I.            MAKSUD
       1. Mengamati bahwa puntiran diteruskan pada arah memanjang.
       2. Menentukan modulus puntir batang logam.


II.           ALAT
       1. Alat pemuntir
       2. micrometer sekrup
       3. jangka sorong
       4. mistar gulung
       5. beban


III.          TEORI
       Bila sebatang logam pejal dengan panjang L dan jari-jari R, salah satu ujungnya
       dijepit dan ujung yang lain dipuntir dengan gaya F, maka akan terjadi
       simpangan atau pergeseran sebesar α˚ (lihat gambar 1).




                                             Gambar 1.
       Besar pergeseran (α˚) untuk setiap logam berbeda-beda, tergantung koefisien
       kekenyalannya. Hubungan tersebut dinyatakan sebagai berikut :
              2 ML
       G=           ......................................................……………………………..... (1)
              πθR 4
       Atau
            360 ⋅ g ⋅ r ⋅ L ⋅ m
       G=                       ………………...............................................………….   (2)
               π 2 R 4α
Dengan :
G = modulus puntir (modulus geser = koefisien kekenyalan)
g = percepatan gravitasi
R = jari-jari batang
L = panjang batang dari penjepit ke jarum petunjuk sekala
m = massa beban yang menyebabkan puntiran
α˚ = besar simpangan pada jarak L
r   = jari-jari roda pemuntir
M = momen gaya
θ    = sudut punter dalan rad
Catatan tambahan :
•   Modulus Geser atau adalah bilangan yag menggambarkan perubahan benda
    yang elastis, atau suatu konstanta yang menyatakan besarnya gaya yang
    diperlukan untuk memuntir suatu bahan per satuan luar tiap satu derajat.
•   Modulus Young adalah perbandingan regangan terhadap regangan ke satu
    arah.
•   Modulus Bulk adalah perbandingan regangan terhadap regangan ke segala
    arah.
•   Berikut adalah grafik hubungan variabel – variabel yang dipakai :
•    Maksudnya puntiran diteruskan kearah memanjang pada tujuan percobaan
        adalah bahwa di semua tempat di sepanjang batang mengalami puntiran.
   •    Saat pembebanan, batang tidak boleh melengkung karena salah satu syarat
        dari percobaan ini dalah di setiap bagian batang harus sama partikelnya.
        Kalau melengkung berarti partikel didalamnya tidak sama.
   •    Tegangan adalah gaya yang terjadi per satuan luas penampang. Tegangan
        berlawanan arah dengan arah gayanya.
   •    Regangan adalah rasio antara perubahan panjanga dengan panjang mula –
        mulanya dimana pada regangan akan searah dengan arah gayanya.
   •    Momen gaya semakin besar bila titik pusat semakin mendekati pinggiran.


IV. TUGAS PENDAHULUAN
  1. Buktikan rumus (2) dan sebutkan besaran-besarannya dalam SI.
  2. Gambarkan grafik α˚ terhadap massa m (dari rumus) dan terngakan cara
       mendapatkan G dari grafik tersebut.
  3. Gambarkan grafik α˚ terhadap jarak jarum penunjuk ke ujung yang dijepit L
       (dari rumus) dan terangkan cara mendapatkan G dari grafik tersebut.
  4. Buatlah tabel ( kosong ) yang hendak dipakai pada pengamatan.
  Jawaban :
1. Bila sebatang logam akan diselidiki adalah L. Diamati dari bagian batangnya,
   bila dipuntir oleh alat pemuntir, maka puntiran yang terjadi sejauh :
         R ⋅θ
    F=        ; dimana R = jari – jari busur lingkaran
          L
                         ∆x                              F
   Regangan geser =         = tan θ dan Tegangan Geser =
                         L                               A
                               Tegangangeser       F A      F A
   Modulus geser ( G ) = Re gangangeser = ∆x L = θ

   Batang :
   Diketahui : ∆x = R ⋅ θ
                                    R ⋅θ
              Regangan geser =
                                     L
                                      ∂F
              Tegangan geser =
                                    2πR ⋅ ∂R
                                                      ∂τ
              Torsi : ∂τ = R ⋅ ∂F              ∂F =
                                                      R
   Maka :
          ∂F 2πR ⋅ ∂R      L ⋅ ∂F           L ⋅ ∂τ
     G=               =                 =
            R ⋅θ L      2πR ⋅ R ⋅ θ ⋅ ∂R 2πR 3 ⋅ θ ⋅ ∂R
                                               R            τ

     G ⋅ 2πR 3 ⋅ θ ⋅ ∂R = L∂τ         G ⋅ 2πθ ∫ R 3 ⋅ ∂R = L ∫ ∂τ
                                               0            0


        2                              2 Lτ
     G ⋅ ⋅ R 4πθ = Lτ            G=            ( rumus 1 terbukti)
        4                             πθ ⋅ R 4
                         π
   Diketahui : θ rad =         ×α
                         180
            τ = F ⋅r = m⋅ g ⋅r

   Maka didapat rumus :
                 360 0 L ⋅ M ⋅ g ⋅ r
            G=                       ( rumus 2 terbukti )
                    π 2 R 4α 0


   Keterangan :
G         : Modulus puntir atau modulur geser ( dyne / cm2 )
      g         : Percepatan gravitasi ( cm / s2 )
      r         : Jari – jari roda pemuntir ( cm )
      R         : Jari – jari batang logam ( cm )
      L         : Panjang batang logam ( cm )
      M         : Massa benda ( gr )
      α         : Simbangan pada jarak L ( 0 )


2. Grafik α terhadap m

      a ( derajat )
                                                             α 360 0 L ⋅ g ⋅ r

                      . .                          tan θ =
                                                             m
                                                               =
                                                                 π 2R4 ⋅G
                                                        360 0 L ⋅ g ⋅ r
                                      Titik        G=
                                     patah              π 2 R 4 tan θ
                 Batas elastisitas




                                        m ( gr )


3. Grafik α terhadap L

       α(0)
                                                             α 360 0 m ⋅ g ⋅ r
                                                   tan θ =     =
                                                             L   π 2R4 ⋅G
                                                        360 0 ⋅ g ⋅ r ⋅ m
                       θ                           G=
                                                         π 2 R 4 tan θ


                                        L (cm)



4. Tabel pengamatan
          L (cm)            Percobaan 1             Percobaan 2                  Percobaan 3
L1 = 10   L2 = 20    L1 = 30   L2 = 40       L1 = 50   L2 = 60
     m (gr)       α + α− α + α− α + α− α + α− α + α− α + α−
         0,5
          1
         1,5
          2
         2,5


V.   PERCOBAAN YANG HARUS DILAKUKAN
     1. Ukurlah garis tengah batang pada beberapa tempat dengan arahpengukuran
         yang berbeda-beda.
     2. Pasang batang logam yang akan diselidiki pada alat pemuntir. Keraskan
         sekrup-sekrup seperlunya.
     3. Pasang jarum penunjuk pada jarak tertentu dari ujung penjepit (10, 20, 30,
         40, 50, 60 cm ).
     4. Atur sedemikian rupa sehingga poros batang tepat pada poros skala busur
         pengukur.
     5. Berilah pembebanan awal sehingga tali pemutar tegang, tunggu sesaat dan
         amati kedudukan jarum pemutar.
     6. Berilah berturut-turut pembebanan tambahan, tunggu sesaat dan amatilah
         kedudukan jarum penunjuk (dicatat dalam bentuk table).
     7. Lakukan pengurangan beban secara berturut-turut dan amati kedudukan
         jarum penunjuk (apakah kembali pada posisi semula).
     8. Ulangi langkah V.3 sampai V.7 untuk kedudukan jarum yang berbeda-beda.
     9. Ulangi seluruh percobaan V dengan batang logam yang lain.




