SlideShare a Scribd company logo
1 of 28
Download to read offline
Koneksi Antar Materi
Modul 3.2
SUMINARSIH RESNANING PUJI ASTUTI SRIYONO
FASILITATOR CGP ANGKATAN 9
KABUPATEN WONOGIRI
PEMBIMBING PRAKTIK
CGP mampu menghubungkan materi modul ini
dengan modul-modul yang didapatkan
sebelumnya.
Buatlah kesimpulan
tentang apa yang dimaksud
dengan ‘Pemimpin
Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya’
dan bagaimana Anda bisa
mengimplementasikannya
di dalam kelas, sekolah,
dan masyarakat sekitar
sekolah?
Jelaskan dan berikan
contoh bagaimana
hubungan pengelolaan
sumber daya yang tepat
akan membantu proses
pembelajaran murid
menjadi lebih
berkualitas?
Ceritakan pula
bagaimana hubungan
antara sebelum dan
sesudah Anda mengikuti
modul ini, serta pemikiran
apa yang sudah berubah
di diri Anda setelah Anda
mengikuti proses
pembelajaran dalam
modul ini!
Berikan beberapa
contoh bagaimana
materi ini juga
berhubungan dengan
modul lainnya yang Anda
dapatkan sebelumnya
selama mengikuti
Pendidikan Guru
Penggerak?
Kesimpulan Modul 3.2
Sekolah merupakan tempat terjadinya interaksi
antara faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik terdiri
dari murid, kepala sekolah, tenaga kependidikan,
pengawas sekolah, orang tua dan masyarakat
sekitar. Sedangkan faktor abiotik terdiri atas
keuangan serta sarana dan prasarana. Kedua unsur
ini saling berinteraksi satu sama lain sehingga mampu
menciptakan keselarasan dan keharmonisan dalam
ekosistem sekolah. Faktor biotik akan saling
mempengaruhi dan membutuhkan keterlibatan satu
sama lain, sedangkan faktor abiotik yang akan
menunjang keberhasilan proses pembelajaran di
sekolah.
Dengan mengetahui sumber daya dan komponen
penting dalam ekosistem sekolah, maka sebagai
pemimpin pembelajaran harus bisa memetakan
tujuh aset atau modal utama dalam sekolah.
Tugas sebagai pemimpin adalah bagaimana
mengelola ketujuh aset sekolah atau sumber
daya tersebut untuk kepentingan dan kemajuan
sekolah. Tujuh aset atau sumber daya sekolah
tersebut antara lain modal manusia, modal
fisik, modal sosial, modal finansial, modal
politik, modal lingkungan/alam, modal agama
dan budaya.
Pendekatan berbasis
kekurangan/masalah
(Defisit Based thinking)
Pendekatan berbasis
Kekuatan (Aset Based
thinking)
Melihat dengan cara pandang
negatif, memfokuskan perhatian
kita pada apa yang mengganggu
apa yang kurang dan apa yang
tidak bekerja.
memfokuskan pikiran pada kekuatan
positif pada apa yang bekerja yang
menjadi inspirasi yang menjadi kekuatan
atau potensi yang positif perbedaan
antara pendekatan berbasis keruangan
dengan pendekatan berbasis aset
Dua Pendekatan Berpikir
dalam Pengelolaan Aset
Berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan Berbasis pada aset
Fokus pada masalah dan isu Fokus pada aset dan kekuatan
Berkutat pada masalah utama Membayangkan masa depan
Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu
bertanya apa yang kurang
Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan
kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut
Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain
Mengorganisasikan kompetensi yang telah diraih dan
sumber daya (aset dan kekuatan
Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan
masalah
Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan
kekuatan
Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan
P E R B E D A A N A N T A R A P E N D E K A T A N B E R B A S I S K E R U A N G A N
D E N G A N P E N D E K A T A N B E R B A S I S A S E T ,
D A P A T D I L I H A T D A L A M T A B E L D I B A W A H I N I
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, yang
dimaksud dengan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan
sumber daya adalah seorang pemimpin wajib membangun
ekosistem yang dapat merangsang kreativitas untuk
menunjang keberhasilan tujuan Pendidikan. Keberhasilan
sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara
pandang dalam melihat ekosistem tersebut. Dalam hal ini
model yang ada apakah sebagai kekuatan atau sebagai
kekurangan. Pemimpin yang memandang semua yang dimiliki
adalah suatu kekuatan tidak akan berfokus pada kekurangan,
namun berupaya pada pemanfaatan aset atau sumber daya
yang dimiliki. Dengan kata lain Pemimpin harus bisa
memberdayakan sumber daya yang ada di sekolah untuk
mengembangkan dan memajukan sekolah sehingga dapat
mencapai visi misi sekolah itu.
Modul 3.2 pemimpin pembelajaran dalam
pengelolaan sumber daya ini memiliki keterkaitan
dengan modul-modul sebelumnya koneksi antar
materi atau keterkaitan itu terangkum dalam definisi
pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara “Maksud
pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun
anggota Masyarakat”. Itu merupakan kata kunci
keterkaitan antara modul 3.2 dengan modul-modul
yang telah dipelajari sebelumnya.
Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya adalah pemimpin yang mampu
mengenali potensi dan kekuatan yang ada lalu memanfaatkannya untuk pembelajaran agar bisa
optimal dan mendukung Merdeka belajar. Sebagai seorang pemimpin akan lebih baik jika
memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa banyak melihat Sisi kekurangannya.
Setiap organisasi pasti memiliki pemimpin untuk pemanfaatan sumber daya yang ada untuk
mencapai dan misi. Organisasi sekolah merupakan lembaga pemerintah atau lembaga
masyarakat yang memiliki ruang lingkup yang jelas dan masyarakat haruslah pemimpin yang
mampu mengelola dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk sampai pada tujuan
pendidikan.
01
Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud
