DINI NURFADILAH EHOM 
1101874 
PENDIDIKAN MATEMATIKA 
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
KOMPETENSI DASAR 
INDIKATOR 
10.1 MENEMUKAN 
KONSEP RUANG SAMPEL
KOMPETENSI DASAR 
Menemukan peluang empirik dari data luaran 
(output) yang mungkin diperoleh berdasarkan 
sekelompok data. 
Melakukan percobaan untuk menemukan 
peluang empirik dari masalah nyata serta 
menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik.
INDIKATOR 
 Menyajikan ruang dan titik sampel dengan 
cara mendaftar 
 Menyajikan ruang dan titik sampel dengan 
diagram kartesisus 
 Menyajikan ruang dan titik sampel dengan 
diagram pohon 
 Menyajikan ruang dan titik sampel dengan 
tabel
ILUSTRASI 1 
Bila yang muncul angka, maka salah satu tim diminta 
Wasit memanggil kapten kedua tim dan meminta keduanya 
Sebelum pertandingan sepak bola dimulai, wasit melambungkan 
menentukan tempat atau menendang duluan sesuai perjanjian 
koin untuk menentukan posisi awal masing-masing tim pemain. 
untuk memilih angka atau gambar. 
awal yang disepakati.
10.1 MENEMUKAN KONSEP RUANG SAMPEL 
Cara pengundian dengan menggunakan koin seperti pada 
ilustrasi tersebut merupakan salah satu contoh percobaan 
statistika. 
Hasil percobaan pada pelemparan koin yang dapat terjadi 
adalah munculnya angka (A) atau gambar (G). 
Peristiwa munculnya angka (A) atau gambar (G) pada 
pelemparan sebuah koin disebut kejadian tunggal. 
Apabila semua hasil percobaan tersebut dihimpun dalam 
suatu himpunan S, dengan S = { A, G}, maka: 
S disebut ruang sampel 
A dan G disebut titik sampel 
Banyak anggota S dinyatakan dengan n(S)
Jadi, pada pelemparan sebuah 
koin, didapat ruang sampel S 
dengan S = {A, G} dan n(S)=2. 
Sekarang, tentukan ada berapa 
banyak titik sampel yang 
didapat pada pelemparan 
sebuah dadu?
Sebuah dadu memiliki mata di setiap sisinya. 
Jumlah mata pada setiap sisi dimulai dari 1 
sampai 6. Maka, semua kemungkinan yang akan 
muncul dari kejadian tersebut adalah: 
Bagaimana dengan pelemparan 
dua buah dadu? Apakah akan 
didapat n(S) yang sama dengan 
pelemparan 1 buah dadu saja? 
1 2 3 4 5 6 
Jadi, pada pelemparan sebuah dadu didapat 
sebuah ruang sampel S dengan: 
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan n(S) = 
6
ILUSTRASI 2 
Suatu hari, Sita, Dewi, Nana dan Gigin 
bermain MONOPOLI. Mereka mengocok 
2 dadu sekaligus secara bergiliran 
Jadi, ada berapa pasang mata dadu 
yang DGNeSiawgintiinaammmeneenndddaapaappaataattmmmaataaatttaadddaadaadduuu4265---mungkin muncul pada setiap 
4636 
pengocokan?
Peristiwa pengundian dua buah dadu seperti pada 
ilustrasi tersebut adalah kejadian majemuk, karena 
terdiri lebih dari 1 kejadian yang akan muncul. 
