PERAWATAN
LUKA POST
OPERATIVE
Dosen Pengampu:
Astri Yulia Sari Lubis, SST., M.Kes
01
02
03
Angkat Jahitan
Ganti Balutan
Perawatan Luka Perineum
Materi/Sub Pokok Bahasan
Pengertian Luka
Suatu keadaan terputusnya kontuinitas
jaringan tubuh, yg dpt menyebabkan
terganggunya fungsi tubuh shg dpt
mengganggu aktivitas sehari-hari
Jenis Luka
Berdasarkan sifat kejadian luka dibagi menjadi :
1. Luka disengaja misalnya luka terkena radiasi atau
bedah.
2. Luka yang tidak disengaja misalnya lka trauma.
Luka ini dibagi menjadi dua : luka tertutup dan luka
terbuka.
3. Di bidang kebidanan luka yg sering terjadi luka
episiotomi, luka bedah SC, luka dlm proses
persalinan
L.a.n.j.u.t.a.n.
Berdasarkan penyebabnya luka dibagi menjadi :
1. Luka mekanik terdiri atas : luka sayat, luka memar,
luka robek, luka tusuk, luka tembak, luka gigitan,
luka terkikis.
2. Luka non mekanik terdiri atas : luka akibat zat
kimia, termik, radiasi, atau serangan listrik
Proses Penyembuhan Luka
Proses penyembuhan luka melalui 4 tahap :
1. Tahap respon inflamasi akut thdp cedera.
2. Tahap destruktif
3.Tahap poliferatif
4.Tahap maturasi
Faktor Yang Memengaruhi
Penyembuhan Luka
1. Vaskularisasi
2. Anemia
3. Usia
4. Penyakit lain
5. Nutrisi
6. Kegemukan
7. Obat-obatan
8. Merokok
9. Stress
Masalah Yang Terjadi Pada
Luka Bedah Kebidanan
1. Perdarahan
2. Infeksi
3. Dehiscene atau pecahnya luka secara sebagian
atau keseluruhan
Definisi Post Operative
Perawatan post operative adalah
perawatan yang dilakukan untuk
meningkatkan proses
penyembuhan luka dan
mengurangi rasa nyeri dengan
cara merawat luka serta
memperbaiki asupan makanan
tinggi protein dan vitamin.
Tujuan Perawatan Luka Post Operative
1. Meningkatkan proses penyembuhan luka
2. Mengurangi rasa nyeri
3. Mencegah infeksi
4. Membunuh atau menghambat
pertumbuhan kuman/bakteri pada kulit dan
jaringan tubuh lainnya.
Prinsip-Prinsip
Perawatan Luka Post Operative
Beberapa prinsip dalam penyembuhan luka menurut Taylor (1997),
yaitu :
1. Kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringan dipengaruhi
oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum kesehatan tiap orang.
2. Respon tubuh pada luka lebih efektif jika nutrisi yang tepat tetap
dijaga.
3. Respon tubuh secara sistematik pada trauma.
4. Aliran darah ke dan dari jaringan yang luka.
5. Keutuhan kulit dan mukosa membran disiapkan sebagai garis
pertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme.
6. Penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari benda
asing tubuh termasuk bakteri
Cuci tangan sebelum dan
setelah merawat luka
Hindari menggosok dan
memencet luka
Gunakan perban steril atau
plaster
konsumsi makanan tinggi
protein dan kalori
Jika luka terlihat parah atau
berdarah, segera pergi ke
dokter untuk mendapatkan
perawatan lebih lanjut
CARA MERAWAT LUKA POST OPERATIVE
Jangan mengonsumsi obat-obatan
tanpa rekomendasi dokter
Hindari membasahi perban
untuk menutup luka
Buka balutan dengan hati –
hati
Bersihkan luka dengan
larutan NaCl dan air matang
Obati luka dengan
antiseptik
Ganti perban steril atau
plaster secara teratur
MENGANGKAT
JAHITAN
Pengertian
Merupakan tindakan yang dilakukan untuk
mengangkat jahitan luka bedah atau mengambil
jahitan pada luka bedah dengan cara memotong
simpul jahitan, yang bertujuan mencegah infeksi
silang & mempercepat proses penyembuhan luka
Definisi mengangkat jahitan Tujuan
Mengangkat Jahitan Post Operative
Tujuan mengangkat jahitan post
operative yaitu, untuk
meningkatkan proses
penyembuhan jaringan kulit dan
juga untuk mencegah infeksi.
