SISTEM CARDIO VASCULAR IISISTEM CARDIO VASCULAR II
OLEH:OLEH:
Usep Sunandar S.Pd.IUsep Sunandar S.Pd.I
DarahDarah
 Komposisi Darah :Komposisi Darah :
 A. Plasma Darah:A. Plasma Darah:
 *. Air (90%) vol plasma*. Air (90%) vol plasma
 *. plasma protein ( 6 – 8 % ) vol plasma*. plasma protein ( 6 – 8 % ) vol plasma
 Serum albumin, globulin, & fibrinogenSerum albumin, globulin, & fibrinogen
 Fungsi Plasma protein :Fungsi Plasma protein :
 1. sebagai cadangan makanan1. sebagai cadangan makanan
 2. memprtahankan nilai osmotik darah2. memprtahankan nilai osmotik darah
 3. pembekuan darah3. pembekuan darah
 4. plasma protein dibentuk di dalam hepar,4. plasma protein dibentuk di dalam hepar,
kerusakan hepar menyeb. Berkurangnya plasmakerusakan hepar menyeb. Berkurangnya plasma
protein di dlm darahprotein di dlm darah
 B. Elemen seluler darahB. Elemen seluler darah
SIFAT SIFAT KIMIA DARAHSIFAT SIFAT KIMIA DARAH
Di dalam darah terdapat asam bebasDi dalam darah terdapat asam bebas
HH22COCO33 dan NaHCOdan NaHCO33 serta NaHPO4serta NaHPO4
pH darah ditentukan oleh perimbanganpH darah ditentukan oleh perimbangan
HH22COCO33/NaHCO/NaHCO33
 Variasi pH darah sekitar 7,3 s/d 7,5 pH normalVariasi pH darah sekitar 7,3 s/d 7,5 pH normal
pH < dari 7,3 : keadaan acidosis, dptpH < dari 7,3 : keadaan acidosis, dpt
menyeb koma / kematianmenyeb koma / kematian
pH > 7,5 : alkalosis, timbul kejang kejangpH > 7,5 : alkalosis, timbul kejang kejang
Di dlm tubuh kita organ yg berperananDi dlm tubuh kita organ yg berperanan
mengatur pH dan keseimbangan asammengatur pH dan keseimbangan asam
basa adlh: paru dan ginjalbasa adlh: paru dan ginjal
Volume Darah:Volume Darah:
 100100
 Volue darah = volume plasma XVolue darah = volume plasma X
 100 – PCV100 – PCV
 PCV = Packed Cell Volume = HematokritPCV = Packed Cell Volume = Hematokrit
 Volume darah = vol. plasma + vol Seluler darahVolume darah = vol. plasma + vol Seluler darah
 Vol. darah sesuai dengan ukuran tubuhVol. darah sesuai dengan ukuran tubuh
 Dewasa pria : ±5 LDewasa pria : ±5 L
 Dewasa wanita :Dewasa wanita : ±± 4 – 4,5 L4 – 4,5 L
 Anak anak : Baru lahirAnak anak : Baru lahir ±± 0,3 L;Usia 1 th.0,3 L;Usia 1 th.±± 0,6 L0,6 L
 Usia 6 th.Usia 6 th. ±± 1,6 L1,6 L
 Massa RBC : Pria 29,5Massa RBC : Pria 29,5 ±3,5(SD) mL/kg±3,5(SD) mL/kg
 Wanita 25,5 ± 3,5 (SD) mL/kgWanita 25,5 ± 3,5 (SD) mL/kg
Fungsi darah :
1. Distribusi  transport O2 & nutrisi, ekskresi
metabolisme, dan transport hormon
2. Regulasi  menjaga temperatur tubuh,
kestabilan pH, dan volume cairan yang mampu
dialirkan
3. Proteksi  homeostasis dan pencegahan
infeksi
Eritrosit  diameter ± 7,8 µm, ketebalan ± 2,5 µm
(bagian tengah ± 1,0 µm
Makrositer  jika diameter > 9,0 µm
Mikrositer  jika diameter < 6,0 µm
Sel Darah Merah ( RBC )Sel Darah Merah ( RBC )
 Bentuk cakram bikonkaf tanpa inti selBentuk cakram bikonkaf tanpa inti sel
 Hb. Merupakan unsur utamaHb. Merupakan unsur utama
 Jumlah 5 X 10Jumlah 5 X 101212
Sel/LSel/L
 Diameter rata rata : 7,2 umDiameter rata rata : 7,2 um
 Ketebalan : 1,9 umKetebalan : 1,9 um
 Retikulosit : 2% dari sel dewasaRetikulosit : 2% dari sel dewasa
 Sel dewasa tidak mengandung mitokondria atauSel dewasa tidak mengandung mitokondria atau
inti sel, mengandung zat menyerupai “jelly”inti sel, mengandung zat menyerupai “jelly”
 Bentuk dapat berubah ubahBentuk dapat berubah ubah
Nilai sel darah normal manusia dan tikus
MCV = Mean Corpuscular Volume  (PCV : Eritrosit)
MCH = Mean Corpuscular Hemoglobin  (Hb : eritrosit)
MCHC = Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration  (Hb : PCV)
PCV = Packed Cell Volume = Hematokrit
PemeriksaanPemeriksaan ♂♂/ ♀/ ♀ tikustikus
Eritrosit ( x 10Eritrosit ( x 1066
/ mm/ mm33
)) 4,5 – 6,5 / 3,9 – 5,64,5 – 6,5 / 3,9 – 5,6 7 – 127 – 12
Hemoglobin (g/dL)Hemoglobin (g/dL) 13,5 – 18,0 / 11,5 – 16,413,5 – 18,0 / 11,5 – 16,4 10 – 2010 – 20
Hematocrit (%)Hematocrit (%) 40 – 54 / 36 – 4740 – 54 / 36 – 47 35 – 4935 – 49
MCV (fl)MCV (fl) 78 – 94 fL ---78 – 94 fL ---
MCH (pg)MCH (pg) 27 – 32 pg ---27 – 32 pg ---
MCHC (g/dL)MCHC (g/dL) 0 – 36 g/dL ---0 – 36 g/dL ---
Janin  0-2 bln (yolk sac) ; 2-7 bln (hati & limpa) ;
7-9 bln (sumsum tulang belakang)
Bayi  sumsum tulang
Dewasa  sumsum tulang pipih (iga, dada, belikat,
panggul, tengkorak, vertebrae, serta proksimal
tulang paha & lengan atas)
Eritrosit diproduksi oleh sumsum tulang sampai
seseorang berusia 5 th, namun sumsum tulang
panjang (kecuali proksimal humerus dan tibia)
menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi
eritrosit setelah seseorang berusia 20 tahun.
