K E L O M P O K 6
KERJATIM
Indah Tri Budi (150422601975)
Intan Safinatun (150422601423)
Lorensha Damayanti (150422602988)
Tunjung Danianto (150422603712)
Umi Rosita (150422604908)
Yuniar Kurniasari (150422605503)
How to be a great TEAMWORK?
Bagaimana Tim dapat Membantu Efektivitas Organisasi
Membedakan Lingkungan Tim Baru dengan Kelompok Kerja
Tradisonal
Bagaimana Kelompok Menjadi Tim
Mengapa Kelompok terkadang Gagal
Membangun Tim yang Efektif
Metode yang digunakan untuk Hubungan Tim dengan Tim
Lainnya
Cara-cara Mengelola Konflik
KERJATIM
Pokok Bahasan
KONTRIBUSI TIM
Tim dapat meningkatkan produktivitas,
meningkatkan kualitas, dan mengurangi
biaya.
Tim dapat meningkatkan kecepatan
Tim juga memberikan banyak manfaat
bagi pelanggan
Apa yang dapat diberikan oleh sebuah tim ?
TIM DI LINGKUNGAN KERJA BARU
Lingkungan
Tradisional
•Pekerjaan didefinisikan
secara sempit
•Manajer menetukan dan
merencanakan pekerjaan
•Pelatihan silang dipandang
tidak efisien
•Kebanyakan informasi adalah
“properti manajemen”
Lingkungan
Tim
•Manajer dan anggota tim
bersama-sama menentukan
dan merencanakan pekerjaan
•Pekerjaan membutuhkan
keterampilan dan
pengetahuan luas
•Pelatihan silang menjadi
normal
•Sebagian besar informasi
tersedia bebas dan dibagikan
ke semua tingkatan
Jenis-
Jenis Tim
Tim
Paralel
Tim
Manaje-
men
Tim
Transnasi-
onal
Tim
Proyek &
Pengem-
bangan
Tim yang membuat atau
melakukan hal seperti
memproduksi, merakit,
menjual, atau
menyediakan layanan.
Tim Proyek &
Pengem-
bangan
Tim yang beroperasi secara
terpisah dari struktur kerja
reguler dari perusahaan dengan
dasar temporer untuk sementara
waktu.
Tim
Paralel
Tim
Manajemen
Tim yang mengkoordinasikan dan
memberikan arahan ke sub unit
dibawah yurisdiksi dan
mengintegrasikan pekerjaan
diantara sub unit.
Tim
Transnasional
Kelompok kerja yang terbentuk
dari anggota multinasional yang
aktivitasnya di berbagai negara.
Multikultural
Menyebar secara
geografis
Proyek yang
sangat kompleks
TIM SWAKELOLA
• kelompok yang tidak memiliki
tanggung jawab manajerial
Kelompok kerja
tradisional
• kelompok yang mengendalikan
keputusan mengenai pelaksanaan
Kelompok kerja
otonom
• kelompok kerja otonoim doimana
pekerja ilatih untuk melakukan seluruh
sebagian pekerjaan
Tim swakelola
• tim dengan tanggung jawab kelompok
kerja otonom.
Tim merancang
mandiri
•
PROSES
KELOMPOK
Forming
Storming
Norming
Performing
PERJALANAN WAKTU
Periode akritis saat forming
Periode titik tengah antara pertemuan
awal dan batas waktu
URUTAN PERKEMBANGAN : Dari
Kelompok ke Tim
1. Kepemimpinan pengawasan
2. Kepemimpinan partisipatif
3. Kepemimpinan tim
MENGAPA KELOMPOK TERKADANG
GAGAL?
Kegagalan kelompok disebabkan karena banyak hal
yang pada intinya yaitu :
adanya harapan
tidak realistis yang
memicu frustasi.
