Teknik Penganggaran Modal 
(Capital Budgeting) 
Anis Zakiyyah Fithriyani 
(125020200111043)
Penganggaran 
Modal 
 Penganggaran modal meliputi keseluruhan proses perencanaan 
pengeluaran uang, di mana hasil pengembaliannya diharapkan 
terjadi dalam jangka waktu yang lebih dari satu tahun. 
Pentingnya Penganggaran 
Modal 
 Semua departemen dalam suatu perusahaan (dept. produksi, 
pemasaran, dsb) dipengaruhi oleh keputusan penganggaran modal 
sehingga semua pihak yang terlibat dalam aktivitas perusahaan harus 
menyadari dan memahami proses pengambilan keputusan 
penganggaran modal yang diambil. 
 Penganggaran modal harus dilakukan dengan tepat sehingga tidak 
menginvestasikan terlalu banyak modal untuk peralatan yang akan 
menambah beban aktiva tetap yang tidak perlu namun tidak pula 
kurang dalam menganggarkan modal sehingga tidak dapat memenuhi 
kebutuhan pasar.
Tinjauan tentang 
Penganggaran Modal 
Perusahaan sebaiknya beroperasi pada tingkat di mana 
marginal revenue sama dengan marginal cost yang mana 
artinya perusahaan telah melakukan pengambilan keputusan 
penganggaran modal yang akan memaksimumkan laba. 
MR = MC
Setelah melalui proses pengembangan 
gagasan, tahap pertama proses 
penganggaran modal adalah menyusun 
daftar usulan investasi baru disertai 
dengan data yang diperlukan untuk 
penilaian. 
4 golongan investasi: 
 Penggantian (replacement) 
 Perluasan (expansion) 
 Pertumbuhan (growth) 
 lain-lain (milsanya alat pengendali 
Usulan Investasi 
pencemaran)
Aspek Administrasi 
Setelah disusun suatu anggaran modal, maka 
harus dibuat jadwal/skedul pembiayaan. Bagian 
keuangan perusahaan bertanggung jawab dalam 
membuat jadwal dan pencarian dana sesuai 
dengan kebutuhan investasi dan bekerja sama 
dengan bagian operasi dalam membuat catatan 
yang sistematis tentang penggunaan dana dan 
pemasangan mesin. Program penganggaran modal 
yang efektif membutuhkan informasi sebagai 
dasar untuk menilai dan mengevaluasi keputusan 
pengeluaran modal yaitu tahap umpan-balik dan 
tahap pengendalian dalam penganggaran modal 
yang biasanya disebut post-audit-review 
(pratinjau pascaaudit).
Memilih Usulan Alternatif 
 Usulan proyek biasanya lebih banyak dari 
kemauan dan kemampuan perusahaan 
untuk membiayainya sehingga diperlukan 
metode untuk membedakan antara proyek 
yang menguntungkan dan yang tidak 
menguntungkan. 
 Sifat proyek: 
Mutually exclusive  pemilihan satu 
proyek meniadakan proyek lainnya/saling 
meniadakan. 
Non-mutually exclusive  pemilihan satu
Ukuran Arus Kas untuk Penganggaran Modal 
• Arus kas untuk penganggaran modal didefinisikan 
sebagai arus kas sesudah pajak atas semua 
modal perusahaan. 
• Definisi arus kas dalam konteks ini tidak 
dipengaruhi oleh keputusan sumber pembiayaan 
perusahaan, misalnya jumlah hutang yang 
digunakan sehingga, keputusan investasi dan 
keputusan pembiayaan perlu dipisahkan dalam 
penggunaan definisi arus kas untuk tujuan 
penganggaran modal.
Semua prosedur dalam penentuan peringkat proyek 
(pembuatan skala prioritas) yang akan didanai harus 
didukung dengan data yang baik (terpat). 
Penyiapan data memerlukan pemantauan dan evaluasi 
yang kontinyu oleh orang yang kompeten di bidangnya, 
seperti insinyur, akuntan, ekonom, analis biaya dan para 
ahli lainnya. 
Setelah biaya dan manfaat telah diestimasi, data-data ini 
akan digunakan dalam menyusun peringkat usulan 
alternatif investasi. 
