SOAL VIGNETTE
ASKEB NIFAS & MENYUSUI
ASTRI YULIA SARI LUBIS, M.KES.
SOAL 1
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
2
Seorang perempuan, berumur 23 tahun, P1A0, nifas hari ke-7. Hasil
anamnesis: kepala pusing, tidur ± 5 jam/ hari, sering terbangun
setiap saat bayi menangis dan sering terbangun. Hasil pemeriksaan:
KU baik TD 100/60 mmHg, N 88 x/ menit, S 36,8ºC, konjungtiva
agak pucat, TFU pertengahan pusat dan simpisis kontraksi uterus
baik, kandung kemih kosong, terdapat ekskresi cairan pervagina
berwarna kuning kecoklatan dan lebih sedikit.
Jenis lochea apakah yang paling sesuai dengan kasus tersebut?
A. Alba
B. Rubra
C. Serosa
D. Purulenta
E. Sanginolenta
JAWABAN SOAL 1: C. SEROSA
Penjelasan:
Pengeluaran lokia dapat dibagi berdasarkan waktu dan
warnanya, seperti pada tabel berikut:
3
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 2
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
4
Seorang perempuan, berumur 30 tahun, P3A0 melahirkan 5 jam yang lalu
ditolong oleh bidan. Hasil anamnesis: riwayat persalinan normal, belum
BAK, masih takut bangun dari tempat tidurnya. Hasil Pemeriksaan: TD
120/80 mmHg, P 20x/ menit, S 36° C, N 84x/ mnt. TFU 2 jari di bawah
pusat, lochea rubra, payudara tegang. Air susu yang keluar dari ibu dan
merupakan cairan dengan viskositas kental, lengket dan berwarna
kekuningan.
Jenis ASI apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
A. Transisi
B. Mature
C. Kolostrum
D. Foremilk
E. Hindmilk
JAWABAN SOAL 2: C. KOLOSTRUM
Penjelasan:
Tahapan pembentukan ASI
− Kolostrum: ASI yang keluar pada beberapa hari pertama kelahiran,
biasanya berwarna kuning kental. Air susu ini sangat kaya protein dan zat
kekebalan tubuh atau imonogobulin (IgG, IgA, dan IgM), mengandung
lebih sedikit lemak dan karbohidrat sehingga viskositasnya kental dan
lengket. Kolostrum berperan melapisi dinding usus bayi dan melindungi
dari bakteri. Kolostrum juga merupakan pencahar ideal yang berperan
mengeluarkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi baru lahir serta
mempersiapkan saluran pencernaan untuk bisa menerima makanan bayi
berikutnya.
5
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
− Susu transisi: keluar pada hari ke-3 sampai hari ke-10 setelah kelahiran. Merupakan susu
permulaan atau transisi yang lebih bening dan jumlahnya lebih banyak. Kadar
immunoglobulin dan proteinnya menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat.
− Susu Mature atau Matang: ASI yang keluar setelah hari ke-10 pasca persalinan.
Komposisinya stabil dan tidak berubah. Jika bayi lahir prematur atau kurang bulan, ASI
yang dihasilkan memiliki kandungan berbeda, yaitu lebih banyak mengandung protein.
− Foremilk, disimpan pada saluran penyimpanan dan keluar pada awal menyusui.
Dihasilkan dalam jumlah yang sangat banyak dan cocok untuk menghilangkan rasa lapar
bayi. Foremilk memiliki kandungan lemak yang rendah, namun tinggi laktosa, gula, protein,
mineral, dan air.
− Hindmilk, keluar setelah foremilk habis saat menyusui hamper selesai. Hindmilk sangat
kaya akan zat gizi, kental, dan penuh lemak bervitamin (Riksani, 2013).
6
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 3
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
7
Seorang Perempuan usia 28 tahun P1A0 baru saja melahirkan secara
normal 2 hari yang lalu di PMB, ibu mengatakan merasa lelah dan
khawatir tidak dapat merawat bayinya dan sering menceritakan
pengalamannya saat bersalin.
Fase adaptasi apakah yang paling sesuai dengan kasus tersebut?
A. Taking hold
B. Talking on
C. Letting go
D. Taking in
E. Letting In
JAWABAN SOAL 3: D. TAKING IN
Penjelasan:
Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase
sebagai berikut:
Fase taking in (periode ketergantungan): berlangsung dari hari pertama
sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada fase ini, ibu sedang berfokus
terutama pada dirinya sendiri. Ibu akan berulang kali menceritakan proses
persalinan yang dialaminya dari awal sampai akhir. Ibu perlu bicara tentang
dirinya sendiri. Ketidaknyamanan fisik yang dialami ibu pada fase ini seperti
rasa mules, nyeri pada jahitan, kurang tidur dan kelelahan merupakan sesuatu
yang tidak dapat dihindari. Hal tersebut membuat ibu perlu cukup istirahat untuk
mencegah gangguan psikologis yang mungkin dialami, seperti mudah
tersinggung, menangis. Hal ini membuat ibu cenderung menjadi pasif. Pada
fase ini petugas kesehatan harus menggunakan pendekatan yang empatik agar
ibu dapat melewati fase ini dengan baik.
8
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
o Fase taking hold: periode yang berlangsung 3-10 hari setelah
melahirkan. Pada fase ini ibu timbul rasa khawatir akan
ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi Ibu
mempunyai perasaan sangat sensitif sehingga mudah tersinggung dan
gampang marah. Kita perlu berhati-hati menjaga komunikasidengan ibu.
