SLIDESMANIA.COM
Manajemen Risiko
Perbankan Syariah
Kelompok 3 :
1. Jasmine (190105020009)
2. Karmila (190105020099)
3. Khairunnisa (190105020008)
4. Khodijah Aryani (190105020052)
5. Melisa Putri (190105020020)
6. Mona (190105020013)
7. M. Fahrezi Saputra Mateka (190105020383)
SLIDESMANIA.COM
Manajemen Risiko
Likuiditas
Kebijakan, Prosedur, dan
Penetapan Limit
Proses Manajemen
Risiko Likuiditas
Identifikasi Risiko
Likuiditas
Pengukuran Risiko
Likuiditas
Pengendalian
Risiko Likuiditas
SLIDESMANIA.COM
Kebijakan, Prosedur, dan Penetapan Limit
Dalam menetapkan kebijakan mengenai
manajemen risiko untuk risiko likuiditas,
termasuk penetapan strategi dan limit
manajemen risiko likuiditas, bank wajib
menyesuaikan kebijakan tersebut dengan
visi, misi, strategi bisnis, tingkat risiko
yang akan diambil (risk appetite),
kecukupan permodalan, kemampuan
sumber daya manusia dan kapasitas
pendanaan bank secara keseluruhan.
Kebijakan dan prosedur tersebut paling
kurang meliputi kewenangan dan
tanggung jawab manajemen risiko
likuiditas, komposisi aset dan kewajiban,
manajemen likuiditas atas dasar jenis
valuta, indikator per ingatan dini,
penetapan limit, stress testing, sistem
informasi dan rencana pendanaan darurat.
SLIDESMANIA.COM
Proses Manajemen Risiko Likuiditas
(Identifikasi Risiko Likuiditas)
Proses identifikasi risiko likuiditas
dilakukan baik untuk eksponsur risiko
likuiditas saat ini maupun yang akan timbul
dimasa datang. Proses identifikasi risiko
likuiditas merupakan proses yang
berkelanjutan dan harus dilakukan secara
berkala. Dalam rangka melakukan
identifikasi risiko likuiditas, bank harus
melakukan analisis terhadap seluruh
sumber risiko likuiditas.
Pengelolaan likuiditas dapat dilihat dari sisi dua
elemen, yaitu:
• Eleman waktu ( time )
• Elemen dampak ( severity)
Kebutuhan likuiditas pada masa krisis akan berbeda
dengan kebutuhan likuiditas dalam rangka memenuhi
kebutuhan operasional harian, dan berbeda dalam hal
berbagai sumber likuiditas yang dapat digunakan untuk
memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas.
• Struktur Timing dari Arus Kas
• Kebutuhan Likuiditas dari Posisi Off Balance Sheet
SLIDESMANIA.COM
Pengukuran Risiko Likuiditas
Bank wajib memiliki alat pengukuran yang dapat mengkuantifikasi risiko likuiditas
secara tepat waktu dan komprehensif. Alat pengukuran tersebut paling kurang
meliputi:
1) Proyeksi arus kas
2) Asumsi yang digunakan
3) Rasio likuiditas
4) Maturity Ladder – Analisis liquidity Gap (gap Likuiditas)
SLIDESMANIA.COM
Pengendalian Risiko Likuiditas
Dalam pengelolaan likuiditas, bank harus memastikan memiliki kecukupan likuiditas untuk memenuhi
penarikan yang terjadwal maupun tidak terjadwal dalam kondisi normal dan tidak normal. Untuk
mengelola likuiditas, bank melakukan proses identifikasi, pengukuran, monitoring dan kontrol.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan risiko likuiditas:
• Menerapkan corporate governance secara efektif melalui pengawasan aktif Direksi dalam melakukan
kontrol terhadap risiko likuiditas.
• Menetapkan strategi, kebijakan, prosedur, dan limit untuk mengelola serta melakukan mitigasi risiko
likuiditas.
