• Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Be the first to comment
    Be the first to like this
No Downloads

Views

Total Views
1,833
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0

Actions

Shares
Downloads
3
Comments
0
Likes
0

Embeds 0

No embeds

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
    No notes for slide

Transcript

  • 1. Senin Wage 24 Februari 2014 23 Bakdamulud 1947 Tahun LXIX No. 145 Suara Hati Nurani Rakyat http://www.krjogja.com YOGYA (KR) - Konflik berkepanjangan di internal Kraton Kasunanan Surakarta akan segera berakhir. Penyelesaian konflik telah diambil alih negara dibawah komando langsung Harian Pagi 28 Halaman @krjogjadotcom Harga Eceran Rp. 3.000 Terbit Sejak 27 September 1945 Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden berjanji akan segera mengupayakan penyelesaian konflik setelah penyelenggaraan pemilu legislatif 9 April 2014 dan akan tuntas sebelum jumenengan Kraton Kasunanan Surakarta pada Juni 2014. * Bersambung hal 7 kol 1 KR-Sri Warsiti SDN Gaden 3 Trucuk tergenang banjir. DIKEPUNG BANJIR, EVAKUASI TUNGGU PERAHU KARET Ratusan Warga Klaten Terisolasi KLATEN (KR) - Sejumlah pemukiman penduduk di lima kecamatan di Kabupaten Klaten, hingga Minggu (23/2) malam masih tergenang banjir. Saat berita ini ditulis, tim BPBD Klaten bersama relawan masih melakukan evakuasi di sebuah dukuh yang terisolir, yakni Dukuh Muker RW 15 Desa Melikan Kecamatan Wedi yang masih terkurung banjir. Kepala BPBD Klaten Sri Winoto mengemukakan, dukuh tersebut dihuni sekitar 90 KK terdiri 350 jiwa. "Kami bersama SAR dan relawan sedang mengusahakan perahu karet," katanya. Hingga kemarin penduduk rentan yakni perempuan, anak-anak dan lansia masih bertahan di pengungsian. Hal sama juga dialami oleh warga di Desa Pacing Kecamatan Wedi. "Untuk di Pacing tinggal 37 orang yang masih di pengungsian, lainnya pulang bersih-bersih," ujar Sri Winoto. Menurutnya, banjir kali ini terbesar dalam sejarah banjir di Klaten, yakni serentak melanda enam kecamatan terdiri Kecamatan Wedi, Bayat, Cawas, Trucuk, dan Kecamatan Gantiwarno. Lebih lanjut dijelaskan, pada saat air bah melanda sejumlah pemukiman, ketinggian air di Bendung Talang menunjuk pada level 180 cm. Hal ini baru pertama terjadi, karena rata-rata hanya pada level 140 cm hingga 160 cm, itu pun sudah menyebabkan * Bersambung hal 7 kol 1 PEMBAHASAN RUU KUHP-KUHAP DPR Tuding Pemerintah Tak Kompak RISIKO atau dampak bencana erupsi gunungapi sebanding dengan level ancaman erupsi dan sebanding dengan kerentanan permukiman atau lingkungannya. Namun risiko ini berbanding terbalik dengan kapasitas permukimannya. Sebuah bangunan permukiman tidak akan rusak atau runtuh apabila pengaruh luar atau beban tidak melebihi dari pada kapasitas atau kemampuan bangunan tersebut. Perlu diketahui, bahwa tingkat kerentanan bangunan permukiman tergantung dari kedekatan dengan sumber ancaman bencana dan keringkihan fisik bangunan tersebut. Ketika material erupsi * Bersambung hal 7 kol 1 ERUPSI Gunung Kelud membuat puluhan ribu warga sekitar mengungsi, meninggalkan harta bendanya. Untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita tersebut, KR membuka dompet sumbangan pembaca. Sumbangan diharapkan berupa uang, tak berbentuk barang. Diberikan di bagian keuangan SKH KR, Jl P Mangkubumi 42 Yogyakarta atau melalui rekening Bank BRI Cabang Mlati, Yogyakarta No. 0409-01-000180-56-1 atas nama Dompet KR Peduli Bencana Gunung Kelud. NO NAMA ALAMAT RUPIAH 83 Paguyuban Ibu-ibu Perumahan Sidorejo Ngesti Harjo Kasihan Bantul . . . . . . . . . . . . 1,500,000.00 84 KB/TK Mutiara Persada Cemorojajar . . . . . . 392,500.00 85 Keluarga Sukadi Sanggrahan UH I/583 Yogya 250,000.00 * Bersambung hal 7 kol 2 KASUS PENYEKAPAN 17 PRT Istri Pensiunan Jenderal Tersangka JAKARTA (KR) - Revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang kini dibahas Dewan Perwakilan Rakyat adalah inisiatif pemerintah. Karena itu, jika pemerintah masih belum satu suara atau tak kompak, akan merevisi atau tidak, maka pihak DPR akan bersikap menunggu. Hal tersebut dikatakan Sarifuddin Sudding, anggota DPR Komisi III di Jakarta, Minggu (23/2). Seperti diketahui pembahasan tersebut mendapat sorotan dari masyarakat. Sebab, ada pasalpasal yang dianggap dapat melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan, lembaga anti rasuah itu mengirim surat langsung kepada DPR dan Presiden untuk menarik kembali KR-Dokumen Abraham Samad pembahasan itu. "Saya ingatkan bahwa yang mengajukan revisi KUHAP dan KUHP adalah pemerintah sendiri. Karena itu, jika pemerintah masih belum satu suara akan merevisi atau tidak, maka pihak DPR akan bersikap menunggu," kata Sudding. Sudding juga mengakui ada beberapa masalah dalam revisi RUU KUHP itu. Misalnya menyangkut sinkron atau tidaknya beberapa pasal yang terdapat di RUU KUHP dengan UU Pidana yang sudah ada. "Yang termasuk dalam konteks ini misalnya pasal soal teroris, korupsi, dan suap," kata politisi dari Fraksi Partai Hanura itu. Sementara, hal yang lebih spesifik lainnya misalnya soal kewenangan penyelidikan yang dimiliki aparat penegak hukum. Dalam revisi UU KUHP memang ada klausul untuk melokalisir kewenangan penyelidikan. "Pasal-pasal yang melokalisir kewenangan ini berasal dari pemerintah sehingga tidak tepat jika dalam hal ini masyarakat menyalahkan DPR," ujarnya. Sementara itu KPK tegas meminta supaya pembahasan RUU KUHP dan KUHAP * Bersambung hal 7 kol 1 JAKARTA (KR) - Diduga melakukan penganiayaan dan penyekapan terhadap 17 pekerja rumah tangganya (PRT), Ny MS istri seorang pensiunan jenderal polisi resmi ditetapkan sebagai tersangka. Polres Bogor yang menangani kasusnya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Ronny F Sompie memastikan, pemeriksaan terhadap istri Brigjen Pol (Purn) Mangisi Sitompul (MS) itu akan dilakukan secara objektif, tanpa intervensi. "Sementara ini kita fokus pada nyonya MS. Yang jelas kita lakukan penyidikan ini tidak berpihak, tidak ada diskriminasi, profesional, dan proporsional," katanya, di Jakarta, Minggu (23/2). Ronny memastikan, jajaran Polres Bogor akan bekerja profesional dalam me- nangani perkara istri Brigjen Pol (Purn) MS. "Kita tidak lihat siapa dia, tetapi ada pernyataan pidana atau tidak," tegasnya. Ronny mengungkapkan, hingga saat ini pihak Polri telah meminta keterangan sedikitnya 18 orang saksi. Mereka merupakan para korban dan yang mengetahui tindakan penyekapan. Mengenai penetapan status tersangka, Ronny menjelaskan, dilakukan setelah pemeriksaan saksi-saksi selesai. "Kemarin sore Kapolres Bogor sudah melapor ke Kapolda Jabar, dan Kapolda sudah melapor ke Polri, Kabareskrim. Saya dilaporkan (pelaku) sudah ditetapkan tersangka," katanya. Sementara itu, Brigjen Pol (Purn) Mangisi Sitompul membantah istrinya menyekap 17 PRT. (Imd)-b PAN, Tegas Bangun Integritas MENJADI gerbong reformasi bukan perkara mudah bagi Partai Amanat Nasional (PAN). Apalagi gejala korupsi yang melanda kalangan eksekutif maupun legislatif seakan merebak di berbagai daerah. Ini tentu menjadi tantangan bagi PAN untuk mengembalikan integritas pemimpin bangsa. "Tidak ada retorika pembelaan (bagi kader) jika sudah terjerat korupsi. Korupsi itu seolah kanker yang tentu membahayakan bangsa ini," tegas Ketua DPW PAN DIY, Immawan Wahyudi, saat bersilaturahmi dengan SKH Kedaulatan Rakyat, belum lama ini. Sikap tegas itu, ungkap Immawan, menjadi landasan bagi PAN dalam membangun integritas. Menurutnya, gejala korupsi harus dilihat secara utuh hingga ke akar masyarakat. Dicontohkannya sentilan demokrasi 'wani piro' jangan dilihat sebagai guyonan. Hal itu justru seolah menjadi realita di masyarakat. Bahkan tidak sedikit caleg yang berkualitas baik, akhirnya tidak dipilih lantaran tidak membawa apaapa saat melakukan sosialisasi ke warga. Sebaliknya, caleg berkualitas kurang baik seringkali menjadi pilihan karena selalu memberikan materi kepada warga. Kenyataan pahit semacam itu sepatutnya menjadi perhatian semua pihak. "Bisa jadi caleg yang memelihara integritas akhirnya mlethas karena warga sering menagih sesuatu," tandasnya. Bahkan dalam sebuah sur- Berita terkait PAN lainnya di halaman 26 vei, upaya pemberantasan korupsi masih mendapat dukungan yang rendah. Sedangkan isu kemiskinan dan kesejahteraan menjadi pilihan utama masyarakat. Realitas demikian biasanya terjadi lantaran idealisme pemerintah dengan harapan masyarakat tidak sejalan. Oleh karena itu, apa yang terjadi di permukaan dengan kenyataan di lapangan seringkali bertolak belakang. Pemerintah atau pemimpin terlihat jarang mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat. Sehingga, kebijakan yang diberikan akhirnya tak tepat sasaran. Atas dasar itulah, PAN berusaha menempatkan diri sebagai baris pendhem. Yakni sebuah istilah dalam pewayangan yang tidak hanya bicara di permukaan, melainkan juga jalin komunikasi intensif dengan masyarakat. "Kami ingin agar gerbong dengan lokomotifnya ini nyambung," tandasnya. Bendahara DPW PAN DIY, Tutiek Masria Widyo pun mengatakan demikian. Menurutnya, masyarakat yang mulai pragmatis itu KR-Franz Boedisukarnanto Immawan Wahyudi menjadi tantangan bagi setiap caleg. Sehingga caleg harus bisa menempatkan diri agar tidak menjadi bagian dari pragmatisme tersebut. (R-9)-b q DI tengah maraknya gambar baliho calon legislatif (caleg), di sebelah timur Sungai Logawa, Purwokerto, muncul gambar baliho tokoh sinetron Tukang Bubur Naik Haji H Muidin, berpose seperti Caleg, pakai jas hitam, berdasi dan berpeci. Saya kira mau nyaleg. Namun setelah saya dekati gambar tersebut, ternyata hanya iseng dari orang yang memasangnya, di bawah namanya tertulis: "Bergabunglah Bersama Kami, Calon Haji Ketiga!"--(Kiriman: Ekadila Kurniawan, Jalan Shanta No 17 RT 02 RW 03 Ajibarang, Banyumas, Jateng 53163).-b
  • 2. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) KOTAYOGYA ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 2 TUTUP KEKURANGAN SUARA DI 7 PROVINSI REGULASI MASIH LEMAH PDIP DIY Ditarget Peroleh 35 Persen Peredaran Miras Makin Merajalela YOGYA (KR) - Peredaran minuman keras (miras) di kalangan remaja perlu menjadi perhatian semua pihak. Ditengarai, regulasi yang masih lemah menjadi salah satu pemicu terhadap merebaknya miras tersebut. KR-Surya Adi Lesmana Rapat Koordinasi Pemenangan Pemilu 2014 PDIP DIY di Sport Hall Kridosono Yogya. YOGYA (KR) - Target perolehan suara 35 persen di DIY, menjadi tugas berat bagi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP DIY pada Pemilu yang akan dihelat 9 April mendatang. Target yang diembankan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) tersebut disampaikan oleh Ketua DPD PDIP DIY Drs HM Idham Samawi saat berpidato di hadapan ribuan peserta "Rapat Koordinasi Pemenangan Pemilu 2014 PDIP DIY" di Sport Hall Kridosono Yogya, Minggu (23/2). Menurut Idham target tersebut hanya bisa dicapai jika seluruh komponen partai mau berjuang keras mencapai target suara. "Target nasional perolehan suara PDIP adalah 27,2 persen. Dari seluruh provinsi, ada 7 provinsi yang lemah. DIY serta beberapa provinsi lain termasuk Jawa Tengah dan DKI diharapkan bisa jadi bandul untuk menutup kekurangan suara dari 7 provinsi itu," kata Idham saat ditemui KR di sela acara. Provinsi yang dimaksudkan Idham antara lain Aceh, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan. Provinsi-provinsi tersebut saat simulasi hanya memperoleh suara di bawah 15 persen. "Meski berat, kami bertekad perolehan suara 35 persen di DIY harus kita dapat dengan cara bersih dan santun. Bersih dalam arti kami tidak mengenal money politik, sedangkan santun dimaknai sesuai kultur Jawa yang adiluhung yaitu nglurug tanpo bolo menang tanpo ngasorake," urainya. Sementara itu dalam pidatonya, Idham juga menginstruksikan agar hingga 9 April mendatang, seluruh kader tanpa terkecuali harus menggerakkan semua komponen untuk memilih PDIP. Termasuk para kepala daerah yang merupakan kader PDIP. Dirinya juga mengimbau agar para kader juga bertarung untuk merebut suara dari partai lain agar bisa memenuhi target perolehan suara 35 persen di DIY. Selain target menang dalam pemilu legislatif, Idham juga mematok DIY harus bisa mengantarkan kader PDIP untuk bisa menjadi Presiden. "Para kader harus bekerja keras agar PDIP bisa menang pileg dan menang pilpres," tegas Idham. (Sal)-a PUK Pasar ’Sunmor’Nekat Rusak Portal YOGYA (KR) - Meskipun sudah ada spanduk larangan bagi pedagang usaha kecil (PUK) Pasar Sunday Morning (Sunmor) di Jl Notonagoro dan Olahraga, tetapi tetap nekat menerobos portal. Pelanggaran ini sangat memprihatinkan bagi sivitas akademika UGM. Saat ini UGM sedang melakukan penataan kampus, sehingga perlu dilakukan pemindahan lokasi Pasar Sunmor ke kawasan timur lembah. "Pemindahan itu masih di dalam UGM untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat luas. Untuk itu, berbagai hal dilakukan antara lain dengan penataan lingkungan kampus. Pembangunan Wisdom Park di kawasan lembah UGM menjadi satu program besar. Selain untuk meningkatkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di DIY," ujar Wakil Rektor Bidang SDM dan Aset UGM Prof Budi Wignyosukarto, Minggu (23/2). Menurut Prof Budi, Wisdom Park akan dioptimalkan pemanfaatannya untuk pendidikan dan penelitian, yang di dalamnya terdapat kolam tampungan (embung), lahan konservasi, perikanan, arboretum, penjernihan air, pengolahan limbah, serta area olahraga dan rekreasi bagi masyarakat luas. Sebagai rangkaian program penataan kampus, dilakukan pemindahan lokasi Pasar Sunday Morning (Sunmor) UGM. Pemindahan Sunmor efektif dilakukan mulai 5 Januari 2014. Dalam rangkaian pemindahan lokasi Sunmor, pimpinan UGM telah melakukan lebih dari 12 kali diskusi dengan perwakilan PUK dan melakukan sosialisasi kepada seluruh PUK termasuk beberapa kali diskusi di mediasi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) DIY. Paralel dengan komunikasi tersebut. Juga dilakukan pelebaran wilayah berdagang di jalan Lingkar Timur UGM dan memperkerasnya, menyediakan mobil sanitasi dan fasilitas lainnya. "Namun ternyata upaya UGM untuk memberikan kemanfaatan lebih luas kepada masyarakat ini tidak dapat dipahami oleh sebagian Pedagang Usaha Kecil (PUK) Sunmor," kata Prof Budi. Pada 9 dan 23 Februari 2014, PUK Sunmor menerobos dan merusak portal UGM, memaksa berjualan di Jl Olahraga dan Notonagoro. Dalam kejadian ini, pihak keamanan UGM dan Muspika Kecamatan Depok tetap menjaga agar tidak terjadi bentrokan fisik. UGM sangat prihatin dengan peristiwa ini. Niat baik untuk dapat berkontribusi, memberikan manfaat bagi (Asp)-a masyarakat lebih luas terhambat. GPC DORONG PEMBERDAYAAN KAMPUNG UU Desa Harus Jadi Penggerak KR-Ardhi Wahdan HM Gandung Pardiman saat memperingati HUT ke-11 GPC di Purawisata Yogyakarta. YOGYA (KR) - Undang-undang (UU) Desa yang sudah disahkan akhir 2013 lalu diharapkan mampu menjadi penggerak bagi pemberdayaan kampung. Apalagi Peraturan Presiden (Perpres) sebagai pedoman pelaksanaan UU Desa akan segera dikeluarkan. Menurut Anggota Komisi V DPR RI, HM Gandung Pardiman, Perpres bagi UU Desa tersebut direncanakan akan terbit pada April mendatang. "Dalam koordinasi terakhir, Presiden siap menerbitkan Perpres pada April. Jika Perpres sudah ada, maka UU Desa bisa diimplementasikan," ungkapnya di sela peringatan HUT ke-11 Gandung Pardiman Centre (GPC), Minggu (23/2). Dengan demikian, imbuh Gandung, peran desa dalam pembangunan akan semakin diperhitungkan. Salah satunya melalui kucuran dana Rp 1 miliar lebih bagi tiap desa dari APBN. Sehingga kesiapan desa menjadi faktor utama. Oleh karena itu, imbuh Gandung, peran GPC dalam pemberdayaan kampung akan ditingkatkan. Menurutnya, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat, maka GPC tidak hanya akan bergerak pada lingkup sosial saja. Pihaknya sudah membentuk petugas yang akan menangani masalah kebencanaan alam. "Bencana alam ini dampaknya juga ke sosial. Peran dan aksi GPC akan kami tingkatkan. Terutama untuk memperkuat desa, kelurahan serta perkampungan," tandas Presiden Direktur GPC ini. Pada kesempatan ini, Gandung juga melakukan sosialisasi menyongsong Pemilu 2014. Seluruh caleg yang diusung wajib turut serta memberdayakan masyarakat. Terutama dalam mengurai potensi yang dimiliki tiap kampung. Baik potensi ekonomi melalui UMKM, bu(R-9)-a daya maupun sektor pariwisata. Menurut Ketua Gerakan Nasional Anti Miras (Genam) Chapter Yogyakarta, Dra RR Wikan Widyastari, banyak kafe maupun minimarket yang bebas menjual miras. "Seharusnya ada aturan untuk membeli barang tertentu harus menunjukkan identitas. Jika belum cukup umur, maka jangan dilayani," tandasnya, Minggu (23/2). Dikhawatirkan jika tidak se- gera ada upaya preventif dengan memperkuat regulasi, maka generasi bangsa mendatang menjadi ancaman. Untuk itu, Genam Chapter Yogyakarta akan mendesak pemerintah daerah baik DIY maupun Kota Yogyakarta memiliki kebijakan khusus miras. Meski demikian, pengawasan dari orang tua maupun tokoh masyarakat juga jauh lebih penting. Tanpa ada ke- sadaran dan kontrol dari masyarakat, maka miras juga sulit diberantas. Apalagi pengedar yang berhasil terjaring, sanksinya masih rendah sehingga tidak menimbulkan efek jera. Sedangkan upaya penertiban miras terakhir kali digelar oleh Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta pada Januari 2014 lalu. Saat itu, petugas berhasil membongkar seorang pengdar di wilayah Jalan Veteran dan menyita sedikitnya 440 botol dari berbagai jenis. Kepala Seksi Operasi Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Bayu Laksmono mengungkap- kan, usai operasi tangkap tangan, peredaran miras dilakukan sembunyi-sembunyi. Hal ini pula yang membuat petugas harus menunggu. "Sekali ada yang muncul ke permukaan, maka petugas pasti mencari asal muasalnya. Target kami memang pengedar maupun pemasok," tandasnya. Hanya saja, untuk pemberian sanksi merupakan kewenangan penuh pihak pengadilan. Meski begitu, setiap pelaku yang tertangkap selalu dilampirkan riwayatnya. Bagi yang sudah lebih dari satu kali tertangkap, harapannya mendapat sanksi maksimal. (R-9)-a BANTU KORBAN GUNUNG KELUD 16 Relawan Bantu Pemulihan Trauma YOGYA (KR) - Sebanyak 16 personel Relawan Jogja Bersatu, Minggu (23/2) berangkat ke Kediri untuk membantu korban bencana meletusnya Gunung Kelud. Tak hanya membawa bantuan logistik saja, mereka juga berusaha membantu pemulihan trauma para korban dengan berbagai kegiatan menarik bagi anak-anak maupun orangtua. Sekjen Relawan Jogja Bersatu, Uta Sri Hariyoto menjelaskan, kondisi terakhir di Kediri dari laporan tim yang sudah berangkat beberapa hari yang lalu menyebutkan sudah ada beberapa pengungsi yang mulai kembali ke rumahnya masing-masing. Walaupun sebagian besar rumah mereka rusak. "Disana mereka sangat KR- Aditya Kurniawan Para personel yang akan berangkat ke Kediri. membutuhkan air bersih, pakaian anak, susu anak dan obat-obatan. Namun kami lebih fokus memberikan pemulihan trauma dalam bentuk permainan, sulap dan cerita bagi anak-anak dengan hiburan badut," papar Uta sebelum berangkat bersama rombong- PERKUAT SEGORO AMARTO an dari Skretariat Bersama Relawan Jogja Bersatu (Galang Press) di Jalan Mawar III, Baciro, Yogyakarta. Sedangkan bagi orangtua, mereka akan dihibur dengan pemutaran film inspiratif dari bencana Gunung Merapi dan gempa bumi Bantul. Sehingga mereka diharapkan bisa kembali bangkit setelah terkena musibah tersebut. Disamping membawa perpustakaan keliling, Galang Press juga menyumbang buku-buku bagi SD yang hancur. Dijelaskan, Relawan Jogja Bersatu yang didukung oleh JRS, Karina, KAS dan Galang Press tersebut akan berada di posko di KUD Tani Maju Desa Gadungan Kecamatan Puncu. Disana mereka akan menyebar ke Dusun Sukomoro dan Dusun Laharpang yang merupakan salah satu desa paling parah di sebelah Barat Daya Gunung Kelud. "Rencananya, kami akan berada disana 7 hingga 10 hari. Jika kondisi masih belum kondusif, kami akan menambah personel atau tinggal lebih lama lagi," pungkasnya. (*-1)-a PARIWISATA INDONESIA STAGNAN Karangwaru Gerakkan Kiprah Kaum Muda Butuh Sinergitas Pemerintah-Masyarakat YOGYA (KR) - Wakil Walikota Yogyakarta Imam Priyono meminta masyarakat terus memupuk semangat gotong royong. Tanpa ada implementasi di masyarakat, maka slogan Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyakarto) tak akan bernilai apapun. Hal itu diungkapkan Imam di sela kegiatan bakti sosial yang dimotori oleh Karangtaruna Warutama Kelurahan Karangwaru Tegalrejo di gedung serbaguna Kampung Bangirejo, Minggu (23/2). Menurut Imam, kiprah anak muda dalam aksi sosial tersebut merupakan salah satu wujud Segoro Amarto. "Jika seluruh kaum muda memiliki kekuatan untuk gotong royong, maka kepekaan sosial kelak akan semakin kuat," paparnya. Bakti sosial kali ini diisi dengan beragam kegiatan. Antara lain pembagian sembako gratis bagi warga miskin, pasar murah serta donor darah. Sebelum acara dige- lar, Karangtaruna Warutama juga menggerakkan senam massal bagi para lansia. Ketua Karangtaruna Warutama, Saleh mengungkapkan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan dipelopori oleh anak-anak muda yang ada di Karangwaru. Pihaknya juga menggaet para donatur serta sponsor untuk ikut berbagi. "Kami ingin agar kaum muda juga tampil," tandasnya. Kegiatan bakti sosial tersebut rencananya akan digelar sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Saleh berharap, potensi sosial yang dimiliki oleh kaum muda di Karangwaru bisa terus terasah. Baik dalam pengalaman berorganisasi maupun kegiatan lapangan seperti bakti sosial. Sementara total paket sembako yang disediakan mencapai 300 paket. Sebanyak 120 paket diantaranya dibagikan gratis bagi warga miskin. Sedangkan sisanya dijual murah kepada masya(R-9)-a rakat sekitar. YOGYA (KR) - Perkembangan pariwisata di Indonesia sampai saat ini cenderung berjalan stagnan. Padahal, potensi wisata di Indonesia cukup banyak dan beragam, baik wisata budaya, kuliner maupun sosialnya. Kondisi tersebut menjadikan dunia pariwisata Indonesia tertinggal dengan negara Asia Tenggara lainnya. Berawal dari keprihatinan tersebut, Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (Stipram) Yogya, akan menggelar Seminar Internasional 'Suistanable Tourism Development Based on Tourism Behavior' di Hotel Inna Garuda dari Senin (24/2) sampai Rabu (26/2). "Seminar ini akan menghadirkan sejumlah pakar pariwisata baik nasional maupun internasional yang berkompeten di bidangnya seperti dari Australia dan Thailand. Adapun untuk keynote speaker adalah Prof Dr I Gede Pitana MSc (Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Mr Erik Chritopher Hookom (USA)," terang Ketua Stipram Yogyakarta Suhendroyono di Yogya- KR-Istimewa Suhendroyono karta, Minggu (23/2). Menurut Suhendroyono, sebenarnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia sangat banyak. Namun masih didominasi oleh wisatawan domestik. Sementara, untuk wisatawan mancanegara jumlahnya masih jauh harapan. Untuk mengatasi persoalan itu, Indonesia perlu belajar tentang pengelolaan pariwisata dengan negara-negara yang sudah maju. Apabila hal itu bisa diwujudkan, dunia pariwisata di Indonesia bisa lebih baik dan mendatangkan kesejahteraan (Ria)-m bagi masyarakat. HUT Ke-23 SSJY Dimeriahkan Teatrikal Sastra YOGYA (KR)- Pembacaan geguritan, cerita pendek berbahasa Jawa (cerkak), teater dan pembacaan cerita wayang mewarnai HUT ke-23 Sanggar Sastra Jawa Yogyakarta (SSJY) di Aula KR Jl Margo Utomo (P Mangkubumi) 40-46 Yogyakarta, Minggu (23/2). Geguritan dibacakan Siswa SD Montessori dan cerkak berbahasa Jawa dibacakan siswa SMA Stela Duce. Acara tersebut diawali pemotongan tumpeng yang dilakukan Direktur Keuangan PT BP Kedaulatan Rakyat, Imam KR - Warisman HUT 23 SSJY dengan teatrikal sastra di Aula KR. Satriadi SH. Potongan tumpeng diserahkan kepada Ketua SSJY, Yohanes Adhi Satiyoko. "Saya mengharapkan SSJY bisa lebih berkembang dan meningkatkan kualitas, berprestasi sampai tingkat nasional," kata Imam Satriadi. Pengarang AY Suharyono, menceritakan perjalanan SSJY diawali adanya Pertemuan Pembaca Pengarang dan Penerbit Sastra Jawa di Purna Budaya Yogyakarta tahun 1990. Kemudian Februari 1991 terbentuklah SSJY. Waktu itu banyak pengarang yang sudah mapan ikut bergabung. Berbeda dengan sekarang, lebih banyak generasi mudanya. SSJY kini menjadi tempat pembibitan pengarang sastra Jawa modern dengan menyelenggarakan pelatihan dua bulan sekali. "Hasil pelatihan diterbitkan dalam majalah Bahasa Jawa Pagagan," katanya. Menurut AY Suharyono, berdirinya SSJY mendapat dukungan dari Balai Bahasa Yogyakarta karena melihat di tahun 1980-an, sastra Jawa menunjukan kemunduruan. Padahal di tahun 1960-an, sastra Jawa sangat dekat dengan masyarakat. Waktu itu muncul pengarang seperti Any Asmara yang karya-karyanya selalu dinantikan pembaca. AY Suharyono juga menyinggung minimnya media massa berbahasa Jawa untuk berkiprah. Beberapa pengarang kemudian membuat buku dengan biaya sendiri. Namun dalam menjual buku sastra Jawa ini juga ada persoalan dan memerlukan kiat untuk menarik perhatian agar orang mau membelinya. Pada acara syukuran hadir pengarang dari generasi muda siswa SMAsampai generasi tua berusia 80-an seperti Ny Supadmi, Nyi Klenyem dan Ny Sarmo. Hadir pula kalangan akademisi seperti Dr Suwardi Endraswara dari Universitas (War)-a Negeri Yogyakarta.
  • 3. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) GUNUNGKIDUL ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 3 POKDARWIS SOKOLIMO DIRESMIKAN Tawarkan Situs Megalitikum KARANGMOJO (KR) - Pilihan wisata di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo semakin banyak. Supadmo SSos, Camat Karangmojo, Minggu (23/2) meresmikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) baru Wisata Sokolimo yang sekretariatnya berada di Dusun Sokoliman, Desa Bejiharjo atau sekitar 1 km dari objek wisata Goa Pindul. Meski lokasinya masih dikawasan Goa Pindul dan Kali Oya, Wisata Sokolimo menawarkan objek wisata Situs Megalitikum, 7 sumur religius, bumi perkemahan. "Situs Megalitikum merupakan objek wisata utama," kata H Gimu, Ketua Pokdarwis Wisata Sokolimo, Desa Bejiharjo. Hadir dalam acara ini, Yanto Kepala Desa Bejiharjo, Suyanto SE, Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Kapolsek KR-Endar Widido Supadmo SSos meresmikan Pokdarwis Sokolimo. Kerja Sama Gunungkidul-Jepang WONOSARI (KR) - Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Presiden Direktur Kochi Toyota Motor Corporation Jepang Mr Makoto Toshioka di Bangsal Sewakapraja, Wonosari, Sabtu (22/2). Kerja sama ini untuk memberikan bantuan hibah berupa mobil ambulan dan 1 unit pemadam kebakaran (damkar). "Pemerintah daerah sangat berterima kasih dengan bantuan ambulan dan damkar akan mendukung pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana," kata Hj Badingah. Kegiatan dihadiri Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, GM Kochi Toyota Corporation Mr Kenji Yamamato, Presiden Ehime Toyota Motor Corporation Jepang Mr Hidekazu, Kapolres AKBP Faried Zulkarnaen, Dandim 0730 Letkol Arh Herman Toni, Ketua DPRD Budi Utama MPd dan seluruh kepada dinas. Presiden Direktur Kochi Toyota Motor Corporation Jepang Mr Makoto Toshioka menuturkan, pemerintah Jepang sangat peduli dengan pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Armada akan bisa dipergunakan membantu penanganan bencana di Gunungkidul. "Jepang juga telah menghibahkan bantuan serupa di beberapa wilayah di Indo(Ded)-f nesia," jelasnya. Kompol Saman, semua ketua Pokdarwis yang ada di Desa Wisata Bejiharjo dan undangan. Baik camat maupun kades mengingatkan, pengelola desa wisata Sokolimo agar pandaipandai memanfaatkan potensi wisata di dusunnya. Pengelolaan objek wisata tidak hanya menjanjikan keuntungan, namun kadang menimbulkan permasalahan. Untuk mencegah timbulnya masalah, perlu dilakukan perencanaan secara matang sehingga dapat meminimalisir kemungkinan timbulnya masalah, baik diinternal pengelola, masyarakat, sesama Pokdarwis dan juga dengan masyarakat. "Perencanaan, persiapan yang matang serta profesionalitas pengelolaan akan menentukan keberhasilan pengembangan objek wisata." jelas Su(Ewi)-f padmo. Longsor, Jalan Gedangsari-Klaten Putus GEDANGSARI (KR) - Hujan deras yang mengguyur perbatasan Desa Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul dan Desa Karanggayam, Wedi maupun Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah menyebabkan longsor, Sabtu (22/2) malam. Selain 2 rumah rusak tergenang aliran banjir lumpur, arus transportasi jalan Gedangsari, Gunungkidul menuju Karanggayam, Wedi, Klaten, Jawa Tengah lumpuh. Longsoran material mencapai ratusan meter kubik dari tebing di Daerah Milik Jalan (DMJ) menutup jalan raya hingga menyebabkan arus lalu-lintas kedua kabupaten terputus. "Longsor ini merupakan terburuk dalam tahun ini. Se- lain berdampak terhadap akses transportasi proses evakuasi butuh alat berat," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Budiharjo SH MH dan Danramil Nglipar Kapten Inf Suseno di lokasi bencana, Minggu (23/2). Menurut Budiharjo, bencana longsor yang terjadi di kawasan perbatasan ini akibat terjadi hujan deras secara terus menerus pada Sabtu (22/2) hingga Minggu (23/2). Dampak hujan deras juga menimbulkan banjir mencapai 1 meter terjadi di Kecamatan Gantiwarno, Klaten merupakan daerah perbatasan dengan Gedangsari. Pada ruas jalan maupun daerah pemukiman yang longsor berada di Dusun Jelok RT 04/03 dan RT 08/03. Khusus yang terjadi di Jelok RT 04/03 menimpa rumah Tu- gimin (45) dan Rumah Parto Sentono (75). Danramil Kapten Inf Suseno mengatakan, untuk kerusakan rumah akibat tergenang lumpur sudah dilaksanakan kerja bakti, serta perbaikan fasilitas talut. Sedangkan proses evakuasi terhadap jalan raya yang merupakan fasilitas umum butuh waktu dan sarana yang tidak mungkin dengan hanya mengandalkan peralatan manual. TNI sudah berkoordinasi dengan BPBD untuk mendatangkan alat berat, evakuasi material longsor yang menu(Ded/Bmp)-f tup jalan.
  • 4. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) BANTUL ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 4 PANEN RAYA BAWANG DI LAHAN PASIR Kecerdasan, Modal Utama Membangun Negara KR-Sukro Riyadi Drs HM Idham Samawi dalam panen raya bawang merah, di Sanden Bantul, Minggu (23/2). BANTUL (KR) - Petani di Bantul harus semangat dalam mengolah lahan, agar kesejahteraannya meningkat. Jika hal tersebut tercapai, bisa dijadikan modal utama dalam membangun kesejahteraan keluarganya. Jika kesejahteraan sudah tercapai, tentunya persoalan pendidikan tidak boleh ditinggalkan. Dengan generasi penerus bangsa pandai dan cerdaslah sebenarnya kemajuan negara sangat ditentukan. Hal tersebut dikatakan Pembina Petani DIY, Drs HM Idham Samawi, dalam panen raya bawang merah bersama Kelompok Tani Pasir Makmur Srigading Sanden Bantul, Minggu (23/2). "Jangan lupa, bapak ibu semua. Putra-putri harus pandai, karena hanya dengan kepandaian dan kecerdasan itu modal utama negara dibangun," papar Idham Samawi dalam panen raya kemarin. Idham mengungkapkan, sebagian besar warga Bantul adalah petani. Sehingga sektor pertanian menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan fakta tersebut, mestinya pemerintah daerah terus membangun infrastruktur pendukung bidang itu. Masih menurut Idham, dalam upaya membangun negara, satu hal yang tidak boleh diabaikan adalah petani. Karena sebuah negara tidak akan bisa berbuat banyak, tanpa ketersediaan pangan disangga oleh petani. "Tidak mungkin sebuah negara kebutuhan pangan- TEMU KARYA KARANG TARUNA KINERJA DINILAI KURANG FOKUS Dewan Pertanyakan Efektivitas Relasi BANTUL (KR) - Ketua Komisi A DPRD Bantul mempertanyakan kinerja dari Relawan Demokrasi (Relasi), bentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Kinerja mereka dinilai kurang fokus, lantaran wilayah kerja yang luas namun personel terbatas. Sementara KPU Bantul menampik pendapat tersebut. KPU menyatakan relasi dibentuk untuk melakukan sosialisasi di wilayah yang tidak terjangkau oleh KPU, sehingga kerja relasi berbasis segmen bukan region. Ketua Komisi A DPRD Bantul, Agus Effendi kepada KR, Minggu (23/2) memaparkan, Komisi A mempertanyakan kinerja relasi sebenarnya. Hal ini lantaran apa yang menjadi pekerjaannya mensosialisasikan pelaksanaan Pemilu nyaris tak terdengar. "Mungkin kondisi ini terja- di karena keterbatasan personel relasi, sehingga kurang fokus. Hanya 25 orang mengkaver se-kabupaten Bantul. Selain itu terkesan tidak fokus, karena bermacam-macam segmen yang disasar. Coba kalau relasi bisa fokus ke satu segmen saja misalnya pemilih pemula. Mungkin kesannya akan lebih efektif," urai Agus. Beberapa contoh kegiatan relasi yang terfokus pada segmen pemilih pemula seperti diisi kegiatan debat, diskusi bersama dan sebagainya. Agus menyatakan, secepatnya Komisi A akan me- manggil KPU untuk meminta klarifikasi dan penjelasan terkait beberapa hal termasuk soal kinerja relasi. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Bantul, Supardi mengakui hal serupa. Supardi juga merasakan sosialisasi Relasi ke segmen yang disasar di masyarakat belum optimal. "Banyak warga yang memang belum tahu sepak terjang relasi seperti apa, dan kami berharap diefektifkan lagi," tambah Supardi. Ketua KPU Bantul, Muhammad Johan Komara SIP menambahkan, Relasi diben- tuk sesuai instruksi KPU Pusat untuk melakukan sosialisasi di wilayah yang tidak terjangkau KPU. Beberapa segmen yang disasar seperti segmen pemula, perempuan, agama, pinggiran dan difabel. "Sebenarnya sudah banyak yang telah dilakukan Relasi. Hanya saja mengapa warga jarang mendengar kerja Relasi, karena segmen yang didekati terbatas. Kalau segmen masyarakat luas, KPU bisa disosialisasi dengan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dan sebagainya," (Aje)-m urai Johan. ’SPEECH COMPETITION’ DI SMAN 1 KASIHAN MERIAHKAN DUNIA FASHION YOGYA Diikuti 31 Siswa SMP Upaya Angkat Batik Bantul BANTUL (KR) - Sebanyak 31 siswa SMP mengikuti program Speech Competition yang digelar di SMAN 1 Kasihan Bantul, Minggu (23/2). Dalam ajang yang sudah digelar untuk ke-6 kalinya itu, melibatkan siswa SMP sederajat di DIY. Dengan program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas siswa dalam berbahasa Inggris. Karena kemampuan dalam menguasai bahasa internasional sangat mendukung di era globalisasi sekarang ini. Hal tersebut dikatakan Koordinator Tirto In Action 2014, Ismi Fajarsih SPd didampingi Kepala Bagian Humas SMAN 1 Kasihan Bantul, Pujiyanto SPd kepada KR di sela acara. Dijelaskan, dalam ajang tersebut pemenang berhak atas piala Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati, piala dari Dinas Pendidikan Dasar Bantul serta dari SMAN 1 Kasihan. Hadir dalam acara itu, Ketua Dewan Sekolah SMAN 1 Kasihan Bantul, Drs H Mardi Ahmad serta Kepala Dinas Pendidikan Dasar Bantul, Drs Totok Sudarto MPd. Kepala Dikdas Bantul, Drs Totok Sudarto MPd menilai perlombaan yang digelar di SMAN 1 Kasihan punya arti penting dalam memajukan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Karena dalam era global sekarang ini, komunikasi menjadi kunci utama. "Bila sudah mahir berbahasa internasional, sama artinya sudah menguasai dunia," ujar Totok. Sementara pemenang dalam even bertema Being Educated, Communicative and Critical For A Better Future, juara 1-3, Dzul Fadhla (SMP 1 Wates), Shafira Maharani (SMP 1 Wates), Vanda Azmi Sabrina (SMP 1 Bantul). Juara harapan 1-2, Joana Zettira (SMP 2 Piyungan), Aulia Nur (SMP 1 Bantul). (Roy)-m Pemadaman Sementara Aliran Listrik BANTUL (KR) - PT PLN area Yogyakarta akan melakukan pemadaman aliran listrik sementara, di wilayah Giri Mulyo, Sribit dan sekitarnya, Selasa (25/2) mulai pukul 09.00-16.00 WIB. Pemadaman terpaksa dilakukan sehubungan adanya pemeliharaan jaringan berupa pekerjaan rabasrabas pohon. "Kami mohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan ini," kata Asisten Manajer Jaringan, Bambang Eko H dalam rilisnya yang diterima KR, Sabtu (22/2) lalu. Apabila pekerjaan selesai lebih awal, aliran listrik akan di(*-5)-m normalkan kembali tanpa pemberitahuan. UNTUK SUKSES UJIAN NASIONAL SMPN 2 Bambanglipuro Doa Bersama BANTUL (KR) - Sekitar 1.000 peserta mengikuti doa bersama yang digelar keluarga besar SMPN 2 Bambanglipuro Bantul, Minggu (23/2). Doa bersama selain sebagai rangkaian acara khataman Alquran, juga untuk sukses Ujian Nasional (UN) dan penggalangan dana untuk membantu korban bencana Gunung Kelud di Jawa Timur serta bazar. Kepala SMPN 2 Bambanglipuro Drs H Surur didampingi Wakasek Projo Sukardi MPd kepada KR mengatakan, khataman Alquran merupakan penutup setelah menyelesaikan pembacaan Alquran sebanyak 30 juz. Budaya membaca Alquran diadakan setiap pagi bagi seluruh siswa, sebelum jam pelajaran dimulai. Selain khataman Alquran, doa bersama yang diikuti seluruh siswa beserta orang tua/wali, masyarakat sekitar, alumni, dan seluruh guru/karyawan, juga demi sukses UN mendatang. Baik sukses bisa lulus 100 persen maupun mampu meningkatkan peringkat. "Selain dengan upaya spiritual, kami juga usahakan dengan berbagai macam cara, diantaranya les tambahan, pemberian motivasi, privat khusus dari guru dan sebagainya," papar Projo Sukardi. Ditambahkan Sukardi, SMPN 2 juga sudah dicanangkan sebagai sekolah adiwiyata, yaitu tempat belajar yang bersih, indah dan sehat. Salah satu wujud dari sekolah adiwiyata yaitu, de(Can)-m ngan dibangunnya kolam ikan di depan kelas. BANTUL (KR) - Maryana Gina Carolina dan Jennery Cukarla meraih Best of The Best Lomba Modelling Bantul Look Casual 2014, di Pendapa Parasamya Bantul, Minggu (23/2). Acara yang didukung SKH Kedaulatan Rakyat ini juga memilih juara umum, yang diraih Rr Chalya Keisha Felin Fadantya. Sedangkan juara I-III lomba prestasi kategori A (usia 3-7 tahun): Rr Chalya Keisha Felin Fadantya, Alfa dan Marsya Lena. Juara I-III kategori B (8-15 tahun): Aurel, Dinda dan Anggun Tyas. Untuk juara I-II kategori C (1625 tahun), diberikan kepada Rio Irawan dan Ovi Engga Arista. Pada kesempatan itu, juga terpilih harapan I dan II Lomba Cipta Busana Pesta Wanita Spirit of Java 2014 yaitu, SMK 1 Pandak dengan judul busana The Legend of Alun-alun Selatan, Oekie Baraharja berjudul Durga Maha Dewi, Nensi Silvia berjudul Rhapsody Etnicity, Anita Trisnawati berjudul Miracle off Black, dan Sularmi berjudul Royal Gaun Van Java. Sedangkan juara favorit jatuh pada Silva Hereda Hanny S dengan busana berjudul Sweet and Elegant. "Lomba cipta busana ini diselenggarakan pertama kali di Bantul, untuk mengangkat batik Bantul. Ini penting agar lebih banyak masyarakat mengetahui karakter batik Bantul. Jadi tujuan utama acara ini untuk mempromosikan batik Bantul," ungkap ketua panitia, Adikarang Samawi. Meskipun baru pertama kali diselenggarakan, ternyata peminatnya untuk cipta busana terbilang lumayan, yaitu mencapai 46 peserta dari DIY-Jateng. "Bahkan peserta yang dari DIY pun sebenarnya bukan warga asli, melainkan pendatang dari Timor Leste dan nya tergantung dari luar negeri," tambah Idham Samawi. Sementara Ketua Kelompok Tani Pasir Makmur Srigading Sanden Bantul, Sumarna pada kesempatan itu mengatakan, saat ini lahan bawang merah yang siap panen mencapai 20 hektare. Dengan luasan sebanyak itu memang hasil panennya sangat baik. Masalahnya, harga jual sekarang sangat rendah yakni pada kisaran Rp 7 ribu/kg. Rendahnya harga lantaran sejumlah daerah tujuan hasil panen sedang banjir. "Jakarta sebagai pasar utama sedang lesu, banjir itu pemicunya. Dengan kenyataan itu, jelas harga jual bawang merah juga sangat rendah," papar Su(Roy)-m marna. Papua," ujar Adikarang yang juga perancang busana. Ditambahkan salah satu juri yang juga perancang busana Yogya, Dedi Delmora, rata-rata peserta memiliki rancangan yang bagus dan kreatif. Semoga bisa menjadi penerus perancang busana Yogya untuk memeriahkan fashion yang membuat Yogya kian menasional. "Meskipun ada beberapa peserta yang masih terjebak antara busana gala dan cocktail. Untuk itu, harus belajar banyak tentang teknik desain," paparnya. (Mez)-m Jangan Mudah Dibujuk dan Dikebiri KR-Judiman Ketua Karang Taruna DIY, GKR Condro Kirono. BANTUL (KR) - Sebagai anggota Karang Taruna, jangan mudah dibujuk, dikebiri dan diprovokasi oleh segelintir orang yang mempunyai kepentingan bersifat individual-pragmatis. Bangkitkan kembali sikap kritis, seperti yang pernah ditunjukkan pemuda-pemuda di awal berdirinya bangsa Indonesia. Hal tersebut ditekankan Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul, Drs Supriyanto Widodo MT, dalam membuka Temu Karya Karang Taruna Kabupaten Bantul di ruang sidang DPRD Bantul, Minggu (23/2). Pesan bupati tersebut dengan harapan, agar pemuda Karang Taruna menjadi generasi muda yang mandiri dan berkompeten. Karena tantangan zaman saat ini benar-benar membutuhkan kompetensi agar dapat bersaing. "Sudah tidak zamannya lagi, pemuda mengandalkan diri pada senior atau rekannya, tetapi tunjukkan dan buatlah karya nyata, agar dunia melihat peran Karang Taruna dan mencatatnya dalam sejarah peradaban bangsa ini." Sementara Ketua Karang Taruna DIY, GKR Condro Kirono mengatakan, Karang Taruna saat ini masih dihadapkan dengan tantangan sosial di masyarakat, diantaranya tentang angka kemiskinan, banyaknya pengangguran dan ancaman bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Ke depan Karang Taruna harus mampu mandiri dan menciptakan pekerjaan sendiri. Harus dapat menjadi contoh, sebagai pemuda yang berperilaku baik, tidak terjerumus dalam dunia narkoba, termasuk menjauhi perkelahian antarbangsa sendiri. Karena itu, temu karya daerah Karang Taruna Bantul 2014 ini, diharapkan mampu melahirkan keputusan dan kebijakan organisasi, yang dasar pertimbangannya memiliki makna yang cukup tinggi bagi perkembangan Karang Taruna Bantul sejalan dengan ditetapkan Undang-Undang Keistimewaan DIY dan tema temu karya, "Dengan spirit kerja keras, kerja (Jdm)-m cerdas dan kerja tuntas. Bangun Gedung dari Jimpitan KR-Pramesthi Ratnaningtyas Putri Indonesia Pariwisata DIY 2014 berfoto bersama pemenang Best of The Best usai menyerahkan hadiah. BANTUL (KR) - Warga pedukuhan Klisat Srihardono Pundong Bantul, membangun gedung serba guna luas 13 x 23 meter dengan dana swadaya murni masyarakat setempat. Bangunan ini, didirikan di atas tanah 370 meter persegi milik pedukuhan yang dibeli secara swadaya murni. Menurut ketua panitia pembangunan gedung, Sutrisno BA, Minggu (23/2) diperhitungkan gedung tersebut akan menelan dana tidak kurang dari Rp 400 juta, hingga sekarang sudah menghabiskan sekitar Rp 137 juta. Dana tersebut belum termasuk untuk membeli tanah dan tenaga maupun biaya makan dalam gotong royong. Dana untuk pembangunan ini, selain dari iuran warga setiap bulan dan uang jimpitan siskamling tiap hari, juga donatur warga yang lebih mampu. Proses pengerjaan, sampai saat ini masuk tahap pemasangan dinding dan pengecoran kuda-kuda. Ditarget sele(Jdm)-m sai pembangunan pada akhir 2014.
