SlideShare a Scribd company logo
1 of 12
KEPUTUSAN INVESTASI

      Pada prinsipnya semua keputusan yang diambil oleh manajer keuangan
baik yang menyangkut keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan
kebijakan dividen memiliki tujuan yang sama. Semua itu mensyaratkan suatu
estimasi hasil yang diharapkan dan risiko atau kemungkinan tidak
diperolehnya hasil seperti yang diharapkan.
      Keputusan investasi mempunyai dimensi waktu jangka panjang,
sehingga keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena
mempunyai konsekwensi berjangka panjang pula. Perencanaan terhadap
keputusan investasi sangat penting karena beberapa hal sebagai berikut:
      a. Dana yang dikeluarkan untuk investasi jumlahnya besar, dan dana
         tersebut tidak bisa diperoleh kembali dalam jangka pendek atau
         diperoleh sekaligus.
      b. Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka panjang, sehingga
         perusahaan harus menunggu untuk memperoleh kembalinya dana
         yang sudah diinvestasikan. Dengan demikian akan mempengaruhi
         penyediaan dana untuk keperluan lain.
      c. Keputusan investasi menyangkaut harapan terhadap hasil
         keuntungan di masa yang akan dating. Kesalahan dalam
         mengadakan peramalan akan dapat mengakibatkan kerugian bagi
         perusahaan.
      d. Keputusan investasi berjangka panjang, sehingga kesalahan dalam
         pengambilan keputusan akan mempunyai akibat yang panjang dan
         berat, serta kesalahan dalam keputusan ini tidak dapat diperbaiki
         tanpa adanya kerugian yang besar.

      ALIRAN KAS (CAHFLOW)
      Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan mengharapkan
      akan bisa ditutup oleh penerimaan-penerimaan dimasa yang akan
      datang. Dimana penerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan
      yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan. Keuntungan ini bisa
      dalam dua pengertian:
      1)Laba Akuntansi yaitu laba yang terdapat dalam laporan keuangan
      yang disusun oleh bagian akuntansi yakni cukup dilihat dari laba pada
      laporan Rugi-Laba.
      2)Laba Tunai yaitu laba berupa aliran kas atau cashflow.

      PENGGOLONGAN CASHFLOW
      Cashflow dikelompokkan dalam 3 macam aliran kas:
      1)Inicial Cashflow
        adalah aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran-pengeluaran
      kas untuk keperluan investasi, seperti pengeluaran kas untuk pembelian
      tanah,pembangunan pabrik, pembelian mesin, pengeluaran kas lain
      dalam rangka mendapatkan aktiva tetap. Termasuk dalam inicial

                                                                           1
cashflow adalah kebutuhan dana yang akan digunakan untuk modal
kerja. Inicial cashflow biasanya dikeluarkan pada saat awal pendirian
statu proyek investasi.
2)Operacional Cashflow
     merupakan aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutup
investasi. Operational cashflow biasanya diterima setiap tahun selama
usia investasi, dan berupa aliran kas bersih. Operasional cashflow
diperoleh dapat dihitung dengan menambahkan laba akuntansi(EAT)
dengan penyusustan.
Permasalahan operasional cashflow ini muncul bila dalam keputusan
investasi sumber dana yang dipergunakan berasal dari hutang, yang
mengakibatkan laba setelah pajak berbeda, dan tentunya akan
mengakibatkan cashflownya menjadi berbeda antara bila dibelanjai
dengan modal sendiri dan dibelanjai dengan hutang. Sehingga suatu
proyek akan kelihatan lebih baik dibiayai dengan modal sendiri sebab
akan menghasilkan cashflow yang lebih besar. Padahal satu proyek
hanya mempunyai kesimpulan yaitu layak apa tidak layak, tidak peduli
apakah proyek itu dibiayai dengan modal sendiri atau modal asing.
Oleh karena itu dalam menaksir operasiona cashflow tidak boleh
mencampuradukkan keputusan pembiayaan dengan keputusan investasi.
Sehingga untuk menaksir aliran kas operasi bila sebagian atau
seluruhnya dibelanjai dengan modal asing adalah :

Cashflow= Laba Setelah Pajak+Penyusutan+Bunga(1-pajak)
3)Terminal cashflow
   merupakan aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umur
ekonomis suatu proyek.( seperti niali residu dan modal kerja yang
digunakan)
METODE PENILAIAN INVESTASI
Ada beberapa alat analisa dalam menilai keputusan investasi Yaitu:
1. Metode Accounting Rate of Return
2. Metode Payback Periode
3. Metode Net Present Value
4. Metode Internal Rate of Return
5. Metode Profitability Index
*Metode Accounting Rate of Return adalah metode penilaian investasi
yang mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dari investasi.
Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi, sehingga angka yang
digunakan adalah laba setelah pajak(EAT) yang dibandingkan dengan
rata-rata investasi.

                            Rata-rata EAT
               ARR    =
                          Rata-rata Investasi


                                                                   2
untuk menghitung rata-rata EAT dengan cara menjumlahkan EAT
selama umur investasi dibagi dengan umur investasi. sedangkan untuk
menghitung rata-rata investasi hádala investasi dengan nilai residu
dibagi 2.
**Metode Payback Periode
hádala metode yang mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan
kembali seperti semula.(statu periode yang diperlukan untuk menutup
kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas yang
diterima)

                              Investasi
  Payback Periode    =                      x 1Th
                              Cashflow

***Metode Net Present Value
Salah satu metode untuk menilai investasi yang memperhatikan time
value of money adalah net present value. NPV adalah selisih antara
nilai sekarang dari cashflow dengan nilai sekarang dari investasi.
Untuk menghitung NPV, pertama menghitung present value dari
penerimaan atau cashflow dengan discount rate tertentu, kemudian
dibandingkan dengan present value dari investasi. Jika selisih antara PV
dari cashflow lebih besar berarti terdapat NPV positif, artinya proyek
investasi adalah layak. dan sebaliknya.
****Metode Internal Rate of Return
Jika pada NPV mencari nilai sekarang bersih dengan tingkat discount
rate tertentu, maka metode IRR mencari discount rate yang dapat
menyamakan antara present value dari aliran kas dengan present value
dari investasi. atau IRR adalah tingkat discount rate yang dapat
menyamakan PV of cashflow dengan PV of investment. Sehingga untu
mencari besar IRR diperlukan data NPV yang mempunyai dua kutub
positif dan negative. dan selanjutnya dilakukan interpolasi.

                         NPVrr
  IRR   = rr +                       x (rt –rr)
                    TPVrr - TPVrt

Dimana:
rr    = tingkat discount rate(r) lebih rendah
rt    = tingkat discount rate(r) lebih tinggi
TPV = Total Present Value
NPV = Net Present Value
***** Metode Profitability Index
metode ini membandingkan antara present value dari penerimaan
dengan present value dari investasi. Jika PI lebih besar dari 1, maka
proyek dikatakan layak untuk dijalankan.

