PENYELESAIAN AUDIT
Tahapan Penyelesaian Audit








menelaah kewajiban bersyarat
menelaah peristiwa kemudian
mengumpulkan bahan bukti akhir
mengevaluasi hasil
komunikasi dengan komite audit dan
manajemen
penemuan kemudian atas fakta yang sudah
ada pada tanggal laporan audit.
Kewajiban Bersyarat
Kewajiban bersyarat adalah kemungkinan potensi kewajiban di masa
mendatang kepada pihak ketiga untuk jumlah yang tidak diketahui
sebagai akibat aktivitas yang telah terjadi.
Tiga kondisi yang menyebabkan adanya kewajiban bersyarat :
1.

2.

3.

Terdapat kemungkinan pembayaran di masa datang kepada pihak
ketiga akibat kondisi saat ini
Terdapat ketidakpastian atas jumlah pembayaran di masa mendatang
tersebut
Hasilnya akan ditentukan oleh peristiwa di masa datang.
Lanjutan…
Kewajiban bersyarat yang merupakan kepentingan utama auditor :
1.

Pending ligitation atas paten, kewajiban produk, atau tindakan lain

2.

Perselisihan mengenai pajak penghasilan

3.

Garansi barang

4.

Wesel tagih didiskontokan

5.

Jaminan atas kewajiban pihak lain

6.

Saldo yang belum digunakan dalam letter of credit yang
outstanding
Lanjutan…
Prosedur audit yang lazim digunakan untuk mencari
kewajiban bersyarat:









Tanya jawab dengan manajemen
Telaah surat ketepatan pajak tahun berjalan
Telaah notulen rapat direksi dan komisaris serta
pemegang saham
Analisa beban hukum untuk periode yang diaudit
Dapatkan konfirmasi dari seluruh pengacara utama
Telaah kertas kerja
Dapatkan letter of credit sedekat mungkin dari tanggal
neraca
Lanjutan…
Evaluasi atas Kewajiban Bersyarat yang Diketahui
1.

Komitmen 

2.

Tanya Jawab Dengan Penasihat Hukum Klien

3.

Respon Terbatas dan Tanpa Respon oleh Penasihat Hukum
Menelaah peristiwa kemudian
peristiwa atau transaksi yang kadang-kadang
terjadi sesudah tanggal tertentu (perubahan
ekuitas, serta arus kas untuk periode yang
berakhir pada tanggal tersebut) tetapi sebelum
diterbitkannya laporan audit, yang mempunyai
akibat material terhadap laporan keuangan,
sehingga memerlukan penyesuaian atau
pengungkapan dalam laporan-laporan
tersebut. Kejadian ini untuk selanjutnya disebut
"peristiwa kemudian (s ubs e q ue nt e ve nts ). "
Lanjutan…
dua tipe peristiwa kemudian yang membutuhkan perhatian manajemen dan
memerlukan evaluasi auditor:
Tipe 1 :

berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca

Membutuhkan Penyesuaian

Contoh: (a) kerugian sebagai akibat tidak tertagihnya piutang pada pelanggan
yang menuju kebangkrutan setelah tanggal neraca. (b) penyelesaian tuntutan
hukum yang terjadi atau ada sebelum tanggal neraca yang jumlahnya berbeda
dengan yang sudah dicatat
Tipe 2 :

berhubungan dengan kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca

Hanya Pengungkapan

Contoh: (a) penjualan obligasi atau penerbitan saham baru. (b) pembelian
bisnis. (c) terjadinya tuntutan hukum yang disebabkan oleh peristiwa yang
terjadi sesudah tanggal neraca. (d) kerugian aktiva tetap atau persediaaan
yang diakibatkan oleh kebakaran atau kondisi tertertu.
Lanjutan…
Period Covered by Subsequent
Events Review
Client’s ending
balance sheet
Date

