Sales = Proses



Author: Alfa Maulana, S.Sos., MBA



     I.        PENDAHULUAN

               Sales! Sebuah kata yang memiliki berbagai pengertian yang sangat luas dan beragam,
    tergantung dari sudut pandang pembahasan. Tetapi seluas apapun kita mengartikan kata tersebut,
    Sales tetap memiliki makna yang sama yaitu terkait dengan sebuah kegiatan menjual barang, jasa
    atau ide.

               Dalam hal ini penulis akan mencoba mempermudah dari sisi pengertiannya yaitu
    merupakan sebuah proses kegiatan penjualan baik itu produk jasa ataupun barang dan segala hal
    yang terkait dengan proses tersebut. Lalu akan menjadikan pembahasannya lebih detail dan
    menarik terkait hal tersebut dengan didasari beberapa teori dari para ahli atau pakar yang
    mendukung kegiatan-kegiatan didalam proses itu sendiri.

               Dimulai dengan pembedahan dari serangkaian proses sales tersebut menjadi beberapa
    kegiatan-kegiatan besar yang mendukung proses menjadi lebih sempurna. Kegiatan-kegiatan
    tersebut antara lain:

               1. Communication
               2. Listening
               3. Negotiation
               4. Problem Solving
               5. Decision Making

               Dengan melakukan pembedahan menjadi beberapa kegiatan besar tersebut diharapkan
      akan membuat audience atau pembaca dapat memahami apa makna sebenarnya mengenai Sales
      dan proses sales itu sendiri.




     II.       Communication

               Arti kata komunikasi didalam ilmu Business Communication menurut Ardimas Sasdi,
      MSi adalah the way people get their points across, get worked done and get recognized for their
      contribution. Dan komunikasi dibagi menjadi beberapa bagian besar, seperti: Mass
      Communication,          Interpersonal/Intercultural   Communication,   Political   Communication,
      Business/Organizational Communication.

Sebuah Tulisan tentang ‘Sales’ – AM/28Maret2012                                                  Page 1
Di semua pekerjaan ataupun kegiatan, komunikasi sangat memegang peranan penting.
     Seringkali hal ini dianggap sepele oleh kebanyakan orang sehingga dalam melakukan
     hubungannya dengan pihak lain, tidak jarang hingga timbul permasalahan mulai dari tidak
     sampainya pesan yang dikirimkan kepada receiver (penerima pesan) atau bahkan sampai
     berujung kepada disintegrasi. Dalam dunia Sales hal ini bisa mengakibatkan complain dari
     pelanggan atau bahkan pindahnya pelanggan ke produk pesaing.

               Dalam kondisi tersebut secara umum, perusahaan akan dihadapkan dengan permasalahan
     berkurangnya market-share seiring pindahnya pelanggan tersebut ke perusahaan pesaing dan
     akan berdampak pula kepada meningkatnya acquisition-cost. Didalam dunia bisnis atau sales, hal
     tersebut sangat dihindari, karena biaya untuk mendapatkan pelanggan lebih kecil dibandingkan
     dengan biaya untuk mendapatkan kembali pelanggan yang sudah kecewa dan ‘lari’ ke produk
     pesaing. Itulah yang dimaksud dengan meningkatnya acquisition-cost tadi.

               Secara khusus, dampak yang diterima oleh Sales person dengan kejadian tersebut akan
     diderita 2-3 kali lipat dibandingkan yang dialami perusahaan. Disamping menurunnya performa,
     berkurangnya kesempatan menjual dipasar, sampai kepada hilangnya kepercayaan pasar terhadap
     dirinya sendiri sebagai sales person (distrust). Dan tidak jarang pula hal tersebut sampai
     berdampak pada menurunnya semangat kerja dan daya jual individu tersebut.

               Dengan pemahaman awal tentang pentingnya komunikasi dalam sebuah proses sales,
     maka setiap sales person harus dibekali dengan kemampuan komunikasi yang memadai sesuai
     dengan kebutuhannya. Misalnya, seorang sales person di industri manufacturing atau consumer
     goods memiliki kemampuan komunikasi berbeda dengan sales person di industri perbankan atau
     keuangan.

               Komunikasi memiliki 2 bentuk antara lain:

          1. Verbal Communication: face-to-face conversation, meetings, memos, report
          2. Non-verbal Communication: pictures, company logos, gesture, body language, place or
               space.

