MAKALAH (PAPER) DASAR PENDIDIKAN MIPA
PEMBELAJARAN MIPA
“METODE PEMBERIAN TUGAS - RESITASI”

DI SUSUN OLEH :
SITI KHOIRUNI...
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya maka penulis dapat
menyelesaikan penyusu...
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................I
DAFTAR...
BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Metode pembelajaran MIPA bentuknya beragam. Namun, perlu diketahui bahwa tidak
ada s...
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN METODE PEMBERIAN TUGAS – RESITASI

2.1

Metode pemberian tugas dapt diartikan sebagai suatu f...
2.2

LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN METODE PEMBERIAN
TUGAS – RESITASI
Dalam menggunakan metode pemberian tugas – resi...
Kelebihan metode pemberian tugas :
1. Relevan dengan prinsip CBSA
2. Merangsang siswa belajar lebih banyak, baik dekat den...
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
1.

Pengertian metode pemberian tugas – resitasi adalah salah satu upaya untuk menanamkan
k...
DAFTAR PUSTAKA
Pharta.

(2012).

Metode

Pemberian

Pembelajaran Matematika.

Tugas,

Diperoleh

Proyek
pada

dan
30

Peng...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Pembelajaran mipa

491 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
491
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Pembelajaran mipa

  1. 1. MAKALAH (PAPER) DASAR PENDIDIKAN MIPA PEMBELAJARAN MIPA “METODE PEMBERIAN TUGAS - RESITASI” DI SUSUN OLEH : SITI KHOIRUNIKA (K2313067) PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET TAHUN AJARAN 2013/2014
  2. 2. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Pembelajaran MIPA (Metode Pemberian Tugas- Resitasi)”. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihakpihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada : 1. Bapak Prof. Dr. H. Widha Sunarno, M.Pd selaku dosen matakuliah Dasar Pendidikan MIPA 2. Teman-teman di kelas B PMIPA (Fisika) 2013 yang telah memberikan masukan dan saran. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Surakarta, Desember 2013 Penulis I
  3. 3. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................................I DAFTAR ISI ......................................................................................................II BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah .......................................................................................1 1.3 Tujuan Penulisan .........................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Metode Pemberian Tugas - Resitasi......................................2 2.2 Langkah-langkah Pembelajaran dengan Metode Pemberian Tugas - Resitasi .................................................................................................................3 2.3 Kelemahan dan Kelebihan Metode Pemberian Tugas – Resitasi .................................................................................................................3 2.4 Penerapan Metode Pemberian Tugas - Resitasi dalam Pembelajaran .................................................................................................................4 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ..................................................................................................5 3.2 Saran ............................................................................................................5 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................6 II MIPA
  4. 4. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Metode pembelajaran MIPA bentuknya beragam. Namun, perlu diketahui bahwa tidak ada satupun metode yang dianggap paling baik diantara metode-metode yang lain. Tiap metode mempunyai karakteristik tertentu. Suatu metode mungkin baik untuk suatu tujuan tertentu, pokok bahasan maupun situasi dan keadaan tertentu, tetapi mungkin tidak tepat untuk situasi yang lain. Demikian pula suatu metode yang dianggap baik untuk suatu pokok bahasan yang disampaikan oleh guru tertentu, kadang-kadang belum tentu berhasil di bawakan oleh guru yang lain. Metode yang akan dibahas pada makalah ini adalah metode pemberian tugas – resitasi. Metode ini di bahas karena metode ini sangat baik untuk melatih siswa menjadi lebih aktif, lebih mudah memahami materi yang diajarkan. Penggunaan metode pemberian tugas merupakan salah satu upaya untuk menanamkan konsep yang lebih dalam pada suatu materi pelajaran. Pemberian tugas memerlukan perencanaan yang matang dengan memperhatikan maksud dan tujuan, prinsip-prinsip suatu upaya pengefektifan dan pertanggungjawaban dari pelaksanaan tugas. Dengan menggunakan metode tugas dan resitasi diharapkan prestasi belajar siswa dapat optimal. