PEMENUHANPEMENUHAN
KEBUTUHAN CAIRAN &KEBUTUHAN CAIRAN &
ELEKTROLITELEKTROLIT
RIJANTO, S.Kp., M.Kes.RIJANTO, S.Kp., M.Kes.
TIU :
Setelah mempelajari materi ini mahasiswa mampu menerapkan prinsip
fisiologi cairan tubuh dalam asuhan kebidanan pada ibu, bayi dan anak
balita. 
Setelah mempelajari Cairan dan elektrolit ini mahasiswa dapat :
1.Menyimpulkan pengertian cairan tubuh berdasarkan 2 komponen
pokok cairan tubuh, secara tepat dengan menggunakan bahasa
sendiri
2.Mampu membedakan 3 distribusi dari cairan tubuh menurut
Puruhito tanpa kesalahan
3.Mengestimasikan sesuai standar jumlah total dan jumlah distributif
cairan tubuh, berdasarkan umur & berat badan, setelah disediakan
timbangan badan
4.Mengidentifikasi 4 cara perpindahan cairan, setelah disediakan 4
contoh perpindahan cairan dalam tubuh
5.Menghitung keseimbangan cairan normal tubuh dengan tepat
setelah disediakan contoh input dan output cairan.
6.Menghubungkan 5 mekanisme terjadinya edema dengan 5 contoh
edema dalam klinik.
7.Mengklasifikasikan 3 mekanisme dehidrasi, setelah disediakan 5
contoh dehidrasi
PROPORSI CAIRANPROPORSI CAIRAN
TUBUHTUBUH
 Pd org dewasa rata2  45-70% BB
 pria  60% BB
 wanita  55% BB
 Variasi tergantung kurus/gemuk
 BBL  80% BB
 Anak2  70% BB
 Usila  40-45% BB
Distribusi cairan tubuhDistribusi cairan tubuh
 Intra cell  40% BB
 Ekstra cell :
 Interstitial  15% BB
 Plasma  5% BB
Perbandingan CIS : CESPerbandingan CIS : CES
• Pd org dewasa = 2 : 1
• Pd anak2 = 3 : 2
• Pd bayi/neonatus = 1 : 1
FUNGSI CAIRAN TUBUHFUNGSI CAIRAN TUBUH
 Pembentukan struktur tubuh
 Sarana transportasi
 Metabolisme sel
 Pelarut elektrolit & non elektrolit
 Memeliharan suhu tubuh
Contoh : pria 50 kg CIS : 20 lt CES :
10 lt
anak 14 kg CIS : 6 lt CES : 4 lt
neonatus 3 kg CIS : 1,2 lt CES : 1,2
lt
KONSEP DASAR SIRKULASI CAIRAN &
ELEKTROLIT
 Plasma darah bergerak di seluruh tubuh dg
sistem sirkulasi nutrien & cairan diambil dr GI
Tract
 Cairan intertitiel & komponennya bergerak
diantara kapiler darah & sel
 Cairan & substansi selanjutnya bergerak dr
intertitel ke dlm sel
METODE PERGERAKAN
• Difusi
• Osmosis
• Transpot aktif
• Filtrasi
DIFUSI
 kecenderungan zat terlarut (solute) untuk bergerak
bebas di seluruh penjuru pelarut (solven), atau bisa
juga diartikan sebagai pergerakan zat terlarut dari
daerah pekat ke daerah encer hingga terjadi
keseimbangan
OSMOSIS
Osmosis adalah perembesan pelarut melalui selaput semi
permeabel, atau bisa juga diartikan sebagai perembesan zat
pelarut dari daerah encer ke daerah pekat hingga terjadi
keseimbangan. Hasilnya adalah volume daerah encer menjadi
berkurang dan volume daerah pekat menjadi bertambah
FILTRASI
 Filtrasi adalah perembesan cairan melalui selaput
permeabel yang tidak dapat dilalui oleh zat terlarut
tertentu. Dalam hal ini zat merembes dari daerah
bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah.
Contohnya filtrasi cairan dalam glomerulus ginjal.
Transport aktif 
Transport aktif adalah pergerakan zat dari daerah encer ke daerah
pekat. Transport aktif terjadi pada elektrolit terhadap suatu gradien
kepekatan. Proses ini terjadi secara aktif, oleh karena itu memerlukan
energi. Contoh dari transport aktif adalah penyerapan kembali zat-zat
tertentu dalam tubulus ginjal.