Audit
report
date

31-12-08

11-03-09

Period to which review for
subsequent events applies

Date client
issues
financial
statements

26-03-09

Period for processing
the financial statements
Review for Subsequent Events
and Discovery of Facts
Client’s ending
balance sheet
date

31-12-11
Period to which
review for
subsequent
events applies

Audit
report
date

Date client
issues financial
statements

11-03-12
Period for
processing
the financial
statements

26-03-12
Period in which
subsequent
discovery of
facts is made
PENEMUAN FAKTA KEMUDIAN,
setelah laporan audit terbit
Fakta yang dimaksud misalnya dimasukkannya penjualan fiktif yang material,
penghilangan catatan kaki yang penting atau kelalaian menghapus sediaan
yang usang dan sebagainya sehingga laporan keuangan itu menyesatkan.
Apa yang dilakukan auditor?
Auditor meminta klien
untuk segera menerbitkan laporan keuangan yang direvisi dengan
penjelasan mengenai
alasan dilakukannya
revisi
MENOLA
K

Jika berkaitan
dengan publik

MENERIMA

Diberitahukan pula
kepada Bapepam dan
lembaga otoritas lainnya
Auditor merevisi laporan
auditnya, setelah menerima
revisi laporan keuangan

Auditor memberitahukan kepada Dekom,
Pemegang Saham, Bapepam, Badan
yang memeliki juridiksi, dan para pihak
yang mengandalkan laporan keuangan
Mengkomunikasikan Kondisi yang Bisa
Dilaporkan dan Hal Terkait







SAS 60 (AU 325)  Kondisi yang bisa dilaporkan
Komunikasi Komite Audit  auditor
mengkomunikasikan kondisi yang dilaporkan
dengan komite audit, jika tidak dengan orang yang
dalam organisasi yang memiliki tanggungjawab
keseluruhan atau operasional untuk pengendalian
internal
Bentuk komunikasi  surat, jika komunikasi lisan
didokumentasikan dalam kertas kerja
Surat manajemen  tambahan untuk kondisi
yang dilaporkan
KOMUNIKASI DENGAN KOMITE AUDIT
DAN MANAJEMEN
Beberapa hal yang tercakup dalam pembicaraan pada akhir audit :
1.
2.

3.

4.

5.

6.

7.

Kesulitan praktis yang dijumpai dalam pelaksanaan audit
Ketidaksetujuan dengan manajemen berkaitan dengan laporan
keuangan
Penyesuian audit yang signifikan perlu dicerminkan atau tidak dalam
laporan keuangan
Perhatian atau masalah signifikan yang berkaitan dengan kebijakan
akuntansi dan pengungkapan unsur dalam laporan keuangan yang
ke-mungkinan menyebabkan adanya modifikasi terhadap laporan
audit
Ketidakberesan atau dugaan adanya ketidakpatuhan terhadap
undang-undang dan peraturan yang ditemu-kan auditor
Risiko signifikan yang dihadapi yang dapat mengancam
kelangsungan hidup entitas
Rekomendasi yang akan diberikan auditor (m a na g e m e nt le tte r).
PENGEMBANGAN
HASIL AUDIT ATAS LAPORAN
KEUANGAN
1.

2.
3.
4.
5.
6.

Penyempurnaan Sistem Informasi Akuntansi /
Sistem Pengendalian Intern
Audit Ketaatan
Audit Operasional
Audit Khusus
Audit Forensik
Dan sebagainya
Definisi




Komite audit adalah sekumpulan orang yang dipilih
dari anggota dewan komisaris yang bertanggung
jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan
dan pengungkapan (disclosure)
Keanggotaan komite audit berdasarkan SE Direksi
BEJ No. Kep- 339/BEJ/07-2001 tanggal 21 Juli 2001
mengatur bahwa:






Komite audit terdiri dari sekurang-kurangnya 3 orang
Seorang komisaris independen menjadi ketua
Anggota lainnya merupakan pihak eksternal yang
independen
Sekurang-kurangnya satu orang memiliki kemampuan di
bidang akuntansi dan/atau keuangan
Fungsi dan Peran
Membantu dewan komisaris untuk memastikan efektivitas sistem
pengendalian intern

1.