Mengangkat jahitan merupakan
suatu proses yang dilakukan ketika
sesudah melakukan heting atau
penjahitan luka, dalam waktu
tertentu yang sudah ditentukan
dan harus diangkat jahitan nya.
Karena waktu heting menggunakan
bahan yang tidak bisa diserap oleh
kulit.
Hal – hal yang perlu
diperhatikan saat
mengangkat jahitan post
operative
1. Cermat dalam menjaga kesterilan
2. Mengangkat jahitan sampai bersih tidak
ada yang ketinggalan
3. Teknik pengangkatan jahitan di sesuaikan
dengan jahitan
4. Peka terhadap privasi pasien
Persiapan Alat
 Seperangkat peralatan steril dalam tempatnya (misalnya dalam
duk steril atau bak instrumen) yang terdiri dari :
• Pinset anatomi
• Pinset chirurgi
• Gunting lurus
• Kapas lidi
• Kasa steril
• Sarung tangan steril
• Mangkok (kom) kecil
L.a.n.j.u.t.a.n.
 Peralatan tidak steril yang terdiri dari :
 Gunting verband
 Plester
 Alkohol 70 % atau bensin dalam t4nya
 Bengkok (Nierbekken)
 Kain pembalut a/ verband secukupnya
 Obat disinfektan (bethadin, savlon, dll)
 Obat luka sesuai kebutuhan
Prosedur Kerja
 Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang hal-
hal yang akan dilakukan, dan posisi
pasien diatur sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan
 Cuci tangan
 Posisi pasien disiapkan sesuai kebutuhan
 Gunakan sarung tangan steril
 Balutan lama dibuka dan dibuang ketempat sampah
 Luka dibersihkan dengan kasa yang dibasahi larutan
disinfektan dan dilakukan satu arah dari dalam
keluar, lakukan hingga bersih.
 Kapas kotor dibuang ke tempatnya.
La.n.j.u.t.a.n.
 Simpul jahitan ditarik sedikit ke atas secara hati-hati
dengan memakai pinset chirurgi/anatomi, sehingga
benang yang berada dalam kulit kelihatan. Benang ini
digunting dan ditarik hati-hati, kemudian dibuang ke
kasa yang disediakan.
 Tekan daerah luka hingga tidak ada
 Berikan obat luka
 Luka ditutup secukupnya dengan kasa steril dan
kering, lalu diplester atau dibalut.
L.a.n.j.u.t.a.n.
• Setelah selesai, pasien dirapikan.
• Peralatan dibersihkan, dibereskan dan
dikembalikan ke tempat semula.
• Cuci tangan
MENGGANTI BALUTAN
Pengertian
Merupakan tindakan untuk merawat luka dan
melakukan pembalutan, dengan tujuan
mencegah infeksi silang (masuk melalui luka)
dan mempercepat proses penyembuhan
luka
Persiapan Alat
Seperangkat peralatan steril dalam tempatnya (misalnya
dalam duk steril atau bak instrumen) yang terdiri dari :
• Pinset anatomi
• Pinset chirurgi
• Kapas lidi
• Kasa steril
• Sarung tangan steril
• Mangkok (kom) kecil
L.a.n.j.u.t.a.n.
 Peralatan tidak steril yang terdiri dari :
 Gunting verband
 Plester
 Alkohol 70 % atau bensin dalam t4nya
 Bengkok (Nierbekken)
 Kain pembalut a/ verband secukupnya
 Obat disinfektan (bethadin, savlon, dll)
 Obat luka sesuai kebutuhan
Prosedur Kerja
 Persiapan Pasien
Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal
yang akan dilakukan, dan posisi pasien
diatur sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan
• Cuci tangan
• Balutan lama dibuka dan dibuang di
tempat sampah.
• Pakai handschoen steril
• Luka dibersihkan dengan kasa yang
dibasahi dengan larutan disinfektan, &
dilakukan satu arah dari dalam keluar.
L.a.n.j.u.t.a.n.
 Kasa kotor dibuang ditempat sampah.
 Luka diberi obat yang telah ditentukan.
 Luka ditutup secukupnya dengan kain
kasa steril dengan menggunakan pinset
steril. Usahakan serat kasa jangan
melekat pada luka.
L.a.n.j.u.t.a.n.
 Luka dibalut atau diplester secara rapi .