  • 5. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDA MULUD 1947) KULONPROGO ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 5 Dua Rumah Karaoke Dirusak Massa KR-Agussutata Sejumlah tenaga kerja membawa panenan melon dari tengah sawah ke tepi jalan di Desa Sukoreno. DAMPAK ABU VULKANIK KELUD Panen Bersama, Harga Melon Anjlok SENTOLO (KR) - Harga komoditas tanaman hortikultura melon di Kulonprogo turun menyusul hujan abu vulkanik Gunung Kelud. Harga melon di tingkat petani yang biasanya mampu menembus Rp 6.500 turun menjadi Rp 4.500 per kg. "Sejak hujan abu Gunung Kelud kemarin, harga melon turun hanya Rp 4.500 per kg. Pada saat harga bagus bisa mencapai Rp 6.000 per kg," tutur Suprayitno (45), petani melon asal Desa Bugel, Kecamatan Panjatan yang ditemui KR di areal tanaman melon di Desa Sukoreno, Sabtu (22/2). Menurutnya, harga melon turun selain dampak hujan abu vulkanik, dalam waktu hampir bersamaan di daerah lain juga memasuki masa panen. Luas panenan tanaman melon yang memasuki panen di wilayah Desa Sukoreno sekitar 13 hektare. Sedangkan di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman seluas kurang lebih 30 hektare. Sebagian besar petani yang menanam melon di wilayah Kabupaten Sleman berasal dari Kulonprogo. "Kebetulan dari panenan ini dijual sendiri ke Jakarta. Masih ada keuntungan meskipun tidak seperti biasanya," katanya. Suprayitno menjelaskan menanam melon di areal seluas 2,2 hektare dengan cara menyewa tanah kas desa Sukoreno. Untuk pengolahan lahan hingga perawatan dan panen, tiap harinya menggunakan 20 tenaga kerja. Modal yang harus dikeluarkan satu kali tanam melon menghabiskan biaya sekitar Rp 120 juta. Kualitas panenan dinilai cukup baik laku terjual sekitar Rp 350 juta. Dalam satu tahun areal sawah yang disewa tersebut ditanami tiga kali dengan pola tanam melon-melon-cabai. Dijelaskan hujan abu vulkanik berdampak tidak baik terhadap tanaman melon muda. Tanaman yang terkena abu seharusnya cepat dibersihkan dengan penyiraman karena menghambat pertumbuhan bagian tunas. "Biasanya daun bagian tunas menjadi puther karena fotosintesanya terganggu," tuturnya. (Ras)-e UNTUK JATAH JANUARI MASYARAKAT PERLU DILURUSKAN Bulog Mulai Distribusikan Raskin Masker Bedah Tak Menahan Partikel Abu WATES (KR) - Perum Bulog Divisi Regional (Divre) DIY mulai mendistribusikan beras miskin (raskin) jatah Januari 2014 kepada 43.021 kepala keluarga (KK) Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) di Kulonprogo. Kepala Bidang Sosial, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo, Mardi Wiyono kepada KR, Sabtu (22/2) mengatakan distribusi raskin Januari ditargetkan dapat selesai pada Februari 2014. Menurutnya, pendistribusian sudah dimulai Senin (17/2) lalu kepada 4.544 KK di Kecamatan Kokap. Hari berikutnya di wilayah Girimulyo, Temon, Wates, Kalibawang dan Sentolo. Sedangkan empat hari terakhir dimulai Senin (24/2) sampai Kamis (27/2) mendistribusikan raskin di Pengasih, Panjatan, Galur, Lendah, Samigaluh dan Nanggulan. "Pada Februari 2014 dijadwalkan sebanyak 43.021 KK RTSPM di Kulonprogo sudah menerima jatah raskin Januari," kata Mardi Wiyono. Kepala Seksi Bina Kesejahteraan Sosial (Kesos), Bidang Sosial Dinsosnakertrans, Untung Sugiyantoro menjelaskan RTS-PM yang meninggal, pindah alamat dan yang dinilai tidak layak menerima raskin, digantikan keluarga tidak mampu yang diputuskan dalam musyawarah desa (musdes). Dijelaskan, sebagian penerima raskin di tahun 2014 terjadi perubahan data RTS-PM dari hasil pencermatan pemerintah desa (pemdes). Dalam waktu bersamaan, pemdes diharapkan melakukan penarikan Kartu Perlindungan Sosial (KPS) bagi warganya yang meninggal, pindah alamat atau warga yang dinilai tidak layak menerima raskin. Hingga saat ini, katanya baru Pemdes Kulwaru dan Kaligintung yang sudah menarik kembali KPS terhadap warganya (Ras)-b yang dinilai tidak layak menerima raskin. WATES (KR) - Pemakaian masker hidung dan mulut yang dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat pada saat terjadi hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud dinilai perlu diluruskan, karena terjadi kekeliruan dapat berakibat fatal dalam kesehatan. Wakil Direktur Bidang Pelayanan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates, dr Witarto yang dihubungi KR, Minggu (23/2) mengungkapkan sebagian besar masyarakat belum mengerti tentang penggunaan masker yang benar untuk menjaga kesehatan. Menurutnya, selama penanganan abu vulkanik Gunung Kelud yang melanda di wilayah Kulonprogo, sebagian besar masyarakat memakai masker bedah atau surgical mask. Masker tersebut diperuntukkan di dalam ruangan dan berfungsi sebagai penghalang cairan dari mulut dan hidung. "Jika dipergunakan di tempat terbuka, justru partikel abu vulkanik yang menempel di masker dapat terhirup masuk ke dalam pernapasan. Masker itu didesain hanya untuk satu kali pakai," ujar Witarto, yang sebelumnya menghadiri rapat evaluasi berakhirnya tanggap darurat bencana abu vulkanik di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo. Sedangkan masker yang dipakai di tempat terbuka dan memiliki kemampuan menyaring partikel abu vulkanik di udara hingga sekitar 95 persen adalah masker N95. Pemakaian harus rapat agar tidak ada celah udara dari luar masuk ke dalam terhirup dalam pernapasan. Dijelaskan, sebagai masker alternatif jika tidak tersedia masker N95, lebih baik menggunakan masker dari kain bersih yang dibasahi air. Kain memiliki kemampuan menyaring partikel abu lebih baik dibandingkan memakai masker kesehatan. (Ras)-b PEMKAB SEDIAKAN RUMAH AMAN Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat WATES (KR) - Data kekerasan terhadap perempuan dan anak pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kulonprogo dari tahun ke tahun meningkat. Tahun 2012 terdapat 53 kasus terdiri kasus kekerasan terhadap perempuan 26 dan anak 27, kemudian tahun 2013 ada 79 kasus terdiri kekerasan terhadap perempuan 40 dan anak 39. Pada Januari 2014 terdapat 1 kasus incest (sedarah). "Untuk kasus Januari 2014 tersebut telah ditangani, korban sudah dilakukan konseling dan diupayakan kerja di luar sehingga mengurangi intensitas bertemu. Namun saat kami tawari untuk tinggal di Rumah Aman, yang bersangkutan tidak mau karena khawatir pihak keluarga nanti akan mencari," kata Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada BPMPDPKB Kulonprogo Ernawati saat dikonfirmasi Minggu (23/2). Menurut Ernawati, ada dua hal yang perlu dikaji di sini yakni kemungkinan kasus itu memang makin bertambah, tapi ada pula karena kesadaran korban untuk melaporkan kekerasan tersebut makin meningkat, sehingga jumlahnya meningkat. "Korban sudah berani melaporkan apa yang dialaminya, tapi tetap saja yang menjadi permasalahan karena kami banyak menemui korban yang tidak berani melapor secara resmi, dan hanya minta ditangani dengan bimbingan konseling saja dan kemudian terhenti sampai disitu saja. Sedangkan yang sampai ranah hukum tetap ada, tapi hanya beberapa saja dan itu sudah ditangani di Polres bagian PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Polres Kulonprogo," ujar Ernawati. Upaya Bidang Pemberdayaan terus dilakukan dan digalakkan sosialisasi tentang penanganan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) dan sudah ada pusat pelayanan terpadu perlindungan perempuan dan anak dengan Perbup No 66 tahun 2013. Ada semacam tempat perlindungan yakni berupa 'Rumah Aman' bagi korban. Di Rumah Aman, korban akan merasa aman di tempat tersebut, karena selain diberikan konseling dan bimbingan, adapula layanan kesehatan. Untuk layanan kesehatan tetap dirujuk ke rumah sakit atau lainnya. "Rumah aman tersebut sudah difungsikan tahun 2013 dan beberapa diberikan konseling di sana," katanya. Ditambahkan Ernawati, yang menjadi kendala diantaranya konselor yakni psikolog masih kurang, juga advokat. Untuk psikolog sudah ada rekomendasi, diharapkan nanti dapat membantu pelayanan terpadu. Saat ini baru ada satu psikolog, dan nantinya setelah ditambah diharapkan 2014 bisa berkolaborasi untuk memantapkan bimbingan dan kon(Wid)-b seling. PANJATAN (KR) - Dua rumah karaoke di wilayah Desa Depok dan Desa Bugel Panjatan, dirusak sekelompok orang tidak dikenal, Minggu (23/2) dini hari. Tanpa menjelaskan maksud kedatangannya, sekitar 50 orang yang mengendarai sepeda motor dan dua mobil, langsung merusak fasilitas yang ada. Akibat perusakan tersebut sejumlah kaca dan etalase pecah, pintu gerbang dijebol, serta CCTV rusak. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki Satreskrim Polres Kulonprogo. Diungkapkan pemilik karaoke di Desa Depok Yuli Lestari, Sabtu (22/2) malam studio sudah tutup pukul 23.45 karena pengunjung sepi. Ia dan suami juga sudah tidur. Massa datang sekitar pukul 01.00 langsung merusak kamera CCTV dan berteriak-teriak, kemudian memecah kaca jendela rumah, garasi, kaca etalase hingga monitor komputer. "Sepertinya ada yang masuk satu orang dengan cara melompat, diduga mereka juga merusak CCTV. Masuk langsung mengancam suami. Bahkan suami sempat dipukul beberapa kali dan tidak melawan. Mereka juga ada yang bau alkohol. Bahkan ketika saya bangun dan menemui mereka, malah dikata-katai negatif," ujar Yuli saat ditemui Minggu (23/2) siang. Studionya hanya memiliki dua ruangan, menurut Yuli, komplit izinnya. Mulai dari keramaian, SIUP dan lainnya. Sedangkan saudara pemilik karaoke di Bugel, Dwi Santoso menyatakan saat kejadian berada di pagar sebelah barat karaoke. Kejadiannya berlangsung cepat, begitu datang massa langsung masuk dan merusak beberapa sarana yang ada. Yakni kaca jendela, kaca almari, rumah, serta monitor. Selain itu kaca mobil terparkir di dekat rumah, juga ikut menjadi kemarahan massa. Sementara salah satu saksi Fajar P, saat itu sekitar pukul 24.00 berada di depan Balai Desa Tayuban mengaku melihat segerombol orang dengan puluhan kendaraan dan adapula yang memakai mobil lewat di depan Balai Desa Tayuban Panjatan menuju arah selatan. Selang satu jam mereka kembali ke arah utara. "Meski tidak tahu persis kejadiannya, namun saat itu perasaan saya tidak enak dan menduga-duga apakah ada kejadian di wilayah selatan. Baru tahu ternyata ada perusakan dua rumah karaoke," ujarnya. Sementara Kapolres Kulonprogo AKBP J Setiawan Widjanarko mengaku pihaknya masih akan melakukan pengembangan terhadap kasus ini. Di antaranya meminta keterangan para saksi dan korban. Termasuk berencana meminjam rekaman CCTV dari salah satu karaoke. "Kami belum berani berspekulasi siapa yang melakukan aksi tersebut, oleh massa yang sama atau bukan. Termasuk adanya informasi terdapat atribut salah satu ormas. Ini akan diteliti supaya kasusnya bisa segera terungkap," kata J (Wid)-b Setiawan. MUSIKALISASI PROTES ORANG PINGGIRAN Eros Djarot: Jangan Berlebihan Sikapi Pemilu WATES (KR) - Musisi sekaligus budayawan ternama Eros Djarot minta masyarakat Kulonprogo tidak berlebihan menyikapi pemilihan umum (pemilu) baik pileg maupun pilpres. Sikap fanatik mendukung secara berlebihan terhadap salah satu caleg dan partai akan menimbulkan gesekan antarpendukung. "Ruh pesta demokrasi sesungguhnya memilih wakil rakyat yang peduli kesejahteraan rakyat dan kemajuan wilayah. Kalau warga bersikap berlebihan dalam mendukung salah satu caleg atau partai, sementara mereka tidak tahu apa yang bisa diberikan para caleg setelah terpilih nanti tentu hal tersebut akan mence- KR-Asrul Sani Eros Djarot lakakan rakyat," jelasnya saat tampil di Musikalisasi Protes Orang Pinggiran (POP) bersama Boedi Djarot dan RAK (Republik Anti Korupsi) Band di Gedung Kesenian Wates, Minggu (23/2). Konser bertajuk 'Aku Tidak Mau Negeriku Dikuasai Orang Asing' juga dihadiri Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo dan diwarnai penampilan sejumlah grup band lokal. Eros mengingatkan masyarakat untuk bersikap mawas diri dalam dukung mendukung caleg. "Jangan sampai garagara mendukung salah satu caleg, hubungan persaudaraan warga menjadi tidak harmonis, bermusuhan bahkan bacok-bacokan," tegasnya. Boedi Djarot dalam konsernya membawakan tembangtembang bernapaskan kritik sosial. Seperti 'Lawan Korupsi', 'Garuda' dan 'Pesan untuk (Rul)-b Presiden'. Pemdes Giripeni Wujudkan Desa Budaya WATES (KR) - Sekitar seribu pemancing dari berbagai wilayah Kulonprogo dan sekitarnya berebut keberuntungan untuk mendapatkan ikan lele maskot pada mancing bareng yang diadakan Pemerintah Desa (Pemdes) Giripeni Wates, di saluran irigasi desa setempat, Minggu (23/2). Menurut Kades Giripeni Priyanti, mancing bareng memperebutkan hadiah utama uang Rp 1.500.000 dan satu lemari es serta puluhan doorprize tersebut merupakan bagian dari tasyakuran atas suksesnya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Giripeni. "Mancing bareng sesungguhnya pesta rakyat yang diadakan warga Desa Giripeni. Selain mengakrabkan Kades yang baru terpilih dengan warga, juga sebagai embrio program Desa Budaya yang saya gagas," kata Priyanti di sela menghadiri mancing bareng. Selain jajaran perangkat desa setempat, mancing juga dihadiri anggota DPRD Kulonprogo Drs Suharto dan putri Presiden ke-2 Siti Hediati Soeharto SE serta tokoh masyarakat Hj Sri Kus Endah. Lebih lanjut Priyanti mengatakan, setelah dirinya dilantik jadi Kades, maka pihaknya bertekad menjadikan Giripeni sebagai Desa Wisata Budaya. Namun sebelum tujuan tersebut tercapai, jajaran Pemdes dan masyarakat terlebih dahulu akan menjadikan Giripeni sebagai desa budaya. "Kami punya alasan kuat dan modal yang cukup untuk menjadikan Giripeni sebagai desa budaya. Karena hampir semua kesenian tradisional dan religius berkembang di wilayah ini," katanya menambahkan setelah Giripeni jadi desa budaya tentu akan berlanjut jadi objek wisata desa budaya. Sri Kus Endah menyatakan dukungannya terhadap Program Desa Budaya, apalagi desa tersebut sudah punya modal seiring berkembangnya bermacam kegiatan (Rul)-b budaya. Albha Kulonprogo Bangun Gedung Terpadu WATES (KR) - Alumni Bimbingan Haji Aisyiyah (Albha) Kabupaten Kulonprogo membangun gedung terpadu Albha. Peletakan batu pertama dilakukan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Assek I) Setda Kulonprogo Drs H Riyadi Sunarto mewakili bupati dalam pengajian akbar, Minggu (23/2) di lokasi gedung yang akan dibangun di Wonosidi Kidul Wates. Pengajian bertema "Dengan membangun gedung terpadu Albha merupakan jariyah kita untuk menyediakan sarana menuntut ilmu bagi umat dan menjaga kemabruran haji kita", diisi oleh H Jusuf Hasan SE yang dihadiri ratusan jemaah. Assek I Riyadi Sunarto mengatakan pemkab mengapresiasi terhadap pembangunan gedung terpadu Albha. "Kami berharap pembangunan gedung nantinya tidak hanya untuk kepentingan Albha, namun juga memberikan kemaslahatan untuk umat dan sekitarnya. Dan kami juga berharap masingmasing jemaah bisa menjaga kemabruran haji," katanya. Ketua Albha sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gedung Terpadu Kulonprogo Drs H Kasdiyono menjelaskan pembangunan gedung terpadu hingga selesai membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar. Untuk tahap awal Rp 97 juta, diharapkan para Albha dan donatur lainnya tergerak memberikan sumbangan. "Bangunan berlantai dua ini nantinya merupakan gedung serba guna yang akan digunakan untuk kegiatan PAUD, kantor Albha, juga Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Selain itu dilengkapi musala dan kolam renang untuk simulasi anak PAUD," kata Kasdiyono yang merupakan anggota DPRD (Wid)-b Kulonprogo ini. KR-Asrul Sani Para pemancing berjejer mengikuti lomba di Giripeni.
  • 6. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) SLEMAN ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 6 Kokam Harus Peduli Penanggulangan Bencana SLEMAN (KR) - Kepedulian Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) terhadap penanggulangan bencana harus terus dijaga. Apalagi potensi bencana di DIY cukup tinggi, seperti gempa bumi, erupsi Merapi, tanah longsor dan lainnya. Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSi mengatakan, jiwa kerelawanan harus selalu dipupuk dan ditingkatkan dengan keterampilan serta kemampuan manajemen kebencanaan. Misi kemanusiaan itu senantiasa untuk berlomba-lomba dalam kabajikan. "Memang, peran Kokam dalam penanggulangan bencana di DIY cukup bagus. Semua itu harus dipertahankan dan ditingkatkan agar lebih bermanfaat bagi masyarakat," kata Bupati saat menghadiri silaturahim Kokam se-DIY, Minggu (23/2) di Agrowisata, Gadung, Bangunkerto, Turi, Sleman. Acara yang diikuti 400 anggota Kokam se-DIY itu juga dihadiri jajaran Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY M Ridwan Furqoni SAg, Anggota DPD RI Drs Afnan Hadikusumo, Jajaran PDM Sleman, PDPM Sleman Joko Ariyanto ST. Sedangkan Drs M Afnan Hadikusumo menegaskan, jika Kokam sudah kehilangan kepeduliannya dengan kondisi masyarakat, berarti sudah kehilangan jati dirinya. Anggota Kokam harus mempunyai sifat peduli dengan sesama, tanggap , terampil, keimanan dan ketakwaan yang kuat. "Kokam dipercaya karena telah menunjukkan integritas dan amanahnya, itulah yang menjadi modal utamanya. Makanya jati diri Kokam jangan sampai hi(Sni)-f lang," pintanya. Abu Vulkanik di Candi Garuda Dibersihkan KR-Iswantoro Petugas membersihkan salah satu sudut Candi Garuda Prambanan. Kampanye Terbuka, 1 Lokasi Perkecamatan SLEMAN (KR) - KPU Kabupaten Sleman melakukan identifikasi lokasi yang akan digunakan untuk kampanye terbuka mulai 16 Maret 2014. Rencananya setiap satu kecamatan akan ada satu lapangan sebagai tempat kampanye terbuka. Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi mengatakan, hasil identifikasi lapangan yang akan digunakan untuk kampanye terbuka, akan dikonsultasikan dengan Pemda Sleman. Nantinya lapangan itu akan digunakan secara bergantian partai politik untuk kampanye terbuka. "Setelah disetujui Pemda Sleman, minggu ini akan segera kami tetapkan lapangan mana saja yang diperbolehkan untuk kampanye terbuka. Selanjutnya menyusun jadwal kampa- nye dengan mengundang partai politik peserta Pemilu 2014," kata Ahmad kepada KR, Minggu (23/2). Setiap kecamatan satu lapangan itu untuk kampanye terbuka dengan skala tingkat kabupaten. Sedangkan kampanye terbuka dengan skala nasional, nantinya akan disediakan di Lapangan Denggung Sleman. "Kalau tingkat kabupaten, cukup di lapangan di masing-masing kecamatan. Tapi jika skala nasional dipusatkan di Lapangan Denggung karena lokasinya cukup luas dan strategis jika dihidiri massa banyak," jelasnya. Menurutnya, kampanye terbuka akan dimulai pada 16 Maret 2014 mendatang. Sebelum dimulai, pada 15 Maret 2015, KPU Sleman akan mengadakan karnaval kampanye yang diikuti seluruh partai politik peserta Pemilu 2014. "Peserta pemilu akan ikut karnaval sebagai bentuk kesepakatan untuk melakukan kampanye damai. Dengan harapan, selama proses kampanye terbuka tidak terjadi masalah," pintanya. Untuk laporan dana kampanye dari partai politik, hingga saat ini belum ada yang melaporkan. Paling lambat diserahkan pada 2 Maret Aneka Lomba HUT ke-35 SMPN 1 Berbah KR-Iswantoro Para juara menyanyi dan tropy. BERBAH (KR) - Memeriahkan HUT ke-35 SMP Negeri 1 Berbah Sleman, diadakan lomba menyanyi tunggal dan lomba lukis tingkat SD/MI yang diselenggarakan di sekolah setempat, Tanjungtirto Berbah, Sabtu (22/2). Menurut Kepala SMP Negeri 1 Berbah Siti Chalimah SPd MPd, tema kegiatan adalah "Dengan Semangat HUT ke-35 SMP Negeri I Berbah, Kita Ting- melukis seusai menerima katkan Prestasi Akademik Dan Non Akademik". Ketentuan lomba lukis, sketsa dibuat di tempat lomba yang mengambil tema "Keindahan Alam" bertempat di aula sekolah setempat, dan memperebutkan tropy dan uang pembinaan. Untuk lomba menyanyi untuk SD/MI berasal dari wilayah Berbah dan sekitarnya. Setiap peserta menyanyikan lagu wajib 'Bunda' atau 'Indone- sia Pusaka' dan 8 lagu pilihan. "Acara ini mendapat tanggapan positif dari masyarakat terbukti dengan banyaknya peserta yang ikut ambil bagian," papar ketua panitia Joko Triyono SPd. Sehari berikutnya, Minggu (23/2) diadakan senam masal bagi semua siswa maupun wali siswa. Hasil Lomba melukis juara I-III adalah Berliana Putri (SDN Kalasan I), Bareta Zahra Farehza (SDN Tanjungtirto I) dan Silvi Citra Amalia (SDN Tanjungtirto I). Harapan I-II Lucky Andry Purnomo, Dimas Rizki Aji Nugroho, keduanya dari SDN Tanjungtirto I. Menyanyi tunggal, juara I-III diraih Arimbi Kusuma (SD Idea Baru), Edeline Seldya (SDK Mangunan), dan Aisha Amelia (SDN Tanjungtirto I). Harapan I dan II, Dhea Kartika P (SDN Tanjungtirto I) dan Ryan Eko Wicaksono (SDN (Isw)-f Tanjungtirto I). 2014. Jika tidak melapor hingga batas akhir, partai politik bisa mendapat sanksi diskualifikasi. "Kami kira semua partai politik sudah siap untuk melaporkan dana kampanye. Kami sudah melakukan sosialisasi dan pendampingan tata cara pelaporan dana kampanye," terangnya. Untuk logistik surat suara akan tiba di Kabupaten Sleman diperkirakan minggu kedua bulan Maret 2014. Sedangkan formulir penghitungan suara yang dicetak dari KPU DIY akan tiba pada minggu ketiga. "Semua logistik akan tiba bulan Maret. Sekarang ini masih dipercetakan. Untuk surat suara pengadaannya KPU pusat dan formulir (Sni)-f KPU DIY," paparnya. ANTISIPASI LONGSOR DI PRAMBANAN Evakuasi Batu Capai 80 Persen SLEMAN (KR) - Proses evakuasi batuan besar rawan longsor yang mengancam 15 KK di lereng perbukitan Dusun Watukangsi Wukirharjo Prambanan, diperkirakan selesai sepekan ini. Pemecahan batu yang dilaksanakan tim relawan dan difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut sudah mencapai lebih dari 80 persen dari target ditentukan. "Semua potensi, termasuk relawan dan masyarakat sudah dikerahkan. Jika tidak terkendala cuaca diperkirakan bisa selesai selama beberapa hari kedepan. Selama pelaksanaan juga tidak menemui kendala dan bisa berjalan lebih cepat dari rencana awal," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Sleman Heru Saptono kepada KR, Minggu (23/2). Proses evakuasi batu rawan longsor bervolume 150 m3 itu awalnya diperkirakan selesai selama 30 hari, sejak 10 Februari. Pemecahan batu melibatkan sebanyak 15 relawan yang sudah memiliki keahlian di bidangnya. Sementara dalam pelaksanaannya mampu selesai selama kurang dari dua minggu. "Selain menghancurkan batu, lereng tebing juga dibangun terasering atau talud. Sedangkan saluran air juga dibenahi agar aliran lancar sehingga potensi longsor bisa diminimalisir," jelasnya. Terkait upaya antisipasi longsor pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Bandung Bondowoso dan muspika setempat. Termasuk melakukan pemetaan sejumlah titik yang masih dianggap rawan. Dengan demikian diharapkan berbagai kerawanan ancaman bencana alam bisa segera ditindaklanjuti dengan pananggulangan. "Pencegahan dini sebelum terjadinya bencana menjadi prioritas. Selain itu dalam upaya pengurangan risiko kami juga terus memfasilitasi penguatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat. Baik melalui kegiatan simulasi, pencanangan kampung siaga bencana, desa tangguh bencana, dan sekolah siaga bencana," (R-1)-f katanya. 42 Penderita Katarak Dioperasi SLEMAN (KR) Sebanyak 42 penderita katarak berhasil dioperasi oleh Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) DIY di RS Puri Husada Sleman, Minggu (23/2). Operasi katarak gratis itu terselenggara atas Sumbangsih Sosial Djarum Foundation (SSDF) bekerja sama dengan Perdami DIY, RS Puri Husada dan Fakultas Kedokteran UGM. Anggota tim Perdami DIY dr Dora Apriani menjelaskan, dari 42 pasien ada satu penderita katarak yang harus dioperasi kedua matanya. Sehingga total ada 43 mata yang dioperasi oleh 13 dokter dan 4 perawat. "Karena kedua mata terkena katarak dan sudah parah, kami harus mengoperasinya," ujarnya. Dikatakan, pasien yang gagal dioperasi lantaran memiliki kadar gula lebih dari 200 atau pasien dengan tekanan darah di atas 150. Meski demikian, mereka yang gagal akan diikutkan pada operasi katarak berikutnya. Namun selama masa penundaan, penderita katarak harus minum obat secara teratur. Perwakilan Djarum Foundation, Singgih Prayogo mengatakan, hingga penyelenggaraan ke 26 ini, pihaknya telah berhasil membebaskan lebih dari 1.000 penderita katarak di kabupaten atau kotamadya di wilayah Jawa Tengah dan DIY. "Operasi katarak gratis ini kami mulai pada 2011 di Kudus. Namun untuk sementara kegiatan SSDF ini kami fokuskan di Jateng dan DIY terlebih dahulu," jelasnya. Menurut Singgih, operasi katarak gratis yang diadakan di RS Puri Husada adalah untuk kedua kalinya KR- Aditya Kurniawan Suasana di ruang operasi. di wilayah DIY. Sedang dalam waktu dekat, kegiatan serupa akan digelar di RS Elisabeth Bantul. "Kami berharap, kegiatan ini bisa membantu meringankan beban penderita katarak dan membantu pemerintah dalam menurunkan jumlah penderita buta yang disebabkan katarak," harap Singgih. Selain operasi katarak gratis, kesempatan itu juga untuk peresmian pembangunan layanan cuci darah, gedung pertemuan dan kantor direksi RS Puri Husada. (*-1)-f PRAMBANAN (KR) - Untuk menggairahkan kembali kunjungan wisata di Candi Prambanan, setelah sempat ditutup untuk umum karena abu vulkanik Gunung Kelud, hingga Sabtu (22/2) kompleks wisata candi tersebut masih dilakukan pembersihan. Pembersihan candi tak hanya dilakukan pengelola, namun juga pihak swasta seperti PT Kawan Lama Sejahtera Peduli Bencana. Dengan mengerahkan sejumlah petugas, PT Kawan Lama ikut membantu membersihkan abu vulkanik yang menempel di Candi Prambanan, SabtuSenin (22-24). Sedangkan petugas dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY juga ikut membantu. Pembersihan dilaksanakan di Candi Garuda depan Candi Siwa, dibagian tubuh candi sampai pagar dan keliling candi. Dikatakan ketua kegiatan Aris Setyawan dari PT Kawan Lama DIY, pembersihan candi menggunakan alat semprot bertekanan cukup tinggi. Untuk penyedotan debu digunakan vacum S3 cfm yang didatangkan dari Jakarta. Pembersihan Candi Garuda, Sabtu (22/2) dilaksanakan secara berhati-hati, dengan metode yang benar sehingga abu yang ada dicelah-celah batu bisa tersapu bersih. Seperti dikatakan petugas dari BPCB DIY, abu yang masuk dicelahcelah batu candi akan berakibat fatal bagi ke(Isw)-f kuatan susunan batu candi. Pendalaman Alquran Hadist Sangat Diperlukan KR- Aditya Kurniawan Suasana pendalaman ilmu Quran Hadist di Masjid Al Muflihun. DEPOK (KR) - Di era globalisasi, beragam pengaruh negatif telah menyerang pondasi keagamaan bagi generasi penerus. Di antaranya semangat beribadah yang kian menurun atau banyak terjadi pelanggaran norma-norma kehidupan. Oleh karena itu, pendalaman ilmu Alquran Hadist bagi generasi penerus sangat diperlukan. Terkait hal itu, Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Depok menggelar pengajian yang mengkaji 'Hadist Sunan Ibnu Majah' jilid 3 di Masjid Al Muflihun Dusun Manukan Condongcatur Depok, Minggu (23/2) hingga Selasa (4/3). "Tujuan kegiatan ini agar warga LDII dan masyarakat umum memiliki sifat dan perilaku yang baik serta memiliki bekal untuk beramal bagi sesama. Tak hanya itu saja, dari penda- laman ilmu ini kita juga bisa mengaplikasikan apa isi Al-Hadist yang dikaji ini dalam kehidupan kita sehari-hari," papar Ketua PC LDII Depok Drs H Sumarwiyanto pada pembukaan acara, Minggu (23/2). Adapun pesertanya adalah warga LDII se Desa Condongcatur dan warga sekitar. "Kegiatan ini dibagi dalam 5 sesi setiap harinya. Untuk pesertanya setiap sesi bisa mencapai 300 orang," imbuhnya. Ketua Pimpinan Anak Cabang LDII Desa Condongcatur H Dalino berharap, kegiatan itu dapat memberikan manfaat bagi generasi penerus PAC LDII se Desa Condongcatur dan masyarakat sekitar. "Setelah semua paham makna Hadist itu, diharapkan dampak negatif dari budaya asing bisa dicegah oleh generasi penerus bang(*-1)-f sa," katanya. KOMISI A DPRD SLEMAN MINTA Raperda Apartemen Segera Diajukan SLEMAN (KR) - Komisi A DPRD Kabupaten Sleman mendesak eksekutif untuk segera mengajukan Raperda yang mengatur apartemen. Sekarang ini pembangunan apartemen sudah bermunculan, sedangkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak bisa mengeluarkan sertifikat sebelum ada Perda. "Perda yang mengatur apartemen harus segera dihadirkan. Sebelum ada Perda, BPN tidak akan mengeluarkan sertifat atas space yang dibeli konsumen," kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sleman H Rendradi Suprihandoko SH MHum kepada KR, Minggu (23/2). Pihaknya sudah meminta kepada eksekutif untuk segera mengajukan agar segera dibahas. Namun ternyata eksekutif belum siap untuk mengajukan. Bahkan sepertinya, Raperda yang mengatur apartemen tidak masuk dalam program legislasi daerah (prolegda) tahun ini. "Kami sudah minta, tapi eksekutif belum siap. Artinya, eksekutif sendiri belum siap dengan perkembangan pembangunan yang ada di Sleman. Makanya kami mendorong untuk segera diajukan," jelasnya. Jika tidak segera dibuat regulasi, nantinya masyarakat atau konsumen yang dirugikan. Selain itu juga menghambat perkembangan pembangunan di Sleman. Mengingat jumlah pembangunan apartemen di Sleman diperkirakan akan bertambah. "Sebelum terlambat harus ada regulasi. Jangan sampai, apartemen di Sleman bermunculan dan terjadi masalah, baru membuat regulasi," terangnya. Pihaknya tidak mempermasalahkan pembangunan apartemen di wilayah Sleman. Asalkan lokasi pembangunannya jauh dari perumahan atau penduduk. "Asalkan sesuai aturan, bagi kami tidak ada masalah," (Sni)-f ujarnya.
  • 7. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) HALAMAN 7 Kerusakan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . gunung api dapat menjadi beban bangunan dalam 3 macam atau 3 bentuk. Pertama, beban bangunan yang berasal dari ancaman primer dapat berupa lontaran batu, kerikil, pasir, dan hembusan awan panas bercampur dengan partikel yang lebih halus yang mungkin masih dalam suhu yang sangat tinggi. Kedua, beban bangunan dapat berasal dari ancaman sekunder yang dapat berupa lahar dingin atau orang menyebut juga lahar hujan, yang berupa campuran aliran air serta bebatuan berbagai ukuran dan lumpur. Dan ketiga, beban bangunan dapat berasal dari ancaman tersier yang berupa pasir dan abu yang bertaburan ke angkasa yang juga bercampur dengan cairan atau gas-gas erupsi dari gunung yang bisa terbang tinggi dan menyebar ke beberapa arah. Yang akhirnya turun hingga pada lahan atau tanah, dan bahkan turun di atas atap bangunan-bangunan di wilayah terdampak. Di wilayah atau zona yang terdampak ancaman primer dan sekunder tentu saja bangunan-bangunan di sana dapat mengalami rusak atau roboh. Karena beban atau lontaran atau aliran lahar hujan yang bercampur batu, kerikil atau pasir yang berlebihan. Dengan demikian, bangunan roboh atau bahkan mungkin bisa terbawa arus lahar hujan. Wilayah atau zona yang terdampak oleh ancaman tersier atau yang berupa pasir dan abu dapat menjangkau wilayah yang sangat luas, contohnya adalah pada kasus-kasus erupsi Gunung Merapi 2010, Gunung Sinabung 2013, dan Gunung Kelud 2014. Erupsi Gunung Merapi 2010 berdampak pada wilayah DIY, Jawa Tengah, dan bahkan sebagian Jawa Barat. Erupsi Gunung Sinabung 2013 di Sumatera Utara berdampak hingga ke sebagian wilayah Aceh dan bahkan mendekati kota Medan. Kasus Gunung Kelud 2014 ini, dampak penyebaran abu vulkanis sangat luas, yaitu menjangkau tidak hanya Jawa Timur, namun menjangkau DIY, Jawa Tengah, sebagian wilayah Jawa barat. Penanggulangan atau antisipasi erupsi gunung api agar tidak menyebabkan kerusakan atau kerobohan bangunan dapat dilakukan dengan jalan sebagai berikut ini. Pertama, bangunan, terutama bangunan permukiman tidak boleh didirikan di wilayah yang berpotensi terkena ancaman primer dan sekunder, karena sangat membahayakan keselamatan penghuninya. Kalaupun bangunan bukan permukiman atau bangunan khusus harus Sambungan hal 1 didirikan di areal tersebut dan areal perbatasan namun berpotensi terkena hempasan awan panas, bangunan harus di buat dengan atap beton dan bangunan yang didesain khusus misalnya dengan konsep semacam bangunan Ruang Lindung Darurat (Rulinda) Merapi. Kedua, bagunan-bangunan di wilayah yang berpotensi terdampak ancaman material tersier, yaitu yang berdekatan dengan gunung-gunung api, perlu didesain dengan mempertimbangkan beban abu vulkanis atau pasir serta oleh zat-zat yang ada terkandung dalam material vulkanis. Sehingga kejadian robohnya atap bangunan dapat dihindari. Selain itu, unsur-unsur kimia yang terkandung dalam material vulkanis harus menjadi pertimbangan dalam memilih material sebagai komponen konstruksi bangunan. Memahami bahwa kita hidup dalam ring of fire dan bencana alam setiap saat bisa muncul. Karenanya, kita memang masih terus belajar. Dan semoga kita dapat mengambil pelajaran dari setiap kekagagalan atau bencana yang pernah kita alami bersama. (Penulis adalah Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB RI dan Dosen FTSP UII Yogyakarta)-f DPR . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . yang tengah berlangsung di DPR dihentikan. Untuk selanjutnya, kedua RUU tersebut dikaji ulang. Ketua KPK, Abraham Samad berpandangan, dengan dimasukkannya unsur atau delik korupsi dalam RUU KUHP yang bersifat general, maka UU Pemberantasan Korupsi tidak lagi menjadi hal yang bersifat khusus dan spesial, sehingga melumpuhkan KPK. Terkait permintaan KPK, Men- teri Hukum dan HAM (Menkumham) Amir Syamsudin menjelaskan bahwa RUU KUHP adalah lex generalis sehingga tidak menghilangkan kewenangan KPK untuk melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, yang merupakan lex spe- cialis. "RUU KUHP merupakan upaya rekodifikasi hukum pidana sehingga seluruh asas hukum pidana berlaku untuk semua tindak pidana, baik yang diatur di dalam KUHP maupun di luar KUHP. Dengan berlakunya KUHP baru, Undang-undang di luar KUHP bukan berarti menjadi tidak berlaku karena undang-undang di luar KUHP merupakan lex specialis," jelas Amir. Sambungan hal 1 Direktur Program Transparency International Indonesia (TII) Ibrahim Fahmi Badoh menilai, pembahasan RUU KUHP dan KUHAP di masa-masa akhir jabatan DPR yang menjelang Pemilu 2014 ini terkesan buruburu dan dipaksakan. "Kita menolak pembahasan karena masih mengandung pembahasan yang mencederai wewenang KPK dalam pemberantasan ko(Edi/Sim)-f rupsi," ujarnya. Ratusan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 SBY . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 banjir. Pantauan BPBD pada kemarin sore, air sudah surut, pada level 160 cm. Ketua RW 05 Desa Wiro Kecamatan Bayat Sriyanto mengemukakan, air bah tersebut masih menggenangi ratusan rumah yang dihuni sebanyak 300 Demikian disampaikan presiden saat berdialog dengan Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Hangabehi didampingi Mahapatih KGPHPA Tedjowulan dan kerabat kraton lainnya, Gusti Suryo Wicaksono, Gusti Madukusumo, Gusti Benowo, Gusti Dipokusumo di Gedung Agung Yogyakarta, Minggu (23/2). Sementara itu, presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet (SesKab) Dipo Alam, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo. "Presiden telah menerima dan mendengar langsung segala permasalahan yang terjadi di Kraton Kasunanan Surakarta," kata Roy Suryo kepada wartawan di depan Gedung Agung usai pertemuan. Roy mengatakan, dalam dialog tersebut Hangabehi dan Tedjowulan meminta kepada presiden agar situasi konflik ini segera diakhiri. Presiden, setelah mendengarkan paparan dan menerima surat tertulis dari Hangabehi, akan menegakkan aturan sesuai KK. Tersebar di sembilan RT, wilayah RW 03, 04, dan RW 05. Di Desa Gaden Kecamatan Trucuk, air juga masih menggenangi Sekolah Dasar Negeri III Gaden. Minggu kemarin, secara suka rela sejumlah siswa bersa- keputusan presiden nomor 23 tahun 1988. Dalam kepres tersebut dijelaskan pemerintah menjadi penjaga adat, sosial, budaya sekaligus penjaga keagamaan yang ada di kraton. "Presiden secara tegas menerima permintaan dari kerabat Kraton Surakarta untuk mengupayakan penyelesaian konflik ini," terangnya. Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, meskipun pertemuan ini terjadi di Yogyakarta, namun dilakukan di gedung negara. Sehingga statusnya sama dengan istana negara di Jakarta. Penyelenggaraannya juga baru dilakukan hari ini, setelah lembaga dewan adat yang selama ini ada di Kraton Kasunanan, se- ma guru membersihkan kelas. Kursi dikeluarkan dan dicuci, sedang arsip yang masih tersimpan di lemari menjadi rusak. Kepala SDN III Gaden Ny Sayuti mengemukakan, sore sebelum banjir para guru sem- cara hukum sudah berakhir pada 21 Februari 2014 lalu melalui surat dari Kesbangpol. "Presiden juga akan memenuhi permintaan Kraton Kasunanan, agar semua upacara adat kraton yang selama ini tidak mungkin dilakukan karena dikuasai pihak-pihak tertentu bisa kembali dilakukan," katanya Sebagai mediator, Roy Suryo juga selalu berupaya berkomunikasi dengan semua pihak yang ada di kraton. Ia memposisikan bukan hanya sebagai Menpora saja, melainkan menjadi bagian dari empat keluarga kraton (catur sagotro). "Bagi saya empat keluarga kraton merupakan satu bagian tak terpisahkan," kata- Dompet . . . . . . . . . . . . Sambungan hal 1 86 Jas Purworejo . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 60,000.00 87 TK PKK 106 Merten Gadingharjo, Sanden, Bantul . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 500,000.00 88 Infak Binais YS Pengajian Guru-Guru Yogyakarta Selatan . . . . . . . . . . . . . . . . 1,421,000.00 ________________ Jumlah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .Rp 4,123,500.00 s/d 22 Februari 2014 . . . . . . . . . . . . . . .Rp 189,124,400.00 ________________ s/d 23 Februari 2014 . . . . . . . . . . . . . .Rp 193,247,900.00 (Seratus sembilan puluh tiga juta dua ratus empat puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah) pat mengamankan arsip-arsip penting. Namun sejumlah arsip lainya masih tersimpan dalam lemari, sehingga saat ketinggian air mencapai satu setengah meter, arsip dalam lemari rusak. (Sit)-f nya. Roy juga meminta kepada masyarakat untuk mendukung penyelesaian konflik tersebut. "Mohon doa restu dari seluruh rakyat Indonesia agar penyelesaian konflik ini bisa berjalan lancar," katanya. Sementara itu Hangabehi berharap semua kerabat, adik-adiknya tidak lagi bertengkar. "Kepada semua adik saya, akur semua," katanya singkat. (*-5)-b PRESS TOUR CANON DAN CP+ EXHIBITION (2-HABIS) Obsesi 70 Juta Unit EOS Terealisasi KR-Ronny SV Beberapa kamera Canon. BICARA soal kamera digital, orang spontan ingat pada Canon. Kini, kian banyak komunitas pecinta fotografi mengandalkan Canon untuk urusan pelampiasan hobby mereka. Begitu pula para fotografer profesional, maupun para pemula. Dalam pameran CP+ yang digelar di Yokohama, tampak stan Canon sangat menonjol dan atraktif dibanding dengan stan merk lain. Dengan teknologi masa depan, Canon mampu membuktikan jadi produsen kamera terdepan. Bahkan secara khusus, booth Canon memenangkan Gold Prize pada CP+ Exhibition 2014 tersebut dan ini juga menjadi bukti pengakuan publik pada Canon. Masaya Maeda, Chief Executive of Image Communication Products Operations Canon Inc menyatakan, masyarakat sekarang menuntut gambar yang lebih bagus, sehingga Canon bertekad untuk bisa memenuhi harapan tersebut. Dalam merilis produk kamera, Canon sekaligus berupaya untuk membangun brain awareness publik, bahwa Canon diakui sebagai penghasil kamera yang top dan profesional. Terkait dengan itu, Go Tokura, Image Communication Products Operations menunjukkan bahwa pasar Asia saat ini tumbuh dengan cepat dan tercatat lebih dari 30 persen porsi kenaikan penjualan kamera ada di kawasan Asia. Khusus untuk kamera EOS yang jadi salah satu andalan Canon, menunjukkan keberhasilannya dalam step up strategy. Prestasi yang layak dibanggakan, obsesi untuk menjual produk seri kamera lensa lepas-tukar (interchangeable lens) Canon EOS sebesar 70 juta unit pada tahun 2014 bisa terealisir pada Februari ini. Menurut Direktur Canon Division, PT Datascrip Merry Harun, permintaan dan penerimaan pasar terhadap produk kamera Canon EOS cukup tinggi, termasuk di pasar Indonesia. Produk kamera DSLR Canon EOS telah menguasai lebih dari 50% pangsa pasar kamera DSLR di tanah air selama beberapa tahun terakhir. EOS, singkatan dari Electro Optical System juga merupakan nama Dewi Fajar dari legenda Yunani. Saat diperkenalkan pada Maret 1987 sebagai generasi terbaru kamera AF SLR, Canon EOS menjadi kame- ra pertama di dunia yang menggabungkan sistem elektronik lengkap sebagai pengendali penuh tidak hanya antara lensa dan badan kamera, melainkan untuk keseluruhan sistem dalam kamera. Lensa EF untuk kamera lensa lepas-tukar CanonEOS juga diperkirakan akan menembus angka produksi 100 juta unit pada 2014. "Pencapaian ini dimungkinkan oleh konsistensi Canon dalam menghadirkan produk-produk dan inovasi teknologi yang menyentuh langsung ke kebutuhan pengguna. Canon memahami dan mewujudkan keinginan para pengguna kamera untuk memperoleh kesempurnaan kualitas hasil gambar serta kemudahan pengoperasian kamera digital SLR (DSLR)," tambah Merry Harun. Kamera Canon EOS SLR pertama kali diproduksi di pabrik Fukushima Canon Inc. pada 1987 dengan nama EOS 650, kemudian berpindah ke basis produksi serupa yaitu Oita Canon Inc dan Canon Inc Taiwan. Sejalan dengan merebaknya penggunaan kamera digital SLR pada awal tahun 2000-an, produksi Canon EOS pun tumbuh pesat hingga menembus 60 juta unit pada Oktober 2012 dan kini tahun 2014 berhasil mencapai 70 juta unit. Di antara kamera terbaru Canon yang berkontribusi terhadap pencapaian produksi 70 juta unit, terdapat kamera Dual Pixel CMOS AF EOS 100D yang mengombinasikan desain ringan dan ringkas dengan fitur-fitur canggih. Selain itu, juga ada EOS M yang diluncurkan pada September 2012 dan dilanjutkan oleh generasi terbarunya, EOS M2 yang juga mendapat sambutan hangat dari pasar. (Ronny SV)-a Debu Masih Beterbangan Abu vukanik dari Gunung Kelud sampai sekarang belum seluruhnya bersih. Di jalan-jalan protokol abu masih beterbangan terutama bila ada kendaraan lewat. Meskipun rumah-rumah sebagian telah dibersihkan, kalau jalan belum bersih maka sisa abu vulkanik kembali masuk rumah terutama rumah di pinggir jalan. Mohon perhatian pihak terkait. +62813913XXXX
