Artikel presentasi

532 views

Published on

PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN
BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATA PELAJARAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Published in: Education
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Artikel presentasi

  1. 1. PENGEMBANGAN MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Bahrur Rosyidi Duraisy E-mail : bahrurrosyidi@gmail.com ABSTRAK. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media presentasi pembelajaran yang terintegrasi dengan alur navigasi yang telah tervalidasi pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kelas XII MA Al Asyhar Bungah Gresik yang dilengkapi dengan audio dan video tutorial untuk membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. Prosedur dan sistematika pengembangan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari pengembangan Clark & Mayer 2003 yang dimodifikasi oleh Cepi Riyana (2007) dan Borg dan Gall 1983 yang dimodifikasi bisa dijabarkan secara lebih terperinci menjadi 7 langkah sistematis sebagai berikut: (1) analisis potensi dan masalah (2) Desain Produk (3) mengumpulkan materi, (4) membuat produk awal(5) melakukan uji ahli (6) merevisi produk dari uji ahli, dan (7) melakukan uji lapangan. uji coba produk yang telah direvisi pada siswa kelas XII dengan subjek sebanyak 35 siswa dan diteliti menggunakan kuisioner yang dianalisis keseluruhannya. Hasil pengembangan media dinyatakan valid atau layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran klasikal dan personal. Hal itu dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik dari ahli media dengan skor persentase 87,84 %(valid), sedangkan ahli materi dengan skor persentase 90,63 %(valid), uji lapangan secara klasikal diperoleh hasil 89,29%(valid). Data pengolahan hasil tes belajar diperoleh skor rata-rata pre-test 66,0 dan pada post-test adalah 80,4, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar pada uji coba klasikal secara keseluruhan sebesar 358 dengan persentase sebesar 10,3%. Dari pengolahan data tabel juga terlihat peningkatan persentase siswa yang memenuhi SKM (≥ 70). Sebelum penggunaan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia , persentase jumlah siswa yang memenuhi SKM sebesar 45,7%, menjadi 91,4% setelah siswa menggunakan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia. Hasil belajar dianalisis dengan metode Uji t sampel berpasangan (paired samples t test).Berdasarkan analisis data dengan menggunakan SPSS diperoleh kesimpulan bahwa H0 ditolak. Dengan demikian Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan. Saran pemanfaatan dan pengembangan selanjutnya yaitu sebaiknya guru menyampaikan materi secara terstruktur karena terdapat beberapa materi yang saling berkaitan. Pengembangan media presentasi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pengembangan selanjutnya pada materi pembelajaran lainnya yang lebih menarik, dinamis, dan atraktif. Pengembangan produk ini hanya sampai pada tahap evaluasi formatif. Sehingga bila hendak dipakai untuk tahap diseminasi, maka perlu dilakukan evaluasi sumatif terlebih dahulu.
  2. 2. ABSTRACT Keywords: Developing, Instructional Presentation Media, Multimedia, ICT Aims of the development is to produce instructional presentation media which integrate with the flowing navigation that has been validated fo the subjects of Information and Communication Technology of Grade 12th MA Al Asyhar Bungah Gresik, which are supported with audio and video tutorials to assist students in achieving the expected competencies. Procedures and systematic developing instructional presentation media based multimedia process is based on Clark & Mayer (2003) model which has been modified by Cepi Riyana (2007) and Borg and Gall 1983, which can be described in 7 systematic steps as follows: (1) potential and problems analysis (2) product design (3) collecting materials, (4) product building (5) expert validation (6) revising product based on the expert validation, and (7) conduct field tests. Products that have been revised is tested on 35 students of Grade 12th using questionnaire. Based on the validation test, the developed media is valid to be used as classical or personal learning media. It can bee seen on the statistical calculations which is scored 87.84% from media expert, 90.63% from materials expert , and 89.29% on the field test. Learning test result earned an average pre-test score 66.0 and post-test score 80.4, learning outcomes increased 358 points with a percentage of 10.3%. Table of data processing also shows an increasing percentage (from 45.7% to 91.4%) of students who meet the Minimum Competency Standards (SKM)(≥ 70). Learning test is analyzed with paired samples t test method. SPSS data analysis shows H0 is rejected. Thus Ha is accepted, than it can be concluded that there are significant differences. Utilization and further developing suggestions is teachers should present material in a structured way because few contents are connected one-another. The developed product can be considered for future developing on other interesting, dynamic, and attractive learning materials. Product development is limited on the formative evaluation, if it is going to be diseminated, sumative evaluation must be done firstly.
