Statistika merupakan ilmu yang mempelajari tentang pengolahan dan penyajian data. Terdapat beberapa konsep penting dalam statistika seperti rata-rata, median, modus, diagram, dan peluang.
Standar Kompetensi
Melakukan pengolahandan penyajian data
Kompetensi Dasar
3.1 Menentukan rata-rata,
median, dan modus data tunggal
serta penafsirannya
3.2 Menyajikan data dalam
bentuk tabel dan diagram batang,
garis, dan lingkaran
5.
Pengertian Statistika danStatistik
Statistik:
- kumpulan data dalam bentuk
angka dan non angka.
- ukuran/karakteristik pada
sampel.
Statistika:
- ilmu yang mempelajari
tentang statistik.
- ilmu yang berkaitan dengan
metode untuk mengumpulkan,
mengolah,menyajikan,
menganalis data dan menarik
kesimpulan.
Populasi adalahkeseluruahan objek pengamatan
(yang di teliti)
Sampel adalah himpunan bagian dari populasi.
Contoh :
Populasi : Siswa SMP 3 Pasarkemis
Sampel : Siswa kelas 9 SMP 3 Pasarkemis
Siswa
kelas 9
S (Populasi) : Siswa SMP 3
Pasarkemis
Sampel
8.
MEAN (Rata-rata)
Mean adalahjumlah semua nilai data yang diamati dibagi
dengan banyaknya data yang diperoleh.
Apabila datanya dalam bentuk table maka mean dapat dirumuskan:
9.
MEAN (Rata-rata)
Hasil nilaiulangan matematika Nada dalam satu semester
sebegai berikut: 7, 8, 6, 8, 7, 7, 8, 9, 5, 9. Tentukan rata-ratanya
𝒎𝒆𝒂𝒏 =
𝟕+𝟖+𝟔+𝟖+𝟕+𝟕+𝟖+𝟗+𝟓+𝟗
𝟏𝟎
=
𝟕𝟒
𝟏𝟎
= 7,4
Kuartil
1. Kuartil pertamaatau kuartil bawah (Q₁)
2. Kuartil kedua (median) atau kuartil tengah (Q₂)
3. Kuartil ketiga atau kuartil atas (Q₃)
14.
Kuartil
Untuk data yangjumlahnya besar setelah diurutkan
gunakan rumus :
Q₁ = 𝑋1
4
(𝑛+1)
Q₂ = 𝑋2
4
(𝑛+1)
Q₃ = 𝑋3
4
(𝑛+1)
Q₁ = 𝑋1
4
(𝑛+2)
Q₂ = 𝑋1
4
(2𝑛+2)
Q₃ = 𝑋1
4
(3𝑛+2)
15.
Selisih yang didapatdari suatu
data. Jangkauan ada tiga
macam, yaitu:
Range (J) = data terbesar – data terkecil
Hambatan (H) = kuartil atas – kuartil bawah
Simpamg (Qd) =
1
2
(Q₃ - Q₁)
Jangkauan data atau range (J)
Jangkauan kuartil atau hambatan (H)
Jangkauan semi kuartil atau simpamgan (Qd)
JANGKAUAN
16.
Penyajian Data
Diagram
Lambang
(pictogram)
NO. NamaDesa Jumlah hak pilih
1. Desa A 300
2. Desa B 350
3. Desa C 450
4. Desa D 500
5 Desa E 400
Jumlah 2.000
Nama Desa Jumlah hak pilih
Desa A
Desa B
Desa C
Desa D
Desa E
= mewakili 50 hak pilih
Penyajian Data Diagram
Lingkaran
1.Berdasarkan sudut =
𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑥
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑑𝑎𝑡𝑎
X 360°
Ada dua cara untuk menentukan
diagram lingkaran, yaitu :
2. Berdasarkan persentase =
𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑑𝑎𝑡𝑎 𝑥
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑑𝑎𝑡𝑎
X 100%
20.