 Setelah selesai pasien dirapikan
 Peralatan dibersihkan, dibereskan dan
dikembalikan ke tempat semula.
 Cuci tangan
PERAWATAN
LUKA PERINEUM
Definisi perawatan luka
perineum
 Perawatan luka perineum adalah proses pemenuhan dasar
manusia (biologis, psikologis, sosial dan spiritual) dalam
rentan sakit sampai sehat.
 Perawatan perineum  Upaya memberikan pemenuhan
kebutuhan rasa nyaman dengan cara menyehatkan daerah
antara kedua paha yang dibatasi antara lubang dubur dan
bagian alat kelamin pada Wanita yang habis melahirkan agar
terhindar dari infeksi sehubungan dengan penyembuhan
jaringan yang terjadi dalam 28 hari setelah melahirkan.
Mencegah infeksi dari
masuknya
mikroorganisme ke dalam
kulit dan membran
mukosa
Menjaga kebersihan
daerah kemaluan
Mengurangi nyeri dan
meningkatkan rasa
nyaman pada ibu
Mencegah
bertambahnya
kerusakan jaringan
Mempercepat
pertumbuhan dan
mencegah perdarahan
Membersihkan luka dari
benda asing atau debris
Tujuan perawatan luka perineum
Episiotomi
Dampak perawatan luka perineum
Komplikasi
Kematian ibu
postpartum
Infeksi
Tanda Dan Gejala
Nyeri
Jahitan
perineum
tampak lembab
Keluar cairan
berupa darah
atau nanan
Bengkak
pada
luka
Demam
Prosedur Perawatan Perineum
 a. Mencuci tangannya
 b. Mengisi botol plastik yg dimiliki dengan air hangat
 c. Buang pembalut yg telah penuh dgn gerakan ke bawah
mengarah ke rektum & letakkan pembalut tersebut ke dlm
kantung plastik.
 d. Berkemih & BAB ke toilet
L.a.n.j.u.t.a.n.
 e. Semprotkan ke seluruh perineum dgn air
 f. Keringkan perineum dgn menggunakan
tissue dari depan ke belakang.
 g. Pasang pembalut dari depan ke belakang.
 h. Cuci kembali tangan
TERIMAKASIH

PERAWATAN LUKA POST OPERATIVE KEBIDANAN

  • 1.
  • 2.
    01 02 03 Angkat Jahitan Ganti Balutan PerawatanLuka Perineum Materi/Sub Pokok Bahasan
  • 3.
    Pengertian Luka Suatu keadaanterputusnya kontuinitas jaringan tubuh, yg dpt menyebabkan terganggunya fungsi tubuh shg dpt mengganggu aktivitas sehari-hari
  • 4.
    Jenis Luka Berdasarkan sifatkejadian luka dibagi menjadi : 1. Luka disengaja misalnya luka terkena radiasi atau bedah. 2. Luka yang tidak disengaja misalnya lka trauma. Luka ini dibagi menjadi dua : luka tertutup dan luka terbuka. 3. Di bidang kebidanan luka yg sering terjadi luka episiotomi, luka bedah SC, luka dlm proses persalinan
  • 5.
    L.a.n.j.u.t.a.n. Berdasarkan penyebabnya lukadibagi menjadi : 1. Luka mekanik terdiri atas : luka sayat, luka memar, luka robek, luka tusuk, luka tembak, luka gigitan, luka terkikis. 2. Luka non mekanik terdiri atas : luka akibat zat kimia, termik, radiasi, atau serangan listrik
  • 6.
    Proses Penyembuhan Luka Prosespenyembuhan luka melalui 4 tahap : 1. Tahap respon inflamasi akut thdp cedera. 2. Tahap destruktif 3.Tahap poliferatif 4.Tahap maturasi
  • 7.
    Faktor Yang Memengaruhi PenyembuhanLuka 1. Vaskularisasi 2. Anemia 3. Usia 4. Penyakit lain 5. Nutrisi 6. Kegemukan 7. Obat-obatan 8. Merokok 9. Stress
  • 8.
    Masalah Yang TerjadiPada Luka Bedah Kebidanan 1. Perdarahan 2. Infeksi 3. Dehiscene atau pecahnya luka secara sebagian atau keseluruhan
  • 9.
    Definisi Post Operative Perawatanpost operative adalah perawatan yang dilakukan untuk meningkatkan proses penyembuhan luka dan mengurangi rasa nyeri dengan cara merawat luka serta memperbaiki asupan makanan tinggi protein dan vitamin.