  3. 3. Aplikasi teknologi pembelajaran adalah menyediakan dan melaksanakan pemecahan belajar dan memberikan kemungkinan belajar dalam bentuk sumber belajar yang meliputi pesan, orang , bahan, alat, teknik , dan lingkungan. Sumber belajar ini sengaja dirancang, dipilih dan dimanfaatkan sebagai produk kongkrit yang tersedia untuk berinteraksi dengan pebelajar (Seel & Richey, 1994:10). Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang menekankan pentingnya belajar sebagai suatu proses personal, dan menuntut strategi-strategi pembelajaran yang dapat mengakomodasikan berbagai konteks, perangkat isi yang harus diajarkan oleh pembelajar dengan berbagai latar belakang, kebutuhan dan permasalahan. Salah satu alternatif dalam memperlancar proses pembelajaran seperti itu adalah dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis komputer dalam bentuk media presentasi dan dilengkapi multimedia yang representatif. Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi pada dasarnya merupakan pembelajaran yang kompleks dan tidak mudah untuk dimengerti atau dipahami bagi peserta didik. Selain itu, permasalahan waktu yang relatif singkat untuk dapat menguasai teori serta praktik pada mata pelajaran ini khususnya kelas XII yang lebih difokuskan pada Ujian Nasional. Kenyataan ini terlihat dari banyaknya siswa yang kurang menguasai teori serta praktik yang ada dalam mata pelajaran TIK. Rata-rata pencapaian hasil belajar siswa belum mencapai SKM. Minimnya fasilitas yang dimiliki oleh sekolah juga menjadi salah satu penghalang bagi kreativitas para siswa untuk dapat menguasai mata pelajaran ini. Seiring dengan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi, tentunya perkembangan media pun juga semakin pesat. Kemudahan akses internet, browsing data, gambar, film, audio, video tutorial menjadi suatu hal yang mudah. Pengembangan pembelajaran berbasis ICT menjadi sebuah keharusan . Microsoft Office PowerPoint merupakan sarana presentasi (media pembelajaran) yang paling mudah dan berbasis ICT (information and communication technology). Pengoperasian media ini dapat digabungkan dengan file musik, gambar, video tutorial dan dapat dengan mudah dipresentasikan melalui layar dan LCD proyektor. Pengembangan media presentasi pembelajaran ini diharapkan sedikit banyak bisa membantu siswa pada umumnya untuk bisa lebih menguasai materi dengan baik serta memberikan motivasi untuk menciptakan satu produk grafis yang berkualitas dengan minimnya fasilitas. Media presentasi yang representatif untuk mata pelajaran TIK ini akan menekankan pada pembelajaran yang menyenangkan dan melalui proses klasikal maupun personal sehingga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media presentasi pembelajaran yang terintegrasi dengan alur navigasi yang telah tervalidasi pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XII yang dilengkapi dengan audio dan video tutorial untuk membantu siswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan. MEDIA PRESENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA
  4. 4. Presentasi merupakan salah satu bentuk komunikasi, presentasi dapat diartikan sebagai kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat, ataupun informasi kepada orang lain. Sebenarnya, hampir semua jenis media pada dasarnya dibuat untuk disajikan atau dipresentasikan kepada sasaran. Perbedaan antara media presentasi dengan media pada umumnya adalah pesan/materi yang akan disampaikan dikemas dalam sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji (proyektor). Pesan/ materi yang dikemas bisa berupa teks, gambar, animasi dan video yang dikombinasi dalam satu kesatuan yang utuh (Kentut , 2009:5). Efektivitas media dalam menyajikan pesan menjadikan media presentasi banyak diaplikasikan untuk keperluan pendidikan dan pembelajaran. Tentu saja ini bukan berarti bahwa media presentasi merupakan media yang paling cocok untuk semua materi dan topik pembelajaran. Kentut (2009:5) menarik kesimpulan bahwa media presentasi mempunyai kelebihan dan kelemahan. Beberapa kelebihan media presentasi antara lain : (1) Dapat menyajikan teks, gambar, foto, animasi, audio dan video sehingga lebih menarik, (2) Dapat menjangkau kelompok banyak, (3) Tempo dan cara penyajian bisa disesuaikan, (4) Penyajiannya masih bisa bertatap muka, (5) Dapat digunakan secara berulang- ulang. Adapun kelemahan media presentasi antara lain : (1) Ketergantungan arus listrik sangat tinggi, (2) Media pendukungnya harganya relatif mahal karena harus ada Komputer dan LCD , (3) Penggunaan media ini sangat