Pada setiap kali pengundian akan muncul 2 mata dadu 
sekaligus yaitu: 
1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 
2,1 
2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 
3,1 
3,2 3,3 3,4 3,5 3,6 
4,1 
4,2 4,3 4,4 4,5 4,6 
5,1 
5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 
6,1 
6,2 6,3 6,4 6,5 6,6
Jadi, pada pelemparan 2 buah dadu didapat sebuah 
ruang sampel S dengan : 
S = {(1,1), (1,2), (1,3), (1,4), (1,5), (1,6), (2,1), (2,2), 
(2,3), (2,4), (2,5), (2,6), (3,1), (3,2), (3,3), (3,4), (3,5), 
(3,6), (4,1), (4,2), (4,3), (4,4), (4,5), (4,6), (5,1), (5,2), 
(5,3), (5,4), (5,5), (5,6), (6,1), (6,2), (6,3), (6,4), (6,5), 
(6,6)} dan n(S) = 36 
Sekarang, tentukan ada berapa banyak 
anggota ruang sampel yang didapat pada 
pelemparan 2 buah koin secara bersamaan?
Sebuah koin memiliki sisi angka (A) 
dan gambar (G) 
Pada setiap pelemparan akan 
menghasilkan pasangan : 
A A 
G A 
A G 
G G 
Jadi, pada pelemparan 2 buah koin didapat 
sebuah ruang sampel S dengan S = {(AA), (AG), 
(GA), (GG)} dan n(S) = 4
Adakah cara lain? 
Cara yang sejak tadi kita gunakan 
dalam menentukan titik-titik 
sampel pada suatu percobaan 
disebut dengan cara mendaftar.
• Diagram Cartesius 
• Diagram Pohon 
• Tabel 
Ada 3 cara lain yang dapat digunakan 
untuk menyajikan semua kejadian yang 
muncul pada percobaan statistika
Diagram Kartesius 
K 
O 
I 
N 
I 
GG 
KOIN II 
A 
A 
G 
G 
GA 
AA 
AG 
Ruang 
Sampel
Diagram Pohon 
KOIN I KOIN II Ruang 
Sampel 
A 
A 
G 
A 
A 
G 
A 
G 
A 
G 
G 
A 
G 
G
Tabel 
Koin I/Koin II Koin A/G Angka (A) Gambar (G) 
Angka (A) {A,A} {A,G} 
Gambar (G) {G,A} {G,G}
Nah sekarang, sajikanlah ruang dan titik sampel pada 
pencabutan satu set kartu domino dengan cara: 
a. Mendaftar 
b. Diagram Kartesius 
c. Diagram Pohon 
d. Tabel 
TUGAS 
----- Selamat Mengerjakan -----
Jadi, dengan cara mendaftar didapat: 
Kartu ke 1 muncul 00 
Kartu ke 2 muncul 01 
Kartu ke 3 muncul 02 
Jawab : 
Setiap kartu domino memiliki dua 
mata pada setiap lembarnya. Paling 
sedikit . 
mata nol dan paling banyak 
mata . 
enam. 
. 
Misalkan Kartu ke 28 kartu muncul bermata 66 
satu-satu 
ditulis Sehingga 11, 
diperoleh: 
tiga-tiga ditulis 33, 
dan seterusnya. 
Pada kartu domino, 23 sama dengan 32, artinya 
tidak ada pasangan yang berulang. 
S = {(00) (01), (02), (03), (04), (05), (06), (11), (12), 
(13), (14), (15), (16), (22), (23), (24), (25), (26), (33), 
(34), (35), (36), (44), (45), (46), (55), (56), (6,6)} dan 
n(S) = 28
Sedangkan, dengan diagram kartesius didapat: 
16 
15 
14 
13 
12 
26 
25 
24 
23 
36 
35 
34 
46 
45 
56 66 
1 2 3 4 5 6 
6 
5 
4 
3 
2 
1 
0 
Ruang 
Sampel 
06 
05 
04 
03 
02 
01 
00 
11 
22 
33 
44 
55
Dengan diagram pohon didapat: 
KARTU 1-7 KARTU 8-13 KARTU 14-18 KARTU 19-22 
0 
0 
12 
34 
56 
1 
6 6 
1234 
56 
2 
2 
34 
56 
3 
34 
56 
KARTU 28
Dan dengan tabel didapat: 
0 1 2 3 4 5 6 
0 00 01 02 03 04 05 06 
1 11 12 13 14 15 16 
2 22 23 24 25 26 
3 33 34 35 36 
4 44 45 46 
5 55 56 
6 66
SEKIAN 
DAN 
TERIMA KASIH

Peluang dan Statistika

  • 1.
