Manajemen Risiko 1
BAB 12.
RISIKO SPEKULATIF LAINNYA
Manajemen Risiko 2
RISIKO PERUBAHAN KURS
Kurs adalah nilai suatu mata uang
relative terhadap mata uang lainnya.
Sebagai contoh, kurs Rp/$ barangkali
dituliskan sebagai berikut ini:
Rp10.000/$. Kurs tersebut mempunyai
arti bahwa satu dolar Amerika Serikat
nilainya sama dengan 10,000 Rupiah.
Manajemen Risiko 3
Matauangmenguat Matauangmelemah
SistemKursBebas Apresiasi Depresiasi
SistemKursTetap Revaluasi Devaluasi
Indonesia pernah mengalami dua sistem
kurs yang berbeda: (1) Ditetapkan oleh
Pemerintah, dan (2) Mengambang
Manajemen Risiko 4
Tabel1.ApresiasidanDepresiasiRupiahterhadap$
RupiahMelemahTerhadap$ RupiahMenguatTerhadap$
KursAwalTahun Rp10.000/$ Rp10.000/$
KursAkhirTahun Rp12.000/$ Rp8.000/$
Berapa persen
pelemahan/penguatan
$terhadapRp
(12.000 – 10.000)/(10.000) x
100%
=20%
(8.000 – 10.000)/(10.000) x
100%
=-20%
Berapa persen
pelemahan/penguatan
Rpterhadap$
(10.000 – 12.000)/12.000 x
100%
=-16,67%
(10.000 – 8.000) / 8.000 x
100%
=25%
Manajemen Risiko 5
Faktor-Faktor Yang Menyebabkan
Perubahan Kurs
Perbedaan inflasi
Perbedaan tingkat bunga
Independensi Bank Sentral
Pertumbuhan Ekonomi
Ekspektasi terhadap nilai mata uang di
masa mendatang
Manajemen Risiko 6
Pada waktu Paul Volcker, gubernur bank sentral Amerika Serikat,
mengundurkan diri pada tahun 1978, nilai mata uang dolar jatuh
signifikan. Pada saat itu tidak berita lain yang berarti selain berita
pengunduran diri gubernur bank sentral tersebut. Kenapa terjadi
demikian? Paul Volcker dikenal sebagai orang yang sangat anti inflasi.
Dia akan melakukan banyak cara untuk mengendalikan inflasi. Ditangan
dia, investor merasa inflasi bisa dikendalikan, sehingga nilai dolar
menjadi stabil. Pada waktu dia mengundurkan diri, investor belum
dengan penggantinya. Jangan-jangan penggantinya tidak sekeras dia
dalam memerangi inflasi. Jika penggantinya lebih lunak, maka dolar bisa
dipastikan akan terpengaruh, yaitu turun nilainya. Sebelum dolar benar-
benar turun nilainya, investor menjual dolarnya cepat-cepat, karena
mereka mempunyai pengharapan yang negatif terhadap dolar.
Karenanya nilai dolar jatuh. Untunglah penggantinya adalah Alan
Greenspan, yang mempunyai komitmen yang sama kuatnya untuk
memerangi inflasi. Contoh tersebut menunjukkan pengharapan bisa
mempengaruhi nilai suatu mata uang.
Manajemen Risiko 7
Tabel2.Faktor-FaktorYangMempengaruhiKurs
Faktor PengaruhterhadapKurs
Inflasitinggi
Tingkatbunganominaltinggi
Tingkatbungariiltinggi
Pertumbuhanekonomitinggi
Independensibanksentraltinggi
Ekspektasipositif(negatif)
Depresiasi
Depresiasi
Apresiasi
Apresiasi
Apresiasi
Apresiasi(depresiasi)
Manajemen Risiko 8
Eksposur Terhadap Perubahan
Kurs
Literatur keuangan internasional membagi
tiga jenis eksposur yang dihadapi oleh
perusahaan berkaitan dengan
perubahan kurs, yaitu:
Eksposur transaksi
Eksposur akuntansi
Eksposur operasi
Manajemen Risiko 9
Bagan 1. Eksposur Terhadap Perubahan Kurs
Eksposur akuntansi Eksposur operasi
Perubahan kurs terjadi
Eksposur transaksi
Kontrak ditandatangani kontrak diselesaikan
Manajemen Risiko 10
Eksposur Transaksi
Eksposur transaksi adalah eksposur yang terjadi
karena perusahaan memasuki kontrak tertentu, yang
kemudian memunculkan sejumlah nilai uang yang
rentan terhadap perubahan kurs. Sebagai contoh,
misalkan importer Indonesia membeli barang dari
Amerika Serikat senilai $1 juta. Pembayaran
dilakukan tiga bulan mendatang. Kewajiban melunasi
hutang dagang tersebut senilai $1 juta rentan
terhadap perubahan kurs di masa mendatang.
