PRAKTIKUM 3
                            ANALISIS REGRESI SEDERHANA


1. MINGGU KE          : 6
2. PERALATAN          : LCD
3. SOFTWARE           : SPSS
4. TUJUAN             :
         Mahasiswa dapat menentukan model regresi sederhana, serta mampu melakukan
pengujian hipotesis untuk menguji keberartian dari model regresi yang diperoleh, selain itu
mahasiswa juga dapat menginterpretasikan hasil output dari analisis regresi sederhana.
5. TEORI PENGANTAR

         Analisis regresi dipergunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel atau
lebih, yang menjadi fokus adalah untuk menelusuri pola hubungan tersebut yang modelnya
belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa
variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks.
Apabila X1, X2, … , Xi adalah variabel-variabel independen dan Y adalah variabel dependen,
maka terdapat hubungan fungsional antara X dan Y, di mana variasi dari X akan diiringi pula
oleh variasi dari Y. Secara matematika hubungan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: Y
= f(X1, X2, …, Xi, e), di mana : Y adalah variabel dependen, X adalah variabel independen
dan e adalah variabel residu (disturbance term).

KOEFISIEN REGRESI SEDERHANA

         Regresi sederhana, bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel.
Model regresi sederhana adalah model regresi dengan satu variabel tak bebas dan satu
variabel bebas.

Model regresi sederhana untuk populasi :

                                        Y = α + βX + ε

dengan, Y adalah variabel tak bebas, X adalah variabel bebas, α adalah intersep (perpotongan
garis dengan sumbu Y), β adalah koefisien regresi untuk variabel bebas, dan ε adalah
galat/error, diasumsikan berdistribusi normal dengan rata-rata 0 dan varians σ2.

Model regresi sederhana untuk sampel :

                                         y = a + bX + ε
                                         ˆ
ˆ
di mana, y adalah variabel tak bebas, X adalah variabel bebas, a adalah penduga bagi intersep
(α), b adalah penduga bagi koefisien regresi (β), dan α, β adalah parameter yang nilainya
tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistik sampel.

Rumus yang dapat digunakan untuk mencari a dan b adalah:

                                   a=
                                         ∑Y − b∑ X           = Y − bX
                                              .N .

                                         N .( ∑ X Y ) − ∑ X ∑Y
                                  b=
                                          .N .∑ X 2 − ( ∑ X )
                                                                        2




Keterangan:
Xi    = Rata-rata skor variabel X
Yi    = Rata-rata skor variabel Y

UJI KEBERARTIAN PARSIAL PARAMETER REGRESI (UJI KEBERARTIAN INTERSEP)

          Pemeriksaan keberartian parsial parameter regresi dilakukan melalui pengujian
hipotesis nol, bahwa intersep a sama dengan nol (tidak berarti) melawan hipotesis tandingan
bahwa intersep tidak sama dengan nol.
          Pengujian hipotesis uintuk menguji apakah intersep yang diperoleh signifikan
digunakan uji t.
Perumusan hipotesis :

     Ho : α = 0 : Intersep untuk model regresi sederhana tersebut tidak signifikan.
     H1 : α ≠ 0 : Intersep untuk model regresi sederhana tersebut signifikan.
dengan uji statistik :
                                                       a −α
                                             t hit =
                                                         sb


dengan: sb =
                se              SSE                           (∑ X )        2


                SS x
                       , se =        ,   SS x = ∑ X −    2
                                n −2                                n

         SSE = ∑( y − y ) = ∑y 2 − a ∑y − b ∑xy
                           2
                      ˆ

          Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding t tabel dengan kriteria
sebagai berikut:
                                           t tabel = t  α      
                                                        , n −2 
                                                       2       
o Jika t hitung < −t tabel atau t hitung > t tabel , maka H0 ditolak; H1 diterima
    o Jika − t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel , maka H0 diterima; H1 ditolak
Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut:
    o Jika angka signifikansi hasil riset < α, maka nilai intersep untuk model regresi
        sederhana tersebut berarti, atau H0 ditolak; H1 diterima.
    o Jika angka signifikansi hasil riset > α, maka nilai intersep untuk model regresi
        sederhana tersebut tidak berarti, atau H0 diterima; H1 ditolak.