 
Tekanan hidrostatik 
Tekanan hidrostatik adalah tekanan plasma dan sel-sel darah dalam
pembuluh kapiler.
 
Tekanan penyaringan (filtration pressure) 
Tekanan penyaringan adalah perbedaan antara tekanan osmotik koloid
dan tekanan hidrostatik. Hal ini penting dalam perpindahan cairan dari
arteriol ke rongga interstitial dan berlanjut ke venule.
Secara lebih detail, elektrolit tubuh didefinisikan sebagai senyawa-
senyawa yang terlarut dalam cairan tubuh yang dapat terurai menjadi
ion-ion (atom yang bermuatan listrik). Reaksi pelepasan ion disebut
reaksi ionisasi, contoh:
 
NaCl  Na+
+ Cl-
Ada 2 macam ion, yaitu:
1.Kation (ion yang bermuatan positif), antara lain: Na+
, K+
,
Ca++
, Mg++
, dsb.
2.nion (ion yang bermuatan negatif), antara lain: Cl-
, HCO3
-
,
PO4
---
, SO4
--
, protein, asam-asam organik, dsb.
INTAKE ~ OUT PUT
INTAKE
 Ingestion  jml tergantung dari
usia, BB
 Oksidasi sel (± 10 ml/100 Kal)
Out Put
 Urine
 Faeres
 Paru& kulit
Yg dipengaruhi oleh :
- Suhu tubuh
- Aktivitas fisik
- Kondisi ATM
700 cc
250
700-
1000 cc
makanan
oksidasi
minum
INPUT
fece
s
500
100
700-
1000 cc
urine
kulit
OUTPUT
400
paru
1. Edema adalah meningkatnya volume
cairan ekstraseluler dan
ekstravaskuler disertai dengan
dengan penimbunan cairan ini dalam
sela-sela jaringan dan rongga tubuh.
Penyebab:
Obstruksi saluran limfe, Permeabilitas kapiler meningkat,
akibat keracunan, infeksi, anafilaksis dll.
Tekanan hidrostatik dalam kapiler meningkat
Tekanan osmotik dalam spasi interstitial meningkat
Tekanan osmotik dalam kapiler menurun
Dehidrasi :
Gangguan keseimbangan air yang disertai output yang
melebihi intake sehingga jumlah air dalam tubuh
berkurang.
Penyebab:
a)Kekurangan air (water depletion)
Terjadi akibat intake air yang kurang, sehingga
disebut juga dehidrasi primer. Akibatnya terjadi
pengeluaran cairan dari dalam sel (dehidrasi
intraseluler) yang merangsang rasa haus.
Kekurangan natrium (sodium depletion)Terjadi akibat
output cairan dan elektrolit secara berlebihan, oleh
karena itu disebut juga dehidrasi sekunder. Akibatnya
terjadi pengeluaran cairan dari dalam sel (dehidrasi
intraseluler) yang merangsang rasa haus
Kekurangan air dan natrium
Merupakan gabungan dari 2 proses di atas
MEKANISME TRANSPOT
 ELEKTROLIT  Aktif - Pasif
 AIR  Pasif
Gerakan air yg pasif sipengaruhi tekanan hydrostatik & tek
osmotik
Satuan klinik tek osmotik  miliosmol/kg air (Puruhito,1995)
Tek osmotik plasma = 280 milimol/kg
Isotonis  cairan yg sama dg tek osmotik plasma
Hipertonis  cairan yg lebih tinggi
Hipotonis  cairan yg lebih rendah
Keseimbangan cairan
• Keseimbangan antara intake & output
• Input utk org dewasa 1500-3500 ml
 Pengarturan input cairan tubuh dilakukan dg mekanisme
haus
 Haus terjadi karena dehidrasi sel karena > angiotensin II pd
cairan tubuh, pendarahan ↓ cairan output
 Output org dewasa : 2300 ml/hr
 Organ utama output cairan : ginjal + 1599 ml/hr
 Tiga cara output cairan :
- IWL (Insensible Water Loss)  jumlah cairan keluarnya tidak
disadari dan sulit diitung, yaitu jumlah keringat, uap hawa
nafas (15 cc/ Kg BB/ hr
- NWL(Normal Water Loss)  Pernafasan , kulit
- Kehilangan cairan (feces)
 Obligatory loss  keringat)
 Mekanisme homeostasis diatur oleh organ