Setelah usia ini kebanyakan
eritrosit diprod dlm sumsum tulang membranosa,
spt vertebrae, sternum, & iga
ERITROPOESISERITROPOESIS
 Sel berkembang dari sel indukSel berkembang dari sel induk
 Sel IndukSel Induk
 Proeritroblast (E1)Proeritroblast (E1)
 Sel Normoblast muda( basofilik besar (E2)Sel Normoblast muda( basofilik besar (E2)
 Sel normoblast basofilik kecil (E3)Sel normoblast basofilik kecil (E3)
 Sel normoblast polikromatik (E4)Sel normoblast polikromatik (E4)
 Sel normoblast lanjut ( tdk membelah, E5)Sel normoblast lanjut ( tdk membelah, E5)
 Retikulosit (E6)Retikulosit (E6)
 Eritosit (E7)Eritosit (E7)
 Sel sel E5 berhenti membelah pada tahap ini, tjdSel sel E5 berhenti membelah pada tahap ini, tjd
sintesis DNA, RNA,Hem dan protein.sintesis DNA, RNA,Hem dan protein.
 Usia erit : 120 hari, sekitar 25 g /hari rusak.Usia erit : 120 hari, sekitar 25 g /hari rusak.
PENGATURAN ERITROPOESISPENGATURAN ERITROPOESIS
 Hipoksia merup. Perangsang utama, mll kerja eritropoetinHipoksia merup. Perangsang utama, mll kerja eritropoetin
 Ditekan oleh kerja transfusi eritrosit yg berlebihDitekan oleh kerja transfusi eritrosit yg berlebih
 BAHAN YANG PENTING UNTUK ERITROPOESISBAHAN YANG PENTING UNTUK ERITROPOESIS
 Kobalamin (B12) dan Asam folat (FA):Kobalamin (B12) dan Asam folat (FA):
 : berperan dlm sintesis DNA,: berperan dlm sintesis DNA,
 Pematangan NormoblastPematangan Normoblast
 Penyerapan B12 membutuhkan : Fe, Protein, Piridoksin,Penyerapan B12 membutuhkan : Fe, Protein, Piridoksin,
sedikit Cu, dan Co.sedikit Cu, dan Co.
 Faktor lain : Usia, seks,Faktor lain : Usia, seks,
 Lingkungan : tempt tinggi > 2000 M : HipoksiaLingkungan : tempt tinggi > 2000 M : Hipoksia
 Endokrin : Tiroksin, Kortisol, Androgen dan ProlaktinEndokrin : Tiroksin, Kortisol, Androgen dan Prolaktin
merangsang eritropoesis.merangsang eritropoesis.
 Anemia : berkurangnya jumlah eritrosit, Hb, atau PCV
yang kurang dari normal  tjd apabila pelepasan
eritrosit ke sistem sirkulasi menurun atau
penghancuran eritrosit yang tidak sebanding dengan
pembentukannya
 Tipe Anemia :
 Cacat eritrosit  kelainan DNA
 Kekurangan zat gizi  defisiensi zat Fe & asam folat
 Anemia pendarahan  kehilangan darah yang banyak
 Anemia autoimun  senyawa kimia yang terikat
membran eritrosit akan menimbulkan struktur asing di
permukaan eritrosit shg sistem imun terpacu untuk
destruksi struktur ini
 Anemia aplastik  gangguan pd sumtul (tdk produksi
eritrosit)
Anemia terjadi bila kadar Hb menurun.Anemia terjadi bila kadar Hb menurun.
Kadar Hb normal Pria : 13 g / dLKadar Hb normal Pria : 13 g / dL
Wanita : 12 g/ dLWanita : 12 g/ dL
Penyebab Anemia :Penyebab Anemia :
Gangguan Sintesis Hb.:Gangguan Sintesis Hb.:
Defiasiensi Fe : diet tdk mencukupi,Defiasiensi Fe : diet tdk mencukupi,
malabsorbsi, kehilangan darah, def. vitmalabsorbsi, kehilangan darah, def. vit
B12, Def. Asam folat. Def. vit C, Def. Prot.B12, Def. Asam folat. Def. vit C, Def. Prot.