UJI KEBERARTIAN PARSIAL PARAMETER REGRESI (UJI KEBERARTIAN KOEFISIEN
      REGRESI)

          Pemeriksaan keberartian parsial parameter regresi dilakukan melalui pengujian
hipotesis nol, bahwa koefisien regresi b sama dengan nol (tidak berarti) melawan hipotesis
tandingan bahwa koefisien arah regresi tidak sama dengan nol.
          Pengujian hipotesis uintuk menguji apakah koefisien regresi yang diperoleh
signifikan digunakan uji t.
Perumusan hipotesis :

    Ho : β = 0 : Koefisien regresi untuk model regresi sederhana tersebut tidak signifikan.
    H1 : β ≠ 0 : Koefisien regresi untuk model regresi sederhana tersebut signifikan.
dengan uji statistik :
                                                        b−β
                                              t hit =
                                                         sb


dengan: sb =
                 se              SSE                           (∑ X )    2


                 SS x
                        , se =        ,   SS x = ∑ X −    2
                                 n −2                                n

         SSE = ∑( y − y ) = ∑y 2 − a ∑y − b ∑xy
                            2
                      ˆ

          Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding t tabel dengan kriteria
sebagai berikut:
                                            t tabel = t  α      
                                                         , n −2 
                                                        2       


    o Jika t hitung < −t tabel atau t hitung > t tabel , maka H0 ditolak; H1 diterima
    o Jika − t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel , maka H0 diterima; H1 ditolak
Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut:
o Jika angka signifikansi hasil riset < α, maka nilai koefisien regresi untuk model regresi
        sederhana tersebut berarti, atau H0 ditolak; H1 diterima.
    o Jika angka signifikansi hasil riset > α, maka nilai koefisien regresi untuk model regresi
        sederhana tersebut tidak berarti, atau H0 diterima; H1 ditolak.

UJI KEBERARTIAN MODEL REGRESI

          Pemeriksaan keberartian model regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol,
bahwa intersep serta koefisien regresi sama dengan nol melawan hipotesis tandingan bahwa
intersep serta koefisien regresi tidak sama dengan nol.
        Pengujian keberartian model regresi dilakukan dengan menggunakan pendekatan
analisis variansi (ANOVA) yaitu dengan menguraikan komponen-komponen total keragaman
dari variabel terikat.

      Langkah-langkah uji keberartian model regresi dapat disederhanakan dalam sebuah
tabel anova sebagai berikut :

                                             Tabel 1
                                       Analisis of Varians

   Sumber Variasi         df           SS           MS                 Fhitung        Ftabel

       Intersep            1           SSI                SSI
                                                MSI =
                                                           1

        Regresi            1           SSR                SSR                MSR   F(α, 1, n −2 )
                                                MSR =               Fhit =
                                                           1                 MSE

       Residual          n-2           SSE                SSE
                                                MSE =
                                                          n −2

          Total           n            SST                SST
                                                MST =
                                                           n

Keterangan:

          ( ∑Y )   2

  SSI =
             n

          
  SSR = b.∑XY −
                 ∑X .∑Y            
                                   
                  n               
                                  
 Y 2 − ( ∑Y )
                     2
                             
  SST = ∑                    
                 n          
                            

  SSE = SST − SSR
          Pengujian hipotesis uintuk menguji apakah koefisien regresi yang diperoleh
signifikan digunakan uji F.
Perumusan hipotesis :

    Ho : Β = 0 : Model regresi tidak bearti.
    H1 : Β ≠ 0 : Model regresi berarti.
    Β = [α, β]
dengan uji statistik :
                                                        MSR
                                               Fhit =
                                                        MSE
          Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding F tabel dengan kriteria
sebagai berikut:
                                          Ftabel = F(α,1, n −2 )

    o Jika Fhitung ≥ Ftabel , maka H0 ditolak; H1 diterima
    o Jika Fhitung < Ftabel , maka H0 diterima; H1 ditolak
Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut:
    o Jika angka signifikansi hasil riset < α, maka model regresi yang diperoleh berarti, atau
        H0 ditolak; H1 diterima.
    o Jika angka signifikansi hasil riset > α, maka model regresi yang diperoleh tidak
        berarti, atau H0 diterima; H1 ditolak.


