Proses Menua  dan  Implikasi Kliniknya Oleh Sjamsu Umar Divisi Geriatri Bag Penyakit Dalam FK Unsiah/RSUD
Pendahuluan Di Indonesia  Tahun 1990 – 2005  414 % Angka tertinggi  di dunia SOSIAL BIOLOGIS PSIKOLOGIS
PROSES MENUA  : SUATU PROSES YANG MENGUBAH  SEORANG DEWASA SEHAT MENJADI SEORANG  YANG  BERSIFAT RAPUH, DENGAN PENURUNAN HAMPIR SELURUH SISTEM FISIOLOGIS TUBUH DAN NAIKNYA KERENTANAN TERHADAP PENYAKIT DAN KEMATIAN
GERIATRI LONGEVITY Proses  menua Istilah GERONTOLOGI
Aspek biologi Gerontologi Aspek Sosiologi Aspek Sejarah Ilmu
Geriatri Pemberian pelayanan kesehatan terhadap usia lanjut Ilmu kedokteran yang mengobati kondisi dan penyakit yang  dikaitkan dengan proses menua dan usia lanjut
Longevity  (lama hidup individu) Mean Longivity Maximum Longivity Usia Harapan hidup Dihitung berdasarkan  penjumlahan umur  Semua anggota populasi saat meninggal Dibagi jumlah anggota populasi tersebut Usia maximum (110-120) Merupakan usia saat meninggal dari Anggota populasi yang hidup paling lama
THEORIES OF AGEING FREE RADICAL  (Harman) GLYCOSYLATIO N (Monnier) DNA REPAIR RATE  (Hart & Setlow) TELOMERE SHORTENING mtDNA MUTATION (15 - 32)
OXIDATIVE METHABOLISM DISFUNGSIONAL MOL. +  (DNA, PROT, LIPID) CELL DISFUNCTION ACCUMULATION (age-related) MAIN PRODUCT ADVERSE PRODUCT  (FREE RADICAL/ OXIDANT) FREE RADICAL THEORY   (Harman, 1956)
DNA REPAIR RATE THEORY (Hart & Setlow, 1974) DNA REPAIR RATE DIFFERENCES AMONG SPESIES SPESIES WITH HIGH MLP*  DNA REPAIR RATE FIBROBLAST CULTURE UV  DNA DAMAGE (* MLP: Maximum Lifespan Potential)
GLYCOSILATION THEORY   (Monnier, 1990) GLYCOSILATION NON-ENZ. PROTEIN GLYCOSIL- PROT DYSFUNCTION LIFE EXPECTANCY CR (Calorie restriction) Accumulation (age related)
TELOMERE SHORTENING THEORY (Hastle  et al , 1990) PROPORSIONAL TELOMERE SHORTENING-RELATED AGE CHROMOSOMAL TELOMERE FETAL SOMATIC CELL ARE LONGER THAN IN ADULT TELOMERE SHORTENING - RELATED STEP OF FIBROBLAST CULTURE (Exception: cancer cells)
MITOCHONDRIAL DNA  (mtDNA) MUTATION THEORY mtDNA MUTATION  MITOCHONDRIAL DISFUNCTION    FREE RADICAL DEGENERATION AGE - RELATED FREE RADICAL PRODUCTION RATE mtDNA MUTATION RATE
5 12 20 30 40 50 65 Mati Lahir Usia lanjut Dewasa panjang (usia senja) Dewasa Remaja Anak-anak Balita SIKLUS KEHIDUPAN
PERUBAHAN KOMPOSISI TUBUH USIA 25 TAHUN USIA 70 TAHUN 53% 12% 5% 30% 61% 19% 6% 14% KOMPOSISI TUBUH
UMUR 0 10 20 30 40 kronik akut latihan KAPASITAS FISIK 50% 100% Nor mal harapan 60 60 70 50 80 ?