HEMOGLOBIN (Hb)HEMOGLOBIN (Hb)
 Senyawa Prot. Yg ditemukan di dlm RBC.Senyawa Prot. Yg ditemukan di dlm RBC.
 Berperan sbg. Pengangkut OksigenBerperan sbg. Pengangkut Oksigen
 BM : 67.000BM : 67.000
 Tdd. 4 sub unit, masing masing merup. RantaiTdd. 4 sub unit, masing masing merup. Rantai
polipeptida yg tergbg pd suatu cincin porfirin ygpolipeptida yg tergbg pd suatu cincin porfirin yg
mengand hem ( besi )mengand hem ( besi )
 Hem mwenggantung di atara 2 ggs Histidin, dgnHem mwenggantung di atara 2 ggs Histidin, dgn
besi terikatlangsg pada salah satunyabesi terikatlangsg pada salah satunya
 Ada 3 macam Hb pada manusia :Ada 3 macam Hb pada manusia :
 Hb A ( 98%)Hb A ( 98%)
 Hb A2 (2%)Hb A2 (2%)
 Hb F , terdpt pada janin dan bayi baru lahirHb F , terdpt pada janin dan bayi baru lahir
Gangguan sintesisGangguan sintesis
globin(hemoglobinopati)globin(hemoglobinopati)
 Biasanya diturunkanBiasanya diturunkan
 Disebakn Oleh :Disebakn Oleh :
 Urutanyg tdk normal pd rangkaian asam amino,Urutanyg tdk normal pd rangkaian asam amino,
kegagalan sintesis salah satu ranatai normalkegagalan sintesis salah satu ranatai normal
 HbS : Anemia “ sel Sabit “ (Sickel Cell )HbS : Anemia “ sel Sabit “ (Sickel Cell )
 HbC,D dan E : jenis kelainan yh lainHbC,D dan E : jenis kelainan yh lain
 Talasemia(Mediteranian Anemia ) : merup.Talasemia(Mediteranian Anemia ) : merup.
Kegagalan sisntesis rantai alpha atau bethaKegagalan sisntesis rantai alpha atau betha
 Talasemia B : ringan pada heterozigotTalasemia B : ringan pada heterozigot
 berat pada homozigotberat pada homozigot
 Talasemia a :Talasemia a :Tdk membahayakn pada heterozigotTdk membahayakn pada heterozigot
 menyeb. Kematian pd homozigotmenyeb. Kematian pd homozigot
MEKANISME PERTAHANAN TB. THDP.MEKANISME PERTAHANAN TB. THDP.
BENDA ASINGBENDA ASING
 A, Pertahanan Fisik: Kulit, selaput lendir, rambutA, Pertahanan Fisik: Kulit, selaput lendir, rambut
getargetar
 B. Pertahan Kimiawi:B. Pertahan Kimiawi:
 getah lambung & mukusgetah lambung & mukus
 keringat, sebacea : membunuh bakteri & jamur,keringat, sebacea : membunuh bakteri & jamur,
air mata, lisozim : membunuh bakteriair mata, lisozim : membunuh bakteri
 Sekret hidung : perangkap fisik jasad renik &Sekret hidung : perangkap fisik jasad renik &
benda asingbenda asing
 Proteoglikan : inaktivasi virusProteoglikan : inaktivasi virus
 C. FagositosisC. Fagositosis
 Leukosit PMN dan sistem makrofagLeukosit PMN dan sistem makrofag
MEKANISME PERAHANAN SPESIFIKMEKANISME PERAHANAN SPESIFIK
 Kekebalan : Humoral & SellulerKekebalan : Humoral & Selluler
 A. LimfositA. Limfosit
 Dewasa : pada sumsum tl, janin : yolk sac,Dewasa : pada sumsum tl, janin : yolk sac,
hepar, timushepar, timus
 Terdapat di semua jar. Kecuali SSPTerdapat di semua jar. Kecuali SSP
 Peredaran Limfosit: limfosit mencari bendaPeredaran Limfosit: limfosit mencari benda
bebda asing di seluruh tubuhbebda asing di seluruh tubuh
 Limfosit bertemu makrofag dan Antigen dlmLimfosit bertemu makrofag dan Antigen dlm
kelenjar getah bening dan limfakelenjar getah bening dan limfa
 Jenis limfosit : Limfosit T ( 75%)Jenis limfosit : Limfosit T ( 75%)
 Limfosit B ( sisanya )Limfosit B ( sisanya )
Kelenjat TimusKelenjat Timus
 Struktur:Struktur:
 Kortex perifer : padat dgn limfositKortex perifer : padat dgn limfosit
 Medulla centralis: sel sel epiteloid dgn Badan HasselMedulla centralis: sel sel epiteloid dgn Badan Hassel
 Pada anak anak : Besar dan aktif, limfosit membelahPada anak anak : Besar dan aktif, limfosit membelah
 Tempat pematangan sel TTempat pematangan sel T
 Pada dewasa : mengecil dan kurang aktifPada dewasa : mengecil dan kurang aktif
