Jurnal fiks

1,312 views
1,238 views

Published on

Published in: Education, Technology
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,312
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
51
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Jurnal fiks

  1. 1. ABSTRACT<br />Nova Eltariza. 2011. Model Interactive Learning with Media-Based Learning Blog To Improve Student Learning Outcomes Animation Drawing Lesson On Basic Macromedia Flash8.<br />This study titled Model Interactive Learning with Media-Based Learning Blog to improve learning outcomes of students in animation drawing subjects Macromedia Flash Basic 8. Against the background of this research by the problems during the learning process during which the teacher explained they always caught open facebook, twitter and youtube are not related to the subject matter, there are even students who think learning practicum as a means of "free online". Students tend to be indifferent as long as they seemed to have a world of learning itself and when asked they did not understand.<br />This study aims to improve the learning process while improving student learning outcomes to draw animations on subjects Macromedia Flash Basic 8. This study uses a method Classroom Action Research (PTK) that describe objectively about the problems that occurred in class X Multimedia on August 17 SMK Mutiara Bekasi to improve, enhance, and manage the implementation class openly collaboratively between researchers, students, and the observer . PTK procedure begins with an introduction, planning, implementation measures, actions of reflection, analysis and action undertaken by cyclic.TOD study conducted during two consecutive cycles of the students. The application of interactive learning models with learning-based media blog can give a positive contribution to the sustainability of learning to draw animation while enhancing student learning outcomes to draw animation. This is evidenced by the results of laboratory evaluation of animated drawing during the learning takes place.<br />Based on the results of the study, each cycle was increased significantly. In cycle I KKM value determined at 75, a total of nine students and five other students complete unfinished (do remedial). In the second cycle is determined KKM value by 72, despite a decrease in KKM value of the previous cycle but increase the number of students who completed the 10 students and students who have not completed dropped to 4 students and an increase in the average value. The average value of the cycle I and cycle II is 78.4 the average value increased to 79.1 students. Improved student learning outcomes to draw animation followed by an increase in the percentage of student activity. Activities of students when I cycle pretty well categorized and student activities during cycle II increased to either category. This was observed by teachers and officials through the seriousness of the students enthusiastic in following lessons. Perceptions of student satisfaction toward learning model is 77% which is supported by the results of student interviews.<br />Keywords: blog-based Interactive Learning, Drawing animation.<br />Model Pembelajaran Interaktif dengan Media Pembelajaran Berbasis Blog Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menggambar Animasi Siswa Pada Mata Pelajaran Dasar Macromedia Flash 8.<br />Nova Eltariza<br />Universitas Negeri Jakarta Fakultas Teknik Program Studi Teknik Elektronika<br />ophachubby@yahoo.com<br />Paryono, S.Pd<br />Kepala SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi<br />Dr. Bambang Dharma Putra, M.Pd<br />Dosen Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro<br />bamdha@gmail.com<br />Dr. Nanang Arif Guntoro, M.Si<br />Dosen Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro<br />ABSTRAK<br />Penelitian ini berjudul Model Pembelajaran Interaktif dengan Media Pembelajaran Berbasis Blog untuk meningkatkan hasil belajar menggambar animasi siswa pada mata pelajaran Dasar Macromedia Flash 8. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan selama proses pembelajaran dimana saat guru menerangkan mereka selalu tertangkap sedang membuka facebook, twitter, dan youtube yang tidak terkait pada materi pelajaran, bahkan ada siswa yang menganggap pelajaran praktikum sebagai sarana “online gratis”. Siswa cenderung acuh selama pembelajaran mereka seakan mempunyai dunia sendiri dan ketika ditanya pun mereka tidak paham.