6. LANGKAH KERJA
          Contoh kasus, seorang peneliti ingin mengetahui pola hubungan fungsional antara
intensitas belajar (diukur dari lamanya belajar dalam 1 minggu) dengan prestasi mata kuliah
statistika dasar (diukur dari nilai ujian akhir semester). Data yang diperoleh sebanyak 32 data
sebagai berikut:

                         Intensitas                                        Intensitas
     Mahasiswa            belajar      Nilai                  Mahasiswa     belajar     Nilai
       ke-           (jam/minggu       UAS                         ke-    (jam/minggu   UAS
                             )                                                 )
        1                    6            65                       17         16         90
Intensitas                                      Intensitas
    Mahasiswa            belajar   Nilai            Mahasiswa        belajar         Nilai
      ke-          (jam/minggu     UAS                   ke-      (jam/minggu        UAS
                            )                                           )
        2                  12       66                   18            11             76
        3                  11       77                   19            15             75
        4                  10       68                   20             7             65
        5                   9       54                   21             6             54
        6                   6       44                   22             7             60
        7                   8       67                   23            13             77
        8                   8       66                   24             9             62
        9                   6       65                   25            12             76
       10                   5       50                   26             6             67
       11                   7       56                   27            14             85
       12                   8       70                   28            12             70
       13                   6       55                   29            13             70
       14                  10       78                   30            15             75
       15                  12       80                   31            16             88
       16                  14       78                   32            18             95
Langkah-langkah Pengolahan Data Menggunakan SPSS versi 18
(1). Masukkan data di atas ke dalam Program SPSS dengan nama variabel Belajar, dan
     Prestasi. Simpan data itu dengan nama latih_regsdh.
(2). Klik menu utama Analyze | Regression | Linear:
(3). Klik variabel Prestasi dan masukkan ke kotak Dependent.
(4). Selanjutnya klik variabel Belajar dan masukkan ke kotak Independent(s).
(5). Apabila kasus penelitian yang dilakukan didasarkan pada variabel lain, maka variabel
     tersebut dimasukkan ke dalam kotak Case Labels. Apabila tidak penelitian yang
     dilakukan tidak didasarkan pada variabel lain, kotak Case Labels dikosongkan.
(6). Untuk keseragaman, pada kotak Method, pilihlah tipe Enter (semua variabel dalam
     blok dimasukkan dalam perhitungan ‘single step.’)
(7). Selanjutnya klik tombol Options :
     Pengisian pada Option :
     o Untuk Stepping Method Criteria, digunakan uji F dengan standar probabilitas 5%.
        Oleh karena itu, angka Entry .05 untuk pilihan 5%. Apabila peneliti mempunyai
        standar probabilitas lain misalnya α, maka angka Entry diisi sesuai nilai α yang
        dipilih.
     o Karena ingin tetap mengikutkan konstanta, maka Include constant in equation
        tetap dipilih.
o Klik Continue untuk meneruskan langkah.
(8). Pilih kolom Statistics dengan mengklik pilihan tersebut.
(9). Klik Estimates, Descriptive dan Model fit.
(10). Pada kolom Residuals, klik pada Casewise diagnostics, dan dari situ dipilih all cases
     untuk melihat pengaruh regresi terhadap keseluruhan. Kemudian klik Continue.
(11). Pilih Plots untuk melihat grafik untuk regresi.
(12). Klik pilihan SDRESID dan masukkan ke pilihan Y. Klik pilihan ZPRED dan masukkan
     ke pilihan X. Setelah kedua variabel X dan Y terisi, klik tombol Next untuk melanjutkan
     pengisian plot kedua.
(13). Tampak variabel Y dan X kosong kembali. Sekarang klik pilihan ZPRED dan
     masukkan ke Y dan klik pilihan DEPENDENT masukkan ke pilihan X.
(14). Untuk plot ketiga, pilihlah Standardized Residual Plots, kliklah pada Normal
     Probability Test.
(15). Selanjutnya klik Continue
(16). Klik OK.
(17). Hasil pengolahan data akan muncul pada Output Navigator.


