Anis Susilo 4411411056
Deasy Amalia Wulandari 4411411058
“SPEKTrOFOTOMETeR”
Biology Non Education
Second Group
Semarang State University
Spektrofotometer
• Spektrofotometer adalah alat untuk mengukur
transmitan atau absorban suatu sampel
sebagai fungsi panjang gelombang.
• Spektrofotometri UV-Vis merupakan
gabungan antara spektrofotometri UV dan
Visible. Alat ini menggunakan dua buah
sumber cahaya yang berbeda, yaitu sumber
cahaya UV dan sumber cahaya Visible.
spektrofotometer
• Spektrofotometer  spektrometer +
fotometer
• Spektrometer  menghasilkan sinar dari
spektrum dengan panjang gelombang tertentu
• Fotometer  alat pengukur intensitas cahaya
yang ditransmisikan atau diabsorpsikan
• Spektrofotometer  untuk mengukur energi
secara relatif jika energi tersebut
ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan.
Spektrofotometer UV Vis
• Zat yang dapat dianalisis dengan
spektrofotometri UV-Vis yaitu zat dalam
bentuk larutan dan zat yang tampak
berwarna maupun berwarna.
• Spektrofotometer UV-Vis merupakan
spektrofotometer berkas ganda, dimana
blanko dan sampel dimasukan atau disinari
secara bersamaan
Prinsip kerja
• Spektrofotometri uv-vis mengacu pada hukum
Lambert-Beer. Apabila cahaya monokromatik
melalui suatu media (larutan), maka sebagian
cahaya tersebut akan diserap, sebagian
dipantulkan dan sebagian lagi akan dipancarkan.
• Sinar dari sumber cahaya akan dibagi menjadi
dua berkas oleh cermin yang berputar pada
bagian dalam spektrofotometer. Berkas pertama
akan melewati kuvet berisi blanko, sementara
berkas kedua akan melewati kuvet berisi sampel.
Gambar Skematis Spektrofotometer
Prinsip Spektrometri
• Larutan sampel dikenai radiasi
elektromagnetik, sehingga menyerap energi /
radiasi  terjadi interaksi antara radiasi
elektromagnetik dengan materi
(atom/molekul)
• Jumlah intensitas radiasi yang diserap oleh
larutan sampel dikonversi dengan konsentrasi
analit  data kuantitatif
Spektrometri
Berdasarkan jenis materi yang berinteraksi
dengan radiasi elektromagnetik, dibagi :
Spektrometri molekul  radiasi
elektromagnetik berinteraksi dengan molekul
Contoh : NMR, IR, UV-Vis, XRD
Spektrometri atom  radiasi elektromagnetik
berinteraksi dengan atom
Contoh : AAS, AFS
A = abc
A : absorbance
Hukum Lambert Beer – hubungan linear antara absorbansi
dengan konsentrasi zat yang diserap
Dasar pengukuran Spektrofotometer
“c” konsentrasi sampel dalam (mol/L)
“a” is molar absorptivity dalam
L/[(mole)(cm)]
“b” : panjang kuvet dalam cm
Diameter kuvet atau tempat sampel = jarak cahaya
yang melalui sampel yang diserap
warna yang teramati Warna yang diserap Panjang gelombang
Green Red 700 nm
Blue-green Orange-red 600 nm
Violet Yellow 550 nm
Red-violet Yellow-green 530 nm
Red Green 500 nm
Orange Blue 450 nm
Yellow Violet 400 nm
Penyimpangan Hk Lambert-Beer
 Larutan pekat
pada konsentrasi larutan yang terlalu
pekat, Absorbansi yang terbaca terlalu
tinggi, sehingga grafik tidak linear 
Larutan yang diukur harus encer
 faktor instrumentasi  sinar yang
diserap tidak monokromatis 
menyebabkan 2 panjang gelombang
maksimum
 Faktor kimia  karena terjadinya reaksi
disosiasi, asosiasi, polimerisasi, solvolisis
Jika terjadi reaksi  konsentrasi zat
yang akan diukur berkurang
sumber cahaya – monokromator – sel sampel – detektor – read
out (pembaca).
Spektrofotometer
Spektrofotometer
 Sumber cahaya (Lampu) : memancarkan semua warna
cahaya (yaitu, cahaya putih).
 Monokromator : memilih satu panjang gelombang dan
panjang gelombang yang dikirimkan melalui sampel.
 Detektor : mendeteksi panjang gelombang cahaya
yang telah melewati sampel.