• Memiliki pengukuran risiko likuiditas yang komprehensif dan sistem monitoring (termasuk penilaian
atas arus kas saat ini dan di masa depan, termasuk analisis sumber dan penggunaan dana, sesuai
dengan kompleksitas usaha bank. Dll
SLIDESMANIA.COM
Indikator Peringatan dini
Penetapan indikator peringatan dini (early
warning indicator) untuk risiko likuiditas
dimaksudkan untuk mengidentifikasi risiko
likuiditas sebelum masalah likuiditas menjadi
serius sehingga dapat dijadikan sebagai dasar
untuk menentukan tindak lanjut mitigasi
risiko likuiditas. Indikator peringatan dini
meliputi :
• Indikator Internal
• Indikator Eksternal
Penetapan Batasan (Limit)
Penetapan limit risiko likuiditas harus
dilakukan secara konsisten dan relevan dengan
bisnis bank, sesuai dengan kompleksitas
aktivitas, toleransi risiko, karakteristik produk,
jenis valuta, pasar di mana bank tersebut aktif
melakukan transaksi, data historis, tingkat
profitabilitas dan modal yang tersedia.
Penetapan limit juga harus disesuaikan dengan
rencana pendanaan darurat (liquidity
contingency funding plan) untuk memastikan
bahwa rencana pendanaan darurat tersebut
dapat diterapkan secara efektif.
SLIDESMANIA.COM
Menyediakan Sumber Likuiditas
Sumber-sumber likuiditas bank dapat
diperoleh dari sisi aktiva atau dari sisi
kewajiban/pasiva. Kebutuhan likuiditas
dipenuhi dengan kombinasi kedua
sumber tersebut secara seimbang.
Beberapa sumber likuiditas atau sumber
pendanaan yang dapat dilakukan bank,
dari sisi aset, sekuritisasi aset dan
penjualan/repo aset likuid. Dari sisi
liability, peningkatan dana pihak ketiga,
penerbitan surat berharga dan melakukan
pinjaman dari bank lain.
Cadangan Likuiditas
Termasuk dalam cadangan likuiditas adalah
simpanan pada bank sentral yang harus dijaga
pada tingkat saldo minimum tertentu sebagai
pemenuhan kewajiban pada regulator dan juga
digunakan untuk keperluan operasional bank
(seperti kliring, dsb). Dengan demikian, kas,
simpanan pada bank sentral dan simpanan pada
bank lain bukan sumber likuiditas yang dapat
diandalkan, terutama dalam keadaan krisis.
Kebanyakan bank mencadangkan likuiditas
dalam bentuk aset berkualitas tinggi yang dapat
dicairkan segera (high quality marketable aset).
SLIDESMANIA.COM
Pinjaman
Sumber likuiditas pada sisi kewajiban adalah dana masyarakat dan
pinjaman yang dilakukan bank ke pasar untuk pemenuhan
kebutuhan likuiditas. Dalam hal pemenuhan sumber likuiditas,
bank harus mempertimbangkan antara lain biaya dana, jangka
waktu sumber likuiditas, dan konsentrasi pendanaan terhadap
sumber likuiditas tertentu.
SLIDESMANIA.COM
· Terima Kasih ·
SLIDESMANIA.COM
Titin Sutrianti (Kelompok 6)
Pertanyaan: Sebutkan salah satu contoh kasus risiko likuiditas!Jawaban: Risiko Likuiditas adalah
Risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber
pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa
mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank.Risiko ini disebut juga Risiko likuiditas pendanaan
(funding liquidity risk).
