INVESTASI DALAM
AKTIVA TETAP
(Teknik Penganggaran Modal)
Oleh: Abdullah Abidin, S.E., M.Si.
Payback Period (Periode Pengembalian) “PP”
Net Present Velue (Nilai Sekarang neto) “NPV”
Internal Rate of Return (Yield Method) “IRR”
Accounting Rate of Return (Keuntungn Laporan Nilai Buku) “ARR”
Teknik Penganggaran Modal
Ada 4 metode penilaian investasi yang akan kita
bahas, yaitu:
 Payback Period (PI)
 Net Present Velue (NPV)
 Internal Rate of Return (IRR)
 Accounting Rate of Return (ARR)
 3 metode yang pertama mendasarkan diri pada
aliran kas (Cash Flows) atau “Proceeds”, sedangkan
ARR menggunakan keuntungan neto sesudah pajak
yang dilaporkan dalam buku (reported accountung
income)
Payback Period
 Payback Period adalah suatu periode yang
diperlukan untukdapat menutup kembali
pengeluaran investasi dengan menggunakan
“proceeds” atau aliran kas neto (net cash flows).
 Dengan demikian payback period dari suatu
investasi menggambarkan “panjangnya waktu”
yang diperlukan agar dana yang tertanam pada
suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya.
 Apabila “proceeds” setiap tahunnya sama
jumlahnya, maka payback period dari suatu investasi
dapat dihitung dengan membagi jumlah investasi
dengan “proceeds” tahunan.
 Tambahan “net cash in flows” setiap tahunya sebesar Rp. 22.500,-
adalah sama besarnya dengan keuntungan neto sesudah pajak
(Rp.7.500,-) plus tambahan depresiasi (Rp.15.000,-). Tambahan “Cash
flows” selama 3 tahun, yaitu selama umur penggunaan mesin baru
adalah 3 x Rp. 22.500,- = Rp.67.500,-.
 Kalau digambarkan maka pola “cash flow” ddari proyek investasi
penggantian tersebut adalah:
Tahun
0 1 2 3
Investasi tambahan (cash
outlay) Rp.45.000
,-
- - -
Aliran Kas Masuk (net
cash flow) - Rp.22.500
,-
Rp.22.500,
-
Rp.22.500
,-
Contoh Kasus:
Artinya:
 Dana yang diinvestasikan sebesar Rp. 45.000,-
dapat dikembalikan seluruhnya dalam waktu 2
tahun.
 Karena periode pengembalian investasi kurang dari
(tdk melebihi) dari payback period penggunaan atau
waktu maksimum dari penggunaan, maka usul
investasi tersebut dapat diterima.
 Karena usia pengembalian investasi lebih pendek
dari umur penggunaan, maka semakin kecil resiko
ketidakpastian yang mungkin ditimbulkannya.
Kasus 2:
Tahin
Proceeds
Proceeds
1 Rp. 60.000
2 Rp.50.000
3 Rp.40.000
4 Rp.30.000
5 Rp. 20.000
6 Rp.10.000
 Usulan investasi dalam suatu proyek yang membutuhkan investasi sebesar
Rp.120.000,- yang diperkirakan mempunyai proceeds selama usianya seperti
napak dibawah ini:
 Payback period dari investasi tersebut adalah:
 Jumlah Investasi…….............. Rp. 120.000
 Proceeds Thn Ke-1…............... Rp. 60.000 (-)
Rp. 60.000
 Proceeds Thn Ke-2…... ……... Rp. 50.000 (-)
 Investasi blm tertutup
Sesudah akhir thn ke 2 Rp. 10.000
 Proceeds Thn ke-3 sebesar Rp. 40.000, sedangkan kebutuhan dana untuk
menutupi kekurangan investasi Rp. 10.000. ini berarti waktu yg dibutuhkan
untuk memperoleh dana Rp. 10.000 dalam tahun ke 3 adalah ¼ thn.
 Payback Period dari investasi
tersebut adalah 2 tahun 3 bulan
Kelemahan-Kelemahan dari payback Period
adalah:
 Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan
investasi atau proceeds yang diperoleh setelah
payback period tercapai, oleh karenanya kriteria ini
bukan alat pengukur “profitability”, tetapi alat
pengukur “rapidity” atau kecepatan kembalinya dana
yang diinvestasikan dalam suatu Investasi.