- Ginjal, C. vaskular, C. endokrin, Sistem pernafasan, Paru-paru,
GI Tract
Faktor-faktor yang mempengaruhi
keseimbangan cairan dan elektrolit
tubuh antara lain :
 Umur
 Iklim
 Diet
 Stress
 Kondisi Sakit
 Tindakan Medis
 Pengobatan
Componen cairan & elektrolit
Air :
Fungsi  pelarut, rx kimia, metabolisme
Regulator  ADH, aldosteron
Elektrolit
• Na & K
Na  banyak di ektracell
fungsi u/ mempertahankan isotonisitas cairan ekstracell
Na & K  memberikan ling kimia listrik u/ kontraksi otot &
transmisi impuls saraf
• CHLORIDA (Cl)
• Berperan sbg elektron netral di luar intracell
• >> pd cairan lambung & keringat
• Berfungsi u/ mengaturasam basa
Regulator  faktor2 yg mempengaruhi konsentrasi plasma
 Ca & P
Ca :
 Penting u/ pembekuan darah
 Metabolisme tulang
 Kontraksi otot
 Trnasmisi impuls syaraf
 Menentukan permiabilitas membran sel
P :
 Berperan dlm pembentukan tulang
 Komponen ATP
 Sbg buffer mempertahankan asam basa
Regulator :
 Calcitonin
 Vitamin D
NON ELEKTROLIT
 Glukosa  fruktosa
 Ureum  kreatinin
PERGERAKAN CAIRAN & ELEKTROLIT
1. Antara plasma - interstitial
Dipengaruhi oleh :
• Permiabilitas membran kapiler
• Tek hidrostatik kapiler
• Tek osmotik kolodi
Mekanisme transport
• Difusi
• Osmosis
2. Antara interstitial - intracell
Mekanisme transport
• Simpel difusi
• Transport aktif
• Osmosis
 Gangguan Keseimbangan Cairan
dan eletrolit tubuh
 1. Dehidrasi
 2. Syok hipovolemik
Hiponatremia
Definisi : kadar Na+ serum di bawah normal (<>
Causa : CHF (Congestive Hearth Failur ), gangguan ginjal dan
sindroma nefrotik, hipotiroid, penyakit Addison
Tanda dan Gejala :
 Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam beberapa jam, pasien
mungkin mual, muntah, sakit kepala dan keram otot.
 Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam satu jam, bisa terjadi
sakit kepala hebat, letargi, kejang, disorientasi dan koma.
 Mungkin pasien memiliki tanda-tanda penyakit dasar (seperti
gagal jantung, penyakit Addison).
 Jika hiponatremia terjadi sekunder akibat kehilangan cairan,
mungkin ada tanda-tanda syok seperti hipotensi dan takikardi.
Hipernatremia
 Definisi : Na+ serum di atas normal (>145 mEq/L)
 Causa : Kehilangan Na+ melalui ginjal misalnya pada
terapi diuretik, diuresis osmotik, diabetes insipidus,
sekrosis tubulus akut, uropati pasca obstruksi,
nefropati hiperkalsemik; atau karena hiperalimentasi
dan pemberian cairan hipertonik lain.
 Tanda dan Gejala : iritabilitas otot, bingung, ataksia,
tremor, kejang dan koma yang sekunder terhadap
hipernatremia.
Hipokalemia
 Definisi : kadar K+ serum di bawah normal (<>
 Etiologi
 Kehilangan K+ melalui saluran cerna (misalnya pada muntah-
muntah, sedot nasogastrik, diare, sindrom malabsorpsi,
penyalahgunaan pencahar)
 Diuretik
 Asupan K+ yang tidak cukup dari diet
 Ekskresi berlebihan melalui ginjal
 Maldistribusi K+
 Hiperaldosteron
Hipokalemia
Tanda dan Gejala :
 Lemah (terutama otot-otot proksimal), mungkin
arefleksia, hipotensi ortostatik, penurunan
motilitas saluran cerna yang menyebabkan
ileus. Hiperpolarisasi myokard terjadi pada
hipokalemia dan dapat menyebabkan denyut
ektopik ventrikel, reentry phenomena, dan
kelainan konduksi. EKG sering memperlihatkan
gelombang T datar, gelombang U, dan depresi
segmen ST.