Jawaban (Melisa Putri):
Contoh kasus: Dulu Industri Perbankan nasional kita sempat dihebohkan dengan kasus Bank Century,
kasus ini mencuat ketika Lembaga Penjamin Simpanan mengambil alih bank yang tengah mengalami
krisis likuiditas itu, November 2008. Dari sana terungkap, dana nasabah sebesar Rp 1,45 triliun telah
diselewengkan dan polisi menetapkan Komisaris Utama Bank Century Robert Tantular sebagai
tersangka utama.Modusnya dengan menjual reksa dana fiktif kepada para nasabah. Penjualan reksa
dana fiktif itu sudah berlangsung sejak tahun 2002. Namun, BI dan Bapepam-LK baru mengetahuinya
tahun 2005. Sekalipun sudah mengetahui sejak tahun 2005, BI dan Bapepam-LK tidak langsung
menghentikan praktik penipuan di industri keuangan tersebut.
SLIDESMANIA.COM
Radian (Kelompok 4)
Pertanyaan: bagaimana cara mendapatkan manajemen risiko likuiditas dengan benar?
Jawaban (Mona):
Mendapatkan manajemen risiko likuiditas dengan benar ada tiga langkah utamaUntuk melembagakan sistem
manajemen risiko likuiditas yang efektif di organisasi Anda, ikuti tiga langkah berikut:
1. Tetapkan kerangka kerja analitik untuk menghitung risiko, mengoptimalkan modal, dan mengukur peristiwa
pasar serta likuiditas, Meminimalkan dampak guncangan pasar, serta mencari peluang arbitrase yang lebih
baik, dengan menganalisis dampak perubahan dalam biaya dan likuiditas yang mendekati waktu nyata
sehingga Anda dapat bertindak dengan presisi.- Temukan solusi yang dioptimalkan dengan cepat untuk
kebutuhan likuiditas dan modal perusahaan Anda dengan mengevaluasi likuiditas pasar dan skenario
pengoptimalan di seluruh perusahaan menggunakan analisis skenario cepat dan berdasarkan permintaan
berdasarkan pada portofolio, posisi, dan instrumen yang paling kompleks di berbagai horizon waktu.
2. Kelola data Anda, Dapatkan pandangan terpusat likuiditas perusahaan dengan mengintegrasikan informasi
pasar terbaru, pembaruan portofolio, pengembalian modal, dan pandangan pasar likuiditas pada basis
skenario dalam satu hari.
3. Integrasikan proses manajemen risiko Anda, Nilai portofolio yang kompleks dan kelas aset dengan
mengintegrasikan penilaian portofolio dan analisis skenario pada platform tunggal. Dan langsung nilai
dampak potensial guncangan pasar masa depan dan skenario likuiditas.
SLIDESMANIA.COM
Risnawati (Kelompok 5)
Pertanyaan: Apa yg menyebabkan terjadinya resiko likuiditas dan hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam
pengelolaan risiko likuiditas?
Jawaban (Khairunnisa):
Risiko likuiditas adalah risiko yang dapat terjadi jika kesenjangan pendanaan meningkat, atau jika Bank tidak
dapatmemenuhi pembayaran kewajiban pada saat jatuh tempo, termasuk pencairan simpanan nasabah. hal yang
perlu diperhatikan dalam pengelolaan risiko likuiditas:
• Menerapkan corporate governance secara efektif melalui pengawasan aktif Direksi dalam melakukan kontrol
terhadap risiko likuiditas.
• Menetapkan strategi, kebijakan, prosedur, dan limit untuk mengelola serta melakukan mitigasi risiko
likuiditas.
• Memiliki pengukuran risiko likuiditas yang komprehensif dan sistem monitoring (termasuk penilaian atas arus
kas saat ini dan di masa depan, termasuk analisis sumber dan penggunaan dana, sesuai dengan kompleksitas
usaha bank.
• Pengelolaan likuiditas intra-day secara aktif.
• Mengupayakan diversifikasi sumber pendanaan.
• Memelihara sejumlah marketable securities yang likuid
• Memiliki contingency Funding Plans (CFP) yang diperlukan pada saat kondisi krisis.
• Memiliki internal control dan internal audit yang memadai untuk menentukan kecukupan proses pengelolaan
risiko likuiditas.