                                                                      3
Contoh:
À. PT DUTA merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan akan
      menghabiskan dana sebesar Rp.750.000.000,- Dana tersebut
      Rp.100.000.000,- merupakan modal kerja, dan sisanya modal tetap
      dengan nilai residu diperkirakan sebesar Rp.150.000.000,-dan
      mempunyai umur ekonomis 5 tahun. Proyeksi penjualan selama usia
      ekonomis diperkirakan sebagai berikut:
      Tahun 1      Rp.400.000.000,-
      Tahun 2      Rp.450.000.000,-
      Tahun 3      Rp.500.000.000,-
      Tahun 4      Rp.550.000.000,-
      Tahun 5      Rp.600.000.000,-
      Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40%, dan biaya
      tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.20.000.000,-pertahun. Pajak
      yang diperhitungkan 30% dan return yang diharapkan 18 %.
      Dari data tersebut apakah proyek investasi tersebut layak dijalankan!
      (Gunakan 5 metode penilaian)
JAWAB:
Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow(000)
KETERANGAN           Tahun1    Tahun2       Tahun3     Tahun4       Tahun5
Penjualan            400.000   450.000      500.000    550.000      600.000
Biaya Variabel       160.000   180.000      200.000    220.000      240.000
Bia Tetap Tunai       20.000    20.000       20.000     20.000       20.000
Penyusutan           100.000   100.000      100.000    100.000      100.000
Total Biaya          280.000   300.000      320.000    340.000      360.000
Laba Sbl Pajak       120.000   150.000      180.000    210.000      240.000
Pajak 30%             36.000    45.000       54.000      63.000       72.000
Laba Setelah Pajak    84.000   105.000      126.000    147.000      168.000
Penyusutan           100.000   100.000      100.000    100.000      100.000
Nilai Residu            -         -             -           -       150.000
Modal Kerja             -         -             -           -       100.000
Cashflow             184.000   205.000      226.000    247.000      518.000


Analisa Kelayakan:
  1. Accounting Rate of Return

                      84.000 + 105.000 + 126.000 + 147.000 +168.000/5
      ARR       =                                                       X 100%
                                         750.000+150.000
                                                 2

             = 28 %
    Karena tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18% ,maka menurut
metode ini investasi layak untuk dijalankan.

   2. Payback Period

       Investasi                     750.000

                                                                                 4
Cashflow th1             184.000
                               566.000
      Cashflow th2             205.000
                               361.000
      Cashflow th3             226.000
                               135.000
      Cashflow th 4            247.000

                                             135.000
        Payback Periode   =   3 tahun +                   x 1Th
                                             247.000
                           = 3,55 tahun
  Jika target kembalinya investasi 4 tahun, maka investasi ini layak ,karena
PBP lebih kecil disbanding dengan target kembalinya investasi.

   3. Net Present Value


         Tabel Perhitungan Net Present Value r = 18%
   Tahun       Cashflow           Discount Factor    Present Value
                                          R =18%         Of Cashflow
         1        184.000.000               0,847        155.848.000
         2        205.000.000               0,718        147.190.000
         3        226.000.000               0,609        137.634.000
         4        247.000.000               0,516        127.452.000
         5        518.000.000               0,437        226.366.000
   Total Present Value of Cashflow                       794.490.000
   Present Value of Investment                           750.000.000
                                                          44.490.000

   Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18%,
   ternyata diperoleh NPV sebesar Rp.44.490.000,- Artinya dengan NPV
   positif maka proyek investasi ini layak untuk dilaksanakan.
   4. Internal Rate of Return
            Tabel Perhitungan Net Present Value r = 24%
    Tahun           Cashflow            Discount Factor   Present Value
                                          R =24%         Of Cashflow
         1        184.000.000               0,806        148.304.000
         2        205.000.000               0,650        133.250.000
         3        226.000.000               0,524        118.424.000
         4        247.000.000               0,423        104.481.000
         5        518.000.000               0,341        176.638.000
   Total Present Value of Cashflow                       681.097.000
   Present Value of Investment                           750.000.000
                                                         -68.903.000

                                                                           5
Dengan demikian :
   rr     = 18 %                            NPVrr = 44.490.000
   rt     = 24%
   TPVrr = 794.490.000,-
   TPVrt = 681.097.000,-

                              NPVrr
     IRR    = rr +                         x (rt –rr)
                           TPVrr - TPVrt


                            44.490.000
     IRR = 18% +                                        x (24% -18%)
                   794.490.000 – 681.097.000
      IRR = 20,35%
    Karena IRR yang diperoleh lebih besar dari tingkat keuntungan yang
   disyaratkan maka proyek tersebut layak untuk dijalankan.


5. Profitability Index

                                   PV of Cashflow
     Profitability Index     =
                                      Investasi
                  794.490.000
           PI =
                   750.000.000

           = 1,06
   Karena PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan layak.


   Soal :
   1. PT Swadaya awal tahu 2010 mempertimbangkan sebuah proyek
       yang membutuhkan dana sebesar Rp.1.300.000.000,-.Dana tersebut,
       sebesar Rp.200.000.000,- diperuntukkan sebagai modal kerja,
       sedang sisanya sebagai modal tetap. Umur ekonomis proyek
       tersebut diperkirakan 6 tahun dengan nilai residu Rp.150.000.000,-
       Proyeksi Penjualan untuk tahun-tahun kedepan adalah sebagai
       berikut :
       Tahun 2010           Rp.400.000.000,-
       Tahun 2011           Rp.600.000.000,-
       Tahun 2012           Rp. 750.000.000,-
       Tahun 2013           Rp.850.000.000,-
       Tahun 2014           Rp.900.000.000,-

                                                                       6
Tahun 2015          Rp.1000.000.000,-
       Struktur biaya dari proyek ini adalah 40% merupakan biaya
       variabel.    Biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar
       Rp.50.000.000,- per tahun. Pajak 30% dan keuntungan yang
       disyaratkan sebesar 17 %. Menurut saudara apakah proyek ini
       layak?


       INVESTASI PENGGANTIAN
       Karena kemajuan teknologi, kadang peralatan dan mesin yang
       digunakan oleh perusahaan menjadi ketinggalan jaman (out of date)
       padahal umur ekonomisnya masih cukup panjang. Aktiva tetap
       baru tersebut bisa lebih efisien, sehingga dapat menghemat biaya-
       biaya yang dikeluarkan, seperti penghematan biaya tenaga kerja,
       penghematan bahan baku dan sebagainya.
       Investasi penggantian adalah mengganti aktiva tetap lama yang
       masih mempunyai umur ekonomis dengan aktiva tetap baru yang
       lebih menguntungkan. Karena AT lama masih mempunyai umur
       ekonomis, artinya At lama tersebut mempunyai nilai buku, yaitu
       selisih harga perolehan aktiva dikurangi dengan akumulasi
       penyusutannya. AT lama juga mempunyai harga jual, sehingga
       bila diganti dengan AT baru perlu dihitung laba atau rugi atas
       penjualan aktiva tetap lama tersebut. Laba didapat jika harga jual
       aktiva tetap lama lebih tinggi dibanding dengan nilai bukunya.dan
       sebaliknya, jika harga jual lebih rendah dibanding nilai bukunya
       berarti mengalami kerugian.
       Untuk menilai penggantian aktiva tetap layak atau tidak layak,
       perlu menghitung: (1) Investasi bersih, (2) tambahan cashflow.