 Metode ini juga mengabaikan “time value of money”
(Nilai Waktu Uang).
Net Present Value (NPV)
 Metode ini memperhatikan “Proceeds” setelah payback
period maupun “time value of money”.
 Karena metode ini memperhatikan “time value of money”,
maka proceeds yg digunakan adalah “proceeds “ atau
“cash flows” yg didiscontokan atas dasar biaya modal
(Cost of Capital) atau “rate of return” yang diinginkan.
 Langkah Perhitunga: (1) menghitung PV dari proceeds
yg diharapkan atas dasar “discount rate” tertentu. (2)
Jumlah PV dari keseluruhan Proceeds selama usianya
dikurangi dgn PV dari jumlah investasinya. (3) selisih
antara PV dari keseluruhan proceeds dgn PV dari
pengeluaran modal (capital outlays) dinamakan nilai
sekarang neto atau “net present value”/NPV.
 Apabila jumlah PV dari keseluruhan proceeds yg
diharapkan lebih besar daripada PV dari investasinya,
maka usul investasi tersebut dapat diterima, dan
sebaliknya.
Kasus 3.
Keterangan tambahan:
 Cost of capital atau rate of return yg diinginkan, Discount
rate yg digunakan sebesar Rp. 10%
Tahun
0 1 2 3
Investasi tambahan (cash
outlay) Rp.45.000
,-
- - -
Aliran Kas Masuk (net
cash flow) - Rp.22.500
,-
Rp.22.500,
-
Rp.22.500
,-
 PV dari “proceeds” = 2,487 x Rp. 22.500….= Rp.
55.958,-
 PV dari “Outlays”…………………………...=
Rp.45.000,-
 Net Present Value ………………………….=
Rp.10.958,-
Artinya:
 Hasil perhitungan tersebut di atas menunjukkan
bahwa atas dasar “rate of return” yang diinginkan,
PV dari proceeds-nya lebih besar daripada PV dari
tambahan investasi, yang berarti NPV-nya positif,
maka usulan investasi penggantian mesin lama
dengan mesin baru dapat diterima.
 Apabila kita harus memilih salah satu dari beberapa
usul investasi atas dasar metode ini, maka kita akan
memilih usul investasi yang mempunyai NPV yang
paling besar.
“Proceeds” tdk sama setiap tahun
 Karna “proceeds” tdk sama setiap tahunnya, maka harus
dihitung PV dari proceeds setiap tahunnya, untuk
mendapatkan jumlah PV dari keseluruhan proceeds yang
diharapkan dari investasi tersebut.
Tahun
Proceeds
Proceeds
1 Rp. 60.000
2 Rp.50.000
3 Rp.40.000
4 Rp.30.000
5 Rp. 20.000
6 Rp.10.000
Keterangan Tambahan:
Discount Rate 10% (PV of
An Anuity of Rp.1,-)
 Diminta, Hitunglah NPV dari
investasi tersebut.
 Kasus: Usulan investasi dalam suatu proyek yang membutuhkan
investasi sebesar Rp.120.000,- yang diperkirakan mempunyai proceeds
selama usianya seperti napak dibawah ini:
Perhitungan NPV atas dasar “discount rate” 10%
Tahun DF 10% Proceeds PV dari
Proceeds
1 0,909 Rp. 60.000,- Rp. 54.540,-
2 0,826 Rp. 50.000,- Rp. 41.300,-
3 0,751 Rp. 40.000,- Rp. 30.040,-
4 0,683 Rp. 30.000,- Rp. 20.490.-
5 0,621 Rp. 20.000,- Rp. 12.420,-
6 0,564 Rp. 10.000,- Rp. 5.640,-
PV dari “Proceeds” Rp.164.430,-
PV dari “Outlays” Rp. 120.000,-
NPV Rp. 44.430,-
 Dengan rate of return yg diinginkan sebesar 10%, usul
investasi tersebut dapat menghasilkan PV dari proceeds yg
lebih besar daripada PV dari pengeluaran modalnya sehingga
NPV-nya positif, maka usul investasi tersebut dapat diterima.
Berikutnya…..
