ORGANISASI DAN MANAJEMEN  Disampaikan oleh: AGUS MAULANA
SASARAN MEMAHAMI PENTINGNYA ORGANISASI DALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN MENGETAHUI PRINSIP-PRINSIP DASAR ORGANISASI DAN MANAJEMEN MEMAHAMI PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN DAPAT MERUMUSKAN VISI/MISI DAN MENJABARKANNYA KE DALAM SASARAN YANG REALISTIK DAN DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN.
TOPIK BAHASAN PRINSIP-PRINSIP DASAR ORGANISASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI ALOKASI SUMBER DAYA DALAM ORGANISASI JENIS-JENIS ORGANISASI PERUMUSAN VISI DAN MISI PENETAPAN TUJUAN DAN SASARAN MENYUSUN RENCANA AKSI
Buku Sumber Principles of Management; Drucker, P Learning From Future; Thurow, L Knowledge Creating Organization; Nonaka, I Competing for the future; Hamel, G & Prahald, Ck Manajemen Stratejik untuk Organisasi Publik; Salusu, JP
PRINSIP DASAR ORGANISASI Organisasi Berkinerja Tinggi
Pengertian Organisasi adalah  sekelompok orang  yang secara sadar  mengatur  diri untuk mencapai  tujuan  tertentu.  Organisasi  dapat beranggotakan mulai dari hanya dua orang hingga puluhan atau ratusan ribu orang.
Aspek penting dalam PENCAPAIAN TUJUAN VISI Sosok dan penampilan organisasi yang ingin dicapai jika organisasi berjalan secara semestinya  MISI Bidang operasi/usaha yang digeluti untuk mencapai visi  NILAI Prinsip-prinsip yang digunakan sebagai acuan dan panduan semua kegiatan organisasi, yang menentukan kepribadian dan budaya organisasi.  STRATEGI Pendekatan utama untuk mencapai tujuan SISTEM & PROSES Pembagian dan Pengaturan kerja dalam organisasi. (Departemen, program, divisi, tim, perencanaan, kebijakan, prosedur, dll).
ORGANISASI sebagai SISTEM PROSES INPUT OUTPUT OUTCOME Feedback Bahan Baku Uang Teknologi Manusia  digerakkan diselaraskan dikoordinasi Produk Jasa Pekerjaan Kualitas hidup
SHAREHOLDER CUSTOMER EMPLOYEES SECURITY & INCREASE BENEFIT HIGH QUALITY & LOW PRICE HEALTHY, QUICK & HIGH RETURN
FINANSIAL INOVASI & PERBAIKAN PROSES BISNIS CUSTOMER VALUE PEOPLE BUDAYA PENDAPATAN BIAYA LABA
KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI
KEPRIBADIAN PEMIMPIN Memiliki visi: gambaran tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, dan bagaimana menghadapi kendala yang ada. Membangkitkan semangat dan memberi inspirasi. Memiliki integritas: mengenal kekuatan dan kelemahan diri, dedikasi terhadap cita-cita, matang dan dapat bekerjasama. Terbuka dan berani: inovatif, mampu belajar dari pengalaman dan kesalahan, berani mengambil risiko Dapat dipercaya
LANDASAN KEPEMIMPINAN Visi Trust/komunikasi Komitmen
TEORI X DARI MCGREGOR Orang tidak suka bekerja, dan jika mungkin, ingin menghindarinya Agar orang mau bekerja, dia perlu diperintah, diawasi, dipaksa, dan diancam Orang lebih suka diperintah dan menghindari tanggung jawab, tidak memiliki ambisi tinggi, dan sangat mengutamakan jaminan keamanan
TEORI Y DARI MCGREGOR Pada hakikatnya upaya fisik dan mental untuk bekerja adalah sama dengan waktu santai/istirahat Orang suka mengarahkan dan mengendalikan dirinya untuk mencapai tujuan, asalkan tujuan tersebut disepakatinya Menyepakati tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan untuk memperoleh penghargaan atas prestasi Orang bersedia menerima, bahkan mencari tanggung jawab Kemampuan imajinasi, kecerdasan, dan kreativitas dalam memecahkan masalah tidak dimiliki hanya oleh segelintir orang saja Potensi intelektual manusia baru termanfaatkan sebagian saja
MODEL KEBUTUHAN KEPEMIMPINAN  TIGA LINGKARAN ( JOHN ADAIR ) KEBUTUHAN TUGAS KEBUTUHAN KELOMPOK KEBUTUHAN INDIVIDUAL
DUA PERILAKU KEPEMIMPINAN PERILAKU DIREKTIF PERILAKU SUPORTIF
PERILAKU DIREKTIF Pemimpin membuat semua keputusan Pemimpin memiliki wewenang karena posisinya Pemimpin merupakan sumber penghargaan dan hukuman Iklim tidak terbuka Pekerjaan dirumuskan secara rinci Standar kerja diterapkan secara kaku
PERILAKU DIREKTIF EFEKTIF PADA: Bawahan baru dan belum berpengalaman Situasi darurat Moral karyawan rendah rendah dan perlu pembenahan Perubahan yang mendadak dan besar-besaran
PERILAKU DIREKTIF TIDAK EFEKTIF PADA: Bawahan yang berpengalaman Kelompok kerja yang sudah mapan dan mandiri Situasi yang memerlukan kerjasama Situasi yang memerlukan peningkatan semangat dan sikap
PERILAKU SUPORTIF Memberikan kebebasan bagi kelompok dalam merumuskan sasaran dan berkarya Delegasi tanggung jawab sesuai pengetahuan/pengalaman bawahan Mendorong kerjasama yang mengarah ke peningkatan produktivitas/kreativitas Memberi perhatian terhadap kebutuhan bawahan
PERILAKU SUPORTIF EFEKTIF PADA: Bawahan yang terlatih dan berpengalaman Kerjasama dan kinerja kelompok sudah baik Situasi yang memerlukan peningkatan semangat dan sikap Pekerjaan rutin dan tidak berisiko besar
PERILAKU SUPORTIF TIDAK EFEKTIF PADA: Situasi yang memerlukan penertiban disiplin bawahan Situasi darurat Kelompok kerja yang belum berpengalaman Risiko pekerjaan besar
DUA KEKUATAN (POWER) YANG DIMILIKI PEMIMPIN Position power Personal power
POSITION POWER (1) Legitimate power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan berhak memberikan tugas karena jabatan/posisinya. Reward power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan adalah sumber pemberian imbalan jika bawahan melaksanakan tugasnya.
POSITION POWER (2) Coercive power: kekuasaan atas dasar perasaan takut karena atasan dipersepsikan akan memberikan hukuman jika bawahan tidak melaksanakan tugas. Connection power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan mempunyai hubungan dengan pejabat yang berpengaruh sehingga bawahan bersedia melaksanakan tugas dengan harapan mendapatkan hubungan baik dari pejabat yang dimaksud.
PERSONAL POWER Expert power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan memiliki pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan bawahan untuk mencapai tujuan mereka. Information power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan memiliki informasi/jalur informasi yang berharga bagi mereka. Refferent power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa berinteraksi dengan atasan adalah hal yang menyenangkan.