    DINI NURFADILAH EHOM 1101874 PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
  • 2.
    KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 10.1 MENEMUKAN KONSEP RUANG SAMPEL
  • 3.
    KOMPETENSI DASAR Menemukanpeluang empirik dari data luaran (output) yang mungkin diperoleh berdasarkan sekelompok data. Melakukan percobaan untuk menemukan peluang empirik dari masalah nyata serta menyajikannya dalam bentuk tabel dan grafik.
  • 4.
    INDIKATOR  Menyajikanruang dan titik sampel dengan cara mendaftar  Menyajikan ruang dan titik sampel dengan diagram kartesisus  Menyajikan ruang dan titik sampel dengan diagram pohon  Menyajikan ruang dan titik sampel dengan tabel
  • 5.
    ILUSTRASI 1 Bilayang muncul angka, maka salah satu tim diminta Wasit memanggil kapten kedua tim dan meminta keduanya Sebelum pertandingan sepak bola dimulai, wasit melambungkan menentukan tempat atau menendang duluan sesuai perjanjian koin untuk menentukan posisi awal masing-masing tim pemain. untuk memilih angka atau gambar. awal yang disepakati.
  • 6.
    10.1 MENEMUKAN KONSEPRUANG SAMPEL Cara pengundian dengan menggunakan koin seperti pada ilustrasi tersebut merupakan salah satu contoh percobaan statistika. Hasil percobaan pada pelemparan koin yang dapat terjadi adalah munculnya angka (A) atau gambar (G). Peristiwa munculnya angka (A) atau gambar (G) pada pelemparan sebuah koin disebut kejadian tunggal. Apabila semua hasil percobaan tersebut dihimpun dalam suatu himpunan S, dengan S = { A, G}, maka: S disebut ruang sampel A dan G disebut titik sampel Banyak anggota S dinyatakan dengan n(S)
  • 7.
    Jadi, pada pelemparansebuah koin, didapat ruang sampel S dengan S = {A, G} dan n(S)=2. Sekarang, tentukan ada berapa banyak titik sampel yang didapat pada pelemparan sebuah dadu?
  • 8.
    Sebuah dadu memilikimata di setiap sisinya. Jumlah mata pada setiap sisi dimulai dari 1 sampai 6. Maka, semua kemungkinan yang akan muncul dari kejadian tersebut adalah: Bagaimana dengan pelemparan dua buah dadu? Apakah akan didapat n(S) yang sama dengan pelemparan 1 buah dadu saja? 1 2 3 4 5 6 Jadi, pada pelemparan sebuah dadu didapat sebuah ruang sampel S dengan: S = {1, 2, 3, 4, 5, 6} dan n(S) = 6
  • 9.
    ILUSTRASI 2 Suatuhari, Sita, Dewi, Nana dan Gigin bermain MONOPOLI. Mereka mengocok 2 dadu sekaligus secara bergiliran Jadi, ada berapa pasang mata dadu yang DGNeSiawgintiinaammmeneenndddaapaappaataattmmmaataaatttaadddaadaadduuu4265---mungkin muncul pada setiap 4636 pengocokan?
  • 10.
    Peristiwa pengundian duabuah dadu seperti pada ilustrasi tersebut adalah kejadian majemuk, karena terdiri lebih dari 1 kejadian yang akan muncul. Pada setiap kali pengundian akan muncul 2 mata dadu sekaligus yaitu: 1,1 1,2 1,3 1,4 1,5 1,6 2,1 2,2 2,3 2,4 2,5 2,6 3,1 3,2 3,3 3,4 3,5 3,6 4,1 4,2 4,3 4,4 4,5 4,6 5,1 5,2 5,3 5,4 5,5 5,6 6,1 6,2 6,3 6,4 6,5 6,6
  • 11.