Manajemen Risiko 11
Bagan 2. Posisi Spot Importir: Short $
Posisi spot importer yaitu short $
(membutuhkan $)
Rp/$
Manajemen Risiko 12
Misalkan seorang eksportir Indonesia
menjual barang ke Amerika Serikat, dan
akan menerima $1 juta tiga bulan
mendatang. Posisi spot yang dihadapi oleh
eksportir tersebut akan terlihat seperti
berikut ini.
Dengan diagram yang serupa dengan
sebelumnya, gambarkan posisi spot
eksportir tersebut
Manajemen Risiko 13
Bagan 3. Posisi Spot Eksportir: Long $
Posisi spot eksportir yaitu long $
(mempunyai $)
Rp/$
Manajemen Risiko 14
Eksposur Akuntansi
Eksposur akuntansi terjadi karena laporan
keuangan dengan mata uang tertentu,
kemudian dikonversikan ke laporan keuangan
dengan mata uang lain, rentan (terekspos)
terhadap perubahan kurs. Perubahan kurs
bisa menyebabkan proses konversi semacam
itu menghasilkan keuntungan atau kerugian.
Sebagai ilustrasi, misalkan suatu perusahaan
multinasional Amerika Serikat, memiliki anak
perusahaan di Indonesia. Misalkan neraca
anak perusahaan tersebut pada awal tahun
terlihat berikut ini (lihat kolom 2).
Manajemen Risiko 15
Tabel 3. Eksposur Akuntansi
Dalam Rp Awal tahun ($)
Kurs= Rp5.000/$
Akhir tahun ($)
Kurs=
Rp10.000/$
Kas
Piutang Dagang
Persediaan
Aktiva Tetap
Total Aset
1.000.000
2.000.000
2.000.000
5.000.000
10.000.000
200
400
400
1.000
2.000
100
200
200
500
1.000
Hutang Dagang
Hutang Jangka Panjang
Modal Saham
Total Pasiva
2.000.000
2.000.000
6.000.000
10.000.000
400
400
1.200
2.000
200
200
600
1000
Manajemen Risiko 16
Kolom (4) menyajikan hasil konversi dengan
menggunakan kurs yang baru yaitu Rp10.000/$.
Terlihat total aset turun menjadi $1.000, modal
saham turun nilainya menjadi $600. Penurunan
modal saham tersebut menunjukkan bahwa
perusahaan mengalami kerugian, yang
menyebabkan modal sahamnya berkurang
nilainya. Perhatikan bahwa kerugian tersebut
bukan dikarenakan perubahan nilai ekonomis
perusahaan, tetapi semata-mata karena
perubahan kurs. Nilai ekonomis perusahaan
sama antara awal tahun dengan akhir tahun.
Manajemen Risiko 17
Eksposur Operasi
Eksposur operasi adalah operasi perusahaan
yang rentan (terekspos) terhadap perubahan
kurs. Sebagai ilustrasi, misalkan produsen
mobil Jepang Toyota menjual mobilnya ke
Amerika Serikat. Jika yen menguat terhadap
dolar AS, maka harga mobil Toyota di
Amerika Serikat akan menjadi lebih mahal
dibandingkan dengan sebelumnya. Akibatnya
daya saing mobil Toyota di Amerika Serikat
menjadi turun.
Manajemen Risiko 18
HargaToyota(dalamyen) HargaToyota($)
KursadalahY100/$
HargaToyota(S)
KursadalahY50/$
Yen1.000 $10 $20
Terlihat harga mobil Toyota (dalam $) menjadi
lebih mahal dibandingkan sebelumnya, hanya
karena perubahan kurs. Harga mobil dalam yen
masih tetap sama.
Manajemen Risiko 19
Karena harga mobil Toyota di Amerika Serikat
semakin mahal, akibat selanjutnya adalah
penjualan Toyota di AS berkurang, yang
mengakibatkan kas masuk Toyota dari penjualan
di Amerika Serikat berkurang. Di sisi lain, Toyota
harus membayar input, tenaga kerja di Jepang.
Jika pemasukan terganggu, maka operasi Toyota
bisa terganggu karena pemasukan menjadi lebih
sedikit, padahal pengeluaran tetap sama. Toyota
dalam contoh di atas dikatakan mempunyai
eksposur operasi, karena operasi Toyota rentan
terhadap perubahan kurs.
Manajemen Risiko 20
Eksposur Ekonomi
Eksposur operasi digabung dengan eksposur
transaksi menjadi eksposur ekonomi.