 Amplifier : meningkatkan sinyal sehingga lebih mudah
untuk baca terhadap kebisingan latar belakang.
Komponen : lampu
Lampu
 Spektrofotometer UV
1. Lampu Gas hidrogen
2. Lampu Merkuri
 Spektrofotometer Visible
Lampu Tungsen / lampu wolfram
UV-VIS menggunakan photodiode yang telah
dilengkapi monokromator.
Komponen : monokromator
• Cahaya
– Semua cahaya
– Cahaya polikromatik
Komponen : monokromator
• Monokromator  memilih cahaya
monokromatik
– Cahaya satu warna
Cahaya merah
yang diserap
oleh larutan
hijau
Komponen Monokromator
• Prisma : mendispersikan radiasi elektromagnetik
• Kisi Difraksi : menghasilkan penyebaran dispersi
sinar secara merata
• Celah optis : mengarahkan sinar monokromatis
yang diharapkan dari sumber radiasi
• Filter : menyerap warna komplementer sehingga
cahaya yang diteruskan merupakan cahaya
berwarna
Komponen Spektrofotometer
• Kompartemen sampel
Kompartemen ini digunakan sebagai tempat
diletakkannya kuvet.
• Detektor
berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan
dari sampel dan mengubahnya menjadi arus
listrik.
• Read out merupakan suatu sistem baca yang
menangkap besarnya isyarat listrik yang berasal
dari detektor
Komponen : sample cells
Sample cells (kuvet)
 Spektrofotometer UV
Quartz (crystalline silica)
 Spektrofotometer Visible
Glass
Tombol Pengatur panjang
gelombang
Penunjuk panjang
gelombang
Penunjuk serapan & %
transmittance
Tombol pengatur cahaya
(A=0, T=100%)
Tempat sample Tombol on/off
Keterangan Alat
Cara Kerja Spektrofotometer
Spectronic 20 +
• Putar tombol on ke kanan. Biarkan 15 menit untuk
memanaskan alat. Atur tombol sampai menunjukkan
angka 0 pada petunjuk %T.
• Putar tombol pengatur gelombang untuk memilih
panjang gelombang yang sesuai.
• Memasukkan kuvet yang berisi paling sedikit 3 ml
akuadest ke dalam tempat sampel (sebelum
memasukkan kuvet, pastikan bahwa kuvet dalam
keadaan kering). Tutup penutup tempat sampel.
• Putar tombol pengatur cahaya sehingga %T
menunjukkan angka 100 / A menunjukkan angka 0.
• Angkat kuvet yang berisi aquadest dari tempat sampel.
Ganti isi kuvet dengan larutan blanko, baca serapannya.
• Ganti larutan blanko dalam kuvet dengan larutan
standar atau larutan uji. Baca serapannya.
Struktur kimia dan absorpsi UV
Larutan yang dapat dianalisis dengan
spektrofotometer UV  senyawa yang mempunyai
gugus kromofor
Gugus kromofor : gugus molekul yang mengandung
sistem elektronik yang dapat menyerap energi pada
daerah UV
Larutan yang dapat dianalisis dengan
spektrofotometer visible  senyawa yang berwarna
Contoh : KMnO4
Apabila senyawa tersebut tidak berwarna, maka perlu
ditambahkan pengompleks yang dapat membentuk
warna
Contoh : analisis logam Pb
Struktur kimia dan absorpsi Visible
Cara Perawatan dan Penyimpanan Alat
• 1. Sebelum digunakan, biarkan mesin warming-up
selama 15-20 menit.
• 2. Spektrofotometer sebisa mungkin tidak terpapar
sinar matahari langsung, karena cahaya dari matahari
akan dapat mengganggu pengukuran.
• 3. Simpan spektrofotometer di dalam ruangan yang
suhunya stabil dan diatas meja yang permanen.
• 4. Pastikan kompartemen sampel bersih dari bekas
sampel.
• 5. Saat memasukkan kuvet, pastikan kuvet kering.
• 6. Lakukan kalibrasi panjang gelombang dan
absorban secara teratur.
Kelebihan Spektrofotometer
• 1. Penggunaannya luas. Dapat digunakan
untuk senyawa organic, anorganik dan biokimia
yang diabsorbsi pada daerah ultraviolet maupun
daerah tampak
• 2. Sensitivitasnya tinggi. Batas deteksi untuk
mengabsorbsi dapat diperpanjang menjadi 10-6
sampai 10-7 M
• 3. Selektivitasnya tinggi
• 4. Ketelitiannya baik
• 5. Pengukurannya mudah, dengan kinerja yang
cepat
Suwun Hebak
BIOUnnes_Specktrofotometer

BIOUnnes_Specktrofotometer

  • 1.
