Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Kondisi, prinsip, syarat berpikir (4)

6,968 views

Published on

  • Be the first to comment

Kondisi, prinsip, syarat berpikir (4)

  1. 1. think again!think again! KONDISI, PRINSIP, SYARATKONDISI, PRINSIP, SYARAT BERPIKIRBERPIKIR Dasar-dasar Logika Kuliah 5
  2. 2. think again!think again! Kondisi, Prinsip, dan SyaratKondisi, Prinsip, dan Syarat  Kondisi: hal-hal yang harus ada agar sesuatu dapat terwujud/terlaksana.  Prinsip: patokan dasar  Prinsip berpikir : prinsip formal yang menjamin terlaksanannya proses pemikiran dengan korek  Syarat berpikir digunakan agar menelorkan kesimpulan yang benar.
  3. 3. think again!think again! Kondisi Berpikir BaikKondisi Berpikir Baik  Mencintai kebenaran  Mengetahui dengan sadar apa yang sedang dikerjakan  Mengetahui dengan sadar apa yang sedang dikatakan  Membuat distingsi dan klasifikasi semestinya  Mencintai definisi yang tepat  Mengetahui dengan sadar mengapa anda menyimpulkan  Menghindari kesalahan-kesalahan berpikir
  4. 4. think again!think again! Mencintai kebenaranMencintai kebenaran  Menggerakkan pemikir untuk mencari, mengusut, dan meningkatkan mutu penalarannya.  Wujudnya:  Kerajinan: jauh dari kemalasan, takut sulit, dan kecerobohan  dan kejujuran: sikap kejiwaan yang selalu siap menerima kebenaran meskipun berlawanan dengan prasangka dan keinginan pribadi/golongan
  5. 5. think again!think again! Mengetahui dengan sadar apaMengetahui dengan sadar apa yang sedang dikerjakanyang sedang dikerjakan  Yang sedang kita kerjakan adalah kegiatan berpikir  Sifat intelek:  Intuitif: kebenaran yang dengan sendirinya kita terima  Diskursif: perolehan kebenaran dengan pencarian atau perbincangan
  6. 6. think again!think again! Mengetahui dengan sadar apaMengetahui dengan sadar apa yang sedang dikatakanyang sedang dikatakan  Pikiran diungkapkan dalam kata, kecermatan pikiran terungkap dalam kecermatan kata-kata  Waspadai term ekuivokal (kata sama, arti berbeda) dan term analogis (arti sebagian sama sebagian berbeda.  Selalu berusaha menggunakan term univokal (arti yang sama sekali tepat)
  7. 7. think again!think again! Membuat distingsi dan klasifikasiMembuat distingsi dan klasifikasi semestinyasemestinya  Distingsi (pembedaan): dua hal atau lebih sama bentuknya namun tidak identik  Different (perbedaan): dua hal yang tidak sama bentuknya  Realitas yang luas memerlukan pembagian (klasifikasi) yang berprinsip pada pembagian yang sama
  8. 8. think again!think again! Mencintai definisi yang tepatMencintai definisi yang tepat  Definisi: pembatasan, membuat jelas batas-batas sesuatu  Perumusan yang singkat, jelas, dan tepat yang menerangkan apa sebenarnya sesuatu tersebut.
  9. 9. think again!think again! Mengetahui dengan sadarMengetahui dengan sadar mengapa anda menyimpulkanmengapa anda menyimpulkan  Bahan harus cukup dalam menarik kesimpulan  Sadari ada konsekuensi dari simpulan yang anda buat  Jangan menyimpulkan dengan tergesa- gesa
  10. 10. think again!think again! Menghindari kesalahan-Menghindari kesalahan- kesalahan berpikirkesalahan berpikir  Hindarilah kesalahan-kesalahan dengan segala usaha dan tenaga,  sangguplah mengenali jenis, macam, dan nama kesalahan berpikir,  mengenali sebab-sebab kesalahan pemikiran.