       Investasi Bersih
       Pada penilaian investasi penggantian, yang dianalisis adalah
       besarnya tambahan keuntungan dan tambahan investasi. Tambahan
       investasi atau sering disebut investasi bersih ini didapatkan dari
       harga beli aktiva baru dengan penerimaan bersih atas penjualan
       mesin lama. Dengan demikian perhitungan investasi bersih sebagai
       berikut:
a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama
          Harga beli aktiva tetap lama         xxx
          Akumulasi penyusutan                 xxx
          Nilai Buku                           xxx
          Harga jual aktiva tetap lama         xxx
          Laba(Rugi) penjualan AT lama         xxx
          Pajak                                xxx
          Laba bersih penjualan AT lama        xxx
b. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih

                                                                        7
Nilai buku AT lama                           xxx
             Laba(Rugi) penjualan AT lama                 xxx
             Penerimaan bersih                            xxx
             Harga Beli AT baru                           xxx
             Investasi Bersih                             xxx
investasi bersih ini nantinya yang akan menjadi initial cashflow yang harus
ditutup dengan aliran kas yang diterima dari penggantian.

Contoh:
PT Abadi merencanakan akan mengganti mesin yang dibeli 3 tahun lalu
seharga Rp.500.000.000,- umur ekonomis 7 tahun dan nilai residu
Rp.80.000.000,- dengan mesin baru yang diperkirakan lebih efisien seharga
Rp.700.000.000,- dengan umur ekonomis 4 tahun dan nilai residu sebesar
Rp.200.000.000,- Mesin lama diperkirakan akan laku dijual dengan harga
Rp.350.000.000,- Atas penggantian mesin tersebut diharapkan akan bisa
menghemat biaya tunai dari penurunan bahan baku dan biaya TK sebesar
Rp.115.000.000,- Pajak 30% dan return yang diharapkan sebesar 18%
Dari contoh soal tersebut kita bisa menghitung besarnya investasi bersih
sebagai berikut:
                                    500juta - 80 juta
Penyusutan Mesin Lama per tahun =                        = Rp.60 juta
                                          7

                                    700juta - 200 juta
Penyusutan Mesin Baru per tahun =                         = Rp.125 juta
                                          4

  a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama
 Harga beli aktiva tetap lama                            500.000.000
 Akumulasi penyusutan 3xRp60.000.000                     180.000.000
 Nilai Buku                                              320.000.000
 Harga jual aktiva tetap lama                            350.000.000
 Laba(Rugi) penjualan AT lama                             30.000.000
 Pajak                                                     9.000.000
 Laba bersih penjualan AT lama                            21.000.000

   b. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih
  Nilai buku AT lama                              320.000.000
  Laba bersih penjualan AT lama                    21.000.000
  Penerimaan bersih                               341.000.000
  Harga Beli AT baru                              700.000.000
  Investasi Bersih                                359.000.000
Investasi bersih ini (359.000.000) yang nantinya akan ditutup dengan
penerimaan – penerimaan dari proyek penggantian ini.(atau sebagai initial
cashflow)

                                                                          8
Tambahan Cashflow
     Untuk menilai kelayakan investasi penggantian , aliran kas yang
digunakan adalah aliran kas tambahan(incremental cashflow) yang disebabkan
penggantian aktiva tetap tersebut. Tambahan aliran kas ini bisa disebabkan
karena adanya penghematan biaya tunai seperti turunya biaya bahan baku dan
biaya tenaga kerja, dan juga karena peningkatan penjualan yang disebabkan
aktiva tetap baru. Penghematan-penghematan ini akan menjadi tambahan
penghasilan, sehinngga perlu dikurangi dengan kenaikan biaya, seperti
kenaikan penyusutan (penyusutan mesin baru – penyusutan mesin lama).
Dengan demikian dari contoh diatas dapat dihitung tambahan cashflow
sebagai berikut:

Penghematan tunai                               Rp.115.000.000,-
Tambahan Ph:
Ph Mesin Baru     = Rp.125.000.000
Ph Mesin Lama = Rp. 60.000.000
                                                Rp. 65.000.000,-
Tambahan EBIT                                   Rp. 50.000.000,-
Pajak 30 %                                      Rp. 15.000.000,-
Tambahan EAT                                    Rp. 35.000.000,-
Tambahan Penyusutan                             Rp. 65.000.000,-
Tambahan Cashflow                               Rp.100.000.000,-

Dengan demikian penggantian tersebut menghasilkan tambahan cashflow
sebesar Rp.100.000.000,-
Untuk menilai kelayakannya, misal dengan menggunakan metode NPV maka
dapat dihitung NPV nya sebagai berikut:

PV dari tambahan cashflow tahun 1-4 = Rp 100.000.000 x 2,690 = Rp269.000.000,-
PV dari nilai residu tahun 4       = Rp 200.000.000 x 0,516 = Rp103.200.000,-
     Total PV of Cashflow                                      Rp 372.200.000,-
     Investasi                                                 Rp 359.000.000,-
     Net Present Value                                         Rp 13.200.000,-
Dari perhitungan tersebut ternyata menghasilkan NPV positif sebesar Rp
13.200.000,- sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi penggantian
tersebut adalah layak.

Soal: 2
PT Argolawu sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesinnya yang
dibeli dua tahun lalu dengan harga Rp 360.000.000,- umur ekonomis 6 tahun,
dan nilai residu Rp 60.000.000,- dengan mesin baru yang lebih efisien yang
mempunyai harga Rp 500.000.000,- umur ekonomis 4 tahun dan nilai residu
Rp 150.000.000,- Mesin lama laku dijual dengan harga Rp 250.000.000,-
Atas penggantian tersebut didapatkan penghematan tunai dari efisiensi bahan
baku dan biaya tenaga kerja sebesar Rp 75 juta per tahun. Pajak 30 % dan
return yang diharapkan sebesar 17 %, apakah proyek penggantian ini layak?

                                                                                  9
PEMILIHAN INVESTASI DENGAN UMUR BERBEDA
Dalam keputusan investasi penggantian, kadang-kadang umur ekonomis dari
aktiva tetap yang akan diganti dengan aktiva tetap pengganti berbeda. Sebagai
contoh perusahaan akan mengadakan pembaharuan dalam pergudangan. Ada
dua alternative alat pemindah barang yaitu system conveyor(proyek C) dan
truk forklift (proyek F). Proyek C mempunyai umur 6 tahun dan proyek F
mempunyai umur 3 tahun. Investasi dan cashflow masing-masing proyek
adalah sebagai berikut:
Tahun               Proyek C                Proyek F
     0              -100.000.000,-          -50.000.000,-
     1                25.000.000,-            25.000.000,-
     2                35.000.000,-            27.500.000,-
     3                37.500.000,-            35.000.000,-
     4                35.000.000,-
     5                27.000.000,-
     6                35.000.000,-
NPV r= 15%                21.676.207        15.546.149
IRR                       22,72%            32,55%

