DARAH
Indah Nuraini
Dita Ayu A.
Novy Pujiastuti
4411411053
4411411051
4411411039
Biologi 2011
Universitas Negeri Semarang
Struktur Jaringan Hewan
Dalam system sirkulasi, darah berfungsi
sebagai berikut :
1. Mengangkut karbondioksida dari
jaringan tubuh ke paru-paru.
2. Mengangkut oksigen dari paru-paru
ke seluruh jaringan tubuh.
3. Mengangkut sari-sari makanan dari
usus ke jaringan tubuh.
4. Mengangkut hasil ekskresi dari
jaringan tubuh ke ginjal.
5. Mengatur dan mengontrol
temperatur tubuh
6. Mengatur distribusi hormon.
7. Menutup luka.
8. Mencegah infeksi
KOMPONEN
DARAH
KOMPONEN SELULER JARINGAN
DARAH
KOMPONEN SUBSTANSI
INTERSELULER JARINGAN DARAH
ERITROSIT
LEUKOSIT
TROMBOSIT
PLASMA DARAH
PLASMA DARAH Adalah salah satu penyusun
darah yang berwujud
cair.Memiliki warna kekung-
kungan yang darahnya terdiri
dari 90% air, 8% protein, 0,9%
mineral, oksigen ,enzim ,dan
antigen. Sisanya berisi bahan
organik, seperti
lemak,kolesterol, urea,asam
amino dan glukosa.
Fungsi=mengangkut dan
mengedarkan sari-sari
makanan keseluruh bagian
tubuh manusia, dan
mengangkut zat sisa
metabolisme dari sel-sel tubuh
atau dari seluruh jaringan
tubuh ke organ pengeluaran.
JENIS SEL DARAH
ERISTROSIT
LEUKOSIT
TROMBOSIT
GRANULOSIT
AGRANULOSIT
ERISTROSIT
 dalam setiap 1 mm3 darah
terdapat 5 juta eritrosit
 eritrosit berbentuk cakram
bulat bikonkaf
 diameter sekitar 7,2 µm
tanpa meiliki inti
 isi eritrosit merupakan
substansi koloidal yang
homogen, sehingga bersifat
elastis dan lunak
 eritrosit dibatasi oleh
membran plasma yang
bersifat semipermeabel,
berfungsi mencegah agar
koloid yang dikandungnya
tetap di dalam.
KELAINAN BENTUK
ERITROSIT
mikrosit makrosit
mikrosit
• Ukuran: < 6 mm
• dalam darah :< 10 %
dalam darah
Catatan: diameternya
jauh lebih kecil
daripada diameter
limfosit kecil (10-12
mm). Eritrosit bersifat
hipokrom. Trombosit
normal
makrosit
• Ukuran: 9 – 12 mm
• Distribusi dalam
darah: < 10 % dari
eritrosit dalam darah
normal
Catatan: Terlihat
banyak makrosit
(besarnya sebanding
dengan limfosit yang
terletak di tengah.
LEUKOSIT
Leukosit mempunyai
inti dan tidak
mengandung Hb.
Jumlah leukosit lebih
sedikit daripada
eritrosit, yaitu antara
5000-9000 sel per
milimeterkubik darah.
LEUKOSIT
BERDASARKAN ADA ATAU TIDAKNYA BUTIR-BUTIR DALAM
SITOPLASMA
LEUKOSIT GRANULER /
GRANULOSIT
LEUKOSIT NONGRANULER /
AGRANULOSIT
LEUKOSIT GRANULER /
GRANULOSIT
Merupakan jenis yang paling banyak
terdapat dalam darah yaitu sekitar 75 %.
Ciri khas granulosit yaitu adanya butir-
butir spesifik yang mengikat zat warna
dalam sitoplasma.