         L (cm)         Percobaan 1          Percobaan 2             Percobaan 3
                     L1 = 10   L2 = 20    L1 = 30   L2 = 40       L1 = 50   L2 = 60

     m (gr)       α + α− α + α− α + α− α + α− α + α− α + α−
0,5
         1
        1,5
         2
        2,5

VI.    DATA PENGAMATAN
1. Data Ruang
      Keadaan       Tekanan ( cmHg )           Suhu ( ˚C )        Kelembaban ( % )
 Awal Percobaan     ( 6,8300 ± 0,0005 ) 10   ( 2,40 ± 0,05 ) 10    ( 6,30 ± 0,05 ) 10
 Akhir Percobaan    ( 6,8700 ± 0,0005 ) 10   ( 2,50 ± 0,05 ) 10    ( 6,80 ± 0,05 ) 10


2. Data Percobaan
                               Tabel 1 Diameter batang
                      No.       Diameter batang ( mm )

                      1             ( 3,630 ± 0,005 )
                      2             ( 3,530 ± 0,005 )
                      3             ( 3,640 ± 0,005 )
                      4             ( 3,530 ± 0,005 )
                      5             ( 3,430 ± 0,005 )
                      6             ( 3,430 ± 0,005 )
                      7             ( 3,530 ± 0,005 )
                      8             ( 3,430 ± 0,005 )
                      9             ( 3,530 ± 0,005 )
                      10            ( 3,530 ± 0,005 )

                           Tabel 2 Keliling roda pemuntir
                      No.         Keliling Roda ( cm )
1                ( 3,000 ± 0,005 ) 10
                        2                ( 3,050 ± 0,005 ) 10
                        3                ( 3,100 ± 0,005 ) 10
                        4                ( 3,100 ± 0,005 ) 10
                        5                ( 3,000 ± 0,005 ) 10

                      Tabel 3 Pengukuran penyimpangan batang
        L (cm)                                  Percobaan 1
                               L1 = 10                                L2 = 20
      m (gr)           α   +
                                              α   −
                                                              α   +
                                                                                    α−
        0,5        (1,0±0,5)˚        (2,0±0,5)˚         (4,0±0,5)˚          (4,0±0,5)˚
         1         (1,0±0,5)˚        (3,0±0,5)˚         (5,0±0,5)˚          (5,0±0,5)˚
        1,5        (2,0±0,5)˚        (4,0±0,5)˚         (7,0±0,5)˚          (7,0±0,5)˚
         2         (5,0±0,5)˚        (5,0±0,5)˚         (9,0±0,5)˚          (9,0±0,5)˚
        2,5        (6,0±0,5)˚        (6,0±0,5)˚       (1,10±0,05)10˚      (1,10±0,05)10˚
        L (cm)                                  Percobaan 2
                               L1 = 30                                L2 = 40
      m (gr)           α   +
                                              α   −
                                                              α   +
                                                                                    α−
        0,5        (2,0±0,5)˚        (2,0±0,5)˚         (3,0±0,5)˚          (3,0±0,5)˚
         1         (4,0±0,5)˚        (4,0±0,5)˚         (5,0±0,5)˚          (5,0±0,5)˚
        1,5        (6,0±0,5)˚        (6,0±0,5)˚         (7,0±0,5)˚          (7,0±0,5)˚
         2         (8,0±0,5)˚        (8,0±0,5)˚         (9,0±0,5)˚          (9,0±0,5)˚
        2,5    (1,00±0,05)10˚      (1,00±0,05)10˚     (1,20±0,05)10˚      (1,20±0,05)10˚
        L (cm)                                  Percobaan 3
                               L1 = 30                                L2 = 40
      m (gr)           α   +
                                              α   −
                                                              α   +
                                                                                    α−
        0,5        (3,0±0,5)˚        (3,0±0,5)˚          (6,0±0,5)˚          (6,0±0,5)˚
         1         (5,0±0,5)˚        (5,0±0,5)˚          (8,0±0,5)˚          (8,0±0,5)˚
        1,5        (7,0±0,5)˚        (7,0±0,5)˚       (1,00±0,05)10˚      (1,00±0,05)10˚
         2         (9,0±0,5)˚        (9,0±0,5)˚       (1,20±0,05)10˚      (1,20±0,05)10˚
        2,5      (1,10±0,05)10˚    (1,10±0,05)10˚     (1,40±0,05)10˚      (1,40±0,05)10˚
VII. PENGOLAHAN DATA
  Rumus – rumus yang digunakan :
                                                                                1


         D =
                 ∑D                       ;      1 n ∑ i −(∑ i )
                                              ∆ = 
                                               D
                                                       D2     D
                                                                  2
                                                                            2
                                                                            
                 10                              n      n −1               
                                                                           
1                                           1
                                                                  2
                                                                            2
      R=       D                       ; ∆ =
                                           R                          ∆D
              2                                           2
                                                                                                                              1


      Keliling =
                  ∑ Keliling                      ;       ∆Keliling =
                                                                      1                  n ∑ i2 − (∑ i ) 2
                                                                                         
                                                                                             kel      kel                 2
                                                                                                                          
                                    5                                 n                         n −1                     
                                                                                                                         
                                                                                     2                               2
              Keliling                                                      ∂r                          2        1                         2
      r=                                             ; ∆r 2 =                           ∆keliling          =            ∆keliling
                2π                                                         ∂kel                                 2π

              α+ +α −
      α=                                             ;
                 2

           ∂α          ∂α         1       1
     α
    ∆ =        ∆α + +      ∆α − =   ∆α + + ∆α−
          ∂α +        ∂α −        2       2

              360 0 L ⋅ m ⋅ g ⋅ r
      G=                                             ;
                 π 2 R 4α 0
                     2          2             2                                 2                                    2
              ∂G         2               ∂G                   2           ∂G             2       360 0 L ⋅ m ⋅ g              2
    ∆ 2 =
     G                     ∆r       +             ∆R                  +             ∆α =                                 ∆r       +
              ∂r         3               ∂R                               ∂α                       π2R4α
                                         2                                                   2                                    2
          4 ⋅ 360 0 L ⋅ m ⋅ g ⋅ r                     2     360 0 L ⋅ m ⋅ g ⋅ r                     2 360 0 ⋅ m ⋅ g ⋅ r                    2
                                             ∆R           +                                      ∆α +                                 ∆L
                π 2 R5α                                        π 2 R 4α 2                               π 2 R 4α
                                     2
              360 0 ⋅ L ⋅ g ⋅ r
                                                  , dimana ∆L dan ∆m adalah 0.
                                              2
          +                              ∆m
                π 2 R 4α


      G=
               ∑G                       ; ∆G =
                                                          ∑∆G              untuk setiap L
                 5                                                5




Cara Grafik :
       α(0)

                                                                           ∆α
                                                          tan θ =                    ; ∆ tan θ
                   θ                                                       ∆m

                                                                      360 0 L ⋅ g ⋅ r
                                    m (gr)                G=
                                                                      π 2 R 4 tan θ
2            2               2                          2
        ∂G       2                ∂G               2         ∂G                       2
∆G =               ∆r         +               ∆R       +                 ∆tan θ
        ∂r       3                ∂R                       ∂ tan θ
                          2           2                              2                                  2               2
        360 0 L ⋅ g           2               4 ⋅ 360 0 L ⋅ g ⋅ r             2       360 0 L ⋅ g ⋅ r       2
    =                           ∆r        +                              ∆R       +                           ∆ tan θ
        π 2 R 4 tan θ         3                 π 2 R 5 tan θ                         π 2 R 4 tan 2 θ       3

Ambil 3 dari 6 L sebagai sample


          α(0)

                                                                     ∆α
                                                       tan θ =                ; ∆ tan θ
                      θ                                              ∆L

                                                          360 0 ⋅ g ⋅ r ⋅ m
                                  L (cm)               G=
                                                           π 2 R 4 tan θ
             2            2               2                          2
        ∂G       2                ∂G               2         ∂G                       2
∆G =               ∆r         +               ∆R       +                 ∆tan θ
        ∂r       3                ∂R                       ∂ tan θ
                          2           2                              2                                      2               2
        360 0 m ⋅ g           2               4 ⋅ 360 0 m ⋅ g ⋅ r             2       360 0 ⋅ M ⋅ g ⋅ r         2
    =                           ∆r        +                              ∆R       +                               ∆ tan θ
        π 2 R 4 tan θ         3                 π 2 R 5 tan θ                          π 2 R 4 tan 2 θ          3

Ambil 3 dari 5 m sebagai sample


Perhitungan :
                 3,63 + 3,53 + 3,64 + 3,53 + 3,43 + 3,43 + 3,53 + 3,43 + 3,53 + 3,53
        D =
                                                 10
         =3,521           mm = 0,3521 cm
                                  1
         1 0,5159  2
    ∆ =
     D                 = 0,02394                            mm = 0,002394
        10  10 −1 
                  

    Angka Pelaporan ( 3,521 ± 0,024 ) 10-1 cm
                 1
        R=        × 0,3521 = 0,17605 cm
                 2
                 2
             1                        2
    ∆ =
     R               0,002394             = 0,000001433              cm
             2

    Angka Pelaporan ( 1,176050 ± 0,0000014 ) 10-1 cm
30 + 30,5 + 31 + 31 + 30
          Keliling =                                = 30,5 cm
                                       5