    Anis Susilo 4411411056 DeasyAmalia Wulandari 4411411058 “SPEKTrOFOTOMETeR” Biology Non Education Second Group Semarang State University
  • 2.
    Spektrofotometer • Spektrofotometer adalahalat untuk mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang. • Spektrofotometri UV-Vis merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Alat ini menggunakan dua buah sumber cahaya yang berbeda, yaitu sumber cahaya UV dan sumber cahaya Visible.
  • 3.
    spektrofotometer • Spektrofotometer spektrometer + fotometer • Spektrometer  menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu • Fotometer  alat pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorpsikan • Spektrofotometer  untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan.
  • 4.
    Spektrofotometer UV Vis •Zat yang dapat dianalisis dengan spektrofotometri UV-Vis yaitu zat dalam bentuk larutan dan zat yang tampak berwarna maupun berwarna. • Spektrofotometer UV-Vis merupakan spektrofotometer berkas ganda, dimana blanko dan sampel dimasukan atau disinari secara bersamaan
  • 5.
    Prinsip kerja • Spektrofotometriuv-vis mengacu pada hukum Lambert-Beer. Apabila cahaya monokromatik melalui suatu media (larutan), maka sebagian cahaya tersebut akan diserap, sebagian dipantulkan dan sebagian lagi akan dipancarkan. • Sinar dari sumber cahaya akan dibagi menjadi dua berkas oleh cermin yang berputar pada bagian dalam spektrofotometer. Berkas pertama akan melewati kuvet berisi blanko, sementara berkas kedua akan melewati kuvet berisi sampel.
  • 6.
  • 7.
    Prinsip Spektrometri • Larutansampel dikenai radiasi elektromagnetik, sehingga menyerap energi / radiasi  terjadi interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan materi (atom/molekul) • Jumlah intensitas radiasi yang diserap oleh larutan sampel dikonversi dengan konsentrasi analit  data kuantitatif
  • 8.
    Spektrometri Berdasarkan jenis materiyang berinteraksi dengan radiasi elektromagnetik, dibagi : Spektrometri molekul  radiasi elektromagnetik berinteraksi dengan molekul Contoh : NMR, IR, UV-Vis, XRD Spektrometri atom  radiasi elektromagnetik berinteraksi dengan atom Contoh : AAS, AFS
  • 9.
    A = abc A: absorbance Hukum Lambert Beer – hubungan linear antara absorbansi dengan konsentrasi zat yang diserap Dasar pengukuran Spektrofotometer “c” konsentrasi sampel dalam (mol/L) “a” is molar absorptivity dalam L/[(mole)(cm)] “b” : panjang kuvet dalam cm Diameter kuvet atau tempat sampel = jarak cahaya yang melalui sampel yang diserap
  • 10.
    warna yang teramatiWarna yang diserap Panjang gelombang Green Red 700 nm Blue-green Orange-red 600 nm Violet Yellow 550 nm Red-violet Yellow-green 530 nm Red Green 500 nm Orange Blue 450 nm Yellow Violet 400 nm
  • 11.
    Penyimpangan Hk Lambert-Beer Larutan pekat pada konsentrasi larutan yang terlalu pekat, Absorbansi yang terbaca terlalu tinggi, sehingga grafik tidak linear  Larutan yang diukur harus encer  faktor instrumentasi  sinar yang diserap tidak monokromatis  menyebabkan 2 panjang gelombang maksimum  Faktor kimia  karena terjadinya reaksi disosiasi, asosiasi, polimerisasi, solvolisis Jika terjadi reaksi  konsentrasi zat yang akan diukur berkurang
  • 12.
    sumber cahaya –monokromator – sel sampel – detektor – read out (pembaca).
  • 13.
  • 14.
    Spektrofotometer  Sumber cahaya(Lampu) : memancarkan semua warna cahaya (yaitu, cahaya putih).  Monokromator : memilih satu panjang gelombang dan panjang gelombang yang dikirimkan melalui sampel.  Detektor : mendeteksi panjang gelombang cahaya yang telah melewati sampel.  Amplifier : meningkatkan sinyal sehingga lebih mudah untuk baca terhadap kebisingan latar belakang.
