Bab 2 
STANDAR PROFESIONAL AKUNTANSI 
PUBLIK DAN KODE ETIK AKUNTAN 
INDONESIA
Standar akunting yang telah 
ditentukan dan disahkan oleh ikatan 
akuntan Indonesia terdiri dari sepuluh 
yang dapat dikelompokkan menjadi 
tiga kelompok besar, yaitu :
• 1. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang 
memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai 
auditor 
• 2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan 
penugasan, independensi dalam sikap mental harus 
dipertahankan oleh auditor 
• 3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan 
laporannya,auditor wajib menggunakan kemahiran 
profesionalnya dengan cermat dan seksama. 
A. Standar Umum
• 1. Pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika 
digunakan asisten harus di supervisi dengan semestinya 
• 2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendaliaan 
intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan 
menentukan sifat dan lingkup pengujiaan yang akan 
dilakukan 
• 3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh 
melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan 
konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk 
menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. 
B. Standar pekerjaan 
lapangan
• 1. Laporan audit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah 
disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum 
• 2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya 
prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam 
penyusunan laporan keuangan periode berjalan dalam hubungannya 
dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya 
• 3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus 
dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit. 
• 4. Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai 
laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa 
pernyataan demikian tidak dapat diberikan. 
C. Standar pelaporan
• Standar umum 
• Standar umum bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan dan 
mutu pekerjaan, dan berbeda dengan standar yang berkaitan dengan 
pelaksanaan pekerjaan laporan dan pelaporan auditor, standar pribadi 
atau standar umum ini berlaku sama dalam bidang pelaksanaan pekerjaan 
lapangan dan pelaporan auditor. 
• Standar pekerjaan lapangan 
• Standar pekerjaan lapangan berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan 
akuntan dilapangan (audit field work), mulai dari perencanaan audit dan 
supervisi, pemahaman dan evaluasi pengendaliaan intern, pengumpulan 
bukti-bukti audit melalui compliance test, substantive test, 
analytical,review,sampai selesainya audit field work. 
• Standar pelaporan 
• Standar pelaporan yang terdiri dari empat standar merupakan pedoman 
bagi auditor indenpenden dalam menyusun laporan auditnya. 
2.3 Penjelasan masing-masing 
standar akunting
• Kode etik akuntan Indonesia 
adalah pedoman bagi para anggota 
ikatan akuntan indonesia untuk 
bertugas secara bertanggung 
jawab dan objektif. 
2.4 Kode Etik Akuntan 
Indonesia
• Saat ini kode etik akuntan Indonesia terdidri atas 8 bab (11 pasal) dan 6 
pernyataan etika profesi pernyataan tersebut adalah : 
• 1. Pernyataan etika profesi no 1 tentang integritas, objektif dan 
indenpendensi 
• 2. Pernyataan etika profesi no 2 tentang kecakapan profesional 
• 3. Pernyataan etika profesi no 3 tentang pengungkapan informasi rahasia 
klien 
• 4. Pernyataan etika profesi no 4 tentang iklan bagi kantor akuntan publik 
• 5. Pernyataan etika profesi no 5 tentang komunikasi antar akuntan publik 
• 6. pernyataan etika profesi no 6 tentang perpindahan staf/ partner dari 
satu kantor akuntan ke kantor akuntan lain. 
Pernyataan Etika Profesi
• Komite kode etik tidak ada bagi di 
struktur organisasi IAI 
• Kerangka kode etik IAI meliputi 
• Prinsip etika 
• Aturan etika 
• Interpretasi aturan etika 
Beberapa perubahan mengenai 
kode etik antara lain :
Prinsip etika mengikat anggota IAI dan merupakan produk 
kongres. 
Aturan etika mengikat kepada anggota kompartemen dan 
merupakan produk rapat anggota kompartemen, aturan etika 
tidak boleh bertantangan dengan prinsip etika. 
Interpretasi aturan etika merupakan Interpretasi yang 
dikeluarkan oleh badan yang dibentuk oleh kompartemen 
setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-pihak 
berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam 
penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi 
lingkup dan penerapannya. 
Pernyataan etika profesi yang berlaku saat ini dipakai sebagai 
Interpretasi dan atau aturan etika sampai dikeluarkannya 
aturan dan Interpretasi baru untuk menggantikannya.