Pentingnya Data yang Baik
Menyusun Peringkat 
Usulan Investasi 
Metode untuk menyusun peringkat usulan 
investasi: 
a. Metode jangka pengembalian (payback period ) 
b. Hasil pengembalian atas aktiva (return on asset , 
ROA) 
c. Metode nilai sekarang bersih (net present value , 
NPV) 
d. Metode tingkat hasil pengembalian internal 
(internal rate of return , IRR)
Prinsip-prinsip Umum 
Kriteria pengambilan keputusan yang optimal: 
pemilihan proyek dari mutually exclusive proyek akan 
memaksimumkan kekayaan pemegang saham. 
pertimbangan atas semua arus kas dengan tepat, 
pendiskontoan arus kas pada biaya modal yang sesuai, 
yaitu biaya kesempatan atas modal yang ditentukan oleh 
pasar, 
memungkinkan manajer untuk mempertimbangkan setiap 
proyek secara independen dari proyek lainnya (prinsip 
penambahan nilai/value additivity principle).
Perbandingan antaraMetode NPV dan IRR 
NPV dan IRR merupakan teknik arus kas yang 
didiskontokan (discounted cash flow), tetapi keduanya 
memilih proyek yang berbeda dari proyek-proyek yang 
bersifat mutually exclusive. Namun, kriteria NPV 
merupakan satu-satunya metode penganggaran modal 
yang selalu konsisten dengan memaksimasi kekayaan 
pemegang saham.
Metode NPV akan menerima semua proyek 
non-mutually exclusive yang NPV-nya lebih 
besar daripada nol dan akan mengurutkan 
proyek mutually exclusive berdasarkan 
besar NPV-nya, memilih proyek yang lebih 
besar nilai NPV-nya. 
Metode IRR mencari angka IRR yang 
memaksa fungsi persamaan sama dengan 
nol.
Lembar Kerja Penganggaran Modal (Capital Budgeting Worksheet ) 
Lembar Kerja Alternatif untuk Penilaian Proyek Penganggaran Modal (dalam ribuan rupiah) 
Sebelum Pajak Sesudah Pajak Tahun Kejadian Faktor PV 10% PV 
Pengeluaran pd saat 
melakukan investasi 
Mesin baru 12.000 12.000 0 1,0000 12.000 
Nilai sisa mesin lama (1.000) (1.000) 0 1,0000 (1.000) 
Pengaruh pajak thd. 
penjualan 
(4.000) (1.600) 0 1,0000 (1.600) 
Tmbhn modal kerja (jika 
perlu) 
– 0 1,0000 – 
Jumlah pengeluaran (PV dari biaya) 9.400 
Pengeluaran atau 
pengembalian tahunan 
Pendapatan 3.000 1.800 1-10 6,1446 11.060 
Depresiasi mesin baru 1.000 400 1-10 6,1446 2.458 
Depresiasi mesin lama (500) (200) 1-10 6,1446 (1.229) 
Nilai sisa mesin baru 2.000 2.000 10 0,3855 771 
Hasil pengembalian 
modal (jika perlu) 
– 10 0,3855 – 
Jumlah penerimaan (PV dari pendapatan) 13.060
Jika perusahaan menggunakan metode penyusutan yang 
dipercepat, maka pengurangan beban penyusutan tidak lagi 
konstan seperti ketika menggunakan metode garis lurus. 
Beban penyusutan diperhitungkan membengkak dalam awal-awal 
tahun, kemudian akan menurun. Akan tetapi untuk 
keseluruhan periode dari analisis penganggaran modal, nilai 
sekarang dari semua pengurangan pajak karena penyusutan 
dipercepat dapat dihitung. 
PV = T (faktor PV penyusutan yang dipercepat)I 
Penyusutan yang 
Dipercepat
Penyusutan yang Dipercepat 
Tahun Bagian Penyusutan 
yang Diperhitungkan 
Jumlah 
Penyusutan 
Faktor 
Diskonto 10% 
Hasil 
1 5/15 0,33333 0,9091 0,3030 
2 4/15 0,26667 0,8264 0,2204 
3 3/15 0,20000 0,7513 0,1503 
4 2/15 0,13333 0,6830 0,0911 
5 1/15 0,06667 0,6209 0,0414 
Jumlah 1,00000 Faktor= 0,8062
Proyek Dengan Umur yang Berbeda 
Proyek mutually exclusive dengan umur yang berbeda (dalam ribuan rupiah) 
TAHUN PROYEK A PPROYEK B 
0 17.500 17.500 
1 10.500 7.000 
2 10.500 7.000 
3 8.313 
Proyek A dan proyek B bersifat saling meniadakan dan memiliki umur yang berbeda. 