DEWASA SEHAT TUA   dengan   ►   GANGGUAN   ►   KETIDAKMAMPUAN    ►   KETERBATASAN   ►   PENYAKIT PROSES MENUA
PERUBAHAN FISIK SIKLUS KEHIDUPAN
Pasien usia lanjut sering disalah artikan sebagai pasien geriatri Pasien usia lanjut belum tentu pasien geriatri sedangkan pasien geriatri dengan sendirinya merupakan pasien usia lanjut. Pasien geriatri mempunyai sejumlah karakteristik yang membedakannya dengan pasien dewasa umumnya  Pasien geriatri menunjukkan sejumlah gejala khas yang terdapat pada kelompok populasi ini  Karena karakteristik  dan sindrom pada pasien geriatri berbeda, maka diperlukan pendekatan khusus.  Pendekatan yang berorientasi bio-psiko-sosial mutlak diperlukan agar penatalaksanaannya paripurna
Batasan   Menurut WHO kantor asia selatan dan tenggara di new delhi batasan usia lanjut untuk indonesia : sampai saat ini masih 60 tahun keatas. Pasien usia lanjut pun mengacu pada ketentuan bahwa ia berusia 60 tahun keatas Sedangkan pasien geriatri mengacu pada pengertian: selain berusia 60 thn keatas, juga memiliki berapa ciri tertentu yang membedakannya dari pasien usia lanjut maupun pasien dewasa muda lainnya
Karakteristik pasien geriatri  Pasien geriatri memilki beberapa ciri khas :  multipatologi  Tampilan gejala dan tanda tak khas  Daya cadangan faali menurun Disertai gangguan status fungsional Di indonesia umumnya disertai gangguan nustrisi Multipatologi : pasien geriatri memiliki lebih dari satu penyakit pada saat yang sama merupakan akumulasi penyakit degeneratif yang melekat pada dirinya selama bertahun – tahun dan karna suatu kondisi akut tertentu mengakibatkan yang bersangkutan harus dirawat di rumah sakit atau menjadi terpaksa terbaring dirumah.
Gejala dan tanda pasien geriatri biasanya tidak khas lagi: misalnya seorang pasien geriatri dengan pneumonia jarang menunjukkan gejal lengkap: demam, batuk, sesak nafas, dan lekositosis. Gejala yang acap kali timbul adalah nafsumakan berkurang, kelemahan umum, pasien terlihat apatis dan delirium Pasien geriatri dengan riwayat premorbid osteoartritis pada beberapa sendi besar yang mengalami gagal jantung kongestif bukan tidak mungkin ke IGD dengan keluhna jatuh. pada anamnesis berlanjut tidak dijumpai keluhan sesak nafas,  dyspnoe d’effort  maupun  paroxysmal nocturnal dyspnoe.
Fungsi organ orang –orang usia lanjut akan mengalami penurunan, penurunan faal ini akan membawa konsekwensi menurunnya daya cadangan faali.  Contoh :  pasien geriatri dengan pneumonia biasanya disertai penurunan daya  tahan tubuh nonspesifik : penurunan aktivitas sillia saluran nafas serta  reflek  batuk  Pasiennya tidak hanya diobati dengan antibiotika dan mukolitik saja melainkan diperlukan beberapa upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh spesifik tadi  seperti latihan bernafas dan drainase postural  Contoh lain  :  penurunan jumlah glomerulus ginjalyang menyebabkab pemberian obat  pada  pasien geriatri memerlukan pertimbangan penyesuaian dosis (karena  eksresi  obat sebagaian besar melalui ginjal. Status fungsional diartikan. Sebagai kemampuan seseorang melakukan aktivitas hidup sehari – hari secara mandiri. contoh : bangun  dari posisi berbaring, duduk, berjalan, mandi,berkemih, berpakaian,  bersolek,  makan, naik-turun tangga dan buang air besar
Penyakit akut yang menyerang, biasanya pasien geriatri akan mengalami penurunan status fungsional, misalnya dari mandiri menjadi ketergantungan ringan atau sedang; dari ketergantungan ringan menjadi ketergantungan sedang sampai berat. Pasien geriatri juga sering datang berobat disertai gangguan status nutrisi. Gizi kurang acapkali tak terperhatikan oleh pasien maupun keluarganya sampai pasien benar – benar jatuh dalam statsus gizi yang buruk. Indeks massa tubuh menggambarkan status nutrisi yang lebih akurat. Defesiensi vitamin dan mineral sering menyertai gizi kurang dan gizi buruk  Beberapa gejala dan tanda khas juga sering mewarnai tampilan klinik pasien. Gejala atau tanda tersebut adalah:inkontinensia urine, inkontinensia alvi. Penglihatan dan pendengaran, irritabable bowel, immobilisasi, iatrogenesis, impaksi fekal, infeksi, inanition (gangguan masukan makanan) dan instabilitas.
