PENILAIAN KINERJA PNS
Berdasarkan PP 30 Tahun 2019
REFORMASI BIROKRASI
.... UNTUK MENJAWAB TANTANGAN DI
MASA DEPAN
Amanat UU ASN
Penilaian kinerja PNS bertujuan untuk menjamin
objektivitas pembinaan PNS yang didasarkan sistem
prestasi dan sistem karier.
Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan
perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat
unit atau organisasi, dengan memperhatikan target,
capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta
perilaku PNS.
Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif,
terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan.
Pasal 75 dan 76
Amanat UU ASN
Penilaian kinerja PNS dapat mempertimbangkan
pendapat rekan kerja setingkat dan bawahannya.
Hasil penilaian kinerja PNS digunakan untuk
menjamin objektivitas dalam pengembangan PNS, dan
dijadikan sebagai persyaratan dalam pengangkatan
jabatan dan kenaikan pangkat, pemberian tunjangan
dan sanksi, mutasi, dan promosi, serta untuk
mengikuti pendidikan dan pelatihan.
PNS yang penilaian kinerjanya tidak mencapai target
kinerja dikenakan sanksi administrasi sampai dengan
pemberhentian sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.Pasal 77
SIAPA YANG HARUS MENGETAHUI
PENILAIAN KINERJA PNS INI?
YOUR SITE HERE
Semua PNS harus mengetahui dan memahami proses
penilaian kinerja ini.
BUKAN HANYA PENILAI, TETAPI SEMUA
Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Negeri Sipil
adalah suatu proses sistematis yang terdiri dari
perencanaan kinerja; pelaksanaan, pemantauan, dan
pembinaan kinerja; penilaian kinerja; tindak lanjut;
dan sistem informasi kinerja.
Sasaran Kinerja Pegawai yang selanjutnya disingkat
SKP adalah rencana kinerja dan target yang akan
dicapai oleh seorang PNS yang harus dicapai setiap
tahun.
APAKAH PENILAIAN KINERJA PNS?
PROSES PENILAIAN SECARA SISTEMATIS TERHADAP
SASARAN KERJA PEGAWAI DAN PERILAKU KERJA PNS
Biro Kepegawaian, Kemdikbud
.....yang dinilai?
Apakah Sasaran Kerja
Pegawai tercapai?
Apakah Perilaku Kerja
Pegawai baik?
1
2
Apakah Prinsip Dasar dalam PK PNS?
1. Objektif
2. Terukur
3. Akuntabel
4. Partisipasi
5. Transparan
Sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh penilaian
subjektif pribadi dari penilai
Dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif.
Seluruh hasil penilaian kinerja harus dapat dipertanggungjawabkan
Seluruh proses penilaian prestasi kerja dengan melibatkan secara aktif antara
pejabat penilai dengan PNS yang dinilai
Seluruh proses dan hasil penilaian prestasi kerja bersifat terbuka dan tidak
bersifat rahasia
SIAPA PENILAI PERILAKU?
PNS
Atasan
Langsung
Pejabat Yang
ditugaskan
menjadi atasan
langsung
Rekan Kerja
Bawahan
Langsung
Penilaian Kinerja PNS dilakukan dalam suatu
Sistem Manajemen Kinerja PNS
Pelaksanaan
Kinerja
Pelaksanaan,
Pemantauan
dan Pembinaan
PenilaianTindak Lanjut
Sistem
Informasi
Kinerja
APAKAH SASARAN KERJA PEGAWAI?
SKP = RENCANA KERJA DAN TARGET YG AKAN DICAPAI OLEH
SEORANG PNS.
SKP DISEPAKATI OLEH PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN
DENGAN PEJABAT PENILAI KINERJA PNS SETELAH DIREVIU
OLEH PENGELOLA KINERJA
SKP memuat:
KINERJA UTAMA
KINERJA TAMBAHAN
KINERJA UTAMA DAN KINERJA
TAMBAHAN MEMUAT :
1. INDIKATOR KINERJA INDIVIDU
2. TARGET KINERJA
Kriterian Indikator Kinerja
Spesifik
Terukur
Realistis
Memiliki batas waktu
Menyesuaikan Kondisi Internal dan Eksternal
Target Kinerja Meliputi Aspek
Kuantitas
Kualitas
Waktu
Biaya
PREDIKAT PENILAIAN KINERJA
YOUR SITE HERE
SEBUTAN
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang
Sangat Kurang
ANGKA
110 -120
90 -110
70 -90
50 -70
<50
KUALITAS WAKTUKUANTITAS
Bobot penilaian SKP adalah 60% -70%, meliputi Aspek
BIAYA
SANKSI
Pejabat pimpinan tinggi, pejabat administrasi, dan pejabat
fungsional yang tidak memenuhi Target kinerja dapat dikenakan
sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian.
