NYERI
ABDUL RIVAI S. DUNGGIO
POKOK BAHASAN
 Konsep pengelolaan nyeri
 Tujuan pengelolaan nyeri
 Indikasi pengelolaan nyeri
 Prosedur pengelolaan nyeri
Konsep Nyeri; Pengertian
• Perasaan tidak menyenangkan bersifat sangat
subyektif (fisik maupun emosional) jaringan
rusak, cenderung rusak atau keadaan yg
tunjukan kerusakan jaringan.
• Mekanisme protektif bagi tubuh, timbul bila
jaringan rusak  reaksi untuk hilangkan
rangsangan nyeri.
Konsep Nyeri : Fisiologi
 Ujung-ujung saraf bebas (lapisan-lapisan
kulit & jaringan)  peran terima
rangsangan nyeri.
 Stimulasi nyeri (zat kimia, listrik, panas,
mekanik maupun mikroorganisme)
timbulkan respon nyeri.
 Inpuls dihantarkan ke SSP  2 sistem
serabut.
Konsep Nyeri : Fisiologi
 Dua sistem serabut  Serabut Delta A
bermeilin & serabut C tak bermeilin
 Inpuls capai SSP lalui serabut saraf
asenden  thalamus  rasakan sensasi
(pelajari lokasi & kekuatan)
 Capai korteks serebri  lebih terlibat dgn
sensasi nyeri  interpretasi & cari cara
hindari sensasi.
Konsep Nyeri : Fisiologi(TeorigateControl)
 Substansi Gelatinosa (SG)  area dr sel2
khusus pd bgian ujung dorsal serabut saraf
sumsum tulang blkg (spinal cord) punya
peran sbg mknisme pintu gerbang.
 Mekanisme pintu gerbang  modifikasi
dan rubah sensasi sblm capai korteks
serebri & timbulkan persepsi nyeri
Konsep Nyeri : Fisiologi
 Dua jenis serabut nyeri :
• Serabut reseptor dgn diameter kecil
(dikulit & struktur dalam)  transmisikan
sensasi yg keras
• Serabut reseptor dgn diameter besar
(struktur permukaan)  transmisikan
sensasi sentuhan, getaran, suhu hangat
dan tekanan halus.
Konsep Nyeri : Fisiologi
 Tiga gambaran yang membantu determinasi
seberapa jauh nyeri diterima seseorang:
• Input emosional dan kognitif yg terus menerus
berkaitan dengan stimulus nyeri
• Intensitas stimulus nyeri dlm arti jumlah serabut
yg trstimulasi dan frekwensi impuls.
• Keseimbangan relatif aktivitas serabut besar
terhadap serabut kecil.
Klasifikasi Nyeri : Serangannya
• Nyeri akut  nyeri yg terjadi mendadak
• Nyeri kronik  nyeri yg dirasakan timbul
secara perlahan-lahan
Klasifikasi Nyeri : Tempatnya
• Periferal pain  nyeri daerah perifer :
– Super ficial  permukaan kulit
– Deef pain  bagian dalam tubuh
– Reffered  nyeri alihan akibat pnykt organ
• Central pain  perangsangan susunan saraf
pusat.
• Phsychogenik pain  dirasakan tanpa sebab tp
akibat trauma
Klasifikasi Nyeri : Jenisnya
• Terusuk  dirasakan bila ada sesuatu yg
ditusukan dlm tubuh
• Terbakar  dirasakan bila kulit terbakar
• Pegal  dirasakan dipermukaan tubuh (nyeri
dalam) dengan berbagai tingkat gangguannya.
Klasifikasi Nyeri : Sifatnya
• Insidentil  timbul sewaktu-waktu
• Steady  timbul menetap dan dirasakan dlm
waktu yg lama
• Paroxymal  berintensitas tinggi dan kuat
sekali
SKALA NYERI
1
0 4 5 6 7 8 9
2 3 10
Tidak
Nyeri
Nyeri
Ringan
Nyeri
Sedang
Nyeri
Berat
Nyeri
Tak
Tertahankan
• 0 :Tidak nyeri
• 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat
berkomunikasi dengan baik.
