Selayang Pandang


Statistika
 Parametrik
Berbagai Metode Parametrik

a. Inferensi terhadap sebuah rata-rata
   populasi
 sampel besar, gunakan rumus z
 sampel kecil (<30), gunakan student t test
b. Inferensi terhadap dua rata-rata populasi
 Sampel besar, gunakan z test yang
        dimodifikasi
 Sampel kecil, gunakan t test yang
         dimodifikasi atau F test
c.       Inferensi untuk mengetahui hubungan antar 
          variabel

           > Hubungan antar Dua Variabel,  meng
              gunakan metode korelasi dan Regresi 
              sederhana
           > Hubungan antar lebih dari dua variabel, 
               menggunakan metode korelasi dan regresi 
               berganda 
Analisis Regresi
    dan Korelasi
Regresi Sederhana dan Korelasi
o     Analisis hubungan di antara kedua
  variabel/lebih  analisis Regresi dan
  Korelasi.
o     Dalam      analisis   Regresi,    akan
  dikembangkan sebuah persamaan regresi
  yaitu formula matematika yang mencari
  nilai variabel tergantung (dependent) dari
  nilai variabel bebas (independent) yang
  diketahui.
o Analisa regresi terutama digunakan untuk
  tujuan peramalan.
Model Matematika yang
             digunakan :
•   Garis Lurus
•   Parabola / Kurva Kuadratik
•   Kurva kubik
•   Kurva Quartic
•   Kurva pangkat n


• Biasanya disebut sebagai polinomial
  berderajat satu, dua, ….dst
Metoda Garis Lurus
• y= a + bx
•   Xi variabel independen ke-i
•   Yi variabel dependen ke-i maka bentuk model
    regresi sederhana adalah :
                Yi = α + β X i + ε i , i = 1,2,, n
dengan
 α , β parameter yang tidak diketahui
 εi sesatan random dgn asumsi
                         E[ε i ] = 0
                         Var (ε i ) = σ 2
• Bentuk model di atas diprediksi
  berbentuk :
               ˆ
              Yi = a + bX i

• dengan a dan b koefisien regresi
  merupakan penaksir       α, β

Dengan Metode Kuadrat terkecil
diperoleh :
               a = y − bx
                             ( ∑ y )( ∑ x )
                    ∑   yx −
                         i i
                                  n
                                    i      i

               b=
                              ( ∑ xi ) 2

                        ∑ xi − n
                           2
• Atau


     b=
        ∑ ( x − x )( y − y )
              i       i

          ∑( x − x)
                          2
                  i
• Perhatikan

                       ( y − y ) = ( yˆ − y )+ ( y − yˆ )
                         i                i                i          i
                        var iasi         regresi               sisa




  ∑(y          )                   (
        − y = ∑ yi − y + ∑ ( yi − yi )             )
                   2                                   2                        2
       i
                ˆ                 ˆ
      JKT                              JKR                                JKS
• Tabel Anava :

Sumber     JK     dk RK             F Hitung
Variasi
Regresi    JKR    1     RKR=JKR/1   RKR/RKS


Sesatan    JKS    n-2 RKS=JKS/n-2 F(alpha,
                                  1,n-2)
Total      JKT    n-1
Dalam analisis regresi & ANAVAlangkah-langkah yang dapat dilakukan antara
lain :
1. ek Asumsi : kenormalan, independensi dan homogenitas
  C
2. enentukan prediksi model regresi dan Koefisien regresi
  M
3. Menentukan koefisien korelasi R2
4. Membuat Tabel Anava
5. Pemeriksaan sisa data
6. Menentukan Korelasi Sederhana
Uji Hipotesa koefisien regresi
• H 0 : β = 0 vs H 1 : β ≠ 0
• Dipilih tingkat signifikansi
• Hitung Tabel Anava
• Tolak Ho jika
                  FHitung > Fα,1, n −2
                tingkat signifikansi > Sig.

