Nurrachmat Mulianto, MSc, SpKKNurrachmat Mulianto, MSc, SpKK
FK UNS/RSUD Dr MoewardiFK UNS/RSUD Dr Moewardi
SURAKARTASURAKARTA
DERMATOMIKOSIS
3
4
DERMATOMIKOSIS
• Penyebab : Dermatophyta
• Macam2
Dermatophyta :
– Microsporon
– Trichophyton
– Epidermophyton
Cara penyebaran jamur kulit
• Zoophilic (melalui hewan )
• Anthropophilic (manusia)
• Geophilic (tanah/kayu/tumbuhan)
Penyakit jamur kulit
berdasar lokasi
• Tinea capitis (facialis,barbae,scalp)
• T.corporis (abdominal, thoracal, cervical)
• T.cruris (inguinal, gluteal, femoral)
• T.manus (interdigital, dorsum, plantar)
• T.pedis (interdigital,dorsum,plantar)
• T.unguium(onychomycosis)
Sifat masing2
jamur
1. Microsporon : dapat menyerang kulit &
rambut
2. Trichophyton : dapat menyerang kulit,
rambut & kuku
3. Epidermophyton : menyerang kulit saja
Sifat jamur yang lain :
• bersifat keratinofilik : untuk hidupnya
membutuhkan keratin
• bersifat lipofilik : untuk hidupnya
membutuhkan lemak
• Patogenesis
jamur menempel pada kulit & keadaan kulit
cocok  jamur tumbuh
Jamur mengeluarkan suatu enzym
keratolitik  menghancurkan keratin
makanan yang baik untuk jamur 
tumbuh & berkembang dengan subur
Jamur bertambah  enzym bertambah
makanan jamur juga bertambah dst
penyakit makin lebar
• Stratum korneum
• Skuama
• Respon inflamasi  eritema,
papulasi, vesikulasi
epidermomikosis
Sel inflamasi
dermatofita
• Batang rambut
• Destruksi dan patah rambut
• Lebih dalam  respon inflamasi
 nodul, pustulasi folikuler, and
abses
Sel inflamasi
dermatofita
trikomikosis
Gambaran hif a pd pemeriksaan dg KOH 10%
Cara penularan
1. Langsung
kontak dengan penderita
kontak dengan binatang yang sakit
jamur
kontak dengan tanah/sampah yang
mengandung jamur
2. Tidak langsung
Lewat alat2, baik alat untuk tidur,
mandi, rumah tangga dll., dimana
squama penderita jatuh atau
melekat disitu
Tanda khas penyakit jamur
• ada skuama &/papula
• tersusun/bentuk melingkar
(sirsinata)
• dengan bagian tepi aktif/eritem
• di bagian tengah tampak sembuh
• terasa gatal, terutama kalau
berkeringat
T.capitis
• Etiologi :- Microsporon spp.
- Trichophyton spp.
- Epidermophyton spp.
• Sering menyerang anak dan dewasa
• Lesi dapat berupa papula circinar, vesikel,
pustula dan skuama
• Keradangan bisa minimal atau kuat
• Lesi melebar dg gambaran “central healing”
Gambaran klinis
• Pada kepala terdapat daerah alopecia
• Atau rambut yang patah pada area tertentu
disertai skuama pada scalp
• Warna skuama pd scalp putih keabu-
abuan
• Dapat menyerang alis, jenggot pundak,
dada pada dewasa dan anak
• Dengan sinar Wood tidak selalu positip
(kehijauan)
Pemeriksaan dg Sinar Wood
Black dot ringworm
• Etiologi:
– Sering disebabkan jenis
endotrik: T. tonsurans, T.
violaceum.
• Rambut sangat rapuh dan patah
pada tepat pada muara folikel 
ujung rambut yg hitam di dalam
folikel rambut terlihat sbg bintik
hitam
• Lampu Wood: fluoresensi (-)
Gray patch ringworm
• Etiologi:
– M. audouinii atau M.
ferrugineum
• Klinis:
– Lesi mulai dgn papul eritem di
sekitar batang rambut.
– Papul kemudian melebar dan
membentuk bercak yg
memucat dan bersisik.
– Rambut mjd berwarna abu-
abu, tidak berkilat lagi dan
lebih mudah oatah (1-3 mm di
atas kulit kepala) dibanding
dicabut
• Lampu wood: fluoresensi (+)
Kerion celsi
• Etiologi:
– M. canis, M. gypseum, T.
mentagrophytes, T.
violaceum
• Klinis:
– Lesi dimulai dari bentuk
pustular folikulitis sampai
bentuk kerion
– Sebukan massa rambut yg
patah dan pus, serta dapat
tjd limfadenopati
– Keluhan: gatal, demam dan
sakit
– Lampu wood: fluoresensi
(+)/ (-)
Tinea favosa
• Etiologi:
– T. schoenleini
• Klinis: Pembentukan skutula
 krusta yg berbentuk
mangkuk berwarna merah
kuning dan berkembang mjd
kuning kecoklatan
• Pada pengangkatan krusta
terlihat dasar yg cekung,
merah, basah dan berbau
seperti tikus (mousy odor)
Tinea facialis
TEPI AKTIF
SKUAMA HALUS
“CENTRAL
HEALING”
Tinea corporis
TEPI LESI
AKTIF
SKUAMA
Tinea corporis
TEPI LESI
AKTIF
Tinea corporis et cruris
SKUAMA HALUS
TEPI LESI
AKTIF
TENGAH LESI
RELATIF
TENANG
Tinea corporis et cruris
Tinea cruris
TEPI LESI
AKTIF
“CENTRAL
HEALING”
HIPERPIGMENTASI
Tinea cruris
Tinea Pedis
• Paling sering dijumpai  10% total pop
• Penyebab tersering:
T. rubrum
T. mentagrophytes
E. floccosum
Tinea pedis
• Athlete’s foot, ringworm of the foot
• Infeksi dermatofita pada kaki, terutama
menyerang sela jari kaki dan telapak
kaki, dapat meluas ke lateral maupun
punggung kaki
• Etiologi
– E. floccosum, T. rubrum, T.