Jika biaya kesempatan dari modal adalah 10%, maka NPV proyek A adalah Rp 723.140 
dan NPV proyek B adalah Rp 894.440. Jika kedua proyek tersebut dapat dibuat dalam 
skala yang konstan, maka proyek A lebih baik daripada proyek B karena menghasilkan 
arus kas yang lebih cepat. Selama proyek tidak unik, maka dapat diasumsikan bahwa 
proyek dapat diulang. Satu cara untuk membuat dua proyek memiliki basis yang sama 
adalah dengan mengulang proyek A dan proyek B hingga keduanya memiliki masa 
akhir yang sama.
Proyek-proyek Dengan Skala yang 
Berbeda 
Empat proyek dengan skala yang berbeda (umur lima tahun, k = 10%), dalam ribuan 
rupiah 
Proyek Investasi Cash Flow PV dari 
CF 
NPV IRR (%) PI 
A 400.000 121.347 460.000 60.000 15,7 1,15 
B 250.000 74.523 282.500 32.500 14,9 1,13 
C 350.000 102.485 388.500 38.500 14,2 1,11 
D 300.000 85.470 324.000 24.000 13,2 1,08 
E 100.000 23.742 90.000 – 10.000 6,0 0,90 
Jika dalam keadaan penjatahan modal, nilai perusahaan tidak akan maksimum. 
Jika manajemen bermaksud memaksimumkan kekayaan pemegang saham, maka 
semua proyek dengan NPV positif harus diterima. Jika manajer menghadapi 
penjatahan modalyang benar-benar terbatas dan tidak bisa menghindarkan diri 
dari kendala tersebut, maka sasaran yang harus dicapai sebaiknya adalah 
memaksimasi nilai dengan syarat bahwa anggaran modal tidak dilampaui.
Teknik penganggaran modal

Teknik penganggaran modal

  • 1.
    Teknik Penganggaran Modal (Capital Budgeting) Anis Zakiyyah Fithriyani (125020200111043)
  • 2.
    Penganggaran Modal Penganggaran modal meliputi keseluruhan proses perencanaan pengeluaran uang, di mana hasil pengembaliannya diharapkan terjadi dalam jangka waktu yang lebih dari satu tahun. Pentingnya Penganggaran Modal  Semua departemen dalam suatu perusahaan (dept. produksi, pemasaran, dsb) dipengaruhi oleh keputusan penganggaran modal sehingga semua pihak yang terlibat dalam aktivitas perusahaan harus menyadari dan memahami proses pengambilan keputusan penganggaran modal yang diambil.  Penganggaran modal harus dilakukan dengan tepat sehingga tidak menginvestasikan terlalu banyak modal untuk peralatan yang akan menambah beban aktiva tetap yang tidak perlu namun tidak pula kurang dalam menganggarkan modal sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar.
  • 3.
    Tinjauan tentang PenganggaranModal Perusahaan sebaiknya beroperasi pada tingkat di mana marginal revenue sama dengan marginal cost yang mana artinya perusahaan telah melakukan pengambilan keputusan penganggaran modal yang akan memaksimumkan laba. MR = MC
  • 4.
    Setelah melalui prosespengembangan gagasan, tahap pertama proses penganggaran modal adalah menyusun daftar usulan investasi baru disertai dengan data yang diperlukan untuk penilaian. 4 golongan investasi:  Penggantian (replacement)  Perluasan (expansion)  Pertumbuhan (growth)  lain-lain (milsanya alat pengendali Usulan Investasi pencemaran)
  • 5.