               Terkait dengan proses sales seorang sales person harus dapat mengkombinasikan 2
     bentuk komunikasi tersebut




Sebuah Tulisan tentang ‘Sales’ – AM/28Maret2012                                             Page 2

Salesmanship

  • 1.
    Sales = Proses Author:Alfa Maulana, S.Sos., MBA I. PENDAHULUAN Sales! Sebuah kata yang memiliki berbagai pengertian yang sangat luas dan beragam, tergantung dari sudut pandang pembahasan. Tetapi seluas apapun kita mengartikan kata tersebut, Sales tetap memiliki makna yang sama yaitu terkait dengan sebuah kegiatan menjual barang, jasa atau ide. Dalam hal ini penulis akan mencoba mempermudah dari sisi pengertiannya yaitu merupakan sebuah proses kegiatan penjualan baik itu produk jasa ataupun barang dan segala hal yang terkait dengan proses tersebut. Lalu akan menjadikan pembahasannya lebih detail dan menarik terkait hal tersebut dengan didasari beberapa teori dari para ahli atau pakar yang mendukung kegiatan-kegiatan didalam proses itu sendiri. Dimulai dengan pembedahan dari serangkaian proses sales tersebut menjadi beberapa kegiatan-kegiatan besar yang mendukung proses menjadi lebih sempurna. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain: 1. Communication 2. Listening 3. Negotiation 4. Problem Solving 5. Decision Making Dengan melakukan pembedahan menjadi beberapa kegiatan besar tersebut diharapkan akan membuat audience atau pembaca dapat memahami apa makna sebenarnya mengenai Sales dan proses sales itu sendiri. II. Communication Arti kata komunikasi didalam ilmu Business Communication menurut Ardimas Sasdi, MSi adalah the way people get their points across, get worked done and get recognized for their contribution. Dan komunikasi dibagi menjadi beberapa bagian besar, seperti: Mass Communication, Interpersonal/Intercultural Communication, Political Communication, Business/Organizational Communication. Sebuah Tulisan tentang ‘Sales’ – AM/28Maret2012 Page 1
  • 2.
    Di semua pekerjaanataupun kegiatan, komunikasi sangat memegang peranan penting. Seringkali hal ini dianggap sepele oleh kebanyakan orang sehingga dalam melakukan hubungannya dengan pihak lain, tidak jarang hingga timbul permasalahan mulai dari tidak sampainya pesan yang dikirimkan kepada receiver (penerima pesan) atau bahkan sampai berujung kepada disintegrasi. Dalam dunia Sales hal ini bisa mengakibatkan complain dari pelanggan atau bahkan pindahnya pelanggan ke produk pesaing. Dalam kondisi tersebut secara umum, perusahaan akan dihadapkan dengan permasalahan berkurangnya market-share seiring pindahnya pelanggan tersebut ke perusahaan pesaing dan akan berdampak pula kepada meningkatnya acquisition-cost. Didalam dunia bisnis atau sales, hal tersebut sangat dihindari, karena biaya untuk mendapatkan pelanggan lebih kecil dibandingkan dengan biaya untuk mendapatkan kembali pelanggan yang sudah kecewa dan ‘lari’ ke produk pesaing. Itulah yang dimaksud dengan meningkatnya acquisition-cost tadi. Secara khusus, dampak yang diterima oleh Sales person dengan kejadian tersebut akan diderita 2-3 kali lipat dibandingkan yang dialami perusahaan. Disamping menurunnya performa, berkurangnya kesempatan menjual dipasar, sampai kepada hilangnya kepercayaan pasar terhadap dirinya sendiri sebagai sales person (distrust). Dan tidak jarang pula hal tersebut sampai berdampak pada menurunnya semangat kerja dan daya jual individu tersebut. Dengan pemahaman awal tentang pentingnya komunikasi dalam sebuah proses sales, maka setiap sales person harus dibekali dengan kemampuan komunikasi yang memadai sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya, seorang sales person di industri manufacturing atau consumer goods memiliki kemampuan komunikasi berbeda dengan sales person di industri perbankan atau keuangan. Komunikasi memiliki 2 bentuk antara lain: 1. Verbal Communication: face-to-face conversation, meetings, memos, report 2. Non-verbal Communication: pictures, company logos, gesture, body language, place or space. Terkait dengan proses sales seorang sales person harus dapat mengkombinasikan 2 bentuk komunikasi tersebut Sebuah Tulisan tentang ‘Sales’ – AM/28Maret2012 Page 2