Granulosit
SEL NETROFIL
SEL EOSINOFIL
SEL BASOFIL
SEL NETROFIL
 Diantara granulosit, sel netrofil
merupakan jenis sel yang
terbanyak, yaitu 60-70% dari jumlah
seluruh leukosit atau 3000-6000
per mm3 dalam darah normal.
 pada perkembangannya, sel
netrofil dalam sumsum tulang
 sel netrofil matang berbentuk
bulat dengan diameter 10-12 µm.
 intinya berbentuk tidak bulat
melainkan berlobus dengan jumlah
2-5 lobi bahkan dapat lebih.
 inti berisi butir-butir khromatin
padat sehingga sangat mengikat zat
warna basa menjadi biru atau ungu.
SEL EOSINOFIL
Jumlah sel eosinofil sebesar 1-
3% dari seluruh leukosit atau
150-450 buah per mm3 darah.
 berdiameter 10-15 µm
 inti terdiri dari 2 lobi yang
dipisahkan oleh bahan inti yang
berbentuk sebagai benang.
 butir-butir khromatin tidak
begitu padat
 sitoplasma berisi penuh
dengan butir-butir seperti dalam
netrofil, tetapi berwarna merah
atau orange.
 banyak ditemukan dalam
jaringan yang mengalami reaksi
alergi atau radang khronis.
SEL BASOFIL
Ȫ jumlah paling sedikit
diantara sel granulosit, yaitu
sekitar 0,5 %
Ȫ ukuran sekitar 10-12 µm
Ȫ ± separuh dari sel dipenuhi
oleh inti yang bersegmen-
segmen atau kadang-kadang
tidak teratur.
Ȫ kemampuan inti mengikat
warna ± sama dengan inti sel
netrofil
Ȫ butir-butir spesifik yang
berwarna biru tua dan kasar
tampak memenuhi sitoplasma
LEUKOSIT NONGRANULER /
AGRANULOSIT
LIMFOSIT
MONOSIT
LIMFOSIT
 Jumlah limfosit sekitar 1000-
3000 per mm3 darah atau 20-
30% dari seluruh leukosit.
 sel imunokomopeten =
limfosit sudah masak, mampu
berperan dalam respons
imonologik.
 dapat bergerak bebas,
membentuk zat antibody
Limfosit kecil
Limfosit sedang
Limfosit
besar
MONOSIT
 berjumlah ± 3-8% dari seluruh
leukosit.
 berdiameter ± 12-15 µm.
 berbentuk oval, atau tampak
seakan-akan berlipat-lipat
 butir-butir khromatin lebih halus
dan tersebar rata daripada butir
khromatin limfosit.
 sitoplasma relatif lebih
banyak,berwarna biru abu-abu
 sitoplasma mengandung
peroksidase
 mampu mengadakan gerakan
dengan membentuk pseudopodia
sehingga dapat bermigrasi menembus
kapiler untuk masuk ke dalam
jaringan pengikat.
TROMBOSIT
 berbentuk sebagai keping-
keping sitoplasma yang
berukuran 2-5 µm lengkap
dengan membran plasma yang
mengelilinginya
 khusus terdapat dalam darah
mamalia
 jumlah sekitar 150-300 ribu
µl, dan berumur 8 hari.
 bagian tepi berwarna biru
muda = hialomer
 bagian tengah berwarna ungu
= glanulomer / khromomer
 tidak memiliki inti
PENYAKIT PADA DARAH
ANEMIA
ATEROSKLEROSIS
LEUKIMIA HEMOFILIA
VARISES
HIPERTENSI THALASEMIA
SEL SABIT
POLISETEMIA
TROMBOSITOPENIA
HIPERTROFI
JANTUNG
KORONER
HIPOTENSI
ANEMIA
Anemia dikenal sebagai
penyakit kurang darah. Namun
sebenarnya anemia merupakan
penyakit yang disebabkan oleh
sedikitnya jumlah hemoglobin
dalam eritrosit. Kekurangan
hemoglobin ini menyebabkan
kemampuan darah mengikat
oksigen berkurang. Anemia
disebabkan karena kehilangan
sel dara meah yang terlalu
banyak dan lambatnya
pembentukan sel darah merah.