    Jadi, pada pelemparan2 buah dadu didapat sebuah ruang sampel S dengan : S = {(1,1), (1,2), (1,3), (1,4), (1,5), (1,6), (2,1), (2,2), (2,3), (2,4), (2,5), (2,6), (3,1), (3,2), (3,3), (3,4), (3,5), (3,6), (4,1), (4,2), (4,3), (4,4), (4,5), (4,6), (5,1), (5,2), (5,3), (5,4), (5,5), (5,6), (6,1), (6,2), (6,3), (6,4), (6,5), (6,6)} dan n(S) = 36 Sekarang, tentukan ada berapa banyak anggota ruang sampel yang didapat pada pelemparan 2 buah koin secara bersamaan?
  • 12.
    Sebuah koin memilikisisi angka (A) dan gambar (G) Pada setiap pelemparan akan menghasilkan pasangan : A A G A A G G G Jadi, pada pelemparan 2 buah koin didapat sebuah ruang sampel S dengan S = {(AA), (AG), (GA), (GG)} dan n(S) = 4
  • 13.
    Adakah cara lain? Cara yang sejak tadi kita gunakan dalam menentukan titik-titik sampel pada suatu percobaan disebut dengan cara mendaftar.
  • 14.
    • Diagram Cartesius • Diagram Pohon • Tabel Ada 3 cara lain yang dapat digunakan untuk menyajikan semua kejadian yang muncul pada percobaan statistika
  • 15.
    Diagram Kartesius K O I N I GG KOIN II A A G G GA AA AG Ruang Sampel
  • 16.
    Diagram Pohon KOINI KOIN II Ruang Sampel A A G A A G A G A G G A G G
  • 17.
    Tabel Koin I/KoinII Koin A/G Angka (A) Gambar (G) Angka (A) {A,A} {A,G} Gambar (G) {G,A} {G,G}
  • 18.
    Nah sekarang, sajikanlahruang dan titik sampel pada pencabutan satu set kartu domino dengan cara: a. Mendaftar b. Diagram Kartesius c. Diagram Pohon d. Tabel TUGAS ----- Selamat Mengerjakan -----
  • 19.
    Jadi, dengan caramendaftar didapat: Kartu ke 1 muncul 00 Kartu ke 2 muncul 01 Kartu ke 3 muncul 02 Jawab : Setiap kartu domino memiliki dua mata pada setiap lembarnya. Paling sedikit . mata nol dan paling banyak mata . enam. . Misalkan Kartu ke 28 kartu muncul bermata 66 satu-satu ditulis Sehingga 11, diperoleh: tiga-tiga ditulis 33, dan seterusnya. Pada kartu domino, 23 sama dengan 32, artinya tidak ada pasangan yang berulang. S = {(00) (01), (02), (03), (04), (05), (06), (11), (12), (13), (14), (15), (16), (22), (23), (24), (25), (26), (33), (34), (35), (36), (44), (45), (46), (55), (56), (6,6)} dan n(S) = 28
  • 20.
    Sedangkan, dengan diagramkartesius didapat: 16 15 14 13 12 26 25 24 23 36 35 34 46 45 56 66 1 2 3 4 5 6 6 5 4 3 2 1 0 Ruang Sampel 06 05 04 03 02 01 00 11 22 33 44 55
  • 21.
    Dengan diagram pohondidapat: KARTU 1-7 KARTU 8-13 KARTU 14-18 KARTU 19-22 0 0 12 34 56 1 6 6 1234 56 2 2 34 56 3 34 56 KARTU 28
  • 22.
    Dan dengan tabeldidapat: 0 1 2 3 4 5 6 0 00 01 02 03 04 05 06 1 11 12 13 14 15 16 2 22 23 24 25 26 3 33 34 35 36 4 44 45 46 5 55 56 6 66
  • 23.