Pejabat pimpinan tinggi yang tidak
memenuhi Target kinerja yang
diperjanjikan selama 1 (satu) tahun pada
suatu jabatan, yang diberikan penilaian
kinerja Cukup, Kurang, atau Sangat
Kurang diberikan kesempatan selama 6
(enam) bulan untuk memperbaiki
kinerjanya.
Pejabat Administrasi atau Pejabat
Fungsional yang mendapatkan penilaian
kinerja dengan predikat Kurang atau
Sangat Kurang diberikan kesempatan
selama 6 (enam) bulan untuk
memperbaiki kinerjanya.
BAGAIMANA BENTUK FORMULIR SKP?
NO 1. PEJABAT YANG MENILAI NO 2. PNS YANG DINILAI
1 Nama 1 Nama
2 NIP 2 NIP
3 Pangkat/Gol. Ruang 3 Pangkat/Gol.
Ruang
4 Jabatan 4 Jabatan
5 Unit Kerja 5 Unit Kerja
NO
3. KEGIATAN TUGAS
JABATAN
TARGET
KUANTITAS
(OUTPUT)
KUALITAS
(MUTU)
WAKTU BIAYA
TUGAS TAMBAHAN
disepakati antara pimpinan Unit Kerja atau Pejabat
Penilai Kinerja PNS dengan yang bersangkutan;
diformalkan dalam surat keputusan;
di luar tugas pokok jabatan;
sesuai dengan kapasitas yang dimiliki pegawai yang
bersangkutan; dan/ atau
terkait langsung dengan tugas atau output
organisasi
BAGAIMANA PENILAIAN PENCAPAIAN SKP?
PENILAIAN SKP DILAKUKAN DENGAN CARA
MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI KERJA
DENGAN TARGET DARI ASPEK KUANTITAS,
KUALITAS, WAKTU DAN/ATAU BIAYA, DIKALIKAN
DENGAN BOBOT KEGIATAN.
BILA REALISASI KERJA MELEBIHI DARI TARGET
MAKA CAPAIAN SKP DAPAT LEBIH DARI 100
(SERATUS)
BILA SKP TIDAK TERCAPAI YG DIAKIBATKAN OLEH
FAKTOR DI LUAR KEMAMPUAN INDIVIDU PNS,
MAKA PENILAIAN DIDASARKAN PD
PERTIMBANGAN KONDISI PENYEBABNYA
REALISASI
TARGET
APAKAH PERILAKU KERJA PEGAWAI?
SETIAP TINGKAH LAKU,
SIKAP ATAU TINDAKAN
YANG DILAKUKAN OLEH
PNS ATAU TIDAK
MELAKUKAN SESUATU
YANG SEHARUSNYA
DILAKUKAN SESUAI
DENGAN KETENTUAN
PERUNDANG-
UNDANGAN.
Bobot Perilaku Kerja
PNS adalah 30% - 40%.
BAGAIMANA PENILAIAN PERILAKU KERJA PNS?
PENILAIAN PKP DILAKUKAN MELALUI PENGAMATAN TERHADAP
PNS YANG BERSANGKUTAN SESUAI KRITERIA YANG DITENTUKAN
PEJABAT PENILAI DAPAT MEMPERTIMBANGKAN MASUKAN DARI
PEJABAT PENILAI LAIN YANG SETINGKAT DI LINGKUNGAN UNIT
KERJA MASING-MASING
NILAI PKP DAPAT DIBERIKAN PALING TINGGI 100 (SERATUS)
KETENTUAN LEBIH LANJUT MENGENAI KRITERIA PENILAIAN
PERILAKU KERJA DIATUR DENGAN PERATURAN KEPALA BADAN
KEPEGAWAIAN NEGARA
BAGAIMANA MENGHITUNG PRESTASI KERJA PNS?
NO NILAI KUALIFIKASI
1 91 – ke atas Sangat baik
2 76 – 90 Baik
3 61 – 75 Cukup
4 51 – 60 Kurang
5 50 – ke bawah Buruk
Bobot SKP Bobot PKP
PENUTUP
Penilaian Prestasi Kerja PNS dimaksudkan untuk
mewujudkan PNS yang profesional dan berkinerja
dalam rangka mendukung reformasi birokrasi
Penilaian Prestasi Kerja PNS akan diterapkan/
diimplementasikan setelah 2 Tahun PP ditetapkan.
Agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan efektif,
diharapkan pimpinan instansi menerapkan langkah-langkah
yang diperlukan
Penilaian Prestasi Kerja dilakukan dengan cara
menggabungkan penilaian SKP dengan penilaian perilaku
kerja
Sebelum diberlakukan, saat ini setiap instansi dapat mulai
melakukan simulasi dan mewajibkan PNS di lingkungannya
untuk mengisi Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
TERIMA KASIH!