dengan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan
sumber daya dan Bagaimana anda bisa
mengimplementasikannya di dalam kelas sekolah
dan masyarakat sekitar sekolah?
Pengelolaan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebaiknya lebih menekankan pada
pendekatan berbasis aset atau lebih dikenal dengan pendekatan komunitas berbasis aset
(PKBA). Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan
aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih
berdaya guna titik-titik pendekatan PKBA menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas
untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan
potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat
lebih berkelanjutan. Pendekatan PKBA merupakan pendekatan yang digerakkan oleh seluruh
pihak yang ada di dalam sebuah komunitas atau disebut sebagai Community- driven
development.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin dalam pengelolaan sumber daya
merupakan sosok yang memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi, mengelola dan
memanfaatkan berbagai aset-aset yang dimiliki oleh sekolah dalam rangka mewujudkan visi misi
sekolah untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Implementasi peran pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan
menggunakan pendekatan dan bersinergi dengan semua pihak yang ada di sekolah dari guru,
tenaga pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah untuk bekerjasama dalam
mengidentifikasi dan memetakan segala sumber daya aset yang dimiliki seseorang dimiliki
sekolah serta menjadikan segala aset tersebut sebagai kekuatan yang dimiliki oleh sekolah untuk
dikelola dan dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah kemudian menyusun
prakarsa perubahan menggunakan BAGJA.
01
JELASKAN DAN BERIKAN CONTOH BAGAIMANA
HUBUNGAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA YANG TEPAT
AKAN MEMBANTU PROSES PEMBELAJARAN MURID
MENJADI LEBIH BERKUALITAS?
02
Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara pandang sekolah melihat
ekosistemnya. Apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan sekolah yang memandang
semua yang dimiliki adalah suatu kekuatan, tidak akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya
pada pemanfaatan aset yang dimiliki. Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses
pembelajaran yang berkualitas melalui diskusi (kolaborasi) dengan komunitas sekolah bukan
hanya pemetaan sumber daya saja yang terbentuk namun ide atau gagasan baru yang muncul
dalam mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan, aktif serta aman. Mengoptimalkan
pengelolaan sumber daya (aset) yang dimiliki dengan mempertimbangkan kebutuhan dan
keberagaman yang dimiliki murid. Sekolah melihat ekosistemnya: apakah sebagai kekuatan atau
sebagai kekurangan sekolah yang memandang semua yang dimiliki adalah suatu kekuatan tidak
akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya pada pemanfaatan aset yang dimiliki.
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya ini kita bisa menggali nilai-nilai
positif baik untuk menerapkan visi sekolah yang berbasis pada kekuatan atau aset, budaya
positif yang telah ada di sekolah kemudian dikembangkan menjadi visi sekolah yang menuju
kepada murid Merdeka yaitu dengan memberdayakan dan memaksimalkan aset yang dimiliki
seseorang agar lebih berdaya guna.
Berikan beberapa contoh bagaimana
materi ini juga berhubungan dengan
modul lainnya yang Anda dapatkan
sebelumnya selama mengikuti
Pendidikan Guru Penggerak?
KONEKSI
KETERKAITAN
modul 1.1 refleksi Filosofi pendidikan
Ki Hajar Dewantoro
Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh
atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada
pada anak-anak. Agar dapat memperbaiki
lakunya (bukan dasarnya), hidup dan
tumbuhnya kekuatan kodrat anak.
KHD memiliki keyakinan bahwa untuk
menciptakan manusia Indonesia yang
beradab, maka pendidikan menjadi salah
satu kunci utama untuk mencapainya.
Dalam hal ini anak-anak atau murid adalah
aset yang kita optimalkan untuk dididik
sehingga sesuai kodrat alam dan kodrat
zamannya.
modul 1.2 nilai dan
peran guru penggerak
Jika dikaitkan dengan nilai-nilai dan peran guru penggerak
sebagai pemimpin pengolah sumber daya, harus memiliki
nilai positif seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Mandiri, Benalar kritis,
Berkebhinekaan global, Bergotong-royong dan Kreatif.
Dalam hal ini manusia atau guru adalah sebagai orang
dewasa yang harus menyadari segala peran dan nilai yang
melekat pada dirinya, dan diyakini merupakan aset untuk
menuntun tumbuh kembang anak-anak atau murid sesuai
dengan potensi yang ada dan dalam diri mereka.
MORE PROFILE
modul 1.3 visi guru penggerak
mengelola sumber daya bisa dilakukan melalui pendekatan
berbasis aset dan pendekatan berbasis masalah sesuai dengan
paradigma inkuiri apresiatif maka prinsip yang digunakan
dalam pengelolaan adalah prinsip yang berbasis dengan
kekuatan yang dimiliki atau aset Ia merupakan menggunakan
prinsip psikologi positif dan pendidikan positif pendekatan ia
percaya bahwa setiap orang inti positif yang dapat
memberikan kontribusi pada keberhasilan inti positif ini
merupakan potensi dan Aset organisasi dengan demikian
dalam implementasi ia dimulai dengan menggali hal-hal positif
keberhasilan yang telah dan kekuatan yang dimiliki organisasi
sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dan
melakukan perencanaan perubahan melalui manajemen baja
buat pertanyaan atur eksekusi gali mimpi dan jabarkan rencana
modul 1.4
budaya positif
Supaya pemimpin Pembelajaran dapat bersinergis dengan murid
dalam mencapai tujuan pembelajaran, maka budaya positif perlu