                                                             1
                          1 5 ⋅ 4652,25 − 23256,25  2
       ∆Keliling =                                   = 0,2236
                                                                                cm
                          5          5 −1         

       Angka Pelaporan ( 3,050 ± 0,022 ) 10-1 cm
                  30,5
         r=           = 4,8542 cm
                   2π
                     2
               1                  2
       ∆r =              0,2236       = 0,0012664       cm
              2π

       Angka Pelaporan ( 4,8542 ± 0,0013 ) cm
         Menghitung α dan ∆α
L(cm)              Percobaan 1                          Percobaan 2                            Percobaan 3
           L1 = 10           L2 = 20           L1 = 30              L2 = 40             L1 = 50          L2 = 60
           α( )
              o
                             α( ) o
                                               α( ) o
                                                                  α( ) α
                                                                       o
                                                                                        α( )
                                                                                           o
                                                                                                         α (o )
m (gr)
 0,5
          (1,0±0,5)         (4,0±0,5)         (2,0±0,5)            (3,0±0,5)           (3,0±0,5)        (6,0±0,5)
  1       (1,0±0,5)         (5,0±0,5)         (4,0±0,5)            (5,0±0,5)           (5,0±0,5)        (8,0±0,5)
 1,5      (2,0±0,5)         (7,0±0,5)         (6,0±0,5)            (7,0±0,5)           (7,0±0,5)     (1,00±0,05)10
  2
          (5,0±0,5)          (9,0±0,5)         (8,0±0,5)            (9,0±0,5)           (9,0±0,5)    (1,20±0,05)10
 2,5      (6,0±0,5)       (1,10±0,05)10     (1,00±0,05)10        (1,20±0,05)10       (1,10±0,05)10   (1,40±0,05)10




         Menghitung G dan ∆ G
         L (cm)                                         Percobaan 1
                                  L1 = 10                                     L2 = 20
                          G ( x 1011 dyne / cm2 )                     G ( x 1011 dyne / cm2 )
    m (gr)
    0,5                      ( 9,22 ± 0,21 ) 10-2                          (4,61 ± 0,33) 10-2
    1                        ( 1,84 ± 0,09 ) 10-1                           (7,9 ± 0,5) 10-2
    1,5                    ( 1,382 ± 0,012 ) 10-1                          (7,90 ± 0,32) 10-2
    2                          (7,37 ± 0,5) 10-2                           (8,19 ± 0,21) 10-2
    2,5                       (7,68 ± 0,4) 10-2                            (8,38 ± 0,15) 10-2
        L (cm)                                          Percobaan 2
                                  L1 = 30                                     L2 = 40
                          G ( x 1011 dyne / cm2 )                     G ( x 1011 dyne / cm2 )
    m (gr)
0,5                 (1,382 ± 0,012) 10-1                 (1,23 ± 0,04) 10-1
     1                   (1,382 ± 0,030) 10-1               (1,475 ± 0,022) 10-1
     1,5                 (1,382 ± 0,013) 10-1               (1,580 ± 0,013) 10-1
     2                     (1,38 ± 0,07) 10-1                 (1,64 ± 0,08) 10-1
     2,5                  (1,382 ± 0,05) 10-1                 (1,54 ± 0,04) 10-1
           L (cm)                                 Percobaan 3
                                L1 = 50                              L2 = 60
                        G ( x 1011 dyne / cm2 )              G ( x 1011 dyne / cm2 )
     m (gr)
     0,5                  (1,54 ± 0,07) 10-1                     (9,2 ± 0,6) 10-2
     1                   (1,843 ± 0,034) 10-1                   (1,38 ± 0,08) 10-1
     1,5                 (1,975 ± 0,020) 10-1                   (1,66 ± 0,07) 10-1
     2                   (2,048 ± 0,013) 10-1                   (1,84 ± 0,06) 10-1
     2,5                  (2,10 ± 0,09) 10-1                    (1,98 ± 0,05) 10-1




           Menghitung     G   dan   ∆G

     Percobaan           L ( cm )                   G    ( x 1011 dyne / cm2 )

                         L1 = 10                       ( 1,13 ± 0,04 ) 10-1
                         L2 = 20                      ( 7,39 ± 0,030 ) 10-2
            1
                         L1 = 30                     ( 1,382 ± 0,035 ) 10-1
                         L2 = 40                     ( 1,493 ± 0,039 ) 10-1
            2
                         L1 = 50                        ( 1,90 ± 0,05 ) 10-1
                         L2 = 60                        ( 1,56 ± 0,06 ) 10-1
            3
                    G                                ( 1,367 ± 0,010 ) 10-1


Cara Grafik :
1.    Grafik simpangan α terhadap massa ( m )
           Grafik simpangan α terhadap massa ( m ) pada L = 10 cm
0,5 + 1 + 1,5 + 2 + 1,5
X =                           = 1,5 gr
                 5
     1+1+ 2 + 5 + 6
Y=                  = 3 derajat
          5
Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 1,5 , 3 )
          ∆α 5,1 − 4,2
tan θ =     =          =3
          ∆m 2,2 −1,9

           ∆α   5,6 − 4,6
tan θ1 =      =           = 6,67
           ∆m 1,9 −1,75

           ∆α   3,8 − 3,6
tan θ2 =      =           = 0,57
           ∆m 2,4 − 2,05

∆θ1 = tan θ − tan θ1 = 3 − 6,67 = 3,37

∆θ2 = tan θ − tan θ2 = 3 − 0,57 = 2,43

       3,37 + 2,43
∆θ =               = 2,9
            2

Angka pelaporan : ( 3,0 ± 2,9 )
360 0 L ⋅ g ⋅ r 360 ⋅ 10 ⋅1000 ⋅ 48,542
    G=                  =                        = 6258602565 = 0,625 x 1011 dyne/cm2
         π 2 R 4 tan θ    9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3
                                   2                 2                                    2
              360 ⋅10 ⋅1000            2                     4 ⋅ 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542                    2
    ∆ =
     G                                   ⋅ 0,00127       +                                    0,00000143
           9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3       3                         9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 3


                                       2       2
            360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2
          +                          ⋅ 2,9 = 1,190894 ⋅1010 + 3,140555 ⋅1010 +1,62 ⋅1010
             9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 9 3
         = 0,595 ⋅1011 dyne/cm2

    Angka pelaporan : ( 6,3 ± 6,0 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )




      Grafik simpangan α terhadap massa ( m ) pada L = 20 cm
0,5 + 1 + 1,5 + 2 + 1,5
    X =                           = 1,5 gr
                     5
         4 + 5 + 7 + 9 + 11
    Y=                      = 7,2 derajat
                 5
    Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 1,5 , 7,2 )
               ∆α   5,2 − 4,2
    tan θ =       =           = 3,57
               ∆m 0,9 − 0,62

               ∆α 11 −10,4
    tan θ1 =     =          = 4,286
               ∆m 2,1 −1,96

                ∆α   8,8 − 8,0
    tan θ2 =       =           = 1,74
                ∆m 2,4 −1,94

    ∆ 1 = tan θ − tan θ1 = 3,57 − 4,286 = 0,716
     θ

    ∆ 2 = tan θ − tan θ2 = 3,57 −1,74 =1,83
     θ

            0,716 +1,83
     θ
    ∆ =                 =1,273
                 2

    Angka pelaporan : ( 3,57 ± 1,27 )
          360 0 L ⋅ g ⋅ r    360 ⋅ 10 ⋅ 1000 ⋅ 48,542
    G=                    =                           = 5257687885 = 0,526 x1011 dyne/cm2
          π R tan θ
            2   4
                            9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3,57
                                       2                       2                                    2
                360 ⋅10 ⋅1000              2                           4 ⋅ 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542                    2
    ∆ =
     G                                       ⋅ 0,00127             +                                    0,00000143
            9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3,57       3                            9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 3,57

                                             2             2
                360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542           2
           +                                       ⋅1,27       = 1,4097 ⋅1010 + 2,224 ⋅1010 +1,42 ⋅1010
               9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅12,7           3

          = 0,505 ⋅1011 dyne/cm2

    Angka pelaporan : ( 5,3 ± 5,1 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )


        Grafik simpangan α terhadap massa ( m ) pada L = 30 cm
0,5 + 1 + 1,5 + 2 + 1,5
X =                           = 1,5 gr
                 5
     2 + 4 + 6 + 8 + 10
Y=                      = 6 derajat
             5
Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 1,5 , 6 )
          ∆α   8,8 − 7,4
tan θ =      =           = 2,54
          ∆m 2,4 −1,85