• 4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis,
menyeringai, dapat menunjukkan lokasi nyeri, dapat
mendeskripsikannya, dapat mengikuti perintah dengan
baik.
Skala Nyeri : keterangannya
• 7-9 : Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang
tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon
terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi nyeri,
tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi
dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi
• 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu
lagi berkomunikasi, memukul.
Skala Nyeri : keterangannya
Faktor-faktor Pengaruhi Nyeri
 Lingkungan
 Umur
 Jenis kelamin
 Kelelahan
 Pengalaman yg lalu
 Kepercayaan agama
 Budaya
 Dukungan
Respon fisiologis terhadap nyeri
• Stimulasi Simpatik:(nyeri ringan, moderat, dan
superficial)
– Dilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate
– Peningkatan heart rate
– Vasokonstriksi perifer, peningkatan BP
– Peningkatan nilai gula darah
– Diaphoresis
– Peningkatan kekuatan otot
– Dilatasi pupil
– Penurunan motilitas GI
Respon fisiologis terhadap nyeri
• Stimulus Parasimpatik (nyeri berat dan
dalam)
– Muka pucat
– Otot mengeras
– Penurunan HR dan BP
– Nafas cepat dan irreguler
– Nausea dan vomitus
– Kelelahan dan keletihan
Respon tingkah laku terhadap nyeri
• Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak
Nafas, Mendengkur)
• Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi,
Menggigit bibir)
• Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan otot,
peningkatan gerakan jari & tangan
• Kontak dengan orang lain/interaksi sosial
(Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial,
Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas
menghilangkan nyeri)
Pengelolaan Nyeri
 Distraksi
 Relaksasi
 Plasebo
 Masase punggung
 Kompres hangat
 Kompres dingin
 Rendam panas/dingi
Pengelolaan Nyeri : Distraksi
 Metode untuk hilangkan nyeri dgn cara alihkan
perhatian dgn tehnik :
Baca koran/majalah
Masase sambil napas
pelan-pelan
Mendengar lagu sambil tepuk jari tgn/kaki
Bayangkan hal-hal indah
sambil tutup mata
Pengelolaan Nyeri : relaksasi
 Metode untuk hilangkan nyeri dgn cara latihan napas dalam
 Tiga hal utama dlm relaksasi :
 Posisi yg tepat  bagian tubuh disokong,
persendian fleksi, otot-otot tdk ditarik
 Pikiran beristirahat  pandangi sekeliling
ruangan (pikiran tenang), tersenyum (lestarikan
muka)
 Lingkungan yg tenang
Pengelolaan Nyeri : relaksasi
 Tehnik relaksasi :
 Pasien tarik napas dalam
 Perlahan-lahan udara dihembuskan
sambil biarkan tubuh menjadi kendor
dan rasakan betapa nyaman hal tersebut
 Pasien bernapas beberapa kali dengan
irama normal
Pengelolaan Nyeri : relaksasi
 Tehnik relaksasi....)2 :
 Tarik napas dalam lagi dan hembuskan pelan-
pelan, biarkan hanya kaki dan telapak kaki yg
kendor. Konsentrasikan pikiran pada kaki yg
terasa ringan dan hangat
 Tarik napas dalam lagi dan hembuskan pelan-
pelan, biarkan hanya lengan, perut, punggung
dan otot-otot lain. Konsentrasikan pikiran pada
lengan, perut, punggung dan otot-otot lain.
Pengelolaan Nyeri : relaksasi
 Tehnik relaksasi....)3 :
 Setelah relaks,
dianjurkan bernapas
secara pelan-pelan.
Bila nyeri jadi hebat,
pasien dpt bernapas
dangkal dan cepat.