• Untuk uji satu sisi :
                 FHitung > Fα ,1,n − 2 = t   2
                                             n−2
Korelasi
• Menyatakan hubungan antara dua
  atau lebih peubah  asosiasi
• Bila dua peubah tidak berhubungan ;
  korelasinya 0, bila sempurna
  korelasinya 1 (kolinier)
• Koefisien korelasi dinotasikan dengan R2
• Setelah ditaksir persamaan regresi dari data
  masalah berikutnya adalah menilai
  baik/buruknya kecocokan model dengan data
• Rumus :
               JKR
           R =
             2

               JKT
               ∑ ( yi − y )
                            2
                   ˆ
             =
               ∑ ( yi − y )
                            2


           0 ≤ R2 ≤ 1
Aplikasi Regresi dengan SPSS.
• 1.   Pilih menu Analyze – Regression – Linear
• 2.  Tentukan var bergantung dan var bebas
• 3. Tentukan Metoda yang digunakan (Enter,
  Stepwise,Forward, Backward)
• 4. Tentukan perhitungan statistik yang diperlukan
• 5. Tentukan jenis plot yang diperlukan
• 6. Tentukan harga F testnya
•  
Example

• y merupakan skor pencapaian MK
  Matematika. Apabila x adalah nilai
  statistika maka buatlah analisis regresi
  dan korelasinya !
Mhs       1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
NA      39 43 21 64 57 47 28 75 34 52
Stat    65 78 52 82 92 89 73 98 56 75
Analisis SPSS 16.0




Nilai rata-rata nilai akhir 46 dan nilai
rata-rata statistika dari 10 mahasiswa
adalah 76
Korelasi atau hubungan antara nilai akhir dan
nilaistatistika adalah 0.84, jadi hubungannya
sangat erat (mendekati1).
Hasil didukung dengan (misal) α = 0.05 > 0.001
maka H0 bahwa antara variabel y (NA) dengan
x (Nilai Statistika) tidak berhubungan ditolak.
R square=0.705 mengindikasinya besarnya
hubungan antara NA dengan nilai statistika
sebesar 70.5%.
Uji Hipotesa koefisien regresi
• H 0 : β = 0 vs H 1 : β ≠ 0
• Dipilih tingkat signifikansi =0.05
• Hitung Tabel Anava
• Tolak Ho jika
          FHitung =19.141 > F0.05,1,8 =5.32
         α = 0.05 > Sig. = 0.002
• D.k.l : terdapat hubungan linier
  antara variabel dependen (y) dengan
  variabel independen (x)
Model linier yang terbentuk antara variabel y
(Nilai Akhir) dengan nilai statistika (x) adalah
          y = −24.012 + 0.921x
          ˆ
ANAVA SATU ARAH
Rancangan random lengkap karena
 unit eksperimen yang dipergunakan
 dianggap sama/seragam
Satu Arah karena 1 faktor yang
 diselidiki
• Model RRL :
                                i = 1, 2,K , a
          yij = µ + τ i + ε ij 
                                j = 1, 2,K , n
dengan
a = perlakuan ,
n = banyak observasi,
µ
    = rata-rata,
τ
    = efek perlakuan ke-i,
  i
Uji F
•    Analisa efek perlakuan ke-i (untuk
     model efek tetap)
i.   Hipotesis H 0 : τ i = 0, untuk semua i
                 H 1 : Tidak semua τ i = 0


ii. Dipilih tingkat signifikansi α
iii. Tabel ANAVA
Tabel ANAVA
iv. Daerah Kritis :
Tolak Ho jika F > Fα ,a −1, N − a