Memastikan efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan internal

2.

Memberikan pendapat profesional yang independen kepada dewan
komisaris mengenai laporan dan hal lain yang disampaikan direksi kepada
dewan komisaris

3.

Memberikan pendapat profesional yang independen kepada dewan
komisaris mengenai hal-hal:

4.



Laporan keuangan yang akan diterbitkan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya



Penelaahan atas independensi dan objektivitas auditor eksternal dan internal



Penelaahan atas kecukupan pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal untuk
memastikan semua risiko yang penting telah dikaji



Penelaahan atas evektifitas sistem pengendalian intern



Penelaahan atas kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku



Pemeriksaan terhadap dugaan adanya kesalahan dalam keputusan rapat dewan direksi atau
penyimpangan pelaksanaan keputusan rapat dewan direksi
Tanggung Jawab dan Tugas
Tanggung jawab komite audit:
1.
2.

3.

4.

Melakukan review terhadap kecukupan sistem pengendalian intern
Melakukan review terhadap laporan keuangan tahunan dan laporan
keuangan interim, serta proses manajemen yang dipergunakan untuk
menyiapkan laporan tersebut
Melakukan review terhadap ketaatan terhadap peraturan perundangan yang
berlaku
Melakukan review terhadap ketaatan pada kode etik (code of conduct)

Tugas komite audit dalam penegakan disiplin organisasi dan lingkungan
pengendalian untuk mencegah kecurangan dan penyimpangan yang
meliputi: (1) peningkatan kualitas keterbukaan dalam pelaporan keuangan;
(2) review atas ruang lingkup, keakuratan, dan efektivitas biaya penugasan
yang dilakukan auditor eksternal, dan independensi serta objektivitas auditor
eksternal
Komunikasi dengan Auditor
Internal dan Eksternal
Komite audit berfungsi untuk:
1. Dalam membahas temuan audit dan
permasalahan lain, komite audit berperan
sebagai mediator antara auditor eksternal,
manajemen, auditor internal, dan dewan
komisaris
2. Quality assurance, dengan cara mengawasi
kegiatan auditor internal dan eksternal untuk
mencegah terjadinya pekerjaan audit yang
rendah mutunya
Peranan Komite Audit dalam
Penerapan GCG
1.

2.

3.

4.

Transparansi: komite audit berkewajiban mereview laporan
keuangan dalam rangka penerapan prinsip transparansi, yaitu
bahwa laporan keuangan sudah mencakup pengungkapan
informasi yang meterial dan relevan bagi stakeholders
Akuntabilitas: komite audit harus memastikan bahwa laporan
keuangan telah dibuat tepat waktu dan akurat serta didukung oleh
sistem pengendalian intern yang memadai
Independensi: komite audit harus menjamin independensi dan
kredibilitas hasil penilaian kinerja keuangan
Pertanggungjawaban (responsibility): komite audit harus
menjamin bahwa korporasi dikelola dalam koridor yang sesuai
dengan peraturan perundangan yang belaku dan praktik yang
sehat
Penyelesaian Penugasan
• Auditor merangkum hasil audit dalam daftar temuan,
• Mengkonfirmasikan beberapa temuan penting yang

masih perlu mendapatkan penegasan (penjelasan atau
persetujuan) dari klien, misalnya untuk keperluan
pelaksanaan tindak lanjut (rekomendasi di
MANAGEMENT LETTER, atau perumusan simpulan)
…. Bisa melalui diskusi dg klien
• Melengkapi dan nyempurnakan KKA agar memenuhi
persyaratan minimum sebagai KKA yang baik (Berjudul,
Jelas, Ringkas, Lengkap isinya, sistematik, referensi
dan indexing memadai, bersih dsb)
• Merancang dan Melakukan Pertemuan Akhir untuk
diskusi dan finalisasi Laporan Audit
Penyusunan Laporan Hasil Audit
1. Aktivitas menuangkan rangkuman hasil audit ke