Pengelolaan Nyeri : Plasebo
 Pengobatan atau tindakan
yg mempunyai efek pada
pasien akibat sugesti drpd
kandungan fisik atau kimia
 Obat yg tdk berisi analgetika
tp gula, air atau saline
Masase Punggung....)1
 Pengertian
Pemijatan, pengurutan, dsb pd bagian badan ter-tentu
dng tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan
peredaran darah sbg cara pengobatan atau untuk
menghilangkan rasa capai
 Tujuan :
 Meningkatkan relaksasi
 Meningkatkan sirkulasi pada area yg distimulasi
 Bahan dan Alat
 Pelumas (body lotion)
 Handuk
Masase Punggung...)2
 Prosedur
 Siapkan peralatan yg diperlukan
 Identifikasi pasien
 Beritahu pasien tentang tindakan
 Cuci tangan
 Atur posisi tidur pasien
 Letakkan bantal kecil dibawah perut pasien
 Tuangkan sedikit lotion ditangan anda, usap dengan
kedua tangan.
Masase Punggung...)3
 Prosedur
 Lakukan masase pada punggung 
gunakan telapak tangan dan jari-jari
dgn tekanan halus yg
bersambungan
 Selang-seling tangan  tekanan
pendek, cepat dan bergantian
 Remasan  usap bahu dgn setiap
tangan anda yg dikerjakan secara
bersama
Tehnik selang-seling
Tehnik Remasan
Masase Punggung...)4
 Prosedur
 Gesekan  masase dgn ibu jari dengan gerakan
memutar spnjg tlg punggung dari sakrum ke bahu
. Geser ke luar merata ke semua punggung.
 Eflurasi  masase dgn kedua tangan dgn
gunakan tekanan halus dgn gerakan ke atas
untuk bantu aliran balik vena
Tehnik Gesekan Tehnik Eflurasi
Masase Punggung...)4
 Prosedur
 Petrisasi  Tekan punggung secara horisontal.
Pindah tangan anda dgn arah yg berlawanan
dengan gunakan gerakan meremas
 Tekanan menyikat  Secara halus tekan
punggung dengan ujung-ujung jari untuk akhiri
masase.
Tehnik Petriase
Tehnik Menyikat
Masase Punggung...)5
 Hal-hal yg perlu diperhatikan
 Masase dikerjakan selama 5-10 menit
 Pasien alergi atau kulit mudah terangsang
 Hindari masase pada daerah kemerahan, kecuali
hilang disaat masase
 Kontraindikasi pada pasien imobilitas tertentu yg
dicurigai punya gangguan pengumpalan darah.
Kompres Hangat...)1
• Tujuan
– Membebaskan nyeri, spasme otot,
peradangan atau kongesti
• Bahan dan Alat
– Botol berisi air panas
– Temometer air
– Kain pembungkus
Kompres Hangat...)2
• Prosedur
– Siapkan peralatan
– Periksa botol apakah ada kebocoran
– Lakukan pemanasan pendahuluan pada botol
dgn cara isi air, kecangkan penutup, balikkan
berulang kali kmudian kosongkan.