Dari contoh diatas dapat dilihat dari analisis NPV proyek yang lebih baik
adalah proyek C, karena menghasilkan NPV positif lebih besar disbanding
proyek F. Tetapi jika dilihat dari analisis IRR ternyata proyek yang lebih baik
adalah proyek F, karena IRRnya lebih tinggi disbanding dengan proyek C.
Untuk itu penyelesaiannya dapat menggunakan :
   1) Replacement Chain Approach
   2) Equivalen Annual Annuity Approach
1.     Replacement Chain Approach
   yaitu merupakan metode yang menjadikan kedua mesin yang umurnya
   berbeda dibuat menjadi sama dengan mengasumsikan membeli mesin
   tersebut beberapa kali, sehingga menghasilkan umur yang sama.
   Misal: Mesin A umur ekonomis 2 tahun dan mesin B umur ekonomis 3
   tahaun. Maka untuk menyamakan umur mesin A dianggap membeli tiga
   kali sehingga umurnya 6 tahun, sedang mesin B dianggap membeli 2 kali
   sehingga umurnya sama. Selanjutnya kedua mesin tersebut dianalisis
   dengan NPV dan IRR, proyek yang memberikan NPV dan IRR lebih besar
   yang dianggap lebih baik.
   Dari contoh kasus proyek C dan F di atas, karena umur proyek F 3 tahun
   sementara proyek C mempunyai umur 6 tahun, maka proyek F dianggap
   melakukan 2 kali investasi. Sehingga proyek F akan tampak sbb:

   0        1            2            3            4            5            6

   -50000   25000        27500        35000        25000        27500 35000
                                      -50000
                                      -15000

                                                                            10
Dari cashflow tersebut, selanjutnya dihitung besarnya NPV dan IRR untuk
     proyek F selama enam tahun. Setelah dihitung discount rate 15% ternyata
     menghasilkan NPV sebesar Rp.25.757,5 dengan IRR sebesar 32,88%.
     Dengan demikian baik dengan NPV maupun dengan IRR lebih besar
     proyek F, oleh karena itu dusulkan yang dipilih adalah proyek F.

2.     Equivalen Annual Annuity Approach
    Dalam pendekatan ini, masing-masing proyek perlu dicari NPVnya, yang
    kemudian yang kemudian dibuat rata-rata tahunan dengan membaginya
    dengan discount factor anuitetnya selama umur ekonomis masing-masing
    proyek. Dengan demikian langkah yang perlu diambil adalah:
          1. Menghitung NPV masing-masing proyek dengan tingkat
              diskonto tertentu. Misal proyek C dan F di atas, dengan tingkat
              diskonto 15% diperoleh NPV proyek C = Rp 21.676.207 dan
              proyek F NPVnya = Rp15.545.149
          2. Menghitung discount factor anuity masing-masing proyek
              dengan discount rate sama dengan untuk mencari NPV yakni
              15%. Oleh karena itu discount factor 15% untuk 3 tahun =
              2,283 dan 6 tahun = 3,784.
          3. Selanjutnya menghitung Equivalen Annual Annuity (EAA)
              masing-masing proyek dengan jalan membagi NPV proyek
              dengan discount factor annuitynya.
             EAA proyek C = Rp 21.676.207 : 3,784 = Rp5.728.385,-
             EAA proyek F = Rp 15.546.149 : 2,283 = Rp6.809.527,-
       Dengan demikian EAA proyek F lebih besar, sehingga dengan metode
ini , proyek F sebaiknya yang dipilih sebab menghasilkan EAA lebih besar
disbanding dengan proyek C.




                                                                          11
12

More Related Content

What's hot

Tugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampinganTugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampinganOwnskin
 
ARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODAL
ARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODALARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODAL
ARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODALRoni Saputra
 
Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5Judianto Nugroho
 
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Dayana Florencia
 
Penentuan Harga Transfer
Penentuan Harga TransferPenentuan Harga Transfer
Penentuan Harga TransferMuhammad Fajar
 
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non BankSumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non BankM Abdul Aziz
 
Bab 2 akuntansi biaya
Bab 2 akuntansi biayaBab 2 akuntansi biaya
Bab 2 akuntansi biayaNugroho Adi
 
Return dan Risiko Aset Tunggal
Return dan Risiko Aset TunggalReturn dan Risiko Aset Tunggal
Return dan Risiko Aset TunggalTrisnadi Wijaya
 
Tugas manajemen keuangan madya, chapter review problem
Tugas manajemen keuangan madya, chapter review problemTugas manajemen keuangan madya, chapter review problem
Tugas manajemen keuangan madya, chapter review problemMeri Dwi
 
Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1
Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1
Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1Leo Dhunt
 
Deret berkala dan peramalan
Deret berkala dan peramalanDeret berkala dan peramalan
Deret berkala dan peramalanMaulina Sahara
 
Manajemen keuangan part 5 of 5
Manajemen keuangan part 5 of 5Manajemen keuangan part 5 of 5
Manajemen keuangan part 5 of 5Judianto Nugroho
 
Analisis titik impas
Analisis titik impasAnalisis titik impas
Analisis titik impasAtha Meidy
 
Manajemen keuangan bab 06
Manajemen keuangan bab 06Manajemen keuangan bab 06
Manajemen keuangan bab 06Lia Ivvana
 

What's hot (20)

Tugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampinganTugas 3 produk bersama dan produk sampingan
Tugas 3 produk bersama dan produk sampingan
 
ARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODAL
ARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODALARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODAL
ARUS KAS DAN BEBERAPA TOPIK LAIN DALAM PENGANGGARAN MODAL
 
Kontrak Opsi Saham
Kontrak Opsi SahamKontrak Opsi Saham
Kontrak Opsi Saham
 
4. metode transportasi
4. metode transportasi4. metode transportasi
4. metode transportasi
 
Akuntansi Biaya 5#5
Akuntansi Biaya 5#5Akuntansi Biaya 5#5
Akuntansi Biaya 5#5
 
Materi kuliah Saham
Materi kuliah SahamMateri kuliah Saham
Materi kuliah Saham
 
Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5
 
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
 
Penentuan Harga Transfer
Penentuan Harga TransferPenentuan Harga Transfer
Penentuan Harga Transfer
 
Bab 10
Bab 10Bab 10
Bab 10
 
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non BankSumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
Sumber Dana dan Penggunaan Dana Bank - Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank
 
Bab 2 akuntansi biaya
Bab 2 akuntansi biayaBab 2 akuntansi biaya
Bab 2 akuntansi biaya
 
Return dan Risiko Aset Tunggal
Return dan Risiko Aset TunggalReturn dan Risiko Aset Tunggal
Return dan Risiko Aset Tunggal
 
Tugas manajemen keuangan madya, chapter review problem
Tugas manajemen keuangan madya, chapter review problemTugas manajemen keuangan madya, chapter review problem
Tugas manajemen keuangan madya, chapter review problem
 
Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1
Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1
Materi 4-return-yang-diharapkan-dan-risiko-portofolio1
 
Deret berkala dan peramalan
Deret berkala dan peramalanDeret berkala dan peramalan
Deret berkala dan peramalan
 
Manajemen keuangan part 5 of 5
Manajemen keuangan part 5 of 5Manajemen keuangan part 5 of 5
Manajemen keuangan part 5 of 5
 
Analisis titik impas
Analisis titik impasAnalisis titik impas
Analisis titik impas
 
Manajemen keuangan bab 06
Manajemen keuangan bab 06Manajemen keuangan bab 06
Manajemen keuangan bab 06
 