∆θ = 0
Angka pelaporan : ( 2,5 ± 0,0 )
      360 0 L ⋅ g ⋅ r    360 ⋅10 ⋅ 1000 ⋅ 48,542
G=                    =                          = 7389742421 = 0,73 x 1011 dyne/cm2
      π R tan θ
        2   4
                        9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 2,54
                                     2                 2                                    2
            360 ⋅10 ⋅1000                2                     4 ⋅ 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542                    2
∆ =
 G                                         ⋅ 0,00127       +                                    0,00000143
        9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 2,54         3                      9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 2,54

                               2          2
     360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542        2
+                                    ⋅0       = 1,66 ⋅1010 + 3,77 ⋅1010 + 0
    9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 6,45       3
= 0,543 ⋅1011 dyne/cm2

         Angka pelaporan : ( 7,3 ± 5,4 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )
              0,63 + 0,53 + 0,73
         G=                      = 0,63 ( x 1011 dyne/cm2 )
                       3
                0,6 + 0,51 + 0,54
         ∆G =                     = 0,55 ( x 1011 dyne/cm2 )
                        3
         Angka pelaporan : ( 6,3 ± 5,5 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )




2.       Grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L )
           Grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L ) pada m = 0,5 gr
10 + 20 + 30 + 40 + 50 + 60
    X =                               = 35 gr
                       6
         1+ 4 + 2 + 2 + 3 + 6
    Y=                        = 3 derajat
                  6
    Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 35, 3 )
               ∆α 4,8 − 4,2
    tan θ =       =         = 0,12
               ∆m   50 − 45
                ∆α 6,2 − 4,8
    tan θ1 =       =         = 0,15
                ∆m   44 − 40
                ∆α 3,8 − 3,4
    tan θ 2 =      =         = 0,033
                ∆m   60 − 48
    ∆ 1 = tan θ − tan θ1 = 0,12 − 0,15 = 0,03
     θ

    ∆θ2 = tan θ − tan θ2 = 0,12 − 0,033 = 0,087

            0,03 + 0,087
    ∆θ =                 = 0,0585
                 2

    Angka pelaporan : ( 1,2 ± 0,6 ) 10-1
          360 0 m ⋅ g ⋅ r 360 ⋅ 0,5 ⋅1000 ⋅ 48,542
    G=                   =                          = 0,782 x1011 dyne/cm2
          π 2 R 4 tan θ    9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12
                                       2                 2                                      2
                360 ⋅ 0,5 ⋅1000            2                     4 ⋅ 360 ⋅ 0,5 ⋅1000 ⋅ 48,542                    2
    ∆ =
     G                                       ⋅ 0,00127       +                                      0,00000143
            9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12       3                       9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 0,12

                                              2                  2
                  360 ⋅ 0,5 ⋅1000 ⋅ 48,542        2
           +                                        ⋅ 0,0585         = 1,86 ⋅1010 + 2,47 ⋅1010 + 2,46 ⋅1010
                9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,0144        3

          = 0,679 ⋅1011 dyne/cm2

    Angka pelaporan : ( 7,8 ± 6,8 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )


        Grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L ) pada m = 1 gr
10 + 20 + 30 + 40 + 50 + 60
X =                               = 35 gr
                   6
     1+ 5 + 4 + 5 + 5 + 8
Y=                        = 4,67 derajat
              6
Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 35, 4,67 )
           ∆α 8,2 − 7,4
tan θ =       =         = 0,12
           ∆m   55 − 50
            ∆α 8,0 − 7,2
tan θ1 =       =         = 0,2
            ∆m   46 − 42
            ∆α 6,0 − 5,6
tan θ 2 =      =         = 0,04
            ∆m   58 − 48
∆ 1 = tan θ − tan θ1 = 0,12 − 0,2 = 0,08
 θ

∆ 2 = tan θ − tan θ2 = 0,12 − 0,04 = 0,08
 θ

        0,08 + 0,08
∆θ =                = 0,08
             2

Angka pelaporan : ( 1,2 ± 0,8 ) 10-1
      360 0 m ⋅ g ⋅ r    360 ⋅1 ⋅1000 ⋅ 48,542
G=                    =                          = 0,156 x1011 dyne/cm2
      π R tan θ
        2   4
                        9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12
2                 2                                    2
                   360 ⋅1 ⋅1000              2                      4 ⋅ 360 ⋅1 ⋅1000 ⋅ 48,542                    2
       ∆ =
        G                                      ⋅ 0,00127       +                                    0,00000143
              9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12       3                      9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 0,12

                                               2               2
                    360 ⋅1 ⋅1000 ⋅ 48,542          2
             +                                       ⋅ 0,08        = 0,144 ⋅1010 + 0,759 ⋅1010 + 0,203 ⋅1010
                 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,0144        3

            = 0,111 ⋅1011 dyne/cm2

       Angka pelaporan : ( 1,56 ± 1,11 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )
            0,78 + 0,156
       G=                = 0,468 ( x 1011 dyne/cm2 )
                 2
              0,68 + 0,11
       ∆G =               = 0,395 ( x 1011 dyne/cm2 )
                   3
       Angka pelaporan : ( 4,7 ± 4,0 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )


VII.   TUGAS AKHIR
       1. Buatlah grafik hubungan antara α dengan m untuk tiap harga L tertentu
          (ambil α˚ = 0 untuk m = 0)
       2. Buatlah grafik hubungan antara α˚ dengan L9m) untuk tiap harga m
          tertentu.
       3. Sesuaikan hasil diatas dengan gambar grafik dan rumus
       4. Hitunglah harga m/ α˚ untuk tiap L dari grafik α˚ terhadap m kemudian
          hitung harga G untuk tiap harga L secara grafis, lalu ambil rata-ratanya.
       5. Hitung harga L/ α˚ untuk tiap m secara grafis (L terhadap α˚), kemudian
          hitung harga G untuk tiap m secara grafis, lalu ambil rata-ratanya.
       6. Bahan apaqkah yang diukur tersebut? Berdasarkan apakah peryataan itu
          dikemukakan (sebut sumber litelatur/table-tabel).
       7. Apakah pada saat pembebanan, batang yang diukur boleh melengkung?
          Jelaskan!
       8. Tentukan dengan cara yang sama, harga G untuk batang logam yang lain.
       9. Berdasarkan pertanyaan 8, bahan apakah yang diselidiki?
       Jawaban :
1. Telah dibuat di pengolahan data.
     2. Telah dibuat di pengolahan data.
     3. Telah dibuat di pengolahan data.
     4. Telah dibuat di pengolahan data.
     5. Telah dibuat di pengolahan data.
     6. Bahan yang dipakai adalah . Hal ini dapat terbukti dengan melihat nilai G
        atau modulus punter batang tersebut dan mencocokannya dengtan tabel
        yang terdapat di laboratorium fisika dasar.
     7. Saat pembebanan, batang tidak boleh melengkung karena salah satu syarat
        dari percobaan ini adalah batang yang dipakai harus sama partikelnya.
        Sedangkan kalau batang melelngkung, batang tersebut tidak sama
        partikelnya.
     8. Pada percobaan ini hanya digunakan satu buah batang logam.
     9. Pada percobaan ini hanya digunakan satu buah batang logam.


VIII. ANALISA
            Setelah melakukan percobaan ini terdapat beberapa hal yang perlu
     dianalisa yaitu sebagai berikut :
            Setelah didapat hasil dari pengolahan data, saya membandingkan hasil
     yang didapat dari rumus dan hasil yang didapat dari kedua grafik. Berikut
     hasilnya :
            G dari rumus :
                    ( 1,367 ± 0,010 ) 10-1 ( x 1011 dyne / cm2 )
            G dari grafik simpangan α terhadap massa ( m )         :
                    ( 6,3 ± 5,5 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )
            G dari grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L ) :
                    ( 1,56 ± 1,11 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )
            Terlihat dari hasil di atas ternyata G yang diperoleh berbeda. Hal ini
     mungikn disebabkan oleh :
 Kesalahan ketika melihat simpangan pada busur yang mempengaruhi data
           pengamatan.
       Kesalahan pada pemasangan jarum yang seharusnya berada di tengah.
       Kesalahan ketika melakukan perhitungan sehingga didapat G yang
           berbeda.
       Kesalahan dalam pembuatan grafik.