Pengambilan  keputusan dan ide pada atasan bersama bawahan Tanggung jawab pengambil  keputusan dan implementasi pada bawahan Memberi instruksi yang spesifik dan supervisi yang  ketat Menjelaskan keputusan dan memberi  kesempatan bertanya KEPEMIMPINAN ANTISIPATIF/SITUASIONAL PERILAKU (GAYA) PEMIMPIN (TINGGI) (RENDAH) (TINGGI) S4 S3 S2 S1 PERILAKU BERDASARKAN TUGAS (ARAHAN) TELAH MATANG TINGGI RENDAH PERILAKU  MENDUKUNG KESIAPAN BAWAHAN Delegating Participating Selling Telling Mampu dan  mau Mampu tetapi  tidak mau Tidak mampu tetapi  mau Tidak mampu dan tidak mau R4 R3 R2 R1
 
TINGKAT KEMATANGAN/KESIAPAN BAWAHAN (FOLLOWER READINESS) Tingkat kesiapan bawahan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu berdasarkan kemampuan mereka (pengetahuan, pengalaman, keterampilan) serta kemauan mereka (rasa percaya-diri, motivasi, komitmen). Tingkat kematangan berkaitan dengan masalah  ability  dan  willingness.
TELLING Komunikasi satu arah Pembagian tugas dilakukan pemimpin Pelaksanaan tugas diarahkan pemimpin Bawahan hanya menerima perintah/petunjuk dari pemimpin
GAYA  TELLING  COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Kurang memiliki pengetahuan/pengalaman Kurang mengetahui prosedur kerja Takut memikul tanggung jawab Kurang memiliki dedikasi terhadap pekerjaan
SELLING Pembagian tugas ditentukan oleh pemimpin Komunikasi dua-arah Pelaksanaan tugas diawasi oleh pemimpin Pemimpin menjelaskan tugas/keputusan Pemimpin mendengarkan ide, pendapat, saran dari bawahan
GAYA SELLING COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas Kurang mengetahui prosedur kerja Ingin memikul tanggung jawab berprestasi Memiliki dedikasi terhadap pekerjaan
PARTICIPATING Komunikasi dua arah, pemimpin banyak mendengarkan Saling bertukar gagasan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan Keputusan dibuat bersama dan pemimpin mendukung usaha-usaha yang dilakukan bawahan
GAYA  PARTICIPATING  COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan Mengetahui prosedur kerja Ragu/tidak yakin mampu memikul tanggung jawab Kurang berdedikasi pada pekerjaan
DELEGATING Peran pemimpin adalah merumuskan masalah dan menunjukkan jalur informasi Pemimpin menyerahkan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kepada bawahan Pemimpin hanya menerima laporan untuk hal-hal yang sangat penting saja
GAYA  DELEGATING  COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan Sangat menguasai prosedur kerja Sangat ingin memikul tanggung jawab Memiliki keinginan kuat untuk berprestasi Sangat berdedikasi pada pekerjaan
RESOURCE ALLOCATION (ALOKASI SUMBER DAYA) MANAGING COST EFFECTIVENESS (MEMANAJEMENI BIAYA SECARA EFEKTIF)
ALOKASI SUMBER DAYA (1) Keputusan alokasi sumber daya adalah rencana untuk memanfaatkan  sumber daya yang tersedia , untuk mencapai tujuan organisasi. Rencana ini mengandung dua komponen:  Keputusan alokasi dasar;  Mekanisme kontinjensi
MENGAPA PERLU ALOKASI SUMBER DAYA?   Adanya keterbatasan sumber daya Perlunya efektivitas  Perlunya efisiensi Perlunya pengendalian Upaya pelestarian sumber daya “ menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya lebih sedikit”
LANGKAH-LANGKAH ALOKASI Identifikasi alternatif Identifikasi tujuan dan sasaran  Susun prioritas sasaran  Ukur kontribusi setiap alternatif  Temukan kombinasi alternatif terbaik
EMPAT KATEGORI ORGANISASI Private for profit Private quasi-public Private nonprofit Public oganization
Private for profit Organisasi swasta yang menggantungkan kehidupannya pada pasar
Private quasi-public Organisasi yang dibentuk pemerintah kemudian diberi hak monopoli dalam bisnis tertentu
Private nonprofit Organisasi swasta yang tidak menjadikan keuntungan sebagai motif utamanya dalam melayani masyarakat
Public organization Badan pemerintah yang mengemban tugas tertentu, seperti memungut pajak atau memberikan pelayanan tertentu
PERBEDAAN ANTARA ORGANISASI PUBLIK DAN ORGANISASI BISNIS Faktor lingkungan: - Hubungan dengan pasar - Kendala formalitas dan hukum - Pengaruh politik Transaksi dengan lingkungan: - Monopoli sulit dihindari - Dampak luas - Pengamatan oleh publik - Harapan masyarakat Proses dan Struktur internal: - Sasaran dan kriteria kompleks - Birokratik - Hati-hati dan kaku - Merit system sulit - Kepuasan kerja karyawan kurang
PEMANFAATAN KEUNTUNGAN OLEH ORGANISASI NONPROFIT Public benefit Mutual benefit Private benefit
KLASIFIKASI ORGANISASI NONPROFIT Badan pemerintahan yang dibentuk dengan UU dan diberi wewenang untuk melakukan tindakan tertentu  Organisasi swasta atau independen nonprofit Organisasi swasta kuasi-pemerintah
PARADIGMA BARU PEMERINTAH YANG BERFOKUS MASYARAKAT (I)  Pemerintah bekerjasama dengan elemen-elemen masyarakat untuk menentukan visi, misi, dan tujuan. Masyarakat melaksanakan aktivitas dengan dukungan dan arahan pemerintah. Pemerintah memberdayakan masyarakat. Pemerintah mengembangkan iklim/semangat kompetisi yang sehat Pemerintah merangsang kreativitas masyarakat. Pemerintah berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Pemerintah berorientasi pada kepuasan masyarakat. Pemerintah membuat sendiri kebijakan dan melaksanakan sendiri semua aktivitas. Pemerintah melayani masyarakat. Pemerintah tidak mengembangkan iklim/semangat kompetisi yang sehat Pemerintah menerbitkan berbagai juklak  juknis yang ketat dan kaku bagi aparatnya. Pemerintah berorientasi pada anggaran dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Pemerintah berorientasi pada kepuasan birokrat. Paradigma Baru Paradigma Lama
PARADIGMA BARU PEMERINTAH BERFOKUS MASYARAKAT (II) Pemerintah kreatif dalam mencari dana pembangunan melalui kerjasama yang saling mengntungkan dengan berbagai elemen masyarakat yang potensial. Pemerintah bersikap antisipatif dan proaktif untuk mencegah timbulnya masalah dengan membangun komunikasi dan interaksi aktif dengan berbagai elemen penting dalam masyarakat. Orientasi pola kerja pada kerjasama dan partisipasi aktif melalui pembentukan dan pengembangan kelompok-kelompok pengendalian kualitas pelayanan masyarakat. Ada indikator dan target kinerja yang jelas yang difokuskan pada kepuasan masyarakat, yang secara transparan dapat dievaluasi oleh semua pihak yang berkepentingan. Pemerintah tidak kreatif dalam mencari dana pembangunan, hanya mengandalkan anggaran dari atas. Pemerintah bersikap reaktif, hanya menyelesaikan masalah yang telah ada. Orientasi pola kerja pada hirarki yang ketat, hubungan atasan-bawahan kaku dan birokratis. Tidak ada indikator dan target kinerja yang jelas yang berhubungan dengan kepuasan masyarakat.  Paradigma Baru Paradigma Lama
PERBEDAAN TUJUAN SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR PUBLIK Tujuan utama sektor bisnis adalah maksimalisasi hasil-hasil finansial untuk kepentingan pemegang saham. Tujuan utama sektor publik adalah keseimbangan pertanggungjawaban finansial (anggaran) melalui pelayanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan visi dan misi organisasi.