Dukungan moril sangat diperlukan untuk menumbuhkankepercayaan diri
ibu.
o Fase letting go merupakan periode menerima tanggung jawab akan
peran barunya. Fase ini berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan.
Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Ibu
memahami bahwa bayi butuh disusui sehingga siap terjaga untuk
memenuhi kebutuhan bayinya. Keinginan untuk merawat diri dan
bayinya sudah meningkat pada fase ini. Ibu akan lebih percaya diri
dalam menjalani peran barunya.
9
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 4
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
1 0
Seorang perempuan P1A0 umur 19 tahun, bersalin secara spontan di
PMB 3 jam yang lalu. Hasil Anamnesis: masih merasa lemas sehingga
belum bisa menyusui. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N
88x/menit, S 36,5ºC, TFU 1 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik,
perdarahan sedikit, kandung kemih kosong.
Fokus pemeriksaan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
A. Involusi
B. Laktasi
C. Perdarahan
D. Nutrisi
E. Eliminasi
JAWABAN SOAL 4: C. PERDARAHAN
Penjelasan:
Kebijakan asuhan yang diberikan sewaktu melakukan kunjungan masa nifas
<24 jam adalah:
− Mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri.
− Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan
berlanjut.
− Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga
bagaiman mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
− Pemberian ASI awal.
− Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir.
− Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah terjadinya hipotermi.
− Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu
dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu
dan bayi dalam keadaan stabil.
1 1
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 5
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
1 2
Seorang perempuan, umur 23 tahun, P3A1, nifas 8 jam. Hasil
anamnesis: riwayat persalinan spontan, nyeri perineum, lelah, dan
agak lemas. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70, N 84x/ menit, S
37 0C, kolostrum (+/+), perdarahan ¼ pembalut, BB lahir 3200 gram,
terdapat jahitan perineum.
Tujuan asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
a. Memastikan tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui
b. Pemenuhan makanan yang bergizi dan cukup cairan
c. Mencegah perdarahan karena atonia uteri
d. Memastikan involusi uterus normal
e. Menganjurkan istirahat yang cukup
JAWABAN SOAL 5: C. MENCEGAH
PERDARAHAN KARENA
ATONIA UTERI
Penjelasan:
Pada kebijakan asuhan yang diberikan sewaktu masa nifas <24 jam adalah
mencegah perdarahan karena atonia uteri
1 3
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 6
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
1 4
Seorang perempuan, umur 40 tahun, nifas hari ke-3, dirawat di ruang
obstetri RSUD, mengeluh tiba- tiba pusing. Hasil anmnesis: P3A2,
pernah mengalami tekanan darah yang meningkat pada usia
kehamilannya 8 bulan, penglihatan kurang jelas Hasil pemeriksaan TD
150/100 mmHg, N 88 x/ menit, P 22 x/ menit, S 37,2 °C, protein urine ++
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
a. Eklampsia
b. Hipertensi
c. Preeklampsia ringan
d. Preeklampsia sedang
e. Preeklampsia berat
JAWABAN SOAL 6: D. PREEKLAMPSIA
SEDANG
Penjelasan:
Preeklampsia sedang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik 30
mmHg distolik 15 mmHg, proteinuria +2.
− Preeklampsia berat ditandai dengan tekanan darah 160/100 mmHg atau lebih,
albumin +3 atau +4, edema umum di daerah ekstremitas.
− Eklampsia mungkin diperberat oleh nyeri epigastrik dan peningkatan suhu diikuti
dengan kejang grand mal. Kejang tersebut ditandai dengan fase tonik selama
terjadi kontraksi otot, pinggang, lengan dan tungkai kaku, pernapasan menghilang
dan pasien menjadi sianosis.
1 5
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 7
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
1 6
Seorang perempuan, umur 35 tahun, P4A0, nifas hari ke-8, datang ke
PMB dengan keluhan nyeri perut bagian bawah, badan panas, serta
keluar cairan berbau busuk dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU
Lemah, TD 100/70 mmHg, N 90x/menit, P 22x/menit, S 38,9 °C,
abdomen kuadran 3 dan 4, lochea purulenta.
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
a. Mastitis
b. Metritis
c. Sistitis
d. Uretritis
e. Parametritis
JAWABAN SOAL 7: B. METRITIS
Penjelasan:
Tanda gejala metritis menurut Kemenkes RI (2016) adalah sebagai berikut.
− Demam > 38°C dapat disertai menggigil.
− Nyeri perut bawah.
− Lokia berbau dan purulen.
− Nyeri tekan uterus.
− Subinvolusi uterus.
− Dapat disertai perdarahan pervaginam dan syok.
Gejala yang dialami ibu pada kasus tersebut mengacu kepada metritis, seperti
nyeri perut bagian bawah, suhu > 38 °C, adanya nyeri tekan pada rahim, serta
lochea purulenta.
1 7
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 8
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
1 8
Seorang perempuan, umur 24 tahun, P1A0, melahirkan 5 jam yang lalu
di PMB. Hasil anamenesis: putting susu sulit terbenam, pesimis dapat
menyusui bayi secara eksklusif. Hasil pemeriksaan: puting tampak datar
tetapi dapat dikeluarkan dengan tekanan jari di sekitar aerola, IMD tidak
berhasil,
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
a. Retraksi puting
b. Abses payudara
c. Puting susu lecet
d. Payudara tersumbat
e. Dermatitis payudara
JAWABAN SOAL 8: A. RETRAKSI PUTING
Penjelasan:
Retraksi puting adalah suatu kondisi dimana puting tertarik kedalam
payudara.pada beberapa kasus puting dapat muncul keluar bila distimulasi,
namun pada kasus-kasus lain retraksi ini menetap. Keluhan yang dirasakan
oleh ibu mengarah kepada diagnosis retraksi puting atau biasa disebut puting
susu terbenam.