dalam laporan, biasanya dilakukan oleh Ketua
Tim Audit, direviu oleh Supervisor dan disetujui/
ditanda tangani oleh Auditor Penanggung
Jawab (Partner in Charge)
2. Laporan yang telah disetujui digandakan sesuai
kebutuhan dan didistribusikan kepada pihakpihak yang berhak menerimanya
Laporan Hasil Audit
disampaikan tepat waktu

Agar memberikan manfaat yang maksimal bagi pemakainya
sehingga tindakan korektif yang diperlukan dapat
dilaksanakan segera
P
engaruh M
aterialitas Terhadap P
endapat auditor.
Ikhtisar hubungan antara materialitas dan jenis pendapat yang harus
dikeluarkan

TINGKAT MATERIALITAS
Tidak material

PENGARUH TERHADAP
KEPUTUSAN PEAMAKAI
Keputusan biasanya tidak

JENIS PENDAPAT
Wajar tanpa pengecualian

terpengaruh
Material

Keputusan biasanya

Wajar dengan pengecualian

terpengaruh jika informasi
dimaksud penting terhadap
keputusan yang akan diambil.
Laporan keuangan keseluruhan
dianggap disajikan secara wajar.
Sangat material

Sebagian besar dari seluruh

Pernyataan tidak memberikan

keputusan yang didasarkan

pendapat atau pendapat tidak

pada laporan keuangan sangat

wajar

terpengaruh
STANDARD UNQUALIFIED
• Report title
• Audit report address
• Introductory paragraph
• Scope paragraph
• Opinion paragraph
• Signature, partners name, no ijin AP, number
of CPA and CPA office license
• Date of report
Menyiapkan Audit Report


Kerangka Laporan Auditan
 Laporan Auditor Independen
 Laporan Keuangan
- Neraca
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Perubahan Ekuitas
- Laporan Arus Kas
- Catatan Atas Laporan Keuangan

