
keseluruhan. Kondisi keuangan bisa dilihat melalui analisis keuangan,
seperti analisis rasio. Dalam hal ini, bank atau lembaga keuangan harus
memperhatikan komposisi hutang dengan modal sendiri. Jika hutang
terlalu besar, maka kemungkinan perusahaan akan mengalami kesulitan
keuangan juga akan semakin besar, dan sebaliknya.
Manajemen risiko 5
4. Collateral adalah aset yang dijaminkan untuk suatu
pinjaman. Jika karena sesuatu hal pinjaman tidak
bisa dikembalikan, jaminan bisa dijual untuk
menutup pinjaman tersebut. Lembaga keuangan
bisa meminta jaminan yang nilainya melebihi jumlah
pinjaman.
5. Conditions adalah sejauh mana kondisi
perekonomian akan mempengaruhi kemampuan
mengembalikan pinjaman. Jika kondisi
perekonomian memburuk, maka kemungkina
perusahaan mengalami kesulitan keuangan akan
semakin tinggi, yang membuat kemungkinan
perusahaan mengalami kesulitan melunasi
pinjaman, juga semakin tinggi.
Manajemen risiko 6
PENILAIAN KUANTITATIF
RATING PERUSAHAAN
MODEL SKORING KREDIT
RAROC (RISK ADJUSTED RETURN ON
CAPITAL)
MORTALITY RATE
PENDEKATAN TERM STRUCTURE
CREDITMETRICS
KERANGKA TEORI OPSI
Manajemen risiko 7
Tabel 1. Klasifikasi Rating
Rating Keterangan
AAA Instrumen hutang dengan risiko sangat rendah, Tingkat pengembalian teramat baik (exellent);
perubahan pada kondisi keuangan,bisnis,atau ekonomi tidak akan berpengaruh secara signifikan
terhadap risiko investasi.
AA Instrumen hutang dengan risiko sangat rendah .Tingkat pengembalian yang sangat
baik;perubahan pada kondisi keuangan,bisnis,atau ekonomi barangkali akan berpengaruh
terhadap risiko investasi,tetapi tidak terlalu besar.
A Pengembalian hutang dengan risiko rendah. Tingkat pengembalian yang baik; Meskipun
perubahan pada kondisi keuangan,bisnis,atau ekonomi akan meningkat kan risiko investasi.
BBB Tingkat pengembalian yang memadai. Perubahan pada kondisi keuangan,bisnis, atau ekonomi
memepunyai kemungkinan besar meningkatkan risiko investasi dibandingkan dengan kategori
yang lebih tinggi.
BB Investasi. Perusahaan mempunyai kemampuan membayar bunga dan dan pokok pinjaman, tetapi
kemampuan tersebut rawan terhadap perubahan pada kondisi ekonomi,bisnis,dan keuangan.
B Instrumen hutang saat ini mengandung risiko investasi. Tingkat pengembalian tidak terlindungi
secara memadai terhadap kondisi ekonomi,bisnis,dan keuangan.
C Instrumen keuangan yang bersifat spekulatif dengan kemungkinan besar bangkrut.
D Instrumen keuangan sedang defaul/bangkrut.
Catatan:
Tanda + atau – bisa ditambahkan di belakang rating untuk menegaskan tingkat rating lebih lanjut. Sebagai contoh,
suatu perusahaan barangkali mempunyai rating A+, yang berarti rating A tingkat atas.
Manajemen risiko 8
Sebagai contoh, untuk rating AAA, pada satu tahun
sesudah obligasi dikeluarkan (rating juga dikeluarkan),
tidak ada perusahaan yang mengalami kegagalan bayar
(default). Empat tahun sesudah obligasi dikeluarkan ada
perusahaan mengalami kegagalan bayar sebesar 0,07%,
sehingga kumulatif kegagalan bayar pada tahun
keempat adalah 0,04%. Pada tahun kelima terjadi
kegagalan bayar sebesar 0,16%, sehingga kegagalam
bayar kumulatif menjadi 0,23%. Dengan cara yang
sama, kegagalan bayar marjinal dan kumulatif bisa
dihitung untuk kategori rating yang lain bisa dilakukan.
Tabel tersebut menunjukkan bahwa rating yang
dikeluarkan oleh perusahaan rating cukup baik
memprediksi risiko kegagalan bayar (default risk).
Perusahaan yang mempunyai kategori rating jelek
mempunyai kemungkinan untuk default lebih besar.
Manajemen risiko 9
Model Skoring Kredit
Model scoring kredit pada dasarnya
ingin melihat risiko kredit (potensi
kegagalan bayar) berdasarkan skor
tertentu yang dihasilkan melalui model
tertentu. Bagian berikut ini
membicarakan beberapa model scoring,
yaitu model diskriminan, model
probabilitas linear, dan model
probabilitas logit.
Manajemen risiko 10
Model Diskriminan
Analisis diskriminan pada dasarnya ingin melihat apakah suatu
perusahaan sebaiknya dimasukkan ke dalam kategori tertentu.
Sebagai contoh, misalkan kita mempunyai dua kategori yaitu
perusahaan yang mengalami kegagalan bayar dan yang tidak
mengalami kegagalan bayar. Kemudian kita mengumpulkan
informasi, misal informasi laporan keuangan seperti rasio lancar,
rasio profitabilitas, yang akan digunakan untuk memprediksi
apakah suatu perusahaan layak dimasukkan ke dalam kategori
gagal bayar atau tidak. Yang pertama kali perlu dilakukan
adalah mengestimasi persamaan diskriminan, yaitu dengan
menggunakan variabel dependen (tidak bebas) yang bersifat
kategori, yaitu gagal bayar dan tidak gagal bayar, dan
menggunakan rasio-rasio keuangan sebagai variabel tidak
bebas.
Manajemen risiko 11
Sebagai contoh, berikut ini fungsi diskriminan
yang diestimasi oleh penelitian Altman (1968):
Z = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X2 + 1,0 X5
Dimana
X1 = Rasio Modal kerja / Total aset
X2 = Rasio Laba yang ditahan / Total aset
X3 = Rasio Laba sebelum bunga dan pajak / Total
aset
X4 = Rasio Nilai pasar saham / Nilai buku saham
X5 = Rasio Penjualan / Total aset
Manajemen risiko 12
Altman kemudian memperluas model di atas supaya bisa
digunakan untuk perusahaan non-publik. Model baru tersebut
adalah sebagai berikut ini.
Z = 0,717 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3 + 0,420 X2 + 0,998
X5
Dimana
X1 = Rasio Modal kerja / Total aset
X2 = Rasio Laba yang ditahan / Total aset
X3 = Rasio Laba sebelum bunga dan pajak / Total aset
X4 = Rasio Nilai buku saham preferen dan saham biasa/Nilai
buku total hutang
X5 = Rasio Penjualan / Total aset
Manajemen risiko 13
Tabel3.Cut-OffRateModelDiskriminan
Modelpasar Modelnilaibuku
Batastidakbangkrut
Batasbangkrut
Wilayahabu-abu
2,99
1,81
1,81-2,99
2,90
1,20
1,20-2,90
X Y
Rasio Modal Kerja/Total Aset 0.25 0.005
Rasio Laba Yang Ditahan/TotalAset 0.1 0.01
Rasio Labasebelum BungadanPajak/TotalAset 0.1 -0.2
RasioNilai Pasar Saham/Nilai BukuSaham 2 1.2
Rasio Penjualan/Total Aset 2 1.25
MISAL ADA
INFORMASI
BERIKUT INI,
MANA YANG
DIPERKIRA
KAN AKAN
BANGKRUT?