Aspek Keuangan Studi Kelayakan Bisnis
Aspek Keuangan Studi Kelayakan BisnisAspek Keuangan Studi Kelayakan Bisnis
Aspek Keuangan Studi Kelayakan Bisnis
 

Similar to KEPUTUSAN INVESTASI

CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4
CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4
CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4Yoyo Sudaryo
 
4. konsep penilaian investasi
4.  konsep penilaian investasi4.  konsep penilaian investasi
4. konsep penilaian investasiRatih Aryati
 
PPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.ppt
PPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.pptPPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.ppt
PPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.pptAhmadWp1
 
CapitalBudgeting Basic.ppt
CapitalBudgeting Basic.pptCapitalBudgeting Basic.ppt
CapitalBudgeting Basic.pptMhmdRidwanM
 
7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.ppt7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.pptNellyAgustini
 
7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.ppt7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.pptNellyAgustini
 
Bab 7 analisis investasi bagian 1
Bab 7 analisis investasi bagian 1Bab 7 analisis investasi bagian 1
Bab 7 analisis investasi bagian 1Dodi Suryadi
 
memahami manajemen keuangan modul 4.pptx
memahami manajemen keuangan modul 4.pptxmemahami manajemen keuangan modul 4.pptx
memahami manajemen keuangan modul 4.pptxDenzbaguseNugroho
 
Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03
Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03
Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03Queenton
 
Capital budgeting
Capital budgetingCapital budgeting
Capital budgetingliethy
 
Penyusunan Anggaran Jangka Panjang
Penyusunan Anggaran Jangka PanjangPenyusunan Anggaran Jangka Panjang
Penyusunan Anggaran Jangka Panjang9elevenStarUnila
 
Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.
Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.
Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.Mukhtarbustami
 
Capital Budgeting.ppt
Capital Budgeting.pptCapital Budgeting.ppt
Capital Budgeting.pptjenniferfei2
 
Anggaran Modal (Capital Budgeting).ppt
Anggaran Modal (Capital Budgeting).pptAnggaran Modal (Capital Budgeting).ppt
Anggaran Modal (Capital Budgeting).pptAchmadHasanHafidzi
 
Bahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus Bisnis
Bahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus BisnisBahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus Bisnis
Bahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus BisnisPutratamaAdhityoKres
 

Similar to KEPUTUSAN INVESTASI (20)

CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4
CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4
CAPITAL BUDGETING-AIBK-SESI 4
 
4. konsep penilaian investasi
4.  konsep penilaian investasi4.  konsep penilaian investasi
4. konsep penilaian investasi
 
Capital Budgeting
Capital Budgeting Capital Budgeting
Capital Budgeting
 
PPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.ppt
PPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.pptPPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.ppt
PPT PEKAN 3 Teori Investasi dan Pasar Modal.pdf.ppt
 
CapitalBudgeting Basic.ppt
CapitalBudgeting Basic.pptCapitalBudgeting Basic.ppt
CapitalBudgeting Basic.ppt
 
Analisis_Investasi.pptx
Analisis_Investasi.pptxAnalisis_Investasi.pptx
Analisis_Investasi.pptx
 
7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.ppt7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.ppt
 
7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.ppt7. Capital Budgeting.ppt
7. Capital Budgeting.ppt
 
Bab 7 analisis investasi bagian 1
Bab 7 analisis investasi bagian 1Bab 7 analisis investasi bagian 1
Bab 7 analisis investasi bagian 1
 
memahami manajemen keuangan modul 4.pptx
memahami manajemen keuangan modul 4.pptxmemahami manajemen keuangan modul 4.pptx
memahami manajemen keuangan modul 4.pptx
 
Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03
Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03
Investment Decision Criteria/abshor.marantika/Queenton Lita Karina Piscesa/3-03
 
P-14 PENGANGGARAN MODAL PRILAKU KEUANGAN.ppt
P-14 PENGANGGARAN MODAL PRILAKU KEUANGAN.pptP-14 PENGANGGARAN MODAL PRILAKU KEUANGAN.ppt
P-14 PENGANGGARAN MODAL PRILAKU KEUANGAN.ppt
 
Capital budgeting
Capital budgetingCapital budgeting
Capital budgeting
 
Penyusunan Anggaran Jangka Panjang
Penyusunan Anggaran Jangka PanjangPenyusunan Anggaran Jangka Panjang
Penyusunan Anggaran Jangka Panjang
 
Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.
Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.
Penganggaran modal Manajemen keuangan_1.
 
Bab. 13 Keputusan Investasi Modal
Bab. 13 Keputusan Investasi ModalBab. 13 Keputusan Investasi Modal
Bab. 13 Keputusan Investasi Modal
 
Capital Budgeting.ppt
Capital Budgeting.pptCapital Budgeting.ppt
Capital Budgeting.ppt
 
Anggaran Modal (Capital Budgeting).ppt
Anggaran Modal (Capital Budgeting).pptAnggaran Modal (Capital Budgeting).ppt
Anggaran Modal (Capital Budgeting).ppt
 
Analisis keputusan
Analisis keputusanAnalisis keputusan
Analisis keputusan
 
Bahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus Bisnis
Bahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus BisnisBahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus Bisnis
Bahan Materi Tutorial Online I Mata Kuliah Analisis Kasus Bisnis
 