Mentagrophytes
• Klinis:
Ada 3 tipe:
1. Tipe interdigitalis
– Tersering
– Maserasi di sela jari kaki ke-4 dan 5
– Kulit terlihat putih, dapat terbentuk fisura
dan bau tidak enak
– Lesi dapat meluas ke bawah jari dan
telapak kaki
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 30
2. Tipe vesikuler subakut
– Beberapa vesikel, vesiko-
pustulosa, kadang-kadang
bula, di telapak kaki dan
jarang terjadi pada tumit.
– Lesi dapat timbul dari
perluasan lesi daerah
interdigital
– Dapat mulai sekitar jari,
kemudian meluas ke
punggung kaki atau telapak
kaki
– Vesikel pecah  skuama
melingkar (koloret)
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 31
3. Tipe papuloskuamosa
hiperkeratotik menahun
– Sering terdapat di daerah
tumit, telapak kaki, dan
kaki bagian lateral.
– Bercak dgn skuama putih
agak mengkilat, melekat
dan relatif tidak meradang
– Lesi umumnya setempat,
dpt bergabung mengenai
seluruh telapak kaki dan
sering simetris (moccasin
foot)
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 32
Tinea pedis tipe intertriginosa:
• Saling mempengaruhi:
– Dermatofit (T. rubrum, T.
Mentagrophytes)
– Bakteri
(Micrococcussedentarius,
Brevibacterium epidermidis,
Corynebacterium minutissimum,
Pseudomonas, proteus)
– Candida
• Dermatofitosis simpleks 
inferksi dermatofit ringan
• Dermatofitosis komplek 
infeksi campuran dermatofit
dan bakteri
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 33
Onikomikosis
• Infeksi jamur pada kuku
• Tinea unguium  akibat infeksi
dermatofita
• Candida sp, T. rubrum, T. mentagrophytes
• Bentuk klinis: OSD, OSP, OSPT, OK
• DD: psoriasis, liken planus, onikodistrofik
traumatik, yellow nail syndrome
• Dikenal 4 tipe onikomikosis:
1. Onikomikosis subungual distal
(OSD)
• Bantalan kuku di bawah
lempeng kuku melalui
hiponikium dan bergerak ke
arah proksimal.
• Invasi juga dapat dari lateral
(onikomikosis subungual distal
dan lateral atau OSDL)
• Klinis: hiperkeratosis subungual
dan onikolisis, selain warna
kuku kekuningan.
• Etiologi: T. rubrum, T.
mentagrophytes varian
interdigitale
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 35
Onikomikosis subungual distal
2. Onikomikosis subungual
proksimal (OSP)
• Infeksi dimulai dari lipat kuku
proksimal, melalui kutikula dan
masuk ke kuku yang baru
terbentuk, selanjutnya bergerak
ke arah distal.
• Klinis: hiperkeratosis dan
onikolisis proksimal, serta
destruksi lempeng kuku
proksimal.
• Paling jarang, tapi biasa
ditemukan pada penderita
AIDS.
• Etiologi: T. rubrum
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 36
Onikomikosis subungual
proksimal
3. Onikomikosis superfisial
putih (OSPT):
• Jarang dijumpai
• Jamur menginvasi langsung
lapisan superfisial lempeng
kuku
• Klinis: bercak-bercak
keruhberbatas tegas yg dpt
berkonfluen. Kuku mjd kasar,
lunak dan rapuh
• Etiologi: T. mentagrophytes,
kapang nondermatofita:
Aspergillus, Acremonium,
Fusarium
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 37
Onikomikosis superfisial putih
4. Onikomikosis kandida (OK)
• 3 kategori:
– Dimulai sbg paronikia yg kemudian
menginvasi matriks  depresi
transversal kuku  kuku cekung,
kasar dan akhirnya distrofi
– Pada kandidosis mukokutan kronik,
kandida langsung menginvasi
lempeng kuku sehingga baru pada
std lanjut  pembengkakan lipat
kuku proksimal dan lateral
gambaran pseudoclubbing atau
chicken drumstick
– Invasi pada kuku yang telah
onikolisis. Hiperkeratosis subungual
dgn massa abu-abu kekuningan di
bawahnya
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 38
Onikomikosis kandida
Pada keadaan lanjut keempat tipe tersebut  gambaran distrofi total (ODT)
Terapi
• Medikamentosa :
- Topikal : mikonazol, sertakonazol,
bifonazol, tioconazol, terbinafin krim
2-4 salep, Whitfield salep.
- Sistemik :
Ketokonazol 200mg, griseofulvin 125-500
mg, itrakonazol 100mg, terbinafin,
amphotericin B i.v., flukonazol 50-150 mg
Pitiriasis Versikolor
• Penyebab:
Malassezia furfur (bersifat lipofilik) dapat
hasilkan asam decarboxylase yang
menghambat tyrosinase hypopigmentasi
• Predileksi: Punggung, dada, lengan atas & juga
bisa pada tempat lain.
• Klinis : Makula hipopigmentasi atau
kecoklatan,multipel dengan squama halus.
• Lesi dapat bergabung  lebar
hifa tampak pendek-pendek, lurus atau bengkok dengan banyak
spora bergerombol sehingga sering disebut dengan gambaran
spaghetti and meatballs atau bacon and eggs.
TERAPITERAPI
Topikal: Selenium sulfida, ketokonazol,natriumTopikal: Selenium sulfida, ketokonazol,natrium
tiosulfas 20%tiosulfas 20%
Sistemik: ketokonazol, itrakonazolSistemik: ketokonazol, itrakonazol
Kandidiasis
• Penyebab : kebanyakan Candida albicans.
• Candida albicans merupakan flora normal mulut,
traktus digestivus & vagina
• Bersifat semi anaerob
• Punya dua bentuk: mycelia (suhu kamar)
yeast (37o
C)
mycelium  infeksi kronis
yeast  infeksi akut
Predileksi :
daerah intertrigeneus / basah
Misal: inguinal, infra mamma, perianal,
interdigital, axilia, sekitar mulut &
mulut, genital & sela kuku.