dilakukan. Murid merupakan aset utama di sekolah. Dengan
pemetaan berbasis aset akan fokus pada hal-hal positif yang ada
dalam diri murid, yang pada akhirnya akan menunjukkan budaya
positif yang mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang
nyaman dan kondusif.
Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya bukan
sebagai penghukum, penguat rasa bersalah, teman atau
pengawas, melainkan sebagai manajer. Sehingga bertanya atau
membuat kesepakatan kelas, menanyakan Harapan dan apa yang
Perlu diperbaiki, menumbuhkan disiplin dalam diri dan motivasi
intrinsik.
Modul 2.1 memenuhi kebutuhan murid
Melalui pembelajaran berdiferensiasi
Setiap murid memiliki latar belakang yang berbeda
memiliki bakat dan minat yang berbeda, karena
pada hakekatnya murid memiliki multi intelegensi
sebagai pengelola sumber daya dalam
pembelajaran. Kita harus menyadari bahwa setiap
anak dilahirkan dalam kodrat yang berbeda-beda.
Perbedaan itu sendiri adalah aset yang
memperkaya keragaman, maka pembelajaran
berdiferensiasi menjadi solusi terbaik untuk
memfasilitasi dan menyatukan keragaman,
berdasarkan bakat dan minat, kesiapan belajar,
maupun profil belajar murid. Adapun strategi yang
digunakan adalah strategi proses, strategi konten,
dan strategi produk
Modul 2.2
Pembelajaran Sosial
Emosional
Pemimpin pembelajaran harus menyadari bahwa emosi
menentukan bagaimana kita mengambil keputusan. Dan dalam
mengelola sumber daya yang ada. Potensi emosional meliputi
kesadaran diri atau pengenalan emosi, kesadaran sosial atau
empati, pengelolaan diri atau pengelolaan emosi, dan fokus
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Keterampilan
sosial atau resiliensi pembelajaran sosial emosional itu diperlukan
agar semua warga sekolah memiliki kemampuan untuk mengenali
emosi dan berempati. Pengelolaan diri yang baik memiliki
keterampilan sosial dan mampu membuat keputusan yang
bertanggung jawab, dengan demikian upaya untuk mengantarkan
murid guru dan semua warga sekolah mencapai keselamatan dan
kebahagiaan (wellbeing) dapat tercapai.
Modul 2.3 Coaching
Coaching menjadi salah satu proses
menuntun belajar murid untuk mencapai
kekuatan kodratnya, sebagai seorang
Pamong. Guru dapat memberikan tuntunan
melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan
efektif agar kekuatan kodrat anak terpancar
dari dirinya. Praktek coaching ini dilakukan
untuk menuntun segala kekuatan kodrat agar
murid, guru, dan semua warga sekolah dapat
meningkatkan potensinya. Dengan proses
coaching mereka akan mampu menemukan
jalan keluar dari permasalahan yang mereka
hadapi sendiri, dan juga akan dapat
menentukan tujuan yang diharapkan.
Modul 3.1 Pengambilan
Keputusan Sebagai
Pemimpin Pembelajaran
Proses coaching bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan
sumber daya untuk melakukan pengambilan keputusan
baik yang sifat tempatnya Dilema etika maupun bujukan
moral. Pengambilan keputusan yang kita ambil jika
berdasarkan pada 9 langkah dalam mengambil keputusan,
pemimpin pembelajaran tentu sudah mencerminkan
pengajaran yang berpihak pada murid, yang
memerdekakan murid, meski dalam prakteknya memilih
Dilema Etika itu sangat sulit. Kemampuan seorang
pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan
akan mempengaruhi pencapaian tujuan maksud
pendidikan. Dengan demikian pemimpin dapat melakukan
pemetaan aset dengan tepat dan dapat diterapkan secara
optimal.
Modul 3.2 Pemimpin
dalam Pengelolaan
sumber daya
Kemampuan seseorang pemimpin
pembelajaran dalam mengelola 7 aset
adalah modal utama di daerah dan
sekolahnya adalah sebuah kekuatan
untuk pencapaian tujuan pendidikan yakni
mencapai keselamatan dan kebahagiaan
yang setinggi-tingginya (wellbeing).
Sebelum mempelajari modul
tiga: ini pemahaman saya
tentang aset yang dapat
dimanfaatkan dalam kegiatan
di sekolah hanyalah sumber
daya yang ada di sekolah
seperti gedung dan sarana
prasarana yang dimiliki sekolah.
Sebelumnya saya tidak pernah
memikirkan sumber daya atau aset
atau modal yang dimiliki sekolah karena
dalam pikiran saya hanya hanyalah
seorang guru yang berkewajiban untuk
mengajar. Namun setelah mempelajari
modul 3.2 ini secara tidak langsung
Saya menyadari sebenarnya sekolah
memanfaatkan aset yang ada di sekitar
sekolah seperti melakukan MOU dengan
Puskesmas untuk kegiatan kesehatan
maupun penyuluhan siswa.
Ceritakan hubungan antara sebelum dan sesudah
Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa
yang sudah berubah di diri Anda setelah anda
mengikuti proses pembelajaran dalam Modul ini?
Saya merasa senang banyak ilmu yang
saya dapatkan baik secara mandiri
maupun diskusi sesama rekan sejawat
dan tentunya bisa diterapkan untuk
membuat suatu program yang membawa
dampak pada murid. Seorang pemimpin
pembelajaran Harus berpikir kritis dan
kreatif dalam mengelola sumber daya
yang ada di sekolah dan daerah fokusnya
adalah kelebihan yang dimiliki dengan
mengesampingkan kekurangan..
Mengidentifikasi dan mengelola hal yang
positif dalam kehidupan dengan
menggunakan kekuatan sebagai tumpuan
berpikir, kita diajak untuk memusatkan
perhatian pada apa yang bekerja,
menjadi inspirasi, dan menjadi kekuatan
positif. Dengan begitu diharapkan bisa
membawa dampak yang signifikan
terhadap transformasi pendidikan baik
dari aspek modal manusia, modal fisik,
modal finansial, model politik, model
alam / lingkungan, dan modal agama
serta budaya.
Ceritakan hubungan antara sebelum dan sesudah
Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa
yang sudah berubah di diri Anda setelah anda
mengikuti proses pembelajaran dalam Modul ini?
terima kasih