  • 8. HALAMAN 8 SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) HASIL SURVEI, PRABOWO BAKAL HADANG JOKOWI PDIP HARUS CARI SOLUSI Diprediksi Muncul Poros Tengah Jilid II JAKARTA (KR) - Pembicaraan soal koalisi parpol dalam mengusung capres kian menghangat. Hasil survei Political Communication Institute (PolcoMM) menunjukkan peluang koalisi partai Islam mengusung capres bersama. Mayoritas publik menilai perlu ada koalisi yang dikenal sebagai ‘Poros Tengah Jilid II’. Jusuf Kalla pun masuk capres favorit. Hal tersebut disampaikan Direktur PolcoMM Heri Budianto di Hotel Whizz, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (23/2). “Sebanyak 45 % responden menjawab ya ketika ditanya apakah partai Islam sebaiknya berkoalisi dan membangun poros tengah jilid II. Sedang sisanya, sebanyak 26,2 % tidak menjawab. Dan 28,4 % tidak tahu,” kata Heri. Menjawab pertanyaan lainnya, sebanyak 47,4 % responden memandang koalisi partai Islam semacam itu mampu bersaing di Pemilu 2014. “Sementara 19,2 % memandang koalisi itu tak akan mampu bersaing. Sebanyak 33,4 % lagi menyatakan tidak tahu. Artinya, ada optimisme,” tambahnya. Heri menjelaskan, survei bertajuk ‘Capres Parpol Islam: Publik Bicara Peluang Poros Tengah Jilid II’ ini dilakukan dengan wawancara langsung kepada 1.200 responden di 29 provinsi. Provinsi Papua Barat, NTT, Bali dan Sulawesi Utara tidak disurvei karena jumlah pemilih partai Islam sedikit. Survei dilakukan pada 15 Januari sampai 15 Februari 2014 menggunakan multistage random sampling dengan margin of error sekitar 3,1 % dan tingkat kepercayaan 96,9 %. Dikatakan, jika Poros Tengah Jilid II terwujud, maka JK dipandang responden sebagai capres nomor satu yang layak diusung. “Pada tingkatan publik di 29 provinsi, JK dipilih di Indonesia Timur juga. Tidak ada tokoh lain seperti JK yang mendapat banyak pemilih dari Indonesia Timur. Dia bisa jadi capres potensial,” ujar Heri. Sementara itu, survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) menyebutkan elektabilitas Jokowi sudah di atas angin. Menurutnya, satu-satunya yang diprediksi bakal menghadang Jokowi adalah capres Gerindra, Prabowo Subianto. Hal tersebut terlihat dari survei PDB pada Februari 2014. Hasil survei ini menunjukkan persaingan sengit antara Prabowo dan Jokowi masih berlanjut. “Prabowo dalam enam bu- lan terakhir elektabilitasnya sedikit meningkat dari 6,6% menjadi 12,8%. Sementara Jokowi elektabilitasnya berhenti pada kisaran 30%, bahkan enam bulan terakhir turun dari 36% ke 31,8%,” kata Co Founder PDB, Peter F Gontha, dalam paparan hasil survei PDB di Jakarta Minggu. Di luar nama itu elektabilitas capres lain masih sangat rendah. Selisihnya cukup jauh dari dua kandidat teratas itu. Persaingan Prabowo-Jokowi memang terjadi hampir di semua survei, hanya beberapa survei yang menempatkan Jokowi di bawah Ketua Dewan Pembina Partai Ge(Sim)-b rindra itu. Risma Jadi Komoditas Politik JAKARTA (KR) - Polemik Walikota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma harus dilepaskan dari kepentingan politik. Tak bisa dibantah jika saat ini Risma sudah menjadi fenomena nasional. “Yang dikhawatirkan, polemik ini dimanfaatkan komoditas politik orang-orang tertentu untuk mencapai tujuan politik. Ini yang harus dipisahkan,” kata Direktur Eksekutif PolcoMM Institut Heri Budiato di Cikini Jakarta Pusat, Minggu (23/2). Menurutnya, polemik Risma harus benar-benar diselesaikan dengan menempatkannya sebagai Walikota, bukan untuk kepentingan politik tertentu. PDIP juga didorong untuk bisa mencari jalan keluar atas polemik itu. “Kalau ini terlalu banyak menyimpang, ini akan menjadi pertanyaan publik juga, kok lebih banyak pergerakan pribadi dibanding kepentingan partai,” tandasnya. Sementara pengamat politik Gun Gun Heryanto memandang rencana mundurnya Risma dari kursi Walikota Surabaya bisa menjadi ‘bola panas’ bagi PDIP sebagai partai pengusung. “Ketika dia (Risma) benar-benar mundur, akan menjadi bola panas bagi PDIP. Padahal Risma sebagai aset besar,” ungkapnya. Menurut Gun Gun, Risma terlihat tertekan ketika bicara di media soal keinginannya untuk mundur. “Dan dia tak mau menggaransi untuk tidak mengundurkan diri. Risma memang bukan dari kaderisasi partai. Artinya potensi dia mundur sangat besar. Kalau sampai mengundurkan diri, ini artinya lampu kuning menjadi lampu merah bagi PDI Perjuangan,” bebernya. (Edi/Sim)-b DEMOKRASI DIJALANKAN DENGAN GAMANG Indonesia Butuh Pemimpin Visioner KR-Bambang Nurcahya GALANG DANA: Warga mengisi pundi amal yang disodorkan sosok Punakawan saat pementasan drama tari ‘Shinta Panggih’ yang diselenggarakan Sanggar Irama Citra Yogyakarta di Pendopo Agung Taman Siswa, Yogyakarta, Minggu (23/2) malam. Penggalangan dana amal tersebut ditujukan bagi korban letusan Gunung Sinabung dan Kelud. POLITISI INGIN JADI HAKIM MK Ketua DPR Tak Bisa Komentar JAKARTA (KR) - Ketua DPR Marzuki Alie enggan berkomentar soal politisi DPR yang banyak berminat jadi hakim konstitusi. “Saya bisa tidak setuju (jika mereka mendaftar jadi hakim MK). Aturannya boleh kok. Saya tidak bisa apa-apa,” kata Marzuki di Jakarta, Minggu (23/2). Lebih lanjut Marzuki menyatakan dirinya tidak heran jika banyak politisi di Senayan kini berminat jadi calon hakim Mahkamah Konstitusi. Hal itu terjadi menyusul putusan MK yang menerima permohonan uji materi Undang-Undang tentang penetapan Perpu Penyelamatan MK. Sehingga, Perpu tersebut batal diterapkan dan akibatnya tak ada aturan soal politisi tak boleh jadi hakim konstitusi. Padahal, kata Marzuki, dalam Perpu yang digagas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah mantan Ketua MK Akil Mochtar ditangkap KPK, dicantumkan syarat tambahan bagi calon hakim MK, yaitu calon hakim MK tidak menjadi anggota partai politik dalam jangka waktu paling singkat 7 tahun sebelum diajukan sebagai calon hakim konstitusi. “Itu pula akibatnya kalau pemilihan hakim MK diserahkan pada DPR. Hasilnya, orang-orang DPR sendiri yang jadi (hakim konstitusi). Dari dulu saya sudah ngomong itu,” ujar Marzuki. Dalam Perpu yang batal, diatur bahwa mekanisme proses seleksi dan pengajuan hakim MK disempurnakan sehingga memperkuat prinsip transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Untuk itu sebelum ditetapkan oleh Presiden, calon hakim konstitusi yang diajukan MA, DPR dan/atau Presiden, terlebih dahulu (Edi/Sim)-b diuji kelayakan dan kepatutan oleh panel ahli. JAKARTA (KR) - Pendiri Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh menilai lemahnya disiplin masyarakat Indonesia. Ini terjadi karena minimnya keteladanan dari pemimpin di semua tingkatan, mulai dari tingkat pusat. “Melihat aparatur penyelenggara negara yang gamang, maka pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan makin percaya diri,” kata Surya Paloh dalam ‘Apel Siaga Perubahan’ di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Minggu (23/2). Selain itu kegamangan itu pula memunculkan fenomena maraknya budaya transaksional dalam demokrasi politik di Indonesia. “Kehidupan politik yang hanya berdasarkan pada sikap pragmatis ini mengkhawatirkan. Tapi, inilah konsekuensi dari sistem pemilu yang saat ini berjalan,” Persiram Imbangi PSM SURABAYA (KR) - Hasil imbang kembali berhasil diraih Persiram Raja Ampat pada tur Surabaya di lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) Grup Timur musim ini. Menghadapi tuan rumah PSM Makassar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (23/2) tadi malam, tim berjuluk ‘Dewa Laut’ ini mampu bermain imbang 1-1. Mengawali laga dengan tempo sedang dan banyak membuang sejumlah peluang. Namun di masa tambahan babak pertama, PSM akhirnya berhasil unggul 1-0 lewat gol Ponaryo Astaman usai memaksimalkan eksekusi penalti. Memasuki babak kedua, Persiram yang ingin mengulangi hasil baik saat mampu menahan imbang Per- sebaya Surabaya, coba bangkit. Hasilnya, di menit 46, wasit memberikan penalti bagi Persiram usai Osas Saha dilanggar Rahmat Latief di kotak terlarang. Sayang, tendangan penalti Osas mampu di antisipasi Markus Horison. Upaya tim tamu menyamakan kedudukan akhirnya berhasil saat di menit 90, Mbida Messi akhirnya mampu membobol gawang Markus melalui eksekusi penalti. Skor 1-1 bertahan hingga laga usai. Sementara itu untuk hasil pertandingan lainnya di Grup Timur, Perseru Serui menang tipis 3-2 dari Persiba Balikpapan di Stadion Mandala, Jayapura. Tiga gol Perseru dicetak Pierre Pattrick Seme menit 9, Oktovianus Maniani (16) dan Arthur Barrios Bonai (73). Sedangkan dua gol Persiba Balikpapan dilesakkan Carlos Javier Gonzales Ozuna (13) dan Ansu Taure (R-3)-f (26). Klasemen Sementara Grup Timur 1. Mitra Kukar 2. Persipura 3. Persebaya 4. Perseru 5. Pusam 6. PSM 5 5 5 5 5 5 3 2 3 2 1 1 1 3 1 1 3 2 1 0 1 2 1 2 9-3 8-4 8-6 7-9 10-6 6-5 10 9 7* 7 6 5 7. Persiram 4 1 3 0 3-2 6 8. Persepam 4 1 2 1 6-8 5 9. Persela 4 1 1 2 4-8 4 10. Persiba Blpp 4 0 2 2 3-5 2 11. Persiba Btl 4 0 1 3 2-10 1 Ket : Persebaya mendapat pengurangan nilai 3 dari FIFA kata Paloh. Menurut Paloh, Partai NasDem menargetkan perolehan 100 kursi DPR dari 77 daerah pemilihan di seluruh Indonesia. “Kami ingin masuk tiga besar dalam Pemilu Legislatif 2014,” kata Ketua Umum Partai NasDem ini. Dikatakan pula, pascareformasi 1998, praktik Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Indonesia bukannya hilang namun justru semakin tumbuh subur. Dalam hal masalah korupsi, tidak hanya terjadi di sektor pusat kekuasaan namun juga sudah merambah ke hampir semua sektor. “Praktik KKN bukan semakin habis, tapi semakin tumbuh subur. Korupsi bukan hanya terjadi di sektor dan pusat-pusat kekuasaan. Tetapi juga sudah merasuk ke dalam sel sistem kehidupan kemasyarakatan. Demokrasi kita hari ini, kita jalankan pe- nuh dengan rasa gamang,” tegasnya. Paloh mengatakan, belum lagi Indonesia menghadapi persoalan demoralisasi sebagai kondisi objektif terkini bangsa. Indonesia sebagai satu bangsa kerap tertinggal dari kompetisi dengan negara lain. “Kita masih lemah terhadap disiplin nasional, etos bangsa lemah dalam menaruh rasa solidaritas, bahu membahu, bergotong royong. Inilah yang menjadi kelemahan kita,” ucapnya. Akibat persoalan berbagai permasalahan tersebut di atas, akhirnya sejauh ini Indonesia hanya penghasilkan suatu kompetisi yang sifatnya transaksional dan pragmatis. Untuk memperbaiki kondisi bangsa saat ini, yang pertama harus dilakukan yakni bangsa Indonesia harus memiliki pemimpin bangsa yang lebih visioner. (Edi/Sim)-f LONGSOR DAN BANJIR DI JAYAPURA 11 Orang Tewas Tertimbun JAYAPURA (KR) - Sedikitnya 11 orang tewas tertimbun tanah longsor di Kota Jayapura. Para korban berada di tiga lokasi yaitu Kawasan Kloofkamp (meliputi Kelurahan Gurabesi, Distrik Jayapura Utara), Kompleks APO Kali, (Distrik Jayapura Utara) dan Kawasan Yapis (meliputi Dok V Atas, Distrik Jayapura Utara). Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, hujan deras sejak Sabtu (22/2) malam telah menyebabkan banjir yang disusul longsor pada pukul 19.00 Wita di Kota Jayapura Provinsi Papua. “Hingga saat ini ada 11 orang meninggal dunia dan dua orang dalam pencarian,” ungkapnya kepada pers, Minggu (23/2) malam. Dikatakan pula, dampak dari bencana longsor tersebut sebanyak 15 unit rumah rusak berat, 40 unit rumah rusak ringan. Guna mengevakuasi warga, BNPB telah menyediakan peralatan pembersihan lumpur seperti truk, gerobak, cangkul, dan lainlain. “Kami mencoba membuka akses jalan yang sempat terputus,” jelasnya. Sementara Walikota Jayapura Benhur Tommi Mano, menjelaskan korban longsor yang berhasil diidentifikasi diketahui bernama Ellias Sohilait dan istrinya Cristina Umprnawany. Keduanya adalah warga di Kompleks APO Kali. “Saat kejadian, kedua korban tengah tidur pulas di dalam rumah,”kata Benhur. Sedangkan, korban tewas di Kawasan Yapis Dok V Atas adalah salah seorang pelajar tingkat SMA, bernama Cris(Has)-b thin Yawen. Liverpool Menang Susah Payah LIVERPOOL (KR) - Liverpool harus bersusah payah terlebih dahulu sebelum akhirnya berhasil menang atas tamunya Swansea City pada laga lanjutan kompetisi Liga Premier Inggris yang digelar di Stadion Anfield, Minggu (23/2) tadi malam. Lewat drama tujuh gol, The Reds akhirnya mampu menyudahi perlawanan The Swans dengan skor 4-3. Bertekad mengamankan posisinya di peringkat 4 klasemen sementara, Liverpool langsung tancap gas. Laga baru memasuki menit ketiga, tuan rumah langsung membuka keunggulan melalui Daniel Sturridge. Dominasi tuan rumah berlanjut saat di menit 20, Jordan Henderson membawa timnya unggul 2-0. Tersengat dua gol cepat tuan rumah, tim tamu langsung bangkit. Hasilnya, dua gol beruntun berhasil dilesakkan anak asuh pelatih Garry Monk lewat eks pemain Liverpool, Jonjo Shelvey di me- nit 23 dan Wilfried Bony menit 27. Laga semakin menarik saat di menit 36, Liverpool kembali memimpin saat Sturridge mencetak gol keduanya di laga tersebut. Skor 3-2 untuk Liverpool bertahan hingga jeda. Usai rehat, tim tamu langsung mendapat penalti usai Martin Skrtel melanggar Wilfried Bony. Bony berhasil menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol sekaligus membawa skor kembali imbang 3-3. Namun, memasuki menit 74, Liverpool berhasil kembali memimpin lewat gol kedua Henderson dan skor 4-3 bertahan hingga bubaran. Sementara itu kemenangan dramatis 1-0 diraih tuan rumah Newcastle United atas tamunya Aston Villa dalam laga yang digelar di St James Park. Setelah berbagi skor sama kuat 0-0 sepanjang 90 menit, tuan rumah mampu mencetak gol di masa tambahan waktu babak kedua mela(R-3)-e lui Loic Remy. Warga Minta Pembersihan Abu Kelud Tuntas SISA abu vulkanik akibat erupsi Gunung Kelud masih terlihat di sejumlah jalan-jalan di wilayah DIY. Meski jumlahnya sudah banyak berkurang, tapi sejumlah anggota masyarakat tetap berharap sisa-sisa abu vulkanik bisa dibersihkan secara tuntas. Seperti yang diungkapkan Waluyo (50) tukang becak yang biasa mangkal di dekat Puskesmas Gedongtengen mengaku terpaksa harus libur selama satu minggu. Pasalnya, selain jumlah penumpang tergolong cukup sepi, banyaknya abu vulkanik yang beterbangan menjadi kekhawatiran tersendiri bagi dirinya. “Meski sudah ada relawan dan warga yang membersihkan, bukan berarti saya tinggal diam. Sebab kalau hanya mengandalkan relawan, pembersihan abu vulkanik jadi lama. Apalagi kalau tidak turun hujan, jika tidak segera KR-Riyana Ekawati Kitri Sudarti dibersihkan bisa mengakibatkan sakit pernapasan,” ungkap ayah 4 putra yang sudah sejak tahun 1981 menggantungkan hidup dari mengayuh becak, Minggu (23/2). Hal serupa juga dilakukan oleh Ignatius Kristianto (82) warga Kricak Kidul yang bekerja sebagai tukang parkir di dekat Pasar Kranggan. Abu vulkanik sempat mengganggu aktivitasnya di tepi jalan. Bah- Waluyo Ignatius Kristianto kan dirinya terserang batuk, karena abu vulkanik di sekitar lokasi kerjanya yang cukup banyak. “Pembersihan abu vulkanik ini tidak akan tuntas jika sepenuhnya diserahkan pada relawan dan pemerintah. Untungnya, pedagang dan warga cukup proaktif, sehingga sisa abu vulkanik tinggal sedikit,” kata kakek 9 cucu yang mengaku baru bekerja 2 hari lalu. Painah Sementara Kitri Sudarti (38) pedagang ikan segar di Pasar Kranggan mengaku tidak hanya mengalami kerugian materi, tapi abu vulkanik yang cukup banyak sempat menjadikan dirinya sesak napas. Sebagai rakyat kecil warga Jalan Kaliurang itu hanya berharap agar pembersihan abu vulkanik bisa dilakukan secara tuntas. Dengan begitu, jualan jadi lebih nyaman. “Setiap ada waktu pedagang kecil seperti saya mencoba membersihkan. Sebab jika hal itu tidak dilakukan, selain pembeli jadi sepi, kesehatan bisa terganggu. Meski begitu, saya tetap berharap pembersihan abu vulkanik terus dilakukan,” ungkap Kitri. Keinginan yang sama juga diungkapkan oleh Painah (60), pedagang sayur ditempat yang sama. Meski pasokan sayur ditempatnya cukup lancar, tapi banyaknya abu vulkanik menjadikan dirinya sedikit was-was. Bagaimana tidak was-was, selain omzet penjualan jadi turun, gangguan kesehatan setiap saat bisa mengancam. “Setiap hari abu vulkanik sudah dibersihkan, tapi tetap ada. Untungnya beberapa hari terakhir turun hujan, jadi bisa sedikit mengurangi abu di depan kios,” terang ibu dari 8 pu(Ria)-e tra tersebut.
  • 9. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) LINGKAR YOGYA ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 9 KOPWAN 'WIRA RINI' Sosialisasikan UU Koperasi YOGYA (KR) - Koperasi Wanita (Kopwan) 'Wira Rini' Wirobrajan menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tutup tahun buku 2013 di Pendapa Kecamatan Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Sabtu (22/2). Dalam RAT membahas rancangan program tahun depan dan rencana anggaran pendapatan. RAT juga sekaligus mensosialisasikan UU RI No 17 tahun 2012 tentang Koperasi. Kendati undang-undang itu akan berlaku pada tahun 2015, 'Wira Rini' mulai mempersiapkan diri. Pasalnya, UU tersebut mengamanatkan mulai tahun 2015, seluruh koperasi harus memiliki AD/ART yang baru. "Menyusun AD/ART itu tidak mudah. Undang-undang ini memberi waktu kepada koperasi selama 3 tahun mempersiapkan diri," kata Ketua Kopwan 'Wira Rini', Sudjinab Surojo. Mengawali pengenalan undang-undang tersebut, para anggota mulai diajak membahas besaran Setoran Pokok dan Setoran Modal Koperasi (SMK). Kedua setoran tersebut akan mengganti simpanan pokok dan simpanan wajib anggota koperasi. "Dalam undang-undang 17/2012, setoran pokok berlaku hanya satu kali bagi anggota koperasi. SMK boleh dibilang hampir sama dengan saham. Diwujudkan dalam lembaran dan anggota boleh memiliki sebanyak-banyaknya. Bila berhenti dari anggota koperasi, SMK bisa dijual ke anggota atau ke koperasi," jelas Sudjinab. Ditambahkan, kopwan 'Wira Rini' lewat RAT tersebut sudah menetapkan besarnya setoran pokok dan SMK, masing-masing Rp 10.000. (*-2)-k RAKIT KOTAK SUARA: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, mengebut perakitan kotak suara. Wilayah Bantul membutuhkan 9.180 kotak dan bilik suara dibagi untuk 2.295 TPS. Sedang seluruh DIY butuh 34.092 kotak dan bilik suara. Sejumlah pekerja sedang merakit kotak suara di gudang logistik KPU Kabupaten Bantul, Minggu (23/2). KR-Bambang Nurcahya ’Money Politics’, Virus Perusak Demokrasi Sdr M Slamet, Tejokusuman, Yogyakarta. Meninggal dunia Selasa Wage 4 Februari 2014 (3 Bakdomulud 1947 Alip) pukul 19.00 WIB. Empat Puluh harinya: Sabtu Pon 15 Maret 2014 (13 Jumadilawal 1947 Alip). Seratus harinya: Rabu Pon 14 Mei 2014 (14 Rejeb 1947 Alip). Satu tahunnya: Jumat Pahing 23 Januari 2015 (2 Bakdomulud 1948 Ehe). Dua tahunnya: Kamis Pon 14 Januari 2016 (3 Bakdomulud 1949 Jimawal). Seribu harinya: Ahad Pon 30 Oktober 2016 (28 Sura 1950 Je). (R) - s Rumah Sakit: Dr Sardjito 587333 & 631190 (Hunting). Bethesda 562246, 586688. Panti Rapih 514845. PKU Muhammadiyah 512653. RSUD Kota 371195. Mata Dr Yap 562054. Klinik Ludira Husada Tama 620091, 620373. Khusus Bedah Patmasuri 372021 & 372022. Khusus Bedah Sudirman 589090. DKT 566596. Syaraf Puri Nirmala 515255. RSI Hidayatullah 389194. RSIY PDHI 6991084. RSUD Bantul 367381 dan 367386, At-Turots Al-Islamy 7431668, 7114823. UST Medical Center (UMC) 7492025, 7165917, 7459681. Puri Husada 867270. Kharisma Paramedika 774633. Happy Land Medical Centre: 550058, 550060. Khusus Bedah Ringroad Selatan 7485737. Jogja International Hospital (JIH) 4463535. PKU Muhammadiyah Bantul 367437, 368238, 368587. A Sakina Idaman 582039. Permata Husada 441212, 441313.. Rachma Husada Bantul 7459464. 6460091. Asri Medical Center (AMC) 618400. Queen Latifa 581402, 620555. Nur Hidayah 747294. RSU Panti Baktiningsih Klepu 6497209. Polisi: Poltabes/Pamapta 512511. Unit Lakalantas 513237. Jasa Raharja: 562531. SAR DIY: 563231, 562811, Psw 319. Call Center Kota Yogya: 290274, SMS/HP: 2740/ 08122780001. Mitra Medika Tourist Medical Service: 444 444, 377019. Ambulance Gawat Darurat di Kota Yogyakarta 118 atau 420118. Search Rescue Daerah Istimewa Yogyakarta (SAR DIY), Alamat: Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta, Telp: 8543339, Call Freq: 148.160 Mhz. Denpom IV/2 Yogyakarta: 566103, Fax: 623733, e-mail: puskodal_denpom42@yahoo.co.id. u YOGYA (KR) - Dampak money politics sangat besar dalam pemerintahan demokrasi. Mulai dari pemilihan rakyat yang bias, kualitas wakil rakyat yang terpilih juga menyebabkan politik berbiaya tinggi. Hal ini potensial mendorong praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang, sehingga merusak sistem demokrasi. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Dr Hamdan Zoelva mengemukakan hal tersebut dalam seminar nasional ‘Pencegahan Praktik Money Politics dalam Pemilu 2014’ di Hotel Garuda, Sabtu (22/2). Dalam seminar tersebut Dekan FH UII Dr Rusli Muhammad menyerahkan secara simbolis peralatan pada mahasiswa relawan antipolitik uang. ‘Intinya, money politics merupakan virus yang merusak sistem demokrasi bahkan pemerintahan yang terpilih. Dampak lebih besar, bahkan bisa mengakibatkan ketidakpercayaan pada sistem demokrasi,’ tandasnya. Hamdan menjelaskan, ada 3 bentuk money politics yang bisa terjadi. Pertama, money politics lapisan atas yakni lewat transaksi antara pemilik modal/elite ekonomi dengan elite politik atau calon. Transaksi dengan janji/harapan jika terpilih akan mendapatkan kebijakan yang menguntungkan pemilik modal. Sehingga dalam hal ini pemilik modal juga dapat mendikte. ‘Dengan kondisi keterbatasan dana anggota partai, sangat mungkin partai mengambil jalan pintas. Dengan sumber dana dari elite ekonomi, kantong pribadi serta uang negara yang tidak halal,’ jelasnya. Kedua, jelas Ketua MK, adalah money politics lapisan menengah. Ini yang terjadi antara calon dengan elite politik dalam bentuk pembayaran pribadi untuk menjadi calon dan menentukan nomor urut calon. Atau antara calon dengan penyelenggara untuk membeli suara atau mengatur pemilih. Tentu tidak termasuk money politics, jelasnya, jika calon menyumbang resmi kepada partai sesuai aturan internal dan dilakukan secara transparan. Yang ketiga adalah money politics di lapisan bawah yang umum kita hadapi. Di sini ada transaksi elite politik atau calon dengan massa pemilih dalam bentuk bagi-bagi uang/barang/sembako atau kredit ringan. Money politics ini diakui Hamdan Zoelva umum dilakukan karena merupakan ajang bertemunya penawaran dengan permintaan. ‘Yakni dalam kondisi masyarakat prasejahtera di satu sisi dan penawaran uang dari calon di sisi lain. Pemilih model ini dikelompokkan sebagai pemilih transaksional,’ jelas Ketua MK. Sesungguhnya, sudah banyak ketentuan atau aturan yang mengantisipasi dilaku- Masyarakat Kreatif, Datangkan Peluang Ekonomi KR-Effy Wijono Putro Barang bekas hasil olahan tangan-tangan terampil. agar hasilnya bisa bagus dan YOGYA (KR) - Sampah sampai saat ini masih menjadi sesuai dengan keinginan konsumen," kata Asisten Ekonomi problem serius bagi sejumlah dan Pembangunan Setda DIY kota yang ada di Indonesia. Padahal jika masyarakat kreDidik Purwadi seusai acara atif, sampah bisa diolah menperingatan Hari Peduli Samjadi sesuatu bermanfaat dan pah di Benteng Vredeburg Yogyakarta, Sabtu (22/2). mendatangkan nilai ekonomi cukup tinggi. Menyadari hal Didik menyatakan, persoitu Pemerintah Daerah (Pemalan pemasaran, sampai saat da) DIY terus berusaha memoini masih menjadi kendala bativasi masyarakat, untuk lebih gi para perajin. Untuk mengpeduli terhadap persoalan atasi persoalan itu, pihaknya lingkungan, khususnya demencoba mengajak perajin ngan pengelolaan sampah. melakukan evaluasi produk dan survei pasar. Tentunya, "Kreativitas masyarakat yang dihasilkan dari barang tanggung jawab terkait debekas cukup bagus. Untuk itu, ngan pembinaan terhadap pemerintah harus terus berpangsa pasartersebut tidak usaha membimbing mereka, hanya tugas dari Badan Ling- kungan Hidup (BLH), tapi juga Disperindakop. "Kalau para perajin itu di lepas, tapi ternyata masih mengalami kesulitan, pemerintah wajib memberikan stimulan. Adapun bentuk dari stimulan tersebut tidak harus uang, tapi bisa pembinaan dan peningkatan kualitas produk. Sehingga produk-produk yang dihasilkan memiliki keunggulan dengan keunikan tersendiri," terang Didik. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) DIY Joko Wuryantoro MSi mengungkapkan, selain pengolahan sampah menjadi produk daur ulang, pihaknya terus berusaha memperluas keberadaan jejaring sampah. Sehingga, nantinya di setiap dusun ada satu orang. Keberadaan kader lingkungan tersebut diharapkan bisa memotivasi anggota masyarakat lain, untuk lebih proaktif dalam upaya penanganan sampah. Pasalnya sebagai tokoh di bidang lingkungan keberadaan mereka, memiliki peran cukup strategis. (Ria)-s kannya money politics. Namun menurut Hamdan tidak adanya batasan maksimal dana kampanye dan hanya pembatasan jumlah sumbangan, maka akan terjadi pertarungan tidak imbang antarpartai atau calon kaya dan miskin. Apalagi juga tidak ada batas penggunaan dana pribadi untuk biaya kampanye. ‘Tanpa batasan ini, maka demokrasi akan tumbuh mengikuti prinsip liberalisme dan kapitalisme. Yang akhirnya akan dapat menggerus ni- lai-nilai budaya bangsa bernama gotong royong,’ jelas Hamdan Zoelva. Karena itu menurut Ketua MK, sehebat apa pun pengaturan, pencegahan dan penindakan dengan ancaman hukuman berat, namun lebih penting adalah menegakkan aturan. Dengan demikian ada kepastian setiap pelanggaran diproses dan dijatuhi sanksi hukum. ‘Bila tidak, aturan hanya menjadi macan kertas tanpa makna,’ tambahnya. (Fsy)-k Aksi Donor Darah di SMAN 3 KR-Abrar Peserta donor darah di SMAN 3. YOGYA (KR) - SMAN 3 Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Laksda Laut Yos Sudarso 7 Yogya, menyelenggarakan aksi sosial Padmanaba Donor Darah 2014. Acara yang digelar OSIS SMAN 3 itu, berlangsung Minggu (23/2) dengan mengusung tema," Humanity Rising in Blood Giving". Ketua pelaksana Ernie Hari Ismiyanti kepada KR di sela-sela berlangsung acara donor darah mengatakan, kegiatan donor darah ini diikuti lebih dari 300 orang pedonor yang pesertanya umum dan berusia 17 tahun ke atas. "Animo peserta untuk menyumbangkan darahnya dalam kesempatan kali ini cukup tinggi, baik di kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak. Jumlah peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. Kebetulan pada penyelenggaraan donor darah keenam kali ini, pesertanya mampu mencapai target," papar Ernie, seraya menambahkan tujuan even ini diadakan wujud kepedulian kita buat sesama. Dijelaskan, nantinya darah yang sudah terkumpul di SMAN 3 tersebut akan disumbangkan pada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta. Saat ini menurut berita yang berkembang stok darah di PMI Kota Yogya kian menipis, seiring dengan banyaknya permintaan masyarakat yang membutuhkan. (Rar)-g Manajemen Tepat Omzet Melesat SUKSES atau tidaknya seseorang dalam berbisnis tergantung bagaimana membuat manajemen bisnis secara tepat dan konsisten disiplin dalam menjalankan usahanya. Tidak jarang pengusaha yang sekadarnya saja dalam membuat manajemen, sehingga berujung pada meruginya bidang bisnis yang dijalaninya. Melihat fenomena tersebut, Management Coach menggelar seminar bisnis bertajuk 'Jalur Cepat Jadi Pengusaha Sukses' di Hotel Amaris Jalan Diponegero Yogyakarta, Kamis (27/2), pukul 16.30 WIB. Tampil sebagai pembicara praktisi bisnis/pemilik brand Iga Bakar Jogja Coach Ahmad Hidayat. Investasi Rp 100 ribu, on the spot Rp 200 ribu. Tiket bisa didapat di Bag Promosi Kedaulatan Rakyat Jalan P Mangkubumi Yogya, Gramedia Sudirman, Radio Sindo Trijaya Babarsari, Hotel Amaris, Toko Mas Fandi Jalan Mataram. Atau bisa transfer ke rek BCA 4451070074 an Navi Ananda. "Seminar ini wajib dihadiri oleh pemilik bisnis, decision maker di perusahaan, karyawan, PNS, mahasiswa atau siapa saja yang ingin berkembang hidupnya," ucap Wulan dari Management Coach, Sabtu (22/2). Bagi peserta yang sudah mentransfer segera menghubungi panitia. Dalam seminar akan dibahas tentang membuat plan bisnis, blue print usaha, SOP dalam bisnis, marketing sales agar omzet melesat, membuat laporan dan mengelola keuangan, cara merekrut dan mengelola karyawan, bagaimana mengembangkan usaha dengan cabang atau franchise. (Asa)-o
  • 10. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) PENDIDIKAN ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 10 Rangkaian Acara Dies ke-66 FKG UGM YOGYA (KR) - Peringatan Dies Natalis ke66 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada (FKG UGM) dirayakan dengan berbagai kegiatan dari pengabdian masyarakat, ziarah, lomba mancing, seminar ilmiah, pameran alat-bahan kedokteran gigi dan produk khas Yogyakarta seperti batik, buku, bordir, kuliner, temu alumni, malam tirakatan, dan puncaknya pidato dies. Menurut Ketua Panitia Dies Natalis ke-66 FKG Prof Pinandi di Kampus UGM, Sabtu (22/2), pidato dies dilaksanakan Rabu (5/3) di Gedung Margono Suradji oleh drg Heni Susilowati MKes PhD dengan tema 'Peran Nuclear of Activated T Cells (INFAT) dalam Respons Biologis Sel terhadap Infeksi Bakteri Oral, Perspektif Baru dalam Mekanisme Pengendalian Inflamasi'. Pengabdian masyarakat di Ngoro-oro Wonosari kerja sama dengan RCTI dan ziarah sudah dilaksanakan sejak November 2013 hingga Januari 2014. Lomba mancing keluarga FKG di Lembah Desa Imogiri dilaksanakan Minggu (23/2). "Lomba mancing diikuti dosen dan karyawan dengan keluarga dan maha- siswa," kata Pinandi didampingi Wakil Ketua Prof Widjijono. Ziarah dilaksanakan Januari 2014 di makam dosen dan karyawan FKG UGM di Yogyakarta dan sekitarnya. Sedangkan seminar ilmiah 28 Februari dan 1 Maret 2014 di Hotel Inna Garuda mengangkat tema 'Peran Kesehatan Tulang sebagai Faktor Penentu Keberhasilan Perawatan dalam Bidang Kedokteran Gigi'. Pada saat bersamaan, digelar juga pameran perkembangan alat dan bahan dalam bidang kedokteran gigi. Sudah sekitar 17 perusahaan alat dan bahan kedokteran gigi, penerbit sampai perbankan yang menyatakan ikut pameran. Pada 1 Maret, di tempat yang sama pukul 19.00-23.00 dilaksanakan temu alumni sebagai wadah tukar pengalaman kerja. Dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-66 yang didukung Kedaulatan Rakyat ini, alumni juga memberikan masukan kepada pengurus fakultas dalam pengembangan dan kemajuan FKG UGM di masa-masa mendatang. "Kami juga mengadakan malam tirakatan sebagai sarana refleksi menuju FKG yang lebih baik," ujar Widjijono. (Asp)-s 'Kesatuan Bangsa' Raih Medali ISPO-OSEBI BANTUL (KR) - Prestasi membanggakan kembali diraih siswa Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta dalam ajang kompetisi sains Indonesia Science Project Olympiad/ISPO 2014, RabuKamis (19-20/2) di Jakarta. Dari sembilan tim perwakilan Sekolah Kesatuan Bangsa di babak final, empat tim berhasil menyabet medali dari beberapa bidang. Total medali yang diraih siswa Kesatuan Bangsa empat medali, terdiri satu emas, satu perak dan dua honorable mention. "Tiga tim peraih medali akan mewakili Indonesia dalam kompetisi penelitian sains internasional di sejumlah negara," ujar Kepala Humas Sekolah Kesatuan Bangsa Yogyakarta Ahmad Ihsanudin STHi di Yogyakarta, Minggu (23/2). Dijelaskan, medali emas diraih Galih Ramadhan dan Syaits Asyam di bidang Kimia. Keduanya juga akan me- KR-Istimewa Siswa Sekolah Kesatuan Bangsa yang meraih medali dalam ISPO 2014. wakili Indonesia di ajang internasional INSEPO di Belanda. Di bidang Teknologi, satu tim yang beranggotakan Rafly Abdurrasyid dan Dirdha Pawitra Setiyono berhasil meraih medali perak. Mereka akan mewakili Indonesia di olimpiade internasional INEPO Turki. Sementara dua penghargaan honorable mention masing-masing diraih Danika Ramadhanti dan Aisha Anindita Hilman Achir di bidang Teknologi. Satunya lagi diraih Uwaisul Qarni-Fadil M Ilham dari bidang Kimia. Prestasi tersebut tidak lepas berkat bimbingan para guru serta dosen UGM dan UNY. Sementara dalam Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2014, pada kategori Lomba Menyanyi Solo, siswa Kelas VIII Aqiela Fadia Haya meraih medali perunggu, setelah tampil pada babak final di Sasana Langen Budaya Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, Rabu (19/2) malam. (Roy)-o ALUMNI ANGKATAN '80 BERKUMPUL Wujudkan SMAN 8 Hemat Energi YOGYA (KR) - Alumni SMA Negeri 8 (dulu SMPP 10) Yogyakarta angkatan 1980 menyelenggarakan Temu Kangen Pakci '80 Bersyukur dan Berbakti di sekolah setempat, Sabtu (22/2). Mereka terdiri 150 siswa SMAN 8 angkatan 1980 dari empat kelas masing-masing dua IPA dan dua IPS yang sekarang tersebar di Yogyakarta, Surabaya, Semarang, Duri, Bengkulu, Jakarta, Bogor bahkan Amerika Serikat. Mereka berencana menyumbang alat penghemat energi, agar SMAN 8 menjadi sekolah yang hijau. "Sekolah hijau atau green school itu bukan hanya menanam banyak pohon, tetapi juga menghemat energi," kata Koordinator Kegiatan Faisal Saleh MSc. Menurutnya, tidak ada artinya menanam banyak pohon kalau tidak menghemat pemakaian listrik. Nantinya dengan alat tersebut, lampu bisa nyala dan mati secara otomatis. Faisal Saleh juga menjelaskan, Pakci merupakan lambang SMAN 8 yang berasal dari Bahasa Sansekerta artinya sayap. Visi sayap sesuai kondisi kekinian dalam menghadapi era globalisasi. Pemberlakuan ASEAN Free Trade Area akan menjadikan kompetisi semakin ketat di tingkat regional. Kompetitor bukan hanya sesama SMA di Indonesia, tetapi juga sekolah di luar negeri seperti Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur. Koordinator Alumni Angkatan 80, Soko Mursetyo SE menjelaskan, reuni Pakci '80 juga ditandai penyerahan bantuan buku-buku untuk memperkaya perpustakaan sekolah. Selain menyumbang peralatan penghemat energi, diserahkan pula bantuan ke beberapa panti asuhan dan panti wreda serta mengadakan temu kangen antaralumni di Hotel Inna Garuda malam harinya. Kepala SMAN 8 Drs Munjid Nuralamsyah MM menyampaikan terima kasihnya kepada alumni 1980 yang mempunyai perhatian dan kepedulian terhadap sekolah dan adikadiknya. (War)-g Belajar Bahasa Inggris-Selamatkan Bumi WATES (KR) - OSIS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Wates Kulonprogo, Sabtu (22/2) menyelenggarakan Seminar bahasa Inggris Save Our Earth di aula setempat. Kegiatan ini diikuti 250 siswa MA/SMA dan MTs/SMP. Imam Muttaqien STP mewakili Kepala MAN 2 Wates mengatakan, kegiatan ini sangat positif dan perlu mendapat apresiasi. Seminar menampilkan empat pembicara yaitu Ahmad Siti Lestari dan Afif Dzulkifli dari MAN 2 Wates, Divta Yudha Tama dan Hernawati Tri Budisusanti dari SMAN 1 Wates, serta Native English dari Republic of Fiji Miriama Ditikau Ketedromo. "Saya juga berharap kegiatan ini menjadi embrio agar siswa mencintai belajar bahasa Inggris, sekaligus untuk meningkatkan kesadaran pentingnya hidup berwawasan lingkungan," kata Imam. Miriama Ditikau dengan materi Stop Global Warming berhasil membius peserta seminar dengan gaya presen- KR-Widiastuti Native English dari Republic of Fiji, Miriama Ditikau Ketedromo. tasinya yang komunikatif dan interaktif. "Bumi kita dalam keadaan yang membahayakan karena adanya pemanasan global. Waktu untuk menghentikan pemanasan global adalah sekarang," tandasnya. Siti Lestari yang mengupas masalah sampah dan penanggulangannya menyatakan, sampah merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk pemerintah, masyarakat dan perseorangan. "Kita dapat menyelamatkan bumi dari masalah sampah dengan melakukan reduce, reuse, recycle, replace, replant (5R)," ujarnya. Sedang Hernawati mengatakan, bumi kita sudah dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan serta sudah saatnya menyelamatkan bumi tercinta ini. Sementara Ahmad Afif Dzulkifli membahas seputar Sekolah Adiwiyata dan mengusulkan kemungkinan MAN 2 Wates menjadi Sekolah Adiwiyata. (Wid)-g KR-Bambang Nurcahya PROGRAM WISATA: Pelajar Kelas VIII SMP Negeri 1 Kunjang Kediri Jawa Timur menyimak penjelasan Abdi Dalem Kraton Yogyakarta, Minggu (23/2). Kendati wilayah Kunjang juga terkena dampak letusan Gunung Kelud, para pelajar ini tetap mengikuti program wisata pendidikan yang diwajibkan sekolah. DIBAGI DALAM 8 REGIONAL Soal UN Terdiri 20 Variasi JAKARTA (KR) - Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2013/2014 memiliki variasi soal yang lebih beragam. Sistem pencetakan dan distribusi naskah UN kali ini dibagi menjadi delapan regional. Setiap regional memilki 20 variasi soal berbeda. "Jadi bisa dibayangkan, 20 variasi soal ada di delapan region. Artinya ada 160 variasi soal," ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh di Jakarta, Sabtu (22/2), terkait penyelenggaraan UN. Mendikbud mengatakan, UN akan diselenggarakan April 2014 dan diharapkan bencana alam yang saat ini terjadi di sejumlah daerah, nantinya tidak sampai mengganggu pelaksanaan UN. Dengan demikian tidak ada lagi siswa yang nunut UN di pengungsian atau sekolah terdekat. Mengenai banyaknya variasi soal tersebut, Mohammad Nuh menjelaskan, tujuannya agar peserta UN lebih khusuk mengerjakan soalnya masingmasing. Dengan demikian, hasil yang diharapkan dari UN dapat maksimal. Hingga minggu kedua Februari, proses persiapan UN telah memasuki masa visitasi ke perusahan yang mengajukan tender pencetakan naskah UN. Harapannya, 24 Februari master soal sudah bisa diserahkan kepada pemenang tender. "Monitoring terakhir beberapa hari lalu Alhamdulillah on track. Mudah-mudahan minggu ini sudah ditetapkan dan tidak ada masa sanggah, sehingga bisa langsung dicetak," kata Mendikbud. Untuk kertas naskah soal dan Lembar Jawaban Ujian (LJU), juga diperbaiki. Perbaikan kualitas kertas dilakukan berdasarkan evaluasi pelaksanaan UN tahun sebelumnya. Diketahui, kertas LJU pada pelaksanaan UN tahun sebelumnya kurang baik dan mudah robek. Jika tahun lalu kertas yang digunakan untuk LJU adalah 80 gram, maka UN kali ini meningkat menjadi 100 gram. "Lembar soal dan LJU juga memiliki barcode atau kode bar yang sama. Artinya, kalau saya dapat LJU dengan kode bar A dan soal kode bar B, maka tidak akan cocok dan akan jadi masalah," katanya. Untuk itu, barcode lembar jawaban naskah soal dan LJU harus sama. Setiap peserta UN harus mengerjakan naskah soal dengan barcode yang sama pada lembar jawaban. Dengan demikian, naskah soal dan lembar jawaban tak akan tertukar dengan soal yang lain. Sebab jika peserta UN dapat lembar jawaban A, lalu digarap naskah soal B, tentu tidak akan cocok. Persamaan lembar jawaban dan soal itu bukan dilakukan untuk mencegah adanya jawaban UN yang bocor pada saat pelaksanaan UN, melainkan biar anak-anak khusuk mengerjakan soalnya sendiri. "Supaya dia bisa konsentrasi dengan apa yang dia miliki," ujar Nuh. (Ati)-c KEMBANGKAN SISTEM 'WHITEBOARD INTERACTIVE' Metode Pendidikan Searah Tak Aktual Lagi YOGYA (KR) - Metode pendidikan searah hanya dari guru dan siswa dalam kelas, sudah tidak aktual lagi di Abad ke-21 ini. Perkembangan teknologi pendidikan yang sangat berguna dan mudah didapat menjadi upaya agar siswa dapat menyelesaikan permasalahan. Tentunya para guru juga harus selalu melakukan update dengan sistem pendidikan yang ada di seluruh dunia sebagai pembanding. Menurut Magnus Bengtsson, pengamat pendidikan berbasis teknologi dari Promethean United Kingdom (UK), teknologi pendidikan mampu mengubah metode/sistem belajar yang sifatnya masih konvensional/manual ke sistem belajar mengajar yang lebih interaktif. Karena merupakan sarana pembelajaran multimedia berupa media teks, grafis, foto, gambar, audio, video serta animasi secara integrasi. "Selain itu dapat meningkatkan daya serap serta animo belajar siswa yang sangat fantastis, yaitu menggunakan sarana yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa yang tinggi serta menjadikan suasana belajar mengajar yang menyenangkan," kata Magnus kepada wartawan di Yogyakarta, Sabtu (22/2). Menurutnya, sarana ini memungkinkan pelaksanaan proses belajar mengajar menjadi aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, bahkan dapat dilakukan kapan saja baik di dalam maupun luar ruang kelas. Sehingga proses pembelajaran menjadi sangat produktif dengan hasil akhir akselerasi penyerapan materi belajar yang sangat cepat dan bermutu tinggi. Menurutnya, saat ini di dunia teknolo- SD Muh Sokonandi 2 Mencari Bakat YOGYA (KR) - Meski Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Sekolah Dasar (SD) masih lama, namun SD Muhammadiyah Sokonandi 2 Yogyakarta mulai mempersiapkan diri. Salah satunya dengan menggelar ajang pencarian bakat yang diikuti siswa Taman Kanak-kanak (TK). Menurut Kepala SD Muh Sokonandi 2 Hadi Nuryanto, ajang pencarian bakat tersebut merupakan salah satu rangkaian Milad ke-50 sekolahan ini. "Selain pencarian bakat, ada lomba lukis dan mewarnai. Seluruhnya diikuti siswa TK yang kelak akan meneruskan ke jenjang SD. Makanya kami juga siapkan stand PPDB serta konsultasi psikologi," paparnya di sela kegiatan, Minggu (23/2). Dari rangkaian kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi ajang sosialisasi bagi anak serta orangtua. Namun yang lebih penting, mewadahi minat dan bakat anak-anak yang nantinya bisa dikembangkan di SD Muh Sokonandi. Ajang pencarian bakat ini sebenarnya sudah digelar tiap tahun. Hal ini juga tak lepas dari kegiatan ekstrakurikuler yang cukup beragam. Antara lain kelas robotik, berbagai jenis kesenian serta keterampilan. "Mereka yang bakatnya bagus, bisa menjadi referensi. Sekolah pun bisa ikut berbenah agar kelak bakat tersebut bisa dikembangkan lebih baik lagi," tandasnya. (R-9)-g milad: hari kelahiran. Contoh: Milad ke-99 Suara Muhammadiyah. (KR 23/2 hal 3) kolosal: secara besar-besaran; luar biasa besarnya. Contoh: Wayang kolosal libatkan 1.000 pemain. (KR 23/2 hal 12)-g gi pendidikan berkembang apa yang disebut interactive whiteboard type promethean activboard 595 pro mobile system with EST projector, yaitu sistem papan interaktif multitouch : dengan pen dan sentuhan tangan (touch screen) yang kaya fitur, menggabungkan warna, gerak dan aktivitas suara yang terintegrasi dengan built-in speaker penguat suara stereo sebagai pendukung mata pelajaran. Terpasang pada stand board yang dapat diatur ketinggiannya secara elektrik, dilengkapi gantungan proyektor serta proyektor tipe short throw. "Sejumlah negara di Eropa, Amerika, Malaysia, Singapura, Tiongkok, Vietnam sudah menggunakannya. Di Indonesia dalam kurun waktu dua tahun ini sudah ada sekitar 2.000 whiteboard interactive digunakan di berbagai sekolah," ujar Magnus. (Cdr)-g TAK HANYA TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH Peduli Sampah Sejak Dini KR-Riyana Ekawati Siswa SD Muh Wirobrajan 3 sedang mengamati hasil karya dari barang bekas. YOGYA (KR) - Kebersihan dan upaya pelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi butuh sikap proaktif masyarakat. Salah satunya dengan menanamkan pentingnya kebersihan dan kepedulian pada siswa sejak usia dini. Paling tidak hal itu yang terus diupayakan SD Muhammadiyah Wirobrajan 3, dengan harapan siswa bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Hari Peduli Sampah Sedunia merupakan momentum tepat untuk meningkatkan kesadaran siswa akan arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain lomba kebersihan kelas, kami juga mengadakan lomba membuat karya dari barang bekas dan artikel ilmiah tentang sampah. Lewat kegiatan sederhana ini kami berharap sampah yang sampai saat ini masih jadi problem serius bisa dikurangi," papar Kepala SD Muh Wirobrajan 3 Suwarjo MPd kepada KR di ruang kerjanya, Jumat (21/2). (Ria)-g