<br />Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran sekaligus meningkatkan hasil belajar menggambar animasi siswa pada mata pelajaran Dasar Macromedia Flash 8. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mendeskripsikan secara objektif mengenai permasalahan yang terjadi pada siswa kelas X Multimedia di SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi untuk memperbaiki, meningkatkan, dan mengelola kelas secara terbuka yang pelaksanaannya secara kolaboratif antara peneliti, siswa, dan observer. Prosedur PTK dimulai dengan pendahuluan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, refleksi tindakan, dan analisis tindakan yang dilakukan secara bersiklus.<br />Penelitian PTK dilakukan selama dua siklus berturut-turut terhadap siswa. Penerapan model pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran berbasis blog mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap keberlangsungan pembelajaran menggambar animasi sekaligus meningkatkan hasil belajar menggambar animasi siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil evaluasi praktikum menggambar animasi selama pembelajaran berlangsung.<br />Berdasarkan hasil penelitian, setiap siklusnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada siklus I ditentukan nilai KKM sebesar 75, sebanyak 9 siswa tuntas dan 5 siswa lainnya belum tuntas (dilakukan remedial). Pada siklus II ditentukan nilai KKM sebesar 72,walaupun terjadi penurunan nilai KKM dari siklus sebelumnya namun terjadi kenaikan jumlah siswa yang tuntas menjadi 10 siswa dan siswa yang belum tuntas menurun menjadi 4 siswa dan kenaikan nilai rata-rata. Nilai rata-rata pada siklus I adalah 78,4 dan siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79,1. Peningkatan hasil belajar menggambar animasi siswa diikuti dengan peningkatan persentase aktivitas siswa. Aktivitas siswa saat siklus I termasuk kategori cukup baik dan aktivitas siswa saat siklus II meningkat menjadi kategori baik. Hal tersebut diamati oleh guru pamong melalui keseriusan dan antusias siswa dalam mengikuti pelajaran. Persepsi kepuasan siswa terhadap model pembelajaran ini sebesar 77% yang didukung dengan hasil wawancara siswa.<br />Kata Kunci: Pembelajaran Interaktif berbasis blog, Menggambar animasi.<br />Pendahuluan<br />Salah satu fasilitas wifi sekolah sayang sekali jika siswa sedang praktikum hanya untuk membuka facebook, twitter, dan youtube yang tidak terkait dengan materi pelajaran, sehingga kurang memperhatikan penjelasan guru. Siswa menganggap kegiatan praktikum sebagai sarana “online gratis”, ketika guru sedang menjelaskan kepada siswa sedang online, tidak ada partisipasi siswa sehingga siswa tidak mengerti apa-apa yang dijelasan guru. Ditengah meledaknya informasi melalui internet tentu guru perlu menyesuaikan diri dengan teknologi terkini ketika mengajar. Jika seorang guru tetap mempertahankan cara mengajarnya yang konvensional di mana siswa hanya berperan sebagai penonton tidak dapat dipungkiri suatu saat siswa akan berontak dan akan mogok sekolah dan malas belajar. Siswa menganggap guru tidak memahami apa yang mereka butuhkan. Akan lebih baik guru tidak lagi memfokuskan pelajaran pada papan tulis dan ceramah seperti apa yang dikatakan John Dewey (Bona,2011) pada yang tetap relevan hingga kini, yakni bahwa “If we teach our children as we did yesterday, we rob them of the future. Yang maksudnya Jika kita mengajar anak dengan cara yang lalu atau kuno berarti kita merusak masa depan mereka.<br />Sehubungan dengan peningkatan hasil belajar menggambar animasi pada mata pelajaran Dasar Macromedia Flash 8, pemanfaatan media blog yang interaktif sangatlah tepat diterapkan dalam karakteristik pembelajaran menggambar animasi. Dalam blog disajikan video tutorial dan modul dan siswa pun dapat mengunggahnya. Selain itu pada blog juga memanfaatkan situs online gratis dimana dalam situs ini menyediakan jasa pembuatan soal online, database online, dan kolom chat yang dapat di-copy paste ke blog.<br />Dengan pemanfaatan blog interaktif sebagai media pembelajaran diharapkan mampu mengurangi intensitas siswa membuka situs yang tidak terkait materi pembelajaran sekaligus meningkatkan kemampuan menggambar animasi pada mata pelajaran Dasar Macromedia Flash 8. <br />Hakikat Model Pembelajaran Interaktif<br />Prinsip pembelajaran (Chaerudin,2011) yang baik adalah jika dalam proses belajar mengajar mampu menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif dan dapat memotivasi siswa dalam belajar. Depdiknas pun menyebutkan bahwa belajar hanya akan efektif jika si belajar diberikan banyak kesempatan untuk melakukan sesuatu, melalui multi metode dan multi media.