Manajemen konflik adalah suatu tindakan atau
pengelolaan yang dilakukan oleh seseorang
terhadap konflik yang dihadapi dengan cara
mengidentifikasi penyebab, pengaruh, jenis
konflik serta melakukan tindakan untuk
menanganinya.
Konflik diindikasikan sebagai suatu kelemahan
manajemen pada suatu organisasi yang harus
dihindarkan. Kalau staf diarahkan terhadap suatu
tujuan yang jelas dalam melaksanakan tugasnya
dan ketidakpuasan staf harus diekspresikan
secara langsung supaya masalah tidak
menumpuk dan bertambah banyak. Manajemen
konflik yang konstruktif akan menghasilkan
lingkungan yang kondusif untuk didiskusikan
sebagai suatu fenomena utama, komunikasi yang
terbuka melalui pengutaraan perasaan, dan tukar
pikiran serta tanggung jawab yang
menguntungkan dalam menyelesaikan suatu
perbedaan.
 Batasan pekerjaan yang tidak jelas
 Tekanan waktu
 Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk
akal
 Pertikaian antar pribadi
 Perbedaan status
 Harapan yang tidak terwujud
 Perilaku menentang
 Kekuasaan yang tidak jelas
 Perbedaan kepentingan, nilai dan kebutuhan
 Hambatan komunikasi dalam organisasi
 Saling ketergantungan
 organisasi yang terlalu besar
 Konflik yang terdahulu tidak selesai
Kondisi yang menyebabkan konflik
Tingkat/ Tahap Konflik (Konflik laten atau Kondisi antesenden)
Persepsi menilai konflik merasakan konflik
(Subtansi, Pemikiran, Issu/peran) ( Affektif)
Memperlihatkan prilaku/ Manifestasi konflik
(Menarik diri, menantang, mendebat)
Resolusi konflik
Resolusi akibat dari konflik
Episode Konflik
Latent conflict
 Persaingan untuk memperoleh sumber daya yang
tidak banyak tersedia
 Dorongan untuk memiliki kemandirian / otonomi
 Perbedaan tujuan kerja, sub-sub unit kerja dalam
organisasi
Percieved conflict
 Mempersiapkan adanya konflik dengan atau tanpa
latent conflict, bila latent (-) konflik terjadi akibat
pemahaman yang keliru
Felt Conflict
Tahap personalisasi konflik dengan hasil persepsi konflik
(+) bila persepsi (-) do not felt conflict
Manifest Conflict
Agresif, apatis, depresi, menentang , decision making, dll
Resolusi Conflict
Membuka hubungan baru, dll
 Jenis Konflik
Dilihat dari kejadiannya : - konflik langsung (direct conflict)
- tidak langsung (indirect conflict)
Dilihat dari perilaku orang yang terlibat : - kompetitif
- destruktif
Katagori Konflik
1. Intrapersonal disebabkan dilema nilai dan
keinginan
Konflik yang terjadi pada individu sendiri.
Akibat dari kompetisi peran, misalnya, manajer
mempunyai konflik intrapersonal dengan
loyalitas terhadap profesi keperawatan, loyalitas
terhadap pekaryaan, dan loyalitas kepada pasien.
2. Interpersonal disebabkan pertentangan nilai,
kepercayan dan keinginan
Konflik terjadi antara dua orang atau lebih
dimana nilai, tujuan dan keyakinan berbeda.
Misal, manajer sering mengalami konflik dengan
teman sesama manajer, atasan, dan bawahan.
3. Intergroup disebabkan perbedaan kelompok
agama / aliran kepercayaan
Konflik terjadi antara dua atau lebih dari
kelompok orang, departemen, atau organisasi.
Misalnya, hambatan dalam mencapai
kekuasaan dan otoritas.