  11. 11. think again!think again! Prinsip berpikirPrinsip berpikir  Principium Identitatis (Law of Identity)  Principium Contradictionis (Law of Contradictions)  Principium Exclusi Tertii (Law of Excluded Middle)  Pricipium Rationis Sufficientis (Law of Sufficient Reason)
  12. 12. think again!think again! Principium IdentitatisPrincipium Identitatis  Suatu benda adalah benda itu sendiri, suatu hal atau benda sama dengan dirinya sendiri. Artinya sesuatu benda adalah tetap selama dalam satu pembicaraan.  Contoh: ketika kita membicarakan Fani yang mahasiswa Fikom, kita tidak boleh mengacaukan dengan Fani yang lain meskipun wajahnya hampir sama.
  13. 13. think again!think again! Principium ContradictionisPrincipium Contradictionis  Suatu benda tidak dapat menjadi benda itu sendiri dan benda yang lain dalam waktu yang sama. Artinya tidak boleh ada pertentangan keterangan dalam pembicaraan tentang suatu benda.  Contoh: Fani yang kita bicarakan ada atau hadir di kelas ini, tidak mungkin pada saat yang bersamaan Fani ada di kelas lain.
  14. 14. think again!think again! Principium Exclusi TertiiPrincipium Exclusi Tertii  Hukum penyisihan jalan tengah  Segala sesuatu harus ya atau tidak, harus positif atau negatif. Artinya dua buah sifat yang berlawanan tidak mungkin dimiliki oleh suatu benda pada waktu yang bersamaan  Contoh: Fina dalam waktu yang sama dikatakan sakit dan tidak sakit
  15. 15. think again!think again! Principium Rationis SuffecientisPrincipium Rationis Suffecientis  Apabila terjadi suatu perubahan pada suatu benda, tentu ada alasan yang cukup yang menjadi sebab perubahan tersebut  Demikiannya terjadinya sesuatu atau benda, pasti ada alasan mengapa benda itu ada.  Artinya suatu benda tidak mungkin berubah tanpa ada sebab yang cukup, suatu benda itu ada pasti punya alasan.
  16. 16. think again!think again! Syarat Pokok dalam BerpikirSyarat Pokok dalam Berpikir  Pemikiran harus berpangkal dari kenyataan atau titik pangkalnya harus benar  Alasan-alasan yang diajukan harus tepat dan kuat  Jalan pikiran harus logis atau lurus (sah)
  17. 17. think again!think again! Titik pangkal pemikiran harus benarTitik pangkal pemikiran harus benar  Suatu pemikiran meskipun jalan pikirannya logis bila tidak berpangkal dari kenyataan atau dalil yang benar tentu tidak akan menghasilkan kesimpulan yang benar (apalagi yang pasti)  Perlu dibedakan antara kepastian subjektif (saya merasa pasti) dengan kepastian objektif (faktanya memang demikian)
  18. 18. think again!think again! Alasan yang diajukan harus tepatAlasan yang diajukan harus tepat dan kuatdan kuat  Ada hal yang dapat dibuktikan hanya dengan menunjuk fakta atau kenyataan (Aposteriori)  Ada hal yang hanya dapat dibuktikan dengan suatu pemikiran atau rangkaian langkah-langkah logis (Apriori). Jalan pikiran dan alasan harus dieksplisitkan terlebih dahulu.
  19. 19. think again!think again! Jalan pikiran harus logis dan sahJalan pikiran harus logis dan sah  Jalan pikiran adalah pertalian atau hubungan antara titik pangkal/premis- premis/ dan kesimpulan yang ditarik darinya.  Caranya?  Ikuti terus perkulihan ini sampai akhir semester
  20. 20. think again!think again! TugasTugas  Jelaskan apa yang dimaksud dengan four reason oleh Aristotles, berikan contohnya!  Apa yang dimaksud dengan paham:  Rasionalisme  Empirisisme, berikan contoh pemikiran dalam aliran ini dengan tokohnya!  Bagaimana cara Immanuel Kant menengahi perdebatan rasionalisme vs empirisime!  Tugas baca: Dunia Sophie dari Helenisme sampai Kant

×