PERBEDAAN FOKUS SEKTOR BISNIS DAN SEKTOR PUBLIK Fokus utama sektor bisnis adalah pelanggan dan pemegang saham. Fokus utama sektor publik adalah masyarakat dan kelompok-kelompok yang berkepentingan.
ORGANISASI YANG LUAR BIASA BUKANLAH ORGANISASI YANG TERDIRI DARI ORANG-ORANG LUAR BIASA, MELAINKAN ORGANISASI YANG MAMPU MEMBUAT ORANG-ORANG BIASA DI DALAMNYA MAMPU MENGHASILKAN SESUATU YANG LUAR BIASA. UNTUK ITU DIBUTUHKAN PROSES MANAJEMEN GUNA MENGARAHKAN ORGANISASI SESUAI TUJUAN DIBENTUKNYA ORGANISASI TERSEBUT. LANGKAH AWAL UNTUK ITU ADALAH PERUMUSAN VISI/MISI ORGANISASI.
MANAJEMEN PROSES  PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING, CONTROLLING  UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI PROSES SISTEMATIK GUNA MENDORONG SEKELOMPOK ORANG UNTUK SECARA BERSAMA-SAMA MENCAPAI TUJUAN YANG DISEPAKATI BERSAMA
MENGAPA ORGANISASI PERLU MANAJEMEN??? Anggota organisasi berasal dari latar-belakang yang  berbeda-beda sehingga mempunyai sistem nilai yang berbeda-beda pula. Motivasi menjadi anggota mungkin berbeda-beda. Organisasi merupakan kumpulan beragam kompetensi, bukan hanya kumpulan beragam orang.
ORGANISASI YANG EFEKTIF MEMBUTUHKAN: Visi dan Misi yang khas organisasi sebagai pengikat/pemersatu anggota Sasaran yang  SMART  sebagai pedoman arah yang jelas bagi anggota Strategi yang jelas Program yang rinci
VISI WHAT DO WE WANT TO BECOME? IMPIAN TENTANG MASA DEPAN ORGANISASI DISEPAKATI OLEH SEMUA ANGGOTA ORGANISASI
RUMUSAN VISI YANG EFEKTIF HARUS: Dirasakan sangat dibutuhkan  Memberikan kepuasan Memberikan tantangan yang berarti Menghargai pencapaian masa lalu Memberikan gambaran masa depan yang jelas
MISI WHA T “ BUSINESS” ARE WE IN? WHAT IS UNIQUE ABOUT OUR ORGANIZATION? WHO ARE OUR “CUSTOMERS”? WHAT ARE OUR PRIME “PRODUCTS”, PRESENT AND FUTURE WHAT SPECIAL CONSIDERATIONS DO WE HAVE DUE TO OUR STAKEHOLDERS?
PENTINGNYA VISI DAN MISI Memastikan adanya kesamaan tujuan Basis untuk alokasi sumber daya Menjadi dasar bagi iklim organisasi Titik fokus bagi setiap anggota organisasi Membantu penerjemahan tujuan organisasi ke dalam struktur kegiatan Membantu penetapan tolok ukur pencapaian kinerja
KARAKTERISTIK MISI Tidak terlalu sempit dan tidak terlalu umum Berorientasi pada  stakeholders Antisipasi perubahan/perkembangan lingkungan (masyarakat) Mengandung kesadaran akan tanggung jawab sosial
KOMPONEN MISI Pihak yang dilayani Jenis layanan yang diberikan Wilayah geografis yang dilayani Teknologi Perhatian pada kelangsungan hidup dan perkembangan organisasi Filosofi (kepercayaan, nilai, aspirasi, etik) Kompetensi atau keunggulan utama Perhatian pada citra organisasi di mata masyarakat Perhatian pada kepentingan anggota organisasi
RUMUSAN MISI Mendefinisikan bidang kegiatan organisasi dan apa yang ingin dicapai Membedakan organisasi dari organisasi yang lain Cukup spesifik untuk membatasi bidang kegiatan yang digarap, tetapi cukup luas untuk mengantisipasi pertumbuhan di masa mendatang Berfungsi sebagai kerangka untuk mengevaluasi kegiatan saat ini dan mendatang Cukup jelas sehingga dapat dipahami seluruh anggota organisasi
ANALISIS KEBUTUHAN  STAKEHOLDERS UNTUK DAPAT MERUMUSKAN VISI DAN MISI YANG SESUAI, ORGANISASI PERLU TERLEBIH DULU MENGIDENTIFIKASI  STAKEHOLDERS  DAN KEBUTUHAN MEREKA.
LANGKAH-LANGKAH ANALISIS KEBUTUHAN  STAKEHOLDERS IDENTIFIKASI PARA  STAKEHOLDERS  ORGANISASI SUSUN PERINGKAT KEPENTINGAN (PRIORITAS)  STAKEHOLDERS  BAGI ORGANISASI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN  STAKEHOLDERS  PRIORITAS SUSUN PRIORITAS KEBUTUHAN YANG AKAN DIPENUHI ORGANISASI
SASARAN YANG  SMART Specific (spesifk) Measurable (dapat diukur) Acceptable (disepakati) Realistic (sesuai dengan kondisi internal dan eksternal) Time Oriented (berbatas waktu yang jelas)
STRATEGI Cara sistematik untuk mencapai sasaran organisasi Uraian tentang alokasi sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi
PROGRAM ORGANISASI Uraian rinci tentang aktivitas yang akan dilakukan sebagai implementasi strategi Harus mencantumkan rincian aktivitas, penanggung-jawab, batas waktu, sumber daya yang dibutuhkan, tolok-ukur dan aktivitas pengendalian, tolok-ukur pencapaian
PENETAPAN TUJUAN  (GOAL SETTING) “ Berawal dari akhir”
APA : TUJUAN  TUJUAN / GOAL adalah pernyataan tentang hasil dari apa yang direncanakan dan dikerjakan. Ini berkenaan dengan apa yang akan dilakukan   Dilihat dari perspektif yang luas Menunjukkan pernyataan niat.
APA : TUJUAN Tujuan hendaknya :  REALISTIS,  DAPAT DIKELOLA,  DAPAT DICAPAI DISEPAKATI
APA : GOAL TUJUAN vs SASARAN Tujuan menyatakan APA YG INGIN DICAPAI Sasaran adalah APA YG HARUS DIPEROLEH UTK MENCAPAI TUJUAN (Sasaran merupakan jabaran dari Tujuan)
APA : TUJUAN TUJUAN vs SASARAN CONTOH Tujuan: Meningkatkan jumlah pemegang  polis X Sasaran: - Seluruh anggota pasar sasaran mengetahui adanya polis X . - 60% anggota pasar sasaran menjadi pemegang polis X.