Immobility (keterbatasan gerak) Instability (tidak stabil) Intelectual impairment (gangguan intelektual) Impairment of vision and hearing Isolation (depression) Inanition (malnutrition) Irritable colon (gangguan BAB) PROBLEM GERIATRI
Incontinence (gangguan buang air kecil) Infection (Infeksi) Iatrogenesis (gangguan karena obat) Insomnia (sulit tidur) Immune deficiency (penurunan sistem imun) Impotence (lemah syahwat)  Impecunity (merasa miskin) PROBLEM GERIATRI  (lanjutan)
PENYAKIT AKIBAT PROSES MENUA NUTRISI (gizi) MUSKULOSKELETAL (otot-tulang) METABOLISME (pengolahan makanan) KARDIOVASKULER (jantung-vasa) RESPIRASI (pernapasan) SEREBROVASKULER (otak-vasa) OTOIMUN (kekebalan terhadap bahan tubuh sendiri)
MUSKULOSKELETAL PROBLEMS (masalah otot dan tulang) MYALGIA   (rasa sakit pada otot/daging) :  MYOSITIS TENDINITIS ARTHRALGIA (rasa sakit pada sendi) :  ARTHROSIS OSTEOARTRITIS OSTEOPOROSIS (tulang keropos)
IMPLIKASI KLINIK PROSES MENUA
 
 
 
 
 
Sistem reproduksi  Menciutnya ovari dan uterus Pada laki – laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa Atrofi payudara Selaput lendir vagina menurun Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal kondisi kesehatan baik
 
 
 
Asesmen geriatri Suatu analisis multi-dimensional yang dilakukan oleh seorang ahli geriatri atau suatu tim multidisipliner yang bekerja secara interdisiplin atas seorang usia lanjut   untuk menilai kapabilitas medis, fungsional dan psiko-sosial   agar dapat dilakukan penatalaksanaan menyeluruh dan berkesinambungan sampai dengan batas terminal kehidupan
age 0 10 20 30 40 PHYSICAL CAPACITY 50% 100% (Brocklehurst & Allen, 1987) Chronic exercise ? expected ? 60 acute AGING PROCESS
357 348 324 310 301 292 264 236 219 201 136 125 122 121 116 105 99 67 65 56 51 51 49 48 47 38 38 36 36 23 21 Guatemala Singapore Mexico Philippine Indonesia Brazil India China Hongkong Bangladesh Canada Australia Poland Japan Israel United States New Zealand France Bulgaria Luxemborg Hungary Italy Belgium Greece Uruguay Denmark Germany Austria Noorway United Kingdom Sweden PERCENT INCREASE  ELDERLY POPULATION  1985-2025
 
Proses menua merupakan proses alamiah, tidak dapat dihindari dan pasti dialami oleh setiap individu. Sebagai akibat menua dan/atau penyakit degeneratif yang muncul seiring dengan menuanya seseorang akan mengakibatkan timbulnya berbagai masalah fisik biologik, psikologik dan sosial. Proses menua tersebut juga akan menyebabkan perubahan yang berlangsung secara bertahap pada berbagai organ tubuh dan perubahan ini dapat menimbulkan kondisi yang perlu diantisipasi.  Diperlukan pemahaman yang benar tentang proses menua dan implikasi kliniknya. Penutup
“…  Allah tidak akan menurunkan penyakit kecuali bersama dengan obatnya,  ………………… . selain tua” Terima Kasih
 

Proses menua dan implikasinya

  • 1.
    Proses Menua dan Implikasi Kliniknya Oleh Sjamsu Umar Divisi Geriatri Bag Penyakit Dalam FK Unsiah/RSUD
  • 2.