1 9
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 9
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
2 0
Seorang perempuan umur 27 tahun melahirkan 2 minggu yang lalu,
datang ke rumah sakit mengeluh kakinya membengkak dan terasa nyeri.
Hasil pemeriksaan suhu 40 °C dan terdapat nyeri tekan pada betis, vena
femoralis teraba tegang dan keras, serta terba panas.
Apakah diagnosis pada kasus tersebut?
a. Vaginitis
b. Varises
c. Tromboflebitis
d. Stroke
e. Tromboflebiotis
JAWABAN SOAL 9: C. TROMBOFLEBITIS
Penjelasan:
Flegmasia alba dolens atau biasa disebut tromboflebitis yang mengenai satu
atau kedua vena femoralis yang disebabkan adanya trombosis akibat dari
kerusakan pembuluh darah, laju peredaran darah, atau karena pengaruh
infeksi atau vena seksi. Tromboflebtis ditandai dengan suhu tubuh tinggi dapat
disertai menggigil, nyeri bagian betis, vena kaki teraba tegang dan keras,
teraba panas, dan edema. Kasus menunjukkan bahwa ibu mengalami keluhan
kaki bengkak dan nyeri. Hasil pemeriksaan suhu 40 °C, nyeri tekan pada
betis, vena femoralis teraba tegang dan keras, serta terba panas sehingga
diagnosis yang tepat merupakan kondisi patologi masa nifas, yaitu
tromboflebitis.
2 1
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 10
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
2 2
Seorang perempuan, umur 24 tahun, P1A0, nifas hari ke-6. Bidan,
datang ke PMB untuk kunjungan ulang. Hasil anamesis: khawatir tidak
mampu merawat bayi seorang diri, informasi dari mertua yang
menemani ibu jadi sensitif dan mudah tersinggung. Hasil pemeriksaan: :
KU baik TD 100/60 mmHg, N 88 x/ menit, S 36,8ºC
Fase nifas apakah yang paling sesuai dengan kasus tersebut?
a. Fase taking in
b. Fase taking hold
c. Fase taking go
d. Fase letting go
e. Fase transisi
JAWABAN SOAL 10: B. FASE TAKING HOLD
Penjelasan:
Secara psikologi, setelah melahirkan seorang ibu akan mengalami perubahan
emosi sementara ia menyesuaikan diri dengan peran barunya. Penting sekali
bagi bidan untuk mengetahui perubahan psikologis ibu nifas sehingga dapat
dinilai apakah memerlukan asuhan khusus atau tidak. Fase taking hold
merupakan fase yang berlangsung antara 3-10 hari setelah bersalin. Pada
fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung
jawabnya dalam merawat bayi. Perasaannya pun sensitif sehingga harus
berhati-hati dalam berkomunikasi karena ibu akan mudah tersinggung
(Ambarwati dan Wulandari, 2010). Masalah yang dialami perempuan tersebut
adalah kekhawatiran akan ketidakmampuan dalam merawat bayi dan mudah
tersinggung. Hal ini wajar terjadi pada ibu nifas usia 3-10 hari karena sedang
mengalami perubahan psikologis ibu nifas pada fase taking hold.
2 3
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 11
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
2 4
Seorang perempuan, umur 16 tahun, nifas hari ke-21, datang diantar
suaminya ke PMB untuk kontrol. Hasil anamesis: sering murung, sulit
melakukan perawatan bayi harian, sering menangis tiba-tiba terutama
saat menyusui.
Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?
a. Duka cita
b. Kemurungan
c. Baby blues
d. Depresi postpartum
e. Psikosa
JAWABAN SOAL 11: C. BABY BLUES
Penjelasan:
Baby Blues merupakan keadaan dimana ibu merasa sedih berkaitan dengan
bayinya. Ditandai dengan ibu merasa cemas, kesepian, penurunan gairah
seks, tidak mau mengurus bayi, tidak percaya diri, dan kadang ingin menyakiti
bayinya. Kasus yang dialami perempuan tersebut dilihat dari tanda dan gejala
yang dialami, yaitu ibu tidak ingin merawat bayinya dan ingin menyakiti
bayinya menunjukkan bahwa ibu mengalami baby blues.
2 5
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 12
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
2 6
Seorang perempuan, umur 35 tahun, P5A0, bersalin spontan 15 menit
yang lalu di PMB. Hasil anamnesis: pusing dan lemas. Hasil
pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 88x/menit, P 22 x/menit, estimasi
perdarahan 250 cc, uterus lembek, plasenta belum lahir.
Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?
a. KBI
b. KBE
c. Plasenta manual
d. Pemberian oksitosin
e. Teruskan masase uterus
JAWABAN SOAL 12: D. PEMBERIAN
OKSITOSIN
Penjelasan:
Jika plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit, berikan 10 unit oksitosin IM dosis
kedua. Periksa kandung kemih, jika ternyata penuh gunakan teknik aseptik untuk
memasukkan kateter nelaton disinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk
mengosongkan kandung kemih. Ulangi kembali penegangan tali pusat dan
tekanan dorso-kranial. Apabila tersedia akses dan mudah menjangkau fasilitas
kesehatan rujukan maka nasehati keluarga bahwa mungkin ibu perlu dirujuk
apabila plasenta belum lahir setelah 30 menit bayi lahir. Pada menit ke 30 coba
lagi melahirkan plasenta dengan melakukan penegangan tali pusat untuk terakhir
kalinya. Jika plasenta tetap tidak lahir, rujuk segera. Tetapi apabila fasilitas
kesehatan rujukan sulit dijangkau dan kemudian timbul perdarahan, maka
sebaiknya dilakukan tindakan plasenta manual. Untuk melaksanakan hal tersebut,
pastikan bahwa petugas kesehatan telah terlatih dan kompeten untuk
melaksanakan tindakan atu prosedur yang diperlukan. Pada kasus ibu umur 35
tahun baru saja melahirkan anak kelima dan plasenta belum lahir. Penanganan
selanjutnya adalah memberikan oksitosin kedua 10 unit secara IM.
2 7
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 13
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
2 8
Seorang perempuan, berumur 22 tahun, nifas 5 minggu dikunjungi Bidan
ke rumahnya untuk KF3. Hasil anamnesis: bayi menyusu kuat, tidak ada
penyulit dalam proses laktasi. Hasil pemeriksaan: TD 110/60 mmHg, N
88x/menit, P 22 x/menit, S 36,8 °C, uterus tidak teraba
Apa konseling yang tepat untuk kasus tersebut?
a. Perawatan bayi
b. Perawatan payudara
c. ASI eksklusif
d. Program kehamilan selanjutnya
e. Asupan nutrisi ibu dan bayi
JAWABAN SOAL 13: C. ASI EKSKLUSIF
Penjelasan:
Kunjungan nifas dilakukan paling sedikit 4 kali. Hal ini dilakukan dengan tujuan
untuk menilai keadaan ibu dan bayi untuk mencegah suatu masalah atau
penyulit. Kunjungan dilakukan pada masa nifas 6 jam, 6 hari, 2 minggu dan 6
minggu.
Kunjungan 6 minggu mengidentifikasi penyakit yang dialami ibu dan bayi,
konseling KB secara dini, pemeriksaan keadaan bayi, pemberian ASI ekslusif.
Pada kasus di atas ibu nifas dalam masa nifas 6 minggu denan menyusui
lancar dan tidak ada penyulit serta keadaan ibu dan bayi baik maka konseling
yang tepat adalah konseling mengenai ASI eksklusif.
2 9
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 14
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
3 0
Seorang perempuan, berumur 28 tahun, melahirkan 8 hari yang lalu di
puskesmas, mengeluhkan badan terasa panas, nyeri di perut. Hasil
pemeriksaan TD 120/90 mmHg, suhu 40 °C, nadi 62x/menit, uterus
membesar, lembek, dan lochea berbau.
Apakah diagnosis kasus tersebut?
a. Salphingitis
b. Tromboflebitis
c. Endometritis
d. Peritonitis
e. Parametritis
JAWABAN SOAL 14: C. ENDOMETRITIS
Penjelasan:
Endometritis adalah infeksi yang terjadi pada endometrium akibat kuman-
kuman yang masuk ke endometrium, jaringan desidua mengalami nekrotis
sehingga mengeluarkan cairan berbau. Tanda gejalanya berupa uterus
membesar, nyeri pada saat perubahan uterus, uterus lembek, suhu
meningkat, nadi menurun. Pada kasus gejala yang dialami adalah badan
terasa panas, nyeri di perut, TD 120/90 mmHg, suhu 40 °C, nadi 62x/menit,
uterus membesar, lembek, lochea berbau. Dilihat dari gejala yang timbul maka
ibu mengalami endometritis.
3 1
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
SOAL 15
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
3 2
Seorang perempuan, berumur 21 tahun, nifas hari ke-3, datang ke
Puskesmas dengan keluhan nyeri di daerah luka jahitan. Hasil
anamnesis: riwayat persalinan spontan di PMB. Hasil pemeriksaan: TD
120/80 mmHg, suhu 38 °C, terdapat pengeluaran pus.
Tindakan apakah yang paling tepat diberikan oleh bidan?
a. Memberikan antibiotic
b. Melakukan penjahitan ulang
c. Merujuk pasien ke rumah sakit
d. Menganjurkan ibu membersihkan luka dengan Iodine Betadine
e. Melepas jahitan perineum
J AW ABAN SOAL 15: A. MEMBER IKAN AN TIBIOTIC
Penjelasan:
Vulvitis merupakan infeksi pada luka bekas sayatan episiotomi atau robekan
perineum ditandai dengan daerah sekitar luka membengkak, merah, jahitan
mudah terlepas, luka terbuka menjadi ulkus, dan mengeluarkan pus.
Penanganan pada kasus ini merupakan pemberian antibiotik, roborantia,
pemantauan vital sign, serta in take out pasien (makanan dan minuman).
Berdasarkan teori yang sudah dijelaskan, bahwa tanda-tanda yang ibu
rasakan seperti jahitan perineum membengkak, mudah lepas, dan keluar
nanah, maka hal tersebut merupakan tanda infeksi, yaitu vulvitis. Penanganan
yang bisa diberikan salah satunya adalah pemberian antibiotik.
3 3
PEMBAHASAN
SOAL
VIGNETTE
NIFAS
THANK YOU
MIRJAM NILSSON​
MIRJAM@CONTOSO.COM | WWW.CONTOSO.COM

Soal vignette Nifas.pptx

  • 1.