APA : penetapan tujuan “ Menetapkan apa yg ingin dicapai dan rencana utk mencapainya” Menetapkan tujuan adalah upaya menciptakan masa depan  Menetapkan tujuan adalah langkah awal untuk mewujudkan mimpi, gagasan atau harapan, menjadi kenyataan
MENGAPA PERLU MENETAPKAN TUJUAN? (I) “ Visi tanpa aksi hanyalah mimpi. Aksi tanpa  visi adalah mimpi- buruk!” “ Ketika saya bermimpi, orang lain terjaga dan mewujudkan mimpi saya”
MENGAPA PERLU MENETAPKAN TUJUAN? (II) Merupakan alat pengendali tindakan Menjadi dasar evaluasi kinerja individu dan kelompok Menjadi pedoman arah bersama
MENETAPKAN TUJUAN 1.   Bulatkan tekad  untuk mencapai tujuan.  2.   Tuliskan tujuan secara jelas.  3.   Identifikasi hambatan dan cara mengatasinya.  4. Tetapkan batas waktu yang realistis.  5.   Susun rencana:  daftar kegiatan dan  prioritasnya   6.   Dapatkan gambaran mental yang jelas tentang tujuan  7.   Persisten dan konsisten.
BULATKAN TEKAD UNTUK MENCAPAI TUJUAN Apakah tujuan ini memang penting? Apa saja manfaat/keuntungan bila tujuan ini tercapai? Apa akibat negatif bila tujuan ini tidak tercapai?
MANFAAT MENCAPAI TUJUAN Saya akan menjadi ….. Saya bisa memiliki…. Perusahaan akan menguasai …. Unit saya akan … Karyawan akan… … … …
TULISKAN TUJUAN DENGAN JELAS Tujuan yang tertulis dan terumuskan secara jelas secara lambat-laun akan tertanam di bawah-sadar dan menjadi pemicu tindakan sadar.
TULISKAN TUJUAN ANDA SECARA JELAS  TUJUAN SAYA Saya ingin menjadi yang terbaik di kelas ….. Mencapai penjualan 50 persen lebih tinggi daripada tahun lalu. Meningkatkan kinerja unit hingga dua kali lipat… Meningkatkan efisiensi sebesar 30 persen Mengurangi kesalahan hingga  … Menekan angka komplain menjadi maksimal dua persen… Meningkatkan nilai premi sebesar… … …
Identifikasi hambatan dan kemungkinan cara mengatasinya Hambatan dapat berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, organisasi dsb. Buatlah daftar yang jelas dan rinci dan analisislah. …… .. …… .. …… .. ……… …… … .. … .. … . Cara mengatasi hambatan
Anda dapat membuat, misalnya, tabel seperti berikut ini: STEP 4.  TETAPKAN BATAS WAKTU YANG REALISTIS.   Analisislah waktu yang anda perlukan untuk mencapai tujuan. Kemudian tetapkan batas waktu yang wajar. kuar 4 kuar 3 kuar 2 kuar 1 … .. …… … .. … ..  …… … .. … .. … . Batas waktu tujuan
Buatlah rincian langkah-langkah sebelumnya dan susun rencana.  Buat daftar aktivitas secara cermat dan susun prioritasnya.  KW 2 5 4 3 2 1 KW 4 KW 3 KW 1 BATAS WAKTU PRIORITAS TUJUAN No
CIPTAKAN GAMBARAN MENTAL YANG JELAS  TENTANG TUJUAN ANDA.   Anda harus mampu membayangkan seperti apa keadaan yang terjadi bila tujuan tersebut tercapai.  Bayangkanlah, misalnya:  Senyum nasabah ketika berkunjung Kebahagiaan karyawan ketika menerima bonus Kebanggaan keluarga terhadap prestasi kita Rumah indah yang kita dapatkan
DUKUNG RENCANA ANDA DENGAN PERSISTENSI.  Jangan pernah menyerah terhadap hambatan/kegagalan. ANDA HARUS MEMILIKI KETEGARAN MENTAL JIKA MENGHADAPI MASALAH, BERPIKIRLAH::  “ apa yang perlu saya lakukan agar ini berhasil!"  Sadarilah!! Kebiasaan/pikiran negatif sukar dihilangkan,  Tetapi anda harus menghilangkannya..
Rencana Tindakan (Action Plan) Rencana tindakan adalah cara untuk memastikan bahwa tujuan anda kongkrit/realistis.  Rencana tindakan terdiri atas sejumlah tindakan atau perubahan. Perlu diingat!!! Tujuan dan sasaran menjadi lebih efektif bila dikaitkan dengan rencana tindakan
KOMPONEN-KOMPONEN RENCANA TINDAKAN WHY WHAT WHO   WHEN   WHAT RESOURCES
WHY Mengapa tindakan (aksi) ini dilakukan? Tuliskan rumusan tujuan sebagai butir pertama pada lembar kerja rencana tindakan. Tujuan yang dirumuskan secara jelas membantu komunikasi dengan sesama anggota mengapa langkah tertentu dilakukan dan apa yang diharapkan akan dicapai setelah langkah-langkah ini diambil.
WHAT Apa langkah/tindakan penting yang akan dilakukan?   Uraikan setiap langkah atau tugas penting secara rinci.  (Ini merupakan jabaran rinci dari tujuan) Tujuan yang terjabarkan secara rinci memudahkan anda untuk memanajemeninya.  Langkah yang rinci juga membantu anda mengantisipasi hambatan yang mungkin muncul selama langkah tindakan.
WHO & WHOM Siapa yang akan melaksanakan tindakan/langkah ini? Siapa yang bertanggung-jawab untuk melakukan apa? Siapa saja yang perlu dilibatkan dan siapa yang harus mengambil keputusan jika diperlukan?
WHEN Kapan langkah ini dilakukan dan berapa lama? Orang cenderung bekerja lebih efisien bila mereka mengetahui batas waktu yang tersedia.  Menetapkan batas waktu membantu anda untuk menyusun strategi yang lebih baik bagi setiap rangkaian tindakan guna memenuhi batas waktu.
WHAT RESOURCES Apa saja sumber daya yang dibutuhkan? Sumber daya dapat mencakup uang, waktu, orang, lokasi, peralatan, dsb.  Sumber daya dapat berasal dari dalam dan dari luar organisasi.  Pastikanlah sumber daya yang diperlukan tersedia pada saat dibutuhkan. Periksa secara cermat apakah sumber daya tersebut benar-benar dibutuhkan.
LEMBAR KERJA RENCANA TINDAKAN Tanggal rapat berikut : Hambatan yang diperkirakan? SUMBER DAYA (WHAT RESOURCES) KERANGKA WAKTU  (WHEN) PJ (WHO) LANGKAH LANGKAH PENTING  (WHAT ) TARGET TANGGAL SELESAI TANGGAL HARI INI TUJUAN  (WHY)
Terimakasih Semoga bermanfaat

Organisasi Dan Manajemen

  • 1.
    ORGANISASI DAN MANAJEMEN Disampaikan oleh: AGUS MAULANA
  • 2.
    SASARAN MEMAHAMI PENTINGNYAORGANISASI DALAM RANGKA MENCAPAI TUJUAN MENGETAHUI PRINSIP-PRINSIP DASAR ORGANISASI DAN MANAJEMEN MEMAHAMI PRINSIP DASAR KEPEMIMPINAN DAPAT MERUMUSKAN VISI/MISI DAN MENJABARKANNYA KE DALAM SASARAN YANG REALISTIK DAN DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN.
  • 3.
    TOPIK BAHASAN PRINSIP-PRINSIPDASAR ORGANISASI KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI ALOKASI SUMBER DAYA DALAM ORGANISASI JENIS-JENIS ORGANISASI PERUMUSAN VISI DAN MISI PENETAPAN TUJUAN DAN SASARAN MENYUSUN RENCANA AKSI
  • 4.