LEUKIMIA
Leukemia dikenal
sebagai kanker darah,
yaitu pertumbuhan
leukosit yang melebihi
jumlah normal
sehingga leukosit ini
membinasakan sel
darah merah dengan
cara memakannya.
HEMOFILIA
Hemofilia adalah salah satu penyakit
turunan akibat kekurangan faktor
pembeku darah. Apabila penderita
mengalami luka, darah akan mengucur
terus. Keadaan ini dapat menyebabkan
kekurangan darah dan mengakibatkan
kematian. Proses pembekuan darah
pada seorang penderita hemofilia tidak
secepat dan sebanyak orang lain yang
normal. Ia akan lebih banyak
membutuhkan waktu untuk proses
pembekuan darahnya. Apabila penyakit
ini tidak ditanggulangi dengan baik,
maka akan mengakibatkan kelumpuhan,
kerusakan sendi, cacat permanen
sampai kematian akibat perdarahan
yang berlebih.
ATEROSKLEROSIS
Aterosklerosis (yang sering
disebut pengerasan arteri)
adalah endapan plak lemak
dan kolesterol dalam arteri.
VARISES
Penyebab varises
diantaranya yaitu
berkurangnya elastisitas
dinding pembuluh vena
yang menyebabkan
pembuluh vena
melemah dan tak
sanggup mengalirkan
darah ke jantung
sebagaimana mestinya
dan rusaknya katup
pembuluh vena,katup
yang rusak membuat
darah berkumpul di
dalam dan
menyebabkan gumpalan
yang mengganggu aliran
darah.
Varises adalah pelebaran vena, umumnya
terjadi di daerah betis. Kalau terjadi di sekitar
anus disebut hemoroid atau ambeien. Varises
menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak
lancar, karena terhambat di sekitar betis dan
tungkai kaki saat menahan berat tubuh
SEL SABIT
Pada penyakit sel sabit, sel darah
merah memiliki hemoglobin
(protein pengangkut oksigen)
yang bentuknya abnormal,
sehingga mengurangi jumlah
oksigen di dalam sel dan
menyebabkan bentuk sel menjadi
seperti sabit. Sel yang berbentuk
sabit menyumbat dan merusak
pembuluh darah terkecil dalam
limpa, ginjal, otak, tulang dan
organ lainnya; dan menyebabkan
berkurangnya pasokan oksigen ke
organ tersebut. Sel sabit ini rapuh
dan akan pecah pada saat
melewati pembuluh darah,
menyebabkan anemia berat,
penyumbatan aliran darah,
kerusakan organ dan kematian.
Penyakit sel sabit (sickle cell disease) adalah suatu
penyakit keturunan yang ditandai dengan sel darah
merah yang berbentuk sabit dan anemia hemolitik
kronik.
HIPERTENSI
Hipertensi (tekanan darah tinggi)
disebabkan tekanan darahnya melebihi
batas normal (lebih dari 140/90 mmHg).
Penderita hipertensi biasanya ditandai
dengan sulit tidur, mudah marah, serta
cepat lelah. Penyakit ini umumnya
diakibatkan terlalu banyak
mengkonsumsi makanan yang berlemak.
Hipertensi dapat menyebabkan penyakit
jantung. penyakit jantung merupakan
pembunuh nomer satu di dunia.
Penyakit jantung ini dapat disebabkan
karena pembuluh jantung tersumbat
oleh lemak sehingga aliran darah tidak
lancar, dan lama kelamaan dapat
tertutup dan berhenti.
THALASEMIA
kelainan darah karena hemoglobin
darah mudah sekali pecah
sehingga pertumbuhan tidak
normal. Penyakit ini merupakan
genetik yang diturunkan jika
kedua orangtuanya adalah
pembawa sifat (carrier). Akibat
kelainan darah ini membuat anak
terlihat pucat dan harus
mendapatkan transfusi darah
secara teratur agar
hemoglobinnya tetap normal.