– Siapkan air panas, dan diukur suhunya sampai
didapat suhu yg diinginkan
– Isikan pada botol sampai 1/3 atau 1/4
Kompres Hangat...)3
• Prosedur
– Kencangkan penutup dan keringkan
– Masukan botol kedalam kantong kain
– Identifikasi pasien
– Beritahu pasien
– Pasang botol air pada area yg dikehendaki
– Kaji pasien (tanda kemerahan atau tidak
nyaman)
Kompres Hangat...)4
• Prosedur
– Angkat botol setelah 20 menit, isi air lagi
sesuai keinginan
– Kembalikan semua peralatan pada tempatnya
• Hal-hal yang perlu diperhatikan
– Suhu air untuk orang dewasa 46oC -51,5 oC
– Jgn gunakan botol air panas pada pasien tdk
sadar atau pasien paralisis
Kompres Dingin ...)1
• Tujuan
– Kurangi nyeri
– Cegah edema
– Turunkan suhu
• Bahan dan Alat
– Kantong es, kerah es, tas es, pak es disposible
– Kantong pelindung
– Es, bila diperlukan
– Termometer air
Kompres Dingin ....)2
• Prosedur
– Siapkan semua peralatan
– Cuci tangan
– Isi kantong es dgn kepingan es sesuai kebutuhan
– Keluarkan udaranya dan kencangkan penutupnya
– Keringkan bagian luarnya dan periksa kebocoran
Kompres Dingin ....)3
• Prosedur
– Masukan ke dalam kantong pengaman
– Beritahu pasien
– Jaga Privasi
– Atur posisi pasien sesuai kebutuhan
– Buka area yang akan dipasang kompres
– Letakkan kantong es pada area yg dikehendaki,
ikat bila perlu
– Kaji keadaan kulit setiap 20 menit (nyeri, mati
rasa) dan kaji suhu tubuh pasien)
Kompres Dingin ....)4
• Prosedur
– Angkat kantong es bila sudah selesai
– Bantu pasien mengatur posisi yg nyaman
– Rapikan alat-alat
• Hal-hal yg perlu diperhatikan
– Tidak boleh diberikan pada area yg sudah terjadi edema
– Tidak boleh diteruskan jika nyeri semakin bertambah atau
edema meningkat
– Kompres dingin dilakukan selama 1 jam.
Rendam Panas/Dingin....)1
 Tujuan
 Hilangkan nyeri,
peradangan, dan kongesti
 Batasi infeksi
 Lancarkan aliran
 Percepat penyembuhan
jaringan
 Kendorkan otot, tendon,
dan ligamen
Rendam Panas/Dingin....)2
 Bahan dan alat
 Waskom
 Selimut mandi 2 buah
 Larutan sesuai dgn kebutuhan
 Termometer air
 Peralatan pembalutan bila perlu
Rendam Panas/Dingin....)3
 Prosedur
 Siapkan peralatan
 Identifikasi pasien
 Beritahu pasien
 Pasien dibantu kenakan baju mandi
 Atur posisi pasien (ditempat tidur/duduk)
 Jaga privasi pasien
 Cuci tangan
Rendam Panas/Dingin....)4
 Prosedur
 Isi waskom dgn cairan yg diperlukan,
dinginkan/panaskan sesuai suhu yg
dibutuhkan
 Lepas pembalut (tergantung situasi)
 Letakkan pengalas tahan air dibawah
waskom
 Taruh bagian tubuh pasien yang sakit dlm
waskom dgn nyaman. Letakkan handuk
dipinggiran waskom.
Rendam Panas/Dingin....)5
 Prosedur
 Tutupi waskom dengan selimut mandi untuk jaga
suhu tetap hangat
 Angkat bagian tubuh yg dimasukkan ke waskom
sewaktu menambah cairan hangat atau dingin.
 Lanjutkan perendaman sekitar 15-20 menit atau
sesuai kebutuhan
 Bila selesai, angkat anggota tubuh pasien dari cairan,
letakkan pada handuk dan keringkan. Bila digunakan
tehnik aseptik gunakan handuk steril
Rendam Panas/Dingin....)6
 Prosedur
 Pasang pembalut/penutup luka bila perlu
 Atur posisi pasien yg nyaman
 Rapikan alat-alat
 Hal-hal yg perlu diperhatikan
 Rendam hangat suhu 40,5oC-43oC, Rendam dingin
suhu 15oC
 Tehnik steril (rendam luka) dgn gunakanperalatan
steril
Makan Durian
Bareng Aura Kasih
Cukup Sekian dan
Terima kasih

Nyeri

  • 1.
  • 2.
    POKOK BAHASAN  Konseppengelolaan nyeri  Tujuan pengelolaan nyeri  Indikasi pengelolaan nyeri  Prosedur pengelolaan nyeri
  • 3.