7. TUGAS
         Berdasarkan data rekapitulasi hasil penelitian, dimana seorang peneliti ingin
mengetahui pola hubungan antara prestasi kerja dengan gaya kepemimpinan, dan prestasi
kerja dengan motivasi kerja. Data yang diperoleh sebanyak 40 data, berikut ini :
                 No.     Kepemimpinan       Motivasi Kerja      Prestasi Kerja
                 Resp         (X1)                (X2)                (Y)
                   1           35                  36                 34
                   2           31                  34                 32
                   3           40                  39                 36
                   4           24                  26                 24
                   5           20                  25                 26
                   6           39                  37                 39
                   7           32                  38                 37
                   8           40                  35                 37
                   9           32                  36                 36
                  10           43                  43                 40
                  11           42                  40                 39
                  12           37                  32                 32
                  13           23                  20                 25
                  14           35                  43                 41
                  15           41                  38                 39
                  16           42                  38                 39
                  17           31                  33                 31
                  18           36                  35                 33
19          39                 31                  32
                20          37                 37                  36
                21          37                 32                  35
                22          34                 31                  29
                23          26                 26                  28
                24          28                 26                  29
                25          28                 35                  35
                26          34                 32                  32
                27          25                 20                  22
                28          35                 34                  36
                29          33                 32                  34
                30          30                 33                  30
                31          27                 33                  28
                32          25                 26                  26
                33          35                 37                  38
                34          37                 38                  38
                35          24                 27                  33
                36          32                 34                  35
                37          35                 31                  33
                38          35                 38                  34
                39          31                 31                  31
                40          24                 30                  27
Tentukan model regresi linear sederhana untuk masing-masing variabel bebas.
DAFTAR PUSTAKA
Gujarati, Damodar N. 1988. Basic Econometrics. New York, USA, McGraw-Hill.
Hosmer, David W, and Stanley Lemeshow. 2000. Applied Logistic Regression, New York,
   USA, John Wiley & Sons.
http://www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm
http://samianstats.files.wordpress.com/2008/10/korelasional-spss1.pdf
http://guruvalah.20m.com/kasus_penelitian_korelasi.pdf
Nachrowi D. N. And Usman D., 2008, Penggunaan Teknik Ekonometri, Jakarta, PT.
   RajaGrafindo Persada
Uyanto, S., S., 2009, Pedoman Analisis Data dengan SPSS, Yogyakarta, Graha Ilmu.
Suharjo, B., 2008, Analisis Regresi Terapan dengan SPSS, Yogyakarta, Graha Ilmu.