Eksposur Ekonomi = Eksposur operasi + Eksposur
transaksi
Eksposur ekonomi adalah nilai perusahaan yang
rentan terhadap perubahan kurs. Sebagai ilustrasi,
kembali ke contoh Toyota, karena penjualan Toyota
berkurang, akibatnya adalah menurunnya aliran kas
untuk Toyota. Karena aliran kas berkurang, nilai atau
harga saham Toyota bisa turun. Dengan demikian
harga saham Toyota terekspos (rentan) terhadap
perubahan kurs.
Manajemen Risiko 21
RISIKO TEKNOLOGI
Teknologi di satu sisi mempunyai manfaat, di sisi lain
memunculkan risiko baru. Perusahaan yang
menggunakan teknologi yang tepat bisa mendorong
bisnis perusahaan (meningkatkan penjualan dan
menurunkan biaya). Tetapi penggunaan teknologi
yang tidak tepat bisa merugikan perusahaan dengan
signifikan. Dalam kasus yang lebih ekstrim, teknologi
baru bisa menghancurkan perusahaan yang tidak
menguasai teknologi baru tersebut.
Sayangnya risiko yang berkaitan dengan tekonologi
relative lebih sulit dipahami karakteristiknya, lebih
sulit dikuantifisir, dan lebih sulit diantisipasi,
meskipun risiko teknologi tersebut merupakan
sesuatu yang riil.
Manajemen Risiko 22
Bagan 4. Kurva Biaya Rata-Rata Perusahaan Dengan Teknologi
Biaya rata-rata (Average Cost)
AC1
AC2
OUTPUT
AC1=TEKNOLOGI RENDAH
AC2=TEKNOLOGI TINGGI
Manajemen Risiko 23
Bagan 5. Biaya Total Perusahaan Dengan Teknologi Intensif versus Teknologi Ringan
TC1
Biaya (Rp)
TC2
FC2
FC1
Output
Q*
Manajemen Risiko 24
Perusahaan yang melakukan investasi yang signifikan di
bidang teknologi. Perusahaan tersebut ditandai dengan
TC2 (total cost atau biaya total). Karena perusahaan
melakukan investasi yang signifikan di bidang teknologi,
kemudian di kapitalisasi, maka depresiasi yang
dibebankan menjadi tinggi. Dengan kata lain biaya tetap
perusahaan tersebut cukup tinggi (FC2).Tetapi biaya
variabel perusahaan tersebut lebih rendah. Karena itu
slope dari TC2 cenderung lebih datar.
Perusahaan yang investasi di bidang teknologinya lebih
sedikit akan menggunakan mesin yang lebih sedikit.
Karena itu depresiasinya lebih sedikit, dan biaya
tetapnya lebih kecil, seperti yang ditunjukkan oleh FC1.
Tetapi biaya variabelnya lebih besar, sehingga slope dari
TC1 lebih besar dibandingkan dengan slope dari TC2
Manajemen Risiko 25
Ilustrasi risiko teknologi.
 IBM pada tahun 1970-an merupakan perusahaan
yang terkemuka dengan produk andalannya yaitu
computer mainframe. Pangsa pasar computer
mainframe mencapai lebih dari 90%. Pada tahun
1980-an, computer PC mulai populer. IBM termasuk
salah satu perusahaan yang mempopulerkan PC.
Tetapi PC tersebut tidak pernah dianggapsebagai
produk serius. Ketika PC semakin baik, semakin
andal, banyak perusahaan yang beralih dari
mainframe ke PC, karena biayanya yang lebih murah.
IBM terlambat mengantisipasi sehingga penjualan
mainframe jatuh. IBM berada dalam krisis besar.
Untungnya Direktur baru berhasil melakukan
perubahan sehingga IBM bisa bertahan sampai
sekarang.
Manajemen Risiko 26
 Pada tahun 1990-an, floppy disk sempat mendapat persaingan dari
produk baru yaitu Zip-drive (buatan Iomega). Zip-drive mirip
dengan disk drive, bedanya Zip-drive lebih tebal, dan mempunyai
kapasitas lebih besar. Secara ekonomis Zip-drive tersebut lebih baik
dibandingkan dengan disk-drive. Karena itu beberapa PC mulai
memasang Zip-drive tersebut bersamaan dengan floppy disk-drive.
Nampaknya Zip-drive akan menjadi standar baru menggantikan
floppy-drive. Tetapi karena sesuatu hal, Zip-drive tidak pernah
berkembang pesat apalagi menggantikan floppy-drive. Beberapa
analis menganggap kesalahan ada pada perusahaan karena tidak
bisa memanfaatkan momentum dengan cepat. Tetapi sumber
penghalang lain adalah munculnya teknologi penyimpanan data
yang lebih baik, seperti CD recordable dan writeable, yang lebih
murah dan mempunyai kapasitas yang jauh lebih banyak. Flash disk
juga mulai populer dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan
dengan floppy-disk atau CD. Zip-drive gagal menjadi standar dalam
PC karena munculnya teknologi baru yang lebih baik.
