SlideShare a Scribd company logo
1 of 39
EVALUASI GRANUL
EVALUASI GRANUL 
GRANULOMETRI 
 Granulometri adalah analisis ukuran dan 
repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran 
granul). 
 Dalammelakukan analisis granulometri 
digunakan susunan pengayak dengan 
berbagai ukuran. Mesh terbesar diletakkan 
paling atas dan dibawahnya disusun 
pengayak dengan mesh yang makin kecil.
 Timbang 100 gr granul 
 Letakkan granul pada pengayak paling atas 
 Getarkan mesin 5-30 menit, tergantung dari 
ketahanan granul pada getaran 
 Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap 
pengayak 
 Hitung persentase granul pada tiap-tiap 
pengayak
 Tujuan granulometri adalah untuk melihat 
keseragaman dari ukuran granul. Diharapkan 
ukuran granul tidak terlalu berbeda. 
 Granulometri berhubungan dengan sifat 
aliran granul. Jika ukuran granul berdekatan, 
aliran akan lebih baik.
BOBOT JENIS 
BOBOT JENIS SEJATI 
 Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer 
BOBOT JENIS NYATA 
 Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul . Baca 
volume. 
 Bobot jenis nyata = bobot/volume 
BOBOT JENIS NYATA SETELAH PEMAMPATAN 
 Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul. 
Mampatkan 500 x dengan alat volumeter . Lihat 
volume setelah pemampatan. 
 Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume 
setelah pemampatan
Bobot jenis sejati 
 Piknometer yang diketahui volumenya (a), 
ditimbang beratnya (b), kemudian diisi 
dengan parafin cair dan ditimbang (c). Berat 
jenis parafin dihitung dengan persamaan :
 2 gram serbuk dimasukkan kedalam 
piknometer, ditimbang beratnya (d). Parafin 
cair ditambahkan kedalam piknometer 
sampai kira-kira setengahnya, ditutup dan 
dibiarkan selama 5 menit sambil digoyang, 
kemudian ditambah parafin cair hingga pikno 
penuh dan ditimbang kembali (e) :
Bobot jenis nyata 
 Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam 
gelas ukur. 
 Catat volumenya dan timbang bobot granul 
yang digunakan untuk pengujian ini. 
 Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan 
berikut ini : 
P = W/V 
P = bobot jenis nyata 
W = bobot granul 
V = volume granul tanpa pemampatan
Bobot jenis mampat 
 Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas 
ukur pada alat dengan menggunakan corong 
panjang. Catat volumenya (Vo). 
 Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 
kali. Catat volumenya (V10 danV500). 
 Timbang bobot granul yang digunakan untuk 
pengujian ini. 
 Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan 
berikut ini : 
Pn = W/Vn 
Pn = bobot jenis mampat 
W = bobot granul 
Vn = volume granul pada n ketukan
Kadar Pemampatan 
%T = Vo –V500 
Vo 
 %T = Kadar pemampatan 
 Vo = Volume sebelum pemampatan 
 V500 = Volume setelah pemampatan 500 x 
 %T < 20 ; granul memiliki aliran yang baik 
 Kadar pemampatan dan berat jenis dapat 
untuk menilai aliran.
Kompresibilitas 
% K= Pn – P x 100 % 
Pn 
 P = Berat jenis nyata sebelum pemampatan 
 Pn = Berat jenis nyata setelah pemampatan 
500 x 
 Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 
11 – 20 % ——– aliran cukup baik 
21 – 25 % ——– aliran cukup 
>26 % ——- aliran buruk
Aliran 
UJI KECEPATAN ALIR (METODE CORONG) 
 Granul ditimbang sebanyak 100 g, lalu 
dimasukkan ke dalam corong pisah yang lubang 
bawahnya ditutup, kemudian diratakan. Pada 
bagian bawah corong diberi alas. Tutup dibuka 
hingga granul mulai meluncur. Waktu yang 
dibutuhkan oleh granul untuk mengalir dicatat. 
Kecepatan alir dihitung dengan membagi bobot 
granul dengan waktu yang dibutuhkan untuk 