More Related Content

What's hot

AKSI NYATA MODUL 3.2.pdf
AKSI NYATA MODUL 3.2.pdfAKSI NYATA MODUL 3.2.pdf
AKSI NYATA MODUL 3.2.pdfAndara20
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdfriyanto fa
 
Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdfDemonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdfrabiatun83
 
Ruang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptxRuang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptxIcungLaode1
 
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdfBASUKI ERYANTO
 
Dokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdf
Dokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdfDokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdf
Dokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdfFauziMurthala1
 
Ruang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdf
Ruang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdfRuang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdf
Ruang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdfAgusSetiawan410837
 
Demonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdf
Demonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdfDemonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdf
Demonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdfAndiPriyanto9
 
AKSI NYATA MODUL 1.3.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3.pptxDedeSolehudin4
 
Modul 3.3 Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdf
Modul 3.3  Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdfModul 3.3  Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdf
Modul 3.3 Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdfBasuki Rachmad
 
Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional
Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional
Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional NurilFile
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdfKONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdfNURLIAFAUZI
 
Presentasi Visi 1.3 Kel 1.pptx
Presentasi Visi 1.3 Kel 1.pptxPresentasi Visi 1.3 Kel 1.pptx
Presentasi Visi 1.3 Kel 1.pptxsuryacatur
 
Ruang Kolaborasi Modul 3.2.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2.pptxRuang Kolaborasi Modul 3.2.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2.pptxAngkrangHitech1
 
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdfBASUKI ERYANTO
 
1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf
1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf
1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdfBASUKI ERYANTO
 
Aksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerak
Aksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerakAksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerak
Aksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerakEkaHermana
 
TUGAS RUKOL Modul 3.3.pptx
TUGAS RUKOL Modul 3.3.pptxTUGAS RUKOL Modul 3.3.pptx
TUGAS RUKOL Modul 3.3.pptxLUHEKAYANTHI
 
Coaching & Supervisi Akademik
Coaching & Supervisi AkademikCoaching & Supervisi Akademik
Coaching & Supervisi AkademikNurilFile
 

What's hot (20)

AKSI NYATA MODUL 3.2.pdf
AKSI NYATA MODUL 3.2.pdfAKSI NYATA MODUL 3.2.pdf
AKSI NYATA MODUL 3.2.pdf
 
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdfJURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdf
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 2.3.pdf
 
Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdfDemonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdf
Demonstrasi Kontekstual Modul 3.3 ppt (1).pdf
 
Ruang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptxRuang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2 PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA.pptx
 
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf
2.1.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 2.1.pdf
 
Dokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdf
Dokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdfDokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdf
Dokumentasi Pemetaan Aset secara Kolaboratif.pdf
 
Ruang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdf
Ruang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdfRuang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdf
Ruang Kolaborasi 3.3_Agus Setiawan.pdf
 
Demonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdf
Demonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdfDemonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdf
Demonstrasi Kontekstual 3.2_20231004_191416_0000.pdf
 
AKSI NYATA MODUL 1.3.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3.pptxAKSI NYATA MODUL 1.3.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.3.pptx
 
Koneksi Antar Materi Modul 3.1.pptx
Koneksi Antar Materi Modul 3.1.pptxKoneksi Antar Materi Modul 3.1.pptx
Koneksi Antar Materi Modul 3.1.pptx
 
Modul 3.3 Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdf
Modul 3.3  Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdfModul 3.3  Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdf
Modul 3.3 Penyegaran PP Fasil Ang 5.pdf
 
Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional
Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional
Penerapan Pembelajaran 5 Kompetensi Sosial dan Emosional
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdfKONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdf
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2.pdf
 
Presentasi Visi 1.3 Kel 1.pptx
Presentasi Visi 1.3 Kel 1.pptxPresentasi Visi 1.3 Kel 1.pptx
Presentasi Visi 1.3 Kel 1.pptx
 
Ruang Kolaborasi Modul 3.2.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2.pptxRuang Kolaborasi Modul 3.2.pptx
Ruang Kolaborasi Modul 3.2.pptx
 
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf
1.1.a.8. Koneksi Antar Materi – Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1.pdf
 
1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf
1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf
1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.3.pdf
 
Aksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerak
Aksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerakAksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerak
Aksi Nyata Modul 3.2.pdf Calon guru penggerak
 
TUGAS RUKOL Modul 3.3.pptx
TUGAS RUKOL Modul 3.3.pptxTUGAS RUKOL Modul 3.3.pptx
TUGAS RUKOL Modul 3.3.pptx
 
Coaching & Supervisi Akademik
Coaching & Supervisi AkademikCoaching & Supervisi Akademik
Coaching & Supervisi Akademik
 

Similar to Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdf

Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...amiruddinrahim
 
Koneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerak
Koneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerakKoneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerak
Koneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerakNingrum50
 
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdf
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdfJurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdf
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdfhikmahputrawan12
 
Koneksi antar Materi Modul 3.2. CGP pdf
Koneksi antar Materi Modul 3.2. CGP  pdfKoneksi antar Materi Modul 3.2. CGP  pdf
Koneksi antar Materi Modul 3.2. CGP pdfYusnelMarni
 