Desa A =
300
2.000
X100°
= 15%
NO. Nama Desa Jumlah hak pilih
1. Desa A 300
2. Desa B 350
3. Desa C 450
4. Desa D 500
5 Desa E 400
Jumlah 2.000
Desa D =
500
2.000
X 100°
= 25%
Desa B =
350
2.000
X 100°
= 17%
Desa C =
450
2.000
X 100°
= 23%
Desa E =
400
2.000
X 100°
= 20%
b. Diketahui jumlah(n) = 30 (genap), maka :
Median =
𝑋 𝑛
2
+ 𝑋
(
𝑛
2
+1)
2
=
𝑋30
2
+ 𝑋
(
30
2
+1)
2
=
𝑋15 + 𝑋16
2
=
6+6
2
= 6
c. Modus dilihat pada kolom frekuensi terbanyak. Jadi,
modus dari data tersebut adalah 6.
25.
d. Diketahui jumlahdata
(n)= 30 (genap) gunakan
rumus :
• Q₁ = 𝑋1
4
(𝑛+2)
= 𝑋1
4
(30+2)
= 𝑋8
Q₁ terletak pada data ke-8 = 4
• Q₂ = 𝑋1
4
(2𝑛+2)
= 𝑋1
4
(2.30+2)
= 𝑋15
1
2
Q₁ terletak pada data ke-
15 dan ke-16
=
𝑋15+𝑋16
2
=
6+6
2
= 6
• Q₃ = 𝑋1
4
(3𝑛+2)
= 𝑋1
4
(3.30+2)
= 𝑋23
Q₁ terletak pada data ke-23 = 7
D
at
a
(x
)
Freku
ensi
(f)
Frekue
nsi
Komul
atif
2 2 2
3 1 3
4 5 8
5 6 14
6 7 21
7 3 24
8 6 30
Ju
ml
30
Kompetensi Dasar
4.1 Menentukanruang sampel suatu
percobaan
4.2 Menentukan peluang suatu
kejadian sederhana
Standar Kompetensi
Memahami peluang kejadian sederhana
29.
PELUANG (Kemungkinan) adalahperbandingan
antara banyaknya hasil yang dimaksud dengan
banyaknya hasil yang keluar.
P ( A ) =
𝑛 ( 𝐴 )
𝑛 (𝑆 )
Keterangan:
P ( A ) = Peluang munculnya kejadian A
n ( A ) = Banyaknya kejadian A
N ( S ) = Banyaknya hasil yang mungkin dari kejadian A
30.
Pelemparan Uang Logam
Percobaanpelemparan sebuah uang logam
• Kejadian yang mungkin terjadi :
Ruang Sampel = { G, A }
Titik Sampel {G} = kejadian munculnya
gambar
Titik Sampel {A} = kejadian munculnya angka
31.
Percobaan pelemparan duabuah uang
logam
• Kejadian yang mungkin terjadi :
Ruang Sampel = { (G,G), (G,A), (A,G), (A,A) }
Titik Sampel {(G,G) } = kejadian munculnya
gambar-gambar
Titik Sampel {(G,A) } = kejadian munculnya
gambar-angka
Titik Sampel {(A,G) } = kejadian munculnya
angka-gambar
Titik Sampel {(A,A) } = kejadian munculnya
angka-angka
32.
Pelemparan Dadu
Percobaan pelemparansebuah dadu
• Kejadian yang mungkin terjadi :
Ruang Sampel = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 }
Titik Sampel {1} = kejadian munculnya mata
dadu 1
Titik Sampel {2} = kejadian munculnya mata dadu
2
Titik Sampel {3} = kejadian munculnya mata dadu
3
Titik Sampel {4} = kejadian munculnya mata dadu
Pengambilan Kartu Birdge
Percobaanpengambilan kartu bridge secara acak
• Kejadian yang mungkin terjadi :
Ruang Sampel =
{ As S, 2S, 3S, ... KS,
As K, 2K, 3K, ... KK,
As H, 2H, 3H, ... KH,
As W, 2W, 3W, ... KW
}
35.