mengalir.
 Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det. 
Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det 
 Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 
detik maka aliran baik.
SUDUT ISTIRAHAT 
 Sudut istirahat ditentukan dengan tabung 
silinder berukuran tertentu, diletakkan pada 
permukaan horizontal. Serbuk yang akan 
ditentukan sebanyak 100g dimasukkan 
kedalam tabung. Permukaan serbuk 
diratakan. Tabung silinder perlahan diangkat 
sampai serbuk meninggalkan tabung, 
kemudian tinggi puncak tumpukan serbuk 
dan diameternya di ukur.
 Hitung α (sudut istirahat) 
 Jika α = 25- 30° sangat mudah mengalir 
30- 40° mudah mengalir 
40- 45° mengalir 
> 45° kurang mengalir
Kandungan Lembab (hanya untuk 
granul hasil granulasi basah) 
 Kadar air ditentukan dengan menimbang granul dalam 
keadaan basah dan setelah dikeringkan. Kadar air 
dinyatakan sebagai LOD (Lost On Drying)/ susut 
pengeringan 
 Kandungan lembab diukur dengan pemanasan 
(gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance . 
 % KB = W1/W x 100 % 
 % KL = Wa/W1 x 100 % 
Ket. Wa = W –W1 
% KB = Kandungan bobot 
% KL = Kandungan lembab 
W = bobot mula-mula 
W1 = bobot setelah pengeringan
 Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 
gr granul yang diratakan pada piring logam, 
kemudian dimasukkan dalam alat penentuan 
kadar air (Moisture Ballance). 
 Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu 
diamkan beberapa waktu sampai diperoleh 
angka yang tetap (dalam bentuk %). Piring 
logamdipanaskan hingga bobot tetap 
sebelum digunakan.
EVALUASI TABLET
PEMERIKSAAN PENAMPILAN 
(organoleptik) 
 Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas 
dari kerusakan, dari kontaminasi bahan 
baku atau dari pengotoran saat proses 
pembuatan. 
 Warna, bau, rasa (tablet kunyah), tekstur.
Keseragaman ukuran 
 20 tablet diambil secara acak, Setiap tablet 
diukur diameter dan tebalnya dengan jangka 
sorong. Diameter tablet tidak boleh lebih dari 
tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal 
tablet.
Keseragaman bobot 
 Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat 
keseragaman bobot yang ditetapkan dengan 
menimbang 20 tablet satu persatu dan 
dihitung bobot rata-rata tablet. Tablet 
memenuhi syarat bila tidak lebih dari 2 tablet 
yang beratnya diluar batasan persentase, 
serta tidak satupun tablet yang beratnya 
lebih dari 2 kali batasan persentase yang 
diizinkan
 Toleransi penyimpangan berat untuk tablet 
yang tidak disalut berbeda-beda, tergantung 
pada berat rata-rata tablet 
Berat rata-rata tablet 
(mg) 
Perbedaan 
persentase 
maksimum yang 
diperkenankan 
130 atau kurang 
130 – 324 
Lebih dari 324 
10 
7,5 
5
Kekerasan tablet 
 Tablet harus mempunyai kekuatan atau 
kekerasan tertentu agar dapat tahan terhadap 
berbagai guncangan mekanik pada saat 
pembuatan, pengepakan, dan pengapalan. 
 20 tablet diambil secara acak, kemudian diukur 
kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. 
Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan 
tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2. 
 Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2.
Uji Friabilitas Tablet 
 Data friabilitas digunakan untuk mengukur 
ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan 
yang dialaminya sewaktu pengemasan dan 
pengiriman. 
 Friabilitas diukur dengan friabilator . Prinsipnya 
adalah menetapkan bobot yang hilang dari 
sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator 
selama waktu tertentu. 
 Pada proses pengukuran friabilitas, alat diputar 