    Buku Sumber Principlesof Management; Drucker, P Learning From Future; Thurow, L Knowledge Creating Organization; Nonaka, I Competing for the future; Hamel, G & Prahald, Ck Manajemen Stratejik untuk Organisasi Publik; Salusu, JP
  • 5.
    PRINSIP DASAR ORGANISASIOrganisasi Berkinerja Tinggi
  • 6.
    Pengertian Organisasi adalah sekelompok orang yang secara sadar mengatur diri untuk mencapai tujuan tertentu. Organisasi dapat beranggotakan mulai dari hanya dua orang hingga puluhan atau ratusan ribu orang.
  • 7.
    Aspek penting dalamPENCAPAIAN TUJUAN VISI Sosok dan penampilan organisasi yang ingin dicapai jika organisasi berjalan secara semestinya MISI Bidang operasi/usaha yang digeluti untuk mencapai visi NILAI Prinsip-prinsip yang digunakan sebagai acuan dan panduan semua kegiatan organisasi, yang menentukan kepribadian dan budaya organisasi. STRATEGI Pendekatan utama untuk mencapai tujuan SISTEM & PROSES Pembagian dan Pengaturan kerja dalam organisasi. (Departemen, program, divisi, tim, perencanaan, kebijakan, prosedur, dll).
  • 8.
    ORGANISASI sebagai SISTEMPROSES INPUT OUTPUT OUTCOME Feedback Bahan Baku Uang Teknologi Manusia digerakkan diselaraskan dikoordinasi Produk Jasa Pekerjaan Kualitas hidup
  • 9.
    SHAREHOLDER CUSTOMER EMPLOYEESSECURITY & INCREASE BENEFIT HIGH QUALITY & LOW PRICE HEALTHY, QUICK & HIGH RETURN
  • 10.
    FINANSIAL INOVASI &PERBAIKAN PROSES BISNIS CUSTOMER VALUE PEOPLE BUDAYA PENDAPATAN BIAYA LABA
  • 11.
  • 12.
    KEPRIBADIAN PEMIMPIN Memilikivisi: gambaran tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, dan bagaimana menghadapi kendala yang ada. Membangkitkan semangat dan memberi inspirasi. Memiliki integritas: mengenal kekuatan dan kelemahan diri, dedikasi terhadap cita-cita, matang dan dapat bekerjasama. Terbuka dan berani: inovatif, mampu belajar dari pengalaman dan kesalahan, berani mengambil risiko Dapat dipercaya
  • 13.
    LANDASAN KEPEMIMPINAN VisiTrust/komunikasi Komitmen
  • 14.
    TEORI X DARIMCGREGOR Orang tidak suka bekerja, dan jika mungkin, ingin menghindarinya Agar orang mau bekerja, dia perlu diperintah, diawasi, dipaksa, dan diancam Orang lebih suka diperintah dan menghindari tanggung jawab, tidak memiliki ambisi tinggi, dan sangat mengutamakan jaminan keamanan
  • 15.
    TEORI Y DARIMCGREGOR Pada hakikatnya upaya fisik dan mental untuk bekerja adalah sama dengan waktu santai/istirahat Orang suka mengarahkan dan mengendalikan dirinya untuk mencapai tujuan, asalkan tujuan tersebut disepakatinya Menyepakati tujuan merupakan bagian yang erat hubungannya dengan kebutuhan untuk memperoleh penghargaan atas prestasi Orang bersedia menerima, bahkan mencari tanggung jawab Kemampuan imajinasi, kecerdasan, dan kreativitas dalam memecahkan masalah tidak dimiliki hanya oleh segelintir orang saja Potensi intelektual manusia baru termanfaatkan sebagian saja
  • 16.
    MODEL KEBUTUHAN KEPEMIMPINAN TIGA LINGKARAN ( JOHN ADAIR ) KEBUTUHAN TUGAS KEBUTUHAN KELOMPOK KEBUTUHAN INDIVIDUAL
  • 17.
    DUA PERILAKU KEPEMIMPINANPERILAKU DIREKTIF PERILAKU SUPORTIF
  • 18.
    PERILAKU DIREKTIF Pemimpinmembuat semua keputusan Pemimpin memiliki wewenang karena posisinya Pemimpin merupakan sumber penghargaan dan hukuman Iklim tidak terbuka Pekerjaan dirumuskan secara rinci Standar kerja diterapkan secara kaku
  • 19.
    PERILAKU DIREKTIF EFEKTIFPADA: Bawahan baru dan belum berpengalaman Situasi darurat Moral karyawan rendah rendah dan perlu pembenahan Perubahan yang mendadak dan besar-besaran
  • 20.
    PERILAKU DIREKTIF TIDAKEFEKTIF PADA: Bawahan yang berpengalaman Kelompok kerja yang sudah mapan dan mandiri Situasi yang memerlukan kerjasama Situasi yang memerlukan peningkatan semangat dan sikap
  • 21.
    PERILAKU SUPORTIF Memberikankebebasan bagi kelompok dalam merumuskan sasaran dan berkarya Delegasi tanggung jawab sesuai pengetahuan/pengalaman bawahan Mendorong kerjasama yang mengarah ke peningkatan produktivitas/kreativitas Memberi perhatian terhadap kebutuhan bawahan
  • 22.
    PERILAKU SUPORTIF EFEKTIFPADA: Bawahan yang terlatih dan berpengalaman Kerjasama dan kinerja kelompok sudah baik Situasi yang memerlukan peningkatan semangat dan sikap Pekerjaan rutin dan tidak berisiko besar
  • 23.
    PERILAKU SUPORTIF TIDAKEFEKTIF PADA: Situasi yang memerlukan penertiban disiplin bawahan Situasi darurat Kelompok kerja yang belum berpengalaman Risiko pekerjaan besar
  • 24.
    DUA KEKUATAN (POWER)YANG DIMILIKI PEMIMPIN Position power Personal power
  • 25.
    POSITION POWER (1)Legitimate power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan berhak memberikan tugas karena jabatan/posisinya. Reward power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan adalah sumber pemberian imbalan jika bawahan melaksanakan tugasnya.
  • 26.
    POSITION POWER (2)Coercive power: kekuasaan atas dasar perasaan takut karena atasan dipersepsikan akan memberikan hukuman jika bawahan tidak melaksanakan tugas. Connection power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan mempunyai hubungan dengan pejabat yang berpengaruh sehingga bawahan bersedia melaksanakan tugas dengan harapan mendapatkan hubungan baik dari pejabat yang dimaksud.
  • 27.
    PERSONAL POWER Expertpower: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan memiliki pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan bawahan untuk mencapai tujuan mereka. Information power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa atasan memiliki informasi/jalur informasi yang berharga bagi mereka. Refferent power: kekuasaan atas dasar persepsi bawahan bahwa berinteraksi dengan atasan adalah hal yang menyenangkan.
  • 28.