Manajemen Risiko 27
RISIKO LAINNYA
Disamping risiko perubahan kurs dan
risiko teknologi, masih banyak risiko
spekulatif lainnya yang dihadapi oleh
perusahaan, seperti:
Risiko Likuiditas
Risiko Politik (Sovereign Risk)
Manajemen Risiko 28
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas terjadi jika perusahaan mengalami kesulitan
membayar kewajiban jangka pendek.
Jika risiko likuditas tidak ditangani dengan baik, risiko tersebut bisa
meningkat menjadi risiko solvabilitas atau solvency risk, yang bisa
mengakibatkan kebangkrutan perusahaan.
Sebagai contoh, misalkan perusahaan tidak bisa melunasi hutang
dagangnya  risiko likuiditas. Kreditor meminta untuk merubah
hutang dagang menjadi hutang wesel. Sekarang hutang wesel
mempunyai kekuatan hukum, karena perusahaan secara tertulis
berjanji untuk melunasi hutang wesel pada tanggal tertentu di masa
mendatang. Jika perusahaan gagal melunasi hutang wesel,
bukannya tidak mungkin kreditor tersebut meminta pengadilan
untuk membangkrutkan perusahaan  risiko solvency.
Manajemen Risiko 29
Pengukuran Risiko Likuditas
Perusahaan biasa bisa menggunakan rasio
likuiditas seperti rasio lancar dan acid ratio
untuk mengukur risiko likuditas tersebut,
seperti berikut ini.
Rasio lancar = ( Aktiva Lancar / Hutang
Lancar)
Acid ratio = ( Aktiva Lancar – Persediaan ) /
Hutang Lancar
Anggaran kas atau peramalan kas untuk
melihat potensi risiko likuiditas.
Manajemen Risiko 30
Risiko Likuiditas Perbankan
Bank sektor yang paling rentan
terhadap risiko likuiditas karena struktur
modalnya (sebagian besar adalah dana
pihak ketiga)
Sumber risiko likuditas perbankan:
(1) sisi aktiva
(2) sisi pasiva
Manajemen Risiko 31
Sisi Aset : Jika bank memberikan jaminan atau komitmen untuk
memberikan hutang sejumlah tertentu di masa mendatang (misal tiga
bulan). Misalkan tiga bulan mendatang calon debitur datang ke bank
untuk memanfaatkan janji bank tersebut, maka bank harus bisa
menyediakan sejumlah uang yang telah dijanjikan. Jika bank gagal
memberikan sejumlah uang tersebut, maka bank menghadapi risiko
likuditas.
Sisi Pasiva: Sumber dana bank sebagian besar berasal dari dana pihak
ketiga dalam bentuk tabungan dan deposito yang sangat likuid. Jika
penarikan dana oleh masyarakat terjadi lebih besar dari yang diperkirakan,
maka bank tersebut bisa menghadapi krisis likuiditas. Jika krisis tersebut
tidak ditangani, perusahaan bisa terancam kelangsungannya. Misalkan
masyarakat menjadi panic karena tidak bisa mengambil tabungannya,
atau muncul rumor tertentu yang tidak baik, masyarakat bisa mengalami
krisis kepercayaan terhadap bank tersebut. Sebagai akibatnya, masyarakat
akan menarik dananya secara bersamaan dari bank tersebut. Bank bisa
jatuh karena sumberdana menghilang, ditarik masyarakat secara
bersamaan.
Manajemen Risiko 32
Risiko Politik (Soverign Risk)
Jika perusahaan merupakan perusahaan
multinasional yang beroperasi di banyak
Negara, maka perusahaan tersebut akan
menghadapi risiko politik. Risiko politik bisa
didefinisikan sebagai kejadian di Negara
tujuan investasi (host) yang bisa menggangu
aliran kas perusahaan multinasional.
Risiko politik merupakan garis kontinum dari
yang paling ringan sampai ke yang paling
berat.
Manajemen Risiko 33
Bagan 6. Risiko Politik
Paling ringan Paling berat
Perubahan peraturan kerusuhan sosial Pengambilalihan
Salah satu indikator untuk melihat risiko politik di suatu
Negara adalah risiko Negara (country risk). Beberapa
lembaga menerbitkan risiko Negara-negara di dunia, mulai
dari Negara dengan risiko rendah, tinggi, sampai terlarang.