KEPUTUSAN INVESTASI

  • 1. KEPUTUSAN INVESTASI Pada prinsipnya semua keputusan yang diambil oleh manajer keuangan baik yang menyangkut keputusan investasi, keputusan pembelanjaan dan kebijakan dividen memiliki tujuan yang sama. Semua itu mensyaratkan suatu estimasi hasil yang diharapkan dan risiko atau kemungkinan tidak diperolehnya hasil seperti yang diharapkan. Keputusan investasi mempunyai dimensi waktu jangka panjang, sehingga keputusan yang diambil harus dipertimbangkan dengan baik, karena mempunyai konsekwensi berjangka panjang pula. Perencanaan terhadap keputusan investasi sangat penting karena beberapa hal sebagai berikut: a. Dana yang dikeluarkan untuk investasi jumlahnya besar, dan dana tersebut tidak bisa diperoleh kembali dalam jangka pendek atau diperoleh sekaligus. b. Dana yang dikeluarkan akan terikat dalam jangka panjang, sehingga perusahaan harus menunggu untuk memperoleh kembalinya dana yang sudah diinvestasikan. Dengan demikian akan mempengaruhi penyediaan dana untuk keperluan lain. c. Keputusan investasi menyangkaut harapan terhadap hasil keuntungan di masa yang akan dating. Kesalahan dalam mengadakan peramalan akan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. d. Keputusan investasi berjangka panjang, sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan akan mempunyai akibat yang panjang dan berat, serta kesalahan dalam keputusan ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian yang besar. ALIRAN KAS (CAHFLOW) Keputusan investasi yang dilakukan oleh perusahaan mengharapkan akan bisa ditutup oleh penerimaan-penerimaan dimasa yang akan datang. Dimana penerimaan tersebut berasal dari proyeksi keuntungan yang diperoleh atas investasi yang bersangkutan. Keuntungan ini bisa dalam dua pengertian: 1)Laba Akuntansi yaitu laba yang terdapat dalam laporan keuangan yang disusun oleh bagian akuntansi yakni cukup dilihat dari laba pada laporan Rugi-Laba. 2)Laba Tunai yaitu laba berupa aliran kas atau cashflow. PENGGOLONGAN CASHFLOW Cashflow dikelompokkan dalam 3 macam aliran kas: 1)Inicial Cashflow adalah aliran kas yang berhubungan dengan pengeluaran-pengeluaran kas untuk keperluan investasi, seperti pengeluaran kas untuk pembelian tanah,pembangunan pabrik, pembelian mesin, pengeluaran kas lain dalam rangka mendapatkan aktiva tetap. Termasuk dalam inicial 1
  • 2. cashflow adalah kebutuhan dana yang akan digunakan untuk modal kerja. Inicial cashflow biasanya dikeluarkan pada saat awal pendirian statu proyek investasi. 2)Operacional Cashflow merupakan aliran kas yang akan dipergunakan untuk menutup investasi. Operational cashflow biasanya diterima setiap tahun selama usia investasi, dan berupa aliran kas bersih. Operasional cashflow diperoleh dapat dihitung dengan menambahkan laba akuntansi(EAT) dengan penyusustan. Permasalahan operasional cashflow ini muncul bila dalam keputusan investasi sumber dana yang dipergunakan berasal dari hutang, yang mengakibatkan laba setelah pajak berbeda, dan tentunya akan mengakibatkan cashflownya menjadi berbeda antara bila dibelanjai dengan modal sendiri dan dibelanjai dengan hutang. Sehingga suatu proyek akan kelihatan lebih baik dibiayai dengan modal sendiri sebab akan menghasilkan cashflow yang lebih besar. Padahal satu proyek hanya mempunyai kesimpulan yaitu layak apa tidak layak, tidak peduli apakah proyek itu dibiayai dengan modal sendiri atau modal asing. Oleh karena itu dalam menaksir operasiona cashflow tidak boleh mencampuradukkan keputusan pembiayaan dengan keputusan investasi. Sehingga untuk menaksir aliran kas operasi bila sebagian atau seluruhnya dibelanjai dengan modal asing adalah : Cashflow= Laba Setelah Pajak+Penyusutan+Bunga(1-pajak) 3)Terminal cashflow merupakan aliran kas yang diterima sebagai akibat habisnya umur ekonomis suatu proyek.( seperti niali residu dan modal kerja yang digunakan) METODE PENILAIAN INVESTASI Ada beberapa alat analisa dalam menilai keputusan investasi Yaitu: 1. Metode Accounting Rate of Return 2. Metode Payback Periode 3. Metode Net Present Value 4. Metode Internal Rate of Return 5. Metode Profitability Index *Metode Accounting Rate of Return adalah metode penilaian investasi yang mengukur seberapa besar tingkat keuntungan dari investasi. Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi, sehingga angka yang digunakan adalah laba setelah pajak(EAT) yang dibandingkan dengan rata-rata investasi. Rata-rata EAT ARR = Rata-rata Investasi 2
  • 3. untuk menghitung rata-rata EAT dengan cara menjumlahkan EAT selama umur investasi dibagi dengan umur investasi. sedangkan untuk menghitung rata-rata investasi hádala investasi dengan nilai residu dibagi 2. **Metode Payback Periode hádala metode yang mengukur lamanya dana investasi yang ditanamkan kembali seperti semula.(statu periode yang diperlukan untuk menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan aliran kas yang diterima) Investasi Payback Periode = x 1Th Cashflow ***Metode Net Present Value Salah satu metode untuk menilai investasi yang memperhatikan time value of money adalah net present value. NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari cashflow dengan nilai sekarang dari investasi. Untuk menghitung NPV, pertama menghitung present value dari penerimaan atau cashflow dengan discount rate tertentu, kemudian dibandingkan dengan present value dari investasi. Jika selisih antara PV dari cashflow lebih besar berarti terdapat NPV positif, artinya proyek investasi adalah layak. dan sebaliknya. ****Metode Internal Rate of Return Jika pada NPV mencari nilai sekarang bersih dengan tingkat discount rate tertentu, maka metode IRR mencari discount rate yang dapat menyamakan antara present value dari aliran kas dengan present value dari investasi. atau IRR adalah tingkat discount rate yang dapat menyamakan PV of cashflow dengan PV of investment. Sehingga untu mencari besar IRR diperlukan data NPV yang mempunyai dua kutub positif dan negative. dan selanjutnya dilakukan interpolasi. NPVrr IRR = rr + x (rt –rr) TPVrr - TPVrt Dimana: rr = tingkat discount rate(r) lebih rendah rt = tingkat discount rate(r) lebih tinggi TPV = Total Present Value NPV = Net Present Value ***** Metode Profitability Index metode ini membandingkan antara present value dari penerimaan dengan present value dari investasi. Jika PI lebih besar dari 1, maka proyek dikatakan layak untuk dijalankan. 3