Hiperkalemia
Definisi : kadar K+ serum di atas normal (> 5,5 mEq/L)
Etiologi :
 Ekskresi renal tidak adekuat;
misalnya pada gagal ginjal akut atau kronik, diuretik hemat
kalium, penghambat ACE.
 beban kalium dari nekrosis sel yang masif yang disebabkan
trauma (crush injuries), pembedahan mayor, luka bakar, emboli
arteri akut, hemolisis, perdarahan saluran cerna atau
rhabdomyolisis. Sumber eksogen meliputi suplementasi kalium
dan pengganti garam, transfusi darah dan penisilin dosis tinggi
juga harus dipikirkan.
 Perpindahan dari intra ke ekstraseluler; misalnya pada asidosis,
digitalisasi, defisiensi insulin atau peningkatan cepat dari
osmolalitas darah.
•Insufisiensi adrenal
•Pseudohiperkalemia. Sekunder terhadap
hemolisis sampel darah atau pemasangan
torniket terlalu lama
•Hipoaldosteron
• Tanda dan Gejala : Efek terpenting adalah perubahan eksitabilitas
jantung. EKG memperlihatkan perubahan-perubahan sekuensial seiring
dengan peninggian kalium serum. Pada permulaan, terlihat gelombang T
runcing (K+ > 6,5 mEq/L). Ini disusul dengan interval PR memanjang,
amplitudo gelombang P mengecil, kompleks QRS melebar (K+ = 7 sampai
8 mEq/L). Akhirnya interval QT memanjang dan menjurus ke pola sine-
wave. Fibrilasi ventrikel dan asistole cenderung terjadi pada K+ > 10
mEq/L. Temuan-temuan lain meliputi parestesi, kelemahan, arefleksia
dan paralisis ascenden.
• Penanganan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
TERAPI CAIRAN
Definisi
Tindakan untuk memelihara, mengganti milieu interiur dalam batas-
batas fisiologis.
Indikasi, antara lain:
•Kehilangan cairan tubuh akut
•Kehilangan darah
•Anoreksia
•Kelainan saluran cerna

Cairan dan elektrolit

  • 1.
    PEMENUHANPEMENUHAN KEBUTUHAN CAIRAN &KEBUTUHANCAIRAN & ELEKTROLITELEKTROLIT RIJANTO, S.Kp., M.Kes.RIJANTO, S.Kp., M.Kes.
  • 2.
    TIU : Setelah mempelajarimateri ini mahasiswa mampu menerapkan prinsip fisiologi cairan tubuh dalam asuhan kebidanan pada ibu, bayi dan anak balita.  Setelah mempelajari Cairan dan elektrolit ini mahasiswa dapat : 1.Menyimpulkan pengertian cairan tubuh berdasarkan 2 komponen pokok cairan tubuh, secara tepat dengan menggunakan bahasa sendiri 2.Mampu membedakan 3 distribusi dari cairan tubuh menurut Puruhito tanpa kesalahan 3.Mengestimasikan sesuai standar jumlah total dan jumlah distributif cairan tubuh, berdasarkan umur & berat badan, setelah disediakan timbangan badan 4.Mengidentifikasi 4 cara perpindahan cairan, setelah disediakan 4 contoh perpindahan cairan dalam tubuh 5.Menghitung keseimbangan cairan normal tubuh dengan tepat setelah disediakan contoh input dan output cairan. 6.Menghubungkan 5 mekanisme terjadinya edema dengan 5 contoh edema dalam klinik. 7.Mengklasifikasikan 3 mekanisme dehidrasi, setelah disediakan 5 contoh dehidrasi
  • 3.
    PROPORSI CAIRANPROPORSI CAIRAN TUBUHTUBUH Pd org dewasa rata2  45-70% BB  pria  60% BB  wanita  55% BB  Variasi tergantung kurus/gemuk  BBL  80% BB  Anak2  70% BB  Usila  40-45% BB
  • 4.
