Teori Behavioristik & Humanistik

4,820 views

Published on

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
4,820
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
5
Actions
Shares
0
Downloads
159
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori Behavioristik & Humanistik

  1. 1. WE ARE Mukmin HakimLola Nurhidayaty Tri Wibowo
  2. 2. TEORI BELAJAR PSIKOLOGIBEHAVIORISTIK & HUMANISTIK
  3. 3. Teori Psikologi Behavioristik Tokoh-Tokoh Prinsip Dasar John B. Watson Teori-Teori Clark Leonard HullConditioning Theory Connectionism Theory Edin Guthrie Implikasi dalam Pembelajaran & Pengajaran
  4. 4. Prinsip Dasar Psikologi Behavioristik Tingkah laku sebagai objek, refleks atas semua bentuk tingkah laku, dan pembentukan kebiasaan dalam individu. Adapun yang mengatakan bahwa psikologi behavioristik mempelajari bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran (reward) atau penguatan (reinforcement) dari lingkungan.
  5. 5. Beberapa prinsip dalam teori belajarbehavioristik, meliputi:  Reinforcement and punishment  Primary and secondary reinforcement  Schedule of reinforcement  Contingency management  Stimulus control in operant learning  The elemination of responses
  6. 6. Classical Conditioning Operant ConditioningTeknik yang digunakan dalampelatihan perilaku, dimana terjadi Suatu metode belajar yang terjadistimulus alami dipasangkan dengan melalui ganjaran dan hukuman untukrespon atau S-R. Selanjutnya, stimulus perilaku. Melalui pengkondisianyang sebelumnya netral dipasangkan operan, asosiasi dibuat antaradengan stimulus alami. Kedua elemen perilaku dan konsekuensi bagitersebut kemudian dikenal sebagai perilaku. [B. F. Skinner]stimulus dan respon (S-R) yangdikondisikan. [Ivan Pavlov]
  7. 7. Ivan Pavlov (1927) Before Makanan (US) anjing berliur (UR) Bel (CS) tidak ada respon Process Anjing Makanan Bel (CS) berliur (US) (UR) Anjing berliur After Bel (CS) (CR)
  8. 8. John B. Watson (1878-1958)Watson merupakan tokoh Psikologi Behavioristikdari Amerika. Dia mengembangkan teori IvanPavlov, dan menyatakan bahwa manusia dilahirkandengan beberapa reflek dan reaksi-reaksi emosionalberupa takut, cinta, dan marah yang terbentuk olehhubungan S-R. Dan ia juga menyatakan bahwabelajar merupakan proses terjadinya reflek-reflekatau respon-respon bersyarat melalui stimuluspengganti.
  9. 9. Ia memperluas penemuan Watson tentangbelajar. Ia mengemukakan prinsip belajaryang disebut “The Law Of Association” yangberbunyi: “suatu kombinasi stimuli yang telahmenyertai suatu gerakan, cenderung akanmenimbulkan gerakan itu, apabila kombinasistimuli itu muncul kembali.” Ia jugamenyatakan bahwa belajar memerlukanreward dan kedekatan antara stimulusdengan respon.
  10. 10. Connectionism Theory: Edward L. Thorndike (1874-1949)
  11. 11. Connectionism Theory: Edward L. Thorndike (1874-1949)
  12. 12. Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus danrespon mengikuti hukum-hukum betikut: Hukum kesiapan (The Law of Readiness) yaitu semakin siap organisme memperoleh perubahan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Hukum akibat (The Law of Effect) yaitu hubungan stimulus respon cenderung diperkuat bila akibatnya menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. Hukum latihan (The Law of Exercise) yaitu semakin sering tingkah laku diulang maka asosiasi tersebut akan semakin kuat.
  13. 13. Ciri-ciri belajar dengan “Trial and Error” yaitu:ada motif pendorong aktif,ada berbagai respon terhadap situasi,ada eliminasi respon-respon yang gagal atau salah, danada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan.
  14. 14. Hull’s TheoryNeed - physiological imbalances Drive - state of tension Reinformation - reward (primary &secondary) Goal - commodity which reduce drive Drive Need Drive Activity Goal Reduction
  15. 15. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semuafungsi tingkah laku bermanfaat terutama untukmenjaga agar organisme tetap bertahan hidup. Olehsebab itu Hull mengatakan kebutuhan biologis(drive) dan pemuasan kebutuhan biologis (drivereduction) adalah penting dan menempati posisisentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehinggastimulus (stimulus dorongan) dalam belajar punhampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis,walaupun respon yang akan muncul mungkin dapatberwujud macam-macam. Teori Hull