 Sel T ( Limfosit T )Sel T ( Limfosit T )
 Berperan dlm kekeb. Seluler, menyebar bila dirangsangBerperan dlm kekeb. Seluler, menyebar bila dirangsang
 Tempat asal : sel muda di sumsum tulang, bermigrasi keTempat asal : sel muda di sumsum tulang, bermigrasi ke
timustimus
 Macam sel T: TMacam sel T: T helperhelper; T; T supressorsupressor; T; T delayeddelayed &&
 TT CytotoxicCytotoxic
KEKEBALAN SELULER ( sel T )KEKEBALAN SELULER ( sel T )
 Penting bagi pertahanan terhadap :Penting bagi pertahanan terhadap :
 Infeksi : virus, bakteri dan jamurInfeksi : virus, bakteri dan jamur
 Reaksi penolakan terhadap cangkokanReaksi penolakan terhadap cangkokan
 Pertumbuhan NeoplastikPertumbuhan Neoplastik
 Penyakit AutoImun ( reaksi yg tidk Cocok )Penyakit AutoImun ( reaksi yg tidk Cocok )
KEKEBALAN HUMORAL ( sel B )KEKEBALAN HUMORAL ( sel B )
 Sel B terpapar Ag. Asing : sisntesis RNA,Sel B terpapar Ag. Asing : sisntesis RNA,
berdeferensiasi menjadi sel sel plasmaberdeferensiasi menjadi sel sel plasma
 Sel plasma membentuk Imunoglobulin ( Ig / Ab )Sel plasma membentuk Imunoglobulin ( Ig / Ab )
 Ag. Yang masuk ke dalam tubuh merangsangAg. Yang masuk ke dalam tubuh merangsang
pembentukan Abpembentukan Ab
 Respon sangat spesifikRespon sangat spesifik
IMUNOGLOBULIN ( ANTIBODI )IMUNOGLOBULIN ( ANTIBODI )
 Ada 5 jenis Ig :Ig. G ; Ig.A; Ig. M ; Ig. D dan Ig.EAda 5 jenis Ig :Ig. G ; Ig.A; Ig. M ; Ig. D dan Ig.E
 Materi Tentang Imonoglobulin secara lengkap akanMateri Tentang Imonoglobulin secara lengkap akan
diberikan pada MKdiberikan pada MK. Imuno biologi. Imuno biologi
GOLONGAN DARAHGOLONGAN DARAH
Antigen Golongan Darah ditemukanAntigen Golongan Darah ditemukan
dipermukaan eritrositdipermukaan eritrosit
Antibodi terdapat di dalam plasmaAntibodi terdapat di dalam plasma
SISTEM GOLONGAN DARAHSISTEM GOLONGAN DARAH
A. Sistem A,B,O ; B. Sistem M.N dan SistenA. Sistem A,B,O ; B. Sistem M.N dan Sisten
RhesusRhesus
Kepentingan klinis : Sistem A,B,O dan RhesusKepentingan klinis : Sistem A,B,O dan Rhesus
SISTEM A,B,OSISTEM A,B,O
 GolonganGolongan Ag. Di RBCAg. Di RBC Ab. Dlm PlasmaAb. Dlm Plasma
 ABAB A dan BA dan B ----------
 AA AA Anti B ( )Anti B ( )
 BB BB Anti A ( )Anti A ( )
 OO ---------- Anti A dan Anti BAnti A dan Anti B
( dan )( dan )
SISTEM RHESUSSISTEM RHESUS
 Sel sel mempunyai antigen Rh C,c. D,d dan E,eSel sel mempunyai antigen Rh C,c. D,d dan E,e
 Plasma Pada keadaan normal tidak ada Ab.Plasma Pada keadaan normal tidak ada Ab.
( terhadap Ag. Rhesus )( terhadap Ag. Rhesus )
 Ag.D paling sering ditemukanAg.D paling sering ditemukan
 85% dari populasi , Rh positif , sel mempunyai85% dari populasi , Rh positif , sel mempunyai
antigen D.antigen D.
 15% Rh negatif tidak ditemukan antigen D.15% Rh negatif tidak ditemukan antigen D.

PENYAKIT HEMOLITIKPENYAKIT HEMOLITIK
 Ibu yang D negatif dgn janin D positifIbu yang D negatif dgn janin D positif
 Darah janin menembus plasenta masuk ke ibuDarah janin menembus plasenta masuk ke ibu
 Ibu membentuk antibodi DIbu membentuk antibodi D
 Ab. D menembus plasenta masuk ke darah janinAb. D menembus plasenta masuk ke darah janin
 Terjadi reaksi Ag. – Ab. ( reaksi hemolitik )Terjadi reaksi Ag. – Ab. ( reaksi hemolitik )
 Terjadi pada 1 dari 150 kelahiranTerjadi pada 1 dari 150 kelahiran
 PENCEGAHAN IMUNISASI (IBU) OLEH Ag.Rh.PENCEGAHAN IMUNISASI (IBU) OLEH Ag.Rh.
 Penyuntikan Ab. Ig.G anti D pada wanita yg DPenyuntikan Ab. Ig.G anti D pada wanita yg D
negatif [ada waktu melahirkan anak yang Dnegatif [ada waktu melahirkan anak yang D
positif, Dapat mencegah Imunisasi Ibu oleh Ag.positif, Dapat mencegah Imunisasi Ibu oleh Ag.