    Konsep Nyeri; Pengertian •Perasaan tidak menyenangkan bersifat sangat subyektif (fisik maupun emosional) jaringan rusak, cenderung rusak atau keadaan yg tunjukan kerusakan jaringan. • Mekanisme protektif bagi tubuh, timbul bila jaringan rusak  reaksi untuk hilangkan rangsangan nyeri.
  • 4.
    Konsep Nyeri :Fisiologi  Ujung-ujung saraf bebas (lapisan-lapisan kulit & jaringan)  peran terima rangsangan nyeri.  Stimulasi nyeri (zat kimia, listrik, panas, mekanik maupun mikroorganisme) timbulkan respon nyeri.  Inpuls dihantarkan ke SSP  2 sistem serabut.
  • 5.
    Konsep Nyeri :Fisiologi  Dua sistem serabut  Serabut Delta A bermeilin & serabut C tak bermeilin  Inpuls capai SSP lalui serabut saraf asenden  thalamus  rasakan sensasi (pelajari lokasi & kekuatan)  Capai korteks serebri  lebih terlibat dgn sensasi nyeri  interpretasi & cari cara hindari sensasi.
  • 6.
    Konsep Nyeri :Fisiologi(TeorigateControl)  Substansi Gelatinosa (SG)  area dr sel2 khusus pd bgian ujung dorsal serabut saraf sumsum tulang blkg (spinal cord) punya peran sbg mknisme pintu gerbang.  Mekanisme pintu gerbang  modifikasi dan rubah sensasi sblm capai korteks serebri & timbulkan persepsi nyeri
  • 7.
    Konsep Nyeri :Fisiologi  Dua jenis serabut nyeri : • Serabut reseptor dgn diameter kecil (dikulit & struktur dalam)  transmisikan sensasi yg keras • Serabut reseptor dgn diameter besar (struktur permukaan)  transmisikan sensasi sentuhan, getaran, suhu hangat dan tekanan halus.
  • 8.
    Konsep Nyeri :Fisiologi  Tiga gambaran yang membantu determinasi seberapa jauh nyeri diterima seseorang: • Input emosional dan kognitif yg terus menerus berkaitan dengan stimulus nyeri • Intensitas stimulus nyeri dlm arti jumlah serabut yg trstimulasi dan frekwensi impuls. • Keseimbangan relatif aktivitas serabut besar terhadap serabut kecil.
  • 9.
    Klasifikasi Nyeri :Serangannya • Nyeri akut  nyeri yg terjadi mendadak • Nyeri kronik  nyeri yg dirasakan timbul secara perlahan-lahan
  • 10.
    Klasifikasi Nyeri :Tempatnya • Periferal pain  nyeri daerah perifer : – Super ficial  permukaan kulit – Deef pain  bagian dalam tubuh – Reffered  nyeri alihan akibat pnykt organ • Central pain  perangsangan susunan saraf pusat. • Phsychogenik pain  dirasakan tanpa sebab tp akibat trauma
  • 11.
    Klasifikasi Nyeri :Jenisnya • Terusuk  dirasakan bila ada sesuatu yg ditusukan dlm tubuh • Terbakar  dirasakan bila kulit terbakar • Pegal  dirasakan dipermukaan tubuh (nyeri dalam) dengan berbagai tingkat gangguannya.
  • 12.
    Klasifikasi Nyeri :Sifatnya • Insidentil  timbul sewaktu-waktu • Steady  timbul menetap dan dirasakan dlm waktu yg lama • Paroxymal  berintensitas tinggi dan kuat sekali
  • 13.
    SKALA NYERI 1 0 45 6 7 8 9 2 3 10 Tidak Nyeri Nyeri Ringan Nyeri Sedang Nyeri Berat Nyeri Tak Tertahankan
  • 14.
    • 0 :Tidaknyeri • 1-3 : Nyeri ringan : secara obyektif klien dapat berkomunikasi dengan baik. • 4-6 : Nyeri sedang : Secara obyektif klien mendesis, menyeringai, dapat menunjukkan lokasi nyeri, dapat mendeskripsikannya, dapat mengikuti perintah dengan baik. Skala Nyeri : keterangannya
  • 15.