  • 11. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) EKBIS ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 11 TINGKATKAN TRANSAKSI E-CHANNEL OCBC NISP Bagi-bagi Motor JAKARTA (KR) - Sebagai wujud komitmen untuk memberikan nilai tambah dan pelayanan terbaik, Bank OCBC NISP bekerja sama dengan Telkomsel menyelenggarakan program bertajuk 'Hujan Hadiah Setiap Hari' bagi para nasabahnya. Melalui program ini, nasabah berkesempatan mendapatkan hadiah langsung tanpa diundi hanya dengan melakukan pembelian pulsa Telkomsel melalui ATM, Internet Banking dan Mobile OCBC NISP. Semakin banyak transaksi, semakin tinggi kesempatan mendapatkan hadiah. Selain hadiah utama berupa 3 unit motor, tersedia juga 2 unit Iphone, 2 Samsung Galaxy S4, 2 Blackberry Q10, 1 kamera SLR serta 122 pemenang harian yang masing-masing mendapatkan handphone Samsung Galaxy Young. Bagi pemenang di Jakarta, acara penyerahan hadiah secara simbolis dilangsungkan 20 Februari 2014. Tina Tjintawati, Corporate Communication Division Head Bank OCBC NISP mengutarakan, OC akan terus bekerja sama untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat dan menguntungkan bagi nasabah. Salah satunya adalah program lanjutan dari Hujan Hadiah Setiap Hari dengan Grand Prize Gratis Liburan ke Hongkong yang berlangsung mulai 14 Februari-15 Mei 2014," tambah Tina. Layanan Internet Banking dan Mobile OCBC NISP hadir sebagai solusi yang diberikan Bank OCBC NISP bagi nasabah yang mengutamakan kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi perbankan. Melalui layanan echannel, nasabah dapat memanfaatkan beberapa fitur perbankan seperti transfer antar rekening & antar bank secara real time/online, informasi seluruh rekening (termasuk deposito, reksadana & bancaasurance), pembayaran tagihan rutin (telepon, listrik, air, kartu kredit dll), pembelian isi ulang pulsa dan berbagai transaksi perbankan lainnya. Bahkan melalui Mobile OCBC NISP, nasabah dapat membeli tiket nonton bioskop di Blitz secara cepat dan mudah. Kemudahan dan keamanan menggunakan electronic channel ini dirasakan oleh nasabah Bank OCBC NISP, terlihat pengguna Internet Banking mengalami kenaikan sebesar 52% sedangkan Mobile Banking 119% (Rsv)-o dari tahun sebelumnya. WUJUDKAN INOVASI MAJUKAN INDONESIA XL Hadirkan Internet Unlimited JAKARTA (KR) - PT XL Axiata Tbk (XL) kembali meluncurkan program paket XL Internet Unlimited. Paket ini hadir dengan tiga varian berbeda yang disesuaikan dengan†kebutuhan pelanggan akan layanan internet yang mudah,aman dan terjangkau. Deputy Chief Marketing Officer ñ Kencono Wibowo, mengatakan, hal Ini adalah salah satu gebrakan XL di tahun 2014 ini, saat kebutuhan pasar atas layanan paket internet yang gampang dan sesuai yang dibutuhkan pelanggan dan masyarakat semakin meningkat seiring dengan makin memasyarakatnya berbagai layanan data dan internet di Indonesia. Kencono Wibowo menambahkan, produk ini sengaja diluncurkan bagi pelanggan dan masyarakat yang membutuhkan paket internet yang simpel dan tidak membingungkan, seperti yang banyak ditawarkan di pasar. Selain itu, paket Internet Unlimited XL juga akan menjadi solusi bagi mereka yang kuatir kehabisan kuota di tengah pemakaian. Internet unlimited XL ditawarkan dalam tiga pilihan, mulai paket Rp 2000 seharian, paket mingguan Rp 12.500, dan paket bulanan Rp 49.000 yang bisa didapatkan melalui menu *123*400#. Paket XL Internet Unlimited dapat dinikmati pelanggan sejak 7 Februari 2014. Sehubungan dengan diluncurkannya paket Internet Unlimited ini, XL juga merilis program inovasi Indonesia's Next Top Selfie (INTS) yang roadshow-nya dilakukan mulai 17 Februari hingga akhir Maret 2014 di beberapa kota besar di Indonesia, yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan (Rsv)-s Makassar. Roda perekonomian di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kian menggeliat pasca berakhirnya masa tanggap darurat dampak abu gunung Kelud. Seluruh pedagang mulai beraktivitas, termasuk para pedagang kaki lima. Tampak 2 wisatawan Belanda membeli suvenir di kawasan Kraton Yogyakarta, Minggu (23/2). KR-Bambang Nurcahya Pasokan Harian Gas 3 Kg Tambah 5% YOGYA (KR) - PT Pertamina (Persero) Area DIY/Surakarta menambah pasokan gas subsidi ukuran 3 kg sebesar empat persen, yakni dari 78.400 menjadi 81.563 tabung selama Februari. Pasokan harian rata-rata gas melon pasca hujan abu vulkanik Kelud dalam minggu-minggu ini bisa mencapai kenaikan hingga 5 persen atau 82.220 tabung. "Pasokan gas melon selama Februari sudah ditambahkan 4-5 persen dari pasokan harian normal di seluruh rayon di DIY. Dari hasil pantauan kami minggu ini di beberapa lokasi seperti Bantul dan Sleman, pasokan elpiji 3 kg tersedia, baik di pangkalan maupun pengecer," ujar Branch Manager PT Pertamina (Persero) DIY/Surakarta Freddy Anwar kepada KR, Minggu (23/2). Freddy mengatakan, sejauh ini belum menerima laporan terjadinya kelangkaan di DIY. Pihaknya sudah menambah pasokan harian dan harapannya penambahan itu sudah sampai hingga pangkalan sesuai alokasi penyalurannya. Mengenai migrasi dari tabung 12 kg ke 3 kg, Freddy menegaskan, gas subsidi dikonsumsi untuk warga kelas menengah ke bawah, sehingga harga bahan bakar itu tidak memberatkan mereka. "Saya harap gas melon dimanfaatkan sesuai peruntukannya bukan untuk konsumen menengah ke atas. Inden Mobilio Tembus 1.800 Unit Mengingat pasokan elpiji 3 kg itu sudah sesuai kuota yang ditetapkan di masing-masing rayon," katanya. Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), Siswanto mengungkapkan, bukan kelangkaan gas melon yang terjadi di lapangan, namun keterlambatan pengiriman atau distribusi akibat gangguan dampak abu vulkanik erupsi Gunung Kelud yang mengguyur DIY. Para pengecer gas melon banyak yang memilih tutup karena pada waktu itu hujan abu cukup membahayakan keselamatan distribusi. Selain itu, Siswanto memprediksi konsumsi gas melon di DIY naik akibat disparitas harga dengan gas non subsidi maupun cuaca, sehingga masyarakat banyak yang berkonversi ke elpiji 3 kg. Untuk itu, Pertamina seharusnya sudah bisa menduga hal ini akan terjadi, sehingga kuota pasokan gas melon memang seharusnya ditambah di luar kuota fakul(*-24)-m tatif. Ida Fitri Pimpin APJI Yogya PENYALURAN KREDIT KE UMKM Bank Umum Capai Rp 608,8 Triliun 'Lubero' Siap Sasar Segmen Menengah KR-Fira Nurfiani Produk Arisan Lubero yang diluncurkan BPR ABC dan BPR Lumbung Artha Muntilanindo. YOGYA (KR) - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Artha Berkah Cemerlang (ABC) dan BPR Lumbung Artha Muntilanindo berinovasi meluncurkan produk Simpanan Arisan Lumbung Berkah Arto ‘Lubero' mulai Februari ini. Produk semi deposito berjangka waktu tiga tahun ini menjadi unggulan kedua BPR tersebut dengan menyasar kelas menengah ke bawah setidaknya 18 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 300 nasabah. "Cukup dengan menyetor Rp 100 ribu perbulan, nasabah bisa membawa pulang mobil baru, motor baru dan berbagai hadiah menarik lainnya yang diundi setiap tanggal 15. Hadiah utama satu unit mobil Xenia diundi jika kelompok arisan sudah mencapai 18 kelompok," tutur Direktur ABC, Nur Cahyo kepada KR saat ditemui di kantornya Jalan Gandekan Lor 25 Yogyakarta, Kamis (20/2). Nur Cahyo menyatakan, produk terbarunya ini mempunyai keunggulan bunga lebih menarik, peserta yang putus arisan tidak perlu membayar lagi dan cocok sebagai simpanan peserta dengan segmen kelas menengah ke bawah. "Kami optimis bisa mencapai target karena didukung jangkauan strategis di sejumlah pasar-pasar dan sejumlah perkantoran. Inovasi produk ini diharapkan mampu menggenjot pertumbuhan kredit tahun 2014 ini sebesar 30 persen atau Rp 24 miliar," ungkapnya. Sementara itu pencapaian BPR ABC dalam kurun waktu 2013 lalu berhasil menyalurkan kredit Rp 19,1 miliar dengan total aset sebesar Rp 20,5 miliar dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp 14 miliar. Memasuki tahun 2014 ditargetkan kredit mencapai Rp 24 miliar dengan aset Rp 27 miliar dan DPK Rp (*-24)-k 15 miliar. YOGYA (KR) - Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Kota Yogya kini memiliki ketua baru. Sosok yang terpilih adalah Ida Fitri SE (40) dari Cikaraya Catering. Ia yang dipercaya memimpin APJI Kota hingga 2018 terpilih melalui Musyawarah Cabang (Muscab) DPC APJI Kota Yogyaa di Wisma Sargede, baru-baru ini. "Selama manusia masih butuh makan, usaha katering akan tetap hidup. Tetapi harus KR-Warisman menjaga mutu dan ketepatan Ida Fitri SE waktu," kata Ida Fitri. Oleh karena itu, dalam masa kepemimpinannya nanti, diusahakan adanya pelatihan kepada anggota, baik dalam hal memproduksi, pemasaran maupun pelayanan. Disamping itu, juga mengusahakan keseragaman harga agar tidak saling mematikan. Ida mengakui, anggota APJI sangat heterogen dan masih banyak yang lemah, baik dari sisi permodalan maupun kemampuan memproduksi. Secara administrasi, masih banyak pula yang belum bisa memisahkan antara kekayaan perusahaan dengan kekayaan pribadi. Banyak yang belum tahu bagaimana memperluas pemasaran dan mempromosikan usahanya. Padahal, katanya, peluang usaha katering sangat prospek, apalagi Walikota Yogyakarta menjanjikan akan membuat nota kesepahaman kerja sama dengan APJI. Untuk memajukan organisasi dan kesejahteraan anggota, Ida Fitri berupaya melakukan pendekatan kepada berbagai pihak yang terkait, baik instansi pemerintah maupun. Mereka yang bergabung di APJI terdiri catering, bakery dan rumah makan. Bahkan ada pula dari perias pengantin. Jumlah anggota sampai saat ada 90, namun yang aktif mengikuti kegiatan sekitar 50 (War)-m pengusaha. Temanggung Siap Bangun Rusunawa KR-Fredo Owner Honda Semarang Center, Lily, secara simbolis menyerahkan hadiah mobil Honda Freed kepada pemenang undian periode November-Desember 2013. SEMARANG (KR) - Meski baru resmi diluncurkan bulan lalu, antusias masyarakat terhadap Honda Mobilio cukup tinggi. Terbukti dari daftar inden di Honda Semarang Center yang kini mencapai 1.800 unit. Direktur Honda Semarang Center, Sumantri menuturkan, dari daftar inden tersebut, baru 300 unit yang telah tersalurkan. Sisanya masih menunggu pasokan dari pabrikan di Jakarta. "Honda Mobilio ini respons pasar sangat bagus. Dengan banyak keunggulan dan kelebihan yang dimilikinya, kami pun menjadi optimis Honda Mobilio bisa menjadi nomor dua di kelas low MPV di Jateng," ujar Sumantri, di sela-sela Malam Apresiasi Mobilio, Jumat (21/2) malam, di Majesty Resto Gajah Mada Semarang. Menurut Sumantri, khusus Honda Mobilio pada tahun 2014 ini ditargetkan bisa terjual 7.840 unit di Jateng/DIY. BANDUNG (KR) - Jumlah kredit yang disalurkan kepada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bank umum pada Desember 2013 mencapai Rp 608,8 triliun. Sebagian besar kredit UMKM disalurkan kepada usaha menengah yang mencapai 19,4 persen. "Ini karena adanya kebijakan Bank Indonesia (BU) agar perbankan menyalurkan kreditnya kepada UMKM sebesar 20 persen dari total kreditnya," kata Direktur Departemen Pengembangan Akses Keuangan dan UMKM BI, Yunita Resmi Sari pada acara workshop di Bandung, Jumat-Minggu (21-23/2). Dikatakan Yunita, pertumbuhan kredit UMKM pada bulan Desember 2013 sebesar 15,7 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan tahun lalu yakni sebesar 14,9 persen di 2013. Untuk kredit bermasalah, Sari mengatakan, kredit UMKM pada Desember 2013 tercatat pada angka 3,21 persen yang membaik dari Desember 2012 yakni 3,23 persen. Kinerja ini membaik karena adanya restrukturisasi kredit. Dijelaskan pula, saat ini, jumlah unit usaha UMKM mencapai 56,5 juta atau 99,9 persen dari total pelaku usaha. Sementara UMKM menyerap tenaga kerja sebanyak 97,2 persen dari total tenaga kerja 107,7 juta. Untuk jumlah nasabah, saat ini jumlah nasabah kredit UMKM sebanyak 8,2 juta rekening. Ini terdiri dari 8,3 persen nasabah usaha mikro 14,5 persen usaha kecil, dan 4,2 persen usaha menengah. Sedangkan untuk penyaluran kredit menurut wilayah masih terpusat di wilayah Jawa dan Jumlah tersebut setidaknya mengambil porsi sekitar 50% dari total penjualan produk Honda mobil yang dipatok 15.962 unit hingga akhir tahun. "Dengan adanya produk terbaru Honda Mobilio, Honda Semarang Center sendiri di tahun ini berani mematok target 108% lebih tinggi ketimbang target 2013 yang hanya 7.640 unit saja," ungkapnya. Sumantri menjelaskan, saat ini pasokan Honda Mobilio di Jateng/DIY baru 600-700 unit. Honda Mobilio diproduksi di Pabrik Cikarang Jakarta, yang memiliki kapasitas produksi 80.000 unit dalam setahun. Penjualan Mobilio di Jateng/DIY ini setidaknya ambil 10% dari total porsi nasional. Sementara, dalam Malam Apresiasi Mobilio, sekaligus dilakukan undian mobil Honda Freed, bagi pembelian Freed dan CR-V periode NovemberDesember 2013. Dari 406 kupon undian, pemenangnya berhasil diraih CV Samudra, Jalan Raya Kudus-Pati km 14,7, Desa Gondoharun Kecamatan Jekulo Kudus. (Fre)-x Bali, dengan pangsa pasar sebesar 62 persen. Hingga saat ini sebagian besar kredit masih disalurkan ke sektor perdagangan. Sayangnya, para penerima kredit masih didominasi skala usaha menengah. Padahal, tambahnya, UMKM juga memberi porsi sekitar 59,1 dari total GDP. Sementara pangsa ekspor non migas UMKM sebesar 14,06 persen dan pangsa investasi UMKM sebesar 54,77 persen. Kurangnya permodalan diakui Yunita, menghambat ekspansi UMKM hingga 50,7 persen. Sedangkan sulitnya pemasaran menyumbang angka 24 persen. Untuk kurangnya keahlian, menyumbang angka 7 persen porsi faktor penghambat ekspansi UMK, dan 19 persen sisanya datang dari berbagai faktor penghambat lain. Sedangkan permasalahan utama yang dihadapi, UMKM banyak bermasalah di modal 35 persen, bahan-bahan 11 persen, upah buruh 1 persen, keterampilan 1 persen, BBM 4 persen dan transportasi 3 persen. "Sedang yang menjadi salah satu hambatan utama dalam akses pembiayaan adalah keterbatasan aset penjaminan kredit dari perbankan," ujarnya. Dipaparkan, saat ini Indonesia baru 20 persen dari total penduduk yang berkaitan langsung dengan perbankan. Jumlah ini jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan negara tetangga lainnya seperti Vietnam mencapai 21 persen, Filipina 26 persen, China 63 persen, Malaysia 66,7 persen dan Thailand (Lmg)-m 77,7 persen. TEMANGGUNG (KR) - Kementerian Pekerjaan Umum siap membangun Rumah Susun Sederhana untuk Warga (Rusunawa) di Kabupaten Temanggung tahun anggaran 2014 ini. Pembangunan Rusunawa bertujuan menyediakan rumah bagi warga utamanya keluarga kurang mampu yang belum memiliki rumah. Hal itu dikemukakan pejabat Kemeneterian Pekerjaan Umum Pusat, Maliki saat mengadakan pertemuan dengan Wakil Bupati Temanggung dan para pemangku kebijakan di ruang pertemuan kompleks rumah dinas Bupati Pendapa Pengayoman. Maliki menegaskan, Kementerian Pekerjaan Umum pada prinsipnya siap membangun Rusunawa tahun ini sepanjang pemkab Temanggung sudah menyiapkan dokumen perencanaannya. Dokumen tersebut meliputi kepastian lokasi yang sudah disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan pembuatan Detail Engineering Desaign (DED). Oleh karena itu, diharapkan hal tersebut paling lambat awal Mei mendatang sudah siap, sehingga proyek segera bisa dikerjakan. ”Jika dokumen perencanaan tersebut belum siap hingga paling lambat awal Mei, proyek Rusunawa tidak bisa dilaksanakan. Karena hal itu sudah menjadi ketentuan, pasalnya jika sampai molor proyek tidak dapat selesai akhir Desember 2014 ” jelasnya. Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Irawan Prasetyadi menegaskan, segala dokumen perencanaan secepatnya disiapkan sesuai batas waktu yang ditentukan. Dengan demikian proyek Rusunawa yang didamba-dambakan bisa segera dibangun dan selanjutnya bisa difungsikan sebagai tempat tinggal yang layak huni. Sebagai syarat tim dari Kementerian Pekerjaan Umum pusat saat meninjau calon lokasi proyek Rusunawa di eks tanah bengkok Kelurahan Kertosari. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Temanggung, Supardiyono menjelaskan, pembangunan Rusunawa pada tahun anggaran 2014 ini direncanakan dibangun di 3 tempat yakni di Kranggan, (Mud)-k Kertosari Temanggung dan di Parakan Kauman.
  • 12. OPINI SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 12 Perpu MK yang Inspiratif Siapa - Mengapa Menyadap Jokowi KASUS penyadapan di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memunculkan banyak pertanyaan. Mengapa ada orang atau pihak yang merasa perlu melakukan penyadapan terhadap kegiatan atau perkataan Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo? Mengapa Jokowi terkesan enggan melaporkan peristiwa itu kepada pihak yang berwajib? Mengapa Jokowi justru 'melapor' kepada DPP PDIP? Mengapa DPP PDIP, dalam hal ini Sekjen Tajahjo Kumolo baru 'membuka' terjadinya penyadapan itu pekan lalu -- padahal Jokowi 'melaporkan' peristiwa itu pada bulan Desember 2013? Berbagai pertanyaan di atas memunculkan pula serangkaian spekulasi. Spekulasi pertama adalah, dalam kapasitasnya sebagai apa Jokowi perlu disadap? Di sebuah media ibu kota, mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menyatakan pada masanya menjabat tidak ada sadapsadapan seperti itu. Berpegang pada pernyataan Sutiyoso, tentu ada pihak yang berspekulasi bahwa Jokowi disadap kemungkinan dalam kaitan dirinya sebagai sosok capres yang selalu diunggulkan dalam berbagai survei. Kalau spekulasi yang demikian bisa diterima, dimungkinkan penyadapnya adalah pihak yang berkepentingan secara langsung atau tidak langsung dengan aktivitas pencapresan. Spekulasi berikutnya, mengapa Jokowi terkesan enggan melapor kepada pihak yang berwajib. Dalam berbagai kesempatan, Jokowi menyatakan tidak ada masalah strategis yang dibicarakannya sewaktu dirinya berada di rumah dinas. Pembicaraannya dengan kalangan keluarga dan bawahannya hanya masa- lah ringan keseharian. Itulah sebabnya Jokowi merasa tidak perlu melaporkan kepada pihak yang berwenang. Dalam kaitan ini kiranya ada pihak yang berspekulasi, insting politiknyalah yang menyebabkan Jokowi berkeputusan untuk tidak melapor. Sementara pengamat berspekulasi, aktivitas sadap-menyadap memerlukan alat dan keahlian khusus. Dalam kaitan ini, Jokowi dimungkinkan berpikiran praktis. Tidak mau terjebak ke dalam rawa-rawa kepentingan pihak lain yang dapat mengoyak konsentrasinya dalam menangani berbagai masalah sosial kemasyarakatan dan pemerintahan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Akan halnya mengapa justru 'melapor' kepada DPP PDIP, di antara kita bisa saja berspekulasi. Sedikit banyak, langsung atau tidak langsung dalam menghadapi kasus penyadapan itu Jokowi sempat merasa terganggu atau terbebani. Dengan 'melapor' kepada induk partainya Jokowi terkesan ingin berbagi beban sekaligus mengharapkan solusi. Spekulasi lebih lanjutnya adalah, bisa saja keputusan Jokowi untuk tidak melapor kepada pihak yang berwajib itu mendapat lampu hijau dari partainya. Akan halnya mengapa pimpinan partai baru 'membuka' adanya penyadapan itu dua bulan kemudian, dimungkinkan karena pertimbangan praktis dan politis. Tentu ada pihak yang setuju dan tidak setuju dengan keputusan Jokowi untuk tidak melaporkan peristiwa yang dianggap serius itu. Tetapi itu merupakan hak Jokowi yang merasa tidak dirugikan atas terjadinya penyadapan itu. u - g. D ALAM waktu dekat dua jabatan hakim konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK) yang lowong karena ditinggalkan Akil Mochtar dan Harjono segera diisi. Akil Mochtar diberhentikan karena kasus suap tiga bulan lalu, Harjono segera memasuki usia pensiun Maret nanti. Dua lowongan itu menjadi jatah DPR. Karena itu, hari-hari ini menjelang masa reses, anggota Komisi III sibuk mempersiapkan proses seleksinya. Tiba-tiba dalam rapatnya 19 Februari lalu anggota Komisi III DPR sepakat membentuk Tim Pakar guna membantu mereka memilih calon hakim konstitusi. Publik tentu menyambut baik. Selama ini dalam melakukan seleksi untuk jabatan-jabatan publik apa pun semua komisi di DPR tidak pernah membentuk Tim Pakar atau yang sejenis, apa pun namanya. Kalau ditanyakan kepada para anggota Komisi III, mengapa tiba-tiba muncul gagasan itu, jawabnya bisa beragam. Masih segar dalam ingatan kita, belum lama ini Mahkamah Konstitusi melalui putusannya Nomor 1-2/PUU-XII/ 2014 membatalkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 Tahun 2013 menjadi Undang-Undang. Dalam Perpu yang dikenal dengan 'Perpu Penyelamatan MK' atau 'Perpu MK' itu diatur proses seleksi calon hakim konstitusi. Diintrodusir lembaga bernama 'Dewan Ahli' yang tugasnya sama dengan Tim Pakar yang digagas Komisi III DPR. Diakui atau tidak, Perpu MK itu kendati telah mati karena sudah dibatalkan Mahkamah Konstitusi ternyata menginspirasi pembentukan Tim Pakar yang digagas Komisi III, karena tugas Tim Pakar (DPR) dan Dewan Ahli (Perpu) tidak jauh berbeda. Keduanya sama-sama membantu proses seleksi. Bedanya Tim Pakar hanya bertugas membantu DPR saja, sedang Dewan Ahli oleh Perpu MK ditugasi membantu tiga lembaga 'pemasok' hakim konstitusi, yakni DPR, Pemerintah, dan Mahkamah Agung. Pasal 1 ayat (4) Perpu MK menyebutkan 'Panel Ahli adalah perangkat yang dibentuk oleh Ko- DEWASA ini pergaulan di kalangan generasi muda semakin memprihatinkan, sex bebas, pacaran di luar batas, pola pergaulan yang salah dan kadangkala terjadi di luar jangkauan pengawasan orangtua di rumah dan guru di sekolah. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi tentang 'kesehatan reproduksi' di kalangan mahasiswa, kurangnya pengetahuan orangtua yang mengakibatkan tidak bisa memberikan pendidikan 'kesehatan reproduksi' secara maksimal. Akibatnya banyak remaja hamil di luar nikah, seks bebas dan pergaulan di luar batas semakin merajalela, jika tidak diantisipasi sejak dini maka banyak menjumpai generasi muda kita yang rusak tanpa arti. Atas dasar kondisi tersebut, kami dari Elang Perkasa Academy tergerak untuk membuat workshop dan pengenalan 'kesehatan reproduksi' yang ditujukan kepada siswa/pelajar, mahasiswa, guru (khususnya guru BK) dan orangtua yang memiliki anak usia remaja. Workshop akan membahas tentang pengenalan perubahan fisik dan psikis remaja, menjaga menstruasi agar teratur dan lancar, mencegah kanker servik, perawatan payudara sendiri dan mengenal dampak negatif pergaulan bebas. Workshop dilaksanakan Rabu, 26 Februari 2014 pukul 09.00 - 17.00 WIB di Hotel Mawar Asri Yogya, Jl KH Agus Salim, Yogyakarta. Bagi yang berminat bisa mendaftarkan diri melalui email: elangperkasaacademy@gmail.com dengan menyertakan data: nama lengkap, status (pelajar/mahasiswa/guru/umum), alamat, no hp, alamat email atau melalui sms ke 08812753971 dengan format: kespro#namalengkap#status#alamat#n oHP#alamat email. Peserta akan kami pisahkan antara pelajar (SMP dan SMA), mahasiswa, guru, umum (para orangtua). Mengingat peserta terbatas, mohon mendaftarkan diri paling lambat Selasa 25 Februari 2014. Kami tidak melayani pendaftaran di tempat pada hari H. Semoga bermanfaat. u - k. (2772014). Dewi, PR Officer Elang Perkasa Academy, Jl Wonocatur Gg Kenari No 11, Gedongkuning, Yogyakarta. Relawan Pensiunan PNS APABILA panjenengan adalah pensiunan PNS di wilayah Sleman Istimewa pada umumnya atau utamanya Kecamatan Depok yang dekat dengan rumah saya dan atau Berbah, Mlati, Gamping, Godean, Moyudan, Seyegan dan Minggir, saya sebagai relawan pensiunan PNS masih membuka lebar, bila panjenengan perlu bantuan saya, tanpa dipungut bayaran alias gratis, dalam hal ini pensiunan PNS yang mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), mempunyai kewajiban membuat Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan (SPT) tahun pajak 2013, SPT tersebut wajib diserahkan paling lambat 31 Maret 2014, di kantor KPP Pratama, untuk wilayah Sleman dan Wates berkantor di Jalan Lingkar (Ring Road) Utara, KPP Kota Yogya di Jl Panembahan Senopati, KPP Wonosari dan KPP Bantul di wilayah setempat. Bagi pensiunan PNS yang memiliki NPWP tersebut, baik anggota PWRI maupun non-PWRI dipersyaratkan mengisi dan menandatangani formulir kode 1770 SS (ada banyak di rumah saya), dilampiri fotocopy satu lembar kartu NPWP, untuk lebih memudahkan dan meyakinkan kebenaran datanya, insya Allah saya dapat membantu secara kolektif, sebelum 15 Maret 2014 (lebih cepat lebih baik), setelah diisi dan ditandatangani WP, sudah dikumpulkan di rumah saya. Tanda bukti sudah menyetor laporan SPT tersebut, dapat diambil kembali di rumah saya langsung, atau melalui pengurus PWRI Cabang Kabupaten Sleman di Kantor Pangukan Sleman atau pengurus PWRI ranting se-Kab Sleman. Sekali lagi gratis, lillahi ta'ala. Demikian ibadah saya terhadap Bapak/Ibu pensiunan PNS se-Kab Sleman. Semoga Allah SWT ridlo dengan niatan saya. Aamiin. u - k. (227-2014). Ir Widiastjarjo, Samironobaru 19 Yogya, Nomor Pensiun 49702465700, Telp 584319/HP 081328834732. ‘Workshop’ Desain Grafis UNTUK memberikan kesempatan kepada masyarakat umum DIY dan sekitarnya dalam menguasai program mahir dunia desain, baik dalam hal desain logo, pamflet, brosur, kartu nama, peta dll, LPK RJ Comp Jogja bekerja sama dengan Manajemen Seputar Pendidikan Jogja akan mengadakan workshop desain grafis dengan tema "Berkreasi dengan Corel Draw + Photosop". Workshop dilaksanakan selama 2 hari, Sabtu-Minggu, 29-30 Maret 2014 di kawasan Wisata Kaliurang Yogya. Selain mendapatkan fasilitas sertifikat, peserta juga akan mendapatkan fasilitas penginapan, makan, coffee break, modul pembelajaran. Workshop terbuka untuk umum, bagi calon peserta yang ingin mengikutinya diharap membawa laptop/notebook masing-masing karena selain teori, peserta juga akan dipandu untuk praktik berkreasi langsung menggunakan program Corel Draw dan Photosop. Informasi lebih lanjut datang ke sekretariat pendaftaran di Kantor RJ Comp Jogja, Jl Babarsari, Tambakbayan 14 No 10 Yogya (Hyperbox ke timur) atau bisa menghubungi di 085742347242/08562550428 bisa juga invite PIN BB berikut 23BB286A. u - k. (271-2014). Imam Prayitno, Rumah Redaksi Seputar Pendidikan Jogja, Jl Prawirotaman 4 No 797 Karangkajen RT 42 RW 12 Mergangsan Yogya, HP 08562550428. misi Yudisial untuk menguji kelayakan dan kepatutan calon hakim konstitusi yang diusulkan oleh Mahkamah Agung, DPR, dan Presiden. Panel Ahli berjumlah 7 (tujuh) orang. Panel terdiri atas 1 orang diusulkan oleh Mahkamah Agung; 1 orang diusulkan oleh DPR; 1 orang diusulkan oleh Presiden; dan 4 orang dipilih oleh Komisi Yudisial berdasarkan usulan masyarakat yang terdiri atas mantan hakim konstitusi, tokoh masyarakat, akademisi di bidang hukum, dan praktisi hukum. Dengan demikian Perpu MK ini bisa juga disebut bak 'beranak dalam kubur' meskipun wadag Perpu telah dikubur dalam-dalam oleh MK, tetapi semangatnya ternyata tetap hidup dan menginspirasi Komisi III DPR. Tentu tidak ada yang salah dengan mengambil inspirasi yang baik. Ada dua hal positif dari adanya Tim Pakar. Pertama, kualitas dan integritas hakim konsti- tusi akan lebih baik dibandingkan jika hanya diseleksi oleh DPR, karena sudah ada saringan pertama. Kedua. publik akan lebih mempercayai hakim konstitusi pilihan DPR karena telah didahului proses seleksinya oleh Tim Pakar. Ini sekaligus memenuhi ketentuan dalam UU MK, bahwa seleksi hakim konstitusi harus melibatkan publik. Ketiga, DPR tidak perlu ewuh pakewuh kalau harus menyingkirkan calon dari dalam DPR sendiri, dengan alasan penentuannya telah menggunakan referensi dari Tim Pakar. Bisa dipahami betapa sulitnya bagi DPR ketika harus menentukan pilihan antara meloloskan calon dari anggota DPR ataukah dari luar DPR. Sebelum Perpu MK diterima DPR dan kemudian ditetapkan menjadi undang-undang, sebetulnya diam-diam telah menginspirasi Mahkamah Konstitusi. Karena ketika banyak dukungan terhadap Perpu, MK segera membentuk Dewan Etik yang tugasnya mirip-mirip Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi (MKHK) yang digagas oleh Perpu. Bedanya Dewan Etik dibentuk sendiri oleh MK dengan landasan Peraturan MK, sementara MKHK dibentuk oleh MK bersama KY berdasarkan Perpu. Alangkah baiknya jika inspirasi Perpu itu juga digunakan saat DPR harus memberikan persetujuan terhadap calon hakim agung yang diajukan KY. Tentu saja kemasannya mesti berbeda untuk menentukan hakim konstitusi dan hakim agung, karena hakim konstitusi menjadi wewenang penuh DPR, sementara posisi DPR dalam seleksi hakim agung hanyalah menyetujui atau menolak. Tim pakar untuk seleksi calon hakim agung bisa ditugasi DPR untuk mewawancarai calon hakim agung, anggota DPR menyimak dan kemudian berdasar hasil wawancara itu memutuskan menyetujui atau tidak. Bahkan model Tim Pakar ini juga sangat baik untuk seleksi pejabat publik lainnya yang dilakukan oleh Komisi III maupun komisi-komisi lain di DPR. u - s. *) Imam Anshori Saleh, Lulusan S-3 Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran Bandung, Anggota DPR-RI Periode 2004-2009. Mengawasi Ruang Udara, Menegakkan Kedaulatan B Workshop dan Pengenalan 'Kesehatan Reproduksi' untuk Remaja Imam Anshori Saleh EBERAPA waktu lalu di harian ini EBERAPA kita membaca analisis Saudara Ludiro Madu, berjudul 'Krisis Hubungan Indonesia Singapura' yang isinya menganalisis respons pihak Indonesia dan Singapura terkait kontroversi penamaan KRI Usman Harun. Namun mungkin akibat informasi yang kurang akurat, sehingga saudara Ludiro Madu menyebutkan pada paragraf ketiga: "Kenyataannya pesawat tempur F-16 Singapura telah secara sengaja atau tidak sengaja melakukan manuver di wilayah udara Batam. Singapura masih 'beruntung', radar udara Indonesia di wilayah itu kurang baik, sehingga TNI AU memberi respons kurang memadai." Tulisan Saudara Ludiro Madu kurang akurat, karena faktanya kita memiliki radar pertahanan udara modern yang berfungsi baik mengawasi wilayah udara di kawasan tersebut selama 24 jam. Sesungguhnya, pada 7 Februari 2014 tidak ada pelanggaran wilayah udara Indonesia di atas Batam oleh pesawat F-16 Singapura. Yang terjadi adalah penerbangan ferry flight oleh pesawat tanker KC-30 RAAF (AU Australia) diikuti dua pesawat F-18 E/D Super Hornet RAAF dari Lanud Amberley menuju Bandara Changi Singapura untuk mengikuti Singapore Air Show. Penerbangan ini sudah memiliki izin terbang (flight clearance) dan izin keamanan (security clearance) dari pemerintah Indonesia dan sudah diketahui Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) beberapa hari sebelumnya. Setiap hari, Kohanudnas selama 24 jam terus menerus mengawasi ratusan penerbangan nonreguler selain ribuan penerbangan reguler yang melintasi Indonesia. Bila ada pelanggaran maka dalam waktu singkat bisa diketahui dan dilakukan tindakan sesuai prosedur pertahanan udara. Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional Kohanudnas sudah memantau penerbangan pesawat tanker KC-30 dan dua F-18 Superhornet RAAF tersebut sejak masuk wilayah udara Indonesia, sejak melintas di atas Pulau Timor dan selanjutnya lewat jalur penerbangan (airways) memotong Laut Jawa menuju Singa- Agung Sasongkojati termasuk negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, Myanmar, Thailand dan banyak negara lain di dunia mengendalikan sendiri FIR yang mencakup wilayah kedaulatan udara mereka. Terkait dengan hal ini memang sebaiknya Indonesia mengambil alih pengendalian ruang udara nasional di atas kepulauan Riau dari Singapura. Tujuannya jelas agar sebagai pemilik kedaulatan kita juga mengendalikan penerbangan di wilayah tersebut. Kita bisa menjamin keselamatan, kelancaran dan keamanan penerbangan serta mencegah penyalahgunaan wilayah udara dan perairan di bawahnya demi keamanan nasional Indonesia. Diharapkan di masa depan setiap pilot pesawat udara yang memasuki wilayah Kepulauan Riau akan disambut dengan ucapan selamat datang dari pengendali udara Indonesia bukan Singapura. Demikian semoga tulisan ini bisa memperkaya wawasan tentang bagaimana upaya kita menegakkan kedaulatan udara dengan mengawasi ruang udara selama 24 jam terus menerus. Semuanya tugas negara demi memperkuat keamanan nasional kita untuk membela kepentingan nasional Indonesia. u - k. *) Kol Pnb Agung Sasongkojati, Kasubdispenum Dispenau. pura. Pemantauan menggunakan radar pertahanan udara di Kupang, Balikpapan dan Tanjung Pinang serta radar sipil Waingapu, Makassar, Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak dan Tanjung Pinang. Penerbangan ini tidak pernah sedikit pun terlepas dari pemantauan radar dan tidak ditemukan pelanggaran izin penerbangan. Memang kedua pesawat Super Hornet RAAF ini berputar di atas Batam karena sedang menunggu giliran pendaratan secara visual di Bandara Changi. Sesuai pengaturan ICAO (Badan Penerbangan Internasional) sampai saat ini FIR (Flight Information Region) di atas Kepulauan Riau di Laut China Selatan masih dikendalikan Singapura. Singapura hanya berwenang mengendalikan penerbangan reguler (airlines) dan nonreguler (carter, SAR, Negara, test flight) demi keselamatan penerbangan. Namun kedaulatan di atas Kepulauan Riau di Laut China Selatan tetap pada Indonesia, sehingga semua penerbangan yang lewat tetap harus minta Flight Clearance dan Security Clearance dari pemerintah Indonesia. Bahkan pesawat AU Singapura bila hendak melintasi wilayah udara yang dikendalikannya tetap harus minta izin Pemerintah Indonesia. Sebagai pengendali, Singapura tak memiliki kedaulatan di atas wilaKetua KY: kapasitas hakim memprihatinkan. yah udara Kepulauan Riau (ter-- Jangan sebatas prihatin. Benahi! masuk ZEE) sehingga tidak boleh berlaku seolah sudah menyewa *** kawasan itu, dengan menyalahMarzuki Alie ajak KPK membahas RUU KUHAP. gunakannya sebagai tempat ber-- Itu baru fair... latih atau operasi udara. Apala*** gi dengan secara diam-diam me'Suara Muhammadiyah' peringati milad ke-99. libatkan atau mengizinkan pesa-- Ucapkan selamat panjang umur. wat negara lain menggunakannya tanpa ada perjanjian yang mengikat, tanpa izin serta tanpa sepengetahuan Pemerintah dan Parlemen Indonesia. Saat ini hampir semua negara SIUPP (Surat Izin Usaha Penerbitan Pers) No. 127/SK/MENPEN/SIUPP/A.7/1986 tanggal 4 Desember 1990. Anggota SPS. ISSN: 0852-6486. Penerbit: PT-BP Kedaulatan Rakyat Yogyakarta, Terbit Perdana: Tanggal 27 September 1945. Perintis: H Samawi (1913 - 1984) M Wonohito (1912 - 1984). Penerus: Dr H Soemadi M Wonohito SH (1985-2008) Penasihat: Drs HM Idham Samawi. Komisaris Utama: Drs HM Romli. Direktur Utama: dr Gun Nugroho Samawi. Direktur Keuangan: Imam Satriadi SH. Direktur Pemasaran: Fajar Kusumawardhani SE. Direktur Produksi: HM Wirmon Samawi SE MIB. Direktur Penelitian dan Pengembangan: Sugeng Wibowo SH Pemimpin Umum: dr Gun Nugroho Samawi. Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Drs Octo Lampito MPd. Wakil Pemimpin Redaksi: Drs H Ahmad Luthfie MA. Ronny Sugiantoro SPd, SE, MM. Redaktur Pelaksana: Mussahada, Drs Hudono SH, Joko Budhiarto. Manajer Litbang Diklat Redaksi: Wismoko Poernomo, Manajer Produksi Redaksi: Ngabdul Wakid. Redaktur: Drs Suhadi Sukarno S, Drs Sihono HT, Theo Sutiyono, H Soeparno S Adhy, Drs Widyo Suprayogi, Dra Esti Susilarti MPd, Yon Haryono Hadi, Dra Hj Fadmi Sustiwi, Dra Prabandari, Isnawan, Benny Kusumawan, Primaswolo Sudjono SPt, Drs Swasto Dayanto, Hanik Atfiati, MN Hassan, Herry Sugito, Drs Jayadi K Kastari, Sutopo Sgh, M Arief Budiarto, Subchan Mustafa, Sulistyo Sutopo, Drs Hasto Sutadi, Eko Boediantoro, Muhammad Fauzi SSos, Drs Mukti Haryadi, Retno Wulandari SSos, H Chaidir, M Sobirin, Linggar Sumukti, Agung Purwandono, Isdiyanto SIP (Pjs Ka Biro Semarang), H Imong Dewanto (Pjs Ka Biro Jakarta), Qomarul Hadi (Ka Biro Surakarta), Edhi Romadhon (Ka Biro Purwokerto), Drs M Thoha ( Ka Biro Kedu Utara), Gunarwan (Ka Biro Kedu Selatan), R Agussutata (Ka Sub Biro Kulonprogo), Sri Warsiti (Ka Sub Biro Klaten & Boyolali), Y Agus Waluyo (Ka Sub Biro Gunungkidul), Sukaryono BA (Pjs Waka Biro Semarang). Fotografer: Yuwono, Effy Widjono Putro. Sekretaris Redaksi: Dra Hj Supriyatin. Pemimpin Perusahaan: Fajar Kusumawardhani SE. Kepala TU Langganan: Purwanto Hening Widodo BSc, telp (0274)- 565685 (Hunting) Manajer Iklan: M Amien Syarif SPt, telp (0274) - 565685 (Hunting) Fax: (0274) 555660. E-mail: iklan@kr.co.id, iklankryk23@yahoo.com, iklankryk13@gmail.com. Langganan per bulan termasuk ‘Kedaulatan Rakyat Minggu’... Rp 65.000,00, Iklan Umum/Display...Rp 25.000,00/mm klm, Iklan Keluarga...Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Baris/Cilik (min. 3 baris. maks. 10 baris) .. Rp 12.000,00 / baris, Iklan Satu Kolom (min. 30 mm. maks. 100 mm) Rp 12.000,00 /mm klm, Iklan Khusus: Ukuran 1 klm x 45 mm .. Rp 210.000,00, (Wisuda lulus studi D1 s/d S1, Pernikahan, Ulang Tahun) q Iklan Warna: Full Colour Rp 46.000,00/ mm klm (min. 600 mm klm), Iklan Kuping (2 klm x 40 mm) 500% dari tarif. Iklan Halaman I: 300 % dari tarif (min. 2 klm x 30 mm, maks. 2 klm x 150 mm). Iklan Halaman Terakhir: 200% dari tarif . Tarif iklan tersebut belum termasuk PPN 10% Bank: Bank BNI - Rek. Giro: 003.044.0854, Bank Bukopin - Rek. No. 1000.103.04.3, Dinas Giro dan Cekpos No.j.15.78 Dicetak di Percetakan “Kedaulatan Rakyat” Jalan RayaYogya - Solo Km 11 Sleman Yogyakarta 55573, telp (0274) - 496549 dan (0274) - 496449. Isi di luar tanggungjawab percetakan Alamat Kantor Redaksi: Jalan P Mangkubumi 40 - 42 Yogyakarta, 55232. Fax (0274) - 563125, Telp (0274) - 565685 (Hunting) Alamat Homepage: http://www.kr.co.id Alamat e-mail: naskahkr@gmail.com. Perwakilan dan Biro: Jakarta: Jalan Utan Kayu No. 104B Jakarta Timur 13120, telp (021) 8563602, fax: 8500529. Kuasa Direksi: Ir Ita Indirani. Wakil Kepala Perwakilan Hariyadi Tata Raharja. Wartawan: H Ishaq Zubaedi Raqib, Syaifullah Hadmar, Muchlis Ibrahim, Alfons Suhadi, H Margono Herwoto, Rini Suryati, Ida Lumongga Ritonga. Kedu Utara: Jalan Achmad Yani No 133, telp (0293) 363552 dan 362502 Magelang. Kepala Perwakilan Sumiyarsih. Surakarta: Jalan Bhayangkara No.13 (lama no. 42) telp dan Fax (0271) 718015, Surakarta 57141. Kepala Perwakilan Dra Hermin Lestari, Semarang: Jalan Lampersari No. 62, telp (024) 8315792, 8448622, Pjs Kepala Perwakilan Sutardi, Purwokerto: Jalan Prof Moh Yamin No 5, telp (0281) 622244, Fax (0281) 621797, Kepala Perwakilan Ach. Pujiyanto SPd. Kedu Selatan: Jalan Veteran Blok A Kav. 6 Purworejo Plaza, telp/fax (0275) 321848. Kepala Perwakilan Suprapto SPd. Kulonprogo: Jalan Veteran No 16, Wates, telp 774738 Kepala Sub Perwakilan Suyatno, Klaten & Boyolali: Jalan Pandanaran Ruko No 2-3 Bendogantungan Klaten, telp (0272) 322756, Kepala Perwakilan Drs Guno Indarjo. Gunungkidul: Jalan Sri Tanjung No 4 Purwosari, Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul, Telp 393562, 394707Kepala Sub Perwakilan Grahito. Homepage: www.kr.co.id. - Wartawan KR tidak menerima imbalan terkait dengan pemberitaan - Wartawan KR dilengkapi kartu pers/surat tugas
  • 13. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) PANGGUNG ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 13 Menikmati Seni Tradisi KR-Pramesthi Ratnaningtyas Penampilan Acapela Mataraman pada Bincang-bincang Sastra edisi 101. DARI SAJIAN ‘SASTRA CANGKEM’ DAN ACAPELA MATARAMAN Mulut Memang ’DPR’nya Tubuh SEBENARNYA sastra memiliki pengertian luas, dan tubuh manusia sastra paling tua di dunia dengan bagian yang serba dua, seperti telinga, mata, tangan dan kaki. Yang berjumlah satu hanya hidung, mulut dan lainnya. Namun, yang bisa untuk berkomunikasi hanya mulut. ”Bisa dikatakan, mulut adalah ‘DPR’-nya tubuh. Itu ilmu. Kenapa mulut satu sedangkan mata dan telinga ada dua. Berarti ada terjemahan atau penafsiran bahwa harus bisa melihat dua kali lebih banyak sebelum berbicara. Mendengar lebih banyak sebelum bicara. Intinya kalau ngomong ora waton ning nganggo waton. Untuk proses nganggo waton itu yang agak lama dan sulit. Karena hal tersebut sangat luas, maka kami berlatih untuk memaksimalkan mulut pada hal positif,” ungkap pendiri Acapella Mataraman, Pardiman Djoyone- goro sebelum Bincang-Bincang Sastra (BBS) edisi 101, ‘Sok Glogok’ di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu (22/2). Acara yang diselenggarakan Studio Pertunjukan Sastra (SPS) Yogyakarta ini juga menghadirkan pemutaran film pembelajaran gamelan, menghadirkan sastra klasik dalam bentuk tembang pangkur dan syair kuno dari Candi Cetho, baca puisi ala Acapela Mataraman milik Sutardji Calzoum Bachri berjudul ‘Amuk’ dan ‘Wahai Pemuda Mana Telurmu?’. Diungkapkan, sastra tulis hasil perasaan dan pikiran. Ditulis karena tidak setiap orang bisa ditemui untuk menyampaikan karya tersebut secara langsung. Sedangkan sastra cangkem, lebih pada latihan bicara. Ada tembang langsung dari mulut, dan ada gending hasil dari perasaan dan pikiran, yang kemudian melalui tangan ditransformasikan melalui alat bantu instrumen gamelan guna mewujudkan sastra gending. Sementara sastra cangkem dan acapela semacam sendal kanan dan kiri. Acapella Mataraman sendiri konsentrasi menggarap karya musik yang mengolah berbagai kemungkinan suara yang dihasilkan mulut. Dengan mengangkat spirit musik tradisi nusantara yang dikemas menjadi musik yang unik dinamis dan kreatif. Pemahaman kata Acapella mengacu pada bentuk permainan musik atau nyanyian tanpa instrumen. Se- dangkan kata Mataraman wujud identitas baru atas interpretasi acapella itu sendiri (melokalkan), juga merujuk pada permainan komedi gaya dagelan mataraman yang melahirkan humor segar yang dikenal guyon maton parikena. ”Salah satu produk Acapela Mataraman adalah karawitan anak-anak yang mengarah pada edukasi. Dalam film yang diputarkan, terdapat tiga pembelajaran gamelan yakni, srawung gamelan, tepung gamelan dan dunung gamelan. Dari hal itu, ternyata leluhur kita dalam belajar memiliki tiga tahapan yaitu, kenal, kenal lebih akrab dan mengerti,” jelasnya. Sedangkan pemilihan puisi Sutardji lebih karena kedekatan Pardiman dengan karya sastra tersebut. Dimana dalam puisi ‘Wahai Pemuda Mana Telurmu?’ dimaknai, walaupun merdeka tapi tidak berkualitas, maka tidak bisa (Mez)-o memakmurkan negeri ini. PRESENTER dan penyanyi Yogya, Rika Anggita, setelah berapa kali ikut mendukung kesenian ketoprak, musik keroncong dan seni tradisi yang dikemas inovatif, bisa menemukan dunia baru. Bahkan semakin menikmati ketika melakukan proses latihan hingga tampil di panggung. Rika bisa memperoleh pengalaman anyar dan tambah relasi ketika tampil sepanggung bersama wartawan, anggota DPRD DIY, pejabat eksekutif, pelawak, presenter, pemusik, penyanyi keroncong, seniman ketoprak dan karawitan. ÓSaya sangat senang mendapat kesempatan ikut bergabung dalam pentas kesenian tradisi yang dikemas kekinian didukung gabungan dari berbagai seniman YogyakartaÓ, katanya. Kini ia sedang ikut latihan Ketoprak GaKR-Istimewa bungan Lintas Profesi Rika Anggita lakon ÔOntran-ontran SumberejoÕ naskah/sutradara karya Nano Asmorodono untuk menyemarakkan peringatan Hari Pers Nasional 2014, di Auditorium RRI Jalan Affandi Gejayan Demangan Yogyakarta, Kamis (27/2) malam. Pentas ketoprak ini hasil kerja sama PWI Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan DIY. Bagi Rika ikut proses latihan ketoprak didukung lintas profesi tersebut, selain mendapat pengalaman soal akting, bekerja kolektif, juga bisa membangun interaksi untuk menciptakan kebersamaan antarseniman Yogyakarta. Karena itu, saat proses latihan ketoprak, ia berusaha datang agar kian akrab dengan para pendukung ketoprak. Sehingga, ikut bukan sekadar bisa tampil sepanggung dengan pendukung lintas profesi, namun bisa menikmati proses latihan yang mengasyikkan. ÓSaya sangat senang diajak ikut pentas ketoprak gabungan lintas profesi untuk memeriahkan peringatan HPN 2014,Ó kata Rika Anggita, di sela latihan di kantor Dinas Kebudayaan DIY. (Cil)-o PELUNCURAN MUSIKALISASI POP Teriak Lawan ’Korupsi’ AYO saat kita teriak. Jangan diam saja. Sebab, kalau kita hanya diam Indonesia terus tenggelam. Korupsi di negara tercinta Indonesia takkan reda. Bahkan korupsi kian merajalela. Karena itu, kita harus berani melawan dan berantas korupsi. Itu sebagian teriakan Boedi Djarot, ketika tampil dalam peluncuran musikalisasi ‘Puisi Orang Pinggiran’ (POP) bersama Republik Anti Korupsi Band (RAK) di Kampayo XT Square Jalan Veteran Umbulharjo Yogya, Jumat (21/2) malam. Musikalisasi POP karya Boedi Djarot bertema kritik sosial seputar merebaknya korupsi di Indonesia yang telah dilakukan para koruptor yang tidak mempunyai kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat. MAU LUNCURKAN ALBUM DAN DOKUMENTER GIGI Rekaman di Studionya The Beatles BAND papan atas Indonesia, GIGI, siap meluncurkan album baru. Personelnya yang terdiri Armand Maulana (vokal), Dewa Budjana (Gitar), Thomas Ramdhan (Bass) dan Gusti Hendy (Drum), telah merampungkan rekamannya di studio legendaris dunia, Abbey Road London. Mereka mengklaim album barumya jadi karya termahal dari yang pernah ada. Dalam proses pembuatannya juga diakui banyak memberikan hal baru. ”Konsep live recording di Abbey Road pengalaman baru bagi kami. Selain live recording di studio, kami juga membuat film dokumenter selama proses rekam- KR-Surya Adi Lesmana Para personel GIGI. an,” kata Thomas mewakili rekan-rekannya membuka perbincangan. Selama 2 hari proses rekaman pada 25-26 November tahun lalu, band ini membawa kru dengan puluhan kamera untuk pembuatan film dokumenter. Band lain sepertinya belum pernah melakukan live recording sambil bikin dokumenter seperti ini. Kalau membuat dokumenter di studio lain mungkin pernah ada, tapi kalau pembuatannya di Abbey Road sepertinya baru kami,” ungkap Budjana di restoran Pesta Perak Yogyakarta, Sabtu (22/2), Lebih 10 lagu direkam di studio bersejarah tersebut dan 9 lagu di antaranya tembang anyar. Salah satu lagu telah dilaunching 6 Februari lalu, yakni ‘Tak Lagi Percaya’ yang hingga kini direspons baik di berbagai radio. Alasan merekam lagu karya orang lain dalam albumnya memang keinginan sejak lama untuk buat album, tapi lagunya karya orang lain dan baru terlaksana kali ini,” kata Hendy. Albumnya akan resmi dilaunching tepat saat hari ulang tahun ke 20 pada 22 Maret mendatang sekaligus pemutaran film dokumenter. Selain konser ‘Sweet Seventeen’ dan ‘11 Januari’ tahun 2008 di Yogya, Budjana tak menampik jika album ini menjadi salah satu pencapaian terbesar GIGI, karena tak sembarang band bisa menembus Abbey Road. Armand Maulana juga mengakui penggarapan album ini menelan biaya produksi terbesar untuk pembuatan album GIGI dalam 20 tahun terakhir. Bukan tanpa alasan mereka memilih Abbey Road sebagai studio rekaman. ”Banyak studio lain di dunia. Tapi The Beatles rajanya pop punya kenangan di sana. Begitupun band besar lain juga banyak rekaman live studio yang sama. GIGI juga ingin merasakan hal baru dan rekaman di Abbey Road, studio yang sejarahnya sangat kuat,” urai Budjana. ”Kami sewa studio 2, sama seperti studio yang mereka gunakan,” tambahnya. Meski harus antre dan melakukan proses pemesanan hingga setahun, tapi itu tak jadi soal. Keempat personel mengaku sudah tak sabar untuk melakukan promo album mereka dengan membawakan lagu-lagu hasil rekaman di Abbey Road. Album ”Live At Abbey” tak lama lagi bakal dinikmati secara utuh oleh (Sal)-o para ‘Gigi Kita’, sebutan untuk para pecinta GIGI. KR-Khocil Birawa Eros Djarot dan Boedi Djarot saat peluncuran musikalisasi POP. Selain itu, Boedi Djarot membawakan musikalisasi puisi berjudul ‘Garudaku’ yang sakit dicederai oleh para koruptor. Namun Garudaku tetap kuat, gagah mampu terbang mengepakkan sayapnya menjadi lambang negara Indonesia. ”Karena itu, musikalisasi Garudaku ini sebagai bentuk keberpihakan menjaga garuda lambang negara Indonesia,” tegas Boedi Djarot, sambil menambahkan musikalisasi POP ini dicetak 10.000 keping berupa VCD. Boedi Djarot mengungkapkan, alasan peluncuran musikalisasi POP diawali dari Yogya. Pertama, meski selama ini keluarga Djarot hidup di Jakarta, sebagai orang Yogya asli tetap cinta pada Yogya. Kedua, teriakan musikalisasi POP yang mengkritisi soal korupsi berangkat dari Yogya bisa mempunyai daya yang dahsyat. Sebab, Yogya gudangnya seniman, intelektual dan masyarakatnya cerdas. ”Dalam waktu dekat ini, pentas musikalisasi POP ala musik band juga akan dilakukan di Gedung Kesenian Kulonprogo,” papar Boedi Djarot. Eros Djarot membenarkan, selama ini jarang berbicara di depan publik Yogya. Sebab, publik Yogya itu cerdas dan bijaksana. ”Karena itu, daripada saya ngomong di depan publik Yogya, istilahnya nguyahi segara. lebih baik menyanyi membawakan lagu Merpati Putih bersama adikku Boedi Djarot (Cil)-o yang diiringi RAK Band,” ujar Eros Djarot. DI SMP TARAKANITA KOTA MAGELANG Siswa-siswi Mahir Ber-’Karawitan’ *PEMENTASAN Wayang Kulit, di Museum Sonobudoyo, Jl Pangurakan 6 Alun-alun Utara, Senin (24/2) pukul 20.00-22.00 *Pelatihan Tari Klasik Gaya Yogyakarta, di Ndalem Pujokusuman, Jl Brigjen Katamso, Senin (24/2) pukul 15.00 *Pameran Laga Rupa Bencana, di Hotel Duta Wisata 1 Jl Urip Sumoharjo 73, Senin (24/2) pukul 09.00-21.00 *Pameran Patung 70 Pematung, di Taman Budaya Yogyakarta, Jl Sri Wedani 1, Senin (24/2) *Karawitan, di Bangsal Sri Manganti Kraton Yogyakarta, Senin (24/2) pukul 10.00-12.00 *Pameran Batik Peringatan 4 Tahun Transkripsi UNESCO Batik Bagelen dengan Ragam Hias Kuno, di Hotel Mustokoweni, Jl AM Sangaji 72, Senin (24/2) pukul 09.00-17.00 *Pameran Solo Karte Wardaya, di Selli Coffee, Jl Gerilya Prawirotaman II, Senin (24/2) *Pameran Seni Rupa ISI Yogya, di Jogja National Museum, Jl Ki Amri Yahya 1 Gampingan, Wirobrajan, Senin (24/2) pukul 09.00-21.00 *Sendratari Ramayana, di Purawisata, Jl Brigjen Katamso, Senin (24/2) pukul 20.00-21.30. *Gelar Produk 100 Persen Jogja Banget, di Klinik Konsultasi Bisnis DIY, Jl Pekapalan 9 Alun-alun Utara, Senin (24/2). (Asp)-o SISWI melantunkan tembang Jawa, para siswa ngatakan, animo siswa untuk mengikuti kegiatan mengiringi dengan menabuh gamelan. Semuanya seni karawitan ini cukup banyak. Para siswa ini depelajar SMP Tarakanita Kota Magelang yang ngan keinginannya sendiri mendaftar untuk meng‘Uyon-uyon’ di lokasi sekolahnya. Para siswa rancag ikuti. ”Ini menunjukkan SMP Tarakanita menabuh saron, kendang, bonang maupun lainnya. Kota Magelang juga peduli dengan kesenian dan Kadang diantara mereka tukar formasi, antara lain pemain kendang bergeser memainkan alat musik gamelan lainnya. Para siswi nembang ‘Aja Dipleroki’. ‘Ayo Praon’, ‘Ladrang Ayun-ayun” dan ‘Udan Emas’ untuk menyambut kedatangan hadirin pada acara ‘Tar-Q Science and Art’, Minggu kemarin. Tak sedikit diantara pengunjung yang berhenti untuk menikmati ‘Uyon-uyon’ dari para siswa SMP Tarakanita Kota Magelang ini. Ratno, pelatih mengatakan, siswa yang menabuh gamelan ini ada yang masih duduk di bangku Kelas VII, VIII dan ada juga Kelas IX. Sejak beberapa minggu lalu mereka berlatih, khususnya setiap hari Sabtu. Ladrang Kunto Anuraga SH SpNot, orangtua siswa dan Komite Sekolah SMP Tarakanita Kota Magelang me- Saat ‘Karawitan’ SMP Tarakanita ‘in action’. budaya Jawa,” kata Ladrang Kunto Anuraga. Justinus Sudaryanto, Kepala SMP Tarakanita Kota Magelang mengatakan regenerasi dalam kegiatan seni karawitan di SMP Tarakanita terus berjalan dan ini merupakan salah satu kegiatan ekstra kurikuler di sekolah yang dipimpinnya. Sedangkan Dave Mitchell Qiu, siswa Kelas VII-B SMP Tarakanita Kota Magelang, mengaku sangat senang memainkan beberapa alat musik gamelan untuk ikut melestarikan budaya Jawa. Terlebih saat ini juga banyak warga negara lain yang datang ke Indonesia untuk membeli seperangkat gamelan dan tekun mempelajari serta mengembangkan di negaranya. Menurut putra kedua pasangan keluarga Tjahaja Sugiri-Juliana Lie ini, gamelan alat musik yang ‘ajaib’, karena dengan mendengarkan suara alat musik gamelan ini, menjadikan dirinya sebagai orang Jawa. ”Saya ikut berlatih karawitan ini karena kemauan saya sendiri,” ujar KR-Thoha Dave yang didampingi beberapa te(Thoha)-o mannya.