    Pengambilan keputusandan ide pada atasan bersama bawahan Tanggung jawab pengambil keputusan dan implementasi pada bawahan Memberi instruksi yang spesifik dan supervisi yang ketat Menjelaskan keputusan dan memberi kesempatan bertanya KEPEMIMPINAN ANTISIPATIF/SITUASIONAL PERILAKU (GAYA) PEMIMPIN (TINGGI) (RENDAH) (TINGGI) S4 S3 S2 S1 PERILAKU BERDASARKAN TUGAS (ARAHAN) TELAH MATANG TINGGI RENDAH PERILAKU MENDUKUNG KESIAPAN BAWAHAN Delegating Participating Selling Telling Mampu dan mau Mampu tetapi tidak mau Tidak mampu tetapi mau Tidak mampu dan tidak mau R4 R3 R2 R1
  • 29.
  • 30.
    TINGKAT KEMATANGAN/KESIAPAN BAWAHAN(FOLLOWER READINESS) Tingkat kesiapan bawahan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu berdasarkan kemampuan mereka (pengetahuan, pengalaman, keterampilan) serta kemauan mereka (rasa percaya-diri, motivasi, komitmen). Tingkat kematangan berkaitan dengan masalah ability dan willingness.
  • 31.
    TELLING Komunikasi satuarah Pembagian tugas dilakukan pemimpin Pelaksanaan tugas diarahkan pemimpin Bawahan hanya menerima perintah/petunjuk dari pemimpin
  • 32.
    GAYA TELLING COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Kurang memiliki pengetahuan/pengalaman Kurang mengetahui prosedur kerja Takut memikul tanggung jawab Kurang memiliki dedikasi terhadap pekerjaan
  • 33.
    SELLING Pembagian tugasditentukan oleh pemimpin Komunikasi dua-arah Pelaksanaan tugas diawasi oleh pemimpin Pemimpin menjelaskan tugas/keputusan Pemimpin mendengarkan ide, pendapat, saran dari bawahan
  • 34.
    GAYA SELLING COCOKUNTUK BAWAHAN YANG: Kurang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas Kurang mengetahui prosedur kerja Ingin memikul tanggung jawab berprestasi Memiliki dedikasi terhadap pekerjaan
  • 35.
    PARTICIPATING Komunikasi duaarah, pemimpin banyak mendengarkan Saling bertukar gagasan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan Keputusan dibuat bersama dan pemimpin mendukung usaha-usaha yang dilakukan bawahan
  • 36.
    GAYA PARTICIPATING COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan Mengetahui prosedur kerja Ragu/tidak yakin mampu memikul tanggung jawab Kurang berdedikasi pada pekerjaan
  • 37.
    DELEGATING Peran pemimpinadalah merumuskan masalah dan menunjukkan jalur informasi Pemimpin menyerahkan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan kepada bawahan Pemimpin hanya menerima laporan untuk hal-hal yang sangat penting saja
  • 38.
    GAYA DELEGATING COCOK UNTUK BAWAHAN YANG: Memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan Sangat menguasai prosedur kerja Sangat ingin memikul tanggung jawab Memiliki keinginan kuat untuk berprestasi Sangat berdedikasi pada pekerjaan
  • 39.
    RESOURCE ALLOCATION (ALOKASISUMBER DAYA) MANAGING COST EFFECTIVENESS (MEMANAJEMENI BIAYA SECARA EFEKTIF)
  • 40.
    ALOKASI SUMBER DAYA(1) Keputusan alokasi sumber daya adalah rencana untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia , untuk mencapai tujuan organisasi. Rencana ini mengandung dua komponen: Keputusan alokasi dasar; Mekanisme kontinjensi
  • 41.
    MENGAPA PERLU ALOKASISUMBER DAYA? Adanya keterbatasan sumber daya Perlunya efektivitas Perlunya efisiensi Perlunya pengendalian Upaya pelestarian sumber daya “ menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya lebih sedikit”
  • 42.
    LANGKAH-LANGKAH ALOKASI Identifikasialternatif Identifikasi tujuan dan sasaran Susun prioritas sasaran Ukur kontribusi setiap alternatif Temukan kombinasi alternatif terbaik
  • 43.
    EMPAT KATEGORI ORGANISASIPrivate for profit Private quasi-public Private nonprofit Public oganization
  • 44.
    Private for profitOrganisasi swasta yang menggantungkan kehidupannya pada pasar
  • 45.
    Private quasi-public Organisasiyang dibentuk pemerintah kemudian diberi hak monopoli dalam bisnis tertentu
  • 46.
    Private nonprofit Organisasiswasta yang tidak menjadikan keuntungan sebagai motif utamanya dalam melayani masyarakat
  • 47.
    Public organization Badanpemerintah yang mengemban tugas tertentu, seperti memungut pajak atau memberikan pelayanan tertentu
  • 48.
    PERBEDAAN ANTARA ORGANISASIPUBLIK DAN ORGANISASI BISNIS Faktor lingkungan: - Hubungan dengan pasar - Kendala formalitas dan hukum - Pengaruh politik Transaksi dengan lingkungan: - Monopoli sulit dihindari - Dampak luas - Pengamatan oleh publik - Harapan masyarakat Proses dan Struktur internal: - Sasaran dan kriteria kompleks - Birokratik - Hati-hati dan kaku - Merit system sulit - Kepuasan kerja karyawan kurang
  • 49.
    PEMANFAATAN KEUNTUNGAN OLEHORGANISASI NONPROFIT Public benefit Mutual benefit Private benefit
  • 50.
    KLASIFIKASI ORGANISASI NONPROFITBadan pemerintahan yang dibentuk dengan UU dan diberi wewenang untuk melakukan tindakan tertentu Organisasi swasta atau independen nonprofit Organisasi swasta kuasi-pemerintah
  • 51.
    PARADIGMA BARU PEMERINTAHYANG BERFOKUS MASYARAKAT (I) Pemerintah bekerjasama dengan elemen-elemen masyarakat untuk menentukan visi, misi, dan tujuan. Masyarakat melaksanakan aktivitas dengan dukungan dan arahan pemerintah. Pemerintah memberdayakan masyarakat. Pemerintah mengembangkan iklim/semangat kompetisi yang sehat Pemerintah merangsang kreativitas masyarakat. Pemerintah berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Pemerintah berorientasi pada kepuasan masyarakat. Pemerintah membuat sendiri kebijakan dan melaksanakan sendiri semua aktivitas. Pemerintah melayani masyarakat. Pemerintah tidak mengembangkan iklim/semangat kompetisi yang sehat Pemerintah menerbitkan berbagai juklak juknis yang ketat dan kaku bagi aparatnya. Pemerintah berorientasi pada anggaran dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Pemerintah berorientasi pada kepuasan birokrat. Paradigma Baru Paradigma Lama
  • 52.
    PARADIGMA BARU PEMERINTAHBERFOKUS MASYARAKAT (II) Pemerintah kreatif dalam mencari dana pembangunan melalui kerjasama yang saling mengntungkan dengan berbagai elemen masyarakat yang potensial. Pemerintah bersikap antisipatif dan proaktif untuk mencegah timbulnya masalah dengan membangun komunikasi dan interaksi aktif dengan berbagai elemen penting dalam masyarakat. Orientasi pola kerja pada kerjasama dan partisipasi aktif melalui pembentukan dan pengembangan kelompok-kelompok pengendalian kualitas pelayanan masyarakat. Ada indikator dan target kinerja yang jelas yang difokuskan pada kepuasan masyarakat, yang secara transparan dapat dievaluasi oleh semua pihak yang berkepentingan. Pemerintah tidak kreatif dalam mencari dana pembangunan, hanya mengandalkan anggaran dari atas. Pemerintah bersikap reaktif, hanya menyelesaikan masalah yang telah ada. Orientasi pola kerja pada hirarki yang ketat, hubungan atasan-bawahan kaku dan birokratis. Tidak ada indikator dan target kinerja yang jelas yang berhubungan dengan kepuasan masyarakat. Paradigma Baru Paradigma Lama
  • 53.