Masalah yang dihadapi
anggota tim
Kesalahan umum yang
berasal dari
problema
manajemen
Kurang adanya trust
Pengaturan yg tdk baik
Tim berusaha terlalu keras
Tdk ada chemistry
Terjadi masalah pribadi
MEMBANGUN TIM EFEKTIF
Efektifitas
Tim
Komitmen
KERJA TIM YANG EFEKTIF
Membantu
menentukan dan
membedakan produk
tim
Mendorong
komunikasi tim
Menyalurkan energi dan
memotivasi anggota tim
Memberikan umpan balik
mengenai kemajuan, sinyal
kemenangan tim (kekalahan)
Memastikan tim fokus
secara jelas pada hasil
KERJA TIM YANG EFEKTIF
Kemalasan Sosial Efek Fasilitas Sosial
Anggota
berbagi
perasaan
sedih
Analisis
dan
keputusan sulit
Anggota
berbagi
emosi positif
Kreatif
NORMA
Kepercayaan tentang bagaimana orang harus
berpikir dan berperilaku
Positif
Negatif
Pengaruh terhadap
karyawan
PERAN
PERAN
Spesialis Tugas
Spesialis
Pemeliharaan Tim
Peran adalah pengaturan yang berbeda dari harapan
tentang bagaimana individu yang berbeda harus
berperilaku.
Punya keahlian/
keterampilan
khusus
Menjaga dan
mengharmoniskan
hubungan anggota
KEKOMPAKAN
Kekompakan Penting untuk :
1. Memberikan kontribusi terhadap kepuasan anggota
2. Kekompakan memberikan dampak besar pada kinerja
Tugas
Tugas untuk menghasilkan output yang nyata
Tugas untuk membuat keputusan
Kekompakan = buruk
Kekompakan = positif
MENCIPTAKAN KEKOMPAKAN DAN
NORMA BERKINERJA TINGGI
Merekrut anggota dengan sikap, nilai, dan latar belakang sama
Mempertahankan tingkat penerimaan dan standar sosialisasi yang
tinggi
Menjaga agar tim tetap kecil
Membantu tim mencapai keberhasilan, dan mengumumkan hasil
kesuksesan tersebut
Jadilah pemimpin yang ikut berperan
Menyajikan tantangan dari luar tim
Berikan penghargaan atas kinerja tim
MENGELOLA HUBUNGAN LATERAL
Tim saling tergantung satu sama lain, terutama dalam
keadaan vakum
Hubungan dengan orang di
luar kelompok
Tim A
Tim
C
Tim
B
PENTING
MENGELOLA KE ARAH LUAR
Penjaga Gerbang
(Gate Keeper) Anggota tim yang tetap mengikuti informasi
terkini serta menginformasikan perkembangan
penting pada kelompoknya
Sumberdaya
Kecenderungan
Dukungan
Politik
Informasi
berupa
Dalam operasional
perusahaan/Industri
STRATEGI TIM UMUM
Menginformasikan
(Informing)
Mempertunjukkan
(Parading)
Menyelidiki
(Probing)
→ Internal versus Eksternal
Ketergantungan
dengan pihak luar
Ketergantungan
dengan pihak luar
Ketergantungan
dengan pihak luar
HUBUNGAN PERAN LATERAL
Mengelola hubungan dengan kelompok dan tim lain,
melaksanakan strategi memberi dan menerima
secara dinamis
memastikan koordinasi yang tepat diseluruh
sistem manajemen.
Berarti
Pola
Pengemba-
ngan
Hubungan
Kerja
Hubungan
Aliran Kerja
Hubungan
Jasa
Hubungan
Konsultasi
Hubungan
Audit
Hubungan
Stabilitas
Hubungan
Penghubung
POLA
PENGEMBANGAN
HUBUNGAN KERJA
Pendekatan yang
strategis untuk
membangun hubungan
yang konstruktif dan
lebih produktif
MENGELOLA KONFLIK
Konflik
Mengelola hubungan lateral
dengan baik
Transformasikepemimpinan
Komunikasi antarindividu
dalam kelompok
Kontak yang
banyak dan
beragam
Ambiguitas
Perbedaan
tujuan
Persaingan atas
kelangkaan sumber
daya
Perbedaan dalam
cara pandang
Perbedaan
kisaran waktu
Dapat diminimalisasi
dengan
GAYA KONFLIK
5 dasar pendekatan interpersonal untuk mengelola
konflik:
Kolaborasi
(Collaboration)
Bersaing
(Competing)
Kompromi (Compromise)
Akomodasi
(Accomodation)
Penghindaran
(Avoidance)
Kerja Sama
Kooperatif
Tegas
Tidak
Tegas
Tidak kooperatif
Ketegasan
MENJADI SEORANG MEDIATOR
① Melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi
tentang masalah/konflik
② Memutuskan bagaimana cara menyelesaikan pertikaian
③ Mengambil tindakan dengan menjelaskan alasan serta
memberikan nasihat
④ Menindaklanjuti hasil penyelesaian konflik
Strategi 4 tahapan dalam
menyelesaikan konflik :
KONFLIK ELEKTRONIK DAN VIRTUAL
Terjadi ketika:
Tim terpencar
secara
geografis
permasalahan
dalam bisni-ke-
bisnis e-commerce
Kerja Tim

Kerja Tim

  • 1.