tergantung pada penyaji materi, (4) Masih sangat terbatas guru yang mampu membuat media presentasi. Saat ini pengembangan dan penggunaan program presentasi multimedia telah berkembang pesat. Banyak jenis perangkat lunak (software) yang dapat digunakan untuk membuat media presentasi. Jenis software aplikasi yang sifatnya open source misalnya: Program Impress yang ada pada OpenOffice. Selain itu, banyak pula jenis software aplikasi yang harus membeli (tidak gratis), misalnya: Program Visual Basic, Macromedia Flash, Director, Authorware, Dream Weaver, Autoplay, Lectora Inspire, Aurora, dan masih banyak lagi (Satrio Yudho, 2013:1). Satrio Yudho (2013:2) mengemukakan bahwa diantara sekian banyak jenis software tersebut, salah satunya yang biasa digunakan di kalangan pendidik (khususnya guru) adalah Microsoft Powerpoint yang dikeluarkan oleh perusahan software Microsoft. Microsoft Office PowerPoint 2010 merupakan versi terbaru dan pengembangan dari versi-versi sebelumnya. Di dalamnya terdapat penambahan fitur-fitur baru untuk menyempurnakan kebutuhan pembuatan aplikasi presentasi bagi para pecinta Microsoft Office PowerPoint 2010 di seluruh dunia. Microsoft Office PowerPoint 2010 mudah digunakan oleh siapa pun jika mereka mengetahui fungsi-fungsi menu dan fitur yang telah disediakan. MULTIMEDIA Konsep multimedia didefinisikan oleh Haffost (dalam Munir, 2008) sebagai “suatu sistem komputer yang terdiri dari hardware dan software yang memberikan kemudahan untuk menggabungkan gambar, video, fotografi, grafis
  5. 5. dan animasi dengan suara, teks, dan data yang dikendalikan dengan program komputer”. Sejalan dengan penjelasan tersebut, Thompson (dalam Munir, 2008) mendefinisikan “multimedia sebagai suatu sistem yang menggabungkan gambar, video, animasi, dan suara secara interaktif. Multimedia adalah dasar dari teknologi modern yang meliputi suara, teks, video, gambar, dan data”. Dalam definisi ini terkandung empat komponen penting multimedia. Pertama, harus ada komputer yang mengkoordinasi apa yang dilihat dan didengar oleh user. Kedua, harus ada link yang menghubungkan user dengan informasi. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu user untuk menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Keempat, multimedia menyediakan tempat kepada user untuk mengumpulkan, memproses dan mengkomunikasikan informasi dan ide user sendiri. Jika salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti luas namanya. Dari definisi diatas, maka multimedia ada yang online (internet) dan multimedia yang offline. Thompson (dalam Munir, 2008) menyimpulkan bahwa kelebihan penggunaan multimedia dalam pendidikan antara lain: (1) Sistem pembelajaran lebih inovatif dan interaktif . Pengajar akan selalu dituntut untuk kreatif inovatif dalam mencari terobosan pembelajaran; (2) Mampu mengabungkan antara teks, gambar, audio, animasi, dan video dalam satu kesatuan yang saling mendukung guna tercapainya tujuan pembelajaran; (3) Mampu menimbulkan rasa senang selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini akan menambah motivasi peserta didik hingga didapatkan tujuan pembelajaran yang maksimal; (4) Mampu memvisualisasikan materi yang selama ini sulit untuk diterangkan hanya sekedar dengan penjelasan atau alat peraga yang konvensional, dan (5) Media penyimpanan yang relatif mudah dan fleksibel. Menurut Clark & Mayer (2003), Ada bebearapa prinsip yang dialikasikan dalam belajar sistem multimedia Prinsip-prinsip ini meliputi : (1) Prinsip Mulimedia; (2) Penggunaan Grafik dalam Belajar; (3) Prinsip Kedekatan; (4) Prinsip Modalitas; (5) Prinsip Pengulangan; (6) Prinsip Koherensi dan (7) Prinsip Personalisasi METODE PENGEMBANGAN Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk Media Presentasi Pembelajaran pada Matapelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi program pengolah Grafis .Pengembangan media presentasi berbasis multimedia ini sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan model pengembangan Clark & Mayer yang dimodifikasi oleh Cepi Riyana (2007) dengan tahap – tahap sebagai berikut : (1) Identifikasi kebutuhan, (2) Membuat flowchart, (3) Membuat storyboard, (4) Mengumpulkan bahan ( grafis, animasi, video dan audio), (5) Finishing ( uji coba produk dan revisi ). Pengembangan media presentasi pembelajaran ini juga telah tervalidasi sesuai dengan model pengembangan Borg dan Gall yang dimodifikasi bisa dijabarkan secara lebih terperinci menjadi 7 langkah sistematis sebagai berikut: (1) analisis potensi dan masalah berupa identifikasi kebutuhan dengan melakukan riset dan