dengan kecepatan 25 putaran per menit dan 
waktu yang digunakan adalah 4 menit. Jadi ada 
100 putaran.
 Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari 
debunya kemudian ditimbang dengan seksama. 
Untuk tablet dengan bobot < 650 mg, timbang 
sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6,5 
g. Untuk tablet dengan bobot > 650 mg, timbang 
tablet sebanyak 10 buah. 
 Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke 
dalam friabilator. Jalankan alat selama 4 menit. 
Setelah selesai, keluarkan tablet dari alat, 
bersihkan dari debu dan timbang dengan 
seksama. Hitung persentase bobot yang hilang 
selama pengujian. 
 Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di 
Industri), bobot yang hilang tidak boleh lebih 
dari 1 %.
 Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian 
friabilitas adalah jika dalam proses 
pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah 
atau terbelah, maka tablet tersebut tidak 
diikutsertakan dalam perhitungan. 
 Jika hasil pengukuran meragukan (bobot 
yang hilang terlalu besar), maka pengujian 
harus diulang sebanyak dua kali. Selanjutnya 
tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang 
telah dilakukan.
Uji Waktu Hancur 
 Uji waktu hancur  waktu yang diperlukan 
oleh tablet untuk hancur 
 Obat harus berada dalam bentuk larutan agar 
segera siap diabsorpsi .
 Untuk menguji daya hancur memakai 6 tabung 
gelas sepanjang 3 inci yang terbuka di bagian 
atas, sedangkan di bagian bawah keranjang ada 
saringan ukuran mesh 10 
 Untuk menguji waktu hancur, tiap tabung diisi 
oleh satu tablet, kemudian keranjang diletakkan 
di dalam beaker berisi 1 liter air, cairan lambung 
buatan, atau cairan usus buatan pada suhu 37 
°C±2°C. 
 Keranjang itu bergerak turun-naik, dan tablet 
harus tetap berada 2,5 cm dari permukaan atas 
cairan dan 2,5 cm dari dasar beaker 
 Gerakan turun-naik keranjang berisi tablet diatur 
oleh motor yang bergerak sepanjang 5 sampai 6 
cm pada frekuensi 28-32 kali per menit.
 Pada akhir batas waktu seperti yang tertera 
dalam monografi, angkat keranjang dan amati 
semua tablet: semua tablet harus hancur 
sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak 
hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 
tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet 
yang diuji harus hancur sempurna. 
 Tablet tidak bersalut mempunyai standar waktu 
hancur paling rendah 5 menit (tablet aspirin), 
tetapi kebanyakan memiliki waktu hancur 30 
menit
Uji Disolusi 
 Uji disolusi evaluasi apakah suatu tablet melepas 
kandungan obatnya (laju larut obat dari tablet) 
 Alat 1. sebuah tablet diletakkan dalam keranjang 
saringan kawat kecil yang diikatkan pada bagian 
bawah suatu batang logam yang dihubungkan pada 
sebuah motor yang kecepatannya dapat diatur. 
Keranjang itu dicelupkan ke dalam medium disolusi 
yang terdapat di dalam labu 1000 ml. suhu labu 
dipertahankan 37°C ±0,5°C. 
 Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada 
tiap waktu yang dinyatakan, ambil cuplikan pada 
daerah pertengahan antara permukaan Media 
disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar, 
tidak kurang 1 cm dari dinding wadah.
 Alat 2. alat ini sama dengan alat 1, hanya 
keranjangnya diganti dengan pedal yang 
dibentuk dari daun dan batang logam 
sebagai elemen pengaduk (alat dayung). 
Sediaan obat dibiarkan tenggelamke dasar 
labu sebelum diaduk. Sepotong kecil bahan 
yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat 
berbentuk spiral dapat digunakan untuk 
mencegah mengapungnya sediaan.
Evaluasi tablet

