ERITROSIT
Oleh :
A. RIVAI. S. DUNGGIO
“Morfologi dan Jumlah”
ERITROSIT (SEL DARAH MERAH) :
KARAKTERISTIK
 Eritrosit  diskus bikonkaf, bentuknya bulat
dengan lekukan pada sentralnya dan berdiameter
7,65 µm.
 Eritrosit terbungkus dalam membran sel dengan
permeabilitas tinggi. Membran ini elastis dan
fleksibel, sehingga memungkinkan eritrosit
menembus kapiler (pembuluh darah terkecil).
 Setiap eritrosit mengandung sekitar 300 juta
molekul hemoglobin, sejenis pigmen pernapasan
yang mengikat oksigen. Volume hemoglobin
mencapai sepertiga volume sel.
STRUKTUR KIMIA HEMOGLOBIN
 Hemoglobin adalah molekul yang tersusun dari suatu protein,
globin. Globin terdiri dari empat rantai polipeptida yang
melekat pada empat gugus hem yang mengandung zat besi.
Hem berperan dalam pewarnaan darah.
 Pada hemoglobin orang dewasa(HgA), rantai polipeptidanya
terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai beta yang identik,
masing-masing membawa gugus hemnya.
 Hemoglobin janin (HgF) terdiri dari dua rantai alfa dan dua
rantai gamma, HgF memiliki afinitas yang sangat besar
terhadap oksigen dibandingkan HgA.
FUNGSI HEMOGLOBIN
 Jika hemoglobin terpajan oksigen, maka molekul oksigen
akan bergabung dengan rantai alfa dan beta, untuk
membentuk oksihemoglobin.
 Hemoglobin berikatan dengan karbondi oksida di bagian
asam amino pada globin. Karbaminohemoglobin yang
terbentuk hanya memakai 20% karbon dioksida yang
terkandung dalam darah, 80% sisanya dibawa dalam bentuk
ion bikarbonat.
JUMLAH SEL DARAH MERAH
 Laki-laki sehat berukuran rata-rata adalah 4,2
sampai 5,5 juta sel per millimeter kubik.
 Perempuan sehat berukuran rata-rata, jumlah sel
darah merahnya antara 3.2 sampai 5,2 juta sel per
millimeter kubik.
JUMLAH SEL DARAH MERAH
 Hematokrit adalah persentasi volume
darah total yang mengandung eritrosit.
Persentasi ini ditentukan dengan
melakukan sentrifugasi sebuah sampel
darah dalam tabung khusus dan
mengukur kerapatan sel pada bagian
dasar tabung.
FUNGSI SEL DARAH MERAH
 Mentranspor oksigen keseluruh jaringan melalaui
pengikatan hemoglobin terhadap oksigen.
 Hemoglobin sel darah merah berikatan dengan
karbon dioksida untuk ditranspor ke paru-paru,
tetapi sebagian besar karbon dioksida yand dibawa
plasma berada dalam bentuk ion bikarbonat.
FUNGSI SEL DARAH MERAH
 Suatu enzim (karbonat anhidrase) dalam eritrosit
memungkinkan sel darah merah bereaksi dengan
karbon dioksida untuk membentuk ion bikarbonat.
Ion bikarbonat berdifusi keluar dari sel darah merah
dan masuk ke dalam plasma.
 Sel darah merah berperan penting dalam pengaturan
pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin
merupakan buffer asam-basa.
PENGATURAN PRODUKSI SEL DARAH MERAH…)1
 Produksi eritrosit diatur eritropoitin, suatu hormon glikoprotein
yang diproduksi terutama oleh ginjal. Kecepatan produksi
eritropoitin berbanding terbalik dengan persediaan oksigen
dalam jaringan.
 Faktor apapun yang menyebabkan jaringan menerima volume
oksigen yang berkurang (anoksia) akan mengakibatkan
peningkatan produksi eritropoitin, sehingga semakin
menstimulasi produksi sel darah merah.
PENGATURAN PRODUKSI SEL DARAH MERAH…)2
 Hormone lain, seperti kortison, hormone
tiroid, dan hormone pertumbuhan juga
mempengaruhi produksi sel darah merah.
UMUR DAN DESTRUKSI ERITROSIT…)1
 Sel darah merah biasanya bersikulasi selama
120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah
pecah. Walaupun sel darah merah matang
tidak memiliki nuklei, mitokondria ataupun
reticulum endoplasma, enzim sitoplasmanya
mampu memproduksi ATP untuk waktu yang
terbatas ini.
UMUR DAN DESTRUKSI ERITROSIT…)2
 Fragmen sel darah merah yang rusak atau
terdisintegrasi akan mengalami fagositosis
oleh makrofag dalam limfa, hati, sumsum
tulang dan jaringan tubuh lain.
MASALAH KLINIS
 Anemia  defisiensi sel darah merah atau kekurangan
hemoglobin mengakibatkan penurunan jumlah sel darah
merah, atau jumlah sel darah merah tetap normal tetapi
jumlah hemoglobinnya subnormal kemampuan darah untuk
membawa oksigen berkurang  individu akan terlihat pucat
atau kurang tenaga.
 Polisitemia  peningkatan jumlah sel darah merah dalam
sirkulasi yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan
volume darah
Makan Durian
Bareng Aura Kasih
Cukup Sekian dan
Terima kasih