Atau Tolak Ho jika    α    > Sig.
Example
• Akan diteliti pengaruh kadar serat
  katun sintetis terhadap kualitas daya
  rentang kain tersebut. Dipilih 5 serat
  katun dengan kadar prosentase 15%,
  20%, 25%, 30% dan 35%. Anggap
  tingkat signifikansi 0.05. Diambil 5
  observasi secara acak untuk tiap
  perlakuan, diperoleh data :
Data :
ANAVA Dua Arah
• Jika unit percobaan sangat heterogen dan
  dapat dikelompokkan ke dalam blok- blok
  yang lebih homogen maka menggunakan
  Rancangan Blok Random Lengkap ( RBRL )
  lebih menguntungkan daripada Rancangan
  Random Lengkap ( RRL ) karena selain
  efisien waktu eksperimen juga bertujuan
  menghilangkan sumber yang menyebabkan
  variasi sesatan dari eksperimen.
• Model :
                             i = 1,2, , a
y ij = µ + τ i + β j + ε ij 
                             j = 1,2, , b

    y ij
•     adalah observasi untuk perlakuan
                           µ
    ke- i dalam blok ke- j, rata-rata βj
                  τi
    keseluruhan, efek perlakuan ke-i,
              efek blok ke- j
Uji F
• Langkah-langkah :
• Analisa efek perlakuan ke-i
   H 0 P : µ i = 0, untuk semua i

   H 1P : Tidak semua µ i = 0

   Analisa efek blok ke- j
    H 0B : τ 1 = τ 2 =  = τ a = 0
    H 1B : τ i ≠ 0,   untuk suatu i
ii. Dipilih tingkat signifikansi   α
iii. Tabel Anava
iv. Daerah Kritis :
Tolak Hop jika
            FP > Fα ,a −1,( a −1)(b −1)
Tolak HoB jika
               FB > Fα,b −1,( a −1)( b −1)
Example
• Akan diselidiki pengaruh tiga metode
  (penentu premi maksimum) terhadap
  tingkat kepercayaan pemegang polis
  asuransi. Dipilih 50 pemegang polis asuransi
  untuk memberikan skala kepercayaan
  terhadap masing- masing metode dengan
  skala 0 untuk tidak percaya sepenuhnya
  sampai skala 20 untuk nilai sangat percaya.
  Kelimapuluh orang tersebut dibagi dalam
  lima macam eksekutif sebagai blok
  berdasarkan peringkat usia dan diperoleh
  data sebagai berikut :
gunakan tingkat signifikansi 0.01, untuk
menganalisa data di bawah ini :