Prinsip etika profesi, yang merupakan landasan perilaku 
etika profesional terdiri dari 8 prinsip yaitu : 
1. Tanggung jawab profesi 
2. Kepentingan umum (publik) 
3. Integrasi 
4. Objektifitas 
5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional 
6. Kerahasiaan 
7. Perilaku profesional 
8. Standar teknis

AUDITING 2

  • 1.
    Bab 2 STANDARPROFESIONAL AKUNTANSI PUBLIK DAN KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA
  • 2.
    Standar akunting yangtelah ditentukan dan disahkan oleh ikatan akuntan Indonesia terdiri dari sepuluh yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu :
  • 3.
    • 1. Auditharus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis cukup sebagai auditor • 2. Dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor • 3. Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya,auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama. A. Standar Umum
  • 4.
    • 1. Pekerjaanharus direncanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan asisten harus di supervisi dengan semestinya • 2. Pemahaman yang memadai atas struktur pengendaliaan intern harus diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat dan lingkup pengujiaan yang akan dilakukan • 3. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan auditan. B. Standar pekerjaan lapangan
  • 5.
    • 1. Laporanaudit harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum • 2. Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya • 3. Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit. • 4. Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. C. Standar pelaporan
  • 6.
    • Standar umum • Standar umum bersifat pribadi dan berkaitan dengan persyaratan dan mutu pekerjaan, dan berbeda dengan standar yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan laporan dan pelaporan auditor, standar pribadi atau standar umum ini berlaku sama dalam bidang pelaksanaan pekerjaan lapangan dan pelaporan auditor. • Standar pekerjaan lapangan • Standar pekerjaan lapangan berkaitan dengan pelaksanaan pemeriksaan akuntan dilapangan (audit field work), mulai dari perencanaan audit dan supervisi, pemahaman dan evaluasi pengendaliaan intern, pengumpulan bukti-bukti audit melalui compliance test, substantive test, analytical,review,sampai selesainya audit field work. • Standar pelaporan • Standar pelaporan yang terdiri dari empat standar merupakan pedoman bagi auditor indenpenden dalam menyusun laporan auditnya. 2.3 Penjelasan masing-masing standar akunting
  • 7.
    • Kode etikakuntan Indonesia adalah pedoman bagi para anggota ikatan akuntan indonesia untuk bertugas secara bertanggung jawab dan objektif. 2.4 Kode Etik Akuntan Indonesia
  • 8.
    • Saat inikode etik akuntan Indonesia terdidri atas 8 bab (11 pasal) dan 6 pernyataan etika profesi pernyataan tersebut adalah : • 1. Pernyataan etika profesi no 1 tentang integritas, objektif dan indenpendensi • 2. Pernyataan etika profesi no 2 tentang kecakapan profesional • 3. Pernyataan etika profesi no 3 tentang pengungkapan informasi rahasia klien • 4. Pernyataan etika profesi no 4 tentang iklan bagi kantor akuntan publik • 5. Pernyataan etika profesi no 5 tentang komunikasi antar akuntan publik • 6. pernyataan etika profesi no 6 tentang perpindahan staf/ partner dari satu kantor akuntan ke kantor akuntan lain. Pernyataan Etika Profesi
  • 9.
    • Komite kodeetik tidak ada bagi di struktur organisasi IAI • Kerangka kode etik IAI meliputi • Prinsip etika • Aturan etika • Interpretasi aturan etika Beberapa perubahan mengenai kode etik antara lain :
  • 10.
    Prinsip etika mengikatanggota IAI dan merupakan produk kongres. Aturan etika mengikat kepada anggota kompartemen dan merupakan produk rapat anggota kompartemen, aturan etika tidak boleh bertantangan dengan prinsip etika. Interpretasi aturan etika merupakan Interpretasi yang dikeluarkan oleh badan yang dibentuk oleh kompartemen setelah memperhatikan tanggapan dari anggota dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan aturan etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan etika profesi yang berlaku saat ini dipakai sebagai Interpretasi dan atau aturan etika sampai dikeluarkannya aturan dan Interpretasi baru untuk menggantikannya.
  • 11.
    Prinsip etika profesi,yang merupakan landasan perilaku etika profesional terdiri dari 8 prinsip yaitu : 1. Tanggung jawab profesi 2. Kepentingan umum (publik) 3. Integrasi 4. Objektifitas 5. Kompetensi dan kehati-hatian profesional 6. Kerahasiaan 7. Perilaku profesional 8. Standar teknis