Rh.Rh.
Sistem cardiovascular ii 2
Sistem cardiovascular ii 2

Sistem cardiovascular ii 2

  • 1.
    SISTEM CARDIO VASCULARIISISTEM CARDIO VASCULAR II OLEH:OLEH: Usep Sunandar S.Pd.IUsep Sunandar S.Pd.I
  • 2.
    DarahDarah  Komposisi Darah:Komposisi Darah :  A. Plasma Darah:A. Plasma Darah:  *. Air (90%) vol plasma*. Air (90%) vol plasma  *. plasma protein ( 6 – 8 % ) vol plasma*. plasma protein ( 6 – 8 % ) vol plasma  Serum albumin, globulin, & fibrinogenSerum albumin, globulin, & fibrinogen  Fungsi Plasma protein :Fungsi Plasma protein :  1. sebagai cadangan makanan1. sebagai cadangan makanan  2. memprtahankan nilai osmotik darah2. memprtahankan nilai osmotik darah  3. pembekuan darah3. pembekuan darah  4. plasma protein dibentuk di dalam hepar,4. plasma protein dibentuk di dalam hepar, kerusakan hepar menyeb. Berkurangnya plasmakerusakan hepar menyeb. Berkurangnya plasma protein di dlm darahprotein di dlm darah  B. Elemen seluler darahB. Elemen seluler darah
  • 4.
    SIFAT SIFAT KIMIADARAHSIFAT SIFAT KIMIA DARAH Di dalam darah terdapat asam bebasDi dalam darah terdapat asam bebas HH22COCO33 dan NaHCOdan NaHCO33 serta NaHPO4serta NaHPO4 pH darah ditentukan oleh perimbanganpH darah ditentukan oleh perimbangan HH22COCO33/NaHCO/NaHCO33  Variasi pH darah sekitar 7,3 s/d 7,5 pH normalVariasi pH darah sekitar 7,3 s/d 7,5 pH normal pH < dari 7,3 : keadaan acidosis, dptpH < dari 7,3 : keadaan acidosis, dpt menyeb koma / kematianmenyeb koma / kematian pH > 7,5 : alkalosis, timbul kejang kejangpH > 7,5 : alkalosis, timbul kejang kejang Di dlm tubuh kita organ yg berperananDi dlm tubuh kita organ yg berperanan mengatur pH dan keseimbangan asammengatur pH dan keseimbangan asam basa adlh: paru dan ginjalbasa adlh: paru dan ginjal
  • 5.
    Volume Darah:Volume Darah: 100100  Volue darah = volume plasma XVolue darah = volume plasma X  100 – PCV100 – PCV  PCV = Packed Cell Volume = HematokritPCV = Packed Cell Volume = Hematokrit  Volume darah = vol. plasma + vol Seluler darahVolume darah = vol. plasma + vol Seluler darah  Vol. darah sesuai dengan ukuran tubuhVol. darah sesuai dengan ukuran tubuh  Dewasa pria : ±5 LDewasa pria : ±5 L  Dewasa wanita :Dewasa wanita : ±± 4 – 4,5 L4 – 4,5 L  Anak anak : Baru lahirAnak anak : Baru lahir ±± 0,3 L;Usia 1 th.0,3 L;Usia 1 th.±± 0,6 L0,6 L  Usia 6 th.Usia 6 th. ±± 1,6 L1,6 L  Massa RBC : Pria 29,5Massa RBC : Pria 29,5 ±3,5(SD) mL/kg±3,5(SD) mL/kg  Wanita 25,5 ± 3,5 (SD) mL/kgWanita 25,5 ± 3,5 (SD) mL/kg
  • 6.
    Fungsi darah : 1.Distribusi  transport O2 & nutrisi, ekskresi metabolisme, dan transport hormon 2. Regulasi  menjaga temperatur tubuh, kestabilan pH, dan volume cairan yang mampu dialirkan 3. Proteksi  homeostasis dan pencegahan infeksi Eritrosit  diameter ± 7,8 µm, ketebalan ± 2,5 µm (bagian tengah ± 1,0 µm Makrositer  jika diameter > 9,0 µm Mikrositer  jika diameter < 6,0 µm
  • 7.
    Sel Darah Merah( RBC )Sel Darah Merah ( RBC )  Bentuk cakram bikonkaf tanpa inti selBentuk cakram bikonkaf tanpa inti sel  Hb. Merupakan unsur utamaHb. Merupakan unsur utama  Jumlah 5 X 10Jumlah 5 X 101212 Sel/LSel/L  Diameter rata rata : 7,2 umDiameter rata rata : 7,2 um  Ketebalan : 1,9 umKetebalan : 1,9 um  Retikulosit : 2% dari sel dewasaRetikulosit : 2% dari sel dewasa  Sel dewasa tidak mengandung mitokondria atauSel dewasa tidak mengandung mitokondria atau inti sel, mengandung zat menyerupai “jelly”inti sel, mengandung zat menyerupai “jelly”  Bentuk dapat berubah ubahBentuk dapat berubah ubah
  • 8.