More Related Content

What's hot

What's hot (20)

Bab iii laporan granul paracetamol
Bab iii  laporan granul paracetamolBab iii  laporan granul paracetamol
Bab iii laporan granul paracetamol
 
Penetapan kadar [paracetamol] metode spektrofotometri ultraviolet
Penetapan kadar [paracetamol] metode spektrofotometri ultravioletPenetapan kadar [paracetamol] metode spektrofotometri ultraviolet
Penetapan kadar [paracetamol] metode spektrofotometri ultraviolet
 
granulasi kering.pptx
granulasi kering.pptxgranulasi kering.pptx
granulasi kering.pptx
 
GRANULASI BASAH
GRANULASI BASAHGRANULASI BASAH
GRANULASI BASAH
 
Pill
PillPill
Pill
 
Materi kuliah tamu S1 yang kedua bioekuivalensi
Materi kuliah tamu S1 yang kedua bioekuivalensiMateri kuliah tamu S1 yang kedua bioekuivalensi
Materi kuliah tamu S1 yang kedua bioekuivalensi
 
Mikromeritik
Mikromeritik Mikromeritik
Mikromeritik
 
Laporan Farmakologi II "EFEK DIARE"
Laporan Farmakologi II "EFEK DIARE"Laporan Farmakologi II "EFEK DIARE"
Laporan Farmakologi II "EFEK DIARE"
 
TABLET
TABLETTABLET
TABLET
 
nitrimetri
nitrimetrinitrimetri
nitrimetri
 
Salep
SalepSalep
Salep
 
Sediaan obat Kapsul
Sediaan obat KapsulSediaan obat Kapsul
Sediaan obat Kapsul
 
Bcs
BcsBcs
Bcs
 
79188922 cara-perhitungan-waktu-daluarsa
79188922 cara-perhitungan-waktu-daluarsa79188922 cara-perhitungan-waktu-daluarsa
79188922 cara-perhitungan-waktu-daluarsa
 
Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul
 
Rheologi farmasi fisik
Rheologi farmasi fisikRheologi farmasi fisik
Rheologi farmasi fisik
 
Stabilitas Obat
Stabilitas ObatStabilitas Obat
Stabilitas Obat
 
Laporan Analitik Instrumen Kadar Kafein
Laporan Analitik Instrumen Kadar KafeinLaporan Analitik Instrumen Kadar Kafein
Laporan Analitik Instrumen Kadar Kafein
 
Laporan farmakologi (1)
Laporan farmakologi (1)Laporan farmakologi (1)
Laporan farmakologi (1)
 
Cpob presentase
Cpob presentaseCpob presentase
Cpob presentase
 

Viewers also liked

Laporan Praktikum Pembuatan Tablet Parasetamol
Laporan Praktikum Pembuatan Tablet ParasetamolLaporan Praktikum Pembuatan Tablet Parasetamol
Laporan Praktikum Pembuatan Tablet ParasetamolNovi Fachrunnisa
 
Laporan resmi tablet pct granulasi basah
Laporan resmi tablet pct   granulasi basahLaporan resmi tablet pct   granulasi basah
Laporan resmi tablet pct granulasi basahKezia Hani Novita
 
tablet presentation
tablet presentationtablet presentation
tablet presentationAnju K John
 
Slide Presentasi Tablet
Slide Presentasi TabletSlide Presentasi Tablet
Slide Presentasi TabletAgnes Puspita
 
Bentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obatBentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obat4nakmans4
 
Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...
Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...
Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...Jiantari Marthen
 
Nhật kí kiến tập (mẫu)
Nhật kí kiến tập (mẫu)Nhật kí kiến tập (mẫu)
Nhật kí kiến tập (mẫu)Khôi Phan
 
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBATPENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBATSurya Amal
 
Farmakologi (obat dan penggolongannya)
Farmakologi (obat dan penggolongannya)Farmakologi (obat dan penggolongannya)
Farmakologi (obat dan penggolongannya)Jonathan London
 
Computer forensics
Computer forensicsComputer forensics
Computer forensicsdeaneal
 

Viewers also liked (20)

tablet ( compressi)
tablet ( compressi)tablet ( compressi)
tablet ( compressi)
 
Tablet
TabletTablet
Tablet
 
TABLET
TABLETTABLET
TABLET
 
Laporan Praktikum Pembuatan Tablet Parasetamol
Laporan Praktikum Pembuatan Tablet ParasetamolLaporan Praktikum Pembuatan Tablet Parasetamol
Laporan Praktikum Pembuatan Tablet Parasetamol
 
Laporan resmi tablet pct granulasi basah
Laporan resmi tablet pct   granulasi basahLaporan resmi tablet pct   granulasi basah
Laporan resmi tablet pct granulasi basah
 
Evaluasi granulasi kering
Evaluasi granulasi keringEvaluasi granulasi kering
Evaluasi granulasi kering
 
Tablets
TabletsTablets
Tablets
 
tablet presentation
tablet presentationtablet presentation
tablet presentation
 
Makalah unix
Makalah unixMakalah unix
Makalah unix
 
Sediaan krim
Sediaan krimSediaan krim
Sediaan krim
 
soal farmasetika
soal farmasetikasoal farmasetika
soal farmasetika
 
Slide Presentasi Tablet
Slide Presentasi TabletSlide Presentasi Tablet
Slide Presentasi Tablet
 
Scored tablet
Scored tabletScored tablet
Scored tablet
 
Bentuk Sediaan Obat
Bentuk Sediaan ObatBentuk Sediaan Obat
Bentuk Sediaan Obat
 
Bentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obatBentuk sediaan obat
Bentuk sediaan obat
 
Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...
Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...
Makalah teori akuntansi bab 3 struktur teori akuntansi (jiantari c 301 09 013...
 