<br />Pembelajaran interaktif menurut Dimyati dan Mudjiono (Fandy,2010) pada blognya adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar.<br />UUSPN No. 20 Tahun 2003 menyatakan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreatifitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir siswa, serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pelajaran Menurut Provenzo (Diallo Sessoms,2008) seiring dengan inovasi teknologi, pendidikan mengalami perubahan dan kurikulum baru diperkenalkan serta merubah definisi bagaimana cara belajar dan mengajar. Saat ini pembelajaran di kelas sudah banyak yang menggunakan Televisi dan Proyektor Overhead. Alat ini menawarkan proses pembelajaran menjadi bersifat interaktif. Dan juga menjadi cikal bakal dari perkembangan pembelajaran interaktif yang merupakan perkembangan dari teori konstruktifisme, perangkat keras interaktif dan perangkat lunak interaktif. Dan di era digital saat ini blog merupakan salah satu media yang pemanfaatannya dapat menunjang pembelajaran interaktif.<br />Kombinasi dari teori konstruktivisme, perangkat keras interaktif, dan perangkat lunak interaktif (web) akan menjadi salah satu model untuk berpikir tentang cara-cara baru mengajar.<br />Dalam hal ini siswa dan guru sama-sama aktif dalam proses pembelajaran. Dimana guru bertanggung jawab untuk perencanaan, mengajar, dan memfasilitasinya ke dalam teknologi. Dan siswa bertanggung jawab untuk membangun dan menunjukkan serta berkolaborasi dengan rekan-rekan untuk menciptakan pengetahuan. Dalam perencanaan guru menentukan alat apa yang akan digunakan untuk ekspansi kognitif siswa seperti penggunaan internet untuk membantu siswa dalam mengakses dan mengolah informasi.<br />Pada tahap fase pengajaran interaktif guru menentukan model pembelajaran yang yang digunakan untuk mengintegrasikan materi pelajaran dan perangkat keras/lunak interaktif untuk membangun pengetahuan melalui interaksi yang dinamis. Pada fase ketiga guru memfasilitasi konstruksi pengetahuan siswa melalui interaksi dan partisipasi siswa dalam kelas.<br />Hakikat Pembelajaran Berbasis Blog<br />Menurut Prensky (Bona,2011), para guru pada era digital harus mendengarkan para siswa digital natives. Hal itu sangat penting karena menurut Prensky sekolah yang ada masih tertahan di abad 20, artinya gaya dan caranya dalam menyelenggarakan pendidikan masih bernafaskan suasana pendidikan abad 20, padahal para siswa telah bergerak maju ke abad 21. Pertanyaannya adalah bagaimana guru dapat menyesuaikan diri dan memberikan pendidikan yang relevan kepada siswa abad 21. <br />Berdasarkan lingkungan pertumbuhannya para siswa yang ada di sekolah-sekolah abad 21 ini merupakan para siswa digital native. Mereka menjadi native speaker teknologi, lancar dalam bahasa digital komputer, video games, dan Internet. Para siswa digital native akan terus berkembang dan berubah sedemikian cepat dan orang dewasa termasuk para gurunya tidak akan mampu untuk mengimbangi. <br />Fenomena kesenjangan antara siswa digital native dan guru digital immigrant tidak bisa dihadapi dengan metode tradisional seperti inservice training, karena hal itu akan sangat sia-sia. Sekolah memerlukan solusi yang radikal. Solusi yang radikal itu misalnya, mengajarkan aljabar secara efektif dengan menggunakan video game. Dengan itu, maka siswa akan terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Di lain pihak, guru juga harus benar-benar dipersiapkan untuk menghadapi tantangan pendidikan abad 21 yang sedemikian itu.<br />Pelaksanaan Penelitian<br />PTK dilakukan selama semester I (ganjil) pada bulan Agustus sampai bulan Desember tahun pelajaran 2010/2011 di Kelas X Multimedia SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi, Jl. Taman Wisma Asri Kav N.7. Dan sebagai tindak lanjut dari penelitian dilakukan pengamatan pada semester berikutnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X Multimedia SMK Mutiara 17 Agustus sebanyak 14 orang. Penelitian ini menggunakan metode pengamatan (observasi), tes, wawancara, dan Dokumentasi. PTK dirancang dan dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus memiliki beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif persentase. Perhitungan dilakukan berpedoman pada apa yang ditetapkan di sekolah. <br />Hasil Penelitian<br />Berdasarkan hasil penelitian, setiap siklusnya terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pada