Manajemen risiko 14
Model Probabiltas Linear
Dalam beberapa situasi, dua kategori
(gagal bayar dan tidak gagal bayar)
tidak cukup. Kita barangkali
menginginkan angka yang
mencerminkan seberapa besar
kegagalan bayar (risiko kredit) suatu
besar. Model probabilitas bisa dipakai
untuk mengakomodasi keinginan
tersebut.
Manajemen risiko 15
Sebagai contoh, misalkan estimasi dengan
model probabilitas linear menghasilkan
persamaan berikut ini.
Z = 0,2 + 1,3 X1 + 0,5 X2
dimana
X1 = rasio modal kerja/total aset
X2 = rasio laba sebelum bunga dan
pajak/total aset
Manajemen risiko 16
A B C
Total aset Rp100 milyar Rp50 milyar Rp100 milyar
Modal kerja Rp40 milyar Rp5 milyar Rp50 milyar
Laba sebelum bunga dan
pajak
Rp40 milyar -Rp2,5 milyar Rp40 milyar
X1 0,4 0,1 0,5
X2 0,4 -0,05 0,4
BERAPA PROBABILITAS KEBANGKRUTAN
A, B, DAN C?
Manajemen risiko 17
Model Probabilitas Logit
Kelemahan dari model probabilitas
linear adalah ada kemungkinan
probabilitas yang dihitung di luar
wilayah 0 dan 1, lebi kecil dari nol, atau
lebih besar dari 1 (probabilitas bernilai
antara 0 dan 1, inklusif).
Model persamaan logit menggunakan
‘link’ logit (bukannya linear seperti
dalam regresi biasa).
Manajemen risiko 18
Misalkan Y adalah probabilitas ‘sukses’,
regresi logit bisa dituliskan sebagai berikut
ini.
Logit (Y) = log { (Y / (1 – Y)) } =  + 1
X1 + 2 X2
Alternatif penulisan lain adalah sebagai
berikut ini.
Y = { exp ( + 1 X1 + 2 X2) }/ {1 +
exp ( + 1 X1 + 2 X2) }
Manajemen risiko 19
Bagan 1. Kurva Probabilitas Logit
Probabilitas
Variabel Independen
Manajemen risiko 20
Misalkan hasil estimasi menunjukkan
persamaan sebagai berikut ini.
Y = 0,2 + 1,3 X1 + 0,5 X2
dimana X1 = rasio modal kerja/total aset
X2 = rasio laba sebelum bunga
dan pajak/total aset
Berapa probabilitas kebangkrutan A, B,
dan C (data pada tabel sebelumnya)?
Manajemen risiko 21
RAROC (Risk Adjusted Return On
Capital)
Ide dari RAROC adalah membandingkan
tingkat keuntungan dengan modal yang
berisiko (modal yang akan terkena
dampak jika debitur mengalami gagal
bayar). Pembanding tersebut bukannya
total dana yang digunakan untuk
mendanai pinjaman tertentu
(sebagaimana lazim digunakan untuk
pengukuran kinerja yang konvensional).
Manajemen risiko 22
Formula untuk RAROC bisa dituliskan sebagai berikut ini.
Pendapatan dari pinjaman pertahun
RAROC = ------------------------------------------------------
Modal Yang Berisiko (Capital At Risk)
Misalkan suatu bank sedang mengevaluasi portofolio kredit
dengan nilai nominal sebesar $1 milyar. Kupon bunga adalah 9%
(bank akan memperoleh bunga sebesar $90 juta pertahunnya).
Modal ekonomi untuk kredit tersebut diperkirakan sebesar $75
juta (7,5% dari nominal pinjaman). Misalkan dana untuk
pinjaman tersebut diperoleh dengan menerbitkan deposito
dengan tingkat bunga 6%. Modal sebesar $75 juta ditambahkan
sebagai modal yang diinvestasikan di surat berharga pemerintah
dengan tingkat bunga 6,5% pertahun (bank akan memperoleh
bunga sebesar sekitar $4,9 juta = 6,5% x $75 juta). Bank
tersebut mempunyai biaya operasional sebesar $15 juta
pertahun, dan kerugian yang diharapkan dari portofolio tersebut
adalah 1% pertahun (yaitu $10 juta).
Manajemen risiko 23
RAROC bisa dihitung sebagai berikut ini.
RAROC = (90+4.9-60-15-10) / 75 =
13.2%
Angka tersebut kemudian dibandingkan
dengan tingkat keuntungan minimal yang
disyaratkan oleh bank tersebut.
Bagaimana menghitung Capital At Risk?
Melalui berbagai cara..
Manajemen risiko 24
Mortality Rate
Mortality rate menghitung persentase
kebangkrutan yang terjadi untuk kelas
risiko tertentu. Mortality rate tersebut
mirip dengan tabel kematian untuk
manusia (mortality table; lihat bab
mengenai risiko kematian). Mortality
rate dihitung dengan menggunakan
data histories.
Manajemen risiko 25
Total nilai obligasi yang default pada
tahun 1
MMR1 = --------------------------------------------------------
Total nilai obligasi yang beredar pada tahun
pertama penerbitan
Total nilai obligasi yang default pada
tahun 2
MMR2 = --------------------------------------------------------
Total nilai obligasi yang beredar pada tahun
ke 2 setelah penerbitan disesuaikan dengan default,
pelunasan, jatuh tempo, dan pelunasan dari sinking
fund
Manajemen risiko 26
Tabel 5. Mortality Rate
Tahun sesudah Pengeluaran Obligasi
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
AAA Marjinal 0.00% 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Kumulatif 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03
AA Marjinal 0.00 0.00 0.35 0.19 0.00 0.00 0.00 0.00 0.03 0.02
Kumulatif 0.00 0.00 0.35 0.54 0.54 0.54 0.54 0.54 0.57 0.59
A Marjinal 0.00 0.00 0.02 0.07 0.03 0.08 0.05 0.09 0.06 0.00
Kumulatif 0.00 0.00 0.02 0.09 0.12 0.20 0.25 0.34 0.40 0.40
BBB Marjinal 0.12 0.48 0.55 0.59 0.56 0.58 0.72 0.15 0.05 0.26
Kumulatif 0.12 0.60 1.14 1.73 2.28 2.85 3.55 3.70 3.75 3.98
BB Marjinal 0.96 1.65 3.15 1.54 2.15 0.95 1.65 0.45 1.75 3.75
Kumulatif 0.96 2.59 6.50 7.12 9.12 9.98 11.47 11.87 13.41 16.66
B Marjinal 1.60 4.94 5.95 6.72 5.94 4.15 3.12 2.10 1.65 0.85
Kumulatif 1.60 6.46 12.03 17.85 22.73 25.94 28.25 29.76 30.92 31.51
CCC Marjinal 4.35 13.26 14.84 8.15 3.02 9.15 4.56 3.26 0.00 4.15
Kumulatif 4.35 17.03 31.00 36.62 38.53 44.15 46.70 48.44 48.44 50.58
Manajemen risiko 27
Penurunan Risiko Kredit Menggunakan
Term Structure
Term structure atau yield curve atau kurva
hasil menunjukkan hubungan antara jangka
waktu dengan yield surat berharga (obligasi).
Biasanya kurva tersebut mempunyai slope
yang positif seperti terlihat pada bagan
berikut ini, meskipun slope tersebut bisa
berubah menjadi flat (datar) atau bahkan
negatif dalam beberapa situasi.
Manajemen risiko 28
Bagan 2. Yield Curve Hipotetis
Yield Obligasi
20% Perusahaan
12% Obligasi
10% Pemerintah
9%
Tahun 1 Tahun 2 Jangka Waktu
Manajemen risiko 29
Pada kondisi pasar sempurna, tidak ada
kesempatan arbitrase, maka tingkat keuntungan
yang diharapkan untuk obligasi perusahaan akan
sama dengan tingkat keuntungan yang
diharapkan untuk obligasi pemerintah, seperti
berikut ini.