Perusahaan multinasional akan memperhatikan risiko
Negara jika mereka memutuskan untuk melakukan
investasi di Negara tersebut.

Manajemen Risiko 12 risiko spekulatif lainnya

  • 1.
    Manajemen Risiko 1 BAB12. RISIKO SPEKULATIF LAINNYA
  • 2.
    Manajemen Risiko 2 RISIKOPERUBAHAN KURS Kurs adalah nilai suatu mata uang relative terhadap mata uang lainnya. Sebagai contoh, kurs Rp/$ barangkali dituliskan sebagai berikut ini: Rp10.000/$. Kurs tersebut mempunyai arti bahwa satu dolar Amerika Serikat nilainya sama dengan 10,000 Rupiah.
  • 3.
    Manajemen Risiko 3 MatauangmenguatMatauangmelemah SistemKursBebas Apresiasi Depresiasi SistemKursTetap Revaluasi Devaluasi Indonesia pernah mengalami dua sistem kurs yang berbeda: (1) Ditetapkan oleh Pemerintah, dan (2) Mengambang
  • 4.
    Manajemen Risiko 4 Tabel1.ApresiasidanDepresiasiRupiahterhadap$ RupiahMelemahTerhadap$RupiahMenguatTerhadap$ KursAwalTahun Rp10.000/$ Rp10.000/$ KursAkhirTahun Rp12.000/$ Rp8.000/$ Berapa persen pelemahan/penguatan $terhadapRp (12.000 – 10.000)/(10.000) x 100% =20% (8.000 – 10.000)/(10.000) x 100% =-20% Berapa persen pelemahan/penguatan Rpterhadap$ (10.000 – 12.000)/12.000 x 100% =-16,67% (10.000 – 8.000) / 8.000 x 100% =25%
  • 5.
    Manajemen Risiko 5 Faktor-FaktorYang Menyebabkan Perubahan Kurs Perbedaan inflasi Perbedaan tingkat bunga Independensi Bank Sentral Pertumbuhan Ekonomi Ekspektasi terhadap nilai mata uang di masa mendatang
  • 6.
    Manajemen Risiko 6 Padawaktu Paul Volcker, gubernur bank sentral Amerika Serikat, mengundurkan diri pada tahun 1978, nilai mata uang dolar jatuh signifikan. Pada saat itu tidak berita lain yang berarti selain berita pengunduran diri gubernur bank sentral tersebut. Kenapa terjadi demikian? Paul Volcker dikenal sebagai orang yang sangat anti inflasi. Dia akan melakukan banyak cara untuk mengendalikan inflasi. Ditangan dia, investor merasa inflasi bisa dikendalikan, sehingga nilai dolar menjadi stabil. Pada waktu dia mengundurkan diri, investor belum dengan penggantinya. Jangan-jangan penggantinya tidak sekeras dia dalam memerangi inflasi. Jika penggantinya lebih lunak, maka dolar bisa dipastikan akan terpengaruh, yaitu turun nilainya. Sebelum dolar benar- benar turun nilainya, investor menjual dolarnya cepat-cepat, karena mereka mempunyai pengharapan yang negatif terhadap dolar. Karenanya nilai dolar jatuh. Untunglah penggantinya adalah Alan Greenspan, yang mempunyai komitmen yang sama kuatnya untuk memerangi inflasi. Contoh tersebut menunjukkan pengharapan bisa mempengaruhi nilai suatu mata uang.
  • 7.
    Manajemen Risiko 7 Tabel2.Faktor-FaktorYangMempengaruhiKurs FaktorPengaruhterhadapKurs Inflasitinggi Tingkatbunganominaltinggi Tingkatbungariiltinggi Pertumbuhanekonomitinggi Independensibanksentraltinggi Ekspektasipositif(negatif) Depresiasi Depresiasi Apresiasi Apresiasi Apresiasi Apresiasi(depresiasi)
  • 8.
    Manajemen Risiko 8 EksposurTerhadap Perubahan Kurs Literatur keuangan internasional membagi tiga jenis eksposur yang dihadapi oleh perusahaan berkaitan dengan perubahan kurs, yaitu: Eksposur transaksi Eksposur akuntansi Eksposur operasi
  • 9.
    Manajemen Risiko 9 Bagan1. Eksposur Terhadap Perubahan Kurs Eksposur akuntansi Eksposur operasi Perubahan kurs terjadi Eksposur transaksi Kontrak ditandatangani kontrak diselesaikan
  • 10.
    Manajemen Risiko 10 EksposurTransaksi Eksposur transaksi adalah eksposur yang terjadi karena perusahaan memasuki kontrak tertentu, yang kemudian memunculkan sejumlah nilai uang yang rentan terhadap perubahan kurs. Sebagai contoh, misalkan importer Indonesia membeli barang dari Amerika Serikat senilai $1 juta. Pembayaran dilakukan tiga bulan mendatang. Kewajiban melunasi hutang dagang tersebut senilai $1 juta rentan terhadap perubahan kurs di masa mendatang.