    SOAL VIGNETTE ASKEB NIFAS& MENYUSUI ASTRI YULIA SARI LUBIS, M.KES.
  • 2.
    SOAL 1 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 2 Seorang perempuan,berumur 23 tahun, P1A0, nifas hari ke-7. Hasil anamnesis: kepala pusing, tidur ± 5 jam/ hari, sering terbangun setiap saat bayi menangis dan sering terbangun. Hasil pemeriksaan: KU baik TD 100/60 mmHg, N 88 x/ menit, S 36,8ºC, konjungtiva agak pucat, TFU pertengahan pusat dan simpisis kontraksi uterus baik, kandung kemih kosong, terdapat ekskresi cairan pervagina berwarna kuning kecoklatan dan lebih sedikit. Jenis lochea apakah yang paling sesuai dengan kasus tersebut? A. Alba B. Rubra C. Serosa D. Purulenta E. Sanginolenta
  • 3.
    JAWABAN SOAL 1:C. SEROSA Penjelasan: Pengeluaran lokia dapat dibagi berdasarkan waktu dan warnanya, seperti pada tabel berikut: 3 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 4.
    SOAL 2 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 4 Seorang perempuan,berumur 30 tahun, P3A0 melahirkan 5 jam yang lalu ditolong oleh bidan. Hasil anamnesis: riwayat persalinan normal, belum BAK, masih takut bangun dari tempat tidurnya. Hasil Pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, P 20x/ menit, S 36° C, N 84x/ mnt. TFU 2 jari di bawah pusat, lochea rubra, payudara tegang. Air susu yang keluar dari ibu dan merupakan cairan dengan viskositas kental, lengket dan berwarna kekuningan. Jenis ASI apakah yang paling tepat pada kasus tersebut? A. Transisi B. Mature C. Kolostrum D. Foremilk E. Hindmilk
  • 5.
    JAWABAN SOAL 2:C. KOLOSTRUM Penjelasan: Tahapan pembentukan ASI − Kolostrum: ASI yang keluar pada beberapa hari pertama kelahiran, biasanya berwarna kuning kental. Air susu ini sangat kaya protein dan zat kekebalan tubuh atau imonogobulin (IgG, IgA, dan IgM), mengandung lebih sedikit lemak dan karbohidrat sehingga viskositasnya kental dan lengket. Kolostrum berperan melapisi dinding usus bayi dan melindungi dari bakteri. Kolostrum juga merupakan pencahar ideal yang berperan mengeluarkan zat yang tidak terpakai dari usus bayi baru lahir serta mempersiapkan saluran pencernaan untuk bisa menerima makanan bayi berikutnya. 5 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 6.
    − Susu transisi:keluar pada hari ke-3 sampai hari ke-10 setelah kelahiran. Merupakan susu permulaan atau transisi yang lebih bening dan jumlahnya lebih banyak. Kadar immunoglobulin dan proteinnya menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat. − Susu Mature atau Matang: ASI yang keluar setelah hari ke-10 pasca persalinan. Komposisinya stabil dan tidak berubah. Jika bayi lahir prematur atau kurang bulan, ASI yang dihasilkan memiliki kandungan berbeda, yaitu lebih banyak mengandung protein. − Foremilk, disimpan pada saluran penyimpanan dan keluar pada awal menyusui. Dihasilkan dalam jumlah yang sangat banyak dan cocok untuk menghilangkan rasa lapar bayi. Foremilk memiliki kandungan lemak yang rendah, namun tinggi laktosa, gula, protein, mineral, dan air. − Hindmilk, keluar setelah foremilk habis saat menyusui hamper selesai. Hindmilk sangat kaya akan zat gizi, kental, dan penuh lemak bervitamin (Riksani, 2013). 6 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 7.
    SOAL 3 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 7 Seorang Perempuanusia 28 tahun P1A0 baru saja melahirkan secara normal 2 hari yang lalu di PMB, ibu mengatakan merasa lelah dan khawatir tidak dapat merawat bayinya dan sering menceritakan pengalamannya saat bersalin. Fase adaptasi apakah yang paling sesuai dengan kasus tersebut? A. Taking hold B. Talking on C. Letting go D. Taking in E. Letting In
  • 8.
    JAWABAN SOAL 3:D. TAKING IN Penjelasan: Dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase sebagai berikut: Fase taking in (periode ketergantungan): berlangsung dari hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada fase ini, ibu sedang berfokus terutama pada dirinya sendiri. Ibu akan berulang kali menceritakan proses persalinan yang dialaminya dari awal sampai akhir. Ibu perlu bicara tentang dirinya sendiri. Ketidaknyamanan fisik yang dialami ibu pada fase ini seperti rasa mules, nyeri pada jahitan, kurang tidur dan kelelahan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Hal tersebut membuat ibu perlu cukup istirahat untuk mencegah gangguan psikologis yang mungkin dialami, seperti mudah tersinggung, menangis. Hal ini membuat ibu cenderung menjadi pasif. Pada fase ini petugas kesehatan harus menggunakan pendekatan yang empatik agar ibu dapat melewati fase ini dengan baik. 8 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 9.
    o Fase takinghold: periode yang berlangsung 3-10 hari setelah melahirkan. Pada fase ini ibu timbul rasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi Ibu mempunyai perasaan sangat sensitif sehingga mudah tersinggung dan gampang marah. Kita perlu berhati-hati menjaga komunikasidengan ibu. Dukungan moril sangat diperlukan untuk menumbuhkankepercayaan diri ibu. o Fase letting go merupakan periode menerima tanggung jawab akan peran barunya. Fase ini berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah mulai menyesuaikan diri dengan ketergantungan bayinya. Ibu memahami bahwa bayi butuh disusui sehingga siap terjaga untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Keinginan untuk merawat diri dan bayinya sudah meningkat pada fase ini. Ibu akan lebih percaya diri dalam menjalani peran barunya. 9 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 10.
