MUTU
PELAYANAN KEPERAWATAN
A. RIVAI S. DUNGGIO
Apa itu MUTU ?
• Juran perwujudan atau gambaran
hasil yang memenuhi kebutuhan dari
pelanggan sehingga dapat
memberikan kepuasan.
• Davis  suatu kondisi dinamis yang
berhubungan dengan produk, jasa,
manusia, proses, dan lingkungan
yang memenuhi atau melebihi
harapan.
Struktur
Proses
Autcome.
Komponen Mutu
 Komponen Struktur, antara lain:
○ Sarana fisik, perlengkapan dan peralatan
organisasi dan manajemen, keuangan,
sumber daya manusia dan sumber daya
yang lain
 Komponen proses:
○ Sarana kegiatan dokter, kegiatan perawat,
kegiatan administrasi pasien.
 Komponen outcome meliputi antara
lain:
○ outcome jangka pendek seperti sembuh
dari sakit dan cacat.
○ outcome jangka panjang antara lain
kemungkinan-kemungkinan kambuh dan
kemungkinan-kemungkinan sembuh di masa
datang.
Apa itu PELAYANAN ?
Kotler (2002) setiap tindakan
atau kegiatan yang dapat
ditawarkan oleh suatu pihak
kepada pihak lain, yang pada
dasarnya tidak nyata dan
tidak mengakibatkan
kepemilikan apapun.
Apa itu PELAYANAN ?
Kotler juga mengatakan
bahwa pelayanan merupakan
perilaku produsen dalam
rangka memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen demi
tercapainya kepuasan pada
konsumen itu sendiri, perilaku
tersebut dapat terjadi pada
saat, sebelum dan sesudah
terjadinya transaksi
Apa Arti Kualitas Pelayanan
Keperawatan??
 Kualitas yang berkaitan dengan pemberian
perawatan yang harus tersedia, dapat diterima,
menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan
(Heather, 1962 dalam Budiastuti, 2002).
 Kualitas perawatan adalah aplikasi pengetahuan medis
yang tepat bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada
intervensi keperawatan dan keuntungan yang
diharapkan dari intervensi keperawatan (Gillies,
1989).
Apa Arti Kualitas Peleyanan
Keperawatan??
 Aplikasi pengetahuan medis yang tepat
bagi perawatan pasien sambil
menyeimbangkan resiko-resiko yang
melekat pada intervensi keperawatan
dan keuntungan yang diharapkan dari
intervensi keperawatan (Gillies, 1989).
Syarat Pokok Pelayanan Kesehatan
• Tersedia dan berkesinambungan
• Dapat diterima dan wajar
• Mudah dicapai
• Mudah dijangkau
• Berkualitas
Tujuan Mutu Yankep
1. Penyusunan standar atau kriteria.
2. Mengidentifikasi informasi yang
sesuai dengan kriteria.
3. Identifikasi sumber informasi.
4. Mengumpulkan dan menganalisa
data.
5. Evaluasi ulang
Faktor Mutu Yankep
1. Komunakasi dari mulut ke mulut
(word of mouth communication)
2. Kebutuhan pribadi (personal need)
3. Pengalaman masa lalu (past
experience)
4. Komunikasi eksternal (company’s
external communication)
Aspek mutu yang berpengaruh
terhadap pelayanan di rumah
sakit
 1) Aspek klinis:
 2)Aspek efesiensi dan efektifitas
 3) Aspek keselamatan pasien
 4)Aspek Kepuasan pasien
1) Aspek klinis:
○pelayanan dokter
○Perawat
○Keteknisian medis
2)Aspek efesiensi dan
efektifitas:
Pelayanan yang murah
Tepat guna
Tak ada diagnose dan terapi
berlebihan
3) Aspek keselamatan pasien, Al:
 Enam sasaran Keselamatan pasien.
1. Ketepatan identifikasi pasien
2. Peningkatan komunikasi yang
efektif
3. Peningkatan keamanan obat yang
perlu diwaspadai (high-alert)
4. Kepastian tepat-lokasi, tepat-
prosedur, tepat- pasien operasi
5. Pengurangan risiko infeksi terkait
pelayanan kesehatan
6. Pengurangan risiko pasien jatuh
4)Aspek Kepuasan pasien
hubungan dengan
kenyamanan, keramahan dan
kecepatan pelayanan
Indikator?