Pada penderita thalasemia, daya
ikat sel darah merahnya terhadap
oksigen rendah karena kegagalan
pembentukan hemogoblin.
POLISETEMIA
Merupakan suatu keadaan
kelebihan produksi eritrosit
dalam tubuh seseorang. Darah
penderita menjadi kental,
sehingga memperlambat aliran
darah di dalam pembuluh atau
dapat juga membentuk
gumpalan di dalam darah.
Gumpalan darah dapat
menyebabkan
ganggren/kematian jaringan jika
terjadi pada jantung, sehingga
dapat menyebabkan kematian
bagi penderita. Gejala yang
ditimbulkannya dapat berupa
sakit kepala dan pusing-pusing.
TROMBOSITOPENIA
Kelainan ini ditandai dengan
sedikitnya jumlah trombosit di
dalam sistem peredaran darah.
Penderita trombositopenia
cenderung mengalami
pendarahan seperti halnya pada
hemofilia. Bedanya adalah
pendarahan trombositopenia
berasal dari kapiler-kapiler kecil,
dan bukan dari pembuluh besar
seperti yang terjadi pada
hemofilia. Akibat dari kelainan
ini adalah timbulnya bintik-
bintik pendarahan di seluruh
jaringan tubuh. Kulit penderita
menampakkan bercak-bercak
kecil berwarna ungu, sehingga
penyakit ini disebut
trombositopenia purpura
HIPERTROFI
Merupakan suatu
keadaan menebalnya
otot-otot jantung
sebagai akibat katup-
katup jantung tidak
berfungsi sehingga
jantung bekerja ekstra.
Akibatnya, pada saat
tertentu jantung tidak
dapat lagi memberi
cukup oksigen terhadap
jaringan.
JANTUNG
KORONER
Merupakan penyakit jantung
yang disebabkan oleh gangguan
aliran darah pada pembuluh
darah koroner. Pembuluh darah
koroner adalah pembuluh darah
arteri dan vena, yang
mengalirkan darah dari dan ke
jantung. Pemicunya adalah
arteriosklerosis, yaitu
pengerasan pembuluh nadi
(arteri) akibat endapan lemak.
HIPOTENSI
Merupakan suatu keadaan
yang ditandai dengan
tekanan sistolik dan
diastoliknya di bawah
ukuran normal. Tekanan
darah rendah ditandai
dengan gejala badan cepat
lelah, tangan dan kaki
terasa dingin dan mudah
pusing ketika bangun tidur.
Jaringan Darah (Blood Tissue)
Jaringan Darah (Blood Tissue)

Jaringan Darah (Blood Tissue)

  • 1.
    DARAH Indah Nuraini Dita AyuA. Novy Pujiastuti 4411411053 4411411051 4411411039 Biologi 2011 Universitas Negeri Semarang Struktur Jaringan Hewan
  • 2.
    Dalam system sirkulasi,darah berfungsi sebagai berikut : 1. Mengangkut karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. 3. Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh. 4. Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal. 5. Mengatur dan mengontrol temperatur tubuh 6. Mengatur distribusi hormon. 7. Menutup luka. 8. Mencegah infeksi
  • 3.
    KOMPONEN DARAH KOMPONEN SELULER JARINGAN DARAH KOMPONENSUBSTANSI INTERSELULER JARINGAN DARAH ERITROSIT LEUKOSIT TROMBOSIT PLASMA DARAH
  • 4.
    PLASMA DARAH Adalahsalah satu penyusun darah yang berwujud cair.Memiliki warna kekung- kungan yang darahnya terdiri dari 90% air, 8% protein, 0,9% mineral, oksigen ,enzim ,dan antigen. Sisanya berisi bahan organik, seperti lemak,kolesterol, urea,asam amino dan glukosa. Fungsi=mengangkut dan mengedarkan sari-sari makanan keseluruh bagian tubuh manusia, dan mengangkut zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh atau dari seluruh jaringan tubuh ke organ pengeluaran.