Penyelesaian audit

  • 1.
  • 2.
    Tahapan Penyelesaian Audit       menelaahkewajiban bersyarat menelaah peristiwa kemudian mengumpulkan bahan bukti akhir mengevaluasi hasil komunikasi dengan komite audit dan manajemen penemuan kemudian atas fakta yang sudah ada pada tanggal laporan audit.
  • 3.
    Kewajiban Bersyarat Kewajiban bersyaratadalah kemungkinan potensi kewajiban di masa mendatang kepada pihak ketiga untuk jumlah yang tidak diketahui sebagai akibat aktivitas yang telah terjadi. Tiga kondisi yang menyebabkan adanya kewajiban bersyarat : 1. 2. 3. Terdapat kemungkinan pembayaran di masa datang kepada pihak ketiga akibat kondisi saat ini Terdapat ketidakpastian atas jumlah pembayaran di masa mendatang tersebut Hasilnya akan ditentukan oleh peristiwa di masa datang.
  • 4.
    Lanjutan… Kewajiban bersyarat yangmerupakan kepentingan utama auditor : 1. Pending ligitation atas paten, kewajiban produk, atau tindakan lain 2. Perselisihan mengenai pajak penghasilan 3. Garansi barang 4. Wesel tagih didiskontokan 5. Jaminan atas kewajiban pihak lain 6. Saldo yang belum digunakan dalam letter of credit yang outstanding
  • 5.
    Lanjutan… Prosedur audit yanglazim digunakan untuk mencari kewajiban bersyarat:        Tanya jawab dengan manajemen Telaah surat ketepatan pajak tahun berjalan Telaah notulen rapat direksi dan komisaris serta pemegang saham Analisa beban hukum untuk periode yang diaudit Dapatkan konfirmasi dari seluruh pengacara utama Telaah kertas kerja Dapatkan letter of credit sedekat mungkin dari tanggal neraca
  • 6.
    Lanjutan… Evaluasi atas KewajibanBersyarat yang Diketahui 1. Komitmen  2. Tanya Jawab Dengan Penasihat Hukum Klien 3. Respon Terbatas dan Tanpa Respon oleh Penasihat Hukum
  • 7.
    Menelaah peristiwa kemudian peristiwaatau transaksi yang kadang-kadang terjadi sesudah tanggal tertentu (perubahan ekuitas, serta arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut) tetapi sebelum diterbitkannya laporan audit, yang mempunyai akibat material terhadap laporan keuangan, sehingga memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan-laporan tersebut. Kejadian ini untuk selanjutnya disebut "peristiwa kemudian (s ubs e q ue nt e ve nts ). "
  • 8.
    Lanjutan… dua tipe peristiwakemudian yang membutuhkan perhatian manajemen dan memerlukan evaluasi auditor: Tipe 1 :  berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca  Membutuhkan Penyesuaian  Contoh: (a) kerugian sebagai akibat tidak tertagihnya piutang pada pelanggan yang menuju kebangkrutan setelah tanggal neraca. (b) penyelesaian tuntutan hukum yang terjadi atau ada sebelum tanggal neraca yang jumlahnya berbeda dengan yang sudah dicatat Tipe 2 :  berhubungan dengan kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca  Hanya Pengungkapan  Contoh: (a) penjualan obligasi atau penerbitan saham baru. (b) pembelian bisnis. (c) terjadinya tuntutan hukum yang disebabkan oleh peristiwa yang terjadi sesudah tanggal neraca. (d) kerugian aktiva tetap atau persediaaan yang diakibatkan oleh kebakaran atau kondisi tertertu.
  • 9.
  • 10.
    Period Covered bySubsequent Events Review Client’s ending balance sheet Date Audit report date 31-12-08 11-03-09 Period to which review for subsequent events applies Date client issues financial statements 26-03-09 Period for processing the financial statements
  • 11.
    Review for SubsequentEvents and Discovery of Facts Client’s ending balance sheet date 31-12-11 Period to which review for subsequent events applies Audit report date Date client issues financial statements 11-03-12 Period for processing the financial statements 26-03-12 Period in which subsequent discovery of facts is made
  • 12.