( 1 + Rf ) = pi ( 1 + Ri )
dimana Rf = yield obligasi pemerintah
Ri = yield obligasi perusahaan
pi = probabilitas obligasi
perusahaan bertahan
Manajemen risiko 30
Dengan data di atas, pi bisa dihitung
sebagai berikut ini.
pi = ( 1 + 0,09) / (1 + 0,12) = 0,97
Probabilitas default tahun pertama =
1 – 0,97 = 0,03 atau 3%
Manajemen risiko 31
Bagan 3. Skenario Default Dua Tahun
Tahun 2
Bertahan (0,92)
Tahun 1
Bertahan (0,97)
Awal Default (0,08)
tahun
Default (0,03)
Manajemen risiko 32
Untuk tahun kedua, dengan cara yang sama kita bisa
menghitung pi sebagai berikut ini.
pi = (1 + 0,1) / (1 + 0,2) = 0,92
Tetapi yang kita cari adalah probabilitas tahun kedua
bertahan, jika tahun pertama bertahan (conditional
terhadap tahun pertama bertahan). Probabilitas
bertahan tahun kedua, conditional tahun pertama
bertahan, adalah:
pi = (0,97) (0,92) = 0,89
Probabilitas default tahun kedua = 1 – 0,89 = 0,11
Dengan demikian probabilitas default kumultaif sampai
tahun kedua adalah 11%. Perusahaan bisa mengalami
default dari saat ini sampai dua tahun mendatang
sebesar 11%.
Manajemen risiko 33
Dalam beberapa situasi, kita juga ingin menghitung
probabilitas default marjinal, yaitu probabilitas default
pada tahun kedua. Dalam hal ini kita harus menghitung
tingkat bunga forward untuk tahun kedua. Tingkat
bunga forward tahun kedua tersebut tidak bisa
diobservasi langsung sehingga kita harus menghitung
secara tidak langsung.
Untuk tingkat bunga obligasi pemerintah, dalam kondisi
tidak arbitrase, tingkat keuntungan investasi obligasi
jangka waktu dua tahun akan sama dengan tingkat
keuntungan investasi obligasi tahun pertama, dan
dilanjutkan tahun kedua, seperti berikut ini.
(1 + R2)2 = (1 + R1) (1 + f2)
(1 + 0,1)2 = (1 + 0,09) (1 + f2)
f2 = 11%
Manajemen risiko 34
Dengan cara yang sama, kita bisa
menghitung tingkat bunga forward
perusahaan pada tahun kedua.
f2 = (1 + 0,2)2 / (1 + 0,12) – 1 = 0,29
atau 29%
Probabilitas bertahan dan default marjinal
pada tahun kedua adalah
pi = ( 1 + 0,11) / (1 + 0,29) = 0,86
Probabilitas default tahun kedua (marjinal)
= 1 – 0,86 = 0,14 atau 14%
Manajemen risiko 35
Credit Metrics
Credit Metrics merupakan alat pengukur risiko
kredit dengan menggunakan kerangka Value
At Risk, sehingga volatilitas risiko kredit
(risiko yang tidak bisa diperkirakan) bisa
diperhitungkan.
Ada dua masalah jika kita menggunakan
kerangka VAR (yang biasa digunakan untuk
mengukur risiko pasar) untuk risiko kredit,
yaitu distribusi yang tidak normal dan
perhitungan korelasi.
Manajemen risiko 36
Bagan 4. Distribusi Risiko Kredit
Return Pasar
Return Kredit
Kerugian Keuntungan
Manajemen risiko 37
Creditmetrics Untuk Aset Individual
Misalkan kita akan menganalisis risiko kredit
untuk dua obligasi, yaitu obligasi dengan
rating BBB dan rating A. Kita ingin
menghitung risiko kredit kedua aset tersebut
dengan menggunakan creditmetrics. Obligasi
BBB mempunyai jangka waktu lima tahun
dengan kupon bunga 6%, nilai nominal $100,
masuk dalam kategori senior unsecured
(tanpa jaminan). Obligasi A mempunyai
jangka waktu lima tahun dengan kupon
bunga 5%, nilai nominal $100, dan masuk
dalam kategori senior unsecured juga
Manajemen risiko 38
Tabel6.RatingMigration
BBB A
AAA 0.02 0.09
AA 0.33 2.27
A 5.95 91.05
BBB 86.93 5.52
BB 5.3 0.74
B 1.17 0.6
CCC 0.12 0.01
Default 0.18 0.06
Manajemen risiko 39
Tabel7.ForwardRate
Tahun1 Tahun2 Tahun3 Tahun4
AAA 3.6 4.17 4.73 5.12
AA 3.65 4.22 4.78 5.17
A 3.72 4.32 4.98 5.32
BBB 4.1 4.67 5.25 5.63
BB 5.55 6.02 6.78 7.27
B 6.05 7.02 8.03 8.52
CCC 15.05 15.02 14.03 13.52
Manajemen risiko 40
Jika obligasi tersebut diupgrade menjadi
rating A, berapa nilia obligasi tersebut
pada akhir tahun depan (sebelum terima
kupon bunga)?
V = 6 + 6/(1+3,72%) + 6/(1+4,32)2
+ 6/(1+4,93%)3+ 106/(1+5,32%)4 =
108,66
Manajemen risiko 41
Tabel8.NilaiObligasiPadaSaatKebangkrutan
Mean Standardeviasi
SeniorityClass
SeniorSecured 53.8 26.86
SeniorUnsecured 51.13 25.45
Senior
Suboordinated 38.52 23.81
Subordinated 32.74 20.18
Junior
Subordinated 17.09 10.9
Manajemen risiko 42
Tabel9.HasilPenilaianUlangObligasiBBB
Kupon
Forward
Value
Total
Value
AAA 0.02 6.00 103.37 109.37
AA 0.33 6.00 103.10 109.10
A 5.95 6.00 102.66 108.66
BBB 86.93 6.00 101.55 107.55
BB 5.3 6.00 96.02 102.02
B 1.17 6.00 92.10 98.10
CCC 0.12 6.00 77.64 83.64
Default 0.18 0.00 51.13 51.13
Manajemen risiko 43
Bagan 5. Distribusi Penilaian Ulang Obligasi BBB
0.00
2.00
4.00
6.00
8.00
10.00
12.00
D CCC B BB BBB A AA AAA
86,93%
Manajemen risiko 44
Nilai yang diharapkan (E) =
0.02% (109,37) + 0.33% (109,10) + 5.95% (108.66) +
86.93% (107,55) + 5.3% (102,02) + 1.17% (98,10) +
0.12% (83,64) + 0.18% (51,13) = 107,09
Varians = 2 =
0.02% (109,37 – 107,09)2 + 0.33% (109,10 – 107,09)2
+ 5.95% (108.66 – 107,09)2 + 86.93% (107,55 –
107,09)2 + 5.3% (102,02 – 107,09)2 + 1.17% (98,10 –
107,09)2 + 0.12% (83,64 – 107,09)2 + 0.18% (51,13 –
107,09)2 = 8,95
Standar deviasi () = 8,95 = 2,99
Manajemen risiko 45
Setelah kita ketahui rata-rata dan standar
deviasinya, kita bisa menghitung risko
kredit untuk obligasi BBB dengan
menggunakan kerangka VAR sebagai
berikut ini. Dengan mengasumsikan
distribusi normal, maka 5%VAR dan
1%VAR bisa dihitung sebagai berikut ini:
5%VAR = 107,09 – (107,09 – (1,65 x
2,99)) = – $4,93
1%VAR = 107,09 – (107,09 – (2,33 x
2,99)) = – $6,97
Manajemen risiko 46
Kita bisa menggunakan distribusi
sesungguhnya, sehingga perhitungan
yang mendekati 5%VAR dan 1%VAR
bisa dilakukan sebagai berikut ini.