    Pendahuluan Di Indonesia Tahun 1990 – 2005 414 % Angka tertinggi di dunia SOSIAL BIOLOGIS PSIKOLOGIS
  • 3.
    PROSES MENUA : SUATU PROSES YANG MENGUBAH SEORANG DEWASA SEHAT MENJADI SEORANG YANG BERSIFAT RAPUH, DENGAN PENURUNAN HAMPIR SELURUH SISTEM FISIOLOGIS TUBUH DAN NAIKNYA KERENTANAN TERHADAP PENYAKIT DAN KEMATIAN
  • 4.
    GERIATRI LONGEVITY Proses menua Istilah GERONTOLOGI
  • 5.
    Aspek biologi GerontologiAspek Sosiologi Aspek Sejarah Ilmu
  • 6.
    Geriatri Pemberian pelayanankesehatan terhadap usia lanjut Ilmu kedokteran yang mengobati kondisi dan penyakit yang dikaitkan dengan proses menua dan usia lanjut
  • 7.
    Longevity (lamahidup individu) Mean Longivity Maximum Longivity Usia Harapan hidup Dihitung berdasarkan penjumlahan umur Semua anggota populasi saat meninggal Dibagi jumlah anggota populasi tersebut Usia maximum (110-120) Merupakan usia saat meninggal dari Anggota populasi yang hidup paling lama
  • 8.
    THEORIES OF AGEINGFREE RADICAL (Harman) GLYCOSYLATIO N (Monnier) DNA REPAIR RATE (Hart & Setlow) TELOMERE SHORTENING mtDNA MUTATION (15 - 32)
  • 9.
    OXIDATIVE METHABOLISM DISFUNGSIONALMOL. + (DNA, PROT, LIPID) CELL DISFUNCTION ACCUMULATION (age-related) MAIN PRODUCT ADVERSE PRODUCT (FREE RADICAL/ OXIDANT) FREE RADICAL THEORY (Harman, 1956)
  • 10.
    DNA REPAIR RATETHEORY (Hart & Setlow, 1974) DNA REPAIR RATE DIFFERENCES AMONG SPESIES SPESIES WITH HIGH MLP* DNA REPAIR RATE FIBROBLAST CULTURE UV DNA DAMAGE (* MLP: Maximum Lifespan Potential)
  • 11.
    GLYCOSILATION THEORY (Monnier, 1990) GLYCOSILATION NON-ENZ. PROTEIN GLYCOSIL- PROT DYSFUNCTION LIFE EXPECTANCY CR (Calorie restriction) Accumulation (age related)
  • 12.
    TELOMERE SHORTENING THEORY(Hastle et al , 1990) PROPORSIONAL TELOMERE SHORTENING-RELATED AGE CHROMOSOMAL TELOMERE FETAL SOMATIC CELL ARE LONGER THAN IN ADULT TELOMERE SHORTENING - RELATED STEP OF FIBROBLAST CULTURE (Exception: cancer cells)
  • 13.
    MITOCHONDRIAL DNA (mtDNA) MUTATION THEORY mtDNA MUTATION MITOCHONDRIAL DISFUNCTION  FREE RADICAL DEGENERATION AGE - RELATED FREE RADICAL PRODUCTION RATE mtDNA MUTATION RATE
  • 14.
    5 12 2030 40 50 65 Mati Lahir Usia lanjut Dewasa panjang (usia senja) Dewasa Remaja Anak-anak Balita SIKLUS KEHIDUPAN
  • 15.
    PERUBAHAN KOMPOSISI TUBUHUSIA 25 TAHUN USIA 70 TAHUN 53% 12% 5% 30% 61% 19% 6% 14% KOMPOSISI TUBUH
  • 16.
    UMUR 0 1020 30 40 kronik akut latihan KAPASITAS FISIK 50% 100% Nor mal harapan 60 60 70 50 80 ?
  • 17.
    DEWASA SEHAT TUA dengan ► GANGGUAN ► KETIDAKMAMPUAN ► KETERBATASAN ► PENYAKIT PROSES MENUA
  • 18.
  • 19.