  • 5.
  • 6.
    ERISTROSIT  dalam setiap1 mm3 darah terdapat 5 juta eritrosit  eritrosit berbentuk cakram bulat bikonkaf  diameter sekitar 7,2 µm tanpa meiliki inti  isi eritrosit merupakan substansi koloidal yang homogen, sehingga bersifat elastis dan lunak  eritrosit dibatasi oleh membran plasma yang bersifat semipermeabel, berfungsi mencegah agar koloid yang dikandungnya tetap di dalam.
  • 7.
  • 8.
    mikrosit • Ukuran: <6 mm • dalam darah :< 10 % dalam darah Catatan: diameternya jauh lebih kecil daripada diameter limfosit kecil (10-12 mm). Eritrosit bersifat hipokrom. Trombosit normal
  • 9.
    makrosit • Ukuran: 9– 12 mm • Distribusi dalam darah: < 10 % dari eritrosit dalam darah normal Catatan: Terlihat banyak makrosit (besarnya sebanding dengan limfosit yang terletak di tengah.
  • 10.
    LEUKOSIT Leukosit mempunyai inti dantidak mengandung Hb. Jumlah leukosit lebih sedikit daripada eritrosit, yaitu antara 5000-9000 sel per milimeterkubik darah.
  • 11.
    LEUKOSIT BERDASARKAN ADA ATAUTIDAKNYA BUTIR-BUTIR DALAM SITOPLASMA LEUKOSIT GRANULER / GRANULOSIT LEUKOSIT NONGRANULER / AGRANULOSIT
  • 12.
    LEUKOSIT GRANULER / GRANULOSIT Merupakanjenis yang paling banyak terdapat dalam darah yaitu sekitar 75 %. Ciri khas granulosit yaitu adanya butir- butir spesifik yang mengikat zat warna dalam sitoplasma. Granulosit SEL NETROFIL SEL EOSINOFIL SEL BASOFIL
  • 13.
    SEL NETROFIL  Diantaragranulosit, sel netrofil merupakan jenis sel yang terbanyak, yaitu 60-70% dari jumlah seluruh leukosit atau 3000-6000 per mm3 dalam darah normal.  pada perkembangannya, sel netrofil dalam sumsum tulang  sel netrofil matang berbentuk bulat dengan diameter 10-12 µm.  intinya berbentuk tidak bulat melainkan berlobus dengan jumlah 2-5 lobi bahkan dapat lebih.  inti berisi butir-butir khromatin padat sehingga sangat mengikat zat warna basa menjadi biru atau ungu.
  • 14.
    SEL EOSINOFIL Jumlah seleosinofil sebesar 1- 3% dari seluruh leukosit atau 150-450 buah per mm3 darah.  berdiameter 10-15 µm  inti terdiri dari 2 lobi yang dipisahkan oleh bahan inti yang berbentuk sebagai benang.  butir-butir khromatin tidak begitu padat  sitoplasma berisi penuh dengan butir-butir seperti dalam netrofil, tetapi berwarna merah atau orange.  banyak ditemukan dalam jaringan yang mengalami reaksi alergi atau radang khronis.
  • 15.
    SEL BASOFIL Ȫ jumlahpaling sedikit diantara sel granulosit, yaitu sekitar 0,5 % Ȫ ukuran sekitar 10-12 µm Ȫ ± separuh dari sel dipenuhi oleh inti yang bersegmen- segmen atau kadang-kadang tidak teratur. Ȫ kemampuan inti mengikat warna ± sama dengan inti sel netrofil Ȫ butir-butir spesifik yang berwarna biru tua dan kasar tampak memenuhi sitoplasma
  • 17.
  • 18.