    PENEMUAN FAKTA KEMUDIAN, setelahlaporan audit terbit Fakta yang dimaksud misalnya dimasukkannya penjualan fiktif yang material, penghilangan catatan kaki yang penting atau kelalaian menghapus sediaan yang usang dan sebagainya sehingga laporan keuangan itu menyesatkan. Apa yang dilakukan auditor? Auditor meminta klien untuk segera menerbitkan laporan keuangan yang direvisi dengan penjelasan mengenai alasan dilakukannya revisi MENOLA K Jika berkaitan dengan publik MENERIMA Diberitahukan pula kepada Bapepam dan lembaga otoritas lainnya Auditor merevisi laporan auditnya, setelah menerima revisi laporan keuangan Auditor memberitahukan kepada Dekom, Pemegang Saham, Bapepam, Badan yang memeliki juridiksi, dan para pihak yang mengandalkan laporan keuangan
  • 13.
    Mengkomunikasikan Kondisi yangBisa Dilaporkan dan Hal Terkait     SAS 60 (AU 325)  Kondisi yang bisa dilaporkan Komunikasi Komite Audit  auditor mengkomunikasikan kondisi yang dilaporkan dengan komite audit, jika tidak dengan orang yang dalam organisasi yang memiliki tanggungjawab keseluruhan atau operasional untuk pengendalian internal Bentuk komunikasi  surat, jika komunikasi lisan didokumentasikan dalam kertas kerja Surat manajemen  tambahan untuk kondisi yang dilaporkan
  • 14.
    KOMUNIKASI DENGAN KOMITEAUDIT DAN MANAJEMEN Beberapa hal yang tercakup dalam pembicaraan pada akhir audit : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kesulitan praktis yang dijumpai dalam pelaksanaan audit Ketidaksetujuan dengan manajemen berkaitan dengan laporan keuangan Penyesuian audit yang signifikan perlu dicerminkan atau tidak dalam laporan keuangan Perhatian atau masalah signifikan yang berkaitan dengan kebijakan akuntansi dan pengungkapan unsur dalam laporan keuangan yang ke-mungkinan menyebabkan adanya modifikasi terhadap laporan audit Ketidakberesan atau dugaan adanya ketidakpatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang ditemu-kan auditor Risiko signifikan yang dihadapi yang dapat mengancam kelangsungan hidup entitas Rekomendasi yang akan diberikan auditor (m a na g e m e nt le tte r).
  • 15.
    PENGEMBANGAN HASIL AUDIT ATASLAPORAN KEUANGAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Penyempurnaan Sistem Informasi Akuntansi / Sistem Pengendalian Intern Audit Ketaatan Audit Operasional Audit Khusus Audit Forensik Dan sebagainya
  • 16.
    Definisi   Komite audit adalahsekumpulan orang yang dipilih dari anggota dewan komisaris yang bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan dan pengungkapan (disclosure) Keanggotaan komite audit berdasarkan SE Direksi BEJ No. Kep- 339/BEJ/07-2001 tanggal 21 Juli 2001 mengatur bahwa:     Komite audit terdiri dari sekurang-kurangnya 3 orang Seorang komisaris independen menjadi ketua Anggota lainnya merupakan pihak eksternal yang independen Sekurang-kurangnya satu orang memiliki kemampuan di bidang akuntansi dan/atau keuangan
  • 17.
    Fungsi dan Peran Membantudewan komisaris untuk memastikan efektivitas sistem pengendalian intern 1. Memastikan efektivitas pelaksanaan tugas auditor eksternal dan internal 2. Memberikan pendapat profesional yang independen kepada dewan komisaris mengenai laporan dan hal lain yang disampaikan direksi kepada dewan komisaris 3. Memberikan pendapat profesional yang independen kepada dewan komisaris mengenai hal-hal: 4.  Laporan keuangan yang akan diterbitkan, proyeksi, dan informasi keuangan lainnya  Penelaahan atas independensi dan objektivitas auditor eksternal dan internal  Penelaahan atas kecukupan pemeriksaan oleh auditor eksternal dan internal untuk memastikan semua risiko yang penting telah dikaji  Penelaahan atas evektifitas sistem pengendalian intern  Penelaahan atas kepatuhan terhadap peraturan perundangan yang berlaku  Pemeriksaan terhadap dugaan adanya kesalahan dalam keputusan rapat dewan direksi atau penyimpangan pelaksanaan keputusan rapat dewan direksi
  • 18.