Suatu alat ukur atau pernyataan
yang digunakan untuk mengkaji
sebuah karakteristik mutu/
kualitas
Indikator Mutu Pelayanan Keperawatan
• Keselamatan pasien
Pasien aman dari kejatuhan, dekubitus,
kesalahan pemberian obat dan cidera
akibat restrain.
• Perawatan diri
Kebersihan dan perawatan diri
merupakan kebutuhan dasar manusia
yang harus terpenuhi agar tidak
menimbulkan masalah lain, misalnya
penyakit kulit, rasa tidak nyaman,
infeksi saluran kemih, dan lain-lain.
Indikator Mutu Pelayanan Keperawatan
• Kepuasan pasien
Tingginya tingkat kepuasan pasien
terhadap pelayanan keperawatan
tercapai, jika terpenuhinya kebutuhan
pasien atau keluarga terhadap pelayanan
keperawatan yang diharapkan.
• Kecemasan
Cemas adalah perasaan was-was, kuatir
atau tidak nyaman seakan- akan terjadi
suatu yang dirasakan sebagai ancaman.
Indikator Mutu Pelayanan Keperawatan
• Kenyamanan
Rasa nyaman (comfort) adalah bebas
dari rasa nyeri atau nyeri terkontrol.
• Pengetahuan
Kemampuan pasien mengetahui
informasi tentang penyakitnya, kondisi
dan perawatan yang diterimanya.
Sistem dan Mekanisme Peningkatan
Kualitas Pelayanan
Quality Planning, meliputi:
– Menentukan pelanggan.
– Menentukan kebutuhan pelanggan.
– Mengembangkan gambaran produk sesuai
dengan kebutuhan pelanggan.
– Mengembangkan proses yang mampu
menghasilkan produk sesuai dengan
gambaran produk.
– Mentrasfer rencana menjadi kebutuhan
pelaksanaan.
Quality Control, meliputi:
– Mengevaluasi kinerja produk saat ini.
– Membandingkan kinerja sesungguhnya
dengan tujuan produk.
– Melaksanakan atau memperbaiki perbedaan.
Quality Improvement, meliputi:
– Mengembangkan infrastruktur.
– Mengidentifikasi proyek peningkatan mutu
– Membentuk tim mutu.
– Menyiapkan tim dengan sumber daya dan
pelatihan serta motivasi untuk mendiagnosis
penyebab, menstimulasi perbaikan, dan
mengembangkan pengawasan untuk
mempertahankan peningkatan.
Pengertian Proses Kendali Mutu :
 Pengendalian mutu merupakan suatu program
berkelanjutan yang disusun secara objektif
dan sistematis memantau dan menilai mutu
dan kewajaran asuhan kepada pasien,
Sabarguna (2008).
 Kendali Mutu merupakan jenis pengendalian
spesifik, mengacu pada aktifitas yang
digunakan untuk mengevaluasi, memantau atau
mengatur layanan yang diberikan kepada
konsumen, (Marquis dan Huston< 2010)
Kendali Mutu Sebagai Proses
 Mutu layanan kesehatan merupakan
derajat layanan bagi individu, dan
kelompok yang meningkatkan
kecenderungan hasil akhir yang
diinginkan dan konsisten dengan
pengetahuan profesional terkini.
Proses Pengukuran Mutu
Kriteria atau
standar
telah
ditentukan
Informasi telah
dikumpulkan untuk
menentukan
apakah standar
telah tercapai
Tindakan edukasi
atau korektif
diambil jika
kriteria tidak
tercapai
• Standar penilaian
adalah proses
pengukuran
produk, praktik,
dan layanan
terhadap
organisasi yang
mempunyai kinerja
baik.
Standar
penilaian
sebagai alat
untuk
mengidentifika si
standar kinerja
organisasi yang
diinginkan
Karakteristik Program
Kendali Mutu
 Berkesinambungan
 Sistematis
 Objektif
 Terpadu
Bentuk Program Kendali Mutu
 Prospektif
 sebelum pelayanan
 fokus : masukan & lingkungan
 standardisasi, perizinan, sertifikasi,
akreditasi
 Konkuren
 bersamaan pelayanan
 fokus : proses
 Team work,pear group
 Retrospektif
 sesudah pelayanan
 fokus: keluaran
 review dokumen
Dimensi Kualitas Pelayanan
Tangibles (Bukti Langsung)
Bukti konkret kemampuan suatu
perusahaan untuk menampilkan
yang terbaik bagi pelanggan. Baik
dari sisi fisik tampilan bangunan,
fasilitas, perlengkapan teknologi
pendukung, hingga penampilan
karyawan.