 Metode IRR dan ARR
THANKS YOU

4.teknik penganggaran modal

  • 1.
    INVESTASI DALAM AKTIVA TETAP (TeknikPenganggaran Modal) Oleh: Abdullah Abidin, S.E., M.Si. Payback Period (Periode Pengembalian) “PP” Net Present Velue (Nilai Sekarang neto) “NPV” Internal Rate of Return (Yield Method) “IRR” Accounting Rate of Return (Keuntungn Laporan Nilai Buku) “ARR”
  • 2.
    Teknik Penganggaran Modal Ada4 metode penilaian investasi yang akan kita bahas, yaitu:  Payback Period (PI)  Net Present Velue (NPV)  Internal Rate of Return (IRR)  Accounting Rate of Return (ARR)  3 metode yang pertama mendasarkan diri pada aliran kas (Cash Flows) atau “Proceeds”, sedangkan ARR menggunakan keuntungan neto sesudah pajak yang dilaporkan dalam buku (reported accountung income)
  • 3.
    Payback Period  PaybackPeriod adalah suatu periode yang diperlukan untukdapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan “proceeds” atau aliran kas neto (net cash flows).  Dengan demikian payback period dari suatu investasi menggambarkan “panjangnya waktu” yang diperlukan agar dana yang tertanam pada suatu investasi dapat diperoleh kembali seluruhnya.  Apabila “proceeds” setiap tahunnya sama jumlahnya, maka payback period dari suatu investasi dapat dihitung dengan membagi jumlah investasi dengan “proceeds” tahunan.
  • 4.
     Tambahan “netcash in flows” setiap tahunya sebesar Rp. 22.500,- adalah sama besarnya dengan keuntungan neto sesudah pajak (Rp.7.500,-) plus tambahan depresiasi (Rp.15.000,-). Tambahan “Cash flows” selama 3 tahun, yaitu selama umur penggunaan mesin baru adalah 3 x Rp. 22.500,- = Rp.67.500,-.  Kalau digambarkan maka pola “cash flow” ddari proyek investasi penggantian tersebut adalah: Tahun 0 1 2 3 Investasi tambahan (cash outlay) Rp.45.000 ,- - - - Aliran Kas Masuk (net cash flow) - Rp.22.500 ,- Rp.22.500, - Rp.22.500 ,- Contoh Kasus:
  • 5.
    Artinya:  Dana yangdiinvestasikan sebesar Rp. 45.000,- dapat dikembalikan seluruhnya dalam waktu 2 tahun.  Karena periode pengembalian investasi kurang dari (tdk melebihi) dari payback period penggunaan atau waktu maksimum dari penggunaan, maka usul investasi tersebut dapat diterima.  Karena usia pengembalian investasi lebih pendek dari umur penggunaan, maka semakin kecil resiko ketidakpastian yang mungkin ditimbulkannya.
  • 6.
    Kasus 2: Tahin Proceeds Proceeds 1 Rp.60.000 2 Rp.50.000 3 Rp.40.000 4 Rp.30.000 5 Rp. 20.000 6 Rp.10.000  Usulan investasi dalam suatu proyek yang membutuhkan investasi sebesar Rp.120.000,- yang diperkirakan mempunyai proceeds selama usianya seperti napak dibawah ini:  Payback period dari investasi tersebut adalah:  Jumlah Investasi…….............. Rp. 120.000  Proceeds Thn Ke-1…............... Rp. 60.000 (-) Rp. 60.000  Proceeds Thn Ke-2…... ……... Rp. 50.000 (-)  Investasi blm tertutup Sesudah akhir thn ke 2 Rp. 10.000  Proceeds Thn ke-3 sebesar Rp. 40.000, sedangkan kebutuhan dana untuk menutupi kekurangan investasi Rp. 10.000. ini berarti waktu yg dibutuhkan untuk memperoleh dana Rp. 10.000 dalam tahun ke 3 adalah ¼ thn.  Payback Period dari investasi tersebut adalah 2 tahun 3 bulan
  • 7.
