Teori Sosiologi Komunikasi

5,058 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
5,058
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
27
Actions
Shares
0
Downloads
114
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Teori Sosiologi Komunikasi

  1. 1. Teori Sosiologi Klasik Soskom 2
  2. 2. Teori • Teori di dalam sosiologi adalah proposisi yang menjelaskan dunia sosial dan membantu membuat prediksi tentang kejadian di masa depan.
  3. 3. Silsilah teori soiologi
  4. 4. Bapak Sosiologi • Filsuf Prancis (1798-1857) • “the fate of mankind depends in many respects upon the development of a science of human social relationships, that establish scientific disciplines have progressed only to the degree that they have been grounded in facts and experience, and that therefore the needed new science of human social relationships should adopt the study and experimental techniques of the physical sciences” Auguste Comte The Real
  5. 5. Apa yang anda lihat? • Apa yang pasti (positif)?
  6. 6. Positivisme • Positivisme berusaha untuk mendeskripsikan hanya yang “jelas” atau apa yang benar-benar positif tentang sesuatu, yakni data empiris. • Saya melihat seekor biri-biri, yang dari satu sisi berwarna hitam.
  7. 7. Hukum tiga tahap Each of our leading conceptions--each branch of our knowledge, passes successively through three different theoretical conditions: the Theological or fictitious; the Metaphysical or abstract; and the Scientific or positive. . . (Comte 1912:1-2)
  8. 8. The Law of Three Stages Stage Time Period Ruled or Dominated Dominate Social Unit Theological --Fictitious From the dawn of man Priest Military Family Metaphysical --Abstract Middle Ages Renaissance Churchmen Lawyers State Scientific --Positive Industrialization Industrial Administrators Scientific Moral Guides Entire Human Race
  9. 9. Evolusi sosial • Herbert Spencer “Social Darwinism” (1820-1903) • Individu berkompetisi secara alamiah, survival of the fittest. Pemerintah harus tidak campur tangan kecuali yang ‘unfit’ mencuri dari yang ‘fit’
  10. 10. Evolusi sosial • Evolusi masyarakat melibatkan bertambah kompleksnya struktur sosial dan simbol kebudayaan, dimana kompleksitas tersebut menambah kapasitas spesies manusia untuk beradaptasi dan bertahan hidup di dalam lingkungannya
  11. 11. Social statics • Human happiness can be achieved only when individuals can satisfy their needs and desires without infringing on the rights of others to do the same.
  12. 12. Sosiologi setelah Filsafat • Durkheim • Marx • Weber • Freud
  13. 13. Emile Durkheim • Pendiri Fungsionalisme (1857- 1917) • Sosiologi harus mempelajari fakta sosial, yakni “which is general over the whole of a given society whilst having an existence of its own, independent of its individual manifestations.” • fakta sosial: hukum, moral, kepercayaan, ad at, fashion, dll. Emile Durkheim The Real W
  14. 14. Fungsionalisme • Analisis sosial berdasar fungsi di dalam sebuah sistem sosiokultural. • Masyarakat dilihat sebagai sistem, bagian-bagian yang saling berhubungan dimana tidak ada bagian yang bisa dipahami secara isolatif. • Perubahan di satu bagian mengakibatkan ketidakseimbangan, yang mengharuskan bagian lainnya melakukan reorganisasi dari sistem secara keseluruhan • Didasarkan pada model sistem organik di dalam biologi
  15. 15. equilibrium • Kondisi ‘normal’ seperti badan yang sehat • Menggunakan ‘shared values’ atau standar yang diterima secara umum sebagai konsep utama. • Mengasumsikan individu berkomitmen secara moral terhadap masyarakat
  16. 16. Bunuh diri egois • Faktor sosial yang memicu bunuh diri • Observasi: jomblo vs. menikah (egoistic suicide) • Individualism  bunuh diri – Jomblo lebih individualistik daripada yang menikah – Keluarga berperan sebagai struktur penopang dan alasan ketika hidup semakin terasa berat • Integrasi sosial  bunuh diri rendah, konformitas norma, tatanan sosial
  17. 17. Bunuh diri altruis • Observasi: masyarakat tribal dan tentara • Individualisme yang terlalu kecil dan integrasi sosial yang terlalu tinggi • Mendorong orang untuk mengorbankan diri sendiri