    PERBEDAAN TUJUAN SEKTORBISNIS DAN SEKTOR PUBLIK Tujuan utama sektor bisnis adalah maksimalisasi hasil-hasil finansial untuk kepentingan pemegang saham. Tujuan utama sektor publik adalah keseimbangan pertanggungjawaban finansial (anggaran) melalui pelayanan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan visi dan misi organisasi.
  • 54.
    PERBEDAAN FOKUS SEKTORBISNIS DAN SEKTOR PUBLIK Fokus utama sektor bisnis adalah pelanggan dan pemegang saham. Fokus utama sektor publik adalah masyarakat dan kelompok-kelompok yang berkepentingan.
  • 55.
    ORGANISASI YANG LUARBIASA BUKANLAH ORGANISASI YANG TERDIRI DARI ORANG-ORANG LUAR BIASA, MELAINKAN ORGANISASI YANG MAMPU MEMBUAT ORANG-ORANG BIASA DI DALAMNYA MAMPU MENGHASILKAN SESUATU YANG LUAR BIASA. UNTUK ITU DIBUTUHKAN PROSES MANAJEMEN GUNA MENGARAHKAN ORGANISASI SESUAI TUJUAN DIBENTUKNYA ORGANISASI TERSEBUT. LANGKAH AWAL UNTUK ITU ADALAH PERUMUSAN VISI/MISI ORGANISASI.
  • 56.
    MANAJEMEN PROSES PLANNING, ORGANIZING, ACTUATING, CONTROLLING UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI PROSES SISTEMATIK GUNA MENDORONG SEKELOMPOK ORANG UNTUK SECARA BERSAMA-SAMA MENCAPAI TUJUAN YANG DISEPAKATI BERSAMA
  • 57.
    MENGAPA ORGANISASI PERLUMANAJEMEN??? Anggota organisasi berasal dari latar-belakang yang berbeda-beda sehingga mempunyai sistem nilai yang berbeda-beda pula. Motivasi menjadi anggota mungkin berbeda-beda. Organisasi merupakan kumpulan beragam kompetensi, bukan hanya kumpulan beragam orang.
  • 58.
    ORGANISASI YANG EFEKTIFMEMBUTUHKAN: Visi dan Misi yang khas organisasi sebagai pengikat/pemersatu anggota Sasaran yang SMART sebagai pedoman arah yang jelas bagi anggota Strategi yang jelas Program yang rinci
  • 59.
    VISI WHAT DOWE WANT TO BECOME? IMPIAN TENTANG MASA DEPAN ORGANISASI DISEPAKATI OLEH SEMUA ANGGOTA ORGANISASI
  • 60.
    RUMUSAN VISI YANGEFEKTIF HARUS: Dirasakan sangat dibutuhkan Memberikan kepuasan Memberikan tantangan yang berarti Menghargai pencapaian masa lalu Memberikan gambaran masa depan yang jelas
  • 61.
    MISI WHA T“ BUSINESS” ARE WE IN? WHAT IS UNIQUE ABOUT OUR ORGANIZATION? WHO ARE OUR “CUSTOMERS”? WHAT ARE OUR PRIME “PRODUCTS”, PRESENT AND FUTURE WHAT SPECIAL CONSIDERATIONS DO WE HAVE DUE TO OUR STAKEHOLDERS?
  • 62.
    PENTINGNYA VISI DANMISI Memastikan adanya kesamaan tujuan Basis untuk alokasi sumber daya Menjadi dasar bagi iklim organisasi Titik fokus bagi setiap anggota organisasi Membantu penerjemahan tujuan organisasi ke dalam struktur kegiatan Membantu penetapan tolok ukur pencapaian kinerja
  • 63.
    KARAKTERISTIK MISI Tidakterlalu sempit dan tidak terlalu umum Berorientasi pada stakeholders Antisipasi perubahan/perkembangan lingkungan (masyarakat) Mengandung kesadaran akan tanggung jawab sosial
  • 64.
    KOMPONEN MISI Pihakyang dilayani Jenis layanan yang diberikan Wilayah geografis yang dilayani Teknologi Perhatian pada kelangsungan hidup dan perkembangan organisasi Filosofi (kepercayaan, nilai, aspirasi, etik) Kompetensi atau keunggulan utama Perhatian pada citra organisasi di mata masyarakat Perhatian pada kepentingan anggota organisasi
  • 65.
    RUMUSAN MISI Mendefinisikanbidang kegiatan organisasi dan apa yang ingin dicapai Membedakan organisasi dari organisasi yang lain Cukup spesifik untuk membatasi bidang kegiatan yang digarap, tetapi cukup luas untuk mengantisipasi pertumbuhan di masa mendatang Berfungsi sebagai kerangka untuk mengevaluasi kegiatan saat ini dan mendatang Cukup jelas sehingga dapat dipahami seluruh anggota organisasi
  • 66.
    ANALISIS KEBUTUHAN STAKEHOLDERS UNTUK DAPAT MERUMUSKAN VISI DAN MISI YANG SESUAI, ORGANISASI PERLU TERLEBIH DULU MENGIDENTIFIKASI STAKEHOLDERS DAN KEBUTUHAN MEREKA.
  • 67.
    LANGKAH-LANGKAH ANALISIS KEBUTUHAN STAKEHOLDERS IDENTIFIKASI PARA STAKEHOLDERS ORGANISASI SUSUN PERINGKAT KEPENTINGAN (PRIORITAS) STAKEHOLDERS BAGI ORGANISASI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN STAKEHOLDERS PRIORITAS SUSUN PRIORITAS KEBUTUHAN YANG AKAN DIPENUHI ORGANISASI
  • 68.
    SASARAN YANG SMART Specific (spesifk) Measurable (dapat diukur) Acceptable (disepakati) Realistic (sesuai dengan kondisi internal dan eksternal) Time Oriented (berbatas waktu yang jelas)
  • 69.
    STRATEGI Cara sistematikuntuk mencapai sasaran organisasi Uraian tentang alokasi sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi
  • 70.
    PROGRAM ORGANISASI Uraianrinci tentang aktivitas yang akan dilakukan sebagai implementasi strategi Harus mencantumkan rincian aktivitas, penanggung-jawab, batas waktu, sumber daya yang dibutuhkan, tolok-ukur dan aktivitas pengendalian, tolok-ukur pencapaian
  • 71.
    PENETAPAN TUJUAN (GOAL SETTING) “ Berawal dari akhir”
  • 72.
    APA : TUJUAN TUJUAN / GOAL adalah pernyataan tentang hasil dari apa yang direncanakan dan dikerjakan. Ini berkenaan dengan apa yang akan dilakukan Dilihat dari perspektif yang luas Menunjukkan pernyataan niat.
  • 73.
    APA : TUJUANTujuan hendaknya : REALISTIS, DAPAT DIKELOLA, DAPAT DICAPAI DISEPAKATI
  • 74.
    APA : GOALTUJUAN vs SASARAN Tujuan menyatakan APA YG INGIN DICAPAI Sasaran adalah APA YG HARUS DIPEROLEH UTK MENCAPAI TUJUAN (Sasaran merupakan jabaran dari Tujuan)
  • 75.