IX.   KESIMPULAN
              Setelah melakukan percobaan ini maka dapat diambil beberapa
      kesimpulan yaitu diantaranya :
      1.      Modulus Geser atau adalah bilangan yag menggambarkan perubahan
           benda yang elastis, atau suatu konstanta yang menyatakan besarnya gaya
           yang diperlukan untuk memuntir suatu bahan per satuan luar tiap satu
           derajat. Pada percobaan ini terlihat pada saat batang tambahkan beban
           maka logam akan memuntir dan pada saat dikurangi beban maka batang
           tidak akan langsung kembali ke posisi awal, karena batang tersebut
           mempunyai daya elastisitas sehingga saat dibebani partikel – partikel pada
           batang tersebut bertambah.
      2.      Puntiran diteruskan ke arah memanjang maksudnya adalah bahwa di
           semua tempat di sepanjang batang mengalami puntiran. Hal ini
           disebabkan karena setiap batang memiliki daya elastisitasnya masing –
           masing. Semakin mendekati beban maka daya puntiran batang akan
           semakin besar. Hal ini ditandai dengan simpangan pada busur derajat akan
           semakin besar bila mendekati beban.
      3.
Gambar diatas menunjukan grafik hubungan antara besar simpangan
        dengan massa beban yang ditambahkan. Dari grafik dapat terlihat bahwa
        semakin banyak beban yang akan ditambahkan maka simpangan pada
        busurpun akan semakin besar. Hal ini terjadi di setiap titik pada batang
        tersebut. Hal ini seperti telah diulas di atas terjadi karena adanya daya
        elastisitas pada batang logam. Semua logam memiliki daya elastisitasnya
        masing – masing. Daya elastisitas setiap logam berbeda – beda. Apabila
        beban terus ditambahkan maka grafik akan mendekati batas elastisitas
        batang yang dapat didefinisikan batas dimana suatu batang logam telah
        mencapai daya elastisitasnya yang maksimum. Setelah ditambahkan beban
        kembali maka batang akan mencapai titik patah yang menyebabkan
        batang logam akan patah.


X.   DAFTAR PUSTAKA
     Team. 2004. Modul Praktikum Fisika Dasar. Bandung : Laboratorium Fisika
          Dasar – ITENAS.
     Tyler. F. ” A laboratory of Physics ”. Edward Arnold 1967.

Laporan Modulus Puntir (M4)