Chap5 an reg&korelasi

  • 1.
  • 2.
    Berbagai Metode Parametrik a. Inferensiterhadap sebuah rata-rata populasi  sampel besar, gunakan rumus z  sampel kecil (<30), gunakan student t test b. Inferensi terhadap dua rata-rata populasi  Sampel besar, gunakan z test yang dimodifikasi  Sampel kecil, gunakan t test yang dimodifikasi atau F test
  • 3.
  • 4.
    Analisis Regresi dan Korelasi
  • 5.
    Regresi Sederhana danKorelasi o Analisis hubungan di antara kedua variabel/lebih  analisis Regresi dan Korelasi. o Dalam analisis Regresi, akan dikembangkan sebuah persamaan regresi yaitu formula matematika yang mencari nilai variabel tergantung (dependent) dari nilai variabel bebas (independent) yang diketahui. o Analisa regresi terutama digunakan untuk tujuan peramalan.
  • 6.
    Model Matematika yang digunakan : • Garis Lurus • Parabola / Kurva Kuadratik • Kurva kubik • Kurva Quartic • Kurva pangkat n • Biasanya disebut sebagai polinomial berderajat satu, dua, ….dst
  • 7.
  • 8.
    Xi variabel independen ke-i • Yi variabel dependen ke-i maka bentuk model regresi sederhana adalah : Yi = α + β X i + ε i , i = 1,2,, n dengan α , β parameter yang tidak diketahui εi sesatan random dgn asumsi E[ε i ] = 0 Var (ε i ) = σ 2
  • 9.
    • Bentuk modeldi atas diprediksi berbentuk : ˆ Yi = a + bX i • dengan a dan b koefisien regresi merupakan penaksir α, β Dengan Metode Kuadrat terkecil diperoleh : a = y − bx ( ∑ y )( ∑ x ) ∑ yx − i i n i i b= ( ∑ xi ) 2 ∑ xi − n 2
  • 10.
    • Atau b= ∑ ( x − x )( y − y ) i i ∑( x − x) 2 i
  • 11.
    • Perhatikan ( y − y ) = ( yˆ − y )+ ( y − yˆ ) i i i i var iasi regresi sisa ∑(y ) ( − y = ∑ yi − y + ∑ ( yi − yi ) ) 2 2 2 i ˆ ˆ JKT JKR JKS
  • 12.
    • Tabel Anava: Sumber JK dk RK F Hitung Variasi Regresi JKR 1 RKR=JKR/1 RKR/RKS Sesatan JKS n-2 RKS=JKS/n-2 F(alpha, 1,n-2) Total JKT n-1
  • 13.
    Dalam analisis regresi& ANAVAlangkah-langkah yang dapat dilakukan antara lain : 1. ek Asumsi : kenormalan, independensi dan homogenitas C 2. enentukan prediksi model regresi dan Koefisien regresi M 3. Menentukan koefisien korelasi R2 4. Membuat Tabel Anava 5. Pemeriksaan sisa data 6. Menentukan Korelasi Sederhana
  • 14.
    Uji Hipotesa koefisienregresi • H 0 : β = 0 vs H 1 : β ≠ 0 • Dipilih tingkat signifikansi • Hitung Tabel Anava • Tolak Ho jika FHitung > Fα,1, n −2 tingkat signifikansi > Sig. • Untuk uji satu sisi : FHitung > Fα ,1,n − 2 = t 2 n−2
  • 15.
    Korelasi • Menyatakan hubunganantara dua atau lebih peubah  asosiasi • Bila dua peubah tidak berhubungan ; korelasinya 0, bila sempurna korelasinya 1 (kolinier)
  • 16.
    • Koefisien korelasidinotasikan dengan R2 • Setelah ditaksir persamaan regresi dari data masalah berikutnya adalah menilai baik/buruknya kecocokan model dengan data • Rumus : JKR R = 2 JKT ∑ ( yi − y ) 2 ˆ = ∑ ( yi − y ) 2 0 ≤ R2 ≤ 1
  • 17.
    Aplikasi Regresi denganSPSS. • 1.   Pilih menu Analyze – Regression – Linear • 2.  Tentukan var bergantung dan var bebas • 3. Tentukan Metoda yang digunakan (Enter, Stepwise,Forward, Backward) • 4. Tentukan perhitungan statistik yang diperlukan • 5. Tentukan jenis plot yang diperlukan • 6. Tentukan harga F testnya •  
  • 18.
    Example • y merupakanskor pencapaian MK Matematika. Apabila x adalah nilai statistika maka buatlah analisis regresi dan korelasinya ! Mhs 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 NA 39 43 21 64 57 47 28 75 34 52 Stat 65 78 52 82 92 89 73 98 56 75