  • 10.
    Tujuan Perawatan LukaPost Operative 1. Meningkatkan proses penyembuhan luka 2. Mengurangi rasa nyeri 3. Mencegah infeksi 4. Membunuh atau menghambat pertumbuhan kuman/bakteri pada kulit dan jaringan tubuh lainnya.
  • 11.
    Prinsip-Prinsip Perawatan Luka PostOperative Beberapa prinsip dalam penyembuhan luka menurut Taylor (1997), yaitu : 1. Kemampuan tubuh untuk menangani trauma jaringan dipengaruhi oleh luasnya kerusakan dan keadaan umum kesehatan tiap orang. 2. Respon tubuh pada luka lebih efektif jika nutrisi yang tepat tetap dijaga. 3. Respon tubuh secara sistematik pada trauma. 4. Aliran darah ke dan dari jaringan yang luka. 5. Keutuhan kulit dan mukosa membran disiapkan sebagai garis pertama untuk mempertahankan diri dari mikroorganisme. 6. Penyembuhan normal ditingkatkan ketika luka bebas dari benda asing tubuh termasuk bakteri
  • 12.
    Cuci tangan sebelumdan setelah merawat luka Hindari menggosok dan memencet luka Gunakan perban steril atau plaster konsumsi makanan tinggi protein dan kalori Jika luka terlihat parah atau berdarah, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut CARA MERAWAT LUKA POST OPERATIVE Jangan mengonsumsi obat-obatan tanpa rekomendasi dokter Hindari membasahi perban untuk menutup luka Buka balutan dengan hati – hati Bersihkan luka dengan larutan NaCl dan air matang Obati luka dengan antiseptik Ganti perban steril atau plaster secara teratur
  • 13.
  • 14.
    Pengertian Merupakan tindakan yangdilakukan untuk mengangkat jahitan luka bedah atau mengambil jahitan pada luka bedah dengan cara memotong simpul jahitan, yang bertujuan mencegah infeksi silang & mempercepat proses penyembuhan luka
  • 15.
    Definisi mengangkat jahitanTujuan Mengangkat Jahitan Post Operative Tujuan mengangkat jahitan post operative yaitu, untuk meningkatkan proses penyembuhan jaringan kulit dan juga untuk mencegah infeksi. Mengangkat jahitan merupakan suatu proses yang dilakukan ketika sesudah melakukan heting atau penjahitan luka, dalam waktu tertentu yang sudah ditentukan dan harus diangkat jahitan nya. Karena waktu heting menggunakan bahan yang tidak bisa diserap oleh kulit.
  • 16.
    Hal – halyang perlu diperhatikan saat mengangkat jahitan post operative 1. Cermat dalam menjaga kesterilan 2. Mengangkat jahitan sampai bersih tidak ada yang ketinggalan 3. Teknik pengangkatan jahitan di sesuaikan dengan jahitan 4. Peka terhadap privasi pasien
  • 17.
    Persiapan Alat  Seperangkatperalatan steril dalam tempatnya (misalnya dalam duk steril atau bak instrumen) yang terdiri dari : • Pinset anatomi • Pinset chirurgi • Gunting lurus • Kapas lidi • Kasa steril • Sarung tangan steril • Mangkok (kom) kecil
  • 18.
    L.a.n.j.u.t.a.n.  Peralatan tidaksteril yang terdiri dari :  Gunting verband  Plester  Alkohol 70 % atau bensin dalam t4nya  Bengkok (Nierbekken)  Kain pembalut a/ verband secukupnya  Obat disinfektan (bethadin, savlon, dll)  Obat luka sesuai kebutuhan
  • 19.
    Prosedur Kerja  PersiapanPasien Pasien diberi penjelasan tentang hal- hal yang akan dilakukan, dan posisi pasien diatur sesuai kebutuhan.
  • 20.
    Pelaksanaan  Cuci tangan Posisi pasien disiapkan sesuai kebutuhan  Gunakan sarung tangan steril  Balutan lama dibuka dan dibuang ketempat sampah  Luka dibersihkan dengan kasa yang dibasahi larutan disinfektan dan dilakukan satu arah dari dalam keluar, lakukan hingga bersih.  Kapas kotor dibuang ke tempatnya.
  • 21.