Dimensi Kualitas Pelayanan
Reliability (Keandalan)
Kemampuan perusahaan untuk
memberikan pelayanan yang
sesuai dengan harapan
konsumen terkait kecepatan,
ketepatan waktu, tidak ada
kesalahan, sikap simpatik, dan
lain sebagainya.
Dimensi Kualitas
Pelayanan
Responsiveness (ketanggapan)
Tanggap memberikan
pelayanan yang cepat atau
responsif serta diiringi dengan
cara penyampaian yang jelas
dan mudah dimengerti.
Dimensi Kualitas Pelayanan
Assurance (Jaminan
Kepastian)
Jaminan dan kepastian yang
diperoleh dari sikap sopan
santun karyawan, komunikasi
yang baik, dan pengetahuan
yang dimiliki, sehingga mampu
menumbuhkan rasa percaya
pelanggan.
Dimensi Kualitas Pelayanan
Emphaty (Empati)
Memberikan perhatian yang
tulus dan bersifat pribadi kepada
pelanggan, hal ini dilakukan
untuk mengetahui keinginan
konsumen secara akurat dan
spesifik.
Audit Keperawatan
 Audit adalah pemeriksaan sistematis
dan resmi terhadap catatan, proses,
stuktur, lingkungan atau laporan
keuangan untuk mengevaluasi kinerja.
 Cara penerapan proses pengendalian
untuk menentukan mutu pelayanan
 Ada tiga jenis audit
1. Audit Concurrent: perawatan pasien diteliti
apa adanya/ saat dirawat.
2.Audit Retrospektif:perawatan pasien diteliti
setelah pasien pulang dari rumah sakit.
○ Sumber cacatan pasien
○ Sedikit menyita waktu
○ Biaya murah
3.Audit prospektif berupaya : mengidentifikasi
bagaiamana kinerja dimasa depan akan
berpengaruh oleh intervensi saat ini.
Audit dalam pengendalian mutu
 Audit Hasil:
 Hasil: hasil akhir asuhan, bagaiaman status kesehatan pasien
berubah setelah diberikan intervensi.
 Hasul akhir asuhan menunjukkan mutu asuhan.
 Audit Proses:
 Untuk mengukur proses asuhan.
 Berorientasi pada tugas dan berfokus apakah standar praktik
dipenuhi.
 Audit Struktur:
 Ada hubungan antara mutu asuhan dan strukturr yang tepat.
Misal; apakah bel pasien menyala dengan baik, apakah pasien bisa
menjangkau tempat minumnya, bagaiaman pembagian tugas staf.
KONSEP MUTU PELAYANAN KESEHATAN

KONSEP MUTU PELAYANAN KESEHATAN

  • 1.
  • 2.
    Apa itu MUTU? • Juran perwujudan atau gambaran hasil yang memenuhi kebutuhan dari pelanggan sehingga dapat memberikan kepuasan. • Davis  suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
  • 3.
  • 4.
     Komponen Struktur,antara lain: ○ Sarana fisik, perlengkapan dan peralatan organisasi dan manajemen, keuangan, sumber daya manusia dan sumber daya yang lain  Komponen proses: ○ Sarana kegiatan dokter, kegiatan perawat, kegiatan administrasi pasien.  Komponen outcome meliputi antara lain: ○ outcome jangka pendek seperti sembuh dari sakit dan cacat. ○ outcome jangka panjang antara lain kemungkinan-kemungkinan kambuh dan kemungkinan-kemungkinan sembuh di masa datang.
  • 5.
    Apa itu PELAYANAN? Kotler (2002) setiap tindakan atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya tidak nyata dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun.
  • 6.
    Apa itu PELAYANAN? Kotler juga mengatakan bahwa pelayanan merupakan perilaku produsen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen demi tercapainya kepuasan pada konsumen itu sendiri, perilaku tersebut dapat terjadi pada saat, sebelum dan sesudah terjadinya transaksi
  • 7.
    Apa Arti KualitasPelayanan Keperawatan??  Kualitas yang berkaitan dengan pemberian perawatan yang harus tersedia, dapat diterima, menyeluruh, berkelanjutan dan di dokumentasikan (Heather, 1962 dalam Budiastuti, 2002).  Kualitas perawatan adalah aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan (Gillies, 1989).
  • 8.
