BAB 4
IDENTIFIKASI DAN PENGUKURAN
RISIKO
Jika risiko tidak bisa diidentifikasi,
maka risiko tidak bisa diukur. Jika
risiko tidak bisa diukur, maka kita
tidak bisa mengelola risiko.
LANGKAH DALAM IDENTIFIKASI
DAN PENGUKURAN RISIKO
1. Mengidentifikasi risiko dan
mempelajari karakteristik risiko
tersebut
2. Mengukur risiko tersebut, melihat
seberapa besar dampak risiko tersebut
terhadap kinerja perusahaan, dan
menentukan prioritas risiko tersebut.
Bagan 1. Siklus Manajemen Risiko (Proses Mapping Risiko)
IDENTIFIKASI
MEMAHAMI
EVALUASI
PRIORITISASI
KELOLA
REVISIT
TEHNIK IDENTIFIKASI RISIKO
ANALISIS SEKUEN RISIKO
IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER RISIKO
MELIHAT LAPORAN KEUANGAN
ANALISIS FLOW CHART KEGIATAN DAN
OPERASI PERUSAHAAN
ANALISIS KONTRAK
CATATAN STATISTIK KERUGIAN
PERUSAHAAN
SURVEY/WAWANCARA TERHADAP MANAJER
PERUSAHAAN
Bagan 2. Sekuen Risiko
SUMBER RISIKO RISK FACTORS
EKSPOSUR
TERHADAP
RISIKO
KONDISI YANG MENAIKKAN
KEMUNGKINAN KERUGIAN
API
MINYAK TANAH YANG
DITARUH DIDEKAT
KOMPOR
GUDANG
YANG BISA
TERBAKAR
TERJADI KEBAKARAN
KERUGIAN
PERIL: KEJADIAN
YANG MENGAKIBATKAN
KERUGIAN
SEKUEN RISIKO  KERUGIAN
IDENTIFIKASI
SUMBER-SUMBER RISIKO
LINGKUNGAN FISIK: bangunan yang dimakan usia
sehingga menjadi rapuh, sungai yang bisa
menyebabkan banjir, gempa bumi, badai, topan,
vandalism (pengrusakan).
LINGKUNGAN SOSIAL: kerusuhan sosial,
demonstrasi, konflik dengan masyarakat local,
pemogokan pegawai, pencurian, perampokan.
LINGKUNGAN POLITIK: perubahan perundangan,
perubahan peraturan, konflik antar Negara yang
mendorong boikot produk perusahaan.
LINGKUNGAN LEGAL: gugatan karena gagal
mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku
LINGKUNGAN OPERASIONAL: kecelakaan kerja,
kerusakan mesin, kegagalan sistem computer,
serangan virus terhadap komputer
LINGKUNGAN EKONOMI: kelesuan ekonomi (resesi),
inflasi yang tidak terkendali.
IDENTIFIKASI
SUMBER-SUMBER RISIKO
KONSUMEN : keluhan dari konsumen yang
mengakibatkan kekecewaan dan tidak mau lagi
membeli produk perusahaan, konsumen merasa
dirugikan kemudian menuntut perusahaan
SUPLIER : pasokan dari supplier tidak datang
sesuai dengan yang diharapkan (terlambat atau
spesifikasinya berbeda)
PESAING : pesaing meluncurkan produk baru
yang lebih baik, pesaing menurunkan harga yang
bisa mengakibatkan persaingan harga yang
menurunkan tingkat keuntungan perusahaan
REGULATOR : perusahaan gagal mematuhi
peraturan atau perundangan yang berlaku,
perubahan perundangan yang berlaku yang
mengakibatkan perusahaan merugi (misal upah
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Melihat rekening-rekening dalam
laporan keuangan
Menganalisis risiko-risiko yang bisa
muncul dari rekening-rekening
tersebut
Misal, kas. Risiko apa saja yang bisa
muncul dari kas tersebut??
Misal, hutang. Risiko apa saja yang
bisa muncul dari hutang??