    Distribusi cairan tubuhDistribusicairan tubuh  Intra cell  40% BB  Ekstra cell :  Interstitial  15% BB  Plasma  5% BB Perbandingan CIS : CESPerbandingan CIS : CES • Pd org dewasa = 2 : 1 • Pd anak2 = 3 : 2 • Pd bayi/neonatus = 1 : 1
  • 5.
    FUNGSI CAIRAN TUBUHFUNGSICAIRAN TUBUH  Pembentukan struktur tubuh  Sarana transportasi  Metabolisme sel  Pelarut elektrolit & non elektrolit  Memeliharan suhu tubuh Contoh : pria 50 kg CIS : 20 lt CES : 10 lt anak 14 kg CIS : 6 lt CES : 4 lt neonatus 3 kg CIS : 1,2 lt CES : 1,2 lt
  • 6.
    KONSEP DASAR SIRKULASICAIRAN & ELEKTROLIT  Plasma darah bergerak di seluruh tubuh dg sistem sirkulasi nutrien & cairan diambil dr GI Tract  Cairan intertitiel & komponennya bergerak diantara kapiler darah & sel  Cairan & substansi selanjutnya bergerak dr intertitel ke dlm sel METODE PERGERAKAN • Difusi • Osmosis • Transpot aktif • Filtrasi
  • 7.
    DIFUSI  kecenderungan zatterlarut (solute) untuk bergerak bebas di seluruh penjuru pelarut (solven), atau bisa juga diartikan sebagai pergerakan zat terlarut dari daerah pekat ke daerah encer hingga terjadi keseimbangan
  • 8.
    OSMOSIS Osmosis adalah perembesanpelarut melalui selaput semi permeabel, atau bisa juga diartikan sebagai perembesan zat pelarut dari daerah encer ke daerah pekat hingga terjadi keseimbangan. Hasilnya adalah volume daerah encer menjadi berkurang dan volume daerah pekat menjadi bertambah
  • 9.
    FILTRASI  Filtrasi adalahperembesan cairan melalui selaput permeabel yang tidak dapat dilalui oleh zat terlarut tertentu. Dalam hal ini zat merembes dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Contohnya filtrasi cairan dalam glomerulus ginjal.
  • 10.
    Transport aktif  Transport aktifadalah pergerakan zat dari daerah encer ke daerah pekat. Transport aktif terjadi pada elektrolit terhadap suatu gradien kepekatan. Proses ini terjadi secara aktif, oleh karena itu memerlukan energi. Contoh dari transport aktif adalah penyerapan kembali zat-zat tertentu dalam tubulus ginjal.   Tekanan hidrostatik  Tekanan hidrostatik adalah tekanan plasma dan sel-sel darah dalam pembuluh kapiler.   Tekanan penyaringan (filtration pressure)  Tekanan penyaringan adalah perbedaan antara tekanan osmotik koloid dan tekanan hidrostatik. Hal ini penting dalam perpindahan cairan dari arteriol ke rongga interstitial dan berlanjut ke venule.
  • 11.
    Secara lebih detail,elektrolit tubuh didefinisikan sebagai senyawa- senyawa yang terlarut dalam cairan tubuh yang dapat terurai menjadi ion-ion (atom yang bermuatan listrik). Reaksi pelepasan ion disebut reaksi ionisasi, contoh:   NaCl  Na+ + Cl- Ada 2 macam ion, yaitu: 1.Kation (ion yang bermuatan positif), antara lain: Na+ , K+ , Ca++ , Mg++ , dsb. 2.nion (ion yang bermuatan negatif), antara lain: Cl- , HCO3 - , PO4 --- , SO4 -- , protein, asam-asam organik, dsb.
  • 12.
    INTAKE ~ OUTPUT INTAKE  Ingestion  jml tergantung dari usia, BB  Oksidasi sel (± 10 ml/100 Kal) Out Put  Urine  Faeres  Paru& kulit Yg dipengaruhi oleh : - Suhu tubuh - Aktivitas fisik - Kondisi ATM 700 cc 250 700- 1000 cc makanan oksidasi minum INPUT fece s 500 100 700- 1000 cc urine kulit OUTPUT 400 paru
  • 13.
    1. Edema adalahmeningkatnya volume cairan ekstraseluler dan ekstravaskuler disertai dengan dengan penimbunan cairan ini dalam sela-sela jaringan dan rongga tubuh. Penyebab: Obstruksi saluran limfe, Permeabilitas kapiler meningkat, akibat keracunan, infeksi, anafilaksis dll. Tekanan hidrostatik dalam kapiler meningkat Tekanan osmotik dalam spasi interstitial meningkat Tekanan osmotik dalam kapiler menurun
  • 14.