08 penilaian-kinerja-pns-2019

  • 1.
  • 2.
    REFORMASI BIROKRASI .... UNTUKMENJAWAB TANTANGAN DI MASA DEPAN
  • 3.
    Amanat UU ASN Penilaiankinerja PNS bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan PNS yang didasarkan sistem prestasi dan sistem karier. Penilaian kinerja PNS dilakukan berdasarkan perencanaan kinerja pada tingkat individu dan tingkat unit atau organisasi, dengan memperhatikan target, capaian, hasil, dan manfaat yang dicapai, serta perilaku PNS. Penilaian kinerja PNS dilakukan secara objektif, terukur, akuntabel, partisipatif, dan transparan. Pasal 75 dan 76
  • 4.
    Amanat UU ASN Penilaiankinerja PNS dapat mempertimbangkan pendapat rekan kerja setingkat dan bawahannya. Hasil penilaian kinerja PNS digunakan untuk menjamin objektivitas dalam pengembangan PNS, dan dijadikan sebagai persyaratan dalam pengangkatan jabatan dan kenaikan pangkat, pemberian tunjangan dan sanksi, mutasi, dan promosi, serta untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan. PNS yang penilaian kinerjanya tidak mencapai target kinerja dikenakan sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.Pasal 77
  • 5.
    SIAPA YANG HARUSMENGETAHUI PENILAIAN KINERJA PNS INI? YOUR SITE HERE Semua PNS harus mengetahui dan memahami proses penilaian kinerja ini. BUKAN HANYA PENILAI, TETAPI SEMUA
  • 6.
    Sistem Manajemen KinerjaPegawai Negeri Sipil adalah suatu proses sistematis yang terdiri dari perencanaan kinerja; pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja; penilaian kinerja; tindak lanjut; dan sistem informasi kinerja. Sasaran Kinerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana kinerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS yang harus dicapai setiap tahun.
  • 7.
    APAKAH PENILAIAN KINERJAPNS? PROSES PENILAIAN SECARA SISTEMATIS TERHADAP SASARAN KERJA PEGAWAI DAN PERILAKU KERJA PNS Biro Kepegawaian, Kemdikbud .....yang dinilai? Apakah Sasaran Kerja Pegawai tercapai? Apakah Perilaku Kerja Pegawai baik? 1 2
  • 8.
    Apakah Prinsip Dasardalam PK PNS? 1. Objektif 2. Terukur 3. Akuntabel 4. Partisipasi 5. Transparan Sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh penilaian subjektif pribadi dari penilai Dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif. Seluruh hasil penilaian kinerja harus dapat dipertanggungjawabkan Seluruh proses penilaian prestasi kerja dengan melibatkan secara aktif antara pejabat penilai dengan PNS yang dinilai Seluruh proses dan hasil penilaian prestasi kerja bersifat terbuka dan tidak bersifat rahasia
  • 9.
    SIAPA PENILAI PERILAKU? PNS Atasan Langsung PejabatYang ditugaskan menjadi atasan langsung Rekan Kerja Bawahan Langsung
  • 10.
    Penilaian Kinerja PNSdilakukan dalam suatu Sistem Manajemen Kinerja PNS Pelaksanaan Kinerja Pelaksanaan, Pemantauan dan Pembinaan PenilaianTindak Lanjut Sistem Informasi Kinerja
  • 11.
    APAKAH SASARAN KERJAPEGAWAI? SKP = RENCANA KERJA DAN TARGET YG AKAN DICAPAI OLEH SEORANG PNS. SKP DISEPAKATI OLEH PEGAWAI YANG BERSANGKUTAN DENGAN PEJABAT PENILAI KINERJA PNS SETELAH DIREVIU OLEH PENGELOLA KINERJA SKP memuat: KINERJA UTAMA KINERJA TAMBAHAN KINERJA UTAMA DAN KINERJA TAMBAHAN MEMUAT : 1. INDIKATOR KINERJA INDIVIDU 2. TARGET KINERJA
  • 12.
    Kriterian Indikator Kinerja Spesifik Terukur Realistis Memilikibatas waktu Menyesuaikan Kondisi Internal dan Eksternal
  • 13.
    Target Kinerja MeliputiAspek Kuantitas Kualitas Waktu Biaya
  • 14.
    PREDIKAT PENILAIAN KINERJA YOURSITE HERE SEBUTAN Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang ANGKA 110 -120 90 -110 70 -90 50 -70 <50
  • 15.
    KUALITAS WAKTUKUANTITAS Bobot penilaianSKP adalah 60% -70%, meliputi Aspek BIAYA
  • 16.