  6. 6. pengumpulan informasi termasuk observasi lapangan, wawancara, dan kajian pustaka (2) mendesain produk dengan menyusun perencanaan mulai dari persiapan produk, desain slide, petunjuk penggunaan, dan perangkat evaluasi (3) mengumpulkan materi, (4) membuat produk awal, yakni pengembangan produk yang akan digunakan dalam pembelajaran TIK (5) melakukan uji ahli yang dilaksanakan oleh satu ahli materi pembelajaran TIK dan satu ahli media pembelajaran berbasis TIK (6) merevisi produk dari uji ahli, dan (7) melakukan uji lapangan. Model yang sudah dimodifikasi pengembang ini meliputi 7 kotak yang saling berkaitan . Langkah-langkah modelnya dapat di lukiskan pada gambar sebagai berikut: Gambar 1 Model Pengembangan Media Presentasi Pembelajaran Berbasis Multimedia Diadaptasi dari model Borg & Gall tahun (1983:772), Clark & Mayer (200 3) dan Cepi Riyana (2007) Desain uji coba pengembangan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia yang dilakukan dengan Uji coba perorangan (ahli media dan ahli materi) ,ujicoba audiens klasikal, dan ujicoba hasil belajar. Dalam uji coba ini, sebagai ahli media adalah 1 orang yang memiliki keahlian di bidang media pembelajaran. Dalam hal ini yang bertindak sebagai ahli media adalah bapak Yerry Suproyanto, ST, M.T. Sebagai ahli materi, 1 orang guru bidang studi TIK di MA Al Asyhar Bungah Gresik. Dalam hal ini bertindak sebagai ahli materi adalah bapak Nahwin, S.Pd. Uji coba lapangan mengambil sampel berdasarkan jumlah siswa kelas XII, yakni sebanyak 35 anak dari kelas XII-IA 1 MA Al Asyhar Bungah Gresik . Uji coba hasil belajar siswa dilakukan dengan mengambil sampel yang sama, yakni sebanyak 35 siswa MA Al Asyhar Bungah Gresik. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia dalam kegiatan belajar mengajar secara klasikal. Analisis Potensi dan Masalah Desain Produk Mengumpulkan Materi Produksi Media Presentasi Validasi Ahli Media & Materi REVISI Produk Media Presentasi UJICOBA Produk Media Presentasi
  7. 7. Jenis data yang didapatkan berasal dari review ahli media, ahli materi, hasil review oleh siswa. Data yang berasal dari review ahli berupa tanggapan dan saran perbaikan. Sedangkan dalam uji produk dihasilkan data yang berbentuk data kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan dalam pengembangan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia ini adalah data kualitatif. Karena data yang diperoleh dinyatakan dengan kalimat bukan dengan angka. Aspek indikator dan kriteria pernyataan yang terdapat dalam angket untuk ahli media, ahli materi, dan audiens (siswa) menggunakan skala 4. Untuk skala 4 berarti sangat sesuai dengan jawaban option A, skala 3 berarti cukup sesuai dengan jawaban option B , skala 2 berarti kurang sesuai dengan jawaban option C, skala 1 berarti tidak sesuai dengan jawaban option D. Data pengembangan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia ini menggunakan instrumen berbentuk angket. Dengan pertimbangan angket memberikan kesempatan berpikir secara cermat dan teliti kepada responden tentang pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam angket. Angket memberikan kesempatan untuk mempelajari materi-materi yang terdapat dalam angket. Instrumen angket ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang (1) Penilaian ahli materi, (2) Penilaian ahli media, (3) Penilaian audiens/siswa, (4) Untuk penilaian dari hasil belajar, yaitu pre-test dan post-test. Teknik analisis data bertujuan untuk mengolah data yang dihimpun dari hasil review dan uji coba produk dengan menggunakan analisis isi. Teknik analisis isi digunakan untuk mengolah data dari masukan atau saran dengan para ahli dan guru matapelajaran TIK serta hasil uji coba lapangan. Analisis isi dilakukan dengan mengelompokkan informasi dari data berupa masukan, kritik, dan saran perbaikan yang terdapat pada angket. Hasil analisis isi ini digunakan untuk dasar menganalisa data dari hasil uji coba lapangan dengan menggunakan uji perbedaan dan uji-t sample paired untuk dua sample kecil yang saling berhubungan. Data pengembang an ini adalah data verbal dan numerik. Data verbal berupa komentar , masukan/saran, dan kritik dari ahli materi, ahli media, dan guru mela- lui uji ahli dan uji lapangan. Data numerik berupa skor penilaian produk pengem- bangan oleh uji ahli materi (guru bidang studi TIK), uji ahli media (Dosen Jurusan TEP S-1), serta siswa. Data numerik dianalisis dengan teknik persentase sedangkan data verbal danalisisis dengan kelayakan produk. Data pengembangan media ini menggunakan instrumen berbentuk angket. Dengan pertimbangan angket memberikan kesempatan berpikir secara cermat dan teliti kepada responden tentang pertanyaan-pertanyaan yang terdapat dalam angket. Angket memberikan kesempatan untuk mempelajari materi-materi yang terdapat dalam angket. Instrumen angket ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang (1) Penilaian ahli materi, (2) Penilaian ahli media, (3) Penilaian audiens/siswa, (4) Untuk penilaian dari hasil belajar, yaitu pre-test dan post-test. Analisis data angket tanggapan ahli media, ahli materi dan audiens/siswa menggunakan teknik persentase. Rumus untuk mengolah data per item