Faktor2 yang membantu timbulnya kandidiasis
selain kelembaban :
• pemakaian antibiotik & steroid yang terus-
menerus
• kehamilan
• penyakit sistemik a.l. DM
Macam2 candidiasis :
• 1. Oral Kandidiasis
• 2. Kandidiasis Vulvovaginitis
• 3. Candidal Intertrigo
• 4. Pseudo Diaper Rash
• 5. Perianal Kandidiasis
• 6. Candidal Paronychia
• 7. Erosio interdigitalis
Thrush
• Plakat putih/ keabuan pada mukosa
bukal dan tepi lateral lidah.
• Bergabung dan menjadi konfluens.
• Dasar plakat lembab, berwarna
kemerahan dan maserasi.
• Lesi dapat menjalar ke esofagus 
disfagia yang serius.
• Pada orang dewasa, mukosa bukal
(stomatitis), bibir dan lidah (glositis)
dapat terkena.
• Papil lidah menjadi atrofi,
permukaannya menjadi licin, mengkilat
dan berwarna merah terang.
• Kadang dijumpai erosi pada tepi lidah.
• Seringkali infeksi meluas ke sudut
mulut untuk membentuk perléche.
Kandidiasis oral: thrush
Cheilitis angular atau perléche
• Eritem, fisura, maserasi dan
nyeri pada sudut mulut.
• Sering:
– orang dengan kebiasaan
menjilat bibir
– orang tua dengan kulit yang
berkerut pada komisura oral.
• Gigi yang hilang, gigi yang
tidak teratur, maloklusi dan
defisiensi riboflavin  faktor
predisposisi.
• Cheilitis sering berhubungan
dengan kandidiasis atrofik
kronik akibat pemakaian gigi
palsu.
Kandidiasis oral: atrofik dengan cheilitis
angular
50
Vaginitis dan balanitis
Kandidiasis vulvovaginal (KVV)
• Penyebab tersering dari duh tubuh vagina.
• Pruritus akut dan duh tubuh vagina merupakan
keluhan utama
• Gejala tersering adalah pruritus vulva
• Duh tubuh vagina sering muncul namun kadang
minimal.
• Walau digambarkan khas seperti keju (cottage-
cheese), duh tubuh dapat bervariasi dari cair
sampai homogen-pekat.
• Nyeri pada vagina, iritasi, rasa terbakar pada
vulva, dispareunia dan disuria eksternal sering
muncul.
• Bau, jika ada, minimal dan tidak menyengat.
• Pada pemeriksaan sering dijumpai eritem dan
pembengkakan labia dan vulva, sering disertai
lesi perifer berbentuk papulopustular yang diskrit.
• Serviks normal dan eritema epitel vagina muncul
bersama duh tubuh berwarna keputihan yang
melekat.
• Gejala khas memuncak pada minggu menjelang
menstruasi.19
Kandidiasis vulvovaginalis
Balanitis kandida
• masalah bagi pria yang tidak disirkumsisi, terutama
orang tua, namun penjalaran lebih jauh jarang terjadi
• Penis yang tidak disirkumsisi merupakan tempat
yang hangat, lembab dan ideal bagi infeksi ragi, akan
tetapi pria yang disirkumsisi juga berisiko.
• Balanitis kandida kadang muncul setelah hubungan
seksual dengan wanita terinfeksi dan lebih sering
pada mereka yang berhubungan secara vaginal
daripada anal.
• Papul merah, kecil, lunak dan pustul tampak pada
glans atau batang penis.
• Pustul pecah dengan cepat dibawah prepusium dan
dapat saja tidak terdeteksi.
• Khas, cincin konfluens berbentuk seperti donat,
berukuran 1-2 mm, putih muncul setelah pustul
pecah.
• Pada beberapa kasus tidak dijumpai pustul dan papul
merah multipel dapat tersembunyi dan sembuh tanpa
pengobatan.
Balanopostitis
balanitis Candida
Kandidiasis perianal
• Manifestasi klinisnya dapat berupa
dermatitis perianal dengan eritema,
oozing dan maserasi.
• Pruritus dan rasa terbakar dapat bersifat
parah.
• Kandidiasis perianal dapat muncul dengan
atau tanpa keterlibatan genital.
• Walaupun biasanya berawal disekitar tepi
anus dengan eritema non-spesifik, nyeri
dan iritasi, penjalaran ke perineum sering
dijumpai, dengan gambaran klasik
berkembang seiring penjalarannya.
• Adanya pustul satelit biasanya merupakan
indikasi untuk terapi. Kandidiasis perianal
Kandidiasis mukokutaneus kronik
• Terminologi kandidiasis mukokutanues kronik
(KMK) ditujukan pada sekelompok pasien
yang heterogen dengan infeksi Candida yang
kronik tetapi superfisial.
• Kandidiasis mukokutanues kronik ditandai
oleh infeksi Candida yang persisten/rekuren
pada orofaring, kulit dan kuku, biasanya
berhubungan dengan keadaan
imunokompromais dan awitan saat bayi atau
anak pra-sekolah.
• Limfosit sel-T gagal merespon stimulasi
antigen Candida secara efektif.
• Penyakit ini sering berhubungan dengan
endokrinopati
• Keparahan KMK bervariasi mulai dari
keterlibatan beberapa kuku hingga
berkembangnya lesi berat dan luas
bersamaan dengan berbagai bentuk
lokalisata yang lain.
Kandidiasis mukokutaneus
kronik
Keterlibatan kutaneus
Kandidiasis intertriginosa dan generalisata
Kandidiasis kutis intertriginosa.
• Setiap lipatan dapat terkena, terutama pada individu obes.
• Intertrigo terutama terlihat pada lipat ketiak, inguinal, payudara,
intergluteal, interdigital, glans penis dan umbilikus.
• Tanda khas berupa eritem dan eksudasi yang lembab mulai dari bagian
terdalam lipatan.
• Lesi klasik berupa lesi satelit baik papular maupun pustular.
• Sering dijumpai nyeri, gatal dan rasa terbakar.
• Pada penyakit yang kronik, terdapat papul-papul, likenifikasi,
hiperpigmentasi dan skuama.
di lipatan mamae
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 55
• Pada sela jari sering dijumpai
maserasi disertai lapisan putih
seperti tanduk, keadaan ini sering
disebut erosio interdigitalis
blastomycetica atau kandidiasis
interdigitalis.