Nhật kí kiến tập (mẫu)
Nhật kí kiến tập (mẫu)Nhật kí kiến tập (mẫu)
Nhật kí kiến tập (mẫu)
 
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBATPENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
PENGGOLONGAN DAN BENTUK SEDIAAN OBAT
 
Farmakologi (obat dan penggolongannya)
Farmakologi (obat dan penggolongannya)Farmakologi (obat dan penggolongannya)
Farmakologi (obat dan penggolongannya)
 
Computer forensics
Computer forensicsComputer forensics
Computer forensics
 

Similar to Evaluasi tablet

Similar to Evaluasi tablet (20)

Laporan teknologi farmasi
Laporan teknologi farmasiLaporan teknologi farmasi
Laporan teknologi farmasi
 
Kelompok 2 PDT.pptx
Kelompok 2 PDT.pptxKelompok 2 PDT.pptx
Kelompok 2 PDT.pptx
 
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITASKURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
KURVA LAJU PENGERINGAN DAN FLOWABILITAS
 
Uji Bahan Agregat & Campuran
Uji Bahan Agregat & CampuranUji Bahan Agregat & Campuran
Uji Bahan Agregat & Campuran
 
Lap 1.uji dimensi & uji siram
Lap 1.uji dimensi & uji siramLap 1.uji dimensi & uji siram
Lap 1.uji dimensi & uji siram
 
Lapak perhitungan cawan
Lapak perhitungan cawanLapak perhitungan cawan
Lapak perhitungan cawan
 
Uji dimensi
Uji dimensiUji dimensi
Uji dimensi
 
9. pengujian-benih
9. pengujian-benih9. pengujian-benih
9. pengujian-benih
 
Lap 1.uji dimensi & uji siram
Lap 1.uji dimensi & uji siramLap 1.uji dimensi & uji siram
Lap 1.uji dimensi & uji siram
 
Sabun
SabunSabun
Sabun
 
HITUNGAN_CAWAN.docx
HITUNGAN_CAWAN.docxHITUNGAN_CAWAN.docx
HITUNGAN_CAWAN.docx
 
Uji potensi antibiotik
Uji potensi antibiotikUji potensi antibiotik
Uji potensi antibiotik
 
granulasikering-220411021417.pdf
granulasikering-220411021417.pdfgranulasikering-220411021417.pdf
granulasikering-220411021417.pdf
 
Uji Potensi Antibiotik.pptx
Uji Potensi Antibiotik.pptxUji Potensi Antibiotik.pptx
Uji Potensi Antibiotik.pptx
 
Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul Uji mutu sediaan kapsul
Uji mutu sediaan kapsul
 
Uji Semen
Uji SemenUji Semen
Uji Semen
 
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_201203 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
03 strategi menjawab kertas 3 soalan 2 shahril_2012
 
Presentasi widal.ppt
Presentasi widal.pptPresentasi widal.ppt
Presentasi widal.ppt
 
Presentasi widal.ppt
Presentasi widal.pptPresentasi widal.ppt
Presentasi widal.ppt
 
WIDAL.pdf
WIDAL.pdfWIDAL.pdf
WIDAL.pdf
 

Recently uploaded

Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanReferat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanFATIM77
 
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptKonsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptindahlestari554589
 
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptxB-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptxUswaTulFajri
 
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.pptGizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.pptAyuMustika17
 
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiBIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiAviyudaPrabowo1
 
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxMelianaFatmawati
 
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFPENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFRisaFatmasari
 
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang MenangAgen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menangonline resmi
 
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxlaporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxirfanahmadh
 

Recently uploaded (9)

Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatanReferat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
Referat kanker kolorektal farmakologi kesehatan
 
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.pptKonsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
Konsep tata laksana Kanker Leher Rahim Papsmear & IVA.ppt
 
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptxB-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
B-01 Cushing's Syndrome Cushing's Syndrome..pptx
 