6,77%VAR = 107,09 – (102,2) =
$4,89
1,47%VAR = 107,09 – (98,10) =
$9,99
Manajemen risiko 47
Creditmetrics Untuk Portofolio
Tabel10.HasilPenilaianUlangObligasiA
Kupon
Forward
Value
Total
Value
AAA 5.00 101.59 106.59
AA 5.00 101.49 106.49
A 5.00 101.30 106.30
BBB 5.00 100.64 105.64
BB 5.00 98.15 103.15
B 5.00 96.39 101.39
CCC 5.00 73.71 78.71
Default 0.00 51.13 51.13
HASIL
PENILAIAN
ULANG UNTUK
OBLIGASI BBB
SUDAH
DITAMPILKAN DI
MUKA
Manajemen risiko 48
Karena kita mempunyai dua aset, yaitu
obligasi BBB dan A, kemudian ada 9
kemungkinan transisi untuk setiap
asetnya, maka kita akan mempunyai
matriks dengan 9x9=81 sel.
Manajemen risiko 49
Tabel11.MatriksPenilaianUlangPortofolio
AsetA AAA AA A BBB BB B CCC Default
AsetBBB 106.59 106.49 106.30 105.64 103.15 101.39 78.71 51.13
AAA 109.37 215.96 215.86 215.67 215.01 212.52 210.76 188.08 160.50
AA 109.10 215.69 215.59 215.40 214.74 212.25 210.49 187.81 160.23
A 108.66 215.25 215.15 214.96 214.30 211.81 210.05 187.37 159.79
BBB 107.55 214.14 214.04 213.85 213.19 210.70 208.94 186.26 158.68
BB 102.02 208.61 208.51 208.32 207.66 205.17 203.41 180.73 153.15
B 98.10 204.69 204.59 204.40 203.74 201.25 199.49 176.81 149.23
CCC 83.64 190.23 190.13 189.94 189.28 186.79 185.03 162.35 134.77
Default 51.13 157.72 157.62 157.43 156.77 154.28 152.52 129.84 102.26
Manajemen risiko 50
Tabel11.JointProbabilityPortofolio
AsetA AAA AA A BBB BB B CCC Default
AsetBBB 0.09 2.27 91.05 5.52 0.74 0.6 0.01 0.06
AAA 0.02 0.00002 0.00045 0.01821 0.00110 0.00015 0.00012 0.00000 0.00001
AA 0.33 0.00030 0.00749 0.30047 0.01822 0.00244 0.00198 0.00003 0.00020
A 5.95 0.00536 0.13507 5.41748 0.32844 0.04403 0.03570 0.00060 0.00357
BBB 86.93 0.07824 1.97331 79.14977 4.79854 0.64328 0.52158 0.00869 0.05216
BB 5.3 0.00477 0.12031 4.82565 0.29256 0.03922 0.03180 0.00053 0.00318
B 1.17 0.00105 0.02656 1.06529 0.06458 0.00866 0.00702 0.00012 0.00070
CCC 0.12 0.00011 0.00272 0.10926 0.00662 0.00089 0.00072 0.00001 0.00007
Default 0.18 0.00016 0.00409 0.16389 0.00994 0.00133 0.00108 0.00002 0.00011
Manajemen risiko 51
Bagan 6. Distribusi Penilaian Ulang Portofolio
0
1
2
3
4
5
6
7
102.26134.77152.52154.28157.43157.72159.79
160.5176.81185.03186.79187.81189.28190.13199.49203.41
204.4204.69207.66208.51208.94210.49210.76212.25213.19214.04
214.3214.96215.15
215.4215.67215.86
79,15%
Manajemen risiko 52
Nilai yang diharapkan dan standar deviasi untuk
distribusi tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini.
E = (0,000108/100) (102,26) + (0,000018/100)
(129,84) + …. + (0,00045/100) (215,86) +
(0,00002/100) (215,96) = 213.28383
Varians = 2 =
(0,000108/100) (102,26 – 213,28 )2 + (0,000018/100)
(129,84 – 213,28)2 + ………. +
(0,00045/100) (215,86 – 213,28 )2 + (0,00002/100)
(215,96 – 213,28)2
= 11
Standar deviasi =  = 11 = 3,3
Manajemen risiko 53
Setelah kita mengetahui rata-rata dan
standar deviasi, maka kita bisa
menghitung VAR seperti yang dilakukan
sebelumnya, seperti berikut ini.
5%VAR = – (1,65 x 3,3) = – $5,45
1%VAR = – (2,33 x 3,3) = – $7,7
Alternattif lain, kita bisa menggunakan
percentile untuk menghitung VAR, seperti
yang dilakukan di bagian dua perhitungan
creditmetrics untuk aset individual.
Manajemen risiko 54
Pendekatan Kerangka Teori Opsi
Opsi call adalah hak untuk membeli aset
dengan harga tertentu pada periode tertentu.
Opsi put adalah hak untuk menjual aset
dengan harga tertentu pada periode tertentu.
Penjual opsi call atau put mempunyai
kewajiban untuk menyediakan aset yang
akan dibeli (jika pemegang opsi call
mengeksekusi haknya), atau membeli aset
yang akan dijual (jika pemegang opsi put
mengeksekusi haknya). Sebagai kompensasi,
penjual opsi menerima premium atau harga
opsi sebesar nilai tertentu.
Manajemen risiko 55
Beberapa akademisi menggunakan
kerangka teori opsi untuk menganalisis
risiko kredit. Dengan menggunakan
kerangka teori opsi, pemegang saham
bisa digambarkan sebagai pihak yang
membeli opsi call. Pemegang hutang
(pemberi hutang) bisa digambarkan
sebagai pihak yang menjual opsi put.
Manajemen risiko 56
Bagan 7. Gambar Pemegang Saham dalam Kerangka Opsi
Nilai Saham
100jt
Nilai Perusahaan
Manajemen risiko 57
Bagan 8. Gambar Pemegang Hutang dalam Kerangka Opsi
Nilai Hutang
100jt
Nilai Perusahaan
100jt
Manajemen risiko 58
Setelah kita mengetahui kerangka
semacam itu, kita bisa menggunakan
teori opsi (model penilaian opsi) untuk
menilai nilai hutang dan sekaligus risiko
kredit. Bagian berikut ini memberikan
ilustrasi bagaimana risiko kredit bisa
dihitung dengan menggunakan teori
penilaian opsi

Manajemen Risiko 10 Risiko kredit

  • 1.
    Manajemen risiko 1 BAB10 RISIKO KREDIT
  • 2.
    Manajemen risiko 2 Risikokredit terjadi jika counterparty (pihak lain dalam transaksi bisnis kita) tidak bisa memenuhi kewajibannya (wanprestasi). Bab ini membicarakan tehnik-tehnik pengukuran risiko kredit. Pembicaraan dimulai dengan pengukuran risiko kredit secara kualitatif. Diskusi kemudian diteruskan dengan membahas tehnik pengukuran kuantitatif, dan tehnik pengukuran risiko kredit kuantitatif yang baru seperti creditmetrics, RAROC, dan lainnya.
  • 3.
    Manajemen risiko 3 PENILAIANKUALITATIF Kerangka 3R dan 5C Pedoman 3R bisa dijelaskan sebagai berikut ini. 1. Returns Returns berkaitan dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan kredit yang diminta, apakah kredit tersebut bisa menghasilkan return (pendapatan) yang memadai untuk melunasi hutang dan bunganya. 2. Repayment capacity Repayment capacity berkaitan dengan kemampuan perusahaan mengembalikan pinjaman dan bunganya pada saat pembayaran tersebut jatuh tempo. 3. Risk-bearing ability Risk-bearing ability berkaitan dengan kemampuan perusahaan menanggung risiko kegagalan atau ketidakpastian yang berkaitan dengan penggunaan kredit tersebut. Jaminan merupakan hal yang perlu dipertimbangkan oleh kreditor dalam kaitannya dengan risk-bearing ability.