    La.n.j.u.t.a.n.  Simpul jahitanditarik sedikit ke atas secara hati-hati dengan memakai pinset chirurgi/anatomi, sehingga benang yang berada dalam kulit kelihatan. Benang ini digunting dan ditarik hati-hati, kemudian dibuang ke kasa yang disediakan.  Tekan daerah luka hingga tidak ada  Berikan obat luka  Luka ditutup secukupnya dengan kasa steril dan kering, lalu diplester atau dibalut.
  • 22.
    L.a.n.j.u.t.a.n. • Setelah selesai,pasien dirapikan. • Peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula. • Cuci tangan
  • 23.
  • 24.
    Pengertian Merupakan tindakan untukmerawat luka dan melakukan pembalutan, dengan tujuan mencegah infeksi silang (masuk melalui luka) dan mempercepat proses penyembuhan luka
  • 25.
    Persiapan Alat Seperangkat peralatansteril dalam tempatnya (misalnya dalam duk steril atau bak instrumen) yang terdiri dari : • Pinset anatomi • Pinset chirurgi • Kapas lidi • Kasa steril • Sarung tangan steril • Mangkok (kom) kecil
  • 26.
    L.a.n.j.u.t.a.n.  Peralatan tidaksteril yang terdiri dari :  Gunting verband  Plester  Alkohol 70 % atau bensin dalam t4nya  Bengkok (Nierbekken)  Kain pembalut a/ verband secukupnya  Obat disinfektan (bethadin, savlon, dll)  Obat luka sesuai kebutuhan
  • 27.
    Prosedur Kerja  PersiapanPasien Pasien diberi penjelasan tentang hal-hal yang akan dilakukan, dan posisi pasien diatur sesuai kebutuhan.
  • 28.
    Pelaksanaan • Cuci tangan •Balutan lama dibuka dan dibuang di tempat sampah. • Pakai handschoen steril • Luka dibersihkan dengan kasa yang dibasahi dengan larutan disinfektan, & dilakukan satu arah dari dalam keluar.
  • 29.
    L.a.n.j.u.t.a.n.  Kasa kotordibuang ditempat sampah.  Luka diberi obat yang telah ditentukan.  Luka ditutup secukupnya dengan kain kasa steril dengan menggunakan pinset steril. Usahakan serat kasa jangan melekat pada luka.
  • 30.
    L.a.n.j.u.t.a.n.  Luka dibalutatau diplester secara rapi .  Setelah selesai pasien dirapikan  Peralatan dibersihkan, dibereskan dan dikembalikan ke tempat semula.  Cuci tangan
  • 31.
  • 33.
    Definisi perawatan luka perineum Perawatan luka perineum adalah proses pemenuhan dasar manusia (biologis, psikologis, sosial dan spiritual) dalam rentan sakit sampai sehat.  Perawatan perineum  Upaya memberikan pemenuhan kebutuhan rasa nyaman dengan cara menyehatkan daerah antara kedua paha yang dibatasi antara lubang dubur dan bagian alat kelamin pada Wanita yang habis melahirkan agar terhindar dari infeksi sehubungan dengan penyembuhan jaringan yang terjadi dalam 28 hari setelah melahirkan.
  • 34.
    Mencegah infeksi dari masuknya mikroorganismeke dalam kulit dan membran mukosa Menjaga kebersihan daerah kemaluan Mengurangi nyeri dan meningkatkan rasa nyaman pada ibu Mencegah bertambahnya kerusakan jaringan Mempercepat pertumbuhan dan mencegah perdarahan Membersihkan luka dari benda asing atau debris Tujuan perawatan luka perineum
  • 36.
  • 37.
    Dampak perawatan lukaperineum Komplikasi Kematian ibu postpartum Infeksi
  • 38.
    Tanda Dan Gejala Nyeri Jahitan perineum tampaklembab Keluar cairan berupa darah atau nanan Bengkak pada luka Demam
  • 40.
    Prosedur Perawatan Perineum a. Mencuci tangannya  b. Mengisi botol plastik yg dimiliki dengan air hangat  c. Buang pembalut yg telah penuh dgn gerakan ke bawah mengarah ke rektum & letakkan pembalut tersebut ke dlm kantung plastik.  d. Berkemih & BAB ke toilet
  • 41.
    L.a.n.j.u.t.a.n.  e. Semprotkanke seluruh perineum dgn air  f. Keringkan perineum dgn menggunakan tissue dari depan ke belakang.  g. Pasang pembalut dari depan ke belakang.  h. Cuci kembali tangan
  • 42.