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.pptGizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
Gizi-dalam-Daur-Kehidupan-Pertemuan-3.ppt
 
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologiBIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
BIOLOGI RADIAsi, biologi radiasi, biologi
 
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptxALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
ALUR Vaksinasi calon jemaah Haji tahun 2024 .pptx
 
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIFPENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
PENYULUHAN TENTANG KANKER LEHER RAHIM PADA USIA PRODUKTIF
 
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang MenangAgen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
Agen Resmi Tembak Ikan JDB Deposit i-Saku Gampang Menang
 
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptxlaporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
laporan kasuss demam berdarah dengue.pptx
 

Evaluasi tablet

  • 2.
  • 3. EVALUASI GRANUL GRANULOMETRI  Granulometri adalah analisis ukuran dan repartisi granul (penyebaran ukuran-ukuran granul).  Dalammelakukan analisis granulometri digunakan susunan pengayak dengan berbagai ukuran. Mesh terbesar diletakkan paling atas dan dibawahnya disusun pengayak dengan mesh yang makin kecil.
  • 4.
  • 5.  Timbang 100 gr granul  Letakkan granul pada pengayak paling atas  Getarkan mesin 5-30 menit, tergantung dari ketahanan granul pada getaran  Timbang granul yang tertahan pada tiap-tiap pengayak  Hitung persentase granul pada tiap-tiap pengayak
  • 6.  Tujuan granulometri adalah untuk melihat keseragaman dari ukuran granul. Diharapkan ukuran granul tidak terlalu berbeda.  Granulometri berhubungan dengan sifat aliran granul. Jika ukuran granul berdekatan, aliran akan lebih baik.
  • 7. BOBOT JENIS BOBOT JENIS SEJATI  Bobot jenis sejati diukur dengan piknometer BOBOT JENIS NYATA  Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul . Baca volume.  Bobot jenis nyata = bobot/volume BOBOT JENIS NYATA SETELAH PEMAMPATAN  Ke dalam gelas takar masukkan 100 g granul. Mampatkan 500 x dengan alat volumeter . Lihat volume setelah pemampatan.  Bj nyata setelah pemampatan = bobot/volume setelah pemampatan
  • 8. Bobot jenis sejati  Piknometer yang diketahui volumenya (a), ditimbang beratnya (b), kemudian diisi dengan parafin cair dan ditimbang (c). Berat jenis parafin dihitung dengan persamaan :
  • 9.  2 gram serbuk dimasukkan kedalam piknometer, ditimbang beratnya (d). Parafin cair ditambahkan kedalam piknometer sampai kira-kira setengahnya, ditutup dan dibiarkan selama 5 menit sambil digoyang, kemudian ditambah parafin cair hingga pikno penuh dan ditimbang kembali (e) :
  • 10. Bobot jenis nyata  Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur.  Catat volumenya dan timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini.  Hitung bobot jenis nyata dengan persamaan berikut ini : P = W/V P = bobot jenis nyata W = bobot granul V = volume granul tanpa pemampatan
  • 11. Bobot jenis mampat  Sejumlah gram granul dimasukkan ke dalam gelas ukur pada alat dengan menggunakan corong panjang. Catat volumenya (Vo).  Gelas ukur diketuk-ketukkan sebanyak 10 dan 500 kali. Catat volumenya (V10 danV500).  Timbang bobot granul yang digunakan untuk pengujian ini.  Hitung bobot jenis mampat dengan persamaan berikut ini : Pn = W/Vn Pn = bobot jenis mampat W = bobot granul Vn = volume granul pada n ketukan
  • 12.
  • 13. Kadar Pemampatan %T = Vo –V500 Vo  %T = Kadar pemampatan  Vo = Volume sebelum pemampatan  V500 = Volume setelah pemampatan 500 x  %T < 20 ; granul memiliki aliran yang baik  Kadar pemampatan dan berat jenis dapat untuk menilai aliran.