ANALISIS FLOW CHART OPERASI
PERUSAHAAN
Metode ini berusaha melihat sumber-sumber
risiko dari flow-chart kegiatan dan operasi
perusahaan. Metode ini terutama sangat sesuai
untuk risiko tertentu, seperti risiko dari proses
produksi. Proses produksi dimulai dari masuknya
input tertentu, pengerjaan input tersebut, sampai
menjadi output tertentu. Dalam rangkaian
kegiatan produksi tersebut, ada kemungkinan
munculnya kejadian yang tidak diinginkan, misal
kecelakaan kerja, kerusakaan mesin, dan
sebagainya. Dengan mengamati rangkaian
prosesnya, kita akan bisa melihat atau melokalisir
terjadinya kejadian tersebut, kemudian bisa
mengidentifikasi sumber risiko yang
ANALISIS KONTRAK
Analisis kontrak bertujuan melihat risiko yang bisa
muncul karena kontrak tertentu. Risiko ini lebih
berkaitan dengan risiko tuntutan hukum.
Spesifikasi kontrak yang tidak menyeluruh bisa
menimbulkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan
oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena
itu sedapat mungkin kontrak dituliskan dengan
bahasa yang jelas (hitam putih), menyeluruh,
untuk meminimalkan risiko seperti risiko
tuntuntan hukum atau ganti rugi. Salah satu cara
yang bisa dilakukan adalah dengan meminta
departemen hukum atau kepatuhan untuk
memeriksa poin-poin dalam kontrak,
menganalisis kemungkinan-kemungkinan
konsekuensi hukum jika suatu kontrak dituliskan
dengan redaksi yang tertentu.
ANALISIS STATISTIK KERUGIAN
PERUSAHAAN
Jika perusahaan mempunyai database yang baik,
perusahaan bisa mencatat kerugian-kerugian
yang dialami oleh perusahaan. Perusahaan bisa
menetapkan standar ke-normal-an yang tertentu
untuk setiap kejadian. Jika suatu kejadian muncul
dengan catatan yang tidak normal, maka manajer
risiko bisa memeriksa lebih lanjut penyebabnya.
Ketidaknormalan tersebut bisa terjadi karena
frekuensi yang terlalu sering (lebih sering
dibandingkan dengan frekuensi normal), atau
nilai kerugian yang terlalu tinggi (lebih tinggi
dibandingkan dengan nilai kerugian yang
normal). Analisis terhadap penyimpangan bisa
membantu mengidentifikasi sumber-sumber
ILUSTRASI: SURVEY TERHADAP MANAJER MENGIDENTIFIKASI
RISIKO-RISIKO YANG DIHADAPI OLEH PERUSAHAAN UGG
PENGUKURAN RISIKO
Jika risiko bisa diukur, kita bisa
melihat tinggi rendahnya risiko yang
dihadapi oleh perusahaan
Kita juga bisa melihat dampak dari
risiko tersebut terhadap kinerja
perusahaan, sekaligus bisa
melakukan prioritisasi risiko (risiko
mana yang paling relevan).
Pengukuran risiko biasanya dilakukan
melalui kuantifikasi risiko
Tipe Risiko Definisi Tehnik Pengukuran
Risiko pasar Harga pasar bergerak ke arah yang
tidak menguntungkan (merugikan)
Value At Risk (VAR),
stress-testing
Risiko kredit Counterparty tidak bisa membayar
kewajibannya (gagal bayar) ke
perusahaan
Credit rating, Creditmetrics
Risiko perubahan
tingkat bunga
Tingkat bunga berubah yang
mengakibatkan kerugian pada
portofolio perusahaan
Metod pengukuran jangka
waktu, Durasi
Risiko Operasional Kerugian yang terjadi melalui
operasi perusahaan (misal sistem
yang gagal, serangan teroris)
Matriks frekuensi dan
signifikansi kerugian, VAR
operasional
Risiko kematian Manusia mengalami kematian dini
(lebih cepat dari usia kematian
wajar)
Probabilitas kematian
dengan tabel mortalitas
Risiko kesehatan Manusia terkena penyakit tertentu Probabilitas terkena
penyakit dengan
menggunakan tabel
morbiditas
Risiko Teknologi Perubahan teknologi mempunyai
konsekuensi negatif terhadap
perusahaan
Analisis scenario
Bagan 3. Matriks Frekuensi dan Signifikansi
Rendah Tinggi Frekuensi
Rendah
Tinggi
Signifikansi
Risiko Kesalahan
Manusia
Bagan 4. Map Risiko Untuk Risiko Pengrusakan Lingkungan
BAGAIMANA MEMPERKIRAKAN
SEVERITY DAN PROBABILITY?