    LIMFOSIT  Jumlah limfositsekitar 1000- 3000 per mm3 darah atau 20- 30% dari seluruh leukosit.  sel imunokomopeten = limfosit sudah masak, mampu berperan dalam respons imonologik.  dapat bergerak bebas, membentuk zat antibody Limfosit kecil Limfosit sedang Limfosit besar
  • 19.
    MONOSIT  berjumlah ±3-8% dari seluruh leukosit.  berdiameter ± 12-15 µm.  berbentuk oval, atau tampak seakan-akan berlipat-lipat  butir-butir khromatin lebih halus dan tersebar rata daripada butir khromatin limfosit.  sitoplasma relatif lebih banyak,berwarna biru abu-abu  sitoplasma mengandung peroksidase  mampu mengadakan gerakan dengan membentuk pseudopodia sehingga dapat bermigrasi menembus kapiler untuk masuk ke dalam jaringan pengikat.
  • 20.
    TROMBOSIT  berbentuk sebagaikeping- keping sitoplasma yang berukuran 2-5 µm lengkap dengan membran plasma yang mengelilinginya  khusus terdapat dalam darah mamalia  jumlah sekitar 150-300 ribu µl, dan berumur 8 hari.  bagian tepi berwarna biru muda = hialomer  bagian tengah berwarna ungu = glanulomer / khromomer  tidak memiliki inti
  • 21.
    PENYAKIT PADA DARAH ANEMIA ATEROSKLEROSIS LEUKIMIAHEMOFILIA VARISES HIPERTENSI THALASEMIA SEL SABIT POLISETEMIA TROMBOSITOPENIA HIPERTROFI JANTUNG KORONER HIPOTENSI
  • 22.
    ANEMIA Anemia dikenal sebagai penyakitkurang darah. Namun sebenarnya anemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh sedikitnya jumlah hemoglobin dalam eritrosit. Kekurangan hemoglobin ini menyebabkan kemampuan darah mengikat oksigen berkurang. Anemia disebabkan karena kehilangan sel dara meah yang terlalu banyak dan lambatnya pembentukan sel darah merah.
  • 23.
    LEUKIMIA Leukemia dikenal sebagai kankerdarah, yaitu pertumbuhan leukosit yang melebihi jumlah normal sehingga leukosit ini membinasakan sel darah merah dengan cara memakannya.
  • 24.
    HEMOFILIA Hemofilia adalah salahsatu penyakit turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah. Apabila penderita mengalami luka, darah akan mengucur terus. Keadaan ini dapat menyebabkan kekurangan darah dan mengakibatkan kematian. Proses pembekuan darah pada seorang penderita hemofilia tidak secepat dan sebanyak orang lain yang normal. Ia akan lebih banyak membutuhkan waktu untuk proses pembekuan darahnya. Apabila penyakit ini tidak ditanggulangi dengan baik, maka akan mengakibatkan kelumpuhan, kerusakan sendi, cacat permanen sampai kematian akibat perdarahan yang berlebih.
  • 25.
    ATEROSKLEROSIS Aterosklerosis (yang sering disebutpengerasan arteri) adalah endapan plak lemak dan kolesterol dalam arteri.
  • 27.
    VARISES Penyebab varises diantaranya yaitu berkurangnyaelastisitas dinding pembuluh vena yang menyebabkan pembuluh vena melemah dan tak sanggup mengalirkan darah ke jantung sebagaimana mestinya dan rusaknya katup pembuluh vena,katup yang rusak membuat darah berkumpul di dalam dan menyebabkan gumpalan yang mengganggu aliran darah. Varises adalah pelebaran vena, umumnya terjadi di daerah betis. Kalau terjadi di sekitar anus disebut hemoroid atau ambeien. Varises menyebabkan sirkulasi darah menjadi tidak lancar, karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh
  • 28.