    APA : TUJUANTUJUAN vs SASARAN CONTOH Tujuan: Meningkatkan jumlah pemegang polis X Sasaran: - Seluruh anggota pasar sasaran mengetahui adanya polis X . - 60% anggota pasar sasaran menjadi pemegang polis X.
  • 76.
    APA : penetapantujuan “ Menetapkan apa yg ingin dicapai dan rencana utk mencapainya” Menetapkan tujuan adalah upaya menciptakan masa depan Menetapkan tujuan adalah langkah awal untuk mewujudkan mimpi, gagasan atau harapan, menjadi kenyataan
  • 77.
    MENGAPA PERLU MENETAPKANTUJUAN? (I) “ Visi tanpa aksi hanyalah mimpi. Aksi tanpa visi adalah mimpi- buruk!” “ Ketika saya bermimpi, orang lain terjaga dan mewujudkan mimpi saya”
  • 78.
    MENGAPA PERLU MENETAPKANTUJUAN? (II) Merupakan alat pengendali tindakan Menjadi dasar evaluasi kinerja individu dan kelompok Menjadi pedoman arah bersama
  • 79.
    MENETAPKAN TUJUAN 1. Bulatkan tekad untuk mencapai tujuan. 2. Tuliskan tujuan secara jelas. 3. Identifikasi hambatan dan cara mengatasinya. 4. Tetapkan batas waktu yang realistis. 5. Susun rencana: daftar kegiatan dan prioritasnya 6. Dapatkan gambaran mental yang jelas tentang tujuan 7. Persisten dan konsisten.
  • 80.
    BULATKAN TEKAD UNTUKMENCAPAI TUJUAN Apakah tujuan ini memang penting? Apa saja manfaat/keuntungan bila tujuan ini tercapai? Apa akibat negatif bila tujuan ini tidak tercapai?
  • 81.
    MANFAAT MENCAPAI TUJUANSaya akan menjadi ….. Saya bisa memiliki…. Perusahaan akan menguasai …. Unit saya akan … Karyawan akan… … … …
  • 82.
    TULISKAN TUJUAN DENGANJELAS Tujuan yang tertulis dan terumuskan secara jelas secara lambat-laun akan tertanam di bawah-sadar dan menjadi pemicu tindakan sadar.
  • 83.
    TULISKAN TUJUAN ANDASECARA JELAS TUJUAN SAYA Saya ingin menjadi yang terbaik di kelas ….. Mencapai penjualan 50 persen lebih tinggi daripada tahun lalu. Meningkatkan kinerja unit hingga dua kali lipat… Meningkatkan efisiensi sebesar 30 persen Mengurangi kesalahan hingga … Menekan angka komplain menjadi maksimal dua persen… Meningkatkan nilai premi sebesar… … …
  • 84.
    Identifikasi hambatan dankemungkinan cara mengatasinya Hambatan dapat berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, organisasi dsb. Buatlah daftar yang jelas dan rinci dan analisislah. …… .. …… .. …… .. ……… …… … .. … .. … . Cara mengatasi hambatan
  • 85.
    Anda dapat membuat,misalnya, tabel seperti berikut ini: STEP 4. TETAPKAN BATAS WAKTU YANG REALISTIS. Analisislah waktu yang anda perlukan untuk mencapai tujuan. Kemudian tetapkan batas waktu yang wajar. kuar 4 kuar 3 kuar 2 kuar 1 … .. …… … .. … .. …… … .. … .. … . Batas waktu tujuan
  • 86.
    Buatlah rincian langkah-langkahsebelumnya dan susun rencana. Buat daftar aktivitas secara cermat dan susun prioritasnya. KW 2 5 4 3 2 1 KW 4 KW 3 KW 1 BATAS WAKTU PRIORITAS TUJUAN No
  • 87.
    CIPTAKAN GAMBARAN MENTALYANG JELAS TENTANG TUJUAN ANDA. Anda harus mampu membayangkan seperti apa keadaan yang terjadi bila tujuan tersebut tercapai. Bayangkanlah, misalnya: Senyum nasabah ketika berkunjung Kebahagiaan karyawan ketika menerima bonus Kebanggaan keluarga terhadap prestasi kita Rumah indah yang kita dapatkan
  • 88.
    DUKUNG RENCANA ANDADENGAN PERSISTENSI. Jangan pernah menyerah terhadap hambatan/kegagalan. ANDA HARUS MEMILIKI KETEGARAN MENTAL JIKA MENGHADAPI MASALAH, BERPIKIRLAH:: “ apa yang perlu saya lakukan agar ini berhasil!" Sadarilah!! Kebiasaan/pikiran negatif sukar dihilangkan, Tetapi anda harus menghilangkannya..
  • 89.
    Rencana Tindakan (ActionPlan) Rencana tindakan adalah cara untuk memastikan bahwa tujuan anda kongkrit/realistis. Rencana tindakan terdiri atas sejumlah tindakan atau perubahan. Perlu diingat!!! Tujuan dan sasaran menjadi lebih efektif bila dikaitkan dengan rencana tindakan
  • 90.
    KOMPONEN-KOMPONEN RENCANA TINDAKANWHY WHAT WHO WHEN WHAT RESOURCES
  • 91.
    WHY Mengapa tindakan(aksi) ini dilakukan? Tuliskan rumusan tujuan sebagai butir pertama pada lembar kerja rencana tindakan. Tujuan yang dirumuskan secara jelas membantu komunikasi dengan sesama anggota mengapa langkah tertentu dilakukan dan apa yang diharapkan akan dicapai setelah langkah-langkah ini diambil.
  • 92.
    WHAT Apa langkah/tindakanpenting yang akan dilakukan? Uraikan setiap langkah atau tugas penting secara rinci. (Ini merupakan jabaran rinci dari tujuan) Tujuan yang terjabarkan secara rinci memudahkan anda untuk memanajemeninya. Langkah yang rinci juga membantu anda mengantisipasi hambatan yang mungkin muncul selama langkah tindakan.
  • 93.
    WHO & WHOMSiapa yang akan melaksanakan tindakan/langkah ini? Siapa yang bertanggung-jawab untuk melakukan apa? Siapa saja yang perlu dilibatkan dan siapa yang harus mengambil keputusan jika diperlukan?
  • 94.
    WHEN Kapan langkahini dilakukan dan berapa lama? Orang cenderung bekerja lebih efisien bila mereka mengetahui batas waktu yang tersedia. Menetapkan batas waktu membantu anda untuk menyusun strategi yang lebih baik bagi setiap rangkaian tindakan guna memenuhi batas waktu.
  • 95.
    WHAT RESOURCES Apasaja sumber daya yang dibutuhkan? Sumber daya dapat mencakup uang, waktu, orang, lokasi, peralatan, dsb. Sumber daya dapat berasal dari dalam dan dari luar organisasi. Pastikanlah sumber daya yang diperlukan tersedia pada saat dibutuhkan. Periksa secara cermat apakah sumber daya tersebut benar-benar dibutuhkan.
  • 96.
    LEMBAR KERJA RENCANATINDAKAN Tanggal rapat berikut : Hambatan yang diperkirakan? SUMBER DAYA (WHAT RESOURCES) KERANGKA WAKTU (WHEN) PJ (WHO) LANGKAH LANGKAH PENTING (WHAT ) TARGET TANGGAL SELESAI TANGGAL HARI INI TUJUAN (WHY)
  • 97.