BISA DENGAN SURVEY TERHADAP
MANAJER
MANAJER DIMINTA MERANKING RISIKO
YANG DIEVALUASI DENGAN DIMENSI
SEVERITY DAN PROBABILITY (FREQUENCY)
DENGAN SKALA MISAL 1 (RENDAH) SAMPAI
5 (TINGGI)
KEMUDIAN DIRATA-RATA, DAN DIHITUNG
RATA-RATA SEVERITY DAN PROBABILITY
UNTUK RISIKO YANG DIEVALUASI
KITA JUGA BISA MENGGUNAKAN
METODE YANG LEBIH OBYEKTIF
MISAL, TINGKAT PROBABILITY
DIHITUNG DENGAN MENGHITUNG
FREKUENSI RISIKO DI MASA LALU
MISAL, SEVERITY DIPERKIRAKAN
DENGAN MENGHITUNG KERUGIAN
YANG TIMBUL JIKA RISIKO TERSEBUT
MUNCUL
ILUSTRASI: IDENTIFIKASI RISIKO
UNGGUL AIRLINES
Unggul Airlines adalah perusahaan
penerbangan yang berdiri sepuluh tahun
yang lalu. Perusahaan tersebut didirikan
oleh dua orang bersaudara, yang tertarik
dengan bisnis penerbangan. Mereka
memperkirakan bahwa suatu saat akan
terjadi deregulasi di bidang penerbangan.
Deregulasi tersebut memunculkan
kesempatan bisnis, karena salah satu
komponen deregulasi adalah
membolehkan perusahaan penerbangan
baru untuk terjun di bisnis tersebut.
Antisipasi mereka ternyata benar, lalu PT
ILUSTRASI (CONT’D)
Joko Muryanto merupakan staf yang baru
saja masuk. Dia lulusan program Magister
Manajemen universitas ternama di negeri
ini. Atasannya meminta Joko untuk
mengevaluasi risiko yang dihadapi oleh
perusahaan penerbangan Unggul Airlines,
dan mengembangkan solusi untuk
menghadapi risiko tersebut. Secara
spesifik, atasannya meminta Joko untuk
mengidentifikasi risiko strategis (strategic
risks), yaitu risiko yang dianggap secara
signifikan mempengaruhi bisnis
penerbangan PT Unggul Airlines.
HASIL ANALISIS
PT Unggul Airline menggunakan pesawat yang
lebih tua dibandingkan dengan pesaing-
pesaingnya. Pesawat tua tersebut digunakan
karena biaya sewa dan biaya pembelian (sebagian
dibeli oleh PT Unggul Airlines) lebih murah.
Sayangnya pesawat tua tersebut lebih boros
bahan baker. Diperkirakan bahan bakar mencapai
sekitar 30% dari komponen, sementara
persentase untuk pesaing adalah sekitar 15-20%.
Dengan struktur biaya yang semacam itu, PT
Unggul Airlines menjadi lebih rentan terhadap
kenaikan harga bahan bakar pesawat. Untuk
melihat seberap besar pengaruh bahan bakar
tersebut, Joko memplot pengaruh perubahan
harga bahan bakar terhadap EPS (Earning
PerShare) PT Unggul Airlines, seperti berikut ini.
5.45
EPS
8.45
11.00
2.45
-0.45
-3.45
$0.40 $0.50 $0.60 $0.70 $0.80
Harga Bahan Bakar
(per gallon)
Bagan 5. Pengaruh Harga Bahan Bakar Terhadap EPS
Bagan 6. Perbandingan Pengaruh Harga Bahan Bakar:
Unggul Airlines dan Penerbangan Lainnya
20.00
16.47 23.53
Confidence
Interval
EPS
Penerbangan Lain
Unggul Airlines
Rata-Rata Harga
Bahan Bakar
HASIL ANALISIS (2)
PT Unggul Airlines mempunyai rute penerbangan
luar negeri (terutama ke Australia, Malaysia,
Hongkong). Selama ini PT Unggul Airlines lebih
banyak mengandalkan wisawatan domestic atau
pebisnis domestic yang akan bepergian ke luar
negeri untuk rute-rute tersebut. Yang menjadi
masalah, jika Rupiah melemah terhadap mata
uang asing maka, harga tiket yang biasanya
ditetapkan dalam dolar Amerika Serikat ($)
menjadi lebih mahal. Penetapan harga dalam $
dilakukan karena PT Unggul Airlines harus
membayar biaya dalam $ untuk operasi luar
negeri mereka.