    K E LO M P O K 6 KERJATIM Indah Tri Budi (150422601975) Intan Safinatun (150422601423) Lorensha Damayanti (150422602988) Tunjung Danianto (150422603712) Umi Rosita (150422604908) Yuniar Kurniasari (150422605503) How to be a great TEAMWORK?
  • 2.
    Bagaimana Tim dapatMembantu Efektivitas Organisasi Membedakan Lingkungan Tim Baru dengan Kelompok Kerja Tradisonal Bagaimana Kelompok Menjadi Tim Mengapa Kelompok terkadang Gagal Membangun Tim yang Efektif Metode yang digunakan untuk Hubungan Tim dengan Tim Lainnya Cara-cara Mengelola Konflik KERJATIM Pokok Bahasan
  • 3.
    KONTRIBUSI TIM Tim dapatmeningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas, dan mengurangi biaya. Tim dapat meningkatkan kecepatan Tim juga memberikan banyak manfaat bagi pelanggan Apa yang dapat diberikan oleh sebuah tim ?
  • 4.
    TIM DI LINGKUNGANKERJA BARU Lingkungan Tradisional •Pekerjaan didefinisikan secara sempit •Manajer menetukan dan merencanakan pekerjaan •Pelatihan silang dipandang tidak efisien •Kebanyakan informasi adalah “properti manajemen” Lingkungan Tim •Manajer dan anggota tim bersama-sama menentukan dan merencanakan pekerjaan •Pekerjaan membutuhkan keterampilan dan pengetahuan luas •Pelatihan silang menjadi normal •Sebagian besar informasi tersedia bebas dan dibagikan ke semua tingkatan
  • 5.
  • 6.
    Tim yang membuatatau melakukan hal seperti memproduksi, merakit, menjual, atau menyediakan layanan. Tim Proyek & Pengem- bangan Tim yang beroperasi secara terpisah dari struktur kerja reguler dari perusahaan dengan dasar temporer untuk sementara waktu. Tim Paralel
  • 7.
    Tim Manajemen Tim yang mengkoordinasikandan memberikan arahan ke sub unit dibawah yurisdiksi dan mengintegrasikan pekerjaan diantara sub unit. Tim Transnasional Kelompok kerja yang terbentuk dari anggota multinasional yang aktivitasnya di berbagai negara. Multikultural Menyebar secara geografis Proyek yang sangat kompleks
  • 8.
    TIM SWAKELOLA • kelompokyang tidak memiliki tanggung jawab manajerial Kelompok kerja tradisional • kelompok yang mengendalikan keputusan mengenai pelaksanaan Kelompok kerja otonom • kelompok kerja otonoim doimana pekerja ilatih untuk melakukan seluruh sebagian pekerjaan Tim swakelola • tim dengan tanggung jawab kelompok kerja otonom. Tim merancang mandiri
  • 9.
  • 10.
    PERJALANAN WAKTU Periode akritissaat forming Periode titik tengah antara pertemuan awal dan batas waktu
  • 11.
    URUTAN PERKEMBANGAN :Dari Kelompok ke Tim 1. Kepemimpinan pengawasan 2. Kepemimpinan partisipatif 3. Kepemimpinan tim
  • 12.
    MENGAPA KELOMPOK TERKADANG GAGAL? Kegagalankelompok disebabkan karena banyak hal yang pada intinya yaitu : adanya harapan tidak realistis yang memicu frustasi. Masalah yang dihadapi anggota tim Kesalahan umum yang berasal dari problema manajemen Kurang adanya trust Pengaturan yg tdk baik Tim berusaha terlalu keras Tdk ada chemistry Terjadi masalah pribadi
  • 13.
  • 14.
    KERJA TIM YANGEFEKTIF Membantu menentukan dan membedakan produk tim Mendorong komunikasi tim Menyalurkan energi dan memotivasi anggota tim Memberikan umpan balik mengenai kemajuan, sinyal kemenangan tim (kekalahan) Memastikan tim fokus secara jelas pada hasil
  • 15.
    KERJA TIM YANGEFEKTIF Kemalasan Sosial Efek Fasilitas Sosial
  • 16.
  • 17.