    SOAL 4 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 1 0 Seorangperempuan P1A0 umur 19 tahun, bersalin secara spontan di PMB 3 jam yang lalu. Hasil Anamnesis: masih merasa lemas sehingga belum bisa menyusui. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88x/menit, S 36,5ºC, TFU 1 jari bawah pusat, kontraksi uterus baik, perdarahan sedikit, kandung kemih kosong. Fokus pemeriksaan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut? A. Involusi B. Laktasi C. Perdarahan D. Nutrisi E. Eliminasi
  • 11.
    JAWABAN SOAL 4:C. PERDARAHAN Penjelasan: Kebijakan asuhan yang diberikan sewaktu melakukan kunjungan masa nifas <24 jam adalah: − Mencegah perdarahan pada masa nifas karena atonia uteri. − Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk jika perdarahan berlanjut. − Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaiman mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. − Pemberian ASI awal. − Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir. − Menjaga bayi tetap sehat dengan cara mencegah terjadinya hipotermi. − Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayi dalam keadaan stabil. 1 1 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 12.
    SOAL 5 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 1 2 Seorangperempuan, umur 23 tahun, P3A1, nifas 8 jam. Hasil anamnesis: riwayat persalinan spontan, nyeri perineum, lelah, dan agak lemas. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70, N 84x/ menit, S 37 0C, kolostrum (+/+), perdarahan ¼ pembalut, BB lahir 3200 gram, terdapat jahitan perineum. Tujuan asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut? a. Memastikan tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui b. Pemenuhan makanan yang bergizi dan cukup cairan c. Mencegah perdarahan karena atonia uteri d. Memastikan involusi uterus normal e. Menganjurkan istirahat yang cukup
  • 13.
    JAWABAN SOAL 5:C. MENCEGAH PERDARAHAN KARENA ATONIA UTERI Penjelasan: Pada kebijakan asuhan yang diberikan sewaktu masa nifas <24 jam adalah mencegah perdarahan karena atonia uteri 1 3 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 14.
    SOAL 6 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 1 4 Seorangperempuan, umur 40 tahun, nifas hari ke-3, dirawat di ruang obstetri RSUD, mengeluh tiba- tiba pusing. Hasil anmnesis: P3A2, pernah mengalami tekanan darah yang meningkat pada usia kehamilannya 8 bulan, penglihatan kurang jelas Hasil pemeriksaan TD 150/100 mmHg, N 88 x/ menit, P 22 x/ menit, S 37,2 °C, protein urine ++ Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut? a. Eklampsia b. Hipertensi c. Preeklampsia ringan d. Preeklampsia sedang e. Preeklampsia berat
  • 15.
    JAWABAN SOAL 6:D. PREEKLAMPSIA SEDANG Penjelasan: Preeklampsia sedang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik 30 mmHg distolik 15 mmHg, proteinuria +2. − Preeklampsia berat ditandai dengan tekanan darah 160/100 mmHg atau lebih, albumin +3 atau +4, edema umum di daerah ekstremitas. − Eklampsia mungkin diperberat oleh nyeri epigastrik dan peningkatan suhu diikuti dengan kejang grand mal. Kejang tersebut ditandai dengan fase tonik selama terjadi kontraksi otot, pinggang, lengan dan tungkai kaku, pernapasan menghilang dan pasien menjadi sianosis. 1 5 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 16.
    SOAL 7 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 1 6 Seorangperempuan, umur 35 tahun, P4A0, nifas hari ke-8, datang ke PMB dengan keluhan nyeri perut bagian bawah, badan panas, serta keluar cairan berbau busuk dari jalan lahir. Hasil pemeriksaan: KU Lemah, TD 100/70 mmHg, N 90x/menit, P 22x/menit, S 38,9 °C, abdomen kuadran 3 dan 4, lochea purulenta. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut? a. Mastitis b. Metritis c. Sistitis d. Uretritis e. Parametritis
  • 17.
    JAWABAN SOAL 7:B. METRITIS Penjelasan: Tanda gejala metritis menurut Kemenkes RI (2016) adalah sebagai berikut. − Demam > 38°C dapat disertai menggigil. − Nyeri perut bawah. − Lokia berbau dan purulen. − Nyeri tekan uterus. − Subinvolusi uterus. − Dapat disertai perdarahan pervaginam dan syok. Gejala yang dialami ibu pada kasus tersebut mengacu kepada metritis, seperti nyeri perut bagian bawah, suhu > 38 °C, adanya nyeri tekan pada rahim, serta lochea purulenta. 1 7 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 18.
    SOAL 8 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 1 8 Seorangperempuan, umur 24 tahun, P1A0, melahirkan 5 jam yang lalu di PMB. Hasil anamenesis: putting susu sulit terbenam, pesimis dapat menyusui bayi secara eksklusif. Hasil pemeriksaan: puting tampak datar tetapi dapat dikeluarkan dengan tekanan jari di sekitar aerola, IMD tidak berhasil, Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut? a. Retraksi puting b. Abses payudara c. Puting susu lecet d. Payudara tersumbat e. Dermatitis payudara
  • 19.