• Sering disertai dengan infeksi
pada telapak dan sisi lateral kaki.
Kandidiasis kutis intertriginosa di
interdigital
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 56
Kandidiasis kutis kongenital
• Bayi baru lahir dengan ibu
menderita KVV sebelum
melahirkan.
• Kelainan berupa papul multipel di
atas dasar eritematosa pada wajah,
leher, badan dan anggota gerak.
• Diduga terjadi karena penetrasi
asenderen Candida melalui amnion
dari vagina ibu saat kehamilan.
• Saat kelahiran dapat dijumpai lesi-
lesi kekuningan mengandung ragi
pada plasenta dan tali pusat.
Kandidiasis kutis kongenital
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 57
Onikomikosis kandida
3 kategori:
(1) dimulai sebagai paronikia yang kemudian menginvasi matriks.
(2) Pada kandidosis mukokutan kronik, Candida langsung
menginvasi lempeng kuku sehingga baru pada stadium lanjut 
gambaran pseudo clubbing atau chicken drumstick.
(3) Invasi pada kuku yang telah onikolisis, terutama terjadi pada
tangan, tampak sebagai hiperkeratosis subungual dengan massa
abu-abu kekuningan di bawahnya, mirip onikomikosis subungual
distal (OSD).
Onikomikosis kandida sering dijumpai pada pasien yang kakinya
selalu lembab.
Paronikia dan onikomikosis karena C.
albicans
58
Penyakit popok (kandidiasis popok)
• Bokong dan daerah perianal pada bayi,
berhubungan dengan pemakaian popok,
tampak sebagai eritema, skuama dan pustul
satelit yang khas
• Lesi satelit ini dapat disertai skuama pada
tepinya.
• Pada kasus yang berat dapat dijumpai erosi
kulit yang luas.
• Bila kandidiasis mengenai genitalia,
biasanya didapatkan eritema yang konfluens
yang mengenai seluruh skrotum atau labia.
• Kadang-kadang kelainan kulit menyerupai
lesi dermatofita.
• Lesi kemudian meluas ke daerah bokong,
punggung dan perut.
• Apabila kelainan tersebut menetap,
menimbulkan erosi superfisial yang nyeri
disebut sebagai erythema of Jacquet.
Kandidiasis popok
59
Granuloma kandida
• Keadaan ini jarang ditemukan,
diduga berhubungan dengan
terjadinya kandidiasis mukokutan
kronik.
• Kebanyakan penderitanya adalah
anak-anak. Lesi umumnya
mengenai wajah, namun dapat
juga timbul pada kulit kepala
berambut (scalp), jari tangan,
badan, kaki dan faring.
• Kelainan berupa papul
hiperkeratotik yang ditutupi oleh
krusta tebal berwarna kuning
kecoklatan (granuloma).
• Kadang-kadang lesi tumbuh
menonjol hingga 2 cm menyerupai
tanduk.
Granuloma kandida
Penatalaksanaan
• Umum: menanggulangi fakt prdisposisi,
menjaga kelembaban kulit, mengurangi kontak
dengan air, berpakaian nyaman
• Khusus:
Kandidiasis intertriginosa :akut  kombinasi
steroid + antifungal, kmd dilanjutkan antifungal
saja
alternatif lain: krim nistatin, imidazol, alilamin,
terbinafin, amorolfin
Kandidiasis konginetalKandidiasis konginetal : krim nistatin: krim nistatin
Kandidiasis mukokutan kronik:Kandidiasis mukokutan kronik: 5-fluorositosin (50-5-fluorositosin (50-
200mg/kgBB/hari), amfoterisin B 15mg/hari200mg/kgBB/hari), amfoterisin B 15mg/hari
selama 3 minggu, ketokonazol, itrakonazol,selama 3 minggu, ketokonazol, itrakonazol,
flukonazolflukonazol
Vulvovaginitis:Vulvovaginitis: nistatin krim, kotrimazol tablet vagnistatin krim, kotrimazol tablet vag
Sistemik:Sistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazoletokonazol, itrakonazol, flukonazol
Kandidiasis oral:Kandidiasis oral: nistatin suspensi oral, gentiannistatin suspensi oral, gentian
violet, mikonazol gel oralviolet, mikonazol gel oral
sistemik:sistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazolketokonazol, itrakonazol, flukonazol
MIKOSIS PROFUNDA
• 1. Misetoma atau Aktinomikosis
• 2. Spirotrikosis
• 3. Kromomikosis
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 63
Mikosis subkutan
MISETOMA / AKTINIMIKOSIS
• DEFINISI : peny. infeksi jamur dalam dan
kronik dg nodulus2 supuratif, granulomatosa
disertai sinus2 yg mengeluarkan eksudat
purulen
• ETIOLOGI : Actinomyces israelii
• GAMBARAN KLINIK :
Pembesaran merah kehitaman → benjolan
keras →perlunakan & timbul fistel dg eksudat
putih
MISETOMA/ AKTINIMIKOSIS
• Pengobatan :
• Blum ada fistel →
eksisi
Penisilin 1-6 juta
unit/hr selama 2
bulan
SPOROTRIKOSIS
• DEFINISI : infeksi kronik
yg disebabkan
Sporotrichium schenkii
dan ditandai dg
pembesaran kel.getah
bening
• GAMBARAN KLINIK :
kelainan kulit multiple
PENGOBATAN :
Lar.kalium yodida jenuh oral
KROMOMIKOSIS
• DEFINISI : infeksi jamur kronik pd kulit,
subkutan yg berbentuk noduli verukosa
• ETIOLOGI : jamur gol. Dermatiaceae (jamur
warna gelap) : Cladosporium carionii,
Phialophora verrucosa, Fonsecaeperdrosoi,
H.compactum
• GAMBARAN KLINIK :
papula kecil gatal → plakat tepi tinggi, batas
ireguler, noduli. Perabaan keras, kering,
KROMOMIKOSIS
• PMX PENUNJANG :
• 1. Kerokan kulit,pus,biopi jar : spora jamur
• 2. Agar Sabouraud : koloni mould
• PENGOBATAN :
• Lesi awal → tindakan pembadahan
(eksisi,elektrokauterisasi,kuretase)
• Antijamur →amfoterisin, itrakonazol
• Terapi panas
KROMOMIKOSIS
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 70
Lobomycosis
• Etiologi: Loboa loboi
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 71
Mikosis sistemik
2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 72
Mikosis sistemik oportunistik
Dermatomikosis

Dermatomikosis

  • 1.