  16. 16. Implikasi Teori Belajar Behavioristik dalam Pembelajaran & Pengajaranpendidikan harus masih dalam batas kemampuan belajar peserta didik.Supaya peserta didik dapat mengikuti pelajaran, proses belajar harusbertahap dari yang sederhana sampai yang kompleks.Peserta didik yang sudah belajar dengan baik, harus segera diberihadiah, dan bila belum baik maka segera diperbaiki.Situasi belajar harus dibuat menyenangkan dan mirip dengankehidupan dalam masyarakat sebanyak mungkin, sehingga dapat terjaditransfer dari kelas ke lingkungan di luar kelas.
  17. 17. Teori Belajar Psikologi HumanistikPrinsip Dasar Tokoh dengan Teorinya Abraham Maslow Arthur Combs Carl Ransom Rogers Implikasi dalam Pembelajaran & Pengajaran
  18. 18. PRINSIP DASAR TEORIHUMANISTIK Manusia mempunyai belajar alami Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyairelevansi dengan maksud tertentu Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itukecil Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untukmawas diri Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar
  19. 19. Dalam buku Justice, Ideology, and Education karangan Edward Steven Jr, George H. Wood, dan James J. Sheehan mengemukakan bahwa dalam menanggapi perbedaan setiap orang ada tiga hal, yaitu:a) We can ignore the differences.b) We can subordinate differences to similiarities.c) We can elevate differences to a more important position than similiarities.
  20. 20. Ide-Ide dalam Psikologi Humanistik dalam memusatkan tujuanmenjadi manusia:Hidup harus berarti bagi individu;Manusia berusaha mencapai keutuhan;Harapan diperlukan untuk kehidupan;Kreatifitas adalah penting, namun tetap dengan keteraturan tinggi;Kesehatan manusia mencakup komponen psikologis dan fisiologis;Pada intinya setiap orang adalah baik;Setiap individu adalah unik;Setiap orang ingin menjadi dirinya sendiri; danSetiap manusia selalu dalam proses pertumbuhan.
  21. 21. Psikologi humanistik berpengaruhdalam bidang pendidikan danpembelajaran. Pendekatanpengajaran humanistik didasarkanpada premis bahwa siswa telahmemiliki kebutuhan untukmenjadi orang dewasa yangmampu mengaktualisasi diri. Abraham Maslow
  22. 22. Abraham Maslow
  23. 23. Arthur Combs Combs dan kawan-kawan menyatakan apabila kita ingin memahami perilaku orang lain kita harus mencoba memahami dunia persepsi orang itu. Apabila kita ingin mengubah perilaku orang, kita harus berusaha mengubah keyakinan atau pandangan orang itu, perilaku dalamlah yang membedakan. Ia juga mengatakan bahwa perilaku buruk itu sesunguhnya tak lain hanyalah dari ketidakmauan seseorang untuk melakukan sesuatu yang akan memberikan kepuasan baginya.
  24. 24. Carl Ransom Rogers (1902-1997) Ia seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapis) dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya.
  25. 25.  Fasilitator sebaiknya memberi perhatian kepada penciptaan suasana awal, situasi kelompok, atau pengalaman kelas. Fasilitator membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan-tujuan perorangan di dalam kelas dan juga tujuan-tujuan kelompok yang bersifat umum. Dia mempercayai adanya keinginan dari masing- masing siswa untuk melaksanakan tujuan-tujuan yang bermakna bagi dirinya, sebagai kekuatan pendorong, yang tersembunyi di dalam belajar yang bermakna tadi. Dia mencoba mengatur dan menyediakan sumber- sumber untuk belajar yang paling luas dan mudah dimanfaatkan para siswa untuk membantu mencapai tujuan mereka. Dia menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok.
  26. 26.  Di dalam menanggapi ungkapan-ungkapan di dalam kelompok kelas, dan menerima baik isi yang bersifat intelektual dan sikap-sikap perasaan dan mencoba untuk menanggapi dengan cara yang sesuai, baik bagi individual ataupun bagi kelompok. Bilamana cuaca penerima kelas telah mantap, fasilitator berangsur-sngsur dapat berperanan sebagai seorang siswa yang turut berpartisipasi, seorang anggota kelompok, dan turut menyatakan pendangannya sebagai seorang individu, seperti siswa yang lain. Dia mengambil prakarsa untuk ikut serta dalam kelompok, perasaannya dan juga pikirannya dengan tidak menuntut dan juga tidak memaksakan, tetapi sebagai suatu andil secara pribadi yang boleh saja digunakan atau ditolak oleh siswa. Dia harus tetap waspada terhadap ungkapan- ungkapan yang menandakan adanya perasaan yang dalam dan kuat selama belajar. Di dalam berperan sebagai seorang fasilitator, pimpinan harus mencoba untuk menganali dan menerima keterbatasan-
  27. 27. Thanks for Your attention  Good bye! ^,^ see U next meeting 

×