  • 14. Kompresibilitas % K= Pn – P x 100 % Pn  P = Berat jenis nyata sebelum pemampatan  Pn = Berat jenis nyata setelah pemampatan 500 x  Jika % K : 5 – 10 % ——– aliran sangat baik 11 – 20 % ——– aliran cukup baik 21 – 25 % ——– aliran cukup >26 % ——- aliran buruk
  • 15. Aliran UJI KECEPATAN ALIR (METODE CORONG)  Granul ditimbang sebanyak 100 g, lalu dimasukkan ke dalam corong pisah yang lubang bawahnya ditutup, kemudian diratakan. Pada bagian bawah corong diberi alas. Tutup dibuka hingga granul mulai meluncur. Waktu yang dibutuhkan oleh granul untuk mengalir dicatat. Kecepatan alir dihitung dengan membagi bobot granul dengan waktu yang dibutuhkan untuk mengalir.
  • 16.
  • 17.  Hasil dinyatakan dalam satuan gr/det. Kecepatan aliran yang ideal adalah 10 gr/det  Biasanya jika 100 g granul mengalir dalam 10 detik maka aliran baik.
  • 18. SUDUT ISTIRAHAT  Sudut istirahat ditentukan dengan tabung silinder berukuran tertentu, diletakkan pada permukaan horizontal. Serbuk yang akan ditentukan sebanyak 100g dimasukkan kedalam tabung. Permukaan serbuk diratakan. Tabung silinder perlahan diangkat sampai serbuk meninggalkan tabung, kemudian tinggi puncak tumpukan serbuk dan diameternya di ukur.
  • 19.  Hitung α (sudut istirahat)  Jika α = 25- 30° sangat mudah mengalir 30- 40° mudah mengalir 40- 45° mengalir > 45° kurang mengalir
  • 20. Kandungan Lembab (hanya untuk granul hasil granulasi basah)  Kadar air ditentukan dengan menimbang granul dalam keadaan basah dan setelah dikeringkan. Kadar air dinyatakan sebagai LOD (Lost On Drying)/ susut pengeringan  Kandungan lembab diukur dengan pemanasan (gravimetric) menggunakan alat seperti Moisture Balance .  % KB = W1/W x 100 %  % KL = Wa/W1 x 100 % Ket. Wa = W –W1 % KB = Kandungan bobot % KL = Kandungan lembab W = bobot mula-mula W1 = bobot setelah pengeringan
  • 21.  Penentuan dilakukan dengan menggunakan 5 gr granul yang diratakan pada piring logam, kemudian dimasukkan dalam alat penentuan kadar air (Moisture Ballance).  Atur panas yang digunakan (70 0C) lalu diamkan beberapa waktu sampai diperoleh angka yang tetap (dalam bentuk %). Piring logamdipanaskan hingga bobot tetap sebelum digunakan.
  • 23. PEMERIKSAAN PENAMPILAN (organoleptik)  Meliputi pemeriksaan visual yaitu bebas dari kerusakan, dari kontaminasi bahan baku atau dari pengotoran saat proses pembuatan.  Warna, bau, rasa (tablet kunyah), tekstur.
  • 24. Keseragaman ukuran  20 tablet diambil secara acak, Setiap tablet diukur diameter dan tebalnya dengan jangka sorong. Diameter tablet tidak boleh lebih dari tiga kali dan tidak kurang dari 1 1/3 tebal tablet.
  • 25. Keseragaman bobot  Tablet tidak bersalut harus memenuhi syarat keseragaman bobot yang ditetapkan dengan menimbang 20 tablet satu persatu dan dihitung bobot rata-rata tablet. Tablet memenuhi syarat bila tidak lebih dari 2 tablet yang beratnya diluar batasan persentase, serta tidak satupun tablet yang beratnya lebih dari 2 kali batasan persentase yang diizinkan
  • 26.  Toleransi penyimpangan berat untuk tablet yang tidak disalut berbeda-beda, tergantung pada berat rata-rata tablet Berat rata-rata tablet (mg) Perbedaan persentase maksimum yang diperkenankan 130 atau kurang 130 – 324 Lebih dari 324 10 7,5 5
  • 27. Kekerasan tablet  Tablet harus mempunyai kekuatan atau kekerasan tertentu agar dapat tahan terhadap berbagai guncangan mekanik pada saat pembuatan, pengepakan, dan pengapalan.  20 tablet diambil secara acak, kemudian diukur kekerasannya dengan alat Stokes Mensato. Tekanan yang diperlukan untuk memecahkan tablet terukur pada alat dengan satuan Kg/cm2.  Kekerasan yang ideal 10 Kg/cm2.
