SOLIDARITAS rakyat untuk
membebaskan Satinah binti
Jumadi, tenaga kerja Indone-
sia (TKI) asal Ungaran, Sema-
rang, Jateng...
PENGURUS BANK PEMEGANG SAHAM
DEWAN KOMISARIS PEMEGANG SAHAM PENGENDALI (PSP)
* Komisaris Utama Independen : Henry Kaunang ...
ASTRI NOVARIA
P
RESIDEN Susilo Bam-
bang Yudhoyono di-
kecam karena telah
menunggangi agenda
kegiatan kepresidenan untuk
m...
JUMAT, 28 MARET 2014INDONESIA MEMILIH4
MAHKAMAH Konstitusi me-
nyatakan Keraton Surakarta
tidak dapat menerima hak
keistim...
JUMAT, 28 MARET 2014 INDONESIA MEMILIH 5
NUR AIVANNI
P
ENELITI politik LIPI
Siti Zuhro menye-
but PDIP saat ini
s e d a n ...
JUMAT, 28 MARET 20146
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha 166.659.320.453 129.398.801.016
Utang Pajak 4.852.825.252 3.658...
PompaPluit
Atasi Banjir
JAKARTA UTARA
P
ENGOPERASIAN Ru-
mah Pompa Pluit mem-
bebaskan 34,2 kilome-
ter persegi wilayah st...
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Media Indonesia 28 Maret 2014
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Media Indonesia 28 Maret 2014

1,746 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,746
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
11
Actions
Shares
0
Downloads
268
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Media Indonesia 28 Maret 2014

  1. 1. SOLIDARITAS rakyat untuk membebaskan Satinah binti Jumadi, tenaga kerja Indone- sia (TKI) asal Ungaran, Sema- rang, Jateng, yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi, terus mengalir. Upaya itu muncul akibat sikap pe- merintah yang dinilai gamang dalam upaya penyelamatan Satinah. Aksi Peduli Satinah, misal- nya, hingga kemarin, dilapor- kan telah berhasil mengum- pulkan dana Rp3 miliar. Itu merupakan hasil sumbangan masyarakat yang dikumpulkan Migrant Care. “Dua hari lalu itu sebesar Rp2,4 miliar dan sekarang su- dah bertambah jadi Rp3 M,” ucap Direktur Eksekutif Mig- rant Care Anis Hidayah. Anis pun yakin dalam waktu satu pekan tersisa ini, mereka sanggup mengumpulkan Rp9 miliar, sisa uang yang dibu- tuhkan untuk membebaskan Satinah. “Kalau pemerintah enggak bisa bayar, kita masyarakat yang akan bayar. Saya optimis- tis,” tegas Anis, kemarin. Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh pun meminta pe- merintah secepatnya mengejar waktu untuk meloloskan Sati- nah dari hukuman pancung, dengan memenuhi pembayar- an diat yang diminta ahli waris korban. Namun, jika pemerintah menyatakan tidak sanggup dan kemudian meminta bantuan Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan partainya akan membayar. “Untuk nyawa manusia, kalau pemerintah minta ban- tuan, Partai NasDem akan melakukannya,” tegas Surya di Semarang, kemarin. Gubernur Jawa Tengah Gan- jar Pranowo berharap seluruh masyarakat termasuk calon anggota legislatif di daerah, pusat, dan calon anggota De- wan Perwakilan Daerah men- dukung gerakan Save Satinah dengan menyumbang uang diat. Sebelumnya, meskipun me- nyatakan akan berusaha keras membebaskan Satinah, Presi- den Susilo Bambang Yudho- yono dinilai bersikap gamang karena lebih memilih meminta perpanjangan waktu eksekusi daripada langsung membayar diat. “Saya sudah minta Pak Djoko Suyanto (Menko Polhukam) minta perpanjangan lagi. Saya kirim surat lagi agar bisa diper- panjang eksekusinya (pemba- yaran diat). Mudah-mudahan ada titik temu,” kata Presiden. (WJ/JS/HT/Mad/X-6) ARIES WIJAKSENA C AGAR Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu, Kabupaten Bengka- lis, Provinsi Riau, menjadi bancakan aparat. Dua mantan kapolres, seorang perwira tinggi TNI- AU, serta sejumlah anggota polisi dan TNI menguasai lahan di kawasan yang dilindungi demi kepentingan penelitian dan pendidikan itu. Dari hasil penelusuran Media Indone- sia, setidaknya 12 orang memiliki lahan di cagar biosfer tersebut dengan luas bervariasi. Lahan paling luas dimiliki anggota TNI-AD, Serka S, yakni 1.500 hek- tare. Brigjen Polisi (Purn) BS yang merupa- kan mantan kapolres di wilayah Polda Riau juga menguasai 200 hektare lahan. Begitu pula Ajun Komisaris Besar MH. Perwira yang pernah menjabat kapolres di Riau itu memiliki lahan 100 hektare. MarsekalPertamaTSdiketahuimengu- asai 200 hektare, sama dengan yang dimiliki anggota DPR, HI. Tak cuma oleh aparat dan pejabat, lahan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu dijarah warga sipil (lihat grafis). Sumber Media Indonesia menambah- kan, beralihnya ribuan hektare kawa- san konservasi tersebut berawal dari pembalakan liar yang dilakukan dua koperasi pada 1997. ‘’Aktivitas illegal logging mereka dimulai dari Desa Bukit Abbas lalu merambah ke Desa Bukit Kerikil,’’ jelasnya. Setelah pembalak liar meninggalkan area, imbuh dia, lahan diubah menjadi perkebunan sawit oleh Sunardi selaku ketua kelompok tani Desa Bukit Kerikil. ‘’Lahan kemudian dijual ke masyarakat, termasuk ke aparat.’’ Kepemilikan lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu oleh aparat sebelumnya juga diungkapkan Koman- dan Satgas Pasukan Darat Operasi Darurat Asap Riau Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto. “Semuanya terbongkar lewat kete- rangan Serka Sudigdo. Digdo ini cukong. Ia pemain lama,” ucapnya, Rabu (26/3). Tak cuma di cagar biosfer, sumber di Satgas Penegakan Hukum Terpadu juga menyebutkan adanya anggota TNI berpangkat kolonel yang menguasai 300 hektare lahan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. 102 tersangka Kapolda Riau Brigjen Condro Kirono mengaku telah menerima informasi atas penguasaan lahan di cagar biosfer ter- sebut. ‘’Info ini masih kita dalami. Kami juga minta penjelasan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Kehutanan) yang memiliki kewenangan kawasan itu. Mereka sen- diri belum membuat laporan ke polda,’’ jelasnya di Pekanbaru, kemarin. Ia menambahkan, hingga kemarin 102 orang telah ditetapkan sebagai tersangka perambahan serta pembakaran hutan dan lahan. Salah satunya Serka Sudigdo yang bertugas di Dinas Administrasi Ve- teran dan Cacat TNI Kota Dumai. Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau yang meliputi Kabupaten Bengkalis dan Dumai, Supartono, telah mendapatkan informasi itu pula. Menurutnya, perambahan Cagar Bio- sfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu yang me- libatkan aparat, mantan aparat, pejabat, dan warga terjadi di sepanjang koridor Giam Siak Kecil, Bukit Batu, hingga Ke- lurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Dumai. “Kalau temuan saya di lapangan ada puluhan SKT (surat keterangan tanah) yang disita. Itu operasi yang saya pimpin di Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Bengkalis. Berkasnya sudah diserahkan ke Polres Bengkalis,” terang Supartono. Perambahan liar disertai jual beli lahan menjadi modus umum untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit. Dengan ditopang modal dari cukong, pembalak merambah lahan bekas hak pengusahaan hutan yang telah dialihkan menjadi kawasan konservasi, hutan lin- dung, dan hutan konversi. (RK/BG/X-8) aries@mediaindonesia.com KRITIK berbagai kalangan bahwa negeri ini telah kehilangan pusat-pusat keteladanan dari para pemimpin bukanlah isapan jempol. Hampir di berbagai lini, kita mendapati elite di negeri ini kerap melakukan langkah-langkah menabrak aturan yang jauh dari teladan tertib aturan. Pemandangan seperti itu menjadi lazim saat kita menyak- sikan kampanye pemilu secara terbuka yang kini memasuki fase akhir. Salah satu yang paling kentara ialah pelanggaran aturan atas penggunaan fasilitas negara untuk kampanye. Karena itu, wajar belaka jika kepergian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Lampung pada Rabu (26/3) setelah menggelar rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, menuai kritik tajam. Di Lampung, Yudhoyono berkampanye di ha- dapan kader dan simpatisan Partai Demokrat. Kecaman muncul karena meski Yudhoyono telah cuti dari jabatannya, kampanyenya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat masih menggunakan pesawat yang disewa peme- rintah. Tidak sedikit pula yang menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk bahwa Yudhoyono lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang urusan negara. Bahkan, pemimpin Komi- si Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas menyebut Yudhoyono telah bertindak tidak etis karena menggu- nakan fasilitas negara untuk berkampanye sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Me- nurut Busyro, itulah akibat- nya jika memiliki presiden yang merangkap jabatan se- bagai ketua umum partai. Kasus penggunaan fasili- tas negara untuk kampanye juga disebut-sebut dilakukan pejabat negara, yakni saat Menteri Kelautan dan Per- ikanan Sharif Cicip Sutardjo berkampanye di Jawa Tengah. Cicip telah membantah dugaan itu. Namun, pengawas pemi- lu menduga kuat Cicip telah menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. Apa yang dilakukan para elite tersebut tak pelak merupa- kan bentuk pengingkaran atas prinsip taat hukum dan taat asas. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemi- lu menegaskan secara gamblang larangan menggunakan fasilitas negara untuk kampanye. Pasal 87 UU itu menyatakan ‘Kampanye pemilu yang mengikutsertakan presiden, wakil presiden, menteri, gu- bernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota harus memenuhi ketentuan tidak menggu- nakan fasilitas yang berkaitan dengan jabatannya, kecuali fasilitas pengamanan bagi pejabat negara sebagaimana dia- tur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan’. Benar belaka bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pengajuan Cuti Pejabat Negara ter- dapat pasal yang mengatur tentang fasilitas negara yang melekat pada presiden dan boleh dipakai untuk kegiatan apa pun, termasuk kampanye. Namun, fasilitas itu terkait dengan pengamanan, protoko- ler, dan kesehatan. Sebaliknya fasilitas transportasi, ter- masuk kendaraan dinas, terlarang untuk digunakan. Selama aturan yang melarang penggunaan fasilitas negara itu masih hidup, pada titik itu pula aturan harus dihormati dan ditegakkan. Menjadi kewajiban pertama dan mula-mula bagi pejabat untuk melaksanakan aturan itu secara autentik karena merekalah pusat teladan. Pengawas pemilu harus tegas memerkarakan pelanggaran itu. Bawaslu tak elok berlindung di balik rupa-rupa alasan untuk mendiamkan. Mendiamkan pelanggaran sama saja melakukan pelang- garan. Pelanggaran yang didiamkan akan dianggap kebe- naran. JIKA profesi Anda tenaga pengajar, ada baiknya memperhatikan proses pembelajaranyangmembe- rikan ruang interaksi dan ge- rakan abstrak dalam menjelaskan materi atau soal-soal matematika. Sebuah studi menunjukkan peng- ajaran matematika dengan menggu- nakan gerakan abstrak merupakan cara yang baik untuk membantu anak-anak dalam belajar dan memahami materi pelajaran tersebut. Tim peneliti, yang terdiri dari para psikolog di AS, menga- takan anak-anak berusia 8 tahun akan memperoleh pema- haman yang lebih baik mengenai prinsip-prinsip matema- tika dengan menggunakan tangan serta otak mereka. Dalam penelitian sebelumnya disebutkan gerakan mem- bantu proses pembelajaran. Ketika membuat gerakan, anak-anak mampu mengekspresikan ide-ide secara fisik yang membantu proses pembelajaran. Lebih jauh, gerakan abstrak dapat menjadi alat pengajaran yang lebih efektif ketimbang menggunakan benda-benda. (BBC/Hym/X-4) Menabrak Aturan Fasilitas Negara Gerakan dan Pembelajaran Pemimpin KPK Busyro Muqoddas menyebut Yudhoyono telah bertindak tidak etis karena menggunakan fasilitas negara untuk kampanye Demokrat. Silakan tanggapi Editorial ini melalui: www.metrotvnews.com JUMAT, 28 MARET 2014 / NO. 12030 / TAHUN XLV / 36 HALAMAN Pemasangan Iklan & Customer Service: 021 5821303 No Bebas Pulsa: 08001990990 e-mail: cs@mediaindonesia.com Rp2.900/eks (di luar P. Jawa Rp3.100/eks) Rp67.000/bulan (di luar P.Jawa + ongkos kirim) Harian Umum Media Indonesia @ MIdotcom Dulu Dipuja Sekarang Dilupa Pertunjukan teater tradisional lenong Betawi tenggelam dalam arus modernisasi karena kaderisasinya mandek. Fokus Megapolitan, Hlm 22-23 AparatBancakan CagarBiosfer Dua mantan kapolres dan seorang perwira tinggi TNI-AU termasuk yang menguasai lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil- Bukit Batu, Riau. Rakyat Siap Bebaskan Satinah Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa diakses di metrotvnews.com MI/SUSANTO “Kalau pemerintah enggak bisa bayar, kita masyarakat yang akan bayar.” Anis Hidayah Direktur Eksekutif Migrant Care 2x+4=2x+4= ? 2x+4= ? SENO