  8. 8. Keterangan : P = Persentase x = Nilai jawaban responden dalam seluruh item xi = Nilai ideal dalam satu item 100% = Konstanta Sedangkan Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan sebagai berikut : Keterangan : P = Persentase ∑ x = Jumlah keseluruhan jawaban responden dalam seluruh item ∑xi = Jumlah keseluruhan nilai ideal dalam satu item 100% = Konstanta Kriteria yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas audien adalah sebagai berikut: Kategori Rentangan Presentase Tingkat Validitas Skor Keterangan Tindak Lanjut A 76 - 100 Valid 4 sangat baik/ menarik/ sesuai/ efektif Tidak perlu direvisi B 51 - 75 Cukup valid 3 baik/ menarik/ sesuai/ efektif Tidak perlu direvisi C 25 - 50 Kurang Valid 2 kurang baik/ menarik/ sesuai/ efektif Direvisi D 0 - 25 Tidak valid 1 sangat kurang baik/ menarik/ sesuai/ efektif Direvisi (Arikunto, 2010) Sedangkan kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan siswa adalah sebagi berikut: Skor Rata-rata di atas KKM Predikat 75%-100% Berhasil 50%-74% Cukup berhasil < 49 % Gagal (Arikunto, 2010) Untuk mengolah data hasil tes ( nilai rata-rata dan prosentase), teknik analisis data yang digunakan adalah: Keterangan a. X : Nilai rata-rata b. Fx : Jumlah frekuensi skor c. N : Jumlah siswa %100x xi x P   %100x xi x P   N Fx X  %100X inggiNxSkortert x P  %100 70 X N xdiatas PK 
  9. 9. Keterangan a. Fx : Jumlah frekuensi skor b. N : Jumlah siswa c. P : Prosentase d. PK : Prosentase keberhasilan e. Skor tertinggi yang ditetapkan 100 Untuk Melakukan Uji-t sample paired dilakukan terhadap dua sampel yang berpasangan (paired). Sampel yang berpasangan diartikan sebagai sebuah sampel dengan subjek yang sama, namun mengalami dua perlakuan atau pengukuran yang berbeda, seperti subjek A akan mendapat perlakukan I kemudian perlakuan II. Setelah selesai dilakukan penelitian maka hasil kedua perlakuan diolah dengan membandingkan kedua mean. Analisis data terhadap data hasil belajar siswa dilakukan dengan metode uji-t paired (paired samples t test) dengan menggunakan SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN Persentase tingkat kelayakan media berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran adalah 87,84%. Kemudian nilai tersebut dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Nilai 87,84% tersebut di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan media presentasi berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka media ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran. Persentase tingkat kelayakan tampilan berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran adalah 93,75 %. Kemudian nilai tersebut dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Nilai 93,75 % tersebut di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan kualitas tampilan berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka media presentasi ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran. Persentase tingkat kelayakan program berdasarkan penilaian ahli media pembelajaran adalah 80,88 %, nilai ini kemudian dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Nilai 80,88 % tersebut di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan kualitas program berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka program ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran . Berdasarkan komentar dan saran dari ahli media pembelajaran, ada beberapa hal yang harus diperbaiki terkait aspek-aspek yang ada di dalam media presentasi komentar dan saran validator ahli media pembelajaran bahwa sebaiknya video capture disertai suara untuk mempermudah guru seperti halnya multimedia pembelajaran, perlu adanya kontrol suara dan perbaikan efek suara, desain slide dan efek transisi lebih konsisten, dan media ini harus dilengkapi dengan aplikasi pendukung sistem operasi. Berdasarkan komentar dan saran tersebut, produk yang dikembangkan ini telah di revisi.