    Nilai sel darahnormal manusia dan tikus MCV = Mean Corpuscular Volume  (PCV : Eritrosit) MCH = Mean Corpuscular Hemoglobin  (Hb : eritrosit) MCHC = Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration  (Hb : PCV) PCV = Packed Cell Volume = Hematokrit PemeriksaanPemeriksaan ♂♂/ ♀/ ♀ tikustikus Eritrosit ( x 10Eritrosit ( x 1066 / mm/ mm33 )) 4,5 – 6,5 / 3,9 – 5,64,5 – 6,5 / 3,9 – 5,6 7 – 127 – 12 Hemoglobin (g/dL)Hemoglobin (g/dL) 13,5 – 18,0 / 11,5 – 16,413,5 – 18,0 / 11,5 – 16,4 10 – 2010 – 20 Hematocrit (%)Hematocrit (%) 40 – 54 / 36 – 4740 – 54 / 36 – 47 35 – 4935 – 49 MCV (fl)MCV (fl) 78 – 94 fL ---78 – 94 fL --- MCH (pg)MCH (pg) 27 – 32 pg ---27 – 32 pg --- MCHC (g/dL)MCHC (g/dL) 0 – 36 g/dL ---0 – 36 g/dL ---
  • 9.
    Janin  0-2bln (yolk sac) ; 2-7 bln (hati & limpa) ; 7-9 bln (sumsum tulang belakang) Bayi  sumsum tulang Dewasa  sumsum tulang pipih (iga, dada, belikat, panggul, tengkorak, vertebrae, serta proksimal tulang paha & lengan atas) Eritrosit diproduksi oleh sumsum tulang sampai seseorang berusia 5 th, namun sumsum tulang panjang (kecuali proksimal humerus dan tibia) menjadi sangat berlemak dan tidak memproduksi eritrosit setelah seseorang berusia 20 tahun. Setelah usia ini kebanyakan eritrosit diprod dlm sumsum tulang membranosa, spt vertebrae, sternum, & iga
  • 10.
    ERITROPOESISERITROPOESIS  Sel berkembangdari sel indukSel berkembang dari sel induk  Sel IndukSel Induk  Proeritroblast (E1)Proeritroblast (E1)  Sel Normoblast muda( basofilik besar (E2)Sel Normoblast muda( basofilik besar (E2)  Sel normoblast basofilik kecil (E3)Sel normoblast basofilik kecil (E3)  Sel normoblast polikromatik (E4)Sel normoblast polikromatik (E4)  Sel normoblast lanjut ( tdk membelah, E5)Sel normoblast lanjut ( tdk membelah, E5)  Retikulosit (E6)Retikulosit (E6)  Eritosit (E7)Eritosit (E7)  Sel sel E5 berhenti membelah pada tahap ini, tjdSel sel E5 berhenti membelah pada tahap ini, tjd sintesis DNA, RNA,Hem dan protein.sintesis DNA, RNA,Hem dan protein.  Usia erit : 120 hari, sekitar 25 g /hari rusak.Usia erit : 120 hari, sekitar 25 g /hari rusak.
  • 11.
    PENGATURAN ERITROPOESISPENGATURAN ERITROPOESIS Hipoksia merup. Perangsang utama, mll kerja eritropoetinHipoksia merup. Perangsang utama, mll kerja eritropoetin  Ditekan oleh kerja transfusi eritrosit yg berlebihDitekan oleh kerja transfusi eritrosit yg berlebih  BAHAN YANG PENTING UNTUK ERITROPOESISBAHAN YANG PENTING UNTUK ERITROPOESIS  Kobalamin (B12) dan Asam folat (FA):Kobalamin (B12) dan Asam folat (FA):  : berperan dlm sintesis DNA,: berperan dlm sintesis DNA,  Pematangan NormoblastPematangan Normoblast  Penyerapan B12 membutuhkan : Fe, Protein, Piridoksin,Penyerapan B12 membutuhkan : Fe, Protein, Piridoksin, sedikit Cu, dan Co.sedikit Cu, dan Co.  Faktor lain : Usia, seks,Faktor lain : Usia, seks,  Lingkungan : tempt tinggi > 2000 M : HipoksiaLingkungan : tempt tinggi > 2000 M : Hipoksia  Endokrin : Tiroksin, Kortisol, Androgen dan ProlaktinEndokrin : Tiroksin, Kortisol, Androgen dan Prolaktin merangsang eritropoesis.merangsang eritropoesis.
  • 12.
     Anemia :berkurangnya jumlah eritrosit, Hb, atau PCV yang kurang dari normal  tjd apabila pelepasan eritrosit ke sistem sirkulasi menurun atau penghancuran eritrosit yang tidak sebanding dengan pembentukannya  Tipe Anemia :  Cacat eritrosit  kelainan DNA  Kekurangan zat gizi  defisiensi zat Fe & asam folat  Anemia pendarahan  kehilangan darah yang banyak  Anemia autoimun  senyawa kimia yang terikat membran eritrosit akan menimbulkan struktur asing di permukaan eritrosit shg sistem imun terpacu untuk destruksi struktur ini  Anemia aplastik  gangguan pd sumtul (tdk produksi eritrosit)
  • 13.
    Anemia terjadi bilakadar Hb menurun.Anemia terjadi bila kadar Hb menurun. Kadar Hb normal Pria : 13 g / dLKadar Hb normal Pria : 13 g / dL Wanita : 12 g/ dLWanita : 12 g/ dL Penyebab Anemia :Penyebab Anemia : Gangguan Sintesis Hb.:Gangguan Sintesis Hb.: Defiasiensi Fe : diet tdk mencukupi,Defiasiensi Fe : diet tdk mencukupi, malabsorbsi, kehilangan darah, def. vitmalabsorbsi, kehilangan darah, def. vit B12, Def. Asam folat. Def. vit C, Def. Prot.B12, Def. Asam folat. Def. vit C, Def. Prot.
