Dr. Frans Dione Nasir, M.Si
081319906898 / fransdionesa@gmail.com
IPDN-KEMDAGRI
LATAR BELAKANG
Indonesia dewasa ini sedang memasuki era demokrasi yang
sesungguhnya, dengan menggunakan model demokrasi universal.
Pada masa sebelumnya kita sudah pernah menggunakan model
demokrasi liberal, demokrasi terpimpin (pada masa orde lama),
demokrasi versi orba, yang sebenarnya merupakan model demokrasi
menurut pandangan para penguasa.
Formula demokrasi yang terkenal dari Abraham Lincoln yang disebut
sebagai " The Gettysburg Formula" yakni : "GOVERNMENT OF THE
PEOPLE, BY THE PEOPLE, FOR THE PEOPLE".(Pemerintahan dari,
oleh, dan untuk rakyat).
LEMBAGA
FORMAL DAN
KELEMBAGAAN
LEGISLATIF
EKSEKUTIF
YUDIKATIF
INSTITUTIONALISASI
DEMOKRASI
PRESS
MASYARAKAT CIVIL
DPR/DPD
PEMERINTAH
PERADILAN
Mau kemana arah demokrasi kita?
Apakah akan menuju pada "demokrasi yang beku" (frozen
democracy)? Seperti yang diungkapkan oleh Sorensen, dengan
ciri-ciri :
1) Kemajuan ekonomi menimbulkan disparitas, dan belum
seimbang dari sisi aspek pemerataan.
2) Berhentinya proses pembentukan masyarakat warga (civil
society);
3) Konsolidasi sosial-politik yang tidak pernah mencapai soliditas
yang sesungguhnya, tetapi bersifat semu;
4) Penyelesaian masalah-masalah sosial-politik-hukum yang
tidak pernah tuntas yang diwariskan oleh rejim-rejim
pendahulu.
Demokrasi mempunyai "anak kandung", yaitu
desentralisasi. Sebab hakekat desentralisasi adalah
"menyelesaikan masalah setempat, oleh orang setempat,
dengan cara setempat" (prinsip subsidiaritas).
Desentralisasi adalah "transfer kewenangan dan
tanggung jawab berkaitan dengan fungsi-fungsi publik
dari pemerintah pusat kepada organisasi pemerintah
subnasional, organisasi semi bebas, ataupun kepada
sektor privat. (Litvack & Seddon, 1999 : 2).
Intisari desentralisasiI
1. Adanya transfer kewenangan dan tanggungjawab mengenai
fungsi -fungsi publik;
2. Transfer tersebut berasal dari pemerintah pusat;
3. Transfer tersebut diberikan kepada entitas yang di bentuk di
daerah
Melahirkan
Daerah
Otonom
PERBEDAAN
OTONOMI DAERAH
adalah hak, wewenang, dan
kewajiban daerah otonom
untuk mengatur dan
mengurus sendiri Urusan
Pemerintahan dan
kepentingan masyarakat
setempat dalam sistem
Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
DAERAH OTONOM
Kesatuan masyarakat
Hukum yang mempunyai
batas-batas wilayah yang
berwenang mengatur dan
mengurus urusan
pemerintahan dan
kepentingan masyarakat
setempat menurut prakarsa
sendiri berdasarkan aspirasi
dalam sistem NKRI.
Hakekat otonomi daerah.
Indonesia  Negara kesatuan yang berbentuk republik 
Pelaksanaan pemerintahan dibagi atas daerah provinsi 
propinsi dibagi atas kabupaten dan kota  mempunyai
pemda yang mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan menurut asas.
Asas otonomi.
1. Desentralisasi
2. Dekonsentrasi
Tugas pembantuan.
4 macam
Desentralisasi.
Desentralisasi Politik.
Bertujuan menyalurkan semangat demokrasi secara positif
di Masyarakat.
Desentralisasi administrasi. Bertujuan agar
penyelenggaraan pemerintah dapat berjalan secara
efektif dan efesien terutama dlm hal pelayanan
pemerintahan.
Desentralisasi ekonomi / pasar.
Bertujuan untuk lebih memberikan tanggung jawab yang ber
Kaitan sektor publik ke sektor privat.
Desentralisasi fiskal.
Bertujuan memberikan kesempatan kepada daerah untuk
Menggali berbagai sumber dana.
PARADIGMA PEMERINTAHAN
NASIONAL
Indonesia adalah negara republik berbentuk kesatuan
(unitaris) yang berkedaulatan rakyat , SERTA yang
terdesentralisasi.
Dilihat secara hierarkhis, sistem pemerintahan di
Indonesia terdiri dari :
Subsistem Pemerintahan Propinsi - Sub-
subsistem Pemerintahan
Kabupaten/Kota
Sub-sub-subsistem Pemerintahan Desa.