Praktikum rev 3

  • 1.
    PRAKTIKUM 3 ANALISIS REGRESI SEDERHANA 1. MINGGU KE : 6 2. PERALATAN : LCD 3. SOFTWARE : SPSS 4. TUJUAN : Mahasiswa dapat menentukan model regresi sederhana, serta mampu melakukan pengujian hipotesis untuk menguji keberartian dari model regresi yang diperoleh, selain itu mahasiswa juga dapat menginterpretasikan hasil output dari analisis regresi sederhana. 5. TEORI PENGANTAR Analisis regresi dipergunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel atau lebih, yang menjadi fokus adalah untuk menelusuri pola hubungan tersebut yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks. Apabila X1, X2, … , Xi adalah variabel-variabel independen dan Y adalah variabel dependen, maka terdapat hubungan fungsional antara X dan Y, di mana variasi dari X akan diiringi pula oleh variasi dari Y. Secara matematika hubungan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: Y = f(X1, X2, …, Xi, e), di mana : Y adalah variabel dependen, X adalah variabel independen dan e adalah variabel residu (disturbance term). KOEFISIEN REGRESI SEDERHANA Regresi sederhana, bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel. Model regresi sederhana adalah model regresi dengan satu variabel tak bebas dan satu variabel bebas. Model regresi sederhana untuk populasi : Y = α + βX + ε dengan, Y adalah variabel tak bebas, X adalah variabel bebas, α adalah intersep (perpotongan garis dengan sumbu Y), β adalah koefisien regresi untuk variabel bebas, dan ε adalah galat/error, diasumsikan berdistribusi normal dengan rata-rata 0 dan varians σ2. Model regresi sederhana untuk sampel : y = a + bX + ε ˆ
  • 2.
    ˆ di mana, yadalah variabel tak bebas, X adalah variabel bebas, a adalah penduga bagi intersep (α), b adalah penduga bagi koefisien regresi (β), dan α, β adalah parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistik sampel. Rumus yang dapat digunakan untuk mencari a dan b adalah: a= ∑Y − b∑ X = Y − bX .N . N .( ∑ X Y ) − ∑ X ∑Y b= .N .∑ X 2 − ( ∑ X ) 2 Keterangan: Xi = Rata-rata skor variabel X Yi = Rata-rata skor variabel Y UJI KEBERARTIAN PARSIAL PARAMETER REGRESI (UJI KEBERARTIAN INTERSEP) Pemeriksaan keberartian parsial parameter regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol, bahwa intersep a sama dengan nol (tidak berarti) melawan hipotesis tandingan bahwa intersep tidak sama dengan nol. Pengujian hipotesis uintuk menguji apakah intersep yang diperoleh signifikan digunakan uji t. Perumusan hipotesis : Ho : α = 0 : Intersep untuk model regresi sederhana tersebut tidak signifikan. H1 : α ≠ 0 : Intersep untuk model regresi sederhana tersebut signifikan. dengan uji statistik : a −α t hit = sb dengan: sb = se SSE (∑ X ) 2 SS x , se = , SS x = ∑ X − 2 n −2 n SSE = ∑( y − y ) = ∑y 2 − a ∑y − b ∑xy 2 ˆ Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding t tabel dengan kriteria sebagai berikut: t tabel = t  α   , n −2  2 
  • 3.
    o Jika thitung < −t tabel atau t hitung > t tabel , maka H0 ditolak; H1 diterima o Jika − t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel , maka H0 diterima; H1 ditolak Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut: o Jika angka signifikansi hasil riset < α, maka nilai intersep untuk model regresi sederhana tersebut berarti, atau H0 ditolak; H1 diterima. o Jika angka signifikansi hasil riset > α, maka nilai intersep untuk model regresi sederhana tersebut tidak berarti, atau H0 diterima; H1 ditolak. UJI KEBERARTIAN PARSIAL PARAMETER REGRESI (UJI KEBERARTIAN KOEFISIEN REGRESI) Pemeriksaan keberartian parsial parameter regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol, bahwa koefisien regresi b sama dengan nol (tidak berarti) melawan hipotesis tandingan bahwa koefisien arah regresi tidak sama dengan nol. Pengujian hipotesis uintuk menguji apakah koefisien regresi yang diperoleh signifikan digunakan uji t. Perumusan hipotesis : Ho : β = 0 : Koefisien regresi untuk model regresi sederhana tersebut tidak signifikan. H1 : β ≠ 0 : Koefisien regresi untuk model regresi sederhana tersebut signifikan. dengan uji statistik : b−β t hit = sb dengan: sb = se SSE (∑ X ) 2 SS x , se = , SS x = ∑ X − 2 n −2 n SSE = ∑( y − y ) = ∑y 2 − a ∑y − b ∑xy 2 ˆ Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding t tabel dengan kriteria sebagai berikut: t tabel = t  α   , n −2  2  o Jika t hitung < −t tabel atau t hitung > t tabel , maka H0 ditolak; H1 diterima o Jika − t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel , maka H0 diterima; H1 ditolak Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut:
  • 4.
    o Jika angkasignifikansi hasil riset < α, maka nilai koefisien regresi untuk model regresi sederhana tersebut berarti, atau H0 ditolak; H1 diterima. o Jika angka signifikansi hasil riset > α, maka nilai koefisien regresi untuk model regresi sederhana tersebut tidak berarti, atau H0 diterima; H1 ditolak. UJI KEBERARTIAN MODEL REGRESI Pemeriksaan keberartian model regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol, bahwa intersep serta koefisien regresi sama dengan nol melawan hipotesis tandingan bahwa intersep serta koefisien regresi tidak sama dengan nol. Pengujian keberartian model regresi dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis variansi (ANOVA) yaitu dengan menguraikan komponen-komponen total keragaman dari variabel terikat. Langkah-langkah uji keberartian model regresi dapat disederhanakan dalam sebuah tabel anova sebagai berikut : Tabel 1 Analisis of Varians Sumber Variasi df SS MS Fhitung Ftabel Intersep 1 SSI SSI MSI = 1 Regresi 1 SSR SSR MSR F(α, 1, n −2 ) MSR = Fhit = 1 MSE Residual n-2 SSE SSE MSE = n −2 Total n SST SST MST = n Keterangan: ( ∑Y ) 2 SSI = n  SSR = b.∑XY − ∑X .∑Y    n   
  • 5.
     Y 2− ( ∑Y )  2  SST = ∑   n    SSE = SST − SSR Pengujian hipotesis uintuk menguji apakah koefisien regresi yang diperoleh signifikan digunakan uji F. Perumusan hipotesis : Ho : Β = 0 : Model regresi tidak bearti. H1 : Β ≠ 0 : Model regresi berarti. Β = [α, β] dengan uji statistik : MSR Fhit = MSE Pengambilan keputusan menggunakan angka pembanding F tabel dengan kriteria sebagai berikut: Ftabel = F(α,1, n −2 ) o Jika Fhitung ≥ Ftabel , maka H0 ditolak; H1 diterima o Jika Fhitung < Ftabel , maka H0 diterima; H1 ditolak Untuk pengujian dalam SPSS digunakan kriteria sebagai berikut: o Jika angka signifikansi hasil riset < α, maka model regresi yang diperoleh berarti, atau H0 ditolak; H1 diterima. o Jika angka signifikansi hasil riset > α, maka model regresi yang diperoleh tidak berarti, atau H0 diterima; H1 ditolak. 6. LANGKAH KERJA Contoh kasus, seorang peneliti ingin mengetahui pola hubungan fungsional antara intensitas belajar (diukur dari lamanya belajar dalam 1 minggu) dengan prestasi mata kuliah statistika dasar (diukur dari nilai ujian akhir semester). Data yang diperoleh sebanyak 32 data sebagai berikut: Intensitas Intensitas Mahasiswa belajar Nilai Mahasiswa belajar Nilai ke- (jam/minggu UAS ke- (jam/minggu UAS ) ) 1 6 65 17 16 90
  • 6.