    Aspek Administrasi Setelahdisusun suatu anggaran modal, maka harus dibuat jadwal/skedul pembiayaan. Bagian keuangan perusahaan bertanggung jawab dalam membuat jadwal dan pencarian dana sesuai dengan kebutuhan investasi dan bekerja sama dengan bagian operasi dalam membuat catatan yang sistematis tentang penggunaan dana dan pemasangan mesin. Program penganggaran modal yang efektif membutuhkan informasi sebagai dasar untuk menilai dan mengevaluasi keputusan pengeluaran modal yaitu tahap umpan-balik dan tahap pengendalian dalam penganggaran modal yang biasanya disebut post-audit-review (pratinjau pascaaudit).
  • 6.
    Memilih Usulan Alternatif  Usulan proyek biasanya lebih banyak dari kemauan dan kemampuan perusahaan untuk membiayainya sehingga diperlukan metode untuk membedakan antara proyek yang menguntungkan dan yang tidak menguntungkan.  Sifat proyek: Mutually exclusive  pemilihan satu proyek meniadakan proyek lainnya/saling meniadakan. Non-mutually exclusive  pemilihan satu
  • 7.
    Ukuran Arus Kasuntuk Penganggaran Modal • Arus kas untuk penganggaran modal didefinisikan sebagai arus kas sesudah pajak atas semua modal perusahaan. • Definisi arus kas dalam konteks ini tidak dipengaruhi oleh keputusan sumber pembiayaan perusahaan, misalnya jumlah hutang yang digunakan sehingga, keputusan investasi dan keputusan pembiayaan perlu dipisahkan dalam penggunaan definisi arus kas untuk tujuan penganggaran modal.
  • 8.
    Semua prosedur dalampenentuan peringkat proyek (pembuatan skala prioritas) yang akan didanai harus didukung dengan data yang baik (terpat). Penyiapan data memerlukan pemantauan dan evaluasi yang kontinyu oleh orang yang kompeten di bidangnya, seperti insinyur, akuntan, ekonom, analis biaya dan para ahli lainnya. Setelah biaya dan manfaat telah diestimasi, data-data ini akan digunakan dalam menyusun peringkat usulan alternatif investasi. Pentingnya Data yang Baik
  • 9.
    Menyusun Peringkat UsulanInvestasi Metode untuk menyusun peringkat usulan investasi: a. Metode jangka pengembalian (payback period ) b. Hasil pengembalian atas aktiva (return on asset , ROA) c. Metode nilai sekarang bersih (net present value , NPV) d. Metode tingkat hasil pengembalian internal (internal rate of return , IRR)
  • 10.
    Prinsip-prinsip Umum Kriteriapengambilan keputusan yang optimal: pemilihan proyek dari mutually exclusive proyek akan memaksimumkan kekayaan pemegang saham. pertimbangan atas semua arus kas dengan tepat, pendiskontoan arus kas pada biaya modal yang sesuai, yaitu biaya kesempatan atas modal yang ditentukan oleh pasar, memungkinkan manajer untuk mempertimbangkan setiap proyek secara independen dari proyek lainnya (prinsip penambahan nilai/value additivity principle).
  • 11.
    Perbandingan antaraMetode NPVdan IRR NPV dan IRR merupakan teknik arus kas yang didiskontokan (discounted cash flow), tetapi keduanya memilih proyek yang berbeda dari proyek-proyek yang bersifat mutually exclusive. Namun, kriteria NPV merupakan satu-satunya metode penganggaran modal yang selalu konsisten dengan memaksimasi kekayaan pemegang saham.
  • 12.
    Metode NPV akanmenerima semua proyek non-mutually exclusive yang NPV-nya lebih besar daripada nol dan akan mengurutkan proyek mutually exclusive berdasarkan besar NPV-nya, memilih proyek yang lebih besar nilai NPV-nya. Metode IRR mencari angka IRR yang memaksa fungsi persamaan sama dengan nol.
  • 13.