  • 15.
    Komponen : lampu Lampu Spektrofotometer UV 1. Lampu Gas hidrogen 2. Lampu Merkuri  Spektrofotometer Visible Lampu Tungsen / lampu wolfram UV-VIS menggunakan photodiode yang telah dilengkapi monokromator.
  • 16.
    Komponen : monokromator •Cahaya – Semua cahaya – Cahaya polikromatik
  • 17.
    Komponen : monokromator •Monokromator  memilih cahaya monokromatik – Cahaya satu warna Cahaya merah yang diserap oleh larutan hijau
  • 18.
    Komponen Monokromator • Prisma: mendispersikan radiasi elektromagnetik • Kisi Difraksi : menghasilkan penyebaran dispersi sinar secara merata • Celah optis : mengarahkan sinar monokromatis yang diharapkan dari sumber radiasi • Filter : menyerap warna komplementer sehingga cahaya yang diteruskan merupakan cahaya berwarna
  • 19.
    Komponen Spektrofotometer • Kompartemensampel Kompartemen ini digunakan sebagai tempat diletakkannya kuvet. • Detektor berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan dari sampel dan mengubahnya menjadi arus listrik. • Read out merupakan suatu sistem baca yang menangkap besarnya isyarat listrik yang berasal dari detektor
  • 20.
    Komponen : samplecells Sample cells (kuvet)  Spektrofotometer UV Quartz (crystalline silica)  Spektrofotometer Visible Glass
  • 21.
    Tombol Pengatur panjang gelombang Penunjukpanjang gelombang Penunjuk serapan & % transmittance Tombol pengatur cahaya (A=0, T=100%) Tempat sample Tombol on/off Keterangan Alat
  • 22.
    Cara Kerja Spektrofotometer Spectronic20 + • Putar tombol on ke kanan. Biarkan 15 menit untuk memanaskan alat. Atur tombol sampai menunjukkan angka 0 pada petunjuk %T. • Putar tombol pengatur gelombang untuk memilih panjang gelombang yang sesuai. • Memasukkan kuvet yang berisi paling sedikit 3 ml akuadest ke dalam tempat sampel (sebelum memasukkan kuvet, pastikan bahwa kuvet dalam keadaan kering). Tutup penutup tempat sampel. • Putar tombol pengatur cahaya sehingga %T menunjukkan angka 100 / A menunjukkan angka 0. • Angkat kuvet yang berisi aquadest dari tempat sampel. Ganti isi kuvet dengan larutan blanko, baca serapannya. • Ganti larutan blanko dalam kuvet dengan larutan standar atau larutan uji. Baca serapannya.
  • 23.
    Struktur kimia danabsorpsi UV Larutan yang dapat dianalisis dengan spektrofotometer UV  senyawa yang mempunyai gugus kromofor Gugus kromofor : gugus molekul yang mengandung sistem elektronik yang dapat menyerap energi pada daerah UV
  • 24.
    Larutan yang dapatdianalisis dengan spektrofotometer visible  senyawa yang berwarna Contoh : KMnO4 Apabila senyawa tersebut tidak berwarna, maka perlu ditambahkan pengompleks yang dapat membentuk warna Contoh : analisis logam Pb Struktur kimia dan absorpsi Visible
  • 25.
    Cara Perawatan danPenyimpanan Alat • 1. Sebelum digunakan, biarkan mesin warming-up selama 15-20 menit. • 2. Spektrofotometer sebisa mungkin tidak terpapar sinar matahari langsung, karena cahaya dari matahari akan dapat mengganggu pengukuran. • 3. Simpan spektrofotometer di dalam ruangan yang suhunya stabil dan diatas meja yang permanen. • 4. Pastikan kompartemen sampel bersih dari bekas sampel. • 5. Saat memasukkan kuvet, pastikan kuvet kering. • 6. Lakukan kalibrasi panjang gelombang dan absorban secara teratur.
  • 26.
    Kelebihan Spektrofotometer • 1.Penggunaannya luas. Dapat digunakan untuk senyawa organic, anorganik dan biokimia yang diabsorbsi pada daerah ultraviolet maupun daerah tampak • 2. Sensitivitasnya tinggi. Batas deteksi untuk mengabsorbsi dapat diperpanjang menjadi 10-6 sampai 10-7 M • 3. Selektivitasnya tinggi • 4. Ketelitiannya baik • 5. Pengukurannya mudah, dengan kinerja yang cepat
  • 28.