Akibat atau dampak konflik
1. Positif
 Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi bila ada
konflik yang lebih serius
 Menstimulasi kemampuan mencari problem solving baru
 Meningkatkan kekohesifan kelompok
 Dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kekuatan
atau kemampuan pemimpin
2. Negatif
 Menurunkan produktifitas kerja perseorangan dan atau
organisasi
 Bila tidak terselesaikan dan berkelanjutan dapat
menyebabkan kerusakan kesatuan kerja.
 Pengelolaan saat terjadi konflik :
 Penghindaran sementara
 Musyawarah
 Konfrontasi
 Bekerjasama
 Pencegahan/ preventive
 Standar kerja
 Disiplin
 Membuat pertimbangan berdasarkan tingkat
perkembangan individu / staf
 Komunikasi
 Manajmen partisipasif
Kemungkinan sikap dalam konflik
 Win-win Vs Lose-lose
pihak sama2 menyadari dan menghargai
nilai
 Competing
Tidak ada yang mengalah, terpaksa karena
krisis Win-lose
 Acomodating
Lose - Win
 Cooperation
Tidak ada yg dirugikan, pemahaman
maksud masing-masing
 Smoothing
Mengurangi dampak emosional,
Membujuk/ mencari persamaan dan nilai (+)
 Avoidance
Tidak mempertajam masalah/ meredam masalah
Perlu waktu, sumber dan taktik
 Collaborattion
Asertif, kooperatif
Win-win
Bekerjasama untuk : target masing-masing dan target
bersama
problem solving
Ketrampilan Khusus untuk mencegah terjadinya
konflik
 Menetapkan peraturan/ garis pedoman yang jelas dan
diketahui semua staf
 komunikasi terbuka diantara senua anggota organisasi
 bersikap menghargai--- memberi pujian
 Pemecahan masalah tidak memojokkan
 konfrontasi dilakukan bila perlu dan terbuka, tepat waktu
 Jangan membuat peraturan beruba-ubah
 Fokuskan pada masalah, tidak kepribadian
 Hindari menegur, memotong ekspresi perasaan, monopoli
pembicaraan
 Penegah yang baik
 Lakukan evaluasi ulang bila selesai melakukan
penyelesaian masalah
Manajemen Situasi Konflik
 Tujuan utama : konflik dapat ditangani
sedemikian rupa agar berdampak (+) bagi
yang berkonflik
 Penilaian terhadap pentingnya dan akibat
konflik yang terjadi sumber, tipe, orang
 Tentukan strategi umum untuk menghadapi
konflik : penyelesaian, pencegahan
 evaluasi
Prilaku menantang menurut Murphi (1997)
terbagai dalam :
 Kompetitif Bomber
Adalah segolongan orang yang benar-benar menolak
untuk bekerja dengan memberi komentar negatif
 Marfyred accommodator
Adalah segolongan orang yang mau bekerjasama tetapi
selalu mengeluh dan protes
 Avoider
Adalah mereka yang benar-benar menentang pimpinan
Langkah-langkah Penyelesaian konflik
1. Pengkajian
Analisis situasi. Identifikasi jenis konflik untuk
menentukan waktu yang diperlukan, lakukan
pengumpulan fakta pengkajian lebih mendalam,
siapa yang terlibat dan peran masing-masing,
tentukan situasinya jika dapat diubah.
Analisis dan mematikan isu yang
berkembang. Jelaskan masalah dan perioritas
fenomena yang terjadi, tentukan masalah utama yang
memerlukan suatu penyelesaian, hindari
penyelesaian semua masalah dalam satu waktu.
Menyusun tujuan. Jelasakan tujuan spesifik yang
akan dicapai.
2. Identifikasi
Mengelola perasaan. Hindari respon emosional :
marah, sebab setiap orang mempunyai respon yang
berbeda terhadap kata-kata, ekspresi, dan tindakan.
3. Intervensi
Masuk pada konflik yang diyakini dapat diselesaikan
dengan baik. Identifikasi hasil yang positif yang
akan terjadi.
Menyelesaikan metode dalam menyelesaikan
konflik. Memerlukan metode yang berbeda-beda.