  • 4.
    Manajemen risiko 4 Pedoman5C berkaitan dengan karakteristik berikut ini. 1. Character menunjukkan kemauan peminjam (debitur) untuk memenuhi kewajibannya. Kemauan tersebut lebih berkaitan dengan sifat dan watak peminjam. Seorang yang mempunyai kemampuan mengembalikan pinjaman, tetapi tidak mau mengembalikan, akan mempunyai character yang tidak mendukung pemberian kredit. Pemberu pinjaman akan dan harus memperhatikan karakteristik ini dengan seksama. 2. Capacity adalah kemampuan peminjam untuk melunasi kewajiban hutangnya, melalui pengelolaan perusahaannya dengan efektif dan efisien. Jika peminjam bisa mengelola perusahaannya dengan baik, perusahaan bisa memperoleh keuntungan, maka kemungkinan bisa mengembalikan pinjaman akan semakin tinggi. Capacity bisa dilihat melalui masa lalu (prestasi masa lalu atau track of record masa lalu). 3. Capital adalah posisi keuangan perusahaan (peminjam) secara keseluruhan. Kondisi keuangan bisa dilihat melalui analisis keuangan, seperti analisis rasio. Dalam hal ini, bank atau lembaga keuangan harus memperhatikan komposisi hutang dengan modal sendiri. Jika hutang terlalu besar, maka kemungkinan perusahaan akan mengalami kesulitan keuangan juga akan semakin besar, dan sebaliknya.
  • 5.
    Manajemen risiko 5 4.Collateral adalah aset yang dijaminkan untuk suatu pinjaman. Jika karena sesuatu hal pinjaman tidak bisa dikembalikan, jaminan bisa dijual untuk menutup pinjaman tersebut. Lembaga keuangan bisa meminta jaminan yang nilainya melebihi jumlah pinjaman. 5. Conditions adalah sejauh mana kondisi perekonomian akan mempengaruhi kemampuan mengembalikan pinjaman. Jika kondisi perekonomian memburuk, maka kemungkina perusahaan mengalami kesulitan keuangan akan semakin tinggi, yang membuat kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan melunasi pinjaman, juga semakin tinggi.
  • 6.
    Manajemen risiko 6 PENILAIANKUANTITATIF RATING PERUSAHAAN MODEL SKORING KREDIT RAROC (RISK ADJUSTED RETURN ON CAPITAL) MORTALITY RATE PENDEKATAN TERM STRUCTURE CREDITMETRICS KERANGKA TEORI OPSI
  • 7.
    Manajemen risiko 7 Tabel1. Klasifikasi Rating Rating Keterangan AAA Instrumen hutang dengan risiko sangat rendah, Tingkat pengembalian teramat baik (exellent); perubahan pada kondisi keuangan,bisnis,atau ekonomi tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap risiko investasi. AA Instrumen hutang dengan risiko sangat rendah .Tingkat pengembalian yang sangat baik;perubahan pada kondisi keuangan,bisnis,atau ekonomi barangkali akan berpengaruh terhadap risiko investasi,tetapi tidak terlalu besar. A Pengembalian hutang dengan risiko rendah. Tingkat pengembalian yang baik; Meskipun perubahan pada kondisi keuangan,bisnis,atau ekonomi akan meningkat kan risiko investasi. BBB Tingkat pengembalian yang memadai. Perubahan pada kondisi keuangan,bisnis, atau ekonomi memepunyai kemungkinan besar meningkatkan risiko investasi dibandingkan dengan kategori yang lebih tinggi. BB Investasi. Perusahaan mempunyai kemampuan membayar bunga dan dan pokok pinjaman, tetapi kemampuan tersebut rawan terhadap perubahan pada kondisi ekonomi,bisnis,dan keuangan. B Instrumen hutang saat ini mengandung risiko investasi. Tingkat pengembalian tidak terlindungi secara memadai terhadap kondisi ekonomi,bisnis,dan keuangan. C Instrumen keuangan yang bersifat spekulatif dengan kemungkinan besar bangkrut. D Instrumen keuangan sedang defaul/bangkrut. Catatan: Tanda + atau – bisa ditambahkan di belakang rating untuk menegaskan tingkat rating lebih lanjut. Sebagai contoh, suatu perusahaan barangkali mempunyai rating A+, yang berarti rating A tingkat atas.
  • 8.
    Manajemen risiko 8 Sebagaicontoh, untuk rating AAA, pada satu tahun sesudah obligasi dikeluarkan (rating juga dikeluarkan), tidak ada perusahaan yang mengalami kegagalan bayar (default). Empat tahun sesudah obligasi dikeluarkan ada perusahaan mengalami kegagalan bayar sebesar 0,07%, sehingga kumulatif kegagalan bayar pada tahun keempat adalah 0,04%. Pada tahun kelima terjadi kegagalan bayar sebesar 0,16%, sehingga kegagalam bayar kumulatif menjadi 0,23%. Dengan cara yang sama, kegagalan bayar marjinal dan kumulatif bisa dihitung untuk kategori rating yang lain bisa dilakukan. Tabel tersebut menunjukkan bahwa rating yang dikeluarkan oleh perusahaan rating cukup baik memprediksi risiko kegagalan bayar (default risk). Perusahaan yang mempunyai kategori rating jelek mempunyai kemungkinan untuk default lebih besar.
  • 9.
    Manajemen risiko 9 ModelSkoring Kredit Model scoring kredit pada dasarnya ingin melihat risiko kredit (potensi kegagalan bayar) berdasarkan skor tertentu yang dihasilkan melalui model tertentu. Bagian berikut ini membicarakan beberapa model scoring, yaitu model diskriminan, model probabilitas linear, dan model probabilitas logit.
  • 10.
    Manajemen risiko 10 ModelDiskriminan Analisis diskriminan pada dasarnya ingin melihat apakah suatu perusahaan sebaiknya dimasukkan ke dalam kategori tertentu. Sebagai contoh, misalkan kita mempunyai dua kategori yaitu perusahaan yang mengalami kegagalan bayar dan yang tidak mengalami kegagalan bayar. Kemudian kita mengumpulkan informasi, misal informasi laporan keuangan seperti rasio lancar, rasio profitabilitas, yang akan digunakan untuk memprediksi apakah suatu perusahaan layak dimasukkan ke dalam kategori gagal bayar atau tidak. Yang pertama kali perlu dilakukan adalah mengestimasi persamaan diskriminan, yaitu dengan menggunakan variabel dependen (tidak bebas) yang bersifat kategori, yaitu gagal bayar dan tidak gagal bayar, dan menggunakan rasio-rasio keuangan sebagai variabel tidak bebas.
  • 11.
    Manajemen risiko 11 Sebagaicontoh, berikut ini fungsi diskriminan yang diestimasi oleh penelitian Altman (1968): Z = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X2 + 1,0 X5 Dimana X1 = Rasio Modal kerja / Total aset X2 = Rasio Laba yang ditahan / Total aset X3 = Rasio Laba sebelum bunga dan pajak / Total aset X4 = Rasio Nilai pasar saham / Nilai buku saham X5 = Rasio Penjualan / Total aset
  • 12.
    Manajemen risiko 12 Altmankemudian memperluas model di atas supaya bisa digunakan untuk perusahaan non-publik. Model baru tersebut adalah sebagai berikut ini. Z = 0,717 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3 + 0,420 X2 + 0,998 X5 Dimana X1 = Rasio Modal kerja / Total aset X2 = Rasio Laba yang ditahan / Total aset X3 = Rasio Laba sebelum bunga dan pajak / Total aset X4 = Rasio Nilai buku saham preferen dan saham biasa/Nilai buku total hutang X5 = Rasio Penjualan / Total aset
  • 13.