  • 14.
    HEMOGLOBIN (Hb)HEMOGLOBIN (Hb) Senyawa Prot. Yg ditemukan di dlm RBC.Senyawa Prot. Yg ditemukan di dlm RBC.  Berperan sbg. Pengangkut OksigenBerperan sbg. Pengangkut Oksigen  BM : 67.000BM : 67.000  Tdd. 4 sub unit, masing masing merup. RantaiTdd. 4 sub unit, masing masing merup. Rantai polipeptida yg tergbg pd suatu cincin porfirin ygpolipeptida yg tergbg pd suatu cincin porfirin yg mengand hem ( besi )mengand hem ( besi )  Hem mwenggantung di atara 2 ggs Histidin, dgnHem mwenggantung di atara 2 ggs Histidin, dgn besi terikatlangsg pada salah satunyabesi terikatlangsg pada salah satunya  Ada 3 macam Hb pada manusia :Ada 3 macam Hb pada manusia :  Hb A ( 98%)Hb A ( 98%)  Hb A2 (2%)Hb A2 (2%)  Hb F , terdpt pada janin dan bayi baru lahirHb F , terdpt pada janin dan bayi baru lahir
  • 15.
    Gangguan sintesisGangguan sintesis globin(hemoglobinopati)globin(hemoglobinopati) Biasanya diturunkanBiasanya diturunkan  Disebakn Oleh :Disebakn Oleh :  Urutanyg tdk normal pd rangkaian asam amino,Urutanyg tdk normal pd rangkaian asam amino, kegagalan sintesis salah satu ranatai normalkegagalan sintesis salah satu ranatai normal  HbS : Anemia “ sel Sabit “ (Sickel Cell )HbS : Anemia “ sel Sabit “ (Sickel Cell )  HbC,D dan E : jenis kelainan yh lainHbC,D dan E : jenis kelainan yh lain  Talasemia(Mediteranian Anemia ) : merup.Talasemia(Mediteranian Anemia ) : merup. Kegagalan sisntesis rantai alpha atau bethaKegagalan sisntesis rantai alpha atau betha  Talasemia B : ringan pada heterozigotTalasemia B : ringan pada heterozigot  berat pada homozigotberat pada homozigot  Talasemia a :Talasemia a :Tdk membahayakn pada heterozigotTdk membahayakn pada heterozigot  menyeb. Kematian pd homozigotmenyeb. Kematian pd homozigot
  • 16.
    MEKANISME PERTAHANAN TB.THDP.MEKANISME PERTAHANAN TB. THDP. BENDA ASINGBENDA ASING  A, Pertahanan Fisik: Kulit, selaput lendir, rambutA, Pertahanan Fisik: Kulit, selaput lendir, rambut getargetar  B. Pertahan Kimiawi:B. Pertahan Kimiawi:  getah lambung & mukusgetah lambung & mukus  keringat, sebacea : membunuh bakteri & jamur,keringat, sebacea : membunuh bakteri & jamur, air mata, lisozim : membunuh bakteriair mata, lisozim : membunuh bakteri  Sekret hidung : perangkap fisik jasad renik &Sekret hidung : perangkap fisik jasad renik & benda asingbenda asing  Proteoglikan : inaktivasi virusProteoglikan : inaktivasi virus  C. FagositosisC. Fagositosis  Leukosit PMN dan sistem makrofagLeukosit PMN dan sistem makrofag
  • 17.
    MEKANISME PERAHANAN SPESIFIKMEKANISMEPERAHANAN SPESIFIK  Kekebalan : Humoral & SellulerKekebalan : Humoral & Selluler  A. LimfositA. Limfosit  Dewasa : pada sumsum tl, janin : yolk sac,Dewasa : pada sumsum tl, janin : yolk sac, hepar, timushepar, timus  Terdapat di semua jar. Kecuali SSPTerdapat di semua jar. Kecuali SSP  Peredaran Limfosit: limfosit mencari bendaPeredaran Limfosit: limfosit mencari benda bebda asing di seluruh tubuhbebda asing di seluruh tubuh  Limfosit bertemu makrofag dan Antigen dlmLimfosit bertemu makrofag dan Antigen dlm kelenjar getah bening dan limfakelenjar getah bening dan limfa  Jenis limfosit : Limfosit T ( 75%)Jenis limfosit : Limfosit T ( 75%)  Limfosit B ( sisanya )Limfosit B ( sisanya )
  • 18.
    Kelenjat TimusKelenjat Timus Struktur:Struktur:  Kortex perifer : padat dgn limfositKortex perifer : padat dgn limfosit  Medulla centralis: sel sel epiteloid dgn Badan HasselMedulla centralis: sel sel epiteloid dgn Badan Hassel  Pada anak anak : Besar dan aktif, limfosit membelahPada anak anak : Besar dan aktif, limfosit membelah  Tempat pematangan sel TTempat pematangan sel T  Pada dewasa : mengecil dan kurang aktifPada dewasa : mengecil dan kurang aktif  Sel T ( Limfosit T )Sel T ( Limfosit T )  Berperan dlm kekeb. Seluler, menyebar bila dirangsangBerperan dlm kekeb. Seluler, menyebar bila dirangsang  Tempat asal : sel muda di sumsum tulang, bermigrasi keTempat asal : sel muda di sumsum tulang, bermigrasi ke timustimus  Macam sel T: TMacam sel T: T helperhelper; T; T supressorsupressor; T; T delayeddelayed &&  TT CytotoxicCytotoxic
  • 19.