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apayang dimaksud dengan metode pemberian tugas (resitasi) ? 2. Bagaimana langkah-langkah pembelajaran dengan metode pemberian tugas (resitasi) ? 3. Bagaimana kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas (resitasi) ? 4. Bagaimana penerapan metode pemberian tugas (resitasi) dalam pembelajaran MIPA ? 1.3 Tujuan Penulisan 1. Mendeskripsikan pengertian metode pemberian tugas (resitasi). 2. Mengidentifikasi langkah-langkah pembelajaran dengan metode pemberian tugas (resitasi). 3. Mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan metode pemberian tugas (resitasi).. 4. Mengidentifikasi penerapan metode pemberian tugas (resitasi) dalam pembelajaran MIPA. 1
  5. 5. BAB II PEMBAHASAN PENGERTIAN METODE PEMBERIAN TUGAS – RESITASI 2.1 Metode pemberian tugas dapt diartikan sebagai suatu format interaksi belajar mengajar yang ditandai dengan adanya satu tugas atau lebih tugas yang diberikan oleh guru, dimana penyelesaian tugas-tugas tersebut dapat dilakukan secara perorangan atau saudara kelompok sesuai dengan perintahnya (Moedjiono dan Dimyati, 1992/1993). Sedangkan Supriatna, Nana, dkk (2007:200) mengemukakan bahwa metode pemberian tugas adalah suatu penyajian bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dan memberikan laporan sebagai hasil dari tugas yang dikerjakannya. Metode ini mengacu pada penerapan learning by doing. Pemberian tugas sebagai suatu metode mengajar merupakan suatu pemberian pekerjaan oleh guru kepada siswa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Dengan pemberian tugas tersebut siswa belajar, mengerjakan tugas. Dalam melaksanakan kegiatan belajar siswa diharapkan memperoleh suatu hasil berupa perubahan tingkahlaku tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Tahap terakhir dari pemberian tugas ini adalah resitasi yang berarti melaporkan atau menyajikan kembali tugas yang telah dikerjakan atau dipelajari. Jadi pemberian metode tugas belajar dan resitasi atau biasanya disingkat metode resitasi merupakan suatu metode mengajar dimana guru memberikan tugas kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan hasil tugas tersebut. Resitasi sering disamakan dengan pekerjaan rumah, padahal sebenarnya berbeda. Pekerjaan rumah (PR) mempunyai pengertian yang lebih khusus ialah tugas-tugas yang diberikan oleh guru, dikerjakan siswa dirumah. Sedangkan resitasi, tugas yang diberikan oleh guru tidak sekedar dilaksanakan dirumah melainkan dapat dikerjakan di tempat lain yang ada hubungannya dengan tugas/ pelajaran yang diberikan. Jadi resitasi lebih luas dari pada pekerjan rumah, tetapi keduanya mempunyai kesamaan, yaitu mempunyai unsur tugas, dikerjakan oleh siswa dan dilaporkan hasilnya mempunyai unsur didaktis pedagogis. 2
  6. 6. 2.2 LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN METODE PEMBERIAN TUGAS – RESITASI Dalam menggunakan metode pemberian tugas – resitasi ini ada tiga langkah yang harus di lalui oleh guru terhadap siswa : a. fase pemberian tugas (persiapan) - merumuskan masalah (scope and sequenes) dengan jelas - mengemukakan tujuan pelaksanaan tugas - menentukan jenis tugas (kelompok/ individu) - memberikan penjelasan atau sebelum pengrahan tugas - memberikan petunjuk / sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa - menentukan limit waktu penentuan pelaksanaan b. fase pelaksanaan tugas - mengadakan bimbingan/ pengawasan dalam pelaksanaan tugas - memberikan motivasai / dorongan sehingga anak mau berkerja - memberikan pelayanan kebutuhan - diusahakan / dikerjakan oleh siswa sendiri, tidak menyuruh orang lain - dianjurkan agar siswa mencatat hasil-hasil yang ia peroleh dengan baik dan sistematis c. fase pertanggungjawaban tugas - pelaporan secara lisan/tulisan, tindakan/demonstrasi - melaksanakan penilaian hasil pelaksanaan tugas - melaksanaan penilaian proses dan hasil pelaksanaan - mendiskusikan kesulitan yang tidak dapat diselesaikan siswa selama pelaksanaan tugas KELEMAHAN DAN KELEBIHAN METODE PEMBERIAN TUGAS – RESITASI 2.3 Kelemahan metode pemberian tugas : 1. Memerlukan pengawasan yang ketat baik oleh guru maupun orang tua. 2. Sukar menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh siswa sendiri / atas bantuan orang lain 3. Banyak kecendrungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman. 4. Agak sulit diselesaikan oleh siswa yang tinggal bersama keluarga yang kurang teratur 5. Dapat menimbulkan frustasi bila gagal menyelesaikan tugas. 6. Tugas yang banyak dan sering dapat membuat beban dan keluhan siswa. 3