Eritrosit

  • 1.
    ERITROSIT Oleh : A. RIVAI.S. DUNGGIO “Morfologi dan Jumlah”
  • 2.
    ERITROSIT (SEL DARAHMERAH) : KARAKTERISTIK  Eritrosit  diskus bikonkaf, bentuknya bulat dengan lekukan pada sentralnya dan berdiameter 7,65 µm.  Eritrosit terbungkus dalam membran sel dengan permeabilitas tinggi. Membran ini elastis dan fleksibel, sehingga memungkinkan eritrosit menembus kapiler (pembuluh darah terkecil).  Setiap eritrosit mengandung sekitar 300 juta molekul hemoglobin, sejenis pigmen pernapasan yang mengikat oksigen. Volume hemoglobin mencapai sepertiga volume sel.
  • 3.
    STRUKTUR KIMIA HEMOGLOBIN Hemoglobin adalah molekul yang tersusun dari suatu protein, globin. Globin terdiri dari empat rantai polipeptida yang melekat pada empat gugus hem yang mengandung zat besi. Hem berperan dalam pewarnaan darah.  Pada hemoglobin orang dewasa(HgA), rantai polipeptidanya terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai beta yang identik, masing-masing membawa gugus hemnya.  Hemoglobin janin (HgF) terdiri dari dua rantai alfa dan dua rantai gamma, HgF memiliki afinitas yang sangat besar terhadap oksigen dibandingkan HgA.
  • 4.
    FUNGSI HEMOGLOBIN  Jikahemoglobin terpajan oksigen, maka molekul oksigen akan bergabung dengan rantai alfa dan beta, untuk membentuk oksihemoglobin.  Hemoglobin berikatan dengan karbondi oksida di bagian asam amino pada globin. Karbaminohemoglobin yang terbentuk hanya memakai 20% karbon dioksida yang terkandung dalam darah, 80% sisanya dibawa dalam bentuk ion bikarbonat.
  • 5.
    JUMLAH SEL DARAHMERAH  Laki-laki sehat berukuran rata-rata adalah 4,2 sampai 5,5 juta sel per millimeter kubik.  Perempuan sehat berukuran rata-rata, jumlah sel darah merahnya antara 3.2 sampai 5,2 juta sel per millimeter kubik.
  • 6.
    JUMLAH SEL DARAHMERAH  Hematokrit adalah persentasi volume darah total yang mengandung eritrosit. Persentasi ini ditentukan dengan melakukan sentrifugasi sebuah sampel darah dalam tabung khusus dan mengukur kerapatan sel pada bagian dasar tabung.
  • 7.
    FUNGSI SEL DARAHMERAH  Mentranspor oksigen keseluruh jaringan melalaui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen.  Hemoglobin sel darah merah berikatan dengan karbon dioksida untuk ditranspor ke paru-paru, tetapi sebagian besar karbon dioksida yand dibawa plasma berada dalam bentuk ion bikarbonat.
  • 8.
    FUNGSI SEL DARAHMERAH  Suatu enzim (karbonat anhidrase) dalam eritrosit memungkinkan sel darah merah bereaksi dengan karbon dioksida untuk membentuk ion bikarbonat. Ion bikarbonat berdifusi keluar dari sel darah merah dan masuk ke dalam plasma.  Sel darah merah berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan buffer asam-basa.
  • 9.
    PENGATURAN PRODUKSI SELDARAH MERAH…)1  Produksi eritrosit diatur eritropoitin, suatu hormon glikoprotein yang diproduksi terutama oleh ginjal. Kecepatan produksi eritropoitin berbanding terbalik dengan persediaan oksigen dalam jaringan.  Faktor apapun yang menyebabkan jaringan menerima volume oksigen yang berkurang (anoksia) akan mengakibatkan peningkatan produksi eritropoitin, sehingga semakin menstimulasi produksi sel darah merah.
  • 10.
    PENGATURAN PRODUKSI SELDARAH MERAH…)2  Hormone lain, seperti kortison, hormone tiroid, dan hormone pertumbuhan juga mempengaruhi produksi sel darah merah.
  • 11.
    UMUR DAN DESTRUKSIERITROSIT…)1  Sel darah merah biasanya bersikulasi selama 120 hari sebelum menjadi rapuh dan mudah pecah. Walaupun sel darah merah matang tidak memiliki nuklei, mitokondria ataupun reticulum endoplasma, enzim sitoplasmanya mampu memproduksi ATP untuk waktu yang terbatas ini.
  • 12.
    UMUR DAN DESTRUKSIERITROSIT…)2  Fragmen sel darah merah yang rusak atau terdisintegrasi akan mengalami fagositosis oleh makrofag dalam limfa, hati, sumsum tulang dan jaringan tubuh lain.
  • 13.
    MASALAH KLINIS  Anemia defisiensi sel darah merah atau kekurangan hemoglobin mengakibatkan penurunan jumlah sel darah merah, atau jumlah sel darah merah tetap normal tetapi jumlah hemoglobinnya subnormal kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang  individu akan terlihat pucat atau kurang tenaga.  Polisitemia  peningkatan jumlah sel darah merah dalam sirkulasi yang mengakibatkan peningkatan viskositas dan volume darah
  • 14.
    Makan Durian Bareng AuraKasih Cukup Sekian dan Terima kasih

Editor's Notes