  • 14. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 14
  • 15. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) MANCANEGARA USAI DIPECAT MENGHILANG BURONAN DUNIA SELAMA 13 TAHUN Presiden Ukraina Masih Misterius KIEV (KR) - Keberadaan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich masih belum jelas pada Minggu (23/2), sehari setelah dirinya dipecat Parlemen dan meninggalkan Ibukota Kiev. Situasi Kiev kemarin relatif tenang setelah Ibukota itu dikuasai oposisi. Rival politik bebuyutan Yanukovich, Yulia Tymoshenko, dibebaskan dari tahanan dan kembali ke Kiev. KR-AP Photo/Efrem Lukatsky Yulia Tymoshenko setelah dibebaskan dari tahanan. Kantor berita Ukraina mengutip sumber Dinas Perbatasan Negara mengatakan, sebuah pesawat sewaan yang mengangkut Yanukovich berada di Bandara Donetsk. Pesawat itu ditolak saat ingin meninggalkan bandara karena tidak memiliki dokumen lengkap. Donetsk kota di Ukraina timur yang menjadi basis pendukung Yanukovich. Sebelumnya, sekutu dekat Yanukovich menuturkan Sang Presiden pergi Kharkiev, sebuah kota di timur Ukraina yang menggunakan bahasa Rusia sebagai bahasa utama. Parlemen pada Sabtu (22/2) menyatakan, memberhentikan Yanukovich karena gagal menjalankan tugas sebagai presiden. Parlemen memutuskan menggelar Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 25 Mei mendatang. Parlemen berbalik menentang Yanukovich setelah pertumpahan darah selama satu pekan menelan 82 korban jiwa. Pemimpin oposisi Vitaly Klitschko mengonfirmasi Yanukovich telah meninggalkan Kiev. "Ini adalah KO politik," ujar Klitschko yang mantan juara dunia tinju kelas berat. Dalam sebuah wawancara televisi yang diduga dilakukan di Kharkiev, Yanukovich menyatakan ia tidak akan mengundurkan diri atau meninggalkan negara. Dia menyebut keputusan Parlemen ilegal. "Peristiwa yang disaksikan oleh negara kita dan seluruh dunia adalah contoh dari kudeta," katanya. Yanukovich membandingkan pemakzulan dirinya dengan kemunculan Nazi di Jerman pada 1930-an. Suasana di jantung Kiev kemarin relatif tenang setelah oposisi menguasai Ibukota itu. Demonstran oposisi berhasil menduduki Istana Presiden dan gedung pemerintahan. Ribuan orang berbondong-bondong melihat rumah Yanukovich di luar Kiev. Mereka tercengang melihat kemewahan aset dan kekayaan Yanukovich. Dia ternyata memiliki lapangan golf pribadi, kebun binatang mini, bahkan peternakan sapi domba dan kambing. Yanukovich menyingkir ke Kharkiev setelah menandatangani perjanjian bersama pimpinan kubu oposisi, ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 15 Raja Bius 'El Chapo' Akhirnya Tertangkap untuk mengakhiri krisis politik. Perjanjian yang dimediasi Uni Eropa (EU) itu berisi kesepakatan diadakannya pemilihan umum yang dipercepat dan reformasi konstitusional yang mengurangi kekuasaan presiden. Hasil perundingan tidak memuaskan para demonstran yang ingin Yanukovich lengser. Mereka menolak dan terus bergerak hingga menguasai Ibukota. Para pendukung bersorak saat mantan Perdana Menteri Tymoshenko meninggalkan rumah sakit tempat dia ditahan. Dia berbicara di hadapan massa oposisi yang berkumpul di Independence Square (Lapangan Kemerdekaan) atau dikenal dengan sebutan Maidan. "Kalian adalah pahlawan, putra terbaik yang telah membebaskan Ukraina," serunya saat berorasi dari kursi roda.Tidak semua demonstran oposisi mengelu-elukan Tymoshenko. Sebagian menganggap dirinya sebagai wakil kelompok elite yang korup. Tymoshenko bersumpah akan membawa Ukraina bergabung dengan Uni Eropa dalam waktu dekat. "Bangsa ini tidak akan pernah tunduk kepada siapa pun karena kalian tidak akan mengizinkannya. Sebuah era baru telah dimulai hari ini, era orang-orang bebas, negara bebas, negara Eropa," katanya. Tymoshenko dipenjara pada 2011 oleh Yanukovich atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dalam kontrak gas dengan Rusia saat masih menjabat Perdana Menteri. Dia menuding penahanannya bermotif politis. Pembebasannya menandai transformasi radikal di negara bekas republik Uni Soviet berpopulasi 46 juta orang. Lengsernya Yanukovich yang proRusia akan membawa Ukraina menjauhi Moskow dan mendekati Uni Eropa. (AP/Bro)-o KR-AP Photo/Damian Dovarganes Joaquin 'El Chapo' Guzman MEXICO CITY (KR) - Pasukan Marinir Meksiko berhasil menangkap salah satu gembong narkoba paling dicari di dunia, Joaquin Guzman, Sabtu (22/2) waktu setempat. Raja obat bius berjuluk 'El Chapo' itu ditangkap setelah buron selama 13 tahun. Guzman adalah pemimpin kartel Sinaloa, yang menguasai penyelundupan narkoba ke Amerika Serikat (AS), Eropa dan Asia. Dia ditangkap dalam operasi sebelum fajar di sebuah kondominium tepi pantai di Mazatlan, negara bagian Sinaloa. Jaksa Agung Meksiko Jesus Murillo Karam mengatakan, Guzman dibekuk tanpa perlawanan dan tidak ada satu pun peluru ditembakkan. Operasi penangkapan Guzman diintensifkan selama empat pekan terakhir dan melibatkan badan-badan antinarkoba dan intelijen AS. Setelah tertangkap, Guzman dibawa ke Ibukota Mexico City. Dia dengan tangan terborgol diperlihatkan kepada para jurnalis, kemudian dinaikkan ke helikopter dengan pengamanan ketat. "Dia langsung dibawa ke penjara," ujar Karam. Sebelumnya, Marinir nyaris menangkap Guzman di rumah persembunyiannya di Culiacan, Sinaloa. Tapi dia berhasil kabur melalui terowongan bawah tanah, lantaran tentara butuh waktu untuk menjebol pintupintu rumah yang dilapisi baja. Guzman pernah tertangkap pada 1993 di Guatemala. Dia diserahkan kepada Meksiko dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Namun pada 2001 berhasil melarikan diri dari penjara berpengamanan ketat. Dia kabur dengan memanfaatkan keranjang cucian. Pemerintah AS menjanjikan hadiah 5 juta dolar AS untuk informasi yang berujung pada penangkapan Guzman. Kartel Sinaloa menguasai mayoritas penyelundupan kokain, mariyuana dan methamphetamine ke AS. Tertangkapnya Guzman menjadi pukulan keras bagi kartel Sinaloa. Sebaliknya merupakan prestasi bagi Presiden Meksiko En- rique Pena Nieto yang baru berkuasa sejak Desember 2012. Sebelumnya pemerintah Meksiko berhasil menangkap pemimpin kartel Zetas, Miguel Angel Trevino, pada Juli 2013. "Selamat untuk semua," kicau Nieto di akun Twitter, ditujukan bagi aparat keamanan. Pengamat keamanan Alberto Islas mengatakan, Nieto memerintahkan Marinir untuk menangkap Guzman lantaran kesatuan itu dianggap yang paling bersih di antara kesatuan keamanan lainnya. Pihak berwenang Meksiko belum memberi keterangan apakah Guzman akan diadili di Meksiko atau diekstradisi ke AS. Jaksa Agung AS Eric Holder menyebut penangkapan Guzman adalah pencapaian bersejarah bagi Meksiko, serta merupakan kemenangan bagi warga Meksiko dan AS. "Guzman jadi pemimpin kerajaan narkoba yang beroperasi lintas benua. Kegiatan kriminal Guzman diduga berkontribusi pada kematian dan kehancuran jutaan jiwa di seluruh dunia melalui kecanduan narkoba, aksi kekerasan dan korupsi," kata Holder. Guzman mempelopori penggunaan terowongan bawah tanah untuk menyelundupkan narkoba melintasi perbatasan AS. Dia menjadi salah satu bos kejahatan terorganisir paling berkuasa. Guzman bahkan masuk daftar miliuner terkaya versi majalah Forbes, namun belakangan namanya dicoret karena verifikasi terhadap kekayaannya tidak mungkin dilakukan. Pejabat keamanan AS yang menolak disebutkan namanya menuturkan, Marinir Meksiko bergerak berdasarkan informasi intelijen yang diperoleh Badan Penanggulangan Narkotika (DEA) dan Intelijen Dalam Negeri AS. "Kami sudah melacak Guzman selama lima pekan. Karena tekanan itu, dia kabur ke Mazatlan dengan hanya didampingi sedikit pengawal," kata sumber pejabat itu. (AP/Bro)-g Pakistan Terus Benahi Pendidikan LEMBAGA-LEMBAGA pendidikan di Pakistan terus berbenah dan semakin meningkatkan kualitasnya dalam upaya konsolidasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) di negeri tersebut. Apalagi peran pendidikan sangat penting dalam pembangunan di suatu negara, termasuk di Pakistan. Salah satu perhatian penting lembaga pendidikan di Pakistan adalah keberagamaan, seperti nilai-nilai toleransi dan karakter kebangsaan. Meski penduduk mayoritas memeluk Islam, namun sampai saat ini masih muncul pertentangan antarberbagai aliran yang berujung konflik bersenjata. Saat mengisi Kuliah Umum bertajuk 'Islam Rahmatan Lil 'Alamin' di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (21/2), Presiden International Islamic University Islamabad Pakistan Prof Dr Ahmed Yousif A Al-Draiweesh, mengatakan, keberagamaan di Indonesia berlangsung cukup bagus. Karenanya, studi banding lembaga pendidikan IIU dengan kampus-kam- 355 KR-Agus Suwarto Presiden IIU Islamabad Pakistan Prof Dr Ahmed Yousif A Al-Draiweesh. pus di Indonesia terus ditingkatkan dalam upaya mencari solusi bersama meminimalisir persoalan sosial kemasyarakatan di negara masing-masing. Salah satunya studi tentang pendidik- PLASA Ireng benar-benar terkejut. Karena itu, sesaat ia kehilangan keseimbangan. Keseimbangan gerak dan keseimbangan pikiran. Dengan demikian, justru ia lupa untuk memberi isyarat kepada orang lain lagi untuk membantunya. Perhatian Plasa Ireng tercurah sepenuhnya dalam usaha untuk mempertahankan diri. Tetapi ketika kembali terasa nyawanya seakan-akan telah melekat di ujung senjata Sidanti, barulah ia teringat kembali kepada orang-orang yang berdiri mengitarinya. Tetapi Plasa Ireng telah terlambat. Getar senjata Sidanti telah benar-benar memusingkan kepalanya. Maka, demikian terdengar ia bersuit dua kali untuk memanggil orangnya yang lain, demikian pundaknya tergores oleh senjata Sidanti. Plasa Ireng terkejut bukan buatan. Sekali ia meloncat mundur, namun Sidanti sempat mengejarnya, dengan satu loncatan pula. Dan sebelum seseorang berhasil datang membantunya, terdengarlah Plasa Ireng memekik pendek. Se- an keberagamaan. Duta Besar Republik Indonesia untuk Pakistan HE Burhan Muhammad PhD menambahkan, persoalan sosial kemasyarakatan di Pakistan menjadi kali lagi senjata ciri perguruan Tambak Wedi yang dahsyat itu merobek dada Plasa Ireng. Kini, Plasa Ireng benar-benar telah kehilangan ke- isu global saat ini. Mulai dari isu terorisme, konflik bersenjata sampai penggulingan kekuasaan pemerintahan yang sah di negeri tersebut. Padahal, menurut Burhan, Pakistan adalah negara yang kaya sumber daya pangan karena didukung oleh iklim memadai serta teknologi canggih. Pakistan juga kaya dengan hasil produk agricultur kualitas tinggi, sehingga menjadi incaran banyak negara, meski miskin sumber energi. Peningkatan kualitas studi tentang Islam ini diharapkan dapat memberi pencerahan bagi masyarakat di Pakistan maupun di Indonesia. Apalagi, Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin mengajak segenap umatnya untuk saling berbagi dalam kebaikan untuk menuju kesejahteraan. Menurut Burhan, tantangan pendidikan dalam era global ini semakin tidak mudah. Harapannya, sinergitas kedua negara Indonesia dengan Pakistan ini dapat terus ditingkatkan. Tentunya bisa saling menguntungkan dalam upaya peningkatan kualitas (Asa)-g SDM. seimbangan. Matanya kemudian seakan-akan menjadi gelap, dan sinar-sinar obor di sekitarnya itu serasa menjadi padam bersama-sama. Yang terasa kemudian, sekali lagi satu tusukan menghunjam dadanya, langsung menembus jantungnya. Plasa Ireng mengaduh sekali, kemudian ketika Sidanti menarik senjatanya, Plasa Ireng terseret selangkah maju, kemudian jatuh terjerembab di bawah kaki anak muda itu. Ketika seseorang datang mendekatinya, orang itu terkejut. Yang dilihatnya adalah Sidanti berdiri tegak di atas tubuh Plasa Ireng. Karena itu, betapa marahnya orang itu. Dengan serta-merta, ia menyerang Sidanti tepat ke arah dadanya. Tetapi, serangan itu tidak banyak berarti buat Sidanti. Sekali Sidanti mengelak dan ketika senjata orang itu terjulur di samping tubuh Sidanti, maka tangan Sidanti bergerak dengan cepat. Satu goresan panjang telah melukai lambung orang itu. Ketika orang itu berteriak ngeri, maka sekali lagi Sidanti menusuk perutnya. (Bersambung)-e
  • 16. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) ÒKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 16 KR-AP/Sang Tan Selebrasi Wayne Rooney dan kawan. GOL TOURE SELAMATKAN CITY ‘Iblis Merah’ Sikat Palace MANCHESTER (KR) Kemenangan impresif didapat Manchester United (MU) dalam lanjutan English Premier League (EPL). Menghadapi tim promosi Crystal Palace di kandangnya (Selhurst Park), Minggu (23/2) dini hari WIB, The Red Devils unggul 2-0 lewat gol Wayne Rooney dan Robin van Persie (RvP). Kemenangan pertama ‘Iblis Merah’ di EPL sepanjang Februari ini amat melegakan manajer MU David Moyes. “Palace bermain tangguh,” kata Moyes dilansir BBC. “Buat kami itu tidak mudah, tapi kami sangat layak mendapatkan kemenangan ini. Kami tampil baik sepanjang pertandingan. Kami cuma perlu terus melakukannya dan membuat lebih banyak peluang untuk bikin gol,” lanjut gaffer asal Skotlandia itu. Dalam pertandingan lainnya, tuan rumah Manchester City sempat dibuat frustrasi oleh pertahanan rapat Stoke City. Tapi instruksi manajer City, Manuel Pellegrini pada Jamu Martapura, PSS Menguji Pemain Inti SLEMAN (KR) - Menjamu Martapura FC dalam pertandingan uji coba di Stadion Maguwoharjo Sleman, Selasa (25/2) besok malam, pelatih PSS Sleman Sartono Anwar mengisyaratkan bakal menurunkan komposisi pe- main inti yang diproyeksikan untuk menghadapi Kompetisi Divisi Utama musim ini. “Pemain yang diturunkan sudah mengarah ke komposisi pemain inti. Saya ingin melihat kekurangan yang KR-Janu Riyanto Nasib Mustakim (kiri) dan Erwin Hasibuan akan ditentukan seusai melawan Martapura FC. MELATIH INGATAN PERTANYAAN MI 24-2-2014 MENDATAR : 1.Gong kecil. 7.Liburan. 8.Alat pembuka pintu. 9.Sanubari. 12.Kertas pembersih. 15.Beber. 17.Bakal serangga. 18.Gulat khas Jepang. 20.Layak. 23.Tak dikenal. 26.Lunas. 27.Kembara. 28.Rela. MENURUN : 1.Talenta. 2.Nama buah. 3.Cerita kepahlawanan . 4.Pikiran. 5.Saran. 6.Kumis. 10.Celemek. 11.Omong besar. 13.Kata tunjuk. 14.Selendang khas Batak. 16.Diulang : alat pemotong padi. 18.Ikut. 19.Tumpul. 21.Jenis kemasan obat. 22.Masalah. 24.Keriting. 25.Untuk mengunyah. JAWABAN MI 21-2-2014 MENDATAR : 1.Bajak. 7.Lanskap. 8.Tempo. 9.Puisi. 12.King. 15.Amor. 17.Rapat. 18.Tebu. 20.Urea. 23.Upeti. 26.Ribut. 27.Lestari. 28.Sitir. MENURUN : 1.Botak. 2.Jamin. 3.Klop. 4.Inti. 5.Iklim. 6.Opsir. 10.Umpet. 11.Satu. 13.Ide. 14.Grup. 16.One. 18.Table. 19.Bursa. 21.Rabat. 22.Aktor. 24.Eram. 25.Iris. u-o ada di tim inti ini, termasuk apakah masih butuh tambahan pemain atau sudah cukup,” ungkap Sartono saat dihubungi KR, kemarin. Dikatakan, dengan bergabungnya kembali Waluyo, kebutuhan tim untuk posisi stoper sudah terpenuhi. Pemain yang sempat dikabarkan bakal bergabung dengan Arema Cronus ini akan bahu-membahu dengan stoper asing, Kristian Adelmund. Sartono pun menjamin sudah tidak ada masalah lagi dengan Adelmund yang sempat tidak ikut latihan. Laga uji coba itu, lanjut Sartono, juga untuk melihat hasil latihan dan menguji dua pemain yang tengah ikut seleksi, yakni Erwin Hasibuan asal PSMS Medan dan Mustakim dari Persija U- 21. Setelah pertandingan melawan Martapura FC, kemungkinan nasib keduanya sudah diputuskan, apakah bakal direkrut atau tidak. Sedangkan pertandingan melawan PSPS Pekanbaru dipastikan batal. Laga ini semula dijadwalkan 27 Februari, namun kemudian diundur menjadi 1 Maret. “Tapi PSPS menolak kalau pertandingan diundur 1 Maret. Kami baru mencari lawan lainnya,” papar mantan pelatih Persisam Samarinda ini. Sementara itu Ketua Panpel PSS yang baru, Sukoco menyatakan, pihaknya ditunjuk oleh PT Putra Sleman Sembada (PSS) untuk menyelenggarakan pertandingan itu dan juga laga-laga uji coba PSS lainnya, termasuk saat kompetisi nanti. “Kami ditunjuk PT PSS sehingga kami bekerja sesuai arahan PT,” kata Sukoco didampingi sekretaris Panpel, Ediyanto kepada wartawan, kemarin. Untuk uji coba melawan Martapura FC, tiket dijual dengan harga Rp 15 ribu untuk tribun utara dan selatan, Rp 25 ribu tribun timur dan Rp 50 ribu tribun barat. “Flare dan semua yang mengancam jalannya pertandingan dilarang,” tandasnya. Sedangkan rombongan Martapura FC yang juga tengah bersiap menghadapi Kompetisi Divisi Utama, baru tiba di Yogya tadi malam dan dijadwalkan mencoba lapangan di Stadion (Jan)-o Maguwoharjo pagi ini. jeda pertandingan tampaknya menggugah performa David Silva dan kawan-kawan. Setelah berkali-kali melakukan eksperimen penyerangan, akhirnya gol yang ditunggu-tunggu datang pada menit ke-70 lewat sontekan kaki Yaya Toure. “Bermain melawan tim yang menumpuk 10 pemain di lini pertahanan membuat frustrasi, terutama tiga hari sebelumnya harus menghadapi Barcelona (di Liga Champions). Kami tidak benar-benar segar di babak pertama, tapi kami bermain lebih baik pada 10 menit akhir,” kata gelandang City, Samir Nasri dikutip Sky Sports. “Saat turun minum manajer mengatakan kepada kami untuk bisa berada di belakang lini tengah mereka, dan bermain sesederhana mungkin untuk bisa mendapatkan peluang melepaskan tembakan, itulah yang terjadi. Tapi yang terpenting adalah kemenangan,” lanjut pemain asal Prancis tersebut. (Lis)-o Kalahkan Wonosidi Kidul Kemiri Juara Wimari Cup WATES (KR) - Kemiri, Margosari, Pengasih sukses memenangi gelar juara turnamen futsal antar-Karang Taruna ‘Wimari Cup 2014’ yang diprakarsai Karang Taruna Wira Muda Kemiri (Wimari) Margosari, Pengasih. Pada laga final yang berlangsung di Spirit Futsal Pengasih, Minggu (23/2), Kemiri memenangkan laga dengan skor 3-1 atas Wonosidi Kidul, Wates. Sedangkan juara ketiga diraih Wonosidi Lor yang menang Walk Out (WO) atas Karangtengah Lor. Kemiri dan Wonosidi Kidul tampil difinal setelah dibabak semi final berhasil meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Wonosidi Kidul menang atas Karangtengah Lor dengan skor 52. Sedangkan Kemiri menang mudah atas Wonosidi Lor dengan skor 6-2. Dengan kemenangan tersebut, Kemiri berhak atas piala dan uang pembinaan Rp 500 ribu. Wonosidi Kidul sebagai juara II mendapatkan piala dan uang pembinaan Rp 400 ribu, juara III Wonosidi Lor mendapatkan piala dan uang pembinaan Rp 300 ribu. Ketua panitia penyelenggara, Perdana Tri Kusuma mengatakan, turnamen ini digelar selama tiga hari, 20-23 Februari dan bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar Karang Taruna serta menyalurkan bakat lewat olahraga futsal. “Turnamen antar Karang Taruna ini baru pertama kami diselenggarakan sehingga pesertanya masih minim, yakni tujuh tim terdiri tim dari Karang Taruna Kemiri, Wonosidi Lor, Wonosidi Kidul, Cekelan, Belik, Kembang dan Karangtengah Lor. Tujuh tim tersebut dibagi dua grup dan babak penyisihan menggu(*-32)-o nakan sistem setengah kompetisi,” jelasnya. Hari Ini, PSIM Seleksi Pemain YOGYA (KR)- PSIM Yogya mulai menggelar seleksi pemain, Senin (24/2) siang ini di Stadion Mandala Krida Yogya. Sebanyak 45 pemain akan bersaing untuk bisa masuk skuad ‘Laskar Mataram’ yang hendak mengarungi kompetisi Divisi Utama mulai 15 April mendatang. Sekretaris PSIM Jarot Kastowo kepada KR kemarin menjelaskan, dari 45 pemain yang dipanggil, tidak ada yang keberatan. Namun pemain yang menjadi andalan PSIM musim lalu, Topas Pamungkas belum bisa langsung bergabung. “Topas kemungkinan baru bisa bergabung Rabu (26/2) karena saat ini posisinya sedang di luar kota,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, selain Topas, PSIM juga memanggil 10 pemain lama lainnya, yakni Ony Kurniawan, Puthut Jati Purnomo, Joni Sukirto, Andri Wirawan, Tulus Saptianto, Yoega Firmansyah, Antonius Kristanto, Ignatius Oya Winaldo, Toni Yuliandri dan Dany Wahyu Saputra. Sedangkan pemain dari perkumpulan di lingkungan Pengkot PSSI Kota Yogya yang dipanggil sebanyak 17 orang, terdiri dari Isnaryanto, Ronny Setiawan, Yuswanto (Orion), Fais Layyudin (Gajah Beteng), Alwi S, Juni Riyadi, Eko Dwi P, Andhika K (Gama), Anggi P, M Rizki S, Septian Salaka (TNH), Roshid S, Joko Nugroho (SO), Haji Ali, Ferdi Brow, Tri Ari Uny dan Gunawan (MAS). Sementara dari Tunas Jogja juga ada 17 pemain yang dipanggil, terdiri dari Tito Rama, Liga Damaeindra, Nori AB, David Armando P, Anjar Beni, Tri Wahyu, Ridho DY, Dimas P, Wayan Hadi, Hendika Arga P, Wahyudi, Musthofa, Rangga Muslim P, Martinus Novianto, Jeni G, Bayu S dan Galih Aji P. PSIM juga memanggil kiper yang musim lalu batal bergabung karena terganjal proses negosiasi, Agung Prasetya. Lebih lanjut Jarot menyatakan, untuk kali ini pihaknya belum menyediakan mes untuk pemain. “Kami hanya menyediakan transit di Wisma PSIM. Mengingat mulai hari kedua, seleksi dilaksanakan pagi dan sore. Namun ini baru se(Jan)-o batas transit, belum bisa menginap,” katanya. KR-AP/Kamran Jebreili Venus Williams membanggakan trofi yang baru direbutnya. Libas Cornet, Venus Juara WTA Dubai DUBAI (KR) - Mantan ‘ratu tenis’ dunia, Venus Williams, berhasil keluar sebagai juara turnamen tenis WTA Dubai Terbuka. Di final, Sabtu (22/2) waktu setempat, petenis berusia 33 tahun ini melibas petenis asal Prancis, Alize Cornet dengan straight set 6-3 dan 6-0. Dalam laga yang berlangsung di Aviation Club Tennis Center Dubai, Venus tampak terlalu tangguh bagi petenis 24 tahun itu. Peraih tujuh titel grand slam ini langsung melesat untuk memimpin (5-2). Pada game kedelapan, Cornet sanggup mempertahan- kan servisnya sebelum Venus merebut gim selanjutnya sekaligus menutup set pembuka. Set kedua berlangsung lebih mudah. Venus sama sekali tidak memberi kesempatan kepada lawannya itu untuk mendapatkan angka. Venus menutup laga dengan skor 6-0. Trofi ini merupakan yang pertama bagi Venus sejak 2010. Di ajang ini, kakak kandung Venus Williams itu sudah tiga kali juara. Sebelumnya ia menjadi kampiun pada 2009 dan 2010. (Lis)-o
  • 17. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) “KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 17 KEJURNAS RIVERBOARDING PURBALINGGA Uji Coba, Persis Ungguli PSPS 2-1 SOLO (KR) - Tim Persis Solo unggul 2-1 atas PSPS Pekanbaru dalam laga ujicoba di Stadion Manahan Solo, Minggu (23/2). Dua dol Persis dicetak Ferianto menit 50 dan tendangan penalti Cirelly menit 85, sedang gol PSPS menit 65 oleh Ifrawadi. Pertandingan sempat diwarnai kericuhan pemain kedua tim dengan wasit Rumi Iqbal, karena keputusannya dinilai kontroversial. Pada menit 81 pemain PSPS jatuh didorong Ferianto, tapi dianggap bukan pelanggaran. Kemudian pada menit 82 ketika menunjuk titik putih menyusul pelanggaran pemain belakang PSPS terhadap Tinton, juga mengundang protes. Pemain PSPS sempat berjalan ke pinggir lapangan bermaksud tidak mau melanjutkan. Namun akhirnya kembali main setelah didekati pelatih Philip Hansen. "Kami sangat kecewa dengan wasit. Masak ada pemain menanduk tidak di kartu merah," kata Philip. Pertandingan sejak menit awal berlangsung ketat. Gol Ferianto menjadi pemicu semangat tim asuhan pelatih Widyantoro, karena sebelumnya mengalami kesulitan dalam membangun serangan. Bahkan di babak pertama gawang Agung Prasetyo beberapa kali terancam oleh manuver Roberto Kwateh. Begitu PSPS kebobolan tampil lebih ngotot. Pada menit 65 Ifrawadi dengan mudah menyamakan 1-1. Namun, Persis mendapat hadiah penalti, sehingga unggul 2-1. Pelatih Widyantoro mengakui timnya masih banyak kelemahan. Mereka harus memperbaiki koordinasi disamping menahan emosi. "Anak-anak masih sering emosi," katanya. (Qom)- e KOMPETISI KU-14 SLEMAN AMS dan KKK Menang Besar SLEMAN (KR) - AMS Seyegan dan KKK Klajoran meraih kemenangan besar atas lawan-lawannya dalam mengawali kiprah mereka pada Kompetisi antar-Sekolah Sepakbola (SSB) KU-14 tahun Sleman Grup Barat di Lapangan Daratan, Minggir, Sleman, Minggu (23/2) kemarin sore. AMS menggunduli Pesat dengan skor mencolok, 7-0. AMS pun memimpin klasemen sementara Grup Barat, disusul KKK pada posisi runner up yang pada laga lainnya, melibas OCM 4-0. Hasil Grup Barat lainnya, BPM menang tipis atas Formula 1-0. Sedangkan pada Grup Timur di Lapangan Gentan, Ngaglik, Sleman, Gelora Muda memimpin klasemen sementara usai menggelontor TMC dengan 9 gol tanpa balas. Kemenangan juga diraih CMB yang mengatasi Perselo 2-1. Sementara BPJ harus puas bermain imbang 1-1 dengan Garuda Timur. Kompetisi yang diselenggarakan Ikatan (Ika) SSB Sleman bersama Pengcab PSSI Sleman akan dilanjutkan lagi 2 Maret mendatang di Lapangan Sono Jalan Kaliurang dan Lapangan Kayen Wedomartani. Kompetisi ini diikuti 14 tim, dibagi menjadi dua grup. (Jan)-e JELANG LAGA TIMNAS U-19 Stadion Palaran Dibenahi SAMARINDA (KR) - Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Samarinda, Kalimantan Timur membenahi Stadion Utama Palaran menjelang laga uji coba antara Timnas U-19 dan Pusam U-21 pada 14 Maret 2014. "Sampai saat ini kondisinya masih 50 persen, kami masih melakukan pembenahan lapangan hingga awal Maret mendatang," kata Koordinator Perawatan Lapangan Stadion Utama Palaran, Bahrudin di Samarinda, Minggu (23/2), seperti dikutip Antara. Menurut Baharudin, ada beberapa tahap yang harus dilakukan para pekerja agar lapangan siap digunakan, diantaranya pada tahap awal adalah memperbiki instalasi air di bawah permukaan rumput. Ia mengatakan, perawatan instalasi air itu, sedikit rumit karena lapangan tersebut sudah lama tidak mendapat perawatan. "Ada beberapa titik instalasi pipa yang buntu dan itu harus dinormalkan. Jangan sampai fungsinya tidak maksimal karena tertutup tanah, pasir atau rumput," ujarnya. Baharudin mengatakan, pada tahap berikutnya adalah normalisasi drainase yang juga dianggap bagian cukup rumit. Bahkan, hingga perawatan berjalan hari ke 10 kemarin, normalisasi drainase itu belum rampung. "Khusus drainase sampai saat ini perawatan masih kami lakukan, kemungkinan akan selesai lima hari ke depan," katanya. (Ben)-b DIIKUTI RIBUAN WARGA Senam Paguyuban Dukuh Sumbermulyo KR-Judiman Peserta Senam Sak Isane semangat mengikuti gerakan instruktur. BANTUL (KR) - Menyambut HUT ke-17, paguyuban Dukuh 'Mawar' (Marsudi Apiking Warga) Desa Sumbermulyo Bambanglipuro Bantul, Minggu (23/2) diselenggarakan senam sak isane di Lapangan Ganjuran Bambanglipuro, memperebutkan hadiah satu unit sepeda motor, dua kambing dan ratusan doorprice. Menurut ketua panitia, Triyono, senam sak isane itu juga menyambut hari kelahiran Drs H Gandung Pardiman MM, yang selama ini banyak memberikan sumbangan untuk kegiatan pembangunan di Desa Sumbermulyo. Senam diikuti sekitar 8.000 warga, berasal dari wilayah Bambanglipuro, Pandak dan sekitarnya. Setelah diundi, ha- diah utama sepeda motor jatuh kepada Anisa, warga Gunungan Sumbermulyo. Triyono mengatakan, paguyuban 'Mawar' setiap tanggal 17 mengadakan pertemuan rutin untuk membahas tentang perkembangan pedukuhan. Sesuai dengan nama paguyunan, maka pertemuan Dukuh difokuskan pada upaya peningkatan kesejahteraan warga. Termasuk program penyehatan warga dengan olahraga. Sementara Gandung Pardiman mengatakan, kegiatan senam sak isane ini merupakan partisipasi warga. "Karena itu saya wajib mengucapkan terima kasih kepada warga yang menyambut ultah tahun saya ini," kata Gan(Jdm)-b dung. Banyu Wong Banjarnegara Borong Gelar PURBALINGGA (KR) - Atlet-atlet riverboarding Banyu Wong Banjarnegara tampil dominan dalam Kejuaraan Nasional Riverboarding dan Sejajar Indonesia II, di Sungai Klawing Purbalingga, Sabtu-Minggu (22-23/2). Dalam kejurnas itu dilombakan lima nomor. Masing-masing Boarder Cross Umum, Boarder Cross Master, Boarder Cross Wanita, Enduro Cross dan Enduro Cross Master. Dua riverboarder Banyu Wong menyabet dua juara di kelas Boarder Cross Umum, Afi di posisi pertama dan Dian pada posisi runner up. Sedang juara ketiga diraih Suhartono dari Surabaya. Pada nomor Boarder Cross Wanita, Siti dari Banyu Wong merebut juara pertama, mengungguli Siro, atlet dari Malang yang menempati posisi kedua. Dua riverboarding Banyu Wong, Afi dan Dian kembali menempati posisi pertama dan kedua pada nomor Enduro Cross. Atlet dari Bandung, Melki Oktavian harus puas di posisi ketiga. Banyu Wong gagal merebut gelar juara di dua nomor lainnya, Boarder Cross Master dan Enduro Cross Master. Pada Boarder Cross Master, juara pertama diraih Adi Ruswin dari Surabaya dan Toni Eot dari Bandung di posisi kedua. Adi Ruswin juga menempati posisi pertama pada Enduro Cross Master, dan Toni Eot di posisi kedua. "Selain hadiah uang tunai, pemenang kejurnas riverboarding akan mendapat piala yang terbuat dari batu Sungai Klawing. Piala batu itu untuk menampilkan kekayaan potensi lokal batu mulia Purbalingga," tutur ketua panitia penyelenggara, Toto Triwindarto kepada wartawan, usai pengumuman pemenang, Minggu sore (23/2). Kegiatan yang baru per- tama kali diselenggarakan di Purbalingga ini, lanjut Toto, dihadiri riverboarder dari 5 provinsi yakni Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Jateng, DIY, Jatim dan Bali. Selama dua hari, kejurnas Riverboarding diselenggarakan di sepanjang aliran Sungai Klawing dari Desa Tangkisan hingga Desa Onje Kecamatan Mrebet, sepanjang sekitar 7 kilometer. (Rus)-e KR-ToTo R Peserta Kejurnas Riverboarding melewati pembatas lintasan di Sungai Klawing Purbalingga. PUSLATDA PON DIMULAI MERCEDES 'PANEN' PUJIAN KONI DIY Gelar Tes Fisik Kimi Yakin Ferrari Bakal Bangkit SLEMAN (KR) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY mulai serius mempersiapkan atlet-atlet unggulannya yang akan tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX-2016 di Jawa Barat mendatang. Ini terlihat dengan digelarnya tes fisik dan kesehatan bagi atlet unggulan yang akan masuk program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) tahap I. Dari 100 atlet 24 cabang olahraga (cabor) dan terdaftar dalam program Puslatda tahap I tersebut, tercatat baru ada 81 atlet, Minggu (23/2) menjalani tahapan pertama berupa tes fisik dan kesehatan di FIK UNY. Sedangkan 19 atlet lainnya belum bisa mengikuti tes dengan alasan mengikuti kejuaraan dan Pelatihan Nasional (Pelatnas). "Sedangkan 19 atlet lainnya akan menyusul di lakukan tes pada Jumat (28/2) mendatang. Ini menjadi dasar awal kami untuk mulai menggenjot kemampuan atlet di program Puslatda PON," terang Kabid KR-Adhitya Asros Drs Agung Nugroho MSi Binpres KONI DIY, Drs Agung Nugroho MSi kepada KR di Sleman, kemarin. Dalam pelaksanaan program kemarin, seluruh atlet mendapatkan tes kesehatan berupa pengecekan kadar lemak, sel darah merah, hingga kadar kretain. Sedangkan pada tes fisik, para atlet diberikan materi pengukuran kelenturan, kelincahan, kekuatan hingga VO2Max. "Hasilnya ada yang bagus, ada juga yang kurang bagus. Ini akan jadi bahan evaluasi kami. Apa yang perlu ditingkatkan dari mereka. Mungkin makanannya kurang baik dan terlalu berlemak," bebernya. Agung menjelaskan, 100 atlet yang masuk program Puslatda tahap pertama kemarin terdiri dari 2 atlet eromodeling, 2 atlet atletik, angkat berat 1 atlet, angkat besi 1 atlet, binaraga 3 atlet, balap motor 4 atlet, dansa 2 atlet, 8 atlet balap sepeda, 1 atlet billiar, 6 atlet bolavoli pasir, bulutangkis 4 atlet, catur ada 2 atlet, 2 atlet gantole, 2 atlet judo, karate 4 atlet, menembak 3 atlet, 11 atlet panahan, panjat tebing 5 atlet, pencaksilat 6 atlet, renang indah 6 atlet, sepatu roda 4 atlet, taekwondo 9 atlet, terbang layang 4 atlet, terjun payung 2 atlet, wushu 6 atlet dan 1 atlet tarung derajat. Meski sudah masuk program Puslatda, namun sesuai hasil Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DIY, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi. (R-3)-b SAKHIR (KR) - Tes di Bahrain Sabtu (22/2) lalu tidak berakhir dengan baik untuk Kimi Raikkonen. Hanya lima menit tersisa dalam tes kemarin, Kimi justru kehilangan kendali mobilnya di tikungan empat. F14 T yang dikemudikan menghantam pembatas, membuat kondisi hidung mobil jadi ringsek. Namun, dia tak khawatir sama sekali dan yakin Ferrari bakal bangkit. "Memang mobil saya rusak lantaran crash dan ada banyak bendera merah. Tapi saya pikir kami cukup mendapatkan apa yang kami mau. Saya pikir itu bukan masalah," ujar Kimi seperti dikutip Planet F1. Sebelumnya, pembalap Finlandia ini juga menyikapi kecelakaan mobilnya dengan santai. Dia bahkan mengelak bahwa itu adalah salahnya. "Mungkin itu salahku, tapi terkadang hal semacam ini terjadi dan ini bukan kiamat walaupun ada orang yang berpikir demikian. Saya cuma melintir dan menghantam pembatas. Kami bisa saja melakukan tes lebih lama, tapi kami merencanakan sesuatu yang berbeda. Di tes berikutnya, saya yakin kami bisa melakukannya," lanjutnya. Sementara hasil sebaliknya diperoleh Tim Mercedes. Belakangan mendapat banyak pujian lantaran mobil mereka memperlihatkan performa impresif. Namun, salah satu pembalapnya Nico Rosberg tetap kalem menanggapi segala pujian itu. Pada sesi ujicoba di tempat yang sama, Rosberg mencatatkan waktu tercepat dalam 89 lap yang diputarinya dengan 1 menit 33,283 detik. Tampilnya Rosberg jadi yang tercepat pun seperti melengkapi pujian yang ditujukan untuk Mercedes. "Kami hanya fokus pada diri kami sendiri. Secara umum, setiap kami menghadapi tes, satu tim akan membangun fokus ke tim lain hanya untuk mengalihkan fokus dari timnya," ujar Lewis Hamilton seperti dikutip Autosport, menanggapi anggapan bahwa Mercedes adalah calon juara di 2014. (Ben)-e FINAL BASKET HUT SMAN 1 PAJANGAN MTsN Wonokromo Kontra SMPN 1 Bantul BANTUL (KR) - Tim SMPN 1 Bantul akan bertemu tim MTsN Wonokromo pada babak final Kejuaraan Basket Memperingati HUT SMAN 1 Pajangan di Lapangan Basket SMAN 1 Pajangan, Senin (24/2) sore ini. Kedua tim berhak lolos ke final usai menumbangkan lawan-lawannya di laga semifinal, Minggu (23/2) kemarin. Pada pertandingan babak semifinal pertama yang mempertemukan SMPN 1 Bantul melawan SMPN 1 Pajangan, keunggulan teknik individu menentukan kemenangan besar 42-5 yang diraih SMPN 1 Bantul. Mengawali laga dengan optimisme tinggi, SMPN 1 Bantul mampu unggul jauh 13-2 di quarter pertama. Hasil positif SMPN 1 Bantul di quarter pertama ini berlanjut. Pada dua quarter selanjutnya, SMPN 1 Bantul menambah 7 dan 9 angka, sedangkan lawan gagal menambah angka. Sehingga, di quarter ketiga, SMPN 1 Bantul unggul 29-2. Keunggulan ini semakin dimantapkan pada quarter terakhir dengan tambahan 13 dan menutup laga dengan skor 42-5. Sedangkan pada pertandingan babak semifinal kedua MTsN Wonokromo berhak melaju ke final usai menang atas SMPN 1 Pandak lewat laga yang hanya berjalan 2 quarter. Pertandingan kedua tim dihentikan akibat hujan. Di dua quarter awal kemarin, MTsN Wonokromo unggul 15-8, setelah sebelumnya sempat unggul 7-4 pada quarter pertama. Pertandingan final dan perebutan peringkat ketiga, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Pajangan, Heri Supartono SPd kepada KR mengatakan, semua pertandingan akan digelar Senin (24/2) hari ini. "Untuk perebutan peringkat III, nantinya akan dimulai pukul 14.30 WIB. Sedangkan final berlangsung pukul 15.30 WIB," jelasnya.(R-3)-e SELEKSI TIM ATLETIK POPDA YOGYA Baru 4 Atlet Dinyatakan Lolos YOGYA (KR) - Baru empat atlet dari jumlah kuota 20, dinyatakan lolos memperkuat tim Kota Yogya untuk terjun di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY yang berlangsung Maret mendatang. Untuk 16 atlet lainnya, dalam waktu dekat akan segera diumumkan berdasar hasil seleksi yang digelar di Stadion Mandala Krida, Sabtu-Minggu (22-23/2). Keempat atlet yang sudah memastikan diri lolos mewakili Yogya di Popda DIY yakni, Salsabilla Nugraheni (lari 400 m dan estafet putri), Kurnia Nurmasari (lompat tinggi, lompat jauh dan lari estafet putri), Nur L Megarani (jalan cepat), serta Angelina (lompat jauh dan lari estafet putri). "16 Atlet lainnya untuk memenuhi kuota jumlah atlet akan kami rapatkan besok. Rapat nantinya akan dilakukan oleh tim Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Yogya dan Dinas Pendidikan Yogya," terang Ketua Harian Pengkot PASI Yogya, Drs Bambang Dewanjaya usai seleksi kemarin. Hasil seleksi yang digelar dua hari, Bambang mengaku beberapa atlet memiliki potensi bagus untuk bersaing dengan atlet-atlet daerah lainnya. Dirinya akan menimbang secara cermat penentuan atlet-atlet bakal tampil di Popda agar bisa mengalahkan atlet daerah lainnya yang jelas juga berkualitas. Rencana perlombaan cabor atletik, Bambang menjelaskan, pelaksanaan kegiatan akan berlangsung Rabu-Kamis (19-20/3) di Stadion Sultan Agung mulai pukul 14.00-17.00 WIB, dengan memperlombakan 30 nomor. Lombalomba yang akan dipertandingkan diantaranya, lari 100 m, 200 m, 400 m, 800 m, 1.500 m, 3.000 m, 5.000 m, estafet 4x100 m dan 4x400 m, lompat jauh, lompat tinggi, lempar cakram, tolak peluru, lempar lembing. Dengan kepastian akan diikutinya cabor atletik oleh perwakilan atlet-atlet pelajar dari seluruh kabupaten dan kota se-DIY, Bambang akan memasang target realistis saja yakni memburu 5 medali emas. (R-3)-b KR-AP Photo/Hasan Jamali Kimi Raikkonen saat memacu Ferrari F14 T di Bahrain. BERLANGSUNG DI PANTAI DEPOK Pelangi Nusantara Jogja Air Show BANTUL (KR) - Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) DIY akan mengadakan kegiatan yang di kemas dalam Pelangi Nusantara Jogja Air Show. Kegiatan akan berlangsung di Pantai Depok Parangtritis Bantul, mulai Jumat (28/2) hingga Minggu (2/3) mendatang. Dalam acara tersebut akan dilombakan diantaranya aerotowing gantole, spotlanding (Paralayang), demo terjun payung, aeromodeling dan lomba foto dirgantara. Ir Arif Effendi dan beberapa panitia saat mengadakan audiensi dengan Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati, Sabtu (22/2) menjelaskan kegiatan awal sudah berlangsung Kamis (27/2) dengan sunatan massal. Sunatan massal diikuti 20 anak dilanjutkan dengan donor darah anggota FASI dan masyarakat. Lebih lanjut dikatakan, kegiatan tersebut cukup menarik dan bisa dikatakan spektakuler. Melibatkan seluruh olahraga udara di Indonesia dan didukung oleh TNI AU, terutama untuk dukungan pesawat dan helikopter. Selain itu, lomba tersebut akan diikuti 19 cabang FASI dari Nangroe Aceh Darusallam, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Bali. Bahkan dari luar negeri ada lima yakni Malaysia, Pilipina, Thailand, Komunitas WNA di Bali serta Korea Selatan. "Dalam acara tersebut juga akan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan Menpora," jelasnya. Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati menyatakan Bantul sangat mendukung kegiatan tersebut. Bahkan siap memberi bantuan agar acara dapat berjalan dengan lancar sesuai kemampuan yang dimiliki. Bupati berharap even yang bersifat nasional ini bisa dilaksanakan rutin di wilayahnya. "Harapannya mampu menarik wisata untuk berkunjung di Bantul. Saya senang Bantul dipakai ajang lomba bertaraf nasional bahkan internasional, kedepan mudah-mudahan lebih banyak," jelasnya. (Aje)-e