  10. 10. Persentase tingkat kelayakan media berdasarkan penilaian ahli materi adalah 90,63 %. Kemudian nilai tersebut dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Nilai 90,63 % tersebut di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan media presentasi berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka media ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran. Persentase tingkat kelayakan materi(isi) berdasarkan penilaian ahli materi adalah 90 %. Kemudian nilai tersebut dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Nilai 90 % tersebut di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan kualitas materi dalam media ini pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka media presentasi ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran. Persentase tingkat kelayakan pembelajaran berdasarkan penilaian ahli materi adalah 91,25 %, nilai ini kemudian dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Nilai 91,25 % tersebut di dalam tabel konversi kelayakan menunjukkan aspek pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka media ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran. Berdasarkan komentar dan saran dari ahli materi, ada beberapa hal yang harus diperbaiki terkait aspek-aspek yang ada di dalam media presentasi komentar dan saran validator ahli materi bahwa sebaiknya penyajian soal latihan perlu dipertimbangkan dan perlu penyesuaian alokasi waktu pembelajaran. Berdasarkan komentar dan saran tersebut, produk yang dikembangkan ini telah di revisi. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dianalisis sehingga didapatkan persentase tingkat kelayakan media pembelajaran berdasarkan penilaian dari uji lapangan adalah 89,29 %. Kemudian nilai tersebut dikonversikan dengan tabel kualifikasi penilaian tingkat kelayakan. Pada tabel tersebut, nilai 89,29 % menunjukkan media pembelajaran berada pada kualifikasi sangat baik. Berdasarkan kualifikasi tersebut, maka secara umum media pembelajaran ini layak untuk dijadikan sebagai alat bantu pembelajaran klasikal dan personal. Berdasarkan komentar dan saran dari responden, ada beberapa hal yang harus diperbaiki terkait aspek-aspek yang ada di dalam media komentar dan saran responden bahwa penggunaan istilah terlalu sulit untuk diingat, penggunaan efek suara yang mengganggu, dan visualisasi video tutorial terlalu cepat. Dari data penilaian hasil belajar, sebanyak 34 siswa mengalami peningkatan hasil belajar, dan sebanyak 1 siswa tidak mengalami peningkatan hasil belajar atau sama. Dari data tabel juga terlihat bahwa, setelah post test terjadi peningkatan jumlah siswa yang memenuhi SKM (≥ 70), dari 16 siswa sebelum penggunaan media menjadi 32 siswa setelah penggunaan media. Skor rata-rata pada pre-test adalah 66,0 dan pada post-test adalah 80,4, sehingga terjadi peningkatan hasil belajar pada uji coba klasikal secara keseluruhan sebesar 358 dengan persentase sebesar 10,3%. Dari pengolahan data tabel juga terlihat peningkatan persentase siswa yang memenuhi SKM (≥ 70). Sebelum penggunaan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia , persentase jumlah siswa yang memenuhi SKM sebesar 45,7%, menjadi 91,4% setelah siswa menggunakan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia .
  11. 11. Berdasarkan analisis data paired sample test dengan menggunakan SPSS diperoleh t hitung > t tabel (8,709 > 1,68) dan P value < α (0,000 < 0,05) sehingga H0 ditolak. Dengan demikian Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan bermakna rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media presentasi multimedia dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media presentasi multimedia. Pada tabel 4.10 terlihat peningkatan rata-rata (mean) sebesar 14.343, artinya bahwa rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media presentasi multimedia lebih tinggi dari rata-rata siswa yang tidak menggunakan media presentasi multimedia dengan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar 14,34 (80,40-66,06) dan perbedaan berkisar antara 10,996 sampai 17,690 (lower dan upper). Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa siswa yang belajar dengan menggunakan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia mata pelajaran TIK Pokok materi penggunaan perangkat lunak grafis untuk siswa kelas XII Semester 1 hasil belajarnya lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa sebelum menggunakan media presentasi pembelajaran berbasis multimedia . Maka dari hasil tes uji coba klasikal dapat disimpulkan bahwa media presentasi pembelajaran berbasis multimedia efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. PENUTUP Simpulan Pengembangan media presentasi pembelajaran program pengolah grafis ini nmempertimbangkan karakteristik siswa, kebutuhan di lapangan dan mengacu pada kurikulum mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi di MA Al Asyhar Bungah Gresik sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2006) dengan menggunakan model dan metode pembelajaran yang dirumuskan dalam RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Dengan ketersediaan sarana dan prasarana di sekolah ini sehingga memungkinkan untuk dilakukan pembelajaran dengan memanfaatkan sarana tersebut. Adapun sarana teknologi yang dapat dimanfaatkan yaitu LCD proyektor, perangkat komputer dan audio system. Berdasarkan penelitian awal, didapatkan permasalahan mengenai proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas, ketersediaan sarana yang kurang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan karakter materi pembelajaran program pengolah grafis sebagai salah satu materi pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi yang cukup sulit untuk dijelaskan ini mendorong pengembang untuk mengakomodasi permasalahan tersebut dengan membuat produk berupa media presentasi pembelajaran program pengolah grafis. Produk yang dikembangkan adalah media presentasi pembelajaran program pengolah grafis dengan model pengembangan Borg dan Gall . media presentasi pembelajaran ini dikembangkan untuk siswa SMA kelas XII dengan alokasi waktu 16x45 menit (8 JP tatap muka). Media presentasi pembelajaran TIK dirancang secara sistematis dan terintegrasi dengan alur navigasi. Slide dalam
  12. 12. media presentasi dihubungkan dengan link ke slide yang lain sehingga memudahkan pengguna dalam mengoperasikan. Media Presentasi ini dirancang untuk pembelajaran klasikal yang dipandu oleh guru. Namun dalam penggunaanya bisa dimanfaatkan oleh siswa secara mandiri karena dilengkapi dengan multimedia interaktif. Penyajiannya yang sistematis dan logis disertai dengan gambar-gambar berwarna, sehingga membantu siswa dalam memahami konsep, fakta dan prosedur dengan lebih jelas. Produk hasil pengembangan media ini adalah bentuk program presentasi pembelajaran yang menggunakan program aplikasi Autoplay media studio 6 (trial version), Microsoft Office PowerPoint 20109(trial version), Macromedia Flash 8(trial version), dan program pendukung CorelDraw X4(trial version), Adobe Photoshop CS3 (trial version),Adobe Reader XI, Flash Player(trial version), dan program lainnya yang yang didalamnya terdapat contoh teks tertulis, Gambar, dan video tutorial tentang aplikasi program pengolah grafis. Media presentasi pembelajaran ini berisi : (1) Slide Master, terdiri dari halaman pembuka , identitas media pembelajaran, Indeks materi, Panduan pemanfaatan media dan pengembang; (2) Slide Utama, terdiri dari slide program, standar kompetensi (epitome), dan referensi mater; (3) Slide materi, terdiri dari intro, kompetensi dasar, indeks sub pokok materi, presentasi, Capture Video Presentation, dan halaman penutup. Media presentasi pembelajaran ini didukung aplikasi instalasi pendukung program media presentasi yang bisa digunakan oleh presenter secara trial dan portable. Media ini juga memiliki karakteristik sebagaimana CD/DVD Tutorial dengan komponen-komponen berupa petunjuk pemanfaatan, standar kompetensi, pendahuluan, materi, contoh soal, uji kompetensi, dan referensi yang dikemas kepingan DVD-R yang dapat dioperasikan secara offline maupun online menggunakan komputer dengan spesifikasi tertentu. Media presentasi pembelajaran berbasis multimedia ini dikembangkan dan telah direvisi berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba lapangan. Produk hasil pengembangan berupa media presentasi pembelajaran berbasis multimedia ini memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut : (1) Produk media ini memiliki 6 komponen antara lain : (a) slide presentasi; (b) buku panduan guru, (c) aplikasi software instalasi pendukung media, (d) latihan dan tugas siswa, (e) multimedia interaktif sebagai bahan pengayaan, dan (f) File latihan dalam bentuk data mentah; (2) Produk dibuat dengan menggunakan program Autoplay Media Studio 6 yang dikemas dalam DVD sehingga mudah untuk dibawa dan didistribusikan; (3) Produk dapat digunakan secara klasikal maupun mandiri; (4)Tidak dibutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaan media ini; (5) Tampilan media disesuaikan dengan karakteristik siswa SMA, yaitu dengan penggunaan warna yang cerah dan konsisten dengan animasi yang dinamis sehingga dapat meningkatkan motivasi siswa; (6) Media ini dilengkapi dengan fasilitas blended learning, sehingga presenter bisa mengakses situs grafis dalam keaadaan online; (7) Media ini dilengkapi software pendukung media dan file data mentah untuk latihan.