    SANKSI Pejabat pimpinan tinggi,pejabat administrasi, dan pejabat fungsional yang tidak memenuhi Target kinerja dapat dikenakan sanksi administrasi sampai dengan pemberhentian. Pejabat pimpinan tinggi yang tidak memenuhi Target kinerja yang diperjanjikan selama 1 (satu) tahun pada suatu jabatan, yang diberikan penilaian kinerja Cukup, Kurang, atau Sangat Kurang diberikan kesempatan selama 6 (enam) bulan untuk memperbaiki kinerjanya. Pejabat Administrasi atau Pejabat Fungsional yang mendapatkan penilaian kinerja dengan predikat Kurang atau Sangat Kurang diberikan kesempatan selama 6 (enam) bulan untuk memperbaiki kinerjanya.
  • 17.
    BAGAIMANA BENTUK FORMULIRSKP? NO 1. PEJABAT YANG MENILAI NO 2. PNS YANG DINILAI 1 Nama 1 Nama 2 NIP 2 NIP 3 Pangkat/Gol. Ruang 3 Pangkat/Gol. Ruang 4 Jabatan 4 Jabatan 5 Unit Kerja 5 Unit Kerja NO 3. KEGIATAN TUGAS JABATAN TARGET KUANTITAS (OUTPUT) KUALITAS (MUTU) WAKTU BIAYA
  • 18.
    TUGAS TAMBAHAN disepakati antarapimpinan Unit Kerja atau Pejabat Penilai Kinerja PNS dengan yang bersangkutan; diformalkan dalam surat keputusan; di luar tugas pokok jabatan; sesuai dengan kapasitas yang dimiliki pegawai yang bersangkutan; dan/ atau terkait langsung dengan tugas atau output organisasi
  • 19.
    BAGAIMANA PENILAIAN PENCAPAIANSKP? PENILAIAN SKP DILAKUKAN DENGAN CARA MEMBANDINGKAN ANTARA REALISASI KERJA DENGAN TARGET DARI ASPEK KUANTITAS, KUALITAS, WAKTU DAN/ATAU BIAYA, DIKALIKAN DENGAN BOBOT KEGIATAN. BILA REALISASI KERJA MELEBIHI DARI TARGET MAKA CAPAIAN SKP DAPAT LEBIH DARI 100 (SERATUS) BILA SKP TIDAK TERCAPAI YG DIAKIBATKAN OLEH FAKTOR DI LUAR KEMAMPUAN INDIVIDU PNS, MAKA PENILAIAN DIDASARKAN PD PERTIMBANGAN KONDISI PENYEBABNYA REALISASI TARGET
  • 20.
    APAKAH PERILAKU KERJAPEGAWAI? SETIAP TINGKAH LAKU, SIKAP ATAU TINDAKAN YANG DILAKUKAN OLEH PNS ATAU TIDAK MELAKUKAN SESUATU YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUNDANG- UNDANGAN. Bobot Perilaku Kerja PNS adalah 30% - 40%.
  • 22.
    BAGAIMANA PENILAIAN PERILAKUKERJA PNS? PENILAIAN PKP DILAKUKAN MELALUI PENGAMATAN TERHADAP PNS YANG BERSANGKUTAN SESUAI KRITERIA YANG DITENTUKAN PEJABAT PENILAI DAPAT MEMPERTIMBANGKAN MASUKAN DARI PEJABAT PENILAI LAIN YANG SETINGKAT DI LINGKUNGAN UNIT KERJA MASING-MASING NILAI PKP DAPAT DIBERIKAN PALING TINGGI 100 (SERATUS) KETENTUAN LEBIH LANJUT MENGENAI KRITERIA PENILAIAN PERILAKU KERJA DIATUR DENGAN PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA
  • 23.
    BAGAIMANA MENGHITUNG PRESTASIKERJA PNS? NO NILAI KUALIFIKASI 1 91 – ke atas Sangat baik 2 76 – 90 Baik 3 61 – 75 Cukup 4 51 – 60 Kurang 5 50 – ke bawah Buruk Bobot SKP Bobot PKP
  • 24.
    PENUTUP Penilaian Prestasi KerjaPNS dimaksudkan untuk mewujudkan PNS yang profesional dan berkinerja dalam rangka mendukung reformasi birokrasi Penilaian Prestasi Kerja PNS akan diterapkan/ diimplementasikan setelah 2 Tahun PP ditetapkan. Agar dalam pelaksanaannya dapat berjalan efektif, diharapkan pimpinan instansi menerapkan langkah-langkah yang diperlukan Penilaian Prestasi Kerja dilakukan dengan cara menggabungkan penilaian SKP dengan penilaian perilaku kerja Sebelum diberlakukan, saat ini setiap instansi dapat mulai melakukan simulasi dan mewajibkan PNS di lingkungannya untuk mengisi Sasaran Kerja Pegawai (SKP)
  • 25.