  • 18. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) LINGKAR JATENG TAGIH JANJI SBY Indra Lima Kali Jalan Kaki Malang-Jakarta ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 18 Jateng Siap Pengadaan Lahan Kedelai 20.000 Ha SEMARANG (KR) - Jateng siap memenuhi permintaan pemerintah pusat untuk pengadaan lahan pertanian kedelai hingga 20.000 hektare. Sekarang ini lahan yang sudah ada mencapai 8.800 hektare. Kekurangannya segera akan dipenuhi. KR-Alwi Alaydrus : Indra Azwan USIANYA sudah renta. Tapi hal itu tak menyurutkan niat Indra Azwan untuk menuntut keadilan. Lelaki asal Malang Jawa Timur yang berusia 55 tahun itu telah bolak-balik jalan kaki dengan mendorong gerobaknya Malang-Jakarta tidak lain adalah untuk mendapatkan keadilan atas peristiwa yang sempat merenggut jiwa seorang anaknya. Ditemui saat memperbaiki as roda gerobaknya di Pati, Sabtu (22/2), Indra Azwan mengatakan jika perjalanannya Malang-Jakarta (PP) ini merupakan yang kelima. Aksi tersebut untuk menuntut keadilan hukum yang pernah dijanjikan Presiden SBY. ”Anak saya, Rizki Andika meninggal pada tahun 1993 lalu gara-gara ditabrak anggota kepolisian, bernama Joko Sumantri. Namun hingga sekarang tidak pernah ada proses hukumnya. Maka saya akan terus menuntut keadilan,” kata Indra Azwan sambil mengusap peluh di keningnya. Pada perjalanannya yang kelima ini, Indra Azwan berangkat dari rumahnya Malang pada 10 Februari 2014 lalu. Ia sengaja berjalan kaki memilih ruas jalan Pantura (Daendeles) dengan mendorong gerobak. Gerobak tersebut, selain berisi sedikit pakaian ganti yang hanya di- bungkus karung plastik, juga diisi sampah plastik atau kaleng. Karena di sepanjang jalan, Indra Azwan juga sengaja mencari sampah yang biasa bertebaran di jalan. Hasil memulungnya itu kemudian dijual. ”Dari hasil penjualan barang memulung kemudian saya belikan nasi atau air minum untuk bekal perjalanan,” ujarnya. Dan untuk istirahat, Indra Azwan memilih pompa bensin. Karena di SPBU memang disediakan tempat untuk istirahat dan terdapat MCK gratis. Dikisahkan, dari hasil perjalanannya yang pertama beberapa waktu yang lalu, diakui dia ditemui staf ahli kepresidenan. Selain mendapat bekal untuk perjalanan pulang ke Malang, Indra Azwan juga mendapat janji jika kasus yang dihadapi akan ditangani secara hukum. ”Namun nyatanya, sampai sekarang tidak ada apa apa. Saya kecewa atas janji dari SBY. Maka saya akan terus menagih janji presiden,” tuturnya. Petaka yang sampai merenggut anaknya, kenang Indra, berawal dari kecelakaan lalu lintas. Anaknya bernama Rizki Andika meninggal dunia karena menjadi korban tabrak lari. Namun sampai sekarang tidak pernah peradilan (Cuk) -o hukumnya. Bantuan Pugar 70 KK Rumah Miskin SALATIGA (KR) - Pihak Provinsi Jawa Tengah hanya mengabulkan bantuan pugar rumah tak layak huni bagi keluarga kurang mampu (miskin) bagi 70 KK. Padahal Pemkot Salatiga mengusulkan 200 KK. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) KB dan Ketahanan Pangan, Kota Salatiga Gati Setiti kepada KR, Minggu (23/2) mengatakan usulan tersebut sudah dilakukan akhir 2013 lalu. Bantuan 'rumah miskin' di Salatiga akhirnya diperoleh dari APBD Provinsi Jawa Tengah dilaksanakan di tahun 2014 ini. Diungkapkan, dari pengajuan ke provinsi, 130 proposal perbaikan rumah ditunda dan dijanjikan masuk anggaran perubahan 2014 mendatang di APBD Provinsi. "Tentu Bapermas akan mengajukan kembali ke provinsi untuk kekurangannya di perubahan sampai tertutup kebutuhan perbaikan rumah miskin di Salatiga. Mudah-mudahan terkabul semua nantinya," tambahnya. Bantuan dari provinsi tersebut untuk tiap rumah sebesar Rp 7 juta. Sedangkan namanama yang mendapat bantuan ini Bapermas masih menunggu data dari provinsi. "Bapermas juga ikut memetakan semoga bisa merata di empat kecamatan yang ada di Salatiga," jelasnya. Bantuan perbaikan rumah tak layak huni di Salatiga 2014 ini ternyata hanya dari provinsi saja. Sebab, di penetapan APBD Salatiga ini tidak mengalokasikan. "Tidak dialokasikannya di APBD Salatiga di tahun 2014 ini, memang ada keterbasan anggaran. Kami akan mengusulkan pada APBD perubahan nanti, sambil menunggu selesainya perbaikan rumah tak layak huni atas bantuan provinsi sebanyak 70 rumah tersebut," jelas Kabag Humas Pemkot Salatiga, Adi Setiarso kepada KR. Menurutnya, pengajuan di perubahan nanti diupayakan untuk memenuhi 130 rumah yang tidak dikabulkan bantuannya dari provinsi tersebut. (Sus)-m ATASI GENANGAN DAN BANJIR Diusulkan Bangun Saluran Panjang Sungai Wulan KR-Mc. Thoriq Dua buah air di tanggul Sungai Wulan berfungsi untuk pembuangan air jika terjadi genangan di daerah sekitar. KUDUS (KR) - Penamkemungkinan kembali terjadi bahan pintu air pembuangan banjir, terutama di kawasan ke Sungai Wulan perlu disekitar terminal bus induk Jati lakukan untuk mengatasi Kudus. Selain itu, pemerintah genangan sebagai antisipasi kabupaten (pemkab) setempat juga mewacanakan membangun long storage atau saluran panjang dari kawasan Tanggulangin (Jatiwetan) hingga Desa Tanjungkarang Kecamatan Jati Kudus. ”Kalau genangan air besar seperti saat banjir beberapa waktu lalu, pembuangan tidak bisa cepat. Kami akan berkoordinasi dengan BPSDA, agar menambah dua pintu air lagi sehingga jika sewaktu- waktu kembali terjadi genangan besar, bisa cepat dibuang,” ungkap Kepala Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (BMPESDM) Kabupaten Kudus, Sam'ani Intakoris, Minggu (23/2). (Trq)--s Hari Ini, 6.000 APK Ditertibkan SEMARANG (KR) - Panwaslu Kota Semarang memastikan, Senin (24/2) dan Jumat (28/2) Februari, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) akan menertibkan atau merazia 6.000 alat peraga kampanye (APK) yang pemasangannya melanggar aturan perundangan. Kepastian penertiban tersebut setelah dilakukan rapat koordinasi antara Panwaslu, KPU dan Pemkot Semarang. Anggota Panwaslu Semarang Muhammad Amin kepada KR, Minggu (23/2) menjelaskan, penertiban dua hari di akhir Februari tersebut, setelah ada persiapan persiapan cukup, dan dibahas dalam beberapa kali rapat gabungan. Dalam rapat disepakati, Kesbangpol sebagai penanggung jawab urusan politik Pemkot Semarang, berkewajiban menindaklanjuti rekomendasi pelanggaran pemasangan APK yang telah dua kali disampaikan Panwaslu Kota Semarang. Data pelanggaran APK yang direkomendasikan Panwaslu sebanyak 32 baliho dan 5.974 APK nonbaliho berupa spanduk, poster/banner maupun bender. ”Sebanyak 6.000 lebih APK kami nyatakan melanggar, dan sudah kami rekomendasikan ke KPU dan Pemkot Semarang, untuk ditertibkan,” ujarnya. Amin berharap pemkot melibatkan parpol dan para caleg dalam penertiban ini, agar menjadi kegiatan bersama. ”Kami harap pemkot menyurati parpol dan caleg untuk dilibatkan dalam penertiban ini,” tuturnya. Dijelaskan, penertiban 24 Februari akan menyasar Wilayah Barat dan Timur Semarang. Dengan titik awal pemberangkatan dari halaman Balaikota, rute ke Timur melalui Jalan Pemuda Pandanaran - Simpanglima - Ahmad Yani Sudiarto (Majapahit) - Perempatan Pedurungan - Arteri Soekarno Hatta-Citarum -Dr CiptoPeterongan-Sriwijaya-Pahlawan-Pandanaran. Adapun rute wilayah Barat melalui Jalan Pemuda - Sugiyopranata - Sudirman - Siliwangi Ngaliyan - Pamularsih -Basudewo -Pusponjolo Kaligarang - Sutomo. Menurut Amin, untuk penertiban 28 Februari meliputi kawasan utara dan timur, dan kawasan selatan. Sedang Rute Utara dan Timur melalui Jalan Pemuda - Tawang - Pengapon - Raden Patah - Citarum - Arteri Soekarno Hatta - Fatmawati - Keungmundu - Mrican - Pasar KambingTanah Putih - Sisingamangaraja - Sultan Agung. Rute Selatan melalui Jalan Sutomo - Sultan Agung - Kaliwiru - Jatingaleh - Patung Kuda Ada Maret - Terminal Banyumanik. (Isi)-s Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan hal ini kepada wartawan di Semarang Sabtu (22/2), terkait dengan permintaan pemerintah pusat agar Jateng menyediakan lahan pertanian kedelai seluas 20.000 hektare. Permintaan perluasan lahan kedelai tersebut untuk memenuhi kebutuhan kedelai secara nasional. Diakui, pihaknya sudah menerima kesiapan dari Pemkab Banyumas untuk menyediakan lahan pertanian kedelai hingga 10.000 hektare. Dengan demikian Gubernur yakin target 20.000 hektare tersebut akan bisa segera terpenuhi. Hal ini terkait pula dengan janji pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, yang akan memberikan bantuan benih kedelai untuk meningkatkan produktivitas kedelai nasional. Untuk merealisasikan target pengada- an lahan kedelai tersebut, Gubernur telah membentuk tim khusus dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait guna memetakan dan melakukan survei lahan potensial untuk tanaman kedelai. Gubernur menganggap keinginan pemerintah pusat tersebut justru dijadikan peluang untuk menciptakan daulat pangan di Jateng. Pemprov Jateng mendorong petani agar bersedia menanam kedelai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Pemprov Jateng Suryo Banendro mengatakan, lahan pertanian kedelai seluas 8.800 hektare yang siap ditanami tersebut berada di beberapa daerah seperti di Grobogan (5.000 hektare), Wonogiri (1.500 hektare), Kebumen (500 hektare). Kemudian Rembang (1.000 hektare), PT Perkebunan Nusantara IX (300 hektare), dan Perhutani unit I Jateng (500 hektare). Pemerintah pusat menginginkan perluasan lahan pertanian kedelai di Jateng hingga 20.000 hektare karena provinsi ini dinilai memiliki potensi yang bagus. ”Pemerintah pusat menilai Jateng memiliki kemampuan untuk memberikan kontribusi kedelai secara maksimal untuk menopang kebutuhan nasional. Apalagi selama ini produksi kedelai di Jateng selalu di atas rata-rata nasional,” tutur Suryo Banendro. Dari data yang ada di Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemprov Jateng menunjukkan, produksi kedelai setiap hektare lahan mencapai 1,5 ton. Sedangkan produksi nasional setiap hektarenya hanya sebesar 1,3 ton. Dengan demikian, jika lahan pertanian kedelai di Jateng diperluas hingga 20.000 hektare, maka produksi kedelai di Jateng akan mampu untuk memenuhi kebutuhan di Jateng dan menambah stok kedelai na(Bdi)-m sional. Megaproyek Air Baku Rp 840 M Menggantung KUDUS (KR) - Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Dadi Muria yang meliputi wilayah Kabupaten Grobogan, Kudus, Pati dan Jepara, hingga kini masih menggantung. Padahal wacana pembangunan megaproyek senilai Rp 840 miliar itu sudah digelindingkan sejak akhir 2011. Hingga saat ini proyek penyedian air baku permukaan yang dibiayai pusat tersebut masih berkutat pada validasi data, sehingga belum diketahui sampai kapan pengembangan jaringan air bersih untuk ratusan ribu pelanggan baru bisa terealisasikan. Koordinator SPAM Dadi Muria, Ahmadi Safaí mengakui, hasil koordinasi terakhir dengan pihak konsultan masih terkait soal validasi data. Data dimaksud meliputi banyak aspek mulai pasokan air baku hingga penggunaannya. ”Kami sendiri belum tahu kapan proyek SPAM dimulai. Sampai sekarang rencana pembangunan sudah molor dua tahun lebih. Belum ada perkembangan signifikan, masih menunggu hasil kajian dari konsultan,”' ungkap Ahmadi, yang juga Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus, Minggu (23/2). Sesuai skenario awal, proyek SPAM akan memasok air baku untuk jaringan distribusi utama wilayah Grobogan, Pati, Kudus dan Jepara. Molornya proyek diyakini akan berdampak pada grand design secara keseluruhan. Detail Engineering Design (DED) pun dipastikan akan berubah. Padahal jika tidak lagi ada validasi data, pembangunan proyek mulai berlangsung 2014 dan pelayanan penuh kepada pelanggan sudah dapat dilakukan 2015 mendatang. Menurutnya, kehadiran SPAM di Kota Kretek’ sangat penting untuk memperku- 10 Unit Mesin untuk Korban Kelud SEMARANG (KR) - PT Semen Indonesia membantu 10 unit mesin pencetak batako kepada korban letusan Gunung Kelud yang mengalami dampak paling parah. Bantuan melalui program CSR senilai Rp 300 juta, diserahkan simbolis oleh Direktur Komersil Aunur Rosidi, disaksikan Walikota Kediri dr H Samsul Azhar di kantor kecamatan Mojoroto kota Kediri, Sabtu (22/2). Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia Tbk Agung Wiharto dalam siaran pers yang dikirim ke KR, Minggu (23/2) mengatakan, mesin pencetak batako dengan kapasitas 1.000 batako perhari diberikan kepada remaja masjid Al Falah Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto. Kemudian Ahmad Jaid, Kelurahan Mojoroto Kecamatan Mojoroto dan Abdul Basri Kelurahan Gayam Kecamatan Mojoroto. Juga kepada Suharno dan Legiono Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto, Sujud Rianto Kecamatan Kras. Juga diberikan kepada M Zainuddin Kecamatan Ringinrejo, Sudarno Kecamatan Plemahan, Machfud Aziz Kecamatan Ngasem dan Subatin Kecamatan Grogol. Bantuan mesin, kata Agung, bermula dari melimpahnya pasir di sekitar korban Gunung Kelud. Lewat bantuan mesin, diharapkan pasir tersebut dapat dioptimalkan menjadi batako yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar. ”Kami berharap mesin ini bisa membantu warga dan pemerintah setempat untuk membenahi infrastruktur, sarana dan prasarana bagi warga, sehingga ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan normal,” ujarnya. Sebelumnya Semen Indonesia membantu Rp 2,7 miliar dan 10 unit kendaraan khusus penyisir pasir vulkanik di berbagai tempat. Kendaraan ini merupakan inovasi dan modifikasi kendaraan jeep dari Mobil Club Semen Gresik. Tidak hanya itu para karyawan Semen Indonesia yang tergabung dalam SKSI (Serikat Karyawan Semen Indonesia) juga membantu warga korban Kelud senilai Rp 26 juta berupa obat - obatan, makanan dan selimut. (Isi)-o 160.295 Anak Perlu Uluran Tangan GROBOGAN (KR) - Jumlah anak usia sekolah dari keluarga prasejahtera di Grobogan ada 164.585 anak. Dari jumlah tersebut yang sudah terbantu dari dana APBD melalui program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) sebanyak 24.287 jiwa. Sehingga masih ada 160.295 anak yang perlu mendapat uluran tangan. ”Saya mengajak kepada kalangan pejabat struktural, BUMD, BUMN dan siapa saja yang merasa tingkat sosial ekonominya mapan untuk menjadi orangtua asuh,” pinta Bupati Grobogan Bambang Pudjiono saat memberi sambutan launching GNOTA Mandiri dan pengukuhan Forum Komunikasi Kelompok Orang Tua Asuh (FKKOTA) daerah itu di pendapa kabupaten, baru-baru ini. Hadir dalam acara tersebut, ratusan siswa penerima bantuan dan sejumlah pejabat. Bupati mengatakan, masalah anak didik dari keluarga kurang mampu merupakan tanggung jawab semua pihak. Meski kebutuhan pendidikan sebagian besar telah ditopang oleh dana BOS, namun masih dibutuhkan uluran tangan dari orang tua asuh. Diakuinya, mulai 2007-2013, pemkab telah menganggarkan bantuan Rp 708,8 juta. Sementara itu, Ketua GNOTA Grobogan Dyah Bambang Pudjiono mengatakan, pada tahun 2013 ada 125 orangtua asuh dan mengumpulkan Rp 52,4 juta. Uang dibagikan pada 250 siswa SD/MI dengan nominal Rp 120 ribu peranak, 83 siswa SMP sederajad memperoleh Rp 240 ribu peranak. Dyah mengatakan GNOTA Mandiri mengharapkan partisipasi secara berkelanjutan selama tiga tahun dari Kepala SKPD, penjabat struktural, camat, serta BUMD Kabupaten Grobogan. Uang yang terkumpul akan disalurkan pada siswa dari keluarga prasejahtera agar me(Tas)-s nuntaskan pendidikan dasar sembilan tahun. at pasokan air bersih di kawasan Kudus bagian selatan. Terkait soal debit, usulan awal air diambilkan dari jaringan Waduk Kedungombo sebesar 1.350 liter per detik, tetapi akhirnya diturunkan menjadi 500 liter per detik. Mengenai pembagiannya, Kudus mendapat alokasi 110 liter per detik, disusul Jepara (190 liter pe detik), Grobogan (100 liter per detik), dan Pati (100 liter per detik). ”Satu liter per detik air baku dapat digunakan untuk 80 kepala keluarga. Selain berharap mendapat peningkatan air baku dari SPAM, kami juga menunggu sumber lain dari Waduk Logung di perbatasan Desa Tanjungrejo Kecamatan Jekulo dan Desa Kandangmas Dawe Kudus. Penyediaan air baku dari sumber permukaan sangat penting, karena stok air bawah tanah kian hari semakin berkurang dan terbatas,” terangnya. (Trq)--s Dikeluhkan, Turunnya Upah Pungut PBB KR-Unggul Priambodo Bupati Kendal Widya Kandi Susanti saat membayar PBB melalui Bank Jateng. KENDAL (KR) - Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) diserahkan kepada daerah yang semula dikelola pemerintah pusat. Pengalihan tersebut bakal menuai kendala karena upah pungut penarikan PBB oleh pihak desa bakal dikurangi, dibandingkan saat masih dikelola pemerintah pusat. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 69 tahun 2010 tentang tata cara pemberian dan pemanfaatan insentif pungutan pajak daerah dan retribusi daerah, upah pungut berkurang dari sebelumnya 5,4% dari total dana yang ditarik kini hanya 0,25% saja. Berkurangnya upah pungut ini mulai dikeluhkan sejumlah kepala desa bahkan dinilai memberatkan. ”Saat upah pungut 5,4% banyak yang tidak tertagih apalagi sekarang kurang menjadi 0,25%. Bagi kami pihak desa keberatan dan berharap ada kebijakan dari bupati untuk memperhatikan pihak desa agar tetap semangat menarik PBB,” jelas Ketua Paguyuban Kades Bahurekso, Bambang Utoro Jumat (21/2). Bambang menambahkan, jika upaya bupati memberikan kebijakan lokal tidak bisa berjalan ada peraturan pemerintah daerah yang berpihak kepada desa. ”Apapun bentuknya regulasi lokal yang akan dijalankan bisa bermanfaat kepada desa,” lanjutnya. Bupati Kendal Widya Kandi Susanti mengatakan, mestinya PBB setelah dikelola daerah upah pungut tidak dikurangi tetap pada angka 5,4%. ”Karena yang memungut PBB adalah pihak desa, pemkab akan berupaya berjuang mempertahankan upah pungut tersebut. Kita akan mencoba audensi dengan pusat agar daerah bisa membuat kebijakan lokal yang mengembalikan upah pungut tetap 5,4%,”ujar Widya. Jika hasil audensi juga belum membuahkan hasil, bupati Kendal akan menggalang dengan kepala daerah lain di Jawa Tengah agar peraturan pemerintah tersebut bisa direvisi terutama yang berkaitan dengan upah (Ung)-s pungut. Siswa Kurang, 7 PAUD Ditutup PEKALONGAN (KR) -Tujuh buah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Pekalongan ditutup Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga setempat. Penutupan dilakukan akibat jumlah murid kurang maupun metode pembelajaran yang dinilai tidak sesuai aturan yang ada. Kasie PAUD Dindikpora setempat, Ahmad Saumu, Sabtu (22/2), mengemukakan hal itu. Menurutnya, PAUD ditutup, karena tidak memenuhi syarat. Seperti berkurangnya jumlah murid, menu pola maupun metode pembelajarannya yang dinilai tidak sesuai dengan kurikulum. Jumlah itu kecil sekali jika dibandingkan dengan jumlah PAUD yang ada yakni sekitar 315 buah. Sehingga, penutupan tersebut tidak membawa dampak, terbukti setiap tahun PAUD semakin berkembang. ”Jumlahnya terus meningkat setiap tahun,” katanya. Sementara guna meningkatkan kreativitas dan prestasi anak, April mendatang akan digelar Gebyar PAUD diikuti oleh 100 sekolah PAUD dan 76 Taman Kanak-kanak. Diharapkan, anakanak mampu menunjukkan kepintarannya melalui berbagai lomba festival yang digelar. Di sisi lain, ajang itu juga akan mengukur sejauh mana keberhasilan belajar yang diberikan lembaga dalam memberikan pelatihan motorik kasar maupun halus (Riy)-m kepada siswa.
  • 19. SURAKARTA SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 19 RIBUAN UNGGAS MATI Positif karena Flu Burung KR-Said Masykuri Petugas Disnakkan Sragen memberikan suntikan vaksin pada unggas, untuk menghindari virus flu burung. SRAGEN (KR) - Kematian ribuan unggas di sejumlah wilayah Kabupaten Sragen selama kurun waktu sebulan terakhir, dipastikan karena virus avian influenza (AI) atau flu burung. Dinas peternakan dan perikanan (Disnakkan) setempat langsung menerima bantuan 20 ribu vaksin AI bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakan Sragen Nani Mulyani, Minggu (23/2) mengatakan serangan flu burung total terjadi 12 kasus itu telah mengakibatkan sedikitnya 5.000 unggas itik dan ayam mati. Kematian terbanyak terjadi di Desa Bandungsogo Kecamatan Ngrampal. Selain itu, serangan juga terjadi di Kecamatan Sidoharjo dan Sragen kota meski hanya kecil. Menurut Nani, temuan sejumlah kasus kematian unggas akibat flu burung tersebut memaksa Disnakkan langsung melakukan upaya pencegahan dan pengawasan. Di antaranya dengan pemberian vaksin pada unggas dan penyemprotan disinfektan pada kan- dang ternak. "Kami sudah melakukan berbagai antisipasi termasuk mengumpulkan para peternak agar menjaga kebersihan lingkungan kandang," ujarnya. Kekhawatiran tentang habisnya vaksin flu burung beberapa waktu lalu sudah bisa diatasi seiring datangnya bantuan vaksin dari Pemprov Jateng. Sedikitnya 20 ribu vaksin AI telah diterima dan diperkirakan bisa dipakai untuk menyuntik satu juta unggas. "Terkait distribusi, warga yang membutuhkan vaksin bisa langsung datang ke Disnakkan Sragen. Selain itu petugas juga akan menyisir ternak unggas yang ada," tandasnya. Wabah flu burung di Sragen mengakibatkan 3.455 ekor itik di Desa Bandungsogo Kecamatan Ngrampal, mati. Sedikitnya 9 peternakan milik warga di desa setempat terserang flu burung. Petugas telah mengambil sampel itik untuk diperiksa dan menyemprotkan disinfektan ke kandang ternak. (Sam)-g TRADISI PENAMAAN ORANG JAWA LANTARAN TIDAK ADA HONOR Berorientasi Harapan dan Kemuliaan Minat Jadi Relawan Sangat Rendah SOLO (KR) - Prof Dr Sahid Teguh Widodo menyatakan namanama orang Jawa tak bisa diperiodisasi. Ini terbukti setiap periode selalu ditemukan nama sama yakni dyah. Sementara pada dekade terakhir ini terjadi dekulturasi. Nama yang sama sekali bukan nama Jawa semakin banyak ditemukan. "Beberapa kali survei di kota Solo dan sekitarnya menunjukkan secara jelas bahwa nama-nama baru berorientasi pada agama dan keyakinan serta harapan akan kemuliaan," jelas Prof Sahid Teguh Widodo, staf pengajar Fakultas Sastra dan Seni Rupa (FSSR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Sabtu (22/2). Perubahan bentuk, makna dan fungsi nama orang Jawa terjadi karena adanya interaksi budaya Jawa dengan budaya pendatang yang masuk atau berada di luar wilayah Pulau Jawa. Proses sosial ditandai dengan saling pengaruh dan saling menerima antarbudaya. "Inilah sesungguhnya yang saya sebut sebagai akulturasi budaya," kata Sahid Teguh. Bentuk akulturasi budaya terjadinya penggantian unsur atau sebagian unsur nama orang Jawa dengan unsur nama asing yang dipandang lebih baru dan modern. Bentuk itulah yang mencerminkan adanya perpaduan antara dua unsur yang berbeda ke dalam satu bentuk nama. Unsur nama baru (asing) yang diterima dipadukan dengan unsur nama yang sudah sering digunakan. Menurut Sahid Teguh, dilihat dalam perspektif yang lebih luas yakni sosial budaya nama orang bukan sekadar arti. Sehingga perlu diteliti berdasarkan konteksnya atau informasi kultural. "Jadi dari nama kita bisa mengetahui sejarah orang Jawa," jelasnya. Menurut Sahid Teguh, dari nama bisa dipilahkan sesuai fase yang ada. (Qom)-g TEKAD GOLKAR DALAM PILEG 2014 Raih 170 Kursi di Parlemen KARANGANYAR (KR) - Partai Golkar optimis mampu mempertahankan tingkat elektabilitas Aburizal Bakrie (ARB), calon presiden yang diusungnya, seiring upaya mendulang perolehan kursi parlemen di Pileg 2014. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Partai Golkar Hajriyanto Y Thohari kepada KR di sela sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Balai Desa Blorong Kecamatan Jumantono Karanganyar, Sabtu (22/2) memastikan posisi ARB sebagai capres tidak tergoyahkan, baik itu dari internal maupun eksternal. "Partai Golkar memutuskan ARB sebagai capres dan ini tidak berubah sampai sekarang," katanya. Ditambahkan, meski didera gejolak antarpartai dan persaingan sosok capres, partai berlambang pohon beringin ini mengklaim berhasil mempertahankan elektabilitas ARB di peringkat ketiga calon pemimpin bangsa terpopuler. Tim pemenangan Partai Golkar terus memantau hasil survei elektabilitas masing-masing sosok dan pasangan yang telah diproklamirkan sebagai calon presiden oleh pengusungnya. Menuju pencapaian tersebut, lanjut pria yang menjabat Wakil Ketua MPR ini, Partai Golkar menguatkan pijakan di tingkat parlemen melalui perolehan kursi maksimal. Secara nasional, Golkar menargetkan 170 kursi di Pileg 2014. Target perolehan kursi digenjot dari perolehan faktual 106 kursi parlemen di pemilu periode sebelumnya. Dalam hal ini, pemberian beban ekstra di masing-masing Dapil dinilai logis. "Di Jawa Tengah, diharapkan naik menjadi 18 kursi dari sebelumnya 12 kursi. Sedangkan di Dapil Sragen, Karanganyar dan Wonogiri, minimal harus dua kursi. Meski, periode lalu kita hanya memperoleh satu kursi," jelasnya. (*-10)-g SRAGEN (KR) - Sejumlah petugas Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di Kabupaten Sragen mengaku kesulitan merekrut relawan pengawas Pemilu. Tidak adanya honor untuk relawan pengawas Pemilu menjadi faktor kurangnya minat untuk menjadi relawan. Padahal masing-masing PPL diharuskan untuk merekrut minimal lima orang relawan di wilayahnya. Salah satu PPL Desa Ngembatpadas Kecamatan Gemolong Sragen, Sudarto, Sabtu (22/2) menjelaskan pihaknya kesulitan mencari orang untuk direkrut menjadi relawan. Kebanyakan orang yang ditawari menanyakan honor yang akan diperoleh. "Mereka biasanya menanyakan ada tidaknya honor sebagai relawan pe- milu. Padahal, kami tidak bisa menjanjikan secara pasti soal honor itu," jelas Sudarto. Menurut Sudarto, jika ada kepastian tentang honor banyak warga yang bersedia menjadi relawan pemantau Pemilu. Tetapi begitu dipastikan tidak ada honor, maka warga yang ditawari langsung menolak. "Bagaimana bisa mencari relawan, belum mulai kerja saja biasanya sudah menanyakan honor. Terus terang kami kesulitan mencari relawan," jelasnya. Hal yang sama diungkapkan Budi Antana, anggota PPL Desa Ngarum Kecamatan Ngrampal. Ia mengaku sulit mencari warga untuk direkrut menjadi relawan karena tidak adanya imbalan berupa honor. Selama ini Budi meyakinkan para relawan tersebut nantinya juga akan kembali direkrut menjadi Mitra Pengawas Pemilu (MPP). "Mereka nanti juga akan direkrut jadi MPP. Kalau MPP memang ada honornya. Hal itu yang selalu kami sam- UMS Wisuda 151 Lulusan SOLO (KR) - Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (22/2) mewisuda 151 lulusan, seorang di antaranya bergelar doktor. Mereka dilepas Rektor UMS Prof Dr Bambang Setiaji MS didampingi Direktur Sekolah Pascasarjana Prof Dr Khudzaifah Dimyati. Prof Dimyati menjelaskan pada wisuda periode 1 Tahun 2014 terdapat 10 orang yang meraih predikat cumlaude. Indriyani Dewi dari program studi Manajemen Pendidikan meraih IPK tertinggi yaitu 3,92 dengan lama studi 18 bulan. Sepuluh wisudawan cumlaude, 6 dari Manajemen Pendidikan, 3 dari Pengkajian Bahasa dan seorang yang lain 3 wisudawan serta seorang dari program studi Sains Psikologi. Mereka menyelesaikan studi rata-rata 16 bulan sampai dengan 22 bulan. Dijelaskan, 151 wisudawan berasal dari 8 program pascasarjana (S2) dan 1 program doktor (S3). Seorang lulusan doktor (S3) dari Ilmu Hukum, 11 program studi Pemikiran Islam, 1 Pendidikan Islam, 8 Magister Manajemen, 95 Manajemen Pendidikan, 5 Ilmu Hukum, 1 Teknik Sipil, 16 Pengkajian Bahasa dan 13 Sains Psikologi. (Qom)-g CALON TRANSMIGRAN KARANGPANDAN Tunggu Keberangkatan ke Sumatera KARANGANYAR (KR) - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar belum memiliki kejelasan program transmigrasi terhadap 131 Kepala Keluarga (KK) asal Karangpandan. Tahun ini, usulan mengirim mereka ke Sumatera dan Kalimantan Timur belum direspons Pemprov Jateng. "Waiting list mencapai 131 KK. Pemkab mengutamakan transmigrasi bagi warga Karangpandan untuk merelokasinya dari wilayah rawan bencana itu," jelas Kepala Dinsosnakertrans Sumarno, Minggu (23/2). Sumarno mengatakan, tahun 2013 Pemkab Karanganyar memberangkatkan 10 KK ke Nunukan, Kalimantan Utara dan 10 KK ke Bengkulu. Di sana, pemerintah memberi fasilitas berupa tempat tinggal dan lahan untuk kebun kelapa sawit. Sedangkan tahun ini, rencana tersebut masih tetap meski belum ada kejelasan dari Pemprov Jateng maupun pemerintah pusat. Dijelaskan, pemberangkatan transmigran akan diawali pemeriksaan lokasi guna memastikan fasilitas hidupnya tersedia berupa rumah, air bersih dan kebun untuk bercocok tanam. Penyediaan fasilitas menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, sedangkan uang saku Rp 2 juta/KK ditanggung Pemkab Karanganyar. "Jumlah yang ditanggung empat orang. Pasangan suami istri dengan dua anak," jelasnya. Sumarno menambahkan, para calon transmigran menghendaki dikirim ke Sumatera dan Kalimantan karena lokasinya masih berdekatan dengan kampung halaman serta tanahnya subur. (*-10)-g JALAN PENGHUBUNG RUSAK PARAH Kecewa, Warga Pasang Patok SRAGEN (KR) - Kondisi jalan penghubung Kecamatan Jenar-Kecamatan Sambungmacan Sragen, semakin parah. Kerusakan jalan sepanjang 4 km itu, tentu memprihatinkan karena perbaikan baru dilakukan lima bulan lalu, menggunakan dana Proyek Percepatan Infrastruktur Pedesaan (PPIP). Merespons buruknya kualitas jalan, warga melakukan protes dengan cara memasang patok di tengah jalan. Pemasangan patok itu sebagai simbol kekecewaan warga, sekaligus sebagai tanda agar pengguna jalan lebih hatihati saat melintas. Salah satu warga Desa Dawung Kecamatan Jenar Sragen, Paimo (45), Minggu (23/2) menyampaikan selama ini banyak pengendara sepeda motor yang terjatuh di sepanjang ruas jalan yang rusak. Jalan penghubung kecamatan serta alternatif menuju Jawa Timur (Jatim) ini kondisinya sudah rusak berat. Selain bergelombang, beberapa titik juga ditemukan lubang menganga. Menurut Paimo, jalan yang dibangun dengan dana PPIP itu baru saja selesai diperbaiki pada akhir 2013. Namun perbaikan tidak dilakukan secara total dengan pengecoran, melainkan hanya dengan cara tambal sulam. Menurut Paimo, ruas jalan itu sangat vital bagi warga karena merupakan jalur utama menuju kota Sragen serta ke wilayah Jawa Timur. "Arus lalu lintas lumayan padat sehingga kami pasangi patok agar pengendara lebih hati-hati. Sejauh ini sudah ada lima kecelakaan terjadi selama sepekan terakhir," tandasnya. Kabupaten Sragen mendapatkan kucuran dana PPIP untuk 159 titik di 208 desa. Bantuan dari pemerintah pusat ini langsung diberikan ke masing-masing desa sebesar Rp 250 juta. Mayoritas bantuan tersebut digunakan untuk perbaikan jalan dengan cara betonisasi atau pengerasan ja(Sam)-g lan. paikan," tuturnya. Lain lagi cara yang ditempuh Trio, petugas PPL Desa Pilangsari Ngrampal. Awalnya ia juga merasa kesulitan mencari relawan dengan alasan yang sama. Tapi setelah dipikir-pikir akhirnya Trio mengajak tetangga terdekat dan keluarganya untuk diajak jadi relawan. Selain itu Trio juga meyakinkan kalau relawan tersebut nantinya akan direkrut menjadi MPP. "Saya ajak tetangga dan saudara. Mereka saya janjikan menjadi MPP dan dapat honor. Kalau nanti ternyata honor MPP tidak ada maka terpaksa saya yang bayar mereka," tambahnya. (Sam)-k JALUR NGADIREJO-BATURETNO Berlubang, Makan Korban Jiwa WONOGIRI (KR) - Jalur Ngadirejo-Baturetno tepatnya ruas Kutukan Sendangrejo Baturetno, Sabtu (22/2) sore, memakan korban. Pengendara Suzuki Smash Titan AD 4950 I, Katman (44) warga berboncengan dengan Warni (50) warga Dusun Josari RT 2 RW 3 Desa Jimbar Kecamatan Pracimantoro jatuh lantaran berusaha menghindari jalan berlubang. Dalam kejadian tersebut pembonceng mengalami luka pada bagian kepala. Keduanya sempat dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Baturetno. Katman mengalami luka ringan, sedangkan Warni luka parah di bagian kepala. Akibat lukanya, nyawa Warni tidak bisa diselamatkan. Kerusakan jalur NgadirejoBaturetno memang cukup parah. Jika tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin akan jatuh korban lagi. Kejadian bermula, ketika Katman bersama Warni melaju dari arah utara (Wonogiri) menuju selatan (Baturetno). Sampai di TKP yang kondisi jalannya berlubang, mengagetkan Katman. Diduga karena kurang hati-hati, roda sepeda motor terjerembab ke dalam lubang, menyebabkan laju kendaraan tak terkendali. Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Budiyono melalui Kanit Laka Lantas Aiptu Bambang Sudiyanto, Minggu(23/2) menyebutkan kecelakaan itu sifatnya laka tunggal, karena pengendara sepeda motor kurang hati-hati. (Dsh)-g GAMBAR CALEG DIPASANG DI POHON Dinilai Tidak Peduli Lingkungan WONOGIRI (KR) - Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa gambar calon legislatif (caleg) dengan cara memaku pada pohon dinilai sebagai perilaku yang tidak peduli lingkungan. Karena itu, pihak-pihak berkompeten diminta melakukan penertiban dengan melibatkan partai politik (parpol) asal caleg 'nakal' tersebut. Koordinator Komunitas Peduli Lingkungan Tanah Udara Air (Kopling Tua) Prasetyo, Minggu (23/2) mengemukakan saat dilakukan penertiban, hendaknya seluruh caleg diikutsertakan agar mereka tahu, bahwa pemasangan APK di pohon melanggar aspek kepedulian lingkungan. Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Wonogiri Tulus Premana Edi SH menegaskan memaku APK pada pohon termasuk melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013 dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 30 Tahun 2013. "Sudah berulangkali kami bersama tim penertiban kabupaten melakukan penertiban. Kami tegaskan bahwa memasang APK dengan memaku di pohon maupun melintang jalan, melanggar regulasi," tegas Tulus. (Dsh)-g FESTIVAL DURIAN KARANGANYAR Meriah dan Membawa Berkah KR-Said Masykuri Jalan penghubung Kecamatan Jenar-Kecamatan Sambungmacan Sragen, kondisinya sangat parah. KARANGANYAR (KR) - Festival Durian Karanganyar 2014 di lapangan Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Minggu (23/2) membawa berkah bagi para pemilik pohon 'raja buah'. Sekitar 5.000 butir durian yang dijajakan di 60 stan laris manis diborong para pengunjung. Festival tersebut juga menjadi ajang bertaruh gengsi para pemilik durian berkualitas asal Jumantono. Camat Jumantono Timotius Suryadi kepada KR di arena lomba mengatakan warganya, Darmi berhasil meraih predikat pemilik durian terbaik tahun ini, menyingkirkan 58 peserta lomba. Kepada pemenang, panitia menyerahkan satu unit pesawat televisi. Tak hanya itu. Dengan meraih predikat pemenang lomba, hasil kebun Darmi langsung diprospek pembeli. "Para juri dari Dinas Pertanian dan Muspika. Penilaiannya berdasarkan ketebalan buah, warna dan rasa," imbuh Kepala Desa (Kades) Genengan Samidi. Festival Durian 2014 yang kali pertama digelar di Jumantono menyuguhkan hingga 5 ribu butir ‘si raja buah’ hasil kebun sendiri. Panitia sengaja menjual jenis keping dan petruk untuk menaikkan pamor durian lokal. Hasil pantauan KR, transaksi bebas dilakukan di stan festival maupun di sepanjang jalur mulai pintu masuk kecamatan sampai lokasi. (*-10)-g
  • 20. BANYUMAS SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 20 KEJUARAAN NASIONAL RIVERBOARDING 80 Atlet Bertarung di Sungai Klawing PURBALINGGA (KR) - Kejuaraan Nasional Riverboarding Sejajar II diselenggarakan di Sungai Klawing Purbalingga, 22-23 Februari 2014. Tidak kurang dari 80 peserta dari 5 provinsi di Indonesia ikut 'bertarung' dalam kejuaraan nasional tersebut. "Kebanggaan bagi Purbalingga bahwa potensi yang kita miliki yakni Sungai Klawing dijadikan tempat menggelar kegiatan nasional. Tentu akan semakin mengangkat pariwisata kita," tutur Bupati Purbalingga Drs Sukento Ridho Marhaendrianto MM, saat membuka kegiatan di lokasi start kompleks jembatan Sungai Klawing di Desa Tangkisan Kecamatan Mrebet, Sabtu (22/2). Sukento mengakui, penyelenggaraan Kejurnas Riverboarding bisa meningkatkan pariwisata Purbalingga. Menurutnya, kegiatan yang banyak diikuti peserta dari luar Purbalingga menjadi media promosi yang luar biasa. Ketika banyak wisatawan yang datang ke Purbalingga akan menguntungkan berkembangnya para pengusaha UMKM. Ketua Panitia Kejuaraan Riverboarding Purbalingga, Toto Triwindarto menyebutkan Kejurnas Riverboarding Sejajar II merupakan kelanjutan dari Kejurnas Riverboard- JELANG PEMILIHAN UMUM Banyak Anggota DPRD Bolos PURWOKERTO (KR) - Pemilihan umum anggota legislatif (pileg) 9 April 2014 makin dekat. Banyak anggota DPRD Banyumas yang kembali 'menjagokan' diri sebagai calon anggota legislatif (caleg), namun kegiatan di DPRD mereka tinggalkan. Berbagai rapat pleno maupun Pansus DPRD makin sedikit dihadiri para anggota DPRD incumbent tersebut. Wakil Ketua Pansus Perubahan atas Perda no 20 tahun 2011 tentang Tarif berbagai Pungutan Retribusi Lokawisata Baturaden, Nanung Astoto, mengakui makin banyak anggota DPRD yang 'bolos' kerja maupun rapat pembahasan kedewanan. "Seperti rapat pansus ini, anggota dewan yang ikut dalam Pansus ini hanya tujuh orang yang hadir. Padahal anggota Komisi B dan C DPRD Banyumas 20 orang,” tutur Nanung Astoto, Jumat (21/2)lalu. Begitu juga rapat pansus yang membahas Raperda Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir dan Anak Balita (KIBBLA) yang seharusnya dihadiri semua anggota Komisi A dan D DPRD Banyumas, juga hanya 5 anggota DPRD yang hadir membahas. "Ini kenyataan yang ada. Biarlah masyarakat yang akan menilai nanti. Yang jelas menghadiri rapat pansus sebenarnya wajib. Itulah sebabnya, saya, meskipun juga harus sibuk cari suara untuk pileg 9 April 2014 besok, hadir dalam rapat pansus tetap saya laksanakan," kata Nanung. Pakar Ilmu Politik yang juga dosen Fisip Unsoed Purwokerto, Ahmad Sabiq, mengatakan makin sepinya kantor DPRD merupakan cermin integritas kinerja mereka sebagai wakil rakyat. Oleh karena itu masyarakat perlu tahu kondisi seperti itu. “Itu contoh buruk, karena kinerja sebagai anggota DPRD tidak harus menurun, meskipun pileg semakin dekat. Persoalan kampanye di luar gedung itu hak, tetapi persoalan hadir di kantor membahas permasalahan untuk kesejahteraan rakyat adalah wajib," tandas(Ero)-k nya. Satpol PPButuh Alat Tes Alkohol PURWOKERTO (KR) - Banyaknya minuman keras (miras) yang ditemukan dijual bebas di sejumlah toko modern di Banyumas dengan kadar alkohol bertuliskan 4,9 persen, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas membutuhkan alat untuk mengetes kadar alkohol dalam miras. "Untuk mengetes kebenaran kandungan kadar alkohol kita butuh alat tes, sementara kita belum punya," kata Kepala Satpol PP Banyumas, Rusmiyati, Sabtu (22/2) Ia menjelaskan, sebelumnya Satpol PP menemukan minuman beralkohol merek ternama kemasan kaleng yang dijual di salah satu minimarket yang disegel, karena belum melengkapi perizinan usaha. Miras yang dikemas dalam kaleng tercantum tulisan jika kadar alkoholnya hanya 4,9 persen. Namun untuk memastikan apakah kadar alkohol minuman benar 4,9 persen maka butuh alat tes. Lantaran Satpol PP tidak memiliki alat tes untuk mengukur kadar alkohol maka harus diperiksa ke laboratorium. Ia menambahkan batas maksimal kadar alkohol untuk miras yang dijual bebas di Banyumas sesuai aturan sebesar 5 persen. Diharapkan dengan memiliki alat pengukur tes kadar alkohol untuk mengetes setiap minuman keras atau beralkohol yang dijual bebas. Maka dalam proses hukum, Satpol PP akan memiliki bukti yang kuat saat melakukan operasi terhadap peredaran miras. "Saat menggelar razia miras, kita tes dulu kalau ada miras kadar alkoholnya di atas 5 persen, kita ambil untuk proses hukum lebih lanjut, karena miras dengan kadar alkohol di atas 5 persen tidak (Dri)-k boleh dijual bebas," jelas Rusmiyati. Bimtek Pemilu untuk Wartawan BANJARNEGARA (KR) - Sebanyak 12 wartawan media cetak dan elektronik anggota PWI Pokja Banjarnegara, Sabtu (22/2), mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Pemahaman Kepemiluan di ruang media center KPU Banjarnegara. Ketua KPU Banjarnegara, Gugus Risdaryanto, mengatakan bimtek pemilu bagi wartawan dianggap penting, utamanya berkaitan dengan sosialisasi Pemilu kepada masyarakat. Melalui pemberitaan media tentang Pemilu secara gencar diharapkan ikut mendongkrak angka partisipasi masyarakat. "Kami berharap, dengan diadakannya bimtek, wartawan menguasai betul apa yang ditulis menyangkut kepemiluan. Selain itu pemberitaan tentang pemilu diharapkan bisa meningkatkan partisipasi masyarakat lebih maksimal lagi dibanding Pilbup, Pilgub dan pemilu legislatif sebelumnya," ujar Gugus. Materi bimtek disampaikan oleh kelima komisioner KPU Banjarnegara sesuai dengan divisinya. Koordinator PWI Pokja Banjarnegara M Syarif SW berharap dengan mengikuti bimtek wartawan terhindar dari kesalahan dalam menulis berita menyangkut Pemilu. "Pemberitaan tentang Pemilu bisa menjadi masalah yang sangat sensitif jika sampai terjadi kesalahan. Oleh karenanya, wartawan harus benar-benar memahami apa yang ditulisnya," kata (Mad)-k Syarif. ing Sejajar I yang diselenggarakan 2 tahun lalu di Bogor, Jawa Barat. Selain menu utama kompetisi dengan spirit sportivitas, sesuai tema 'Kelestarian Sungai untuk Kehidupan', panitia juga menyelenggarakan kegiatan pelestarian lingkungan berupa penanaman bibit pohon di sekitar daerah aliran sungai dan penebaran benih ikan. “Ajang kejurnas ini juga disisipi kegiatan sarasehan Jajaran Riverboarder Indonesia (Sejajar) II. Kegiatannya melibatkan masyarkat umum, termasuk mahasiswa, pelajar dan aktivis olahraga sungai,” ujar Toto yang juga Ketua Komunitas Kayak Tirtaseta Purbalingga. Kegiatan yang baru pertama kali di Purbalingga ini, lanjut Toto, dihadiri riverboarder dari 5 provinsi yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jateng, Jatim dan Bali. “Target kita 100 peserta. Namun hanya 80 peserta yang hadir. Tiga di antaranya peserta perempuan,” jelas Toto. Selama dua hari, Kejurnas Riverboarding terbagi dalam tiga kategori. Yakni Kategori boardercross umum dan boardercross veteran yang diselenggarakan Sabtu (22/2). Pada hari Minggu (23/2) dilombakan kategori endurocross yang diikuti seluruh peserta. Para peserta menempuh jeram sepanjang 7 km, dilepas dari lokasi start di Desa Tangkisan Mrebet KR- Toto Rusmanto Kejurnas Riverboarding di Sungai Klawing Purbalingga. dan finish di Desa Onje. “Selain hadiah berupa uang tunai jutaan rupiah, pemenang mendapat piala yang terbuat dari batu Sungai Klawing. Piala dari batu itu untuk menampilkan kekayaan potensi lokal batu mulia Purbalingga,” kata(Rus)-k nya. Diserang Binatang Buas, 20 Kambing Mati BANJARNEGARA (KR) - Sedikitnya 20 ekor kambing di Desa Lawen Kecamatan Pandanarum Banjarnegara mati akibat diserang binatang buas, selama beberapa hari terakhir. Kejadian yang berlangsung malam hari membuat para warga resah. Kandang hewan ternak umumnya berada di belakang rumah. Sejumlah warga Dusun Jambu Desa Lawen, Minggu (23/2), menuturkan serangan binatang buas terhadap kambing