  • 11.
    Manajemen Risiko 11 Bagan2. Posisi Spot Importir: Short $ Posisi spot importer yaitu short $ (membutuhkan $) Rp/$
  • 12.
    Manajemen Risiko 12 Misalkanseorang eksportir Indonesia menjual barang ke Amerika Serikat, dan akan menerima $1 juta tiga bulan mendatang. Posisi spot yang dihadapi oleh eksportir tersebut akan terlihat seperti berikut ini. Dengan diagram yang serupa dengan sebelumnya, gambarkan posisi spot eksportir tersebut
  • 13.
    Manajemen Risiko 13 Bagan3. Posisi Spot Eksportir: Long $ Posisi spot eksportir yaitu long $ (mempunyai $) Rp/$
  • 14.
    Manajemen Risiko 14 EksposurAkuntansi Eksposur akuntansi terjadi karena laporan keuangan dengan mata uang tertentu, kemudian dikonversikan ke laporan keuangan dengan mata uang lain, rentan (terekspos) terhadap perubahan kurs. Perubahan kurs bisa menyebabkan proses konversi semacam itu menghasilkan keuntungan atau kerugian. Sebagai ilustrasi, misalkan suatu perusahaan multinasional Amerika Serikat, memiliki anak perusahaan di Indonesia. Misalkan neraca anak perusahaan tersebut pada awal tahun terlihat berikut ini (lihat kolom 2).
  • 15.
    Manajemen Risiko 15 Tabel3. Eksposur Akuntansi Dalam Rp Awal tahun ($) Kurs= Rp5.000/$ Akhir tahun ($) Kurs= Rp10.000/$ Kas Piutang Dagang Persediaan Aktiva Tetap Total Aset 1.000.000 2.000.000 2.000.000 5.000.000 10.000.000 200 400 400 1.000 2.000 100 200 200 500 1.000 Hutang Dagang Hutang Jangka Panjang Modal Saham Total Pasiva 2.000.000 2.000.000 6.000.000 10.000.000 400 400 1.200 2.000 200 200 600 1000
  • 16.
    Manajemen Risiko 16 Kolom(4) menyajikan hasil konversi dengan menggunakan kurs yang baru yaitu Rp10.000/$. Terlihat total aset turun menjadi $1.000, modal saham turun nilainya menjadi $600. Penurunan modal saham tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian, yang menyebabkan modal sahamnya berkurang nilainya. Perhatikan bahwa kerugian tersebut bukan dikarenakan perubahan nilai ekonomis perusahaan, tetapi semata-mata karena perubahan kurs. Nilai ekonomis perusahaan sama antara awal tahun dengan akhir tahun.
  • 17.
    Manajemen Risiko 17 EksposurOperasi Eksposur operasi adalah operasi perusahaan yang rentan (terekspos) terhadap perubahan kurs. Sebagai ilustrasi, misalkan produsen mobil Jepang Toyota menjual mobilnya ke Amerika Serikat. Jika yen menguat terhadap dolar AS, maka harga mobil Toyota di Amerika Serikat akan menjadi lebih mahal dibandingkan dengan sebelumnya. Akibatnya daya saing mobil Toyota di Amerika Serikat menjadi turun.
  • 18.
    Manajemen Risiko 18 HargaToyota(dalamyen)HargaToyota($) KursadalahY100/$ HargaToyota(S) KursadalahY50/$ Yen1.000 $10 $20 Terlihat harga mobil Toyota (dalam $) menjadi lebih mahal dibandingkan sebelumnya, hanya karena perubahan kurs. Harga mobil dalam yen masih tetap sama.
  • 19.
    Manajemen Risiko 19 Karenaharga mobil Toyota di Amerika Serikat semakin mahal, akibat selanjutnya adalah penjualan Toyota di AS berkurang, yang mengakibatkan kas masuk Toyota dari penjualan di Amerika Serikat berkurang. Di sisi lain, Toyota harus membayar input, tenaga kerja di Jepang. Jika pemasukan terganggu, maka operasi Toyota bisa terganggu karena pemasukan menjadi lebih sedikit, padahal pengeluaran tetap sama. Toyota dalam contoh di atas dikatakan mempunyai eksposur operasi, karena operasi Toyota rentan terhadap perubahan kurs.
  • 20.