    Manajemen risiko 13 Tabel3.Cut-OffRateModelDiskriminan ModelpasarModelnilaibuku Batastidakbangkrut Batasbangkrut Wilayahabu-abu 2,99 1,81 1,81-2,99 2,90 1,20 1,20-2,90 X Y Rasio Modal Kerja/Total Aset 0.25 0.005 Rasio Laba Yang Ditahan/TotalAset 0.1 0.01 Rasio Labasebelum BungadanPajak/TotalAset 0.1 -0.2 RasioNilai Pasar Saham/Nilai BukuSaham 2 1.2 Rasio Penjualan/Total Aset 2 1.25 MISAL ADA INFORMASI BERIKUT INI, MANA YANG DIPERKIRA KAN AKAN BANGKRUT?
  • 14.
    Manajemen risiko 14 ModelProbabiltas Linear Dalam beberapa situasi, dua kategori (gagal bayar dan tidak gagal bayar) tidak cukup. Kita barangkali menginginkan angka yang mencerminkan seberapa besar kegagalan bayar (risiko kredit) suatu besar. Model probabilitas bisa dipakai untuk mengakomodasi keinginan tersebut.
  • 15.
    Manajemen risiko 15 Sebagaicontoh, misalkan estimasi dengan model probabilitas linear menghasilkan persamaan berikut ini. Z = 0,2 + 1,3 X1 + 0,5 X2 dimana X1 = rasio modal kerja/total aset X2 = rasio laba sebelum bunga dan pajak/total aset
  • 16.
    Manajemen risiko 16 AB C Total aset Rp100 milyar Rp50 milyar Rp100 milyar Modal kerja Rp40 milyar Rp5 milyar Rp50 milyar Laba sebelum bunga dan pajak Rp40 milyar -Rp2,5 milyar Rp40 milyar X1 0,4 0,1 0,5 X2 0,4 -0,05 0,4 BERAPA PROBABILITAS KEBANGKRUTAN A, B, DAN C?
  • 17.
    Manajemen risiko 17 ModelProbabilitas Logit Kelemahan dari model probabilitas linear adalah ada kemungkinan probabilitas yang dihitung di luar wilayah 0 dan 1, lebi kecil dari nol, atau lebih besar dari 1 (probabilitas bernilai antara 0 dan 1, inklusif). Model persamaan logit menggunakan ‘link’ logit (bukannya linear seperti dalam regresi biasa).
  • 18.
    Manajemen risiko 18 MisalkanY adalah probabilitas ‘sukses’, regresi logit bisa dituliskan sebagai berikut ini. Logit (Y) = log { (Y / (1 – Y)) } =  + 1 X1 + 2 X2 Alternatif penulisan lain adalah sebagai berikut ini. Y = { exp ( + 1 X1 + 2 X2) }/ {1 + exp ( + 1 X1 + 2 X2) }
  • 19.
    Manajemen risiko 19 Bagan1. Kurva Probabilitas Logit Probabilitas Variabel Independen
  • 20.
    Manajemen risiko 20 Misalkanhasil estimasi menunjukkan persamaan sebagai berikut ini. Y = 0,2 + 1,3 X1 + 0,5 X2 dimana X1 = rasio modal kerja/total aset X2 = rasio laba sebelum bunga dan pajak/total aset Berapa probabilitas kebangkrutan A, B, dan C (data pada tabel sebelumnya)?
  • 21.
    Manajemen risiko 21 RAROC(Risk Adjusted Return On Capital) Ide dari RAROC adalah membandingkan tingkat keuntungan dengan modal yang berisiko (modal yang akan terkena dampak jika debitur mengalami gagal bayar). Pembanding tersebut bukannya total dana yang digunakan untuk mendanai pinjaman tertentu (sebagaimana lazim digunakan untuk pengukuran kinerja yang konvensional).
  • 22.
    Manajemen risiko 22 Formulauntuk RAROC bisa dituliskan sebagai berikut ini. Pendapatan dari pinjaman pertahun RAROC = ------------------------------------------------------ Modal Yang Berisiko (Capital At Risk) Misalkan suatu bank sedang mengevaluasi portofolio kredit dengan nilai nominal sebesar $1 milyar. Kupon bunga adalah 9% (bank akan memperoleh bunga sebesar $90 juta pertahunnya). Modal ekonomi untuk kredit tersebut diperkirakan sebesar $75 juta (7,5% dari nominal pinjaman). Misalkan dana untuk pinjaman tersebut diperoleh dengan menerbitkan deposito dengan tingkat bunga 6%. Modal sebesar $75 juta ditambahkan sebagai modal yang diinvestasikan di surat berharga pemerintah dengan tingkat bunga 6,5% pertahun (bank akan memperoleh bunga sebesar sekitar $4,9 juta = 6,5% x $75 juta). Bank tersebut mempunyai biaya operasional sebesar $15 juta pertahun, dan kerugian yang diharapkan dari portofolio tersebut adalah 1% pertahun (yaitu $10 juta).
  • 23.
    Manajemen risiko 23 RAROCbisa dihitung sebagai berikut ini. RAROC = (90+4.9-60-15-10) / 75 = 13.2% Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan tingkat keuntungan minimal yang disyaratkan oleh bank tersebut. Bagaimana menghitung Capital At Risk? Melalui berbagai cara..
  • 24.
    Manajemen risiko 24 MortalityRate Mortality rate menghitung persentase kebangkrutan yang terjadi untuk kelas risiko tertentu. Mortality rate tersebut mirip dengan tabel kematian untuk manusia (mortality table; lihat bab mengenai risiko kematian). Mortality rate dihitung dengan menggunakan data histories.
  • 25.
    Manajemen risiko 25 Totalnilai obligasi yang default pada tahun 1 MMR1 = -------------------------------------------------------- Total nilai obligasi yang beredar pada tahun pertama penerbitan Total nilai obligasi yang default pada tahun 2 MMR2 = -------------------------------------------------------- Total nilai obligasi yang beredar pada tahun ke 2 setelah penerbitan disesuaikan dengan default, pelunasan, jatuh tempo, dan pelunasan dari sinking fund
  • 26.
    Manajemen risiko 26 Tabel5. Mortality Rate Tahun sesudah Pengeluaran Obligasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 AAA Marjinal 0.00% 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Kumulatif 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 0.03 0.03 0.03 0.03 0.03 AA Marjinal 0.00 0.00 0.35 0.19 0.00 0.00 0.00 0.00 0.03 0.02 Kumulatif 0.00 0.00 0.35 0.54 0.54 0.54 0.54 0.54 0.57 0.59 A Marjinal 0.00 0.00 0.02 0.07 0.03 0.08 0.05 0.09 0.06 0.00 Kumulatif 0.00 0.00 0.02 0.09 0.12 0.20 0.25 0.34 0.40 0.40 BBB Marjinal 0.12 0.48 0.55 0.59 0.56 0.58 0.72 0.15 0.05 0.26 Kumulatif 0.12 0.60 1.14 1.73 2.28 2.85 3.55 3.70 3.75 3.98 BB Marjinal 0.96 1.65 3.15 1.54 2.15 0.95 1.65 0.45 1.75 3.75 Kumulatif 0.96 2.59 6.50 7.12 9.12 9.98 11.47 11.87 13.41 16.66 B Marjinal 1.60 4.94 5.95 6.72 5.94 4.15 3.12 2.10 1.65 0.85 Kumulatif 1.60 6.46 12.03 17.85 22.73 25.94 28.25 29.76 30.92 31.51 CCC Marjinal 4.35 13.26 14.84 8.15 3.02 9.15 4.56 3.26 0.00 4.15 Kumulatif 4.35 17.03 31.00 36.62 38.53 44.15 46.70 48.44 48.44 50.58
  • 27.