Sistem Pemerintahan Nasional
MODEL PEMENCARAN KEKUASAAN
DALAM RANGKA DESENTRALISASI
PEMERINTAH PUSAT
LEGISLATIF EKSEKTUTIF YUDIKATIF AUDITIF
(DPR) (PRESIDEN) (MA) (BPK)
DAERAH OTONOM
PEMERINTAH DAERAH DPRD
M P R D P R PRESIDEN
DAERAH
OTONOM
DESENTRALISASI
SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA
GUBERNUR &
INSTANSI
VERTIKAL
DEKONSENTRASI
BADAN PENGELOLA
BUMN, OTORITA,DLL
DELEGASI
(DESENTRALISASI FUNGSIONAL)
LEMBAGA NEGARA
LAINNYA
B P K M A M K
TUGAS
PEMBANTUAN
PEMERINTAHAN
DAERAH/
PEMERINTAHAN
DESA
MENTERI2MENTERI-2
D P D
PRESIDEN
Pemerintahan Daerah
KEMENDAGRI
Kementerian/LPNK
KoordinasiKoordinasi
Sebagian
Urusan
Tanggungjawab
PUSAT
DAERAH
Otonomi Seluas-luasnya Ps
18 (5) UUD ‘45
Psl 17 UUD 1945
PEMEGANG KEKUASAAN
PEMERINTAHAN – PSL 4
(1) UUD 1945
KEKUA SA A N P EM ERINTA H A N
KONKURENABSOLUT
1. PERTAHANAN
2. KEAMANAN
3. AGAMA
4. YUSTISI
5. POLITIK LUAR
NEGERI
6. MONETER &
FISKAL
PILIHANWAJIB
PELAYANAN
DASAR
NON
PELAYANAN
DASAR
S P M
KLA SI F IKA SI URUSA N P EM ERINTA H AN
URUSAN
PEMERINTAHAN
UMUM
1. PEMBINAAN WAWASAN
KEBANGSAAN;
2. PEMBINAAN PERSATUAN
KESATUAN;
3. PEMBINAAN KERUKUNAN
ANTAR SARA
4. PKS;
5. KOORDINSASI TUGAS
ANTARISNTANSI YG ADA DI
DAERAH;
6. PENGEMBANGAN
DEMOKRASI;
7. PELAKSANAAN URUSAN
PEMERINTAHAN YG
BUKAN MRP
KEWENANGAN DAERAH/
TDK DILAKSANAKAN
INSTANSI VERTIKAL
APBN
WAJIB
PELAYANAN
DASAR
NON PELAYANAYAN
DASAR
S P M
P EM B AGIA N URUSA N P EM ERINTA H AN KO N KUREN
PILIHAN
1. Pendidikan;
2. Kesehatan;
3. PU & tt ruang;
4. Prmhan & kwsn
permukiman
5. Tramtibum &
linmas
6. sosial
Tenaga Kerja,
Pemberdayaan
Perempuan &
Pelindungan Anak,
Pangan, Pertanahan, LH,
Adminduk & Capil, PMD,
pengendalian pddk &KB,
perhubungan, Kominfo,
Koperasi, Usaha Kecil &
Menengah , Penanaman
Modal, Kepemudaan &
Olahraga, Statistik,
Persandian, Kebudayaan,
Perpustakaan dan
Kearsipan
1. Kelautan &
Perikanan
2. Pariwisata
3. Pertanian
4. Kehutanan
5. ESDM
6. Perdagangan
7. Perindustrian
8. Transmigrasi
Dibagi berdasarkan prinsip
Eksternalitas, Akuntabilitas
dan Efisiensi dan Kriteria
tertentu
URUSAN PEMERINTAHAN
Dalam amandemen UUD 1945 Pasal 17 dan Pasal 18,
istilah baku yang dipakai adalah “urusan
pemerintahan” bukan “kewenangan”
15
* (2) Pemerintahan daerah propinsi,
daerah kabupaten, dan kota mengatur
dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan menurut asas otonomi
dan tugas pembantuan.
* (5) Pemerintahan daerah
menjalankan otonomi seluas-luasnya,
kecuali urusan pemerintahan yang oleh
undang-undang ditentukan sebagai
urusan Pemerintah.
16
BAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN YANG DILAKSANAKAN OLEH
MASING-MASING TINGKATAN PEMERINTAHAN
1. Pusat: berwenang membuat norma-norma, standar,
prosedur, kriteria, monitoring dan evaluasi, supervisi,
fasilitasi, pengawasan dan urusan-urusan pemerintahan
dengan eksternalitas nasional.