    Manajemen Risiko 20 EksposurEkonomi Eksposur operasi digabung dengan eksposur transaksi menjadi eksposur ekonomi. Eksposur Ekonomi = Eksposur operasi + Eksposur transaksi Eksposur ekonomi adalah nilai perusahaan yang rentan terhadap perubahan kurs. Sebagai ilustrasi, kembali ke contoh Toyota, karena penjualan Toyota berkurang, akibatnya adalah menurunnya aliran kas untuk Toyota. Karena aliran kas berkurang, nilai atau harga saham Toyota bisa turun. Dengan demikian harga saham Toyota terekspos (rentan) terhadap perubahan kurs.
  • 21.
    Manajemen Risiko 21 RISIKOTEKNOLOGI Teknologi di satu sisi mempunyai manfaat, di sisi lain memunculkan risiko baru. Perusahaan yang menggunakan teknologi yang tepat bisa mendorong bisnis perusahaan (meningkatkan penjualan dan menurunkan biaya). Tetapi penggunaan teknologi yang tidak tepat bisa merugikan perusahaan dengan signifikan. Dalam kasus yang lebih ekstrim, teknologi baru bisa menghancurkan perusahaan yang tidak menguasai teknologi baru tersebut. Sayangnya risiko yang berkaitan dengan tekonologi relative lebih sulit dipahami karakteristiknya, lebih sulit dikuantifisir, dan lebih sulit diantisipasi, meskipun risiko teknologi tersebut merupakan sesuatu yang riil.
  • 22.
    Manajemen Risiko 22 Bagan4. Kurva Biaya Rata-Rata Perusahaan Dengan Teknologi Biaya rata-rata (Average Cost) AC1 AC2 OUTPUT AC1=TEKNOLOGI RENDAH AC2=TEKNOLOGI TINGGI
  • 23.
    Manajemen Risiko 23 Bagan5. Biaya Total Perusahaan Dengan Teknologi Intensif versus Teknologi Ringan TC1 Biaya (Rp) TC2 FC2 FC1 Output Q*
  • 24.
    Manajemen Risiko 24 Perusahaanyang melakukan investasi yang signifikan di bidang teknologi. Perusahaan tersebut ditandai dengan TC2 (total cost atau biaya total). Karena perusahaan melakukan investasi yang signifikan di bidang teknologi, kemudian di kapitalisasi, maka depresiasi yang dibebankan menjadi tinggi. Dengan kata lain biaya tetap perusahaan tersebut cukup tinggi (FC2).Tetapi biaya variabel perusahaan tersebut lebih rendah. Karena itu slope dari TC2 cenderung lebih datar. Perusahaan yang investasi di bidang teknologinya lebih sedikit akan menggunakan mesin yang lebih sedikit. Karena itu depresiasinya lebih sedikit, dan biaya tetapnya lebih kecil, seperti yang ditunjukkan oleh FC1. Tetapi biaya variabelnya lebih besar, sehingga slope dari TC1 lebih besar dibandingkan dengan slope dari TC2
  • 25.
    Manajemen Risiko 25 Ilustrasirisiko teknologi.  IBM pada tahun 1970-an merupakan perusahaan yang terkemuka dengan produk andalannya yaitu computer mainframe. Pangsa pasar computer mainframe mencapai lebih dari 90%. Pada tahun 1980-an, computer PC mulai populer. IBM termasuk salah satu perusahaan yang mempopulerkan PC. Tetapi PC tersebut tidak pernah dianggapsebagai produk serius. Ketika PC semakin baik, semakin andal, banyak perusahaan yang beralih dari mainframe ke PC, karena biayanya yang lebih murah. IBM terlambat mengantisipasi sehingga penjualan mainframe jatuh. IBM berada dalam krisis besar. Untungnya Direktur baru berhasil melakukan perubahan sehingga IBM bisa bertahan sampai sekarang.
  • 26.
    Manajemen Risiko 26 Pada tahun 1990-an, floppy disk sempat mendapat persaingan dari produk baru yaitu Zip-drive (buatan Iomega). Zip-drive mirip dengan disk drive, bedanya Zip-drive lebih tebal, dan mempunyai kapasitas lebih besar. Secara ekonomis Zip-drive tersebut lebih baik dibandingkan dengan disk-drive. Karena itu beberapa PC mulai memasang Zip-drive tersebut bersamaan dengan floppy disk-drive. Nampaknya Zip-drive akan menjadi standar baru menggantikan floppy-drive. Tetapi karena sesuatu hal, Zip-drive tidak pernah berkembang pesat apalagi menggantikan floppy-drive. Beberapa analis menganggap kesalahan ada pada perusahaan karena tidak bisa memanfaatkan momentum dengan cepat. Tetapi sumber penghalang lain adalah munculnya teknologi penyimpanan data yang lebih baik, seperti CD recordable dan writeable, yang lebih murah dan mempunyai kapasitas yang jauh lebih banyak. Flash disk juga mulai populer dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan floppy-disk atau CD. Zip-drive gagal menjadi standar dalam PC karena munculnya teknologi baru yang lebih baik.