  • 19.
    Analisis SPSS 16.0 Nilairata-rata nilai akhir 46 dan nilai rata-rata statistika dari 10 mahasiswa adalah 76
  • 20.
    Korelasi atau hubunganantara nilai akhir dan nilaistatistika adalah 0.84, jadi hubungannya sangat erat (mendekati1). Hasil didukung dengan (misal) α = 0.05 > 0.001 maka H0 bahwa antara variabel y (NA) dengan x (Nilai Statistika) tidak berhubungan ditolak.
  • 21.
    R square=0.705 mengindikasinyabesarnya hubungan antara NA dengan nilai statistika sebesar 70.5%.
  • 22.
    Uji Hipotesa koefisienregresi • H 0 : β = 0 vs H 1 : β ≠ 0 • Dipilih tingkat signifikansi =0.05 • Hitung Tabel Anava • Tolak Ho jika FHitung =19.141 > F0.05,1,8 =5.32 α = 0.05 > Sig. = 0.002
  • 23.
    • D.k.l :terdapat hubungan linier antara variabel dependen (y) dengan variabel independen (x)
  • 24.
    Model linier yangterbentuk antara variabel y (Nilai Akhir) dengan nilai statistika (x) adalah y = −24.012 + 0.921x ˆ
  • 25.
    ANAVA SATU ARAH Rancanganrandom lengkap karena unit eksperimen yang dipergunakan dianggap sama/seragam Satu Arah karena 1 faktor yang diselidiki
  • 26.
    • Model RRL:  i = 1, 2,K , a yij = µ + τ i + ε ij   j = 1, 2,K , n dengan a = perlakuan , n = banyak observasi, µ = rata-rata, τ = efek perlakuan ke-i, i
  • 27.
    Uji F • Analisa efek perlakuan ke-i (untuk model efek tetap) i. Hipotesis H 0 : τ i = 0, untuk semua i H 1 : Tidak semua τ i = 0 ii. Dipilih tingkat signifikansi α iii. Tabel ANAVA
  • 28.
  • 29.
    iv. Daerah Kritis: Tolak Ho jika F > Fα ,a −1, N − a Atau Tolak Ho jika α > Sig.
  • 30.
    Example • Akan ditelitipengaruh kadar serat katun sintetis terhadap kualitas daya rentang kain tersebut. Dipilih 5 serat katun dengan kadar prosentase 15%, 20%, 25%, 30% dan 35%. Anggap tingkat signifikansi 0.05. Diambil 5 observasi secara acak untuk tiap perlakuan, diperoleh data :
  • 31.
  • 32.
    ANAVA Dua Arah •Jika unit percobaan sangat heterogen dan dapat dikelompokkan ke dalam blok- blok yang lebih homogen maka menggunakan Rancangan Blok Random Lengkap ( RBRL ) lebih menguntungkan daripada Rancangan Random Lengkap ( RRL ) karena selain efisien waktu eksperimen juga bertujuan menghilangkan sumber yang menyebabkan variasi sesatan dari eksperimen.
  • 33.
    • Model :  i = 1,2, , a y ij = µ + τ i + β j + ε ij   j = 1,2, , b y ij • adalah observasi untuk perlakuan µ ke- i dalam blok ke- j, rata-rata βj τi keseluruhan, efek perlakuan ke-i, efek blok ke- j
  • 34.
    Uji F • Langkah-langkah: • Analisa efek perlakuan ke-i H 0 P : µ i = 0, untuk semua i H 1P : Tidak semua µ i = 0 Analisa efek blok ke- j H 0B : τ 1 = τ 2 =  = τ a = 0 H 1B : τ i ≠ 0, untuk suatu i
  • 35.
    ii. Dipilih tingkatsignifikansi α iii. Tabel Anava
  • 36.
    iv. Daerah Kritis: Tolak Hop jika FP > Fα ,a −1,( a −1)(b −1) Tolak HoB jika FB > Fα,b −1,( a −1)( b −1)
  • 37.
    Example • Akan diselidikipengaruh tiga metode (penentu premi maksimum) terhadap tingkat kepercayaan pemegang polis asuransi. Dipilih 50 pemegang polis asuransi untuk memberikan skala kepercayaan terhadap masing- masing metode dengan skala 0 untuk tidak percaya sepenuhnya sampai skala 20 untuk nilai sangat percaya. Kelimapuluh orang tersebut dibagi dalam lima macam eksekutif sebagai blok berdasarkan peringkat usia dan diperoleh data sebagai berikut :
  • 38.
    gunakan tingkat signifikansi0.01, untuk menganalisa data di bawah ini :