    Kelemahan-Kelemahan dari paybackPeriod adalah:  Metode ini mengabaikan penerimaan-penerimaan investasi atau proceeds yang diperoleh setelah payback period tercapai, oleh karenanya kriteria ini bukan alat pengukur “profitability”, tetapi alat pengukur “rapidity” atau kecepatan kembalinya dana yang diinvestasikan dalam suatu Investasi.  Metode ini juga mengabaikan “time value of money” (Nilai Waktu Uang).
  • 8.
    Net Present Value(NPV)  Metode ini memperhatikan “Proceeds” setelah payback period maupun “time value of money”.  Karena metode ini memperhatikan “time value of money”, maka proceeds yg digunakan adalah “proceeds “ atau “cash flows” yg didiscontokan atas dasar biaya modal (Cost of Capital) atau “rate of return” yang diinginkan.  Langkah Perhitunga: (1) menghitung PV dari proceeds yg diharapkan atas dasar “discount rate” tertentu. (2) Jumlah PV dari keseluruhan Proceeds selama usianya dikurangi dgn PV dari jumlah investasinya. (3) selisih antara PV dari keseluruhan proceeds dgn PV dari pengeluaran modal (capital outlays) dinamakan nilai sekarang neto atau “net present value”/NPV.  Apabila jumlah PV dari keseluruhan proceeds yg diharapkan lebih besar daripada PV dari investasinya, maka usul investasi tersebut dapat diterima, dan sebaliknya.
  • 9.
    Kasus 3. Keterangan tambahan: Cost of capital atau rate of return yg diinginkan, Discount rate yg digunakan sebesar Rp. 10% Tahun 0 1 2 3 Investasi tambahan (cash outlay) Rp.45.000 ,- - - - Aliran Kas Masuk (net cash flow) - Rp.22.500 ,- Rp.22.500, - Rp.22.500 ,-  PV dari “proceeds” = 2,487 x Rp. 22.500….= Rp. 55.958,-  PV dari “Outlays”…………………………...= Rp.45.000,-  Net Present Value ………………………….= Rp.10.958,-
  • 10.
    Artinya:  Hasil perhitungantersebut di atas menunjukkan bahwa atas dasar “rate of return” yang diinginkan, PV dari proceeds-nya lebih besar daripada PV dari tambahan investasi, yang berarti NPV-nya positif, maka usulan investasi penggantian mesin lama dengan mesin baru dapat diterima.  Apabila kita harus memilih salah satu dari beberapa usul investasi atas dasar metode ini, maka kita akan memilih usul investasi yang mempunyai NPV yang paling besar.
  • 11.
    “Proceeds” tdk samasetiap tahun  Karna “proceeds” tdk sama setiap tahunnya, maka harus dihitung PV dari proceeds setiap tahunnya, untuk mendapatkan jumlah PV dari keseluruhan proceeds yang diharapkan dari investasi tersebut. Tahun Proceeds Proceeds 1 Rp. 60.000 2 Rp.50.000 3 Rp.40.000 4 Rp.30.000 5 Rp. 20.000 6 Rp.10.000 Keterangan Tambahan: Discount Rate 10% (PV of An Anuity of Rp.1,-)  Diminta, Hitunglah NPV dari investasi tersebut.  Kasus: Usulan investasi dalam suatu proyek yang membutuhkan investasi sebesar Rp.120.000,- yang diperkirakan mempunyai proceeds selama usianya seperti napak dibawah ini:
  • 12.
    Perhitungan NPV atasdasar “discount rate” 10% Tahun DF 10% Proceeds PV dari Proceeds 1 0,909 Rp. 60.000,- Rp. 54.540,- 2 0,826 Rp. 50.000,- Rp. 41.300,- 3 0,751 Rp. 40.000,- Rp. 30.040,- 4 0,683 Rp. 30.000,- Rp. 20.490.- 5 0,621 Rp. 20.000,- Rp. 12.420,- 6 0,564 Rp. 10.000,- Rp. 5.640,- PV dari “Proceeds” Rp.164.430,- PV dari “Outlays” Rp. 120.000,- NPV Rp. 44.430,-  Dengan rate of return yg diinginkan sebesar 10%, usul investasi tersebut dapat menghasilkan PV dari proceeds yg lebih besar daripada PV dari pengeluaran modalnya sehingga NPV-nya positif, maka usul investasi tersebut dapat diterima.
  • 13.
  • 14.