    Dehidrasi : Gangguan keseimbanganair yang disertai output yang melebihi intake sehingga jumlah air dalam tubuh berkurang. Penyebab: a)Kekurangan air (water depletion) Terjadi akibat intake air yang kurang, sehingga disebut juga dehidrasi primer. Akibatnya terjadi pengeluaran cairan dari dalam sel (dehidrasi intraseluler) yang merangsang rasa haus. Kekurangan natrium (sodium depletion)Terjadi akibat output cairan dan elektrolit secara berlebihan, oleh karena itu disebut juga dehidrasi sekunder. Akibatnya terjadi pengeluaran cairan dari dalam sel (dehidrasi intraseluler) yang merangsang rasa haus Kekurangan air dan natrium Merupakan gabungan dari 2 proses di atas
  • 15.
    MEKANISME TRANSPOT  ELEKTROLIT Aktif - Pasif  AIR  Pasif Gerakan air yg pasif sipengaruhi tekanan hydrostatik & tek osmotik Satuan klinik tek osmotik  miliosmol/kg air (Puruhito,1995) Tek osmotik plasma = 280 milimol/kg Isotonis  cairan yg sama dg tek osmotik plasma Hipertonis  cairan yg lebih tinggi Hipotonis  cairan yg lebih rendah Keseimbangan cairan • Keseimbangan antara intake & output • Input utk org dewasa 1500-3500 ml
  • 16.
     Pengarturan inputcairan tubuh dilakukan dg mekanisme haus  Haus terjadi karena dehidrasi sel karena > angiotensin II pd cairan tubuh, pendarahan ↓ cairan output  Output org dewasa : 2300 ml/hr  Organ utama output cairan : ginjal + 1599 ml/hr  Tiga cara output cairan : - IWL (Insensible Water Loss)  jumlah cairan keluarnya tidak disadari dan sulit diitung, yaitu jumlah keringat, uap hawa nafas (15 cc/ Kg BB/ hr - NWL(Normal Water Loss)  Pernafasan , kulit - Kehilangan cairan (feces)  Obligatory loss  keringat)  Mekanisme homeostasis diatur oleh organ - Ginjal, C. vaskular, C. endokrin, Sistem pernafasan, Paru-paru, GI Tract
  • 17.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangancairan dan elektrolit tubuh antara lain :  Umur  Iklim  Diet  Stress  Kondisi Sakit  Tindakan Medis  Pengobatan
  • 18.
    Componen cairan &elektrolit Air : Fungsi  pelarut, rx kimia, metabolisme Regulator  ADH, aldosteron Elektrolit • Na & K Na  banyak di ektracell fungsi u/ mempertahankan isotonisitas cairan ekstracell Na & K  memberikan ling kimia listrik u/ kontraksi otot & transmisi impuls saraf • CHLORIDA (Cl) • Berperan sbg elektron netral di luar intracell • >> pd cairan lambung & keringat • Berfungsi u/ mengaturasam basa Regulator  faktor2 yg mempengaruhi konsentrasi plasma
  • 19.
     Ca &P Ca :  Penting u/ pembekuan darah  Metabolisme tulang  Kontraksi otot  Trnasmisi impuls syaraf  Menentukan permiabilitas membran sel P :  Berperan dlm pembentukan tulang  Komponen ATP  Sbg buffer mempertahankan asam basa Regulator :  Calcitonin  Vitamin D
  • 20.
    NON ELEKTROLIT  Glukosa fruktosa  Ureum  kreatinin PERGERAKAN CAIRAN & ELEKTROLIT 1. Antara plasma - interstitial Dipengaruhi oleh : • Permiabilitas membran kapiler • Tek hidrostatik kapiler • Tek osmotik kolodi Mekanisme transport • Difusi • Osmosis 2. Antara interstitial - intracell Mekanisme transport • Simpel difusi • Transport aktif • Osmosis
  • 21.
     Gangguan KeseimbanganCairan dan eletrolit tubuh  1. Dehidrasi  2. Syok hipovolemik
  • 22.