    KEKEBALAN SELULER (sel T )KEKEBALAN SELULER ( sel T )  Penting bagi pertahanan terhadap :Penting bagi pertahanan terhadap :  Infeksi : virus, bakteri dan jamurInfeksi : virus, bakteri dan jamur  Reaksi penolakan terhadap cangkokanReaksi penolakan terhadap cangkokan  Pertumbuhan NeoplastikPertumbuhan Neoplastik  Penyakit AutoImun ( reaksi yg tidk Cocok )Penyakit AutoImun ( reaksi yg tidk Cocok ) KEKEBALAN HUMORAL ( sel B )KEKEBALAN HUMORAL ( sel B )  Sel B terpapar Ag. Asing : sisntesis RNA,Sel B terpapar Ag. Asing : sisntesis RNA, berdeferensiasi menjadi sel sel plasmaberdeferensiasi menjadi sel sel plasma  Sel plasma membentuk Imunoglobulin ( Ig / Ab )Sel plasma membentuk Imunoglobulin ( Ig / Ab )  Ag. Yang masuk ke dalam tubuh merangsangAg. Yang masuk ke dalam tubuh merangsang pembentukan Abpembentukan Ab  Respon sangat spesifikRespon sangat spesifik
  • 20.
    IMUNOGLOBULIN ( ANTIBODI)IMUNOGLOBULIN ( ANTIBODI )  Ada 5 jenis Ig :Ig. G ; Ig.A; Ig. M ; Ig. D dan Ig.EAda 5 jenis Ig :Ig. G ; Ig.A; Ig. M ; Ig. D dan Ig.E  Materi Tentang Imonoglobulin secara lengkap akanMateri Tentang Imonoglobulin secara lengkap akan diberikan pada MKdiberikan pada MK. Imuno biologi. Imuno biologi
  • 21.
    GOLONGAN DARAHGOLONGAN DARAH AntigenGolongan Darah ditemukanAntigen Golongan Darah ditemukan dipermukaan eritrositdipermukaan eritrosit Antibodi terdapat di dalam plasmaAntibodi terdapat di dalam plasma SISTEM GOLONGAN DARAHSISTEM GOLONGAN DARAH A. Sistem A,B,O ; B. Sistem M.N dan SistenA. Sistem A,B,O ; B. Sistem M.N dan Sisten RhesusRhesus Kepentingan klinis : Sistem A,B,O dan RhesusKepentingan klinis : Sistem A,B,O dan Rhesus
  • 22.
    SISTEM A,B,OSISTEM A,B,O GolonganGolongan Ag. Di RBCAg. Di RBC Ab. Dlm PlasmaAb. Dlm Plasma  ABAB A dan BA dan B ----------  AA AA Anti B ( )Anti B ( )  BB BB Anti A ( )Anti A ( )  OO ---------- Anti A dan Anti BAnti A dan Anti B ( dan )( dan )
  • 23.
    SISTEM RHESUSSISTEM RHESUS Sel sel mempunyai antigen Rh C,c. D,d dan E,eSel sel mempunyai antigen Rh C,c. D,d dan E,e  Plasma Pada keadaan normal tidak ada Ab.Plasma Pada keadaan normal tidak ada Ab. ( terhadap Ag. Rhesus )( terhadap Ag. Rhesus )  Ag.D paling sering ditemukanAg.D paling sering ditemukan  85% dari populasi , Rh positif , sel mempunyai85% dari populasi , Rh positif , sel mempunyai antigen D.antigen D.  15% Rh negatif tidak ditemukan antigen D.15% Rh negatif tidak ditemukan antigen D. 
  • 24.
    PENYAKIT HEMOLITIKPENYAKIT HEMOLITIK Ibu yang D negatif dgn janin D positifIbu yang D negatif dgn janin D positif  Darah janin menembus plasenta masuk ke ibuDarah janin menembus plasenta masuk ke ibu  Ibu membentuk antibodi DIbu membentuk antibodi D  Ab. D menembus plasenta masuk ke darah janinAb. D menembus plasenta masuk ke darah janin  Terjadi reaksi Ag. – Ab. ( reaksi hemolitik )Terjadi reaksi Ag. – Ab. ( reaksi hemolitik )  Terjadi pada 1 dari 150 kelahiranTerjadi pada 1 dari 150 kelahiran  PENCEGAHAN IMUNISASI (IBU) OLEH Ag.Rh.PENCEGAHAN IMUNISASI (IBU) OLEH Ag.Rh.  Penyuntikan Ab. Ig.G anti D pada wanita yg DPenyuntikan Ab. Ig.G anti D pada wanita yg D negatif [ada waktu melahirkan anak yang Dnegatif [ada waktu melahirkan anak yang D positif, Dapat mencegah Imunisasi Ibu oleh Ag.positif, Dapat mencegah Imunisasi Ibu oleh Ag. Rh.Rh.