    Pasien usia lanjutsering disalah artikan sebagai pasien geriatri Pasien usia lanjut belum tentu pasien geriatri sedangkan pasien geriatri dengan sendirinya merupakan pasien usia lanjut. Pasien geriatri mempunyai sejumlah karakteristik yang membedakannya dengan pasien dewasa umumnya Pasien geriatri menunjukkan sejumlah gejala khas yang terdapat pada kelompok populasi ini Karena karakteristik dan sindrom pada pasien geriatri berbeda, maka diperlukan pendekatan khusus. Pendekatan yang berorientasi bio-psiko-sosial mutlak diperlukan agar penatalaksanaannya paripurna
  • 20.
    Batasan Menurut WHO kantor asia selatan dan tenggara di new delhi batasan usia lanjut untuk indonesia : sampai saat ini masih 60 tahun keatas. Pasien usia lanjut pun mengacu pada ketentuan bahwa ia berusia 60 tahun keatas Sedangkan pasien geriatri mengacu pada pengertian: selain berusia 60 thn keatas, juga memiliki berapa ciri tertentu yang membedakannya dari pasien usia lanjut maupun pasien dewasa muda lainnya
  • 21.
    Karakteristik pasien geriatri Pasien geriatri memilki beberapa ciri khas : multipatologi Tampilan gejala dan tanda tak khas Daya cadangan faali menurun Disertai gangguan status fungsional Di indonesia umumnya disertai gangguan nustrisi Multipatologi : pasien geriatri memiliki lebih dari satu penyakit pada saat yang sama merupakan akumulasi penyakit degeneratif yang melekat pada dirinya selama bertahun – tahun dan karna suatu kondisi akut tertentu mengakibatkan yang bersangkutan harus dirawat di rumah sakit atau menjadi terpaksa terbaring dirumah.
  • 22.
    Gejala dan tandapasien geriatri biasanya tidak khas lagi: misalnya seorang pasien geriatri dengan pneumonia jarang menunjukkan gejal lengkap: demam, batuk, sesak nafas, dan lekositosis. Gejala yang acap kali timbul adalah nafsumakan berkurang, kelemahan umum, pasien terlihat apatis dan delirium Pasien geriatri dengan riwayat premorbid osteoartritis pada beberapa sendi besar yang mengalami gagal jantung kongestif bukan tidak mungkin ke IGD dengan keluhna jatuh. pada anamnesis berlanjut tidak dijumpai keluhan sesak nafas, dyspnoe d’effort maupun paroxysmal nocturnal dyspnoe.
  • 23.
    Fungsi organ orang–orang usia lanjut akan mengalami penurunan, penurunan faal ini akan membawa konsekwensi menurunnya daya cadangan faali. Contoh : pasien geriatri dengan pneumonia biasanya disertai penurunan daya tahan tubuh nonspesifik : penurunan aktivitas sillia saluran nafas serta reflek batuk Pasiennya tidak hanya diobati dengan antibiotika dan mukolitik saja melainkan diperlukan beberapa upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh spesifik tadi seperti latihan bernafas dan drainase postural Contoh lain : penurunan jumlah glomerulus ginjalyang menyebabkab pemberian obat pada pasien geriatri memerlukan pertimbangan penyesuaian dosis (karena eksresi obat sebagaian besar melalui ginjal. Status fungsional diartikan. Sebagai kemampuan seseorang melakukan aktivitas hidup sehari – hari secara mandiri. contoh : bangun dari posisi berbaring, duduk, berjalan, mandi,berkemih, berpakaian, bersolek, makan, naik-turun tangga dan buang air besar
  • 24.
    Penyakit akut yangmenyerang, biasanya pasien geriatri akan mengalami penurunan status fungsional, misalnya dari mandiri menjadi ketergantungan ringan atau sedang; dari ketergantungan ringan menjadi ketergantungan sedang sampai berat. Pasien geriatri juga sering datang berobat disertai gangguan status nutrisi. Gizi kurang acapkali tak terperhatikan oleh pasien maupun keluarganya sampai pasien benar – benar jatuh dalam statsus gizi yang buruk. Indeks massa tubuh menggambarkan status nutrisi yang lebih akurat. Defesiensi vitamin dan mineral sering menyertai gizi kurang dan gizi buruk Beberapa gejala dan tanda khas juga sering mewarnai tampilan klinik pasien. Gejala atau tanda tersebut adalah:inkontinensia urine, inkontinensia alvi. Penglihatan dan pendengaran, irritabable bowel, immobilisasi, iatrogenesis, impaksi fekal, infeksi, inanition (gangguan masukan makanan) dan instabilitas.