  7. 7. Kelebihan metode pemberian tugas : 1. Relevan dengan prinsip CBSA 2. Merangsang siswa belajar lebih banyak, baik dekat dengan guru maupun pada saat jauh dari guru di dalam sekolah maupun di luar sekolah. 3. Mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa 4. Lebih meyakinkan tentang apa yang dipelajari dari guru, lebih memperdalam, memperkaya atau memperluas pandangan tentang apa yang dipelajari. 5. Membina kebiasaan siswa untuk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi 6. Pengetahuan yang siswa peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama 7. Merangsang kegairahan belajar siswa karena dapat dilakukan dengan bevariasi 8. Membina tanggung jawab dan disiplin siswa 9. Mengembangkan kreatifitas siswa PENERAPAN METODE PEMBERIAN TUGAS – RESITASI DALAM 2.4 PEMBELAJARAN MIPA Dalam proses pembelajaran MIPA, semua upaya yang dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran merupakan rangkaian proses yang menentukan pencapaian hasil pengajaran, termasuk pemilihan metode yang tepat untuk setiap pertemuan. MIPA sebagai bagian dari ilmu yang ada, merupakan ilmu yang sarat dengan dengan fakta sehingga pengajarannya menuntut kemampuan pengetahuan dari guru, disamping keterampilan pengajaran lainnya. Penerapan metode pemberian tugas dalam proses pembelajaran MIPA, umumnya dimaksudkan untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang telah diberikan, baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif untuk kegiatan belajarnya. Khusus dalam pembelajaran MIPA, metode pemberian tugas memegang peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan siswa terhadap materi pelajaran. Dengan pemahaman seperti itu diharapkan siswa memiliki motivasi untuk belajar MIPA secara maksimal, agar siswa mampu menghubungkan pemahaman MIPA-nya dengan perkembangan yang ada. 4
  8. 8. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN 1. Pengertian metode pemberian tugas – resitasi adalah salah satu upaya untuk menanamkan konsep yang lebih dalam pada suatu materi pelajaran. Metode ini perannya sangat baik untuk melatih siswa menjadi lebih aktif, lebih mudah memahami materi yang diajarkan. 2. Langkah-langkah pembelajaran dengan metode pemberian tugas – resitasi, meliputi fase pemberian tugas (persiapan), fase pelaksanaan tugas, dan fase pertanggungjawaban tugas. 3. Kelemahan dan Kelebihan Metode Pemberian Tugas – Resitasi yaitu : a. Kelemahan Metode Pemberian Tugas, meliputi memerlukan pengawasan yang ketat, sukar menetapkan apakah tugas dikerjakan oleh siswa sendiri / atas bantuan orang lain, banyak kecendrungan untuk saling mencontoh dengan teman-teman. b. Kelebihan Metode Pemberian Tugas, meliputi relevan dengan prinsip CBSA, merangsang siswa belajar lebih banyak, mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa, dan lain-lain. 4. Penerapan metode pemberian tugas - resitasi dalam pembelajaran MIPA, yaitu untuk melatih siswa agar mereka dapat aktif mengikuti sajian pokok bahasan yang telah diberikan, baik di dalam kelas maupun di tempat lain yang representatif untuk kegiatan belajarnya. 3.2 SARAN Berdasarkan dari makalah yang penulis buat, penulis mengemukakan beberapa saran, yaitu sebagai berikut : 1. Kepada guru, sebaiknya lebih menguasai lagi pembelajaran pemberian tugas (resistensi) dengan memperhatikan teknik-teknik pembelajaran metode resistensi. 2. Kepada siswa, sebaiknya lebih aktif lagi, baik dalam proses pembelajaran di kelas maupun saat mengerjakan tugas agar prestasi yang diperoleh semakin baik sehingga siswa yang lulus mencapai 100 %. Bahkan lulus dari diri siswa bukan dari hasil contekan . 5
  9. 9. DAFTAR PUSTAKA Pharta. (2012). Metode Pemberian Pembelajaran Matematika. Tugas, Diperoleh Proyek pada dan 30 Pengajaran Desember Beregu 2013, dalam dari http://partha31.wordpress.com/2012/01/14/metode-pemberian-tugas-proyek-danpengajaran-beregu-dalam-pembelelajaran-matematika/ Yulianto, Toto. (2013). Metode Pemberian Tugas > Resitasi, Penerapan I Metode Pembelajaran. Diperoleh pada 1 Januari 2014, dari http://totoyulianto.wordpress.com/2013/03/02/metodepemberian-tugas-resitasi-penerapan-i-metode-pembelajaran/ 6

×