Biaya
Operasional
($)
Kurs Biaya
Operasional
(Rp)
Awal periode $100 Rp10.000/$ Rp1.000.000
Akhir periode $100 Rp20.000/$ Rp2.000.000
Harga tiket ($) Kurs Harga tiket
(Rp)
Awal periode $100 Rp10.000/$ Rp1.000.000
Akhir periode $100 Rp20.000/$ Rp2.000.000
HARGA MENJADI LEBIH MAHAL
BIAYA MEMBENGKAK
HASIL ANALISIS (3)
PT Unggul Airlines saat ini
menggunakan hutang yang cukup
signifikan. Hutang tersebut terdiri
dari dua tipe: (1) membayar bunga
secara tetap, dan (2) membayar
bunga mengambang. Joko Muryanto
kemudian mencoba menganalisis
efek perubahan tingkat bunga
terhadap EPS PT Unggul Airlines.
Bagan 7. Pengaruh Hutang Bunga Mengambang Terhadap EPS
Catatan: LIBOR adalah London Interbank Offering Rate, tingkat bunga yang dijadikan
patokan di pasar Eurodollar (Eropa)
5.45
EPS
3% 7% 11%
Libor
Bagan 8. Pengaruh Hutang Bunga Tetap Terhadap EPS
5.45
EPS
3% 7% 11%
Libor
HUTANG BUNGA TETAP VERSUS
HUTANG BUNGA VARIABEL
MANA YANG LEBIH TINGGI RISIKONYA?
HUTANG DENGAN BUNGA TETAP ATAU
VARIABEL?
KENAPA DEMIKIAN?
KESIMPULAN
ANALISIS RISIKO STRATEGIS
PT UNGGUL AIRLINES
Pada akhirnya Joko Muryanto
menyimpulkan bahwa PT Unggul
Airlines menghadapi tiga jenis risiko
strategis yaitu: (1) risiko kenaikan harga
bahan bakar, (2) risiko perubahan kurs
(Rupiah melemah), dan (3) risiko
perubahan tingkat bunga. Joko
kemudian membuat laporan ke
atasannya untuk ditindaklanjuti.

1646748645_identifikasi risiko [Autosaved].pptx

  • 1.
    BAB 4 IDENTIFIKASI DANPENGUKURAN RISIKO
  • 2.
    Jika risiko tidakbisa diidentifikasi, maka risiko tidak bisa diukur. Jika risiko tidak bisa diukur, maka kita tidak bisa mengelola risiko.
  • 3.
    LANGKAH DALAM IDENTIFIKASI DANPENGUKURAN RISIKO 1. Mengidentifikasi risiko dan mempelajari karakteristik risiko tersebut 2. Mengukur risiko tersebut, melihat seberapa besar dampak risiko tersebut terhadap kinerja perusahaan, dan menentukan prioritas risiko tersebut.
  • 4.
    Bagan 1. SiklusManajemen Risiko (Proses Mapping Risiko) IDENTIFIKASI MEMAHAMI EVALUASI PRIORITISASI KELOLA REVISIT
  • 5.
    TEHNIK IDENTIFIKASI RISIKO ANALISISSEKUEN RISIKO IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER RISIKO MELIHAT LAPORAN KEUANGAN ANALISIS FLOW CHART KEGIATAN DAN OPERASI PERUSAHAAN ANALISIS KONTRAK CATATAN STATISTIK KERUGIAN PERUSAHAAN SURVEY/WAWANCARA TERHADAP MANAJER PERUSAHAAN
  • 6.
    Bagan 2. SekuenRisiko SUMBER RISIKO RISK FACTORS EKSPOSUR TERHADAP RISIKO KONDISI YANG MENAIKKAN KEMUNGKINAN KERUGIAN API MINYAK TANAH YANG DITARUH DIDEKAT KOMPOR GUDANG YANG BISA TERBAKAR TERJADI KEBAKARAN KERUGIAN PERIL: KEJADIAN YANG MENGAKIBATKAN KERUGIAN SEKUEN RISIKO  KERUGIAN
  • 7.
    IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER RISIKO LINGKUNGAN FISIK:bangunan yang dimakan usia sehingga menjadi rapuh, sungai yang bisa menyebabkan banjir, gempa bumi, badai, topan, vandalism (pengrusakan). LINGKUNGAN SOSIAL: kerusuhan sosial, demonstrasi, konflik dengan masyarakat local, pemogokan pegawai, pencurian, perampokan. LINGKUNGAN POLITIK: perubahan perundangan, perubahan peraturan, konflik antar Negara yang mendorong boikot produk perusahaan. LINGKUNGAN LEGAL: gugatan karena gagal mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku LINGKUNGAN OPERASIONAL: kecelakaan kerja, kerusakan mesin, kegagalan sistem computer, serangan virus terhadap komputer LINGKUNGAN EKONOMI: kelesuan ekonomi (resesi), inflasi yang tidak terkendali.
  • 8.
    IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER RISIKO KONSUMEN :keluhan dari konsumen yang mengakibatkan kekecewaan dan tidak mau lagi membeli produk perusahaan, konsumen merasa dirugikan kemudian menuntut perusahaan SUPLIER : pasokan dari supplier tidak datang sesuai dengan yang diharapkan (terlambat atau spesifikasinya berbeda) PESAING : pesaing meluncurkan produk baru yang lebih baik, pesaing menurunkan harga yang bisa mengakibatkan persaingan harga yang menurunkan tingkat keuntungan perusahaan REGULATOR : perusahaan gagal mematuhi peraturan atau perundangan yang berlaku, perubahan perundangan yang berlaku yang mengakibatkan perusahaan merugi (misal upah
  • 9.
    ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Melihatrekening-rekening dalam laporan keuangan Menganalisis risiko-risiko yang bisa muncul dari rekening-rekening tersebut Misal, kas. Risiko apa saja yang bisa muncul dari kas tersebut?? Misal, hutang. Risiko apa saja yang bisa muncul dari hutang??
  • 10.
    ANALISIS FLOW CHARTOPERASI PERUSAHAAN Metode ini berusaha melihat sumber-sumber risiko dari flow-chart kegiatan dan operasi perusahaan. Metode ini terutama sangat sesuai untuk risiko tertentu, seperti risiko dari proses produksi. Proses produksi dimulai dari masuknya input tertentu, pengerjaan input tersebut, sampai menjadi output tertentu. Dalam rangkaian kegiatan produksi tersebut, ada kemungkinan munculnya kejadian yang tidak diinginkan, misal kecelakaan kerja, kerusakaan mesin, dan sebagainya. Dengan mengamati rangkaian prosesnya, kita akan bisa melihat atau melokalisir terjadinya kejadian tersebut, kemudian bisa mengidentifikasi sumber risiko yang
  • 11.
    ANALISIS KONTRAK Analisis kontrakbertujuan melihat risiko yang bisa muncul karena kontrak tertentu. Risiko ini lebih berkaitan dengan risiko tuntutan hukum. Spesifikasi kontrak yang tidak menyeluruh bisa menimbulkan celah-celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu sedapat mungkin kontrak dituliskan dengan bahasa yang jelas (hitam putih), menyeluruh, untuk meminimalkan risiko seperti risiko tuntuntan hukum atau ganti rugi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meminta departemen hukum atau kepatuhan untuk memeriksa poin-poin dalam kontrak, menganalisis kemungkinan-kemungkinan konsekuensi hukum jika suatu kontrak dituliskan dengan redaksi yang tertentu.
  • 12.
    ANALISIS STATISTIK KERUGIAN PERUSAHAAN Jikaperusahaan mempunyai database yang baik, perusahaan bisa mencatat kerugian-kerugian yang dialami oleh perusahaan. Perusahaan bisa menetapkan standar ke-normal-an yang tertentu untuk setiap kejadian. Jika suatu kejadian muncul dengan catatan yang tidak normal, maka manajer risiko bisa memeriksa lebih lanjut penyebabnya. Ketidaknormalan tersebut bisa terjadi karena frekuensi yang terlalu sering (lebih sering dibandingkan dengan frekuensi normal), atau nilai kerugian yang terlalu tinggi (lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kerugian yang normal). Analisis terhadap penyimpangan bisa membantu mengidentifikasi sumber-sumber
  • 14.