    Lembar Kerja PenganggaranModal (Capital Budgeting Worksheet ) Lembar Kerja Alternatif untuk Penilaian Proyek Penganggaran Modal (dalam ribuan rupiah) Sebelum Pajak Sesudah Pajak Tahun Kejadian Faktor PV 10% PV Pengeluaran pd saat melakukan investasi Mesin baru 12.000 12.000 0 1,0000 12.000 Nilai sisa mesin lama (1.000) (1.000) 0 1,0000 (1.000) Pengaruh pajak thd. penjualan (4.000) (1.600) 0 1,0000 (1.600) Tmbhn modal kerja (jika perlu) – 0 1,0000 – Jumlah pengeluaran (PV dari biaya) 9.400 Pengeluaran atau pengembalian tahunan Pendapatan 3.000 1.800 1-10 6,1446 11.060 Depresiasi mesin baru 1.000 400 1-10 6,1446 2.458 Depresiasi mesin lama (500) (200) 1-10 6,1446 (1.229) Nilai sisa mesin baru 2.000 2.000 10 0,3855 771 Hasil pengembalian modal (jika perlu) – 10 0,3855 – Jumlah penerimaan (PV dari pendapatan) 13.060
  • 14.
    Jika perusahaan menggunakanmetode penyusutan yang dipercepat, maka pengurangan beban penyusutan tidak lagi konstan seperti ketika menggunakan metode garis lurus. Beban penyusutan diperhitungkan membengkak dalam awal-awal tahun, kemudian akan menurun. Akan tetapi untuk keseluruhan periode dari analisis penganggaran modal, nilai sekarang dari semua pengurangan pajak karena penyusutan dipercepat dapat dihitung. PV = T (faktor PV penyusutan yang dipercepat)I Penyusutan yang Dipercepat
  • 15.
    Penyusutan yang Dipercepat Tahun Bagian Penyusutan yang Diperhitungkan Jumlah Penyusutan Faktor Diskonto 10% Hasil 1 5/15 0,33333 0,9091 0,3030 2 4/15 0,26667 0,8264 0,2204 3 3/15 0,20000 0,7513 0,1503 4 2/15 0,13333 0,6830 0,0911 5 1/15 0,06667 0,6209 0,0414 Jumlah 1,00000 Faktor= 0,8062
  • 16.
    Proyek Dengan Umuryang Berbeda Proyek mutually exclusive dengan umur yang berbeda (dalam ribuan rupiah) TAHUN PROYEK A PPROYEK B 0 17.500 17.500 1 10.500 7.000 2 10.500 7.000 3 8.313 Proyek A dan proyek B bersifat saling meniadakan dan memiliki umur yang berbeda. Jika biaya kesempatan dari modal adalah 10%, maka NPV proyek A adalah Rp 723.140 dan NPV proyek B adalah Rp 894.440. Jika kedua proyek tersebut dapat dibuat dalam skala yang konstan, maka proyek A lebih baik daripada proyek B karena menghasilkan arus kas yang lebih cepat. Selama proyek tidak unik, maka dapat diasumsikan bahwa proyek dapat diulang. Satu cara untuk membuat dua proyek memiliki basis yang sama adalah dengan mengulang proyek A dan proyek B hingga keduanya memiliki masa akhir yang sama.
  • 17.
    Proyek-proyek Dengan Skalayang Berbeda Empat proyek dengan skala yang berbeda (umur lima tahun, k = 10%), dalam ribuan rupiah Proyek Investasi Cash Flow PV dari CF NPV IRR (%) PI A 400.000 121.347 460.000 60.000 15,7 1,15 B 250.000 74.523 282.500 32.500 14,9 1,13 C 350.000 102.485 388.500 38.500 14,2 1,11 D 300.000 85.470 324.000 24.000 13,2 1,08 E 100.000 23.742 90.000 – 10.000 6,0 0,90 Jika dalam keadaan penjatahan modal, nilai perusahaan tidak akan maksimum. Jika manajemen bermaksud memaksimumkan kekayaan pemegang saham, maka semua proyek dengan NPV positif harus diterima. Jika manajer menghadapi penjatahan modalyang benar-benar terbatas dan tidak bisa menghindarkan diri dari kendala tersebut, maka sasaran yang harus dicapai sebaiknya adalah memaksimasi nilai dengan syarat bahwa anggaran modal tidak dilampaui.

Editor's Notes

  • #11 Prinsip tersebut sangat penting oleh karena dengan prinsip demikian berarti proyek-proyek akan dipertimbangkan berdasarkan keunggulannya masing-masing, tanpa perlu melihat berbagai kombinasinya dengan proyek lain.