    Tanggung Jawab danTugas Tanggung jawab komite audit: 1. 2. 3. 4. Melakukan review terhadap kecukupan sistem pengendalian intern Melakukan review terhadap laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim, serta proses manajemen yang dipergunakan untuk menyiapkan laporan tersebut Melakukan review terhadap ketaatan terhadap peraturan perundangan yang berlaku Melakukan review terhadap ketaatan pada kode etik (code of conduct) Tugas komite audit dalam penegakan disiplin organisasi dan lingkungan pengendalian untuk mencegah kecurangan dan penyimpangan yang meliputi: (1) peningkatan kualitas keterbukaan dalam pelaporan keuangan; (2) review atas ruang lingkup, keakuratan, dan efektivitas biaya penugasan yang dilakukan auditor eksternal, dan independensi serta objektivitas auditor eksternal
  • 19.
    Komunikasi dengan Auditor Internaldan Eksternal Komite audit berfungsi untuk: 1. Dalam membahas temuan audit dan permasalahan lain, komite audit berperan sebagai mediator antara auditor eksternal, manajemen, auditor internal, dan dewan komisaris 2. Quality assurance, dengan cara mengawasi kegiatan auditor internal dan eksternal untuk mencegah terjadinya pekerjaan audit yang rendah mutunya
  • 20.
    Peranan Komite Auditdalam Penerapan GCG 1. 2. 3. 4. Transparansi: komite audit berkewajiban mereview laporan keuangan dalam rangka penerapan prinsip transparansi, yaitu bahwa laporan keuangan sudah mencakup pengungkapan informasi yang meterial dan relevan bagi stakeholders Akuntabilitas: komite audit harus memastikan bahwa laporan keuangan telah dibuat tepat waktu dan akurat serta didukung oleh sistem pengendalian intern yang memadai Independensi: komite audit harus menjamin independensi dan kredibilitas hasil penilaian kinerja keuangan Pertanggungjawaban (responsibility): komite audit harus menjamin bahwa korporasi dikelola dalam koridor yang sesuai dengan peraturan perundangan yang belaku dan praktik yang sehat
  • 21.
    Penyelesaian Penugasan • Auditormerangkum hasil audit dalam daftar temuan, • Mengkonfirmasikan beberapa temuan penting yang masih perlu mendapatkan penegasan (penjelasan atau persetujuan) dari klien, misalnya untuk keperluan pelaksanaan tindak lanjut (rekomendasi di MANAGEMENT LETTER, atau perumusan simpulan) …. Bisa melalui diskusi dg klien • Melengkapi dan nyempurnakan KKA agar memenuhi persyaratan minimum sebagai KKA yang baik (Berjudul, Jelas, Ringkas, Lengkap isinya, sistematik, referensi dan indexing memadai, bersih dsb) • Merancang dan Melakukan Pertemuan Akhir untuk diskusi dan finalisasi Laporan Audit
  • 22.
    Penyusunan Laporan HasilAudit 1. Aktivitas menuangkan rangkuman hasil audit ke dalam laporan, biasanya dilakukan oleh Ketua Tim Audit, direviu oleh Supervisor dan disetujui/ ditanda tangani oleh Auditor Penanggung Jawab (Partner in Charge) 2. Laporan yang telah disetujui digandakan sesuai kebutuhan dan didistribusikan kepada pihakpihak yang berhak menerimanya
  • 23.
    Laporan Hasil Audit disampaikantepat waktu Agar memberikan manfaat yang maksimal bagi pemakainya sehingga tindakan korektif yang diperlukan dapat dilaksanakan segera
  • 24.
    P engaruh M aterialitas TerhadapP endapat auditor. Ikhtisar hubungan antara materialitas dan jenis pendapat yang harus dikeluarkan TINGKAT MATERIALITAS Tidak material PENGARUH TERHADAP KEPUTUSAN PEAMAKAI Keputusan biasanya tidak JENIS PENDAPAT Wajar tanpa pengecualian terpengaruh Material Keputusan biasanya Wajar dengan pengecualian terpengaruh jika informasi dimaksud penting terhadap keputusan yang akan diambil. Laporan keuangan keseluruhan dianggap disajikan secara wajar. Sangat material Sebagian besar dari seluruh Pernyataan tidak memberikan keputusan yang didasarkan pendapat atau pendapat tidak pada laporan keuangan sangat wajar terpengaruh
  • 26.
    STANDARD UNQUALIFIED • Reporttitle • Audit report address • Introductory paragraph • Scope paragraph • Opinion paragraph • Signature, partners name, no ijin AP, number of CPA and CPA office license • Date of report
  • 30.
    Menyiapkan Audit Report  KerangkaLaporan Auditan  Laporan Auditor Independen  Laporan Keuangan - Neraca - Laporan Laba Rugi - Laporan Perubahan Ekuitas - Laporan Arus Kas - Catatan Atas Laporan Keuangan