    Manajemen risiko 27 PenurunanRisiko Kredit Menggunakan Term Structure Term structure atau yield curve atau kurva hasil menunjukkan hubungan antara jangka waktu dengan yield surat berharga (obligasi). Biasanya kurva tersebut mempunyai slope yang positif seperti terlihat pada bagan berikut ini, meskipun slope tersebut bisa berubah menjadi flat (datar) atau bahkan negatif dalam beberapa situasi.
  • 28.
    Manajemen risiko 28 Bagan2. Yield Curve Hipotetis Yield Obligasi 20% Perusahaan 12% Obligasi 10% Pemerintah 9% Tahun 1 Tahun 2 Jangka Waktu
  • 29.
    Manajemen risiko 29 Padakondisi pasar sempurna, tidak ada kesempatan arbitrase, maka tingkat keuntungan yang diharapkan untuk obligasi perusahaan akan sama dengan tingkat keuntungan yang diharapkan untuk obligasi pemerintah, seperti berikut ini. ( 1 + Rf ) = pi ( 1 + Ri ) dimana Rf = yield obligasi pemerintah Ri = yield obligasi perusahaan pi = probabilitas obligasi perusahaan bertahan
  • 30.
    Manajemen risiko 30 Dengandata di atas, pi bisa dihitung sebagai berikut ini. pi = ( 1 + 0,09) / (1 + 0,12) = 0,97 Probabilitas default tahun pertama = 1 – 0,97 = 0,03 atau 3%
  • 31.
    Manajemen risiko 31 Bagan3. Skenario Default Dua Tahun Tahun 2 Bertahan (0,92) Tahun 1 Bertahan (0,97) Awal Default (0,08) tahun Default (0,03)
  • 32.
    Manajemen risiko 32 Untuktahun kedua, dengan cara yang sama kita bisa menghitung pi sebagai berikut ini. pi = (1 + 0,1) / (1 + 0,2) = 0,92 Tetapi yang kita cari adalah probabilitas tahun kedua bertahan, jika tahun pertama bertahan (conditional terhadap tahun pertama bertahan). Probabilitas bertahan tahun kedua, conditional tahun pertama bertahan, adalah: pi = (0,97) (0,92) = 0,89 Probabilitas default tahun kedua = 1 – 0,89 = 0,11 Dengan demikian probabilitas default kumultaif sampai tahun kedua adalah 11%. Perusahaan bisa mengalami default dari saat ini sampai dua tahun mendatang sebesar 11%.
  • 33.
    Manajemen risiko 33 Dalambeberapa situasi, kita juga ingin menghitung probabilitas default marjinal, yaitu probabilitas default pada tahun kedua. Dalam hal ini kita harus menghitung tingkat bunga forward untuk tahun kedua. Tingkat bunga forward tahun kedua tersebut tidak bisa diobservasi langsung sehingga kita harus menghitung secara tidak langsung. Untuk tingkat bunga obligasi pemerintah, dalam kondisi tidak arbitrase, tingkat keuntungan investasi obligasi jangka waktu dua tahun akan sama dengan tingkat keuntungan investasi obligasi tahun pertama, dan dilanjutkan tahun kedua, seperti berikut ini. (1 + R2)2 = (1 + R1) (1 + f2) (1 + 0,1)2 = (1 + 0,09) (1 + f2) f2 = 11%
  • 34.
    Manajemen risiko 34 Dengancara yang sama, kita bisa menghitung tingkat bunga forward perusahaan pada tahun kedua. f2 = (1 + 0,2)2 / (1 + 0,12) – 1 = 0,29 atau 29% Probabilitas bertahan dan default marjinal pada tahun kedua adalah pi = ( 1 + 0,11) / (1 + 0,29) = 0,86 Probabilitas default tahun kedua (marjinal) = 1 – 0,86 = 0,14 atau 14%
  • 35.
    Manajemen risiko 35 CreditMetrics Credit Metrics merupakan alat pengukur risiko kredit dengan menggunakan kerangka Value At Risk, sehingga volatilitas risiko kredit (risiko yang tidak bisa diperkirakan) bisa diperhitungkan. Ada dua masalah jika kita menggunakan kerangka VAR (yang biasa digunakan untuk mengukur risiko pasar) untuk risiko kredit, yaitu distribusi yang tidak normal dan perhitungan korelasi.
  • 36.
    Manajemen risiko 36 Bagan4. Distribusi Risiko Kredit Return Pasar Return Kredit Kerugian Keuntungan
  • 37.
    Manajemen risiko 37 CreditmetricsUntuk Aset Individual Misalkan kita akan menganalisis risiko kredit untuk dua obligasi, yaitu obligasi dengan rating BBB dan rating A. Kita ingin menghitung risiko kredit kedua aset tersebut dengan menggunakan creditmetrics. Obligasi BBB mempunyai jangka waktu lima tahun dengan kupon bunga 6%, nilai nominal $100, masuk dalam kategori senior unsecured (tanpa jaminan). Obligasi A mempunyai jangka waktu lima tahun dengan kupon bunga 5%, nilai nominal $100, dan masuk dalam kategori senior unsecured juga
  • 38.
    Manajemen risiko 38 Tabel6.RatingMigration BBBA AAA 0.02 0.09 AA 0.33 2.27 A 5.95 91.05 BBB 86.93 5.52 BB 5.3 0.74 B 1.17 0.6 CCC 0.12 0.01 Default 0.18 0.06
  • 39.
    Manajemen risiko 39 Tabel7.ForwardRate Tahun1Tahun2 Tahun3 Tahun4 AAA 3.6 4.17 4.73 5.12 AA 3.65 4.22 4.78 5.17 A 3.72 4.32 4.98 5.32 BBB 4.1 4.67 5.25 5.63 BB 5.55 6.02 6.78 7.27 B 6.05 7.02 8.03 8.52 CCC 15.05 15.02 14.03 13.52
  • 40.
    Manajemen risiko 40 Jikaobligasi tersebut diupgrade menjadi rating A, berapa nilia obligasi tersebut pada akhir tahun depan (sebelum terima kupon bunga)? V = 6 + 6/(1+3,72%) + 6/(1+4,32)2 + 6/(1+4,93%)3+ 106/(1+5,32%)4 = 108,66
  • 41.
    Manajemen risiko 41 Tabel8.NilaiObligasiPadaSaatKebangkrutan MeanStandardeviasi SeniorityClass SeniorSecured 53.8 26.86 SeniorUnsecured 51.13 25.45 Senior Suboordinated 38.52 23.81 Subordinated 32.74 20.18 Junior Subordinated 17.09 10.9
  • 42.
    Manajemen risiko 42 Tabel9.HasilPenilaianUlangObligasiBBB Kupon Forward Value Total Value AAA0.02 6.00 103.37 109.37 AA 0.33 6.00 103.10 109.10 A 5.95 6.00 102.66 108.66 BBB 86.93 6.00 101.55 107.55 BB 5.3 6.00 96.02 102.02 B 1.17 6.00 92.10 98.10 CCC 0.12 6.00 77.64 83.64 Default 0.18 0.00 51.13 51.13
  • 43.
    Manajemen risiko 43 Bagan5. Distribusi Penilaian Ulang Obligasi BBB 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00 10.00 12.00 D CCC B BB BBB A AA AAA 86,93%
  • 44.