    Apa Arti KualitasPeleyanan Keperawatan??  Aplikasi pengetahuan medis yang tepat bagi perawatan pasien sambil menyeimbangkan resiko-resiko yang melekat pada intervensi keperawatan dan keuntungan yang diharapkan dari intervensi keperawatan (Gillies, 1989).
  • 9.
    Syarat Pokok PelayananKesehatan • Tersedia dan berkesinambungan • Dapat diterima dan wajar • Mudah dicapai • Mudah dijangkau • Berkualitas
  • 10.
    Tujuan Mutu Yankep 1.Penyusunan standar atau kriteria. 2. Mengidentifikasi informasi yang sesuai dengan kriteria. 3. Identifikasi sumber informasi. 4. Mengumpulkan dan menganalisa data. 5. Evaluasi ulang
  • 11.
    Faktor Mutu Yankep 1.Komunakasi dari mulut ke mulut (word of mouth communication) 2. Kebutuhan pribadi (personal need) 3. Pengalaman masa lalu (past experience) 4. Komunikasi eksternal (company’s external communication)
  • 12.
    Aspek mutu yangberpengaruh terhadap pelayanan di rumah sakit  1) Aspek klinis:  2)Aspek efesiensi dan efektifitas  3) Aspek keselamatan pasien  4)Aspek Kepuasan pasien
  • 13.
    1) Aspek klinis: ○pelayanandokter ○Perawat ○Keteknisian medis
  • 14.
    2)Aspek efesiensi dan efektifitas: Pelayananyang murah Tepat guna Tak ada diagnose dan terapi berlebihan
  • 15.
    3) Aspek keselamatanpasien, Al:  Enam sasaran Keselamatan pasien. 1. Ketepatan identifikasi pasien 2. Peningkatan komunikasi yang efektif 3. Peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai (high-alert) 4. Kepastian tepat-lokasi, tepat- prosedur, tepat- pasien operasi 5. Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan 6. Pengurangan risiko pasien jatuh
  • 16.
    4)Aspek Kepuasan pasien hubungandengan kenyamanan, keramahan dan kecepatan pelayanan
  • 17.
    Indikator? Suatu alat ukuratau pernyataan yang digunakan untuk mengkaji sebuah karakteristik mutu/ kualitas
  • 18.
    Indikator Mutu PelayananKeperawatan • Keselamatan pasien Pasien aman dari kejatuhan, dekubitus, kesalahan pemberian obat dan cidera akibat restrain. • Perawatan diri Kebersihan dan perawatan diri merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi agar tidak menimbulkan masalah lain, misalnya penyakit kulit, rasa tidak nyaman, infeksi saluran kemih, dan lain-lain.
  • 19.
    Indikator Mutu PelayananKeperawatan • Kepuasan pasien Tingginya tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan tercapai, jika terpenuhinya kebutuhan pasien atau keluarga terhadap pelayanan keperawatan yang diharapkan. • Kecemasan Cemas adalah perasaan was-was, kuatir atau tidak nyaman seakan- akan terjadi suatu yang dirasakan sebagai ancaman.
  • 20.
    Indikator Mutu PelayananKeperawatan • Kenyamanan Rasa nyaman (comfort) adalah bebas dari rasa nyeri atau nyeri terkontrol. • Pengetahuan Kemampuan pasien mengetahui informasi tentang penyakitnya, kondisi dan perawatan yang diterimanya.
  • 21.
    Sistem dan MekanismePeningkatan Kualitas Pelayanan Quality Planning, meliputi: – Menentukan pelanggan. – Menentukan kebutuhan pelanggan. – Mengembangkan gambaran produk sesuai dengan kebutuhan pelanggan. – Mengembangkan proses yang mampu menghasilkan produk sesuai dengan gambaran produk. – Mentrasfer rencana menjadi kebutuhan pelaksanaan.
  • 22.
    Quality Control, meliputi: –Mengevaluasi kinerja produk saat ini. – Membandingkan kinerja sesungguhnya dengan tujuan produk. – Melaksanakan atau memperbaiki perbedaan.
  • 23.
    Quality Improvement, meliputi: –Mengembangkan infrastruktur. – Mengidentifikasi proyek peningkatan mutu – Membentuk tim mutu. – Menyiapkan tim dengan sumber daya dan pelatihan serta motivasi untuk mendiagnosis penyebab, menstimulasi perbaikan, dan mengembangkan pengawasan untuk mempertahankan peningkatan.
  • 24.