    • 7-9 :Nyeri berat : secara obyektif klien terkadang tidak dapat mengikuti perintah tapi masih respon terhadap tindakan, dapat menunjukkan lokasi nyeri, tidak dapat mendeskripsikannya, tidak dapat diatasi dengan alih posisi nafas panjang dan distraksi • 10 : Nyeri sangat berat : Pasien sudah tidak mampu lagi berkomunikasi, memukul. Skala Nyeri : keterangannya
  • 16.
    Faktor-faktor Pengaruhi Nyeri Lingkungan  Umur  Jenis kelamin  Kelelahan  Pengalaman yg lalu  Kepercayaan agama  Budaya  Dukungan
  • 17.
    Respon fisiologis terhadapnyeri • Stimulasi Simpatik:(nyeri ringan, moderat, dan superficial) – Dilatasi saluran bronkhial dan peningkatan respirasi rate – Peningkatan heart rate – Vasokonstriksi perifer, peningkatan BP – Peningkatan nilai gula darah – Diaphoresis – Peningkatan kekuatan otot – Dilatasi pupil – Penurunan motilitas GI
  • 18.
    Respon fisiologis terhadapnyeri • Stimulus Parasimpatik (nyeri berat dan dalam) – Muka pucat – Otot mengeras – Penurunan HR dan BP – Nafas cepat dan irreguler – Nausea dan vomitus – Kelelahan dan keletihan
  • 19.
    Respon tingkah lakuterhadap nyeri • Pernyataan verbal (Mengaduh, Menangis, Sesak Nafas, Mendengkur) • Ekspresi wajah (Meringis, Menggeletukkan gigi, Menggigit bibir) • Gerakan tubuh (Gelisah, Imobilisasi, Ketegangan otot, peningkatan gerakan jari & tangan • Kontak dengan orang lain/interaksi sosial (Menghindari percakapan, Menghindari kontak sosial, Penurunan rentang perhatian, Fokus pd aktivitas menghilangkan nyeri)
  • 20.
    Pengelolaan Nyeri  Distraksi Relaksasi  Plasebo  Masase punggung  Kompres hangat  Kompres dingin  Rendam panas/dingi
  • 21.
    Pengelolaan Nyeri :Distraksi  Metode untuk hilangkan nyeri dgn cara alihkan perhatian dgn tehnik : Baca koran/majalah Masase sambil napas pelan-pelan Mendengar lagu sambil tepuk jari tgn/kaki Bayangkan hal-hal indah sambil tutup mata
  • 22.
    Pengelolaan Nyeri :relaksasi  Metode untuk hilangkan nyeri dgn cara latihan napas dalam  Tiga hal utama dlm relaksasi :  Posisi yg tepat  bagian tubuh disokong, persendian fleksi, otot-otot tdk ditarik  Pikiran beristirahat  pandangi sekeliling ruangan (pikiran tenang), tersenyum (lestarikan muka)  Lingkungan yg tenang
  • 23.
    Pengelolaan Nyeri :relaksasi  Tehnik relaksasi :  Pasien tarik napas dalam  Perlahan-lahan udara dihembuskan sambil biarkan tubuh menjadi kendor dan rasakan betapa nyaman hal tersebut  Pasien bernapas beberapa kali dengan irama normal
  • 24.
    Pengelolaan Nyeri :relaksasi  Tehnik relaksasi....)2 :  Tarik napas dalam lagi dan hembuskan pelan- pelan, biarkan hanya kaki dan telapak kaki yg kendor. Konsentrasikan pikiran pada kaki yg terasa ringan dan hangat  Tarik napas dalam lagi dan hembuskan pelan- pelan, biarkan hanya lengan, perut, punggung dan otot-otot lain. Konsentrasikan pikiran pada lengan, perut, punggung dan otot-otot lain.