  • 1.
    I. MAKSUD 1. Mengamati bahwa puntiran diteruskan pada arah memanjang. 2. Menentukan modulus puntir batang logam. II. ALAT 1. Alat pemuntir 2. micrometer sekrup 3. jangka sorong 4. mistar gulung 5. beban III. TEORI Bila sebatang logam pejal dengan panjang L dan jari-jari R, salah satu ujungnya dijepit dan ujung yang lain dipuntir dengan gaya F, maka akan terjadi simpangan atau pergeseran sebesar α˚ (lihat gambar 1). Gambar 1. Besar pergeseran (α˚) untuk setiap logam berbeda-beda, tergantung koefisien kekenyalannya. Hubungan tersebut dinyatakan sebagai berikut : 2 ML G= ......................................................……………………………..... (1) πθR 4 Atau 360 ⋅ g ⋅ r ⋅ L ⋅ m G= ………………...............................................…………. (2) π 2 R 4α
  • 2.
    Dengan : G =modulus puntir (modulus geser = koefisien kekenyalan) g = percepatan gravitasi R = jari-jari batang L = panjang batang dari penjepit ke jarum petunjuk sekala m = massa beban yang menyebabkan puntiran α˚ = besar simpangan pada jarak L r = jari-jari roda pemuntir M = momen gaya θ = sudut punter dalan rad Catatan tambahan : • Modulus Geser atau adalah bilangan yag menggambarkan perubahan benda yang elastis, atau suatu konstanta yang menyatakan besarnya gaya yang diperlukan untuk memuntir suatu bahan per satuan luar tiap satu derajat. • Modulus Young adalah perbandingan regangan terhadap regangan ke satu arah. • Modulus Bulk adalah perbandingan regangan terhadap regangan ke segala arah. • Berikut adalah grafik hubungan variabel – variabel yang dipakai :
  • 3.
    Maksudnya puntiran diteruskan kearah memanjang pada tujuan percobaan adalah bahwa di semua tempat di sepanjang batang mengalami puntiran. • Saat pembebanan, batang tidak boleh melengkung karena salah satu syarat dari percobaan ini dalah di setiap bagian batang harus sama partikelnya. Kalau melengkung berarti partikel didalamnya tidak sama. • Tegangan adalah gaya yang terjadi per satuan luas penampang. Tegangan berlawanan arah dengan arah gayanya. • Regangan adalah rasio antara perubahan panjanga dengan panjang mula – mulanya dimana pada regangan akan searah dengan arah gayanya. • Momen gaya semakin besar bila titik pusat semakin mendekati pinggiran. IV. TUGAS PENDAHULUAN 1. Buktikan rumus (2) dan sebutkan besaran-besarannya dalam SI. 2. Gambarkan grafik α˚ terhadap massa m (dari rumus) dan terngakan cara mendapatkan G dari grafik tersebut. 3. Gambarkan grafik α˚ terhadap jarak jarum penunjuk ke ujung yang dijepit L (dari rumus) dan terangkan cara mendapatkan G dari grafik tersebut. 4. Buatlah tabel ( kosong ) yang hendak dipakai pada pengamatan. Jawaban :
  • 4.
    1. Bila sebatanglogam akan diselidiki adalah L. Diamati dari bagian batangnya, bila dipuntir oleh alat pemuntir, maka puntiran yang terjadi sejauh : R ⋅θ F= ; dimana R = jari – jari busur lingkaran L ∆x F Regangan geser = = tan θ dan Tegangan Geser = L A Tegangangeser F A F A Modulus geser ( G ) = Re gangangeser = ∆x L = θ Batang : Diketahui : ∆x = R ⋅ θ R ⋅θ Regangan geser = L ∂F Tegangan geser = 2πR ⋅ ∂R ∂τ Torsi : ∂τ = R ⋅ ∂F ∂F = R Maka : ∂F 2πR ⋅ ∂R L ⋅ ∂F L ⋅ ∂τ G= = = R ⋅θ L 2πR ⋅ R ⋅ θ ⋅ ∂R 2πR 3 ⋅ θ ⋅ ∂R R τ G ⋅ 2πR 3 ⋅ θ ⋅ ∂R = L∂τ G ⋅ 2πθ ∫ R 3 ⋅ ∂R = L ∫ ∂τ 0 0 2 2 Lτ G ⋅ ⋅ R 4πθ = Lτ G= ( rumus 1 terbukti) 4 πθ ⋅ R 4 π Diketahui : θ rad = ×α 180 τ = F ⋅r = m⋅ g ⋅r Maka didapat rumus : 360 0 L ⋅ M ⋅ g ⋅ r G= ( rumus 2 terbukti ) π 2 R 4α 0 Keterangan :
  • 5.
    G : Modulus puntir atau modulur geser ( dyne / cm2 ) g : Percepatan gravitasi ( cm / s2 ) r : Jari – jari roda pemuntir ( cm ) R : Jari – jari batang logam ( cm ) L : Panjang batang logam ( cm ) M : Massa benda ( gr ) α : Simbangan pada jarak L ( 0 ) 2. Grafik α terhadap m a ( derajat ) α 360 0 L ⋅ g ⋅ r . . tan θ = m = π 2R4 ⋅G 360 0 L ⋅ g ⋅ r Titik G= patah π 2 R 4 tan θ Batas elastisitas m ( gr ) 3. Grafik α terhadap L α(0) α 360 0 m ⋅ g ⋅ r tan θ = = L π 2R4 ⋅G 360 0 ⋅ g ⋅ r ⋅ m θ G= π 2 R 4 tan θ L (cm) 4. Tabel pengamatan L (cm) Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3
  • 6.
    L1 = 10 L2 = 20 L1 = 30 L2 = 40 L1 = 50 L2 = 60 m (gr) α + α− α + α− α + α− α + α− α + α− α + α− 0,5 1 1,5 2 2,5 V. PERCOBAAN YANG HARUS DILAKUKAN 1. Ukurlah garis tengah batang pada beberapa tempat dengan arahpengukuran yang berbeda-beda. 2. Pasang batang logam yang akan diselidiki pada alat pemuntir. Keraskan sekrup-sekrup seperlunya. 3. Pasang jarum penunjuk pada jarak tertentu dari ujung penjepit (10, 20, 30, 40, 50, 60 cm ). 4. Atur sedemikian rupa sehingga poros batang tepat pada poros skala busur pengukur. 5. Berilah pembebanan awal sehingga tali pemutar tegang, tunggu sesaat dan amati kedudukan jarum pemutar. 6. Berilah berturut-turut pembebanan tambahan, tunggu sesaat dan amatilah kedudukan jarum penunjuk (dicatat dalam bentuk table). 7. Lakukan pengurangan beban secara berturut-turut dan amati kedudukan jarum penunjuk (apakah kembali pada posisi semula). 8. Ulangi langkah V.3 sampai V.7 untuk kedudukan jarum yang berbeda-beda. 9. Ulangi seluruh percobaan V dengan batang logam yang lain. L (cm) Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 L1 = 10 L2 = 20 L1 = 30 L2 = 40 L1 = 50 L2 = 60 m (gr) α + α− α + α− α + α− α + α− α + α− α + α−
  • 7.
    0,5 1 1,5 2 2,5 VI. DATA PENGAMATAN 1. Data Ruang Keadaan Tekanan ( cmHg ) Suhu ( ˚C ) Kelembaban ( % ) Awal Percobaan ( 6,8300 ± 0,0005 ) 10 ( 2,40 ± 0,05 ) 10 ( 6,30 ± 0,05 ) 10 Akhir Percobaan ( 6,8700 ± 0,0005 ) 10 ( 2,50 ± 0,05 ) 10 ( 6,80 ± 0,05 ) 10 2. Data Percobaan Tabel 1 Diameter batang No. Diameter batang ( mm ) 1 ( 3,630 ± 0,005 ) 2 ( 3,530 ± 0,005 ) 3 ( 3,640 ± 0,005 ) 4 ( 3,530 ± 0,005 ) 5 ( 3,430 ± 0,005 ) 6 ( 3,430 ± 0,005 ) 7 ( 3,530 ± 0,005 ) 8 ( 3,430 ± 0,005 ) 9 ( 3,530 ± 0,005 ) 10 ( 3,530 ± 0,005 ) Tabel 2 Keliling roda pemuntir No. Keliling Roda ( cm )
  • 8.
    1 ( 3,000 ± 0,005 ) 10 2 ( 3,050 ± 0,005 ) 10 3 ( 3,100 ± 0,005 ) 10 4 ( 3,100 ± 0,005 ) 10 5 ( 3,000 ± 0,005 ) 10 Tabel 3 Pengukuran penyimpangan batang L (cm) Percobaan 1 L1 = 10 L2 = 20 m (gr) α + α − α + α− 0,5 (1,0±0,5)˚ (2,0±0,5)˚ (4,0±0,5)˚ (4,0±0,5)˚ 1 (1,0±0,5)˚ (3,0±0,5)˚ (5,0±0,5)˚ (5,0±0,5)˚ 1,5 (2,0±0,5)˚ (4,0±0,5)˚ (7,0±0,5)˚ (7,0±0,5)˚ 2 (5,0±0,5)˚ (5,0±0,5)˚ (9,0±0,5)˚ (9,0±0,5)˚ 2,5 (6,0±0,5)˚ (6,0±0,5)˚ (1,10±0,05)10˚ (1,10±0,05)10˚ L (cm) Percobaan 2 L1 = 30 L2 = 40 m (gr) α + α − α + α− 0,5 (2,0±0,5)˚ (2,0±0,5)˚ (3,0±0,5)˚ (3,0±0,5)˚ 1 (4,0±0,5)˚ (4,0±0,5)˚ (5,0±0,5)˚ (5,0±0,5)˚ 1,5 (6,0±0,5)˚ (6,0±0,5)˚ (7,0±0,5)˚ (7,0±0,5)˚ 2 (8,0±0,5)˚ (8,0±0,5)˚ (9,0±0,5)˚ (9,0±0,5)˚ 2,5 (1,00±0,05)10˚ (1,00±0,05)10˚ (1,20±0,05)10˚ (1,20±0,05)10˚ L (cm) Percobaan 3 L1 = 30 L2 = 40 m (gr) α + α − α + α− 0,5 (3,0±0,5)˚ (3,0±0,5)˚ (6,0±0,5)˚ (6,0±0,5)˚ 1 (5,0±0,5)˚ (5,0±0,5)˚ (8,0±0,5)˚ (8,0±0,5)˚ 1,5 (7,0±0,5)˚ (7,0±0,5)˚ (1,00±0,05)10˚ (1,00±0,05)10˚ 2 (9,0±0,5)˚ (9,0±0,5)˚ (1,20±0,05)10˚ (1,20±0,05)10˚ 2,5 (1,10±0,05)10˚ (1,10±0,05)10˚ (1,40±0,05)10˚ (1,40±0,05)10˚ VII. PENGOLAHAN DATA Rumus – rumus yang digunakan : 1  D = ∑D ; 1 n ∑ i −(∑ i ) ∆ =  D D2 D 2 2  10 n n −1   