    ILUSTRASI: SURVEY TERHADAPMANAJER MENGIDENTIFIKASI RISIKO-RISIKO YANG DIHADAPI OLEH PERUSAHAAN UGG
  • 15.
    PENGUKURAN RISIKO Jika risikobisa diukur, kita bisa melihat tinggi rendahnya risiko yang dihadapi oleh perusahaan Kita juga bisa melihat dampak dari risiko tersebut terhadap kinerja perusahaan, sekaligus bisa melakukan prioritisasi risiko (risiko mana yang paling relevan). Pengukuran risiko biasanya dilakukan melalui kuantifikasi risiko
  • 16.
    Tipe Risiko DefinisiTehnik Pengukuran Risiko pasar Harga pasar bergerak ke arah yang tidak menguntungkan (merugikan) Value At Risk (VAR), stress-testing Risiko kredit Counterparty tidak bisa membayar kewajibannya (gagal bayar) ke perusahaan Credit rating, Creditmetrics Risiko perubahan tingkat bunga Tingkat bunga berubah yang mengakibatkan kerugian pada portofolio perusahaan Metod pengukuran jangka waktu, Durasi Risiko Operasional Kerugian yang terjadi melalui operasi perusahaan (misal sistem yang gagal, serangan teroris) Matriks frekuensi dan signifikansi kerugian, VAR operasional Risiko kematian Manusia mengalami kematian dini (lebih cepat dari usia kematian wajar) Probabilitas kematian dengan tabel mortalitas Risiko kesehatan Manusia terkena penyakit tertentu Probabilitas terkena penyakit dengan menggunakan tabel morbiditas Risiko Teknologi Perubahan teknologi mempunyai konsekuensi negatif terhadap perusahaan Analisis scenario
  • 17.
    Bagan 3. MatriksFrekuensi dan Signifikansi Rendah Tinggi Frekuensi Rendah Tinggi Signifikansi Risiko Kesalahan Manusia
  • 18.
    Bagan 4. MapRisiko Untuk Risiko Pengrusakan Lingkungan
  • 19.
    BAGAIMANA MEMPERKIRAKAN SEVERITY DANPROBABILITY? BISA DENGAN SURVEY TERHADAP MANAJER MANAJER DIMINTA MERANKING RISIKO YANG DIEVALUASI DENGAN DIMENSI SEVERITY DAN PROBABILITY (FREQUENCY) DENGAN SKALA MISAL 1 (RENDAH) SAMPAI 5 (TINGGI) KEMUDIAN DIRATA-RATA, DAN DIHITUNG RATA-RATA SEVERITY DAN PROBABILITY UNTUK RISIKO YANG DIEVALUASI
  • 20.
    KITA JUGA BISAMENGGUNAKAN METODE YANG LEBIH OBYEKTIF MISAL, TINGKAT PROBABILITY DIHITUNG DENGAN MENGHITUNG FREKUENSI RISIKO DI MASA LALU MISAL, SEVERITY DIPERKIRAKAN DENGAN MENGHITUNG KERUGIAN YANG TIMBUL JIKA RISIKO TERSEBUT MUNCUL
  • 21.
    ILUSTRASI: IDENTIFIKASI RISIKO UNGGULAIRLINES Unggul Airlines adalah perusahaan penerbangan yang berdiri sepuluh tahun yang lalu. Perusahaan tersebut didirikan oleh dua orang bersaudara, yang tertarik dengan bisnis penerbangan. Mereka memperkirakan bahwa suatu saat akan terjadi deregulasi di bidang penerbangan. Deregulasi tersebut memunculkan kesempatan bisnis, karena salah satu komponen deregulasi adalah membolehkan perusahaan penerbangan baru untuk terjun di bisnis tersebut. Antisipasi mereka ternyata benar, lalu PT
  • 22.
    ILUSTRASI (CONT’D) Joko Muryantomerupakan staf yang baru saja masuk. Dia lulusan program Magister Manajemen universitas ternama di negeri ini. Atasannya meminta Joko untuk mengevaluasi risiko yang dihadapi oleh perusahaan penerbangan Unggul Airlines, dan mengembangkan solusi untuk menghadapi risiko tersebut. Secara spesifik, atasannya meminta Joko untuk mengidentifikasi risiko strategis (strategic risks), yaitu risiko yang dianggap secara signifikan mempengaruhi bisnis penerbangan PT Unggul Airlines.