    Intensitas Intensitas Mahasiswa belajar Nilai Mahasiswa belajar Nilai ke- (jam/minggu UAS ke- (jam/minggu UAS ) ) 2 12 66 18 11 76 3 11 77 19 15 75 4 10 68 20 7 65 5 9 54 21 6 54 6 6 44 22 7 60 7 8 67 23 13 77 8 8 66 24 9 62 9 6 65 25 12 76 10 5 50 26 6 67 11 7 56 27 14 85 12 8 70 28 12 70 13 6 55 29 13 70 14 10 78 30 15 75 15 12 80 31 16 88 16 14 78 32 18 95 Langkah-langkah Pengolahan Data Menggunakan SPSS versi 18 (1). Masukkan data di atas ke dalam Program SPSS dengan nama variabel Belajar, dan Prestasi. Simpan data itu dengan nama latih_regsdh. (2). Klik menu utama Analyze | Regression | Linear: (3). Klik variabel Prestasi dan masukkan ke kotak Dependent. (4). Selanjutnya klik variabel Belajar dan masukkan ke kotak Independent(s). (5). Apabila kasus penelitian yang dilakukan didasarkan pada variabel lain, maka variabel tersebut dimasukkan ke dalam kotak Case Labels. Apabila tidak penelitian yang dilakukan tidak didasarkan pada variabel lain, kotak Case Labels dikosongkan. (6). Untuk keseragaman, pada kotak Method, pilihlah tipe Enter (semua variabel dalam blok dimasukkan dalam perhitungan ‘single step.’) (7). Selanjutnya klik tombol Options : Pengisian pada Option : o Untuk Stepping Method Criteria, digunakan uji F dengan standar probabilitas 5%. Oleh karena itu, angka Entry .05 untuk pilihan 5%. Apabila peneliti mempunyai standar probabilitas lain misalnya α, maka angka Entry diisi sesuai nilai α yang dipilih. o Karena ingin tetap mengikutkan konstanta, maka Include constant in equation tetap dipilih.
  • 7.
    o Klik Continueuntuk meneruskan langkah. (8). Pilih kolom Statistics dengan mengklik pilihan tersebut. (9). Klik Estimates, Descriptive dan Model fit. (10). Pada kolom Residuals, klik pada Casewise diagnostics, dan dari situ dipilih all cases untuk melihat pengaruh regresi terhadap keseluruhan. Kemudian klik Continue. (11). Pilih Plots untuk melihat grafik untuk regresi. (12). Klik pilihan SDRESID dan masukkan ke pilihan Y. Klik pilihan ZPRED dan masukkan ke pilihan X. Setelah kedua variabel X dan Y terisi, klik tombol Next untuk melanjutkan pengisian plot kedua. (13). Tampak variabel Y dan X kosong kembali. Sekarang klik pilihan ZPRED dan masukkan ke Y dan klik pilihan DEPENDENT masukkan ke pilihan X. (14). Untuk plot ketiga, pilihlah Standardized Residual Plots, kliklah pada Normal Probability Test. (15). Selanjutnya klik Continue (16). Klik OK. (17). Hasil pengolahan data akan muncul pada Output Navigator. 7. TUGAS Berdasarkan data rekapitulasi hasil penelitian, dimana seorang peneliti ingin mengetahui pola hubungan antara prestasi kerja dengan gaya kepemimpinan, dan prestasi kerja dengan motivasi kerja. Data yang diperoleh sebanyak 40 data, berikut ini : No. Kepemimpinan Motivasi Kerja Prestasi Kerja Resp (X1) (X2) (Y) 1 35 36 34 2 31 34 32 3 40 39 36 4 24 26 24 5 20 25 26 6 39 37 39 7 32 38 37 8 40 35 37 9 32 36 36 10 43 43 40 11 42 40 39 12 37 32 32 13 23 20 25 14 35 43 41 15 41 38 39 16 42 38 39 17 31 33 31 18 36 35 33
  • 8.
    19 39 31 32 20 37 37 36 21 37 32 35 22 34 31 29 23 26 26 28 24 28 26 29 25 28 35 35 26 34 32 32 27 25 20 22 28 35 34 36 29 33 32 34 30 30 33 30 31 27 33 28 32 25 26 26 33 35 37 38 34 37 38 38 35 24 27 33 36 32 34 35 37 35 31 33 38 35 38 34 39 31 31 31 40 24 30 27 Tentukan model regresi linear sederhana untuk masing-masing variabel bebas.
  • 9.
    DAFTAR PUSTAKA Gujarati, DamodarN. 1988. Basic Econometrics. New York, USA, McGraw-Hill. Hosmer, David W, and Stanley Lemeshow. 2000. Applied Logistic Regression, New York, USA, John Wiley & Sons. http://www.jonathansarwono.info/korelasi/korelasi.htm http://samianstats.files.wordpress.com/2008/10/korelasional-spss1.pdf http://guruvalah.20m.com/kasus_penelitian_korelasi.pdf Nachrowi D. N. And Usman D., 2008, Penggunaan Teknik Ekonometri, Jakarta, PT. RajaGrafindo Persada Uyanto, S., S., 2009, Pedoman Analisis Data dengan SPSS, Yogyakarta, Graha Ilmu. Suharjo, B., 2008, Analisis Regresi Terapan dengan SPSS, Yogyakarta, Graha Ilmu.