  • 9.
    1 1 2 2  R= D ; ∆ = R ∆D 2 2 1  Keliling = ∑ Keliling ; ∆Keliling = 1 n ∑ i2 − (∑ i ) 2  kel kel 2  5 n  n −1    2 2 Keliling ∂r 2 1 2  r= ; ∆r 2 = ∆keliling = ∆keliling 2π ∂kel 2π α+ +α −  α= ; 2 ∂α ∂α 1 1 α ∆ = ∆α + + ∆α − = ∆α + + ∆α− ∂α + ∂α − 2 2 360 0 L ⋅ m ⋅ g ⋅ r  G= ; π 2 R 4α 0 2 2 2 2 2 ∂G 2 ∂G 2 ∂G 2 360 0 L ⋅ m ⋅ g 2 ∆ 2 = G ∆r + ∆R + ∆α = ∆r + ∂r 3 ∂R ∂α π2R4α 2 2 2 4 ⋅ 360 0 L ⋅ m ⋅ g ⋅ r 2 360 0 L ⋅ m ⋅ g ⋅ r 2 360 0 ⋅ m ⋅ g ⋅ r 2 ∆R + ∆α + ∆L π 2 R5α π 2 R 4α 2 π 2 R 4α 2 360 0 ⋅ L ⋅ g ⋅ r , dimana ∆L dan ∆m adalah 0. 2 + ∆m π 2 R 4α  G= ∑G ; ∆G = ∑∆G untuk setiap L 5 5 Cara Grafik : α(0)  ∆α tan θ = ; ∆ tan θ θ ∆m 360 0 L ⋅ g ⋅ r m (gr) G= π 2 R 4 tan θ
  • 10.
    2 2 2 2 ∂G 2 ∂G 2 ∂G 2 ∆G = ∆r + ∆R + ∆tan θ ∂r 3 ∂R ∂ tan θ 2 2 2 2 2 360 0 L ⋅ g 2 4 ⋅ 360 0 L ⋅ g ⋅ r 2 360 0 L ⋅ g ⋅ r 2 = ∆r + ∆R + ∆ tan θ π 2 R 4 tan θ 3 π 2 R 5 tan θ π 2 R 4 tan 2 θ 3 Ambil 3 dari 6 L sebagai sample α(0)  ∆α tan θ = ; ∆ tan θ θ ∆L 360 0 ⋅ g ⋅ r ⋅ m L (cm) G= π 2 R 4 tan θ 2 2 2 2 ∂G 2 ∂G 2 ∂G 2 ∆G = ∆r + ∆R + ∆tan θ ∂r 3 ∂R ∂ tan θ 2 2 2 2 2 360 0 m ⋅ g 2 4 ⋅ 360 0 m ⋅ g ⋅ r 2 360 0 ⋅ M ⋅ g ⋅ r 2 = ∆r + ∆R + ∆ tan θ π 2 R 4 tan θ 3 π 2 R 5 tan θ π 2 R 4 tan 2 θ 3 Ambil 3 dari 5 m sebagai sample Perhitungan : 3,63 + 3,53 + 3,64 + 3,53 + 3,43 + 3,43 + 3,53 + 3,43 + 3,53 + 3,53  D = 10 =3,521 mm = 0,3521 cm 1 1 0,5159  2 ∆ = D = 0,02394 mm = 0,002394 10  10 −1    Angka Pelaporan ( 3,521 ± 0,024 ) 10-1 cm 1  R= × 0,3521 = 0,17605 cm 2 2 1 2 ∆ = R 0,002394 = 0,000001433 cm 2 Angka Pelaporan ( 1,176050 ± 0,0000014 ) 10-1 cm
  • 11.
    30 + 30,5+ 31 + 31 + 30  Keliling = = 30,5 cm 5 1 1 5 ⋅ 4652,25 − 23256,25  2 ∆Keliling =  = 0,2236 cm 5 5 −1  Angka Pelaporan ( 3,050 ± 0,022 ) 10-1 cm 30,5  r= = 4,8542 cm 2π 2 1 2 ∆r = 0,2236 = 0,0012664 cm 2π Angka Pelaporan ( 4,8542 ± 0,0013 ) cm  Menghitung α dan ∆α L(cm) Percobaan 1 Percobaan 2 Percobaan 3 L1 = 10 L2 = 20 L1 = 30 L2 = 40 L1 = 50 L2 = 60 α( ) o α( ) o α( ) o α( ) α o α( ) o α (o ) m (gr) 0,5 (1,0±0,5) (4,0±0,5) (2,0±0,5) (3,0±0,5) (3,0±0,5) (6,0±0,5) 1 (1,0±0,5) (5,0±0,5) (4,0±0,5) (5,0±0,5) (5,0±0,5) (8,0±0,5) 1,5 (2,0±0,5) (7,0±0,5) (6,0±0,5) (7,0±0,5) (7,0±0,5) (1,00±0,05)10 2 (5,0±0,5) (9,0±0,5) (8,0±0,5) (9,0±0,5) (9,0±0,5) (1,20±0,05)10 2,5 (6,0±0,5) (1,10±0,05)10 (1,00±0,05)10 (1,20±0,05)10 (1,10±0,05)10 (1,40±0,05)10  Menghitung G dan ∆ G L (cm) Percobaan 1 L1 = 10 L2 = 20 G ( x 1011 dyne / cm2 ) G ( x 1011 dyne / cm2 ) m (gr) 0,5 ( 9,22 ± 0,21 ) 10-2 (4,61 ± 0,33) 10-2 1 ( 1,84 ± 0,09 ) 10-1 (7,9 ± 0,5) 10-2 1,5 ( 1,382 ± 0,012 ) 10-1 (7,90 ± 0,32) 10-2 2 (7,37 ± 0,5) 10-2 (8,19 ± 0,21) 10-2 2,5 (7,68 ± 0,4) 10-2 (8,38 ± 0,15) 10-2 L (cm) Percobaan 2 L1 = 30 L2 = 40 G ( x 1011 dyne / cm2 ) G ( x 1011 dyne / cm2 ) m (gr)
  • 12.
    0,5 (1,382 ± 0,012) 10-1 (1,23 ± 0,04) 10-1 1 (1,382 ± 0,030) 10-1 (1,475 ± 0,022) 10-1 1,5 (1,382 ± 0,013) 10-1 (1,580 ± 0,013) 10-1 2 (1,38 ± 0,07) 10-1 (1,64 ± 0,08) 10-1 2,5 (1,382 ± 0,05) 10-1 (1,54 ± 0,04) 10-1 L (cm) Percobaan 3 L1 = 50 L2 = 60 G ( x 1011 dyne / cm2 ) G ( x 1011 dyne / cm2 ) m (gr) 0,5 (1,54 ± 0,07) 10-1 (9,2 ± 0,6) 10-2 1 (1,843 ± 0,034) 10-1 (1,38 ± 0,08) 10-1 1,5 (1,975 ± 0,020) 10-1 (1,66 ± 0,07) 10-1 2 (2,048 ± 0,013) 10-1 (1,84 ± 0,06) 10-1 2,5 (2,10 ± 0,09) 10-1 (1,98 ± 0,05) 10-1  Menghitung G dan ∆G Percobaan L ( cm ) G ( x 1011 dyne / cm2 ) L1 = 10 ( 1,13 ± 0,04 ) 10-1 L2 = 20 ( 7,39 ± 0,030 ) 10-2 1 L1 = 30 ( 1,382 ± 0,035 ) 10-1 L2 = 40 ( 1,493 ± 0,039 ) 10-1 2 L1 = 50 ( 1,90 ± 0,05 ) 10-1 L2 = 60 ( 1,56 ± 0,06 ) 10-1 3 G ( 1,367 ± 0,010 ) 10-1 Cara Grafik : 1. Grafik simpangan α terhadap massa ( m )  Grafik simpangan α terhadap massa ( m ) pada L = 10 cm
  • 13.
    0,5 + 1+ 1,5 + 2 + 1,5 X = = 1,5 gr 5 1+1+ 2 + 5 + 6 Y= = 3 derajat 5 Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 1,5 , 3 ) ∆α 5,1 − 4,2 tan θ = = =3 ∆m 2,2 −1,9 ∆α 5,6 − 4,6 tan θ1 = = = 6,67 ∆m 1,9 −1,75 ∆α 3,8 − 3,6 tan θ2 = = = 0,57 ∆m 2,4 − 2,05 ∆θ1 = tan θ − tan θ1 = 3 − 6,67 = 3,37 ∆θ2 = tan θ − tan θ2 = 3 − 0,57 = 2,43 3,37 + 2,43 ∆θ = = 2,9 2 Angka pelaporan : ( 3,0 ± 2,9 )
  • 14.
    360 0 L⋅ g ⋅ r 360 ⋅ 10 ⋅1000 ⋅ 48,542 G= = = 6258602565 = 0,625 x 1011 dyne/cm2 π 2 R 4 tan θ 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3 2 2 2 360 ⋅10 ⋅1000 2 4 ⋅ 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 ∆ = G ⋅ 0,00127 + 0,00000143 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3 3 9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 3 2 2 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 + ⋅ 2,9 = 1,190894 ⋅1010 + 3,140555 ⋅1010 +1,62 ⋅1010 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 9 3 = 0,595 ⋅1011 dyne/cm2 Angka pelaporan : ( 6,3 ± 6,0 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )  Grafik simpangan α terhadap massa ( m ) pada L = 20 cm
  • 15.
    0,5 + 1+ 1,5 + 2 + 1,5 X = = 1,5 gr 5 4 + 5 + 7 + 9 + 11 Y= = 7,2 derajat 5 Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 1,5 , 7,2 ) ∆α 5,2 − 4,2 tan θ = = = 3,57 ∆m 0,9 − 0,62 ∆α 11 −10,4 tan θ1 = = = 4,286 ∆m 2,1 −1,96 ∆α 8,8 − 8,0 tan θ2 = = = 1,74 ∆m 2,4 −1,94 ∆ 1 = tan θ − tan θ1 = 3,57 − 4,286 = 0,716 θ ∆ 2 = tan θ − tan θ2 = 3,57 −1,74 =1,83 θ 0,716 +1,83 θ ∆ = =1,273 2 Angka pelaporan : ( 3,57 ± 1,27 ) 360 0 L ⋅ g ⋅ r 360 ⋅ 10 ⋅ 1000 ⋅ 48,542 G= = = 5257687885 = 0,526 x1011 dyne/cm2 π R tan θ 2 4 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3,57 2 2 2 360 ⋅10 ⋅1000 2 4 ⋅ 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 ∆ = G ⋅ 0,00127 + 0,00000143 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 3,57 3 9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 3,57 2 2 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 + ⋅1,27 = 1,4097 ⋅1010 + 2,224 ⋅1010 +1,42 ⋅1010 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅12,7 3 = 0,505 ⋅1011 dyne/cm2 Angka pelaporan : ( 5,3 ± 5,1 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )  Grafik simpangan α terhadap massa ( m ) pada L = 30 cm
  • 16.
    0,5 + 1+ 1,5 + 2 + 1,5 X = = 1,5 gr 5 2 + 4 + 6 + 8 + 10 Y= = 6 derajat 5 Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 1,5 , 6 ) ∆α 8,8 − 7,4 tan θ = = = 2,54 ∆m 2,4 −1,85 ∆θ = 0 Angka pelaporan : ( 2,5 ± 0,0 ) 360 0 L ⋅ g ⋅ r 360 ⋅10 ⋅ 1000 ⋅ 48,542 G= = = 7389742421 = 0,73 x 1011 dyne/cm2 π R tan θ 2 4 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 2,54 2 2 2 360 ⋅10 ⋅1000 2 4 ⋅ 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 ∆ = G ⋅ 0,00127 + 0,00000143 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 2,54 3 9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 2,54 2 2 360 ⋅10 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 + ⋅0 = 1,66 ⋅1010 + 3,77 ⋅1010 + 0 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 6,45 3
  • 17.
    = 0,543 ⋅1011dyne/cm2 Angka pelaporan : ( 7,3 ± 5,4 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 ) 0,63 + 0,53 + 0,73 G= = 0,63 ( x 1011 dyne/cm2 ) 3 0,6 + 0,51 + 0,54 ∆G = = 0,55 ( x 1011 dyne/cm2 ) 3 Angka pelaporan : ( 6,3 ± 5,5 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 ) 2. Grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L )  Grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L ) pada m = 0,5 gr