  2. 2. PENGURUS BANK PEMEGANG SAHAM DEWAN KOMISARIS PEMEGANG SAHAM PENGENDALI (PSP) * Komisaris Utama Independen : Henry Kaunang 1. Ultimate shareholder : Dr. HCAlim Markus * Komisaris : Koesparmono Irsan melalui : PT.Alim Investindo sebesar 20,36% * Komisaris Independen : Muhammad Pujiono Santoso PEMEGANG SAHAM BUKAN PSP MELALUI PASAR MODAL ( > 5%) DIREKSI 1. PT. Maspion : 13,06% * Direktur Utama : Herman Halim PEMEGANG SAHAM BUKAN PSP TIDAK MELALUI PASAR MODAL ( > 5%) * Direktur : Sri Redjeki 1. PT.Alim Investindo : 67,69 % * Direktur : Iis Herijati 2. PT. Guna Investindo : 6,77 % * Direktur : Yunita Wanda 3. Lainnya : 5,55 % TRANSAKSI SPOT DAN DERIVATIF PER 31 DESEMBER 2013 (dalam jutaan rupiah) No. TRANSAKSI BANK NILAI NOTIONAL TUJUAN TAGIHAN DAN LIABILITAS DERIVATIF TRADING HEDGING TAGIHAN LIABILITAS A. Terkait Dengan Nilai Tukar 1. Spot - - - - - 2. Forward - - - - - 3. Option a. Jual - - - - - b. Beli - - - - - 4. Future - - - - - 5. Swap - - - - - 6. Lainnya - - - - - B. Terkait Dengan Suku Bunga 1. Forward - - - - - 2. Option a. Jual - - - - - b. Beli - - - - - 3. Future - - - - - 4. Swap - - - - - 5. Lainnya - - - - - C. Lainnya - - - - - JUMLAH - - - - - SURABAYA, 28 MARET 2014 Direksi PT. Bank Maspion Indonesia Tbk Herman Halim Sri Redjeki Direktur Utama Direktur LAPORAN POSISI KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS 31-Dec-13 31-Dec-12 ASET 1. Kas 98.041 69.306 2. Penempatan pada Bank Indonesia 700.367 351.592 3. Penempatan pada bank lain 61.088 54.987 4. Tagihan spot dan derivatif - - 5. Surat berharga a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo 227.010 108.139 d. Pinjaman yang diberikan dan piutang - - 6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - - 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) - - 8. Tagihan akseptasi 3.720 1.835 9. Kredit a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo - - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang 2.952.212 2.691.286 10. Pembiayaan syariah - - 11. Penyertaan - - 12. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- a. Surat berharga - - b. Kredit (5.093) (6.769) c. Lainnya (5) (4) 13. Aset tidak berwujud - - Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- - - 14. Aset tetap dan inventaris 124.822 108.895 Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (61.870) (54.868) 15. Aset non produktif a. Properti terbengkalai 11.263 11.263 b. Aset yang diambil alih 3.068 1.457 c. Rekening tunda - - d. Aset antar kantor i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 16. Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset non keuangan -/- - - 17. Sewa pembiayaan - - 18. Aset pajak tangguhan 2.422 1.882 19. Aset Lainnya 53.378 64.282 TOTALASET 4.170.423 3.403.283 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 1. Giro 494.215 433.013 2. Tabungan 746.486 716.567 3. Simpanan berjangka 2.202.875 1.850.523 4. Dana investasi revenue sharing - - 5. Pinjaman dari Bank Indonesia - - 6. Pinjaman dari bank lain 45.495 7.249 7. Liabilitas spot dan derivatif - - 8. Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) - - 9. Utang akseptasi 3.720 1.835 10. Surat berharga yang diterbitkan - - 11. Pinjaman yang diterima a. Pinjaman yang dapat diperhitungkan sebagai modal - - b. Pinjaman yang diterima lainnya - - 12. Setoran jaminan 524 353 13. Liabilitas antar kantor a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 14. Liabilitas pajak tangguhan - - 15. Liabilitas lainnya 40.073 23.845 16. Dana investasi - - TOTAL LIABILITAS 3.533.388 3.033.385 EKUITAS 17. Modal disetor a. Modal dasar 1.200.000 1.200.000 b. Modal yang belum disetor -/- (814.900) (891.900) c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - 18. Tambahan modal disetor a. Agio 158.678 - b. Disagio -/- - - c. Modal sumbangan - - d. Dana setoran modal - - e. Lainnya - - 19. Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual - - c. Bagian efektif lindung nilai arus kas - - d. Selisih penilaian kembali aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - 20. Selisih kuasi reorganisasi - - 21. Selisih restrukturisasi entitas sepengendali - - 22. Ekuitas lainnya - - 23. Cadangan a. Cadangan umum - - b. Cadangan tujuan - - 24. Laba/rugi a. Tahun-tahun lalu 61.798 38.144 b. Tahun berjalan 31.459 23.654 TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 637.035 369.898 25. Kepentingan non pengendali TOTAL EKUITAS 637.035 369.898 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 4.170.423 3.403.283 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF PERIODE : 01 JANUARI s/d 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS - POS 31-Dec-13 31-Dec-12 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga a. Rupiah 340.873 270.458 b. Valuta asing 442 448 2. Beban Bunga a. Rupiah 182.179 139.364 b. Valuta asing 479 289 Pendapatan (Beban) Bunga Bersih 158.657 131.253 B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga 1. Pendapatan Operasional selain Bunga a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Spot dan derivatif - - iv. Aset keuangan lainnya - - b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan - - c. Keuntungan penjualan aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Aset keuangan lainnya - - d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) - - e. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method - - f. Dividen - - g. Komisi/provisi/fee dan administrasi 3.893 4.219 h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai 4.644 1.905 i. Pendapatan lainnya 19.159 18.493 2. Beban Operasional selain Bunga a. Penurunan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Spot dan derivatif - - iv. Aset keuangan lainnya - - b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan - - c. Kerugian penjualan aset keuangan i. Surat berharga - - ii. Kredit - - iii. Aset keuangan lainnya - - d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised) - - e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) i. Surat berharga - - ii. Kredit 2.970 2.679 iii. Pembiayaan syariah - - iv. Aset keuangan lainnya - - f. Kerugian terkait risiko operasional - - g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method - - h. Komisi/provisi/fee dan administrasi - - i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) - - j. Beban tenaga kerja 80.049 76.622 k. Beban promosi 2.772 1.529 l. Beban lainnya 59.530 45.010 Pendapatan (Beban) Operasional selain Bunga Bersih (117.625) (101.223) LABA (RUGI) OPERASIONAL 41.032 30.030 PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 190 827 2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing 360 177 3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 367 471 LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 917 1.475 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK 41.949 31.505 Pajak penghasilan a. Taksiran pajak tahun berjalan (11.031) (7.965) b. Pendapatan (beban) pajak tangguhan 541 114 LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK BERSIH 31.459 23.654 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual - - c. Bagian efektif dari lindung nilai arus kas - - d. Keuntungan revaluasi aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - Pendapatan komprehensif lain tahun berjalan - net pajak peghasilan terkait - - TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 31.459 23.654 Laba yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 31.459 23.654 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABATAHUN BERJALAN 31.459 23.654 Total Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 31.459 23.654 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABATAHUN BERJALAN 31.459 23.654 TRANSFER LABA (RUGI) KE KANTOR PUSAT - - DIVIDEN - - LABA BERSIH PERSAHAM 9 20 LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI PER 31 DESEMBER 2013 DAN 31 DESEMBER 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS 31-Dec-13 31-Dec-12 I. TAGIHAN KOMITMEN 1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik a. Rupiah - - b. Valuta asing - - 2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan - - 3. Lainnya 854 1.523 II. KEWAJIBAN KOMITMEN 1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. BUMN i. Commited - Rupiah - - - Valuta asing - - ii. Uncommited - Rupiah - - - Valuta asing - - b. Lainnya i. Commited - - ii. Uncommited 746.940 625.576 2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik a. Commited i. Rupiah - - ii. Valuta asing - - b. Uncommited i. Rupiah - - ii. Valuta asing - - 3. Irrevocable L/C yang masih berjalan a. L/C luar negeri 4.914 5.265 b. L/C dalam negeri 1.203 2.547 4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan - - 5. Lainnya 603 279 III. TAGIHAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diterima a. Rupiah - - b. Valuta asing - - 2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian a. Bunga kredit yang diberikan 638 906 b. Bunga lainnya - - 3. Lainnya - - IV. KEWAJIBAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diberikan a. Rupiah 31.442 25.370 b. Valuta asing - - 2. Lainnya - - CADANGAN PENYISIHAN KERUGIAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS 31-Des-13 31-Des-12 CKPN PPA WAJIB DIBENTUK CKPN PPA WAJIB DIBENTUK INDIVIDUAL KOLEKTIF UMUM KHUSUS INDIVIDUAL KOLEKTIF UMUM KHUSUS 1. Penempatan pada bank lain 5 - 611 5 4 - 550 4 2. Tagihan spot dan derivatif - - - - - - - - 3. Surat berharga - - - - - - - - 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) - - - - - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) - - - - - - - - 6. Tagihan akseptasi - - 37 - - - 18 - 7. Kredit 2 5.091 27.260 2 1.950 4.819 24.937 154 8. Penyertaan - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - 10. Transaksi rekening administratif - - 308 1 - - 321 - PERHITUNGAN KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (KPMM) PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. KOMPONEN MODAL 31-Dec-13 31-Dec-12 I. KOMPONEN MODAL A. Modal Inti 594.254 334.615 1. Modal Disetor 385.100 308.100 2. Cadangan Tambahan Modal 2.1. Faktor penambah a. Agio 158.678 - b. Modal sumbangan - - c. Cadangan umum - - d. Cadangan tujuan - - e. Laba tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) 59.916 36.376 f. Laba tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (50%) 15.459 11.770 g. Selisih lebih karena penjabaran laporan keuangan - - h. Dana setoran modal - - i. Waran yang diterbitkan (50%) - - j. Opsi saham yang diterbitkan dalam rangka program kompensasi berbasis saham (50%) - - 2.2. Faktor pengurang a. Disagio - - b. Rugi tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) - - c. Rugi tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (100%) - - d. Selisih kurang karena penjabaran laporan keuangan - - e. Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk Dijual - - f. Selisih kurang antara PPAdan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset produktif (23.126) (19.211) g. Penyisihan PenghapusanAset (PPA) atas aset non produktif yang wajib dihitung (1.773) (2.420) h. Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book - - 3. Modal Inovatif - - 4. Faktor Pengurang Modal Inti - - 5. Kepentingan Non Pengendali B. Modal Pelengkap 28.216 25.826 1. LevelAtas (Upper Tier 2) 1.1. Saham preferen (perpetual kumulatif) - - 1.2. Surat berharga subordinasi (perpetual kumulatif) - - 1.3. Pinjaman subordinasi (perpetual kumulatif) - - 1.4. Mandatory convertible bond - - 1.5. Modal inovatif yang tidak diperhitungkan sebagai modal inti - - 1.6. Instrumen modal pelengkap level atas (upper tier 2) lainnya - - 1.7. Revaluasi aset tetap - - 1.8. Cadangan umum aset produktif (maks 1,25%ATMR) 28.216 25.826 1.9. Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari peningkatan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk dijual (45%) - - 2. Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% dari modal inti - - 3. Faktor Pengurang Modal Pelengkap - - C. Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap Eksposur Sekuritisasi - - D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3) - - E. Modal Pelengkap Tambahan Yang Dialokasikan Untuk Mengantisipasi Risiko Pasar - - II. TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A+B-C) 622.470 360.441 III. TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP, DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A+B-C+E) 622.470 360.441 IV. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT 2.712.924 2.450.029 V. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL 250.612 228.581 VI. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR - - VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO OPERASIONAL [II : (IV+V)] 21,00% 13,46% VIII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT, RISIKO OPERASIONAL DAN RISIKO PASAR [III : (IV+V+VI)] 21,00% 13,46% LAPORAN RASIO KEUANGAN PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam %) No. RASIO 31-Dec-13 31-Dec-12 Rasio Kinerja 1. Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 21,00% 13,46% 2. Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 0,89% 0,65% 3. Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 0,55% 0,23% 4. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 0,16% 0,24% 5. NPL gross 0,61% 0,24% 6. NPL net 0,61% 0,17% 7. Return OnAsset (ROA) 1,11% 1,00% 8. Return On Equity (ROE) 6,67% 6,69% 9. Net Interest Margin (NIM) 5,07% 5,24% 10. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 88,88% 89,84% 11. Loan to Deposit Ratio (LDR) 85,73% 89,71% Kepatuhan (Compliance) 1. a. Persentase pelanggaran BMPK i. Pihak terkait - - ii. Pihak tidak terkait - - b. Persentase pelampauan BMPK i. Pihak terkait - - ii. Pihak tidak terkait - - 2. Giro Wajib Minimum (GWM) a. GWM Utama Rupiah 8,05% 8,05% b. GWM Valuta asing 15,69% 12,23% 3. Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan 0,82% 1,44% KUALITAS ASET PRODUKTIF DAN INFORMASI LAINNYA PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS-POS BANK 31-Des-13 31-Des-12 L DPK KL D M JUMLAH L DPK KL D M JUMLAH I. PIHAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 3. Surat berharga a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 6. Tagihan akseptasi 782 - - - - 782 590 - - - - 590 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) - - - - - - 50 - - - - 50 i. Rupiah - - - - - - 50 - - - - 50 ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - b. Bukan debitur UMKM 57.950 - - - - 57.950 990 - - - - 990 i. Rupiah 57.950 - - - - 57.950 990 - - - - 990 ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - c. Kredit yang direstrukturisasi - - - - - - - - - - - - i. Rupiah - - - - - - - - - - - - ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - d. Kredit properti 440 - - - - 440 537 - - - - 537 8. Penyertaan - - - - - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - - - - - 10. Transaksi rekening administratif a. Rupiah - - - - - - 239 - - - - 239 b. Valuta asing 1.993 - - - - 1.993 590 - - - - 590 11. Aset yang diambil alih - - - - - - - - - - - - II. PIHAK TIDAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah 19.942 - - - - 19.942 20.992 - - - - 20.992 b. Valuta asing 41.141 - - - 5 41.146 33.991 - - - 4 33.995 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 3. Surat berharga a. Rupiah 227.010 - - - - 227.010 108.139 - - - - 108.139 b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah - - - - - - - - - - - - b. Valuta asing - - - - - - - - - - - - 6. Tagihan akseptasi 2.938 - - - - 2.938 1.245 - - - - 1.245 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) 1.100.438 3.202 2.017 - - 1.105.657 1.144.603 180 1.602 - 4.856 1.151.241 i. Rupiah 1.100.438 3.202 2.017 - - 1.105.657 1.144.603 180 1.602 - 4.856 1.151.241 ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - b. Bukan debitur UMKM 1.772.177 563 15.863 - 2 1.788.605 1.537.073 1.926 - - 6 1.539.005 i. Rupiah 1.766.110 563 15.863 - 2 1.782.538 1.529.444 1.926 - - 6 1.531.376 ii. Valuta asing 6.067 - - - - 6.067 7.629 - - - - 7.629 c. Kredit yang direstrukturisasi - - - - - - - - - - - - i. Rupiah - - - - - - - - - - - - ii. Valuta asing - - - - - - - - - - - - d. Kredit properti 325.112 563 220 - - 325.895 364.987 1.916 - - 1 366.904 8. Penyertaan - - - - - - - - - - - - 9. Penyertaan modal sementara - - - - - - - - - - - - 10. Transaksi rekening administratif a. Rupiah 32.645 - - - - 32.645 27.678 - - - - 27.678 b. Valuta asing 2.921 - - - - 2.921 4.675 - - - - 4.675 11. Aset yang diambil alih 2.984 - - - 84 3.068 334 - - 785 338 1.457 III. INFORMASI LAIN 1. Total aset bank yang dijaminkan a. Pada Bank Indonesia - - b. Pada pihak lain - - 2. Total CKPN aset keuangan atas aset produktif 5.098 6.773 3. Total PPAyang wajib dibentuk atas aset produktif 28.224 25.984 4. Persentase kredit kepada UMKM terhadap total kredit 37,45% 42,78% 5. Persentase kredit kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total kredit 0,96% 1,00% 6. Persentase jumlah debitur UMKM terhadap total debitur 54,87% 55,54% 7. Persentase jumlah debitur Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total debitur 3,56% 4,69% 8. Lainnya a. Penerusan kredit - - b. Penyaluran dana Mudharabah Muqayyadah - - c. Aset produktif yang dihapus buku 2.914 2.909 d. Aset produktif dihapus buku yang dipulihkan/berhasil ditagih - - e. Aset produktif yang dihapus tagih - - NERACA PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) ASET Periode Berjalan Periode Sebelum LIABILITAS Periode Berjalan Periode Sebelum ASET LIABILITAS INVESTASI (Nilai Historis) LIABILITAS MANFAAT PENSIUN Surat Berharga Negara - - Akumulasi Iuran 9,985 8,443 Tabungan - - Hasil Usaha 2,453 2,026 Deposito On Call - - Pengalihan Dana dari DPPK dan Pemberi Kerja - - Deposito Berjangka 12,320 10,300 Total Liabilitas Manfaat Pensiun 12,438 10,469 - - LIABILITAS DI LUAR LIABILITAS MANFAAT PENSIUN - - Utang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo - - Saham - - Utang Investasi - - Obligasi - - Pendapatan Diterima Dimuka - - Sukuk - - Beban Yang Masih Harus Dibayar - - Unit Penyertaan Reksadana - - Liabilitas Lain 33 9 Efek BeragunAset dari Kontrak Investasi Kolektif Efek BeragunAset - - Total Liabilitas di Luar Liabilitas Manfaat Pensiun 33 9 Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estate Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif - - Kontrak Opsi Saham - - PENDAPATAN YANG BELUM DIREALISASI - - Penempatan Langsung - - Tanah - - Bangunan - - Tanah Dan Bangunan - - Akumulasi Penyusutan Bangunan - - Total Investasi 12,320 10,300 SELISIH PENILAIAN INVESTASI - - ASET LANCAR DILUAR INVESTASI Kas dan Bank 151 178 Beban Dibayar Dimuka - - Piutang Investasi - - Piutang Hasil Investasi - - Piutang Lain-Lain - - Total Aset Lancar di luar Investsi 151 178 TOTALASET 12,471 10,478 TOTAL LIABILITAS 12,471 10,478 LAPORAN PERHITUNGAN HASIL USAHA PERIODE PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelum PENDAPATAN INVESTASI Bunga/Bagi Hasil 572 437 Dividen - - Sewa - - Laba (Rugi) Pelepasan Investasi - - Pendapatan Investasi Lain - - Total Pendapatan Investasi 572 437 BEBAN INVESTASI Beban Transaksi - - Beban Pemeliharaan Tanah dan Bangunan - - Beban Penyusutan Bangunan - - Beban Manajer Investasi - - Beban Investasi Lainnya - - Total Beban Investasi - - HASIL USAHA INVESTASI 572 437 BEBAN OPERASIONAL Fee Kepada Pendiri 145 122 PENDAPATAN DAN BEBAN LAIN-LAIN Pendapatan di Luar Investasi - - Beban di Luar Investasi dan Operasional - - Total Pendapatan Dan Beban Lain-Lain - - HASIL USAHA SEBELUM PAJAK 427 315 PAJAK PENGHASILAN - - HASIL USAHA SETELAH PAJAK 427 315 LAPORAN ASET NETO PER 31 DESEMBER 2013 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelumnya ASET INVESTASI (Nilai Wajar) Surat Berharga Negara - - Tabungan - - Deposito On Call - - Deposito Berjangka 12,320 10,300 - - - - Saham - - Obligasi - - Sukuk - - Unit Penyertaan Reksa Dana - - Efek BeragunAset dari Kontrak Investasi Kolektif Efek BeragunAset - - Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif - - Kontrak Opsi Saham - - Penempatan Langsung - - Tanah - - Bangunan - - Tanah dan Bangunan - - Total Investasi 12,320 10,300 ASET LANCAR DILUAR INVESTASI Kas & Bank 151 178 Beban Dibayar Dimuka - - Piutang Investasi - - Piutang Hasil Investasi - - Piutang Lain-Lain - - Total Aset Lancar di Luar Investasi 151 178 LIABILITAS LIABILITAS DILUAR LIABILITAS MANFAAT PENSIUN Utang Manfaat Pensiun Jatuh Tempo - - Utang Investasi - - Pendapatan Diterima Dimuka - - Beban Yang Masih Harus Dibayar - - Liabilitas Lain 33 9 Total Liabilitas di Luar Liabilitas Manfaat Pensiun 33 9 ASET NETO 12,438 10,469 LAPORAN PERUBAHAN ASET NETO PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelumnya PENAMBAHAN Pendapatan Investasi Bunga 572 437 Dividen - - Sewa - - Laba(Rugi) Pelepasan Investasi - - Pendapatan Investasi Lain - - Total Pendapatan Investasi 572 437 Peningkatan (Penurunan) Nilai Investasi - - Iuran 1.892 1.594 Pendapatan di Luar Investasi - - Pengalihan Dana Dari DPPK dan Pemberi Kerja - - Jumlah Penambahan 2.464 2.031 PENGURANGAN Beban Investasi - - Beban Operasional (Fee kepada Pendiri) 145 122 Manfaat Pensiun 84 119 Beban di Luar Investasi dan Operasional - - Pajak Penghasilan - - Pengalihan Dana ke Dana Pensiun Lain 266 204 Penarikan Iuran - - Jumlah Pengurangan 495 445 KENAIKAN (PENURUNAN) ASET NETO 1.969 1.586 ASET NETO AWAL PERIODE 10.469 8.883 ASET BERSIH AKHIR PERIODE 12.438 10.469 LAPORAN ARUS KAS PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Disajikan Dalam Jutaan Rupiah) Periode Berjalan Periode Sebelum ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan Bunga/Bagi Hasil 663 522 Penerimaan Dividen - - Penerimaan Sewa - - Pendapatan Investasi Lain - - Pelepasan Investasi 7,815 6,425 Penanaman Investasi (9,835) (7,980) Pembayaran Beban Invetasi - - Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Investasi (1,357) (1,033) ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASIONAL Pembayaran Beban Operasional - - Pendapatan di Luar Investasi - - Beban di Luar Investasi dan Operasional (125) (120) Pajak Penghasilan - - Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasional (125) (120) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan Iuran 1,892 1,594 Penerimaan Pengalihan Dana dari DPPK dan Pemberi Kerja - - Pembayaran Pengalihan Dana ke DPLK Lain (330) (253) Pembayaran Manfaat Pensiun (107) (155) Penarikan Iuran - - Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Pendanaan 1,455 1,186 KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH (27) 33 KAS PADAAWAL PERIODE 178 145 KAS PADAAKHIR PERIODE 151 178 Surabaya, 28 Maret 2014 DANA PENSIUN LEMBAGA KEUANGAN BANK MASPION Herman Halim Sri Redjeki Pengurus Pengurus Catatan : * Informasi keuangan di atas untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra. Keduanya dengan pendapat “Wajar Tanpa Pengecualian” P T. A L I M I N V E S T I N D O D A N E N T I TA S A N A K LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Jutaan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pos-Pos 2013 2012 Pos-Pos 2013 2012 Aset Liabilitas Dan Ekuitas Kas dan Setara Kas 413.025 343.876 Liabilitas Investasi Lancar 446.469 132.009 Liabilitas Segera 11.220 3.812 Surat-Surat Berharga 227.010 108.139 Simpanan Dari Nasabah 3.488.631 3.007.005 Tagihan Akseptasi 3.720 1.835 Estimasi Kerugian Komitmen dan Kontinjensi - - Liabilitas Akseptasi 3.720 1.835 Utang Pajak 6.355 4.621 Liabilitas Lain-Lain 116.418 100.236 Total Liabilitas 3.626.344 3.117.509 Kredit yang Diberikan 2.952.212 2.691.286 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (5.093) (6.769) Ekuitas Total Kredit Yang Diberikan - Neto 2.947.119 2.684.517 Modal Saham 37.673 37.673 Bagian Atas Perubahan Lainnya Dari Ekuitas Penyertaan Saham 61.758 61.758 Entitas Anak 106.475 9.469 Selisih Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali 72.047 72.047 Aset Tetap 69.861 69.726 Saldo Laba 185.369 172.332 Jumlah Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Aset Pajak Tangguhan 2.423 1.882 Pemilik Entitas Induk 401.564 291.521 Aset Lain-Lain 62.307 62.238 Kepentingan Non Pengendali 205.784 56.950 Total Ekuitas 607.348 348.471 Total Aset 4.233.692 3.465.980 Jumlah Kewajiban dan Ekuitas 4.233.692 3.465.980 LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Jutaan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pos-Pos 2013 2012 Pendapatan Operasional Pendapatan bunga 343.062 272.642 Denda dan Administrasi 14.380 13.551 Provisi dan Komisi Selain Kredit 2.146 2.482 Pendapatan Dividen 4.172 4.166 Lain-lain 5.138 5.120 Total Pendapatan Operasional 368.898 297.961 Beban Operasional Beban Bunga (197.700) (154.357) Gaji dan Tunjangan (79.747) (76.321) Umum dan Administrasi (59.994) (41.627) Pembalikan Kerugian Penurunan Nilai Atas Aset Keuangan dan Non Keuangan - neto 1.674 (774) Total Beban Operasional (335.767) (273.079) Laba Operasional 33.131 24.882 Pendapatan Non Operasional, Neto 558 1.298 Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak 33.689 26.180 Manfaat (Beban) Pajak (10.490) (7.851) Total Laba Komprehensif Tahun Berjalan 23.199 18.329 Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan Yang Dapat Diatribusikan kepada : Pemilik Entitas Induk 13.037 14.688 Kepentingan Nonpengendali 10.162 3.641 Jumlah Laba Komprehensif Tahun Berjalan 23.199 18.329 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (Dalam Jutaan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Disetor Bagian atas Perubahan lainnya dari ekuitas entitas anak Selisih nilai transaksi entitas sepengendali Saldo Laba Jumlah Kepentingan Nonpengendali Jumlah Ekuitas Saldo per 1 Januari 2012 37,673 9,469 72,047 157,644 276,833 56,740 333,573 Deviden tunai - - - - - (3,431) (3,431) Laba bersih tahun berjalan - - - 14,688 14,688 3,641 18,329 Saldo per 31 Desember 2012 37,673 9,469 72,047 172,332 291,521 56,950 348,471 Bagian atas perubahan lainnya dari ekuitas anak - 97,006 - - 97,006 138,672 235,678 Laba bersih tahun berjalan - - - 13,037 13,037 10,162 23,199 Saldo per 31 Desember 2013 37,673 106,475 72,047 185,369 401,564 205,784 607,348 LAPORAN ARUS KAS PER 31 DESEMBER 2013 DAN 2012 (dalam jutaan rupiah) No. POS -POS 31-Dec-13 31-Dec-12 A. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI 1. Penerimaan bunga, provisi, dan komisi 340.731 269.223 2. Penerimaan dari pendapatan operasional lainnya 10.678 20.078 3. Penerimaan dari pendapatan non operasional, neto 383 477 4. Pembayaran bunga, provisi dan komisi (185.146) (143.562) 5. Pembayaran beban tenaga kerja dan imbalan kerja (77.153) (75.626) 6. Pembayaran beban umum dan administrasi (47.806) (35.584) 7. Pembayaran pajak (10.231) (7.084) Kas neto diterima sebelum perubahan aset dan liabilitas operasi 31.456 27.922 Penurunan (kenaikan) dalam aset operasi 8. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - 133.410 9. Tagihan akseptasi (1.885) 1.003 10. Kredit yang diberikan (260.931) (773.723) 11. Aset lain-lain 6.027 (9.017) Kenaikan (penurunan) dalam liabilitas operasi 12. Liabilitas segera 6.918 1.129 13. Simpanan dari nasabah 443.473 600.464 14. Simpanan dari bank lain 38.246 (773) 15. Utang pajak 817 652 16. Liabilitas akseptasi 1.885 (1.003) 17. Liabilitas lain-lain 892 1.134 Kas neto diperoleh dari aktivitas operasi 266.898 (18.802) B. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI 1. Pembelian surat berharga (118.871) - 2. Penerimaan dari penjualan surat berharga - 57.885 3. Penambahan aset tetap (11.263) (23.962) 4. Penerimaan dari penjualan aset tetap 178 821 Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi (129.956) 34.744 C. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN 1. Penerimaan dan penambahan modal saham 246.400 - 2. Pembayaran dividen tunai - (22.300) 3. Biaya emisi efek ekuitas (10.722) - Kas neto diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 235.678 (22.300) Kenaikan (penurunan) neto kas dan setara kas 372.620 (6.358) Kas dan setara kas pada awal tahun 475.886 481.325 Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 10.990 919 Kas dan setara kas pada akhir tahun 859.496 475.886 Kas dan setara kas terdiri dari : 1. Kas 98.041 69.306 2. Giro pada Bank Indonesia 270.936 245.604 3. Giro pada bank lain 35.036 22.343 4. Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain - jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal perolehan 455.483 138.633 Total kas dan setara kas 859.496 475.886
  3. 3. ASTRI NOVARIA P RESIDEN Susilo Bam- bang Yudhoyono di- kecam karena telah menunggangi agenda kegiatan kepresidenan untuk melakukan kampanye bagi kepentingan Partai Demokrat. Sikap presiden seperti itu dinilai tidak etis dan melang- gar aturan kampanye dalam pemilu. Reaksi dari berbagai kala- ngan terhadap kampanye Presiden yang menggunakan fasilitas negara tersebut dilon- tarkan oleh politisi, pengamat politik, hingga Komisi Pembe- rantasan Korupsi, kemarin. Sebelumnya, SBY setelah memimpin rapat terbatas di Istana Negara, Rabu (26/3), lalu terbang ke Lampung untuk berkampanye selaku Ketua Umum Partai Demokrat. Ma- salahnya, saat ke Lampung, SBY menggunakan pesawat yang dibayai anggaran peme- rintah. Sebelumnya, SBY juga telah berkampanye ke Yogya- karta, Tulungagung, Malang, dan Karawang. Pihak Istana tidak menam- pik bahwa perjalanan SBY berkampanye, dalam kapasi- tasnya sebagai Ketua Umum DPP PD, dibiayai negara. Bah- kan, selama berkampanye, SBY didampingi beberapa menteri nonpartai. “Saya melihat SBY telah me- nunggangi agenda kegiatan kepresidenan untuk berkam- panye bagi kepentingan partai- nya. Ini tidak etis dan menjadi contoh buruk bagi bangsa,” ujar Bambang Soesatyo, ang- gota Komisi III DPR dari Fraksi Golkar, kemarin, Menurut Bambang, SBY te- lah melanggar aturan atau etika berkampanye. Dia berha- rap Bawaslu berani mengiden- tifikasi pelanggaran yang di- lakukan SBY, serta menjatuh- kan sanksi kepada PD. “Kalau tidak bersikap akan dinilai diskriminatif dan tidak independen. Hal itu bisa men- jadi benih kecurangan dalam Pileg maupun Pilpres 2014.” Pakar hukum tata negara Lauddin Marsuni juga meng- ingatkan seluruh pejabat ne- gara termasuk Presiden un- tuk mematuhi PP 18/2013, mengatur, antara lain pejabat negara selama berkampanye wajib menyatakan cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara. Saat disinggung mengenai penggunaan fasilitas negara oleh SBY untuk berkampa- nye, Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas juga mengatakan hal itu tidak etis. Ketidaketisan itu muncul akibat dari presi- den aktif di parpol apalagi menjabat ketua umum. “Tidak etis dan sulit dibeda- kan mana fasilitas negara dengan yang bukan,” kata Busyro. Pemanfaatan fasilitas negara oleh pejabat untuk berkampa- nye juga dilakukan Menag SuryadharmaAli(KetuaUmum DPP PPP) di Jawa Tengah, mes- ki dia membantah. Bansos Dalam masa pemilu, berba- gai peluang digunakan pejabat negara yang kebetulan sebagai pengurus teras partai untuk memeroleh dukungan terma- suk pendanaan pemilu. Sebelumnya, KPK juga men- duga dana bantuan sosial yang jumlahnya melonjak dari Rp55,68 triliun menjadi Rp91,8 triliun tahun ini akan diselewengkan untuk tujuan pemilu. Bahkan, KPK pada Selasa (25/3), mengirimkan surat ke- pada Presiden agar pencairan dana bansos 2014 yang berada di setiap kementerian ditunda setelah pelaksanaan pemilu. “Faktanya, bansos dijadikan bancakan korupsi pejabat incumbent untuk pemilu oleh parpol,” kata Busyro. Namun, hingga kemarin, pihak Istana menyatakan belum menerima surat dari KPK tersebut. (Yah/Mad/Wib/Bay/P-2) astri@mediaindonesia.com KEKERASAN berlatar politik di Aceh menjelang dan hingga seusai pemilu diprediksikan tidak kunjung mereda. Hal itu dapat dilihat dari eskalasi konflik seperti penembakan di Tanah Rencong yang kian hari semakin meningkat. Demikian diungkapkan komisioner Komnas HAM Na- talius Pigai kepada Media In- donesia seusai diskusi bertema Pemilu damai tanpa kekerasan dan penyelesaian pelanggaran HAM Aceh, di Kantor Kontras, Jakarta, kemarin. Menurut Natalius, dalam setiap peristiwa penembakan di Aceh peran aparat selalu mengemuka sehingga penting untuk diungkap siapa aktor intelektual di belakangnya. “Berbagai kejadian di Aceh selalu melibatkan aparat atau sering disebut dengan oknum saja,” kata Pigai. Kendati demikian, kata Ke- pala Divisi Pemantauan Im- punitas Kontras Muhammad Daud Berueh, keterlibatan aparat dalam berbagai tindak kekerasan itu tidak pernah menyentuh institusi, baik TNI maupun Polri. “Cara seperti itu yang kini digunakan untuk berebut kekuasaan di tahun politik termasuk oleh kelompok in- toleran,” ujar Daud. Menurut Daud, bentuk ke kerasan tersebut diperparah dengan sikap institusi yang terkesan melindungi aparat dengan hanya menarik atau mengungkap kejadian sebatas pada pelaku TNI atau Polri un- tuk meredam gejolak. “Kekerasan bersifat indi- vidu atau bersama-sama ti- dak pernah diadili dengan adil dan akuntabel di peng- adilan sipil. Padahal kasus penembakan posko caleg Partai NasDem bisa menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mengungkap keterlibatan ins- titusi,” ungkap Daud. Sementara itu, Polda Aceh sudah menyelesaikan 16 ka- sus kekerasan menjelang Pe- milu 2014. Sebanyak 14 kasus di antaranya tindak pidana umum. Menurut Kabid Humas Pol- da Aceh Kombes Gustav Leo, kasus kekerasan menjelang pemilu banyak terjadi di Aceh, seperti penganiayaan, pe- nembakan, serta pembakaran atau perusakan mobil, rumah caleg, dan posko partai. “Di Aceh ada peningkatan sekitar 8.000 personel untuk mengamankan pemilu,” tan- das Gustav. (SU/HP/X-3) KETERWAKILAN perempuan di lembaga legislatif wajib diimbangi dengan peningkat- kan pengetahuan dan kemam- puan politik agar bisa mem- perjuangkan aspirasi kaum- nya dan terus bisa menjaga konstituennya. “Dengan bekal pendidikan yang memadai, perempuan diharapkan mampu terlibat dan mengambil peran dalam proses demokrasi partisipatif. Pada titik ini, kaum perem- puan akan dilibatkan lebih jauh dalam proses pengambil- an keputusan,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, saat peluncuran ik- lan layanan masyarakat Pilih Caleg Perempuan di Menara Merdeka, Jakarta, kemarin. Untuk itu, Linda berharap di Pemilu 2014, partisipasi ca- leg perempuan terus mening- kat dari tahun sebelumnya. Yang menjadi catatan, caleg perempuan juga harus me- mahami substansi di DPR ialah memerjuangkan harap- an-harapan rakyat, terutama kaum perempuan yang sela- ma ini aspirasinya masih termarjinalisasi. Mengenai peningkatan ku- antitas perempuan di parle- men, pada Pemilu 2004, jum- lahnya mencapai 11% dari total jumlah caleg mening- kat menjadi 18% pada 2009. Adapun di pemerintahan, pada 2009 sekitar 9% pada tingkatan eselon I. Jumlah itu meningkat menjadi 16% pada 2013. Namun demikian, Linda mengakui keterlibatan pe- rempuan di parlemen masih terbilang sedikit ketimbang laki-laki. Salah satu penye- bab ialah minimnya akses perempuan untuk ikut dalam pemilu baik dari perolehan informasi serta ketidakpa- haman politik mereka. Dari sini, pemilih perempuan diharapkan memilih caleg perempuan agar tujuan kuan- titas dan kualitatif di DPR bisa terlaksana. Minimnya perhatian pemi- lih perempuan terhadap ca- leg perempuan juga diakui Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Ida Bagus Alit Wiratmaja. “Hal itu terlihat dari kuota jumlah penduduk perempuan yang lebih banyak ketim- bang laki-laki, tapi suara caleg perempuan masih kurang dari 30%,” katanya dalam acara focus group dicussion, di Mata- ram, kemarin. (Nov/Ant/P-2) RAZIA KEAMANAN: Anggota Brimob memperlihatkan senjata tajam yang disita saat razia di lintas Aceh- Sumut di depan Kantor Polres Lhokseumawe, Aceh. kemarin. Razia digelar menyusul maraknya bentrokan antarsimpatisan partai dan perusakan posko partai politik di Aceh. KAMPANYE PARTAI DEMOKRAT: Sejumlah simpatisan Partai Demokrat menghadiri kampanye yang diselenggarakan di GOR Jakarta Utara, kemarin. Juru kampanye Jenderal (purn) Pramono Edhie Wibowo memberikan orasi politik dalam kampanye tersebut. ANTARA/RAHMAD ANTARA/MUHAMMAD ADIMAJA Sikap pejabat negara dalam berkampanye dengan melanggar aturan menjadi cerminan bahwa mereka tidak amanah dan tidak bisa dipercaya saat memegang jabatan. SBY Diduga Gunakan Fasilitas Negara PengungkapkanPenembakan diAcehtidakSentuhInstitusi AksesdanPengetahuanCaleg PerempuanDitingkatkan JUMAT, 28 MARET 2014 INDONESIA MEMILIH 3