  • 25.
    Immobility (keterbatasan gerak)Instability (tidak stabil) Intelectual impairment (gangguan intelektual) Impairment of vision and hearing Isolation (depression) Inanition (malnutrition) Irritable colon (gangguan BAB) PROBLEM GERIATRI
  • 26.
    Incontinence (gangguan buangair kecil) Infection (Infeksi) Iatrogenesis (gangguan karena obat) Insomnia (sulit tidur) Immune deficiency (penurunan sistem imun) Impotence (lemah syahwat) Impecunity (merasa miskin) PROBLEM GERIATRI (lanjutan)
  • 27.
    PENYAKIT AKIBAT PROSESMENUA NUTRISI (gizi) MUSKULOSKELETAL (otot-tulang) METABOLISME (pengolahan makanan) KARDIOVASKULER (jantung-vasa) RESPIRASI (pernapasan) SEREBROVASKULER (otak-vasa) OTOIMUN (kekebalan terhadap bahan tubuh sendiri)
  • 28.
    MUSKULOSKELETAL PROBLEMS (masalahotot dan tulang) MYALGIA (rasa sakit pada otot/daging) : MYOSITIS TENDINITIS ARTHRALGIA (rasa sakit pada sendi) : ARTHROSIS OSTEOARTRITIS OSTEOPOROSIS (tulang keropos)
  • 29.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
  • 34.
  • 35.
    Sistem reproduksi Menciutnya ovari dan uterus Pada laki – laki testis masih dapat memproduksi spermatozoa Atrofi payudara Selaput lendir vagina menurun Kehidupan seksual dapat diupayakan sampai masa lanjut usia asal kondisi kesehatan baik
  • 36.
  • 37.
  • 38.
  • 39.
    Asesmen geriatri Suatuanalisis multi-dimensional yang dilakukan oleh seorang ahli geriatri atau suatu tim multidisipliner yang bekerja secara interdisiplin atas seorang usia lanjut untuk menilai kapabilitas medis, fungsional dan psiko-sosial agar dapat dilakukan penatalaksanaan menyeluruh dan berkesinambungan sampai dengan batas terminal kehidupan
  • 40.
    age 0 1020 30 40 PHYSICAL CAPACITY 50% 100% (Brocklehurst & Allen, 1987) Chronic exercise ? expected ? 60 acute AGING PROCESS
  • 41.
    357 348 324310 301 292 264 236 219 201 136 125 122 121 116 105 99 67 65 56 51 51 49 48 47 38 38 36 36 23 21 Guatemala Singapore Mexico Philippine Indonesia Brazil India China Hongkong Bangladesh Canada Australia Poland Japan Israel United States New Zealand France Bulgaria Luxemborg Hungary Italy Belgium Greece Uruguay Denmark Germany Austria Noorway United Kingdom Sweden PERCENT INCREASE ELDERLY POPULATION 1985-2025
  • 42.
  • 43.
    Proses menua merupakanproses alamiah, tidak dapat dihindari dan pasti dialami oleh setiap individu. Sebagai akibat menua dan/atau penyakit degeneratif yang muncul seiring dengan menuanya seseorang akan mengakibatkan timbulnya berbagai masalah fisik biologik, psikologik dan sosial. Proses menua tersebut juga akan menyebabkan perubahan yang berlangsung secara bertahap pada berbagai organ tubuh dan perubahan ini dapat menimbulkan kondisi yang perlu diantisipasi. Diperlukan pemahaman yang benar tentang proses menua dan implikasi kliniknya. Penutup
  • 44.
    “… Allahtidak akan menurunkan penyakit kecuali bersama dengan obatnya, ………………… . selain tua” Terima Kasih
  • 45.