SLIDESMANIA.COM
Dewi Annisa (Kelompok 1)
Pertanyaan: Di penjelasan indikator peringatan dini, meliputi indikator internal dan indikator eksternal. Jelaskan kedua
indikator tersebut?
Jawaban (Jasmine):
Jadi, Indikator peringatan dini itu termasuk dalam salah satu pengendalian risiko likuiditas. Yang mana Sistem
pengendalian internal dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan risiko likuiditas yang dapat mengganggu
operasional maupun kelangsungan usaha Bank serta mengaktifkan contigency funding plan untuk mengelola kondisi
likuiditas pada saat krisis. Faktor internal disini merupakan kejadian yang bersumber dari lembaga yang bersangkutan,
seperti kesalahan sistem, kesalahan manusia, kesalahan prosedur dan lain-lain. Risiko semacam ini pada dasarnya bisa
dicegah. Untuk Indikator internal sendiri antara lain meliputi: kualitas aset yang memburuk, peningkatan konsentrasi
pada beberapa jenis aktiva dan terjadi konsentrasi pada sumber pendanaan, peningkatan gap nilai tukar atau currency
mismatches, pelampauan limit risiko yang terjadi secara berulang, peningkatan biaya dana secara umum, dan/atau
posisi arus kas yang semakin buruk sebagai akibat maturity mismatch yang besar terutama pada skala waktu (bucket)
jangka pendek.
Jawaban Tambahan (Khodijah Aryani):
Indikator Eksternal antara lain meliputi: - informasi publik negatif terhadap bank, - penurunan hasil peringkat oleh
lembaga pemeringkat, - penurunan harga saham bank secara terusmenerus, - penurunan fasilitas
credit line yang disediakan oleh bank koresponden, - peningkatan penarikan deposito sebelum jatuh tempo oleh
masyarakat, - keterbatasan akses untuk memeroleh pendanaan jangka panjang. Jadi, indikator internal itu dari dalam
bank, sedangkan indikator eksternal dari luar bank
SLIDESMANIA.COM
Janatul Adni (Kelompok 2)
Pertanyaan: Manfaat dan bagaimana jika likuiditas tidak ada ? apakah akan ada hal buruk terjadi? dan seberaa
penting likuiditas tersebut?
Jawaban (Karmila): Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek
yang dimilikinya pada saat jatuh tempo. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk
memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harga lancarnya.
Jawaban Tambahan (Khairunnisa): Fungsi, tujuan dan manfaat pengelolaan likuiditasPengelolaan likuiditas
merupakan faktor yang sangat penting dalam operasional perbankan, bahkan sangat menentukan suatu bank untuk
bertahan dan berkembang dalam persaingan usaha yang semakin kompetitif. Tujuan dan manfaat dari pengelolaan
likuiditas suatu bank secara garis besar Kasmir, 2007:
1. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat
ditagih. Artinya kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal batas
waktu yang telah ditetapkan tanggal dan bulan tertentu
2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara
keseluruhan. Artinya jumlah kewajiaban yang berumur dibawah satu tahun atau sama dengan satu tahun,
dibandingkan dengan total aktiva lancar.
3. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa
memperhitungkan persediaan dan utang yang dianggap likuiditasnya lebih rendah.
SLIDESMANIA.COM
Jawaban lanjutan Khairunnisa
4. Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja
perusahaan.
5. Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.
6. Sebagai alat perencanaan kedepan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang.
7. Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan
membandingkannya untuk beberapa periode.
8. Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-masing komponen yang ada di
aktiva lancar dan utang lancar.
9. Menjadikan alat pemicu bagi pihak manajemen untuk meperbaiki kinerjanya, dengan melihat
rasio likuiditas yang ada pada saat ini. Pengelolaan likuiditas merupakan faktor yang sangat
penting dalam operasional perbankan, bahkan sangat menentukan bagi kemampuan suatu bank
untuk bertahan dan berkembang dalam persaingan usaha yang semakin kompetitif.