terjadi sejak Rabu malam, 19 Februari. Salah satu warga, Samiardi, mengatakan sekitar pukul 22.30 mendengar suara gaduh di kandang belakang rumah. Samiardi bersama beberapa keluarganya bergegas ke kandang dan mendapati 5 ekor kambing mati bersimbah darah dengan luka di bagian leher, perut dan kaki belakang. "Saya terkejut sekaligus sedih melihat keja- dian ini. Bagaimana mungkin kambing-kambing itu mati dalam waktu singkat," ujarnya. Lelaki itu mengaku melihat secara samar-samar ada binatang berbulu merah loreng hitam dan putih dekat kandang. Ia bersama para warga berusaha memburu binatang misterius tadi, namun gagal. Pada saat hampir bersamaan, warga lainnya Sarnoto, juga dikejutkan oleh suara jeritan kambing dan suara mirip gonggongan anjing di arah kandang. Ia bergegas menuju kandang sambil membawa pentungan dan menjumpai satu di antara beberapa kambing miliknya luka parah di bagian leher dan paha kaki belakang. Informasi lain menyebutkan, pada hari berikutnya, Kamis (20/2), serangan binatang buas terjadi di Dusun Pagiranja Lawen. Sedikitnya 9 ekor kambing milik Miarto ditemukan mati di kandang dengan luka pada bagian leher, perut dan kaki. Kejadian serupa juga terjadi di Dusun Jambu tetangga Pagiranja. Sejumlah kambing milik warga ditemukan sudah jadi bangkai dengan bekas gigitan di beberapa tempat. Kepala Desa Lawen, Suparmo, mengatakan, dari hasil pendataan sementara, sampai Minggu siang jum- Pedonor Darah Dapat Penghargaan PURWOKERTO (KR) Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Banyumas, Sabtu (22/2), memberikan penghargaan kepada 10 orang yang sudah lebih 100 kali mendonorkan darahnya. Pemberian penghargaan sebagai bentuk apresiasi PMI kepada para pedonor darah dan Kelompok Donor Sukarela (KDDS). Penyerahan penghargaan dan piala dilakukan oleh Bupati Banyumas Ir Achmad Husein pada acara silaturahmi KDDS di Pendapa Sipanji. Sejumlah KDDS yang menerima penghargaan untuk kategori sekolah yaitu SMK Maarif NU 1 Sumpiuh, SMA Negeri 1 Purwokerto dan SMK SPM Nasional Purwokerto. Kemudian untuk kategori perguruan tinggi yaitu STIMIK Amikom Purwokerto, Gramatepa STT Wiworotomo Purwokerto dan Faktapela STAIN Purwokerto. Sedang untuk kategori desa dan kelurahan yakni Desa Tlaga Kecamatan Gumelar, Karang Taruna Corps Tjikopenkan Kecamatan Lum- KR- Driyanto Bupati Banyumas memberikan penghargaan kepada perwakilan pedonor kelompok. bir dan Desa Gumelar Kecamatan Gumelar. Untuk tingkat Instansi pemerintah dan swasta masing-masing Moro Grosir dan Ritel Purwokerto, Departemen Store Depo Pelita Sokaraja dan RSUD Ajibarang. Kelompok ormas dan komunitas diberikan kepada Pimpinan Cabang Muhammadyah Cilongok, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Karanglewas dan Scooter Wangon Ketua PMI Cabang Pur- wokerto dr H Widodo HS mengatakan bahwa di Banyumas terdapat 473 KDDS tercatat sebanyak kurang lebih 56.000 pedonor. "Untuk tahun 2013 kebutuhan sebanyak 45 ribu kantong. Artinya ketika kebutuhan perhari antara 130-140 kantong, ketersediaan dari pedonor rata-rata 120 kantong perhari, dengan demikian di Banyumas dapat dikatakan terpenuhi,” jelas Widodo. (Dri)-k lah kambing mati tercatat 20 ekor dan beberapa diantaranya selamat, meski luka. Menurutnya, para warga di ketiga dusun yang menjadi sasaran serangan binatang misterius berinisiatif mengandangkan kambing-kambing milik mereka ke rumah untuk menghindari kemungkinan adanya serangan. Mereka juga giat melakukan ronda malam sambil membawa senjata tajam. Kekhawatiran juga melanda para pemilik hewan besar, sapi dan kerbau. "Mereka berjaga-jaga di dekat kandang pada malam hari, karena tak mungkin mengandangkannya di rumah," ujar Suparmo. Para warga memperkirakan, binatang buas yang menyerang kambing berasal dari hutan di sekitar Lawen. (Mad)-k PAUD SAKILA KERTI RAIH PENGHARGAAN Bentuk Anak Kreatif dan Disiplin TEGAL (KR) - Sejak berdiri tahun 2008 lalu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Sakila Kerti yang berada di wilayah Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, terus berkembang. Berbagai fasilitas terus mengalami peningkatan baik sarana, prasarana maupun mutu pendidikannya. Kini PAUD itu telah dilengkapi dengan fasilitas kolam renang Raudlathul Anfal (RA) Sakila Kerti dan akan diresmikan Walikota Tegal, Ikmal Jaya SE Ak, Selasa (25/2) besok. Menurut Pimpinan PAUD Sakila Kerti, Sismiyati SSi SKom, Minggu (23/2), sampai kini jumlah anak didik mencapai 100 anak. Peresmian kolam renang akan dihadiri Direktur Pendidikan Masyarakat Ditjen PAUDNI Kemendiknas, Adi Kusmiadi dan pejabat tinggi Kota Tegal. "Kolam renang ini sengaja dibuat untuk melengkapi fasilitas ruang anak dan dananya bantuan dari Pemkot Tegal, setelah PAUD ini menerima penghargaan tingkat nasional pada tahun 2012 lalu", ujar Sismiyati. Demikian juga di atas kolam renang dikelilingi foto diri sejumlah tokoh seperti dalang Enthus Susmono, dalang suket Slamet Gundono, aktor Ray Sahetapi, artis Yesi Gusman, Dewi Huges, Walikota Tegal Ikmal Jaya dan sejumlah tokoh lainnya. "Foto mereka sengaja saya pasang karena mereka pernah datang ke PAUD ini dan biar anak-anak tahu sejumlah tokoh itu," kata Sismiyati. PAUD Sakila Kerti berada di tengah perkampungan warga Panggung dan satu kompleks dengan Taman Bacaan Masyarakat Sakila Kerti. Menurut Pengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti Dr Yusqon, keberadaan PAUD dan TBM mampu mendorong anak kreatif dan disiplin. Di dalamnya diajarkan berbagai kreativitas anak mulai dari menulis, membaca, menggambar, mengaji Juz amma, menyanyi, berpuisi dan membuat tulisan karangan. "Satu lagi fasilitas kolam renang untuk mengajari anak sedini mungkin pandai berenang, harapannya anak tidak usah berenang di lain tempat yang mengeluarkan biaya banyak, (Ryd)-k karena di sini gratis," ujar Yusqon. NUSAKAMBANGAN RIDES 2014 Komunitas Motor Gede Beraksi di Cilacap CILACAP (KR) - Kabupaten Cilacap terus menggenjot peningkatan kunjungan wisatawan. Oleh karenanya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap kini bekerja sama dengan Komunitas Harley Davidson Owner Group (HOG) menggelar 'Nusakambangan Rides 2014', Aksi para penggemar motor gede pada Sabtu (22/2) lalu tidak hanya ber- kunjung ke objek wisata di Kota Cilacap tapi juga Pantai Teluk Penyu, dan mereka diajak menikmati keindahan alam Nusakambangan, di antaranya Pantai Permisan. "Ada ratusan motor gede yang datang ke Cilacap," ujar Kepala Bagian Humas Setkab Cilacap Taryo SSos, Minggu (23/2). Karena yang mengadakan kunjungan ke Cilacap tidak hanya KR-Maksum Sebagian motor gede peserta 'Nusakambangan Rides 2014'. komunitas Harley Davidson, namun sejumlah komunitas motor gede lainnya ikut memeriahkan 'Nusakambangan Rides 2014' tersebut. Dampaknya tingkat hunian hotel maupun penginapan meningkat tajam, karena hampir semua hotel dan penginapan yang ada penuh dengan tamu. Bahkan sejumlah komunitas motor gede itu terpaksa menginap di Purwokerto karena tidak kebagian kamar di Cilacap dan baru pada Sabtu (22/2), mereka bergabung bersama komunitas motor gede lainnya untuk melakukan touring di Cilacap dan Nusakambangan. Menurutnya, kegiatan tersebut terkait pula dengan peringatan Hari Jadi ke-158 Cilacap, karena pada 21 Maret mendatang usia Kabupaten Cilacap mencapai 158 tahun. Dengan digelarnya kegiatan itu akan membuat dunia kepariwisataan di Cilacap terus menggeliat. Pembina HOG, yang sekaligus Ketua Panitia Nusakambangan Rides 2014, Sunarto mengatakan pihaknya sedang membuka spot-spot baru kepariwisataan di seluruh Indonesia dan Kabupaten Cilacap merupakan salah satu daerah tujuan, karena memiliki berbagai objek wisata yang menarik termasuk pulau Nusakambangan. Menurutnya, HOG juga sudah meng- adakan kegiatan touring di Padang Sumatera Barat dan terakhir Cilacap," lanjutnya. Peluang Investasi Dikatakan, hingga kini, masih banyak potensi investasi di Cilacap yang belum tergarap, termasuk rencana Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk membangun jalan tol. Kegiatan itu, merupakan suatu peluang investasi yang prospektif, sehingga mereka didatangkan ke Cilacap. Pada saat ramah tamah, Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji diberi kesempatan memaparkan potensi investasi. "Mumpung kami ada di Cilacap,î ujarnya. Sunarto mengatakan, pihaknya juga menyatakan menampik anggapan jika kegiatan itu banyak menyedot dana dari APBD Cilacap. Untuk kegiatan 'Nusakambangan Rides 2014' pada dana penyelenggaraan sepenuhnya didukung HOG. Sedang Cilacap hanya ketempatan dan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut. "Bahkan sebagai wujud kepedulian dan kecintaan kami pada Cilacap, teman-teman HOG secara sukarela telah menyumbang bukubuku pelajaran untuk siswa SD dan SMP serta alat peraga sebanyak empat truk atau senilai Rp 4 miliar lebih," (Mak)-k katanya.
  • 21.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI :                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         www.krjogja.com dan   krjogja.com/m
  • 22.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI :                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     www.krjogja.com dan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                              krjogja.com/m                                                                                                                                                                                                                                                                                     
  • 23.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            IKLAN BARIS DAPAT ANDA AKSES DI :                                                                                                                                                                                                                                                                                                www.krjogja.com dan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            krjogja.com/m                                                                                                                                                      
  • 24. ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 24 SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) Demo Masak Horison untuk Masyarakat TANGKAP SANCA: YOGYA (KR) - Horison Ultima RISS Yogyakarta mengadakan demo masak bersama Chef Erwin Susanto, di area parkir sebelah barat Horison Ultima RISS Yogya, Minggu (23/2). Acara ini merupakan bentuk terima kasih kepada masyarakat Yogya, khususnya di sekitar kawasan Gowongan Kidul karena telah diterima jadi bagian keluarga. Demo masak tersebut dihadiri anggota PKK Kawasan Sitisewu. Dengan menu ala Italian yang mudah dibuat, enak dan bergizi. Kemudahan memasak untuk mendapatkan citarasa internasional. "Tidak terasa sudah 11 bulan hotel ini menjadi bagian dari keluarga masyarakat Yogya. Karenanya, rencana demo memasak ini akan menjadi agenda reguler untuk mengenal lebih dekat masyarakat di kawasan Gowongan," ungkap Public Relation Manager Horison Ultima, Catharina Vemy. Diungkapkan, acara ini merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) Horison Ultima RISS Yogya kepada masyarakat sekitar. "Menjadi bagian masyarakat Yogya memang angan kami ke depan. Memperkenalkan keramah-tamahan Indonesia dan menjaga hubungan baik dengan (Mez)-m masyarakat," tuturnya. Warga Pedukuhan Sidorejo Desa Glagah Kecamatan Temon menangkap sepasang ular sanca seukuran betis, Sabtu (22/2) malam. Satu ekor di antaranya lepas setelah disimpan semalaman. Ular yang masih ada sepanjang 4 meter dan berat sekitar 15 kg tersebut disimpan di dalam karung plastik di rumah Suharyono dan menjadi tontonan PEMBERHENTIAN 2 DUKUH DI SIDOREJO warga sekitar. Mundur Setelah Didemo Warga PONJONG (KR) - Pemberhentian dua dukuh di Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong, Suradi (Dukuh Gunungkrambil) dan Mugiyono (Dukuh Bolo Dukuhkidul) bukan karena buntut laporan tokoh masyarakat kepada bupati. "Sebaliknya ada surat pernyataan pengunduran diri dari Suradi, Dukuh Gunungkrambil sebagai dukuh sebagai buntut dari aksi demo warga setempat," kata Camat Ponjong Drs Susilo Marwoto mengklarifikasi adanya pemberhentian dua dukuh di Sidorejo. "idak benar kalau pemberhentian dua dukuh di Sidorejo karena buntut dari laporan warga kepada bupati beberapa waktu lalu," ujarnya, 6Minggu (23/2). Secara kronologis Susilo Marwoto menjelaskan, 4 Mei 2013 sedikitnya 102 orang tokoh dan warga Padukuhan Gunungkrambil menyatakan mosi tidak percaya atas kepemimpinan Suradi sebagai Dukuh Gunungkrambil. Dalam waktu itu juga Suradi membuat pernyataan untuk menyelesaikan permasalahan baik menyangkut masyarakat dan padukuhan hingga Oktober 2013.. Masyarakat semakin jengkel karena tidak ada upaya perbaikan, maka pada 24 Januari 2014 masyarakat kembali melakukan aksi demo dan sepakat memberhentikan Suradi sebagai Dukuh Gunungkrambil. Alasannya Suradi telah menggelapkan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2010. Tidak menjalankan tugas sebagai dukuh, diantaranya tidak membagikan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB 2012 kepada wajib pajak dan telah mencemarkan nama baik warga Gunungkrambil. Pada hari yang sama ratusan warga Padukuhan Bolo Dukuhkidul yang diperkuat oleh 6 Ketua RT juga melakukan aksi demo dengan tuntutan pemberhentian Mugiyono sebagai Dukuh Bolo Dukuhkidul. Alasan warga menuntut mundur dukuhnya karena diduga menggelapkan uang PBB 2010 sebesar Rp 4,4 juta, PBB 2012 sebesar Rp 4,5 juta dan 2013 sebesar Rp 8,7 juta padahal masyarakat sudah melunasinya. Selain itu Mugiyono dianggap telah mencemarkan nama baik warga karena tidak melaksanakan tugas dan bertanggungjawab sebagai dukuh, menipu warga karena tidak memenuhi janjinya memasang listrik dan keramik di balai padukuhan. (Awa)-a GMLF 2014 Ajang Berbagi Informasi YOGYA (KR) - Kepala Perpustakaan UGM Dra Nawang Purwanti MLib, Sabtu (22/2) mengatakan, untuk pertama kali Perpustakaan UGM menggelar Gadjah Mada Library Fair (GMLF) 2014 melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam produksi dan diseminasi ilmu pengetahuan. Sedikitnya 20 peserta pameran dari Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jakarta akan berbagi informasi dalam GMLF. "Momentum GMLF ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan bedah buku tentang keluarga untuk masyarakat umum, seminar motivasi bagi mahasiswa, pemutaran film dari komunitas, workshop e-journal/database dan aplikasi sitasi bagi dosen dan peneliti, serta literasi informasi bagi pustakawan," kata Nawang Purwanti, di sela persiapan pembukaan GMLF 2014 dengan tema 'Integrasi dan Sinergi sebagai Strategi Penguatan Peran Perpustakaan. Hal ini selaras dengan program prioritas yang ditetapkan Perpustakaan UGM saat ini dalam upaya membangun kerja sama lintas unit perpustakaan di lingkungan UGM dan menggalang aksi kolektif untuk optimalisasi peran dan kontribusi perpustakaan dalam mendukung tercapainya visi dan misi UGM. Pembukaan GMLF 2014 dilakukan Rektor UGM Prof Dr Pratikno MSocSc, Senin (24/2) pukul 12.30 WIB di Lobi Perpustakaan UGM. Diharapkan hadir dalam pembukaan GMLF 2014 yang didukung Kedaulatan Rakyat ini, antara lain wakil dari peserta pameran yaitu Spektra, Jasatama & Proquest, Globethics.net (jurnal dan buku elektronik), Gama Techno, Dian Modem (teknologi informasi dan aplikasi perpustakaan), Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY & Jawa Tengah (digitalisasi naskah kuno). (Asp)-a IDAP KANKER PAYUDARA Sumirah Butuh Biaya Operasi SUMIRAH, 54 tahun, warga Kaligalang RT 40 RW 20 Kaliagung Sentolo Kulonprogo, itu mengidap kanker payudara. Karena serangan penyakit ganas ini, selain sakit, juga mengancam nyawanya. Bahkan, serangan kanker telah menyebar ke tulang-tulangnya. Saat ini, pengobatan Sumirah hanya sekedarnya saja karena keterbatasan dana. "Kalau di rumah sakit negeri memang tidak bayar karena pakai Jamkesmas, tapi ndak ada alatnya, berobatnya di rumah sakit swasta jadinya bayar sendiri dan mahal," keluh Sumirah di Redaksi KR, Kamis lalu. Ia menjelaskan, untuk pengobatan kemoterapi memang tidak membayar, namun untuk pemeriksaan MRI harus ke rumah sakit swasta dan bayar sendiri. "Sekali berobat ke rumah sakit swasta bisa habis uang Rp 1 jutaan," KR-Widiastuti Aisyiyah Jangan Menutup Mata pada Isu Perempuan YOGYA (KR) - Aisyiyah di seluruh wilayah Indonesia hendaknya lebih peduli dengan problema yang dihadapi masyarakat khususnya perempuan di daerahnya. Karena itu, seluruh Aisyiyah wilayah wajib melakukan kajian isu-isu perempuan dengan berlandaskan Islam yang berkemajuan. Aisyiyah tidak boleh menutup mata dengan isu-isu kekinian seperti sunat perempuan, kekerasan terhadap perempuan-anak, kesehatan reproduksi, kemiskinan perempuan, bahkan diskriminasi pada perempuan dan lainnya. “Dan jangan hanya berhenti pada kajian. Hendaknya kajian juga merumuskan langkah aksi yang hendak dilakukan masingmasing di wilayah/daerahnya,” tandas Ketua Umum PP Aisyiyah Dra Siti Noordjanah Djihantini MM MSi pada kegiatan hari terakhir, Minggu (23/2) di Hotel UNY. Rakernas Majelis-Lembaga Aisyiyah yang diikuti sekitar 300 utusan dari seluruh Indonesia ditutup Minggu siang. Dengan berpijak pada landasan Islam berkemajuan, menurut Noordjanah, perspektif gerakan dakwah Aisyiyah akan tetap menjunjung tinggi dan membawa pesan-pesan penting untuk mewujudkan kehidupan dan peradaban utama. Mengingat penghargaan dan pemuliaan perempuan hakikatnya adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. “Karena harus disadari, problem perempuan adalah problem bangsa. Dan sebagaimana diketahui, Islam tidak membedakan laki-laki dengan perempuan, kecuali amalnya,” tambah Ketua Umum PPAisyiyah. Noordjanah mengemukakan, arah gerak praksis sosial Aisyiyah dalam semua bidang KR-Fadmi Sustiwi Siti Noordjanah MM MSi dilandasi nilai-nilai Tauhid yang mengawal gerak praksis kemanusiaan, keadilan bagi semua, penghargaan dan pemuliaan perempuan dan laki-laki tanpa diskriminasi. Selain juga pembelaan pada kaum dhu’afamusthadíafin, perdamaian, antikorupsi dan berbagai tindak kekerasan serta kejahatan kemanusiaan lainnya. “Dalam hal ini landasan Islam yang berkemajuan harus menjadi alam Pengunjung GL Zoo Mulai Pulih KR-Franz Boedisoekarnanto Komunitas 'Earth Hour Indonesia' saat berkunjung di GL Zoo, Minggu (23/2). YOGYA (KR) - Sepekan pasca hujan abu vulkanik, jumlah pengunjung kebun binatang Gembira Loka (GL Zoo) Yogyakarta, sudah kembali normal. Dari pantauan KR, Minggu (23/2), terlihat antrean pengunjung di loket dan pintu masuk utama. "Hari Minggu ini diperkirakan pengunjung mencapai 10.000 orang," kata Manajer Marketing GL Zoo Josep Kurniawan saat ditemui KR di ru- ang kerjanya. Menurut Wawan, sapaan akrab Josep Kurniawan, meningkatnya jumlah kunjungan bisa jadi karena masyarakat ingin berekreasi, menghilangkan kepenatan setelah seminggu berkutat dengan abu vulkanik. Manajemen GL Zoo sendiri langsung melakukan pembersihan lingkungan sehari setelah hujan abu. Mulai jalan-jalan, pepohonan serta kandang satwa. Sehari setelah hujan abu, Sabtu (15/2) jumlah pengunjung mencapai 400 orang. Sedangkan, Selasa (18/2) pengunjung telah mencapai 1.200 orang. Komunitas 'Earth Hour Indonesia' yang berkunjung hari itu mengaku, GL Zoo sudah bersih dari abu vulkanik dan nyaman dikunjungi. " Sudah tidak terasa lagi abu vulkanik yang beterbangan," kata Ihsan, Publik Relation 'Earth Hour Indonesia'. Sebanyak 40 anggota komunitas yang peduli terhadap lingkungan ini berkunjung ke GL Zoo selain untuk melakukan kegiatan rutin anggota juga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, pentingnya membuang dan memilah sampah pada tempatnya. "GL Zoo kita pilih karena dinilai sangat menjaga kebersihan lingkungan," katanya. Sementara itu, rencana SBY dan rombongan yang sedianya mengunjungi GL Zoo hari itu, dibatalkan. "SBY tidak jadi mengunjungi GL Zoo karena padatnya agenda," (*-5)-m kata Wawan. pikiran bagi seluruh pimpinan dari pusat hingga ranting,” kata Noordjanah. Tidak diingkari, Bangsa Indonesia saat ini menghadapi permasalahan yang sangat kompleks dalam semua bidang kehidupan. Di dalam forum inilah, katanya, permasalahan dan isu-isu strategis keumatan dan kebangsaan yang menjadi ranah dakwah Aisyiyah, didiskusikan, dikaji dan dirumuskan rencana aksi. “Sudah banyak yang dilakukan Aisyiyah. Namun perlu dievaluasi juga kendala di masyarakat. Dengan demikian akan diperoleh model untuk menerobos kendala tersebut,” katanya. Seperti dalam mencapai target 5.000 pendirian badan usaha ekonomi Aisyiyah (Bueka) yang menjadi amanat Muktamar 2010 silam. Hingga kurang setahun muktamar berikut, target ini masih agak jauh dari jangkauan. Di sini, Majelis Ekonomi perlu melihat apa yang menjadi hambatan/kendala pengembangan di wilayah/daerah. Meski diakui, jiwa kewirausahaan itu bukan hal yang mudah diajarkan. “Namun pasar juga mempengaruhi perkembangan ini,” tambahnya. Dengan kata lain, globalisasi menjadi sangat tidak ramah dengan usaha kecil dan hal itu umumnya dimiliki perempuan. Meski demikian, Aisyiyah perlu tetap membangun dan menghidupkan jiwa berwirausaha, yang akan menjadi penopang kehidupan berdakwah. Kita perlu belajar lanjutnya, bahwa di awal Persyarikatan Muhammadiyah dilahirkan juga ditopang kehidupannya oleh para saudagar. “Dan tidak sedikit di antara saudagar yang ikutserta mengembangkan Persyarikan tersebut adalah perempuan saudagar khususnya batik,” kata(Fsy)-a nya. SMAN 11 Gelar Tryout SMPse-DIY YOGYA (KR) - Sebanyak 1.050 peserta yang terdiri dari siswa SMP se- DIY ikut meramaikan tryout tingkat SMP yang diselenggarakan SMAN 11 Yogyakarta atau yang dikenal dengan sebutan SMA Kebangsaan. Acara tersebut berlangsung di SMA setempat, Jalan AM Sangaji 50 Yogya, Minggu (23/2). Sebelum mengerjakan soal-soal ujian nasional di dalam kelas yang telah ditentukan panitia, para peserta dikumpulkan di aula Boedi Oetomo (BO) SMAN 11 untuk diberikan pengarahan, tentang tatatertib pelaksanaan ujian. Kegiatan ini dibuka Wakasek Bidang Kesiswaan Joko Tumuruno MPd, mewakili Kepala SMAN 11 Dra Baniyah yang berhalangan hadir. "Acara tryout kali ini dikenal dengan Elite#5, yang berarti pelaksanaan even ini sudah yang kelima kalinya dilaksanakan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan dan pengalaman kepada siswa SMP yang sebentar lagi akan menempuh ujian nasional (unas) yang sudah di depan mata. "Kebetulan seluruh soal yang diberikan kepada siswa untuk mengikuti Elite#5, model mapelnya sama dengan yang diujikan dengan Unas,"ujar Joko Tumuruno. Sementara itu, Ketua panitia Yusti Chia Puteri menambahkan, kegiatan Elite#5 ini bertemakan, "Tresna Budaya Jalaran Saking Elite". "Kegiatan ini untuk latihan para siswa SMP sebelum terjun mengikuti Unas. Selain itu, para peserta diajak untuk belajar mencintai budaya sendiri, khususnya budaya Jawa," tegas Yusti. Ia mengakui, soal jumlah peserta yang mendaftar sebenarnya lebih dari yang tertera di alenia pertama. Sehingga beberapa di antaranya ada yang ditolak, karena keterbatasan fasilitas yang tersedia pada panitia penyelenggara. "Itu semua agar peserta yang ikut biar kebagian semua. Panitia juga menyediakan snack, makan siang dan doorprize dan dimeriahkan musik gamelan, band dan lain-lain. Even tersebut, terselenggara berkat kerja sama antara SMAN 11 dengan Bimbel Neutron dan (Rar)-a sponsor pendukung lainnya," pungkas Yusti. DAMPAK HUJAN ABU VULKANIK Budidaya Perikanan Rugi Rp 350 Juta KR-Yuwono Sumirah ungkap Sumirah, pekerja buruh serabutan. Karena itu, melalui KR Migunani Tumraping Liyan, Sumirah mengetuk dermawan agar mau meringankan bebannya. Apalagi, biaya pengobatan operasi juga tidak murah. "Selain operasi, ada penyinaran tulang, termasuk obat kemoterapi," katanya. (Asa)-m WONOSARI (KR) - Hasil pendataan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, dampak hujan abu dari erupsi Gunung Kelud di Kediri, telah merugikan kelompok budidaya perikanan dan pembenihan yang besarnya mencapai Rp 350 juta. "Kerugian ini sudah dilaporkan ke Pemerintah DIY lewat Dinas Kelautan dan Perikanan DIY," ujar Agus Supriyanto SH MSi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Minggu (23/2). Saat ini tengah berlangsung pemeriksaan sejumlah kolam ikan budidaya kelompok di sejumlah wilayah dipimpin drh Wahyudi, untuk mnengetahui keasaman air dalam kolam tersebut, terutama air kolam yang mandeg, seperti di Kecamatan Ngawen, Nglipar sebagian Playen dan Paliyan. Menurut Agus, idealnya air kolam untuk budidaya perikanan darat baik lele maupun ikan bersisik, harus diganti air setelah terkena abu vulkanik. Hanya saja, sebagian besar pembudidaya ikan lele KR-Agus Waluyo Kolam ikan lele yang tercemar abu vulkanik. kesulitan untuk mengganti air karena mengalir sepanjang waktu, tidak mengasulitnya air dan tidak ada penampungan lami kesulitan. sementara terhadap lele yang airnya diDijelaskannya bahwa sedikitnya 800 ganti. Lain di wilayah Banyusoco, Playen ribu ekor benih ikan terutama di wilayah yang ketersediaan air melimpah dan Ponjong yang dibudidayakan oleh kelompok pembenihan, mati karena terkena abu vulkanik. Untuk sementara kelompok berhenti untuk tidak melakukan proses pembenihan, menunggu abu hilang setelah dibersihkan. Sementara itu hujan abu vulkanik tidak banyak berdampak buruk terhadap tanaman pangan dan hortikultura. Kebetulan ketika terjadi hujan abu, tanaman pangan seperti palawija dan padi sudah memasuki musim panen sehingga tidak berpengaruh secara signifikan. Untuk tanaman yang baru proses pembuahan atau baru berbunga, memang bisa berakibat fatal, kata Supriyadi STP Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Gunungkidul terpisah. Dari hasil pemantauan yang dilakukan Dinas TPH bersama mantri tani di 18 kecamatan, kerugian petani sebagai dampak hujan abu vulkanik tidak seberapa. Saat ini tanaman padi wilayah tengah, utara dan sebagian selatan sudah memasuki musim panen. (Awa)-a
  • 25. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) Honorer K2 Diperdaya Calo TEMANGGUNG (KR) - Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Temanggung jauh-jauh hari memberikan imbauan kepada para tenaga honoer K2 yang mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) agar menghindari calo yang minta bayaran sejumlah uang. Kalau akhirnya ada yang ditarik uang, pihak BKD tidak tahu. "Kami sudah wanti-wanti, dari sebelum ujian, saat ujian sampai selesai ujian. Tetapi kalau sampai terjadi peristiwa pungutan bagi peserta calon seleksi kami tidak tahu. Kalau benar terjadi, hal itu dinilai masuk ranah hukum pidana," kata Kepala Bidang Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Temanggung, Sri Haryanto, Jumat (21/2). Pernyataan tersebut disampaikan Sri Haryanto menanggapi adanya tenaga honorer yang ditarik uang sebesar Rp 10 juta dalam seleksi CPNS K2, beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, untuk mempermudah penanganan, pihaknya mengimbau para korban untuk melaporkan secara rinci ke BKD. Namun demikian, karena sudah masuk ranah hukum, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan. "Kami nanti akan dampingi mereka. Sebab, nantinya kami tentunya juga akan diperiksa sebagai saksi. Untuk itu kami akan siap mendampingi," katanya. Ia menambahkan, pihaknya memastikan, seluruh karyawan BKD Temanggung tidak ada yang melakukan tindak pemerasan atau menjanjikan kelulusan kepada para peserta dengan imbalan sejumlah uang. Para pelaku yang terlibat dalam modus penipuan seperti ini acapkali membawa nama BKD. "Kami berani jamin BKD bersih," tandasnya. Seperti diketahui, puluhan tenaga honorer K2 yang tidak lolos seleksi CPNS mengaku ditipu calo dengan membayar Rp 10 juta agar dapat lolos seleksi. Dari informasi yang diterima menyebutkan, tenaga honorer telah membayar sejumlah uang tersebut kepada oknum tenaga honorer yang mengkoordinir agar dapat lolos seleksi CPNS. Namun, setelah pengumuman, namanya tidak tercantum dalam daftar peserta yang lolos. Atas kejadian itu, di antara mereka mengadu ke BKD. (Mud)-o HUT BPR Artha Sambhara Borobudur BOROBUDUR (KR) - Ratusan anak usia Taman Kanakkanak (TK) mengikuti lomba mewarnai memperingati HUT ke20 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Artha Sambhara Borobudur Kabupaten Magelang, Minggu (23/2). Selain merupakan bentuk kepedulian BPR Artha Sambhara terhadap lingkungan sosial dan dunia pendidikan, kegiatan itu sebagai bentuk corporate social responsibility dari lembaga keuangan tersebut. "Secara hakikat, kami ingin menyampaikan pesan antara profesional etika dan estetika yang menyangkut kebiasaan yang akan membentuk karakter anak bangsa. Karena dari anak usia dini ini, kami berharap tertanam kebiasaan menabung untuk investasi," kata Komisaris Utama BPR Artha Sambhara, Sukotjo Mangun Raharjo atau yang sering dikenal dengan nama Yangki di sela-sela lomba mewarnai. Untuk lomba itu, kata Sukotjo, pihaknya menyediakan hadiah total jutaan rupiah. Dalam kesempatan itu, disampaikan, total aset yang dimiliki sejak 20 tahun berdiri sampai sekarang ini mencapai hampir Rp 100 miliar. Total aset itu, tersebar di empat lokasi. Yakni di kantor pusat di Borobudur, kemudian tiga kantor kas di Kecamatan Grabag, Salaman dan Kabupaten Purworejo. "Terbanyak aset kami ada di kantor pusat, sekitar Rp 70 miliar lebih," ujarnya. (Bag)-o Jalan Santai Hari Peduli Sampah MAGELANG (KR) - Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2014 di Muntilan Magelang dilaksanakan jalan santai sambil memunguti sampah di sepanjang jalan yang dilalui, Minggu (23/2). Tak ketinggalan, kegiatan demo membuat pupuk dari bahan sampah, fashion show atau peragaan busana berbahan dari limbah sampah. H Pardi Sriono SH, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang kepada KR usai kegiatan mengatakan, pihaknya mengajak masyarakat di Kabupaten Magelang untuk mengolah sampah agar tidak menjadi musibah. Bahkan kalau mampu dikelola dengan baik dan tepat, sampah akan menjadi berkah. Diakui, hingga kini Pemerintah Kabupaten Magelang belum dapat melayani semua masyarakat dalam bidang persampahan. Perkiraan timbunan sampah yang dihasilkan dari masyarakat sebesar 1.905,27 ton/hari dan baru bisa terlayani sekitar 450,77 ton/hari. Sehingga masih ada sekitar 1.454,50 ton/hari yang belum bisa terlayani. Pardi Sriono mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam pengelolaan lingkungan hidup, khususnya pengolahan sampah, seperti menjadi masyarakat yang sadar lingkungan, tidak membuang sampah di kali atau saluran, tidak membakar sampah. (Tha)-o MAGELANG-PURWOREJO Longsor Terjang 12 Rumah PURWOREJO (KR) - Sebanyak 12 rumah warga Desa Kalitengkek Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo diterjang tanah longsor, Sabtu (22/2). Tidak ada korban, namun kerugian para korban diperkirakan mencapai Rp 20 juta. Bencana menerjang setelah kawasan Kalitengkek diguyur hujan selama tiga jam. "Hujan sangat deras mengguyur pukul 13.00, lalu longsor terjadi pukul 15.00," ungkap Muhlasin (60) korban warga RT 02 RW 02 Dusun Kalimangur kepada KR, Minggu (23/2). Tebing setinggi delapan meter di belakang rumah Muhlasin longsor. Mengetahui bahaya mengancam, Muhlasin membawa keluarganya mengungsi ke lokasi yang aman. Mereka baru kembali ke rumah setelah hujan reda. Muhlasin mengaku trauma dengan kejadian itu. "Kami tinggalnya di daerah rawan longsor dan adanya kejadian itu membuat trauma. Namun ketakutan itu justru membuat kami lebih waspada," tuturnya. Selain bangunan milik Muhlasin, longsor menerjang rumah Jamingin, Kholiludin, Rofik dan Nurofik di Kalimangur. Rumah Parno, Mufid, Rambat, Fahrudin dan Senen di RT 01 RW 03 Dusun Tanggulangin serta tempat tinggal Nurohim dan Untung di RT 01 RW 01 Krajan juga kelongsoran. Kepala Desa Kalitengkek Umi Azizah mengemukakan, pemerintah desa melaporkan kejadian pada Polsek Gebang, Koramil dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo. "Langsung dilanjutkan kerja bakti, selain ratusan warga, pembersihan melibatkan anggota TNI dan polisi," ujarnya. Camat Gebang Kusaeri menambahkan, sedikitnya 12 desa di wilayahnya KR-Bagyo Harsono Kasdam IV Diponegoro menutup Diktukbasus Babinsa TNI AD. KR-Jarot Sarwosambodo Warga Kalitengkek kerja bakti membersihkan tanah longsor. rawan tanah longsor karena terletak di perbukitan bertanah labil. Masyarakat kesulitan mencegah longsor karena tergantung pada kondisi cuaca dan tanah. DIAKUI DUNIA INTERNASIONAL Dinkes Wonosobo Terima ISO 9001-2008 WONOSOBO (KR) Dinkes Kabupaten Wonosobo berhasil mendapat pengakuan dunia internasional setelah menerima Sertifikat ISO 9001-2008. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari kinerja Dinkes yang berhasil menyusun dan melaksanakan sistem manajemen mutu. "Keberhasilan memperoleh Sertifikat ISO ini, jelas menuntut pelayanan Dinkes Wonosobo kepada masyarakat menjadi lebih prima, efisien, transparan serta memiliki kepastian mutu pelayanan," tandas Bupati Wonosobo H A Kholiq Arif kepada KR usai menyerahkan Sertifikat ISO 90012008 kepada Kepala Dinkes Wonosobo dr RM Okie Hapsoro dalam apel pagi di Halaman Adipura Kencana Wonosobo, Sabtu (22/2). Dengan adanya jaminan pelayanan kesehatan yang baik, lanjut Kholiq, harapan masyarakat untuk bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang baik juga KR-Ariswanto Bupati Wonosobo menyerahkan Sertifikat ISO 9001-2008 kepada Kepala Dinkes Wonosobo. akan terpenuhi. Pada akhirnya akan berdampak baik pada peningkatan taraf hidup di masyarakat. Selain menyerahkan Sertifikat ISO 9001-2008, Bupati juga menyerahkan beasiswa program Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) yang dikelola Badan Zakat Daerah (Bazda) Wonosobo senilai Rp 45 juta. Beasiswa tersebut diberikan kepada para siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Bazda Wonosobo juga memberikan bantuan untuk penanggulangan bencana alam di Wonosobo Rp 21.282.000. Bantuan dana bencana alam tersebut diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo. (Art)-o Rp 7,6 Juta untuk Nurmalita Tugas Babinsa Sangat Berat MAGELANG (KR) - Menghadapi tahun politik 2014 ini, tugas dan tanggung jawab anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD, sangat berat. Karena itu, mereka dituntut memiliki pemahaman penuh terhadap kehidupan prajurit yang selalu terikat disiplin, aturan dan tata tertib serta penegakan hukum. "Dalam melaksanakan tugas, kalian harus berpedoman pada Sapta Marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI. Ini penting agar mampu dijadikan panutan dan teladan bagi masyarakat yang dibinanya. Semua itu harus ditaati, dipatuhi dan jangan sampai dilanggar. Apalagi, tahun ini merupakan tahun politik," kata Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Sunindyo dalam sambutan yang dibacakan Kasdam, Brigjen TNI Ibnu Darmawan pada upacara penutupan Diktukbasus Babinsa TNI AD di Lapangan Rindam IV Diponegoro Magelang di Lapangan Rindam IV Diponegoro Magelang, Sabtu (22/2). Konsep Kemanunggalan TNI dengan rakyat, kata Pangdam, harus terus dikembangkan. Pasalnya, pihaknya menyadari jika kekuatan TNI AD berada pada rakyat. Dalam kesempatan itu, ada sebanyak 797 anggota TNI AD di jajaran Kodam IV Diponegoro yang mengikuti Pendidikan Pembentukan Bintara Khusus (Diktukbasus) yang dimulai Senin (27/1). (Bag)-g ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 25 KR-Muzofar Kepala Perwakilan 'KR' Kedu Utara Sumiyarsih menyerahkan sumbangan pembaca 'KR' kepada Nurmalita. TEMANGGUNG (KR) Sumbangan pembaca KR senilai Rp 7.665.000 telah diserahkan kepada Nurmalita (21), penderita tumor di rumahnya Dusun Tegalrejo Desa Dangkel Kecamatan Parakan, Temanggung, Kamis (20/2). Dana pembaca KR itu digunakan untuk pengobatan perempuan berputra satu itu. Sumbangan pembaca itu berasal dari Vita (Nogotirto) Rp 100.000, Ervan Aska Rp 50.000, Aji (Kebonsari) Rp 25.000, Win (Lengkong) Rp 20.000, Hayu Rp 50.000, NN Rp 50.000, Ines (Pokoh BarunDahlia) Rp 50.000, Hamba Allah Rp 100.000, Khairi Nizam Foresa Rp 100.000, Buyung Rp 100.000, Hamba Allah Rp 50.000, Mamaku dan NN (Bumijo) masing-masing Rp 50.000 serta Rp 500.000. Sumbangan juga datang dari Eri Rp 50.000, Dinar Rp 50.000, Adi Rp 50.000, keluarga Bakpia Pathok 25 Rp 250.000, SM (Yogya) Rp 100.000, Esti (Bogem) Rp 200.000, AA (Cepogo) Rp 50.000, PT Arya Guna Putra Rp 250.000, Hamba Allah (YK), Rp 100.000, Hamba Allah Rp 50.000, ABP Rp 50.000, Ami F Fardan Rp 100.000, YRH Rp 370.000, Yoyok Rp 100.000, SPBU 4455519 (Jl Magelang) Rp 100.000, NN Rp 150.000, NN Rp 150.000 dan NN (Yk) Rp 50.000. Kemudian Bimo Rp 50.000, Keluarga Agus Arifin (Karangbendo) Rp 100.000, Hamba Allah (Yk Timur) Rp 100.000, Alip 50.000, Hamba Allah Rp 200.000, Molek (Pathok) Rp 200.000, Qoirunisa Rp 30.000, 66 Rp 50.000, Hamba Allah Rp 50.000, Kel. 555 (Yk) Rp 200.000, NN (Gentan) Rp 100.000. Jemaah Pengajian Ahad Pagi Masjid Safinatur Rahma, Sapen, Demangan Rp 125.000, Al & El Rp 100.000, NN (Griya Candisari Depok, Slm Rp 100.000, DSM Rp 100.000, NN Rp 100.000, NN Rp 50.000, Ahmad Baryadi Rp 100.000, Giok (Yk) Rp 200.000, NN (Batikan Baru) Rp 50.000, NN Rp 50.000, Ibu S Dar (Kotagede) Rp 100.000, Hamba Allah Rp 100.000, NN 66 Rp 250.000, dan Eko Cahyono Rp 100.000. Kemudian Panin (Gejayan) Rp 100.000, GS (Yk) Rp 100.000, Kiki (Nandan) Rp 30.000, NN Rp 100.000, Kel. Y Haryono Rp 100.000, Kary.AAYKPN Rp 50.000, Sakhiya Rp 50.000, NN Rp 25.000, NN Rp 50.000, Zakat Hamba Allah (Jakal) Rp 50.000, KJ Rp 100.000, Hamba Allah (Temon Kp) Rp 30.000, Kel.Hafari (Margoarum F-6 Yk) Rp 100.000, Alip Gatra F Rp 100.000, Dinda Rp 25.000, Sigit Sujarwo (Jambudan) Rp 50.000, Susi Lianti (Yk) Rp 50.000, Mufidz Rp 200.000, Hamba Allah (Pakem Tegal) Rp 150.000 dan Hamba Allah (Perum Taman Cemara) Rp (Mud)-o 100.000. Warga, lanjutnya, hanya bisa meminimalkan dampak jika terjadi bencana. "Sudah sering disosialisasikan jika terjadi hujan lebat lebih dari dua jam, warga harus siap-siap mengungsi. Langkah kewaspadaan seperti itu sudah diterapkan warga di daerah yang rawan longsor," tandasnya. (Jas)-g Pengamanan Logistik Pemilu Diperketat MAGELANG (KR) - Pengamanan lokasi penyimpanan logistik Pemilu 2014 di Kota Magelang diperketat. Dalam sehari, sedikitnya ada 6 anggota polisi yang diterjunkan untuk pengamanan di lokasi tersebut, ditambah dengan petugas patroli. "Di Kota Magelang ada 3 lokasi yang dijadikan tempat untuk menyimpan logistik Pemilu 2014," kata Kapolres Magelang Kota AKBP Tommy Aria D SIK kepada KR di sela-sela kegiatan membersihkan lokasi penyimpanan logistik Pemilu 2014. Dikatakan, ketiga lokasi penyimpanan logistik Pemilu 2014 tersebut, Kantor KPU, Ruko Diponegoro dan bekas Kantor Koperasi Kota Magelang. Sejak Minggu (23/2) kegiatan patroli di lokasi tersebut mulai dilakukan setiap satu jam sekali. Sedang mulai 16 Maret 2014 beberapa anggota polisi melakukan pengamanan selama 24 jam. Gandeng FKUB Menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif menjelang pelaksanaan Pemilu 2014, Satuan Binmas Polres Wonosobo menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Wonosobo. "Dengan komitmen bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat dan para pemuda, diharapkan mampu memberikan situasi keamanan yang kondusif selama pelaksanaan Pemilu 2014," jelas Kasat Binmas Polres Wonosobo AKP Suharyati kepada KR usai melakukan dialog dengan FKUB Wonosobo di Resto Ongklok, Sabtu (22/2). Hadir dalam kesempatan ini, Ketua FKUB Wonosobo H Zaenal Sukawi, Kepala Kantor Kesbangpolinmas Wonosobo Hadi Soesilo serta para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda se-Kabupaten Wonosobo. Menurut AKP Suharyati, gangguan keamanan dan situasi Kamtibmas di berbagai wilayah di Wonosobo menjelang Pemilu 2014 pada April mendatang diprediksi mengalami peningkatan. Untuk itu, agar situasi Kamtibmas tetap kondusif, diperlukan bantuan dari oleh para tokoh agama, masyarakat dan pemuda untuk menjaga situasi di wilayahnya masing-masing. (Tha/Art)-o Kebulatan Tekad Perangi Narkoba PURWOREJO (KR) - Tekad Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencanangkan bebas narkoba tahun 2015 semakin menjadi kenyataan. Bahkan untuk mewujudkan tekad itu, dilakukan sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN). Sosialisasi ini akan dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Jateng dan diawali di Kabupaten Purworejo. Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg, Sabtu (22/2) menjelaskan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dalam taraf memprihatinkan. Salah satu sasarannya pelajar dan generasi muda. "Modusnya sangat rapi, tertutup dan sulit teridentifikasi, ibarat fenomena gunung es. Untuk itu kepada para orangtua agar membentengi keluarga dan anak-anaknya melalui pendidikan moral dan agama," tandasnya. Purworejo menurut Mahsun Zain, merupakan gudangnya para pemimpin bangsa. Banyak para pahlawan dan tokoh dilahirkan di Purworejo. Tak ayal bila Purworejo akan melahirkan generasi yang cerdas-cerdas. "Saya tidak rela bila warga saya, anak-anak saya tersandung masalah narkoba," tegasnya. (Nar)-o Penertiban Warnet Digencarkan KEBUMEN (KR) - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kebumen gencar melakukan operasi penertiban warung internet (warnet) dan warung seluler (warsel) di Kabupaten Kebumen. Selain untuk mengetahui legalitas usaha, penertiban dilakukan sebagai upaya pembinaan terhadap operasional usaha. "Kegiatan ini bersifat pengawasan dan pengendalian operasional warnet dan warsel di Kebumen. Kami ingin usaha jasa teknologi informasi (TI) seperti warnet dan warsel di Kebumen ini bisa berjalan sesuai dengan kaidah-kaidah usaha TI yang sehat," ujar Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Dishubkominfo Kebumen, H Kinanto SIP, tentang latar belakang operasi penertiban itu di sela-sela kegiatan operasi penertiban di sebuah warnet di Kebumen, Sabtu (22/2). Dikatakan, sesuai amanah Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik, sebenarnya pemerintah wajib menyediakan fasilitas dan pelayanan internet kepada masyarakat. Namun mengingat keterbatasan dana dan sumber daya manusia, sampai kini kewajiban itu belum bisa dipenuhi secara menyeluruh oleh pemerintah. "Kami menganggap partisipasi masyarakat melalui pendirian usaha warnet dan warsel saat ini mampu menutupi kekosongan ruang yang tak bisa diisi oleh pemerintah itu. Namun tentu saja pemerintah tak boleh lepas tangan dalam mengawal perjalanan usaha-usaha itu," tegas Kinanto. Dengan adanya operasi selama tiga bulan tersebut yaitu pada Februari sampai April 2014, diharapkan Dishubkominfo Kebumen berhasil mendapatkan data akurat tentang jumlah warnet dan warsel di Kebumen. (Dwi)-o