  • 28.
  • 29. Uji Friabilitas Tablet  Data friabilitas digunakan untuk mengukur ketahanan permukaan tablet terhadap gesekan yang dialaminya sewaktu pengemasan dan pengiriman.  Friabilitas diukur dengan friabilator . Prinsipnya adalah menetapkan bobot yang hilang dari sejumlah tablet selama diputar dalam friabilator selama waktu tertentu.  Pada proses pengukuran friabilitas, alat diputar dengan kecepatan 25 putaran per menit dan waktu yang digunakan adalah 4 menit. Jadi ada 100 putaran.
  • 30.
  • 31.  Mula-mula tablet dibersihkan dahulu dari debunya kemudian ditimbang dengan seksama. Untuk tablet dengan bobot < 650 mg, timbang sejumlah tablet hingga beratnya mendekati 6,5 g. Untuk tablet dengan bobot > 650 mg, timbang tablet sebanyak 10 buah.  Masukan seluruh tablet yang telah ditimbang ke dalam friabilator. Jalankan alat selama 4 menit. Setelah selesai, keluarkan tablet dari alat, bersihkan dari debu dan timbang dengan seksama. Hitung persentase bobot yang hilang selama pengujian.  Untuk tablet yang baik (dipersyaratkan di Industri), bobot yang hilang tidak boleh lebih dari 1 %.
  • 32.  Hal yang harus diperhatikan dalam pengujian friabilitas adalah jika dalam proses pengukuran friabilitas ada tablet yang pecah atau terbelah, maka tablet tersebut tidak diikutsertakan dalam perhitungan.  Jika hasil pengukuran meragukan (bobot yang hilang terlalu besar), maka pengujian harus diulang sebanyak dua kali. Selanjutnya tentukan nilai rata-rata dari ketiga uji yang telah dilakukan.
  • 33. Uji Waktu Hancur  Uji waktu hancur  waktu yang diperlukan oleh tablet untuk hancur  Obat harus berada dalam bentuk larutan agar segera siap diabsorpsi .
  • 34.  Untuk menguji daya hancur memakai 6 tabung gelas sepanjang 3 inci yang terbuka di bagian atas, sedangkan di bagian bawah keranjang ada saringan ukuran mesh 10  Untuk menguji waktu hancur, tiap tabung diisi oleh satu tablet, kemudian keranjang diletakkan di dalam beaker berisi 1 liter air, cairan lambung buatan, atau cairan usus buatan pada suhu 37 °C±2°C.  Keranjang itu bergerak turun-naik, dan tablet harus tetap berada 2,5 cm dari permukaan atas cairan dan 2,5 cm dari dasar beaker  Gerakan turun-naik keranjang berisi tablet diatur oleh motor yang bergerak sepanjang 5 sampai 6 cm pada frekuensi 28-32 kali per menit.
  • 35.  Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi, angkat keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.  Tablet tidak bersalut mempunyai standar waktu hancur paling rendah 5 menit (tablet aspirin), tetapi kebanyakan memiliki waktu hancur 30 menit
  • 36.
  • 37. Uji Disolusi  Uji disolusi evaluasi apakah suatu tablet melepas kandungan obatnya (laju larut obat dari tablet)  Alat 1. sebuah tablet diletakkan dalam keranjang saringan kawat kecil yang diikatkan pada bagian bawah suatu batang logam yang dihubungkan pada sebuah motor yang kecepatannya dapat diatur. Keranjang itu dicelupkan ke dalam medium disolusi yang terdapat di dalam labu 1000 ml. suhu labu dipertahankan 37°C ±0,5°C.  Dalam interval waktu yang ditetapkan atau pada tiap waktu yang dinyatakan, ambil cuplikan pada daerah pertengahan antara permukaan Media disolusi dan bagian atas dari keranjang berputar, tidak kurang 1 cm dari dinding wadah.
  • 38.  Alat 2. alat ini sama dengan alat 1, hanya keranjangnya diganti dengan pedal yang dibentuk dari daun dan batang logam sebagai elemen pengaduk (alat dayung). Sediaan obat dibiarkan tenggelamke dasar labu sebelum diaduk. Sepotong kecil bahan yang tidak bereaksi seperti gulungan kawat berbentuk spiral dapat digunakan untuk mencegah mengapungnya sediaan.