  4. 4. JUMAT, 28 MARET 2014INDONESIA MEMILIH4 MAHKAMAH Konstitusi me- nyatakan Keraton Surakarta tidak dapat menerima hak keistimewaan seperti Kesul- tanan Yogyakarta. Hal itu diputuskan dalam sidang putusan gugatan UU Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Djawa Tengah Pasal 1 ayat (1) dan bagian memutuskan angka 1. “Mahkamah menyatakan pengajuan ini bukan oleh anak kandung Susuhunan Paku Buwono XII, melainkan hanya oleh satu dari beberapa anak kandung, yaitu oleh Gusti Raden Ayu. Sementara itu, masih ada beberapa anak kan- dungSusuhunanPakuBuwono XII dengan hak yang sama. Oleh sebab itu, permohonan tidak dapat diterima karena ti- dak mempunyai legal standing yang kuat untuk menguji Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1950,” tegas Hamdan pada si- dang putusan Nomor Perkara 63/PUU-XI/2013,diGedungMK, Jakarta, kemarin. Pemohon gugatan itu rupa- nya hanya dari putri kandung Susuhunan Paku Buwono XII Gusti Raden Ayu Koes Isbandi- yah dan Eddy S Wirabhumi. MK menyatakan alasan pemohon yang menyebutkan tuntutan itu untuk melestari- kan Kasunanan Surakarta ti- dak diterima. Pasalnya, peles- tarian kebudayaan Surakarta sudah ditangani oleh Peme- rintah Provinsi Jawa Tengah. Putusan tersebut sudah bisa ditebak Eddy S Wirabhumi. Dia meyakini sulit untuk men- dapatkan keistimewaan se- perti Yogyakarta. Dia akan memperkuat legal standing yang dipermasalahkan oleh MK, dengan meminta seluruh keluarga Kasunanan Sura- karta mengajukan gugatan menguji Pasal 1 ayat 1 UU Nomor 10 Tahun 1950. “Saya sudah menebak bahwa hasil putusan akan menolakgugatan.Karenakeis- timewaan sulit untuk didapat meskipun sudah dijanjikan oleh Pemerintah Indonesia sesaat setelah hari Kemerde- kaan. Ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1946 dan Surat Wakil presi- den bertanggal 12 September 1949. Saat itu, Surakarta dan Yogyakarta diberikan hak khusus jika bergabung dengan Indonesia,” pungkas Ketua Umum Paguyuban Kawula Keraton Surakarta itu. Karena penghapusan Eddy menyebutkan, mereka menggugat karena Pasal 1 ayat 1 dan bagian memutuskan angka 1 UU Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Djawa Tengah diter- bitkan akibat adanya pengha- pusan pemerintahan daerah Karesidenan Semarang, Pati, Pekalongan, Banjumas, Kedu, dan Surakarta, serta mem- bubarkan dewan perwakilan rakyat daerah karesidenan-ka- residenan tersebut. Setelah ka- residenan dihapus, lalu diben- tuklah Provinsi Jawa Tengah seperti tertuang dalam Pasal 1 ayat 1 yang berbunyi, ‘daerah yang meliputi Daerah Karesi- denan Semarang, Pati, Peka- longan, Banjumas, Kedu, dan Surakartaditetapkanmendjadi Provinsi Jawa Tengah’. Dengan lahirnya UU terse- but, para pemohon merasa telah kehilangan hak mereka sebagai ahli waris, untuk me- ngelola tanah-tanah Keraton Surakarta. Hal itu berdampak pula terhadap kewibawaan serta status sosial dan keluarga keturunan Keraton Surakarta. Alasan lainnya, jelas Eddy, UU itu menyebabkan pihak Keraton tidak dapat meles- tarikan dan mengembangkan budaya Jawa dari Keraton Surakarta yang merupakan tujuan pendirian Paguyuban Kawula Keraton Surakarta. Se- lain itu, Daerah Istimewa Sura- karta merupakan salah satu daerah dan juga kerajaan yang mempunyai pemerintahan sendiri yang bersifat istimewa yang secara historis dilindungi oleh konsitusi dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Cah/P-4) MKTolakHakIstimewauntukSurakarta ANTARA/WAHYU PUTRO A HAK ISTIMEWA SURAKARTA: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva (tengah) bersama delapan hakim konstitusi lain memimpin sidang pengucapan putusan pengujian UU No 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Djawa Tengah di Jakarta, kemarin. MK menyatakan Keraton Surakarta tidak dapat menerima hak keistimewaan seperti Kesultanan Yogyakarta. MI/RAMDANI KAMPANYE TERBUKA DI SURAKARTA: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan didampingi Sekjen Patrice Rio Capella (kiri) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Rachmawati Soekarnoputri memberikan orasi politik di depan kader dan simpatisan Partai NasDem saat kampanye terbuka di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. P ARTAI NasDem ke- marin menggelar kampanye di Alun- Alun Selatan Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Di rumah PDI Perjuangan dan mantan Wali Kota Surakarta Joko Widodo itu, NasDem optimistis mampu meraih suara. “Justru di basis Mas Jokowi kita harus optimistis. Kalau kita masuk daerah Solo dan membatasi emosi kita karena ini markas Jokowi, berarti sama saja menunjukkan niat yang tidak baik. Seluruh tem- pat dengan niat baik, masya- rakat Indonesia kita berikan gerakan perubahan,” ujar Surya Paloh di Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. Surya menambahkan, di Surakarta, Partai NasDem menawarkan pemikiran-pe- mikiran yang bisa mengubah Indonesia. Untuk itu, dia ya- kin tidak ada masalah untuk kampanye di Surakarta. “Di mana-mana ada tan- tangan. Jokowi dan saya kan bukan orang lain, dia kan adik saya,” katanya. Meskidemikian,dalamkam- panye di Surakarta harus me- lakukan pendekatan khusus. “Pendekatan khusus itu perlu. Tidak di semua tempat kita bisa melakukan hal yang sama. Ada kearifan lokal dan adat istiadat. Kalau di Sura- karta harus kulo nuwun. Kalau masuk Medan harus horas,” ucap Surya. Mengenai target kursi, Surya juga berkeyakinan bisa meraihnya di setiap daerah pemilihan. “NasDem sadar Surakarta ini basisnya PDIP. Jadi tidak usah mengimbangi, dekat- dekat saja sudah bagus. Insya Allah tidak kosong,” ujarnya. Militansi Kota Surakarta yang dike- nal sebagai basis suara PDIP tidak menyurutkan Partai NasDem menyebarkan gerak- an restorasi perubahan. Di- hadapan 7.000 orang, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan kembali para Banteng Keraton Solo dan juga seluruh rakyat Indonesia bahwanasionalismeIndonesia merupakanhargamutlakyang harus dipertahankan. “Banteng-banteng keraton yang penuh semangat nasio- nalisme tetap terus-menerus menjalankanajaranBungKar- no. Solo yang dipenuhi patriot benteng keraton yang pantang menyerah! Ini dadaku, mana dadamu!” tegas Surya dalam orasi politiknya kepada para kader dan simpatisan Partai NasDem di Alun-Alun Kidul Keraton Surakarta. Ia memaparkan, cita-cita pendirian bangsa Indonesia dapat terwujud melalui tekad, semangat, dan militansi kader Partai NasDem untuk dapat meyakinkan seluruh rakyat Indonesia melalui gerakan restorasi. Menurutnya, tugas pemerintah Indonesia ialah menjagaseluruhwarganegara Indonesia, mencerdaskan ke- hidupan bangsa, memajukan kesejahteraan rakyat, serta bertugas aktif menjaga per- damaian dan kemerdekaan dunia belum terwujud. “Enampuluhsembilantahun Indonesia merdeka dan sudah mengalami masa pergantian pemerintahan. NasDem mera- sa waswas bangsa ini mampu menjalankan cita-cita pendiri bangsa dengan konsisten.” Surya mengatakan melihat fakta Indonesia dengan kele- bihan sumber daya alam dan sumber daya manusia, rakyat Indonesiasemestinyatidakber- adadibawahgariskemiskinan. Palingtidak,menurutnya,Indo- nesia sudah mampu swasem- bada pangan, mendapatkan kecukupan pangan di negeri sendiri. (Yah/P-4) hillarius @mediaindonesia.com NasDem Yakin Raih Suara di Basis PDIP Cita-cita bangsa Indonesia dapat terwujud melalui tekad dan semangat meyakinkan seluruh rakyat Indonesia dengan gerakan restorasi. HILARIUS U GANI MI/RAMDANI TENDA PENITIPAN ANAK: Tenda penitipan anak disediakan saat kampanye terbuka Partai NasDem di Alun-Alun Selatan Keraton Surakarta, Surakarta, Jawa Tengah, kemarin. Tenda disediakan untuk mematuhi aturan KPU mengenai larangan keterlibatan anak-anak dalam kampanye.
  5. 5. JUMAT, 28 MARET 2014 INDONESIA MEMILIH 5 NUR AIVANNI P ENELITI politik LIPI Siti Zuhro menye- but PDIP saat ini s e d a n g m e n g h a - dapi serangan politik pasca- pengumuman Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presi- den dari partai tersebut. Serangan itu, kata dia, jika berlangsung terus-menerus, akan mengancam elektabilitas PDIP termasuk capres yang telah diusungnya. “Kalau protes dan demo terus digencarkan, itu akan mengancam elektabilitas PDIP dan Jokowi. PDIP harus mem- pertimbangkan hal ini, apa- lagi waktu pemungutan suara semakin dekat,” ujar Siti di Jakarta, kemarin. Dari kacamatanya sebagai peneliti, ia melihat posisi sama kuat antara sikap warga yang mendukung dan menolak Jokowi sebagai capres. Ting- ginya dukungan terhadap Jokowi itu bisa dilihat dari hasil survei banyak lembaga yang menempatkan Gubernur DKI Jakarta tersebut di tempat teratas. “Tapi lihat juga banyaknya warga yang tidak setuju atas rencana Jokowi itu. Bahkan, sampai ada yang menggugat secara hukum rencana Jokowi mundur dari jabatan guber- nur,” ujar Siti mengingatkan. Ia menambahkan, selama Jokowi belum terdaftar di KPU, partai masih memiliki waktu untuk memantapkan kembali apakah akan melanjutkan pencalonan Jokowi atau meng- kaji ulang. Di kesempatan berbeda, Wakil Sekjen PDIP Hasto Kris- tiyanto mengatakan sikap pro-kontra masyarakat atas pengumuman nama Jokowi se- bagai capres tidak akan mem- pengaruhi elektabilitasnya. “Wajar-wajar saja. Dari hasil survei, elektabilitas Jokowi ti- dak terganggu,” ujarnya. Dia menyatakan PDIP sudah memperkirakan situasi yang akan terjadi setelah Jokowi dimandatkan menjadi capres dari PDIP. “Kita sudah anti- sipasi hal tersebut. Tapi kita tetap bekerja kepada rakyat,” ujarnya. Cawapres muda Di tempat terpisah, Survey Nusantara Network (SNN) menilai bakal capres PDIP Jokowi harus dipasangkan dengan bakal calon wapres muda yang berkualitas ung- gul untuk menghasilkan duet yang tangguh. “Dalam survei SNN, kami menemukan lima nama. Me- reka ialah Gita Wirjawan, Gan- jar Pranowo, Priyo Budisan- toso, Ali Masykur Musa, dan Sukardi Rinakit,” kata Meidy Poluan, Direktur Eksekutif SNN. Menurut Meidy, berdasar- kan hasil survei, sebagian be- sar responden menilai kelima tokoh tersebut bebas dari ber- bagai konflik kepentingan. Di kesempatan berbeda, pe- neliti politik dari Charta Poli- tica Arya Fernandes meyakini Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat ini tengah menyiapkan Puan Maharani untuk mendapatkan jabatan strategis di eksekutif atau partai pascapemilu. “Pilihan- nya ada dua, pilihan akan ditentukan Megawati sendiri. Puan akan ditunjuk jadi ketua harian untuk melakukan ka- derisasi di partai, atau Puan ditempatkan sebagai menteri,” tandas Arya. (*/P-1) aivanni @mediaindonesia.com BawasluLoloskanGerindradanPAN BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tetap mengkuti Pemilu 2014 di daerah yang sebe- lumnya didiskualifikasi. Menurut Bawaslu, KPU telah membuat kekeliruan dalam menjatuhkan sanksi atas dugaan pelanggaran penyerahan laporan dana kampanye kepada PAN dan Gerindra. “Ini sebenarnya masalah teknis, yakni laporan dari KPU Pelalawan tidak diterima dengan baik oleh KPU karena ada missing link,” jelas anggota tim advokasi yang juga Ketua DPP PAN Didi Supriyanto di Jakarta, kemarin. Sebelumnya, KPU memutuskan PAN di Kabupaten Pelala- wan (Riau) dan Gerindra di Kabupaten Donggala (Sulawesi Tengah) didiskualifikasi dari kepesertaannya di pemilu. Dua partai itu dijatuhi sanksi karena terlambat menyerahkan laporan dana kampanye. (AB/P-1) DuaAnggotaKPUDidugaJualSuara SEORANG caleg dari Partai Gerindra untuk DPR Razman Aif Nasution mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatra Utara untuk mengadukan dua anggota KPU Kabu- petan Padang Lawas Utara atas dugaan percobaan pemerasan terhadap dirinya. Dalam catatan kronologi tertulis yang diserahkan kepada KPU Sumut, Razman Arif menyebutkan upaya pemerasan tersebut dilakukan anggota KPU dengan modus menjamin jumlah perolehan suara sehingga bisa lolos menjadi anggota DPR. “Pertemuan kami terjadi pada Januari lalu,” katanya di Kantor KPU Sumut, kemarin. Razman Arif menyebutkan, dalam pertemuan tersebut, kedua anggota KPU itu menyatakan sanggup menyediakan suara sesuai kebutuhannya. Untuk hal tersebut, ia mengaku diharuskan membayar Rp70 ribu untuk setiap suara. “Penambahan suara tersebut dilakukan dengan cara men- coblos surat suara tambahan dan langsung dimasukkan ke kotak suara, saat seluruh saksi berada di tingkat kecamatan,” ujarnya. (PS/P-1) KampungCalegBebasAlatPeraga TIDAK seperti dusun lain di Kabupaten Pamekasan, Jawa Ti- mur, yang sejak memasuki masa kampanye pemilu dipenuhi alat peraga kampanye partai politik dan calon anggota legis- latif (caleg), Dusun Sumberanyar justru sebaliknya. Tidak ada satu pun alat peraga yang dipasang. Sejak memasuki jalan menuju dusun yang masuk wilayah Desa Larangantokol, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tidak ditemukan bendera partai politik