Pilih metode yang paling sesuai untuk
menyelesaikan konflik yang terjadi.
Konflik Management Keperawatan

Konflik Management Keperawatan

  • 2.
    Manajemen konflik adalahsuatu tindakan atau pengelolaan yang dilakukan oleh seseorang terhadap konflik yang dihadapi dengan cara mengidentifikasi penyebab, pengaruh, jenis konflik serta melakukan tindakan untuk menanganinya. Konflik diindikasikan sebagai suatu kelemahan manajemen pada suatu organisasi yang harus dihindarkan. Kalau staf diarahkan terhadap suatu tujuan yang jelas dalam melaksanakan tugasnya dan ketidakpuasan staf harus diekspresikan secara langsung supaya masalah tidak menumpuk dan bertambah banyak. Manajemen konflik yang konstruktif akan menghasilkan lingkungan yang kondusif untuk didiskusikan sebagai suatu fenomena utama, komunikasi yang terbuka melalui pengutaraan perasaan, dan tukar pikiran serta tanggung jawab yang menguntungkan dalam menyelesaikan suatu perbedaan.
  • 3.
     Batasan pekerjaanyang tidak jelas  Tekanan waktu  Standar, peraturan dan kebijakan yang tidak masuk akal  Pertikaian antar pribadi  Perbedaan status  Harapan yang tidak terwujud  Perilaku menentang  Kekuasaan yang tidak jelas  Perbedaan kepentingan, nilai dan kebutuhan  Hambatan komunikasi dalam organisasi  Saling ketergantungan  organisasi yang terlalu besar  Konflik yang terdahulu tidak selesai
  • 4.
    Kondisi yang menyebabkankonflik Tingkat/ Tahap Konflik (Konflik laten atau Kondisi antesenden) Persepsi menilai konflik merasakan konflik (Subtansi, Pemikiran, Issu/peran) ( Affektif) Memperlihatkan prilaku/ Manifestasi konflik (Menarik diri, menantang, mendebat) Resolusi konflik Resolusi akibat dari konflik
  • 5.
    Episode Konflik Latent conflict Persaingan untuk memperoleh sumber daya yang tidak banyak tersedia  Dorongan untuk memiliki kemandirian / otonomi  Perbedaan tujuan kerja, sub-sub unit kerja dalam organisasi Percieved conflict  Mempersiapkan adanya konflik dengan atau tanpa latent conflict, bila latent (-) konflik terjadi akibat pemahaman yang keliru
  • 6.
    Felt Conflict Tahap personalisasikonflik dengan hasil persepsi konflik (+) bila persepsi (-) do not felt conflict Manifest Conflict Agresif, apatis, depresi, menentang , decision making, dll Resolusi Conflict Membuka hubungan baru, dll  Jenis Konflik Dilihat dari kejadiannya : - konflik langsung (direct conflict) - tidak langsung (indirect conflict) Dilihat dari perilaku orang yang terlibat : - kompetitif - destruktif
  • 7.
    Katagori Konflik 1. Intrapersonaldisebabkan dilema nilai dan keinginan Konflik yang terjadi pada individu sendiri. Akibat dari kompetisi peran, misalnya, manajer mempunyai konflik intrapersonal dengan loyalitas terhadap profesi keperawatan, loyalitas terhadap pekaryaan, dan loyalitas kepada pasien. 2. Interpersonal disebabkan pertentangan nilai, kepercayan dan keinginan Konflik terjadi antara dua orang atau lebih dimana nilai, tujuan dan keyakinan berbeda. Misal, manajer sering mengalami konflik dengan teman sesama manajer, atasan, dan bawahan.
  • 8.
    3. Intergroup disebabkanperbedaan kelompok agama / aliran kepercayaan Konflik terjadi antara dua atau lebih dari kelompok orang, departemen, atau organisasi. Misalnya, hambatan dalam mencapai kekuasaan dan otoritas.
  • 9.