  • 23.
    HASIL ANALISIS PT UnggulAirline menggunakan pesawat yang lebih tua dibandingkan dengan pesaing- pesaingnya. Pesawat tua tersebut digunakan karena biaya sewa dan biaya pembelian (sebagian dibeli oleh PT Unggul Airlines) lebih murah. Sayangnya pesawat tua tersebut lebih boros bahan baker. Diperkirakan bahan bakar mencapai sekitar 30% dari komponen, sementara persentase untuk pesaing adalah sekitar 15-20%. Dengan struktur biaya yang semacam itu, PT Unggul Airlines menjadi lebih rentan terhadap kenaikan harga bahan bakar pesawat. Untuk melihat seberap besar pengaruh bahan bakar tersebut, Joko memplot pengaruh perubahan harga bahan bakar terhadap EPS (Earning PerShare) PT Unggul Airlines, seperti berikut ini.
  • 24.
    5.45 EPS 8.45 11.00 2.45 -0.45 -3.45 $0.40 $0.50 $0.60$0.70 $0.80 Harga Bahan Bakar (per gallon) Bagan 5. Pengaruh Harga Bahan Bakar Terhadap EPS
  • 25.
    Bagan 6. PerbandinganPengaruh Harga Bahan Bakar: Unggul Airlines dan Penerbangan Lainnya 20.00 16.47 23.53 Confidence Interval EPS Penerbangan Lain Unggul Airlines Rata-Rata Harga Bahan Bakar
  • 26.
    HASIL ANALISIS (2) PTUnggul Airlines mempunyai rute penerbangan luar negeri (terutama ke Australia, Malaysia, Hongkong). Selama ini PT Unggul Airlines lebih banyak mengandalkan wisawatan domestic atau pebisnis domestic yang akan bepergian ke luar negeri untuk rute-rute tersebut. Yang menjadi masalah, jika Rupiah melemah terhadap mata uang asing maka, harga tiket yang biasanya ditetapkan dalam dolar Amerika Serikat ($) menjadi lebih mahal. Penetapan harga dalam $ dilakukan karena PT Unggul Airlines harus membayar biaya dalam $ untuk operasi luar negeri mereka.
  • 27.
    Biaya Operasional ($) Kurs Biaya Operasional (Rp) Awal periode$100 Rp10.000/$ Rp1.000.000 Akhir periode $100 Rp20.000/$ Rp2.000.000 Harga tiket ($) Kurs Harga tiket (Rp) Awal periode $100 Rp10.000/$ Rp1.000.000 Akhir periode $100 Rp20.000/$ Rp2.000.000 HARGA MENJADI LEBIH MAHAL BIAYA MEMBENGKAK
  • 28.
    HASIL ANALISIS (3) PTUnggul Airlines saat ini menggunakan hutang yang cukup signifikan. Hutang tersebut terdiri dari dua tipe: (1) membayar bunga secara tetap, dan (2) membayar bunga mengambang. Joko Muryanto kemudian mencoba menganalisis efek perubahan tingkat bunga terhadap EPS PT Unggul Airlines.
  • 29.
    Bagan 7. PengaruhHutang Bunga Mengambang Terhadap EPS Catatan: LIBOR adalah London Interbank Offering Rate, tingkat bunga yang dijadikan patokan di pasar Eurodollar (Eropa) 5.45 EPS 3% 7% 11% Libor
  • 30.
    Bagan 8. PengaruhHutang Bunga Tetap Terhadap EPS 5.45 EPS 3% 7% 11% Libor
  • 31.
    HUTANG BUNGA TETAPVERSUS HUTANG BUNGA VARIABEL MANA YANG LEBIH TINGGI RISIKONYA? HUTANG DENGAN BUNGA TETAP ATAU VARIABEL? KENAPA DEMIKIAN?
  • 32.
    KESIMPULAN ANALISIS RISIKO STRATEGIS PTUNGGUL AIRLINES Pada akhirnya Joko Muryanto menyimpulkan bahwa PT Unggul Airlines menghadapi tiga jenis risiko strategis yaitu: (1) risiko kenaikan harga bahan bakar, (2) risiko perubahan kurs (Rupiah melemah), dan (3) risiko perubahan tingkat bunga. Joko kemudian membuat laporan ke atasannya untuk ditindaklanjuti.