  • 25.
    Pengelolaan Nyeri :relaksasi  Tehnik relaksasi....)3 :  Setelah relaks, dianjurkan bernapas secara pelan-pelan. Bila nyeri jadi hebat, pasien dpt bernapas dangkal dan cepat.
  • 26.
    Pengelolaan Nyeri :Plasebo  Pengobatan atau tindakan yg mempunyai efek pada pasien akibat sugesti drpd kandungan fisik atau kimia  Obat yg tdk berisi analgetika tp gula, air atau saline
  • 27.
    Masase Punggung....)1  Pengertian Pemijatan,pengurutan, dsb pd bagian badan ter-tentu dng tangan atau alat-alat khusus untuk melancarkan peredaran darah sbg cara pengobatan atau untuk menghilangkan rasa capai  Tujuan :  Meningkatkan relaksasi  Meningkatkan sirkulasi pada area yg distimulasi  Bahan dan Alat  Pelumas (body lotion)  Handuk
  • 28.
    Masase Punggung...)2  Prosedur Siapkan peralatan yg diperlukan  Identifikasi pasien  Beritahu pasien tentang tindakan  Cuci tangan  Atur posisi tidur pasien  Letakkan bantal kecil dibawah perut pasien  Tuangkan sedikit lotion ditangan anda, usap dengan kedua tangan.
  • 29.
    Masase Punggung...)3  Prosedur Lakukan masase pada punggung  gunakan telapak tangan dan jari-jari dgn tekanan halus yg bersambungan  Selang-seling tangan  tekanan pendek, cepat dan bergantian  Remasan  usap bahu dgn setiap tangan anda yg dikerjakan secara bersama Tehnik selang-seling
  • 30.
  • 31.
    Masase Punggung...)4  Prosedur Gesekan  masase dgn ibu jari dengan gerakan memutar spnjg tlg punggung dari sakrum ke bahu . Geser ke luar merata ke semua punggung.  Eflurasi  masase dgn kedua tangan dgn gunakan tekanan halus dgn gerakan ke atas untuk bantu aliran balik vena
  • 32.
  • 33.
    Masase Punggung...)4  Prosedur Petrisasi  Tekan punggung secara horisontal. Pindah tangan anda dgn arah yg berlawanan dengan gunakan gerakan meremas  Tekanan menyikat  Secara halus tekan punggung dengan ujung-ujung jari untuk akhiri masase.
  • 34.
  • 35.
  • 36.
    Masase Punggung...)5  Hal-halyg perlu diperhatikan  Masase dikerjakan selama 5-10 menit  Pasien alergi atau kulit mudah terangsang  Hindari masase pada daerah kemerahan, kecuali hilang disaat masase  Kontraindikasi pada pasien imobilitas tertentu yg dicurigai punya gangguan pengumpalan darah.
  • 37.
    Kompres Hangat...)1 • Tujuan –Membebaskan nyeri, spasme otot, peradangan atau kongesti • Bahan dan Alat – Botol berisi air panas – Temometer air – Kain pembungkus
  • 38.
    Kompres Hangat...)2 • Prosedur –Siapkan peralatan – Periksa botol apakah ada kebocoran – Lakukan pemanasan pendahuluan pada botol dgn cara isi air, kecangkan penutup, balikkan berulang kali kmudian kosongkan. – Siapkan air panas, dan diukur suhunya sampai didapat suhu yg diinginkan – Isikan pada botol sampai 1/3 atau 1/4
  • 39.
    Kompres Hangat...)3 • Prosedur –Kencangkan penutup dan keringkan – Masukan botol kedalam kantong kain – Identifikasi pasien – Beritahu pasien – Pasang botol air pada area yg dikehendaki – Kaji pasien (tanda kemerahan atau tidak nyaman)
  • 40.