Contoh:
Sebuah dadu dilemparsatu kali. Berapakah
peluang munculnya angka genap?
DiKetahui:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan n(S) = 6
Misal A kejadian munculnya angka genap.
A = {2, 4, 6} maka n(A) = 3
Maka peluang munculnya angka genap adalah:
P ( A ) =
𝑛 ( 𝐴 )
𝑛 (𝑆 )
=
3
6
=
1
2
36.
Frekuensi Relatif
Banyaknya nilaiyang muncul dibagi dengan
banyaknya percobaan yang dilakukan
Frekuensi Relatif =
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙𝑎𝑛
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
37.
Sebuah uang logamdilempar 15 kali, ternyata
munculnya sisi gambar sebanyak 3 kali. Berapa
frekuensi relative munculnya gambar?
Frekuensi =
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑘𝑒𝑚𝑢𝑛𝑐𝑢𝑙𝑎𝑛
𝐵𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
=
3
15
=
1
5
38.
Nilai kemungkinan darisuatu hasil
dikalikan dengan banyak percobaan
yang dilakukan.
Frekuensi harapan = peluang x banyak percobaan
Frekuensi Harapan
39.
Sebuah dadu dilempar10 kali. Berapakah frekuensi harapan
munculnya angka ganjil?
Frekuensi harapan = peluang x banyak percobaan
=
1
2
x 10
= 5
Peluang muncul mata dadu
dengan angka ganjil (A)
P ( A ) =
𝑛 (𝐴)
𝑛 (𝑆)
=
3
6
=
1
2
A = peluangmuncul sisi genap
A = {2, 4, 6}
n(A) = 3
P(A atau B) = P(A) + P(B)
=
1
2
+
1
2
= 1
Sebuah dadu dilempar sekali. Berapa peluang
muncul sisi bernomer genap dan sisi benomer
ganjil, dan berapakah peluang kejadian saling
lepas?
P(A) =
𝑛 ( 𝐴 )
𝑛 (𝑆 )
=
3
6
=
1
2
B = peluang muncul sisi genap
B = {1, 3, 5}
n(B) = 3 P(B) =
𝑛 ( 𝐵 )
𝑛 (𝑆 )
=
3
6
=
1
2
42.
Dua kejadian salingbebas
Kejadian A dan B dikatakan kejadian
saling bebas jika kejadian yang satu
tidak memengaruhi kejadian yang lain.
P(A atau B) = P(A) x P(B)
Pada pelemparan dua buah dadu,
berapakah peluang munculnya mata dadu 3
pada dadu pertama dan mata dadu 5 pada
dadu kedua?
P (A) = P(3) =
1
6
P (B) = P(5) =
1
6
P(A atau B) = P(A) x P(B)
=
1
6
x
1
6
=
1
36
43.
Sebuah koin dilemparkan60 kali.
Frekuensi harapan munculnya
gambar adalah?
Frekuensi harapan = peluang x banyak percobaan
=
1
2
x 60
= 30
Pada pelemparan koin,
ruang sampelnya adalah:
S = {A, G}
n(S) = 2
n(A) = 1
P ( A ) =
𝑛 (𝐴)
𝑛 (𝑆)
=
1
2
LATIHAN
44.
Sebuah dadu dilemparsatu kali.
Peluang munculnya angka lebih
dari dua adalah…
DiKetahui:
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan n(S) = 6
Misal A kejadian munculnya angka lebih dari dua
A = {3, 4, 5, 6} maka n(A) = 4
Maka peluang munculnya angka genap adalah:
P ( A ) =
𝑛 ( 𝐴 )
𝑛 (𝑆 )
=
4
6
=
2
3