    JAWABAN SOAL 8:A. RETRAKSI PUTING Penjelasan: Retraksi puting adalah suatu kondisi dimana puting tertarik kedalam payudara.pada beberapa kasus puting dapat muncul keluar bila distimulasi, namun pada kasus-kasus lain retraksi ini menetap. Keluhan yang dirasakan oleh ibu mengarah kepada diagnosis retraksi puting atau biasa disebut puting susu terbenam. 1 9 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 20.
    SOAL 9 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 2 0 Seorangperempuan umur 27 tahun melahirkan 2 minggu yang lalu, datang ke rumah sakit mengeluh kakinya membengkak dan terasa nyeri. Hasil pemeriksaan suhu 40 °C dan terdapat nyeri tekan pada betis, vena femoralis teraba tegang dan keras, serta terba panas. Apakah diagnosis pada kasus tersebut? a. Vaginitis b. Varises c. Tromboflebitis d. Stroke e. Tromboflebiotis
  • 21.
    JAWABAN SOAL 9:C. TROMBOFLEBITIS Penjelasan: Flegmasia alba dolens atau biasa disebut tromboflebitis yang mengenai satu atau kedua vena femoralis yang disebabkan adanya trombosis akibat dari kerusakan pembuluh darah, laju peredaran darah, atau karena pengaruh infeksi atau vena seksi. Tromboflebtis ditandai dengan suhu tubuh tinggi dapat disertai menggigil, nyeri bagian betis, vena kaki teraba tegang dan keras, teraba panas, dan edema. Kasus menunjukkan bahwa ibu mengalami keluhan kaki bengkak dan nyeri. Hasil pemeriksaan suhu 40 °C, nyeri tekan pada betis, vena femoralis teraba tegang dan keras, serta terba panas sehingga diagnosis yang tepat merupakan kondisi patologi masa nifas, yaitu tromboflebitis. 2 1 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 22.
    SOAL 10 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 2 2 Seorangperempuan, umur 24 tahun, P1A0, nifas hari ke-6. Bidan, datang ke PMB untuk kunjungan ulang. Hasil anamesis: khawatir tidak mampu merawat bayi seorang diri, informasi dari mertua yang menemani ibu jadi sensitif dan mudah tersinggung. Hasil pemeriksaan: : KU baik TD 100/60 mmHg, N 88 x/ menit, S 36,8ºC Fase nifas apakah yang paling sesuai dengan kasus tersebut? a. Fase taking in b. Fase taking hold c. Fase taking go d. Fase letting go e. Fase transisi
  • 23.
    JAWABAN SOAL 10:B. FASE TAKING HOLD Penjelasan: Secara psikologi, setelah melahirkan seorang ibu akan mengalami perubahan emosi sementara ia menyesuaikan diri dengan peran barunya. Penting sekali bagi bidan untuk mengetahui perubahan psikologis ibu nifas sehingga dapat dinilai apakah memerlukan asuhan khusus atau tidak. Fase taking hold merupakan fase yang berlangsung antara 3-10 hari setelah bersalin. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidakmampuan dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Perasaannya pun sensitif sehingga harus berhati-hati dalam berkomunikasi karena ibu akan mudah tersinggung (Ambarwati dan Wulandari, 2010). Masalah yang dialami perempuan tersebut adalah kekhawatiran akan ketidakmampuan dalam merawat bayi dan mudah tersinggung. Hal ini wajar terjadi pada ibu nifas usia 3-10 hari karena sedang mengalami perubahan psikologis ibu nifas pada fase taking hold. 2 3 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 24.
    SOAL 11 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 2 4 Seorangperempuan, umur 16 tahun, nifas hari ke-21, datang diantar suaminya ke PMB untuk kontrol. Hasil anamesis: sering murung, sulit melakukan perawatan bayi harian, sering menangis tiba-tiba terutama saat menyusui. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut? a. Duka cita b. Kemurungan c. Baby blues d. Depresi postpartum e. Psikosa
  • 25.
    JAWABAN SOAL 11:C. BABY BLUES Penjelasan: Baby Blues merupakan keadaan dimana ibu merasa sedih berkaitan dengan bayinya. Ditandai dengan ibu merasa cemas, kesepian, penurunan gairah seks, tidak mau mengurus bayi, tidak percaya diri, dan kadang ingin menyakiti bayinya. Kasus yang dialami perempuan tersebut dilihat dari tanda dan gejala yang dialami, yaitu ibu tidak ingin merawat bayinya dan ingin menyakiti bayinya menunjukkan bahwa ibu mengalami baby blues. 2 5 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 26.
    SOAL 12 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 2 6 Seorangperempuan, umur 35 tahun, P5A0, bersalin spontan 15 menit yang lalu di PMB. Hasil anamnesis: pusing dan lemas. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 88x/menit, P 22 x/menit, estimasi perdarahan 250 cc, uterus lembek, plasenta belum lahir. Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut? a. KBI b. KBE c. Plasenta manual d. Pemberian oksitosin e. Teruskan masase uterus
  • 27.