    NORMA Kepercayaan tentang bagaimanaorang harus berpikir dan berperilaku Positif Negatif Pengaruh terhadap karyawan
  • 18.
    PERAN PERAN Spesialis Tugas Spesialis Pemeliharaan Tim Peranadalah pengaturan yang berbeda dari harapan tentang bagaimana individu yang berbeda harus berperilaku. Punya keahlian/ keterampilan khusus Menjaga dan mengharmoniskan hubungan anggota
  • 19.
    KEKOMPAKAN Kekompakan Penting untuk: 1. Memberikan kontribusi terhadap kepuasan anggota 2. Kekompakan memberikan dampak besar pada kinerja Tugas Tugas untuk menghasilkan output yang nyata Tugas untuk membuat keputusan Kekompakan = buruk Kekompakan = positif
  • 20.
    MENCIPTAKAN KEKOMPAKAN DAN NORMABERKINERJA TINGGI Merekrut anggota dengan sikap, nilai, dan latar belakang sama Mempertahankan tingkat penerimaan dan standar sosialisasi yang tinggi Menjaga agar tim tetap kecil Membantu tim mencapai keberhasilan, dan mengumumkan hasil kesuksesan tersebut Jadilah pemimpin yang ikut berperan Menyajikan tantangan dari luar tim Berikan penghargaan atas kinerja tim
  • 21.
    MENGELOLA HUBUNGAN LATERAL Timsaling tergantung satu sama lain, terutama dalam keadaan vakum Hubungan dengan orang di luar kelompok Tim A Tim C Tim B PENTING
  • 22.
    MENGELOLA KE ARAHLUAR Penjaga Gerbang (Gate Keeper) Anggota tim yang tetap mengikuti informasi terkini serta menginformasikan perkembangan penting pada kelompoknya Sumberdaya Kecenderungan Dukungan Politik Informasi berupa Dalam operasional perusahaan/Industri
  • 23.
    STRATEGI TIM UMUM Menginformasikan (Informing) Mempertunjukkan (Parading) Menyelidiki (Probing) →Internal versus Eksternal Ketergantungan dengan pihak luar Ketergantungan dengan pihak luar Ketergantungan dengan pihak luar
  • 24.
    HUBUNGAN PERAN LATERAL Mengelolahubungan dengan kelompok dan tim lain, melaksanakan strategi memberi dan menerima secara dinamis memastikan koordinasi yang tepat diseluruh sistem manajemen. Berarti
  • 25.
  • 26.
    MENGELOLA KONFLIK Konflik Mengelola hubunganlateral dengan baik Transformasikepemimpinan Komunikasi antarindividu dalam kelompok Kontak yang banyak dan beragam Ambiguitas Perbedaan tujuan Persaingan atas kelangkaan sumber daya Perbedaan dalam cara pandang Perbedaan kisaran waktu Dapat diminimalisasi dengan
  • 27.
    GAYA KONFLIK 5 dasarpendekatan interpersonal untuk mengelola konflik: Kolaborasi (Collaboration) Bersaing (Competing) Kompromi (Compromise) Akomodasi (Accomodation) Penghindaran (Avoidance) Kerja Sama Kooperatif Tegas Tidak Tegas Tidak kooperatif Ketegasan
  • 28.
    MENJADI SEORANG MEDIATOR ①Melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan informasi tentang masalah/konflik ② Memutuskan bagaimana cara menyelesaikan pertikaian ③ Mengambil tindakan dengan menjelaskan alasan serta memberikan nasihat ④ Menindaklanjuti hasil penyelesaian konflik Strategi 4 tahapan dalam menyelesaikan konflik :
  • 29.
    KONFLIK ELEKTRONIK DANVIRTUAL Terjadi ketika: Tim terpencar secara geografis permasalahan dalam bisni-ke- bisnis e-commerce

Editor's Notes

  • #19 Norma Penting dan sangat bervariasi dari satu kelompok ke kelompok lain
  • #20 Perbedaannya dengan norma adalah norma berlaku umum bagi seluruh anggota tim, peran yang berbeda ada untuk anggota yang berbeda dalam struktur norma.
  • #21  sejauh mana kelompok menarik bagi anggotanya, anggota termotivasi untuk terap dalam kelompok, dan anggota memperngaruhi satu sama lain
  • #22 Kekompakan yang kuat akan mendorong sikap “keramahan” yang akan menjadi disfungsional. Tim harus terbuka