siklus I ditentukan nilai KKM sebesar 75, sebanyak 9 siswa tuntas dan 5 siswa lainnya belum tuntas (dilakukan remedial). Pada siklus II ditentukan nilai KKM sebesar 72,walaupun terjadi penurunan nilai KKM dari siklus sebelumnya namun terjadi kenaikan jumlah siswa yang tuntas menjadi 10 siswa dan siswa yang belum tuntas menurun menjadi 4 siswa dan kenaikan nilai rata-rata. Nilai rata-rata pada siklus I adalah 78,4 dan siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 79,1. Peningkatan hasil belajar menggambar animasi siswa diikuti dengan peningkatan persentase aktivitas siswa. Aktivitas siswa saat siklus I termasuk kategori cukup baik dan aktivitas siswa saat siklus II meningkat menjadi kategori baik. Hal tersebut diamati oleh guru pamong melalui keseriusan dan antusias siswa dalam mengikuti pelajaran. Persepsi kepuasan siswa terhadap model pembelajaran ini sebesar 77% yang didukung dengan hasil wawancara siswa.<br />Kesimpulan<br />Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya dapat disimpulkan sebagai berikut:<br />Pada hasil penelitian menunjukkan sejak diterapkan model pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran berbasis blog pada mata pelajaran Dasar Macromedia Flash 8 pada siswa kelas X Multimedia SMK Mutiara 17 Agustus ada perbaikan pada proses pembelajaran hal ini ditandai dengan semakin berkurangnya intensitas siswa membuka facebook, twitter, dan youtube yang tidak ada hubungannya dengan materi pelajaran. Partisipasi mereka selama pembelajaran pun meningkat hal tersebut ditandai semakin serius dan antusias siswa selama pembelajaran. Mereka yang sebelumnya tidak mengerti cara menggambar animasi menggunakan Macromedia Flash 8 dan mereka mulai memahaminya hal tersebut ditandai dengan banyak siswa yang selalu berhasil menggambar animasi seperti yang disajikan video di blog.<br />Ada peningkatan hasil belajar menggambar animasi pada mata pelajaran Dasar Macromedia Flash 8 sejak diterapkan model pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran berbasis blog yaitu pada siklus I nilai rata-rata siswa 78,4 meningkat pada siklus II menjadi 79.1. <br />Ada kepuasan siswa setelah diajar melalui model pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran berbasis blog sebesar 77% siswa menjawab puas pada model pembelajaran tersebut.<br />Saran<br />Atas dasar kesimpulan diatas maka disarankan:<br /><ul><li>Model pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran berbasis blog akan lebih baik jika pihak sekolah memblokir situs-situs yang tidak bermanfaat dalam proses kegiatan belajar mengajar seperti facebook, youtube dan twitter karena masih ada siswa yang mencuri-curi waktu untuk membuka situs facebook, youtube dan twitter ketika Kegiatan Pembelajaran berlangsung.
  2. 2. Model pembelajaran interaktif dengan media pembelajaran berbasis blog akan lebih efektif bila pihak sekolah memperbanyak jumlah unit komputer. Dan wifi disekolah benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran karena menurut peneliti masih banyak karyawan sekolah yang memainkan game online disaat kegiatan pembelajaran berlangsung.
  3. 3. Peneliti mengharapkan setiap guru memiliki blog sehingga tidak tergantung pada penggunaan buku paket saja sebagai sumber belajar.
  4. 4. Peneliti mengharapkan ada penelitian tindakan kelas berikutnya yang mengangkat model pembelajaran interaktif dan pembelajaran berbasis blog ataupun modifikasinya karena literatur model pembelajaran ini masih sedikit dan sulit.
  5. 5. Peneliti menyarankan akan lebih baik jika pembelajaran berbasis internet sistem penilaian pun juga dilakukan secara online dan hal tersebut dapat didukung dengan penggunaan database online dan soal-soal online pada situs yang disediakan secara online.
  6. 6. Daftar Pustaka
  7. 7. ________.MediaPembelajaran.dalamhttp://smpn1banjar-pdg.net/index.php/artikel/34-artikel/50media?tmpl=component&print=1&page=.diunduh pada 13 April 2011.
  8. 8. Bona.2011.Sekolah Abad 21. dalam http://edukasi.kompasiana.com/2011/05/04/sekolah-abad-21/ diunduh pada 7 Mei 2011.
  9. 9. Fandi.2010.PerananCTLdalammengimplemasikanPembelajaranInteraktif.dalamhttp://fandi4tarakan.wordpress.com/2010/02/17/peranan-ctl-dalam-mengimplementasikan-pembelajaran-interaktif/.diunduh pada 11 april 2011.
  10. 10. Sessoms, D.2008. “Interactive instruction: Creating interactive learning environments through tomorrow's teachers”. International Journal of Technology in Teaching and Learning, 4 (2) , 86-96.

×