2. Provinsi: berwenang mengatur dan mengurus urusan-urusan
pemerintahan dengan eksternalitas regional (lintas
Kabupaten/Kota) dengan mengacu pada norma, standar,
pedoman dan kriteria (NSPK) dari Pemerintah.
3. Kabupaten/Kota: berwenang mengatur dan mengurus
urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas lokal
(dalam satu Kabupaten/Kota) dengan mengacu pada norma,
standar, pedoman dan kriteria (NSPK) dari Pemerintah.
17

01 hubungan pusat - daerah dalam implementasi otda-fd

  • 1.
    Dr. Frans DioneNasir, M.Si 081319906898 / fransdionesa@gmail.com IPDN-KEMDAGRI
  • 2.
    LATAR BELAKANG Indonesia dewasaini sedang memasuki era demokrasi yang sesungguhnya, dengan menggunakan model demokrasi universal. Pada masa sebelumnya kita sudah pernah menggunakan model demokrasi liberal, demokrasi terpimpin (pada masa orde lama), demokrasi versi orba, yang sebenarnya merupakan model demokrasi menurut pandangan para penguasa. Formula demokrasi yang terkenal dari Abraham Lincoln yang disebut sebagai " The Gettysburg Formula" yakni : "GOVERNMENT OF THE PEOPLE, BY THE PEOPLE, FOR THE PEOPLE".(Pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat).
  • 3.
  • 4.
    Mau kemana arahdemokrasi kita? Apakah akan menuju pada "demokrasi yang beku" (frozen democracy)? Seperti yang diungkapkan oleh Sorensen, dengan ciri-ciri : 1) Kemajuan ekonomi menimbulkan disparitas, dan belum seimbang dari sisi aspek pemerataan. 2) Berhentinya proses pembentukan masyarakat warga (civil society); 3) Konsolidasi sosial-politik yang tidak pernah mencapai soliditas yang sesungguhnya, tetapi bersifat semu; 4) Penyelesaian masalah-masalah sosial-politik-hukum yang tidak pernah tuntas yang diwariskan oleh rejim-rejim pendahulu.
  • 5.
    Demokrasi mempunyai "anakkandung", yaitu desentralisasi. Sebab hakekat desentralisasi adalah "menyelesaikan masalah setempat, oleh orang setempat, dengan cara setempat" (prinsip subsidiaritas). Desentralisasi adalah "transfer kewenangan dan tanggung jawab berkaitan dengan fungsi-fungsi publik dari pemerintah pusat kepada organisasi pemerintah subnasional, organisasi semi bebas, ataupun kepada sektor privat. (Litvack & Seddon, 1999 : 2). Intisari desentralisasiI 1. Adanya transfer kewenangan dan tanggungjawab mengenai fungsi -fungsi publik; 2. Transfer tersebut berasal dari pemerintah pusat; 3. Transfer tersebut diberikan kepada entitas yang di bentuk di daerah Melahirkan Daerah Otonom
  • 6.
    PERBEDAAN OTONOMI DAERAH adalah hak,wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri Urusan Pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. DAERAH OTONOM Kesatuan masyarakat Hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi dalam sistem NKRI.
  • 7.
    Hakekat otonomi daerah. Indonesia Negara kesatuan yang berbentuk republik  Pelaksanaan pemerintahan dibagi atas daerah provinsi  propinsi dibagi atas kabupaten dan kota  mempunyai pemda yang mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas. Asas otonomi. 1. Desentralisasi 2. Dekonsentrasi Tugas pembantuan.
  • 8.
    4 macam Desentralisasi. Desentralisasi Politik. Bertujuanmenyalurkan semangat demokrasi secara positif di Masyarakat. Desentralisasi administrasi. Bertujuan agar penyelenggaraan pemerintah dapat berjalan secara efektif dan efesien terutama dlm hal pelayanan pemerintahan. Desentralisasi ekonomi / pasar. Bertujuan untuk lebih memberikan tanggung jawab yang ber Kaitan sektor publik ke sektor privat. Desentralisasi fiskal. Bertujuan memberikan kesempatan kepada daerah untuk Menggali berbagai sumber dana.
  • 9.
    PARADIGMA PEMERINTAHAN NASIONAL Indonesia adalahnegara republik berbentuk kesatuan (unitaris) yang berkedaulatan rakyat , SERTA yang terdesentralisasi. Dilihat secara hierarkhis, sistem pemerintahan di Indonesia terdiri dari : Subsistem Pemerintahan Propinsi - Sub- subsistem Pemerintahan Kabupaten/Kota Sub-sub-subsistem Pemerintahan Desa. Sistem Pemerintahan Nasional
  • 10.