    Nurrachmat Mulianto, MSc,SpKKNurrachmat Mulianto, MSc, SpKK FK UNS/RSUD Dr MoewardiFK UNS/RSUD Dr Moewardi SURAKARTASURAKARTA
  • 2.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    DERMATOMIKOSIS • Penyebab :Dermatophyta • Macam2 Dermatophyta : – Microsporon – Trichophyton – Epidermophyton
  • 6.
    Cara penyebaran jamurkulit • Zoophilic (melalui hewan ) • Anthropophilic (manusia) • Geophilic (tanah/kayu/tumbuhan)
  • 7.
    Penyakit jamur kulit berdasarlokasi • Tinea capitis (facialis,barbae,scalp) • T.corporis (abdominal, thoracal, cervical) • T.cruris (inguinal, gluteal, femoral) • T.manus (interdigital, dorsum, plantar) • T.pedis (interdigital,dorsum,plantar) • T.unguium(onychomycosis)
  • 8.
    Sifat masing2 jamur 1. Microsporon: dapat menyerang kulit & rambut 2. Trichophyton : dapat menyerang kulit, rambut & kuku 3. Epidermophyton : menyerang kulit saja Sifat jamur yang lain : • bersifat keratinofilik : untuk hidupnya membutuhkan keratin • bersifat lipofilik : untuk hidupnya membutuhkan lemak
  • 9.
    • Patogenesis jamur menempelpada kulit & keadaan kulit cocok  jamur tumbuh Jamur mengeluarkan suatu enzym keratolitik  menghancurkan keratin makanan yang baik untuk jamur  tumbuh & berkembang dengan subur Jamur bertambah  enzym bertambah makanan jamur juga bertambah dst penyakit makin lebar
  • 10.
    • Stratum korneum •Skuama • Respon inflamasi  eritema, papulasi, vesikulasi epidermomikosis Sel inflamasi dermatofita
  • 11.
    • Batang rambut •Destruksi dan patah rambut • Lebih dalam  respon inflamasi  nodul, pustulasi folikuler, and abses Sel inflamasi dermatofita trikomikosis
  • 12.
    Gambaran hif apd pemeriksaan dg KOH 10%
  • 13.
    Cara penularan 1. Langsung kontakdengan penderita kontak dengan binatang yang sakit jamur kontak dengan tanah/sampah yang mengandung jamur 2. Tidak langsung Lewat alat2, baik alat untuk tidur, mandi, rumah tangga dll., dimana squama penderita jatuh atau melekat disitu
  • 14.
    Tanda khas penyakitjamur • ada skuama &/papula • tersusun/bentuk melingkar (sirsinata) • dengan bagian tepi aktif/eritem • di bagian tengah tampak sembuh • terasa gatal, terutama kalau berkeringat
  • 15.
    T.capitis • Etiologi :-Microsporon spp. - Trichophyton spp. - Epidermophyton spp. • Sering menyerang anak dan dewasa • Lesi dapat berupa papula circinar, vesikel, pustula dan skuama • Keradangan bisa minimal atau kuat • Lesi melebar dg gambaran “central healing”
  • 16.
    Gambaran klinis • Padakepala terdapat daerah alopecia • Atau rambut yang patah pada area tertentu disertai skuama pada scalp • Warna skuama pd scalp putih keabu- abuan • Dapat menyerang alis, jenggot pundak, dada pada dewasa dan anak • Dengan sinar Wood tidak selalu positip (kehijauan)
  • 17.
  • 18.
    Black dot ringworm •Etiologi: – Sering disebabkan jenis endotrik: T. tonsurans, T. violaceum. • Rambut sangat rapuh dan patah pada tepat pada muara folikel  ujung rambut yg hitam di dalam folikel rambut terlihat sbg bintik hitam • Lampu Wood: fluoresensi (-)
  • 19.
    Gray patch ringworm •Etiologi: – M. audouinii atau M. ferrugineum • Klinis: – Lesi mulai dgn papul eritem di sekitar batang rambut. – Papul kemudian melebar dan membentuk bercak yg memucat dan bersisik. – Rambut mjd berwarna abu- abu, tidak berkilat lagi dan lebih mudah oatah (1-3 mm di atas kulit kepala) dibanding dicabut • Lampu wood: fluoresensi (+)
  • 20.
    Kerion celsi • Etiologi: –M. canis, M. gypseum, T. mentagrophytes, T. violaceum • Klinis: – Lesi dimulai dari bentuk pustular folikulitis sampai bentuk kerion – Sebukan massa rambut yg patah dan pus, serta dapat tjd limfadenopati – Keluhan: gatal, demam dan sakit – Lampu wood: fluoresensi (+)/ (-)
  • 21.
    Tinea favosa • Etiologi: –T. schoenleini • Klinis: Pembentukan skutula  krusta yg berbentuk mangkuk berwarna merah kuning dan berkembang mjd kuning kecoklatan • Pada pengangkatan krusta terlihat dasar yg cekung, merah, basah dan berbau seperti tikus (mousy odor)
  • 22.
    Tinea facialis TEPI AKTIF SKUAMAHALUS “CENTRAL HEALING”
  • 23.
  • 24.
  • 25.
    Tinea corporis etcruris SKUAMA HALUS TEPI LESI AKTIF TENGAH LESI RELATIF TENANG
  • 26.
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    Tinea Pedis • Palingsering dijumpai  10% total pop • Penyebab tersering: T. rubrum T. mentagrophytes E. floccosum
  • 30.
    Tinea pedis • Athlete’sfoot, ringworm of the foot • Infeksi dermatofita pada kaki, terutama menyerang sela jari kaki dan telapak kaki, dapat meluas ke lateral maupun punggung kaki • Etiologi – E. floccosum, T. rubrum, T. Mentagrophytes • Klinis: Ada 3 tipe: 1. Tipe interdigitalis – Tersering – Maserasi di sela jari kaki ke-4 dan 5 – Kulit terlihat putih, dapat terbentuk fisura dan bau tidak enak – Lesi dapat meluas ke bawah jari dan telapak kaki 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 30
  • 31.