  18. 18. Bunuh diri • Humans can potentially reveal unlimited desires and passions, which must be regulated and held in check. • Yet total regulation of passions and desires creates a situation where life loses all meaning. • Humans need interpersonal attachments and a sense that these attachments connect them to collective purposes. • Yet excessive attachment can undermine personal autonomy to the point where life loses meaning for the individual. (Turner, Beeghley, and Powers 1998:266)
  19. 19. Anomie • Kondisi dimana hasrat individu tidak lagi bisa diatur oleh norma umum, konsekuensinya individu bertindak tanpa tuntunan moral dalam mengejar tujuannya. • Tanpa regulasi, hasrat tak terbatas, dan memproduksi penderitaan • Anomy  bunuh diri
  20. 20. Bunuh diri dari regulasi sosial • Anomic suicide: terlalu sedikit regulasi • Fatalistic suicide: terlalu banyak regulasi
  21. 21. Karl Marx • Manifesto Komunis (1818-1883) • Masyarakat disusun dari kekuatan-kekuatan antitesis yang senantiasa bergerak yang memproduksi perubahan sosial dengan ketegangan dan perlawanan • Tesis + Antitesis =Sintesis • Konflik sosial adalah pusat dari proses kesejarahan
  22. 22. Base & Super Structure
  23. 23. Tingkatan Sejarah Marx Stage Oppressing Class Oppressed Class Primitive Communism No classes Slavery Slave Owners Slaves Feudalism Landowners Serfs Capitalism Bourgeoisie Proletariat Socialism State Managers Workers Communism No Classes
  24. 24. Kapitalisme vs. Komunisme • Kapitalisme: akumulasi modal sebesar- besarnya dengan kepemilikan privat • Komunisme: Kepemilikan komunal untuk kepentingan bersama
  25. 25. Ideologi • Cara pandang dunia yang tersimpan di dalam doktrin agama dan politik yang membuat mereka yang tertindas memiliki kesadaran palsu tentang dunia. (miskin karena malas) • Agama adalah candu
  26. 26. Ideologi?
  27. 27. Max Weber • Rasionalitas dan organisasi (1864-1920) • Sosiologi adalah ilmu komprehensif tentang tindakan sosial • Fokus primer: makna subjektif yang dilekatkan manusia pada tindakan dan interaksi mereka di dalam konteks sosial
  28. 28. Tindakan sosial • Perilaku vs. tindakan • Perilaku = makan, minum, bergerak, dll. • Tindakan = perilaku + makna • Perilaku tanpa makna, bukanlah lapangan kajian sosiologi
  29. 29. 4 Jenis Tindakan Sosial 1. Tindakan tradisional: dituntun oleh kebiasaan atau adat 2. Tindakan emosional atau afektif: didorong oleh kondisi emosional 3. Tindakan rasional berorientasi nilai: menuju tujuan yang mungkin tidak rasional tapi melalui cara-cara rasional 4. Tindakan rasional instrumental: tujuan dan cara dipilih secara rasional
  30. 30. Contoh 4 tindakan sosial • Tindakan tradisional: kuliah karena tradisi keluarga • Tindakan emosional: kuliah karena gebetannya kuliah • Tindakan rasional berorientasi nilai: kuliah karena menjunjung nilai pengetahuan dan pembelajaran • Tindakan rasional instrumental: kuliah untuk mendapatkan kerja yang bergaji besar
  31. 31. Rasionalisasi • Fokus pada masyarakat barat yang modern yang semakin di dominasi oleh rasionalitas instrumental • Kalkulasi rasional, efisiensi, dan kontrol (birokrasi) menggantikan ikatan afektif, spiritualitas, dan tradisi
  32. 32. Verstehen • Makna atau motif yang mendasari tindakan sosial • Karena makna sebuah tindakan terletak di kepala aktor sosial, kita harus mengetahui baik motivasi aktor dan konteks di mana tindakan terjadi untuk bisa memahaminya.
  33. 33. Freud • Psikoanalisis (1856-1939) • Seksualitas adalah dasar motivasi perilaku manusia • Sosiologi berhutang untuk pemahaman yang lebih baik tentang perilaku manusia.
  34. 34. Id, Ego, Superego
  35. 35. Tatanan sosial • Masyarakat menggunakan beragam cara untuk mengatur seksualitas dan agresi – Tabu (incest taboo) – Mengontrol dorongan seksual anak-anak – Menghukum pelanggaran seksual – Agama mengatur pernikahan • Menurut Freud represi akan menghasilkan neurosis
  36. 36. Masyarakat sebagai superego • Sublimasi: Id diarahkan ke ekspresi yang lebih diterima secara sosial • Kompetisi untuk menyublimasi dorongan agresif • Kreativitas untuk menyublimasi dorongan libido
  37. 37. Unconsciousness
  38. 38. Freud and Marx??? • Bandingkan struktur kesadaran dari Freud dan struktur sosial dari Marx • Apakah ada kesamaan? Jika ada apa kesamaannya?

×