    Pengertian Proses KendaliMutu :  Pengendalian mutu merupakan suatu program berkelanjutan yang disusun secara objektif dan sistematis memantau dan menilai mutu dan kewajaran asuhan kepada pasien, Sabarguna (2008).  Kendali Mutu merupakan jenis pengendalian spesifik, mengacu pada aktifitas yang digunakan untuk mengevaluasi, memantau atau mengatur layanan yang diberikan kepada konsumen, (Marquis dan Huston< 2010)
  • 25.
    Kendali Mutu SebagaiProses  Mutu layanan kesehatan merupakan derajat layanan bagi individu, dan kelompok yang meningkatkan kecenderungan hasil akhir yang diinginkan dan konsisten dengan pengetahuan profesional terkini.
  • 26.
    Proses Pengukuran Mutu Kriteriaatau standar telah ditentukan Informasi telah dikumpulkan untuk menentukan apakah standar telah tercapai Tindakan edukasi atau korektif diambil jika kriteria tidak tercapai
  • 27.
    • Standar penilaian adalahproses pengukuran produk, praktik, dan layanan terhadap organisasi yang mempunyai kinerja baik. Standar penilaian sebagai alat untuk mengidentifika si standar kinerja organisasi yang diinginkan
  • 28.
    Karakteristik Program Kendali Mutu Berkesinambungan  Sistematis  Objektif  Terpadu
  • 29.
    Bentuk Program KendaliMutu  Prospektif  sebelum pelayanan  fokus : masukan & lingkungan  standardisasi, perizinan, sertifikasi, akreditasi  Konkuren  bersamaan pelayanan  fokus : proses  Team work,pear group  Retrospektif  sesudah pelayanan  fokus: keluaran  review dokumen
  • 30.
    Dimensi Kualitas Pelayanan Tangibles(Bukti Langsung) Bukti konkret kemampuan suatu perusahaan untuk menampilkan yang terbaik bagi pelanggan. Baik dari sisi fisik tampilan bangunan, fasilitas, perlengkapan teknologi pendukung, hingga penampilan karyawan.
  • 31.
    Dimensi Kualitas Pelayanan Reliability(Keandalan) Kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dengan harapan konsumen terkait kecepatan, ketepatan waktu, tidak ada kesalahan, sikap simpatik, dan lain sebagainya.
  • 32.
    Dimensi Kualitas Pelayanan Responsiveness (ketanggapan) Tanggapmemberikan pelayanan yang cepat atau responsif serta diiringi dengan cara penyampaian yang jelas dan mudah dimengerti.
  • 33.
    Dimensi Kualitas Pelayanan Assurance(Jaminan Kepastian) Jaminan dan kepastian yang diperoleh dari sikap sopan santun karyawan, komunikasi yang baik, dan pengetahuan yang dimiliki, sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya pelanggan.
  • 34.
    Dimensi Kualitas Pelayanan Emphaty(Empati) Memberikan perhatian yang tulus dan bersifat pribadi kepada pelanggan, hal ini dilakukan untuk mengetahui keinginan konsumen secara akurat dan spesifik.
  • 35.
    Audit Keperawatan  Auditadalah pemeriksaan sistematis dan resmi terhadap catatan, proses, stuktur, lingkungan atau laporan keuangan untuk mengevaluasi kinerja.  Cara penerapan proses pengendalian untuk menentukan mutu pelayanan
  • 36.
     Ada tigajenis audit 1. Audit Concurrent: perawatan pasien diteliti apa adanya/ saat dirawat. 2.Audit Retrospektif:perawatan pasien diteliti setelah pasien pulang dari rumah sakit. ○ Sumber cacatan pasien ○ Sedikit menyita waktu ○ Biaya murah 3.Audit prospektif berupaya : mengidentifikasi bagaiamana kinerja dimasa depan akan berpengaruh oleh intervensi saat ini.
  • 37.
    Audit dalam pengendalianmutu  Audit Hasil:  Hasil: hasil akhir asuhan, bagaiaman status kesehatan pasien berubah setelah diberikan intervensi.  Hasul akhir asuhan menunjukkan mutu asuhan.  Audit Proses:  Untuk mengukur proses asuhan.  Berorientasi pada tugas dan berfokus apakah standar praktik dipenuhi.  Audit Struktur:  Ada hubungan antara mutu asuhan dan strukturr yang tepat. Misal; apakah bel pasien menyala dengan baik, apakah pasien bisa menjangkau tempat minumnya, bagaiaman pembagian tugas staf.