manajemen risiko likuiditas (1)

  • 1.
    SLIDESMANIA.COM Manajemen Risiko Perbankan Syariah Kelompok3 : 1. Jasmine (190105020009) 2. Karmila (190105020099) 3. Khairunnisa (190105020008) 4. Khodijah Aryani (190105020052) 5. Melisa Putri (190105020020) 6. Mona (190105020013) 7. M. Fahrezi Saputra Mateka (190105020383)
  • 2.
    SLIDESMANIA.COM Manajemen Risiko Likuiditas Kebijakan, Prosedur,dan Penetapan Limit Proses Manajemen Risiko Likuiditas Identifikasi Risiko Likuiditas Pengukuran Risiko Likuiditas Pengendalian Risiko Likuiditas
  • 3.
    SLIDESMANIA.COM Kebijakan, Prosedur, danPenetapan Limit Dalam menetapkan kebijakan mengenai manajemen risiko untuk risiko likuiditas, termasuk penetapan strategi dan limit manajemen risiko likuiditas, bank wajib menyesuaikan kebijakan tersebut dengan visi, misi, strategi bisnis, tingkat risiko yang akan diambil (risk appetite), kecukupan permodalan, kemampuan sumber daya manusia dan kapasitas pendanaan bank secara keseluruhan. Kebijakan dan prosedur tersebut paling kurang meliputi kewenangan dan tanggung jawab manajemen risiko likuiditas, komposisi aset dan kewajiban, manajemen likuiditas atas dasar jenis valuta, indikator per ingatan dini, penetapan limit, stress testing, sistem informasi dan rencana pendanaan darurat.
  • 4.
    SLIDESMANIA.COM Proses Manajemen RisikoLikuiditas (Identifikasi Risiko Likuiditas) Proses identifikasi risiko likuiditas dilakukan baik untuk eksponsur risiko likuiditas saat ini maupun yang akan timbul dimasa datang. Proses identifikasi risiko likuiditas merupakan proses yang berkelanjutan dan harus dilakukan secara berkala. Dalam rangka melakukan identifikasi risiko likuiditas, bank harus melakukan analisis terhadap seluruh sumber risiko likuiditas. Pengelolaan likuiditas dapat dilihat dari sisi dua elemen, yaitu: • Eleman waktu ( time ) • Elemen dampak ( severity) Kebutuhan likuiditas pada masa krisis akan berbeda dengan kebutuhan likuiditas dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional harian, dan berbeda dalam hal berbagai sumber likuiditas yang dapat digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan likuiditas. • Struktur Timing dari Arus Kas • Kebutuhan Likuiditas dari Posisi Off Balance Sheet
  • 5.
    SLIDESMANIA.COM Pengukuran Risiko Likuiditas Bankwajib memiliki alat pengukuran yang dapat mengkuantifikasi risiko likuiditas secara tepat waktu dan komprehensif. Alat pengukuran tersebut paling kurang meliputi: 1) Proyeksi arus kas 2) Asumsi yang digunakan 3) Rasio likuiditas 4) Maturity Ladder – Analisis liquidity Gap (gap Likuiditas)
  • 6.
    SLIDESMANIA.COM Pengendalian Risiko Likuiditas Dalampengelolaan likuiditas, bank harus memastikan memiliki kecukupan likuiditas untuk memenuhi penarikan yang terjadwal maupun tidak terjadwal dalam kondisi normal dan tidak normal. Untuk mengelola likuiditas, bank melakukan proses identifikasi, pengukuran, monitoring dan kontrol. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan risiko likuiditas: • Menerapkan corporate governance secara efektif melalui pengawasan aktif Direksi dalam melakukan kontrol terhadap risiko likuiditas. • Menetapkan strategi, kebijakan, prosedur, dan limit untuk mengelola serta melakukan mitigasi risiko likuiditas. • Memiliki pengukuran risiko likuiditas yang komprehensif dan sistem monitoring (termasuk penilaian atas arus kas saat ini dan di masa depan, termasuk analisis sumber dan penggunaan dana, sesuai dengan kompleksitas usaha bank. Dll
  • 7.