    2. Tipe vesikulersubakut – Beberapa vesikel, vesiko- pustulosa, kadang-kadang bula, di telapak kaki dan jarang terjadi pada tumit. – Lesi dapat timbul dari perluasan lesi daerah interdigital – Dapat mulai sekitar jari, kemudian meluas ke punggung kaki atau telapak kaki – Vesikel pecah  skuama melingkar (koloret) 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 31
  • 32.
    3. Tipe papuloskuamosa hiperkeratotikmenahun – Sering terdapat di daerah tumit, telapak kaki, dan kaki bagian lateral. – Bercak dgn skuama putih agak mengkilat, melekat dan relatif tidak meradang – Lesi umumnya setempat, dpt bergabung mengenai seluruh telapak kaki dan sering simetris (moccasin foot) 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 32
  • 33.
    Tinea pedis tipeintertriginosa: • Saling mempengaruhi: – Dermatofit (T. rubrum, T. Mentagrophytes) – Bakteri (Micrococcussedentarius, Brevibacterium epidermidis, Corynebacterium minutissimum, Pseudomonas, proteus) – Candida • Dermatofitosis simpleks  inferksi dermatofit ringan • Dermatofitosis komplek  infeksi campuran dermatofit dan bakteri 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 33
  • 34.
    Onikomikosis • Infeksi jamurpada kuku • Tinea unguium  akibat infeksi dermatofita • Candida sp, T. rubrum, T. mentagrophytes • Bentuk klinis: OSD, OSP, OSPT, OK • DD: psoriasis, liken planus, onikodistrofik traumatik, yellow nail syndrome
  • 35.
    • Dikenal 4tipe onikomikosis: 1. Onikomikosis subungual distal (OSD) • Bantalan kuku di bawah lempeng kuku melalui hiponikium dan bergerak ke arah proksimal. • Invasi juga dapat dari lateral (onikomikosis subungual distal dan lateral atau OSDL) • Klinis: hiperkeratosis subungual dan onikolisis, selain warna kuku kekuningan. • Etiologi: T. rubrum, T. mentagrophytes varian interdigitale 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 35 Onikomikosis subungual distal
  • 36.
    2. Onikomikosis subungual proksimal(OSP) • Infeksi dimulai dari lipat kuku proksimal, melalui kutikula dan masuk ke kuku yang baru terbentuk, selanjutnya bergerak ke arah distal. • Klinis: hiperkeratosis dan onikolisis proksimal, serta destruksi lempeng kuku proksimal. • Paling jarang, tapi biasa ditemukan pada penderita AIDS. • Etiologi: T. rubrum 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 36 Onikomikosis subungual proksimal
  • 37.
    3. Onikomikosis superfisial putih(OSPT): • Jarang dijumpai • Jamur menginvasi langsung lapisan superfisial lempeng kuku • Klinis: bercak-bercak keruhberbatas tegas yg dpt berkonfluen. Kuku mjd kasar, lunak dan rapuh • Etiologi: T. mentagrophytes, kapang nondermatofita: Aspergillus, Acremonium, Fusarium 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 37 Onikomikosis superfisial putih
  • 38.
    4. Onikomikosis kandida(OK) • 3 kategori: – Dimulai sbg paronikia yg kemudian menginvasi matriks  depresi transversal kuku  kuku cekung, kasar dan akhirnya distrofi – Pada kandidosis mukokutan kronik, kandida langsung menginvasi lempeng kuku sehingga baru pada std lanjut  pembengkakan lipat kuku proksimal dan lateral gambaran pseudoclubbing atau chicken drumstick – Invasi pada kuku yang telah onikolisis. Hiperkeratosis subungual dgn massa abu-abu kekuningan di bawahnya 2 Jan 09 Mikosis 2 Unisma Kep 38 Onikomikosis kandida Pada keadaan lanjut keempat tipe tersebut  gambaran distrofi total (ODT)
  • 39.
    Terapi • Medikamentosa : -Topikal : mikonazol, sertakonazol, bifonazol, tioconazol, terbinafin krim 2-4 salep, Whitfield salep. - Sistemik : Ketokonazol 200mg, griseofulvin 125-500 mg, itrakonazol 100mg, terbinafin, amphotericin B i.v., flukonazol 50-150 mg
  • 41.
    Pitiriasis Versikolor • Penyebab: Malasseziafurfur (bersifat lipofilik) dapat hasilkan asam decarboxylase yang menghambat tyrosinase hypopigmentasi • Predileksi: Punggung, dada, lengan atas & juga bisa pada tempat lain. • Klinis : Makula hipopigmentasi atau kecoklatan,multipel dengan squama halus. • Lesi dapat bergabung  lebar
  • 42.
    hifa tampak pendek-pendek,lurus atau bengkok dengan banyak spora bergerombol sehingga sering disebut dengan gambaran spaghetti and meatballs atau bacon and eggs.
  • 43.
    TERAPITERAPI Topikal: Selenium sulfida,ketokonazol,natriumTopikal: Selenium sulfida, ketokonazol,natrium tiosulfas 20%tiosulfas 20% Sistemik: ketokonazol, itrakonazolSistemik: ketokonazol, itrakonazol
  • 44.
    Kandidiasis • Penyebab :kebanyakan Candida albicans. • Candida albicans merupakan flora normal mulut, traktus digestivus & vagina • Bersifat semi anaerob • Punya dua bentuk: mycelia (suhu kamar) yeast (37o C) mycelium  infeksi kronis yeast  infeksi akut
  • 45.
    Predileksi : daerah intertrigeneus/ basah Misal: inguinal, infra mamma, perianal, interdigital, axilia, sekitar mulut & mulut, genital & sela kuku. Faktor2 yang membantu timbulnya kandidiasis selain kelembaban : • pemakaian antibiotik & steroid yang terus- menerus • kehamilan • penyakit sistemik a.l. DM
  • 47.