maupun gambar caleg, bahkan stiker yang biasa ditempel di pagar, tiang telepon, dan rumah-rumah penduduk. Padahal, di dusun tersebut, ada empat orang yang pada pemilu kali ini maju sebagai caleg dari tiga partai berbeda. Mereka ialah Badruttamam dan Juhaini dari PKB, Habibullah dari Partai NasDem, dan Alfia Rahmah dari PPP. “Tidak ada kesepakatan apa pun yang kami buat. Kami hanya ingin menjaga agar di kampung ini tidak ada konflik akibat perbedaan dukungan,” kata Habibullah, kemarin. (MG/P-1) PDI PERJUANGAN DI SEMARANG: Artis Mpok Atiek tampil menghibur para kader dan simpatisan PDI Perjuangan dalam kampanye terbuka di Stadion Tri Lomba Juang, Semarang, Jawa Tengah, kemarin. Kampanye dengan jurkam Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo itu dihadiri ribuan warga. ANTARA/R REKOTOMO Pro-KontraPengaruhiElektabilitas Sikap calon pemilih yang masih terbelah membuat PDIP harus segera mengambil keputusan jelang pemungutan suara. PERNIK KAMPANYE M EMORI masa lalu berpadu dengan kecanggihan masa kini di Nagoya. Kota itu pernah menjadi jalur penghubung utama antara Edo dan Osaka sekitar empat abad lalu. Sisa kenangan masa lalu itu masih terpatri di lantai dasar JR Central Tower. Gedung yang berfungsi sebagai stasiun utama itu kini menjadi tengara (landmark) modern kota Nagoya. Dengan ketinggian 245 meter, bangunan itu menjadi stasiun tertinggi di Jepang. Beragam fasilitas terintegrasi, meliputi pusat perbelanjaan, restoran hingga hotel. Anda pun bisa memandangi keseluruhan kota dari puncak bangunan. Kerlap-kerlip lampu yang bersinar di kala malam mampu menarik pengunjung untuk datang. Banyak orang sekadar bersantai melepas lelah, terutama saat Natal tiba. Apalagi, di sekitar area tersebut, berdiri banyak pusat perbelanjaan, hotel dan gedung perkantoran yang saling terhubung lewat gang bawah tanah, seperti Midland Square dan The Nagoya Lucent Tower. Jika belum puas, Anda bisa melanjutkan wisata belanja di Sakae. Terdapat banyak toko yang memajang barang- barang unik kesukaan kaum muda, termasuk fesyen dan perlengkapan interior rumah. Area itu juga dikelilingi sejumlah kafe dan restoran berkualitas tinggi yang mampu memanjakan lidah Anda. Untuk mencapai daerah ini, Anda cukup menumpang kereta lima menit dari stasiun utama Nagoya. Kekontrasan suasana modern Nagoya dihadirkan oleh Kastil Nagoya. Bangunan yang terkenal dengan sepasang ‘sachihoko’ keemasan ini didirikan semasa pemerintahan Tokugawa Ieyasu pada 1612 lalu. Lokasinya berada hampir di pusat Kota Nagoya. Awalnya, benteng itu ditujukan untuk mengamankan Jalan Tokaido sekaligus menahan ancaman serangan dari Osaka. Bangunan itu berkembang menjadi sebuah komplek dan sebanyak tiga generasi keluarga Owari menetap di tempat ini. Hingga Perang Dunia II menghancurkannya pada 1945, bangunan itu berhasil didirikan kembali pada 1959 dengan struktur bangunan yang lebih kokoh. Di dalam bangunan kastil dibuka ruang pamer sehingga Anda bisa mengamati lebih dekat sejarah panjang simbol masa lalu Nagoya ini. Anda juga bisa menemukan penjelasan atas kisah keluarga Owari didalamnya. Setelah puas menjelajah bagian dalam bangunan, Anda bisa menikmati Meijo-koen. Koen berarti taman dalam bahasa Indonesia. Area itu dibangun mengelilingi kastil dan memiliki sejumlah koleksi tanaman bunga yang mekar dalam musim berbeda-beda. Banyak turis yang datang menikmati keindahannya, terutama saat digelar festival sakura di musim semi, festival musim panas, dan pertunjukan boneka bunga krisan. Belanja cinderamata Tak lengkap rasanya berkunjung ke Nagoya tanpa membawa pulang cinderamata. Oleh-oleh yang populer dari Nagoya di antaranya adalah mi pipih bernama Kishimen, kue berbahan tepung beras bernama Uiro dan keramik. Anda bisa mengunjungi Noritake-no-Mori yang berjarak 15 menit jalan kaki dari Stasiun Nagoya untuk membeli keramik yang cantik. Jika bujet terbatas, Anda bisa tetap menikmati pajangan keramik yang ditata di bangunan museum yang sengaja dibuka oleh pabrik barang pecah belah Noritake. Bagi Anda kaum muslim yang memerlukan tempat ibadah, Nagoya memiliki Masjid Nagoya. Mesjid yang berdiri pada 1998 ini terletak di Nakamura-ku, Nagoya dan dapat ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun subway Honjin. Masjid itu terdiri atas empat lantai. Lantai satu adalah pusat kebudayaan Islam, lantai 2 tempat salat untuk perempuan, lantai 3 dan 4 adalah tempat salat pria. (Din/S-25/) Berkelana ke Persimpangan Peradaban di Nagoya Bagi Anda kaum muslim yang memerlukan tempat ibadah, Nagoya memiliki Masjid Nagoya. Mesjid yang berdiri pada 1998 ini terletak di Nakamura-ku, Nagoya dan dapat ditempuh dengan jalan kaki dari stasiun subway Honjin.
  6. 6. JUMAT, 28 MARET 20146 LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang Usaha 166.659.320.453 129.398.801.016 Utang Pajak 4.852.825.252 3.658.899.320 Bagian Lancar atas Pendapatan Diterima di Muka 745.485.214 782.739.736 Beban Akrual 712.732.399 486.178.599 Utang Lain-lain dan Uang Diterima di Muka 54.977.733.806 41.449.685.592 Total Liabilitas Jangka Pendek 227.948.097.124 175.776.304.263 LIABILITAS JANGKA PANJANG Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang 596.723.259 1.592.280.778 Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang 3.349.440.196 4.542.293.628 Liabilitas Pajak Tangguhan - 416.996 Total Liabilitas Jangka Panjang 3.946.163.455 6.134.991.402 Total Liabilitas 231.894.260.579 181.911.295.665 EKUITAS Ekuitas yang Dapat Distribusikan kepada Pemilik Entitas Induk Modal Saham - Nilai Nominal Rp 500 per Saham Modal Dasar - 960.000.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor - 353.220.780 Saham 176.610.390.000 176.610.390.000 Telah Ditentukan Penggunaannya 51.583.000 51.583.000 Pendapatan Komprehensif Lainnya 70.855.200.000 34.837.140.000 Total Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk 219.504.364.165 163.035.292.149 Kepentingan Non Pengendali 2.282.739.090 1.629.329.117 Total Ekuitas 221.787.103.255 164.664.621.266 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 453.681.363.834 346.575.916.931 ASET LIABILITAS DAN EKUITAS Catatan : Informasi Keuangan diambil dari Laporan Keuangan Konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto (Member Firm Jakarta, 28 Maret 2014 PT. BAYU BUANA Tbk DIREKSI ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari Pelanggan 1.612.623.280.501 1.503.163.640.545 Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 66.059.555.969 28.303.447.550 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Pencairan Investasi Jangka Pendek - 12.565.840.000 Penerimaan Bunga 3.340.781.450 2.833.013.064 Hasil Penjualan Aset Tetap 414.200.000 1.000.000 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan dari Pihak Berelasi 2.361.066.779 9.696.464.767 KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 61.919.645.537 39.535.987.482 DAMPAK PERUBAHAN KURS TERHADAP KAS DAN SETARA KAS 2.540.694.142 1.375.392.760 SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 141.383.029.704 100.471.649.462 SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 205.843.369.383 141.383.029.704 KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI: Kas 6.351.152.708 8.805.037.123 Bank 117.952.965.675 65.504.991.581 Deposito Berjangka 81.539.251.000 67.073.001.000 Total 205.843.369.383 141.383.029.704 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Rupiah Penuh) LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Rupiah Penuh) PT. BAYU BUANA Tbk dan Entitas AnakJl. Ir. H. Juanda III 2A Jakarta 10120, Indonesia, Telp. (021) 23509999 (Hunting), Fax. (021) 3459535, 3861955 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp 31 Des 2013 Rp 31 Des 2012 Rp PENDAPATAN 1.606.656.067.722 1.528.573.317.036 BEBAN POKOK PENJUALAN 1.518.803.565.363 1.452.590.988.683 LABA KOTOR 87.852.502.359 75.982.328.353 Pendapatan Lainnya 10.652.488.595 7.262.213.358 LABA USAHA 27.402.129.976 22.220.316.502 LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 27.299.165.691 22.132.110.990 BEBAN PAJAK PENGHASILAN LABA TAHUN BERJALAN 21.104.421.989 16.525.778.806 PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN Keuntungan dari Pengukuran Kembali Aset Keuangan yang Dikategorikan sebagai Tersedia untuk Dijual 36.018.060.000 29.326.180.000 Total Pendapatan Komprehensif Lain 36.018.060.000 29.326.180.000 TOTAL PENDAPATAN KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 57.122.481.989 45.851.958.806 Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada: Pemilik Entitas Induk 20.451.012.016 16.708.349.490 21.104.421.989 16.525.778.806 Total Laba Komprehensif yang Dapat diatribusikan kepada: Pemilik Entitas Induk 56.469.072.016 46.034.529.490 57.122.481.989 45.851.958.806 57,90 47,30 LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam Rupiah Penuh) ASET LANCAR Kas dan Setara Kas 205.843.369.383 141.383.029.704 Piutang Usaha 89.752.080.379 95.778.753.097 Aset Keuangan Lancar Lainnya 7.459.088.670 7.114.916.168 Pajak Dibayar di Muka 7.014.489 34.479.479 Biaya Dibayar di Muka 6.822.697.738 5.851.432.908 Uang Muka 19.279.814.645 9.122.934.475 Total Aset Lancar 329.164.065.303 259.285.545.831 ASET TIDAK LANCAR Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 81.728.000.000 42.709.940.000 Piutang Pihak Berelasi 639.789.000 1.503.712.000 Properti Investasi 19.547.793.072 19.567.272.980 Aset Tetap 20.548.433.354 21.135.795.426 Aset Tidak Lancar Lainnya 1.100.245.398 1.187.399.039 Aset Pajak Tangguhan 953.037.706 1.186.251.654 Total Aset Tidak Lancar 124.517.298.530 87.290.371.100 TOTAL ASET 453.681.363.834 346.575.916.931
  7. 7. PompaPluit Atasi Banjir JAKARTA UTARA P ENGOPERASIAN Ru- mah Pompa Pluit mem- bebaskan 34,2 kilome- ter persegi wilayah strategis di Jakarta dari bencana ban- jir. Antara lain Istana, Cideng, dan Jalan Thamrin. “Coverage area-nya luas sekali, mulai dari Istana, daerah Cideng, Thamrin, dan beberapa sektor penting negara, semua ditopang oleh Pompa Pluit,” kata Guber- nur DKI Jakarta Joko Wido- do atau Jokowi di sela-sela peresmian Rumah Pompa Pluit di Jalan Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara, kemarin. Ia berharap pengoperasian stasiun pompa juga membuat Jakarta lebih siap menganti- sipasi banjir. Pembangunan rumah pompa yang terdiri dari tiga unit pompa itu me- rupakan hibah pemerintah Jepang. Ketiga pompa dida- tangkan dari ‘Negeri Sakura’ oleh pengelola Waduk Pluit. Jokowi mengatakan mes- kipun perbaikan Rumah Pompa Pluit merupakan proyek pemerintah pusat bekerja sama dengan peme- rintah Jepang, pengelolaan dan perawatannya menjadi tanggung jawab Pemerin- tah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Hal tersebut mem- permudah pemrov dalam mengambil tindakan apabila terjadi kerusakan. Hal itu sekaligus menjawab persoalan yang selama ini terjadi ketika penanganan masalahpompamenjadirumit dan berkepanjangan karena koordinasi berbelit-belit an- tara pemerintah pusat dan daerah. Rp120 miliar Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto mengatakan proyek perbaikan Rumah Pompa Pluit yang mema- kan waktu sekitar dua ta- hun menghabiskan biaya 1,6 miliar yen atau Rp120 miliar. “Proyek ini memang untuk merekonstruksi sta- siun pompa dan memasang pompa-pompa baru lengkap dengan fasilitas pendukung seperti tanggul laut, sehingga bisa berfungsi dengan baik kembali,” jelasnya. Menurutnya, pemerin- tah pusat memberikan kewenangan pengelolaan rumah pompa itu kepada Pemprov DKI. Termasuk untuk pengoperasian sehari- hari dan perbaikan jika ter- jadi kerusakan. Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU Muham- mad Hasan menjelaskan, pihaknya sebagai konsultan supervisi proyek bersama Yacchico Engineering me- mastikan kapasitas pompa baru itu sangat memadai untuk menyedot air Waduk Pluit, sehingga dapat meng- atasi banjir di Ibu Kota. “Ka- pasitas setiap mesin bisa menyedot 5 meter kubik air per detik,” katanya. Menurutnya, perbaikan Rumah Pompa Pluit dilaku- kan setelah terhentinya fungsi pompa timur pada Februari 2009, sehingga me- ngurangi kapasitas Pompa Pluit secara keseluruhan. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yosonori Katori dalam sambutannya menya- takan antusias mendanai proyek itu, apalagi saat ban- jir beberapa waktu, kantor Kedutaan Besar Jepang di Jalan Thamrin, juga terkena imbasnya. (Ths/Ssr/J-4) LIMA dari sembilan pengurus penyalur tenaga kerja Bina Jasa Mina di Penjaringan, Jakarta Utara, yang tempat penampungannya digerebek pada Selasa (25/3) malam, menjadi tersangka. Mereka terbukti mem- pekerjakan anak di bawah umur sebagai anak buah kapal (ABK). Kapolres Pelabuhan Tan- jung Priok Ajun Komisaris Besar Asep Adi Syahputra mengatakan kelima orang itu berinisial, MY, 35, sebagai ketua yayasan, S, 43 sebagai wakil ketua yayasan, YA, 41, sekretaris, HA, 42, selaku bendahara, dan SM, 44, wakil bendahara. “Setelah diperiksa, mereka terbukti melakukan tindak pidana perdagangan orang,” katanya, kemarin. Menurutnya, selain me- nyalurkan tenaga kerja di bawah umur sebagai ABK, penyalur tenaga kerja yang belokasi di Ruko Pelabuhan Muara Baru Center, Penja- ringan, itu juga tidak memi- liki izin usaha. Selama ini, untuk membuat dokumen, mereka mema- nipulasi administrasi calon pekerja di bawah umur. Ke- lima tersangka ialah inisiator agen tersebut. Dalampenggerebekanpada Selasa malam, petugas juga mengevakuasi 19 orang calon ABK, tiga di antara mereka di bawah umur. Sementara itu, 16 lainnya merupakan laki- laki dewasa. (Ths/J-4) JAKARTA UTARA LimaPenyalurABK JadiTersangka RUMAH POMPA WADUK PLUIT: Pengendara motor melewati jembatan yang melintasi tiga pipa pembuangan dari rumah pompa di Waduk Pulit, Jakarta Utara, kemarin. Pemprov DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum meresmikan tiga pompa baru bantuan dari pemerintah Jepang guna menormalisasi pompa timur dan Waduk Pluit. MI/SUSANTO JUMAT, 28 MARET 2014 7 PT. BANK PUNDI INDONESIA, Tbk. Jl. RS Fatmawati No. 12, Jakarta 12140, Indonesia Telepon: (021) 7234666, www.bankpundi.co.id Kini Bank Pundi telah didukung oleh 207 kantor yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Banda Aceh hingga Abepura, Papua. I. PIHAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 3. Surat berharga a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 6. Tagihan akseptasi – – – – – – – – – – – – 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) i. Rupiah – – – – – – – – – – – – ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – b. Bukan debitur UMKM i. Rupiah – – – – – – – – – – – – ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – c. Kredit yang direstrukturisasi i. Rupiah – – – – – – – – – – – – ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – d. Kredit properti – – – – – – – – – – – – 8. Penyertaan – – – – – – – – – – – – 9. Penyertaan modal sementara – – – – – – – – – – – – 10. Komitmen dan kontinjensi a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 11. Aset yang diambil alih – – – – – – – – – – – – II. PIHAK TIDAK TERKAIT 1. Penempatan pada bank lain a. Rupiah 6.585 – – – – 6.585 90.165 – – – – 90.165 b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 2. Tagihan spot dan derivatif a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 3. Surat berharga a. Rupiah 402.771 – – – – 402.771 203.466 – – – – 203.466 b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) a. Rupiah 110.813 – – – – 110.813 – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) a. Rupiah – – – – – – – – – – – – b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 6. Tagihan Akseptasi – – – – – – – – – – – – 7. Kredit a. Debitur Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) i. Rupiah 5.585.955 579.968 73.091 49.154 318.242 6.606.410 4.493.989 452.133 160.423 42.927 145.179 5.294.651 ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – b. Bukan debitur UMKM i. Rupiah 163.770 858 101 146 17.490 182.365 142.152 2.973 348 332 213.545 359.350 ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – c. Kredit yang direstrukturisasi i. Rupiah 765.704 355.854 56.163 20.010 59.807 1.257.538 140.184 137.808 135.281 5.297 3.731 422.301 ii. Valuta asing – – – – – – – – – – – – d. Kredit properti 129.402 1.969 236 48 69.694 201.349 110.164 1.888 897 17 130.866 243.832 8. Penyertaan – – – – – – – – – – – – 9. Penyertaan modal sementara – – – – – – – – – – – – 10. Transaksi rekening administratif a. Rupiah 2.785 – – – – 2.785 2.252 – – – – 2.252 b. Valuta asing – – – – – – – – – – – – 11. Aset yang diambil alih – – – 23.320 12.769 36.089 – – 15.789 22.197 – 37.986 III. INFORMASI LAIN 1. Total aset bank yang dijaminkan : a. Pada Bank Indonesia – – b. Pada pihak lain – – 2. Total CKPN aset keuangan atas aset produktif 236.065 295.714 3. Total PPA yang wajib dibentuk atas aset produktif 241.317 279.129 4. Persentase kredit kepada UMKM terhadap total kredit 97,31% 93,64% 5. Persentase kredit kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total kredit 93,50% 92,02% 6. Persentase jumlah debitur UMKM terhadap total debitur 97,14% 96,22% 7. Persentase jumlah debitur Usaha Mikro Kecil (UMK) terhadap total debitur 95,68% 95,54% 8. Lainnya a. Penerusan kredit – – b. Penyaluran dana Mudharabah Muqayyadah – – c. Aset produktif yang dihapus buku 242.498 156.817 d. Aset produktif dihapusbuku yang dipulihkan/berhasil ditagih 16.597 5.139 e. Aset produktif yang dihapus tagih 8.670 3.252 PENDAPATAN DAN BEBAN OPERASIONAL A. Pendapatan dan Beban Bunga 1. Pendapatan Bunga 3.418.822 2.955.015 a. Rupiah 3.418.822 2.955.015 b. Valuta asing – – 2. Beban Bunga 2.478.424 1.978.683 a. Rupiah 2.478.424 1.978.683 b. Valuta asing – – Pendapatan Bunga Bersih 940.398 976.332 B. Pendapatan dan Beban Operasional Selain Bunga 1. Pendapatan Operasional Selain Bunga 185.346 247.767 a. Peningkatan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga 140 – ii. Kredit – – iii. Spot dan derivatif – – iv. Aset keuangan lainnya – – b. Penurunan nilai wajar liabilitas keuangan – – c. Keuntungan penjualan aset keuangan i. Surat berharga 1.507 38.633 ii. Kredit – – iii. Aset keuangan lainnya – – d. Keuntungan transaksi spot dan derivatif (realised) – – e. Keuntungan dari penyertaan dengan equity method – – f. Dividen – – g. Komisi/provisi/fee dan administrasi 139.335 98.421 h. Pemulihan atas cadangan kerugian penurunan nilai 26.769 105.412 i. Pendapatan lainnya 17.595 5.301 2. Beban Operasional Selain Bunga 1.113.283 1.152.546 a. Penurunan nilai wajar aset keuangan i. Surat berharga – – ii. Kredit – – iii. Spot dan derivatif – – iv. Aset keuangan lainnya – – b. Peningkatan nilai wajar liabilitas keuangan – – c. Kerugian penjualan aset keuangan i. Surat berharga – 6.092 ii. Kredit – – iii. Aset keuangan lainnya – – d. Kerugian transaksi spot dan derivatif (realised) – – e. Kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) i. Surat berharga – – ii. Kredit 127.910 274.435 iii. Pembiayaan syariah – – iv. Aset keuangan lainnya – – f. Kerugian terkait risiko operasional – 1.135 g. Kerugian dari penyertaan dengan equity method – – h. Komisi/provisi/fee dan administrasi – 76 i. Kerugian penurunan nilai aset lainnya (non keuangan) – 3.590 j. Beban tenaga kerja 697.356 589.274 k. Beban promosi 12.457 24.965 l. Beban lainnya 275.560 252.979 Beban Operasional Selain Bunga Bersih (927.937) (904.779) LABA OPERASIONAL 12.461 71.553 PENDAPATAN DAN BEBAN NON OPERASIONAL 1. Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap dan inventaris 87.548 (34) 2. Keuntungan (kerugian) penjabaran transaksi valuta asing – – 3. Pendapatan (beban) non operasional lainnya 2.420 (3.299) LABA (RUGI) NON OPERASIONAL 89.968 (3.333) LABA TAHUN BERJALAN SEBELUM PAJAK 102.429 68.220 Pajak penghasilan a. Taksiran pajak tahun berjalan – – b. Beban pajak tangguhan (6.157) (21.355) LABA TAHUN BERJALAN SETELAH PAJAK BERSIH 96.272 46.865 RUGI KOMPREHENSIF LAIN a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing – – b. Kerugian dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (32.540) (32.610) c. Bagian efektif dari lindung nilai arus kas – – d. Keuntungan revaluasi aset tetap – – e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi – – f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti – – g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain – – h. Lainnya – – Rugi komprehensif lain tahun berjalan - net pajak penghasilan terkait (32.540) (32.610) TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 63.732 14.255 Laba yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 96.272 46.865 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABA PERIODE BERJALAN 96.272 46.865 Total Laba Komprehensif yang dapat diatribusikan kepada : PEMILIK 63.732 14.255 KEPENTINGAN NON PENGENDALI TOTAL LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 63.732 14.255 TRANSFER LABA KE KANTOR PUSAT – – DIVIDEN – – LABA BERSIH PER SAHAM 8,95 4,80 1 Informasi keuangan per tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2013 diambil dari Laporan Keuangan PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hendrawinata Eddy & Siddharta, anggota dari Kreston International (Partner penanggung jawab adalah Florus Daeli, MM, CPA) yang dalam laporannya tertanggal 27 Maret 2014 menyatakan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian. Informasi keuangan per tanggal dan tahun yang berakhir 31 Desember 2012 diambil dari Laporan Keuangan PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kosasih, Nurdiyaman, Tjahjo & rekan, anggota dari Crowe Horwath International (Partner penanggung jawab adalah Darmenta Pinem, SE, CPA) yang dalam laporannya tertanggal 18 Maret 2013 menyatakan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan paragraf penjelasan mengenai penerapan beberapa Standar Akuntansi Keuangan. 2. Laporan keuangan Publikasi ini telah disusun untuk memenuhi: a. Peraturan Bank Indonesia No. 3/22/PBI/2001 tanggal 13 Desember 2001, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Bank Indonesia No. 14/14/PBI/2012 tanggal 18 Oktober 2012 perihal “Transparansi dan Publikasi Laporan Bank”. b. Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/30/DPNP tanggal 16 Desember 2011, perihal “Perubahan Ketiga atas Surat Edaran Bank Indonesia No. 3/30/DPNP tanggal 14 Desember 2001 mengenai Laporan Keuangan Publikasi Triwulanan dan Bulanan Bank Umum serta Laporan Tertentu yang disampaikan kepada Bank Indonesia”. c. Peraturan Bapepam-LK No. X.K.2 sebagai Lampiran Keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-346/BL/2011 tanggal 5 Juli 2011 tentang “Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik”. ASET 1. Kas 44.477 78.101 2. Penempatan pada Bank Indonesia 1.066.305 1.256.972 3. Penempatan pada bank lain 6.585 90.165 4. Tagihan spot dan derivatif - - 5. Surat berharga a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual 18.788 203.466 c. Dimiliki hingga jatuh tempo 383.983 - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang - - 6. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 110.813 - 7. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) - - 8. Tagihan akseptasi - - 9. Kredit a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi - - b. Tersedia untuk dijual - - c. Dimiliki hingga jatuh tempo - - d. Pinjaman yang diberikan dan piutang 6.788.775 5.654.001 10. Pembiayaan syariah - - 11. Penyertaan - - 12. Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/- a. Surat berharga - - b. Kredit (236.065) (295.714) c. Lainnya (14.975) (41.744) 13. Aset tidak berwujud 35.071 24.116 Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/- (12.712) (8.134) 14. Aset tetap dan inventaris 326.375 437.718 Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/- (152.070) (118.719) 15. Aset non produktif a. Properti terbengkalai - 2.594 b. Aset yang diambil alih 36.089 37.986 c. Rekening tunda - - d. Aset antar kantor i. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia 15 1 ii. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 16. Cadangan kerugian penurunan nilai dari aset non keuangan -/- (6.843) (8.532) 17. Sewa pembiayaan - - 18. Aset pajak tangguhan 76.620 82.777 19. Aset lainnya 531.893 287.884 TOTAL ASET 9.003.124 7.682.938 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS 1. Giro 23.182 32.408 2. Tabungan 664.821 552.655 3. Simpanan berjangka 6.985.458 6.171.579 4. Dana investasi revenue sharing - - 5. Pinjaman dari Bank Indonesia - - 6. Pinjaman dari bank lain 211.411 31.101 7. Liabilitas spot dan derivatif - - 8. Utang atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) 101.813 - 9. Utang akseptasi - - 10. Surat berharga yang diterbitkan - - 11. Pinjaman yang diterima a. Pinjaman yang dapat diperhitungkan sebagai modal - - b. Pinjaman yang diterima lainnya - - 12. Setoran jaminan 181 179 13. Liabilitas antar kantor a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia - - b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia - - 14. Liabilitas pajak tangguhan - - 15. Liabilitas lainnya 168.704 111.194 16. Dana investasi - - TOTAL LIABILITAS 8.155.570 6.899.116 EKUITAS 17. Modal disetor a. Modal dasar 2.000.000 2.000.000 b. Modal yang belum disetor -/- (924.488) (924.488) c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/- - - 18. Tambahan modal disetor a. Agio 24.025 24.025 b. Disagio -/- - - c. Modal sumbangan - - d. Dana setoran modal 129.638 129.638 e. Lainnya - - 19. Kerugian komprehensif lainnya a. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing - - b. Kerugian dari perubahan nilai aset keuangan dalam kelompok tersedia untuk dijual (37.403) (4.863) c. Bagian efektif lindung nilai arus kas - - d. Selisih penilaian kembali aset tetap - - e. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi - - f. Keuntungan (kerugian) aktuarial program manfaat pasti - - g. Pajak penghasilan terkait dengan laba komprehensif lain - - h. Lainnya - - 20. Selisih kuasi reorganisasi - - 21. Selisih restrukturisasi entitas sepengendali - - 22. Ekuitas lainnya - - 23. Cadangan a. Cadangan umum - - b. Cadangan tujuan - - 24. Laba/rugi a. Tahun-tahun lalu (440.490) (487.355) b. Tahun berjalan 96.272 46.865 TOTAL EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA PEMILIK 847.554 783.822 25. Kepentingan non pengendali TOTAL EKUITAS 847.554 783.822 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 9.003.124 7.682.938 LAPORAN POSISI KEUANGAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) No. POS-POS BANK 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah, kecuali untuk laba bersih per saham) No. POS-POS BANK 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit I. KOMPONEN MODAL A. Modal Inti 693.124 613.819 1 Modal disetor 1.075.512 1.075.512 2 Cadangan Tambahan Modal (382.388) (461.693) 2.1 Faktor penambah 201.799 177.096 a Agio 24.025 24.025 b Modal sumbangan – – c Cadangan umum – – d Cadangan tujuan – – e Laba tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) – – f Laba tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (50%) 48.136 23.433 g Selisih lebih karena penjabaran laporan keuangan – – h Dana setoran modal 129.638 129.638 i Waran yang diterbitkan (50%) – – j Opsi saham yang diterbitkan dalam rangka program kompensasi berbasis saham (50%) – – 2.2 Faktor pengurang (584.187) (638.789) a Disagio – – b Rugi tahun-tahun lalu yang dapat diperhitungkan (100%) (554.507) (622.727) c Rugi tahun berjalan yang dapat diperhitungkan (100%) – – d Selisih kurang karena penjabaran laporan keuangan – – e Pendapatan komprehensif lain : Kerugian dari penurunan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk dijual – – f Selisih kurang antara PPA dan cadangan kerugian penurunan nilai atas aset produktif (5.252) – g Penyisihan Penghapusan Aset (PPA) atas aset non produktif yang wajib dihitung (24.428) (16.062) h Selisih kurang jumlah penyesuaian nilai wajar dari instrumen keuangan dalam trading book – – 3 Modal Inovatif 3.1 Surat berharga subordinasi (perpetual non kumulatif) – – 3.2 Pinjaman subordinasi (perpetual non kumulatif) – – 3.3 Instrumen modal inovatif lainnya – – 4 Faktor Pengurang Modal Inti 4.1 Goodwill – – 4.2 Aset tidak berwujud lainnya – – 4.3 Penyertaan (50%) – – 4.4 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%) – – 5 Kepentingan Non Pengendali B. Modal Pelengkap 71.615 61.314 1 Level Atas (Upper Tier 2) 71.615 61.314 1.1 Saham preferen (perpetual kumulatif) – – 1.2 Surat berharga subordinasi (perpetual kumulatif) – – 1.3 Pinjaman subordinasi (perpetual kumulatif) – – 1.4 Mandatory convertible bond – – 1.5 Modal inovatif yang tidak diperhitungkan sebagai modal inti – – 1.6 Instrumen modal pelengkap level atas (upper tier 2) lainnya – – 1.7 Revaluasi aset tetap 14.058 14.058 1.8 Cadangan umum aset produktif (maks 1,25% ATMR) 57.557 47.256 1.9 Pendapatan komprehensif lain : Keuntungan dari peningkatan nilai wajar atas penyertaan dalam kategori tersedia untuk dijual (45%) – – 2 Level Bawah (Lower Tier 2) maksimum 50% Modal Inti 2.1 Redeemable preference shares – – 2.2 Pinjaman atau obligasi subordinasi yang dapat diperhitungkan – – 2.3 Instrumen modal pelengkap level bawah (lower tier 2) lainnya – 3 Faktor Pengurang Modal Pelengkap 3.1 Penyertaan (50%) – – 3.2 Kekurangan modal pada perusahaan anak asuransi (50%) C. Faktor Pengurang Modal Inti dan Modal Pelengkap Eksposur Sekuritisasi – – D. Modal Pelengkap Tambahan Yang Memenuhi Persyaratan (Tier 3) – – E. MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR – – II. TOTAL MODAL INTI DAN MODAL PELENGKAP (A + B - C) 764.739 675.133 III. TOTAL MODAL INTI, MODAL PELENGKAP, DAN MODAL PELENGKAP TAMBAHAN YANG DIALOKASIKAN UNTUK MENGANTISIPASI RISIKO PASAR (A + B - C + E) 764.739 675.133 IV. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO KREDIT 5.808.027 4.819.253 V. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO OPERASIONAL 883.821 267.003 VI. ASET TERTIMBANG MENURUT RISIKO (ATMR) UNTUK RISIKO PASAR – – VII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT DAN RISIKO OPERASIONAL [II:(IV+V)] 11,43% 13,27% VIII. RASIO KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM UNTUK RISIKO KREDIT, RISIKO OPERASIONAL DAN RISIKO PASAR [III : (IV + V + VI)] 11,43% 13,27% KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM (KPMM) Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit No. KOMPONEN MODAL BANK I. TAGIHAN KOMITMEN 1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik a. Rupiah – – b. Valuta asing – – 2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan – – 3. Lainnya 9.323 8.788 II. KEWAJIBAN KOMITMEN 1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik a. BUMN i. Committed - Rupiah – – - Valuta asing – – ii. Uncommitted - Rupiah – – - Valuta asing – – b. Lainnya i. Committed 2.705 2.137 ii. Uncommitted – – 2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik a. Committed i. Rupiah – – ii. Valuta asing – – b. Uncommitted i. Rupiah – – ii. Valuta asing – – 3. Irrevocable L/C yang masih berjalan a. L/C luar negeri – – b. L/C dalam negeri – – 4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan – – 5. Lainnya 80 115 III. TAGIHAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diterima a. Rupiah – – b. Valuta asing – – 2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian a. Bunga kredit yang diberikan 158.201 133.695 b. Bunga lainnya – – 3. Lainnya – – IV. KEWAJIBAN KONTINJENSI 1. Garansi yang diberikan a. Rupiah – – b. Valuta asing – – 2. Lainnya – – LAPORAN KOMITMEN DAN KONTINJENSI Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit No. POS-POS BANK Rasio Kinerja 1 Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) 11,43% 13,27% 2 Aset produktif bermasalah dan aset non produktif bermasalah terhadap total aset produktif dan aset non produktif 6,32% 8,97% 3 Aset produktif bermasalah terhadap total aset produktif 5,89% 8,42% 4 Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan terhadap aset produktif 3,03% 4,42% 5 NPL gross 6,75% 9,95% 6 NPL net 3,39% 4,81% 7 Return on Asset (ROA) 1,23% 0,98% 8 Return on Equity (ROE) 14,44% 9,52% 9 Net Interest Margin (NIM) 13,04% 16,64% 10 Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) 99,65% 97,77% 11 Loan to Deposit Ratio (LDR) 88,46% 83,68% Kepatuhan (Compliance) 1 a. Persentase pelanggaran BMPK i. Pihak terkait 0,00% 0,00% ii. Pihak tidak terkait 0,00% 0,00% b. Persentase pelampauan BMPK i. Pihak terkait 0,00% 0,00% ii. Pihak tidak terkait 0,00% 0,00% 2 Giro Wajib Minimum (GWM) a. GWM Utama Rupiah 8,12% 8,25% b. GWM Valuta asing 0,00% 0,00% 3 Posisi Devisa Neto (PDN) secara keseluruhan 0,00% 0,00% PERHITUNGAN RASIO KEUANGAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 31-Des-13 31-Des-12No. RASIO (%) A. Terkait dengan Nilai Tukar 1. Spot – – – – – 2. Forward – – – – – 3. Option a. Jual – – – – – b. Beli – – – – – 4. Future – – – – – 5. Swap – – – – – 6. Lainnya – – – – – B. Terkait dengan Suku Bunga 1. Forward – – – – – 2. Option a. Jual – – – – – b. Beli – – – – – 3. Future – – – – – 4. Swap – – – – – 5. Lainnya – – – – – C. Lainnya J U M L A H – – – – – LAPORAN TRANSAKSI SPOT DAN DERIVATIF Per 31 Desember 2013 BANK Tujuan Tagihan dan Liabilitas Derivatif Trading Hedging Tagihan Liabilitas Nilai Notional No. TRANSAKSI ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan bunga 1.615.421 1.428.775 Pembayaran bunga (639.126) (493.209) Penghasilan operasional lainnya - bersih 109.465 70.441 Pembayaran beban umum dan administrasi (203.677) (189.679) Pembayaran beban tenaga kerja dan tunjangan (697.752) (583.375) Pendapatan (beban) non operasional - bersih 2.498 (2.548) Arus Kas Sebelum Perubahan Aset dan Liabilitas Operasi 186.829 230.405 Penurunan (kenaikan) aset operasi: Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain – 118.895 Efek-efek (341.010) 295.825 Tagihan atas efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali – 125.394 Kredit (1.311.717) (2.175.687) Biaya dibayar dimuka 20.837 (5.683) Agunan yang diambil alih dan aset lain-lain (63.338) 5.657 Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi: Liabilitas segera 5.183 1.324 Simpanan dari nasabah 916.819 1.434.131 Simpanan dari bank lain 180.310 19.933 Liabilitas atas efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 101.813 – Utang pajak 2.516 6.008 Liabilitas lain-lain 6.510 12.172 Kas Bersih (Digunakan untuk) Diperoleh dari Aktivitas Operasi (295.248) 68.374 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Hasil penjualan aset tetap 55 24 Perolehan aset tetap (12.678) (31.276) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (12.623) (31.252) ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerbitan saham baru - bersih – 179.593 Biaya emisi saham – (2.905) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan – 176.688 (PENURUNAN) KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (307.871) 213.810 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 1.425.238 1.211.428 KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.117.367 1.425.238 Kas dan setara kas akhir tahun terdiri dari: Kas 44.477 78.101 Giro pada Bank Indonesia 596.080 520.795 Giro pada bank lain 6.585 50.142 Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 470.225 776.200 Jumlah 1.117.367 1.425.238 LAPORAN ARUS KAS Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) POS-POS ARUS KAS BANK 31-Des-13 Diaudit 31-Des-12 Diaudit DEWAN KOMISARIS Komisaris Utama : Endriartono Sutarto (merangkap Komisaris Independen) Komisaris : Dedy Rifdy Ramsey Komisaris Independen : I Goesti V. Bagoes Oka DIREKSI Direktur Utama : Paulus Wiranata Direktur : Ramono Sukadis Direktur : Maximianus Puguh Djiwanto Direktur : Beni Nurtantijo Direktur : Lungguk Gultom Pemegang Saham Pengendali (PSP) : - PT Recapital Securities : 67,85% - IF Services Netherlands B.V : 13,34% - Pershing LLC : 10,71% Tidak ada PENGURUS BANK PEMEGANG SAHAM 1. Penempatan pada bank lain – – 66 – – – 902 – 2. Tagihan spot dan derivatif – – – – – – – – 3. Surat berharga – – – – – – – – 4. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (Repo) – – – – – – – – 5. Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (Reverse Repo) – – – – – – – – 6. Tagihan akseptasi – – – – – – – – 7. Kredit 77.160 158.905 57.488 183.735 114.122 181.592 46.354 231.850 8. Penyertaan – – – – – – – – 9. Penyertaan modal sementara – – – – – – – – 10. Transaksi rekening adminitratif – – 28 – – – 23 – 31-Des-13 (Diaudit) CKPN IndividualIndividual KolektifKolektif UmumUmum KhususKhusus CKPNPPA wajib dibentuk PPA wajib dibentuk 31-Des-12 (Diaudit) CADANGAN PENYISIHAN KERUGIAN Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) POS-POSNo. LAPORAN KUALITAS ASET PRODUKTIF DAN INFORMASI LAINNYA Per 31 Desember 2013 dan 2012 (Dalam jutaan Rupiah) BANK 31-Des-13 (Diaudit)POS-POSNo. 31-Des-12 (Diaudit) L DPK KL D M Jumlah L DPK KL D M Jumlah Jakarta, 28 Maret 2014 PT. Bank Pundi Indonesia, Tbk. Direksi Paulus Wiranata Maximianus Puguh Djiwanto Direktur Utama Direktur

×