    Kompres Hangat...)4 • Prosedur –Angkat botol setelah 20 menit, isi air lagi sesuai keinginan – Kembalikan semua peralatan pada tempatnya • Hal-hal yang perlu diperhatikan – Suhu air untuk orang dewasa 46oC -51,5 oC – Jgn gunakan botol air panas pada pasien tdk sadar atau pasien paralisis
  • 41.
    Kompres Dingin ...)1 •Tujuan – Kurangi nyeri – Cegah edema – Turunkan suhu • Bahan dan Alat – Kantong es, kerah es, tas es, pak es disposible – Kantong pelindung – Es, bila diperlukan – Termometer air
  • 42.
    Kompres Dingin ....)2 •Prosedur – Siapkan semua peralatan – Cuci tangan – Isi kantong es dgn kepingan es sesuai kebutuhan – Keluarkan udaranya dan kencangkan penutupnya – Keringkan bagian luarnya dan periksa kebocoran
  • 43.
    Kompres Dingin ....)3 •Prosedur – Masukan ke dalam kantong pengaman – Beritahu pasien – Jaga Privasi – Atur posisi pasien sesuai kebutuhan – Buka area yang akan dipasang kompres – Letakkan kantong es pada area yg dikehendaki, ikat bila perlu – Kaji keadaan kulit setiap 20 menit (nyeri, mati rasa) dan kaji suhu tubuh pasien)
  • 44.
    Kompres Dingin ....)4 •Prosedur – Angkat kantong es bila sudah selesai – Bantu pasien mengatur posisi yg nyaman – Rapikan alat-alat • Hal-hal yg perlu diperhatikan – Tidak boleh diberikan pada area yg sudah terjadi edema – Tidak boleh diteruskan jika nyeri semakin bertambah atau edema meningkat – Kompres dingin dilakukan selama 1 jam.
  • 45.
    Rendam Panas/Dingin....)1  Tujuan Hilangkan nyeri, peradangan, dan kongesti  Batasi infeksi  Lancarkan aliran  Percepat penyembuhan jaringan  Kendorkan otot, tendon, dan ligamen
  • 46.
    Rendam Panas/Dingin....)2  Bahandan alat  Waskom  Selimut mandi 2 buah  Larutan sesuai dgn kebutuhan  Termometer air  Peralatan pembalutan bila perlu
  • 47.
    Rendam Panas/Dingin....)3  Prosedur Siapkan peralatan  Identifikasi pasien  Beritahu pasien  Pasien dibantu kenakan baju mandi  Atur posisi pasien (ditempat tidur/duduk)  Jaga privasi pasien  Cuci tangan
  • 48.
    Rendam Panas/Dingin....)4  Prosedur Isi waskom dgn cairan yg diperlukan, dinginkan/panaskan sesuai suhu yg dibutuhkan  Lepas pembalut (tergantung situasi)  Letakkan pengalas tahan air dibawah waskom  Taruh bagian tubuh pasien yang sakit dlm waskom dgn nyaman. Letakkan handuk dipinggiran waskom.
  • 49.
    Rendam Panas/Dingin....)5  Prosedur Tutupi waskom dengan selimut mandi untuk jaga suhu tetap hangat  Angkat bagian tubuh yg dimasukkan ke waskom sewaktu menambah cairan hangat atau dingin.  Lanjutkan perendaman sekitar 15-20 menit atau sesuai kebutuhan  Bila selesai, angkat anggota tubuh pasien dari cairan, letakkan pada handuk dan keringkan. Bila digunakan tehnik aseptik gunakan handuk steril
  • 50.
    Rendam Panas/Dingin....)6  Prosedur Pasang pembalut/penutup luka bila perlu  Atur posisi pasien yg nyaman  Rapikan alat-alat  Hal-hal yg perlu diperhatikan  Rendam hangat suhu 40,5oC-43oC, Rendam dingin suhu 15oC  Tehnik steril (rendam luka) dgn gunakanperalatan steril
  • 51.
    Makan Durian Bareng AuraKasih Cukup Sekian dan Terima kasih