    SLIDESMANIA.COM Indikator Peringatan dini Penetapanindikator peringatan dini (early warning indicator) untuk risiko likuiditas dimaksudkan untuk mengidentifikasi risiko likuiditas sebelum masalah likuiditas menjadi serius sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk menentukan tindak lanjut mitigasi risiko likuiditas. Indikator peringatan dini meliputi : • Indikator Internal • Indikator Eksternal Penetapan Batasan (Limit) Penetapan limit risiko likuiditas harus dilakukan secara konsisten dan relevan dengan bisnis bank, sesuai dengan kompleksitas aktivitas, toleransi risiko, karakteristik produk, jenis valuta, pasar di mana bank tersebut aktif melakukan transaksi, data historis, tingkat profitabilitas dan modal yang tersedia. Penetapan limit juga harus disesuaikan dengan rencana pendanaan darurat (liquidity contingency funding plan) untuk memastikan bahwa rencana pendanaan darurat tersebut dapat diterapkan secara efektif.
  • 8.
    SLIDESMANIA.COM Menyediakan Sumber Likuiditas Sumber-sumberlikuiditas bank dapat diperoleh dari sisi aktiva atau dari sisi kewajiban/pasiva. Kebutuhan likuiditas dipenuhi dengan kombinasi kedua sumber tersebut secara seimbang. Beberapa sumber likuiditas atau sumber pendanaan yang dapat dilakukan bank, dari sisi aset, sekuritisasi aset dan penjualan/repo aset likuid. Dari sisi liability, peningkatan dana pihak ketiga, penerbitan surat berharga dan melakukan pinjaman dari bank lain. Cadangan Likuiditas Termasuk dalam cadangan likuiditas adalah simpanan pada bank sentral yang harus dijaga pada tingkat saldo minimum tertentu sebagai pemenuhan kewajiban pada regulator dan juga digunakan untuk keperluan operasional bank (seperti kliring, dsb). Dengan demikian, kas, simpanan pada bank sentral dan simpanan pada bank lain bukan sumber likuiditas yang dapat diandalkan, terutama dalam keadaan krisis. Kebanyakan bank mencadangkan likuiditas dalam bentuk aset berkualitas tinggi yang dapat dicairkan segera (high quality marketable aset).
  • 9.
    SLIDESMANIA.COM Pinjaman Sumber likuiditas padasisi kewajiban adalah dana masyarakat dan pinjaman yang dilakukan bank ke pasar untuk pemenuhan kebutuhan likuiditas. Dalam hal pemenuhan sumber likuiditas, bank harus mempertimbangkan antara lain biaya dana, jangka waktu sumber likuiditas, dan konsentrasi pendanaan terhadap sumber likuiditas tertentu.
  • 10.
  • 11.
    SLIDESMANIA.COM Titin Sutrianti (Kelompok6) Pertanyaan: Sebutkan salah satu contoh kasus risiko likuiditas!Jawaban: Risiko Likuiditas adalah Risiko akibat ketidakmampuan Bank untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari aset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan, tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Bank.Risiko ini disebut juga Risiko likuiditas pendanaan (funding liquidity risk). Jawaban (Melisa Putri): Contoh kasus: Dulu Industri Perbankan nasional kita sempat dihebohkan dengan kasus Bank Century, kasus ini mencuat ketika Lembaga Penjamin Simpanan mengambil alih bank yang tengah mengalami krisis likuiditas itu, November 2008. Dari sana terungkap, dana nasabah sebesar Rp 1,45 triliun telah diselewengkan dan polisi menetapkan Komisaris Utama Bank Century Robert Tantular sebagai tersangka utama.Modusnya dengan menjual reksa dana fiktif kepada para nasabah. Penjualan reksa dana fiktif itu sudah berlangsung sejak tahun 2002. Namun, BI dan Bapepam-LK baru mengetahuinya tahun 2005. Sekalipun sudah mengetahui sejak tahun 2005, BI dan Bapepam-LK tidak langsung menghentikan praktik penipuan di industri keuangan tersebut.