    Hiponatremia Definisi : kadarNa+ serum di bawah normal (<> Causa : CHF (Congestive Hearth Failur ), gangguan ginjal dan sindroma nefrotik, hipotiroid, penyakit Addison Tanda dan Gejala :  Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam beberapa jam, pasien mungkin mual, muntah, sakit kepala dan keram otot.  Jika Na plasma turun 10 mEq/L dalam satu jam, bisa terjadi sakit kepala hebat, letargi, kejang, disorientasi dan koma.  Mungkin pasien memiliki tanda-tanda penyakit dasar (seperti gagal jantung, penyakit Addison).  Jika hiponatremia terjadi sekunder akibat kehilangan cairan, mungkin ada tanda-tanda syok seperti hipotensi dan takikardi.
  • 23.
    Hipernatremia  Definisi :Na+ serum di atas normal (>145 mEq/L)  Causa : Kehilangan Na+ melalui ginjal misalnya pada terapi diuretik, diuresis osmotik, diabetes insipidus, sekrosis tubulus akut, uropati pasca obstruksi, nefropati hiperkalsemik; atau karena hiperalimentasi dan pemberian cairan hipertonik lain.  Tanda dan Gejala : iritabilitas otot, bingung, ataksia, tremor, kejang dan koma yang sekunder terhadap hipernatremia.
  • 24.
    Hipokalemia  Definisi :kadar K+ serum di bawah normal (<>  Etiologi  Kehilangan K+ melalui saluran cerna (misalnya pada muntah- muntah, sedot nasogastrik, diare, sindrom malabsorpsi, penyalahgunaan pencahar)  Diuretik  Asupan K+ yang tidak cukup dari diet  Ekskresi berlebihan melalui ginjal  Maldistribusi K+  Hiperaldosteron
  • 25.
    Hipokalemia Tanda dan Gejala:  Lemah (terutama otot-otot proksimal), mungkin arefleksia, hipotensi ortostatik, penurunan motilitas saluran cerna yang menyebabkan ileus. Hiperpolarisasi myokard terjadi pada hipokalemia dan dapat menyebabkan denyut ektopik ventrikel, reentry phenomena, dan kelainan konduksi. EKG sering memperlihatkan gelombang T datar, gelombang U, dan depresi segmen ST.
  • 26.
    Hiperkalemia Definisi : kadarK+ serum di atas normal (> 5,5 mEq/L) Etiologi :  Ekskresi renal tidak adekuat; misalnya pada gagal ginjal akut atau kronik, diuretik hemat kalium, penghambat ACE.  beban kalium dari nekrosis sel yang masif yang disebabkan trauma (crush injuries), pembedahan mayor, luka bakar, emboli arteri akut, hemolisis, perdarahan saluran cerna atau rhabdomyolisis. Sumber eksogen meliputi suplementasi kalium dan pengganti garam, transfusi darah dan penisilin dosis tinggi juga harus dipikirkan.  Perpindahan dari intra ke ekstraseluler; misalnya pada asidosis, digitalisasi, defisiensi insulin atau peningkatan cepat dari osmolalitas darah.
  • 27.
    •Insufisiensi adrenal •Pseudohiperkalemia. Sekunderterhadap hemolisis sampel darah atau pemasangan torniket terlalu lama •Hipoaldosteron
  • 28.
    • Tanda danGejala : Efek terpenting adalah perubahan eksitabilitas jantung. EKG memperlihatkan perubahan-perubahan sekuensial seiring dengan peninggian kalium serum. Pada permulaan, terlihat gelombang T runcing (K+ > 6,5 mEq/L). Ini disusul dengan interval PR memanjang, amplitudo gelombang P mengecil, kompleks QRS melebar (K+ = 7 sampai 8 mEq/L). Akhirnya interval QT memanjang dan menjurus ke pola sine- wave. Fibrilasi ventrikel dan asistole cenderung terjadi pada K+ > 10 mEq/L. Temuan-temuan lain meliputi parestesi, kelemahan, arefleksia dan paralisis ascenden. • Penanganan Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit TERAPI CAIRAN Definisi Tindakan untuk memelihara, mengganti milieu interiur dalam batas- batas fisiologis. Indikasi, antara lain: •Kehilangan cairan tubuh akut •Kehilangan darah •Anoreksia •Kelainan saluran cerna