    MODEL PEMENCARAN KEKUASAAN DALAMRANGKA DESENTRALISASI PEMERINTAH PUSAT LEGISLATIF EKSEKTUTIF YUDIKATIF AUDITIF (DPR) (PRESIDEN) (MA) (BPK) DAERAH OTONOM PEMERINTAH DAERAH DPRD
  • 11.
    M P RD P R PRESIDEN DAERAH OTONOM DESENTRALISASI SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA GUBERNUR & INSTANSI VERTIKAL DEKONSENTRASI BADAN PENGELOLA BUMN, OTORITA,DLL DELEGASI (DESENTRALISASI FUNGSIONAL) LEMBAGA NEGARA LAINNYA B P K M A M K TUGAS PEMBANTUAN PEMERINTAHAN DAERAH/ PEMERINTAHAN DESA MENTERI2MENTERI-2 D P D
  • 12.
    PRESIDEN Pemerintahan Daerah KEMENDAGRI Kementerian/LPNK KoordinasiKoordinasi Sebagian Urusan Tanggungjawab PUSAT DAERAH Otonomi Seluas-luasnyaPs 18 (5) UUD ‘45 Psl 17 UUD 1945 PEMEGANG KEKUASAAN PEMERINTAHAN – PSL 4 (1) UUD 1945 KEKUA SA A N P EM ERINTA H A N
  • 13.
    KONKURENABSOLUT 1. PERTAHANAN 2. KEAMANAN 3.AGAMA 4. YUSTISI 5. POLITIK LUAR NEGERI 6. MONETER & FISKAL PILIHANWAJIB PELAYANAN DASAR NON PELAYANAN DASAR S P M KLA SI F IKA SI URUSA N P EM ERINTA H AN URUSAN PEMERINTAHAN UMUM 1. PEMBINAAN WAWASAN KEBANGSAAN; 2. PEMBINAAN PERSATUAN KESATUAN; 3. PEMBINAAN KERUKUNAN ANTAR SARA 4. PKS; 5. KOORDINSASI TUGAS ANTARISNTANSI YG ADA DI DAERAH; 6. PENGEMBANGAN DEMOKRASI; 7. PELAKSANAAN URUSAN PEMERINTAHAN YG BUKAN MRP KEWENANGAN DAERAH/ TDK DILAKSANAKAN INSTANSI VERTIKAL APBN
  • 14.
    WAJIB PELAYANAN DASAR NON PELAYANAYAN DASAR S PM P EM B AGIA N URUSA N P EM ERINTA H AN KO N KUREN PILIHAN 1. Pendidikan; 2. Kesehatan; 3. PU & tt ruang; 4. Prmhan & kwsn permukiman 5. Tramtibum & linmas 6. sosial Tenaga Kerja, Pemberdayaan Perempuan & Pelindungan Anak, Pangan, Pertanahan, LH, Adminduk & Capil, PMD, pengendalian pddk &KB, perhubungan, Kominfo, Koperasi, Usaha Kecil & Menengah , Penanaman Modal, Kepemudaan & Olahraga, Statistik, Persandian, Kebudayaan, Perpustakaan dan Kearsipan 1. Kelautan & Perikanan 2. Pariwisata 3. Pertanian 4. Kehutanan 5. ESDM 6. Perdagangan 7. Perindustrian 8. Transmigrasi Dibagi berdasarkan prinsip Eksternalitas, Akuntabilitas dan Efisiensi dan Kriteria tertentu
  • 15.
    URUSAN PEMERINTAHAN Dalam amandemenUUD 1945 Pasal 17 dan Pasal 18, istilah baku yang dipakai adalah “urusan pemerintahan” bukan “kewenangan” 15 * (2) Pemerintahan daerah propinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan. * (5) Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah.
  • 16.
    16 BAGIAN URUSAN PEMERINTAHANYANG DILAKSANAKAN OLEH MASING-MASING TINGKATAN PEMERINTAHAN 1. Pusat: berwenang membuat norma-norma, standar, prosedur, kriteria, monitoring dan evaluasi, supervisi, fasilitasi, pengawasan dan urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas nasional. 2. Provinsi: berwenang mengatur dan mengurus urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas regional (lintas Kabupaten/Kota) dengan mengacu pada norma, standar, pedoman dan kriteria (NSPK) dari Pemerintah. 3. Kabupaten/Kota: berwenang mengatur dan mengurus urusan-urusan pemerintahan dengan eksternalitas lokal (dalam satu Kabupaten/Kota) dengan mengacu pada norma, standar, pedoman dan kriteria (NSPK) dari Pemerintah.
  • 17.

Editor's Notes