    Manajemen risiko 44 Nilaiyang diharapkan (E) = 0.02% (109,37) + 0.33% (109,10) + 5.95% (108.66) + 86.93% (107,55) + 5.3% (102,02) + 1.17% (98,10) + 0.12% (83,64) + 0.18% (51,13) = 107,09 Varians = 2 = 0.02% (109,37 – 107,09)2 + 0.33% (109,10 – 107,09)2 + 5.95% (108.66 – 107,09)2 + 86.93% (107,55 – 107,09)2 + 5.3% (102,02 – 107,09)2 + 1.17% (98,10 – 107,09)2 + 0.12% (83,64 – 107,09)2 + 0.18% (51,13 – 107,09)2 = 8,95 Standar deviasi () = 8,95 = 2,99
  • 45.
    Manajemen risiko 45 Setelahkita ketahui rata-rata dan standar deviasinya, kita bisa menghitung risko kredit untuk obligasi BBB dengan menggunakan kerangka VAR sebagai berikut ini. Dengan mengasumsikan distribusi normal, maka 5%VAR dan 1%VAR bisa dihitung sebagai berikut ini: 5%VAR = 107,09 – (107,09 – (1,65 x 2,99)) = – $4,93 1%VAR = 107,09 – (107,09 – (2,33 x 2,99)) = – $6,97
  • 46.
    Manajemen risiko 46 Kitabisa menggunakan distribusi sesungguhnya, sehingga perhitungan yang mendekati 5%VAR dan 1%VAR bisa dilakukan sebagai berikut ini. 6,77%VAR = 107,09 – (102,2) = $4,89 1,47%VAR = 107,09 – (98,10) = $9,99
  • 47.
    Manajemen risiko 47 CreditmetricsUntuk Portofolio Tabel10.HasilPenilaianUlangObligasiA Kupon Forward Value Total Value AAA 5.00 101.59 106.59 AA 5.00 101.49 106.49 A 5.00 101.30 106.30 BBB 5.00 100.64 105.64 BB 5.00 98.15 103.15 B 5.00 96.39 101.39 CCC 5.00 73.71 78.71 Default 0.00 51.13 51.13 HASIL PENILAIAN ULANG UNTUK OBLIGASI BBB SUDAH DITAMPILKAN DI MUKA
  • 48.
    Manajemen risiko 48 Karenakita mempunyai dua aset, yaitu obligasi BBB dan A, kemudian ada 9 kemungkinan transisi untuk setiap asetnya, maka kita akan mempunyai matriks dengan 9x9=81 sel.
  • 49.
    Manajemen risiko 49 Tabel11.MatriksPenilaianUlangPortofolio AsetAAAA AA A BBB BB B CCC Default AsetBBB 106.59 106.49 106.30 105.64 103.15 101.39 78.71 51.13 AAA 109.37 215.96 215.86 215.67 215.01 212.52 210.76 188.08 160.50 AA 109.10 215.69 215.59 215.40 214.74 212.25 210.49 187.81 160.23 A 108.66 215.25 215.15 214.96 214.30 211.81 210.05 187.37 159.79 BBB 107.55 214.14 214.04 213.85 213.19 210.70 208.94 186.26 158.68 BB 102.02 208.61 208.51 208.32 207.66 205.17 203.41 180.73 153.15 B 98.10 204.69 204.59 204.40 203.74 201.25 199.49 176.81 149.23 CCC 83.64 190.23 190.13 189.94 189.28 186.79 185.03 162.35 134.77 Default 51.13 157.72 157.62 157.43 156.77 154.28 152.52 129.84 102.26
  • 50.
    Manajemen risiko 50 Tabel11.JointProbabilityPortofolio AsetAAAA AA A BBB BB B CCC Default AsetBBB 0.09 2.27 91.05 5.52 0.74 0.6 0.01 0.06 AAA 0.02 0.00002 0.00045 0.01821 0.00110 0.00015 0.00012 0.00000 0.00001 AA 0.33 0.00030 0.00749 0.30047 0.01822 0.00244 0.00198 0.00003 0.00020 A 5.95 0.00536 0.13507 5.41748 0.32844 0.04403 0.03570 0.00060 0.00357 BBB 86.93 0.07824 1.97331 79.14977 4.79854 0.64328 0.52158 0.00869 0.05216 BB 5.3 0.00477 0.12031 4.82565 0.29256 0.03922 0.03180 0.00053 0.00318 B 1.17 0.00105 0.02656 1.06529 0.06458 0.00866 0.00702 0.00012 0.00070 CCC 0.12 0.00011 0.00272 0.10926 0.00662 0.00089 0.00072 0.00001 0.00007 Default 0.18 0.00016 0.00409 0.16389 0.00994 0.00133 0.00108 0.00002 0.00011
  • 51.
    Manajemen risiko 51 Bagan6. Distribusi Penilaian Ulang Portofolio 0 1 2 3 4 5 6 7 102.26134.77152.52154.28157.43157.72159.79 160.5176.81185.03186.79187.81189.28190.13199.49203.41 204.4204.69207.66208.51208.94210.49210.76212.25213.19214.04 214.3214.96215.15 215.4215.67215.86 79,15%
  • 52.
    Manajemen risiko 52 Nilaiyang diharapkan dan standar deviasi untuk distribusi tersebut bisa dihitung sebagai berikut ini. E = (0,000108/100) (102,26) + (0,000018/100) (129,84) + …. + (0,00045/100) (215,86) + (0,00002/100) (215,96) = 213.28383 Varians = 2 = (0,000108/100) (102,26 – 213,28 )2 + (0,000018/100) (129,84 – 213,28)2 + ………. + (0,00045/100) (215,86 – 213,28 )2 + (0,00002/100) (215,96 – 213,28)2 = 11 Standar deviasi =  = 11 = 3,3
  • 53.
    Manajemen risiko 53 Setelahkita mengetahui rata-rata dan standar deviasi, maka kita bisa menghitung VAR seperti yang dilakukan sebelumnya, seperti berikut ini. 5%VAR = – (1,65 x 3,3) = – $5,45 1%VAR = – (2,33 x 3,3) = – $7,7 Alternattif lain, kita bisa menggunakan percentile untuk menghitung VAR, seperti yang dilakukan di bagian dua perhitungan creditmetrics untuk aset individual.
  • 54.
    Manajemen risiko 54 PendekatanKerangka Teori Opsi Opsi call adalah hak untuk membeli aset dengan harga tertentu pada periode tertentu. Opsi put adalah hak untuk menjual aset dengan harga tertentu pada periode tertentu. Penjual opsi call atau put mempunyai kewajiban untuk menyediakan aset yang akan dibeli (jika pemegang opsi call mengeksekusi haknya), atau membeli aset yang akan dijual (jika pemegang opsi put mengeksekusi haknya). Sebagai kompensasi, penjual opsi menerima premium atau harga opsi sebesar nilai tertentu.
  • 55.
    Manajemen risiko 55 Beberapaakademisi menggunakan kerangka teori opsi untuk menganalisis risiko kredit. Dengan menggunakan kerangka teori opsi, pemegang saham bisa digambarkan sebagai pihak yang membeli opsi call. Pemegang hutang (pemberi hutang) bisa digambarkan sebagai pihak yang menjual opsi put.
  • 56.
    Manajemen risiko 56 Bagan7. Gambar Pemegang Saham dalam Kerangka Opsi Nilai Saham 100jt Nilai Perusahaan
  • 57.
    Manajemen risiko 57 Bagan8. Gambar Pemegang Hutang dalam Kerangka Opsi Nilai Hutang 100jt Nilai Perusahaan 100jt
  • 58.
    Manajemen risiko 58 Setelahkita mengetahui kerangka semacam itu, kita bisa menggunakan teori opsi (model penilaian opsi) untuk menilai nilai hutang dan sekaligus risiko kredit. Bagian berikut ini memberikan ilustrasi bagaimana risiko kredit bisa dihitung dengan menggunakan teori penilaian opsi