  • 12.
    SLIDESMANIA.COM Radian (Kelompok 4) Pertanyaan:bagaimana cara mendapatkan manajemen risiko likuiditas dengan benar? Jawaban (Mona): Mendapatkan manajemen risiko likuiditas dengan benar ada tiga langkah utamaUntuk melembagakan sistem manajemen risiko likuiditas yang efektif di organisasi Anda, ikuti tiga langkah berikut: 1. Tetapkan kerangka kerja analitik untuk menghitung risiko, mengoptimalkan modal, dan mengukur peristiwa pasar serta likuiditas, Meminimalkan dampak guncangan pasar, serta mencari peluang arbitrase yang lebih baik, dengan menganalisis dampak perubahan dalam biaya dan likuiditas yang mendekati waktu nyata sehingga Anda dapat bertindak dengan presisi.- Temukan solusi yang dioptimalkan dengan cepat untuk kebutuhan likuiditas dan modal perusahaan Anda dengan mengevaluasi likuiditas pasar dan skenario pengoptimalan di seluruh perusahaan menggunakan analisis skenario cepat dan berdasarkan permintaan berdasarkan pada portofolio, posisi, dan instrumen yang paling kompleks di berbagai horizon waktu. 2. Kelola data Anda, Dapatkan pandangan terpusat likuiditas perusahaan dengan mengintegrasikan informasi pasar terbaru, pembaruan portofolio, pengembalian modal, dan pandangan pasar likuiditas pada basis skenario dalam satu hari. 3. Integrasikan proses manajemen risiko Anda, Nilai portofolio yang kompleks dan kelas aset dengan mengintegrasikan penilaian portofolio dan analisis skenario pada platform tunggal. Dan langsung nilai dampak potensial guncangan pasar masa depan dan skenario likuiditas.
  • 13.
    SLIDESMANIA.COM Risnawati (Kelompok 5) Pertanyaan:Apa yg menyebabkan terjadinya resiko likuiditas dan hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan risiko likuiditas? Jawaban (Khairunnisa): Risiko likuiditas adalah risiko yang dapat terjadi jika kesenjangan pendanaan meningkat, atau jika Bank tidak dapatmemenuhi pembayaran kewajiban pada saat jatuh tempo, termasuk pencairan simpanan nasabah. hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan risiko likuiditas: • Menerapkan corporate governance secara efektif melalui pengawasan aktif Direksi dalam melakukan kontrol terhadap risiko likuiditas. • Menetapkan strategi, kebijakan, prosedur, dan limit untuk mengelola serta melakukan mitigasi risiko likuiditas. • Memiliki pengukuran risiko likuiditas yang komprehensif dan sistem monitoring (termasuk penilaian atas arus kas saat ini dan di masa depan, termasuk analisis sumber dan penggunaan dana, sesuai dengan kompleksitas usaha bank. • Pengelolaan likuiditas intra-day secara aktif. • Mengupayakan diversifikasi sumber pendanaan. • Memelihara sejumlah marketable securities yang likuid • Memiliki contingency Funding Plans (CFP) yang diperlukan pada saat kondisi krisis. • Memiliki internal control dan internal audit yang memadai untuk menentukan kecukupan proses pengelolaan risiko likuiditas.
  • 14.