  • 4. Contoh: À. PT DUTA merencanakan sebuah proyek investasi yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp.750.000.000,- Dana tersebut Rp.100.000.000,- merupakan modal kerja, dan sisanya modal tetap dengan nilai residu diperkirakan sebesar Rp.150.000.000,-dan mempunyai umur ekonomis 5 tahun. Proyeksi penjualan selama usia ekonomis diperkirakan sebagai berikut: Tahun 1 Rp.400.000.000,- Tahun 2 Rp.450.000.000,- Tahun 3 Rp.500.000.000,- Tahun 4 Rp.550.000.000,- Tahun 5 Rp.600.000.000,- Struktur biaya pada proyek ini adalah biaya variabel 40%, dan biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.20.000.000,-pertahun. Pajak yang diperhitungkan 30% dan return yang diharapkan 18 %. Dari data tersebut apakah proyek investasi tersebut layak dijalankan! (Gunakan 5 metode penilaian) JAWAB: Perhitungan laba setelah pajak dan cashflow(000) KETERANGAN Tahun1 Tahun2 Tahun3 Tahun4 Tahun5 Penjualan 400.000 450.000 500.000 550.000 600.000 Biaya Variabel 160.000 180.000 200.000 220.000 240.000 Bia Tetap Tunai 20.000 20.000 20.000 20.000 20.000 Penyusutan 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 Total Biaya 280.000 300.000 320.000 340.000 360.000 Laba Sbl Pajak 120.000 150.000 180.000 210.000 240.000 Pajak 30% 36.000 45.000 54.000 63.000 72.000 Laba Setelah Pajak 84.000 105.000 126.000 147.000 168.000 Penyusutan 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 Nilai Residu - - - - 150.000 Modal Kerja - - - - 100.000 Cashflow 184.000 205.000 226.000 247.000 518.000 Analisa Kelayakan: 1. Accounting Rate of Return 84.000 + 105.000 + 126.000 + 147.000 +168.000/5 ARR = X 100% 750.000+150.000 2 = 28 % Karena tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18% ,maka menurut metode ini investasi layak untuk dijalankan. 2. Payback Period Investasi 750.000 4
  • 5. Cashflow th1 184.000 566.000 Cashflow th2 205.000 361.000 Cashflow th3 226.000 135.000 Cashflow th 4 247.000 135.000 Payback Periode = 3 tahun + x 1Th 247.000 = 3,55 tahun Jika target kembalinya investasi 4 tahun, maka investasi ini layak ,karena PBP lebih kecil disbanding dengan target kembalinya investasi. 3. Net Present Value Tabel Perhitungan Net Present Value r = 18% Tahun Cashflow Discount Factor Present Value R =18% Of Cashflow 1 184.000.000 0,847 155.848.000 2 205.000.000 0,718 147.190.000 3 226.000.000 0,609 137.634.000 4 247.000.000 0,516 127.452.000 5 518.000.000 0,437 226.366.000 Total Present Value of Cashflow 794.490.000 Present Value of Investment 750.000.000 44.490.000 Dengan menggunakan tingkat keuntungan yang diharapkan sebesar 18%, ternyata diperoleh NPV sebesar Rp.44.490.000,- Artinya dengan NPV positif maka proyek investasi ini layak untuk dilaksanakan. 4. Internal Rate of Return Tabel Perhitungan Net Present Value r = 24% Tahun Cashflow Discount Factor Present Value R =24% Of Cashflow 1 184.000.000 0,806 148.304.000 2 205.000.000 0,650 133.250.000 3 226.000.000 0,524 118.424.000 4 247.000.000 0,423 104.481.000 5 518.000.000 0,341 176.638.000 Total Present Value of Cashflow 681.097.000 Present Value of Investment 750.000.000 -68.903.000 5
  • 6. Dengan demikian : rr = 18 % NPVrr = 44.490.000 rt = 24% TPVrr = 794.490.000,- TPVrt = 681.097.000,- NPVrr IRR = rr + x (rt –rr) TPVrr - TPVrt 44.490.000 IRR = 18% + x (24% -18%) 794.490.000 – 681.097.000 IRR = 20,35% Karena IRR yang diperoleh lebih besar dari tingkat keuntungan yang disyaratkan maka proyek tersebut layak untuk dijalankan. 5. Profitability Index PV of Cashflow Profitability Index = Investasi 794.490.000 PI = 750.000.000 = 1,06 Karena PI lebih besar dari 1 maka proyek dikatakan layak. Soal : 1. PT Swadaya awal tahu 2010 mempertimbangkan sebuah proyek yang membutuhkan dana sebesar Rp.1.300.000.000,-.Dana tersebut, sebesar Rp.200.000.000,- diperuntukkan sebagai modal kerja, sedang sisanya sebagai modal tetap. Umur ekonomis proyek tersebut diperkirakan 6 tahun dengan nilai residu Rp.150.000.000,- Proyeksi Penjualan untuk tahun-tahun kedepan adalah sebagai berikut : Tahun 2010 Rp.400.000.000,- Tahun 2011 Rp.600.000.000,- Tahun 2012 Rp. 750.000.000,- Tahun 2013 Rp.850.000.000,- Tahun 2014 Rp.900.000.000,- 6
  • 7. Tahun 2015 Rp.1000.000.000,- Struktur biaya dari proyek ini adalah 40% merupakan biaya variabel. Biaya tetap tunai selain penyusutan sebesar Rp.50.000.000,- per tahun. Pajak 30% dan keuntungan yang disyaratkan sebesar 17 %. Menurut saudara apakah proyek ini layak? INVESTASI PENGGANTIAN Karena kemajuan teknologi, kadang peralatan dan mesin yang digunakan oleh perusahaan menjadi ketinggalan jaman (out of date) padahal umur ekonomisnya masih cukup panjang. Aktiva tetap baru tersebut bisa lebih efisien, sehingga dapat menghemat biaya- biaya yang dikeluarkan, seperti penghematan biaya tenaga kerja, penghematan bahan baku dan sebagainya. Investasi penggantian adalah mengganti aktiva tetap lama yang masih mempunyai umur ekonomis dengan aktiva tetap baru yang lebih menguntungkan. Karena AT lama masih mempunyai umur ekonomis, artinya At lama tersebut mempunyai nilai buku, yaitu selisih harga perolehan aktiva dikurangi dengan akumulasi penyusutannya. AT lama juga mempunyai harga jual, sehingga bila diganti dengan AT baru perlu dihitung laba atau rugi atas penjualan aktiva tetap lama tersebut. Laba didapat jika harga jual aktiva tetap lama lebih tinggi dibanding dengan nilai bukunya.dan sebaliknya, jika harga jual lebih rendah dibanding nilai bukunya berarti mengalami kerugian. Untuk menilai penggantian aktiva tetap layak atau tidak layak, perlu menghitung: (1) Investasi bersih, (2) tambahan cashflow. Investasi Bersih Pada penilaian investasi penggantian, yang dianalisis adalah besarnya tambahan keuntungan dan tambahan investasi. Tambahan investasi atau sering disebut investasi bersih ini didapatkan dari harga beli aktiva baru dengan penerimaan bersih atas penjualan mesin lama. Dengan demikian perhitungan investasi bersih sebagai berikut: a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama Harga beli aktiva tetap lama xxx Akumulasi penyusutan xxx Nilai Buku xxx Harga jual aktiva tetap lama xxx Laba(Rugi) penjualan AT lama xxx Pajak xxx Laba bersih penjualan AT lama xxx b. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih 7