    JAWABAN SOAL 12:D. PEMBERIAN OKSITOSIN Penjelasan: Jika plasenta belum lahir dalam waktu 15 menit, berikan 10 unit oksitosin IM dosis kedua. Periksa kandung kemih, jika ternyata penuh gunakan teknik aseptik untuk memasukkan kateter nelaton disinfeksi tingkat tinggi atau steril untuk mengosongkan kandung kemih. Ulangi kembali penegangan tali pusat dan tekanan dorso-kranial. Apabila tersedia akses dan mudah menjangkau fasilitas kesehatan rujukan maka nasehati keluarga bahwa mungkin ibu perlu dirujuk apabila plasenta belum lahir setelah 30 menit bayi lahir. Pada menit ke 30 coba lagi melahirkan plasenta dengan melakukan penegangan tali pusat untuk terakhir kalinya. Jika plasenta tetap tidak lahir, rujuk segera. Tetapi apabila fasilitas kesehatan rujukan sulit dijangkau dan kemudian timbul perdarahan, maka sebaiknya dilakukan tindakan plasenta manual. Untuk melaksanakan hal tersebut, pastikan bahwa petugas kesehatan telah terlatih dan kompeten untuk melaksanakan tindakan atu prosedur yang diperlukan. Pada kasus ibu umur 35 tahun baru saja melahirkan anak kelima dan plasenta belum lahir. Penanganan selanjutnya adalah memberikan oksitosin kedua 10 unit secara IM. 2 7 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 28.
    SOAL 13 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 2 8 Seorangperempuan, berumur 22 tahun, nifas 5 minggu dikunjungi Bidan ke rumahnya untuk KF3. Hasil anamnesis: bayi menyusu kuat, tidak ada penyulit dalam proses laktasi. Hasil pemeriksaan: TD 110/60 mmHg, N 88x/menit, P 22 x/menit, S 36,8 °C, uterus tidak teraba Apa konseling yang tepat untuk kasus tersebut? a. Perawatan bayi b. Perawatan payudara c. ASI eksklusif d. Program kehamilan selanjutnya e. Asupan nutrisi ibu dan bayi
  • 29.
    JAWABAN SOAL 13:C. ASI EKSKLUSIF Penjelasan: Kunjungan nifas dilakukan paling sedikit 4 kali. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menilai keadaan ibu dan bayi untuk mencegah suatu masalah atau penyulit. Kunjungan dilakukan pada masa nifas 6 jam, 6 hari, 2 minggu dan 6 minggu. Kunjungan 6 minggu mengidentifikasi penyakit yang dialami ibu dan bayi, konseling KB secara dini, pemeriksaan keadaan bayi, pemberian ASI ekslusif. Pada kasus di atas ibu nifas dalam masa nifas 6 minggu denan menyusui lancar dan tidak ada penyulit serta keadaan ibu dan bayi baik maka konseling yang tepat adalah konseling mengenai ASI eksklusif. 2 9 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 30.
    SOAL 14 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 3 0 Seorangperempuan, berumur 28 tahun, melahirkan 8 hari yang lalu di puskesmas, mengeluhkan badan terasa panas, nyeri di perut. Hasil pemeriksaan TD 120/90 mmHg, suhu 40 °C, nadi 62x/menit, uterus membesar, lembek, dan lochea berbau. Apakah diagnosis kasus tersebut? a. Salphingitis b. Tromboflebitis c. Endometritis d. Peritonitis e. Parametritis
  • 31.
    JAWABAN SOAL 14:C. ENDOMETRITIS Penjelasan: Endometritis adalah infeksi yang terjadi pada endometrium akibat kuman- kuman yang masuk ke endometrium, jaringan desidua mengalami nekrotis sehingga mengeluarkan cairan berbau. Tanda gejalanya berupa uterus membesar, nyeri pada saat perubahan uterus, uterus lembek, suhu meningkat, nadi menurun. Pada kasus gejala yang dialami adalah badan terasa panas, nyeri di perut, TD 120/90 mmHg, suhu 40 °C, nadi 62x/menit, uterus membesar, lembek, lochea berbau. Dilihat dari gejala yang timbul maka ibu mengalami endometritis. 3 1 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 32.
    SOAL 15 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS 3 2 Seorangperempuan, berumur 21 tahun, nifas hari ke-3, datang ke Puskesmas dengan keluhan nyeri di daerah luka jahitan. Hasil anamnesis: riwayat persalinan spontan di PMB. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, suhu 38 °C, terdapat pengeluaran pus. Tindakan apakah yang paling tepat diberikan oleh bidan? a. Memberikan antibiotic b. Melakukan penjahitan ulang c. Merujuk pasien ke rumah sakit d. Menganjurkan ibu membersihkan luka dengan Iodine Betadine e. Melepas jahitan perineum
  • 33.
    J AW ABANSOAL 15: A. MEMBER IKAN AN TIBIOTIC Penjelasan: Vulvitis merupakan infeksi pada luka bekas sayatan episiotomi atau robekan perineum ditandai dengan daerah sekitar luka membengkak, merah, jahitan mudah terlepas, luka terbuka menjadi ulkus, dan mengeluarkan pus. Penanganan pada kasus ini merupakan pemberian antibiotik, roborantia, pemantauan vital sign, serta in take out pasien (makanan dan minuman). Berdasarkan teori yang sudah dijelaskan, bahwa tanda-tanda yang ibu rasakan seperti jahitan perineum membengkak, mudah lepas, dan keluar nanah, maka hal tersebut merupakan tanda infeksi, yaitu vulvitis. Penanganan yang bisa diberikan salah satunya adalah pemberian antibiotik. 3 3 PEMBAHASAN SOAL VIGNETTE NIFAS
  • 34.