  • 27.
    Manajemen Risiko 27 RISIKOLAINNYA Disamping risiko perubahan kurs dan risiko teknologi, masih banyak risiko spekulatif lainnya yang dihadapi oleh perusahaan, seperti: Risiko Likuiditas Risiko Politik (Sovereign Risk)
  • 28.
    Manajemen Risiko 28 RisikoLikuiditas Risiko likuiditas terjadi jika perusahaan mengalami kesulitan membayar kewajiban jangka pendek. Jika risiko likuditas tidak ditangani dengan baik, risiko tersebut bisa meningkat menjadi risiko solvabilitas atau solvency risk, yang bisa mengakibatkan kebangkrutan perusahaan. Sebagai contoh, misalkan perusahaan tidak bisa melunasi hutang dagangnya  risiko likuiditas. Kreditor meminta untuk merubah hutang dagang menjadi hutang wesel. Sekarang hutang wesel mempunyai kekuatan hukum, karena perusahaan secara tertulis berjanji untuk melunasi hutang wesel pada tanggal tertentu di masa mendatang. Jika perusahaan gagal melunasi hutang wesel, bukannya tidak mungkin kreditor tersebut meminta pengadilan untuk membangkrutkan perusahaan  risiko solvency.
  • 29.
    Manajemen Risiko 29 PengukuranRisiko Likuditas Perusahaan biasa bisa menggunakan rasio likuiditas seperti rasio lancar dan acid ratio untuk mengukur risiko likuditas tersebut, seperti berikut ini. Rasio lancar = ( Aktiva Lancar / Hutang Lancar) Acid ratio = ( Aktiva Lancar – Persediaan ) / Hutang Lancar Anggaran kas atau peramalan kas untuk melihat potensi risiko likuiditas.
  • 30.
    Manajemen Risiko 30 RisikoLikuiditas Perbankan Bank sektor yang paling rentan terhadap risiko likuiditas karena struktur modalnya (sebagian besar adalah dana pihak ketiga) Sumber risiko likuditas perbankan: (1) sisi aktiva (2) sisi pasiva
  • 31.
    Manajemen Risiko 31 SisiAset : Jika bank memberikan jaminan atau komitmen untuk memberikan hutang sejumlah tertentu di masa mendatang (misal tiga bulan). Misalkan tiga bulan mendatang calon debitur datang ke bank untuk memanfaatkan janji bank tersebut, maka bank harus bisa menyediakan sejumlah uang yang telah dijanjikan. Jika bank gagal memberikan sejumlah uang tersebut, maka bank menghadapi risiko likuditas. Sisi Pasiva: Sumber dana bank sebagian besar berasal dari dana pihak ketiga dalam bentuk tabungan dan deposito yang sangat likuid. Jika penarikan dana oleh masyarakat terjadi lebih besar dari yang diperkirakan, maka bank tersebut bisa menghadapi krisis likuiditas. Jika krisis tersebut tidak ditangani, perusahaan bisa terancam kelangsungannya. Misalkan masyarakat menjadi panic karena tidak bisa mengambil tabungannya, atau muncul rumor tertentu yang tidak baik, masyarakat bisa mengalami krisis kepercayaan terhadap bank tersebut. Sebagai akibatnya, masyarakat akan menarik dananya secara bersamaan dari bank tersebut. Bank bisa jatuh karena sumberdana menghilang, ditarik masyarakat secara bersamaan.
  • 32.
    Manajemen Risiko 32 RisikoPolitik (Soverign Risk) Jika perusahaan merupakan perusahaan multinasional yang beroperasi di banyak Negara, maka perusahaan tersebut akan menghadapi risiko politik. Risiko politik bisa didefinisikan sebagai kejadian di Negara tujuan investasi (host) yang bisa menggangu aliran kas perusahaan multinasional. Risiko politik merupakan garis kontinum dari yang paling ringan sampai ke yang paling berat.
  • 33.
    Manajemen Risiko 33 Bagan6. Risiko Politik Paling ringan Paling berat Perubahan peraturan kerusuhan sosial Pengambilalihan Salah satu indikator untuk melihat risiko politik di suatu Negara adalah risiko Negara (country risk). Beberapa lembaga menerbitkan risiko Negara-negara di dunia, mulai dari Negara dengan risiko rendah, tinggi, sampai terlarang. Perusahaan multinasional akan memperhatikan risiko Negara jika mereka memutuskan untuk melakukan investasi di Negara tersebut.