652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf
652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf
652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdfni5448
 
Modul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdf
Modul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdfModul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdf
Modul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdfDani Chan
 
Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9
Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9
Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9hikmahputrawan12
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9FitaKrisnawati
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptx
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptxKONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptx
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptxAdiPerlente
 
Elaborsi Pemahaman 3.2.pdf
Elaborsi Pemahaman 3.2.pdfElaborsi Pemahaman 3.2.pdf
Elaborsi Pemahaman 3.2.pdfALFIAH14
 
KONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptx
KONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptxKONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptx
KONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptxDedeSolehudin4
 
Koneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdf
Koneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdfKoneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdf
Koneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdfYana653554
 
Koneksi antar materi modul 3.2 guru penggerak
Koneksi antar materi  modul 3.2 guru penggerakKoneksi antar materi  modul 3.2 guru penggerak
Koneksi antar materi modul 3.2 guru penggerakarfinah36
 
Kepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolah
Kepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolahKepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolah
Kepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolahRachma Wati
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...NURLIAFAUZI
 
Sekolah Sebagai Ekosistem.docx
Sekolah Sebagai Ekosistem.docxSekolah Sebagai Ekosistem.docx
Sekolah Sebagai Ekosistem.docxMarkukTaun
 
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan Kepala SekolahKepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan Kepala SekolahUniversitas PGRI
 
Koneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada Murid
Koneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada MuridKoneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada Murid
Koneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada Muridahmadlukman171
 
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdfKusmadiMuhamad1
 
Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptx
Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptxKoneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptx
Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptxSyifa Thursina
 

Similar to Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdf (20)

Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...
Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya merupakan kemampuan dalam...
 
Koneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerak
Koneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerakKoneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerak
Koneksi antar materi 3.2 pada kegiatan guru pengerak
 
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdf
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdfJurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdf
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 3.2 .pdf
 
Koneksi antar Materi Modul 3.2. CGP pdf
Koneksi antar Materi Modul 3.2. CGP  pdfKoneksi antar Materi Modul 3.2. CGP  pdf
Koneksi antar Materi Modul 3.2. CGP pdf
 
652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf
652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf
652591994-Koneksi-Antar-Materi-Modul-3-2-a-8.pdf
 
Modul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdf
Modul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdfModul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdf
Modul 3.2 - Elaborasi Pemahaman CGP 7.pdf
 
Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9
Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9
Koneksi antar materi Modul 3.2 CGP Angkatan 9
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2. guru penggerak angkatan 9
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptx
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptxKONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptx
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 Guru Penggerak.pptx
 
Elaborsi Pemahaman 3.2.pdf
Elaborsi Pemahaman 3.2.pdfElaborsi Pemahaman 3.2.pdf
Elaborsi Pemahaman 3.2.pdf
 
KONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptx
KONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptxKONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptx
KONEKSI ANTAR MATAERI 3.2.pptx
 
Koneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdf
Koneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdfKoneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdf
Koneksi antar materi modul 3.3.pdf_20231022_092645_0000.pdf
 
Koneksi antar materi modul 3.2 guru penggerak
Koneksi antar materi  modul 3.2 guru penggerakKoneksi antar materi  modul 3.2 guru penggerak
Koneksi antar materi modul 3.2 guru penggerak
 
Kepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolah
Kepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolahKepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolah
Kepemimpinan dalam manajemen berbasis sekolah
 
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...
KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PAD...
 
Sekolah Sebagai Ekosistem.docx
Sekolah Sebagai Ekosistem.docxSekolah Sebagai Ekosistem.docx
Sekolah Sebagai Ekosistem.docx
 
Kepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan Kepala SekolahKepemimpinan Kepala Sekolah
Kepemimpinan Kepala Sekolah
 
Koneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada Murid
Koneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada MuridKoneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada Murid
Koneksi antar Materi MODUL 3.3. Program Berdampak Pada Murid
 
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf
3.2.a.8. Koneksi Antar Materi - Modul 3.2.pdf
 
Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptx
Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptxKoneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptx
Koneksi Antar Materi - Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya (1).pptx
 

Recently uploaded

Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Kanaidi ken
 
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1AdePutraTunggali
 
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosialpure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media SosialAdePutraTunggali
 
SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)
SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)
SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)g26186283
 
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialB2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialAdePutraTunggali
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxZulfatulAliyah
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerakMetalinaSimanjuntak1
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfHendroGunawan8
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxvincentptk17
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Kanaidi ken
 
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024EDIKURNIAWAN150005
 
Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024
Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024
Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024Tata Naipospos
 
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiLAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiPatarMahadyThangShiH
 
Martosudiro Dictionary-3252 | Kamus Martosudiro
Martosudiro Dictionary-3252 | Kamus MartosudiroMartosudiro Dictionary-3252 | Kamus Martosudiro
Martosudiro Dictionary-3252 | Kamus MartosudiroProjectEngineer4
 
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialRabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialAdePutraTunggali
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Apothecary Indonesia Persada
 

Recently uploaded (20)

Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
Info ... Buku _"Effective INVENTORY and WAREHOUSING MANAGEMENT" & Bagaimana M...
 