    Macam2 candidiasis : •1. Oral Kandidiasis • 2. Kandidiasis Vulvovaginitis • 3. Candidal Intertrigo • 4. Pseudo Diaper Rash • 5. Perianal Kandidiasis • 6. Candidal Paronychia • 7. Erosio interdigitalis
  • 48.
    Thrush • Plakat putih/keabuan pada mukosa bukal dan tepi lateral lidah. • Bergabung dan menjadi konfluens. • Dasar plakat lembab, berwarna kemerahan dan maserasi. • Lesi dapat menjalar ke esofagus  disfagia yang serius. • Pada orang dewasa, mukosa bukal (stomatitis), bibir dan lidah (glositis) dapat terkena. • Papil lidah menjadi atrofi, permukaannya menjadi licin, mengkilat dan berwarna merah terang. • Kadang dijumpai erosi pada tepi lidah. • Seringkali infeksi meluas ke sudut mulut untuk membentuk perléche. Kandidiasis oral: thrush
  • 49.
    Cheilitis angular atauperléche • Eritem, fisura, maserasi dan nyeri pada sudut mulut. • Sering: – orang dengan kebiasaan menjilat bibir – orang tua dengan kulit yang berkerut pada komisura oral. • Gigi yang hilang, gigi yang tidak teratur, maloklusi dan defisiensi riboflavin  faktor predisposisi. • Cheilitis sering berhubungan dengan kandidiasis atrofik kronik akibat pemakaian gigi palsu. Kandidiasis oral: atrofik dengan cheilitis angular
  • 50.
    50 Vaginitis dan balanitis Kandidiasisvulvovaginal (KVV) • Penyebab tersering dari duh tubuh vagina. • Pruritus akut dan duh tubuh vagina merupakan keluhan utama • Gejala tersering adalah pruritus vulva • Duh tubuh vagina sering muncul namun kadang minimal. • Walau digambarkan khas seperti keju (cottage- cheese), duh tubuh dapat bervariasi dari cair sampai homogen-pekat. • Nyeri pada vagina, iritasi, rasa terbakar pada vulva, dispareunia dan disuria eksternal sering muncul. • Bau, jika ada, minimal dan tidak menyengat. • Pada pemeriksaan sering dijumpai eritem dan pembengkakan labia dan vulva, sering disertai lesi perifer berbentuk papulopustular yang diskrit. • Serviks normal dan eritema epitel vagina muncul bersama duh tubuh berwarna keputihan yang melekat. • Gejala khas memuncak pada minggu menjelang menstruasi.19 Kandidiasis vulvovaginalis
  • 51.
    Balanitis kandida • masalahbagi pria yang tidak disirkumsisi, terutama orang tua, namun penjalaran lebih jauh jarang terjadi • Penis yang tidak disirkumsisi merupakan tempat yang hangat, lembab dan ideal bagi infeksi ragi, akan tetapi pria yang disirkumsisi juga berisiko. • Balanitis kandida kadang muncul setelah hubungan seksual dengan wanita terinfeksi dan lebih sering pada mereka yang berhubungan secara vaginal daripada anal. • Papul merah, kecil, lunak dan pustul tampak pada glans atau batang penis. • Pustul pecah dengan cepat dibawah prepusium dan dapat saja tidak terdeteksi. • Khas, cincin konfluens berbentuk seperti donat, berukuran 1-2 mm, putih muncul setelah pustul pecah. • Pada beberapa kasus tidak dijumpai pustul dan papul merah multipel dapat tersembunyi dan sembuh tanpa pengobatan. Balanopostitis balanitis Candida
  • 52.
    Kandidiasis perianal • Manifestasiklinisnya dapat berupa dermatitis perianal dengan eritema, oozing dan maserasi. • Pruritus dan rasa terbakar dapat bersifat parah. • Kandidiasis perianal dapat muncul dengan atau tanpa keterlibatan genital. • Walaupun biasanya berawal disekitar tepi anus dengan eritema non-spesifik, nyeri dan iritasi, penjalaran ke perineum sering dijumpai, dengan gambaran klasik berkembang seiring penjalarannya. • Adanya pustul satelit biasanya merupakan indikasi untuk terapi. Kandidiasis perianal
  • 53.
    Kandidiasis mukokutaneus kronik •Terminologi kandidiasis mukokutanues kronik (KMK) ditujukan pada sekelompok pasien yang heterogen dengan infeksi Candida yang kronik tetapi superfisial. • Kandidiasis mukokutanues kronik ditandai oleh infeksi Candida yang persisten/rekuren pada orofaring, kulit dan kuku, biasanya berhubungan dengan keadaan imunokompromais dan awitan saat bayi atau anak pra-sekolah. • Limfosit sel-T gagal merespon stimulasi antigen Candida secara efektif. • Penyakit ini sering berhubungan dengan endokrinopati • Keparahan KMK bervariasi mulai dari keterlibatan beberapa kuku hingga berkembangnya lesi berat dan luas bersamaan dengan berbagai bentuk lokalisata yang lain. Kandidiasis mukokutaneus kronik
  • 54.
    Keterlibatan kutaneus Kandidiasis intertriginosadan generalisata Kandidiasis kutis intertriginosa. • Setiap lipatan dapat terkena, terutama pada individu obes. • Intertrigo terutama terlihat pada lipat ketiak, inguinal, payudara, intergluteal, interdigital, glans penis dan umbilikus. • Tanda khas berupa eritem dan eksudasi yang lembab mulai dari bagian terdalam lipatan. • Lesi klasik berupa lesi satelit baik papular maupun pustular. • Sering dijumpai nyeri, gatal dan rasa terbakar. • Pada penyakit yang kronik, terdapat papul-papul, likenifikasi, hiperpigmentasi dan skuama. di lipatan mamae
  • 55.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 55 • Pada sela jari sering dijumpai maserasi disertai lapisan putih seperti tanduk, keadaan ini sering disebut erosio interdigitalis blastomycetica atau kandidiasis interdigitalis. • Sering disertai dengan infeksi pada telapak dan sisi lateral kaki. Kandidiasis kutis intertriginosa di interdigital
  • 56.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 56 Kandidiasis kutis kongenital • Bayi baru lahir dengan ibu menderita KVV sebelum melahirkan. • Kelainan berupa papul multipel di atas dasar eritematosa pada wajah, leher, badan dan anggota gerak. • Diduga terjadi karena penetrasi asenderen Candida melalui amnion dari vagina ibu saat kehamilan. • Saat kelahiran dapat dijumpai lesi- lesi kekuningan mengandung ragi pada plasenta dan tali pusat. Kandidiasis kutis kongenital
  • 57.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 57 Onikomikosis kandida 3 kategori: (1) dimulai sebagai paronikia yang kemudian menginvasi matriks. (2) Pada kandidosis mukokutan kronik, Candida langsung menginvasi lempeng kuku sehingga baru pada stadium lanjut  gambaran pseudo clubbing atau chicken drumstick. (3) Invasi pada kuku yang telah onikolisis, terutama terjadi pada tangan, tampak sebagai hiperkeratosis subungual dengan massa abu-abu kekuningan di bawahnya, mirip onikomikosis subungual distal (OSD). Onikomikosis kandida sering dijumpai pada pasien yang kakinya selalu lembab. Paronikia dan onikomikosis karena C. albicans
  • 58.