  • 8. Nilai buku AT lama xxx Laba(Rugi) penjualan AT lama xxx Penerimaan bersih xxx Harga Beli AT baru xxx Investasi Bersih xxx investasi bersih ini nantinya yang akan menjadi initial cashflow yang harus ditutup dengan aliran kas yang diterima dari penggantian. Contoh: PT Abadi merencanakan akan mengganti mesin yang dibeli 3 tahun lalu seharga Rp.500.000.000,- umur ekonomis 7 tahun dan nilai residu Rp.80.000.000,- dengan mesin baru yang diperkirakan lebih efisien seharga Rp.700.000.000,- dengan umur ekonomis 4 tahun dan nilai residu sebesar Rp.200.000.000,- Mesin lama diperkirakan akan laku dijual dengan harga Rp.350.000.000,- Atas penggantian mesin tersebut diharapkan akan bisa menghemat biaya tunai dari penurunan bahan baku dan biaya TK sebesar Rp.115.000.000,- Pajak 30% dan return yang diharapkan sebesar 18% Dari contoh soal tersebut kita bisa menghitung besarnya investasi bersih sebagai berikut: 500juta - 80 juta Penyusutan Mesin Lama per tahun = = Rp.60 juta 7 700juta - 200 juta Penyusutan Mesin Baru per tahun = = Rp.125 juta 4 a. Perhitungan penjualan aktiva tetap lama Harga beli aktiva tetap lama 500.000.000 Akumulasi penyusutan 3xRp60.000.000 180.000.000 Nilai Buku 320.000.000 Harga jual aktiva tetap lama 350.000.000 Laba(Rugi) penjualan AT lama 30.000.000 Pajak 9.000.000 Laba bersih penjualan AT lama 21.000.000 b. Perhitungan penerimaan bersih dan investasi bersih Nilai buku AT lama 320.000.000 Laba bersih penjualan AT lama 21.000.000 Penerimaan bersih 341.000.000 Harga Beli AT baru 700.000.000 Investasi Bersih 359.000.000 Investasi bersih ini (359.000.000) yang nantinya akan ditutup dengan penerimaan – penerimaan dari proyek penggantian ini.(atau sebagai initial cashflow) 8
  • 9. Tambahan Cashflow Untuk menilai kelayakan investasi penggantian , aliran kas yang digunakan adalah aliran kas tambahan(incremental cashflow) yang disebabkan penggantian aktiva tetap tersebut. Tambahan aliran kas ini bisa disebabkan karena adanya penghematan biaya tunai seperti turunya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja, dan juga karena peningkatan penjualan yang disebabkan aktiva tetap baru. Penghematan-penghematan ini akan menjadi tambahan penghasilan, sehinngga perlu dikurangi dengan kenaikan biaya, seperti kenaikan penyusutan (penyusutan mesin baru – penyusutan mesin lama). Dengan demikian dari contoh diatas dapat dihitung tambahan cashflow sebagai berikut: Penghematan tunai Rp.115.000.000,- Tambahan Ph: Ph Mesin Baru = Rp.125.000.000 Ph Mesin Lama = Rp. 60.000.000 Rp. 65.000.000,- Tambahan EBIT Rp. 50.000.000,- Pajak 30 % Rp. 15.000.000,- Tambahan EAT Rp. 35.000.000,- Tambahan Penyusutan Rp. 65.000.000,- Tambahan Cashflow Rp.100.000.000,- Dengan demikian penggantian tersebut menghasilkan tambahan cashflow sebesar Rp.100.000.000,- Untuk menilai kelayakannya, misal dengan menggunakan metode NPV maka dapat dihitung NPV nya sebagai berikut: PV dari tambahan cashflow tahun 1-4 = Rp 100.000.000 x 2,690 = Rp269.000.000,- PV dari nilai residu tahun 4 = Rp 200.000.000 x 0,516 = Rp103.200.000,- Total PV of Cashflow Rp 372.200.000,- Investasi Rp 359.000.000,- Net Present Value Rp 13.200.000,- Dari perhitungan tersebut ternyata menghasilkan NPV positif sebesar Rp 13.200.000,- sehingga dapat disimpulkan bahwa investasi penggantian tersebut adalah layak. Soal: 2 PT Argolawu sedang mempertimbangkan untuk mengganti mesinnya yang dibeli dua tahun lalu dengan harga Rp 360.000.000,- umur ekonomis 6 tahun, dan nilai residu Rp 60.000.000,- dengan mesin baru yang lebih efisien yang mempunyai harga Rp 500.000.000,- umur ekonomis 4 tahun dan nilai residu Rp 150.000.000,- Mesin lama laku dijual dengan harga Rp 250.000.000,- Atas penggantian tersebut didapatkan penghematan tunai dari efisiensi bahan baku dan biaya tenaga kerja sebesar Rp 75 juta per tahun. Pajak 30 % dan return yang diharapkan sebesar 17 %, apakah proyek penggantian ini layak? 9
  • 10. PEMILIHAN INVESTASI DENGAN UMUR BERBEDA Dalam keputusan investasi penggantian, kadang-kadang umur ekonomis dari aktiva tetap yang akan diganti dengan aktiva tetap pengganti berbeda. Sebagai contoh perusahaan akan mengadakan pembaharuan dalam pergudangan. Ada dua alternative alat pemindah barang yaitu system conveyor(proyek C) dan truk forklift (proyek F). Proyek C mempunyai umur 6 tahun dan proyek F mempunyai umur 3 tahun. Investasi dan cashflow masing-masing proyek adalah sebagai berikut: Tahun Proyek C Proyek F 0 -100.000.000,- -50.000.000,- 1 25.000.000,- 25.000.000,- 2 35.000.000,- 27.500.000,- 3 37.500.000,- 35.000.000,- 4 35.000.000,- 5 27.000.000,- 6 35.000.000,- NPV r= 15% 21.676.207 15.546.149 IRR 22,72% 32,55% Dari contoh diatas dapat dilihat dari analisis NPV proyek yang lebih baik adalah proyek C, karena menghasilkan NPV positif lebih besar disbanding proyek F. Tetapi jika dilihat dari analisis IRR ternyata proyek yang lebih baik adalah proyek F, karena IRRnya lebih tinggi disbanding dengan proyek C. Untuk itu penyelesaiannya dapat menggunakan : 1) Replacement Chain Approach 2) Equivalen Annual Annuity Approach 1. Replacement Chain Approach yaitu merupakan metode yang menjadikan kedua mesin yang umurnya berbeda dibuat menjadi sama dengan mengasumsikan membeli mesin tersebut beberapa kali, sehingga menghasilkan umur yang sama. Misal: Mesin A umur ekonomis 2 tahun dan mesin B umur ekonomis 3 tahaun. Maka untuk menyamakan umur mesin A dianggap membeli tiga kali sehingga umurnya 6 tahun, sedang mesin B dianggap membeli 2 kali sehingga umurnya sama. Selanjutnya kedua mesin tersebut dianalisis dengan NPV dan IRR, proyek yang memberikan NPV dan IRR lebih besar yang dianggap lebih baik. Dari contoh kasus proyek C dan F di atas, karena umur proyek F 3 tahun sementara proyek C mempunyai umur 6 tahun, maka proyek F dianggap melakukan 2 kali investasi. Sehingga proyek F akan tampak sbb: 0 1 2 3 4 5 6 -50000 25000 27500 35000 25000 27500 35000 -50000 -15000 10
  • 11. Dari cashflow tersebut, selanjutnya dihitung besarnya NPV dan IRR untuk proyek F selama enam tahun. Setelah dihitung discount rate 15% ternyata menghasilkan NPV sebesar Rp.25.757,5 dengan IRR sebesar 32,88%. Dengan demikian baik dengan NPV maupun dengan IRR lebih besar proyek F, oleh karena itu dusulkan yang dipilih adalah proyek F. 2. Equivalen Annual Annuity Approach Dalam pendekatan ini, masing-masing proyek perlu dicari NPVnya, yang kemudian yang kemudian dibuat rata-rata tahunan dengan membaginya dengan discount factor anuitetnya selama umur ekonomis masing-masing proyek. Dengan demikian langkah yang perlu diambil adalah: 1. Menghitung NPV masing-masing proyek dengan tingkat diskonto tertentu. Misal proyek C dan F di atas, dengan tingkat diskonto 15% diperoleh NPV proyek C = Rp 21.676.207 dan proyek F NPVnya = Rp15.545.149 2. Menghitung discount factor anuity masing-masing proyek dengan discount rate sama dengan untuk mencari NPV yakni 15%. Oleh karena itu discount factor 15% untuk 3 tahun = 2,283 dan 6 tahun = 3,784. 3. Selanjutnya menghitung Equivalen Annual Annuity (EAA) masing-masing proyek dengan jalan membagi NPV proyek dengan discount factor annuitynya. EAA proyek C = Rp 21.676.207 : 3,784 = Rp5.728.385,- EAA proyek F = Rp 15.546.149 : 2,283 = Rp6.809.527,- Dengan demikian EAA proyek F lebih besar, sehingga dengan metode ini , proyek F sebaiknya yang dipilih sebab menghasilkan EAA lebih besar disbanding dengan proyek C. 11
  • 12. 12