  • 26. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) KLATEN ”KEDAULATAN RAKYAT” HALAMAN 26 KORBAN BANJIR TUNGGU BANTUAN 250 Jiwa Bertahan di Pengungsian KLATEN (KR) - Sebanyak 250 jiwa warga Dusun Balong Kulon dan Dusun Balong Wetan, Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Minggu (23/2), memilih bertahan di posko pengungsian. Rumah mereka masih tergenang banjir meski volumenya mulai surut. Pantauan KR, Minggu (23/2), genangan air dampak banjir Sabtu (22/2) masih menggenangi permukiman penduduk di Dusun Balong Kulon dan Balong Wetan. Kegiatan perekonomian di wilayah itu nyaris lumpuh total. Banjir juga masih menggenangi 40 hektare lahan pertanian. Jebolnya talut Sungai Slegrengan menjadi faktor air masuk ke permukiman pen- duduk dan persawahan. Jumiran (39) warga RT 02/RW 07 Dusun Balong Kulon menuturkan, warga membuat posko pengungsian di Pasar Balong yang menampung sebanyak 250 orang. Kepala Desa Kragilan, Bambang Samiyo mengungkapkan, hujan deras Sabtu (22/2) siang hingga malam membuat talut tanah Sungai Slegrengan jebol sepanjang 30 Kegiatan Kepramukaan Ditingkatkan KR-Sri Warsiti Ketua Kwarcab menyerahkan piala. KLATEN (KR) - Pesta Siaga tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Klaten tetap berlangsung lancar di Pemkab Klaten, Sabtu (22/2). Perwakilan dari 26 kecamatan terdiri dari 520 Siwa SD kelas 3 dan 4 tersebut meramaikan lomba permainan dan kompetisi keterampilan dalam kegiatan pramuka tingkat siaga tersebut selama sehari. Ketua Kwarcab Klaten Drs H Anang Widayaka didampingi Wakil Ketua Kwarcab, Win Purwoko mengemukakan, kegiatan pesta siaga merupakan ajang evaluasi kegiatan pembinaan di gugus depan. Mereka berkompetisi, namun dalam suasana nyaman. Kegiatan tersebut juga untuk mempererat rasa persaudaraan. (Sit)-g meter. Akibatnya, banjir meluap hingga menggenangi permukiman penduduk dan persawahan setinggi 1 meter. Sebelum air masuk permukiman, warga diminta mengungsi ke lokasi aman. "Hingga Minggu (23/2) siang warga masih bertahan di posko pengungsian hingga menunggu kondisi normal. Jika genangan air surut, warga baru akan pulang ke rumah masing-masing," ujarnya. Bambang mengatakan, pasokan logistik yang jumlahnya terbatas, bantuan Pemkab Klaten dan Badan Penanggulangan Bencana Dae- ah (BPBD) sudah masuk ke posko pengungsian. Warga juga membutuhkan bantuan untuk keperluan mandi dan keperluan tidur seperti selimut dan tikar. Ketua Kelompok Tani Mulyo Desa Kragilan, Hadi Suwarno mengatakan, jebolnya talut di Sungai Slegrengan membuat air meluap hingga menggenangi persawahan dan berdampak gagal panen. Hadi mengatakan, sebelumhya banjir juga pernah menggenangi persawahan dan permukiman penduduk di Desa Kragilan akhir Januari lalu yang menyebabkan aktivitas warga lumpuh. (*-7)-m PT Sritex Produksi Pakaian Militer Jerman dan Malaysia SUKOHARJO (KR) - PT Sritex menang tender memproduksi pakaian militer negara Jerman dan Malaysia dan menjadi supplier kebutuhan militer Jerman dan NATO sejak 1994. Iwan Setiawan Lukminto, Presiden Direktur PT Sritex dalam keterangan pers melalui rilis yang diterima, Minggu (23/2) menjelaskan, perusahaan tekstil terpadu terbesar se-Asia Tenggara, di awal tahun ini berhasil memenangkan tender seragam militer Jerman serta seragam militer dan pakaian pemerintah Malaysia. "Pelanggan-pelanggan PT Sritex sudah cukup mengenal reputasi perseroan untuk produk tekstil yang dihasilkan. Sebagai perusahaan tekstil yang terkemuka, PT Sritex selalu mengutamakan kualitas produk, pengiriman yang tepat waktu serta harga yang kompetitif, " ujarnya. Dalam tender seragam militer Jerman, PT Sritex bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang berasal dari Eropa dan Asia, sedangkan untuk seragam militer dan pakaian pemerintah Malaysia, PT Sritex bersaing dengan beberapa pesaing dari Asia. Seragam militer Jerman terkenal sebagai seragam militer dengan spesifikasi yang tinggi dan paling sulit pembuatannya. Di tahun 1994, PT Sritex sudah mampu memenuhi spesifikasi yang tinggi antara lain anti-infrared. PT Sritex juga terus mengembangkan inovasi dengan menciptakan produk-produk dengan spesifikasi khusus. PT Sritex juga menjadi pemasok seragam militer negara Malaysia sejak 2010. Jumlah pesanan untuk kedua negara tersebut sebanyak 2,1 juta potong. (Mam)-m Nasionalis-Religius Modal Dekati Pemilih TIDAK bisa dipungkiri, PAN seakan memiliki hubungan dekat dengan Muhammadiyah. Saat didirikan pada 1998 silam, para tokoh Muhammadiyah turut serta menjadi deklarator. Bahkan di DIY, PAN juga dimotori oleh para sesepuh Muhammadiyah. Meski begitu, PAN tidak berlindung di balik Muhammadiyah. Hal itu mendorong PAN agar tidak pernah meninggalkan nilai-nilai religius. Bahkan, dengan asas nasionalis-religius mampu menjadi modal untuk mendekati pemilih. "Dulu tidak ada pemisahan secara frontal antara Muhammadiyah dengan PAN. Sehingga ini yang menjadikan PAN tidak bisa terlepas dari religi," tandas Ketua DPW PAN DIY Immawan Wahyudi. Nasionalis-religius ini pula yang dipandang sangat tepat dalam kehidupan bermasyarakat. Kemajemukan dan keragaman di Indonesia dapat menyatu dengan landasan nasionalisme. Namun nasionalisme yang tidak diikuti dengan sikap religius, di mata PAN tetap tidak sempurna. Basis tersebut ternyata memberikan keuntungan bagi PAN. Terutama untuk mendekati pemilih mengambang atau undecided voters. Pemilih yang belum menentukan pilihan tidak bisa dipandang sebelah mata. Jumlahnya mencapai sekitar 40 persen. Sebagai partai terbuka, maka PAN bisa menjadi alternatif. Namun di sisi lain, PAN juga cukup prihatin. Saat sifat keagamaan masyarakat mulai meningkat, ternyata angka kriminalitas juga ikut meningkat. Oleh karena itu, anak muda yang memiliki gejolak emosi cukup tinggi, menjadi garapan tersendiri. Hal ini terbukti dengan banyaknya anak muda yang aktif dalam organisasi sayap partai. "Kami cukup berbangga karena PAN juga digandrungi kaum muda," tandas Immawan. Hal itu pula yang membangun optimisme bagi PAN untuk menggaet pemilih pemula. Menurut Wakil Ketua Bidang Perkaderan DPW PAN DIY, Paryanto, hampir 30 persen pemilih ialah kaum muda atau pemilih pemula. Strategi yang dibangun PAN ialah dengan mendekati anak-anak muda dengan lokalitas masing-masing. Sehingga tak heran jika caleg yang diusung PAN sebagian besar usia muda. "Caleg usia di bawah 40 tahun ada 60 persen. Mereka tidak asal comot, tapi melalui proses kaderisasi partai. Caleg muda ini harapan kami bisa jadi pilihan pemilih pemula," paparnya. Terkait dengan sistem pencalegan, PAN juga menerapkan strategi yang cukup ketat. Seluruh bakal caleg diseleksi satu persatu dengan sistem skoring. Sehingga nomor urut ditentukan dengan ranking teratas. Selain itu, para caleg juga menandatangani pakta integritas di depan notaris. Hal ini untuk menekan per- saingan antarcaleg dalam menjaring suara di dapil masing-masing. Bahkan PAN juga membuat zonasi bagi tiap caleg. Tujuannya agar terjalin sinergi kerja antarcaleg. Sebaran logistik partai maupun caleg pun bisa berjalan beriringan. "Caleg juga kami arahkan untuk membaca gejala masyarakat. Misal sekarang banyak elemen yang prihatin sampah visual, maka logistik caleg PAN tidak boleh menjadi bagian dari sampah visual itu," terangnya. Sementara Bendahara DPW PAN DIY, Tutiek Masria Widyo mengatakan, caleg dari kaum perempuan juga tak luput dari perhatian. Sebelum kuota 30 persen ditetapkan, PAN sudah memberikan tempat bagi kaum perempuan. Begitu pula dalam kepengurusan di organisasi. Dengan pola pendekatan tersebut, maka pada Pemilu 2014 kali ini PAN optimis dapat kembali meraih kejayaan seperti Pemilu 2004 silam. (R-9)-k KR-Indratno Eprilianto Sejumlah warga di posko pengungsian memilih tidak melakukan aktivitas. Kirab Budaya, Ungkapan Syukur BOYOLALI (KR) - Warga Dusun Getasari Desa Gladagsari Ampel Boyolali, Minggu (23/2) mengadakan kirab budaya ungkapan wujud syukur atas hasil panen dan kerukunan di desa tersebut. Selain komponen seni tradisi, tiga gunungan hasil bumi diarak keliling desa dan dibiarkan untuk diperebutkan warga. Kepala Desa Gladagsari Edi Suryanto menjelaskan, sebanyak 2.800 warga terlibat dan andil dalam kirab tersebut. Segala potensi seni dikerahkan, seperti reog, perkusi, tari tradisi, hingga parade kostum kontemporer. Dikatakan, kirab juga menjadi salah satu upaya memelihara budaya Jawa. Diharapkan, dengan meningkatkan kegiatan budaya, Desa Gladagsari bisa berkembang menjadi Desa Wisata dan Desa Percontohan di wilayah Kecamatan Ampel. Menurut Edi, Desa Gladagsari mempunyai potensi wisata yang lumayan dan meraih beberapa penghargaan tingkat nasional. Antara lain, juara satu pemberdayaan pekarangan tingkat nasional serta juara dua olahan singkong tingkat nasional. Bupati Boyolali Seno Samudro yang didapuk menjadi Adi- pati pada Merti Desa Gladagsari mengungkapkan apresiasinya. Dengan dana swadaya, Desa Gladagsari mampu mengadakan kirab budaya selama tiga tahun berturut-turut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu tonggak untuk mempertahankan budaya dan tradisi Jawa, khususnya di Boyolali. (*-9)-g KR-Galih Prasojo Suasana Kirab Budaya Merti Desa Gladagsari, Ampel, Boyolali. SIAPKAN 10.000 SAKSI Kawal Demokrasi ala PAN KR-DOK PAN Pengurus PAN mengadakan bakti sosial pengobatan gratis PARTAI Amanat Nasional (PAN) menaruh perhatian serius bagi tegaknya demokrasi di Indonesia. Paham liberalisme sebagai penumpang gelap demokrasi kini mulai diwaspadai. Jangan sampai, gejala liberalisme hanya didiamkan atau justru ikut mengiyakan. Pada tatanan yang pragmatis, maka liberalisme mudah masuk dan merasuki masyarakat. Oleh karena itu, pen- didikan politik kepada masyarakat menjadi garapan partai yang didirikan oleh Amien Rais ini. Di tengah gencarnya deparpolisasi, PAN ingin tampil dengan memberikan bukti kepada masyarakat. "Jangan sampai pragmatisme mengalahkan segalanya. Gerakan yang sudah dibangun dengan baik, akan tercemar dengan serangan fajar. Ini yang merusak demokrasi," papar Ketua DPW PAN DIY, Immawan Wahyudi. Upaya pendidikan politik itu kini menjadi tanggung jawab bagi seluruh caleg yang diusung PAN. Masing-masing caleg diminta aktif terjun ke masyarakat. Sejak awal, PAN berupaya mendorong caleg agar berkomunikasi dengan baik dan mengartikulasikan kehendak masyarakat. Dengan begitu, maka pemilih memiliki kesadaran yang utuh dalam menentukan pilihan. Apalagi, Pemilu 2014 kali ini merupakan babak baru bagi Indonesia lantaran berkaitan dengan transisi kepemimpinan nasional. Oleh karena itu, kualitas pemilu menjadi syarat mutlak bagi demokrasi. Sehingga perbaikan atas kualitas pemilu menjadi harapan PAN. Salah satunya de- ngan memperkuat saksi pemilu. Di tingkat praksis, DPW PAN DIY mulai memberikan pelatihan bagi para saksi. Menurut Immawan Wahyudi, peran saksi sangat strategis dalam menjaga transparansi. "Kami sedang siapkan tenaga-tenaga saksi yang berkualitas. Paling tidak, kejujuran di TPS ini harus dijaga betul. Saksi ini pula yang akan menjadi sistem demi terciptanya pemilu yang bersih, jujur, adil, bermanfaat dan maslahat," paparnya. Wakil Ketua Bidang Perkaderan DPW PAN DIY, Paryanto menambahkan, total saksi yang sudah disiapkan mencapai 10.000 orang tersebar di seluruh DIY. Identitas saksi tersebut juga sudah disampaikan ke DPP PAN. Saat ini partainya fokus menggembleng 100 trainer yang nantinya akan melatih saksi-saksi di tiap kecamatan. Penguatan saksi itu, imbuh Paryanto, untuk menjaga kualitas Pemilu 2014 dari pemilu-pemilu sebelumnya. Kader partai yang bertugas menjadi saksi juga bukan atas materi, melainkan kesadaran penuh guna mengamankan suara dan menjadi bagian dalam mencerdaskan (R-9)-k bangsa.
  • 27. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 ( 23 BAKDAMULUD 1947 ) HUKUM & KRIMINAL ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 27 Kakek Tewas dengan Telinga Terpotong BANTUL (KR) - Amat Sahadi alias Basiman (74) warga Botokan Argosari Sedayu Bantul ditemukan tewas mengenaskan dengan luka di kepala sisi kiri dan ujung telinga kiri terpotong, Minggu (23/2). Diduga lelaki renta tersebut tewas setelah ditebas ‘bendo’ oleh Ny Sam putrinya yang mengalami gangguan jiwa. KR-Sukro Riyadi Ny Sam terus meronta ketika petugas membawanya ke RSJ Grhasia. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Sardjito untuk keperluan otopsi. Sementara Ny Sam diamankan ke RSJ Grhasia. Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang diduga untuk melukai korban. Ny Samsinem (80) istri korban, mengatakan, peristiwa mengenaskan tersebut terjadi sekitar pukul 24.00. Malam itu tidurnya terjaga setelah dibangunkan oleh anaknya, Tugiman. Setelah terbangun perempuan tersebut terkejut melihat suaminya Mantan Anggota DPRD Sragen Ditangkap di Bantul BANTUL (KR) - Setelah menjadi buronan atau masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2011 atau selama tiga tahun, Ashar Astika (59) mantan anggota DPRD Sragen Jawa Tengah periode 1999-2004, Sabtu (22/2) petang, ditangkap petugas gabungan Intelijen Kejaksaan Agung RI, Kejari Sragen dan Kejari Bantul. Terpidana ditangkap di tempat kosnya, daerah Tanjung Bangunharjo Sewon. Kasi Intel Kejari Bantul, Putro Haryanto SH kepada KR, kemarin, membenarkan penangkapan Ashar yang terlibat kasus korupsi dana purnatugas DPRD Sragen senilai Rp 2,25 miliar. Ashar dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No 1493 K/Pid.Sus/ 2009 tertanggal 2010. Ashar dihukum selama 1 tahun penjara, putusan yang sama juga dijatuhkan kepada 14 mantan anggota DPRD Sragen lainnya. Ketika akan dieksekusi, Ashar tak memenuhi panggilan kejaksaan dan memilih kabur dari Sragen, sedangkan 14 terpidana lainnya langsung menjalani hukuman. Sejak kaburnya Ashar, petugas Kejari Sragen dan Kejagung RI melakukan pelacakan. Jumat (21/2), mereka mendapatkan informasi, bahwa orang yang sudah masuk dalam DPO tersebut berada di wilayah Bantul. Kemudian dibentuk tim yang kerjasama dengan intelijen Kejari Bantul. Sabtu petang tim berhasil menemukan keberadaan Ashar di pedukuhan Tanjung. Semula petugas sempat terkecoh, karena selama bersembunyi di rumah kos, Ashar berganti nama, Budi dan mencukur kumis. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya lelaki itu mengaku ia adalah Ashar. Akhirnya Ashar digelandang ke Kejari Bantul. Minggu pagi terpidana dibawa petugas Kejari Sragen untuk menjalani hukum(Jdm)-m an. duduk di kursi depan sambil mengerang kesakitan. “Belum meninggal, tapi sudah tidak bisa bicara,” ujar Ny Samsinem lirih. Setelah beberapa saat di samping suaminya, perempuan berputra empat ini terkejut melihat darah segar mengucur dari telinga kiri. Tidak hanya itu, setelah diusap dengan tangan, di atas telinga kiri juga ada luka bekas sayatan senjata tajam. “Ujung telinga kiri terlihat terpotong dan di atas telinga ada bekas sayatan,” jelasnya. Setelah itu, suaminya su- dah tidak bergerak dan kejadian tersebut langsung dipanggilkan tetangga sekitar. Ny Samsinem mengungkapkan, sebelum terbangun tidak mendengar suara gaduh di rumahnya. Sehingga ketika ditanya penyebab kematian suaminya tidak mengetahui secara pasti. Sementara Kapolsek Sedayu Bantul, Kompol Darwis didampingi Kanit Reskrim Polsek Sedayu Aiptu Djaiz, mengatakan diduga pembunuhan dilakukan oleh Ny Sam yang penyakit gangguan jiwanya kambuh. Keyakinan tersebut karena di lokasi kejadian hanya ada keluarganya sendiri. Menurut Darwis, sebelum kejadian sudah terjadi keributan. Meski begitu, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pasti pelaku pembunuhan itu. Setelah kejadian tersebut Ny Sam tidak mau keluar dari kamarnya. Bahkan ketika akan dibawa petugas, perempuan tersebut terus meronta dan meminta maaf kepada orangtuanya. Informasi lain menyebutkan, Ny Sam punya riwayat gangguan jiwa karena beberapa tahun lalu pernah akan dilamar lelaki, tapi tidak jadi. Bahkan sebelum kejadian, Ny Sam juga pernah bertindak jahil terhadap warga di sekitar tempat tinggalnya. (Roy)-m Rampas Tas, Dihajar Massa BANTUL (KR) - Ay (22) warga Kalipucang Bangunjiwo Kasihan Bantul babak belur dihajar massa, sesaat setelah menggasak tas milik Rieke Ifawati (29) warga Dusun Candi III Sardonoharjo Ngaglik Sleman, Sabtu (22/2). Penjambretan dilakukan tersangka di Dusun Rendeng Kulon Timbulharjo Sewon Bantul. Hingga kini tersangka mendekam di Mapolsek Sewon. Akibat kejadian tersebut korban mengalami luka setelah terjatuh dari motor ketika mengejar tersangka. Saat diperiksa, tersangka Ay mengaku sebelumnya ia mengendarai motor Yamaha Mio Nopol AB 2124 MT di jalan belakang Kompleks Pasar Seni Gabusan. Men- dadak didahului oleh korban yang menaruh tas di tempat kaki. Tersangka langsung mengejarnya. Ketika sampai di jalan kampung Rendeng Kulon, tersangka memepet motor korban sementara tangan kirinya mengambil tas. Korban berusaha mengejar tersangka sambil berteriak minta tolong, tapi kemudian terjatuh. Sementara Tersangka memacu motornya memotong Jalan Parangtritis ke arah timur Dusun Rendeng Wetan. Sampai di ujung jalan sudah dihadang massa dan langsung dihajar. Kapolsek Sewon Kompol Heru Setiawan mengatakan, sejauh ini penyidik masih memeriksa Ay. Karena dalam pangakuannya, sebelumnya pernah menggasak tas di Jalan Parangtritis depan Pasar Gabusan akhir 2013 lalu. Sementara itu, Ph (18) warga Gondokusuman, Minggu (23/2) dini hari, ditangkap massa setelah berusaha menjambret tas berisi uang dan HP milik Rozana Sheika. Kapolsek Gondokusuman Kompol Eddy Sugiharto, mengungkapkan sepulang dari Malioboro, korban melewati Jalan Langensari. Tiba-tiba tas langsung dirampas, namun korban mempertahankan. “Pada saat tarik-menarik, korban teriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu berhasil menangkap tersangka. Beruntung petugas cepat datang ke TKP dan mengamankan tersangka,” ungkap(Roy/Sni)-m nya. Oknum Caleg Dilaporkan Lakukan Penganiayaan YOGYA (KR) - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Yogya, Ml (26) warga Gondokusuman, diduga melakukan penganiayaan terhadap ustazah Mifrokhah (56). Penganiayaan itu dilakukan di musala wilayah Sagan Gondokusuman pada saat korban akan mengajar para santri. Mifrokhah didampingi Penasihat Hukumnya, Alouvi Ridho Mustafa SH, Sabtu (22/2), mengungkapkan pada 11 Februari 2014 saat akan mengajar santri, korban didatangi Ml untuk menanyakan alasan tidak mendatangi rapat Badan Koordinasi TKA-TPA se-Kecamatan Gondokusuman. Saat itu korban menyatakan ia sedang ada acara yang tak bisa ditinggal, tapi jawaban itu membuat Ml marah dan menganggap korban tidak menghargai rapat. “Caleg yang juga pengurus badan koor- dinasi TKA-TPA langsung mengambil tas saya berisi buku alat mengajar, hingga saya terjatuh. Setelah itu kepala merasa pusing, bahkan sampai sekarang juga masih terasa,” ungkapnya. Setelah kejadian itu, korban mendapatkan teror dengan didatangi orang tak dikenal maupun melalui SMS. Meskipun secara pribadi sudah memaafkan, namun korban menginginkan proses hukum harus tetap berjalan. “Memang Ml sudah minta maaf, tapi hukum harus terus. Banyak pihak mendukung saya untuk melanjutkan proses hukum karena penganiayaan itu dilakukan di tempat ibadah,” ungkapnya. Kejadian itu juga membuat trauma santri. Setelah penganiayaan jumlah santri yang datang ke musala menurun SMAN Prembun Dibobol Pencuri KEBUMEN (KR) Seperangkat alat musik digasak pencuri dari ruang musik SMA Negeri Prembun Kebumen. Peristiwa yang terjadi Sabtu (22/2) sekitar pukul 02.00, membuat sekolah itu mengalami kerugian Rp 28.600.000. Keterangan Kabag Humas Polres Kebumen AKP Wasidi dan Kapolsek Prembun AKP Rujito, diduga pelaku masuk ke sekolah dengan memanjat tembok setinggi 2,5 meter. Selanjutnya masuk ruang penyimpanan alat-alat musik dengan mencongkel jendela. Alat musik yang dibawa kabur, di antaranya keyboard merek Yamaha, dua gitar bas merek Gilmore, tiga gitar merek Extreme, satu headphone, enam speaker seri 15, satu speaker seri 10, satu mixer, satu equalizer, dan satu gitar. “Kasusnya masih dalam penyelidikan bersama Reskrim Polres Kebumen,” ujar AKP Rujito. Sementara itu, Minimarket ‘Asih Jaya’ di Jalan WonosariPonjong tepatnya di Desa Ngipak Karangmojo Gunungkidul, disatroni pencuri, Sabtu (22/2). Menurut saksi korban Sukasih (44), kejadian itu diketahui saat ia hendak membuka toko dan mendapati barang-barang dagangan bernilai puluhan juta rupiah amblas. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polres Gunung(Suk/Bmp)-m kidul. drastis. Biasanya ada 20 santri, tapi sekarang hanya 10 santri saja. “Mereka trauma karena kejadian itu di depan anakanak,” ujarnya. Alouvi menambahkan, berdasarkan informasi, penyidik Polsek Gondokusuman sudah menetapkan Ml sebagai tersangka. Pihaknya meminta segera dilakukan penahanan dan proses hukum harus tetap berjalan. “Kami minta polisi segera menahan tersangka karena perbuatannya sangat tak terpuji,” tambahnya. Sedangkan Kapolsek Gondokusuman Kompol Eddy Sugiharto ketika dikonfirmasi hal tersebut menyatakan pihaknya enggan memberikan keterangannya. Tapi berdasarkan informasi yang diperoleh KR, Selasa (25/2), Ml akan diperiksa (Sni/Zie)-m sebagai tersangka. Curi Perhiasan, PRT Ditangkap YOGYA (KR) - Petugas Reskrim Polsekta Umbulharjo Yogya dipimpin AKP Ardi Hartana SH MH, Sabtu (22/2) sore, menangkap dua pelaku pencurian, yang beraksi di dua tempat berbeda. Kedua tersangka masing-masing AB (21) dan IR (36) warga Sewon Bantul. Kapolsek Umbulharjo Yogyakarta Kompol Sri Wibowo SIK, Minggu (23/2) menjelaskan tersangka IR melakukan pencurian di rumah majikannya, Sri Rahayu Setyaningsih AMD (43) warga Gambiran Pandeyan Umbulharjo Yogya pada Jumat (14/2). Barang-barang yang dicuri berupa gelang emas kuning ‘Dubai’ dan gelang emas putih, seberat 15 gram. Akibat pencurian tersebut korban menderita kerugian Rp 30 juta. Setelah melakukan penyelidikan, petugas mencurigai IR yang tak lain pembantu rumah tangga (PRT) di rumah korban. “Setelah didesak oleh korban dan polisi, akhirnya IR mengakui perbuatannya,” jelas Sri Wibowo. Salah satu gelang dijual di Pasar Bantul, laku Rp 10 juta. Satunya lagi, dijual di salah satu toko emas di Yogya. Sedangkan tersangka AB yang ditangkap Sabtu (22/2) sore, terlibat pencurian di rumah Ari Endarwati (33) warga Balerejo Muja-muju Umbulharjo. Tersangka AB ditangkap ketika ber(Hrd)-m ada di sebuah warung. Hak Tersangka Didampingi Pembela KEPADA Yth, pengasuh rubrik konsultasi hukum dan narkoba DPC IKADIN Yogya pada SKH KR, saya ingin bertanya kepada pengasuh tentang keberadaan Penasihat Hukum/Pembela/Advokat dari seorang tersangka atau terdakwa. Saat dimana seorang diperiksa sebagai tersangka, apakah dia (tersangka tersebut) dapat langsung sebelumnya menunjuk seorang pembela/Penasihat Hukum atau hal tersebut nantinya akan ditunjuk oleh polisi saat sebelum memeriksa atau bagaimana. Karena teman saya saat menjadi tersangka pembunuhan, teman saya tersebut ketika ditanya dia tidak perlu didampingi pembela, yang selanjutnya teman saya tersebut tidak didampingi pembela. Tapi disisi lain saya pernah mendengar adanya keharusan untuk didampingi pembela/penasihat hukum bagi tersangka. Mohon pengasuh memberikan penjelasan kepada saya tentang keberadaan pembela tersebut. Terima kasih atas perhatian dan jawabannya. Yan di Gunungkidul. Yth Sdr Yan, terima kasih atas surat anda yang hal tersebut merupakan partisipasi anda terhadap rubrik ini. Menjawab surat anda maka perlu kami jawab adalah bahwa keberadaan pembela atau penasihat hukum sebagaimana sebutan yang terdapat dalam KUHAP (Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana) merupakan suatu hak bagi tersangka atau terdakwa terkait dengan kepentingan pembelaan baginya. Hak ini termasuk ketika tersangka atau terdakwa yang nyata-nyata tidak mampu dari sisi ekonomi/keuangan untuk membayar penasihat hukum, maka tersangka atau terdakwa tersebut bisa mendapatkan bantuan hukum dari penasihat hukum secara gratis/probono/prodeo. Hal ini dikarenakan amat pentingnya keberadaan penasihat hukum dalam upaya untuk mendampingi tersangka atau terdakwa dalam kepentingan pembelaannya tersebut. Dalam UU No 18 Tahun 2003 tentang Advokat juga disebutkan adanya bantuan hukum yang memang hal tersebut merupakan pem- berian jasa penanganan perkara bagi klien (tersangka atau terdakwa) yang tidak mampu. Selanjutnya terkait dengan keharusan seseorang yang tersangkut perkara pidana/pelaku yang harus didampingi penasihat hukum, maka sebagaimana yang terdapat dalam pasal 56 KUHAP disebutkan bahwa dalam hal tersangka atau terdakwa yang disangka atau didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi mereka yang tidak mampu yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih yang tidak mempunyai penasihat hukum sendiri, maka pejabat yang bersangkutan pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib menunjuk penasihat hukum bagi mereka. Demikian jawaban kami, jika anda belum jelas dapat langsung bertanya kepada kami di sekretariat konsultasi hukum dan narkoba DPC IKADIN Yogya Jl Puntodewo Nomor 10 Wirobrajan Yogya 55252. u-m
  • 28. SENIN WAGE 24 FEBRUARI 2014 (23 BAKDAMULUD 1947) ÓKEDAULATAN RAKYATÓ HALAMAN 28 SETIDAKNYA SAMPAI EURO 2016 Hodgson Ingin Gerrard Terus Main TUMBANGKAN UBAYA DI FINAL Putri Unair Surabaya Juara Baru SLEMAN (KR) - Tim basket putri Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menjadi juara baru Kompetisi Liga Mahasiswa (LIMA) Nasional 2013-2014. Dalam laga final yang digelar di GOR UNY Sleman, Minggu (23/2). Putri Unair yang diperkuat kapten tim Raissa dan kawan-kawan berjaya menumbangkan rekan sedaerahnya yang merupakan juara bertahan Universitas Surabaya (Ubaya) dengan skor 65-49. KR-AP Images Steven Gerrard LONDON (KR) - Usia Steven Gerrard sudah tidak muda lagi. Namun, pelatih tim nasional Inggris Roy Hodgson berharap kapten Liverpool itu terus bisa bermain minimal dua tahun lagi atau sampai Piala Eropa (Euro) 2016. Gerrard saat ini sudah berusia 33 tahun. Pada Piala Dunia mendatang, gelandang yang juga jadi kapten tim nasional Inggris itu akan berusia 34 tahun. Bagi Hodgson, Gerrard adalah sosok penting untuk The Three Lions. Dia pun berharap Gerrard masih akan bermain sampai selepas Piala Dunia. "Dia akan berusia 34 tahun pada Mei, jadi dia akan berusia 36 tahun pada saat Euro 2016," ujar Hodgson seperti dikutip Sky Sports. Namun, Hodgson juga berpikir semuanya tergantung pada apa yang Gerrard rasakan dan bagaimana dia bermain. Bahkan, sampai saat ini, jebolan akademi sepakbola Liverpool itu sama sekali tidak mengendurkan permainannya. "Siapa tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya tidak punya firasat apa-apa soal masa depan. Hanya waktu yang akan menjawabnya," tuturnya. Gerrard sudah bermain 108 kali untuk Inggris. Dari total jumlah penampilan itu, dia sudah menyumbang 21 (Ben)-b gol. Kedua tim tersebut melaju ke pertandingan final, setelah sehari sebelumnya menjungkalkan para pesaing mereka. Putri Ubaya di semifinal menekuk tim tangguh asal Jakarta, Perbanas dengan skor 86-78. Sedangkan putri Unair di semifinal mengalahkan Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta 58-48. Sedangkan peringkat III putra dan III putri direbut UPH Jakarta dan Perbanas Jakarta. Pada perebutan posisi III-IV tersebut, putra UPH Jakarta menundukkan juara bertahan Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) Bandung dengan skor 78-71. Dan putri Perbanas Jakarta menang atas UPH Jakarta 74-48. Sementara laga final putra antara putra Ubaya Surabaya kontra Universita Esa Unggul (UEU) Jakarta belum diketahui hasilnya. Pelatih Aries Herman yang menukangi tim putri Unair merasa puas dan bangga, karena anak asuhnya untuk pertama kali berhasil menjadi juara. "Resep tim kami mengalahkan juara bertahan tidak ada. Hanya saja pemain kami mampu tampil enjoy,tak ada beban, saling memperkokoh komunikasi antar pemain serta mempererat tali kekeluargaan," ujar Aries sembari meluapkan kegembiraannya. Menurutnya timnya yakin menang meski sempat tertinggal pada kuarter II dengan skor 23-28. Ketinggalan timnya dalam pengumpulan poin dari Ubaya pada kuarter II mungkin Raissa dkk baru down dan staminanya drop. "Tapi memasuki kuarter III dan IV tim kami terus fokus mengejar difisit poin. Upaya keras pemain kami membuahkan hasil. Kami akhirnya berhasil menutup pertandingan dengan skor 65-49, sekaligus merebut juara pertama kali," ujar Aries yang didampingi pemainnya Raissa, kapten tim. Ditambahkan dengan juara itu, bonus sudah menunggu para pemain putri Unair. Termasuk reward menjadi juara, tim putri Unair bakal mendapat trofi bergilir dari Mendiknas RI dan uang Rp (Rar)-e 30 juta. PENGGALANGAN DANA BCS Jersey Along Terjual Tertinggi SLEMAN (KR) - Pelelangan jersey pemain PSS Sleman musim lalu, Noh 'Along' Alam Shah terjual dengan harga tertinggi, yakni Rp 1.550.000 dalam malam penggalangan dana untuk korban bencana alam di Indonesia yang diselenggarakan Brigata Curva Sud (BCS), Sabtu (22/2) malam di Kantor Kecamatan Depok, Sleman. Sesepuh BCS Trimuri Wahyu Wibowo kepada KR menyatakan, penggalangan dana itu sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-3 BCS. "Rangkaian peringatan HUT BCS dan LCS ini harusnya dilaksanakan pada 15 Februari lalu, namun baru bisa direalisasikan sekarang. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak hingga acara ini berjalan sukses," ungkapnya. Selain milik Along, dalam malam penggalangan dana itu juga dilelang jersey Anggo Julian, Fachrudin, Anang Hadi, Bona Simanjuntak, Andi Iswantoro, Satrio Aji, Ade Cristian, Nanda Wahyu Nasution dan Nugroho Andriyanto yang terjual dengan harga bervariasai, yakni antara Rp 300.000 hingga Rp 1 juta. Dari hasil pelelangan ini bisa terkumpul dana sebesar Rp 8.350.000. Selain itu juga dilakukan penggalangan dana secara langsung dan penjualan merchandise. "Dengan penggalangan ini, kami ingin meringankan beban saudarasaudara kita yang tengah terkena musibah, menjadi korban bencana alam," im(Jan)-e buh Wahyu. KR-Abrar Kapten tim putri Unair Raissa (berkerudung) berkostum kuning berebut bola dengan pemain Ubaya. NAMA AGUS ATHA MENGEMUKA Idealnya 3 Asisten Bagi Persiba BANTUL (KR) - Hengkangnya dua asisten pelatih dari tim Persiba Bantul, Benyamin van Breukellen dan Albert Rudiana di awal musim Indonesia Super League (ISL) membuat pelatih kepala, Sajuri Syahid mulai mencoba mencari pengganti. Guna menutup kekurangan itu, pelatih berlisensi A Nasional ini berharap manajemen bisa mendatangkan tiga asisten pelatih sebagai pengganti. Tiga asisten yang diminta Sajuri kepada manajemen ini terdiri dari satu asisten pelatih, satu pelatih kiper dan satu asisten pelatih yang berasal dari lokal Bantul. "Idealnya memang ada tiga tambahan. Dua asisten pelatih di lapangan dan satu pelatih kiper," terang Sajuri kepada KR di Bantul, Minggu (23/2) Dari ketiga posisi yang dibutuhkan tersebut, pria yang keseharian bekerja sebagai guru di SMAN 1 Pajangan ini sudah memiliki gam- baran dua nama pelatih yang akan masuk menjadi asistennya. Sedangkan untuk posisi pelatih kiper, dirinya mengaku akan menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen untuk mencari dan mendatangkannya. Meski telah memiliki gambaran pelatih yang akan diajaknya ikut membesut Persiba musim ini, pelatih yang mengantarkan Persiba menjadi juara Divisi Utama tiga tahun silam ini masih enggan membeberkannya. "Saya memang sudah ajukan nama untuk asisten pelatih yang utama ke manajemen. Tapi, ini baru diskusi awal, jadi belum berani saya sebutkan," jelasnya. Namun demikian, saat disinggung mengenai kapasitas calon asistennya ini bakal pas buat tim Persiba yang berkompetisi di ISL, Sajuri menegaskan, sudah sesuai kriteria. Mulai dari syarat di manual liga dimana harus memiliki sertifikasi kepelatihan yang minimal B Nasional serta pengalaman membesut tim di kancah nasional, calon pelatih ini memilikinya. Kelebihan dari pelatih ini menurut Sajuri adalah bertempatinggal tidak jauh dari Bantul meski tidak berada di DIY. "Dia asli Jawa Tengah. Untuk pengalaman, dia sempat di Persis Solo, Persiwon Wondama. Lisensinya juga sudah A Nasional seperti saya. Kalau disetujui manajemen, saya inginkan dia biar bisa bertukar pandangan saat di lapangan karena dia lebih pengalaman," terangnya. Diharapkan, asisten pelatih ini nantinya bisa bergabung di tim Persiba pada latihan perdana, Senin (3/3) mendatang agar persiapan untuk laga di kompetisi musim ini bisa berjalan lebih maksimal. "Harapannya bisa segera gabung. Kalau yang lokal Bantul, saya sudah ada gambaran juga, tapi ini kan baru usulan saya," imbuhnya. Sementara itu saat dihubungi terpisah, Sekretaris Persiba, Wikan Werdo Kisworo mengatakan, untuk masalah pengisian posisi pelatih kiper dan asisten pelatih, hingga kemarin memang belum diputuskan karena masih akan menunggu rapat. Namun, saat ini memang manajemen telah melakukan pendataan calon-calon yang akan mengisi posisi tersebut. Mengenai kemungkinan mantan pelatih Persiba musim 2007-2009, Agus Atha untuk kembali ke Bantul, Wikan mengaku cukup terbuka. Pasalnya, saat ini mantan kiper Persib Bandung di era 80-an ini belum terikat kontrak dengan klub lain. "Sangat terbuka kemungkinan itu. Kami juga sudah kenal dengan beliau yang memiliki komitmen tinggi pada tim. Beliau juga dekat dengan (R-3)-b kami," tuturnya. LAWAN SELANGOR DI GRUP F AFC MENYOAL DUALISME KONI-KOI MINTA PERSELISIHAN SUPORTER DIAKHIRI Arema Tetap Targetkan Kemenangan Permen Ditargetkan Terbit Awal Maret Idham: Tak Mau Damai, Persiba Bubar SELANGOR (KR) Meski berat peluang untuk menang menghadapi tuan rumah Selangor FC pada laga perdana Piala AFC 2014 Grup F di Stadion Selayang Municipal Counsil Selangor, pada Selasa (25/2), tetapi Arema Cronus tetap menargetkan kemenangan. Ini ditegaskan pelatih Suharno ketika dihubungi pers dari Jakarta, Minggu (23/2). Kondisi kurang menguntungkan memang diakui Suharno sedang membelit klub asuhannya jelang laga penting ini, Gustavo Lopez dipastikan absen saat laga nanti karena cederanya kambuh lagi saat memperkuat Arema tampil menghadapi Barito Putra beberapa hari lalu. Gustavo yang baru pulih dari cedera sempat ketika itu dimainkan selama 20 menit, tetapi ia kemudian harus keluar lapangan lagi. Gustavo terpaksa harus ditinggal di Malang. Suharno pun dalam laga tandang ini hanya membawa 18 pemain. "Gustavo tidak kita bawa karena cederanya kambuh kembali. Ini sebenarnya bukan keinginan kita. Dia kita tinggal di Malang untuk mempercepat kesembuhannya agar segera bermain kembali saat April nanti," ungkap Suharno. Ketiadaan Gustavo, tutur Suharno sudah bisa diatasi, karena kekuatan klubnya tidak terlalu banyak dipengaruhi. "Kualitas pemain Arema merata. Tidak ada predikat pemain inti atau cadangan. Kita sesuaikan, semua pemain yang dibawa punya kesempatan main yang sama besar. Bagaimana pun beratnya laga ini, kami tetap patok target menang," tutup Suharno. Ada pun pemain Arema yang dibawa Ke Selangor adalah Kurnia Meiga, Ahmad Kurniawan, Victor Igbonefo, Thierry Gathuessi, Purwaka Yudhi, Ahmad Alfarizi, Benny Wahyudi, Munhar, Juan Revi, Ahmad Bustomi, Hendro Siswanto, Dendi Santoso, Sunarto, Samsul Arif, I Gede Sukadana, Irsyad Maulana, Alberto Goncalves dan Christian Gonzales. (Fon)-e JAKARTA (KR) - Perebutan kewenangan antara KONI dan KOI akan coba dijembatani dengan Peraturan Menteri (Permen) yang ditargetkan Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo keluar pada Maret mendatang. Roy mengatakan, Permen tersebut masih dalam tahap pematangan dalam rapat internal pihaknya (Kemenpora). Oleh sebab itu draf baru akan sampai ke KONI dan KOI pekan depan. "Dalam minggu ini draf Permen diharapkan sudah jadi, karena kemarin itu memang ada be- berapa hal yang harus direvisi. Namun saya targetkan awal Maret nanti, Permen sudah bisa disahkan," tegas Roy kepada pers di Jakarta, Sabtu (22/2). Diakuinya, penerbitan Permen memang sedikit terlambat. Alasannya, ia ingin berhati-hati dalam menerbitkan produk hukum tesebut. "Jangan sampai Permen melebihi Peraturan Pemerintah. Makanya saya sangat berhati-hati sekali dalam hal ini. Saya ini orang yang taat ter(Fon)-b hadap hukum," tegasnya. KR-Janu Riyanto PERSAHABATAN: Tim Sepakbola PWI DIY kembali menggelar pertandingan persahabatan melawan Tim Pengcab PSSI Sleman di Stadion Tridadi Sleman, Minggu (23/2) sore menyongsong Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II DIY yang dijadwalkan 14-27 April mendatang. Nampak dalam gambar Tim PWI DIY (berdiri) dan Tim Pengcab PSSI Sleman (jongkok) sebelum pertandingan. BANTUL (KR)- Ketua Umum Persiba Bantul, Drs HM Idham Samawi meminta perselisihan antarsuporter segera diakhiri. Jika konflik antarpendukung Persiba Bantul tidak segera selesai, banyak menimbulkan kerugian. Pada saat Persiba berlaga di kandang dipastikan tanpa penonton. Bahkan pihak kepolisian juga tidak akan memberikan rekomendasi kepada Panitia Pelaksana Pertandingan (Panpel). "Kami akan berusaha pelan-pelan, dua supoter Persiba Bantul segera mengakhiri perselisihan agar segera bisa menggelar pertandingan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul," ujar Idham ketika ditemui usai panen raya bawang merah di Sanden Bantul, Minggu (23/2). Menurut Idham, Persiba sangat membutuhkan dukungan suporter ketika bertanding. Hal tersebut menjadi pemacu semangat pemain menghadapi lawan. Mestinya kata Idham, karena semua warga Bantul dan pendukung Persiba tidak perlu adanya keributan. Dengan perdamaian akan menjadi awal menatap masa depan lebih baik dan peristiwa itu tidak terulang. Sementara Ketua Panpel Persiba Bantul, Drs Kandiawan MM mengungkapkan, adanya konflik antarsuporter Persiba Bantul tersebut punya dampak kurang baik terhadap perkembangan sepakbola. Kerugian yang ditimbulkan dari perseteruan itu tidak sebatas finansial. Ada yang lebih besar lagi, yakni harkat masyarakat Bantul sendiri. Kandiawan menjelaskan, dua suporter itu bagian dari pendukung Persiba Bantul. "Ketika sudah tidak ada kesepakatan, lebih baik Persiba bubar saja," tegasnya. Menurut Kandiawan, jika memang suporter tersebut cinta Persiba mestinya tinggalkan sikap ego masing-masing. Kemungkinan terburuk sebagai efek dari perselisihan itu adalah, Persiba bisa tanding, tetapi tanpa penonton. Bisa juga menggelar pertandingan selain di SSA. Jika hal tersebut sampai terjadi, jelas itu sangat merugikan di tengah keuangan sedang sulit. "Jika sebuah tim bertanding tanpa penonton, mau bertahan berapa lama," ujarnya. Melihat situasi itu, mestinya suporter mengerti, bahwa kesepakatan damai sangat berarti bagi masa depan Persiba (Roy)-b Bantul.