  • 18.
    10 + 20+ 30 + 40 + 50 + 60 X = = 35 gr 6 1+ 4 + 2 + 2 + 3 + 6 Y= = 3 derajat 6 Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 35, 3 ) ∆α 4,8 − 4,2 tan θ = = = 0,12 ∆m 50 − 45 ∆α 6,2 − 4,8 tan θ1 = = = 0,15 ∆m 44 − 40 ∆α 3,8 − 3,4 tan θ 2 = = = 0,033 ∆m 60 − 48 ∆ 1 = tan θ − tan θ1 = 0,12 − 0,15 = 0,03 θ ∆θ2 = tan θ − tan θ2 = 0,12 − 0,033 = 0,087 0,03 + 0,087 ∆θ = = 0,0585 2 Angka pelaporan : ( 1,2 ± 0,6 ) 10-1 360 0 m ⋅ g ⋅ r 360 ⋅ 0,5 ⋅1000 ⋅ 48,542 G= = = 0,782 x1011 dyne/cm2 π 2 R 4 tan θ 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12 2 2 2 360 ⋅ 0,5 ⋅1000 2 4 ⋅ 360 ⋅ 0,5 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 ∆ = G ⋅ 0,00127 + 0,00000143 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12 3 9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 0,12 2 2 360 ⋅ 0,5 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 + ⋅ 0,0585 = 1,86 ⋅1010 + 2,47 ⋅1010 + 2,46 ⋅1010 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,0144 3 = 0,679 ⋅1011 dyne/cm2 Angka pelaporan : ( 7,8 ± 6,8 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 )  Grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L ) pada m = 1 gr
  • 19.
    10 + 20+ 30 + 40 + 50 + 60 X = = 35 gr 6 1+ 5 + 4 + 5 + 5 + 8 Y= = 4,67 derajat 6 Titik sentroid : ( X, Y ) = ( 35, 4,67 ) ∆α 8,2 − 7,4 tan θ = = = 0,12 ∆m 55 − 50 ∆α 8,0 − 7,2 tan θ1 = = = 0,2 ∆m 46 − 42 ∆α 6,0 − 5,6 tan θ 2 = = = 0,04 ∆m 58 − 48 ∆ 1 = tan θ − tan θ1 = 0,12 − 0,2 = 0,08 θ ∆ 2 = tan θ − tan θ2 = 0,12 − 0,04 = 0,08 θ 0,08 + 0,08 ∆θ = = 0,08 2 Angka pelaporan : ( 1,2 ± 0,8 ) 10-1 360 0 m ⋅ g ⋅ r 360 ⋅1 ⋅1000 ⋅ 48,542 G= = = 0,156 x1011 dyne/cm2 π R tan θ 2 4 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12
  • 20.
    2 2 2 360 ⋅1 ⋅1000 2 4 ⋅ 360 ⋅1 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 ∆ = G ⋅ 0,00127 + 0,00000143 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,12 3 9,689 ⋅ 0,000169 ⋅ 0,12 2 2 360 ⋅1 ⋅1000 ⋅ 48,542 2 + ⋅ 0,08 = 0,144 ⋅1010 + 0,759 ⋅1010 + 0,203 ⋅1010 9,689 ⋅ 0,0009609 ⋅ 0,0144 3 = 0,111 ⋅1011 dyne/cm2 Angka pelaporan : ( 1,56 ± 1,11 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 ) 0,78 + 0,156 G= = 0,468 ( x 1011 dyne/cm2 ) 2 0,68 + 0,11 ∆G = = 0,395 ( x 1011 dyne/cm2 ) 3 Angka pelaporan : ( 4,7 ± 4,0 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 ) VII. TUGAS AKHIR 1. Buatlah grafik hubungan antara α dengan m untuk tiap harga L tertentu (ambil α˚ = 0 untuk m = 0) 2. Buatlah grafik hubungan antara α˚ dengan L9m) untuk tiap harga m tertentu. 3. Sesuaikan hasil diatas dengan gambar grafik dan rumus 4. Hitunglah harga m/ α˚ untuk tiap L dari grafik α˚ terhadap m kemudian hitung harga G untuk tiap harga L secara grafis, lalu ambil rata-ratanya. 5. Hitung harga L/ α˚ untuk tiap m secara grafis (L terhadap α˚), kemudian hitung harga G untuk tiap m secara grafis, lalu ambil rata-ratanya. 6. Bahan apaqkah yang diukur tersebut? Berdasarkan apakah peryataan itu dikemukakan (sebut sumber litelatur/table-tabel). 7. Apakah pada saat pembebanan, batang yang diukur boleh melengkung? Jelaskan! 8. Tentukan dengan cara yang sama, harga G untuk batang logam yang lain. 9. Berdasarkan pertanyaan 8, bahan apakah yang diselidiki? Jawaban :
  • 21.
    1. Telah dibuatdi pengolahan data. 2. Telah dibuat di pengolahan data. 3. Telah dibuat di pengolahan data. 4. Telah dibuat di pengolahan data. 5. Telah dibuat di pengolahan data. 6. Bahan yang dipakai adalah . Hal ini dapat terbukti dengan melihat nilai G atau modulus punter batang tersebut dan mencocokannya dengtan tabel yang terdapat di laboratorium fisika dasar. 7. Saat pembebanan, batang tidak boleh melengkung karena salah satu syarat dari percobaan ini adalah batang yang dipakai harus sama partikelnya. Sedangkan kalau batang melelngkung, batang tersebut tidak sama partikelnya. 8. Pada percobaan ini hanya digunakan satu buah batang logam. 9. Pada percobaan ini hanya digunakan satu buah batang logam. VIII. ANALISA Setelah melakukan percobaan ini terdapat beberapa hal yang perlu dianalisa yaitu sebagai berikut : Setelah didapat hasil dari pengolahan data, saya membandingkan hasil yang didapat dari rumus dan hasil yang didapat dari kedua grafik. Berikut hasilnya : G dari rumus : ( 1,367 ± 0,010 ) 10-1 ( x 1011 dyne / cm2 ) G dari grafik simpangan α terhadap massa ( m ) : ( 6,3 ± 5,5 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 ) G dari grafik simpangan α terhadap panjang batang ( L ) : ( 1,56 ± 1,11 ) 10-1 ( x 1011 dyne/cm2 ) Terlihat dari hasil di atas ternyata G yang diperoleh berbeda. Hal ini mungikn disebabkan oleh :
  • 22.
     Kesalahan ketikamelihat simpangan pada busur yang mempengaruhi data pengamatan.  Kesalahan pada pemasangan jarum yang seharusnya berada di tengah.  Kesalahan ketika melakukan perhitungan sehingga didapat G yang berbeda.  Kesalahan dalam pembuatan grafik. IX. KESIMPULAN Setelah melakukan percobaan ini maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu diantaranya : 1. Modulus Geser atau adalah bilangan yag menggambarkan perubahan benda yang elastis, atau suatu konstanta yang menyatakan besarnya gaya yang diperlukan untuk memuntir suatu bahan per satuan luar tiap satu derajat. Pada percobaan ini terlihat pada saat batang tambahkan beban maka logam akan memuntir dan pada saat dikurangi beban maka batang tidak akan langsung kembali ke posisi awal, karena batang tersebut mempunyai daya elastisitas sehingga saat dibebani partikel – partikel pada batang tersebut bertambah. 2. Puntiran diteruskan ke arah memanjang maksudnya adalah bahwa di semua tempat di sepanjang batang mengalami puntiran. Hal ini disebabkan karena setiap batang memiliki daya elastisitasnya masing – masing. Semakin mendekati beban maka daya puntiran batang akan semakin besar. Hal ini ditandai dengan simpangan pada busur derajat akan semakin besar bila mendekati beban. 3.
  • 23.
    Gambar diatas menunjukangrafik hubungan antara besar simpangan dengan massa beban yang ditambahkan. Dari grafik dapat terlihat bahwa semakin banyak beban yang akan ditambahkan maka simpangan pada busurpun akan semakin besar. Hal ini terjadi di setiap titik pada batang tersebut. Hal ini seperti telah diulas di atas terjadi karena adanya daya elastisitas pada batang logam. Semua logam memiliki daya elastisitasnya masing – masing. Daya elastisitas setiap logam berbeda – beda. Apabila beban terus ditambahkan maka grafik akan mendekati batas elastisitas batang yang dapat didefinisikan batas dimana suatu batang logam telah mencapai daya elastisitasnya yang maksimum. Setelah ditambahkan beban kembali maka batang akan mencapai titik patah yang menyebabkan batang logam akan patah. X. DAFTAR PUSTAKA Team. 2004. Modul Praktikum Fisika Dasar. Bandung : Laboratorium Fisika Dasar – ITENAS. Tyler. F. ” A laboratory of Physics ”. Edward Arnold 1967.