    Akibat atau dampakkonflik 1. Positif  Meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi bila ada konflik yang lebih serius  Menstimulasi kemampuan mencari problem solving baru  Meningkatkan kekohesifan kelompok  Dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kekuatan atau kemampuan pemimpin 2. Negatif  Menurunkan produktifitas kerja perseorangan dan atau organisasi  Bila tidak terselesaikan dan berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan kesatuan kerja.
  • 10.
     Pengelolaan saatterjadi konflik :  Penghindaran sementara  Musyawarah  Konfrontasi  Bekerjasama  Pencegahan/ preventive  Standar kerja  Disiplin  Membuat pertimbangan berdasarkan tingkat perkembangan individu / staf  Komunikasi  Manajmen partisipasif
  • 11.
    Kemungkinan sikap dalamkonflik  Win-win Vs Lose-lose pihak sama2 menyadari dan menghargai nilai  Competing Tidak ada yang mengalah, terpaksa karena krisis Win-lose  Acomodating Lose - Win  Cooperation Tidak ada yg dirugikan, pemahaman maksud masing-masing
  • 12.
     Smoothing Mengurangi dampakemosional, Membujuk/ mencari persamaan dan nilai (+)  Avoidance Tidak mempertajam masalah/ meredam masalah Perlu waktu, sumber dan taktik  Collaborattion Asertif, kooperatif Win-win Bekerjasama untuk : target masing-masing dan target bersama problem solving
  • 13.
    Ketrampilan Khusus untukmencegah terjadinya konflik  Menetapkan peraturan/ garis pedoman yang jelas dan diketahui semua staf  komunikasi terbuka diantara senua anggota organisasi  bersikap menghargai--- memberi pujian  Pemecahan masalah tidak memojokkan  konfrontasi dilakukan bila perlu dan terbuka, tepat waktu  Jangan membuat peraturan beruba-ubah  Fokuskan pada masalah, tidak kepribadian  Hindari menegur, memotong ekspresi perasaan, monopoli pembicaraan  Penegah yang baik  Lakukan evaluasi ulang bila selesai melakukan penyelesaian masalah
  • 14.
    Manajemen Situasi Konflik Tujuan utama : konflik dapat ditangani sedemikian rupa agar berdampak (+) bagi yang berkonflik  Penilaian terhadap pentingnya dan akibat konflik yang terjadi sumber, tipe, orang  Tentukan strategi umum untuk menghadapi konflik : penyelesaian, pencegahan  evaluasi
  • 15.
    Prilaku menantang menurutMurphi (1997) terbagai dalam :  Kompetitif Bomber Adalah segolongan orang yang benar-benar menolak untuk bekerja dengan memberi komentar negatif  Marfyred accommodator Adalah segolongan orang yang mau bekerjasama tetapi selalu mengeluh dan protes  Avoider Adalah mereka yang benar-benar menentang pimpinan
  • 16.
    Langkah-langkah Penyelesaian konflik 1.Pengkajian Analisis situasi. Identifikasi jenis konflik untuk menentukan waktu yang diperlukan, lakukan pengumpulan fakta pengkajian lebih mendalam, siapa yang terlibat dan peran masing-masing, tentukan situasinya jika dapat diubah. Analisis dan mematikan isu yang berkembang. Jelaskan masalah dan perioritas fenomena yang terjadi, tentukan masalah utama yang memerlukan suatu penyelesaian, hindari penyelesaian semua masalah dalam satu waktu. Menyusun tujuan. Jelasakan tujuan spesifik yang akan dicapai.
  • 17.
    2. Identifikasi Mengelola perasaan.Hindari respon emosional : marah, sebab setiap orang mempunyai respon yang berbeda terhadap kata-kata, ekspresi, dan tindakan. 3. Intervensi Masuk pada konflik yang diyakini dapat diselesaikan dengan baik. Identifikasi hasil yang positif yang akan terjadi. Menyelesaikan metode dalam menyelesaikan konflik. Memerlukan metode yang berbeda-beda. Pilih metode yang paling sesuai untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.