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
Eiger x Eiger Adventure Club - Konsultasi Tahap 1
 
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosialpure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
pure beauty comunity-vilza- Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
 
SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)
SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)
SAINS TING 3 BAB 1 ( Ransangan dan Tindak balas)
 
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialB2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
B2W LAZAD - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
 
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptxDaun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
Daun Majemuk dan Phillotaxis Daun Mortum.pptx
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
1.2.a.5 RuKol Modul 1.2 (2) Nilai- nilai dan peran guru penggerak
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
 
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptxbahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
bahasa-indonesia-penyusunan-paragraf.pptx
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
 
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
modul matematika kurikulum merdeka tahun ajaran 2023/2024
 
Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024
Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024
Usulan Konsepsi SISKESWANNAS - Ditkeswan dan AIHSP - 15 Maret 2024
 
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadiLAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
LAWYER PRENEURSHIP by patar mangimbur permahadi
 
Martosudiro Dictionary-3252 | Kamus Martosudiro
Martosudiro Dictionary-3252 | Kamus MartosudiroMartosudiro Dictionary-3252 | Kamus Martosudiro
Martosudiro Dictionary-3252 | Kamus Martosudiro
 
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media SosialRabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
Rabbani - Konsultasi Manajemen Web dan media Sosial
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
Teknologi Ekstraksi Bahan Alam: Fundamental dan Metode-metode Ekstraksi Bahan...
 