  13. 13. Selain memiliki kelebihan, media presentasi pembelajaran yang dikembangkan ini juga masih memiliki keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain : (1) Materi yang disajikan dalam media presentasi pembelajaran yang akan dikembangkan hanya menyangkut kajian teori grafis dan aplikasi program pengolah grafis untuk kelas XII semester 1; (2) Jenis media yang akan dibentuk merupakan jenis presentasi yaitu penyajian materi pembelajaran dalam bentuk presentasi yang menggunakan tombol-tombol digital; (3) Pengembangan hanya dilakukan oleh satu orang, padahal secara ideal pengembangan multimedia melibatkan beberapa orang yang ahli di bidang pengembangan media penbelajaran; (4) Kapasitas file yang cukup besar, yakni 2,3 gigabyte sehingga membutuhkan waktu yang relatif lama untuk proses duplkasi; (5) Media presentasi ini tidak memungkinkan siswa memberikan feedback secara langsung pada saat proses pembelajaran klasikal, namun siswa bisa memanfaatkan fitur multimedia interaktif untuk pengayaan di luar pertemuan. Saran Saran pemanfaatan dari hasil pengembangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut : (1) Guru sebaiknya menyampaikan materi secara terstruktur dan sesuai urutan materi yang disampaikan. Hal itu disebabkan karena terdapat beberapa materi yang saling berkaitan sehingga untuk mencapai materi tertentu, siswa harus menguasai materi yang disampaikan sebelumnya; (2) Selama proses pembelajaran dengan menggunakan media presentasi sebaiknya guru memperhatikan persiapan yang dibutuhkan untuk keterlaksanaan pembelajaran seperti perangkat komputer dan LCD Proyektor; (3) Pengembangan media presentasi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai alat bantu pembelajaran yang digunakan untuk menunjang tercapainya tujuan pembelajaran, supaya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Saran pengembangan lebih lanjut dari hasil pengembangan ini dapat dikemukakan sebagai berikut : (1) Produk bahan ajar ini dikembangkan berdasarkan pada kurikulum dan karakteristrik siswa kelas XII di MA Al Asyhar Bungah Gresik. Maka bila hendak dikembangkan di sekolah lain, perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa pada sekolah yang dituju atau bahkan diperlukan pengembangan lebih lanjut; (2) Produk bahan ajar media presentasi pembelajaran ini dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan lebih lanjut pada materi pembelajaran lainnya yang lebih menarik, dinamis, dan atraktif. Pengembangan produk ini hanya sampai pada tahap evaluasi formatif. Sehingga bila hendak dipakai untuk tahap diseminasi, maka perlu dilakukan evaluasi sumatif terlebih dahulu.
  14. 14. DAFTAR RUJUKAN Arikunto,Suharimi. 2010. Prosedur Pengembang an (Suatu Pendekatan Praktik). Jakarta: Rineka Cipta. Badan Standar Nasional Pendidikan. 2008. Pedoman Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Borg, Walter R., Meredith D. Gall. 1983. Educational Research: An Introduction. New York & London: Longman. Budiyanto, Ida Bagus. 2010. Aktif belajar komputer SMA kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasional Kementerian Pendidikan Nasional . Clark, R.C., & Mayer, R. E. 2003. E-learning and The Sience of Instruction. San Fransisco: John Willey & Sons, Inc. Imat, Dede.2010.Generasi Telematika Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasional Kementerian Pendidikan Nasional. Kentut.2009. Pembuatan Media Presentasi. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan. Munir. 2008. Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Bandung: Penerbit Alfabeta. Novian, Agung.2010. Praktis belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasional Kementerian Pendidikan Nasional. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Pengembang an (volume 5). 2010. Malang: Universitas Negeri Malang. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 23.2006. Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Prahediono, Henry. dan Setyosari, Punaji. 2006. Teori dan Aplikasi: Sistem On Line dalam Pembelajaran. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Purwanto, Edi. 2010. Cara mudah menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan Nasional Kementerian Pendidikan Nasional . Riduwan. 2012. Dasar-dasar Statistika. Bandung : Alfabeta
  15. 15. Seels, B.B. & Richey, R.C. 1994. instructional Technology: The Definition and Domain of the Field. Washington DC: AECT. Seels, B., & Richey, Rita C., 1994, Teknologi Pembelajaran, Definisi dan Kawasannya, Untuk kalangan sendiri, Terjemahan Dewi S. Prawiradilaga, Raphael Rahardjo, & Yusuf Hadi Miarso, Jakarta, Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan indonesia (IPTPI) & Lembaga Pengembangan Teknologi Kinerja (LPTK). Smaldino, S., Lowther, D., & Russell, J.2008. Instructional technology and media for learning (9th Edition). Columbus, OH: Merrill/Prentice Hall Publishing Company. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan kuantitaif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sukmadinata, Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

×