    58 Penyakit popok (kandidiasispopok) • Bokong dan daerah perianal pada bayi, berhubungan dengan pemakaian popok, tampak sebagai eritema, skuama dan pustul satelit yang khas • Lesi satelit ini dapat disertai skuama pada tepinya. • Pada kasus yang berat dapat dijumpai erosi kulit yang luas. • Bila kandidiasis mengenai genitalia, biasanya didapatkan eritema yang konfluens yang mengenai seluruh skrotum atau labia. • Kadang-kadang kelainan kulit menyerupai lesi dermatofita. • Lesi kemudian meluas ke daerah bokong, punggung dan perut. • Apabila kelainan tersebut menetap, menimbulkan erosi superfisial yang nyeri disebut sebagai erythema of Jacquet. Kandidiasis popok
  • 59.
    59 Granuloma kandida • Keadaanini jarang ditemukan, diduga berhubungan dengan terjadinya kandidiasis mukokutan kronik. • Kebanyakan penderitanya adalah anak-anak. Lesi umumnya mengenai wajah, namun dapat juga timbul pada kulit kepala berambut (scalp), jari tangan, badan, kaki dan faring. • Kelainan berupa papul hiperkeratotik yang ditutupi oleh krusta tebal berwarna kuning kecoklatan (granuloma). • Kadang-kadang lesi tumbuh menonjol hingga 2 cm menyerupai tanduk. Granuloma kandida
  • 60.
    Penatalaksanaan • Umum: menanggulangifakt prdisposisi, menjaga kelembaban kulit, mengurangi kontak dengan air, berpakaian nyaman • Khusus: Kandidiasis intertriginosa :akut  kombinasi steroid + antifungal, kmd dilanjutkan antifungal saja alternatif lain: krim nistatin, imidazol, alilamin, terbinafin, amorolfin
  • 61.
    Kandidiasis konginetalKandidiasis konginetal: krim nistatin: krim nistatin Kandidiasis mukokutan kronik:Kandidiasis mukokutan kronik: 5-fluorositosin (50-5-fluorositosin (50- 200mg/kgBB/hari), amfoterisin B 15mg/hari200mg/kgBB/hari), amfoterisin B 15mg/hari selama 3 minggu, ketokonazol, itrakonazol,selama 3 minggu, ketokonazol, itrakonazol, flukonazolflukonazol Vulvovaginitis:Vulvovaginitis: nistatin krim, kotrimazol tablet vagnistatin krim, kotrimazol tablet vag Sistemik:Sistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazoletokonazol, itrakonazol, flukonazol Kandidiasis oral:Kandidiasis oral: nistatin suspensi oral, gentiannistatin suspensi oral, gentian violet, mikonazol gel oralviolet, mikonazol gel oral sistemik:sistemik: ketokonazol, itrakonazol, flukonazolketokonazol, itrakonazol, flukonazol
  • 62.
    MIKOSIS PROFUNDA • 1.Misetoma atau Aktinomikosis • 2. Spirotrikosis • 3. Kromomikosis
  • 63.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 63 Mikosis subkutan
  • 64.
    MISETOMA / AKTINIMIKOSIS •DEFINISI : peny. infeksi jamur dalam dan kronik dg nodulus2 supuratif, granulomatosa disertai sinus2 yg mengeluarkan eksudat purulen • ETIOLOGI : Actinomyces israelii • GAMBARAN KLINIK : Pembesaran merah kehitaman → benjolan keras →perlunakan & timbul fistel dg eksudat putih
  • 65.
    MISETOMA/ AKTINIMIKOSIS • Pengobatan: • Blum ada fistel → eksisi Penisilin 1-6 juta unit/hr selama 2 bulan
  • 66.
    SPOROTRIKOSIS • DEFINISI :infeksi kronik yg disebabkan Sporotrichium schenkii dan ditandai dg pembesaran kel.getah bening • GAMBARAN KLINIK : kelainan kulit multiple PENGOBATAN : Lar.kalium yodida jenuh oral
  • 67.
    KROMOMIKOSIS • DEFINISI :infeksi jamur kronik pd kulit, subkutan yg berbentuk noduli verukosa • ETIOLOGI : jamur gol. Dermatiaceae (jamur warna gelap) : Cladosporium carionii, Phialophora verrucosa, Fonsecaeperdrosoi, H.compactum • GAMBARAN KLINIK : papula kecil gatal → plakat tepi tinggi, batas ireguler, noduli. Perabaan keras, kering,
  • 68.
    KROMOMIKOSIS • PMX PENUNJANG: • 1. Kerokan kulit,pus,biopi jar : spora jamur • 2. Agar Sabouraud : koloni mould • PENGOBATAN : • Lesi awal → tindakan pembadahan (eksisi,elektrokauterisasi,kuretase) • Antijamur →amfoterisin, itrakonazol • Terapi panas
  • 69.
  • 70.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 70 Lobomycosis • Etiologi: Loboa loboi
  • 71.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 71 Mikosis sistemik
  • 72.
    2 Jan 09Mikosis 2 Unisma Kep 72 Mikosis sistemik oportunistik