Koneksi Antar Materi pada Modul 3.2.pdf

  • 2. SUMINARSIH RESNANING PUJI ASTUTI SRIYONO FASILITATOR CGP ANGKATAN 9 KABUPATEN WONOGIRI PEMBIMBING PRAKTIK
  • 3. CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
  • 4.
  • 5. Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah? Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas?
  • 6. Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini! Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak?
  • 7. Kesimpulan Modul 3.2 Sekolah merupakan tempat terjadinya interaksi antara faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik terdiri dari murid, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, orang tua dan masyarakat sekitar. Sedangkan faktor abiotik terdiri atas keuangan serta sarana dan prasarana. Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lain sehingga mampu menciptakan keselarasan dan keharmonisan dalam ekosistem sekolah. Faktor biotik akan saling mempengaruhi dan membutuhkan keterlibatan satu sama lain, sedangkan faktor abiotik yang akan menunjang keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Dengan mengetahui sumber daya dan komponen penting dalam ekosistem sekolah, maka sebagai pemimpin pembelajaran harus bisa memetakan tujuh aset atau modal utama dalam sekolah. Tugas sebagai pemimpin adalah bagaimana mengelola ketujuh aset sekolah atau sumber daya tersebut untuk kepentingan dan kemajuan sekolah. Tujuh aset atau sumber daya sekolah tersebut antara lain modal manusia, modal fisik, modal sosial, modal finansial, modal politik, modal lingkungan/alam, modal agama dan budaya.
  • 8. Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Defisit Based thinking) Pendekatan berbasis Kekuatan (Aset Based thinking) Melihat dengan cara pandang negatif, memfokuskan perhatian kita pada apa yang mengganggu apa yang kurang dan apa yang tidak bekerja. memfokuskan pikiran pada kekuatan positif pada apa yang bekerja yang menjadi inspirasi yang menjadi kekuatan atau potensi yang positif perbedaan antara pendekatan berbasis keruangan dengan pendekatan berbasis aset Dua Pendekatan Berpikir dalam Pengelolaan Aset
  • 9. Berbasis pada kekurangan/masalah/hambatan Berbasis pada aset Fokus pada masalah dan isu Fokus pada aset dan kekuatan Berkutat pada masalah utama Membayangkan masa depan Mengidentifikasi kebutuhan dan kekurangan – selalu bertanya apa yang kurang Berpikir tentang kesuksesan yang telah diraih dan kekuatan untuk mencapai kesuksesan tersebut Fokus mencari bantuan dari sponsor atau institusi lain Mengorganisasikan kompetensi yang telah diraih dan sumber daya (aset dan kekuatan Merancang program atau proyek untuk menyelesaikan masalah Merancang sebuah rencana berdasarkan visi dan kekuatan Mengatur kelompok yang dapat melaksanakan proyek Melaksanakan rencana aksi yang sudah diprogramkan P E R B E D A A N A N T A R A P E N D E K A T A N B E R B A S I S K E R U A N G A N D E N G A N P E N D E K A T A N B E R B A S I S A S E T , D A P A T D I L I H A T D A L A M T A B E L D I B A W A H I N I
  • 10. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa, yang dimaksud dengan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya adalah seorang pemimpin wajib membangun ekosistem yang dapat merangsang kreativitas untuk menunjang keberhasilan tujuan Pendidikan. Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara pandang dalam melihat ekosistem tersebut. Dalam hal ini model yang ada apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan. Pemimpin yang memandang semua yang dimiliki adalah suatu kekuatan tidak akan berfokus pada kekurangan, namun berupaya pada pemanfaatan aset atau sumber daya yang dimiliki. Dengan kata lain Pemimpin harus bisa memberdayakan sumber daya yang ada di sekolah untuk mengembangkan dan memajukan sekolah sehingga dapat mencapai visi misi sekolah itu.
  • 11. Modul 3.2 pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya ini memiliki keterkaitan dengan modul-modul sebelumnya koneksi antar materi atau keterkaitan itu terangkum dalam definisi pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara “Maksud pendidikan itu adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun anggota Masyarakat”. Itu merupakan kata kunci keterkaitan antara modul 3.2 dengan modul-modul yang telah dipelajari sebelumnya.
  • 12. Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya adalah pemimpin yang mampu mengenali potensi dan kekuatan yang ada lalu memanfaatkannya untuk pembelajaran agar bisa optimal dan mendukung Merdeka belajar. Sebagai seorang pemimpin akan lebih baik jika memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa banyak melihat Sisi kekurangannya. Setiap organisasi pasti memiliki pemimpin untuk pemanfaatan sumber daya yang ada untuk mencapai dan misi. Organisasi sekolah merupakan lembaga pemerintah atau lembaga masyarakat yang memiliki ruang lingkup yang jelas dan masyarakat haruslah pemimpin yang mampu mengelola dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada untuk sampai pada tujuan pendidikan. 01 Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dan Bagaimana anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas sekolah dan masyarakat sekitar sekolah?
  • 13. Pengelolaan pemanfaatan sumber daya yang ada di sekolah sebaiknya lebih menekankan pada pendekatan berbasis aset atau lebih dikenal dengan pendekatan komunitas berbasis aset (PKBA). Pendekatan PKBA menekankan dan mendorong komunitas untuk dapat memberdayakan aset yang dimilikinya serta membangun keterkaitan dari aset-aset tersebut agar menjadi lebih berdaya guna titik-titik pendekatan PKBA menekankan kepada kemandirian dari suatu komunitas untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapinya dengan bermodalkan kekuatan dan potensi yang ada di dalam diri mereka sendiri. Dengan demikian hasil yang diharapkan dapat lebih berkelanjutan. Pendekatan PKBA merupakan pendekatan yang digerakkan oleh seluruh pihak yang ada di dalam sebuah komunitas atau disebut sebagai Community- driven development. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemimpin dalam pengelolaan sumber daya merupakan sosok yang memiliki kemampuan dalam mengidentifikasi, mengelola dan memanfaatkan berbagai aset-aset yang dimiliki oleh sekolah dalam rangka mewujudkan visi misi sekolah untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Implementasi peran pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya dengan menggunakan pendekatan dan bersinergi dengan semua pihak yang ada di sekolah dari guru, tenaga pendidik, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitar sekolah untuk bekerjasama dalam mengidentifikasi dan memetakan segala sumber daya aset yang dimiliki seseorang dimiliki sekolah serta menjadikan segala aset tersebut sebagai kekuatan yang dimiliki oleh sekolah untuk dikelola dan dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan mutu sekolah kemudian menyusun prakarsa perubahan menggunakan BAGJA. 01
  • 14. JELASKAN DAN BERIKAN CONTOH BAGAIMANA HUBUNGAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA YANG TEPAT AKAN MEMBANTU PROSES PEMBELAJARAN MURID MENJADI LEBIH BERKUALITAS? 02 Keberhasilan sebuah proses pembelajaran sangat tergantung pada cara pandang sekolah melihat ekosistemnya. Apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan sekolah yang memandang semua yang dimiliki adalah suatu kekuatan, tidak akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya pada pemanfaatan aset yang dimiliki. Pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran yang berkualitas melalui diskusi (kolaborasi) dengan komunitas sekolah bukan hanya pemetaan sumber daya saja yang terbentuk namun ide atau gagasan baru yang muncul dalam mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan, aktif serta aman. Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya (aset) yang dimiliki dengan mempertimbangkan kebutuhan dan keberagaman yang dimiliki murid. Sekolah melihat ekosistemnya: apakah sebagai kekuatan atau sebagai kekurangan sekolah yang memandang semua yang dimiliki adalah suatu kekuatan tidak akan berfokus pada kekurangan tapi berupaya pada pemanfaatan aset yang dimiliki. Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya ini kita bisa menggali nilai-nilai positif baik untuk menerapkan visi sekolah yang berbasis pada kekuatan atau aset, budaya positif yang telah ada di sekolah kemudian dikembangkan menjadi visi sekolah yang menuju kepada murid Merdeka yaitu dengan memberdayakan dan memaksimalkan aset yang dimiliki seseorang agar lebih berdaya guna.