    SEL SABIT Pada penyakitsel sabit, sel darah merah memiliki hemoglobin (protein pengangkut oksigen) yang bentuknya abnormal, sehingga mengurangi jumlah oksigen di dalam sel dan menyebabkan bentuk sel menjadi seperti sabit. Sel yang berbentuk sabit menyumbat dan merusak pembuluh darah terkecil dalam limpa, ginjal, otak, tulang dan organ lainnya; dan menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke organ tersebut. Sel sabit ini rapuh dan akan pecah pada saat melewati pembuluh darah, menyebabkan anemia berat, penyumbatan aliran darah, kerusakan organ dan kematian. Penyakit sel sabit (sickle cell disease) adalah suatu penyakit keturunan yang ditandai dengan sel darah merah yang berbentuk sabit dan anemia hemolitik kronik.
  • 29.
    HIPERTENSI Hipertensi (tekanan darahtinggi) disebabkan tekanan darahnya melebihi batas normal (lebih dari 140/90 mmHg). Penderita hipertensi biasanya ditandai dengan sulit tidur, mudah marah, serta cepat lelah. Penyakit ini umumnya diakibatkan terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak. Hipertensi dapat menyebabkan penyakit jantung. penyakit jantung merupakan pembunuh nomer satu di dunia. Penyakit jantung ini dapat disebabkan karena pembuluh jantung tersumbat oleh lemak sehingga aliran darah tidak lancar, dan lama kelamaan dapat tertutup dan berhenti.
  • 30.
    THALASEMIA kelainan darah karenahemoglobin darah mudah sekali pecah sehingga pertumbuhan tidak normal. Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya adalah pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan harus mendapatkan transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. Pada penderita thalasemia, daya ikat sel darah merahnya terhadap oksigen rendah karena kegagalan pembentukan hemogoblin.
  • 31.
    POLISETEMIA Merupakan suatu keadaan kelebihanproduksi eritrosit dalam tubuh seseorang. Darah penderita menjadi kental, sehingga memperlambat aliran darah di dalam pembuluh atau dapat juga membentuk gumpalan di dalam darah. Gumpalan darah dapat menyebabkan ganggren/kematian jaringan jika terjadi pada jantung, sehingga dapat menyebabkan kematian bagi penderita. Gejala yang ditimbulkannya dapat berupa sakit kepala dan pusing-pusing.
  • 32.
    TROMBOSITOPENIA Kelainan ini ditandaidengan sedikitnya jumlah trombosit di dalam sistem peredaran darah. Penderita trombositopenia cenderung mengalami pendarahan seperti halnya pada hemofilia. Bedanya adalah pendarahan trombositopenia berasal dari kapiler-kapiler kecil, dan bukan dari pembuluh besar seperti yang terjadi pada hemofilia. Akibat dari kelainan ini adalah timbulnya bintik- bintik pendarahan di seluruh jaringan tubuh. Kulit penderita menampakkan bercak-bercak kecil berwarna ungu, sehingga penyakit ini disebut trombositopenia purpura
  • 33.
    HIPERTROFI Merupakan suatu keadaan menebalnya otot-ototjantung sebagai akibat katup- katup jantung tidak berfungsi sehingga jantung bekerja ekstra. Akibatnya, pada saat tertentu jantung tidak dapat lagi memberi cukup oksigen terhadap jaringan.
  • 34.
    JANTUNG KORONER Merupakan penyakit jantung yangdisebabkan oleh gangguan aliran darah pada pembuluh darah koroner. Pembuluh darah koroner adalah pembuluh darah arteri dan vena, yang mengalirkan darah dari dan ke jantung. Pemicunya adalah arteriosklerosis, yaitu pengerasan pembuluh nadi (arteri) akibat endapan lemak.
  • 35.
    HIPOTENSI Merupakan suatu keadaan yangditandai dengan tekanan sistolik dan diastoliknya di bawah ukuran normal. Tekanan darah rendah ditandai dengan gejala badan cepat lelah, tangan dan kaki terasa dingin dan mudah pusing ketika bangun tidur.