    SLIDESMANIA.COM Dewi Annisa (Kelompok1) Pertanyaan: Di penjelasan indikator peringatan dini, meliputi indikator internal dan indikator eksternal. Jelaskan kedua indikator tersebut? Jawaban (Jasmine): Jadi, Indikator peringatan dini itu termasuk dalam salah satu pengendalian risiko likuiditas. Yang mana Sistem pengendalian internal dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan risiko likuiditas yang dapat mengganggu operasional maupun kelangsungan usaha Bank serta mengaktifkan contigency funding plan untuk mengelola kondisi likuiditas pada saat krisis. Faktor internal disini merupakan kejadian yang bersumber dari lembaga yang bersangkutan, seperti kesalahan sistem, kesalahan manusia, kesalahan prosedur dan lain-lain. Risiko semacam ini pada dasarnya bisa dicegah. Untuk Indikator internal sendiri antara lain meliputi: kualitas aset yang memburuk, peningkatan konsentrasi pada beberapa jenis aktiva dan terjadi konsentrasi pada sumber pendanaan, peningkatan gap nilai tukar atau currency mismatches, pelampauan limit risiko yang terjadi secara berulang, peningkatan biaya dana secara umum, dan/atau posisi arus kas yang semakin buruk sebagai akibat maturity mismatch yang besar terutama pada skala waktu (bucket) jangka pendek. Jawaban Tambahan (Khodijah Aryani): Indikator Eksternal antara lain meliputi: - informasi publik negatif terhadap bank, - penurunan hasil peringkat oleh lembaga pemeringkat, - penurunan harga saham bank secara terusmenerus, - penurunan fasilitas credit line yang disediakan oleh bank koresponden, - peningkatan penarikan deposito sebelum jatuh tempo oleh masyarakat, - keterbatasan akses untuk memeroleh pendanaan jangka panjang. Jadi, indikator internal itu dari dalam bank, sedangkan indikator eksternal dari luar bank
  • 15.
    SLIDESMANIA.COM Janatul Adni (Kelompok2) Pertanyaan: Manfaat dan bagaimana jika likuiditas tidak ada ? apakah akan ada hal buruk terjadi? dan seberaa penting likuiditas tersebut? Jawaban (Karmila): Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang dimilikinya pada saat jatuh tempo. Pengertian lain adalah kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harga lancarnya. Jawaban Tambahan (Khairunnisa): Fungsi, tujuan dan manfaat pengelolaan likuiditasPengelolaan likuiditas merupakan faktor yang sangat penting dalam operasional perbankan, bahkan sangat menentukan suatu bank untuk bertahan dan berkembang dalam persaingan usaha yang semakin kompetitif. Tujuan dan manfaat dari pengelolaan likuiditas suatu bank secara garis besar Kasmir, 2007: 1. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih. Artinya kemampuan untuk membayar kewajiban yang sudah waktunya dibayar sesuai jadwal batas waktu yang telah ditetapkan tanggal dan bulan tertentu 2. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar secara keseluruhan. Artinya jumlah kewajiaban yang berumur dibawah satu tahun atau sama dengan satu tahun, dibandingkan dengan total aktiva lancar. 3. Untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan persediaan dan utang yang dianggap likuiditasnya lebih rendah.
  • 16.
    SLIDESMANIA.COM Jawaban lanjutan Khairunnisa 4.Untuk mengukur atau membandingkan antara jumlah persediaan yang ada dengan modal kerja perusahaan. 5. Untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang. 6. Sebagai alat perencanaan kedepan, terutama yang berkaitan dengan perencanaan kas dan utang. 7. Untuk melihat kondisi dan posisi likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu dengan membandingkannya untuk beberapa periode. 8. Untuk melihat kelemahan yang dimiliki perusahaan, dari masing-masing komponen yang ada di aktiva lancar dan utang lancar. 9. Menjadikan alat pemicu bagi pihak manajemen untuk meperbaiki kinerjanya, dengan melihat rasio likuiditas yang ada pada saat ini. Pengelolaan likuiditas merupakan faktor yang sangat penting dalam operasional perbankan, bahkan sangat menentukan bagi kemampuan suatu bank untuk bertahan dan berkembang dalam persaingan usaha yang semakin kompetitif.