  • 15. Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan modul lainnya yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti Pendidikan Guru Penggerak?
  • 17. modul 1.1 refleksi Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantoro Pendidik itu hanya dapat menuntun tumbuh atau hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak. Agar dapat memperbaiki lakunya (bukan dasarnya), hidup dan tumbuhnya kekuatan kodrat anak. KHD memiliki keyakinan bahwa untuk menciptakan manusia Indonesia yang beradab, maka pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk mencapainya. Dalam hal ini anak-anak atau murid adalah aset yang kita optimalkan untuk dididik sehingga sesuai kodrat alam dan kodrat zamannya.
  • 18. modul 1.2 nilai dan peran guru penggerak Jika dikaitkan dengan nilai-nilai dan peran guru penggerak sebagai pemimpin pengolah sumber daya, harus memiliki nilai positif seperti beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Mandiri, Benalar kritis, Berkebhinekaan global, Bergotong-royong dan Kreatif. Dalam hal ini manusia atau guru adalah sebagai orang dewasa yang harus menyadari segala peran dan nilai yang melekat pada dirinya, dan diyakini merupakan aset untuk menuntun tumbuh kembang anak-anak atau murid sesuai dengan potensi yang ada dan dalam diri mereka. MORE PROFILE
  • 19. modul 1.3 visi guru penggerak mengelola sumber daya bisa dilakukan melalui pendekatan berbasis aset dan pendekatan berbasis masalah sesuai dengan paradigma inkuiri apresiatif maka prinsip yang digunakan dalam pengelolaan adalah prinsip yang berbasis dengan kekuatan yang dimiliki atau aset Ia merupakan menggunakan prinsip psikologi positif dan pendidikan positif pendekatan ia percaya bahwa setiap orang inti positif yang dapat memberikan kontribusi pada keberhasilan inti positif ini merupakan potensi dan Aset organisasi dengan demikian dalam implementasi ia dimulai dengan menggali hal-hal positif keberhasilan yang telah dan kekuatan yang dimiliki organisasi sebelum organisasi menapak pada tahap selanjutnya dan melakukan perencanaan perubahan melalui manajemen baja buat pertanyaan atur eksekusi gali mimpi dan jabarkan rencana
  • 20. modul 1.4 budaya positif Supaya pemimpin Pembelajaran dapat bersinergis dengan murid dalam mencapai tujuan pembelajaran, maka budaya positif perlu dilakukan. Murid merupakan aset utama di sekolah. Dengan pemetaan berbasis aset akan fokus pada hal-hal positif yang ada dalam diri murid, yang pada akhirnya akan menunjukkan budaya positif yang mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Pemimpin pembelajaran dalam mengelola sumber daya bukan sebagai penghukum, penguat rasa bersalah, teman atau pengawas, melainkan sebagai manajer. Sehingga bertanya atau membuat kesepakatan kelas, menanyakan Harapan dan apa yang Perlu diperbaiki, menumbuhkan disiplin dalam diri dan motivasi intrinsik.
  • 21. Modul 2.1 memenuhi kebutuhan murid Melalui pembelajaran berdiferensiasi Setiap murid memiliki latar belakang yang berbeda memiliki bakat dan minat yang berbeda, karena pada hakekatnya murid memiliki multi intelegensi sebagai pengelola sumber daya dalam pembelajaran. Kita harus menyadari bahwa setiap anak dilahirkan dalam kodrat yang berbeda-beda. Perbedaan itu sendiri adalah aset yang memperkaya keragaman, maka pembelajaran berdiferensiasi menjadi solusi terbaik untuk memfasilitasi dan menyatukan keragaman, berdasarkan bakat dan minat, kesiapan belajar, maupun profil belajar murid. Adapun strategi yang digunakan adalah strategi proses, strategi konten, dan strategi produk
  • 22. Modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional Pemimpin pembelajaran harus menyadari bahwa emosi menentukan bagaimana kita mengambil keputusan. Dan dalam mengelola sumber daya yang ada. Potensi emosional meliputi kesadaran diri atau pengenalan emosi, kesadaran sosial atau empati, pengelolaan diri atau pengelolaan emosi, dan fokus pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Keterampilan sosial atau resiliensi pembelajaran sosial emosional itu diperlukan agar semua warga sekolah memiliki kemampuan untuk mengenali emosi dan berempati. Pengelolaan diri yang baik memiliki keterampilan sosial dan mampu membuat keputusan yang bertanggung jawab, dengan demikian upaya untuk mengantarkan murid guru dan semua warga sekolah mencapai keselamatan dan kebahagiaan (wellbeing) dapat tercapai.
  • 23. Modul 2.3 Coaching Coaching menjadi salah satu proses menuntun belajar murid untuk mencapai kekuatan kodratnya, sebagai seorang Pamong. Guru dapat memberikan tuntunan melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif dan efektif agar kekuatan kodrat anak terpancar dari dirinya. Praktek coaching ini dilakukan untuk menuntun segala kekuatan kodrat agar murid, guru, dan semua warga sekolah dapat meningkatkan potensinya. Dengan proses coaching mereka akan mampu menemukan jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi sendiri, dan juga akan dapat menentukan tujuan yang diharapkan.
  • 24. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran Proses coaching bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan sumber daya untuk melakukan pengambilan keputusan baik yang sifat tempatnya Dilema etika maupun bujukan moral. Pengambilan keputusan yang kita ambil jika berdasarkan pada 9 langkah dalam mengambil keputusan, pemimpin pembelajaran tentu sudah mencerminkan pengajaran yang berpihak pada murid, yang memerdekakan murid, meski dalam prakteknya memilih Dilema Etika itu sangat sulit. Kemampuan seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan keputusan akan mempengaruhi pencapaian tujuan maksud pendidikan. Dengan demikian pemimpin dapat melakukan pemetaan aset dengan tepat dan dapat diterapkan secara optimal.
  • 25. Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan sumber daya Kemampuan seseorang pemimpin pembelajaran dalam mengelola 7 aset adalah modal utama di daerah dan sekolahnya adalah sebuah kekuatan untuk pencapaian tujuan pendidikan yakni mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (wellbeing).
  • 26. Sebelum mempelajari modul tiga: ini pemahaman saya tentang aset yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan di sekolah hanyalah sumber daya yang ada di sekolah seperti gedung dan sarana prasarana yang dimiliki sekolah. Sebelumnya saya tidak pernah memikirkan sumber daya atau aset atau modal yang dimiliki sekolah karena dalam pikiran saya hanya hanyalah seorang guru yang berkewajiban untuk mengajar. Namun setelah mempelajari modul 3.2 ini secara tidak langsung Saya menyadari sebenarnya sekolah memanfaatkan aset yang ada di sekitar sekolah seperti melakukan MOU dengan Puskesmas untuk kegiatan kesehatan maupun penyuluhan siswa. Ceritakan hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah anda mengikuti proses pembelajaran dalam Modul ini?
  • 27. Saya merasa senang banyak ilmu yang saya dapatkan baik secara mandiri maupun diskusi sesama rekan sejawat dan tentunya bisa diterapkan untuk membuat suatu program yang membawa dampak pada murid. Seorang pemimpin pembelajaran Harus berpikir kritis dan kreatif dalam mengelola sumber daya yang ada di sekolah dan daerah fokusnya adalah kelebihan yang dimiliki dengan mengesampingkan kekurangan.. Mengidentifikasi dan mengelola hal yang positif dalam kehidupan dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, menjadi inspirasi, dan menjadi kekuatan positif. Dengan begitu diharapkan bisa membawa dampak yang signifikan terhadap transformasi pendidikan baik dari aspek modal manusia, modal fisik, modal finansial, model politik, model alam / lingkungan, dan modal agama serta budaya. Ceritakan hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah anda mengikuti proses pembelajaran dalam Modul ini?